PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV.

SAHABAT DI KLATEN

SKRIPSI

Diajukan Kepada Jurusan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam

STAI N SURAKARTA

Oleh :

Wahyu Ratna Sulistyarini NIM: 30.02.1.5.038

Program Studi

MANAJEMEN SYARIAH

JURUSAN EKONOMI ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN ) SURAKARTA 2006
MARITA KUSUMA WARDANI, SE DOSEN JURUSAN EKONOMI ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA NOTA DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI Hal Lampiran : Pengesahan Proposal Penelitian : 4 Eksemplar

Kepada Yth. Ketua Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta Di Surakarta Assalamu’alaikum Wr Wb. Setelah membaca, meneliti, mengkoreksi dan mengadakan perbaikan seperlunya terhadap proposal penelitian saudara : Nama : Wahyu Ratna Sulistyarini Nim : 30.02.1.5.038 Program Studi : Manajemen Syari’ah Judul : Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Pada CV Sahabat Klaten. Dengan ini kami menilai proposal tersebut dapat disetujui untuk diajukan pada Seminar Proposal di Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta. Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Surakarta, ……Juli

2006

Dosen Pembimbing Skripsi ( DPS )

Marita Kusuma Wardani, SE

…. 30. Agustus 2006 Oleh : Dosen Pembimbing Skripsi Marita Kusuma Wardani. SE NIP: 150314657 .PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV SAHABAT DI KLATEN Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam Disusun Oleh : WAHYU RATNA SULISTYARINI NIM.038 Surakarta.1.5.02..

12 Agustus 2006 Dan dinyatakan telah memenuhi persyarakat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam Surakarta. M.Ag NIP: 150201335 .Rahmawan Arifin.038 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Jurusan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta.Hj.5. Msi NIP: 150318645 Fitri Wulandari. Msi NIP: 150291030 PJS Ketua Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta Dra.12 Agustus 2006 Mengetahui Ketua Sidang Sekretaris Sidang H.02.1.Sholahudin Sirizar.si. SE.PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV SAHABAT DI KLATEN Disusun Oleh : WAHYU RATNA SULISTYARINI NIM.T NIP:150370257 Penguji I Penguji II M. 30.M. MA NIP: 150327129 Septin Puji Astuti. S. Pada hari Sabtu .Tasnim Muhamad.

( QS.MOTTO HIDUP “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. maka apabila kamu selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. dan hanya kepada Allahlah hendaknya kamu berharap”. ALAM NASYRAH AYAT 6-8) .

PERSEMBAHAN Kupersembahkan karyaku ini untuk : Bapak . Ibu dan Adikku .

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-NYA, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Pada CV SAHABAT di Klaten”. Skripsi ini disusun untuk menyelesaikan Stusi Jenjang Strata 1 (S1) Program Studi Manajemen Syariah di Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta. Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis banyak mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang telah menyumbangkan pikiran, waktu, tenaga dan sebagainya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan setulus hati penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. DR. H. Nasruddin Baidan, selaku Ketua STAIN Surakarta. 2. Ibu Dra. Hj. Tasnim Muhammad, MA.g, selaku Pejabat Sementara ketua Jurusan Ekonomi Islam. 3. Ibu Marita Kusuma Wardani, SE sebagai pembimbing Skripsi. 4. Ibu Fitri Wulandari, SE, Msi sebagai wali studi. 5. Bapak M Ivan Rahmawan, Msi sebagai Dosen yang selalu memberikan semangat kepada mahasiswa. Bapak H. Suranto sebagai pimpinan CV Sahabat di Klaten yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

6. Bapak Agus dan Bapak Budi sebagai pembimbing penelitian di CV Sahabat di Klaten. 7. Kakak-ku yang tidak henti-hentinya mendoakan dan memberikan dukungan. 8. Temanku Fatma yang selalu mengantarkanku bolak-balik ke perusahaan dan waktu bimbingan, makasih atas bantuannya. 9. Rukayah, Retno, Fitin, Fia, Ratih makasih atas dukungannya. 10. Kakek dan Nenek-ku yang selalu mendoakan. 11. Semua sepupuku dan om Ruslan terimakasih atas doanya. 12. Teman-temanku di Jurusan Ekonomi Islam angkatan tahun 2002. 13. Teman-temanku dirumah. 14. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan

penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga amal dan kebaikan yang diberikan kepada penulis akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Besar harapan kami agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, kritik dan saran yang bersifat membangun tetap penulis harapkan. Allahdulillahhirrabil’alamin. Wassalamu’alaikum wr wb. Surakarta, 12 Agustus 2006 Penulis

Wahyu Ratna Sulistyarini

7. direction of this reseach is to know workingsafety influence and health work to employees work productivity in CV Sahabat Klaten. Used method collecting is with quistener and library reseach. Safety Work.048 and more dominant variable that is health work (X 2). . safety work (X 1) t hit > t tabel . t test. reliability test.102 > 2. and variable independent.048 and health work (X 2) t hit > t tabel . regression. safety work (X 1) and health work (X 2). 2.494 > 2. F hit > F tabel. Pursuant to solution and analysis in this reseach in the reality there is influense by significan between working safety and health work to employees work productivity in CV Sahabat Klaten. F test and R square.485 > 4.Productivity Work.17 and t test that health and safety work individually have an effect on productivity. Keyword: Human Resource Theory. Method analysis validity test. This matter is shown by F test. Health Work.ABSTRACT This reseach title is safety influence and health work to employees work productivity in CV Sahabat Klaten. Variable dependent work productivity. 2.

......ii HALAMAN PENGESAHAN MUNAQOSAH........................ Manfaat Penelitian....................................................................................................................................................5 E.........................................................................7 G....................5 F.................................................... Tujuan Penelitian...viii DAFTAR ISI .............................................................................................7 BAB II LANDASAN TEORI ...........iii HALAMAN MOTTO ......7 H.................................................................................................................................................................................i HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ....xii DAFTAR GAMBAR ...........................................5 D..................................1 B..........................................................................xiiii DAFTAR LAMPIRAN...........................iv HALAMAN PERSEMBAHAN.................................................................................................. Jadwal Penelitian........................................... Rumusan Masalah................................................ Latar Belakang ...............................................................................DAFTAR ISI Hal HALAMAN JUDUL .......v KATA PENGANTAR.................. Identifikasi Masalah ..............................................................ix DAFTAR TABEL.................................................................................vi ABSTRAKSI ..............4 C.................. Sistematika Penulisan Skripsi ...........................................................................................................................................................................................................xiv BAB I PENDAHULUAN A............................................... Batasan Masalah.........

.....................26 Q................................................................................................................... Sumber-sumber yang menyebabkan Stress ........................16 Usaha Perlindungan Keselamatan Kerja ........................................................ Peneliti Terdahulu...... Kerangka Berfikir ..............................A.13 G................................ Usaha-usaha Meningkatkan Kesehatan Kerja ........................ Metode Penelitian ....................................................14 I........................ Hipotesis..................................33 ........................28 C................................... J.................................... F.28 B.......... K..... SDM berdasarkan Konsep Syariah.........................................................27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A... L........15 Pengertian Keselamatan Kerja ...................................30 E.... B.................................................................................................................................17 M................ Pengertian Produktivitas Kerja...............................25 P.......................................................30 D........................9 Fungsi Operasional SDM......... Pengertian Kesehatan Kerja ...................14 H........11 D.........12 E............21 O..........16 Tujuan Keselamatan Kerja............. Faktor-faktor yang mempengaruhi Program Kesehatan ........................... Populasi dan Sampel....... Penyebab Kecelakaan ................................... Operasional variabel ...19 N.......................... Pengertian SDM ..........................................................................12 Usaha Mencegah dan Mengendalikan Stress..... Variabel-Variabel ....... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental ...................... Waktu dan Wilayah Penelitian ............10 C.................................................

...................... Profil Perusahaan ...................68 C...........................................................41 B.................................. Jawaban dari Rumusan Masalah .................... Teknik Analisis Data ... Saran-saran .....................................36 BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A...................................................34 H.................................................. Keterbatasan Penelitian........... Pengujian dan Hasil Analisis Data ..........................................................56 C....................66 BAB V PENUTUP A................. Uji Validitas dan Uji Reliabilitis............................................ Data dan Sumber Data ....F....................................68 .........................67 B................... Kesimpulan.........33 G...................................................

.....54 Tabel 2 : Hasil uji validitas kesehatan kerja .......................................61 .................................................56 Tabel 5 : Model Summary..............................................................................54 Tabel 3 : Hasil uji validitas produktivitas kerja......55 Tabel 4 : Hasil uji reliabelitas ..................................................................DAFTAR TABEL Tabel 1 : Hasil uji validitas keselamatan kerja ..

..................................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Kerangka Berfikir .....52 .49 Gambar 3 : Struktur Organisasi CV Sahabat di Klaten ........................................25 Gambar 2 : Proses Poduksi pada CV Sahabat di Klaten ............

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Daftar Pustaka Lampiran 2 : Surat Izin Penelitian Lampiran 3 : Kuisioner Karyawan Lampiran 4 : Hasil Perhitungan Regresi .

Kesehatan para karyawan yang buruk akan mengakibatkan kecenderungan tingkat absensi yang tinggi dan produksi yang rendah. kesehatan. Latar Belakang Semakin ketatnya persaingan di bidang industri menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi. kesempatan manajemen dan kebijakan pemerintah (Soeprihanto. sehingga secara keseluruhan akan mampu bekerja lebih lama berarti lebih produktif. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas diantaranya adalah pendidikan dan latihan ketrampilan. bakat atau bawaan. Adanya program kesehatan yang baik akan menguntungkan para karyawan secara material. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah kesehatan kerja. Salah satu hal yang dapat ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan yang ketat yaitu dengan meningkatnya produktivitas kerja. 1996:153). Produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan. karena mereka akan lebih jarang absen bekerja dengan lingkungan yang menyenangkan. . motivasi atau kemauan. Produktivitas pada dasarnya merupakan suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. gizi/nutrisi. kesempatan kerja. Perusahaan perlu memelihara kesehatan para karyawan. kesehatan ini menyangkut kesehatan fisik ataupun mental.BAB I PENDAHULUAN A .

