Kode FIS.

03

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2004

Kode FIS.03

Pembacaan Besaran-besaran Listrik

Penyusun:

Drs. Eko Hariyono, M.Pd.

Editor:

Dr. Budi Jatmiko, M.Pd.
Drs. Munasir, M.Si.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Modul.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik

ii

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual bidang keahlian Multimedia dan Teknik Komputer dan Jaringan. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari kurikulum SMA di edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melaui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusun naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta didik SMK. Harapannya modul yang telah disusun ini, merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan di dunia industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjan berat ini dapat terselesikan tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang sebesarModul.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik

iii

kesesuaian dan fleksibilitas.) atas dedikasi. dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini.besarnya kepada berbagai pihak.Sc. NIP. Diharapkan para pemakai berpegang pada keterlaksanaan. atau prktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. khususnya peserta diklat SMK Bidang Keahlian Multimedia dan Teknik Komputer dan Jaringan. M. terutama tim penyusun modul (penulis. praktisi dunia usaha dan industri.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik iv . Desember 2004 a. Demikian. tenaga komputerisasi modul. pengorbanan waktu. Ir. dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang standar bagi peserta didik. Gatot Hari Priowirjanto. Dr. semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.FIS. editor. dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kulitas modul.n. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi. Jakarta. 130 675 814 Modul. tenaga.

................................. Uraian Materi .................................................................................. d....................................... g.................................................................................................................... Lembar Kerja ............................................. Lembar Kerja ........................................................................ a................. PEMELAJARAN A.......................................... e......................................... Kegiatan Belajar 1................... Kegiatan Belajar ...........................................................................................................FIS.......... Tes Formatif .................. c.............................. Kunci Jawaban ......... B...................... e......... Kompetensi .............. Tujuan Kegiatan Pemelajaran............ f........ f................................ d.......................................................................................... Peta Kedudukan Modul....................03 Mengukur Besaran-besaran Listrik v ................................................................... Tujuan Kegiatan Pemelajaran...................... Rangkuman ............... PENDAHULUAN a............................. b..... Kunci Jawaban ........... 1 1 1 2 3 4 II................................... e.............................................. b........................................................... Deskripsi........... Uraian Materi .............................. f... Rencana Belajar Peserta Diklat.............................................. Prasarat .............. Daftar Isi ....................... Rangkuman ............................... 7 7 7 20 20 21 21 22 23 23 23 32 32 32 32 34 6 Modul.......... Daftar Judul Modul............................................... Tugas................................ Glosary ................ a..... Tujuan Akhir...................................................... i ii iii v vii viii ix I.... d.... Halaman Francis ........ 2 Kegiatan Belajar ........................................................................ Cek Kemampuan........................DAFTAR ISI ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul ..................................................................... c. g............... Kata Pengantar........... b.......................................................................................... Tes Formatif ........................... Tugas.. c....... Petunjuk Penggunaan Modul ......................

........................................... Uraian Materi .................................03 Mengukur Besaran-besaran Listrik vi ............ 59 60 63 64 57 58 Modul......................... d... Tujuan Kegiatan Pemelajaran.... 36 36 36 51 52 52 52 54 III........... Tes Tertulis .......................... PENUTUP..... KUNCI JAWABAN A........................................................................................................ Tes Praktik......... c............................................................................................................................................... EVALUASI A...................... Tes Tertulis .. g.......... DAFTAR PUSTAKA ........FIS........ Tes Formatif .... B.......................................................... f....................................................... Tugas................ Rangkuman .......... Lembar Kerja ................................... Lembar Penilaian Tes Praktik...................................................... IV....... a.3 Kegiatan Belajar ................... Kunci Jawaban .................................................................................................................. B.................... e..... b...

05 FIS.25 vii FIS.17 FIS.06 FIS.12 FIS.03 FIS.19 FIS.08 FIS.16 FIS.02 FIS.14 FIS.11 FIS.09 FIS.20 FIS.22 FIS.04 FIS.15 FIS.13 FIS.Peta Kedudukan Modul FIS.FIS.28 .27 FIS.07 FIS.18 FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik FIS.24 FIS.21 FIS.01 FIS.10 FIS.23 Modul.

16 FIS.13 FIS.01 FIS.10 FIS. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kode Modul FIS.04 FIS. Energi.21 FIS.FIS.DAFTAR JUDUL MODUL No.11 FIS.03 FIS.18 FIS.20 FIS. dan Daya Energi Kinetik dan Energi Potensial Sifat Mekanik Zat Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar Fluida Statis Fluida Dinamis Getaran dan Gelombang Suhu dan Kalor Termodinamika Lensa dan Cermin Optik dan Aplikasinya Listrik Statis Listrik Dinamis Arus Bolak-Balik Transformator Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik Modul.09 FIS.07 FIS.15 FIS.14 FIS.12 FIS.08 FIS.02 FIS.23 FIS.22 FIS.17 FIS.05 FIS.24 Judul Modul Sistem Satuan dan Pengukuran Pembacaan Masalah Mekanik Pembacaan Besaran Listrik Pengukuran Gaya dan Tekanan Gerak Lurus Gerak Melingkar Hukum Newton Momentum dan Tumbukan Usaha.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik viii .06 FIS.19 FIS.

bahan sekat Isi muatan Komponen listrik yang berfungsi untuk menyimpan muatan Penyesuaian/menyamakan Satuan daya listrik Satuan energi listrik Instrumen pengukur energi listrik Berfungsi kwadrat Satuan tahanan/hambatan Instrumen pengukur tahanan listrik sejajar Alat/sistem untuk mengurangi/menghambat (suara.28 Semikonduktor Piranti semikonduktor (Dioda dan Transistor) Radioaktif dan Sinar Katoda Pengertian dan Cara Kerja Bahan GLOSSARY ISTILAH Ampere Ampermeter Coulomb Elektromagnit Elektrodinamis Elemen Energi Farad Flux Frekwensi Galvanometer Henry Instrumen Isolasi Kapasitas Kapasitor Kalibrasi Kilo watt Kilo watt hour KWh-meter Kwadratis Ohm Ohmmeter Paralel Peredam Potensial Prinsip Periodik Rectifier KETERANGAN Satuan kuat/besar arus listrik Instrumen pengukur kuat arus listrik Satuan muatan listrik Magnit listrik Sifat kelistrikan yang bergerak Sel listrik = sumber arus listrik searah Kemampuan melakukan usaha/kerja Satuan kapasitas pada kapasitor Garis gaya magnit Getaran listrik tiap detik Instrumen pengukur arus lemah/kecil Satuan induktansi pada induktor Alat ukur Penyekat. gaya.25 FIS. dasar.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik ix .27 FIS. gerakan.26 FIS. dsb) Tegangan pada suatu titik Azas.FIS. pokok Berubah berkala secara teratur Penyearah arus Modul.25 26 27 28 FIS.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik x .FIS.Reluktansi Resistance Resistor Ratio Rotary switch Sakelar Seri Simbol Simetris Shunt Thermis Thermocouple elemen Momen penentang Tegangan Volt Voltmeter Watt Wattmeter Tahanan kemagnitan Sifat menahan Tahanan/hambatan Perbandingan Saklar putar Penyambung dan pemutus rangkaian Deret Lambang Seimbang Tahanan yang disambungkan ampermeter atau volt meter Sifat panas Elemen termis Momen lawan Beda potensial Satuan tegangan listrik Instrumen pengukur tegangan listrik Satuan daya listrik Instrumen pengukur daya listrik Modul.

FIS.Modul.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik xi .

ukuran kecermatan hasil (accuracy) yaitu selisih hasil pengukuran dibandingkan dengan harga yang ketelitian ketepatan pengukuran. Semakin besar simpangan hasil Modul.BAB I. melainkan ditentukan juga oleh metoda pengukuran yang diterapkan. dan kesalahan (eror) yaitu simpangan dari harga sebenarnya terhadap variabel yang diukur. Hasil yang benar dan cermat tidak saja ditentukan oleh pilihan piranti ukur yang tepat. Dalam pengukuran besaran terutama besaran-besaran listrik. Cara-cara melakukan pengukuran adalah hal penting. Pembahasan modul ini diawali dengan pembahasan besaran-besaran listrik baik besaran pokok maupun besaran turunan. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rangka mendapatkan hasil pengukuran yang tepat yaitu piranti (instrumen) merupakan sarana yang digunakan sebenarnya. untuk melaksanakan (precision) kegiatan yaitu pengukuran. PENDAHULUAN A. Dalam pengukuran tidak selalu diperlukan piranti ukur yang mahal dan rumit. Deskripsi Dalam modul ini akan mempelajari tentang “Mengukur Besaranbesaran Listrik”. satuan-satuan yang menyertai besaran-besaran listrik dan kegiatan pengukuran terhadap besaran-besaran listrik dengan menggunakan piranti ukur yang sesuai. semakin kecil tingkat kesalahan maka dikatakan alat ukur semakin teliti. Tetapi adapula kalanya orang melakukan pengukuran guna mengendalikan suatu proses agar berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 1 . Meskipun digunakan piranti yang berkwalitas namun kalau cara melakukan pengukuran tidak benar hasilnya tidak akan berguna.FIS. Mengukur adalah mencari tahu akan harga sesuatu besaran atau variabel.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 2 . tugas tersebut dikerjakan dengan baik dan jika perlu dikonsultasikan dengan guru/instruktur.suatu pengukuran dapat dikatakan hasil pengukuran tersebut semakin tidak teliti. Dan juga harus mempelajari modul yang berkaitan dengan pengukuran besaran-besaran fisika yang lain sehingga menambah pengetahuan terhadap teknik pengukuran. 5. Bila terdapat penugasan. 6. 3. Membaca referensi lain yang berhubungan dengan materi modul agar anda mendapatkan pengetahuan tambahan. melakukan dan pengukuran besaran-besaran tegangan hambatan untuk sumber arus kecil. Mempelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang anda pelajari ini diantara modul-modul yang lain. Memahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Menjawab tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas serta kerjakan sesuai dengan kemampuan anda setelah mempelajari modul ini. Mencatat kesulitan yang anda dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan kepada guru pada saat kegiatan tatap muka. 4.FIS. Memperhatikan langkah-langkah dalam melakukan pembelajaran dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan. maka kerjakan evaluasi tersebut sebagai sarana latihan. Petunjuk Penggunaan Modul 1. listrik misalnya Mampu arus. B. 2. Modul. sehingga diperoleh hasil yang maksimal. mengenal alat-alat ukur listrik sekaligus mampu mengoperasikannya. C. Apabila terdapat evaluasi. Prasyarat Agar dapat mempelajari modul ini anda harus telah dapat memahami besaran-besaran listrik dan satuannya.

? Mengenal karakteristik alat ukur listrik.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 3 . Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat: ? Mengenal besaran-besaran listrik dan satuannya. ? Menentukan hasil pengukuran. ? Melakukan kegiatan pengukuran besaran-besaran listrik dengan alat ukur dan besaran yang diukur.D.FIS. Modul.

