P. 1
Kebudayaan Jawa

Kebudayaan Jawa

3.0

|Views: 49,055|Likes:
Published by nauvalhafiluddin
jawa, budaya jawa, suku jawa, kebudayaan jawa
jawa, budaya jawa, suku jawa, kebudayaan jawa

More info:

Published by: nauvalhafiluddin on Jul 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2015

pdf

text

original

Selain tari-tari klasik, di Jawa Tengah terdapat pula tari-tari
tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu.
Kesenian tradisional tersebut tak kalah menariknya karena mempunyai
keunikan-keunikan tersendiri.
Beberapa contoh kesenian tradisional :

oTari dolalak, di Purworejo

Pertunjukan ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang
berpakaian menyerupai pakaian prajurit Belanda atau Perancis
tempo dulu dan diiringi dengan alat-alat bunyi-bunyian terdiri dari
kentrung, rebana, kendang, kencer, dllnya. Menurut cerita, kesenian
ini timbul sejak berkobarnya perang Aceh di jaman Belanda yang
kemudian meluas ke daerah lain.

oPatolan (Prisenan), di Rembang

Sejenis olahraga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang
pegulat dipimpin oleh dua orang Gelandang (wasit) dari masing-
masing pihak. Pertunjukan ini diadakan sebagai olah raga dan
sekaligus hiburan di waktu senggang pada sore dan malam hari
terutama di kala terang bulan purnama. Lokasinya berada di
tempat-tempat yang berpasir di tepi pantai. Seni gulat rakyat ini
terutama berkembang di kalangan pelajar terutama di pantai
diantara kecamatan Pandagan, Kragan, Bulu sampai ke Tuban, Jawa
Timur.

oBlora

Daerah ini terkenal dengan atraksi kesenian Kuda Kepang,
barongan dan Wayang Krucil (sejenis wayang kulit ternuat dari
kayu).

Page | 73

oPekalongan

Di daerah Pekalongan terdapat kesenian Kuntulan dan Sintren.
Kuntulan adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian
dengan iringan bunyi-bunyian seperti bedug, terbang, dllnya.
Sedangkan Sintren adalah sebuah tari khas yang magis animistis
yang terdapat selain di Pekalongan juga di Batang dan Tegal.
Kesenian ini menampilkan seorang gadis yang menari dalam
keadaan tidak sadarkan diri, sebelum tarian dimulai gadis menari
tersebut dengan tangan terikat dimasukkan ke dalam tempat
tertutup bersama peralatan bersolek, kemudian selang beberapa
lama ia telah selesai berdandan dan siap untuk menari. Atraksi ini
dapat disaksikan pada waktu malam bulan purnama setelah panen.

oObeg dan Begalan

Kesenian ini berkembang di Cilacap. Pemain Obeg ini terdiri
dari beberapa orang wanita atau pria dengan menunggang kuda
yang terbuat dari anyaman bambu (kepang), serta diiringi dengan
bunyi-bunyian tertentu. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang
pawang atau dukun yang dapat membuat pemain dalam keadaan
tidak sadar. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal
dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang
menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Tarian
ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk
menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan.
Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas
lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping
ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi
gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari
ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg
8 oarang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem,
seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi
sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan
16 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg
sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk

Page | 74

jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran
yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah
yang cukup luas. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan
durasi antara 1 – 4 jam. Peralatan yang dipergunakan anatara lain
kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Untuk mengiringi
tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti
ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung dan lain-lain, dan yang
unik adalah para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling)
atau barang tajam lainnya sehingga menunjukkan keperkasaan
sebagai Satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang
menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala
atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan
atraksi barongan, penthul dan cepet. Dalam pertunjukannya, ebeg
diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe.
Laisan adalah jenis kesenian yang melekat pada kesenian
ebeg. Laisan dilakukan oleh seorang pemain pria yang sedang
mendem, badannya ditindih dengan lesung terus dimasukkan ke
dalam kurungan, biasanya kurungan ayam, di dalam kurungan itulah
Laisan berdandan seperti wanita. Setelah terlebih dulu dimantra-
mantara, kurunganpun dibuka, dan munculah pria tersebut dengan
mengenakan pakaian wanita lengkap. Laisan muncul di tengah
pertunjukan ebeg. Pada pertunjukan ebeg komersial, salah seorang
pemain biasanya melakukan thole-thole yaitu menari berkeliling
arena sambil membawa tampah untuk mendapatkan sumbangan.
Laisan juga dikenal di wilayah lain (wetan) dan mereka biasa
menyebutnya Sintren.