Keselamatan kerja bersasaran segala tempat kerja . ruangan. maupun diudara. Keselamatan kerja merupakan keselamatan yang bertalian dengan mesin . alat kerja. Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin yang produktif dan efisien dan bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi (Suma’mur. seperti mesin. gedung. baik didarat. Keselamatan kerja dapat membantu peningkatan produksi dan produktivitas atas dasar : Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi. Faktor lingkungan fisik pada karyawan. Penciptaan lingkungan kerja yang sehat secara tidak langsung akan mempertahankan atau bahkan meningkatkan produktivitas (Tulus. peralatan. bahan dan proses pengolahannya. dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja” (Suma’mur. Faktor kelalaian manusia dan faktor ketidakserasian kombinasi faktor-faktor produksi yang dikelola dalam perusahaan (Soeprihanto. cacat dan kematian dapat ditekan sekecil-kecilnya. pesawat. landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. didalam tanah. . 1996:4). dipermukaan air. Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktivitas. Program kesehatan kerja tidak terlepas dari program keselamatan kerja. 1996:47). didalam air. “Keselamatan kerja merupakan sarana untuk pencegahan kecelakaan. karena dua program tersebut tercakup dalam pemeliharaan terhadap karyawan. kelelahan dll. Penyebab kecelakaan kerja ada empat faktor diantaranya: faktor nasib dari para karyawan. pendengaran.Program kesehatan kerja dapat dilakukan dengan penciptaan lingkungan kerja yang sehat. cacat. 1993:1). 1992:159). Hal ini menjaga kesehatan dari gangguan-gangguan penglihatan. kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit.

hal ini untuk mengantisipasi kejenuhan ataupun ketegangan ditempat kerja dan setiap setahun sekali diadakan rekreasi gratis. CV Sahabat dalam proses produksinya menggunakan bahan yang kompleks serta peralatan dengan tingkat teknologi yang semakin tinggi. Selain itu jika di buka penerimaan karyawan baru di CV Sahabat. CV Sahabat menganggap penting variabel program keselamatan kerja dan kesehatan kerja.. Oleh karenanya CV Sahabat menganggap perlindungan terhadap tenaga kerja sangat diperlukan agar perusahaan tidak kehilangan tenaga kerja . hal tersebut dibuktikan dengan adanya penggunaan alat-alat perlindungan diri seperti sarung tangan dan masker ditempat kerja. penyakit akibat kerja dll. sebelum mereka diterima sebagai karyawan di CV Sahabat. calon karyawan harus memenuhi persyaratan yaitu salah satunya ada surat keterangan dari dokter bahwa yang bersangkutan benar-benar tidak mempunyai penyakit. CV Sahabat juga mengadakan pengajian setiap dua minggu sekali yaitu hari jum’at.CV Sahabat di Klaten merupakan suatu usaha yang bergerak dalam bidang penerbit dan percetakan. Jadi program kesehatan kerja sudah diperhatikan sejak dini. ada pengaturan udara yang cukup. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi menurunnya produktivitas yang diakibatkan sering absen karena sakit ataupun karena kecelakaan kerja. tetapi disisi lain penggunaan teknologi tinggi dapat menimbulkan kemungkinan bahaya yang lebih besar adanya kecelakaan kerja. Proses produksi yang menggunakan teknologi tinggi akan berlangsung dengan cepat serta efisien sehingga menghasilkan produk yang bermutu dengan harga bersaing. dan ada petunjuk dan peringatan ditempat kerja.

3. 2. Kesehatan para karyawan yang buruk mengakibatkan kecenderungan tingkat absensi yang tinggi dan produksi yang rendah. 4.yang berakibat menghambat proses produksi yang akan merugikan perusahaan akibat kecelakaan ditempat kerja tersebut. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. peneliti perlu mengidentifikasi beberapa masalah diantaranya adalah : 1. maka dalam hal ini perlu peningkatkan produktivitas kerja. Adanya persaingan yang sangat ketat dengan perusahaan percetakan yang lain. Perusahaan perlu menyediakan ruangan yang luas untuk proses produksi serta penerangan yang cukup di tempat kerja. CV Sahabat juga perlu menyediakan ruangan yang luas untuk proses produksi serta penerangan yang cukup di tempat kerja. Dari uraian diatas. Penggunaan teknologi tinggi di CV Sahabat menimbulkan kemungkinan bahaya yaitu adanya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. sebab dengan adanya kecelakaan kerja tersebut dapat pula mengakibatkan menurunnya produktivitas karyawan. . Perusahaan yang menganggap perlindungan kerja itu penting tentunya akan memperhatikan hal-hal tersebut diatas untuk menghindari menurunnya produksi dari perusahaan .” B. maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengambil judul “Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Penerbit dan Percetakan CV Sahabat Klaten.

1996:7). serta yang diteliti adalah karyawan pada bagian produksi. kesehatan. Batasan Masalah. bakat atau bawaan. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas. antara lain pendidikan dan latihan ketrampilan. D. Faktor apakah yang lebih berpengaruh terhadap produktivitas karyawan di CV Sahabat Klaten? . Apakah ada pengaruh antara keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di CV Sahabat Klaten? 2. Oleh karena keterbatasan peneliti maka pada penelitian ini peneliti hanya membatasi pada program kesehatan dan keselamatan kerja. gizi atau nutrisi. kesempatan manajemen dan kebijaksanaan pemerintah (Soeprihanto.C. dan kesemua faktor produktivitas yang telah disebutkan tadi dianggap tetap. motivasi atau kemauan. dapat diajukan perumusan masalahnya sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas. kesempatan kerja.

Bagi Akademisi a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja.E. Untuk menganalisis faktor manakah yang lebih berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan . 2. Sebagai sumbangan pemikiran yang akan berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Sebagai salah satu sumber referensi bagi kepentingan keilmuan dalam mengatasi masalah yang sama atau terkait dimasa yang akan datang c. b. Manfaat Hasil Penelitian Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Bagi Praktisi Penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan bagi pihak manajemen sumber daya manusia pada CV Sahabat Klaten dalam membantu mengidentifikasi bagaimana keselamatan dan kesehatan kerja akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Tujuan Penelitian ini diadakan dengan tujuan sebagai berikut : 1. . Untuk menganalisis apakah ada pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja. F. 2.

Pengertian program kesehatan. Jadwal Penelitian NO BULAN KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Penyusunan proposal Konsultasi ke DPS Seminar Proposal Revisi Proposal Peng Data Sekunder Wawancara Processing Data Penulisan Skripsi 1 JUNI 2 3 4 1 JULI 2 3 4 AGUSTUS 1 2 3 4 SEPTEMBER 1 2 3 4 H. Rumusan masalah. Jadwal penelitian. Tujuan penelitian.G. Manfaat penelitian. BAB II : LANDASAN TEORI Bab ini akan diuraikan pengertian SDM dan fungsi operasional SDM. Sistematika Penulisan Skripsi Sistematika penulisan dalam bab ini dibagi menjadi lima bab dengan susunan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini memuat tentang Latar belakang. dan Sistematika . Faktor-faktor yang penelitian. Identifikasi masalah. Batasan masalah.

kesehatan mental. BAB V : KESIMPULAN. Faktor-faktor yang mempengaruhi keselamatan Program kerja. Penyebab kecelakaan. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi tentang waktu dan wilayah penelitian. data dan sumber data. jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disebutkan dalam perumusan masalah. Usaha-usaha Usaha-usaha mencegah untuk dan meningkatkan kesehatan kerja. KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN . populasi dan sampel.mempengaruhi program kesehatan. BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang profil obyek penelitian. pembuktian hipotesisi. operasional variabel. Sumber-sumber yang menyebabkan mengendalikan stress. perlindungan keselamatan kerja. Pengertian Usaha Tujuan keselamatan kerja. variabel-variabel. Pengertian produktivitas . pembahasan hasil analisis. SDM berdasarkan konsep syari’ah dan penjabaran kerangka berfikir. dan teknik analisis data. metode penelitian. pengujian dan hasil analisis data. stress.

mengatur. pengintegrasian. pengembangan. 2000:2). pengkoordinasian. pengorganisasian. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu perencanaan. individu dan masyarakat (Tulus. pemberian balas jasa. pengorganisasian.BAB II LANDASAN TEORI A. pengintegrasian. pemeliharaan. dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Mangkunegara. 1992:4). Pengertian dan Fungsi Operatif Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara professional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Perkembangan usaha dan organisasi perusahaan sangatlah bergantung pada produktivitas tenaga kerja yang ada diperusahaan. pengembangan. . pengarahan dan pengawasan atas pengadaan. dan pengawasan terhadap pengadaan. pemeliharaan dan pemutusan hubungan tenaga kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan perusahaan. pemberian kompensasi. beberapa definisi tentang manajemen sumber daya manusia yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah: Manajemen sumber daya manusia adalah suatu perencanaan. dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar. pelaksanaan. Kajian Teori 1.

Pembelian balas jasa mencakup: 1) Balas jasa langsung terdiri dari: a) gaji/upah b) insentif 2) Balas jasa tak langsung terdiri dari: a) Keuntungan b) Pelayanan/Kesejahteraan . 2000:2) yaitu sebagai berikut : a. pemeliharaan. dan penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi” (Hani Handoko .2001:1). Pengembangan tenaga kerja mencakup: 1) Pendidikan dan Pelatihan 2) Pengembangan 3) Penilaian prestasi kerja c. seleksi. Pengadaan tenaga kerja terdiri dari: 1) Perencanaan sumber daya manusia 2) Analisis Jabatan 3) Penarikan Pegawai 4) Penempatan Kerja 5) Orientasi Kerja b. pengembangan.“Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan. Terdapat enam fungsi operatif manajemen sumber daya manusia (Mangkunegara.

. Pemeliharaan tenaga kerja mencakup: 1) Komunikasi kerja 2) Kesehatan dan keselamatan kerja 3) Pengendalian konflik kerja 4) konseling kerja f. Karena dengan adanya program kesehatan yang baik akan menguntungkan para karyawan secara material. 2000:161). bekerja dengan lingkungan yang lebih menyenangkan. Integrasi mencakup: 1) Kebutuhan karyawan 2) Motivasi kerja 3) Kepuasan kerja 4) Disiplin Kerja 5) Partisipasi kerja e. sehingga secara keseluruhan karyawan akan mampu bekerja lebih lama. Kesehatan Kerja Program kesehatan kerja merupakan suatu hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh pihak pengusaha.d. Pengertian program kesehatan kerja: Program kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik. Lingkungan yang dapat membuat stress emosi atau gangguan fisik (Mangkunegara. Resiko kesehatan merupakan faktor-faktor dalam lingkungan kerja yang bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan. mental. karena karyawan akan lebih jarang absen. emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Pemisahan tenaga kerja mencakup: 1) Pemberhentian karyawan 2.

2002:263) berikut ini : a. usaha menjaga kesehatan fisik juga perlu memperhatikan kemungkinan-kemungkinan karyawan memperoleh ketegangan atau tekanan selama mereka bekerja. Tersedianya peralatan dan staff media yang cukup. Selain melindungi karyawan dari kemungkinan terkena penyakit atau keracunan. Pemeriksaan sistematis dan periodic terhadap persyaratan-persyaratan sanitasi yang baik. Pemberian ketegangan. b. Yang bersifat kimia b. sumbernya bisa dikelompokkan menjadi empat sebab perhatian yang sistematis yang preventif masalah (Ranupandojo dan Husnan. Yang bersifat biologis . Pemeriksaan keseluruhan para karyawan kunci (key personal ) secara periodik. f. Pemeriksaan kesehatan secara sukarela untuk semua karyawan secara periodik.Program kesehatan fisik yang dibuat oleh perusahaan sebaiknya terdiri dari salah satu atau keseluruhan elemen-elemen (Ranupandojo dan Husnan. 2002:264 ) : a. Yang bersifat fisik c. c. e. Stess yang diderita oleh karyawan selama kerjanya. Pemeriksaan kesehatan pada waktu karyawan pertama kali diterima bekerja. d.