Sikap ? Teliti dalam menerapkan sistem satuan SI. Kriteria unjuk kerja ? Besaran listrik diukur sesuai dengan satuan menurut SI.E. Materi Pokok Pembelajaran Pengetahuan Ketrampilan ? Pengertian besaran ? Menerapkan prinsip pokok dan besaran prinsip pembacaan turunan dalam SI.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 4 .03 Durasi Pembelajaran: 10 jam @ 45 menit Sub Kompetensi Mengukur besaran-besaran listrik. Lingkup belajar ? Besaran pokok listrik. Kompetensi Kompetensi : MENGUKUR BESARAN-BESARAN LISTRIK Program Keahlian : Program Adaptif Mata Diklat-Kode : FISIKA-FIS. alat-alat ukur listrik.FIS. ? Besaran turunan diturunkan dari besaran pokok listrik. ? Besaran turunan ? Satuan SI ? Pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan alat ukur listrik. ? Pengertian satuan ? Penetapan satuan standar Modul.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 5 .F. Jika anda diberikan sebuah multimeter untuk mengukur besarnya kuat arus dalam rangkaian. 6. 3. maka anda dapat meminta langsung kepada instruktur atau guru untuk mengerjakan soal-soal evaluasi untuk materi yang telah anda kuasai pada BAB III. hal apa saja yang akan anda lakukan hingga anda memperoleh hasil pengukuran yang benar? Modul. Apa yang akan Anda lakukan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang mendekati nilai yang sebenarnya? 9. 5. 8. Bagaimana anda bisa menentukan nilai besaran tersebut? 10. Mengapa hal tersebut harus diperhatikan? Hasil pengukuran yang diperoleh kadang kala belum bisa dipastikan kebenarannya. Cek Kemampuan Konsep Kerjakanlah soal-soal berikut ini. 1. 2. 7. Apakah yang anda ketahui tentang besaran-besaran listrik? Bagaimana anda menerapkan sistem satuan dalam besaran-besaran listrik? Berikan beberapa contoh besaran-besaran pokok listrik dan besaran turunannya? Jelaskan hal-hal penting apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan pengukuran besaran-besaran listrik? Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi sebelum anda melakukan pengukuran suatu besaran listrik? Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi ketepatan hasil pengukuran? Dalam pengukuran listrik perlu diperhatikan bagaimana kedudukan alat ukur dalam rangkaian. jika anda dapat mengerjakan sebagian atau semua soal berikut ini. 4. Tidak semua besaran listrik dapat diketahui nilainya secara langsung melalui hasil pengukuran.FIS.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 6 . PEMBELAJARAN A. berilah alasannya kemudian mintalah tanda tangan kepada guru atau instruktur anda. Rencana Belajar Peserta Diklat Kompetensi Sub kompetensi : Mengukur Besaran dan Satuan : Mengukur Besaran-besaran Listrik Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini. Jika ada perubahan dari rencana semula.FIS.BAB II. Jenis kegiatan Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu Modul.

gaya. Uraian Materi Besaran adalah keadaan dan sifat-sifat benda yang dapat diukur. Sifat-sifat fisis suatu benda dapat dipelajari secara kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan contoh untuk besaran turunan. Sedang besaran turunan adalah besaran yang dapat dinyatakan atau diturunkan dari besaran dasar (pokok). jumlah zat dan intensitas cahaya. Besaran dasar (pokok) adalah besaran yang tidak dapat lagi dinyatakan dengan besaran lain yang lebih sederhana. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 1.B. suhu. beberapa diantaranya: kecepatan. ?Mengidentifikasi besaran-besaran tersebut sesuai dengan satuannya. percepatan. Setiap besaran memiliki satuan yang berbeda dengan besaran lainnya. Modul. suatu sistem yang mengatur penggunaan satuan-satuan disebut sistem satuan. Untuk mempelajari sifat dan keadaan benda secara kuantitatif diperlukan pengukuran. Penggunaan satuan-satuan dalam kaitan antara besaran yang satu dengan yang lain perlu diatur. ?Mengidentifikasi alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur. waktu. diharapkan anda dapat: ?Menyebutkan besaran-besaran listrik baik besaran pokok maupun besaran turunan. Dalam fisika dikenal 7 macam besaran dasar (pokok) yaitu panjang. daya. momentum dan sebagainya. Hasil pengukuran dinyatakan dalam bilangan dan satuan.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 7 . Besaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu besaran dasar (pokok) dan besaran turunan. Kegiatan Belajar 1 a. ?Menjawab dengan benar soal-soal tes formatif. kuat arus. massa. suhu. Kegiatan Belajar 1. energi.FIS. b.

72 x panjang gelombang yang dipancarkan oleh atom kripton-86 pada peralihan tingkat energi 2P10 dan 5d5.77 kali frekuensi pancaran yang dikeluarkan pada peralihan elektron atom cesium 133 antara dua tingkat hyperfine yaitu tingkat f = 4. Sistem ini memuat tujuh satuan dasar dalam tabel berikut: Tabel 1. Modul. orang menggunakan sistem satuan yang dikenal dengan Sistem Internasional yang disebut sistem SI. Beberapa besaran pokok dalam SI Besaran (kwantitas) Panjang Massa Waktu Arus listrik Suhu Kuat cahaya Jumlah zat Satuan Dasar Nama meter kilogram detik (sekon) ampere kelvin lilin (kandela) mol Lambang m kg d (s) a k cd mol Satuan-satuan dasar tersebut didefinisikan berdasarkan kejadian alami (Fisika) sebagai berikut: ? Satuan panjang standar adalah 1 meter yaitu 1.650763. mf = 0.FIS. ? Satuan waktu standar adalah 1 detik (sekon) yaitu 9192631.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 8 . ? Satuan massa standar adalah 1 kg yang didefinisikan sebagai massa suatu silinder yang terbuat dari platina iridium yang disimpan di kota Sevres Perancis.Ada empat macam sistem satuan yaitu: ? Sistem statis (besar dan kecil) ? Sistem dinamis (MKS dan CGS) ? Sistem inggris (absolut dan teknik) ? Sistem internasional (SI) Dalam ilmu teknik. mf = 0 ke tingkat f = 3.

FIS. Contoh: Satuan kecepatan Satuan tegangan listrik Satuan hambatan Satuan muatan : meter per detik : volt : ohm : coulomb Pada tabel 1 di atas. Satuan gram molekul standar adalah 1 mole yaitu banyaknya zat yang mengandung unsur dasar zat yang sama jumlahnya dengan jumlah atom carbon-12 yang massanya 0.305 m = 5280 ft = 10-10 m = 10-6 m = 10-9 m 1 Angstrom (Å) 1 mikron (? m) 1 nano m (nm) Dari ketujuh satuan dasar di atas.325 N/m 2. Dalam sistem satuan Inggris. ternyata hanya satu besaran listrik saja yang didefinisikan yaitu ampere. diturunkan satuan-satuan baru yang disebut satuan turunan atau satuan jabaran. ? Satuan suhu standar adalah 1 Kelvin yaitu 1/273.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 9 . Satuan-satuan ini juga dimuat dalam sistem SI.16 kali suhu titik tripel. selain satuan feet.2 inc = 0. Satuan-satuan listrik yang lain (volt.? Satuan arus listrik adalah Amper yaitu arus listrik yang bila dialirkan dalam dua kawat lurus sejajar yang sangat panjang jaraknya 1 meter dalam hampa.012 kg. ohm. Untuk menyatakan besaran dari sistem satuan tertentu ke sistem satuan lainnya diperlukan angka konversi seperti yang dicontohkan di bawah ini: 1 inchi 1feet 1 feet 1 mil = 2. Modul. menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 newton pada setiap meter kawat. besaran panjang sering kali dinyatakan dalam satuan inci atau mil. ? Satuan intensitas cahaya adalah 1 kandela yaitu intensitas cahaya dalam arah tegak lurus pada permukaan benda hitam seluas 1/600 m 2 pada suhu cair platina pada tekanan luar 101.54 cm = 1.

Tabel 3 Besaran-besaran untuk arus bolak-balik Besaran Frekuensi Daya nyata Daya buta Daya semu Faktor kerja Kapasitas Induktansi Simbol F W Wb Ws Cos ? C L Satuan Hertz Watt Watt Watt Farad Henry Singkatan Hz W W W F H Alat ukur listrik adalah alat untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti muatan. tegangan. arus. karena dengan besaran listrik tersebut memudahkan pengolahan data yang diperoleh sehingga hasil pengukuran dan pengolahan datanya dapat langsung disajikan dalam bentuk digital dan bahkan dalam layar komputer.FIS. Tabel 2 Besaran-besaran listrik untuk arus searah Besaran Kuat arus Tegangan Tahanan Daya listrik Usaha/kerja Simbol I E R W A Satuan Ampere Volt Ohm Watt Wattjam Singkatan A V ? W Wh Untuk arus bolak balik. dan lain-lain. rumus-rumus di atas dapat dipakai apabila arus dan tegangannya selaras atau cos ? = 1. Alat ukur listrik ini sangat diperlukan di dalam percobaan yang dilakukan di laboratorium.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 10 . Dalam pemakaian pengukuran besaran listrik diukur dalam satuan praktis dan harga efektif. Modul.farad. Untuk memudahkan dalam memahaminya dibuat ringkasan seperti pada daftar di bawah. coulomb dan lain-lain) dijabarkan dari satuan ampere tersebut. Pada perkembangan terakhir banyak upaya yang dilakukan untuk mengkonversikan besaran-besaran fisis ke dalam besaran listrik.

3.FIS. voltmeter. dan wattmeter. alat ukur listrik dapat dibedakan berdasarkan efek-efek sebagai berikut: 1. 4. dan jam (Wh 11 . Magnetis: alat ukur ini bekerja atas dasar adanya gaya getaran antara magnet tetap dengan arus yang mengalir pada kawat penghantar atau arus pada kumparan. Termal. 5. Kimia: Dasar kerja alat ukur efek kimia ini adalah adanya kesadaran kesetaraan antara besar arus dengan jumlah zat yang diendapkan atau Modul. hasil pengukuran di dapat dari penunjukkan jarum pada skala atau dalam bentuk lain yang nilainya telah dikalibrasikan atau dibandingkan dengan alat ukur absolut. Elektrodinamis: Dasar kerja alat ukur jenis ini adalah adanya gaya antara dua kawat berarus atau gaya antara dua kumparan yang dilalui arus. Contoh dari alat ukur absolut tersebut adalah tangen galvanometer dan voltmeter. wattmeter. Alat ukur yang berdasar pada efek perubahan termal bekerja atas dasar adanya perubahan fisis suhu atau timbulnya listrik termal (thermoelectric). Efek elektrodinamis ini digunakan untuk ammeter. alat ukur listrik dapat dibedakan atas alat ukur absolut dan alat ukur sekunder. Alat ukur yang menggunakan dasar kerja elektromagnetis ini berupa ammeter. Tanpa adanya kalibrasi penunjukkan skala alat ukur sekunder menjadi tidak berarti. Mekanisme Kerja Alat Ukur Listrik Berdasarkan mekanisme kerjanya.Seperti halnya dengan alat ukur-alat ukur yang lain. Sebagian besar alat ukur listrik yang ada adalah termasuk jenis alat ukur sekunder. Alat ukur jenis ini berupa ammeter dan voltmeter. Pada alat ukur absolut.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik (metal disc). Pada alat ukur sekunder. Alat ukur yang bekerja atas dasar efek magnetis ini umumnya berupa ammeter dan voltmeter. 2. Elektromagnetis: Alat ukur elektromagnetis yang bekerja atas dasar gaya antara fluks magnet kumparan yang dilalui arus dengan arus pada piringan logam meter). nilai besaran-besaran listrik yang akan diukur dapat ditentukan berdasarkan konstanta-konstanta dari alat ukur itu sendiri. a. voltmeter.

jumlah gas yang dibebaskan per satuan waktu pada proses elektrolisa (hukum Faraday tentang elektrolisa). Sebagai alat ukur sekunder, endapan zat ditampung dalam tabung berskala yang telah dikalibrasikan. Dapat dikatakan alat ukur ini berupa voltameter yang dikalibrasi. Alat ukur atas dasar efek kimia digunakan untuk mengukur ampere jam (Ah meter) arus DC. 6. Elektrostatis: alat ukur ini bekerja atas dasar adanya gaya elektrostatis (gaya Coulomb) antara dua plat yang mempunyai beda tegangan. b. Beberapa Alat Ukur Listrik dan Klasifikasinya 1. Galvanometer Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya arus listrik pada suatu rangkaian dan biasanya tidak berskala atau skalanya tidak dilengkapi nilai. Konstruksi galvanometer seperti pada gambar 1. F N

A

S

S

Gambar 1. Konstruksi Galvanometer N dan S A C S F = = = = = kutub-kutub jangkar magnet silinder kecil yang dilengkapi dengan kumparan kumparan pegas plat tipis tempat skala

Modul.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik

12

Prinsip kerja dari galvanometer adalah sebagai berikut: Arus listrik yang mengalir pada kumparan C akan menimbulkan momen kopel t dan menyebabkan jarum penunjuk pada plat tipis F berputar dimana besar momen kopel sebanding dengan banyaknya kumparan C, luas penampang silinder A, induksi magnet dari jangkar magnet dan besar arus listrik. Semakin besar arus listrik semakin besar pula simpangannya. Bila arus tidak ada, jarum akan berada pada posisi semula karena pegas S juga kembali pada posisi semula tanpa regangan. Pada suatu rangkaian listrik, galvanometer disimbolkan seperti pada gambar 2.