Begalan adalah salah satu acara dalam rangkaian upacara
perkawinan adat Banyumas. Kesenian ini hidup di daerah Bangumas
pada umumnya juga terdapat di Cilacap, Purbalingga maupun di
daerah di luar Kabupaten Banyumas. Yang bersifat khas banyumas
antara lain : Calung, begalan dan Dalang Jemblung. Begalan adalah
jenis kesenian yang biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara
perkawinan yaitu saat calon pengantin pria beserta rombongannya

Page | 75

memasuki pelataran rumah pengantin wanita. Disebut begalan
karena atraksi ini mirip perampokan yang dalam bahasa Jawa
disebut begal. Yang menarik adalah dialog-dialog antara yang
dibegal dengan sipembegal biasanya berisi kritikan dan petuah bagi
calon pengantin dan disampaikan dengan gaya yang jenaka penuh
humor. Upacara ini diadakan apabila mempelai laki-laki merupakan
putra sulung. Begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan
seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending. Sebagai layaknya
tari klasik, gerak tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu
yang penting gerak tarinya selaras dengan irama gending. Jumlah
penari 2 orang, seorang bertindak sebagai pembawa barang-barang
(peralatan dapur), seorang lagi bertindak sebagai
pembegal/perampok. Barang-barang yang dibawa antara lain ilir,
ian, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, sorokan, centhong,
siwur, irus, kendhil dan wangkring. Barang bawaan ini biasa disebut
brenong kepang. Pembegal biasanya membawa pedang kayu.
Kostum pemain cukup sederhana, umumnya mereka mengenakan
busana Jawa. Dialog yang disampaikan kedua pemain berupa
bahasa lambang yang diterjemahkan dari nama-nama jenis barang
yang dibawa, contohnya ilir yaitu kipas anyaman bambu diartikan
sebagai peringatan bagi suami-isteri untuk membedakan baik buruk.
Centhing, tempat nasi artinya bahwa hidup itu memerlukan wadah
yang memiliki tatanan tertentu jadi tidak boleh berbuat semau-
maunya sendiri. Kukusan adalah alat memasak atau menanak nasi,
ini melambangkan bahwa setelah berumah tangga cara berpikirnya
harus masak/matang. Selain menikmati kebolehan atraksi tari
begalan dan irama gending, penonton juga disuguhi dialog-dialog
menarik yang penuh humor. Biasanya usai pertunjukan, barang-
barang yang dipikul diperebutkan para penonton. Sayangnya
pertunjukan begalan ini tidak boleh dipentaskan terlalu lama karena
masih termasuk dalam rangkaian panjang upacara pengantin.

oLengger-Calung dari banyumas

Page | 76

Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang
diwilayah ini. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari
lengger (penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya
sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. Diantara gerakan
khas tarian lengger antara lain gerakan geyol, gedheg dan lempar
sampur.

Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita,
kini penarinya umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya
hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan
suasana, badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan. Jumlah
penari lengger antara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan
sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut kepala
disanggul, leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur
atau selendang biasanya dikalungkan dibahu, mengenakan kain/jarit
dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang
lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga
terlihat sangat menggemaskan. Peralatan gamelan calung terdiri dari
gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong
yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam), sedangkan
kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Dalam
penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden.
Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari
penabuh gamelan dan penari/lengger.
Calung adalah suatu bentuk kesenian rakyat dengan
menggunakan bunyi- bunyian semacam gambang yang terbuat dari
bambu, lagu-lagu yang dibawakan merupakan gending Jawa khas

Page | 77

Banyumas. Juga dapat untuk mengiringi tarian yang diperagakan oleh
beberapa penari wanita. Sedangkan untuk Begalan biasanya
diselenggarakan oleh keluarga yang baru pertama kalinya
mengawinkan anaknya. Yang mengadakan ini adalah dari pihak
mempelai wanita.

oKuda Lumping (Jaran kepang) dari Temanggung

Kesenian ini diperagakan secara massal, sering dipentaskan
untuk menyambut tamu-tamu resmi atau biasanya diadakan pada
waktu upacara.

oLengger dari Wonosobo

Kesenian khas Wonosobo ini dimainkan oleh dua orang laki-
laki yang masing-masing berperan sebagai seorang pria dan
seorang wanita. Diiringi dengan bunyi-bunyian yang antara lain
berupa Angklung bernada Jawa. Tarian ini mengisahkan ceritera
Dewi Chandrakirana yang sedang mencari suaminya yang pergi
tanpa pamit. Dalam pencariannya itu ia diganggu oleh raksasa yang
digambarkan memakai topeng. Pada puncak tarian penari mencapai
keadaan tidak sadar.

oJatilan dari Magelang

Pertunjukan ini biasanya dimainkan oleh delapan orang yang
dipimpin oleh seorang pawang yang diiringi dengan bunyi-bunyian
berupa bende, kenong dll. Dan pada puncaknya para pemain
mencapai keadaan tidak sadar.

oTarian Jlantur dari Boyolali

Page | 78

Sebuah tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan
memakai ikat kepala gaya turki. Tariannya dilakukan dengan
menaiki kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang. Tarian ini
menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang,
dahulu merupakan tarian penyalur semangat kepahlawanan dari
keturunan prajurit Diponegoro.

oKethek Ogleng dari wonogiri

Kesenian yang diangkat dari ceritera Panji, mengisahkan cinta
kasih klasik pada jaman kerajaan Kediri. Ceritera ini kemudian
diubah menurut selera rakyat setempat menjadi kesenian
pertunjukan Ketek Ogleng yang mengisahkan percintaan antara
Endang Roro Tompe dengan Ketek Ogleng. Penampilannya dititik
beratkan pada suguhan tarian akrobatis gaya kera (Ketek Ogleng)
yang dimainkan oleh seorang dengan berpakaian kera seperti
wayang orang. Tarian akrobatis ini di antara lain dipertunjukan di
atas seutas tali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->