Mendidik para karyawan perusahaan tentang arti pentingnya kesehatan mental. Kalau manusia tidak tahan terhadap ketegangan ini mereka akan menjadi sakit. 2002:264) sebagai berikut: a. Mencari media yang menjadi alat penyebaran tekanan tersebut. b. Memberi perawatan khusus pada karyawan yang menderita tekanan tersebut. . c. Tersedianya psyichiatrist untuk konsultasi. 2002:265) yaitu dengan cara: a.d. d. Usaha-usaha untuk mencegah dan mengendalikan tekanan di dalam tempat kerja dapat dijalankan dengan cara (Ranupandojo dan Husnan. Karenanya usaha yang perlu dilakukan adalah untuk menghilangkan sumber ketegangan. Mencari sumber dari tekanan . c. Yang bersifat sosial Ketegangan ini tidak hanya menyerang tubuh manusia tetapi juga pikiran manusia. b. Usaha untuk menjaga kesehatan mental perlu juga dilakukan ( Ranupandojo dan Husnan. Mengembangkan dan memelihara program-program human relation yang baik . Kerjasama dengan psyichiatrist diluar perusahaan atau yang ada di lembaga-lembaga konsultan.

Bekerja diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja. Mencegah dan memberikan perawatan terhadap timbulnya penyakit. 4) Pengaturan Udara 5) Pergantian udara diruang kerja yang tidak baik (ruang kerja yang kotor. Memelihara kebersihan dan ketertiban. kebersihan udara. . serta keserasian lingkungan kerja. 2) Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak. 2000:162) adalah sebagai berikut: a. Adapun usaha-usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja (Mangkunegara. b. dan berbau tidak enak). dan mencegah kebisingan. penggunaan warna ruangan kerja. kelembaban. terutama bagi organisasi-organisasi yang mempunyai tingkat kecelakaan yang tinggi. c. Mengatur suhu. Keadaan Tempat Lingkungan Kerja 1) Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya kurang diperhitungkan keamanannya. berdebu. 3) Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya. Perusahaan memperhatikan kesehatan karyawan untuk memberikan kondisi kerja yang lebih sehat. 2000:163 ) yaitu : a. dibawah ini dikemukakan beberapa sebab yang memungkinkan terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan pegawai (Mangkunegara . serta menjadi lebih bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan tersebut. penerangan yang cukup terang dan menyejukkan.

Keselamatan Kerja Perlindungan tenaga kerja meliputi beberapa aspek dan salah satunya yaitu perlindungan keselamatan. Kondisi Fisik dan Mental Pegawai 1) Kerusakan alat indera. Perlindungan tersebut bermaksud agar tenaga kerja secara aman melakukan kerjaannya sehari-hari untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Pengaturan Penerangan 1) Pengaturan dan penggunaan sumber cahaya yang tidak tepat. kurang cermat. 2) Ruang kerja yang kurang cahaya. remang-remang. Tenaga kerja harus memperoleh perlindungan dari berbagai soal disekitarnya dan pada dirinya yang dapat menimpa atau mengganggu dirinya serta pelaksanaan pekerjaannya. sikap pegawai yang ceroboh. kepribadian pegawai yang rapuh. 2) Penggunaan mesin. 2) Emosi pegawai yang tidak stabil. d. c. cara berfikir dan kemampuan persepsi yang lemah. 3. stamina pegawai yang usang atau rusak. Pemakaian Peralatan Kerja 1) Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak. motivasi kerja rendah. alat elektronik tanpa pengaman yang baik. .6) Suhu udara yang tidak dikondisikan pengaturannya. b. dan kurang pengetahuan dalam penggunaan fasilitas kerja terutama fasilitas kerja yang membawa resiko.

Pengertian program kesehatan kerja: “Keselamatan kerja menunjukkan pada kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan. landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan” (Suma’mur. Perusahaan juga harus memelihara keselamatan karyawan dilingkungan kerja dan syarat-syarat keselamatan kerja adalah sebagai berikut: a. 1993:1) diantaranya sebagai berikut : a. kerusakan atau kerugian di tempat kerja” (Mangkunegara. 1993:1). Mencegah. Perusahaan perlu menjaga keselamatan kerja terhadap karyawannya karena tujuan program keselamatan kerja (Suma’mur. . “Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. c. b. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. pesawat. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. 2000:161). Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien. bahan dan proses pengolahannya. c. alat kerja. Mencegah dan mengurangi kecelakaan. b. mengurangi dan memadamkan kebakaran.

j. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. peracunan. uap. o.d. Mencegah terkena aliran listrik. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. l. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. f. m. e. infeksi. n. asap. gas. Mencegah kelembaban. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. debu. maka pada dasarnya usaha untuk memberikan perlindungan keselamatan kerja pada karyawan dilakukan 2 cara (Soeprihanto. Memperoleh kebersihan antara tenaga kerja. 1996:48) yaitu: . Memberi alat-alat perlindungan kepada para pekerja. suara dan getaran. dan ketertiban. k. dan penularan. baik fisik maupun psikis. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya. perlakuan dan penyimpanan barang. cuaca. hembusan angin . binatang. Mengamankan dan memperlancar pengangkatan orang. Dari uraian tersebut diatas. h. g. tanaman atau barang. Mengamankan dan memelihara pekerjaan bongkar muat. alat kerja. i. p. kotoran. dan mengendalikan timbul atau menyebarluaskan suhu. Memberikan pertolongan pada kecelakaan. sinar atau radiasi. lingkungan. Memelihara kebersihan. cara dan proses kerjanya. kesehatan.

e) Petunjuk dan peringatan ditempat kerja. yaitu : a) Subsitusi (mengganti alat/sarana yang kurang/tidak berbahaya) b) Isolasi (memberi isolasi/alat pemisah terhadap sumber bahaya) c) Pengendalian secara teknis terhadap sumber-sumber bahaya. Pada saat terjadi kecelakaan atau kejadian lainnya sangat dirasakan arti pentingnya persiapan baik fisik maupun mental para karyawan sebagai suatu kesatuan atau team kerja sama dalam rangka mengatasi dan menghadapinya. f) Latihan dan pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja. safety hat and cap. Usaha preventif atau mencegah Preventif atau mencegah berarti mengendalikan atau menghambat sumber-sumber bahaya yang terdapat di tempat kerja sehingga dapat mengurangi atau tidak menimbulkan bahaya bagi para karyawan. gas respirator. Langkah-langkah pencegahan itu dapat dibedakan. dust respirator. dan lain-lain). b. . Selain itu terutama persiapan alat atau sarana lainnya yang secara langsung didukung oleh pimpinan organisasi perusahaan. d) Pemakaian alat pelindung perorangan (eye protection.a. Usaha represif atau kuratif Kegiatan yang bersifat kuratif berarti mengatasi kejadian atau kecelakaan yang disebabkan oleh sumber-sumber bahaya yang terdapat di tempat kerja.

teknologi. c. Produktivitas Kerja Produktivitas kerja merupakan suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan output dengan input yang dibutuhkan seorang tenaga kerja untuk menghasilkan produk. sikap. penanganan bahan baku penolong dan mesin.4. jenis kelamin. b. 1996:283) adalah: a. . Modal Faktor modal meliputi aspek modal tetap. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas ( Bambang Tri. kemampuan. latar belakang kebudayaan dan pendidikan. teknologi yang memakai cara alternatif. struktur pekerjaan. Produktivitas kerja merupakan suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. pemeliharaan melalui pencegahan. minat. bahan baku. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan melihat jumlah output yang dihasilkan oleh setiap karyawan selama sebulan. tingkat keahlian. Faktor metode (proses) Faktor metode meliputi tata ruang tugas. Seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila ia mampu menghasilkan jumlah produk yang lebih banyak dibandingkan dengan karyawan lain dalam waktu yang sama. perencanaan dan pengawasan produksi. Manusia Faktor manusia mencakup beberapa aspek antara lain kuantitas. umur.

karena mempunyai manfaat. Faktor produksi Meliputi kuantitas. struktur campuran. kebijakan migrasi tenaga kerja. Faktor lingkungan internasional Meliputi kondisi perdagangan dunia. g. system intensif. tujuan pengembangan jangka panjang dan lain-lain. Secara makro peningkatan produktivitas bermanfaat dalam pendapatan masyarakat yang lebih tinggi. kualitas. gaya kepemimpinan. h. kebijaksanaan personalia. Umpan balik Umpan balik menunjukkan bagaimana masyarakat menilai kuantitas dan kualitas produksi berapa banyak uang yang harus dibayarkan untuk masukan-masukan utamanya (tenaga kerja dan modal) dimana masyarakat menawarkan pada perusahaan. struktur industri. masalah-masalah perdagangan internasional. e. ukuran perusahaan.d. tersedianya barang kebutuhan masyarakat yang lebih banyak dengan harga lebih rendah. perbaikan kondisi kerja termasuk jam . baik secara makro maupun secara mikro. Faktor lingkungan organisasi Meliputi organisasi dan perencanaan. f. kondisi kerja. iklim kerja. spesialisasi produksi. ruangan produksi. Peningkatan produktivitas tenaga kerja perlu diupayakan. sistem manajemen. pengesahan. Faktor lingkungan negara Meliputi struktur social politik.

memperbaiki kondisi kerja. yang mengelola seluruh alam sebagai bentuk dari cara dirinya mensyukuri kenikmatan dari Allah Rabbul ‘alamin (Toto Tasmara. tindakan. kenikmatan didunia bisa dicari dengan berusaha dan bekerja. dan dapat menuangkan idenya dalam bentuk perencanaan. Melalui para manajernya. meningkatkan semangat kerja. tetapi sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah. sehingga bekerja yang didasarkan pada prinsip-prinsip iman tauhid. Sumber Daya Manusia Berdasarkan Konsep Syari’ah Sumber daya manusia menurut prinsip syari’ah setiap muslim harus menyakini bahwa iman akan terasa kelezatannya apabila secara aktual dimanifestasikan dalam bentuk amal sholeh yaitu suatu bukti wujud aktivitas kerja kreatif. yang ditempa oleh semangat dan motivasi tauhid untuk mewujudkan identitas dan cita-citanya yang luhur sebagai umat yang terbaik (kuntum khoiro ummah ukhrijat linnasi). Secara mikro bermanfaat bagi karyawan yaitu dapat meningkatkan gaji atau upah. Kesadaran bekerja akan melahirkan suatu improvements untuk meraih nilai yang lebih bermakna. menimbulkan rasa aman di tempat kerja dan lain-lain. Oleh karenanya meningkatkan produktivitas karyawan merupakan suatu keinginan perusahaan. perusahaan berusaha untuk memaksimalkan potensi karyawan. bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim. Pengertian bekerja: Bekerja adalah fitrah dan sekaligus merupakan salah satu identitas manusia.kerja dan lain-lain. serta melakukan analisa tentang sebab dari aktivitas . Manusia diperintah untuk mencari kenikmatan didunia dan berbuat baik. 4. 2000:2).