G

Gambar 2. Gambar galvanometer dan simbol galvanometer Galvanometer terdiri dari beberapa komponen listrik yang ketika dipakai ikut mempengaruhi besaran yang sedang diukurnya, seperti besarnya tahanan dari kumparan (Rc) yang merupakan tahanan dalam alat yang harus diperhatikan ketika sedang memakai alat tersebut. Disamping itu ketika memakai alat tersebut tidak boleh melebihi batas ukur maksimumnya. Misalnya suatu galvanometer mempunyai tahanan kumparan Rc = 55 ? dan mempunyai simpangan maksimum pada arus ic = 0,06 A, maka galvanometer tersebut hanya boleh digunakan untuk mengukur arus maksimum 0,06 A atau dapat juga digunakan untuk mengukur tegangan maksimum sebesar V = ic Rc = 0,06 x 55 = 3,30 volt. Jika kita akan menggunakan galvanometer tersebut untuk mengukur arus atau tegangan yang lebih besar dari nilai tersebut, maka harus ditambahkan tahanan lain. Galvanometer biasanya mempunyai jarum penunjuk skala yang ketika tidak dipakai (i = 0) berada tepat di tengahModul.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik

13

tengah, sehingga untuk galvanometer jenis ini kita tidak perlu memperhatikan kutub positif atau negatifnya ketika menghubungkannya dalam suatu rangkaian. Mengingat galvanometer hanya dapat digunakan untuk mengukur arus listrik yang lemah (kecil) maka penggunaan instrumen disamping untuk kepentingan laboratorium juga untuk pengukuran yang sifatnya khusus, misalnya untuk hubungan jembatan, pengukuran tahanan isolasi, mengetahui adanya arus induksi sendiri, arus induksi timbal balik pada kumparan, untuk mengetahui kapasitas muatan suatu kondensator. Pada pemakaian hubungan jembatan misalnya, galvanometer tidak berfungsi sebagai pengukur arus melainkan untuk mengetahui ada tidaknya aliran arus listrik atau juga sebagai pengontrol keseimbangan. Galvanometer jarum mempunyai sistem penunjukkan yang digerakkan oleh magnet tetap berbentuk jarum. Galvanometer jarum merupakan sebuah instrumen pengukur yang dapat menentukan besar arus sesungguhnya atas dasar perhitungan jika ketentuan-ketentuan ini dapat diketahui dengan tepat yaitu: ? Jumlah lilitan kumparannya, ? Panjang jari-jari kumparan, ? Sudut simpang jarum magnitnya, ? Kuat medan magnitnya. 2. Ampermeter (ammeter) Untuk keperluan praktek dengan dasar yang sama dengan galvanometer, dibuat ampermeter yaitu suatu alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik dengan skala yang disebut mili ampermeter. Alat ukur ini ditunjukkan seperti gambar 3.

Modul.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik

14

Untuk mengukur beda potensial antara dua titik pada suatu komponen. V Gambar 4. 3. Gambar Voltmeter dan simbol voltmeter Modul. Ampermeter dan Simbol Ampermeter Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ampermeter adalah alat ukurnya dirangkai secara seri. Pada gambar 4 ditunjukkan gambar voltmeter dan simbolnya. Seberapa akurat pengukuran tegangan ini tergantung pada hambatan voltmeter.A Gambar 3.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 15 . maka arus yang melewati voltmeter akan sangat kecil sehingga pengaruh voltmeter pada rangkaian sangat kecil. Oleh karena itu tahanan ampermeter tersebut perlu diupayakan sekecil-kecilnya dan kutub positif dan negatifnya serta batas ukur maksimumnya. kedua terminal voltmeter harus dihubungkan dengan dengan kedua titik yang tegangannya akan diukur sehingga terhubung secara paralel dengan komponen tersebut. Oleh karena itu idealnya hambatan dalam voltmeter harus besar tak terhingga. Jika hambatan dalam voltmeter besar. Voltmeter Alat ini digunakan untuk mengukur beda potensial dalam suatu rangkaian listrik.

berarti tahanan tersebut mempunyai nilai sebesar 1 K? dengan daya maksimum 5 watt. 0-100 ? . Simbol tahanan (c) (a= tahanan tetap. 1000? dan seterusnya. Tahanan geser adalah tahanan yang nilainya dapat diubah secara linier untuk rentang tertentu. Tahanan dan Ohmmeter Tahanan adalah suatu alat listrik yang digunakan untuk menghambat/menahan arus listrik. 0-1 K? dan seterusnya. misalnya: 0-22 ? . Agar praktis dan dapat melakukannya dengan cepat digunakan tahanan variabel ini. tahanan geser ini difungsikan sebagai pengatur arus. 100? . Modul. b. Untuk tahanan-tahanan tertentu biasanya tidak dituliskan namun dinyatakan dengan kode warna. karena kalau dipaksakan maka dapat membakar atau merusak alat tersebut. Dalam suatu kegiatan laboratorium. Tahanan berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi tahanan tetap. Misalnya pada tahanan tersebut tertulis 1K? /5W. hanya biasanya untuk besar yang sama masih dibedakan dengan daya maksimum yang sanggup dihasilkan oleh tahanan tersebut. Tahanan jenis ini digunakan dalam suatu kegiatan laboratorium yang memerlukan beberapa tahanan yang perlu diketahui nilainya. Tahanan variabel adalah tahanan yang besarnya dapat diubah-ubah misalnya 10? . tahanan variabel dan c= tahanan geser) Tahanan tetap adalah tahanan yang besarnya tetap. Hal ini bergantung pada bahan yang digunakan masing-masing tahanan tersebut. tahanan variabel dan tahanan geser. Namun demikian dalam menggunakan tahanan geser tersebut perlu memperhatikan batas arus maksimum yang boleh melewati alat tersebut. Simbol dari masing-masing tahanan adalah sebagai berikut: (a) (b) Gambar 5.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 16 .4.FIS.

Setelah diperoleh keadaan ini selanjutnya digunakan untuk mengukur tahanan dengan menambahkan tahanan yang akan diukur nilainya tersebut dalam rangkaian seperti pada gambar 7. Ketika suatu ampermeter dihubungkan langsung dengan sumber tegangan maka rangkaian peralatannya adalah seperti pada gambar 6. R I’ E Rd RV Gambar 7. Dari pengurangan penunjukan skala kuat arus tersebut dikonversikan sebagai penambahan tahanan yang diukur. Modul. Pengukuran tahanan dengan Ohmmeter Pada rangkaian seperti pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa kuat arus yang mengalir menjadi kecil (I’ < I).FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 17 .Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya tahanan dinamakan ohmmeter. Oleh karena itu cara penunjukkan skala dalam Ohmmeter adalah dari kanan ke kiri. Prinsip Hukum Ohm Pada rangkaian tersebut dihubungkan dengan tahanan variabel untuk mengatur kuat arus agar jarum penunjuk dapat tepat berada pada titik sebelah kanan (dalam hal ini dipakai sebagai titik nol). I Rd RV E Gambar 6. Prinsip kerja alat ini berdasarkan hukum Ohm.

Apabila jarum menyimpang ke kiri maka multimeter dalam keadaan baik. kuat arus dan tahanan. Tetapi kelengkapan sarana tersebut perlu diimbangi dengan kehati-hatian pemakainya.5. Secara sederhana. Multimeter Multimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur beda potensial (tegangan). karena sedikit kesalahan dapat berakibat fatal pada alat. Kontrol multimeter.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 18 . Alat ukur ini dilengkapi dengan suatu alat penyearah sehingga dapat digunakan sebagai alat pengukur tegangan arus bolak-balik (AC/DC). Kemudian lekatkan kutub positif (merah) dan negatif (hitam) dengan menghubungkan colok masing-masing. apakah dalam keadaan baik atau tidak dengan meletakkan skakelar D sesuai panel F pada Ohm. Kelebihan dari alat ini dibandingkan dengan voltmeter dan amperemeter biasa adalah mempunyai banyak pilihan batas ukur maksimum sehingga sangat praktis dalam penggunaannya. kelengkapan panel multimeter adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 8. Modul.FIS. Kelengkapan panel multimeter Cara penggunaan multimeter: 1. A: skala B: koreksi titik nol A C: pengatur jarum D: skakelar E: kutub positif negatif F: kontrol panel G: colokan B F D E C G Gambar 8.

Perhatikan daya ukur maksimum untuk tiap jenis pengukuran. nilai terukurnya adalah: 65/100 x 250 volt = 162. Apabila besarnya daya tidak dapat diketahui. 7. Cara membaca skala alat ukur.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 19 . Pembacaan skala dilakukan dari kanan ke kiri.2.5 volt. Untuk pengukuran arus dan tegangan bolak-balik (AC) letakkan D sesuai panel kontrol F untuk AC. Masalahnya adalah ketika batas ukurnya telah berubah sedangkan skalanya masih skala lama ada cara tersendiri untuk mengetahui nilai tersebut. Alat ukur dapat dirubah kemampuannya menjadi lebih besar batas ukur maksimumnya. Untuk pengukuran tahanan letakkan D sesuai panel kontrol F pada ohm kemudian hubungkan colokan positif (merah) dan negatif (hitam) dan atur C sehingga simpangan skala pada titik nol. Tepatkan penunjuk skala dengan mengatur koreksi titik nol (B) terlebih dahulu. jarum penunjuk berada pada skala 65 sedangkan skala maksimumnya 100.FIS. 4. 6. Secara umum cara untuk mendapatkan nilai tersebut adalah: Skala terbaca nilai yang terukur = contoh: Skala maksimum x Batas Ukur Batas ukur suatu alat adalah 250 volt. gunakan batas ukur terbesar dahulu. 5. 3. Untuk pengukuran arus dan tegangan searah (DC) letakkan D sesuai panel kontrol F pada DC volt. Modul. Akan sangat mudah bagi kita apabila skala yang ditunjuk persis sama dengan nilai yang telah diukurnya. Perhatikan kutub positif (merah) dan negatif (hitam) ketika akan mengukur arus dan tegangan DC. selanjutnya kalau sudah diketahui atau dapat diperkirakan gunakan batas ukur yang paling sesuai.

Termall. Ohm meter (pengukur tahanan). Oleh karena itu perlu diusahakan menggunakan skala yang telah disediakan tersebut. tegangan dan hambatan dengan menggunakan multimeter ! Gambarkan sebuah tahanan depan yang dirangkai pada ampermeter dan voltmeter! Modul. ? Alat ukur listrik dapat dibedakan berdasarkan efek-efek antara lain Magnetis. Namun jika tidak ada maka cara di atas dapat digunakan. biasanya disediakan skala pada masing-masing batas ukurnya.Pada multimeter. amperemeter (pengukur arus listrik menengah hingga besar). voltmeter (pengukur tegangan).03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 20 . d.FIS. Tetapi perlu dicatat skala untuk DC tidak otomatis dapat digunakan sebagai skala AC atau sebaliknya. ? Alat ukur listrik adalah alat untuk mengukur besaran-besaran listrik. dan multimeter (pengukur arus. Paparkan langkah-langkah pengukuran arus listrik. Tugas 1. Rangkuman ? Besaran adalah keadaan dan sifat-sifat benda yang dapat diukur sedang satuan adalah pembanding dalam kegiatan pengukuran. Elektrostatis. 2. Elektromagnetis. tegangan. yaitu nilai setara dengan yang menghasilkan kalor yang sama ketika melalui suatu penghantar dalam waktu yang sama. c. ? Dalam besaran listrik. Kimia. Hal ini terjadi karena nilai pada AC adalah nilai efektifnya (karena besaran AC berubah secara periodik). yang merupakan besaran pokok adalah arus sedangkan besaran yang lain adalah besaran turunan yang diturunkan dari besaran pokok tersebut. ? Alat ukur listrik yang sering digunakan adalah galvanometer (pengukur arus listrik yang kecil). Elektrodinamis. dan hambatan).

Tes Formatif 1. 2. Sedangkan harga muatan dapat dihitung dari kuat arus yang mengalir selama selang waktu tertentu. Tegangan merupakan energi yang dipergunakan oleh muatan untuk berpindah dari satu titik ke titik yang lain. 2. Berdasarkan analisis tersebut tampak bahwa besaran tegangan merupakan besaran turunan dari arus. Kunci Jawaban 1. Galvanometer sering disebut sebagai mikroampermeter. walaupun dapat digunakan untuk mengukur arus namun memiliki kelemahan. Galvanometer memiliki batas ukur yang rendah sehingga tidak bisa mengukur arus maupun tegangan yang sedang dan tinggi. Bagaimana penggunaan multimeter untuk mengukur tahanan? Bagaimana multimeter dapat digunakan untuk mengukur arus dan tegangan bolak-balik? f. 3. Multimeter dapat digunakan untuk mengukur tahanan. bahwa hambatan merupakan perbandingan antara besaran tegangan dan besaran arus.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 21 . jelas bahwa hambatan juga merupakan besaran turunan. bagaimana anda dapat mengidentifikasi besaran tegangan dan hambatan sebagai besaran turunan dari arus? 3.e. Berdasarkan hukum tersebut. Untuk menjelaskan bahwa hambatan juga merupakan besaran turunan dari besaran pokok arus dapat dianalisis dari hukum Ohm. Tunjukkan dan jelaskan kelemahan dari galvanometer sebagai pengukur arus listrik? 4.FIS. Modul. 5. Bagaimana peran satuan dalam kegiatan pengukuran? Dalam besaran listrik yang menjadi besaran pokok adalah arus. Peran satuan dalam kegiatan pengukuran adalah sebagai pembanding dalam kegiatan pengukuran sehingga dari satuan kita dapat mengetahui hasil pengukuran secara jelas.

