P. 1
Benchmarking

Benchmarking

|Views: 730|Likes:
Published by Robby Aris Cahyady

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Robby Aris Cahyady on Aug 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

BENCHMARKING

KELOMPOK I

Gina Pratiwi (122090057) Novilia Sari Kusuma Dewi (122090102) Tarsisia Thio Foeng Foeng (122090141) Windy Vitria Sari (122090155) Tomi Bermana (122090145)

I. Definisi dari Benchmarking
Gregory H. Watson Bencmarking sebagai pencarian secara berkesinambungan dan penerapan secara nyata praktik-praktik yang lebih baik yang mengarah pada kinerja kompetitif unggul. David Kearns (CEO dari Xerox) Benchmarking adalah suatu proses pengukuran terus-menerus atas produk, jasa dan tata cara kita terhadap pesaing kita yang terkuat atau badan usaha lain yang dikenal sebagai yang terbaik IBM Benchmarking merupakan suatu proses terusmenerus untuk menganalisis tata cara terbaik di dunia dengan maksud menciptakan dan mencapai sasaran dan tujuan dengan prestasi dunia

Teddy Pawitra Bencmarking sebagai suatu proses belajar yang berlangsung secara sisitematis dan terusmenerus dimana setiap bagian dari suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan yang terbaik atau pesaing yang paling unggul Goetsch dan Davis Benchmarking sebagai proses pembanding dan pengukuran operasi atau proses internal organisasi terhadap mereka yang trbaik dalam kelasnya, baik dari dalam maupun dari luar industri

Mengapa diperlukan Benchmarking?
Mungkin telah banyak penelitian yang difokuskan kepada kinerja suatu perusahaan/organisasi oleh stakeholders, regulators dan legislators. Perlu kiranya perusahaan atau organisasi mengetahui kenyataan kinerjanya tersebut di sajikan dalam suatu bentuk data yang terukur. Benchmarking adalah alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran tingkat kinerja (performance) serta mengembangkan suatu praktek yang terbaik bagi perusahaan/organisasi. Benchmarking juga akan menolong perusahaan/ organisasi dalam mengidentifikasi kekuatan operasional dan areal wilayah untuk dilakukan perbaikan. Dengan demikian, hal tersebut akan memungkinkan perusahaan/organisasi dapat membandingkan dengan perusahaan atau organisasi kompetitor dan selanjutnya akan menjadi alat stratregi bagi manajemen untuk meningkatkan kinerjanya.

Tujuan pelaksanaan Benchmarking?
Menentukan kunci atau rahasia sukses dari perusahaan pesaing yang paling unggul, kemudian mengadaptasikan dan memperbaikinya secara lebih balk untuk diterapkan, Yang akhirnya akan mengungguli pesaing yang di benchmarking.

Apa hasil Benchmarking?
Posisi persaingan (competitive positioning) Environment performance Persaingan dalam organisasi dan budaya kerja Practice and Performance

II. EVOLUSI KONSEP BENCHMARKING
Menurut Watson (dalam Widayanto, 1994), konsep benchmarking sebenarnya telah mengalami setidaknya lima generasi, yaitu : 1. Reverse Engineering Dalam tahap ini dilakukan perbandingan karakteistik produk, fungsi produk dan kinerja terhadap produk sejenis dari pesaing. 2. Competitive Benchmarking Selain melakukan benchmarking terhadap karakteristik produk, juga melakukan benchmarking terhadap proses yang memungkinkan produk yang dihasilkan adalah produk unggul

3. Process Benchmarking Memiliki lingkup yang lebih luas dengan anggapan dasar bahwa beberap proses bisnis perusahaan terkemuka yang sukses memiliki kemiripan dengan perusahaan yang akan melakukan benchmarking 4. Strategic Benchmarking Merupakan suatu proses yang sistematis untuk mengevaluasi alternatif, implementasi strategi bisnis dan memperbaiki kinerja dengan memahami dan mengadaptasi strategi yang telah berhasil dilakukan oleh mitra eksternal yang telah berpartisipasi dalam aliansi bisnis Membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan arah strategis jangka panjang

5. Global Benchmarking Mencakup semua generasi yang sebelumnya dengan tambahan bahwa cakupan geografisnya sudah mengglobal dengan membandingkan terhadap mitra global maupun pesaing global

III. JENIS JENIS BENCHMARKING
Benchmarking Internal Merupakan investigasi benchmarking yang paling mudah.Pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan operasi suatu bagian dengan bagian internal lainnya dalam suatu organisasi. Benchmarking Kompetitif Merupakan tingkatan yang lebih lanjut dari internal benchmarking. Pedekatan ini dilakukan dengan mengadakan perbandingan dengan berbagai pesaing (memposisikan produk dari perusahaan terhadap produk pesaing).

Benchmarking Fungsional Pendekatan ini dilakukan dengan mengadakan perbandingan fungsi atau proses dari perusahaanperusahaan yang berada di berbagai industry.Tidak harus membatasi pada perbandingan terhadap pesaing langsung. Benchmarking Fungsional dapat melakukan investigasi pada perusahaan-perusahaan yang unggul dalam industry yang tidak sejenis. Benchmarking Generik Melakukan perbandingan dengan proses bisnis fundamental yang cenderung sama di setiap industry, tanpa mempedulikan ketidakserupaan atau ketidaksejenisan diantara industry-industri.

IV. 10 Langkah Benchmarking 
Langkah 1

Identifikasi dan dokumentasikan proses, praktik atau layanan yang akan di-benchmark (subyek benchmarking). 
Langkah 2

Identifikasi perusahaan atau sekelompok perusahaan yang akan menjadi sasaran benchmark Anda terhadap sejumlah proses tertentu. 
Langkah 3

Menentukan metode pengumpulan data dan melakukan pengumpulan data. 

Langkah 4

Analisis data (Current competitive gap) 
Langkah 5

Kinerja mendatang proyek Anda. 
Langkah 6

Komunikasikan hasilnya / Temuan dan memperoleh tanggapan. 
Langkah 7

Buat tujuan yang akan dicapai ( sasaran fungsional ) 

Langkah 8

Mengembangkan rencana-rencana tindakan. 
Langkah 9

Implementasikan dan pantau hasilnya. 
Langkah 10

Kalibrasi ulang, selangkah demi selangkah.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->