1971:374). berusaha.. Manusia hidup dimuka bumi telah diberikan alam. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia “ (Depag. . masyarakat dan perusahaan. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap kaum maka tidak ada yang dapat menolaknya. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dimuka dan dibelakang. mereka menjaganya atas perintah Allah. maka alam tersebut dikelola dengan baik agar menghasilkan yang bermanfaat untuk kehidupan dunia.S Ar-Ra’du ayat 11 : Artinya : “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran. berdzikir dan berdoa agar menjadi manusia yang beruntung baik di kehidupan dunia dan akherat. Ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sumber daya manusia yaitu terdapat dalam: Q. Manusia juga diperintah untuk selalu sembahyang.yang dilakukannya untuk mencapi tujuan organisasi dan bermanfaat untuk individu.

Q. maka bertebaranlah kamu dimuka bumi.S Al-Jumu’ah ayat 10 Artinya: “Apabila telah ditunaikan sembahyang. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.S Al-Qoshash ayat 77: Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah Kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan “ (Depag. 1971:933). . dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.Q. dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung (Depag. 1971:623).

Bekerja itu adalah amanah Allah, sehingga ada semacam sikap mental yang tegas pada diri setiap pribadi muslim (Toto Tasmara, 2000:13) bahwa: a. Karena bekerja itu adalah amanah, maka dia akan bekerja dengan kerinduan dan tujuan agar pekerjaanya tersebut menghasilkan tingkat hasil yang secara optimal. b. Ada semacam kebahagiaan melaksanakan pekerjaan, karena dengan melaksanakan pekerjaan tersebut, berarti dia telah melaksanakan amanah Allah. c. Tumbuh kreativitas untuk mengembangkan dan memperkaya dan memperluas karena dirinya merasa bahwa dengan mengembangkan pekerjaannya akan tumbuh berbagai kegiatan dan tantangan, yang berarti menunjukkan bertambahnya amanah Allah kepada dirinya. d. Ada semacam malu hati apabila pekerjaanya tidak dia laksanakan dengan baik, karena hali ini berarti sebuah penghianatan terhadap amanah Allah. Cara pandang ini membuat setiap pribadi muslim adalah tipikal manusia yang terus berfikir keras untuk secara dinamis mencari terobosan, inovasi serta aktivitas yang penuh arti dalam bentuk dinamika kreativitas yang terus mengalir tidak mengenal lelah.

B. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu diantaranya adalah: a. Noor Eva Koesumawati, tahun 2004 dari Universitas Widya Dharma Klaten dengan judul “Pengaruh jaminan kesehatan kerja dan jaminan keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT Kusumatex

Yogyakarta”. Metode analisis data dengan regresi linier berganda dan Analisis korelasi berganda, dan menyimpulkan ada pengaruh signifikan antara jaminan kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada perusahaan tekstil PT Kusumatex Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dengan diperolehnya untuk jaminan kesehatan dan keselamatan berpengaruh secara bersama-sama yaitu nilai F hitung > F tabel, yaitu 6,448 > 2,021. b. Dewi Muthmainah, tahun 2004 dari Universitas Muhamadiyah Surakarta dengan judul “Pengaruh jaminan kesehatan dan kesejahteraan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada CV Agung Klaten”. Metode analisis data dengan regresi berganda, Uji signifikan dan Determinasi, dan menyimpulkan ada pengaruh secara bersama-sama jaminan kesehatan dan kesejahteraan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan dibagian produksi pada CV Agung di Klaten, F hitung > F tabel yaitu 6,362 > 4,17. Serta secara individu jaminan kesehatan dan jaminan kesejahteraan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV Agung di Klaten, untuk variabel independent jaminan kesehatan kerja nilai t hitung > t tabel yaitu 2,215 > 2,048 dan kesejahteraan kerja

nilai t hitung > t tabel yaitu 2.104 > 2,048. Jadi variabel independent yang lebih berpengaruh terhadap produktivitas adalah jaminan kesehatan kerja. Posisi penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti mengambil judul “ Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada CV Sahabat di Klaten”, tempat penelitian yang dilakukan adalah diperusahaan percetakan dan penerbitan sedangkan dua dari peneliti terdahulu dari perusahaan konveksi dan mebel. Dan metode penelitian yang digunakan adalah validitas dan reliabelitas untuk mengukur kuisener, regresi berganda, uji stastistik yaitu uji F dan uji t. dan menggunakan sampel 30 respoden dengan hasil Variabel program keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hal ini terbukti dengan hasil

perhitungan SPSS yang menyatakan bahwa nilai F hitung 7,485 yaitu lebih besar dari nilai F tabel 4,. Variabel program keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara individual terhadap produktivitas kerja karyawan. Nilai t hitung untuk program keselamatan kerja (X1) 2,102 > t tabel 2,048. Nilai t hitung untuk program kesehatan kerja (X2) 2,494 > t tabel 2,048. Dan variabel yang dominant kesehatan kerja (X2).

C. Kerangka Berfikir Gambar 1 Keselamatan Kerja Produktivitas Kerja Kesehatan Kerja

2. karena merupakan faktor intern yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap pelaksanaan tugas karyawan. Ada pengaruh antara program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di CV Sahabat Klaten. Variabel dependent Variabel dependent dari penelitian ini adalah produktivitas kerja karyawan . 2003:39) Berdasarkan pada pokok permasalahan dan tujuan penelitian maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut : 1. Faktor yang lebih berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan di CV Sahabat Klaten adalah program kesehatan kerja. Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya (Nasution. 2.1. Faktor yang berhubungan dengan produktivitas kerja adalah keselamatan dan kesehatan kerja. . Variabel independent Variabel independent dari penelitian ini adalah keselamatan dan kesehatan kerja pada karyawan. Keselamatan dan kesehatan kerja yang baik akan membuat karyawan merasa aman dan tenang dalam bekerja. hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja yang maksimal. D.

Skala dengan lima . dari segi pandangan statistik.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. alat ukur penelitian ini berupa kuesioner. Butir-butir harus relevan atau terkait dengan apa yang diukur. Setelah menentukan pertanyaan atau butir-butir langkah selanjutnya adalah pembentukan skala akan memilih satu format jawaban untuk daftar pertanyaan. Data yang diperoleh berupa jawaban dari karyawan terhadap pertanyaan atau butir-butir yang diajukan. (0272) 321056 – 322778 – 327647. agustus pada CV Sahabat di Klaten Jl. B. 2001:80) adalah sebagai berikut: 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Butir-butir yang baik (J. 3. Butir-butir harus ringkas.Supranto. Butir-butir tidak membingungkan. 322778 Klaten. 47 Telp. Fax. Butir-butir yang bagus harus memuat satu pemikiran. Waktu dan Wilayah Penelitian Pelaksanaan penelitian bulan juli. Jawa Tengah. 4. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan format tipe linkert karena menurut J. Wahidin Sudiro Husodo No. dr. Supranto dalam Lissita dan Green tipe likert tercermin dalam keragaman skor (variability of scorer) sebagai akibat penggunaan skala berkisar antara 1 sampai dengan 5. 2 .

5 pertanyaan tentang program kesehatan kerja karyawan yang 3. 2003:63) antara lain : 1 Mempunyai banyak kemudahan. KS : 2 4. Selain itu tipe pengukuran likert sangat popular dengan sejumlah keuntungan(Nasution. .tingkatan (dari 1 sampai 5) lebih tinggi keandalannya dari skala dua tingkatan yaitu ya atau tidak. SS : 4 2. 3. 1. S :3 3. Menyusun sejumlah pertanyaan mengenai sifat atau sikap tertentu relatif mudah. lebih fleksibel daripada teknik pengukuran lainnya. Menentukan skor juga mudah karena tiap jawaban diberi nilai berupa angka yangmudah dijumlahkan. 2 Skala tipe likert mempunyai reliabilitas tinggi dalam mengurutkan manusia berdasarkan intensitas sikap tertentu. TS : 1 Daftar pertanyaan terdiri dari : 1. 5 pertanyaan tentang program keselamatan kerja karyawan 2. Kategori dari penilaian skala likert . 5 pertanyaan tentang produktivitas kerja. Selain itu skala likert ini sangat luwes atau fleksibel.

kerusakan atau kerugian di tempat kerja. kesempatan manajemen dan kebijaksanaan pemerintah (Soeprihanto. D. Variabel Independent . bakat atau bawaan. 1996:7). gizi atau nutrisi. yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas. yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain. 2. Variabel independent. Operasional Variabel Variabel dependent (variabel terikat) pada penelitian ini adalah produktivitas kerja. . produktivitas merupakan perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (out put). Usaha preventif atau mencegah Preventif atau mencegah berarti mengendalikan atau menghambat sumber-sumber bahaya yang terdapat di tempat kerja sehingga dapat mengurangi atau tidak menimbulkan bahaya bagi para karyawan. keselamatan kerja (X1) yang menunjukkan pada kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan. Variabel Dependent. Variabel-Variabel 1. Variabel bebas pada penelitian ini adalah program keselamatan kerja dan program kesehatan kerja ( X ). antara lain pendidikan dan latihan ketrampilan. usaha untuk memberikan perlindungan keselamatan kerja pada karyawan dilakukan 2 cara (Soeprihanto. motivasi atau kemauan. Variabel terpengaruh dalam penelitian ini adalah Produktivitas kerja ( Y ).C. 1996:48) yaitu: 1. kesehatan. kesempatan kerja.

b. Petunjuk dan peringatan ditempat kerja. Selain itu terutama persiapan alat atau sarana lainnya yang secara langsung didukung oleh pimpinan organisasi perusahaan. f. Kesehatan kerja (X2) menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik. Latihan dan pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja. mental. dust respirator. dan lain-lain). gas respirator. 2002:263) berikut ini : . emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. c. d.Langkah-langkah pencegahan itu dapat dibedakan. Pemakaian alat pelindung perorangan (eye protection. safety hat and cap. 2. Usaha represif atau kuratif Kegiatan yang bersifat kuratif berarti mengatasi kejadian atau kecelakaan yang disebabkan oleh sumber-sumber bahaya yang terdapat di tempat kerja. yaitu : a. Program kesehatan fisik yang dibuat oleh perusahaan sebaiknya terdiri dari salah satu atau keseluruhan elemen-elemen (Ranupandojo dan Husnan. Subsitusi (mengganti alat/sarana yang kurang/tidak berbahaya) Isolasi (memberi isolasi/alat pemisah terhadap sumber bahaya) Pengendalian secara teknis terhadap sumber-sumber bahaya. e. Pada saat terjadi kecelakaan atau kejadian lainnya sangat dirasakan arti pentingnya persiapan baik fisik maupun mental para karyawan sebagai suatu kesatuan atau team kerja sama dalam rangka mengatasi dan menghadapinya.

Pemeriksaan sistematis dan periodic terhadap persyaratan-persyaratan sanitasi yang baik. Ketegangan ini tidak hanya menyerang tubuh manusia tetapi juga pikiran manusia. Pemeriksaan kesehatan secara sukarela untuk semua karyawan secara periodik. e. c. .a. Memberi perawatan khusus pada karyawan yang menderita tekanan tersebut. d. Usaha-usaha untuk mencegah dan mengendalikan tekanan di dalam tempat kerja dapat dijalankan dengan cara (Ranupandojo dan Husnan. Mencari sumber dari tekanan . Pemeriksaan kesehatan pada waktu karyawan pertama kali diterima bekerja. Pemberian perhatian yang sistematis yang preventif masalah ketegangan. Karenanya usaha yang perlu dilakukan adalah untuk menghilangkan sumber ketegangan. 2002:264) sebagai berikut: a. b. usaha menjaga kesehatan fisik juga perlu memperhatikan kemungkinan-kemungkinan karyawan memperoleh ketegangan atau tekanan selama mereka bekerja. Selain melindungi karyawan dari kemungkinan terkena penyakit atau keracunan. b. Mencari media yang menjadi alat penyebaran tekanan tersebut. c. Tersedianya peralatan dan staff media yang cukup. Kalau manusia tidak tahan terhadap ketegangan ini mereka akan menjadi sakit. Pemeriksaan keseluruhan para karyawan kunci (key personal ) secara periodik. f.

Data Primer dan Sumber data Data Primer adalah Data yang diperoleh langsung dari lapangan termasuk laboratorium (Nasution. .E. 1993:108). Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti dan dianggap mewakili keseluruhan populasi dan dianggap mewakili keseluruhan populasi. F. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dari sepuluh kali tiga variabel. maka jumlah anggota sampel minimal adalah sepuluh kali jumlah variabel yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah rondom sampling yaitu semua anggota populasi memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih secara rondom/acak sebagai bagian dari sampel dalam penelitian. Data dan Sumber Data 1. Penelitian ini data primer diperoleh dengan menyebar kuesioner kepada para karyawan CV Sahabat. baik variabel independent maupun variabel dependen. 2003:143). Populasi dan Sampel Populasi adalah jumlah dari keseluruhan obyek (satuan-satuan/individuindividu) yang karakateristiknya hendak di duga sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian produksi (Djarwanto dan Pangestu S. Menurut Sugiyono (1999:13) bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariant (korelasi/regresi berganda misalnya).

buku-buku referensi. Data Sekunder dan Sumber Data Data Sekunder adalah Data atau Sumber yang didapat dari bahan bacaan (Nasution. Data yang diperoleh berupa jawaban dari karyawan terhadap pertanyaan atau butir-butir yang diajukan. maka kuesioner tersebut .2. 3. Dalam mengembangkan suatu kuesioner yang akan digunakan untuk menilai pengaruh produktivitas terhadap program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan. maka pengukuran benar-benar bebas dari kesalahan acak. 2003:143). Penelitian ini data sekunder diperoleh dari perusahaan yang dapat dilihat dokumentasi perusahaan. G. 2003:128) b) Library Research Penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari literatur atau referensi lain yang berhubungan dengan pokok bahasan sehingga digunakan sebagai acuan analisa untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Program keselamatan kerja (X1) dan Program Kesehatan kerja (X2) adalah daftar pertanyaan (kuesioner). Metode Pengumpulan Data a) Kuesioner Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang didistribusikan untuk diisi dan dikembalikan atau dapat juga dijawab dibawah pengawasan peneliti (Nasution. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Alat yang digunakan untuk mengukur Produktivitas kerja karyawan (Y) . dan informasi lain yang berhubungan dengan penelitian.

haruslah (valid) dan andal (reliabel). 2. Tinggi rendahnya validitas instumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud (Suharsimi Arikunto. Perhitungan validitas menggunakan SPSS 10. Uji validitas ini menggunakan level signifikan 5 %. Apabila datanya memang benar sesuai dengan . 1. Untuk itu perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas terhadap butir-butir pertanyaan dalam kuesioner agar data yang diperoleh dari pengukuran jika diolah tidak memberikan hasil yang menyesatkan. mampu mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. keputusannya apabila r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut valid. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena intrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Instrumen yang sudah dapat dipercaya. yang realibel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. 148:1998). Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kehandalan atau kesahihan suatu instrument.01. dengan melihat correted item total correlation.

Uji reliabilitas instrument menggunakan pengujian dengan tingkat signifikan 5% H. jadi dapat diandalkan (Suharsimi Arikunto. Secara umum model regresi berganda dirumuskan sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan : Y : Produktivitas Kerja Karyawan a : konstanta X1 : program Keselamatan Kerja X2 : program Kesehatan Kerja b1 : Koefisien regresi Faktor Keselamatan Kerja b2 : Koefisien regresi Faktor Kesehatan Kerja . dapat dipercaya. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Teknik Analisis Data 1. Reliabel artinya.01.kenyataannya. Perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS 10. Analisis Regresi Berganda Persamaan regresi berganda mengandung makna bahwa dalam suatu persamaan regresi terdapat satu variabel dependent dan lebih dari satu variabel independent (Algifari. maka berapa kalipun diambil tetap akan sama. keputusannya jika r alpha > r tabel maka instrument tersebut dinyatakan reliabel. dengan melihat reliability coefficients pada alpha. 1998:154). 2000:62).

Langkah-langkah sebagai berikut : a. Level of significance = 5% c. Ho : β = 0 Secara bersama-sama program keselamatan dan program kesehatan kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Uji Signifikan 2. Uji F Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Kriteria pengujian Daerah Diterima Daerah tolak Fa (n-k.Untuk mendapat kepastian dari persamaan regresi tersebut. b. oleh karenanya diadakan Statistik.k-1) . tiap-tiap variabel diadakan tes hipotesis dengan menggunakan variabel independent (Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja) berpengaruh terhadap variabel dependent (Produktivitas kerja). Menentukan hipotesa nihil dan hipotesa alternatif. Ho : β ≠ 0 Secara bersama-sama program keselamatan dan program kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.

Kesimpulan Dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel dapat diketahui : nilai Fhitung : Banyaknya individu sampling : banyaknya sampling el : Jumlah semua individu dalam sampel j : individu ke-1 di sample ke-j hubungan program keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja. Perhitungan nilai F F= Variance between means Variance within group T2 T j=∑ − n k -1 nj i F= T2 j n k k 2 X ij − ∑ j = 1 ∑∑ n-k i =1 j=1 j=1 k 2 Keterangan Fhitung n k Tj Xij e.Ho diterima apabila F ≤ Fa (n-k. Uji parsial Uji parsial ini digunakan untuk mengetahui pengaruh program keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja secara individual dan digunakan untuk menguji dominasi pengaruh variabel program kesehatan karyawan .k-1) Ho ditolak apabila F > F a (n-k. 3.k-1) d. .

Kriteria pengujian D. Level of significance = 5% c.n-k) Ho ditolak apabila t hit < -t( α /2.n-k) D. Ho : β = 0 Secara individu program keselamatan dan program kesehatan kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Menentukan hipotesa nihil dan hipotesa alternatif.n-k) atau t hit > ( α /2. Ditolak t( α /2.n-k) < t hit < ( α /2. b.Langkah-langkah sebagai berikut : a . Menentukan nilai t hit dengan menggunakan rumus: t = βi ∫ e(β i) Keterangan β i ∫e : Koefisien regresi variabel ke i : Standart error atau kesalahan . Ho : β ≠ 0 Secara individu program keselamatan dan program kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.n-k) d.n-k) Ho diterima apabila -t( α /2. Ditolak Daerah diterima -t( α /2.

semakin mendekati 0 besarnya koefisien determinasi (r 2) suatu persamaan regresi.e. Nilai koefisien determinasi menunjukkan persentase variasi nilai variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan. Besarnya persentase pengaruh semua variabel independent terhadap nilai variabel dependen dapat diketahui dari besarnya koefisien determinasi (r 2) persamaan regresi. semakin kecil pula pengaruh semua variabel independent terhadap nilai variabel dependent. Semakin besar pula pengaruh semua variabel independent terhadap variabel dependent. Semakin mendekati 1 besarnya koefisien determinasi (r 2) suatu persamaan regresi. Analisis Koefisien Determinasi (r 2) Koefisien determinasi adalah salah satu nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengaruh antara dua variabel. Besarnya koefisien determinasi adalah 0 sampai dengan 1. Sebaliknya. Kesimpulan Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dapat diketahui hubungan program keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja 4. .

Sejarah dan Perkembangan CV SAHABAT Awal mula berdirinya. percetakan CV Sahabat adalah sebuah usaha perorangan yang didirikan pada tahun 1979 oleh Bapak.000 m2 dengan mesin-mesin cetak modern. Kabupaten Klaten. maka pada tanggal 14 Januari 1988 diadakan perubahan bentuk badan usaha dari perusahaan perorangan menjadi CV dengan nama percetakan CV Sahabat di Klaten.BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Sejak awal berdirinya CV Sahabat berlokasi di Jl. Usaha ini lebih menertibkan administrasi dan untuk memberikan pelayanan yang lebih memuaskan. Wahidin Sudirohusodo No. instansi pemerintah yang selalu membutuhkan jasa percetakan sehingga proses pemasaran menjadi lancar. Suranto. Profil Perusahaan 1. tersedianya tenaga kerja yang potensial dan memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar perusahaan sehingga dapat membantu program pemerintah dalam usaha mengurangi pengangguran. dekat dengan partner usaha lainnya sehingga proses produksi dan pemasaran dapat berjalan lebih cepat dan lebih lancar. Kecamatan Klaten Tengah. 47. Desa Semangkak. hingga sekarang menempati tanah seluas kurang lebih 2. Dr. Faktor-faktor yang digunakan sebagai alas an untuk memilih lokasi pabrik tersebut adalah: Dekat dengan komplek sekolah. Perubahan ini disahkan . Dukuh Sungkur. Usaha ini bermula dari sebuah kios kecil dengan alat cetak tangan. H.

Keberadaan kantor perwakilan ini dibawah koordinasi dengan Kepala Bagian Pemasaran. hal ini menyebabkan sejak tangal 14 Maret 1989. CV Sahabat telah masuk dalam kategori sebagai perusahaan yang kena pajak atau pengusaha kena pajak (PKP).dengan akte notaris No. Status kantor perwakilan ini adalah otonomi terikat dimana perusahaan hanya memberikan subsidi berupa sewa kantor dan gaji Pimpinan Perwakilan serta biaya pengiriman barang dari perusahaan ke kantor perwakilan. Lembar Kerja Siswa. Bahkan CV Sahabat pernah dipercaya oleh penerbit Balai Pustaka untuk mencetak buku-buku pelajaran terbitan Balai Pustaka. CV Sahabat lebih banyak bergerak dalam penerbitan dan percetakan alat-alat Bantu pendidikan baik itu buku-buku pegangan pelajaran. Hingga saat ini perusahaan telah memiliki 7 perwakilan yang tiaptiap perwakilan mencakup luas wilayah kota yang berbeda-beda. Dari tahun ke tahun omset penjualan CV Sahabat semakin meningkat. Daerah operasi perusahaan meliputi wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istemewa Yogyakarta. sebagian wilayah Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat. Perusahaan berkembang secara pesat sehingga dirasa perlu untuk membuka kantor-kantor perwakilan disetiap daerah menjadi lahan operasinya. Dengan menggunakan armada pengangkutan yang telah dimiliki sendiri oleh perusahaan. . hingga dipercaya untuk menggadakan soal-soal untuk evaluasi siswa setiap tahunnya. 8/87.

penambahan karyawan dan pos-pos lain yang memerlukan penambahan. sarana transportasi. Modal dari luar / asing Modal yang diperoleh dari luar perusahaan. Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari serta untuk kelangsungan hidup perusahaan dari proses produksi sampai dengan penjualan. terdiri dari kredit usaha dari bank. Permodalan CV Sahabat di Klaten Sistem permodalan yang dimiliki CV Sahabat di Klaten adalah dengan modal sendiri dan modal dari luar (asing). Pengembangan yang di maksud antara lain adalah penambahan mesinmesin produksi. perluasan gedung. Bagian-bagian yang ada di CV Sahabat CV Sahabat sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan dan percetakan sejak tahun 1975. 3. a.2. Pertambahan modal setiap tahunnya berasal dari keuntungan perusahaan yang digunakan untuk mengembangkan perusahaan. kredit pembelian dan hutang persediaan serta kredit dari agen-agen kertas. Modal sendiri Modal dari dalam perusahaan yaitu dari anggota sendiri CV Sahabat. Suranto sebagai pemilik tunggal perusahaan penerbit dan . b. laba perusahaan dan cadangan penghapusan asset. saat ini CV Sahabat masih dipimpin oleh H.

Bagian personalia selain bertugas untuk mengurusi semua kepentingan perusahaan dan karyawan. Bagian Administrasi Keuangan Bagian Administrasi Keuangan di CV Sahabat ini memiliki wewenang untuk mengantur seluruh pemasukan dan pengeluaran perusahaan. b. pemenuhan pembelian kebutuhan perusahaan. pembayaran piutang. hal tersebut terjadi karena pimpinan perusahaan sampai saat ini belum dapat menentukan orang yang akan bertanggung jawab dan memiliki kewenangan dibagian tersebut. Bagianbagian tersebut antara lain : a. sampai dengan masalah penggajian untuk seluruh karyawan.percetakan dan dibantu oleh enam bagian yang ada di CV Sahabat. juga mengurusi sub bagian diantaranya: 1) Jam Kerja Karyawan a) Waktu Kerja Biasa Adalah waktu kerja yang sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. Waktu kerja pada perusahaan ini adalah: (1) Hari Senin – Kamis . Bagian Personalia Bagian personalia yang ada di CV Sahabat saat ini masih dirangkap oleh sekretaris perusahaan. Bagian administrasi keuangan membawahi dua sub bagian lagi yaitu bagian pembukuan keuangan dan bagian kasir. Bagian adaministrasi keuangan bertanggung jawab atas pembayaran untuk order dari konsumen.

2) Sistem Pengupahan Upah dan gaji yang diterima karyawan besarnya berbeda-beda menurut jabatannya.00 – 15.30 jam istirahat Jam 13.00 jam kerja (2) Hari Jum’at Jam 07.30 – 12.Jam 07.30 jam kerja Jam 11.30 jam kerja Jam 11. Perusahaan pengupahan: a) Upah harian b) Upah satuan c) Upah bulanan dalam pengupahannya didasarkan pada sistem .30 jam kerja b) Waktu Kerja Lembur Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang dilaksanakan diluar jam kerja biasa.30 – 12.30 – 11.30 jam istirahat Jam 12.30 – 11.30 jam istirahat Jam 12.30 – 15.30 jam kerja Jam 11. masa kerja dan pendidikannya.30 – 12.00 jam kerja (3) Hari Sabtu Jam 07.30 – 14. pengalamannya.30 – 11.

3) Jaminan Sosial Keselamatan dan kesehatan karyawan juga tidak luput dari perhatian perusahaan. Perhatian yang diberikan bermaksud agar mereka dapat bekerja dengan tenang. dan aman tanpa adanya was-was dan ketakutan. lancar. maka semua karyawan tetap di ikut sertakan dalam Asuransi Tenaga Kerja (Astek). 4) Usaha Untuk Meningkatkan Kualitas Pegawai Usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas/ketrampilan pegawai adalah: a) Mengadakan diklat untuk karyawan tertentu b) Mengadakan mutasi pekerjaan 5) Usaha Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pegawai Usaha yang dilakukan perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai adalah sebagai berikut: a) Jaminan Sosial b) Tunjangan Keluarga c) Pemberian pakaian kerja dua kali setahun d) Rekreasi gratis satu kali setahun e) Tunjangan hari raya sebesar satu kali gaji f) Pemberian cuti .Disamping itu perusahaan menggunakan ketentuan upah untuk jam lembur.

Jepara. Bapak Sayid Subadrun. Blora. Kudus. 4) Daerah pemasaran Batang. Cilacap. Purworejo. Magelang. Pemalang. Kab. dan Kendal. Saat ini bagian pemasaran memiliki empat tenaga administrasi dan sembilan tenaga pemasaran dengan daerah operasional kerja sebanyak meliputi wilayah kerja sebagai berikut : 1) Daerah pemasaran Klaten. Banjar. Kab. Temanggung. Tegal. . 2) Daerah pemasaran Sukoharjo. Kebumen. tujuh bagian. dan Kota Semarang. 7) Daerah pemasaran Boyolali. yaitu bagian editor atau penyunting naskah dan bagian ilustrator. Salatiga. Rembang. Semarang. Wonogiri. dan Brebes. Bagian Penerbitan Bagian penerbitan yang ada di CV Sahabat saat ini membawahi dua sub bagian. dan Solo. d.c. Bagian penerbitan ini bertanggung jawab untuk menciptakan satu produk yang nantinya bisa diamati oleh konsumen. Sragen. 3) Daerah pemasaran Grobogan. 5) Daerah pemasaran Banyumas. Kota Magelang. 6) Daerah pemasaran Kab. dan Wonosobo. Karangayar. Demak. Pekalongan. Bagian Pemasaran Bagian pemasaran yang ada di CV Sahabat dipimpin oleh seorang Kepala Bagian Pemasaran. Purbolinggo. Kab. Kota Pekalongan.

yang membawahi tenaga kerja (operator) dan tenaga kebersihan. murid. pemasaran lewat jalur birokrasi di tingkat kabupaten/kota sampai tingkat kecamatan dan cara yang kedua pemasaran bebas. dan sub bagian teknik mesin. Selain itu pelaksanaan pemasaran CV Sahabat di Klaten juga dilaksanakan oleh perorangan atau lembaga yaitu dapat dilakukan oleh seorang koordinator pemasaran. perwakilan. langsung ke konsumen. sub bagian finishing. dengan perincian. Cara yang pertama. dan plat yang siap untuk dicetak. sub bagian cetak. untuk sub bagian pra cetak dipimpin oleh Kasubag Bapak Siswanto dan bertugas membuat foto. perwakilan CV Sahabat. Pada sub bagian cetak dipimpin oleh Kasubag Bapak Marwoto. e. sub bagian gudang bahan baku. yang dilaksanakan berdasarkan keadaan. Bagian pemasaran di CV Sahabat juga membawahi empat sub bagian yaitu sales. Data bagian produksi yang ada di CV Sahabat adalah sebagai berikut : bagian produksi dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yaitu Bapak Erwien Tj. dan perwakilan Freeline. freeline. antara lain : sub bagian pra-cetak. naskah. Bagian Produksi Bagian Produksi yang ada di CV Sahabat membawahi lima sub bagian. pada bagian produksi untuk masing-masing sub bagian dikepalai oleh seorang kepala sub bagian (Kasubag). untuk sub bagian cetak ini bertugas .Sistem pemasaran CV Sahabat di Klaten terdiri atas dua cara. wali murid atau guru. dan gudang barang jadi.

. b) Air. sebagai pencuci rol dan campuran pada mesin cetak. tiga regu bagian finishing dengan masing-masing satu kepala regu .mencetak seluruh bahan yang telah diselesaikan oleh sub bagian pra cetak. Bagian finishing secara keseluruhan bertanggung jawab atas penyelesaian akhir dari barang/produk yang telah diselesaikan oleh bagian cetak. bahanbahan yang diperlukan antara lain: a) Plate yaitu alat Bantu cetak dengan dimasukkan ke mesin cetak sehingga menimbulkan tulisan gambar. sebagai bahan penghapus apabila ada cacat. 2) Bahan penolong Adalah bahan-bahan yang membantu dalam proses produksi. Untuk sub bagian finishing juga dipimpin oleh seorang Kasubag Bapak Mustahsin. Tahapan dalam produksi adalah penyiapan bahan baku dan bahan penolong. dan membawahi staf-stafnya antara lain. bahan baku yang digunakan kertas dan tinta. Dan masih ada dua sub bagian lagi yaitu gudang bahan baku dan bagian teknik mesin. penyiapan peralatan produksi dan proses produksi: 1) Bahan baku Adalah bahan pokok untuk keperluan proses produksi. c) Corm. Kemudian ada pemegang mesin potong. dan pembantu umum. pemegang mesin numerator.

Dirjen Dikdasmen Depdiknas No. dan SMA/MA serta produk umum lainnya.6 2) Untuk siswa SD Buku Pendidikan Agama Islam Kelas 1 – 6 3) Untuk siswa SMP/MTs a) Matemateka Kelas VII b) IPS (Sejarah) Kelas VII c) IPS (Ekonomi) Kelas VII d) IPS (Geografi) Kelas VII e) IPS (Kewarganegaraan) Kelas VII f) Teknologi Kelas VII g) Piwulang Basa Kelas VII – IX (Muatan Lokal) . baik untuk SD/MI.Dirjen Dikdasmen Depdiknas No. 505/C/KEP/LK/2004) c) Pengsos Kelas1 – 6 ( SK. Dirjen Dikdasmen Depdikn No.505/C/KEP/LK /2004) b) Bahasa Indonesia Kelas 1 – 6 ( SK. Produk Bukti bahwa CV Sahabat sudah mampu eksis dalam dunia penerbitan dan grafika telah ditunjukkan melalui produk-produknya. Adapun produk-produknya antara lain: 1) Untuk siswa SD/MI a) Sains Kelas 1 – 6 (SK.SMP/MTs.4.505/C/KEP/ LK/2004) d) Wursita Basa Kelas 1 – 6 (Muatan Lokal) e) Bahasa Inggris Kelas 4 .

.h) Bahasa Indonesia Kelas VII i) Bahasa Inggris Kelas VII 4) Untuk Siswa SMP Pendidikan Agama Islam Kelas VII – IX 5) Untuk Siswa MTs a) Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VII – VIII b) Al-Qur’an Hadits Kelas VII – VIII c) Akidah Akhlak Kelas VII – VIII d) Fiqih Kelas VII – VIII e) Bahasa Arab Kelas VII – VIII 6) Buku untuk siswa SMU/MA 7) Kartu Nama 8) Surat Undangan Rapat / Pernikahan 9) Alat Peraga Baca Tulis Al-Qur’an 10) Majalah “ Sukses” 11) Buku-buku Umum 12) Dan lain-lain.

2) Koreksi Naskah Tahap ini merupakan tahap awal dari proses produksi yang ada.Gambar 2 Proses Produksi pada CV Sahabat di Klaten Penerimaan Naskah Pengepakan Koreksi Naskah Potong Setting Penjilidan Montage Cetak / Offset Sumber: CV Sahabat Keterangan Gambar: 1) Penerimaan Naskah Naskah diterima dari pemesan dan diserahkan ke tim naskah. . dimana dalam tahap ini diadakan koreksi naskah untuk mencari kekeliruan sebelum proses produksi.

8) Pengepakan Tahap akhir dari proses produksi adalah pengepakan yaitu mengepak buku-buku tersebut ke dalam kardus atau plastic. Setelah proses ini produk siap untuk dipasarkan. 6) Penjilidan / Binding Hasil cetakan yang masih berupa lembaran kemudian dip roses menjadi buku melalui penjilidan atau binding sehingga tersusun rapi 7) Potong Agar mendapatkan hasil yang baik perlu dilakukan pemotongan pada bagian-bagian jilid yang tidak rata. 4) Montage Film Setelah melalui proses setting kemudian dibuat menjadi film.3) Setting Setelah naskah dikoreksi kemudian disusun menjadi kolom-kolom yang pas dan sesuai untuk kemudian diketik dan dibuat gambarnya ( bila diperlukan). . 5) Cetak / Offet Percetakan digunakan mesin-mesin cetak berkecepatan tinggi dengan tetap mempertahankan kualitas. hal ini dilakukan agar produk tidak capat rusak sebelum dikirim ke konsumen.

Bagian kendaraan ini bertanggung jawab dengan kesiapan armada yang dimilik perusahaan untuk mengirimkan barang sampai ke tempat tujuan. peralatan produksi yang digunakan adalah: 1) Mesin setting Mesin tulis elektronik untuk menulis naskah. 5) Mesin jilid Menjilid hasil produksi cetakan 6) Mesin potong Memotong bagian jilid yang tidak rata. 2) Camera foto printer Digunakan untuk menfoto naskah yang sudah jadi dan disusun.Proses produksi dilakukan maka harus menggunakan peralatan produksi . . 3) Plate masker Untuk membuat plate sesuai dengan ukuran buku yang akan dicetak. 4) Mesin cetak Untuk mencetak naskah. Bagian Kendaraan Bagian kendaraan yang mengurusi segala hal yang berhubungan dengan transportasi untuk pengiriman dan pemasaran barang atau produk yang dihasilkan oleh perusahaan. f.

Gambar 3 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN CV SAHABAT PENGAWAS KEUANGAN PIMPINAN WAKIL PIMPINAN SEKRETARIS PIMPINAN ADMINISTRAS I KEUANGAN PERSONLIA PENERBI TAN PEMASARAN PRODUKSI KENDARAAN PRA CETAK PEMBUKUAN KEUANGAN SALES KETERTIBAN/KEAMANAN EDITOR CETAK ILUSTRATOR PERWAKI LAN FINISHING SOPIR KASIR FREELINE GUDANG/PBL GUDANG TEKNIK MESIN Sumber : CV SAHABAT .

Berikut ini hasil SPSS 10. kesehatan kerja(X2) dan produktivitas kerja (Y) adalah valid karena nilai r hitung > r tabel. Suatu instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Tinggi rendahnya validitas instumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud (Suharsimi Arikunto. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.01 uji validitas dan reliabelitas: . 148:1998). Dari hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 10. maka butir atau variabel yang diteliti adalah valid. Uji validitas ini di distribusikan kepada 30 responden karyawan CV Sahabat di Klaten bagian produksi.01 kuesioner pada variabel keselamatan kerja (X1). Hasil Analisis Data 1. Kemudian untuk mengambil r hasil > r tabel. Hasil analisis validitas program SPSS 10.01 ditunjukkan dengan membandingkan r hasil (hitung) dengan nilai r tabel. Analisis Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kehandalan atau kesahihan sesuatu instrument.B. mampu mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Sedangkan nilai r hasil dalam Corrected Item Total Correlation .

Tabel 2 Hasil Uji Validitas Butir Kesehatan Kerja Pertanyaan Butir 1 2 3 4 5 .8991 Nilai r Hitung Df ( n – 2 ) 28 28 28 28 28 Nilai r Tabel Status r tabel 0.374 0.374 0.374 0.7478 Nilai r Hitung Df ( n – 2 ) 28 28 28 28 28 Nilai r Tabel Status r tabel 0.7201 .374 0.374 0.374 0.374 Valid Valid Valid Valid Valid α 5% 5% 5% 5% 5% .374 Valid Valid Valid Valid Valid α 5% 5% 5% 5% 5% Sumber : Data diolah Hasil uji validitas butir keselamatan kerja dari lima butir pertanyaan yang diambil dari 30 respoden menyatakan bahwa r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut Valid.9388 .7478 .9018 .374 0.374 0.5671 .6984 .7879 .9265 .Tabel 1 Hasil Uji Validitas Butir Keselamatan Kerja Pertanyaan Butir 1 2 3 4 5 .

8545 .374 Valid Valid Valid Valid Valid α 5% 5% 5% 5% 5% Sumber : Data diolah Hasil uji validitas butir produktivitas kerja dari lima butir pertanyaan yang diambil dari 30 respoden menyatakan bahwa r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut Valid.4052 .Sumber : Data diolah Hasil uji validitas butir kesehatan kerja dari lima butir pertanyaan yang diambil dari 30 respoden menyatakan bahwa r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut Valid.374 0.374 0.8945 Nilai r Hitung Df ( n – 2 ) 28 28 28 28 28 Nilai r Tabel Status r tabel 0. Analisis Reliabilitas Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena intrumen tersebut sudah baik.374 0.8645 . Tabel 3 Hasil Uji Validitas Butir Produktivitas Kerja Pertanyaan Butir 1 2 3 4 5 . 2.6083 .374 0. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius .

Pengambilan keputusan reliability suatu variabel ditentukan dengan asumsi apabila nilai r alpha > nilai r tabel.374 Reliabel Reliabel Reliabel α 5% 5% 5% Sumber : Data diolah . dapat dipercaya. yang realibel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Instrumen yang sudah dapat dipercaya.mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Program kesehatan kerja juga reliabel yaitu 0.8691 > 0.9607 > 0.8816 > 0. Dan untuk produktivitas kerja juga reliabel yaitu 0. maka berapa kalipun diambil tetap akan sama.374 0. r alpha program SPSS 10. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya. Reliabel artinya. Hasil Uji Reliabilitas dari perhitungan SPSS 10.374 0.9607 .374. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. jadi dapat diandalkan (Suharsimi Arikunto.374.01: Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Butir Pertanyaan Faktor X1 X2 Y .374.01 ditunjukkan oleh besarnya nilai alpha ( α ).01 menyatakan bahwa faktor keselamatan kerja realibel hal tersebut terbukti bahwa r alpha > r tabel yaitu 0.8816 Nilai r Hitung Df ( n – 2 ) 28 28 28 Nilai r Tabel Status r tabel 0. Untuk lebih jelasnya berikut ini tabel hasil perhitungan SPSS 10. 1998:154).8691 . maka butir atau variabel yang diteliti adalah reliabel.

Hasil regresi yang diperoleh dari SPSS 10.485 X2 Berdasarkan hasil uji regresi. b. .325 X1 + 0.325. Konstanta sebesar 2.01 yaitu: Y = 2.886 Artinya bahwa jika tidak menerapkan program keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2). Koefisien regresi 0.325 Artinya bahwa jika perusahaan CV Sahabat di Klaten menaikkan program keselamatan kerja (X1) kepada para karyawannya maka akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0. maka dapat diinterprestasikan sebagai berikut: a.485.886. Koefisien regresi 0.485 Artinya bahwa jika perusahaan CV Sahabat di Klaten menaikkan program kesehatan kerja (X2) kepada para karyawannya maka akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 0. c. 2000:62). maka tingkat produktivitas kerja sebesar 2. Analisis Regresi Persamaan regresi berganda mengandung makna bahwa dalam suatu persamaan regresi terdapat satu variabel dependent dan lebih dari satu variabel independent (Algifari.3.886 + 0.

k-1) F tabel : α (n-k .k-1) Ho ditolak apabila F > F a (n-k. Uji Statisitik Uji F Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. k-1) : 0.17 Ho diterima apabila F ≤ Fa (n-k.05 (28.17 . Menentukan hipotesa nihil dan hipotesa alternatif. Ho : β = 0 Secara bersama-sama program keselamatan dan program kesehatan kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Ho : β ≠ 0 Secara bersama-sama program keselamatan dan program kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Langkah-langkah sebagai berikut : a. Pengujian Hipotesis Daerah Diterima Daerah tolak 4.2-1) : 0.4. Level of significance = 5% c.05 (30-2. b.1) : 4.

pada penelitian program keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja F hitungnya adalah 7. kerja (X2) secara bersama-sama terhadap produktivitas 5. . Perhitungan nilai F F hitung di peroleh dari hasil perhitungan SPSS pada ANOVA . e.485. Menentukan hipotesa nihil dan hipotesa alternatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara program keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada CV Sahabat di Klaten. Kesimpulan Nilai F hitung 7. Langkah-langkah sebagai berikut : a.d. Uji Statisitik Uji T Uji parsial ini digunakan untuk mengetahui pengaruh program keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja secara individual dan digunakan untuk menguji dominasi pengaruh variabel program kesehatan karyawan .17 maka Ho ditolak berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan dari program keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja karyawan. Ho : β = 0 Secara individu program keselamatan dan program kesehatan kerja tidak berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.485 lebih besar dari F tabel 4.

102 dan kesehatan kerja sebesar 2.048 maka Ho ditolak. .n-k) < t hit < ( α /2.102 > t tabel 2. Level of significance = 5% c. b.28 ) : 2. Ditolak -2.Ho : β ≠ 0 Secara individu program keselamatan dan program kesehatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.n-k) Ho ditolak apabila t hit < -t( α /2.05/2.30-2 ) : ( 0. Kesimpulan Nilai t hitung untuk program keselamatan kerja (X1) 2.01 pada Coefficients.048 2.048 Ho diterima apabila -t( α /2.048 d. Pengujian Hipotesis D. berarti keselamatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. untuk program keselamatan kerja sebesar 2.n-k) atau t hit > ( α /2. n-k ) : ( 0. Ditolak Daerah diterima D.494 e.n-k) Nilai T tabel : ( α /2 . Perhitungan nilai T hitung T hitung diperoleh dari hasil perhitungan SPSS 10.025.

01 dapat diketahui nilai kesehatan kerja sebesar 2. Analisis Koefisien Determinasi (r 2) Koefisien determinasi adalah salah satu nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengaruh antara dua variabel.Nilai t hitung untuk program kesehatan kerja (X2) 2.048 maka Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara program keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja pada CV Sahabat di Klaten.494 adalah lebih besar dari keselamatan kerja yaitu 2. 6. Nilai koefisien determinasi menunjukkan persentase variasi nilai variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan. berarti kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan.01. yang lebih berpengaruh dari kedua variabel independent tersebut adalah program kesehatan kerja dan berarti hipotesa tersebut adalah benar. Dari hasil perhitungan menggunakan SPSS 10.102 maka dapat dikatakan bahwa kesehatan kerja (X2) memiliki pengaruh yang paling besar. Angka koefisien determinasi dilihat dari hasil perhitungan SPSS 10. Besarnya persentase pengaruh semua variabel independent terhadap nilai variabel dependen dapat diketahui dari besarnya koefisien determinasi (r 2) persamaan regresi.494 > t tabel 2. .

Jadi pengaruh program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV Sahabat di Klaten sebesar 35.7%.309 Sumber: Data diolah Koefisien Determinasi ditunjukkan pada angka R square adalah 0.597 .643 atau 64.dan sisanya sebesar 0.3% lainnya dijelaskan oleh variabel-variabel lain.Tabel 5 Model Summaryb Model R a R Square Adjusted R Square Std.7% variasi variabel produktivitas kerja dapat dijelaskan oleh variabel keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2).357 menunjukkan bahwa 35.588 1 . .357 . Error of the Estimate 1.

01 ditemukan bahwa Nilai t hitung untuk program keselamatan kerja (X1) 2. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung 7.102 > t tabel 2. Jawaban dari Rumusan Masalah 1.048 berarti keselamatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 10.485 lebih besar dari F tabel 4.17 maka ada pengaruh yang signifikan dari program keselamatan kerja (X1) dan kesehatan terhadap produktivitas kerja karyawan.494 > t tabel 2. 2.C. Faktor yang lebih berpengaruh terhadap produktivitas kerja adalah kesehatan kerja (X2).048 berarti kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. kerja (X2) secara bersama-sama .01 ditemukan bahwa ada pengaruh antara program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas. Nilai t hitung untuk program kesehatan kerja (X2) 2. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 10.

102 maka dapat dikatakan bahwa kesehatan kerja (X2) memiliki pengaruh yang paling besar.01 dapat diketahui nilai kesehatan kerja sebesar 2. Nilai t hitung untuk program keselamatan kerja (X1) 2.048 maka Ho ditolak. Variabel program keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen.494 adalah lebih besar dari keselamatan kerja yaitu 2.485 yaitu lebih besar dari nilai F tabel 4. Dari hasil perhitungan menggunakan SPSS 10. Kesimpulan Sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan dalam penelitian ini. Hal ini terbukti dengan hasil perhitungan SPSS yang menyatakan bahwa nilai F hitung 7.494 > t tabel 2. secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: 1. berarti kerja (X2) keselamatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Nilai t hitung untuk program kesehatan kerja (X2) 2. Variabel program keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara individual terhadap produktivitas kerja karyawan. . 2. maka hasil analisis yang telah dilakukan.17 maka Ho ditolak berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan dari program keselamatan kerja (X1) dan kesehatan secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja karyawan.102 > t tabel 2.BAB V PENUTUP A. berarti kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan.048 maka Ho ditolak.

B. hal ini dikarenakan oleh keterbatasan dari peneliti. peningkatan sumber daya manusia. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini banyak kekurangannya. Mengefektifkan program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja yang lebih baik. baik yang bersifat fisik maupun psikologis karyawan itu sendiri. Program keselamatan dan kesehatan kerja harus tetap dipertahankan. C. yang dimulai dari pengadaaan tenaga kerja. bahkan ditingkatkan. Oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya hal tersebut harus diteliti secara menyeluruh. Saran Berdasarkan kesempulan diatas. diantaranya adalah peneliti hanya meneliti pengaruh program keselamatan kerja dan kesehatan kerja secara global saja. maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut: 1. maka kekuatan perusahaan yang terletak pada sumber daya manusianya harus lebih diprioritaskan. peneliti tidak meneliti secara langsung tentang asuransi tenaga kerjanya. Hal ini dikarenakan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kedua program tersebut secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas. 2. sampai kepada perhatian aspek kesehatan. .

3. Untuk Meningkatkan out put yang dihasilkan oleh perusahaan maka produktivitas perlu ditingkatkan dengan mempekerjakan tenaga kerja yang benar-benar trampil dan berkualitas kerena hal ini dapat mengurangi terjadinya kecelakaan selama bekerja. 4. Pihak manajemen agar lebih memperhatikan pengelolaan dan pemeliharaan alat-alat produksi agar keselamatan dan kesehatan karyawan lebih terjamin. .

I Cahyono Bambang Tri. PT Remaja Rosdakarya Bandung. Manajemen Personalia. Metode Research.2003. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan.1998. BPFE Yogyakarta. Ekometrika Dasar. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Pustaka LP3ES Jakarta. Metodologi Penelitian Survai. Manajemen Personalia. IPWI Jakarta.1996. Depag. Bumi Aksara Jakarta. Mangkunegara Prabu Anwar A. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Nasution S. Statistik Induktif. CV Haji Masagung Jakarta. Heidjrachman & Husnan Suad. Manajemen Sumber Daya Manusia.2001. .1993. Suma’mur.A.1999. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Gujarati Damodar.1996. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Supranto J. BPFE. Arikunto Suharsimi. Analisis Regresi. Rineka Cipta Jakarta. Djarwanto & Subagyo Pangestu. yayasan penerjemah Al-Qur’an Jakarta.Yogyakarta. 2000. Soeprihanto John.DAFTAR PUSTAKA Algifari. UPP AMP YKPN Yogyakarta. 2001.1971.2002.2001. edisi empat. Singarimbun Masri & Effendi Gofian. BPFE Yogyakarta. BPFE Yogyakarta. Rineka Cipta Jakarta. Metodologi Penelitian.1993. Handoko Hani T. BPFE Yogyakarta.1989. Soeratno & Arsyad Lincolin.

1992. Penerebit Andi Yogyakarta. 10 Model Penelitian dan Pengolahannya dengan SPSS 10.Tulus Agus. PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta. Manajemen Sumber Daya Manusia.01.1998. Wahana Komputer Semarang. .

Kurang Setuju d. Sangat Setuju b. Kurang Setuju d. Perusahaan menyediakan alat-alat perlindungan untuk keselamatan kerja karyawan? a. Sangat Setuju b. Setuju c. B. a. Sangat Setuju b.DAFTAR PERTANYAAN UNTUK KARYAWAN CV SAHABAT DI KLATEN A. Kurang Setuju d. Keselamatan Kerja 1. Perusahaan melarang seluruh karyawan untuk tidak merokok di pabrik. Tidak Setuju 3. Setuju c. I. a. DATA PRIBADI Nama Alamat :……………………………… :………………………………. Ruang kerja yang aman memberikan rasa tentram dan tidak ada rasa khawatir akan ancaman yang menimpa karyawan. Tidak Setuju . DAFTAR PERTANYAAN Mohon diberi tanda silang ( X ) pada jawaban yang sesuai dengan pilihan anda. Setuju c. Tidak Setuju 2.

Pemeliharaan fasilitas pabrik untuk mengurangi resiko kecelakaan di perusahaan tersebut cukup baik? a. Kurang Setuju d. Tidak Setuju 2. Setuju c. Sangat Setuju b. Adanya ruang kerja yang bersih mempunyai pengaruh yang baik pada kelangsungan kerja karyawan? a. Tidak Setuju mesin-mesin yang dilengkapi alat-alat pengaman diperusahaan tersebut cukup baik? a. Tidak Setuju . Setuju II. Sangat Setuju b. Sangat Setuju b. Sangat Setuju b. Tidak Setuju 3. Penerangan diruang kerja cukup. Tidak Setuju c.4. sehingga dapat bekerja dengan lebih baik? a. Penggunaan c. Kurang Setuju d. Kurang Setuju d. Kesehatan Kerja 1. Kurang Setuju d. Setuju 5. Sangat Setuju b. Ruang tenaga kerja yang bersih memiliki ventilasi udara yang cukup sehingga nyaman dalam bekerja? a. Setuju c. Kurang Setuju d. Setuju c.

Setuju c. Setuju c. Tidak Setuju 5. Kurang Setuju d. Tidak Setuju 3. Kurang Setuju d. karyawan mampu melaksanakannnya tepat waktu? a. Tidak Setuju . Sangat Setuju b. Sangat Setuju b. udara. Kurang Setuju d. Setuju c. Sangat Setuju b.4. perlindungan dll? a. Kurang Setuju d. Penciptaan ruang kerja yang sehat untuk menjaga kesehatan dari gangguan penglihatan. Setuju III. Sangat Setuju b. Sangat Setuju b. sehingga karyawan dapat bekerja dengan baik? a. Tidak Setuju c. Produktivitas Kerja 1. Tingkat kesalahan yang dilakukan karyawan dalam bekerja sangat kecil? a. Tidak Setuju 2. Dalam menghasilkan produk. Kurang Setuju d. Perusahaan sangat memperhatikan pengaturan suhu. Setuju c. Peningkatan hasil produksi yang dicapai sudah sesuai dengan target yang ditetapkan? a.

Tidak Setuju . Sangat Setuju b.4. Kurang Setuju d. Setuju c. Tidak Setuju 5. Setuju c. Sangat Setuju b. Setiap kali menyelesaikan pekerjaan. karyawan selalu meneliti kembali pekerjaannya? a. Setiap pelaksanaan tugas atau pekerjaan yang dilakukan mempunyai standar kerja yangtelah ditetapkan? a. Kurang Setuju d.

1990 – 1996 Th. SLTP Muh 14 Klaten 3. SMKN 1 Klaten 4.02. 1996 – 1999 Th.CURICULUM VITAE Nama Nim Umur Alamat Agama Bangsa : Wahyu Ratna Sulistyarini : 30. Karanganom Klaten Utara : Islam : Indonesia Th.1. 1999 – 2002 Th. STAIN Surakarta .5. 2002 – 2006 Pendidikan : 1.038 : 22 Tahun : Seyegan. SDN II Karanganom 2.