Karena multimeter dilengkapi dengan rectifier (komponen penyearah). Ikuti langkah-langkah percobaan dengan benar. Selanjutnya membaca hasil pengukuran yang tertera sesuai dengan angka yang ditunjuk oleh jarum multimeter.FIS. Pastikan semua alat ukur dan bahan dalam kondisi baik. Keselamatan Kerja a. Selanjutnya multimeter dirangkai secara paralel dengan hambatan yang akan diukur. Galvanometer ampermeter DC 0-100 mA voltmeter DC 0-10 V tahanan geser 0-10 ? saklar 1 1 1 1 1 buah buah buah buah buah Bahan ? ? ? kabel penghubung sumber tegangan DC 12 volt Resistor 5 buah 1 buah 5 buah 3. Dalam pengukuran tahanan dapat menggunakan multimeter yang diset untuk mengukur tahanan.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 22 . b. ampermeter. sircuit harus dalam keadaan terputus. Modul. Alat ? ? ? ? ? 2. 5. voltmeter dan ohmeter) 1. g. rangkaian harus dalam keadaan terputus. Diawali dengan memindahkan switch multimeter pada batas pengukuran Ohm. Dalam pengukuran ini. c. Hati-hati pada saat merangkaikan. d. maka dalam pengukuran besaran listrik dengan sumber AC dan DC multimeter tetap dapat digunakan. Hasil pengukuran = skala yang ditunjuk x batas ukur.4. Pakailah alas kaki yang terbuat dari karet saat melakukan kegiatan. Lembar Kerja Memahami cara membaca skala dan menggunakan alat ukur listrik (galvanometer.

V R A Er b. d. Modul. c. s Rv Menutup sakelar s dan mulai mencatat harga V dan I.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 23 .4. e. Membandingkan hasil perhitungan dengan pengukuran nilai tahanan yang dilakukan secara langsung dengan menggunakan Ohmmeter. Menghitung harga tahanan setrika berdasarkan data pengukuran. Mengubah tahanan variabel sehingga diperoleh sepuluh harga V dan I yang berbeda-beda. Merangkai alat-alat seperti gambar di bawah ini dan pastikan semua alat dan bahan sudah terangkai sempurna.FIS. Langkah kerja a.

Dalam pengukuran arus searah perlu dibedakan antara pengukuran arus kecil dengan arus besar. ?Menjawab dengan benar soal-soal tes formatif. Instrumen yang sesuai untuk pengukuran besaran semacam ini ialah galvanometer kumparan putar.FIS. Sedangkan arus bolak-balik dapat berasal dari generator arus bolak-balik. Hal ini tidak menjadi masalah jika angka nol dari instrumen pengukur terletak di tengah. Jika salah menghubungkan akan mengakibatkan jarum penunjuk akan berputar ke kiri. akumulator. tegangan dan hambatan sesuai dengan alat ukur yang digunakan. agar penggunaan instrumen dapat lebih efisien. Kegiatan Belajar 2 a. ? Menuliskan hasil pengukuran dengan tepat. perlu diusahakan suatu instrumen yang mampu mengukurnya. diharapkan anda dapat: ? Melakukan kegiatan pengukuran besaran listrik yaitu arus. Arus searah dapat diperoleh dari sumber arus searah. Untuk pengukuran arus searah yang kecil. ? Menggunakan satuan-satuan yang sesuai dengan besaran-besaran yang diukur.2. Hal yang penting dalam penggunaan instrumen pengukur arus searah ialah ketepatan dalam menghubungkan kutub-kutub alat ukur sesuai dengan arah aliran arusnya. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 2. berupa elemen. Uraian Materi a) Mengukur kuat arus Arus listrik dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan sumber arusnya yaitu arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC). Pengukuran arus searah kecil dengan menggunakan galvanometer diterapkan Modul. generator arus searah dan penyearah arus (dioda).03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 24 . b.

Galvanometer dengan azas kumparan putar terdiri atas komponen tetap yaitu magnit permanen yang berbentuk ladam. kumparan putar yang terbuat dari kawat tembaga halus yang bersekat. Gambar 11. batu permata sebagai landasan lilitan kawat pada inti sekunder. maka: Md = k2 . ? . 1 ? = k2/k1 . I. karena D. ? K3 . I. adalah tetap. n. sepatu-sepatu kutub yang terbuat dari besi lunak sedemikian hingga medan magnitnya memiliki celah udara merata. sehingga: Md = Mt = k3 . D .dalam melihat hubungan kompensasi pengukuran tahanan dengan metode jembatan dan pengukuran tahanan tinggi (isolasi). I Momen inilah yang akan memutar kumparan sampai terjadi simpangan.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik U S t d kiri 25 . maka timbullah gaya mekanis yang arahnya sesuai dengan aturan tangan (teori Fleming). dan komponen putar yaitu sebuah inti besi lunak berbentuk silinder yang terpasang di tengah-tengah celah udara. Azas kerja kumparan putar Karena magnit permanen memberikan fluk permanen sebesar ? p dan setelah kumparan dialiri arus. Bp. timbullah momen yang persamaannya sebagai berikut: Md = k1 . jadi ? = k . n. dan pegas spiral yang berfungsi untuk mengatur gerak putaran dan sebagai penghantar arus. Inti ini berfungsi untuk mengurangi reluktansi sirkuit magnit dan membantu dalam pembentukan medan magnit yang merata. Bp.FIS. I Modul. jarum penunjuk yang dipasangkan pada poros. ? = k2 . Apabila arus listrik mengalir ke kumparan dengan melalui terminal dan pegas spiralnya.

Panas yang berlebihan menyebabkan bertambahnya harga tahanan yang telah ditentukan.dimana: I Bp N D ? k Md Mt : : : : : : : : kuat arus yang akan diukur dengan ampere induksi magnet permanen dalam gauss jumlah lilitan diameter kumparan dalam cm sudut simpangan konstanta momen penggerak momen penentang Berdasarkan persamaan di atas simpangannya berbanding lurus dengan kuat arus yang akan diukur. Kecuali itu perlu memilih macam instrumen yang cocok untuk pengukuran yang dikehendaki yang akan dilakukan. dengan kuat arus yang sangat kecil. Mengingat yang akan diukur adalah arus besar kita perlu memperhatikan pengaruh panas yang timbul. Diantara macam Modul. ? kumparannya ringan sehingga jarum penunjuk dapat menyimpang. ? tidak terpengaruh medan magnit luar. Sedang kerugiannya adalah: ? muatan lebih terbatas. Pengukuran arus searah besar dapat dilaksanakan dengan menggunakan instrumen pengukur dari bermacam-macam azas kerja.FIS. kumparan putar dan elektrodinamis. Jika panas yang terjadi sangat melebihi batas akan menyebabkan kerusakan isolasi kawat kumparan atau terbakarnya kumparan. Keuntungan pengukuran kuat arus dengan menggunakan galvanometer adalah: ? skalanya merata. ? merupakan instrumen cermat. antara lain besi putar.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 26 . sehingga akan berpengaruh pada penunjukkannya. ? pegas berfungsi sebagai kopel penentang dapat kehilangan sifat pegasnya jika dialiri arus lebih. sehingga lebih mudah membaca hasil pengukuran. ? kesalahan menghubungkan arah arus dengan kutub-kutub pada galvanometer penyimpangan jarum penunjuk arahnya terbalik. sebab memiliki magnit permanen yang kuat.

Oleh karena itu idealnya hambatan ampermeter harus sama dengan nol. R =hambatan dalam ampermeter sedangkan n adalah pelipatan A Modul. ampermeter tersebut dipasang seri dengan rangkaian. Ish Rsh IA I A A RA B Gambar 12.FIS. Untuk itu diupayakan ampermeter memiliki hambatan yang sekecil-kecilnya. dengan Rsh = hambatan shunt yang ( n ? 1) diperlukan. Sebuah ampermeter dengan hambatan dalam RA dan hambatan dalam Rsh Ampermeter memiliki batas ukur maksimum. Dengan demikian semua arus yang mengalir dalam rangkaian juga akan melewati ampermeter.instrumen pengukur yang banyak dipakai untuk pengukuran arus besar ialah ampermeter kumparan putar. harus ditambahkan shunt yang dirangkai secara paralel dengan ampermeter seperti pada gambar 12. Namun pada prakteknya hambatan ampermeter tidak pernah sama dengan nol. Untuk bisa mengukur arus yang melebihi skala maksimum dari ampermeter. maka perlu untuk pengukuran arus besar perlu dipasang tahanan shunt sebagai pembagi arus. Dalam pengukuran kuat arus. sedangkan kuat arus yang akan diukur ada kalanya melebihi skala maksimum dari ampermeter. dengan demikian arus yang mengalir dalam rangkaian akan mengecil sehingga arus yang terukur tidak sesuai dengan nilai yang sebenarnya.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 27 . Jika ampermeter memiliki hambatan maka maka hambatan total dalam rangkaian akan bertambah. Untuk menghitung besarnya hambatan shunt dapat digunakan persamaan: Rsh ? RA . Karena pada azas kerja kumparan putar dengan daya yang cukup kecil sudah dapat menunjuk.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 28 . Sebagai akibat dari kenyataan ini maka dalam pengukuran. Di samping sebagai pembagi arus. Macam instrumen pengukur yang dipergunakan disesuaikan dengan daerah pengukurannya yang dapat dibedakan sebagai berikut: ? Daerah pengukuran arus kecil. ini hanya dapat diukur dengan instrumen pengukur arus bolak-balik yang sangat peka misalnya menggunakan galvanometer arus bolak-balik yang pembacaannya memakai pertolongan lensa pembesar. untuk dapat diketahui berapa nilai arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian secara tepat. dapat diukur dengan instrumen pengukur yang langsung untuk besaran arus bolak-balik diantaranya: azas kerja besi putar. ? Daerah pengukuran arus menengah. tahanan shunt juga berfungsi pula sebagai pencegah kenaikan suhu kumparan instrumennya. Dari paparan di atas memberikan gambaran bahwa arus merupakan suatu besaran listrik yang membutuhkan teknik khusus dalam melakukan pengukuran.FIS. Kalau arus yang diukur tidak terlalu kecil dapat digunakan galvanometer kumparan putar dengan pertolongan penyearah arus. Cara pemilihan instrumen pengukur arus dapat dilakukan berdasarkan prinsip sebagai berikut: Modul. tidak diperkenankan dengan menghubungkan secara langsung pada hantaran yang hendak diukur. Cara pengukurannya adalah: kumparan primer transformator disambung seri dengan beban. Sedang yang tidak langsung dapat menggunakan azas kerja kumparan putar dengan penyearah arus. wajib memperhatikan besar arus yang akan diukur. elektrodinamis. Hal ini harus selalu diingat untuk penerap an selanjutnya dalam bidang pengukuran listrik. dihubungkan secara tidak langsung menggunakan sebuah transformator arus. induksi. Untuk itu diperlukan pemilihan dan penggunaan instrumen ukur secara tepat. sedang lilitan sekundernya dihubungkan dengan instrumen pengukurnya. Ada perbedaan sifat antara arus bolak-balik dengan arus searah.batas ukur maksimum yang diperoleh dari perbandingan antara batas ukur yang baru terhadap batas ukur yang lama (I2/I1). Pada Instrumen daerah pengukur pengukuran arus besar.

Bila perlu lakukanlah pengukuran beberapa kali kemudian ambillah harga rata-rata dari hasil pembacaannya. diusahakan garis penghubung mata ke ujung jarum penunjuk harus tegak lurus pada pelat skalanya. Modul. ? Jika penunjukkan masih terlampau rendah sehingga mengalami kesukaran pembacaan. Pada dasarnya voltmeter dan ampermeter adalah sama. ? Memilih ampermeter yang sesuai dengan jenis arus yang akan diukur. ? Apabila besar arus yang diukur belum jelas perkiraan nilainya. Prinsip hubungan voltmeter dalam rangkaian seperti pada gambar 13.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik B 29 . gunakan batas ukur yang tertinggi dahulu. kemudian dapat diturunkan jika masih dalam batas pengukuran. ? Cara pembacaan skala terutama ampermeter penunjuk untuk memperoleh pembacaan yang tepat.FIS. tafsirkan setepat-tepatnya. b) Pengukuran tegangan Sebagai pengukur tegangan dipergunakan voltmeter. yaitu untuk instrumen yang mempergunakan sistem penunjuk dengan skakelar putar (rotary switch) atau pada terminal-terminalnya. voltmeter dihubungkan secara sejajar (paralel) sedangkan ampermeter dihubungkan secara deret (seri) dengan rangkaian. ? Jika ujung jarum penunjuk terletak di antara dua bagian garis skala. batas ukur dapat diturunkan hingga sesuai. sebab untuk simpangan penunjukannya berdasarkan besar arus yang melewati alat ukurnya. B : Beban V V : Voltmeter __ : Sumber tegangan searah atau bolak-balik Gambar 13. biasanya dibaca pada pelat skala.? Memahami azas kerja ampermeter. Volt meter dirangkai secara paralel dengan sumber tegangan dan beban. Perbedaan terletak pada cara menghubungkan dengan rangkaian. ? Memilih batas ukur.

Tetapi pada kenyataannya voltmeter tidak memiliki tahanan yang besar. dimana Rm adalah tahanan muka dan Rv adalah tahanan dalam voltmeter. Modul.Voltmeter harus memiliki tahanan alat ukur yang besar. apabila voltmeter ini mengalirkan arus yang menyebabkan kenaikan suhu pada alat ukurnya. Seperti pada perhitungan nilai hambatan pada shunt.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 30 . sedangkan n diperoleh dari perbandingan batas ukur maksimum baru (V) dan batas ukur maksimum lama (Vv ). maka untuk memenuhi fungsinya sebagai voltmeter perlu ditambahkan tahanan depan yang dihubungkan seri dengan pesawatnya. Lihat gambar 14. Bagan hubungan voltmeter dengan tahanan depan Pemasangan tahanan depan pada voltmeter dimaksudkan: ? Memperluas daerah pengukuran voltmeter ? Membatasi arus pada tegangan yang lebih tinggi daripada tegangan yang ditetapkan bagi voltmeter sehingga arus hanya dipergunakan sebagai penyimpang penunjuknya saja. Rs E V Rm B E : Sumber tegangan Rs : Tahanan depan Rm: Tahanan alat ukur (voltmeter) B : Beban Gambar 14. sebab akan mengakibatkan turunnya tegangan sumber arusnya. akibatnya arus yang diperoleh pada suatu tegangan tertentu menjadi berkurang dan akan menyebabkan terjadinya kesalahan hasil pengukuran. pada voltmeter berlaku persamaan Rm ? ( n ? 1) Rv . Sebab dengan terjadinya kenaikan suhu tersebut harga tahanannya akan bertambah. ? Untuk mencegah kenaikan suhu. agar tidak menarik arus yang kuat. Selain itu akan menyebabkan kehilangan tegangan tambahan pada hantaran penghubungnya.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 31 . Besar tahanan suatu voltmeter biasanya dituliskan pada plat skalanya.Pengukuran tahanan depan tidak hanya untuk keperluan perluasan batas ukur saja maka perlulah dipilih bahan yang tepat dan yang mudah dilaksanakan. c) Pengukuran Tahanan Di antara parameter yang terdapat pada rangkaian listrik terdapat suatu kompanen yang disebut sebagai tahanan. harga ini diberikan sebagai jumlah tahanan per volt (Ohm per volt) sehingga jumlah tahanan keseluruhan dapat dihitung dengan memperhatikan angka tersebut sebagai batas ukur voltmeternya. maka hambatan dapat ditentukan. Untuk mengukur suatu tahanan dapat dilakukan dengan menghubungkan sebuah sumber tegangan secara seri dengan ampermeter dan hambatan yang akan diukur seperti tampak pada gambar 15. Rangkaian pengganti sebuah Ohmmeter untuk mengukur nilai hambatan Rx Karena ggl E diketahui dan arus diukur oleh ampermeter. Selain daripada itu untuk pengukuran tegangan tinggi. Menurut hukum Ohm. besar nilai tahanan dapat ditentukan kerugian tegangannya dengan arus yang melalui tahanannya. tahanan dipasang sedemikian rupa sehingga mendapat pendinginan yang cukup untuk menghindari kenaikan suhunya. Dengan demikian tahanan tidak mudah berubah nilainya. A Ohmmeter E Rx Gambar 15. Alat ukur yang digunakan untuk keperluan ini Modul.FIS.

Jembatan Wheatstone Dalam metode ini hambatan R1 dan R2 dibuat tetap sedangkan hambatan Rs dapat dikalibrasi. Alat ini disebut Ohmmeter. P I1 R1 G I1 R2 I2 I2 Rs Q Rx Gambar 16. Hambatan Rs diatur besarnya sedemikian rupa sehingga galvanometer menunjukkan angka nol (tidak ada arus yang melaluinya). Cara lain untuk mengukur nilai tahanan sebuah penghantar dapat dilakukan dengan menggunakan suatu rangkaian yang dinamakan Jembatan Wheatstone yang model rangkaiannya ditunjukkan seperti gambar 16 berikut. hasil kali hambatan yang saling bersilangan sama besar. titik P dan Q mempunyai potensial yang sama.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 32 . jarum galvanometer menunjukkan angka nol. I1 R1 = I2 Rs dan I1 R2 = I2 Rx Rasio kedua persamaan tersebut adalah: Rx ? R2 Rs R1 Pada jembatan Wheatstone yang seimbang.dapat dikalibrasi untuk menunjukkan hasilnya dalam Ohm.FIS. Modul. meskipun besaran yang sesungguhnya diukur oleh arus. Pada kondisi seimbang. sehingga beda potensial untuk R1 sama dengan Rs dan beda potensial R2 sama dengan Rx . keadaan ini dikatakan jembatan seimbang.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 33 . Tugas 1. arus ada dua macam yaitu arus searah dan arus bolak-balik. Rangkuman ? Berdasarkan sumbernya.c. disamping dapat langsung dilakukan dengan Ohmmeter. ? Dalam Voltmeter terdapat hambatan depan sehingga alat tersebut mampu mengukur tegangan yang melebihi batas ukurnya. ? Jika arus yang diukur besar maka diperlukan ampermeter yang dirangkai dengan shunt. ? Jenis arus mempengaruhi cara melakukan pengukuran dalam menentukan besarnya arus tersebut. tegangan dan tahanan? Mengapa ampermeter harus dipasangkan dengan shunt secara paralel pada saat digunakan untuk mengukur arus listrik? Modul. Gambarkan skema sebuah rangkaian dengan ampermeter yang dirangkai dengan shunt untuk mengukur kuat arus! Gambarkan skema sebuah rangkaian dengan Voltmeter yang dirangkai dengan shunt untuk mengukur tegangan! e. ? Dalam pengukuran arus. bahwa tahanan merupakan perbandingan antara kerugian tegangan terhadap kuat arus yang mengalir dalam rangkaian. ampermeter dihubungkan seri sedang pengukuran tahanan dihubungkan paralel terhadap rangkaian. Alat ukur apa yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.FIS. d. 2. Tes Formatif 1. dapat juga dilakukan dengan menggunakan prinsip hukum Ohm. Tujuannya untuk membagi arus dalam rangkaian sehingga mampu dibaca oleh ampermeter dan untuk menahan panas yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir. 2. ? Untuk pengukuran tahanan.

juga diperlukan shunt.FIS. Jelaskan perbedaan pemasangan shunt pada ampermeter dan pemasangan shunt pada voltmeter? 4. 90 k? Nilai tahanan sama dengan perbandingan antara tegangan dan kuat arus yang mengalir dalam rangkaian. Ampermeter untuk mengukur kuat arus. Sebuah voltmeter dengan hambatan dalam 10 k? mempunyai batas ukur 50 V. Sehingga jika nilai-nilai tersebut dapat ditentukan maka nilai tahananpun dapat dicari.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 34 . Kunci Jawaban 1. 2. Sebagai pembagi arus dan untuk mencegah kenaikan suhu pada instrumen pengukur karena pengaruh arus yang mengalir dalam rangkaian. berapakah besarnya hambatan muka yang harus dipasangkan supaya voltmeter ini dapat digunakan untuk mengukur tegangan sampai 500 V? 5. 5.3. Dalam pengukuran tegangan. 3. 4. yang ketiga alat ini bisa dikumpulkan menjadi satu alat yang dikenal dengan multimeter. Pemasangan shunt pada ampermeter dirangkai paralel sedang pada voltmeter shunt dirangkai secara seri. Bagaimana aplikasi hukum Ohm dalam menentukan nilai tahanan sebuah rangkaian? f. Modul. voltmeter untuk mengukur tegangan dan Ohmmeter untuk mengukur tahanan.

Pastikan semua alat ukur dan bahan dalam kondisi baik. ampermeter DC 0-100 mA voltmeter DC 0-10 V tahanan geser 0-10 ? saklar 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 5 buah 1 buah Bahan ? ? ? elemen setrika listrik 300 W/220 V kabel penghubung sumber tegangan DC 12 volt 6. b. Menutup sakelar s dan mulai mencatat harga V dan I. c. c. Ikuti langkah-langkah percobaan dengan benar.g.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 35 . Modul. Pakailah alas kaki yang terbuat dari karet saat melakukan kegiatan. Merangkai alat-alat seperti gambar di bawah ini dan pastikan semua alat dan bahan sudah terangkai sempurna. V R A S s Rv b. Alat ? ? ? ? 5. Hati-hati pada saat merangkaikan. d. Langkah kerja a. Mengubah tahanan variabel sehingga diperoleh sepuluh harga V dan I yang berbeda-beda.FIS. 7. Keselamatan Kerja a. Lembar Kerja 1. sirkuit harus dalam keadaan terputus.

Menghitung harga tahanan setrika berdasarkan data pengukuran.FIS. Modul.d. Membandingkan hasil perhitungan dengan pengukuran nilai tahanan yang dilakukan secara langsung dengan menggunakan Ohmmeter. e.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 36 .

(a) Kurva daya terhadap kuat arus. energi. (b) Kurva daya terhadap tegangan. b. Menurut ketentuan rumus di atas dapat difahami bahwa daya listrik mengandung komponen tegangan dan arus yang besarnya berbanding lurus dengan hasil perkalian kedua komponen tersebut. Kegiatan Belajar 3 a. induktansi dan kapasitansi dan frekuensi sesuai dengan alat ukur yang digunakan. R atau W = E . Uraian Materi a) Pengukuran Daya Daya yang dipergunakan oleh beban pada rangkaian besarnya ialah: W = I2 . Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 3.FIS. ? Menjawab dengan benar soal-soal tes formatif.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 37 . faktor kerja. Untuk hambatan listrik yang konstan besar daya listrik sebanding dengan kuadrat tegangan ataupun kuadrat arus seperti tampak pada kurva berikut: P P I V Gambar 17. Modul.3. I dengan satuan volt ampere atau watt. diharapkan Anda dapat: ? Melakukan kegiatan pengukuran besaran daya. ? Menggunakan satuan-satuan yang sesuai dengan besaran-besaran yang diukur.

FIS. Cara pertama yang menggunakan voltmeter dan ampermeter dapat dilakukan dengan dua macam cara seperti pada gambar 18 di bawah ini. Pengukuran besar daya yang dipakai oleh beban arus searah pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua macam cara. Hasil penunjukkannya dpat langsung dibaca dan merupakan hasil akhir. Bagan hubungan voltmeter dan amperemeter pada pengukuran daya Cara pengukuran menurut bagan (a) ternyata bahwa arus yang ditunjukkan oleh amperemeter yaitu Ia besar Ia = Iv + Ib. yaitu: ? Menggunakan dua buah instrumen pengukur yang terdiri dari voltmeter dan amperemeter. Berarti besar arus yang ditunjukkan oleh amperemeter menjadi terlampau besar yang seharusnya besarnya Ib. Apabila pengukuran dilaksanakan seperti gambar ( maka tegangan b). ? Mempergunakan sebuah instrumen pengukur yang berupa Watt meter. I Ia A Ib Iv V R V I Ib Ia A R (a) I Iv : Arus utama : Arus pada voltmeter Ib Ia (b) : Arus pada beban : Arus melalui ampermeter Gambar 18. yang ditunjukkan voltmeter menjadi Ev = Ea + Eb.Dalam sistem SI diperoleh bahwa 1 watt = 1 joule perdetik. sehingga dayanya Wb = Ev .03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 38 . Hasil penunjukan ini belum merupakan hasil terakhir yang perlu dihitung terlebih dahulu. Modul. Oleh karena itu pada penunjukkan daya tersebut terdapat kesalahan.

dalam pemakaiannya dibedakan: apabila arus beban yang diukur besar menggunakan cara pertama. jadi b penunjukan daya tersebut tetap lebih besar dari yang seharusnya. Ib.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 39 . Tetapi cara yang terbaik adalah kita gunakan wattmeter secara langsung. maka kerugian tegangan amperemeter juga kecil sehingga dapat diabaikan. Ib. wattmeter diselubungi dengan bahan sejenis besi. pegas dan lainnya telah diperhitungkan dengan kalibrasi. Wattmeter arus searah yang biasa dipergunakan ialah dengan azas kerja elektrodinamis. Oleh sebab itu baik menggunakan cara pertama ataupun kedua akan tetap mengalami kesalahan penunjukkan. sebaliknya jika arus beban kecil digunakan cara kedua.Ib atau Wb = (Ea + Eb )Ib yang seharusnya besar daya W = Eb . Kecuali itu hasil pengukurannya dapat langsung dibaca dan merupakan hasil akhir. kerugian histeresis dan permanen magnit pada besi kecil. Karena pesawat elektrodinamis sangat peka terhadap medanmedan luar sebagai peredam udara. Cara kedua: arus yang mengalir kecil daya yang ditunjukkan Wb = (Ea + Eb) . Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Cara pertama: Wb = Eb (Iv + Ib) pemakaian arus bagi voltmeter tidaklah besar sedang arus yang diukur amperemeter besar sehingga pemakaian arus bagi voltmeternya dapat diabaikan. Untuk mencegah pengaruh medan magnit luar dibuat pesawat astatik dengan cara sebagai berikut: 1. sebab kesalahan yang timbul oleh akibat penggunaan kumparan. Kedua cara tersebut dapat digunakan. Apabila kita gunakan wattmeter sebagai pengukur daya secara langsung (di dalam alat ini terdapat dua macam kumparan yaitu kumparan arus dan tegangan). karena arus yang mengalir melalui amperemeter kecil. Demikianlah cara pengukuran daya apabila kita gunakan ampermeter dan voltmeter. Modul. kopel yang dihasilkan oleh kedua macam kumparan yang dialiri arus listrik akan menyebabkan simpangan jarum penunjuknya berbanding lurus dengan hasil perkalian arus-arusnya yang melalui kedua kumparan tersebut di atas.

Iv I Im Ib Beban Gambar 20. Iv I Im Beban Gambar 19. kumparan-kumparannya dililitkan dalam gandar terbuat dari besi nikel yang berlapis-lapis. Hubungan wattmeter pada pengukuran beban jaringan Modul. Bagan hubungan kumparan wattmeter Wattmeter elektrodinamis memiliki kumparan tetap yang dialiri arus utama dan kumparan berputar yang dihubungkan pada tegangannya. Untuk mengukur daya beban jaringan hubungan wattmeter dapat dilakukan seperti gambar 20. Penyimpangan jarum penunjuknya berbanding lurus dengan kopel penggeraknya sehingga hal ini akan berbanding lurus juga dengan dayanya.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 40 .2. maka wattmeter elektrodinamis mempunyai skala yang hampir sama rata. Kedua macam cara di atas menimbulkan bentuk medan yang lain sehingga penunjukkan skala tidak lagi sama rata.FIS. Kopel yang bekerja pada sistem yang bergerak ditentukan oleh hasil perkalian kedua arus-arusnya yang mengalir pada kumparan-kumparannya.

Demikian pula halnya tentang pengukurannya. Adanya reaktansi inilah yang menyebabkan terjadinya geseran fase antara tegangan dan arusnya (lihat gambar 21). Induktansi dan kapasitansi ini secara bersama ataupun sendiri-sendiri dapat disebut sebagai reaktansi. Beban listrik umumnya mengandung tiga macam unsur yaitu induktansi.Kedua macam hubungan diatas mengandung kerugian sebagaimana yanbg telah diuraikan pada pengukuran daya dengan menggunakan ampere dan voltmeter. Oleh karena itu perlu kita bicarakan secara sepintas tentang pengertian daya arus bolak-balik terlebih dahulu. kapasitansi dan tahanan yang ketiganya secara bersama disebut impedensi. sehingga dalam perhitungan faktor daya tersebut tidak dapat ditinggalkan begitu saja. o ? I cos ? E I sin ? I Gambar 21. I . cos ? W E I dalam satuan watt dalam satuan Volt dalam satuan Ampere 41 Modul. Diagram vektor dari arus bolak-balik Daya arus bolak-balik dinyatakan sebagai hasil perkalian arus dengan tegangannya dan diperhitungkan faktor kerjanya (cosinus ? ). W = E .03 Mengukur Besaran-besaran Listrik . daya arus bolak-balik juga terdiri dari dua komponen pokok yaitu arus dan tegangan. Pengertian daya pada arus bolak-balik tidaklah sesederhana seperti pada arus searah. Sesuai dengan daya listrik arus searah.FIS. Tetapi untuk arus bolakbalik belumlah cukup mengingat sifat daripada arus bolak-balik itu sendiri dan pengaruh beban pada umumnya.

yaitu I. tetapi dari I cos ? . Besar daya tidak langsung bergantung dari I. Daya ini disebut daya efektif atau daya yang digunakan. diberi simbol Wb EI = daya semu.FIS. Bagan hubungan wattmeter elektrodinamis Dalam penggunaan sebagai wattmeter. dengan simbol Ws dalam satuan volt ampere (VA) atau kilo volt ampere (k VA). I sin ? = arus buta atau arus tak berguna. Hendaklah diperhatikan bahwa uraian arus di atas hanya mempunyai arti analitis. Dalam kenyataannya hanya ada satu arus. Kedua macam kumparan itu merupakan kumparan yang disambungkan seri dengan tahanan R yang besar. diberi simbol Iw. I cos ? = arus watt atau arus berguna. tahanan dalam lingkungan 42 Modul. I2 I I1 Gambar 22. EI cos ? = daya efektif atau daya. diberi simbol Ww. simbulnya Ib. Karena itu cos ? disebut faktor kerja. sedang I sin ? seolaholah tidak berguna sama sekali. Wattmeter elektrodinamis untuk keperluan industri jika bekerja pada frekuensi dan faktor kerja yang besar. EI sin ? = daya buta atau daya hampa.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik Beban R . Vektor arus ini dapat diuraikan menjadi I cos ? dan I sin ? . Wattmeter yang dipakai sebagai pengukur daya arus bolak-balik kebanyakan menggunakan azas kerja elektrodinamis dan induksi. kumparan tetapnya dialiri arus I1 dan kumparan yang bergerak dilalui I2.Daya tersebut merupakan daya yang terpakai dari bebannya.

Hal semacam ini akan banyak terjadi Modul.FIS.tegangannya menjadi sangat tinggi dibandingkan dengan reaktansinya. Sebagai akibat lanjutan ialah I1 dan I2 mengalami juga perubahan geseran fasenya. sehingga I2 dianggap sefase dengan tegangan E. Hubungan ini dapat dilakukan dengan menambahkan suatu tahanan R yang diparalel dengan kumparan S yang mempunyai reaktansi X dan tahanan R. Ternyata penunjukan wattmeter elektrodinamis berbanding lurus dengan daya bebannya. Kecuali itu menyebabkan perubahan-perubahan reaktansi pada kumparan-kumparannya.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 43 . Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan kopel penggerak yang berbanding lurus dengan konstantanya. Untuk memperoleh ketelitian pemakaiannya perlulah dilakukan cara penyambungan agar selisish fase benar-benar 90o. Pemilihan cara penyambungan (a) atau (b) yang ingin digunakan akan sama halnya dengan pengukuran daya dengan menggunakan voltmeter dan ampermeter. Kalau hal ini sampai terjadi akan menyebabkan kesalahan penunjukkan. Karena kumparan ini sebagai kumparan yang bergerak. Wattmeter induksi juga memiliki sepasang kumparan yang dilalui arus utama dan kumparan yang dihubungkan dengan tegangannya. Jika pada komponen suatu unit terjadi kebocoran disebabkan pembebanan. Kopel = K E I cos ? Pesawat induksi sangat terpengaruh oleh perubahan frekuensi dan akan menyebabkan perubahan-perubahan arus foucolt (pusat). maka penunjukkannya menjadi I1I2 = K E I cos ? . unit tersebut akan menyerap daya lebih banyak daripada dalam keadaan biasa. Kumparan arus dengan kumparan tegangannya dibuat berselisih fase sebesar 90o. Kedua rangkaian cabang ini disambungkan seri dengan sebuah kumparan peredam (Kp). Kalau kumparan arus dialiri arus listrik terjadilah induksi pada kumparan tegangan dan menyebabkan suatu kopel. Oleh karena itu pengaruh reaktansi tersebut dapat diabaikan. Wattmeter pada dasarnya digunakan sebagai pengukur daya listrik tetapi dapat juga sebagai detektor.

Cos ? tidak ada satuannya seperti halnya ampere. geseran fase sebesar 90o antara i1dan i2. kumparan medan dilalui arus utama I dan kumparan silang pada tegangan pokok E. Kerja alat cos ? menghasilkan sudut putaran a yang berbanding lurus dengan sudut geseran fase ? atau dalam rumus dinyatakan: a = C . Dalam hal ini untuk mengukur sudut ? antara 0o – 90o dapat diukur dengan simpangan sejauh 90o atau ¼ lingkaran. Alat ini bekerja atas dasar pesawat elektrodinamis dengan kumparan silang.9848. Modul. berarti a = ½ ? . Besaran lain yang berkaitan dengan pengukuran daya adalah faktor kerja. Faktor kerja disebut pula cosinus phi dan disingkat cos ? . Besar kecil sudut geseran fase tersebut dipengaruhi oleh macam muatan yang ada pada rangkaian listriknya. volt dan sebagainya. Umumnya beban jaring bersifat induktif sehingga pembuatan skala juga untuk keperluan di atas. jadi jarum akan menunjuk tepat ditengah-tengah skalanya. Besar daya dinyatakan dalam rumus W = E. Sudut ? ialah geseran fase antara besaran arus dan tegangannya. ? (C = konstanta). Dimana besaran ini ikut menentukan besar daya pada arus bolak-balik. televisi. maka alat akan menunjukkan harga dari cos 60o yaitu 0.pada unit elektronika misalnya radio. Besar kecil konstanta ini bergantung dari perbandingan besar arus yang mengalir melalui dua kumparan yang bersilangan. Jika i1: i2 = 1: 2. amplifier dan sebagainya baik yang menggunakan arus searah maupun arus bolak-balik.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 44 . kumparan silang dipasang pada tahanan R dan induktansi X1yang dihubungkan paralel cos ? -meter tersebut tidak langsung dipasang untuk arus satu fase. Instrumen yang digunakan untuk mengukur faktor kerja namanya cosphi-meter.I cos ? . Demikian pula jika sudut ? = 10 o. Cara menghubungkan cos ? -meter serupa dengan wattmeter. yaitu dengan harga antara 0o dan +1. penunjuknya akan menunjukkan harga itu. cos ? -nya sama dengan 0.5. Misalkan sudut geseran fase antara E dan I sebesar 60o.FIS.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 45 . nyatalah bahwa jumlah energi sama dengan perkalian daya dan waktunya.FIS. I . sebagai penunjuk daya sebanding dengan dayanya. maka alat penghitung dihubungkan langsung dengan pengukur daya yaitu disambung pada satu poros. Menurut teori listrik. energi listrik dinyatakan dalam rumus: A = E . Dalam konstruksi alat merupakan gabungan antara wattmeter. Untuk instrumen pengukurannya dinamakan watt-jam-meter atau kilowatt-jam-meter. t untuk arus searah A = I . namun lazim disebut Wh-meter atau kWh-meter (h dari kata hour = jam). Instrumen pengukurnya juga akan menunjukkan hasil ini. E cos ? t untuk arus bolak-balik Untuk memperhatikan kedua persamaan di atas. Bagan Wh-meter induksi Modul. sebagai satuan besaran tersebut digunakan wattjam atau kilo wattjam. Gambar 23.b) Pengukuran Energi Energi atau kerja ialah besar daya terpakai oleh beban atau yang dikeluarkan oleh generator selama waktu tertentu.

FIS. Modul. mencatat nilai satuan energi yang diterima dari hasil putaran kepingnya melalui poros. ? Unsur yang bergerak adalah keping alumunium bergerak pada porosnya berfungsi sebagai rotor untuk pesawat penggerak dan pesawat pembangkitnya. K Wh-meter Induksi Pesawat Penggerak Pesawat Pembangkit Tegangan magnit listrik Arus magnit listrik Unsur yang bergerak Magnit tetap poros pencatat Gambar 24.Bagian-bagian yang penting dari sistem pengukuran ini dapat dilihat pada gambar 23 di atas adalah Wh meter jenis induksi.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 46 . ? Pesawat pembangkit dibentuk dari magnit tetap yang dapat membangkitkan momen putar kecepatan putar pada sistem yang berputar secara otomatis. Bagan proses pengukuran energi Diagram di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: ? kWh-meter induksi pada umumnya mempunyai bagian-bagian (a) pesawat penggerak (b) pesawat pembangkit. selanjutnya menghasilkan gerakan berputar dan juga untuk memperlambat gerak berputarnya. kumparan arus dan kumparan tegangan. Selanjutnya perhatikan diagram blok tentang proses pengukuran energi ini dan digunakan pula instrumen wattjam induksi. ? Pencatat. ? Pesawat penggerak berfungsi untuk membangkitkan momen putar yang terdiri dari magnit listrik. Momen sebanding dengan beban listriknya.

ini berarti: “ Daya listrik yang dipakai oleh alat tersebut tepat 100 W jika tegangan yang diberikan kepada alat tersebut 220 V. setrika listrik. empat atau lima hantaran. misalnya 100 W.” Tentu saja daya yang dipakai oleh alat tersebut akan lebih kecil dari 100 W jika tegangan yang diberikan pada alat tersebut kurang dari 220 V. sedang untuk arus tiga fase dengan tiga. Semua sistem pengukuran yang lain dibuat sebagai gabungan dari dua atau lebih hantaran. 220 V. dimana semua beban dihubungkan paralel langsung atau tidak langsung. Peralatan listrik tersebut didesain sehingga mempunyai spesifikasi tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari. bolak-balik satu fase atau tiga fase. Alat-alat tersebut disebut elemen listrik karena memiliki elemen yang terbuat dari kumparan kawat logam tipis yang berfungsi sebagai hambatan yang akan menyerap (mendisipasi) energi dalam bentuk kalor ketika dilalui arus listrik. 220 V. Spesifikasi ini dituliskan pada peralatan listrik sehingga langsung terlihat oleh pemakai. heater (pemanas) dan sebagainya.Penggunaan Wh-meter umumnya untuk tujuan komersiil dan disalurkan dengan tegangan kerja yang tetap dari pusat pembangkit tenaga listrik arus searah. Sistem ini dipergunakan dengan tegangan rendah untuk penerangan atau pemakaian peralatan listrik kecil dan untuk tegangan yang lebih tinggi untuk rangkaian tenaga perkereta apian.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik . Arus searah atau bolak-balik satu fase disalurkan melalui sistem dua atau tiga hantaran. Jika tertulis 100 W. Sistem yang paling sederhana tentunya terdiri atas dua hantaran. Pada umumnya hambatan peralatan listrik dianggap konstan sehingga dayanya sebanding dengan kuadrat tegangan sesuai dengan hubungan: ?V ? P2 ? ? 2 ? xP ?V ? 1 ? 1? 2 dengan: P2 P1 = Daya sesungguhnya yang diserap peralatan = Daya tertulis pada spesifikasi peralatan 47 Modul. istilah daya sering kita jumpai pada beberapa peralatan elektronik yang ada di sekitar kita seperti pada lampu pijar.FIS.

misalnya menggunakan daya listrik yang tidak berlebihan. Dengan demikian di dalam rangkaian listrik peralatan diwakili oleh hambatannya yang dapat ditentukan dari hubungan: R? dengan: R V P = Hambatan = Tegangan tertulis pada spesifikasi peralatan = Daya yang tertulis pada spesifikasi peralatan V2 P Penggunaan energi listrik dapat dihemat dengan cara: ? Peningkatan efisiensi. Contonya kita menghindari penggunaan lampu listrik yang beriluminasi tinggi dan menyesuaikan dengan ukuran ruang yang disediakan.FIS.V2 V1 = Tegangan sesungguhnya yang diberikan kepada peralatan = Tegangan tertulis pada spesifikasi peralatan Untuk mendesain spesifikasi peralatan. salah satu parameter yang ditentukan adalah hambatannya.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 48 . ? Peningkatan efektivitas. c) Pengukuran Induksi dan Kapasitansi Apabila di dalam kumparan yang dipasang pada suatu rangkaian listrik mempunyai koefisien induksi diri (L Henry) dilalui arus maka timbul ggl induksi diri dan menurut hukum Lenz besarnya: eL ? ? L di dt Tiap-tiap kumparan memiliki itu mempunyai dua jenis tahanan yaitu: ? Tahanan nyata (Rmurni)) dari kawat kumparannya. misalnya mematikan peralatan listrik pada saat tidak digunakan. ? Tahanan imajiner (reaktansi induktif = XL) dimana XL = j ? L = j 2? f L Modul.

.i = dQ/dt Dari penjabaran dalam teori listrik arus bolak-balik di dapat bahwa 1 1 atau merupakan tahanan terhadap arus I dan yang disebut ?C 2? fC reaktansi kapasitip (XC) maka dapat ditulis: XC = Besarnya impedensi kapasitif ZC dapat ditulis: ZC ? R2 ? X C 2 1 2? fC Besarnya kapasitas kondensator dapat diukur dengan sumber arus searah misalnya pada pengukuran kapasitas dengan galvanometer balistik dan jembatan arus searah.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 49 . maka jumlah muatannya: Q = I dt………………………. Jumlah muatan yang diisikan di dalam suatu kondensator adalah: Q = C E…………………………………….FIS.Dari kedua jenis tahanan tersebut di dalam suatu kumparan yang dialiri oleh arus bolak-balik akan merupakan tahanan impedensi (ZL) yang besarnya: ZL = Untuk pengukuran R2 ? X L 2 dari suatu kumparan banyak induktivitas mempergunakan jembatan dengan sumber arus bolak-balik..C = Q/E Dimana: Q C E = muatan listrik dalam coulomb = kapasitas kondensator dalam Farad = Tegangan dalam Volt Apabila dalam kondensator ini dialiri arus bolak-balik sesaat (i). Pada suatu kondensator dengan kapasitas C (Farad) dihubungkan pada sumber arus maka pada pelatnya akan terjadi pengisian dan bila diputuskan hubungan dari sumbernya akan terjadi pengosongan (pelepasan) muatan. Modul. namun ada juga yang menggunakan metode jembatan arus bolak-balik.

Sedangkan pada frekuensi tinggi dipergunakan frekwensimeter elektronik. Relai itu digerakkan oleh sumber daya dengan frekwensi f yang akan diukur. A A = Ampermeter V f RL B C = Kondensator (kapasitor) B = Sumber tegangan dari baterei RL = Relai C Modul. Dengan demikian arus I yang melewati ampermeter sebesar I = f C V.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 50 . Dua jenis frekwensimeter yang telah disebutkan itu daerah pengukurannya sangat sempit berkisar antara 42-58 Hz. maka jumlah muatan yang mengalir melalui ampermeter sebesar CV pada setiap periode. Frekwensimeter yang banyak digunakan untuk pengukuran arus bolakbalik ialah azas resonansi mekanik. Karena dari persamaan antara I dan f berbanding lurus maka penunjukkan amapermeternya dapat dikalibrasikan dengan besaran frekuensi. perubahan reaktansi dan pengisian pengosongan kapasitor.FIS. Apabila relai tersebut ditutup pada frekwensi tertentu.d) Pengukuran Frekuensi Untuk pengukuran frekwensi dari tegangan bolak-balik dapat diukur berdasarkan atas resonansi mekanik. maka penggunaan pada daerah pengukuran yang lebih lebar dipakai frekwensimeter dengan azas pengisian dan pengosongan kapasitor yang digerakkan dari sebuah relay. karena dengan adanya perkembangan yang sangat pesat dibidang elektronika pada dewasa ini. resonansi listrik. Frekwensimeter azas resonansi listrik dan perubahan reaktansi jarang dipergunakan sebab konstruksinya sangat sulit sehingga memerlukan pembiayaan yang mahal maka penggunaannya terbatas di laboratorium. Frekwensi meter yang mempunyai daerah pengukuran yang lebar dari dapat dihitung dengan pengisian dan pengosongan kapasitor. Perhatikan gambar 25.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 51 .FIS. Dengan mengatur panjang dawai sedemikian rupa sehingga perubahan arah gaya sama dengan nada dasar dawai. Voltmeter–Ampermeter untuk mengukur frekuensi Besarnya arus I = E 2 ? f C. sehingga f ? I E 2? C Dengan C diketahui. m: massa beban. Pengukuran frekuensi juga dapat dilakukan dengan cara mekanis. ? : massa persatuan panjang tali dawai. I dan E dari hasil penunjukkan. yaitu menggunakan sonometer. L: panjang dawai yang menimbulkan nada dasar. Jika dawai sonometer yang tegak lurus medan magnit ladam dialiri arus bolak-balik (AC) dawai akan mendapat gaya yang arahnya berganti-ganti vertikal ke atas dan ke bawah. g: percepatan gravitasi bumi. maka f dapat dicari. maka dawai akan bergetar dengan frekwensi: f ? dengan: 1 mg ( ) L ? f: nada dasar dawai = frekwensi arus AC. Modul.Pengukuran frekuensi juga dapat dilakukan dengan dengan menggunakan voltmeter dan ampermeter seperti gambar 26 berikut: V C E A C V = kondensator = voltmeter A E = ampermeter = tegangan Gambar 26. Perubahan arah gaya pada dawai sesuai dengan frekwensi atau perubahan arah arus bolak-balik tersebut.

Modul. resonansi listrik. ? Untuk menghemat energi listrik dapat dilakukan dengan dua cara yaitu efisiensi dan efektivitas. ? Dalam pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan voltmeter dan ampermeter. ? Wattmeter yang digunakan untuk mengukur daya arus bolak-balik kebanyakan menggunakan azas kerja elektrodinamis dan induksi. ? Energi listrik adalah besar daya yang terpakai oleh beban atau yang dikeluarkan oleh generator selama waktu tertentu. ? Untuk arus bolak-balik. namun ada juga yang menggunakan metode jembatan arus bolak-balik. ? Apabila di dalam kumparan yang dipasang pada suatu rangkaian listrik mempunyai koefisien induksi diri (L Henry) dilalui arus maka timbul ggl induksi diri dan menurut hukum Lenz. Hasil penunjukkannya dapat langsung dibaca dan merupakan hasil akhir. perubahan reaktansi dan pengisian pengosongan kapasitor. dan cara yang kedua adalah menggunakan wattmeter.FIS. ? Untuk pengukuran frekwensi dari tegangan bolak-balik dapat diukur berdasarkan atas resonansi mekanik. Rangkuman ? Daya listrik mengandung komponen tegangan dan arus yang besarnya berbanding lurus dengan hasil perkalian kedua komponen tersebut.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 52 . Untuk hambatan listrik yang konstan besar daya listrik sebanding dengan kuadrat tegangan ataupun kuadrat arus. Hasil pengukuran dengan alat ukur ini belum merupakan hasil akhir namun harus dihitung terlebih dahulu.c. Satuan energi adalah Watt jam. ? Besarnya kapasitas kondensator dapat diukur dengan sumber arus searah misalnya pada pengukuran kapasitas dengan galvanometer balistik dan jembatan arus searah. Daya ini disebut sebagai daya efektif atau daya yang terpakai. penghitungan daya listrik harus memperhatikan faktor kerja.

Jelaskan pengertian daya listrik dan energi listrik? 2. Daya listrik adalah energi listrik yang digunakan oleh komponen listrik per satuan waktu. Apakah yang dimaksud dengan reaktansi induktif pada induktor dan reaktansi kapasitif pada kapasitor dikaitkan dengan frekwensi? 6. Tes Formatif 1. 50 W dihubungkan dengan tegangan 220 V? 5. 4. cocokkan dengan angka yang tertera pada kWh meter yang dipasangkan di rumah anda! 2. Modul. d. Jelaskan teknik pengukuran frekwensi secara mekanis? f. Sedangkan energi listrik sendiri diartikan sebagai besar daya terpakai oleh beban atau yang dikeluarkan oleh generator selama waktu tertentu. Kunci Jawaban 1.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 53 . Bagaimana hubungan antara daya listrik terhadap energi listrik? 3. 50 W. e. Bagaimana jika lampu dengan harga 110 V. Pada sebuah lampu tertulis harga 110 V. Tugas 1. Rancanglah sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengukur daya listrik dari sebuah lampu dengan menggunakan ampermeter dan voltmeter.FIS. Jelaskan teknik pengukuran frekwensi dengan menggunakan ampermeter dan voltmeter? 7.? Pengukuran frekwensi dapat dilakukan secara mekanik dengan menggunakan sonometer. Hitunglah energi listrik yang digunakan oleh alat-alat elektronik dirumah anda dengan mencatat daya yang dimiliki dan rata-rata waktu pemakaian selama satu bulan. Jelaskan pengertian harga tersebut.

maka dawai akan bergetar dengan frekwensi: 8. Reaktansi induktif merupakan tahanan imajiner yang dimiliki oleh induktor yang dapat dinyatakan dalam persamaan XL = 2? f L. Reaktansi kapasitif berbanding terbalik dengan frekuensi. jika frekuensi semakin besar maka nilai tahanan tersebut juga semakin besar. Dengan mengatur panjang dawai sedemikian rupa sehingga perubahan arah gaya sama dengan nada dasar dawai. Penghitungan frekwensi dapat dilakukan dengan mengukur besarnya arus yang melalui sebuah kapasitor saat dihubungkan dengan sebuah sumber tegangan tertentu.2. maka lampu menggunakan daya sebesar 50 watt. maka frekwensi bisa dihitung. Dengan menggunakan hubungan I = E 2? f C. Jika dawai sonometer yang tegak lurus medan magnit ladam dialiri arus bolak-balik (AC) dawai akan mendapat gaya yang arahnya berganti-ganti vertikal ke atas dan ke bawah.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 54 . Jika lampu tersebut dihubungkan dengan tegangan 220 V. Jika lampu itu dihubungkan dengan tegangan 110 volt.t. 6. maka dayanya akan menjadi lebih besar yaitu 200 watt. 4. 3. Perubahan arah gaya pada dawai sesuai dengan frekwensi atau perubahan arah arus bolak-balik tersebut. Semakin besar daya yang dipakai maka energi yang digunakan semakin besar.FIS. Jika frekuensi semakin besar maka reaktansi kapasitif semakin kecil. 5. Hubungan antara energi listrik dan daya listrik adalah untuk menghitung besarnya energi listrik dapat diperoleh dari hasil kali daya yang digunakan dengan selang waktunya atau W = P. f ? 1 mg ( ) L ? Modul. 7. sedangkan reaktansi kapasitif adalah tahanan imajiner yang dimiliki oleh kapasitor yang dapat dinyatakan dalam persamaan XC = 1/(2? f C). Teknik pengukuran frekwensi secara mekanis dapat dilakukan dengan menggunakan sonometer.

Langkah kerja a.FIS. Lembar Kerja 1. b. Mengatur tahanan geser sehingga arus yang mengalir pada dawai cukup besar tetapi dawai tidak sampai panas. Ikuti langkah-langkah percobaan dengan benar. Merangkai alat-alat seperti gambar di bawah ini dan pastikan semua alat dan bahan sudah terangkai sempurna. Pakailah alas kaki yang terbuat dari karet saat melakukan kegiatan. Modul. d. Pastikan semua alat ukur dan bahan dalam kondisi baik. Hati-hati pada saat merangkaikan.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 55 . M A B SONOMETER A s Rtg b. Alat dan bahan ? ? ? ? ? ? ? ? Sonometer beserta dawai dan beban 1 set Mistar Magnet ladam Saklar Adaptor 6 Volt Neraca Kabel penghubung Tahanan geser 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 5 buah 1 buah 2.g. c. Keselamatan Kerja a. 3.

Mengukur massa persatuan panjang dawai (? ) yang digunakan yaitu dengan menimbang dan mengukur panjangnya. Menghitung frekwensi rata-rata berdasarkan hasil pengukuran tersebut.c. Modul. d. Mengulangi percobaan di atas untuk dua macam dawai. dan masing-masing minimal dengan 5 macam beban yang berbeda. f. e.FIS.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 56 . mengatur L sehingga dawai bergetar dengan nada dasarnya (pada setiap perubahan letak AB mengusahakan agar magnet terletak pada tengah-tengah AB). Dengan beban tertentu (m).

6.BAB III. TES TERTULIS Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas ! 1. dan jarum penunjuk berada pada skala 10 hitunglah nilai terukurnya? 4. jika skala maksimumnya 100. 10. Sebuah galvanometer dengan hambatan 50 ? mengalami simpangan maksimum jika dilalui arus sebesar 10. Jika galvanometer akan dibuat ampermeter yang mampu mengukur arus hingga 5 A. jelaskan pengertian dari prinsip tersebut! Galvanometer hanya mampu mengukur arus listrik yang kecil.0 mA. 7. jika untuk penerangan keluarga menggunakan lampu 100 W. Salah satu prinsip kerja alat ukur adalah elektrodinamis. 3. Solder listrik bertegangan 100 Volt memerlukan arus 1 ampere. 2. Berapa besar hambatan shunt yang diperlukan? 5. dapat dilakukan berdasarkan prinsip hukum Ohm.FIS. tentukanlah jumlah lampu maksimum yang dapat di pasang? 8. 220 V. EVALUASI A.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 57 . Jelaskan fungsi pemasangan tahanan pada voltmeter! Dalam pengukuran tahanan. sebutkan penggunaan lain dari galvanometer! Sebuah multimeter digunakan untuk mengukur tegangan dengan batas ukur 50 volt. jelaskan! Sebuah keluarga menyewa listrik PLN sebesar 500 W dengan tegangan 110 V. 9. dipakai selama ¼ jam. Berapa energi yang diperlukan selama ¼ jam tersebut? Jelaskan perbedaan reaktansi induktif dan kapasitif terhadap nilai frekuensi yang mempengaruhinya? Jelaskan salah satu cara pengukuran frekuensi! Modul.

Lakukan penghitungan nilai tahanan pada kedua lampu.B. 2.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 58 . Susunlah sebuah baterei dan dua lampu baterei hingga menyala. Tuliskan kesimpulanmu. Modul. Pasangkan voltmeter dan ampermeter pada rangkaian tersebut.FIS. Bandingkan jika nilai tahanan kedua lampu tersebut diukur langsung dengan Ohmmeter. TES PRAKTEK 1.

10. TES TERTULIS 1. 20 lampu 8. 9. Dengan menggunakan sonometer Modul. 3.1 ohm 5. pengukuran tahanan isolasi. 6. Untuk memperkecil arus yang mengalir dalam voltmeter saat digunakan untuk mengukur tegangan dalam suatu rangkaian.KUNCI JAWABAN A.FIS. 2.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 59 . Reaktansi induktif berbanding lurus sedang reaktansi kapasitif berbanding terbalik dengan frekwensi. 0. Hubungan jembatan. 5 Volt 4. mengetahui adanya arus induksi diri. Adanya gaya antara dua kawat berarus atau gaya antara dua kumparan yang dilalui arus. 90 kWh. arus induksi timbal balik pada kumparan. untuk mengetahui kapasitas sebuah kapasitor dsb. Berdasarkan prinsip bahwa R = V/I 7.

03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 60 . Sub Total Model Susunan ? Merangkai alat dan bahan sesuai dengan gambar Sub Total Proses (Sistematika dan Cara Kerja) ? Cara melakukan pengukuran ? Cara membaca skala ampermeter ? Cara membaca skala voltmeter ? Cara menuliskan hasil pengukuran ? Cara menganalisis data Sub Total Kualitas Hasil Kerja ? Rangkaian yang disusun sesuai ? Data-data yang diperoleh sesuai ? Kegiatan diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan Sub Total Sikap/Etos Kerja ? Tanggung jawab ? Ketelitian ? Inisiatif ? Kemandirian Sub Total Laporan ? Sistematika penyusunan laporan ? Ketepatan merumuskan simpulan Sub Total otal Skor maksimum (3) 2 3 5 5 5 7 7 7 7 7 Skor perolehan (4) Keterangan (5) : : : : I II III 35 5 20 10 IV 35 2 3 3 2 10 4 6 V VI 10 100 Modul. Induk Program keahlian Nama Jenis Pekerjaan PEDOMAN PENILAIAN No (1) Aspek Penilaian (20 Perencanaan ? Persiapan alat dan bahan ? Pengenalan terhadap alat ukur yang digunakan.LEMBAR PENILAIAN Nama Peserta No.FIS.

. .Alat dan bahan yang disiapkan tidak sesuai dengan kebutuhan. . .Mengenal semua alat ukur yang digunakan. .Menggunakan metode grafik .FIS. . .Kurang tepat. . .Pandangan tegak lurus dengan jarum penunjuk alat. II Model Susunan ? Merangkai alat dan bahan sesuai dengan gambar Proses (Sistematika dan Cara Kerja) ? Cara melakukan pengukuran .KRITERIA PENILAIAN No (1) Aspek Penilaian (2) Perencanaan ? Persiapan alat dan bahan Skor perolehan (3) . . Keterangan (4) 2 1 3 2 5 2 I ? Pengenalan terhadap alat ukur yang digunakan.Tidak sesuai dengan besaran yang diukur dan satuannya.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 61 .Tepat sesuai dengan ketentuan. .Pandangan tidak tegak lurus dengan skala penunjuk. .Jarak pandang dengan alat kurang pas.Pandangan tegak lurus dengan skala penunjuk.Alat dan bahan disiapkan sesuai dengan kebutuhan. . 7 3 7 3 7 4 7 3 7 5 ? Cara membaca skala ampermeter ? Cara membaca skala voltmeter III ? Cara menuliskan hasil pengukuran ? Cara menganalisis data Modul.Sesuai dengan besaran yang diukur dan stauannya.Hanya mengenal sebagian.Dihitung langsung tanpa grafik.Alat dan bahan yang dirangkai sesuai dengan petunjuk.Alat dan bahan yang dirangkai tidak sesuai dengan petunjuk.

.Menyelesaikan pekerjaan melebihi waktu yang ditentukan. . .Tidak rapi . .Banyak melakukan kesalahan kerja . .Sesuai dengan besaran yang diukur.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 62 .Laporan disusun tanpa sistematika. 5 2 20 5 IV ? Kegiatan diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan 8 10 2 Sikap/Etos Kerja ? Tanggung jawab .FIS.Simpulan tidak sesuai tujuan. .Kurang/tidak memiliki inisiatif.Baru bekerja setelah diperintah.Laporan disusun sesuai dengan sistematika.Bekerja tanpa banyak diperintah .Tidak banyak melakukan kesalahan kerja. 4 2 6 3 Modul. .Memiliki inisiatif dalam bekerja. .Merapikan kembali alat dan bahan yang telah digunakan.Simpulan sesuai dengan tujuan.Kualitas Hasil Kerja ? Rangkaian yang disusun sesuai ? Data-data yang diperoleh sesuai .Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. .Rapi dan mudah diamati .Tidak merapikan alat setelah melaksanakan kegiatan.Tidak sesuai dengan besaran yang diukur. 2 1 3 1 3 1 2 1 ? Ketelitian V ? Inisiatif ? Kemandirian Laporan ? Sistematika penyusunan laporan VI ? Ketepatan merumuskan simpulan .Menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. . . .

anda berhak mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah Anda pelajari. makan hasil yang berupa nilai dari guru/instruktur atau berupa portofolio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi tertentu dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.FIS.BAB IV. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Modul. Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 63 . Atau apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. Apabila anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi modul ini. Mintalah pada guru/instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu.

Zitzewitz. Halliday.. P. Terbitan kedua. 2000.. Fifth edition. Third Edition. R.Daftar Pustaka Djonoputro. New Jersey: Prentice Hall.03 Mengukur Besaran-besaran Listrik 64 .D.FIS. 1984. dan Buffa. Principles and Problems (Teacher Wraporound Edition). Resnick. A. Giancoli. J. M. Tim GLENCOE. PHYSICS (Fourth Edition). Upper Saddle River: Prentice Hall.D.C. 1997. D. terjemahan: Pantur Silaban dan Erwin Sucipto. Hibbard.. D.. Modul.. Kramer. New York: GLENCOE McGraw-Hill.. Davids. P.W.W. Hainen. Wilson. 1994.. 1997. B.. New York: GLENCOE McGraw-Hill. Tippens. Zitzewitz. Bandung: Penerbit ITB. Performance Assessment in The Science Classroom. C. Teori Ketidakpastian. M. J.O. 1999. 1995. D. Nelson.W.B. Kramer. USA GLENCOE McGraw-Hill. P. Alternate Assessment in The Science Classroom.. Jakarta: Erlangga. Jim. New York: GLENCOE McGraw-Hill.. Guitry.K. Laboratory Manual For PHYSISCS. N.. College PHYSICS. J. Nelson. PHYSICS. PHYSICS. 1995.E. C. N.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful