P. 1
bimbingan ramadhan

bimbingan ramadhan

|Views: 243|Likes:
Published by want_jannah

More info:

Published by: want_jannah on Aug 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2013

pdf

text

original

Judul Asli

:

tttihQfu Ahlil 1 man bi Durusi Syahri RomadhOn

Penulis:

Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan

Penerbit:

Darul Muslim, Riyadh

Cetakan III : 1417 H.l1997 M.

Edisi Terjemahan :

Bim6ingan Meram KemuCUum RomatClion

Penerjemah :

Mukhlish Zuhdy

Editor:

Effendy Abu Ahmad

Desainer Sampul :

Al-Farisi

layouter:

Nurul Bahri

Cetakan IV:

Juli 2008

Diterbitkan Oleh :

e' ALfi,t?u!,!!M

Jl. Pakis 38 Cemani Baru Po. Box 319 50(0, Telp./Fax(0271)7085234,720455 E-mail: alqowam@telkom.net Website: www.alqowamgroup.com

.-~------=,~">~~.II~~ __ ~_~---------------

\

iv

1)1~1)()M1lJ~ T)lANStIl1RASI

a = panjang

0. = u panjang

i = i panjang 6 = opanjang

it) Haro~atfi!t-bah pada huruf-huruf ini, ditulis deI}g~n 0, 'seperti ; khoiron, gholib, shohusoh, dhoro», qouii, thouJu, danseterusnya.

-------------------------------

v

Bersama publikasi ebook ini, kampungsunnah.org mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa tahun 1430 H, semoga amal ibadah kita mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah subhanahu wataala. Amiin

D'iftar lsi

Pedoman Transliterasi v

Daftar lsi vii

Mukadimah 1

Kapan Diwajibkan Puasa Romadhon? __ 3

Cara Menetapkan Masuknya Bulan Romadhon _ 8

1. Melihat Hilal 8

2. Menyempurnakan Bulan Sya'ban Menjadi 30 Hari_ll

Keutamaan-keutamaan Bulan Romadhon danApa yang Seyogianya Kita Lakukan untuk

Menyambutnya __ 15

Kesibukan di Bulan Romadhon 20

Permulaan Puasa dan Batas Akhirnya __ 25 Hukum Niat Berpuasa __ 30

Yang Wajib Menjalankan Puasa Romadhon_ 34 Yang Tidak Wajib Berpuasa dan Apa yang Hat-us Mereka Lakukan __ 38

1. Orang Sakit yang Berat Menjalankan Puasa __ 39

2. Musafir __ 39

3. Wanita Haidh dan Nifas __ 40

4. Orang yang Sakit Menahun __ 41

111 ..... ..... 1

~ -

5. Orang yang Sudah Lanjut Usia __ 42

6. Wanita Hamil dan Menyusui __ 42

Keutamaan-keutamaan Puasa __ 43 Faidah-faidah Puasa __ 49 Adab-adab Puasa __ 52

Hal-hal yang Dilarang dan Dimakruhkan bagi Orang yang Berpuasa __ 57

Hal-hal yang Dimakruhkan Bagi Orang yang Berpuasa __ 62

Hal-hal yang Merusak Puasa (1) __ 67

Jimak 68

Hal-hal yang Merusak Puasa (2) __ 71 Mengeluarkan Sperma __ 72

Makan dan Minum dengan Sengaja __ 72

Hal-hal yang Merusak Puasa (3) __ 75

Mengeluarkan Darah dari Orang yang Berpuasa __ 75 Muntah __ 77

Hukum yang Berhubungan dengan Qodho' Puasa (1) __ 80

Hukum yang Berhubungan dengan Qodho' Puasa (2) __ 85

Sholat Tarawih dan Hukum-hukumnya __ 90 Pelajari dan Bacalah Al-Quran __ 95

Zakat dan Hukum-hukumnya __ 101

Hal-hal yang Wajib Dizakati dan Berapa Besar Nishobnya __ 108

I __ ~~_~~~.~.~~~'_-=,~.~~--~~'~~-~"~:~~'~~-~~~'~

viii Btm6il19att Meraifi Kem:uliaan·Rottuu!fion .

1. Barang Tambang __ 108

2. Barang-barang Perdagangan __ 110

Hukum yang Berkenaan dengan Zakat __ U5 10 Hari Terakhir Bulan Romadhon __ 119 Masalah I'tikaf __ 124

Keutamaan Lailatul Qodar __ 129

Apa yang Disyariatkan di Akhir Bulan (1) __ 134 Apa yang Disyariatkan di Akhir Bulan (2) __ 139 Penjelasan Tentang Zakat Fitrah __ 142 Kewajiban Setelah Bulan Romadhon __ 147 Beberapa Peringatan Penting __ 154

J umlah Rokaat Sholat Tarawih __ 154

Tata Cara Sholat pada 10 Hari Terakhir __ 155

Jawaban Syaikb Abdul 'Aziz bin Baz tentang Sholat Tarawih, Qunut, dan Witir __ 166

Kewajiban Tumakninah dalam Sholat __ 166

Sholat Tarawih Dua-dua 168

Membacakan Seluruh Al-Quran Secara Berurutan dalam Sholat Tarawih __ 170

Disunahkannya Qunut Witir __ 171

Doa Khatam Al-Quran di dalam Sholat dan DiselainnyaAdalah Perbuatan Salaf dan Bukan Bid'ah __ 172

Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Baz Tentang Doa Khatam Al-Quran __ 175

Mukadima#i

// // .... ;1i, CJ

0ts"~i ::G-i ~~j 0t.:a::~ ~~ r~ o~t;J t_;::' (,$iJl ~ ~I

, "" '" "'..- "" "'",,/

;1i ,. 0...... /. Vo! '" ".r. , .... ....:: .... 0 ~

'r(Pj ~:; ~i ~ Q ~ r~lj o~lj 'i~~1

~ '" ".. '"

~j rl~1 ~~;.JI ~~ij ~T JPj

~~ egala puji bagi Alloh Ta'ala yang telah mensyariatkan puasa ~~llRomadhon bagi para hamba-Nya dan yang telah menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Sholawat dan salam semoga terlimpah atas Nabi kita Muhammad ~ sebagai manusia paling sempuma sholat dan puasanya, atas keluarga dan para sahabatnya yang baik dan mulia. Amma ba'du.

Inilah tulisan ringkas yang memberikan penjelasan tentang keutamaan-keutamaan bulan yang penuh berkah (bulan Romadhon) sekaligus sebagai pendorong semangat dan kesungguhan kita dalam beramal siang dan malam. Dalam tulisan ini terdapat petunjuk tentang sebagian hukum fiqih yang berhubungan dengan puasa dan qiyamullaiL

Tujuan tulisan ini adalah untuk mengingatkan diri saya pribadi dan saudara-saudara muslim dengan memohon kepada Alloh Ta' ala, semoga dengan kehadiran tulisan ini. Dia memberikan man-

--------------------- .... -----_...--

4 i'

1

faat kepada penulis dan kepada kaum muslimin yang mau membaca dan mendengarkannya. Dan semoga Alloh Ta'ala mengampuni kesalahan dan kekurangan saya di dalamnya.

Semoga sholawat dan salam terlimpah kepada Rosululloh ~, keluarga dan para sahabatnya.

Syaikh Sholih bin Fauzan AI-Fauzan

---Y~-~.~.~----~,-~~~~----------------

2 Biin6Jngan.Meraih'Kemufiaan.~

.. _'. ._.P~__ _~ ~_.' ~ ~. , X.'_,_ .. ;:-, "~_

Kapan Diwaji6kan Puasa Romadlion?

.... 0 ,,0 ~ ,.. 0 ~ \ 0

'iU\'1 ~ v:,D1 ~ rt;dl l? <:~L;JI ~~ Ail ~I

,.. ,;" .... ....;'.... ",,'"

rjl~j 'rL:oj ~ ;; :;.:. ,~ ¢ ~ r~lj ~~Ij

'" ...

r"_; J~ ~ ($~I ~j ~~fj ~T ~j 'rl~: . Mlj;;J1 ~ ~j ,J~I

Alloh Ta'ala berfirman :

"Hoi orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebeJum kamu agar kamu bertakwa." (AI-Baqoroh [2] : 183)

Pada ayat ini dan ayat-ayat setelahnya, Alloh Ta'ala menjelaskan bahwasanya Dia mewajibkan puasa Romadhon atas umat ini sebagaimana telah mewajibkannya atas umat-umat

._----------------------------

-~ ~~. .,,~ .~. -. ~~~.

Kaptl#pi~aji6kanPllas~.Romadlion 3

"'<.~

sebelum mereka. Kalimat kutiba bermakna furidho yang artinya diwajibkan. Jadi, puasa Romadhon hukumnya wajib atas umat ini dan umat-umat sebelumnya.

Sebagian ulama menyebutkan tafsir ayat ini, bahwa ibadah puasa diwajibkan kepada para nabi dan umat-umat mereka sejak Nabi Adam sampai akhir zaman. Alloh menyebutkan hal itu, karena sesuatu yang berat apabila dilakukan bersama-sama akan menjadi mudah dan ringan dalam menjalankannya.

Dengan demikian, puasa Romadhon diwajibkan terhadap semua umat walaupun cara dan waktunya berbeda. Sa'id bin Jubair a"J- berkata, "Dahulu puasanya orang-orang sebe/um kami dimulai sejak kegelapan malam sampai malam berikutnya sebagaimana puasa pada permuloan Islam. "

Hasan ;j)£ berkata, "Dahulu puasa Romadhon diwajibkan atas orang-orang Yahudi, akan tetapi mereka meninggalkan dan menggantinya dengan puasa sehari dalam setahun. Mereka menyangka bahwa hari itu adalah hari tenggelamnya Fir'aun dan mereka berdusta dalam hal itu. Karena hari (mereka berpuasa itu) adalah hari Asyuro. J) Puasa Romadhon juga diwajibkan atas orang-orang Nasrani, akan tetapi setelah sekian lama berpuasa, panas yang luar biasa menimpa mereka sehingga mereka merasa berat ketika melakukan safar dan bekerja. Lalu para ulama dan pemimpin mereka sepakat menjadikan puasa mereka dalam setahun itu pada suatu musim antara musim dingin dan musim panas. Kemudian mereka menetapkannya pada bulan Robi' dan mereka berusaha menetapkannya pada musim yang tidak berubah-

1. Yakni puasanva tidak bisa rnenggantikan puasa bulan Romadhon.

-~---~--------------------------

4

Bim6ingan Meraili Kemufiaan R.ontad1J.On

ubah, Ketika mencari waktu tersebut, mereka berkata, 'Tambahlah 10 hari di dalamnya!' Hal itu sebagai kafarot terhadap apa yang mereka perbuat, sehingga puasanya menjadi 40 hari."

Alloh Ta'ala berfirman, "Lo'ollokum tattaqun" yakni agar kalian bertakwa dengan sebab -menjalankan- puasa itu. Maka, puasa bisa menyebabkan takwa karena di dalamnya ada redaman nafsu dan pengendalian syahwat.

Alloh Ta'ala berfirman, '1I.yyaman ma'dudat" (Hari-hari yang terhitung). Ada yang mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah hari-hari selain bulan Romadhon yang berjumlah 3 hari, dan yang lain mengatakan bahwa itu adalah hari-hari pada bulan Romadhon, karena pada ayat setelahnya dijelaskan syahru Romadhona.

Mereka berkata bahwa pada permulaan Islam, kaum muslimin diberi kebebasan untuk memilih antara puasa dan fidyah, berdasar firman Alloh Ta'ala :

" .. .Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya. Dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu jiko kamu mengetahui." (AI-Baqoroh [2] : 184)

Kemudian hukum itu dinasakh (dihapus) dengan kewajiban puasa bagi setiap individu, berdasar firman Alloh Ta' ala :

------- ..... ---------_ ..... ----------

,. .. . .. - .. '" .

5

" ... Maka barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah. .. " (AI-Baqoroh [2] : 185)

Hikmah semua itu adalah untuk meletakkan syariat secara bertahap dan sebagai bentuk kasih sayang Alloh terhadap umat ini. Karena sebelum mereka terbiasa menjalankan puasa, diwajibkannya amalan ini akan memberatkan mereka. Karena itu. pada mulanya mereka disuruh memilih antara puasa dan fidyah. Setelah keyakinan mereka kuat, jiwa mereka mantap, dan mereka telah terbiasa berpuasa, barulah puasa diwajibkan atas mereka. Ini menjadi contoh terhadap masalah-masalah Islam yang berat, yakni menetapkan syariat secara bertahap. Akan tetapi, pendapat yang paling shohih adalah bahwa penasakhan ayat itu khusus bagi mereka yang mampu menjalankan puasa. Adapun bagi mereka yang tidak mampu menjalankannya karena sudah sangat tua, atau sakit yang tidak ada harapan sernbuh, maka ayat itu tidaklah mansukh (dihapus). Mereka boleh tidak berpuasa dan tidak wajib mengqodho', tetapi harus memberi makan seorang miskin setiap hari.

Adapun selain mereka wajib berpuasa. Barangsiapa yang tidak berpuasa karena sakit yang diharapkan kesembuhannya atau safar, maka dia wajib mengqodho', berdasar firman A1loh Ta'ala :

" ... Maka barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajib-

'------------------~~----~----~-

6 Bim6ifl9an Meraih KcmuCia.an ROmadfum.

,. ~»'>. "", __ ,.j-.h -" _o: :'" _',_ ~.">'f~ j." ~ <~" 'C_,

lah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain ... " (AI-Baqoroh [2] : 185)

Puasa Romadhon diwajibkan mulai tahun ke-2 setelah hijrah dan Rosuiulloh ~ berpuasa Romadhon sebanyak 9 kali. Sehingga, puasa beliau ini menjadi suatu perintah dan salah satu rukun Islam. Barangsiapa mengingkari kewajiban puasa Romadhon, maka dia kafir. Dan barangsiapa membatalkan puasa tanpa udzur yang syar'i dan dia mengingkari kewajiban puasa tersebut, maka dia telah melakukan dosa besar. Dia harus didera, dihardik dan bertaubat kepada Alloh serta mengqodho' puasanya."

2)

Kalau pUd~dnyd itu batal karena jimak di siang hari bulan Romadhon. maka selain mengqodho' ia harus melakukan kafaroh. yang dk.1II kll.1 jelaskan pdcld bao-bab di belakang. insya Allah.

Cara Menetaplian MasulUrya BuCan RDmadhon

Alloh Ta'ala berfirman :

" ... Barangsiapa di antara kalian yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah. .. " (AI-Baqoroh [2] : 185)

Dalam ayat ini Alloh Ta'ala telah mewajibkan puasa Romadhon terhadap semua hamba-Nya dari awal hingga akhir bulan. Awal bulan bisa diketahui dengan 2 cara :

1. Melihat HHal

Berdasar had its yang diriwayatkan oleh Bukhori, Muslim dan lainnya dari Ibnu Umar q)'J:;. bahwasanya Nabi ~ bersabda :

.... ,. D / 0 /_~ ...-

~ 0~ ,I)~t ~~i~ \~(, d;~ J~\;~ oJ \~I

/ / / / j.

"Apabila kalian melihat hilal (bulan Romadhon), maka berpuasalah, dan apabila kalian me/ihatnya (pada bulan Syawal) maka berbukoloh. Apabila kalian tertutup awan dalam melihat hilal, maka sempurnakanlah (bulan Sya'ban menjadi 30 hari}."

Imam Ahmad dan Nasai meriwayatkan dari Ibnu Umar rjiJ:;

dari Rosululloh ~ yang bersabda :

J.o 0 ... .,.. / '" 0 0,. ./

o J) ~ I)~b a1 ':1) J~I I)} ..?- I;;a; ':1

"Janganlah kalian berpuasa sampai kalian me/ihat hilal (bulan Romadhon ); dan janganlah kalian berbuka sampai kalian melihatnya (bulan Syawal}."

Imam Thobroni meriwayatkan dari Tholq bin Ali $.:

"Sesungguhnya Alloh Ta'ola menjadikan hilal ini sebagai penunjuk waktu. Apabila kalian melihatnya (pada bulan Romedhon) maka berpuasalah, dan opobila kalian melihatnya (pada bulan Syawal), maka berbukalah."

Hakim telah meriwayatkan dari Ibnu Umar ¢J:; :

"Allah Ta'ala menjadikan Hilal itu sebagai penunjuk waktu bagi manusia, maka berpuasalah jika kalian melihatnya (di bulan Romadhon) dan berbukalah jika kalian melihatnya (di bulan Syawal). "

Pada hadits-hadits mulia di atas terdapat penjelasan bahwa kewajiban berpuasa Romadhon dikaitkan dengan melihat hilal dan dilarang menja!ankannya tanpa melihat Hila!. Sesungguhnya Alloh menjadikan Hila! itu sebagai penunjuk waktu bagi manusia. Dengan Hila! itu manusia bisa mengetahui waktu-waktu ibadah dan muamalahnya. sebagaimana firman-Nya :

"Mereka bertanya kepadamu tentang Hila! (bulan Sobit). Katakanlah : Bulan Sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (ibadah) Haji." (AI-Baqoroh [2] : 189)

Ini adalah rahmat dan kemurahan Allah Taala terhadap hamba-Nya. yang mana Dia mengaitkan kewajiban menjalankan puasa dengan perintah yang jelas dan tanda-tanda yang gamblang yang bisa dilihat dengan mata kepala mereka. Dalam melihat Hilal tersebut tidak disyaratkan harus semua orang. tetapi apabila sebagian mereka walaupun hanya seorang diri saja telah melihatnya. maka semua orang wajib menjalankan puasa.

Jabir_i;c/ berkata :

~ 1--:: ' -- "... / -'" /

~ ~1 Jw -j~) J)'~

'------------------------

10 Bimbi119an MeraUt Kemufiaan RomaJhon --- -- --

"" ,\" '" /. ,p ;! "..""." ,. ...

,~ : Ju ~Alll J~.J 1~ ':'1 ~'+··7i : ju ,~ :ju

.... 0/"... o'/J"'.J. ......... /

1~ I;;a;. 01 ,!,8! J 0':'\ J~ 4 : Ju

"Seorang Arab Badui mendatanqi Nabi ~, dia berkata : 'Sungguh saya telah me/ihat Hilal', yakni Hilal Romadhon. Nobi bertanya, 'Apakah kamu bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang haq selain Alloh?' la menjawab, 'Ya', Nobi bertanya, 'Apakah kamu bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh ?' la menjawab, 'Ya' Beliau bersabda, 'Wahai Bilal, beritahukanlah kepada manusia agar besuk mereka berpuasa!''' (HR. Abu Dawud)

Diriwayatkan pula dari Ibnu Umar ~..;§io yang berkata :

// wJ/ \...- ,/ ,. -,,..-..- '" .,'.... ...-

'~\.J JI ~ All! J) , oJ.J u~t; ,j")4-\l JGI (.$~I)

~(f1 ~G! ;f~ ~c.a.;

"Hilol telah terlihat o/eh manusia, maka aku memberitahukannya kepada Rosululloh ~, saya juga telah me/ihatnya, lalu Rosululloh berpuasa dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa."

2. Menyempurnakan Bulan Sya'ban Menjadi 30 Hari

Apabila Hila! bulan Romadhon tidak terlihat, maka cara untuk menetapkannya adalah dengan menyempurnakan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Rosululloh ~ bersabda :

--------------------------------

- -

~a ~kan:~ Bulan RonuUthon 11

"Apabila kalian tertutup dalam melihat Hilol maka sempurnakanlah (bulan sya'ban menjadi 30 hari}." (Muttafaqun <alaih)

Makna Ghumma 'alaikum adalah apabila Hilal itu tertutup oleh suatu keadaan sehingga tidak bisa dilihat pada malam 30 bulan Sya'ban, baik itu karena mendung atau debu, maka sempumakanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Hal itu sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Rosululloh ~ dalam hadits lain :

./ ~./ 0 Jl.:J // _, /" /. J. 0 '"

'. '~ ;;~\ 'J.Sl; :.__~ ~ . JIj

J.::_ _ J/ \ - r->- ~

"Apabila kalian tertutup dalam melihat Hilal, maka sempurnakanlah (bulan Sya'ban) menjadi 30 hari." (Muttafaqun <alaih)

Makna hadits ini adalah adanya larangan berpuasa pad a hari yang meragukan. Amar bin Yasir 4;'· berkata, "Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang diragukan, maka dia telah bermaksiat kepada Abal Qosim ~."

Yang menjadi kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan yang berasal dari Alloh dan Rosul-Nya, baik dalam ibadah puasa ataupun ibadah-ibadah Iainnya.

A1loh dan Rosul-Nya telah membatasi cara mengetahui masuknya bulan Romadhon dengan dua cara di atas, Keduanya bisa diketahui oleh ahlu maksiat dan muta'allim, yakni melihat Hilal atau menyempumakan bulan Sya'ban menjadi 30 hari, Barangsiapa menyangka ada yang bisa digunakan untuk mengetahui masuknya bulan Romadhon selain cara yang telah dijelaskan oleh Alloh dan Rosul-Nya, maka dia telah bermaksiat kepada Alloh dan

-------7---~~--~~--------------·

12 'Bim6h.gan M~aUi K~~n Roffuu!IU;; '. . t' .

E_ ~ '" "" '" " '., • -

Rosul-Nya.3) Seperti orang yang mengatakan wajibnya menggunakan Hisob untuk mengetahui masuknya bulan Romadhon. Padahal di dalam Hisob terdapat peluang terjadinya kesalahan dan perkaranya sangat rumit yang tidak bisa diketahui oleh setiap orang. 4) Cara seperti ini akan memperberat dan mempersulit umat. Alloh Ta' ala telah berfirman :

c. , /'

// tJJ J ~ C~I""'_ /-// //

iS~,~ ... ~.r~'I-~1 J~.}t-:- \..4) ...

"Dan Alloh tidak menjadikan di dalam agama ini kesu/itan bagi kalian." ( AI-Hajj [22] : 78)

3. Dan telah menambah syariat Alloh dan Rosul-Nya. Dia telah membuat perkara-perkara baru dalam agama yang tidak ada asalnya (dan setiap bid'ah adalah sesat).

4. Syaikhul Islam Ibnu T aimiyyah berkata, "Sesungguhnya saya telah rnelihat manusia pada bulan puasa dan lainnya, di antara mereka ada yang cenderung kepada pendapatnya sebagian orang-orang bodoh dari Ahli Hisab (yang mengatakan), 'Hilal telah terlihat' atau 'Hilal belum terlihat'. Dia rnengatakan itu berdasarkan sesuatu yang ada di batinnya atau dengan sesuatu yang ada di batin dan zhohirnya_ Sampai saya mendengar ada salah seorang Qodhi (hakirn) yang menolak persaksian seiurnlah orang yang adil hanya karena ucapan seorang Ahli Hisab yang bodoh dan pendusta yang rnengatakan bahwa dia telah melihat hilal atau belum rnelihatnya.

Dengan perbuatan ini did rnenjadi orang yang mendustakan al haq ketika datang kepdddIlYd."Sampai ucapan beliau : "Kita mengetahui dengan pasti dalarn agarna 1~lam bahw.rs.mnva melihat hildl bulan Ramadhan atau haji atau 'iddah atau ila' atau hukurn-hukum lainnva berhubungan dengan hilal, dari ~e()r,\ilg Ahh Hivah yang (mengatakan) bahwa dia telah melihatnYd at.iu lx-lum mr-irh.itnva adalah ndak boleh, Dalarn hal ini, nashIld~h vang lwrd~dl d,H' 11.Jbi -: sangat banyak, kaurn muslimin telah ,('pdkdt untuk tid d. ,1'1.- ,"i·.'dddil eli dulamnva, b.iik pada masa dahulu n1dllpUil ,PK,ll ", \',

Cam Mcadapftfut Masuknya Bufan Ro~n 13

Karenanya, menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mencukupkan dirinya dengan sesuatu yang telah disyariatkan Aloh dan Rosul-Nya, sebagaimana kewajiban terhadap perkara-perkara selain Hila!.

Keutamaan-keutamaan Bufan Romadhon tfanApa yang Seyo9ianya Kita Lakuhan llntuk Menyam6utnya

~~ ~lloh Ta'ala telah mengistimewakan bulan Romadhon atas ~ ~ ~ bulan-bulan lainnya dengan keutamaan-keutamaan besar. Dia telah mengistimewakan bulan ini dengan keistimewaan yang banyak sekali. Alloh Ta'ala berfirman :

'" J.,.. _,

~.;..:. 1/. :/1) ~L:JJ l5~ 0\; ~\ ~ J}\ Cs.J10~) A-=-"

u/ / '-' / // /

,/ -'" .... ..-

~ ., /", ;:." ~

0b~) ~:J~G *':J'~~ ¥ ~~G_;lII)~:lgJ\

"Bulan Romadhon yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan me-

- ~~-~-~"~~..--.~,,~ ...... ----~,:-- I

KcUtamaan-lieu:ta.nutan Bufan RmtuufIUm... 15

<,<, .. - ... ,,~

ngenai petunjuk itu dan pembeda (antara haq dan batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari lain ... " (AI-Baqoroh [2] : 185)

Pada ayat ini Alloh Ta'ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Romadhon yang besar, yaitu :

Pertama. diturunkannya AI-Quran pada bulan itu sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan kepada cahaya. Dia memperlihatkan haq dari batil dengan kitab Al-Quran yang agung yang di dalamnya terkumpul semua kebaikan, keuntungan dan kebahagiaan bagi manusia di dunia dan akhirat.

Kedua, kewajiban puasa pada umat Muhammad, yang mana Alloh Ta'ala telah memerintahkan hal itu dalam firman-Nya (yang artinya), "Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggaln ya) di bulan itu, maka berpuasalah." (AI-Baqoroh [2] : 185)

Puasa Romadhon merupakan salah satu rukun Islam dan yang diwajibkan Alloh yang telah maklum dalam agama serta merupakan ijmaknya kaum muslimin. Barangsiapa yang mengingkarinya, maka ia kafir. Dan barangsiapa yang hadir -di negeri tempat tinggalnya-, sedangkan ia dalam keadaan sehat, maka ia wajib berpuasa pada bulan itu sebagaimana Firman Alloh di atas.

Jadi jelas, kita tidak bisa lari dari kewajiban berpuasa pada bulan tersebut, baik pada waktunya -di bulan Romadhon- atau -di bulan lain- dengan qodho', kecuali orang yang sudah sangat

16 Bim6ingan Meram Kemufiaan Romadfion

tua dan menderita sakit yang terus-menerus yang tidak mampu berpuasa, baik pada waktunya ataupun dengan qodho'. Bagi keduanya ada hukum lain yang akan kita jelaskan pada bab-bab bagian belakang, insya Alloh.

Di antara keutamaan-keutamaan bulan ini adalah apa yang telah dijelaskan oleh Nabi ~ dalam hadits-hadits shohih seperti di shahihain dari Abu Huroiroh ~i-_" bahwasanya Nabi bersabda:

"Apabila Romadhon datang, pintu-pintu surga dibuka, pintupintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu."

Hadits ini menunjukkan beberapa keistimewaan besar bulan ini, yaitu :

Pertama, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka. Karena pada bulan tersebut, banyak amal sholih yang disyariatkan dan amalan yang bisa menyebabkan masuk surga, sebagaimana Firman Alloh Ta'ala :

"Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan ... " (An-Nahl [16] : 32)

Kedua, pintu-pintu neraka ditutup. Hal itu karena sedikitnya perbuatan maksiat yang bisa menyebabkan pelakunya masuk neraka. Alloh Ta'ala berfirman :

Keularrtaa-n-keutamaan Bufan Romadhott... 17

"Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya." (An-Nazi'at [79] : 37-39)

Alloh Ta'ala berfirman :

" .. Dan barangsiapa yang mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal selama-lamanya di dalamnya." (AI-Jin [72] : 23)

Ketiga. setan dibelenggu pada bulan itu, sehingga mereka tidak bisa membujuk atau menghasut kaum muslim in untuk melakukan maksiat dan tidak bisa memalingkan mereka dari amal sholih seperti pada bulan lain. Menolak tipu daya setan pada bulan ini adalah dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk. Sesungguhnya itu adalah rahmat dari Alloh Ta' ala bagi kaum muslimin, yaitu untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar melakukan kebaikan-kebaikan dan menghapus kesalahankesalahan.

Oi antara keutamaannya adalah bahwasanya kebaikan-kebaikan pada bulan penuh berkah ini dilipatgandakan pahalanya. Pahala amalan nafilah menyamai pahala fardhu, dan yang pahala fardhu dilipatgandakan menjadi 70 kali. Barangsiapa yang mem-

--------------------------------

...... "18-~'~B~§~n:MeriiUf~';Ro~:'-'" ,---;-~

beri buka orang yang berpuasa dosanya diampuni, keluarganya dibebaskan dari neraka, dan baginya pahala seperti yang di peroleh orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

Semua kebaikan. barokah, dan karunia ini halal bagi kaum muslimin, sebagaimana halalnya bulan yang penuh berkah ini. Maka, seyogianya seorang muslim menyambut bulan ini dengan bahagia dan suka cita. Hendaknya ia memuji Alloh Ta'ala karena telah mempertemukan dengan bulan ini. Juga, meminta pertolongan-Nya agar bisa menjalankan puasa dan amal-amal sholih pada bulan tersebut. Sesungguhnya ini adalah bulan besar, musim yang mulia, dan suatu karunia yang penuh berkah bagi umat Islam,

~ 0 _, ~ 0

,~.~

." L"-

Keutamaan-lieutamaan Butan ROffllhffi"u... 19

Keswukan .11 Bufan Ronuuflion

.,...... J.,." ...... / ""',/ '" \ 0

LJ~ 0 /~ • °.1'. ~ 1"':-, ~~ ,~GI ~ I~ ~ J.:.;..._j,

J ~ Y ~ ~ u-- / ~J /'/' ~

/' ')....-,/ ,. '" _,/

r~\~ ~~I~ ,;fl ~~ JI ~~I J~~I .» ~ ~~

/' - /'

~~f~ ~T ~~ ,ul;;..51 J1 ~L J~f ~LS-- ~ ¢ ~

.... ,; /~/ '"

~~ aya wasiatkan kepada kalian dan kepada saya pribadi agar ~21bertakwa kepada Allah Ta'ala pada bulan ini dan pada bulanbulan lainnya. Akan tetapi, bulan ini memiliki keistimewaan yang telah dikhususkan Alloh baginya. Bulan Romadhon adalah musimnya segala kebaikan. Sesungguhnya Nabi ~ berdoa kepada Alloh agar bisa menjumpai bulan Romadhon. Apabila memasuki bulan Rojab, beliau berdoa :

JG) I;r;~ J0~ ~~ ~ 8 !J)t; ~,

'" -

"Ya Alloh, berkahilah kami di bulan Rojab dan Sya 'ban dan pertemukonlal: kami dengan Romadhon."

-------------~------------~------

. -~ _. . .... ... •.... ~

20 Bim6i11:9un. Meruifi Kcmufiaan RonuuffWn

Beliau member; kabar gembira kepada para sahabatnya dengan kedatangan Romadhon, beliau juga menerangkan keistimewaan-keistimewaannya kepada mereka. Beliau berkata :

"Wahai manusia, kalian telah dinaungi o/eh bulan besar yang penuh berkah:"

Beliau mendorong mereka agar bersungguh-sungguh dalam melakukan berbagai amal sholih, baik yang fardhu maupun yang nafi/ah seperti; sholat, shodaqoh, loyal terhadap perbuatan yang makruf dan baik, sabar dalam menaati Alloh, menghidupkan siangnya dengan berpuasa dan malamnya dengan qiyamul fail, serta waktu-waktunya digunakan untuk membaca AI-Quran dan dzikir kepada Alloh.

Janganlah menyia-nyiakannya dengan kelalaian dan keberpalingan seperti keadaan orang-orang celaka yang melupakan Alloh, sehingga Alloh melupakan diri mereka sendiri. Romadhon terus berjaIan sementara mereka tidak bisa mengambil faidah darinya dan mereka tidak mengetahui kehormatannya. Mereka tidak menganggap Romadhon sebagai bulan yang sangat berharga.

Banyak orang yang tidak mengetahui bulan ini kecuali sekadar bulan yang digunakan untuk mengkoleksi berbagai macam makanan dan minuman sehingga mereka berlebih-Iebihan dalam mengkonsumsinya. Mereka banyak membeli berbagai macam kebutuhan, baik berupa makanan maupun minuman. Padahal telah maklurn bahwa terIaIu banyak makan dan minum akan menyebabkan kemalasan dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh. Seharusnya setiap muslim sederhana dalam mengkonsumsi makanan

Kcswuhan di Bufan Ronuufholl 21

dan minuman sehingga mereka akan bersemangat dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh Ta'ala.

Ada orang yang tidak mengetahui bulan Romadhon selain sebagai bulan yang siang harinya digunakan untuk tidur sementara malamnya digunakan mengobrolkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya at au malah ada madhorotnya. Sebagian besar waktu malam atau -mungkin- semalam suntuk dia gunakan untuk ngobrol, kemudian siang harinya dia gunakan untuk tidur, sampaisampai dia tidak menjalankan sholat fardhu secara jamaah dan tepat waktu. Segolongan manusia lainnya duduk mengelilingi meja makan (sibuk berbuka) dan meninggalkan sholat Maghrib berjamaah.

Orang-orang semacam ini tidak mengenal betapa berharganya bulan Romadhon. Pada bulan terse but mereka tidak pandaipandai membawa diri sehingga merusak kehormatan Romadhon dengan mengobrolkan yang diharamkan, meninggalkan hal-hal yang diwajibkan, dan melakukan hal-hal yang dilarang.

Pada sisi lain, ada sebagian orang yang tidak mengetahui bulan ini kecuali sekadar bulan yang digunakan untuk berdagang, menawarkan barang dagangan dan mencari materi keduniaan yang fana. Mereka bersemangat melakukan jual-beli. Mereka senantiasa berada di pasar-pasar dan meninggalkan masjid-masjid Alloh. Kalaupun pergi ke masjid, mereka akan pergi dengan tergesa-gesa dan dada mereka terasa sempit. Mereka tidak merasakan ketenangan di dalam masjid karena hati mereka di pasar.

Sebagian lain ada yang tidak mengetahui bulan ini kecuali sebagai bulan yang digunakan untuk meminta harta orang lain, baik itu di masjid-masjid Alloh maupun di jalan-jalan. Mereka

.. _------------------------------

22 Bim6il19an Mcraifi KemuCiaan RonuuffUm

menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain hanya untuk mengumpulkan harta dengan jalan meminta-minta. Dia memperlihatkan diri sebagai manusia yang mendapat musibah padahal sebenarnya tidak demikian. Dia mengingkari nikmat yang telah diberikan Alloh Ta'ala kepadanya, yaitu nikmat kaya dan sehat. Dia mengambil harta orang lain yang bukan haknya. Dia menyia-nyiakan waktunya yang sangat berharga dengan sesuatu yang sangat berbahaya baginya. Orang-orang semacam ini tidak mengenal ke-

istimewaan-keistimewaan bulan Romadhon.

Wahai hamba Alloh, kesungguhan Nabi ~ dalam beribadah kepada Alloh pada bulan ini melebihi pada bulan-bulan lain, walaupun setiap saat beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah. Pada bulan ini. beliau mengurangi kesibukan yang sebenarnya juga merupakan ibadah. Beliau mengurangi amal yang utama untuk melakukan yang lebih utama. Perbuatan beliau ini dicontoh oleh Salafush Sholih. Mereka mengistimewakan bulan ini dengan menambah kepedulian terhadapnya, meluangkan waktu untuk beramal sholih, menghidupkan malamnya dengan sholat tahajjud (Tarawihl dan siangnya mereka gunakan berpuasa, dzikir, serta membaca AI-Quran. Mereka memakmurkan masjid-masjid Alloh dengan amalan-amalan tersebut.

Bandingkanlah keadaan mereka dengan kita, dan sejauh mana perasaan kita terhadap bulan ini. Perlu diketahui, sebagaimana pahala kebaikan-kebaikan pada bulan ini dilipatgandakan, maka balasan dan siksa kejelekan yang dilakukan pada bulan ini juga akan dilipatgandakan. Maka, hendaknya kita bertakwa kepada Alloh Ta' ala dan kita menghormati batasan-batasannya.

Alloh Ta'ala berfirman :

" ... Barangsiapa yang mengagungkan cpa-cpa yang terhormat di sisi Alloh, maka hal itu lebih baik baginya di sisi (Robbnya) ... " (AI-Hajj [22] : 30)

~ /' ,.,. /'

~_,~) ~T)

Permll(aan Puasa dan Batas Akliimya

l~-Q ~ 6' I~ i~;CJ\'" ~~\'. <;jQ\ ~~ .1 J.:.;.._j\

~..I ~ •• : ~ J..J ->

~ci ~~i ~~~\

"

Alloh Ta'ala berfirman :

'7 a::e J. J. .... ...-

~ '_ 0 G Iy"t!\) ~)~ pG r--V ~) r--<# ,.,.A~J

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari di bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu. mereka pakaian bagi kamu dan kamu pun pakaian bag; mereka. Alloh mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu. karena itu Alloh

- ""..,...~~~----------,~- ...... -~---- ..... --------

PcnnufaanPuasa daft Batas Akhin,y" 25

mengampuni dan memaafkan kamu. Maka sekarang camp urilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Alloh untukmu, dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu Fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam ... " (AI-Baqoroh [2] : 187)

Pada ayat ini Alloh telah menetapkan waktu permulaan dan akhir puasa dengan batasan jelas yang bisa diketahui setiap orang. Dia menetapkan waktu permulaannya dengan terbitnya fajar kedua dan waktu akhirnya dengan tenggelamnya matahari. Hal itu sebagaimana Dia telah membatasi permulaan puasa Romadhon dengan batasan jelas yang bisa diketahui oleh setiap orang, yaitu dengan melihat Hilal atau menyempurnakan bulan Sya'ban 30 hari. Demikianlah agama kita, agama yang mudah dan tidak rumit. Alloh Ta'ala berfirman :

" .. .Dan Alloh tidak menjadikan kesulitan kepada kalian dalam agama ... " (AI-Hajj [22] : 78),

maka segala puji dan karunia hagi Allah Ta'ala.

Ini merupakan keringanan yang berasal dari Alloh terhadap hamba-Nya, yang mana puasa pad a masa waktu sebelumnya lebih lama. Imam Bukhori telah meriwayatkan dari Bard ,"1':,->, ia berkata, "Dahulu para sahabat Muhammad ~, apabila salah seorang dari mereka berpuasa lalu ketika waktu berbuka tiba ia tertidur sebelum berbuka, maka ia tidak makan pada malam dan siangnya sampai sore hari lagi.

Adalah Qois bin Shormah AI-Anshori berpuasa. Dalam suatu \ iwayat, ia bekerja di kebun kurma pada siang hari sementara ia I » -rpuasa. Ketika tiba waktu berbuka, ia menemui istrinya dan ber-

I. mya, "Apakah kamu mempunyai makanan?" Istrinya menjawab,

lidak, tapi saya akan mencarikannya untukmu." Hari itu ia bel.crja berat sehingga kedua matanya tertidur karena capek, lalu !'.lrinya datang. Melihat suaminya itu. ia berkata, "Sia-sia, tidurkah Llmu?"S) Ketika menjelang tengah hari ia jatuh pingsan, lalu I .eristiwa itu diberitahukan kepada nabi dan turunlah ayat (yang .irtinya), 'Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur ./engan istri-istri kamu .. .' (AI-Baqoroh [2] : 187). Sehingga para <ahabat menjadi sangat gembira. Kemudian turun ayat (yang artiIlya), ' .. .Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih .lari benang hitam, yaitu Fajar. .. ' (AI-Baqoroh [2] : 187)."

Dalam riwayat Bukhori, dari Bard <'l&, yang berkata, "Ketika I nulai puasa Romadhon, mereka -para sahabat- tidak mendekati .stri mereka sebulan penuh. Sementara para laki-Iaki tidak mampu mcnahar: nafsunya. Lalu Alloh menurunkan ayat (yang artinya), Alloh mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsutllU, karena itu Alloh mengampuni dan memaafkan kamu."· (AI-

Baqoroh [2] : 187)

Artinya. kalian tidak mampu menahan diri untuk berjimak pada malam hari. ("Maka Alloh mengampuni kamu.") yakni menerima taubatmu terhadap apa yang telah terjadi, ("Dan memaafkan kamu.") Dia tidak menghukum kamu dan memperbolehkan wanita, makanan, dan minuman bagi kamu sejak tenggelamnya ruatahari sampai terbitnya fajar kedua. Pada waktu itu oranq \/,lI1g

'). Karena ia memasuki puasa pad a hari kedua sementard di.r 1,,·111111 111 . .1,"11.

.. _- .... ----------------------- - ----

~ .

Permufa.a.n Puasa dan Batas Alifii mY'l 27

berpuasa harus menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasanya sampai terbenamnya matahari. Hal ini berdasar firmanNya, "Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam." Dan huruf ila (sampai) bermakna puncak, apabila kalimat setelah huruf tersebut tidak sejenis dengan kalimat sebelumnya sehingga tidak semakna. Malam tidak sejenis dengan siang, sehingga waktu akhir puasa adalah pada permulaan malam yaitu dengan tenggelamnya matahari. Hal ini sebagaimana sabda Nabi ~ :

-" ./ J. '" 0 // ,;; '" 0/ ....

~)-) ,~ ~ y }~JI :;)i) ,~ ~ :x J-~_!,lll fli 1)1

J. /. ,/ 0.... ,,'" /_

~(dl )aji ~ ~I

"Apabila malam telah menjelang dari sini, siang telah pergi dari sini, dan matahari telah tenggelam, maka orang-orang yang berpuasa bo/eh berbuka."

Sebagian orang ada yang menyelisihi waktu sahur dan waktu berbuka yang syar'i. Sebagian besar dari mereka mengobrol pada malam hari. Pada akhir malam ketika hendak tidur, mereka rnakan sahur sebelum fajar, kemudian tidur dan meninggalkan sholat Fajar pada waktunya secara berjamaah. Mereka telah melakukan beberapa kesalahan, yakni :

1. Mereka berpuasa sebelum waktunya.

2. Mereka meninggalkan sholat Fajar berjamaah.

3. Mereka mengakhirkan sholat dari waktunya. Mereka tidak sholat kecuali setelah bangun tidur walaupun bangunnya pada waktu zhuhur.

··-~~~-~~~~·~-~·7~~~'~~"~'~~'~~~~~T;~.-::·-'--7·~·--- 28 B~'4U Meraifi Kci1iiifiaa:n.~

L . ,: ~~....'" • ,I .... -", 'f- ;" ' • L._..._ ......

Para ahli bid'ah suka mengakhirkan waktu berbuka, yakni kctika tenggelamnya matahari. Mereka tidak berbuka kecuali setel.ih bercampur-baurnya bintang-bintang di langit.

Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ~ , dan sejelek-jelek perkara adalah bid'ah (sesuatu yang dibuat-buat) dan setiap bid'ah adalah sesat.

______ ~ --_----£<,,j ... -'1JI""----~~----

Permufaan Puasa dnn BatasAftftirnja

29

Hukum Niat Berpuasa

~. etahuilah bahwa niat berpuasa adalah suatu keharusan dan ~~ termasuk syarat sahnya puasa, sebagaimana itu juga merupakan syarat sahnya setiap ibadah. Berdasar had its Rosululloh

*:

0; G t.s;1 Jq Wl~ ul;J~ JG~I Wi

/ /

"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mempero/eh sesuai dengan apa yang diniatkan."

Dengan niat. akan jelas perbedaan antara ibadah dengan adat kebiasaan. Apabila puasa yang dikerjakan itu wajib, maka niatnya harus dilakukan pada malam hari dan ditentukan jenis puasa yang ingin dikerjakan, dasarnya sabda Rosululloh ~ di atas. Ketika memulai puasa, hendaknya dia meyakini dirinya ingin berpuasa Romadhon, Qodho' Romadhon, Nadzar, atau Kafarot.

. ". --~------------~------<=---,.:---

30 B~~in9,an. M,:"aili Kemuflaan Romadhon

Waktu niat untuk semua jenis puasa wajib adalah sejak malam hari, bisa pada awal malam, pertengahan ataupun akhimya. Hal ini berdasarkan riwayat dari Daruquthni dengan sanadnya dari Amroh dari Aisyah ~, secara marfu', "Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebe/um terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya."

"5 d t"

Daruquthni berkata, ana nya semuanya epercaya.

Dari Ibnu Umar dari Hafshoh dari Nabi ~, bahwasanya beliau bersabda :

" ./ r'" -" 0 "... ,,, ~ '!t",J. 0 ",. 0 ....

~ ,/ _ .... 1: ~ ~\I 10; c:.::aJI...::..,.......: I .

~ '-:d'" .J~ -: or ~ - / -.- r if

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebe/um fajar maka tidak ada puasa baginya."

Pada redaksi yang lain :

"Barangsiapa yang tidak berkeinginan puasa semenjak ma/am hari, maka tidak ada puasa baginya. "

Karena sepanjang siang harus berpuasa, maka apabila seba-

. giannya saja hilang niatnya, niscaya puasanya sehari penuh tidak sah. Karena niat tidak berhubungan dengan sesuatu yang telah lalu. Setiap ibadah niatnya dalam hati. Tidak boleh melafazhkan niat dengan lisan karena tidak ada perintahnya dari nabi dan juga para sahabatnya. Mereka tidak mengucapkan, "Saya niat akan puasa .. , saya niat akan sholat.. dan lain sebagainya". Melafazhkan niat seperti ini adalah bid'ah muhdatsah. Karena kita cukup berniat meninggalkan makan dan minum dengan niat puasa .

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~Ji;5 berkata, "Barangsiapa yang ingin menjalankan puasa, maka (niatnya adalah) pada saat makan malam. Sebab akan membedakan antara makan malam pada malam 'Id dengan makan malam pada malam-malam Romadhon."

Beliau juga berkata, "Setiap orang yang mengetahui bahwa besok adalah Romadhon dan ingin berpuasa, maka dia telah berniat. Inilah yang dilakukan oleh kebanyakan kaum muslimin. "

Adapun puasa nafilah (sunnah), maka niatnya sah jika dilakukan mulai siang hari dengan syarat dia tidak melakukan halhal yang membatalkan atau menafikan puasanya, yaitu mulai terbitnya fajar sampai ia memulai niatnya. Hal ini berdasar ucapan Aisyah ~: Suatu hari Nabi menemui saya, beliau bertanya, "Apa kamu punya sesuatu -makanan-?" Kami jawab, "Tidak." Lantas beliau bersabda, "Kaiou begitu saya puosa." (Riwayat AI-Jamaah kecuali Bukhori)

Permintaan makan beliau ini menjadi dalil bahwasanya beliau belum niat berpuasa sebelum itu. Sedangkan ucapannya, "Kalau begitu saya puasa", menunjukkan permulaan niatnya pad a siang hari. Hadits ini menjadi dalil atas sahnya niat puasa sunnah di siang hari. Hadits ini mengkhususkan hadits, "Barangsiapa yang tidak berniat sebe/um terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya.", dan yang semisalnya. Karena hadits ini khusus bagi puasa fardhu dan bukan puasa sunnah dengan syarat sebelum niat dia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, hal itu sebagai realisasi terhadap isi kandungan had its di atas.

Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah ~Ji;5 berkata, "Adapun puasa sunnah, maka sudah memenuhi syarat jika niatnya dimulai pada

~-------------------------------

~ .' _. ,~ . .

32 .}?~j!t6i"9~ MeraUi K~n Ron«Uffio~

• - _,,- ",'},::z::"1:,'* _-

siang hari, sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Rosululloh ~, 'Kalau begitu saya puasa'. Ibadah tathowwu' (sunnah) perkaranya lebih longgar daripada fardhu (wajib). Sebagaimana sholat wajib yang rukun-rukunnya harus dilekukan seperti berdiri dan menapak di atas tanah'", di mana keharusan itu tidak terdapat pada sholat sunnah. Karena berbagai macam ibadah sunnah perkaranya selalu lebih longgar daripada ibadah fardhu. Dan inilah pendapat pertengahan. "

Sahnya niat puasa sunnah yang dimulai pada siang hari diriwayatkan oleh beberapa sahabat, di antaranya Mu'adz, Ibnu Mas'ud, dan Hudzaifah. Juga oleh Tholhah, Abu Huroiroh, Ibnu Abbas dan yang lain ... Wallohu a'lam.

~~ ~"( ~ G I~- ~I r.

~, J ~~ J '" _. ~ ~ J

~ ~

6. Lain halnya dengan <holat sunnah, karena sholat itu sah saja dilakuk.u: di atas kendar.tan dan pada saat berjalan.

-------------------------------

.' aukum Niat Berpiuas.a" 33 """"!""""

,.'01 .... W.

Yafl9 Wajib Menjafankan Puasa Romadhon

~~ etahuilah -semoga Alloh memberikan taufik kepada saya ~~ dan kalian- bahwasanya puasa Romadhon termasuk kewajiban dalam [slam yang paling agung. Alloh Ta'ala berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa" (AI-Baqoroh [2] : 183). Alloh Ta'ala berfirman (yang artinya}, "Barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka berpuasalah." (AI-Baqoroh [2]: 185)

Rosululloh ~ bersabda :

,/ --- ./ ... ./ //, j. ,/

,.;t)'j._JI ~~L-, ,';~I rlJb ,~I J )'j--~-----""') I~

,... ""... "..,/,/

~ ~~ t\k~o,,\ ~ ~~~l\ E-~ ,0~~ r~~

l\y ~~--~_.....----~-~-~-----~-----

34B~an Mcraili"K~~ RomadJW~t:.

"Islam dibangun atas lima perkara : Syahadat bahwa tidak ada i1ah selain Alloh dan bahwa Muhammad Rosululloh, mendirikan sholat, menunaikan zakai, puasa Romadhon, dan ibadah haji bagi siapa yang mampu." (Muttafaqun 'alaih)

Ayat di atas menjadi dalil bahwasanya puasa Romadhon merupakan kewajiban, sementara hadits di atas menunjukkan bahwasannya ia adalah salah satu rukun Islam.

Kaum muslimin telah sepakat bahwa puasa Romadhon hukumnya wajib. Barangsiapa mengingkari kewajibannya maka ia murtad dari Islam, ia diminta bertaubat dan kalau tidak mau harus dibunuh. Puasa Romadhon diwajibkan bagi setiap muslim. Adapun orang yang baru masuk Islam pada pertengahan bulan, ia harus berpuasa pada hari-hari sisanya. Ia tidak wajib mcnqqodho' puasa pada hari-hari yang lalu?'. Puasa juga diwajibkan bagi setiap orang yang sudah balig. Adapun anak keeil (mumayiz) yang sudah bisa membedakan baik dan buruk, tidak wajib menjalankan puasa tetapi boleh menjalankannya sebagai puasa tothowwu' (sunnah). Dibarapkan orang yang bertanggung jawab atas mereka membiasakan dan mendorongnya menjalankan puasa terse but. Puasa Romadhon juga tidak diwajibkan bagi orang gila sampai ia sadar, berdasar sabda Rosululloh ~ , "Oiangkat pena terhadap tiga ke/ompok." Di antaranya adalah orang gila sampai ia sadar.

Jadi, puasa Romadhon diwajibkan bagi setiap muslim, balig dan berakal. Apabila dalam keadaan sehat dan bermukim di tempat tinggalnya, ia harus menjalankan puasa tersebut pada waktunya. Namun apabila sakit, ia harus mengqodho'nya. Demikian juga

7. Yakni hari-hari sobelum kcislamannva,

-----------------------------

Yang Waji6 Menjafankan Puasa Rmnadlion 35

wan ita haidh dan nifas, wajib mengqodho" puasanya. Jika ia sehat tetapi dalam perjalanan, ia disuruh memilih antara puasa pada waktunya dan tidak berpuasa tapi harus mengqodho'. Barangsiapa yang pada pertengahan siang menjadi orang yang terbebani kewajiban menjalankan puasa, seperti orang kafir yang baru masuk Islam, anak keeil yang balig, wanita haidh dan nifas yang suci dari haidh dan nifasnya, orang sakit yang baru sembuh, musafir yang pulang ke kampung halamannya, orang gila yang baru sadar ingatannya, atau diketahui (masuknya) bulan Romadhon pad a siang hari. maka mereka harus menahan diri pada sisa waktu yang ada dan harus mengqodho'. Sebab ia telah menjumpai satu hari di bulan Romadhon, sementara tidak bisa menjalankan puasanya dengan benar dan sempurna, maka ia harus mengqodho' nya. Adapun diperintahkannya ia berpuasa pada sisa waktu yang ada adalah untuk menghormati waktu (di bulan Romadhon).

Ketahuilah bahwasanya setiap muslim wajib memperhatikan agamanya dan apa-apa yang shohih darinya. Apalagi rukun-rukun Islam yang merupakan penopangnya, di antaranya adalah puasa. Ibadah puasa ini berulang di kehidupan seorang muslim setahun sekali, rukun Islam yang lima, yang setiap saat harus ada dari seorang muslim dan tidak boleh hilang, yaitu ueapan dua kalimat syahadat. Di antaranya ada yang berulang lima kali setiap hari yaitu sholat lima waktu. Ada yang berulang setahun sekali yaitu zakat dan puasa. Dan ada yang wajib sekali seumur hidup yaitu haji.8)

Jadi, seorang muslim berhubungan erat dengan rukun-rukun Islam ini. Rukun-rukun itu berulang setiap hari atau setiap tahun

B. Apabila dia mampu menjalankannya

~'-------------------------------

36 Uimbifl_9Mt MeraiJi Kem~ Ro~ .

sesuai dengan kepentingannya dan kemampuan dalam menjalankannya serta tidak menyulitkan umat. Kemudian di antara rukunrukun ini ada yang hanya berhubungan dengan badan saja, seperti syahadatain, sholat, dan puasa; ada pula yang berhubungan dengan harta saja, yaitu zakat. Dan, ada yang berhubungan dengan badan dan harta seperti haji.

Semua ibadah tersebut harus disertai dengan niat yang ikhlas lillahi Ta'ala, berdasar sabda Rosululloh ~, "Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan segala sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkan." Juga, harus dilakukan sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Rosululloh ~ berdasar hadits :

"Barangsiapa yang beramal dengan suatu amal yang tidak ada perintahnya dari kami, maka dia terto/ak. "

Setiap muslim wajib memperhatikan rukun-rukun Islam ini.

Hendaknya ia melaksanakannya pada waktu yang telah ditetapkan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rosululloh ~.

-::; ././ /' o/__. ..... :;. -'\ ,......... ,...

~G.:. ~G.i ;C J t.:~ ~ oi ~ _, J-:- 4lJ1 Jt:,r d':~ J

~\ ~~ 'o.)~ .),....._~:_~ o~~ o;-~ ~ \~; ~f~;S~ ~C; I::-.~'

" ~: ~ \ _,

~------ ........... ._--_",- .... ---- .... -----------

JilJ19 Wajif) MenjaLmJian Puas .. l{oma4/ion 37

, >" ;' ....

Yang Tidak Wajib Berpuasa tfanApa yall9 Hams Madia Lakukan

, 0/

.h..:J '~J

~~I ami akan menjelaskan tentang orang-orang yang dibolehkan ~~ tidak berpuasa pada bulan Romadhon dan apa yang harus mereka lakukan. Alloh Ta'ala berfirman (yang artinya), "Hoi orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Yaitu hari-hari yang terhitung. Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka dia wajib menggantikannya pada hari-hari yang lain. Dan oranq-orang yang berai menjalankannya hendaklah membayar fidyah. yaitu memberi makan seorang miskm." (AI-Baqoroh [21 : 183-184)

.. II~_-"_"--~~~--,~----------------------

38 Bim6in.9an. Meram Kemufiaan. Romadfion.

Alloh Ta'ala juga berfirrnan :

,/ ./ .&.,.. ., /..1'

~ j\ I"ali ObyJ ~?<>'a)J ~~~J\ ~ J/6~"~ ...

"Barangsiapa yang menyaksikan bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada bari-hori yang lain. .. " (AI-Baqoroh [21 : 185)

Dua ayat di atas menunjukkan kewajiban puasa Romadhon bagi setiap muslim, balig, berakal, tidak ada halangan, dan menjumpai bulan Romadhon. Ia wajib menjalankan puasa pada waktunya atau mengqodho' apabila tidak bisa menjalankannya tepat pada waktunya karena ada uclzur syar'i. Orang-orang yang memiliki uclzur yang diberi keringanan tidak berpuasa adalah :

1. Orang Sakit yang Berat Menjalankan Puasa

Ia diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Hal itu apabila puasa akan membahayakannya, memperlambat kesembuhannya, atau menambah rasa sakitnya.

2. Musafir

Yaitu orang yang berada di dalam perjalanan pada bulan Homaclhon, atau orang yang mengadakan safar (perjalanan) pad" hulan Romadhon yang jarak perjalanannya mencapai 80 Km al.1I1 k-hih .larak seperti itu kalau ditempuh dengan berjalan kaki .11.111 n.uk

;,,1<1 akan mcmakan waktu dua hari. Musafir disunnahk.ui IId"k l •• ·;i!10SCI. walaupun puasa itu tidak memberatkannya. 11.11 lit. dl

""70«~ __ _"~~ •

Yang TMak Waji6 Berpua.~a.w.._ 39

maksudkan untuk mengambil keringanan yang diberikan kepadanya. Baik safarnya bersifat hanya kadangkala, atau safarnya bersifat terus-menerus seperti pengemudi mobil angkutan yang sebagian besar waktunya digunakan dalam perjalanan antara suatu negara ke negara lain. Orang seperti ini tidak berpuasa pada waktu perjalanannya, tetapi berpuasa pada waktu mukimnya. Apabila ia sampai di kampung halamannya pada tengah hari, maka dia harus menahan diri dari makan dan minum pada sisa waktu yang ada dan mengqodho'nya sebagaimana penjelasan yang telah lalu.

Apabila seorang musafir pada waktu safarnya berniat bermukim selama lebih dari 4 hari, ia wajib menjalankan puasa dan sholatnya harus disempurnakan (tidak qoshor) seperti orang-orang mukim yang lain. Hal itu karena terputusnya hak safar padanya; baik mukimnya itu untuk belajar, berdagang, atau selain itu. Jika niat mukimnya itu selama 4 hari atau kurang, atau untuk menyelesaikan kebutuhan yang tidak diketahui kapan selesainya. maka ia boleh untuk tidak berpuasa karena tidak terputusnya hak safar padanya.

3. Wanita Haidh dan Nifas

Keduanya diharamkan berpuasa selama waktu haidh dan nifasnya. Hal ini berdasar hadits di Shohfhain dari ' Aisyah ~ yang berkata, "Kami diperintah mengqodho' puoso.?" Diharamkannya wan ita berpuasa pada waktu haidh adalah sesuai dengan ijmak.

9. Ketika seorang wan ita bertanya kepadanya, "Kenapa wanita haidh mengqodho' puasa tetapi tidak mengqodho' sholat?" Maka 'Aisyah menjawab:

"Kita diperintah rnengqodho' puasa, tetapi tidak diperintah untuk mengqodho sholat.

•.. ,.,., ~.---"---------~~-~~-

40 B~an Meraili KemuCiaan RomadJion

,- ,.,~- -- -~~-- . -"-~,-,-~-,-- ,~-,.,.... .

Syaikhullslam lbnu Taimiyyah <t>j. berkata, "Telah ada ketetapan di dalam sunnah dan ijmak kaum muslimin bahwasanya haidh itu menafikan puasa. Jadi, tidak halal seorang wanita berpuasa pada saat mengalami haidh dan nifas.10)"

Barangsiapa berpuasa pada waktu haidh dan nifas, maka puasanya tidak sah dan ini sesuai dengan qiyas, karena syariat datang dengan adil di setiap perkara. Puasa yang dilakukan seorang wanita pada waktu darahnya keluar akan menyusutkan dan melemahkan badan, serta puasanya pun tidak akan sempurna.

Mereka diperintah berpuasa pada waktu-waktu lain supaya puasanya itu bisa sempurna. Mereka berpuasa pada waktu darah ridak keluar, di mana darah merupakan sari-sari yang bisa memberi kekuatan bagi tubuh. Hal ini berbeda dengan wanita mustahadhoh (seorang wanita yang darahnya keluar terus-menerus) dan orang yang kebelet muntah yang tidak mempunyai waktu untuk menahannya, maka hal itu tidak menafikan puasanya.

4. Orang yang Sakit Menahun

Yaitu orang sakit mcnahun yang tidak ada harapan sembuh. Dengan puasa akan menjadikannya lemah terus-menerus. Orang seperti ini dibolehkan tidak berpuasa. Dia harus memberi makan seorang miskin setiap hari sebanyak 1/2 sho' (1,5 Kg) gandum atau sejenis dan tidak wajib mengqodho'.

10. Hal itu apabila akalnya masih waras. Adapun jika akal dan pikirannya telah hilang, rnaka perkaranya telah jelas.

--~~~~~~~------~--------------

"".~ -~" .. -. ,,, ..... " '"Y~ Tu£di W~i{; ~tL.. . 41

5. Orang yang Sudah Lanjut Usia

Yaitu orang yang sudah tidak mampu berpuasa. Orang seperti ini juga boleh tidak berpuasa. Dia harus memberi makan seorang miskin setiap hari, dan tidak wajib mengqodho'.

6. Wanita Hamil dan Menyusui

Yakni apabila keduanya khawatir terhadap dirinya atau anaknya apabila ia berpuasa. Keduanya boleh tidak berpuasa dan harus mengqodho' puasa yang telah ditinggalkan. Apabila ia tidak berpuasa karena khawatir terhadap anaknya saja, maka selain qodho' ia harus memberi makan orang miskin setiap hari.

,

Dalil atas bolehnya orang yang sakit menahun, lanjut usia, wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa adalah firman Alloh Te'ala (yang artinya), "Dan orang-orang yang be rat menjalankannya maka wajib memberi fidyah yaitu memberi makan seorang miskin" (AI-Baqoroh [21 : 184). Sebagaimana tafsir dari Ibnu Abbas t;±j;, ... Wallohu a'lam.

., .... , __ ---~-~---~--------------~=~"~-------

. 42 Bi.m6~an M~raili K~~~ Ronutdfwn

">'--; __ '_ ---,-,,_,i- ~'" ~,"," ,

Keutamaan-keutamaan Puasa

,/"., _, tIJ ,/ , .... ./ "., ,,, "'- /' c...... ,

~T ~J ~ ('".; ~ ~~IJ ;;JLajIJ ,o~'iIJ W:UI

, ,

~~ ~=~' : ~~ ~~ d' i~ ~~

\J:~ T~ip ahai muslimin, kami akan menyebutkan keutamaan(1, :b 3) keutamaan bulan yang penuh berkah ini. Kami memohon kepada Alloh Ta'ala semoga Dia memberi taufik kepada kita agar bisa menggunakan waktu-waktu di bulan Romadhon ini dengan amal sholih, Alloh Ta'ela menerima amal kita, dan mengampuni dosa-dosa kita, sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa hambaNya.

Bukhori dan Muslim telah meriwayatkan dari Abu Huroiroh ~"'" dari Nabi ~ bersabda :

_,. ...../ '" ,. "./ ..... ...- ~ ]I.

~~ ~ J~ ~~i ;~~ ;; ..... ~_'__......;;JI ~ ~~T 0\? Y

KeutanuuUl-liclilturlthlll I'u",.,. 43

"Seiiap amal anak Adam adalah untuknya: Satu kebaikan semisallO kebaikan sampai 700 kali lipat. Alloh berfirman, 'Kecuali puasa, karena puasa adalah untuk -Ku dan Aku yang akan membalasnya. (Orang yang berpuasa) meninggalkan syahwatnya, makannya, minumnya karena Aku.' Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan : Kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Robbnya. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih horum di sisi Alloh daripada Misk."

Hadits ini menunjukkan beberapa keutamaan dan keistimewaan puasa dibandingkan dengan amalan-amalan lain, di antaranya adalah :

1. Berlipatgandanya pahala puasa berbeda dengan am alan lainnya. Berlipatgandanya pahala puasa tidak terhitung, sementara amalan-amalan lain dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat.

2. Keikhlasan ketika menjalankan puasa melebihi keikhlasan ketika menjalankan amalan-amalan lainnya, berdasar sabda Rosululloh, di mana Alloh berfirman, "(Orang yang berpuasa) meninggalkan syahwatnya, makannya, minumnya karenaAku."

3. Alloh Ta'ala mengkhususkan am alan puasa bagi-Nya, dan Dia sendiri yang akan memberikan balasan kepada orangorang yang berpuasa, berdasar sabda Rosululloh, di mana

.,"'.'-------------------------------

44 Bim6ingan Meraifi Kemufiaan RomadJion

Alloh telah berfirman, "Puasa adalah untuk-Ku dan Aku V<Jllg okan memba!asnya. "

4. Kebahagiaan akan diperoleh oleh orang berpuasa, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan pada waktu herbuka dengan sesuatu yang dibolehkan Alloh dan kebahagiaan akhirat dengan pahala besar yang telah dipersiapkan Alloh baginya. Ini termasuk kebahagiaan yang terpuji, suatu kebahagiaan yang dilakukan karena ketaatan kepada Alloh. Sebagaimana firrnan Alloh Ta'ala :

"Katakanlah dengan keutamaan dan rahmat Alloh, maka dengan itu hendaknya mereka berbahagia." (Yunus [10] : 58)

5. Akibat baik yang ditimbulkan oleh puasa di sisi Alloh, yaitu berubahnya bau mulut orang yang berpuasa disebabkan oleh puasanya. Perubahan itu terjadi karena ketaatan kepada Alloh sehingga ia dicintai oleh-Nya . Rosululloh ~ bersabda, "Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sis; Allah daripada Misk."

6. Alloh mengkhususkan orang-orang yang berpuasa dengan su, I· tu pintu di surga, di mana orang lain tidak akan bisa mern. I sukinya. Hal itu sebagai wujud pernuliaan terhadap merek.i. Sebagaimana hadits yang terdapat di Shohfhain dari Sahl bin Sa'ad es.dari Nabi ~ bersabda :

.~.; ... - .... --~.-~~-'_....- ..... ----------------

, ",. ~F'~

Keutamaan-lteutamaall .l>uasa 4' ......

"Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang bernama ArRoyyan. Orang-orang herpuasa akan memasukinya pada hari kiamat, dan orang lain tidak akan bisa memasukinya. Dikaiakan : Di mana orang-orang berpuasa? Lalu mereka berdiri dan masuk (Iewat pintu itu). Apabila mereka telah masuk, pintu tersebut ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang bisa memasukinya. "

7.

Puasa akan menjaga pelakunya dari berbagai macam penyakit yang bisa menjangkitinya, menjaganya dari syahwat yang membahayakan, dan dari adzab api neraka, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits yang menerangkan bahwa puasa merupakan tameng, yakni tameng yang menjaga pelakunya dari mara bahaya.

Doa orang yang berpuasa mustajab. Ibnu Majah dan Hakim meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar t;ftjii bahwasanya Rosululloh ~ bersabda :

8.

~ /~./ 0 ,,0;;

~) ~ o~~ ~.~ ~ ~~ J~

"Sesungguhnya doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak tertolak. "

Alloh Ta'ala juga telah berfirman :

H

"¥,',j .... \~~

.,. __ .. U

~~---------------------------~~.

4€ Bimbirl9an Merath Ke~n iwmadiion'

"Apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa_apabila dia rnemohon kepada-Ku ... " (AI-Baqoroh [2] : 186)

9.

Hal itu untuk memberi semangat ke))ada orang-orang yang berpuasa agar memperbanyak doa.

Puasa akan membuat semua amal perbuatan pelakunya menjadi ibadah. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thoyalisi dan Baihaqi dari Ibnu Umar t;±'$:

, ,..- ~ " ,/"iI... ...

~) y~ oj~~ -' o~4 ~y", C:.o,;: ~CJ\ ~ 0,.

/ /

,

,0

10.

"Diamnya orang berpuasa adalah tasbih, tidurnya ibadah, doanya mustajab, dan amalnya dilipat gandakan (pahalanya). "11)

Puasa adalah bagian dari kesabaran. Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan bahwasanya Nabi ~ bersabda :

"Puasa adalah setengah kesabaran. "12)

Alloh telah mengkabarkan bahwasanya orang-orang sabar akan diberi balasan (atas apa yang mereka lakukan) tanpa hisab.

II)

Dho'if jiddan. Lihat Silsilah Hadits Dho'ifah Al-Albani hadits no. 3784. -ed.

Dho'if. Lihat Silsilah Hadits Dho'ifah AI-Albani hddih 110. 1811.-ed.

12)

---------~ .. -~~-~,~---~ ... -----------

Keufa.lfUUJ.n-keut.mflddfl PW.1S11 lJ 7

11. Puasa akan menyehatkan jasmani, sebagaimana sabda Nabi ~:

"Berpuasalah, maka kamu akan sehat. "13) Diriwayatkan oleh Ibnu Suni dan Abu Nu'aim.

Hal itu karena puasa akan menjaga anggota tubuh yang zhohir maupun batin, dan menghindarinya agar tidak terkontaminasi makanan-makanan yang mengandung berbagai macam penyakit.

Inilah beberapa keutamaan puasa, dan masih banyak lagi keutamaan lain yang tidak bisa kami sebutkan semua, tetapi kami telah menyebutkan yang paling penting.

13) Dho'if. Lihat Silsilah Hadits Dho'ifah Al-Albani hadits no. 253. -ed

FaUfali1aUfali Puasa

~ Gf ,0G~ ~ ~G\~ ~~ ~1

?

~I~l uasa adalah salah satu ibadah yang paling banyak manfaat j ~ nya serta paling berpengaruh dalam membersihkan jiwa dan mengukir akhlak. Puasa memiliki faidah-faidah yang besar, di antaranya adalah :

1. Cara untuk menanam benih-benih ketakwaan kepada Alloh di dalam hati sekaligus menahan anggota badan dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan. Alloh Ta'ala berfirman (yang artinya), "Hoi orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana te/ah diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa. " (AI-Baqoroh [21: 183)

Pada ayat ini Alloh menjelaskan bahwa Dia mensyariatkan puasa bagi hamba-Nya untuk menambah ketakwaan mereka. Takwa adalah suatu kalimat yang mencakup berbagai sendi kvhaikan. Alloh telah menggabungkalimattakwadengan berbillPl mi-lC,')T kebaikan dan buah keberhasilan. Alloh berulang

lCtidali-faidali Puasa 49

kali menyebutnya dalam Al-Quran yang menunjukkan betapa pentingnya takwa. Ahlu 'llmi menafsirkan kalimat takwa dengan : Melakukan apa-apa yang diperintahkan Alloh dan meninggalkan apa-apa yang dilarang-Nya dengan mengharapkan pahala-Nya dan takut akan adzab-Nya.

Mengenai firman-Nya "La'ollokum tattaqun", Imam Qurthubi ~1R; berkata, "Lo'alki" bermakna diharapkan pada mereka, dan "tattaqun" artinya agar kalian meninggalkan maksiat. Karena ketika makanan yang dikonsumsi tubuh sedikit, maka syahwatpun akan melemah, dan ketika itu akan berkuranglah maksiat. " Ada juga yang berkata bahwasanya makna "tatiaqun" tersebut berdasar atas keumumannya, sebagaimana sabda Rosululloh ~ :

2.

~ "" ill.... '",

~t_;,.~) ~ rt;aJI

"Puasa adalah tameng dan benteng. " Dan ketakwaan itu disebabkan matinya syahwat.

Membawa manusia kepada sifat sabar dan menahan cobaan. Karena ia akan menggiring pelakunya meninggalkan sesuatu yang disenanginya dan memisahkannya dari syahwatnya berdasarkan atas ketaatan dan pilihannya. Puasa memberikan kekuatan kepada orang yang menyenangi maksiat sehingga mereka bisa meninggalkan dan menjauhinya.

Puasa akon mengajarnya dengan tarbiyah amaliyah {pendidikan aplikatif) untuk sabar dalam meninggalkan maksiat dan melupekannya sampai dia bisa meninggalkannya secara keseluruhan. Pecandu rokok yang sulit meninggalkan kebiasaannya, bisa meninggalkan kebiasaan jelek dengan mudah melalui puasa. Demikian juga semua perbuatan maksiat.

'\' .. _-------------------------------

50 Bimbil19illt Meraili .Kemufiaan Romadlion

. t. Mengalahkan nafsu yang banyak mengajak manusia kepada perbuatan jelek. Karena pada saat tidak berpuasa, nafsu bisa mengalahkan pemiliknya dan memaksanya menikmati halhal yang diharamkan. Ketika puasa datang, manusia bisa menahan nafsu dan membawa kepada al-haq.

·1 Mempermudah pelakunya melakukan ketaatan. Hal ini nampak betapa orang-orang yang berpuasa berlornba-lornba melakukan ketaatan yang mungkin saja mereka malas dan berat melakukannya pada waktu lain.

:). Melembutkan dan mempemudah hati untuk berdzikir kepada Allah serta menghilangkan berbagai godaan di dalamnya.

b. Puasa adakalanya menanamkan hati seorang hamba rasa cinta kepada ketaatan dan rasa bend kepada maksiat secara terus-menerus. Hal ini akan meluruskan pemahaman dan jalan hidupnya di dunia.

-------------------------------

FaUfaJi1aidaJi Puasn 51

Adafi-ada6 Puasa

0~\ ~ Li , ,;__ i~;tJ\/A ;~\~ ,~~\ ~~ ~ ~\

... /'::: ... : ~ _; , .:>

-" ./ .". ./ J -"

~_, ~_, ~T ~J o~;; ~

/ /

~Hetahuilah, bahwa di antara adab puasa yang penting,~dalah ~ hendaknya seorang muslim berpuasa sccara syar I pada waktu yang telah ditentukan. Tidak boleh mendahului atau mengakhirkannya. tidak berpuasa sebelum jelas masuk bulan Ramadhon atau berbuka setelah Romadhon usai. Rosululloh ~ bersabda, "Apabila kalian melihat Hilal (pada bulan Romadhont, maka berpuasalah; dan apabila me/ihatnya (pada bulan Syawal), maka berbukalah" (Muttafaqun 'alaih). Beliau juga bersabda, "Janganlah kalian berpuasa sampai melihat Hilal (bulan Romadhon), dan jangan berbuka sampai melihatnya (bulan Syawal}." (HR. Ahmad dan Nasai)

Hadits pertama merupakan perintah berpuasa ketika melihat Hilal pad a permulaan Romadhon dan berbuka (ldul Fitri] ketika melihatnya pada penghabisan bulan. Artinya, waktu puasa berada antara dua Hilal tersebut saja.

Sedangkan pada hadits kedua terdapat larangan berpuasa dan berbuka (Idul Fitri) sebelum melihat Hilal. Larangan itu

semakin tegas kalau kita mendahului puasa di bulan Romadhon dengan niat bahwa puasa tersebut adalah bagian dari puasa Romadhon, karen a hal itu berarti menambah sesuatu yang telah disyariatkan Alloh Ta'ala. Telah diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas t;;l'J;. :

J~~p'\y~~

"Janganlah kalian berpuasa sebelum Romadhon. "

Abu Dawud juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas t;;l'J;. :

"Janganlah kalian mendahului bulan Romadhon dengan berpuasa sehari atau dua hari sebe/umnya."

Karena itulah terdapat larangan berpuasa pada hari yang meragukan. Amar bin Yasir ~ berkata, "Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang meragukan, maka ia telah bermaksiat kepada Abal Qosim ~." Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dan ia pun menshohihkannya, ia berkata, "Kebanyakan Ahlul 'llmi beramal dengan-

nya."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~.1;5 berkata, "Karena pada dasarnya Hilal tidak ada, maka berpuasa pada hari itu dikategorikan mendahului bulan Romadhon sehari, dan Nabi ~ telah melarang yang demikian itu. Pendapat ini pun lebih sesuai dengan kaidah-kaidah syar'i daripada pendapat yang lain. Karena sesuatu yang diragukan kewajibannya tidak wajib dan tidak mustahab dilakukan, bahkan disunahkan untuk meninggalkannya sebagai bentuk kchati-hatian. Kaidah-kaidah di dalam syariat tidak mengharam-

;:o.:~ .... , •

",fa6-adab]:'uasa 53 '..,

• I

kan sikap kehati-hatian ini, dan tidak mewajibkan sesuatu yang hanya dilandasi oleh keragu-raguan."

Oari sini dapat kita ketahui kebatilan pendapat mereka yang mengajak kita bersandar kepada Hisab Falaky dalam menetapkan puasa dan hari raya. Karena pada hakikatnya mereka mengajak kita berpuasa dan berhari raya sebelum melihat Hilal, sehingga kita mendahului bulan Romadhon sehari atau dua hari, dan kita berpuasa pada hari yang meragukan dan lain sebagainya dari halhal yang dilarang .

Oi antara adab berpuasa adalah mengakhirkan waktu sahur apabila tidak dikhawatirkan terbitnya fajar kedua, berdasar ucapan Zaid bin Tsabit ~ :

:::; ,,/ /'...-

~ ~ .J'Jj : J~ ~\:+~!

"Kami sahur bersama Rosululloh ~, kemudian kami bangkit untuk menjalankan sholat. Saya (Anas bin Malik) bertanya, 'Berapa jarak keduanya?' fa (Zaid) berkata, 'Sekitar 50 ayat'." (Muttafaqun <alaih)

Dan di dalam hadits Abu Ozar ~h :

"Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."

Hal itu karena akan memperkuat kita ketika berpuasa. Alloh Ta'ala berfirman :

""/--~~-,.~,~-~~------=------:~--~-.~~~~~--~

54 Bim6ing~ ~'!!ftJ~.~ ~!' .

" .. .Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu Fajar. .. " (Al-Baqoroh [2] : 187)

Yang dimaksud ayat di atas adalah gelapnya malam dan te-

rangnya siang.

Ada sebagian manusia pada zaman sekarang yang asyik ngobrol pada malam hari. Apabila hendak tidur, mereka makan sahur dahulu lalu tidur sehingga meninggalkan sholat subuh. Mereka berpuasa sebelum waktunya dan meninggalkan sholat subuh. Mereka tidak mempedulikan perintah-perintah Alloh. Perasaan apakah yang ada pada mereka terhadap agama, puasa, dan sholat? Mereka tidak mempedulikan hal-hal tersebut selama mereka memperoleh hal-hal yang bisa memuaskan nafsu.

Oi antara adab puasa adalah mempercepat buka apabila matahari telah tenggelam. Rosululloh ~ bersabda :

"Manusia senantiasa akan berada pada kebaikan selama mereka mempercepat buka." (Muttafaqun "alaih)

Yakni, urusan umat ini akan senantiasa diagungkan dan mereka selalu berada dalam kebaikan selama mereka mau menjaga sunnah ini.

Di antara adab puasa adalah berbuka dengan ruthoh (kurrna yang baru masak/kurma basah): apabila tidak ada, d"llIldll

------------- 1

.~, '"»~,); .• , ?,.

Adit6-adi16 I'uasa 55

tamr (kurma yang telah lama masak/kurma kering). Karena Rosululloh ~ biasa berbuka dengan beberapa ruthob sebelum sholat; jika tidak ada. beliau berbuka dengan beberapa Tamr; dan apabila tidak ada Tamr, beliau meneguk beberapa teguk air (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Oleh karena itu, jangan sampai kita berlebihlebihan ketika berbuka dengan makan berbagai macam makanan dan minuman, karena hal itu menyelisihi sunnah dan akan memperberat kita dalam menjalankan sholat berjamaah.

Haf-Iiaf yang Difarang dan Dimakruhkan 6agi Orang yang Berpuasa

~ ./ J, -" -'..-./ - - /', 0

I: _) fl \~I) O)I.::a.lIJ '~~1J ~~0,a_. _p:. .0.l ~I

......- ".. '"

.... ';'; -" ;;.. /"} /'...."... ....

J1 ~ ~ :.5J 01=4: 0~\~) ~j ~\ _p:.) ~

/ /

~~, etahuilah bahwasanya puasa mempunyai adab-adab yang g.h~wajib dijaga dan dilaksanakan agar ia berjelan sesuai dengan syariat. sehingga manfaat dan tujuannya bisa tercapai dan pelakunya pun tidak sekadar mendapatkan rasa capek tanpa mendatangkan faidah bagi dirinya. Sebagaimana sabda Rosululloh sg, "Hampir-hampir orang yang berpuasa hanya mendapatkan /apar dan dahaga." Puasa tidak sekadar meninggalkan makan dan minum saja, tetapi juga harus meninggalkan perkataan dan perbuatan yang diharamkan dan dimakruhkan.

Sebagian ulama salaf berkata, "Seringan-ringannya puasa .idaleh meninggalkan makan dan minum. Karena taqorrub kita ke- 11(Kla Allah tidak akan sempurna hanya dengan meninggalkan

51

syahwat yang sifatnya mubah sebelum kita bertaqorrub kepadaNya dengan meninggalkan hal-hal yang dilarang setiap saat."

Walaupun seorang muslim harus meninggalkan hal-hal yang dilarang setiap waktu, namun pada saat berpuasa larangan tersebut lebih tegas. Orang-orang yang melakukan hal-hal yang diharamkan pada saat tidak berpuasa akan mendapat dosa dan adzab; dan apabiJa ia melakukannya pada saat berpuasa, maka selain berdosa dan mendapat adzab, puasanya pun akan terpengaruh, baik berkurang -derajat puasanya- atau bahkan membatalkannya. Orang yang benar-benar berpuasa adalah yang perutnya berpuasa dari makanan dan minuman; anggota tubuhnya berpuasa dari halhal yang dilarang: mulutnya berpuasa dari berkata keji dan kotor: telinganya berpuasa dari mendengarkan nyanyian, alat musik, seruling, pergunjingan dan adu domba; dan matanya berpuasa dari pandangan-pandangan yang diharamkan.

Rosulullah ~ bersabda :

.... 0 .... ~ " // .... 0 .... -''''' -" 0 --

t J.; J\ j ~G- ~ ~ ~ uM1j :)) J~ t J.; ~ ~

~I?~ ~hb

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan ia malah mengerjakannya, maka Allah tidak membutuhkannya (ketika) ia meninggalkan makan dan minumnya (puasa)." (HR. Bukhori)

Orang berpuasa wajib meninggalkan ghibah, adu domba dan cacian. Oiriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Huroiroh ~ bahwa Nabi ~ bersabda:

-, '1;1---- _

. 58 - Bi~fn9an·MemiIi ~~ Ronuuffion .

"Apabila suatu hari kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan berbuat kebodohan. Dan apabila seseorang menghardiknya atau mengancamnya, maka katakanlah, 'Saya sedang berpuasa'. "

Oi dalam Shohfhain dari Abu Huroiroh ~>, secara marfu 1 :

c _"'/0 j '" J __ -'.... ...",_-'

:;~Q; 'i) u"_,i ~ rs- ~I \~ r"ft JlS' \~~ ~ r~\

"Puosa merupakan tameng. Apabila suatu hari kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor, berbuat fasik atau berbuat kebodohan. Apabila sesearang mencela kalian, maka katakanlah 'Saya sedang berpuasa. "

Junnah (tameng) adalah sesuatu yang bisa menutupi dan menahan pedang musuh. Jadi, puasa akan menjaga pelakunya agar tidak tercampak ke dalam perbuatan maksiat yang menyebabkan adzab dunia dan akhirat. Yang dimaksud dengan rofats adalah kata-kata keji dan kotor. Oiriwayatkan oleh Imam Ahmad dan yang Jain secara marfu' dari Nabi ~ yang bersabda :

:.a,- .-",,'U \ ~_!;t<~iJII~¥MIfa_ ...... _

Hal"-(lafya .. "9.,', uitara~ dan ~ •• : 59 '

.. ~ .. -~ -" ,- ,--,,' I._ •

"Sesungguhnya puasa adalah tameng selama tameng terse but tidak dirusaknya. Ditanyakan kepada beliau, 'Dengan apa tameng itu bisa dirusaknya?' Be/iau menjawab, 'Dengan dusta dan ghibah.'"

Hadits ini menunjukkan bahwasannya ghibah bisa membakar puasa, yakni bisa mempengaruhinya. Jika tameng sudah terbakar, maka tidak akan bermanfaat bagi pemiliknya. Demikian juga puasa, apabila telah terbakar, maka tidak bermanfaat bagi pelakunya.

Adapun ghibah, sebagaimana dijelaskan oleh Rosululloh ;fu;, ad~lah kamu menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci. Terdapat sebuah hadits yang menerangkan bahwa ghibah bisa membatalkan puasa, sebagaimana terdapat di Musnad Imam Ahmad: Ada dua wanita yang berpuasa pada masa Rosululloh ~, keduanya hampir tewas karena kehausan. Hal itu diberitahukan kepada Nabi, tetapi beliau berpaling dari keduanya. Kemudian keduanya memberitahu Nabi, lalu Nabi memanggil dan memerintahkan keduanya untuk memuntahkan sesuatu yang ada di perutnya. Kemudian keduanya pun memuntahkan nanah. darah. dan sekerat daging segar. Lantas Rosululloh ~ bersabda, "Kedua wanita ini berpuasa dari sesuatu yang dihalalkan Alloh, namun berbuka dengan yang diharamkan Alloh. (Yakni) Mereka berdua duduk-duduk sambil memakan daging manusia."

Kejadian yang menimpa kedua wanita tadi di sisi Rosululloh ~ merupakan mukjizat yang diberikan Alloh kepada Rosul-Nya untuk menjelaskan kepada umatnya bahwasanya ghibah itu mempunyai pengaruh yang sangat buruk.

~~----------------------~~---~~-

60 J3tmbih_9an Mer~ ~cmufiaan Ronuu!lWn

Alloh Ta'ala berfirman :

" .. Dan janganlah sebagian dari kalian menggunjing sebagian yang lain, apakah salah seorang dari kalian senang kalau memakan daging bangkai saudaranya? .. " (AI-Hujurot [49]:12)

Hadits di atas menunjukkan bahwasanya ghibah bisa mern-

batalkan puasa secara maknawi, yakni batalnya pahala puasa orang yang melakukannya. Dan inilah pendapat jumhur ulama.

---~~~_Iil!HU.lI__'_"_' ~ __ -...~ _

Ha!-fta{l~ .DUa.rang daft Di~.:. ·61·' "T

,,;, "k~""; ,. N ~:, '_ - 'i/.". .

HaC-1iaf yall9 Dimahmlilian 6t19i Ora"9 yall9 Berpuasa

QHetahuilah bahwa orang berpuasa itu berada dalam ibadah ~ besar yang tidak pantas jika kebesarannya dikotori dengan perkataan dan perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat, karena selama berpuasa ia beribadah kepada Alloh. Bahkan tidurnya pun ibadah jika dimaksudkan untuk menjauhi hal-hal yang bisa membatalkan puasanya atau agar bisa mcnjalankan sholat lail, sehingga tidak layak baginya mancampuradukkan ibadahnya tersebut dengan sesuatu yang tidak sesuai. Oleh karcna itu, para salafus sholih apabila berpuasa, mereka duduk di dalam masjid. Mereka berkata, "Kita menjaga puasa dan tidak mempergunjing seorangpun." Hal itu merupakan bentuk kehati-hatian mereka dalam menjaga puasa.

Seorang muslim yang sedang menjalankan puasa tidak harus selalu berada di dalam masjid, karena ia perlu bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun, ia wajib menjaga kehormatan

.. ·tl.jM ~_~ !i1IIIII!IIIIII_~·_~---~~--------·

.' .. ~62 Bfuwin9"i! .. J\'leraili ~n Ronuuffion

y -_"-,-,' .t. _" ..... • .

puasanya di mana pun ia berada. Diharamkan pula baginya mengeluarkan perkataan hina seperti mencela dan menghardik. Apabila ada seseorang yang mencela dan menghardiknya, maka jangan dibalas tindakan tersebut. Hal ini berdasar sabda Rosululloh ~ yang dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Huroiroh :.1t"-' bahwasanya beliau bersabda, "Apabila suatu hari salah seorang dar; kalian berpuasa maka janganlah berkata keji dan berbuat kebodohan. Apabila seseorang mengancam atau menghardiknya maka katakanlah 'Saya berpuasa. '"

Imam Hakim dan Baihaqi juga meriwayatkan dari Abu Huroiroh '&f., :

"J !l J_, ././ 0/.... "./,/./

~L.o J1 j.Q.; ~ ~ )i :b-\ ~G J~ '~)J

~ ~ /

"Puasa tidaklah sekadar meninggalkan makan dan minum, karena sesungguhnya puasa adalah meninggalkan perbuatan yang sia-sia dan perkataan keji. Apabila kamu dicerca o/eh seseorang atau dia berbuat kebodohan terhadap kamu, maka katakanlah, 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa. '"

Hadits-hadits ini menunjukkan kepada kita bahwasanya di

an tara hal-hal yang terpentinq bagi orang yang berpuasa adalah memperhatikan dan menjaga puasanya. Jikalau ada orang yang memusuhinya dengan memukul atau mencela, maka ia tidak diperbolehkan membalas perbuatan tersebut walaupun qishosh dibolehkan -bagi orang yang teraniaya-, namun pada sa at berpuasa qishosh itu terlarang. Hcndaknya ia mengatakan bahwa ia sedang berpuasa .

,.J< .. "'!'~ """~~ ~_-"" ~~;. ~.' ~ ... ~ :K.:;;;,.c ~ .~_7 __ • .....,_,~ i:"-.'; ,~ .... ~'" ~-""" ........ :. ~.~ .... __ .... _

HdC-fuu: ym19 Dimak~:.~": 63

Apabila orang yang dimusuhi saja dilarang melakukan qishosh apalagi orang yang memusuhinya, keharaman dan dosanya tentu lebih besar. Karena sikap permusuhan diharamkan setiap saat sebagaimana firman Alloh Ta' ala :

" .. Dan janganlah kalian bermusuh-musuhan, sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang bermusuh-musuhan. " (AlBaqoroh [2] : 190)

Bermusuh-musuhan ketika puasa merupakan perbuatan keji dan dosa besar. Orang berpuasa wajib menjaga lisannya dari ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat seperti berdusta, adu domba, ghibah. cercaan dan setiap ucapan buruk. Dia juga harus menjaga jiwanya dari berbagai macam syahwat dan hal-hal yang dihararnkan. Hal itu berdasar keumuman sabda Rosululloh ~ :

,/ <> ~ VI , /_ .... CI ..- -' ./ J) ./

t ~ _)\ ~ ~G- ~ ~ ~ IJQ.~-lIJ !)) J~ t ~ ~ ~

~I?~ ~hb

"Boranqsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan ia malah melakukannya. maka Alloh tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhori)

Dan sabdanya :

"Maka janganlah dia berkata kotor dan berbuat fasik."

...

6aBimbingan l'vleraifi Kerrudiarm Romadfwn

Rahasia dan tujuan puasa yang sebenarnya adalah untuk mengalahkan hawa nafsu dan memberi kekuatan kepada jiwa untuk menjaga diri dari setan dan bala tentaranya.

Sebagian ulama berkata, "Hendaknya (orang yang berpuasa) menahan semua anggota tubuhnya; kemaluannya, matanya, lisannya dan hatinya. Jangan berbuat ghibah, mencela, memusuhi, berdusta atau menyia-nyiakan waktu dengan menyenandungkan sya'ir, menyebarkan isu, guyonan. pujian dan celaan yang diluar batas kebenaran. Janganlah menjulurkan tangannya kepada kebatilan, atau melangkahkan kakinya ke tempat-tempat kemungkaran."

Para ulama berkata, "Sesungguhnya ghibah. selain terjadi pada lisan. juga terjadi pada anggota tubuh yang lain seperti mengedip-ngedipkan mata, tangan atau bibir."

Maksiat bisa mengurangi pahala puasa walaupun tidak mernbatalkannya. Kadang orang yang berpuasa tidak memperoleh pahala sedikitpun padahal sudah menanggung rasa capek karcna menahan lapar dan dahaga. Hal itu disebabkan ia belum menjalankan puasa sesuai dengan tuntunan syariat, yaitu dengan mcninqgalkan hal-hal yang dlharamkan.

Rosululloh ~ telah memerintahkan orang yang berpuasa apahila dicela oleh seseorang, untuk menqatakan, "Sesungguhnya saya berpuasa." Nampaknya hal itu diucapkan dengan lisan sebagai bentuk pemberitahuan terhadap si pencela bahwasanya ia dilarang membalas ucapannya tersebut pada saat berpuasa. Manfaat sikap ini adalah untuk memutus jalan-jalan kejelekan sekaligus mengingatkan dirinya dan diri si pencela akan kehormatan puasa. Dan

---·r:;:-0--~-----:- .. ------~-------------

H:cif~~i~n.9 pi~... 65

hal itu merupakan cara untuk menolak kejahatan musuh dengan sesuatu yang lebih baik.

.. _----------------------------_.

... ",:~ .. ~. ,~6, ~f~a~,:~'*~jl'~~n··.-. - " ... :

Haf-Iiaf yang Merusak Puasa (1)

.-- ,.. uo '" -'./ /. .-- -'/ /_ '" ,../ ....

"~J ~T) ~ Q ~ i~l) o')C,dIJ ,:~:,~s:..L~i

/ /

~~J etahuilah, kita wajib menjelaskan hal-hal yang bisa merusak ~~ puasa agar bisa diketahui oleh setiap muslim sehingga mereka menjauhi dan berhati-hati terhadapnya.

Pembatal-pcmbatal puasa terbagi menjadi dua baqian :

1. Sesuatu yang menyebabkan batalnya puasa dan wajib mengqodho'.

2. Sesuatu yang menyebabkan pahala puasa rusak dan tidak wajib mengqodho'.

Hal-hal yang merusak puasa dan wajib mengqodho' ada beberapa macam :

------------------------------

67

Jimak

Apabila orang berpuasa berjimak di siang hari bulan Romadhon, maka batallah puasanya pada saat itu dan ia harus menahan sisa waktunya di hari tersebut. Ia wajib bertaubat kepada Alloh Ta'ala dan beristighfar terhadap perbuatannya. Ia juga harus mengqodho' puasa dan melakukan kafaroh yaitu dengan membebaskan budak. Apabila ia tidak menpunyai, maka berpuasa dua bulan berturutturut. Dan apabila tidak mampu, maka ia harus memberi makan 60 orang miskin; setiap orang miskin 1/2 sho' (1,5 Kg) gandum atau makanan pokok lain.

Orang yang tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut ini adalah mereka yang tidak mampu menjalankannya karen a ada penghalang yang syar'i, bukan mereka yang berat dalam menjalankannya. Dalil hal tersebut terdapat di Shohfhain dan selainnya dari Abu Huroiroh 21ft : Seorang Arab badui datang kepada Rosululloh, ia berkata, "Binasalah saya, binasalah saya", Rosul * bertanya, "Apa yang membinasakan kamu?" Ia menjawab, "Saya menyetubuhi istriku di siang hari bulan Romadhon." Rosululloh berkata, 'f\pakah ada sesuatu yang bisa kamu gunakan untuk membebaskan budak?" Ia menjawab, "Tidak". Lalu Rosululloh bertanya, "Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?" la berkata, "Tidak", Rosululloh bertanya lagi, 'f\pakah kamu punya sesuatu yang bisa kamu gunakan untuk memberi makan 60 orang miskin?" Ia berkata, "Tidak". Kemudian ia duduk. Lalu Nabi membawa keranjang besar yang berisi kurma. Beliau bersabda, "Bershodaqohlah dengannya!" Ia malah menjawab, "Siapakah di antara penduduk Madinah yang lebih membutuhkannya daripada kami?" Maka tertawalah Nabi sampai kelihatan gigi taringnya. Lalu

.~-----------~---~--~-~----~~~~-

" , 68 ~im6i~a~'lVi:t;ra~~~~tl

beliau bersabda, "Va sudah, pergi dan beri makan keluargamu dengan kurma ini."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~~ menjelaskan, "Sesungguhnya jimak yang dilakukan oleh orang berpuasa, kalau dilihat dari faktor keluarnya sesuatu, maka ia serupa dengan haidh dan hijamah (berbekam). Jika dilihat dari faktor syahwat, maka ia serupa dengan makan dan minum."

Beliau ;;,jg juga berkata, "Adapun jimak jika dilihat dari segi . penyebab keluarnya air mani, maka ia serupa dengan muntah, haidh, dan hijamah, karena semua ini mengeluarkan sesuatu. Jika dilihat dari faktor syahwat, maka jimak serupa dengan makan dan minum. Rosululloh ~ telah mengabarkan dari Robbnya bahwasanya Dia berkata ten tang orang yang berpuasa, 'Mereka meninggalkan makan dan minumnya karena Aku.' Jadi, orang yang berpuasa meninggalkan sesuatu yang bisa memberinya kepuasan karena Alloh Ta' ala, sehingga perbuatannya ini merupakan bentuk ibadah yang berpahala. "

Jimak merupakan salah satu kenikmatan badan yang besar, kesenangan dan kepuasan jiwa. Ia bisa menggerakkan syahwat, darah dan badan melebihi apa yang ditimbulkan oleh makanan. Jika setan menyusup ke dalam tubuh anak Adam melalui pembuluh darah, sedangkan makanan yang dikonsumsi tubuh bisa memperbesar pembuluh darah tersebut sehingga syahwatnya pun memuncak, maka makna yang seperti ini lebih sesuai pada jimak. Karena jimak bisa memperbesar hawa nafsu dan mengganggu ibadah. Bahkan jimak merupakan puncak syahwat melebihi syahwat yang disebabkan oleh makanan dan minuman. Karena nya, orang yang berjimak di siang hari bulan Romadhon diwajibkan

melakukan kafaroh zhihar yakni dengan membebaskan budak, atau dengan sesuatu yang bisa mengganti kedudukannya sesuai dengan sunnah dan ijmak. Karena perbuatan ini kesalahannya lebih besar, dorongannya lebih kuat dan kerusakannya lebih meluas. Inilah di antara hikmah terbesar diharamkannya jimak di siang hari bulan

Romadhon.

Adapun keberadaannya yang bisa memperlemah badan karena mengeluarkan sesuatu, maka ini hikmah lain yang serupa dengan muntah dan haidh. Tetapi jimak lebih jelas dari keduanya, sehingga rusaknya puasa karena jimak lebih besar daripada kerusakan yang disebabkan oleh makan dan minum.

• I!I .... ~ __ ~ ~_ ... ,.-~~ -~ ....... _lIIiIMIIiIIII

", ", ., 70 Btm61"9an Mer-am KemuGaan Ro~n

Haf-Iiaf yall9 Memsak Puasa (2)

~~ 'J~\

Q~ etahuilah bahwasanya Alloh telah memperbolehkan orang . ~~yang berpuasa untuk bersenang-senang dengan istrinya, yaitu pad a firrnan-Nya:

" ... Diha/alkan bagi kamu pada ma/am hari puasa untuk bersenang-senang dengan istrimu ... " (AI-Baqoroh [2] : 187)

Kalimat rofats merupakan kinayah dari jimak. Tapi ada yang

mengatakan bahwa kalimat rofats merupakan suatu ungkapan yang mencakup segala sesuatu yang diinginkan oleh seorang lakilaki terhadap istrinya. Dari semua pengertian di atas, rofats dikhususkan pad a malam hari sehingga menunjukkan haramnya rofats bagi yang berpuasa jika dilakukan pada siang hari. Pada

----~----~----~-~--~--------------

" .n . ", Hat.iia1: ya"9 ~'!Ii~~ 71

_ l. ,_

pembahasan yang lalu telah dijelaskan tentang konsekuensi bagi orang 'bcrpuasa yang berjimak di siang hari bulan Romadhon, yakni melakukan kafaroh mugholazhoh. Dan ini merupakan pendorong bagi seorang muslim untuk menjauhi hal-hal yang dilarang

dan menjaga puasanya.

Mengeluarkan Sperma

Yaitu keluarnya sperma karena berciumaI1, bersetubuh, onani, atau memandang sesuatu yang membangkitkan syahwat. Apabila sperrna orang yang berpuasa keluar dengan sebab-sebab di atas maka puasanya rusak, ia harus menahan diri selama sisa waktu yang ada dan mengqodho' puasanya, tetapi ia tidak wajib melakukan kafaroh. Akan tetapi ia harus bertaubat, menyesal, beristighfar, dan menjauhi hal-hal yang bisa membangkitkan syahwat ini. Karena ia dalam peribadahan agung yang dituntut untuk meninggalkan syahwat, makannya, dan minumnya karena Alloh. Adapun orang tidur, apabila bermimpi kemudian spermanya keluar, maka hal itu tidak membatalkan puasanya dan tidak melakukan kesalahan karena itu terjadi bukan atas keinginannya, tetapi ia harus mandi besar.

Makan dan Minum dengan Sengaja

Berdasarkan firm an Alloh :

" .. .Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu Fajar. Kemudian sempurnakan puasamu sampai rnalam ... " (AI-B~qoroh [2] : 187)

-~-------------------------~----

, 72.Bil!foi~~n 'Mcra~~ ~~~~ RonuUflion . ..

Alloh telah membolehkan hamba-Nya makan dan minum sampai terbitnya fajar kedua, kemudian memerintahkannya agar menyempurnakan puasa sampai malam. Maknanya adalah meninggalkan makan dan minum dari terbitnya fajar sampai malam.

Nabi ~ telah mengabarkan dari Robbnya bahwasanya Dia berfirman tentang orang-orang yang berpuasa :

"la meninggalkan makan dan minumnya karena-Ku." Termasuk jenis makan dan minum adalah masuknya suatu makanan atau minuman ke dalam perut tanpa melalui mulut.

Demikian juga masuknya segala sesuatu yang cair atau padat melalui hidung, mata atau telinga seperti obat tetes mata dan obat tetes hidung. Juga mengenakan penyemprot di dalam tenggorokan atau hidung, karena itu mengandung unsur obat yang berperan sebagai makanan bagi tenggorokan. Demikian juga halnya dengan jarum suntik yang bisa memberi kekuatan bagi tubuh, meneIan obat-obatan, tranfusi darah, semua ini bisa merusak puasa. Karena ia bisa berupa sumber makanan yang mengganti kedudukan makanan, atau berupa obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh melalui tengorokan dan perut yang hukumnya serupa dengan makanan dan minuman. Hal itu sebagaimana telah dijelaskan oleh beberapa ulama.

Adapun jarum suntik yang cairannya bukan berupa makanan bagi tubuh, apabila disuntikkan melalui urat leher maka membatalkan puasa. Karena obat itu mengalir bersama darah dan bermuara di perut. Dan. apabila digunakan melalui lengan, maka yang lebih selamat (1( laleh meninggalkannya, berdasar sabda Rosululloh ~:

"Tinggalkanlah sesuatu yang meragukan kamu kepada sesuatu yang tidak meragukan kornu."

Barangsiapa yang membutuhkan hal-hal di atas karena sakit yang mengharuskan penggunaaannya dan tidak bisa diundur sampai malam, maka hendaknya ia mengambilnya dan mengqodho' puasanya di kemudian hari karena ia sedang sakit. Dan Alloh memberikan keringanan kepada orang yang sakit untuk tidak berpuasa dan mengqodho' puasanya terse but pada hari yang lain.

Adapun celak mata, sebagian fuqoha' memasukkannya ke dalam perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa karena celak ini akan menuju ke dalam tenggorokan dan orang yang berpuasa akan merasakan efeknya di tenggorokan. Karena itu. tidak seyogianya orang berpuasa bercelak di siang hari bulan Romadhon, hal itu sebagai sikap kehati-hatian dan untuk menjauhi syubhat. Allohu a'lam.

', -'I~~ .-----------------------------_.

Haf-Iiaf yall9 Memsak Puasa (3)

Mengeluarkan Darah dari Orang yang Berpuasa

Baik itu dengan berbekam, atau selainnya untuk menolong orang sakit dan lain sebagainya. Dasar dari permasalahan ini adalah sabda Rosululloh ~ :

"Batallah (puasa) orang yang berbekam dan yang dibekam." (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan banyak hadits yang semakna dengan ini)

Jbnu Khuzaimah ~£ berkata, "Kabar ten tang batalnya puasa orang yang berbekam dan yang dibekam telah tsabit dari Rosululloh

~."

_------ .... _-------_ .... _----------_.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~,1:i; berkata, "Pendapat yang menyatakan bahwa berbekam membatalkan puasa adalah pendapat kebanyakan fuqoha' Ahli Hadits, termasuk Imam Ahmad, Ishaq, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnul Mundzir. Fuqoha' Ahli Hadits yang mengamalkan hal tersebut merupakan manusia pilihan dalam mengikuti Rosululloh ~. Pendapat tersebut juga sesuai dengan i1mu Ushul dan qiyas."

Adapun orang yang tidak berpendapat demikian, berhujjah dengan hadits yang terdapat di Shohfhul Bukh6rf, "Bahwasanya Rosululloh ~ berbekam sementara beliau sedang berpuasa dan berihrom." Imam Ahmad dan selainnya mencela tambahan, "Sementara beliau berpuasa" dalam hadits di atas. Mereka berkata, "Yang tsabit adalah bahwasanya beliau berbekam sementara beliau sedang berihrom." Imam Ahmad berkomentar, "Lafazh hadits 'Sementara beliau berpuasa' tidak shohih." Sampai ucapan beliau (Syaikhul Islam), "Dan yang disebutkan oleh Imam Ahmad inilah yang disetujui oleh Bukhori dan Muslim, karen a itulah Imam Muslim berpaling dari penulisan lafazh tersebut dan hanya menyebutkan berbekamnya orang yang berihrom."

Adapun keluarnya darah dari orang berpuasa tanpa disengaja seperti mimisan, terluka, pendarahan pada gigi dan sebagainya tidaklah membatalkan puasa, karena dia memiliki udzur dalam hal tersebut. 14)

14. Namun, hr-ndaklah ia berhati-hati jangan sarnpai rnenelan darah yang keluar dari gigi. dan semisalnya.

<,,....~ ..... __ ~~----:'c--------

,. ;:;' Bim6ingan Meraifl. I(em.ufUlata. Romd&wn

Muntah

Yakni mengeluarkan makanan dan minuman yang berada di dalam lam bung melalui mulut dengan sengaja. Berdasarkan sabda Rosululloh ~ :

~;:~ \~ ~\~::.~\,:;

/ /

"Barangsiapa yang muntah dengan sengaja. hendaklah mengqodho' puasanya." (Hadits ini dihasankan Tirmidzi dan ia berkata, "Ahlu IImi beramal dengannya.")

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ;;.1.1;; berkata. "Larangan

mengeluarkan sesuatu yang bisa memberi kekuatan dan kebugaran badan berupa makanan dan minuman yang dengannya tubuh bisa memperoleh makanan adalah karena perbuatan tersebut bisa menyusutkan dan memperlemah badan. Karena apabila perbuatan tersebut ada madhorotnya, sementara ia sedang menjalankan ibadah sehingga (kalau hal itu dikerjakan), maka hal itu tidak adil."

Adapun jika dia tidak sengaja dan muntah tersebut tidak berdasarkan keinginannya, maka tidak berpengaruh terhadap puasanya. Berdasar sabda Rosululloh ~ :

"Barangsiapa yang dikuasai oleh muntah. maka tidak wajib qodho' atasnya." (HR. Tirmidzi)

Termasuk hal-hal yang dilarang bagi orang berpuasa adalah herlebih-lebihan berkumur dan menghirup air di hidung. Rosululloh bersabda:

------------------------------

~ >., 1jat:lUd:yang' M~~'~~"" 77' '

_:~.. ' __ .-;" ·c· _,.__ .,;... • t' _!. ... ~_.

"Dan bersungguh-sungguhlah kamu ketika menghirup air ke dalam hidung kecuali jika kamu dalam keadaan puasa."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~~ berkata, "Hal itu karena

terhirupnya air ke dalam lubang hidung akan menyebabkan air rna-

i

= = =

d~,~~~ , ~G~;~iyG~~~~~d ~

;~Y~ ~\ ~f bIJ

"Barangsiapa yang lupa ketika ia berpuasa sehingga ia makan = atau minum, maka sempurnakanlah puasanya. karen a sesung- =

guhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Alloh." fi"""\ .

Dan ini termasuk kelembutan dan kemudahan yang diberikan ~

Alloh kepada hamba-Nya. Sabda beliau, "Maka sempurnakanlah a puasanya" merupakan dalil bahwa puasanya sah. Demikian juga

seandainya ada debu atau lalat yang terbang ke tenggorokan. maka ...

tidak berpengaruh terhadap puasanya, hal itu karena tidak bisa ~

dihindari. ,.....

suk ke dalarn tenggorokan dan perutnya, sehingga ia seperti orang

yang minum dengan mulutnya, badannya memperoleh makanan dan dahaganya hilang dengan sebab air yang masuk tadi. "

Dan diperbolehkan bagi orang yang berpuasa mendinginkan

tubuhnya dengan merendam dalam air, dengan syarat harus menjaga agar air tidak masuk ke dalam tenggorokannya. Bagi orang

yang makan dan minum karen a lupa, maka tidak apa-apa. Berdasar sabda Rosululloh ~ :

". - .. -

. ',-------------------------------

.. ..-;; .... ;

Ketahuilah, bahwasanya wajib bagi seorang muslim untuk menjaga puasanya dari segala sesuatu yang bisa membatalkan dan mengurangi pahalanya. Tetapi apabila hal-hal tersebut terjadi karena kelupaan kita, maka tidak akan mempengaruhi puasa kita, berdasar sabda Rosuiulloh ~ :

"Diampuni umatku karena tiga hal: Karena salah, lupa dan terpaksa."

---~~.~- __ ~~.~I~~,,~~_-~---- .... ---------- .....

Hit&fuJ! yang M£msali. Puasa 79 -

,,~-- --d~~

Hukum yang Berliu6ungan ~anQodlio' Puasa (1)

Q~ etahuilah, bahwasanya kalian wajib me~~etahui ~ukum ~~ qodhd puasa bagi yang batal puasanya di slang han bulan Romadhon karena suatu sebab yang syar'i. Alloh berfirman :

" .. .Barangsiapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain. Alloh menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan, dan agar kalian bisa menyempurnakan jumlah bilongan puasa kalian ... " (Al-Baqoroh [2] : 185)

Pada akhir ayat di atas, Alloh memberi keringanan kcpada orang sakit dan yang dalam perjalanan untuk tidak berpuasa, tetapi keduanya wajib mengqodho'nya. Jadi, apabila keduanya mengambil keringanan tersebut, tidak berpuasa, hendaknya mereka berpuasa sejumlah hari yang ditinggalkannya pada bulan lain. Jika mereka tidak mengambil keringanan tersebut kemudian tetap berpuasa, maka puasanya tersebut sah dan mendapat pahala. Pendapat ini menurut kebanyakan ulama dan inilah yang benar.

Alloh telah menjelaskan tentang hikmah diberikannya keringanan ini, yakni bahwasanya Dia menghendaki kemudahan bagi para hamba-Nya dan tidak menghendaki kesulitan dan kesukaran dengan mengharuskan mereka berpuasa ketika sedang sakit atau daJam perialanan. Hikmah kewajiban menialankan qodho' adalah guna menyempurnakan jumlah hari-hari puasa yang telah diwajibkan Alloh. Jadi, di dalam keringanan ini terkandung dua hikmah, yakni mempermudah dan menyempurnakan jumlah hari yang diwajibkan berpuasa.

Kelompok ketiga yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa, yaitu orang yang sudah sangat tua dan orang yang sakit menahun, apabila keduanya tidak mampu lagi berpuasa.

Alloh berfirman :

·· ... Dan orang-orang yang berat dalam berpuasa, maka hendaknya dia member; fidyah yaitu memberi makan seorang miskin. .. " (Al-Baqoroh [2] : 184)

Hukurrr Yaf19 ~~,ungan ~an Qodho' ~~ 81

..'" \:(" .... ,_. . ~<:~ --~--~- ~ '<. ~ ~ -

Makna yuthiqunahu adalah apabila ia terbebani dan berat menjalankan puasa, maka ia wajib mengganti puasanya dengan memberi makan orang miskin setiap hari. Ini merupakan pendapatnya sekelompok ulama dalam menafsirkan ayat di atas dan yang mengatakan bahwasanya ayat di atas tidak di-nasakh.

Yang serupa dengan :nereka adalah wanita hamil dan menyusui apabila mereka berdua khawatir terhadap dirinya atau anaknya jika menjalankan puasa. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas ~ bahwasanya beliau berkata kepada istrinya yang sedang hamil atau menyusui, "Kamu serupa dengan orang-orang yang tidak mampu menjalankan puasa." Dan dari Ibnu Umar t;ti'Ji, bahwasanya salah seorang dari putrinya mengirim surat yang isinya bertanya kepada beliau tentang puasa Romadhon sementara ia sedang hamil. Beliau menjawab, "Kamu boleh untuk tidak berpuasa dan hendaknya kamu memberi makan seorang miskin setiap hari." Mereka dibolehkan tidak berpuasa di siang hari bulan Romadhon mengingat udzur syar'i yang ada pada mereka. Mereka bisa dikelompokkan menjadi tiga macam:

1. Kelompok yang wajib qodho' saja dan tidak membayar fidyah.

Mereka adalah orang sakit, musafir, wan ita hamil dan me nyusui apabila mereka berdua khawatir terhadap dirinya saja.

2. Kelompok yang wajib membayar fidyah dan tidak wajib qodho'.

Mereka adalah orang-orang yang lemah karen a tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh.

3. Kelompok yang wajib qodho' dan fidyah.

Mereka adalah wanita hamil dan menyusui apabila keduanya khawatir terhadap anaknya saja. Dan fidyahnya adalah mem-

.

. .. \,.- -- - ~- - --~--,__-,~-~,--~:-~"~.,:;~'''~'';~~--:,::~ ---- - - - -- -~;

82 Bimbiu9at1. Merai!1 ~emu!iaan ~f1: .. ~"w ", ,~

beri makan seorang miskin setiap hari sebesar 1/5 sho' (1,5 kg) makanan pokok.

Dernikianlah agama kita, agama yang mudah dan penuh toleransi di setiap sendi kehidupan. Agama yang tidak membebani umatnya dengan sesuatu yang tidak mampu atau sangat memberatkan sehingga ia tidak mampu melaksanakannya. Agama yang mensyariatkan orang yang rnukim dengan hukum yang sesuai dengan orang mukim, mensyariatkan orang musafir dengan hukum yang sesuai dengan musafir, mensyariatkan orang sehat dengan hukum yang sesuai dengan orang sehat, dan mensyariatkan orang sakit dengan hukum yang sesuai dengannya.

Makna semua ini aaalah setiap muslim tidak pernah lowong dalam beribadah kepada Alloh setiap saat. Sesungguhnya berbagai macam kewajiban sarna sekali tidak pernah lepas dari kehidupannya, akan tetapi kadang berkurang sesuai permasalahan yang ada.

Alloh berfirman :

"Dan sembahlah Alloh sampai datang kepadamu kematian." (AI-Hijr [15] : 99)

Isa bin Maryam berkata sebagaimana diberitakan Alloh Ta'ala:

".,Dan saya wasiatkan untuk menjalankan shalat dan zakat selama saya masih hidup," (Maryam [19] : 31)

Di antara manusia ada yang ingin melampaui batas dalam menyikapi ketoleransian Islam dengan sikap yang buruk, sehingga ia membolehkan dirinya menjalankan hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan hal-hal yang diwajibkan, lalu ia berkata, ''Agama kita adalah agama yang mudah." Memang agama kita mudah. namun bukan berarti harus memalingkan manusia dari hukum-hukum Alloh dan menyuruhnya untuk mengikuti hawa nafsunya. Makna toleransi Islam ini adalah bahwasanya Alloh mengganti ibadah yang menyulitkan hamba-Nya dengan ibadah yang mudah yang bisa dikerjakan pada saat ada udzur. Di antara contohnya adalah keringanan yang diberikan kepada orang yang tidak bisa menjalankan puasa tepat pada waktunya karena ada udzur. Pada mereka terkumpul dua manfaat, yakni bisa menjalankan kewajiban dan hilangnya kesulitan serta kesukaran. -Segala puji bagi Alloh semata-.

•••

"; ... ,..--- ..... -- ...... ----~--------------------

" 84, Bim6il19an Mcraili ~cm~~ ~n j • ~

Hufmm yang Berliu6ungan dengan Qodlio' Puasa (2)

~~ ~ ¢ P ;~\~ ;~\~ ,c;JL.J\ ~~ ~ ~\

/ //

~Gi,~f~~~T

~. etahuilah, barangsiapa membatalkan puasanya dengan se ~ bab yang mubah, seperti udzur-udzur syar'i yang diperbolehkan untuk membatalkan puasa, atau dengan sebab yang diharamkan seperti orang yang membatalkan puasanya dengan dengan jimak atau selainnya, maka wajib atasnya melaksanakan qodho', berdasar firman Alloh Ta'ala :

" ... Maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain ... " (AlBaqoroh (2) : 185)

Disunahkan untuk bersegera mengqodho' puasa supya cepat hilang tanggungannya, dan hendaknya dilakukan secara berkelanjutan. Karena qodho' ini sebagai pengganti dari hal yang wajib. Jika qodho' tidak dilakukan dengan segera, maka wajib berniat

--. ~----------------------------

~ " .. ".·u_ .. _,_~_~_._~ __ ~> " __ ~_, _ .... __

Hultum _ra".9 ~_~'!lt denga» QodJio' Puasa 85

? <~.N> • -- ~/ ~::,<:~ ; -o--c; '" c __ , ;-'-~><c,:[.'N ""'

sungguh-sungguh untuk melaksanakannya. Ia dibolehkan mengakhirkan qodho' tersebut karena waktunya yang luas. Setiap perkara wajib yang waktunya luas, maka boleh diakhirkan tapi harus disertai niat yang kuat untuk melaksanakannya. Hal itu sebagaimana bolehnya ia melakukan qodho' secara terpisah-pisah, yakni puasanya dilaksanakan tidak berkelanjutan.

Akan tetapi, jika bulan Sya'ban tidak tersisa kecuali sebatas waktu qodho'nya, maka menurut ijmak ia wajib melaksanakannya secara berkelanjutan karena sempitnya waktu yang ada, dan tidak boleh mengakhirkannya sampai setelah Romadhon yang lain tanpa ada udzur yang syar'i . Hal ini berdasar ucapan Aisyah ~ :

"Dohulu saya mempunyai tanggungan qodho' puasa Romadhon, saya tidak bisa mengqodho'nya kecuali pada bulan Sya'ban karena kedudukan Rosululloh." (Muttafaqun 'alaih)

Hadits ini menunjukkan bahwa waktu qodho' itu sangat luas sampai tidak tersisa bulan Sya'ban kecuali sebatas hari-hari yang dimilikinya untuk melaksanakan qodho'. Wajib melaksanakan qodho' sebelum masuk bulan Romadhon yang baru. Jika ia mengakhirkan qodho'nya sehingga datang bulan Romadhon yang baru, maka ia harus berpuasa Romadhon yang baru, dan qodhdnya dilaksanakan setelahnya. Kemudian apabila pengakhirannya karcna memiliki udzur yang syar'i sehingga ia tidak bisa melaksanakannya pada saat itu, maka ia tetap wajib melaksanakan qodho.

" ~---------------------~--------

86 Bim6~.in Meram KemufUidit Ro1lUUfl1.on

Dan jika ia tidak memiliki udzur yang syar'i, maka selain qodho' ia harus memberi makan seorang miskin setiap hari 1/2 sho' (1,5

Kg) makanan pokok. .

Apabila orang yang mempunyai kewajiban qodho' meninggal dunia sebelum datang Romadhon yang baru, maka tidak ada tanggungan apa-apa terhadapnya. Karena pada saat itu sebenarnya ia masih mempunyai waktu untuk qodho'. Apabila kematiannya terjadi setelah datang Romadhon baru dan jika pengakhirannya itu karen a udzur yang syar'i seperti sakit dan safar sehingga ia menjumpai Romadhon yang baru. maka tidak ada tanggungan juga padanya. Dan jika pengakhirannya itu karena udzur yang tidak syar'i, maka walinya wajib membayar kafaroh, yaitu dengan mengeluarkan fidyah baginya berupa makanan untuk seorang miskin setiap hari. Dan apabila orang yang memiliki tanggungan puasa kafaroh meninggal dunia, seperti puasa wajib sebagai kafaroh zhihar dan puasa wajib sebagai pengganti hewan sembelihan pada waktu haji, maka walinya memberi makan seorang miskin setiap hari dan puasanya tidak digantikan walinya. Hendaknya yang melaksanakan hal itu adalah walinya. Karena puasa adalah ibadah yang tidak dapat digantikan oleh orang lain di dunia ini, demikian juga setelah kematian. Inilah pendapat kebanyakan dari para ulama.

Adapun jika orang yang memiki tanggungan puasa Nadzar meninggaL maka disunahkan bagi walinya menggantikannya berdasar hadits di dalam Shohfhain : Bahwasanya datang seorang wanita menemui Nabi, ia berkata, "Sesungguhnya ibu saya meninggal dunia dan ia mempunyai tanggungan puasa nadzar, apakah saya boleh berpuasa untuknya." Beliau menjawab, "Ya."

Wali di sini adalah ahli waris. Ibnul Qoyyim ~.1t; berkata, "Puasa nadzar boleh digantikan oleh walinya dan inilah pendapat Imam Ahmad dan selainnya. Terdapat juga nash dari Ibnu Abbas dan Aisyah ,~ dan pendapat ini sesuai dengan dalil dan qiyas. Karena puasa nadzar tidaklah wajib menurut Ushul Syariat, tetapi manusialah yang mewajibkannya atas dirinya sendiri sehingga sepertinya ia mempunyai hutang. Oleh karena itu, Nabi menyerupakan puasa itu dengan hutang.

Adapun puasa yang sejak semula diwajibkan Alloh kepadanya merupakan salah satu rukun Islam yang tidak ada ganti-mengganti di dalamnya, sebagaimana halnya pada sholat dan syahadatain. Karena maksud dari kedua rukun itu adalah ketaatan pribadi seorang hamba dan sebagai realisasi dari hak-hak ubudiyah yang diciptakan dan diperintahkan oleh Alloh. Karenanya, ia tidak bisa dikerjakan oleh orang lain dan seseorang tidak bisa disholatkan oleh orang lain."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~.1t; berkata, "Walinya memberi makan orang miskin setiap hari, dan ini merupakan pendapat Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya. Akan tetapi, pendapat ini cacat sebagaimana atsar yang ada, karen a puasa nadzar itu terdapat tanggungan padanya sehingga dilakukan setelah kematian. Adapun puasa Romadhon, Alloh tidak mewajibkannya terhadap orangorang yang lemah, bahkan Alloh memerintahkannya untuk menggantinya dengan fidyah berupa memberi makanan seorang miskin. Qodho' berlaku bagi orang yang mampu melaksanakannya bukan orang yang tidak mampu. Dengan demikian, tidak dibutuhkan qodho' oleh seseorang untuk menggantikan tanggungan orang lain. Adapun puasa nadzar, maka tidak diperselisihkan mengenai

.. "' _. b:o-~.

,r .... ······88BUn6ihga~M~aih·K;m~ ~n

." -It'". • -i ... ," r;. • '

bolehnya digantikan oleh orang lain karena adanya hadits-hadits yang shohih. "

-----------------------------

Hufunft;y~ Be"'niU6un;,an ~~~'Q~d1iol'·Puasa 89

,,- " - -, .. --,.--,>,.,~- .... , _-,., "

sfwCat Tarawih dan Hulium-hukumnya

", 0 Ij} .... , 0

llyJr J~~ -1-:;, J ~:~. l? <:~WI ~j ~ ~I

... ,. "" ",..,..... ... ..... 0 "" 0 0 " ,.;JJ /' '" ;JJ

¢ ~ i~l) o~l) ".:.Ai)\11 r~\ ~~) ,~~lkl\

~ ~

"" // "" ...- 0.... ,/ ;JJ t ~",.

~:~ :;) ~~~i) ~1 ~ _, '~I~\ J~ ~L-.... J)I ,~

~~ '0G~

"

~H etahuilah, semoga Alloh melimpahk~n ta~fik-Nya kepad~ ~kita semua, bahwasanya salah satu disvariatkan oleh Nabi Muhammad pada bulan Mubarok ini adalah sholat tarawih yang hukumnya sunnah muakkad. Dinarnakan tarawih karena dahulu para sahabat beristirahat di antara 4 rokaat ketika menjalankan sholat tcrsebut.l'" Hal itu karena mereka memanjangkan sholatnya.

15)

Yakni di setiap 2 kali salarn. Karena sholat tarawih itu dua rokaat dua rokaat, demikian juga sholat tahajud. Sebagian imam masjid yang tidak mempunyai pemahaman yang benar telah melakukan kesalahan. Mereka tidak salam di setiap dua rokaat pada sholat tarawih ataupun tahajud. Hal ini menyelisihi sunnah. Para ulama telah menashkan bahwasanya barangsiapa yang berdiri pada rokaat ketiga pada sholat tarawih atau

Sholat tarawih afdholnya dikerjakan di masjid secara berjamaah. Nabi pernah sholat tarawih bersama para sahabatnya di masjid selama beberapa malam. Kemudian beliau tidak mengerjakan sholat tersebut bersama mereka karena khawatir kalau sampai sholat itu diwajibkan atas mereka, sebagaimana telah tsabit di Shohfhain dari Aisyah ~) bahwasanya Nabi sholat di masjid pada suatu rnalam, dan para sahabatnya mengikuti sholat beliau, kernudian beliau sholat pada malam berikutnya dan sernakin banyak sahabat yang mengikutinya. Kemudian mereka berkumpul pada malam yang ketiga atau keempat, tetapi beliau tidak keluar menemui mereka. Ketika pagi hari beliau bersabda, "Saya mengetahui apa yang kalian lakukan -tadi malam-, tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian kecuali saya khawatir kalau sholat itu diwajibkan atas kalian. "

Peristiwa itu terjadi pada bulan Romadhon. Sholat tersebut dilakukan juga oleh para sahabat setelah beliau dan umat ini telah menerimanya. Rosululloh ~ bersabda :

"Barangsiapa yang berdiri (sholat lail) bersama imam sampai selesai, maka ditulis baginya sholat semalam suntuk."

Rosululloh ~ bersabda :

tahajud seperti halnya orang yang berdiri pada rokaat ketiga pad a sholat Shubuh, yakni batal, Kami akan menyebutkan jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam membantah mereka dan menjelaskan kesalahannya di akhir b~b ini.

._----------------------------

... ~~:tar~,~ri~~~ 91

"8arangsiapa yang berdiri (sholat lail) pada bulan Romadhon dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh Ta'ala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'alaih)

Jadi, sholat tarowih merupakan sunnah yang telah tsabit dan tidak pantas seorang muslim meninggalkannya. Adapun jumlah rokaat sholat tarowih, sedikitpun tidak tsabit dari Nabi ~ dan perkaranya sangat luas. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~£ berkata, "Dia boleh mengerjakannya 20 rokaat sebagaimana yang masyhur dari madzhab Imam Ahmad d=n Syafi'I, Boleh juga sholat 36 rokaat sebagaimana pada madzhab Imam Malik. Dan boleh 11 rokaat dan 13 rokaat. Semuanya bagus. Banyak dan sedikitnya jumlah rokaat itu tergantung pada panjang dan pendeknya sholat yang dikerjakan."

Umar bin Khoththob 2&', ketika mengumpulkan para sahabat untuk bermakmum di belakang Ubay bin Ka' ab ~~}, ia sholat 20 rokaat. Di antara sahabat ada yang memperkecil jumlah rokaat dan ada pula yang memperbanyaknya. Jumlah batasan rokaatnya tidak ada nash yang shohih dari Syari' (penetap syariat).

Kebanyakan imam masjid ketika mengerjakan sholat tarowih tidak memperhatikan dan tidak tumakninah dalam rukuk dan sujudnya. Padahal tumakninah merupakan rukun sholat. Yang dituntut dalam sholat adalah menghadirkan hati di hadapan Alloh Ta'ala dan mengambil nasihat dari kalam-Nya ketika dibaca. Semua itu tidak akan tercapai apabila sholat dikerjakan dengan tergesa-gesa yang tidak baik sifatnya.

Sholat 10 rokaat yang disertai dengan bacaan yang panjang dan tuma'ninah lebih utama daripada 20 rokaat yang dikerjakan

dengan ketergesa-gesaan yang jelek sifatnya. Karena inti dan ruh sholat adalah menghadapkan hati kepada Alloh Ta'ala. Sesuatu yang sedikit -apabila dikerjakan dengan benar- adalah lebih baik dari sesuatu yang banyak -apabila dikerjakan dengan salah-.

Demikian juga membaca Al-Quran secara tartillebih baik daripada membacanya dengan cepat. Kecepatan yang dibolehkan dalam membaca Al-Quran adalah apabila tidak ada satu hurufpun yang terbuang. Apabila sebagian huruf hilang karena kecepatan tersebut, maka tidak ada pahala dan dilarang oleh syariat Islam. Adapun jika bacaan itu dibaca dengan suara jelas yang bisa memberikan manfaat kepada makmum, maka itu lebih baik.

Alloh Ta'ala mencela orang-orang yang membaca AI-Quran tanpa memahami maknanya. Dia berfirman :

"Dan di antara mereka ada yang buta huruJ, tidak mengetahui AI-Kitab kecuali hanya dongengan bohong belaka ... " (AIBaqoroh [2] : 78)

Yakni mereka membacanya tapi tidak disertai dengan pemahaman. Karena tujuan diturunkannya Al-Quran adalah untuk dipahami makna-maknanya dan diamalkan. Jadi, tidak sekedar bacaan saja.

Sebagian imam masjid tidak mengerjakan sholat tarowih sesuai dengan tuntunan syariat. Karena mereka mempercepat bacaan AI-Quran sehingga salah dalam membacanya. Mereka juga tidak tumakninah ketika berdiri, rukuk, dan sujud. Padahal tumakninah merupakan salah satu rukun sholat. Di samping itu, mereka meng-

-- ~_~"W'

ambil jumlah rakaat yang paling sedikit. Sehingga terkumpul beberapa kesalahan pada mereka, yaitu menyedikitkan rokaat, mempercepat sholat dan salah dalam membaca Al-Quran. Ini merupakan sikap bermain-main dalam menjalankan ibadah.l'" Mereka wajib bertakwa kepada Alloh Ta'ala dan mengerjakan sholat dengan baik. Janganlah menqhalanqi diri mereka sendiri dan orang lain untuk menjalankan sholat tarowih sesuai dengan apa yang disyariatkan .17)

16. Sebagian mereka mengeluarkan suara bacaan dengan mikrofon hingga terdengar dari luar masjid, sehingga menganggu orang yang berada di sekitar masjid. Hal ini tidak diperbolehkan. Ibnu Taimiyyah ~~ berkata, "Barangsiapa yang membaca AI-Quran sementara orang lain mengerjakan sholat tathowwu'. rnaka ia tidak boleh mengeraskan suara yang bisa menganggu mereka. Karena Nabi pernah menemui para sahabatnya yang sedang sholat di masjid. Beliau bersabda, 'Wahai manusia, masing-masng kalian sedang berbisik-bisik (bermunajat) dengan Robbnya, maka janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaannya kepada sebagian yang lain." (Majmu' Fatawa : 23, 61, 62, 63, 64)"

17. Sebagian imam masjid ada yang mempercepat bacaan AI-Quran dan memanjangkannya dengan harapan bisa mengkhatamkan Al-Quran pada 10 hari terakhir atau pada pertengahannya. Apabila telah khatarn, rnereka meninggalkan masjid dan pergi untuk mengerjakaan umroh dan mereka mencari pengganti kepada orang yang kadang tidak layak untuk menjadi imam. Ini merupakan kesalahan dan aib yang besar, ia telah menyia-nyiakan amanah yang diserahkan kepadanya untuk menjadi imam bagi orang-orang yang sholat sampai akhir bulan. Sholatnya bersama makmum merupakan suatu kewajiban baginya, sementara umroh yang dikerjakan itu bersifat sunnah. Maka, bagaimana mungkin ia meninggalkan sesuatu

.. "Ii------------------------------·

'. ""'94' "B~an Meraili KentUffuan Rc;~ -v-s

~...0""Nl>

pefajari dan BacafahAC-Quran

~ ~ ~ G ~f ~0~~1~ Ja-Jl ~~ ~ ~1

~ ",,/ /""".", ".;

"..".,. ~ "''' ;;i.... -' 0 J t

~T~) ~ I~ ~) J.':-.0.l1~) ,jT~1 ~ ~_bJ~

~ ~ ~

.J. 0 ........

~)

X.'MI ahai hamba Alloh, bertakwa dan bersyukurlah kepada aViJ Alloh atas apa yang telah dianugerahkan kepadamu dari nikmat iman dan mengkhususkan kamu dengan diturunkannya

AI-Quran. Ia adalah AI-Quranul Azhim, Dzikrul Hakim, dan

yang wajib untuk mengerjakan sesuatu yang sunnah. Seandainya ia tetap berada di masjid dan menuntaskan amalnya, maka itu lebih utama baginya daripada pergi untuk umroh. Dan sebagian imam masjid apabila mengkhatamkan Al-Quran, mereka memperingan sholat dan memperpendek bacaan pada sisa-sisa malam di akhir bulan yang mprupakan rnalarn-malam pembebasan dari neraka. Sepertinya mereka melihat bahwa maksud dari sholat tarowih dan tahajud adalah untuk mengkhatamkan AI-Quran dan bukan untuk menghidupkan malam-malam yang pf'nuh berkah dengan sholat lail guna mengikuti Nabi dan mencari keutamaan_ keutamaannya. Ini merupakan bentuk kebodohan mereka dari bf'rnldinmain dalam beribadah kepada Alloh Ta'ala, Semoga Alloh mengernh .. likan ke jalan yang lurus.

----------------------~---~----

" '" PefajarldiinBacaCaliA!~Quran 9S

Shirotol Mustaqim. Ia adalah kalam Alloh yang tidak ada satu kalam pun yang serupa dengannya, tidak ada satu kebatilan pun yang menghampirinya, baik dari depan maupun belakangnya. Ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana dan Yang Maha Pembalas Jasa. Alloh sendirilah yang menjaganya, sehingga tidak ada pengurangan maupun penambahan di dalamnya. Ia tertulis di Lauhul Mahfuzh dan di lembaran-Iembaran. Ia terjaga di dada-dada para hufadzh. Ia dibaea dengan lisan dan amat mudah dipelajari dan direnungkan. Alloh Ta'ala berfirman :

/ ~ /

,~_ _ til ~ ~ l -:. ....... ., oN ..... J"'" ~ ;;, ", ~ ..... .....

(;_iii {:=J.:o o: ~ f=~ ul~ ~ I L ~ :La.) j

"Dan te/ah Kami mudahkan AI-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran." (AI-Qomar [54J: 17)

Kitab yang mudah dihafal oleh anak-anak keeil dan orangorang ajam (nonArab). Tidak berat bagi lisan untuk membaeanya, tidak bosan bagi telinga untuk mendengarkan kemanisan dan keindahannya, tidak akan kenyang para ulama dalam merenungi dan mengarungi makna-maknanya, serta manusia dan jin tidak akan mampu mendatangkan semisal surat terpendek darinya. Karena ia adalah mukjizat dan hujjah yang kekal, Alloh telah memerintahkan hamba-Nya untuk membaea dan merenunginya, dan Alloh telah menjadikannya sebagai Kitab yang penuh berkah. Alloh Ta'ala berfirman :

• • - .... ~ ~ ~Y""" ...... ~"" .......... _"'" -.. ~ _;!.~ - .___ ..

~ ,'~ ",--e_ > -_-_---_... -- - v-

96 Bimbit'9c!l ?H':raHi Kemufia.an Romadfion

"Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." (Shod [38] : 29)

Rosululloh ~ bersabda:

J. 0... ." /./ , ~ ..........

~ 4:- ' •. ;J, ~ c._;.. ~ ili .0.1\ 1--'8" 0 ...... tj0;" i'; 0.';'

J - - -. ./ / . . / U / .J r u

~ ~ / ..... ~ "' .... ".., ~ Jt .J./.... .....0 ;.

J"_;- i~ -' J"_;- ~i ~ -' J"_;- t \ J;i ~ ,I'*"8 ___,.-Jl~1

"8arangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Alloh, akan mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan berlipat 10 kebaikan. Saya tidak mengatakan, 'Alif Lam Mim' satu huruf Akan tetapi Alif satu hurui, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf " (HR. Tirmidzi, dan ia berkomentar, "Hadits hasan sbohih,")

Alloh Ta' ala telah memberi keistimewaan dan keutamaan bagi pembaea Al-Quran yang mau mengamalkannya. Rosululloh ~ bersabda:

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari AI-Quran dan yang mengajarkannya." (HR. Bukhori)

Rosululloh ~ bersabda:

." .. ~,"'--_..~------------------------

"Perumpamaan orang mukmin yang membaca AI-Quran bagaikan buah limau yang harum baunya dan enak rasanya. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca AI-Quran bagaikan buah kurma yang tidak berbau,tapi manis rasanya. Perumpamaan orang muna!ik yang membaca AI-Quran bagaikan tumbuh-tumbuhan yang harum baunya dan pahit rasanya. Dan perumpamaan orang muna!ik yang tidak membaca AI-Quran bagaikan buah labu yang tidak berbau dan pahit rasanya." (HR. Bukhori dan Muslim)

Di dalam nash-nash tersebut terdapat perintah untuk mernpelajari Al-Quran, kemudian membaca, merenungi, dan mengamalkannya. Dengan Al-Quran, manusia terbagi menjadi beberapa golongan. Di antara mereka ada yang membaca, memperhatikannya dengan cara mempelajarinya secara keilmuan maupun amalan. Mereka inilah orang-orang yang berbahagia yang merupakan Ahlu Quran sesungguhnya. Dan di an tara mereka ada yang berpaling darinya, tidak mempelajarinya bahkan tidak menoleh sedikitpun kepadanya. Mereka ini telah disediakan adzab yang pedih oleh Alloh.

Alloh Ta'ala berfirman :

"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Ar-Rohman (Robb Yang Maha Pemurah), Kami adakan baginya setan yang menyesatkan, maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyerlainya." (Az-Zukhruf [43] : 36)

Alloh Ta'ala berfirman :

"Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. la berkata, 'Ya Robbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?' Alloh berkata, 'Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Komi, maka kamu melupakannya, dan begitu pula pada hari ini kamu pun dilupakan'." (Thoha [20] : 124-126)

Di antara manusia ada yang mempelajari Al-Quran, tetapi meremehkan bacaannya. Orang seperti ini telah menjauhi AlQuran dan menghalangi dirinya sendiri untuk memperoleh pahala vanq besar karena membacanya. Iru merupakan penyebab ia me-

lupakan Al-Quran dan bisa jadi ia masuk ke dalam firman Alloh Ta'ala (yang artinya), "Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku" (Thoha [20] : 124). Karena sikap berpaling dari membaca AI-Quran dan melalaikannya merupakan kerugian yang besar. Itu merupakan sebab berkuasanya setan pada seorang hamba dan kerasnya hati.

Oi antara manusia ada yang sekedar membaca Al-Quran tanpa mau merenungi dan mengambil pelajaran darinya. Orang seperti ini tidak bisa mengambil manfaat yang besar dari bacaannya. Alloh mencela orang yang hanya membaca Al-Quran tanpa mau memahaminya. Alloh Ta'ala berfirman tentang orangorang Yahudi :

"Di antara mereka ada yang buta huru/, tidak mengetahui AlKitab kecuali hanya sekedar dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (AI-Baqoroh [2] : 78)

Yakni mereka hanya sekedar membacanya tanpa mau memahaminya. Karenanya, menjadi suatu kewajiban bagi seorang muslim ketika membaca AI-Quran harus menghadirkan hatinya untuk memahaminya sebatas kemampuannya. Bacaan yang cepat dan mengkhatamkannya tidaklah cukup jika tidak dipahami dan tidak membekas pada dirinya. Semoga Alloh memberikan taufikNya sesuai dengan apa yang dicintai dan diridhoi-Nya.

Zaliat dan Hukum-liuliumnya1S)

",,P.o ~ 0 ..... 0...../ "" 0 oj! -", 0

~\~ tk- ~I / ~'c\11 Jlyi _j ~ '~WI y) .0.l J.:;.j\

.... "/'./.' //

,.",...... " J. .... /."'- oil" .... Of; 0.... 0 ",..

r)LJI) ;;")(ajl) ,~::UI c")~ 4:. ~I ~ /:a.:JI) if! / .. :11)

J ~ :"L 0 ~.I ~ 0 I:tl~ ... 1/ 0 -f 4..l1 I;,.~ ,;;; ~ ~ I-:~ c I;'.

1 .)1 :: r-+' ~.~ ) :~ ) u ~) ~ ~ ~

./ ~ - -

~~ d~ ~ rJ~M~ ,~~\ (;

~ .. etahuilah bahwasanya zakat merupakan rukun Islam ketiga ~~ setelah sholat. Banyak sekali ayat AI-Quran yang menggabung penyebutan zakat dengan sholat, yang mana Alloh telah menggabungnya di sekitar 30 ayat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dan betapa agung kedudukannya. Di dalamnya terdapat maslahat yang besar. Maslahat terbesar di antaranya adalah sebagai tanda syukur kepada Alloh, sebagai realisasi perintahNya untuk menginfakkan rezeki yang telah diterima, dan pahala

18. Pada saat ini banyak manusia yang bisa mengeluarkan zakat harta mereka pada bulan Romadhon karen a keutamaan-keutamaan bulan tersebut. Kita memohon kepada Alloh semoga Dia berkenan menerima am alan kita dan mereka. Akan tetapi, apabila harta itu memenuhi nishobnya pada bulan Romadhon. Adapun [ika nishobnya terpenuhi sebelum bulan Romadhon, maka zakatnya harus dikeluarkan pdcla saa! itu juga dan tidak boleh mengakhirkannya sampai bulan Romadhon.

-------------------,..~----------

~~.... ~ ~

'_ ',""

Zarutt dim Hukum-liukumnya 101

< ·iU°/.' ~'< ~.~ "H'-'

yang diberikan Alloh bagi orang-orang yang berinfak. Di antara maslahat yang lain adalah sebagai tanda pertolongan dari orangorang kaya terhadap saudara mereka yang miskin dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.

Di an tara maslahatnya juga adalah untuk membersihkan diri dari sifat bakhil, rakus, akhlak tercela, dan menjadikan pelakunya termasuk ke dalam orang-orang yang berbuat kebajikan yang dicintai Alloh dan disenangi manusia. Alloh Ta'ala berfirman :

"Ambillah shodaqoh dari sebagian harta-harta mereka, dengan itu kamu akan membersihkan dan mensucikan mereka ... " (At-

Taubah [9] : 103)

Alloh Ta'ala berfirman :

" .. .Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Al10h menyukai orangorang yang berbuak baik:" (AI-Baqoroh [2] : 195)

Di antara maslahatnya lain adalah bahwa zakat bisa menyebabkan tambahnya harta dan menjadikannya barokah. Alloh

Ta'ala berfirman:

"Apa saja yang kamu infakkan, maka Al10h akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Saba' [34]: 39)

'."~'.------------,:-~--------' ...... -~~-~,,~-~'!

, 102 Bim6in;9an J.\tkr~ih Kemul1iait.·.Ro~

Di dalam hadits shohih Alloh berfirman (yang artinya) :

__ Yo .... ./ ....

~ ~\ ~\ i~\ JI ~

"Wahai anak Adam, berinfaklah. maka Aku akan berinfak (mengganti dengan rezeki yang lebih baik) kepadamu."

Enggan mengeluarkan zakat akan menimbulkan kemadhorot-

an besar, di antaranya adalah hilangnya maslahat-maslahat di atas, serta akan merusak dan menghancurkan harta benda. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bazzar dari Aisyah ~ disebutkan, "Tidaklah suatu zakat bercampur dengan harta (yang sudah wajib zakat) kecuali akan menghancurkannya."

Pada hari ini kalian telah melihat dan mendengar betapa banyak malapetaka yang menimpa harta benda yang han cur akibat kebakaran, banjir, perampokan, perampasan, rugi, bangkrut, dan penyakit-penyakit yang menimpa tanaman buah sehingga sampai mematikannya atau mengurangi produksinya. Ini semua merupakan adzab karen a keengganan mengeluarkan zakat.

Di antara wujud madhorot lain adalah terhalangnya turunnya hujan dari langit. Padahal dengan hujan itu manusia, binatang ternak, tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan bisa hidup. Di dalam suatu hadits, Rosululloh ~ bersabda, "Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat harta mereka kecuali akan ditahan turunnya huian dari langit. "

Sekarang telah kalian saksikan terhalangnya turunnya hujan di berbagai negara dan akibat yang ditimbulkannya. Ini semua meiupakan adzab dunia. Adapun adzab akhirat, maka akan lebih pe.lih lagi.

Alloh Ta'ala berfirman :

"Den orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Alloh, maka beritahukanlah kepada mereka adzab yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu di dalam neraka Jahanam, lalu dahi, lam bung dan Punggung mereka dibakar dengannya, lalu dikatakan kepada mereka, 'Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri dan rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu'." (At-Taubah [9] : 34-35)

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka itu merupakan bentuk penyimpanan yang akan menyebabkan adzab bagi pelakunya pada hari kiamat. Sebagai penjelas akan hal itu adalah hadits shohih dari Nabi ~ :

./ ~;iJ ,rj "~./.- ./ '"

bl }Ii ~ ~ ~.)~~ ~ f~ ':J j ~~ ~~ ::r: G

• 1 _

~ ~ _ .• _ .•. , " .. _.... , __ .•.. __ .. ,_,,_ __·.·._. __ ·. . .v.v. _. A·.· •. ·. ,., ..... " .. _ ... •... ~ __ ._,

104 Bimbingan ~iIi .. KmiUfU:ian ~ _~._ .:l~.""_.

"Bila pemi/ik emas dan perak tidak menunaikan hak zakatnya pada hari kiamat, maka ia akan dipukul dengan pemukulpemukul dari neraka. Emas dan perak tersebut dipanaskan di neraka Jahanam, lalu dengan emas dan perak tersebut lambung, dahi dan punggung mereka dibakar. Ketika telah dingin dikemba/ikan lagi kepadanya pada hari yang lamanya setara 50.000 tahun, sampai ia dihukumi bersama para hamba yang lain, hingga bisa melihat jalannya, baik ke surga maupun ke neraka."

Alloh Ta'ala berfirman :

"Sekali-kali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa itu lebih baik bagi mereka. Padahal kebakhilan itu buruk bag; mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak pada hari kiamat." (Ali Imron [3] : 180)

Sebagai penjelas adalah hadits shohih dari Nabi ~:

Zakat dan Hukum-liunumuya 105

"8arangsiapa yang diberi harta oleh Alloh, dan tidak mengeluarkan zakatnya, maka haria itu bagaikan ular yang sangat besar dan menakutkan. Mulutnya mempunyai dua bisa, ular itu akan dikalungkan kepadanya pada hari kiamat. Kemudian ular itu akan memegang tulang rahangnya dan berkata, 'Akulah hartamu, akulah simpananmu'."

Inilah adzab bagi orang yang tidak mengeluarkan zakat pada hari kiamat, sebagaimana telah dijelaskan oleh Alloh dan RosulNya, yakni harta yang tidak dizakati itu akan berubah menjadi pemukul yang dipanaskan di neraka Jahanam yang akan membakar dahi, lambung dan punggung mereka. Dan dijadikan pula ular besar yang melingkari lehernya, yang memegang tulang rahangnya, lantas mematuknya dan mengeluarkan racun berbisa dalam jumlah banyak yang akan menyiksa jasadnya. Adzab ini tidak hanya satu jam kemudian selesai, tetapi akan berlangsung selama 50.000 tahun, naudzubillah ...

Orang yang enggan mengeluarkan zakat jika diketahui orangnya, maka ia tidak boleh dibiarkan, tetapi wajib diingkari dan dinasihati. Apabila ia bersikukuh tidak mau menunaikannya, maka Waliyul Amr wajib melihat keadaannya. Apabila ia tidak menunaikan zakat karena mengingkari kewajibannya, maka ia wajib diminta bertaubat. Apabila ia bertaubat dan mau menunaikan zakatnya bagi Alloh -maka selesai perkaranya-, tetapi jika enggan, maka wajib dibunuh karena murtad dari Islam.

Apabila ia mengakui kewajiban zakat, tetapi tidak mcnunaikannya karena bakhil, maka wajib dihukum dan zakatnya diambil

,~---------------------~---------

106 nltnvin9an Memifi KctnuCiaan Romadhmt

secara paksa. Apabila tidak memungkinkan pengambilannya kecuali dengan cara memeranginya, maka ia harus diperangi. Sebagaimana para sahabat di bawah kepemimpinan Abu Bakar $ dalam memerangi orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat setelah kematian Rosululloh ~. Sampai mereka tunduk mau mengeluarkan zakat dan melaksanakan hukum-Nya, Alhamdulillah.

z~ d'an. Hukum-liulWtnnya 107

HaC-haC yang Wajib Imaliati dan Berapa Besar Nisfw6nya

'" -' /_ oJJ....,./.; '" ~ .... /_ '" --- 0 ,rj '" " 0

p j ~ Q ~ i")(Jlj c~l, ,~QI '-:-') All ~,

/ //

~. etahuilah, bahwasanya harta yang wajib dizakati ada 4 ~ macam. Kita akan menjelaskan dua di antaranya:

1. Barang Tambang

Yaitu emas, perak, dan apa saja yang bisa menggantikan kedudukannya berupa berbagai macam mata uang yang digunakan manusia untuk bermuamalah pada zaman sekarang, baik itu bernama Dirham, Riyal, Dinar, Dolar, -juga Rupiah -pener) - atau yang lainya. Barangsiapa yang mempunyai emas dan perak yang telah mencapai nishobnya'?', atau mempunyai uang yang telah mencapai nishob atau melebihinya, dan telah tiba waktu pengeluaran-

19) Nishob Perak adalah 56 Riyal dengan riyalnya Saudi Arabia. Nishobnya emas adalah 11 3/7 Pound (20 dinar) atau dengan mata uang setara dengan nishob tersebut.

." IJI------------ _

': . 108-;Bi~a!l-Meraili~Ro~n"" "", .. ~~

I.~~, ~.~, r-: - ---, ,,(y.'.:...' -- -. ": - :A~,-.W_,O ~:, __ J_,,~ - - . ~ .. _. """ __ ''''''-' ·_x,,- __ l- ..... :~

nya, maka ia wajib mengeluarkan zakatnya. Besarnya adalah 2,5% dari harta tersebut, yakni 2,5 Riyal per 100 Riyalnya. Baik harta itu disimpan untuk perdagangan, nafkah keluarga, nikah, membeli rumah, mobil, atau selainnya. Baik harta itu milik orang dewasa, anak kecil, atau orang gila. Jadi, hartanya anak-anak yatim wajib dizakati dan yang mengeluarkannya adalah walinya.

Laba uang Dirham atau selainnya waktu pengeluarannya seperti halnya waktu pengeluaran emas dan perak. Laba terse but dizakati bersama dengan modalnya, walaupun laba tersebut tidak ditahan kecuali sebentar saja atau mungkin malah belum ditahan sarna sekali (Iangsung digunakan untuk penambahan modal -ed.)

Bagi pegawai yang menyimpan uang gajinya setiap bulan secara teratur, yang lebih selamat dan mudah baginya adalah menetapkan suatu bulan dalam setahun, misalnya bulan Romadhon, untuk mengeluarkan zakatnya dari uang yang telah terkumpul padanya sampai dengan bulan Romadhon tahun depan, baik itu telah tiba waktu pengeluarannya atau belum.

Barangsiapa yang mempunyai piutang pada seseorang, baik berupa pinjaman, atau pembayaran barang dagangan, atau berupa upah, apabila piutang ini ada pada orang yang mudah melunasinya dan bisa diperolehnya pada saat penagihan, maka piutang tersebut dizakati apabila telah tiba waktu pengeluarannya semenjak akad (penentuan waktu), baik piutang itu telah diterima atau belum seperti ketika berzakat terhadap harta yang ada padanya. Apabila piutang itu ada pada orang yang suka mengulur-ulur waktu pelunasannya dan ia tidak tahu apakah uangnya akan kern bali atau tidak, maka ia berzakat ketika sudah menerima uangnya tersebut selama setahun saja, inilah pendapat yang benar.

-------------------------------

. - ~fuU jiing Wa_jUj. ~.~ 109 '

.~.-~, .•..

Apabila ada seseorang yang mempunyai hutang pada orang lain sementara ia mempunyai uang (yang sudah mencapai nishobnya), maka menurut pendapat yang shohih dari dua pendapat adalah bahwasanya hutang itu tidak menghalangi kewajiban ia untuk rnenunaikan zakat terhadap harta yang dimilikinya.

2. Barang-barang Perdagangan

Yaitu barang-barang yang dipromosikan untuk dijual dengan mengharapkan laba, seperti kain, mobil, pesawat, spare parts (suku cadang), tanah, bangunan yang dijual, sayur-mayur, makanan berkaleng, obat-obatan, bahan bangunan, toko kitab dan sebagainya.

Barang-barang tersebut dikeluarkan zakatnya apabila telah tiba waktunya atau apabila harganya sudah mencocoki, yakni dengan mengira-ngira harga yang sesuai dengan barangnya ketika telah tiba waktu pengeluarannya, baik harganya itu sesuai, kurang, atau lebih. Dan tidak dilihat barang-barang yang terjual, kemudian dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari harga yang ditetapkan. Pun tidak ditinggalkan sedikitpun untuk dijual, baik itu banyak maupun sedikit kecuali ditentukan harganya yaitu hanya dengan mengeluarkan semua barangnya atau yang menggantikannya untuk zakat.

Tidak ada zakat bagi barang-barang yang disewakan seperti bangunan, mobil, toko, kapaJ terbang dan sebagainya. Tetapi zakatnya ada pada upahnya apabila telah tiba waktu pengeluarannya semenjak waktu sewa.

Dan tidak ada zakat pada barang-barang yang digunakan orang untuk bekerja seperti tempat tinggal, tempat jual-beli (kios),

.. ,,'t' .... _

.! •. '. _11~~ ,,~~~'l{Craif~~ll(j~~n ~o~., A .' • ",-.

mobil penumpang dan lain sebagainya. Demikian juga orang yang mempunyai pabrik, bengkel besi atau bengkel mobil, percetakan atau pesawat terbang. Tidak ada zakat pada barang-barang tersebut, akan tetapi zakatnya pada income (pendapatan) dari barang-barang tersebut. Yakni dengan mengeluarkan 2,5 % apabila telah tiba waktu pengeluarannya.

Adapun saham suatu perseroan, apabila perseroan itu berkembang seperti Perseroan Pabrik, Perseroan Transportasi . Perseroan Perusahaan Listrik, dan Perseroan Perusahaan Minyak, maka yang sejenis ini wajib dizakati income (pendapatannya). Apabila pemegang saham memperoleh pendapatan dari sahamnya di perseroan tersebut, maka ia harus berzakat. Adapun sahamnya di area perdagangan, maka wajib dizakati sahamnya dengan cara menghitung harga area itu ketika tiba waktu pengeluarannya, dan zakatnya adalah 2,5 % harga.

Dan ketahuilah, bahwasanya ketika membayar zakat harus disertai dengan niat, karena zakat merupakan ibadah dan ibadah tidak akan sah jika tidak disertai niat. Rosuiulloh ~ bersabda :

LSy G ~0;\ J-~ LJ'1~ ._:.,O~ jw~\ LJ'1

~ '" "'--

"Sesungguhnya amaT itu sesuai dengan niatnya, dan segaTa sesuatu itu tergantung pada apa yang diniatkan."

Hendaknya ketika mengeluarkan hartanya tersebut ia meniatkannya untuk zakat.

Kalau ketika membayar beberapa Rupiah ia tidak berniat zakat, tapi kemudian baru bemiat, maka tidak sah zakatnya tersehut. Hendaknya seorang muslim menghitung harta yang wajib dizakati

Hty.-f!ir[ yaiig WajW :Diiakati... 111

i;:;::;;X".,

dengan perhitungan yang terinci agar tidak sampai tersisa harta yang belum dizakati.

Kita juga boleh mewakilkan seseorang untuk menghitung harta kita dan mengeluarkan zakatnya. Dia terhitung sebagai penggantinya. Orang yang berzakat wajib mengeluarkan zakatnya dengan baik, tidak menyebut-nyebutnya, tidak mengharapkan hartanya menjadi lebih banyak, tanpa pamrih, tidak bermuka masam ketika mengeluarkannya. Alloh Ta'ala berfirman :

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti hati si penerima ... " (AI-Baqoroh [2] : 264)

Alloh Ta'ala berfirman tentang orang-orang munafik :

_J '" ~ ....J .J /. '" ...... J. _J", ~ .... , ...... :: "I"". J ~... ....t ....

~J \I~u~ \I) ..:JL.._b, ~J ~; o_;J..4j1 u_,_;~ ~J ...

{~> O~;S

" ... Mereka tidak mengerjakan sholat melainkan dengan malas, dan mereka tidak manafkahkan harta melainkan dengan rasa enggan." (At-Taubah [9] : 54)

Disunahkan berdoa ketika mengeluarkan zakat :

,

t.:? ~ ~~ \:~~: ~\ ~\I

"Ya Alloh, jadikanlah zakat ini sebagai sesuatu yang menguntungkan dan jangan Engkau jadikan ia sebagai sesuatu yang merugikan. "

Dan si penerima hendaknya berdoa :

"Semoga Alloh memberimu pahala terhadap apa yang kamu berikan, memberkahi harta yang masih tersisa dan menjadikannya penyuci bagimu. "

Bertakwalah kepada Alloh Ta'ala dalam urusan agamamu secara umum dan dalam urusan zakatmu secara khusus. Seyogianya kalian memperbanyak shodaqoh sunnah pada bulan Romadhon ini, berdasar hadits, "Nabi pernah ditanya, 'Shodaqoh apakah yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Shodaqoh di bulan Romadhon. '" (HR. Tirmidzi)

Beliau juga bersabda :

~\ J1 ~ ~~ ,~:1 ~ 0 .5- ~ 0;.5 J~ ~~ ::;

~ -j; <j:-

"Barangsiapa yang bershodaqoh sebesar kurma dari penghasilan yang baik, maka tidak akan naik kepada Alloh kecuali baik juga. Karena Alloh menerimanya dengan tangan kananNya kemudian menambahkannya kepada pe/akunya sampai menjadi seperti gunung. "

------------------------------

f!af-1iaL ,ran,9 Waji6 niulkatL. 113

Dan dari Anas ~ secara marfu' :

"Sesungguhnya shodaqoh itu benar-benar memadamkan kemarahan Robb dan bisa meno/ak kematian yang buruk."

Ayat-ayat dan hadits-hadits Rosululloh pada bab ini sangat

ban yak.

Shodaqoh pada bulan ini merupakan ittiba' kepada Rosululloh ~. Karena kedermawanan beliau pada bulan ini berlipat-lipat dari bulan selainnya.

o , 0".... ~ ",...,_ ,. /_...- /' !/J 0.... -"\ ~ /'

° .> \:"1:0,< Cli ,oL.o° / ~ t.:J ~ <'G'\ 8_!d Cli Ail \ JL.......5

~ ~) fl)./ ~ / r ~.) y..

// "" '"

", / /. wJ .,.A. :fJ,., // ""

~)~T)~ I:" /~_; ~JJI~) ,~)) ~~)

...... c ,.. 0 \

~

.. '-------------------------------

-. - ~. "f

Hukum yal19 Berkenaan dengan zakat

o /' ...-0,0 ... 0 0" ./ 0 '!!t / , 0

JS--i J) \II) o~ ~I .1 J.:..;.JI ~ ,~~I y _) ~ ~I

" - ",,/

o~ ~ , '1 0i ~~ J~~ ~\~ ~i ;;0 ~~~ ,Jii~

~ .... , "" // ~,.,'/ ~

.» \p:~,,:~ 0 .NI) ~I ~ J ~r;i) (.6 / "c;i I~~ J~I

~~ d~ I::~o .f rL~ ,~~I ~~:;J~ r)LYI

Q~ etahuilah, bahwasanya zakat dan shodaqoh yang kalian ~h~ keluarkan dengan niat ikhlas dan dari hasil keringat yang halal akan mendapat balasan yang baik dari Robb kalian. Kalian akan mendapatinya sebagai harta karun yang berlipat ganda jumlahnya. Ia merupakan barang persediaan yang tidak akan pernah habis, merupakan penghematan yang bermanfaat, dan merupakan investasi yang berfaedah. Alloh Ta'ala telah mengganti hartamu di dunia ini dengan menjadikannya berkembang dan melimpahkan barokah padanya .

-----------------------------

~.::::-- - ;:. ~ --~::- ~-. . '" -_ .. -.

H~)'ml9_~~cng4nZaliat 115

Tetapi, janganlah kalian melampaui target dalam membayar zakat. Karena sebagian manusia yang mempunyai uang bermilyarmilyar kadang melampaui target -yang telah ditetapkan- dalam membayar zakat. Mereka tidak melihat kemurahan yang diberikan Alloh kepada mereka yang berupa uang bermilyar-milyar itu. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa untuk mencabut harta tersebut dari mereka dan mengubah mereka menjadi fakir-miskin dalam sekejap saja. Atau mengambil harta terse but dari mereka secara tidak disangka-sangka sehingga mereka meninggalkannya untuk orang lain. Sehingga tanggung jawab ada pada mereka sementara manfaatnya diambil orang lain.

Kemudian, ketahuilah bahwasanya Alloh telah menentukan orang yang berhak menerima zakat sehingga tidak boleh, bahkan tidak sah jika zakat terse but diberikan kepada selain mereka. Alloh Ta'ala berfirman :

~j:J\J ~~~~l\J ~'J ~T~ a~QI~ ~ "i~ILJ~

/ /

~ ~

",,-"# .... ",:::;"" '" ", ,/ ""/ ,..., .... <:I> ,., ,,.

~ \ ~\J ~I ~ J~ u::-: _;;J I) '7.A_j~ IJJ ~;.u

,/ ,/ -'" / -'" -'"

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, miskin, pengurus zakat, mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Alloh dan untuk orang-orang yang sedang da/am perjalanan. Sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Alloh, dan Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah [9] : 60)

Barangsiapa yang kebutuhan hidupnya dan orang yang dalam tanggungannya telah tercukupi dalam kurun waktu setahun, atau mempunyai penghasilan (gaji) yang tetap atau selainnya yang mencukupinya, maka ia termasuk orang yang berkecukupan sehingga tidak boleh dan tidak sah memberikan zakat kepadanya, demikian juga dia tidak boleh mengambilnya.

Orang yang berzakat tidak boleh membayarkan zakatnya kecuali kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Terdapat sebuah hadits yang menerangkan bahwasanya zakat itu tidak halal bagi orang kaya dan orang yang mampu bekerja (HR. Abu Dawud dan Nasai)

Demikian juga, zakat tidak boleh disalurkan di jalan-jalan kebaikan seperti untuk membangun masjid, membangun gedung sekolah dan sebagainya. Pembangunan tempat-tempat tersebut diambilkan dari Baitul Mal atau shodaqoh.

Zakat merupakan hak Alloh yang disyariatkan untuk orangorang tertentu dan tidak boleh zakat kepada orang yang tidak berhak menerimanya. la tidak boleh memaksa zakat itu supaya diberikan kepada dirinya sendiri karena untuk mengambil manfaat duniawi; tidak boleh membayar zakat untuk menimbulkan bahaya dan tidak boleh menjadikannya sebagai tameng terhadap hartanya dengan menjadikannya sebagai pengganti dari hak orang lain terhadapnya. la juga tidak boleh memberikan zakatnya untuk meraih kehormatan. Pun zakat tidak boleh diberikan kepada pemiliknya, istrinya, atau anak-anaknya, atau kepada orang yang nafkahnya dalam tanggungannya.

~"----------"""IIiIIIIIIIIl"'--""---------- __ .

< H~yann'~bChganZakal 117 <

~.--_.. '"Co_ _ .. , __ __ '.. • ~

Bertakwalah kepada Alloh wahai hamba Alloh, jadikanlah pengeluaran zakatmu dan semua ibadahmu sesuai dengan kitab Alloh dan sunnah Rosul-Nya.

Ketahuilah, bahwasanya barangsiapa yang memberikan zakatny~ kepada orang yang tidak berhak menerimanya secara syar'i yang telah ditentukan Alloh dalam Kitab-Nya, maka zakatnya tidak mernenuhi syarat dan tidak terlepas tanggungannya untuk membayar zakat. Karena Allohlah yang membatasi orang-orang yang berhak menerima zakat sebagaimana pada firman-Nya dalam Surat At-Tau bah [9] : 60 di atas. Kalimat pada ayat itu menunjukkan batasan, yakni membatasi hukum bagi orang-orang yang disebut di dalamnya dan menafikan selainnya.

Walaupun zakat itu diberikan kepada satu dari delapan kelompok di atas, maka sudah memenuhi syarat dan tidak perlu menyempurnakannya. Hal ini berdasarkan dalil bahwasanya Nabi ~ bersabda kepada Mu'adz ketika beliau mengutusnya ke Yaman, "Beritahukanlah kepada mereka bahwasanya Alloh telah mewajibkan shodaqah atas mereka yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang fakir. "

Pada hadits ini beliau hanya menyebut satu kelompok saja yaitu orang-orang fakir. Hal itu menunjukkan boleh dan sahnya jika zakat itu hanya diberikan kepada mereka saja.

-----------------------------_.

~

10 Hari Terakliir Bufan Ro1tUld1ion

XVI ahai kaum muslimin, sekarang kalian berada di 10 hari aVj) terakhir bulan Romadhon yang penuh berkah. Alloh Ta'ala telah menjadikannya sebagai musim untuk membebaskan diri dari neraka. Rosululloh ~ mengkhususkan bulan ini dengan memperbanyak amal sholih. Sebagaimana terdapat di Shohih Muslim dari Aisyah ~ bahwasanya Nabi bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah pada 10 hari terakhir bulan Romadhon yang tidak beliau lakukan pada waktu yang lain.

Dan dalam Shohihain dari Aisyah ~ yang berkata :

"Bahwasanya apabi/a masuk 10 hari terakhir (bulan Romadhon}, Nabi menyingsingkan lengan bajunya, menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya. "

10 Hari Terakliir Bufan Rornadfion 119

Hal ini mencakup kesungguhan beliau dalam membaca AIQuran, sholat, dzikir, shodaqoh, dan selainnya. Beliau meluangkan waktu 10 hari terakhir ini dengan am alan-am alan tersebut, maka seyogianya kalian, wahai kaum muslimin, mengikuti Nabimu dengan melepaskan semua kesibukan duniawi atau menguranginya agar kalian mempunyai waktu untuk melakukan ketaatan pada 10 hari terakhir yang penuh berkah ini.

Di antara ciri-ciri 10 hari terakhir adalah semangat menjalankan qiyamul lail dan memperpanjang sholat dengan memperlama berdiri, rukuk, sujud, dan memperpanjang bacaan. Juga membangunkan istri dan anak-anak aqer mereka ikut serta bersama kaum muslim in menampakkan syiar agama ini serta agar mereka mendapat bagian pahala dan terdidik dalam menjalankan ibadah kepada Alloh Ta'ala. Banyak manusia yang melalaikan anak-anak mereka. Mereka membiarkannya keluyuran di malam hari untuk menghabiskan malam-malam tersebut dengan permainan atau perbuatan sia-sia. Mereka tidak menghormati kemuliaan malam ini dan tidak mempunyai tempat baginya. lni merupakan akibat dari pendidikan orang tua yang jelek.

Sesungguhnya termasuk penghalang dan suatu kerugian yang nyata adalah apabila malam-malam 10 hari terakhir itu datang hingga berakhir sementara kebanyakan manusia dalam keadaan lalai dan berpaling. Mereka tidak mempedulikannya dan tidak bisa mengambil faidah darinya. Mereka menghabiskan semalam suntuk atau sebagiannya dengan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat atau -mungkin- ada manfaat yang sebenamya bisa mereka peroleh pada waktu-waktu lain. Mereka menghilangkan kekhususan-kekhususan malam ini. Apabila tiba waktu qiyamullai/. mereka tidur, sehingga lenyaplah kebaikan-kcbaikan yang banyak

I'. __ ~_~~_~~. ~ ,~ __ ~_~. -.-,h .2::."'1 s-.~ .~l--"4iI ~ (~~ O""'J;_~_~,

120 Bim6ingan :Meram Kcmufiaart Romadhon

pada diri mereka. Bagaimana kalau seandainya mereka tidak menjumpai malam-malam ini pada tahun yang akan datang sementara ia menanggung dosa diri mereka sendiri, keluarga, dan anak-anak mereka? Yakni dosa berat yang tidak mereka perkirakan akibat jelek yang ditimbulkannya.

Sebagian orang ada yang berkata, "Sesungguhnya qiyamul lail merupakan sunnah nafilah dan bagi saya cukup menjaga halhal yang fardhu." Ummul Mukminin 'Aisyah ~ pernah berkata kepada orang-orang semacam ini, "Saya telah mendengar suatu kaurn yang mengatakan, 'Sesungguhnya kami telah menunaikan kewajiban dan tidak berhasrat untuk menambahnya.· Derni hidupku, tidaklah mereka ditanya Alloh Ta'ala kecuali terhadap apa yang diwajibkan atas mereka. Akan tetapi. kaum itu berbuat kesalahan pada malam dan siang hari. tidaklah kalian (sekarang) kecuali berasal dari Nabi, dan tidaklah Nabi kalian kecuali berasal dari kalian. Oemi AlIoh, Rosululloh ~ tidak pernah meninggalkan qiyamullail."

Di antara ciri-ciri 10 hari terakhir adalah bahwa pada malam-malam terse but diharapkan kita bisa berjumpa dengan Lailatul Qodar (malam kemuliaan) yang telah dijelaskan Alloh Ta'ala tentangnya dalam firman-Nya :

"Lailatul Qodar lebih baik dari 1000 bulan." (AI-Qodar [97]: 3)

Di Shohfhain dari Abu Huroiroh ~dari Nabi ~ yang bersabda:

------------------------------,

;~ (.., ~ • _ .. ~ _ T ,..- '---~. "-'-'-'-'/ _0" "--)" , ..- t ••....

10 Harf Tcmkliirnufan RomadhO~ 121

-~-~,~~: . .

"Barangsiapa yang berdiri (qiyamullail) pada malam Lailatul Qodar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Seorang muslim tidak akan memperoleh malam yang mulia

ini kecuali jika menyibukkan dirinya dengan qiyamul lail sebulan penuh. Karena Lailatul Qodar ini tidak ditetapkan pada malam tertentu, dan ini termasuk hikmah dari Alloh Ta'ala agar manusia bersungguh-sungguh dalam mencarinya dan mereka mau menjalankan qiyamul lail sebulan penuh agar bisa mendapatkannya. Sehingga dengan demikian, mereka akan banyak mengerjakan amal sholih dan mendapatkan pahala yang melimpah.

Bersungguh-sungguhlah kalian beramal pada 10 hari terakhir ini yang merupakan penutup dari bulan Romadhon. Ia merupakan malam pembebasan dari neraka. Rosululloh ~ bersabda tentang bulan Romadhon :

"Awal bulan merupakan rahmat, pertengahannya merupakan maghfioh, dOn akhirnya merupakan pembebasan dari neraka."20)

Seorang muslim yang dilalui musim-musim rahmat, maghfiroh, dan pembebasan dari neraka pada bulan ini dan telah mengeluarkan segenap kemampuannya, ia menjaga waktu-waktunya dan melakukan apa yang diridhoi oleh Robbnya, maka diharapkan ia akan memperoleh semua kebaikan bulan ini dengan barokahnya

20) Hadits munkar. Lihat Dho'ifut Terghtb wat Tarhib karya Syaikh AI-Albani no. 589, -ed.

. '---------~---- .... ~.~~-~ ...... --~-::----------.

122 Bim6~"9an MCTaiIiKem~~ Ro~~n !

dan berbahagia dengan pahala-pahalanya. Ia akan mendapatkan derajat tinggi lantaran apa-apa yang dilakukannya pada waktuwaktu yang sepi. Kita memohon taufik dan qobul kepada Alloh Ta'ala serta meminta ampun kepada-Nya dari segala kekurang-

an.21)

21) Sebagian imam masjid -semoga Alloh member; petunjuk kepada mereka- telah menyelisihi sunnah dan petunjuk salaf, yang mana menurut sunnah adalah menambah kesungguhan pada 10 hari terakhir ini dengan menjadikan sholat tarowih dua kali. Yaitu sholat 10 rokaat pad a awal malam dan 10 rokaat sholat tahajud pada akhir malam, kemudian ditutup dengan sholat witir. Akan tetapi, sebagian imam masjid pada zaman sekarang memperpanjang sholat pada awal malam dan memperpendek sholat tahajud tersebut dengan 8 atau 10 rokaat. Dengan ini, mereka tidaklah menambah kesungguhan sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan menambah kesungguhannya pada 10 hari terakhir dan menghidupkan malam-malamnya dengan menambah sholat dan memperpanjangnya. Yang telah kita sebutkan tadi adalah bagi mereka yang sholat 20 rokaat sejak awal. Adapun bagi orang yang sejak awal sholat 10 rokaat, maka dia menambah 10 rokaat lagi pada akhir malamnya dengan tahajud. Syaikh AI-Allamah Abi Bathin ~5b mempunyai risalah yang membantah orang-orang seperti ini. Kalau bisa, bacalah di kitab Ad-Duaru As-Saniah (111/181-185), dan akan kita nukil di akhir bab ini .

_. u. __

..' ,-

10 Harf Terakliir Bufan Rom:adfioll 123

Masafali I'tiliaf

:;. ...... -"" ,..... /. ", """"" .... 0 '!!t .... , 0

~~I ~ ¢. fl (Y~.J\) o)c~.lI) <)~JW\ y _) ~ ~\

/ /'

..-- ./ ... ... ,. ,

"'. 0 , ., 431 1-;". ' • " -: I

~)~)" ~) o~ t..P \

~. etahuilah bahwasanya di sana ada suatu ibadah besar yang .~ bersamaan dengan puasa pada 10 hari terakhir, yaitu ibadah i'tikaf. Alloh Ta'ala telah menutup ayat-ayat tentang puasa dengan i'tikaf, sebagaimana Firman Alloh Ta'ala :

" .. .Dan janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri'tikaf di masjid ... " (AI-Baqoroh [2] : 187)

l'tikaf secara bahasa berarti menempati sesuatu dan berdiam diri padanya. Menurut istilah, i'tikaf berarti menempati masjid demi ketaatan kepada Alloh.l'tikaf dinamakan juga (\~I».- ).221 I'tikaf merupakan sunnah dan cara bertaqorrub kita kepada Alloh yang telah ditetapkan oleh Al-Quran, As-Sunnah, dan Ijmak. I'tikaf meru-

22) Istilah ini diambil dari perkataan Aisyah ~j,;: (~! ; ' .• ~ .;,.). Silakan

lihat AI-Fun), karya Ibu Muflih IV/140, -ed: . . y, " _. J

11t;~-::-4- __ ~- __ - """"",,~ ---------~ __ -------~-

", .. 124 ~~Mt~~i{i~v~n

pakan syariatnya orang-orang terdahulu. Di dalamnya terdapat taqorrub kepada Alloh dengan cara menempati suatu masjid dari masjid-masjid Alloh, me nahan diri guna beribadah kepada-Nya, memutuskan berbagai hubungan dengan makhluk untuk berhubungan dengan Kholik, dan mengosongkan hati dari berbagai kesibukan duniawi untuk bertaqorrub kepada Alloh. Berkonsentrasi kepada Alloh dengan tafakur, dzikir, membaca AI-Quran, sholat, doa, taubat dan istighfar.

I'tikaf merupakan ibadah yang disunnahkan setiap saat, akan tetapi ditekankan pada bulan Romadhon berdasarkan atas perbuatan Nabi dan terus-menerusnya dalam mengerjakannya. Dalam Shohfhain dari Aisyah ~ :

,_ ,;;. /

~I ouy ~

"Bahwasanya Rosululloh ~ beri'tikaf pada 10 hari terakhir bulan Romadhon sampai Alloh mewafatkannya."

Dan istri-istri beliau beri'tikaf bersama beliau dan beri'tikaf pula setelah kewafatan beliau. Dalam Shohfhain dari Aisyah ~ , "Kemudian istri-istri be/iau beri'tikaf setelah kewafatan beliau dan mereka juga biasa (semasa hidup beliau -ed.) beri'tikaf bersama be/iau. Mereka menutupi diri dengan tabir. "

I'tikaf paling afdhol pada bulan Romadhon adalah i'tikaf yang dilakukan pada 10 hari terakhir. Karena beliau terus-menerus mengerjakannya sampai wafat. Hal ini berdasar ucapan Aisyah pada hadits di atas. Karena pada 10 hari terakhir ini diharapkan memperoleh malam Lailatul Qodar.

Masafali I'tikaf 125

I'tikaf merupakan amal ibadah yang tidak sah jika tidak memenuhi beberapa syarat :

1. Niat, berdasar sabda Nabi, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. "

2. Dilakukan di dalam masjid, berdasar Firman Alloh Ta' ala :

" ... Sedang kalian beri'tikaf di dalam masjid ... " (AI-Baqoroh [2]: 187)

Alloh mensifati orang yang beri'tikaf bahwa mereka melakukannya di dalam masjid. Seandainya i'tikaf sah dilakukan di tempat lain, maka tidak akan diharamkan pengkhususan jimak padanya. Karena jimak diharamkan secara mutlak ketika i'tikaf. Karena be Ii au beri'tikaf di dalam masjid, maka perbuatan beliau ini merupakan penjelas terhadap sesuatu yang disyariatkan.

Masjid yang digunakan untuk i'tikaf hendaknya masjid yang di dalamnya ditunaikan sholat berjamaah. Berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dari Aisyah ~:

~k- ~ .} ~1 ~~\ ~~

/ -

"Tidak ada i'tikaf kecuali di masjid jamaah."

Karena j'tikaf yang dilakukan selain di masjid yang ditunaikan sholat jamaah akan menyebabkan orang yang beri'tikaf sering keluar dari masjid yang bisa mambatalkan i'tikaf, padahal hal itu bisa dihindari.

I/'--~---~--~~-------------------

126 :Qtfri6ingait~aifi l\cmufiaan Ronuuffion

-/< n >' .', .- u ':< "~: ., N~

Seorang yang beri'tikaf tidak boleh keluar dari tempat i'tikafnya kecuali karena ada suatu hal yang harus dia lakukan. 'Aisyah ~ berkata, "Sunnah bagi orang yang ber'tikaf adalah hendaknya ia tidak keluar dari tempat i'tikafnya kecuali jika ada hal yang harus ia lakukan. Nabi tidak masuk ke dalam rumahnya kecuali untuk memenuhi kebutuhan layaknya manusia. Beliau tidak menjenguk orang sakit dan tidak menyaksikan jenazah kecuali jika beliau telah mensyaratkannya pada permulaan i'tikaf."

Orang yang beri'tikaf diharamkan melakukan jimak dengan istrinya, berdasar Firman Alloh Ta' ala :

.... Dan janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri'tikaf di masjid ... " (AI-Baqoroh [2) : 187)

Artinya, selama kamu beri'tikaf tidak boleh mclakukan jimak. Disunahkan baginya untuk menyibukkan diri dengan mengingat Alloh, baik dengan sholat, membaca Al-Quran, dan dzikir. Hendaknya ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna, berdasar sabda Nabi :

/' ,. 0 /'

~.:; 'J G ~"} ~~I r~l ~ ~

,/ ,/ ,/ "..

"Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. "

Ia boleh berbincang-bincang dengan orang yang menemuinya selama tidak berlebihan. Boleh juga ia membersihkan diri dan berhias, serta diperbolehkan keluar untuk suatu keperluan yang harus dilakukan. Karena Nabi tidak masuk ke dalam rumahnya

- .... ----------------------------

~ .

" ~afaIi l'tifwJ 127

kecuali untuk memenuhi keperluan manusia layaknya (Muttafaqun 'alaih). Ia boleh keluar untuk buang hajat, thoharoh yang wajib, makan dan minum apabila tidak ada yang mernbawakan makanan dan minuman baginya. Inilah i'tikaf yang disyariatkan dan ini adalah sebagian dari hukum-hukum i'tikaf.

·;I--------_---- ...... --:--~--~------~~-------

. 128 Bimbinian 'Meraui K~ ROniadfWft

Keutamaan Laifatuf Qotfar

~/ .,.- , -"./ __ ./ "", -", 0

~ ~ j ,_)~~".J\ .» 0 _;;. ~ Jw,.::. _) ~ ~ .(\) ~I

... --- // //

"" ,. -' ,/,./ "" 0...... ;;;'./ 0

¢ ~ i'j ~ .II) Oy\~lI) ,~ ~i ~ ;.:. ~ ~\ '_)~\

Alloh Ta'ala berfirrnan :

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala sesuatu yang penuh hikmah." (Ad-Dukhon [44] : 3-4)

Alloh Ta'ala berfirman :

----------------~----~-~-~~-

·····~L~·go~· 129·· .

...... ...

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (AI-Quran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qodar). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qodar itu? Malam itu lebih baik dari 1000 bulan. Pada malam itu malaikat-malaikat dan Malaikat Jibri! turun dengan izin Robbnya untuk mengatur segala sesuatu. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbitnya fajar." (AI-Qodar [97] : 1-5)

Malam itu terjadinya pada bulan Romadhon Mubarok, berdasar firman Alloh Ta'ala :

"Bulan Romadhon yang di dalamnya diturunkan AI-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penje/asan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil ... " (AI-Baqoroh [2] : 185)

Diharapkan terjadinya malam itu pada 10 hari terakhir bulan Romadhon, berdasar sabda Nabi :

"Carilah malam lailatul qodar itu pada 10 hari terakhir bulan Romadhon." (Muttafaqun 'alaih)

Oleh karena itu, hendaknya kita meningkatkan ibadah setiap malam pada 10 malam terakhir itu untuk mencari Lailatul Qodar tersebut. Rosululloh ~ bersabda :

"Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada Lailatul Qodar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Alloh Ta'ala telah mengabarkan bahwasanya malam itu lebih

baik dari 1000 bulan. Malam itu dinamakan Lailatul Qodar karena pada malam itu ditentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada tahun itu. Hal ini berdasar firman Alloh Ta'ala (yang artinya), "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (AdDukhon [44] : 4 )

Ini merupakan taqdir sanawi (takdir tahunan) yang merupakan takdir yang bersifat khusus. Adapun takdir yang bersifat umum adalah pada waktu penciptaan langit dan bumi selama 50.000 tahun sebagaimana telah shohih hadits-hadits mengenai hal itu. Namun, ada juga yang mengatakan bahwasanya dinamakan Lailatul Qodar karena keagungan dan kemuliaannya.

Makna firman Alloh 'Ia'ala (yang artinya), "Lebih baik dari 1000 bulan", yakni qiyamullail dan amalan-amalan yang dilakukan pada malam itu lebih baik dari amal yang dilakukan selama 1000 bulan pada selainnya. Mencari Lailatul Qodar pada malam-malam ganjil adalah lebih besar peluang untuk mendapatkannya, berdasar sabda Nabi ~ :

-" C _0..... c

L-~~

~.- ... -----------------------------

Keutamaan Laifatul QOdar 131

"Carilah malam itu pada 10 hari terakhir, yaitu pada waktu tingga/ 3 hari, 7 hari, atau 9 hari."

Malam ke-27 adalah malam yang diharapkan terjadinya Lailatul Qodar tersebut. Hal ini berdasar ucapan para sahabat ,~ yang menyatakan bahwasanya malam itu terjadi pad a malam ke- 27. Di antara mereka adalah Ibnu Abbas, Ubay bin Ka'ab, dan lainnya.

Hikmah terselubungnya malam ini adalah agar kaum muslimin bersungguh-sungguh melakukan ibadah setiap malam pada 10 hari terakhir. Hal ini seperti terselubungnya waktu doa yang mustajab pada hari Jumat, yakni agar seorang muslim bersungguh-sungguh pada hari itu. Disunahkan bagi seorang muslim untuk memperbanyak doa, karena doa yang dilakukan pad a malam itu mustajab. Hendaknya dia berdoa denqan doa yang telah diberitakan dari Aisyah ~, "Kalau saya menjumpainya, maka dengan apa saya berdoa?" Nabi bersabda, "Ucapkan:

'Yo Alloh, sesungguhnya Engkau Moho Pengampun, Engkau suka memberi ampunan, maka ampunilah aku'." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah )

Wahai kaum muslimin, bersungguh-sungguhlah dalam beramal pada malam-malam yang penuh berkah ini dengan melakukan sholat, doa, istighfar, dan amalan-amalan sholih. Karena rnalam itu kesempatan emas dalam hidup kita dan kesempatan itu tidak selalu datang. Dan Alloh Ta'ala mengabarkan bahwasanya malam itu lebih baik dari 1000 bulan. 1000 bulan itu nilainya lebih

.~~----~------------------------

. 132 J?~~att~~~Rb~ .

.... ~ .. - ... , •. <,~.."

dari 80 tahun. ltu merupakan umur yang panjang kalau seandainya digunakan untuk ketaatan kepada Alloh, sementara satu malam (Lailatul Qodar) lebih baik dari semua itu. Ini merupakan keutamaan yang besar. Malam itu terjadi pada bulan Romadhon dan pada 10 hari terakhir lebih besar peluang terjadinya malam tersebut. Apabila seorang muslim sungguh-sungguh beribadah setiap malam pada bulan Romadhon, maka ia sungguh akan menjumpai malam ini dan diharapkan mendapatkan keutamaannya.

Keutamaan manakah yang lebih besar dari yang diberikan kepada orang yang diberi taufik oleh Alloh Ta'ala. Berusahalah kalian dalam mencarinya dan bersungguh-sungguhlah dalam beramal sholih agar kalian memperoleh pahalanya. Karena seorang muslim yang diharamkan darinya adalah yang diharamkan pahala baginya. Orang-orang yang melalui musim-musim maghfiroh ini sementara ia masih memikul berbagai macam dosa yang disebabkan kelalaiannya. keberpalingannya, dan ketidakpeduliannya, maka orang terse but diharamkan memperolehnya {pahala malam itu). Wahai orang yang berbuat maksiat, bertaubatlah kepada Alloh, mintalah ampun kepada-Nya karena pintu taubat masih terbuka untuk kalian. Dia menyerumu untuk memasukinya dan memberikan kamu musim-musim kebaikan yang dilipatgandakan kebaikankebaikannya dan dihapus kejelekan-kejelekannya. Arnbillah jalan yang bisa menyelamatkan dirimu.

Apa ya"9 Disyariatkan diAhliir Bufan (1)

ot!.J./ J. "",. ~,o

o~ .) ;)~-;. ~ F- '0~L:a.J1 t# ~:::'-: ~:;UI .& J..:_;.JI

~ ........ .... ....

0" '" 0 ""....,,; ~ /' tJ:J J. .... ~ // J.

I ;)0 "J~')'I 10",i::1Jl., / :::'/1 ')'lAil o~' ys:J ,,),1 . G'JJI

)_).~ ~. y ~. ~ ~. ~. ~) J J _

"" ,.... '" ... .... /~

J~,,__~b2.J! I~~ ::;.; ~~ J~~l :_;j J I~I~ ~ JG~~

--- //",/.A.. ;;;:,.... ::

,JT) ~ ~ ~~i) ~TJ ~ ~.&I).:o) ,J~~I

~ -::: /' /' ,/

'o~~;;:? '"~ ,,"0," ::~"'~;'

...l.u I' ~

.)' -: .. ~ )

"XVI ahai hamba Alloh, renungkanlah betapa cepat berlalunya ~V'j) malam dan siang di bulan ini. Ketahuilah bahwa dengan berjalannya waktu terse but, berkurang pula usiamu dan dilipat lembaran-Iembaran amalmu. Segeralah bertaubat kepada Alloh dan beramal sholihlah sebelum hilang kesempatan yang sangat berharga ini.

Wahai hamba Alloh, baru kemarin kamu menyambut kedatangan Romadhon, dan hari ini kamu akan meninggalkannya dengan mernbawa oleh-oleh yang kamu tinggalkan di bulan itu. Bulan ini

------------------------------_.

134 Bimbil19an Meraili Kemufiaan RoJtUtcf1Wn

menjadi saksi terhadap apa yang telah kamu lakukan. Berbahagialah bagi mereka yang persaksian (bulan Romadhon ini) di sisi Alloh berupa kebaikan, yang akan memberi syafaat kepadanya untuk masuk ke dalam surga dan membebaskannya dari neraka. Sebaliknya, celakalah bagi mereka yang persaksiannya di sisi Alloh berupa kejelekan. Dia (Romadhon) mengadu kepada Robbnya karena sikap melampaui batas yang dilakukannya dan penyia-nyiaan terhadapnya. Tinggalkanlah bulan puasa dan qiyamul lail ini dengan akhir yang baik. Karena amal perbuatan itu tergantung pada akhirnya.

Barangsiapa yang berbuat baik di bulan tersebut, maka sempurnakanlah. Barangsiapa yang berbuat jelek di bulan tersebut, maka bertaubatlah dan beramal sholihlah pada sisa-sisa hari yang ada. Karena boleh jadi Romadhon tidak akan menjumpainya lagi pada tahun yang akan datang. Maka tetapkanlah (bulan ini) dengan berbuat kebaikan dan teruslah beramal sholih pada bulan lain sebagaimana yang kamu lakukan di bulan Romadhon. Karena Robb bulan itu hanya satu, Dia menyaksikan kamu dan Dia telah memerintahkan kamu untuk menaati-Nya sepanjang hayat. Barangsiapa yang menyembah bulan Romadhon, maka bulan itu pasti habis dan hilang. Dan barangsiapa yang menyembah Alloh, maka sesungguhnya Dia Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.

Teruskanlah ibadahmu setiap waktu. Karena sebagian manusia ada yang hanya beribadah pada bulan Romadhon saja. Mereka menjaga sholat lima waktu di masjid, memperbanyak membaca Al-Quran dan menshodaqohkan harte. Tetapi apabila bulan Romadhon usai, mereka bermalas-malasan dalam berbuat ketaatan dan kadangkala mereka meninggalkan sholat Jumat dan sholat ja-

maah sehingga mereka menghancurkan apa yang telah mereka bangun. Mereka melanggar sesuatu yang telah mereka sahkan, sepertinya mereka mengira bahwa kesungguhan mereka beribadah di bulan Romadhon akan menghapus kejelekan dan kerusakan yang mereka lakukan karena meninggalkan hal-hal yang diwajibkan atau melakukan hal-hal yang dilarang pad a tahun itu. Mereka tidak tahu bahwa penghapusan dosa pada bulan Romadhon dan selainnya itu terkait dengan peninggalan terhadap dosa-dosa besar dan dosa-dosa yang menghancurkan. Alloh Ta'ala berfirman :

"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan kamu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)." (An-Nisa' [4] : 31)

Rosululloh * bersabda :

-'" ,,; J. c .",. 0 0 //

0~~ J10~~) ~I Jl ~I) ~I 0\~1

/ / /

"Sholat lima waktu, Jumat satu ke Jumat lain, dan Romadhon satu ke Romadhon yang lain merupakan penghapus dosa antara keduanya selama ia menjauhi dosa-dosa besar. "

Dan dosa besar manakah (selain Syirik) yang lebih besar daripada menyia-nyiakan sholat? Perbuatan ini telah menjadi adat kebiasaan pad a sebagian manusia. Seandainya mereka bersungguh-

--------------------------------

-,- ..... _ •• _. ~"->''''' ...... ~ .. ·r···_"--'"' .t·. , .. -,- .--,::,,- (-.,.,. "-\ -_ ---~;C"'., ., -"~-.--'-".-' " ''-0; .... "11 ... .....,.r:J» "''; " .. ~ "",,,

136 Bilfllj~a~ _Meraili:~cmu(!.iuJn Rolrutdfion: '.

sungguh beribadah di bulan Romadhon, maka hal itu tidak akan bermanfaat di sisi Alloh jika mereka mengikutinya dengan perbuatan maksiat, baik karena meninggalkan kewajiban atau melakukan hal-hal yang diharamkan.

Sebagian ulama salaf pernah ditanya tentang suatu kaum yang bersungguh-sungguh beribadah pada bulan Romadhon, (tetapi) jika bulan tersebut telah usai, mereka berbuat kesia-siaan dan kejelekan. Maka ia menjawab, "Betapa jeleknya kaum itu, mereka tidak mengenal Alloh kecuali pada bulan Romadhon saja." Memang benar, karena orang yang men genal Alloh akan takut kepada-Nya setiap saat.

Sebagian manusia mungkin ada yang berpuasa di bulan Romadhon, sholat, menampakkan kebaikan dan meninggalkan kejelekan, tetapi tanpa keimanan dan mengharap pahala dari Alloh. Ia melakukan hal itu untuk berbuat baik dan bertoleransi kepada masyarakat. Karena ia menganggap bahwa puasa merupakan tradisi masyarakat. Ini termasuk nifak besar karena orang-orang munafik suka memamerkan ibadah kepada manusia. Orang seperti ini menganggap bulan Romadhon itu sebagai penjara waktu yang mereka harapkan selesainya agar mereka bisa melakukan maksiat dan hal-hal yang diharamkan. Ia merasa bahagia dengan berakhirnya bulan Romadhon, karena ia telah terlepas dari penjara.

Diriwayatkan dari Ibnu Khuzaimah ~1;; dalam Shoh~hnya dari Abu Huroiroh ~ bahwasanya Rosululloh ~ bersabda, "Kalian telah dinaungi bulan kalian ini dengan sumpah Rosu/ulloh. Tidak ada bulan yang melewati kaum muslimin yang lebih baik buat mereka darinya, dan tidak ada bulan yang melewati kaum Munafikin yang lebih jelek bagi mereka darinya. Dengan sumpah Rosu/ulloh,

------------------------------

- -"Ap,!~~ DisJ'ariatkan JLWiir Bufan 137

sungguh Alloh telah menulis pahala (kewajiban) dan nafilah-nafilahnya sebelum ia memasuki bulan tersebut. Dan ia menulis dosa dan kecelakaannya sebelum ia memasukinya. Hal itu karena seorang mukmin menganggap am alan pokok dan na/ilah pada bulan tersebut sebagai ibadah kepada Alloh, dan orang-orang muna/ik menganggap bulan tersebut sebagai saat untuk mencari-cari kelalaiannya dan aurat orang mukmin. Maka, sebaik-baik ghonimah adalah ghonimahnya orang-orang mukmin." AI-Hadits.

Orang mukmin bergembira dengan selesainya bulan Romadhon karena telah menggunakannya untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ia mengharapkan pahala dan keutamaannya. Orang Munafik bergembira dengan selesainya bulan Romadhon karena ia bisa bern ostalgia lagi dengan maksiat dan syahwat yang terpenjara di bulan Romadhon. Hal itu karena orang mukmin mengikuti bulan itu dengan istighfar, takbir, dan ibadah. Sementara orang Munafik mengikutinya dengan maksiat, perbuatan sia-sia, perayaan yang full musik, gitar, dan genderang. Mereka bahagia karena telah terlepas dari penjara bulan Romadhon.

Bertakwalah kepada Alloh wahai hamba Alloh, tinggalkanlah bulan ini dengan taubat dan istighfar kepada Alloh.

,\._------------------------------

• - 0- ~ • • • .,'~

138 Bi~anM£raili k~uffuanRomad1i.on

Apa ya"9 Disyariatkan diAftliir Buran (2)

./ ;$1/ / 0 /' ., /. :$I, 0

~ ~G:; ~jj 'i(~1 _A:~ Jw--~ ':'}C.:; ~~I ~ ~I

." ." ".", ,-

..-A.;f;...- /Q 0 C

~ ~ ~I ~ J 'i~1 01~1 .» ~ 0 .:~ La i~~

..- "" ... ..-

J;;/ d"o~<- ,:0\0 f~--,,/ , (<:'"11 o/uII ,,-,~r .J{

.j f.:7' ~/ ) r J!_'-' / _)r. /: j // j

\l1~ T lip ahai hamba Alloh, di antara hal-hal yang disyariatkan ~ J, 3) kepadamu di akhir bulan ini adalah sholat Idul Fitri, sebagai tanda syukur kepada Alloh atas terlaksananya kewajiban puasa, sebagaimana Alloh mensyariatkan sholat Idul Adha sebagai tanda syukur kepada-Nya atas terlaksananya ibadah haji, keduanya merupakan hari raya umat Islam.

Telah shohih dari Nabi, bahwasanya ketika beliau datang ke Madinah dan pada waktu itu penduduk Madinah mempunyai dua hari yang dimanfaatkan untuk bersenang-senang, maka beliau bersabda:

------------------------------

Niay~ P1sY~ 4fJwm.nl"~rati "139

"Alloh telah mengganti kedua hari kalian itu dengan sesuatu yang lebih baik, yaitu ldul Fitri dan ldul Adha. "

Maka tidak boleh menambah dua hari raya ini dengan membuat hari-hari raya yang lain seperti Maulid Nabi dan peringatan hari-hari besar negara. Karena semua itu merupakan hari raya jahiliyah, baik itu dinamakan hari raya yang dilaksanakan harian, mingguan, atau tahunan.

Di dalam Islam, hari raya itu dinamakan ld karena datangnya berulang-ulang setiap tahun yang disertai dengan kegembiraan dan kesenangan, karena kemudahan yang diberikan Alloh dalam ibadah puasa dan haji yang keduanya merupakan rukun Islam. Juga karena Alloh mengembalikan kedua hari terse but untuk hamba-Nya dengan kebaikan dan pembebasan dari neraka.

Nabi telah memerintahkan seluruh umatnya agar keluar melaksanakan sholat Id sampai-sampai perempuan juga (diperintahkan untuk menghadirinya). Wanita disunahkan menghadiri sholat tanpa berhias diri atau memakai pakaian indah dan pakaian ketenaran. Mereka tidak boleh bercampur-baur dengan laki-laki. Para wanita haidh, juga dianjurkan keluar untuk menyaksikan syiar umat Islam, tetapi mereka menjauh dari tempat sholat.

Ummu 'Athiyyah ~ berkata, "Kami diperintahkan untuk keluar pada hari Id, sampai wanita perawan keluar dari tempat pingitannya demikian juga wan ita haidh. Mereka berada di belakang wanita-wanita (yang tidak berhalangan), mereka bertakbir dengan takbir (kaum Iaki-laki}, berdoa dengan doa mereka dan mengharapkan kebaikan hari itu dan kesuciaannya."

Keluar melaksanakan sholat Id merupakan syiar agama Islam, maka hadirilah sholat pad a hari itu karena ia merupakan penyem-

---------------- ..... -------------".~

t" ... ~ _.... .

140 B~1tgim Meraili Kemufiaan Ro11U1fllion

_-_ ,,-~ - .. ' . ..:"-;

puma berbagai hukumdi bulan itu. Hadirilah dengan penult kekhusyukan; menundukkan pandangan; tidak mengenakall pakaian di bawah mata kaki (isbal), menjaga lisan dari ll.capan sia-sia, cabul, dan dusta; menjaga pendengaran dari mendengarkan berbagai macam isu, musik, gitar, genderang; dan jangan menghadiri perayaan-perayaan untuk bersenang-senang, sia-sia

,

berfoya-foya yang diadakan sebagian orang bodoh. Karena ketaat-

an itu hanya diikuti dengan ketaatan bukan dengan kemaksiatan. Karenanya, Nabi mensyariatkan semua umatnya untuk mengikuti puasa Romadhon dengan berpuasa selama 6 hari di bulan Syawwal.

Telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Nabi bahwasanya beliau bersabda :

"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Romadhon lalu diikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka itu seperti puasa setahun."

Yakni satu Romadhon ibarat 10 bulan dan 6 hari bulan Syawal itu ibarat 2 bulan. Jadi, apabila seorang muslim berpuasa Romadhon lalu diikuti dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun. Karenanya, berpuasalah 6 hari di bulan Syawal terse but, wahai hamba Alloh, agar kalian memperoleh pahala yang besar.

Penjefasan Tentall9 zakat Fitrah

~ ~ ;~I~ ;;~I~ '~~~I ~ ~:_?:.-: ~;I 2L J:....;JI

// -" -""

~ d~ ~~f~ ~\ ~~ ,ul;;J1 )1 ~L J~f ~

" "" /~/./

XVI ahai hamba AIl~h, sebagai p~nutup bulan ini, Alloh Ta'ala ~V.iJ telah mensyanatkan suatu ibadah yang akan semakin menambah kedekatan kita kepada Alloh. Dia mensyariatkan zakat Fitrah sebagai pembersih bagi orang-orang berpuasa dari dosa dan perbuatan sia-sia. Rosuiulloh ~ telah mewajibkan zakat Fitrah kepad a anak kecil, orang dewasa, pria, wanita, orang merdeka, dan budak sahaya. la merupakan zakat anggota badan, makanan bagi orang-orang miskin dan untuk membantu orang-orang fakir. Dikeluarkan oleh seorang muslim dari dirinya sendiri dan dari orangorang yang dalam tanggungannya seperti istrinya. anak-anaknya, dan orang yang dalam tanggungan nafkahnya, Wanita hamil disunahkan pula mengeluarkan zakat .

-~~----------------------------

142 Bi~i":9an Mermh KemuCiaan Romadlion

Tempat mengeluarkan zakat adalah di negara (tempat) ia menyelesaikan bulan Romadhon.P' Walaupun orang yang dalam tanggungannya mengeluarkan zakatnya di negara lain, namun ia tetap harus mengeluarkan zakatnya dan zakat orang yang dalam tanggungannya di negaranya terse but. Ia boleh memberi kuasa kepada mereka untuk mengeluarkan zakatnya dan zakat orang yang dalam tanggungannya di negara mereka.

Waktu pengeluaran zakat dimulai ketika terbenamnya matahari pada malam Id dan berlanjut sampai dilaksanakannya sholat Id. Boleh mendahulukannya sehari atau dua hari sebelum Id. Mengakhirkannya sampai shubuh Id sebelum sholat Id lebih utama. Jika mengakhirkan pengeluarannya dari sholat Id tanpa ada udzur. maka zakat itu dikeluarkan pada sisa hari yang ada. Apabila pada hari Id zakatnya tidak dikeluarkan, maka ia harus mengeluarkannya setelah hari itu sebagai qodho'. Jadi, jelas bahwa zakat Fitrah harus dikeluarkan bagi mereka yang mampu.

Waktu pengeluaran zakat dapat dibagi menjadi beberapa ba-

gian:

1. Waktu boleh, yaitu sehari atau dua hari sebelum Id.

2. Waktu utama, yaitu antara terbenamnya matahari malam Id sampai dengan sholat Id.

3. Waktu sah, yaitu setelah sholat Id sampai akhir hari.

4. Waktu qodho' tapi disertai dosa, yaitu setelah hari Id.

23) Tidak boleh memberikan zakat ke negara lain apabila di negaranya masih ada yang berhak menerimanya. Apabila di negaranya sudah tidak ada lagi yang berhak menerimanya, rnaka zakat itu diberikan kepada orangorang fakir yang hidup di negara tetangga yang terdekat. Dan orang-orang fakir di negara mereka adalah penduduk asli negara tersebut atau emigran.

-------------------------------

Orang yang berhak menerima zakat Fitrah sarna dengan mereka yang berhak menerima zakat Mal, seperti fakir-miskin dan selain mereka. Zakat itu diberikan kepada orang yang berhak menerimanya pada waktu pengeluarannya atau diberikan kepada wakilnya. Tidak sah jika zakat itu diberikan kepada orang yang bukan wakil dari orang yang berhak menerimanya. Besamya zakat Fitrah adalah satu Sho' Gandum, Jelai, Kurma, Anggur, keju, atau yang semisal dengannya dari berbagai makanan pokok suatu negara seperti Beras, Jagung, Jewawut dan lain sebagainya. Dan satu Sho' jika ditakar dengan ukuran kilo adalah sekitar 2,5 - 3 Kg.

Dan tidak sah jika makanan pokok itu diganti dengan uang24) karena hal itu menyelisihi nash. Pada zaman Rosululloh ~ juga ada uang. Seandainya uang bisa menggantikan kedudukan makanan pokok, maka beliau pasti telah menjelaskan hal itu kepada umatnya.

24) Dan tidak sah membayar zakat dengan Dirham untuk dibelikan makanan di negara lain sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian manusia saat ini. Karena hal ini menyelisihi sunnah. Telah keluar fatwa dari Majelis Ulama Besar (Saudi Arabia) yang melarang hal itu karena beberapa sebab:

1. Karena membayar zakat dengan uang.

2. Karena ia mengeluarkan zakat di negara yang masih ada orang yang berpuasa.

3. Karena mendahului waktu pengeluaran zakat, Yakni mereka membayar uang itu di awal bulan agar bisa segera dikirim dan segera sampai di negara yang dituju.

Kami bukannya tidak ingin membantu orang-orang yang membutuhkan di negara manapun dari negaranya kaum muslimin. Akan tetapi, ibadah yang seperti ini telah keluar dari jalur yang telah ditentukan pada tempat, jenis dan waktu yang khusus. jadi, zakat harus dilaksanakan sesuai dengan batas-batasnya,

------------------------------

. . 144 BimBing~M~~~~~uilaat1- RotrntdlWn

Orang yang memfatwakari bolehnya mengeluarkan uanq sebagai ganti makanan pokok adalah orang yang berfatwa dengan ijtihadnya. Dan ijtihad kadang bisa salah atau benar. Mengeluarkan uang untuk zakat Fitrah adalah menyelisihi sunnah karena tidak temukil dari Nabi dan salah seorang sahabatnya yang menyatakan bahwa mereka mengeluarkan uang untuk zakat fitrah.

Imam Ahmad ~:fli; berkata, "Tidak boleh mengeluarkan uang untuk zakat fitrah." Dikatakan kepada beliau, "Umar bin Abdul Aziz memperbolehkannya?" Beliau berkata, "Mereka meninggalkan ucapan Rosululloh dan berkata, 'Fulan berkata', padahal Umar bin Khoththob ~ telah berkata, 'Rosululloh mewajibkan zakat fitrah satu Sho' ... '"

Termasuk hal yang disyariatkan pad a penutupan bulan ini adalah takbir semenjak tenggelamnya matahari malam Id sampai dengan sholat Id. Alloh Ta'ala berfirman :

" .. .Dan hendaknya kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya kepadamu supaya kamu bersyukur " (AI-Baqoroh [2] : 185)

Disyariatkan pula sholat Id sebagai penyempuma dzikir ke-

pada Alloh. Alloh Ta'ala berfirman :

~----------------------------.

< penjclasan Tenta.~9 zakat Fitrali 145

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri, dan ia ingat nama Robbnya lalu sholat." (AI-A'la [87] : 14- 15)

Sebagian ulama Salaf berkata, "Maksudnya adalah zakat Jitrah dan sholat ld ", Allohu a'lam.

------------------_ .... ---------_.

146 Bimbi"9an Mcram Kcmufuum Romad1i.on

Kewaji6an seteCah Bufan RomadTwn

':I! J. ... ... 0 /",.. 0 0".... ",,) ....

~~ J5' ~~) ~I~) ~I ~,~~.? ~ o.b-)

~ - ....

, / 0

p'" ~ 0/1

~ . I Q ..::....,wI

) J".

/

~~l ahai manusia, bertakwalah kepada Alloh dan renunga,Vil kanlah betapa cepat berlalunya malam dan siang. Oengan itu kamu akan mengingat betapa dekatnya waktu perpisahan kita dengan dunia ini, maka tingkatkanlah amal sholih agar kamu ditinggalkan Romadhon dengan kebaikan dan barakohnya, dan kamu bisa memanfaatkan semua waktunya. Bulan itu habis dan pergi dengan cepatnya dan ia bersaksi di hadapan Robbnya terhadap orang yang mengerti kedudukannya dan dapat mengambil

------------------------------

."..... K~~~nsctcfaliBufan~.~n 147

manfaatnya dengan ketaatan. Dan ia juga bersaksi terhadap orang yang tidak mau tahu akan keutamaannya dan menyia-nyiakannya dengan hal-hal yang tidak berguna.

Maka kita menimbang-nimbang apa yang telah kita lakukan pada bulan ini. Barangsiapa yang berbuat kebaikan. maka pujilah Alloh; dan barangsiapa yang melampaui batasan-batasan-Nya, maka bertaubatlah kepada-Nya. Mulailah hidup baru yang penuh dengan ketaatan sebagai pengganti dari kehidupan masa lalu yang disia-siakan dengan kelalaian dan kejelekan. Semoga Alloh menghapus apa yang telah lalu dan memberikan taufik pad a sisa umurnya. Alloh Ta'ala berfirman :

:,~~,,~}<~ ~;-~~,S::_'\~: ~Jlo:~~

... / "" ....

"Dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang dan pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus dosa perbuatan-perbuatan yang buruk lnilah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (Hud [11] : 114)

Dan Rosululloh ~ bersabda :

r.; 0 ~ ~~/ ... t //oj(;l 0&/

~~I~I -I

- CtJ

"Dan ikutilah kejelekan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. "

....

Alloh Ta'ala berfirman :

"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal sholih, maka mereka itu kejahatannya diganti Alloh dengan kebaikan. Dan adalah Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (AI-Furqon [25] : 70)

Wahai hamba Alloh, sesungguhnya bulan Romadhon sebagaimana telah disifati oleh Nabi, "Awal bulan merupakan rahmat, pertengahannya merupakan maghfiroh, dan akhirnya pembebasan dari neraka. "25) Hal tersebut karena pada bulan itu keadaan manusia berbeda-beda. Di antara mereka ada yang istiqomah menyelesaikan bulan itu dengan ketaatan, ia menjaga sholat Jumat dan Jamaah, serta menjauhi maksiat. Kemudian ia menambah ketaatan pada bulan ini sehingga tambahan itu lebih baik baginya. Orang seperti ini akan mendapatkan rahmat dari Alloh karena ia telah memperbaiki amalnya.

Alloh Ta'ala berfirman :

" ... Sesungguhnya rahmat Alloh dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan." (AI-A'rof [7] : 56)

25) Hadits rnunkar. Tr-lah dikomuk.ikan di depan.

Kewajihmt Setcfaft Bu(mi Romrufhon 149

Di antara mereka ada yang menyelesaikan bulan ini dengan berpuasa pada siangnya dan sholat Lail apabila tidak memberatkannya. Dan sebelum itu, ia menjaga amalan-amalan fardhu dan berbagai ketaatan. Akan tetapi, ia mempunyai dosa yang bukan termasuk dosa besar. Orang semacam ini akan memperoleh maghfiroh dari Alloh. Alloh Ta'ala berfirman :

,,'~'" L___, ~ ss: t

"_,, -r ...\.A

"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kamu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mu/ia." (An-Nisa' [4]: 31)

Rosululloh ~ bersabda :

/ 0 ~

~~\ ~\ \~~ ~ G ::"I~

"Sholat lima waktu, Jumat satu ke Jumat yang lain, dan Romadhon satu ke Romadhon yang lain merupakan penghapus dosa antara keduanya apabila dijauhi dosa-dosa besor "

Di antara mereka ada yang menyelesaikan bulan Romadhon sementara ia mempunyai dosa besar selain syirik yang bisa memasukkannya ke dalam neraka. Kemudian, ia bertaubat dan berpuasa pada bulan ini serta melakukan qiyamul lail jika tidak memberatkannya. Orang semacam ini akan dibebaskan dari neraka setelah ia terancam akan memasukinya.

-----------------

150 ' Bimbingan Meram Kemuf~-Ro~~- - - - - - --;

Di antara mereka ada pula yang menyelesaikan bulan ini sementara ia senantiasa berbuat maksiat dengan melakukan hal-hal yang dilarang, meninggalkan hal-hal yang diwajibkan, dan menyianyiakan sholat. Ia tidak berubah dan tidak bertaubat kepada Alloh dari kejelekannya, atau ia hanya mau bertaubat di bulan Romadhon saja dan setelah selesai bulan tersebut ia kernbali lagi kepada perbuatannya semula. Orang seperti inilah yang rugi hidupnya. Ia membuang-buang waktunya dan tidak bisa mengambil manfaat dari bulan ini kecuali hanya dosa dan kesalahan.

Jibril ::~ telah berkata kepada Nabi, "Dan orang yang menjumpai bulan Romadhon sementara ia tidak diampuni dosa-dosanya, maka semoga Alloh menjauhkannya, ucapkanlah 'amin' . Maka Nabi berkata, 'Amin'." Orang yang terhalang (mendapatkan pahala dari Alloh) adalah orang yang diharamkan Alloh, dan orang yang celaka adalah orang yang dijauhkan oleh Alloh.

Wahai hamba Alloh, ibadah merupakan sesuatu yang wajib dilakukan setiap saat dan tidak akan berakhir kecuali dengan kematian. Alloh Ta'ala berfirman :

"Dan sembahlah Robbmu sampai datang ajal kepadamu." (AlHijr [15] : 99)

Alloh Ta'ala berfirman :

"Hoi orang-orang yang beriman, bertakwa/ah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan jangan seka/i-ka/i kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Ali Imronl3] : 102)

Rosululloh ~ bersabda:

"Apabi/a anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara ... " Al-Hadits.

Kematian adalah sesuatu yang dekat dengan kita, dan bagi Alloh-lah ibadah yang kita lakukan pada waktu-waktu tertentu baik

,

itu harian, pekanan maupun tahunan. Ibadah-ibadah ini ada yang

merupakan rukun-rukur, Islam dan ada yang penyempurnanya. Sholar lima waktu dikerjakan tiap hari siang dan malam. Ia merupakan rukun Islam ke-2 setelah syahadatain, sholat merupakan tiang agama. Dan sholat Jumat dikerjakan tiap pekan, ia termasuk syiar agama Islam yang besar. Kaum muslimin berkumpul di satu tempat sebagai bukti akan kepedulian mereka terhadapnya.

Zakat merupakan sejawatnya sholat. la dikerjakan oleh orang yang mampu setiap tahun. Adapun orang yang tidak mampu, rnaka mereka mengeluarkannya ketika mereka memperoleh rezeki yang harus dizakati. Puasa bulan Romadhon diwaiibkan setiap tahun. Haji ke Baitulloh diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu seumur hidup sekali, demikian juga umroh. Dan bagi yang lebih dari sekali, baik itu haji maupun umroh, maka itu sebagai tathowwu' baginya.

Di samping ibadah-ibadah yang wajib itu, ada ibad.ih "'.1 dah sunah, seperti berbagai sholat nafilah, shodaqoh nafilah, pu.v., 1 nafilah, serta haji dan umroh nafilah. Hal ini menunjukkan bahw.i kehidupan seorang muslim semuanya adalah ibadah, baik itu bel sifat wajib maupun sunnah. Orang yang menyangka bahwa iba dah yang dituntut mengerjakannya pada bulan Romadhon dan lainnya akan membebaskan ia dari berbagai rnacam ibadah, rnaka ia telah berprasangka jelek, bodoh terhadap hak Alloh atasnya, dan tidak paham terhadap agamanya. Bahkan, ia tidak mengenal Alloh dengan sebenarnya. Ia tidak mengenal kedudukan-Nya karena ia tidak menaati-Nya kecuali hanya pada bulan Romadhon saja. la tidak takut kepada-Nya kecuali pada bulan tersebut dan tidak mengharapkan pahala dari-Nya kecuali hanya pada bulan itu.

Sesungguhnya manusia seperti ini telah terputus hubungannya dengan Alloh. Padahal ia tidak akan bisa terlepas dari-Nya sesaat pun. Amal bagaimanapun macamnya apabila hanya dilakukan pada bulan Romadhon, rnaka itu adalah amal yang tertolak walaupun ia telah bercapek-capek mengerjakannya. Hal itu karcna arnal itu terpotong, tidak mempunyai pokok dan cabang. Karena yang bisa mengambil manfaat dari bulan Romadhon hanyalah Ahlu Iman yang istiqornah setiap saat, Mereka mengerti bahwa Robb bulan itu hanya satu, Dia Maha Melihat dan Menyaksikan am alan setiap hamba-Nya yang dilakukan setiap bulan.

Kewaji6an $ctefaIi~u!an Romadlion 153

Be6erapa Peringatan Penting

'~l eberapa peringatan ini berasal dari jawaban-jawaban ulama ~ ~~Najd dan selain mereka dalam menerangkan jumlah rokaat sholat tarawih dan tahajjud pada 10 hari terakhir, doa khatam AIQuran serta qunut. Kami akan menukilnya karena sebagian orang ada yang mendapat kerancuan dari mereka serta mengingkari doa qunut dan doa khatam Al-Quran,

Jumlah Rokaat Sholat Tarawih

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ~5H; ditanya tentang jurnlah rokaat sholat tarawih, maka beliau menjawab, "Yang saya sukai adalah 20 rakaat."

Dan anaknya (Syaikh Abdulloh) ~5H; menjawab, "Yang disebutkan oleh para ulama ~1;:;5 adalah bahwasanya tarawih itu 20 rokaat. Janganlah mengurangi jumlah rokaat ini kecuali harus ditambah bacaannya seimbang dengan jumlah rokaat yang dikurangi terse but. Karena itu, amalan Salafus Sholih berbeda-beda dalam hal menambah dan mengurangi (jumlah rokaat itu), Umar bin Khoththob ;£;'0.' ketika mengumpulkan manusia di belakang Ubay bin Ka'ab, ia sholat bersama mereka 20 rokaat."

Syaikh Abdulloh Ababathin ~1;:;5 berkata, ''Adapun sholat tarawih jika dilakukan kurang dari 20 rokaat, maka tidak apa-apa.

Para sahabat ada yang memperbanyaknya dan ada pula yanq 1111' nyedikitkannya. Batasan yang jelas dan shoahih tidak ada penj('I" ... an dari syariat."

Tata Cara Sholat pada 10 Hari Terakhir

Syaikh Abdulloh Ababathin berkata, "Tentang jawaban terhadap apa yang diingkari oleh sebagian manusia terhadap orang yang menambah jumlah rokaat pada 10 hari terakhir yang tidak mereka lakukan pada 20 hari pada awal-awal Romadhon. Sebab, pengingkaran mereka adalah karena kebiasaan yang turun-tcmurun dan kebodohan mereka terhadap sunnah dan jalannya para sahabat, tab i'in , dan imam-imam kaum muslimin."

Kami katakan : Telah ada beberapa hadits dari Nabi yang mendorong umatnya untuk melaksanakan qiyamullail pada bulan Romadhon dan perintah untuk melaksanakannya. Lebih kuat lagi, perintah itu pada 10 hari terakhir sebagaimana tercantum dalam Shohihain dari Abu Huroiroh $P: Bahwasanya Rosululloh ~ mendorong mereka melaksanakan qiyamullail pada bulan Romadhon dengan perintah yang tidak terlalu menekan, beliau bersabda :

" /"",/ .... jJ '" ........ ..... ..-

~~~ ~ i1i ~ ~ ff ~L-?-'-, tJ~~ J~ J ili :;

-"" ./ '" ...., ... ......0 ............. ,..../ '"

cJ~ 0. ~~ ~ ~ / .' G~' Gt .• ,;' J.4.l1 W ~u 0, ,/

/ : ~ \ ~'/ -' -: ! - \ L./ -'

"Barangsiapa yang berdiri qiyamullail pada bulan Romadhon dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang berdiri melaksanakan qiyamul lail pada Lailatul Qodar dengan penuh keimanan dan mengharap paha-

-----------------_-..--- __ ---------

~(.t P~atan Penti"9 155

10 c:iari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. "

Diriwayatkan dalam kitab Sunan bahwasanya beliau ~ bersabda :

"Alloh memfardhukan puasa Romadhon kepada kalian, dan aku sunahkan qiyamullail pada bulan tersebut kepada kalian."

Diriwayatkan dalam Shohfhain dari 'Aisyah ~, berkata :

j_:"f -'h;;:f~ Jill ~f ~~,,;JI j;.; 1~1 ~ .11 J_,__" J ~tS--*~.\I J~f ~ ~~ 0~~ ~;1 0 j ~~ ~hJI D ~

; ; -

o~::'11 j ::DiS-; ~L5. ; )

; -

"Bahwasanya apabila Rosululloh ~ memasuki 10 hari terakhir, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya. Beliau sholat malam secara berjamaah pada awol bulan, demikian juga pada 10 hari terakhir."

Dan dalam Shohfh Muslim dari Anas ~;" berkata, "Bahwasanya Rosululloh berdiri qiyamullail pada bulan Romadhon, maka saya berdiri di sebelahnya. Kemudian datang seorang laki-laki lalu ia juga berdiri sampai kami membentuk suatu kelompok. Ketika beliau merasa saya berada di belakangnya, beliau mencukupkan sholatnya kemudian masuk ke dalam tempat tinggalnya dan sholat dengan sholat yang tidak beliau kerjakan dengan kami tadi. Ketika

~-",~----------------------------.

. 156 ~!~i!l94n Mera¥ KcmllCi~~:;;-Ro~n·

,. ,t.'"' "<~"" ," ~' ~~, ,,' " 11!

pagi, saya katakan kepada beliau, 'Apakah Anda memahami kami tadi malam?' Beliau menjawab, 'Va, itulah yang menyebabkan sa-

ya melakukan hal itu.'"

Dan dari Aisyah ~, bahwasanya ia berkata : Rosululloh sholat di dalam masjid sehingga banyak manusia yang sholat dengan beliau. Kemudian beliau sholat pada malam berikutnya dan mereka semakin banyak. Kemudian mereka berkumpul pada malam yang ke-3 namun beliau tidak keluar menemui mereka. Ketika pagi beliau bersabda, "Saya melihat apa yang kalian lakukan tadi malam. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian kecuali saya khawatir kalau sholat itu akan diwajibkan kepada kalian." Hal itu terjadi pada bulan Romadhon, dan dikeluarkan

di dalam Shohlhain.

Dalam kitab Sunan dari Abu Dzar ~. yang berkata : Kami berpuasa bersama Rosululloh ~. Beliau tidak sholat lail bersama dengan kami sampai bulan Romadhon tinggal 7 hari. Sementara hari lain, beliau sholat lail bersama kami sampai lewat sepertiga malam. Kemudian beliau tidak sholat lail bersama kita pada sisa malam yang ke-6. Beliau sholat lail (bersama kami) pada sisa hari yang ke-5 sampai lewat tengah malam.

Lalu kami berkata, "Seandainya Anda mau mengunjungi ka-

mi di sisa-sisa hari ini?"

Lantas beliau ~ bersabda, "Barangsiapa yang berdiri bersama dengan imam sampai selesai, maka ditulis baginya sholat semalam

suntuk. "

Kemudian beliau tidak sholat bersama kami samp-u bulan Romadhon tinggal 3 hari, Lalu beliau sholat bersama kami pada sisa hari yang ke-2. Beliau mengajak keluarga dan istrinv.i. beliau

sholat bersama kami sampai kami khawatir kalau sampai luput mendapat kebaikan, ditanyakan kepadanya, "Apa kebaikan itu?" Ia menjawab, "Makan Sahur." Riwayat ini dishohihkan oleh Tirmidzi. Dari sinilah Imam Ahmad dan selainnya berhujjah dengan hadits ini bahwa sholat Tarawih yang dikerjakan dengan berjamaah adalah lebih utama."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ~:G; berkata ten tang sabda Rosululloh ~ : Barangsiapa yang berdiri bersama dengan imam sampai selesai maka ditu/is baginya sholat semalam suntuk, "Ini merupakan dorongan untuk menunaikan sholat Tarawih di belakang imam. Hal itu lebih kuat kalau hanya sekedar sunnah mutlak. Dahulu para sahabat sholat Tarawih secara berjamaah di dalam masjid pada masa RosuIulloh ~. Dan ikrar beliau merupakan sunnah darinya.

Ketika jelas bahwa qiyamul lail pada bulan Romadhon dan menghidupkan malam-malam 10 hari terakhir adalah sunnah muakkadah dan jika dikerjakan dengan berjamaah lebih utama, dan bahwasanya beliau tidak menentukan jumlah rokaatnya, maka kita ketahui bahwa sholat Tarawih itu tidak ada ketentuan rokaatnya."

Dalam Shohfhain ada riwayat dari 'Aisyah ~ yang berkata:

.; '" ./ __ .... /' .J.

~ ~? .j :J -' .)~ _) .j ~; ~ ~\ J~~ JIS- G

~ 0

W_) O? (.5:b.l

"Rosululloh tidak pernah menambah rakaat pada bulan Romadhon maupun selainnya me/ebihi 11 rokaat."

Di sebagian riwayat hadits dari Hudzaifah, menYl'hlllkan bahwasanya Rosululloh membaca surat AI-Baqoroh, An-Nis.i. dan Ali lmron dalam satu rokaat. Pada malam itu beliau tidak ~I iolat kecuali dua rokaat, dan itu dilakukan pada bulan Romadhon.

Apa yang diriwayatkan dari para sahabat tentang sholat Tarawih bermacam-macam, dan para ulama berbeda pendapat mana yang tershohih darinya dan mereka memperbolehkan melakukan semuanya. Imam Syafi'i dan Ahmad mernilih 20 rokaat, tetapi Imam Ahmad menashkan bolehnya menambah jumlah rokaat tersebut Ia berkata, "Riwayat dalam masalah ini sangat beragam. dan tidak ada satupun yang menetapkannya." Abdulloh bin Ahmad .:.1Sz;;:; berkata, "Saya melihat bapak saya sholat di bulan Romadhon dengan jumlah rokaat yang tidak seperti sholat Tarawih." Imam Malik memilih 36 rokaat. Diceritakan oleh Tirmidzi dari sebagian ulama yang memilih 41 rokaat bersama dengan witir. Ia berkata, "Dan itu adalah pendapat penduduk Madinah dan mereka mengamalkannya di Madinah." Ishak bin Ibrohim ~Sn berkata, "Kami memilih 41 rokaat berdasarkan riwayat dari Ubay bin

Ka'eb .. ;'c" ."

Ibnu Taimiyyah ~Sz;;:; berkata, "Apabila sholat Tarawih dikerjakan seperti madzhabnya Abu Hanifah, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad dengan 20 rokaat; atau seperti madzhabnya Imam Malik dengan 36. atau 13. atau 11 rokaat, maka semuanya adalah baik sebagaimana telah dinashkan oleh Imam Ahmad bahwasanya tidak ada ketentuan jumlah rokaat sholat Tarawih, banyak dan sedikit jumlah rokaatnya tergantung pada panjang dan pcndcknvo sholat tersebut. Telah berlalu ucapan Aisyah ~, bahwasauv« Rosululloh -kE. tidak pernah menambah jumlah rokaat melebihi I I rakaat, baik itu pada bulan Romadhon atau selainnya. Dan 1II • II )

-----------------~-------------

Be6erapa peril19atan Pcrttil19 1 ~9

annya yang lain bahwasanya apabila masuk 10 hari terakhir beliau menghidupkan malamnya."

Di kitab Al-Muwaththo' dari Saib bin Yazid ;Wf-3 yang berkata, "Umar ~ memerintahkan Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad-Darimi untuk mengimami umat Islam dengan 11 rokaat, dan pada waktu itu imam membaca ayat-ayat yang panjang sampai kami berpegangan dengan tongkat karena lamanya berdiri." Di dalam kitab AlMuwaththo' dari Abdulloh bin Abu Bakart;cl'Jfberkata : Saya mendengar ayah saya berkata, "Kami keluar setelah selesai menjalankan sholat lail pada bulan Romadhon, maka para pembantu tergesa-tergesa menyiapkan makanan karena khawatir kalau sampai luput dari makan sahur."

Diriwayatkan oleh Abu bakar bin Abu Syaibah dari Thowus yang berkata : Saya mendengar Ibnu Abbas berkata : Saya diundang oleh Umar lalu saya makan bersamanya. Abu Bakar bin Abu Syaibah berkata, "Yakni makan sahur di bulan Romadhon." Lalu ia mendengar keributan orang-orang ketika mereka keluar dari masjid. Ibnu Abbas berkata, "Apa itu ?" Umar menjawab, "Suara orang-orang ketika mereka keluar dari masjid." Ibnu Abbas berkata, "Sisa malam ini lebih baik dari apa yang mereka tinggalkan itu."

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah dari Waroqoh bahwasanya Sa'id bin Jubair mengimami kita pada bulan Romadhon, ia sholat dengan kami 20 malam dengan 6 Tarawih. Dan apabila 10 hari terakhir tiba, ia beri'tikaf di dalam masjid dan sholat dengan kami 7 Tarawih.

Dengan ini jelas bahwasanya para sahabat dan tabi'in memperpanjang sholat mereka sampai mendekati terbitnya fajar. Dan yang nampak dari kumpulan hadits dan atsar di atas adalah bah-

._-----------------------------_.

. 160 ~im6ing41f'MU~ Kbn~n ~.. .. . .,.

- •• . ' . • .;,Wi

wasanya itu mereka lakukan pada sebagian malam tanpa sebaqrou malam yang lain. Dan kemungkinan hal itu mereka lakukan pad.i 10 hari terakhir sebagaimana yang kami sebutkan tadi dari hadits nya Abu Dzar bahwasanya Nabi sholat bersama sahabatnya padil 10 malam terakhir sampai tengah malam hingga mereka khawatir kalau sampai luput dari makan sahur. Dan ketika beliau tidak keluar menemui mereka pada sebagian malam, alasan beliau adalah karena khawatir kalau sholat itu diwajibkan atas mereka.

Dengan hadits-hadits dan atsar-atsar yang telah kami sebutkan di atas, maka betapa lancangnya orang yang mengatakan bahwasanya memperpanjang sholat pada 10 hari terakhir hingga akhir malam adalah bid'ah. Ibnul Qoyyim ~32:b berkata, "Pendapat Imam Ahmad tentang mengakhirkan Tarawih sampai akhir malam berbeda-beda. Ada satu riwayat dari beliau yang berpendapat bahwa apabila qiyamul lail itu diakhirkan sampai akhir malam, maka tidak mengapa sebagaimana perkataan Umar. Karena waktu di mana mereka terlelap tidur adalah lebih utama dan qiyamul lail bisa dilakukan setelah bangun tidur."

Alloh Ta'ala berfirman:

'l , .... ~~; /~/ ~,,~ .,~".,//", ~

(~t) ')\..j ~"';I) lU:» ...Lt..1 ~ ~I ~G u'

~~ .... / - ... \J '/"" ~

"Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat dan bacaan di waktu itu lebih terkesan." (AI-Muzzammil

[73] : 6)

Abu Dawud juga meriwayatkan pendapat beliau, 'Mengakhirkan qiyamul lail hingga akhir malam merupakan sunnah kaum muslimin yang lebih aku sukai, alasannya adalah perbuatan para sahabat.' Beliau menafsirkan ucapan Umar sebagai anjuran melak-

---------~--~-~---7'7- __ --:--- .... ---~---;-

. . ,.- ., "-Bef;e:rapci Peringatan Pentill9 161

, .. _- <

sanakan sholat pada akhir malam, bukan semata-mata kebetulan mereka mengakhirkannya."

Perhatikan ucapan beliau agar mereka melanjutkan qiyamul lail mereka hingga akhir malam. Mengapa beliau tidak mengatakan saja bahwa memanjangkan sholat hingga akhir malam adalah bid'ah?'

Apabila telah jelas bahwasanya tidak ada ketentuan ten tang jumlah rokaat sholat Tarawih, waktunya menurut semua ulama adalah setelah sholat sunnah ba'diyah Isyak sampai terbitnya fajar. Menghidupkan malam-malam 10 hari terakhir adalah sunah muakkadah, dan sesungguhnya Nabi sholat Tarawih dengan berjamaah selama beberapa malam sebagaimana telah kita sebutkan, maka bagaimana akan diingkari orang yang menambah sholatnya pada 10 hari terakhir terhadap apa yang ia lakukan pada awal bulan. Ia sholat pada 10 hari terakhir di awal malam sebagaimana ia lakukan hal itu di awal bulan atau beliau mengurangi rokaatnya atau menambahnya tanpa menutupnya dengan witir, hal itu karena untuk menambah sholatnya (di akhir malam) bagi orang yang suka tidak menambah rokaatnya (di awal malam). Kemudian setelah itu, ia menambah sholatnya sesuai kemudahan yang diberikan Alloh kepadanya pada sholat berjamaah, dan semua itu dinamakan qiyamul lail dan Tarawih.

Boleh jadi si pengingkar itu terkecoh dengan pendapat sebagian besar Fuqoha', "Disunahkan bagi para imam untuk tidak menambah sholat dari penutupannya kecuali jika para makmum menginginkan penambahan itu." Mereka (para Fuqoha) itu menyebutkan penyebab tidak disunnahkannya penambahan itu karena bisa memperberat para makmum dan bukan karena penambahan itu

tidak disyariatkan. Bahkan pendapat mereka itu menunjukkan bahwasanya kalau mereka (para makmum) menginginkan penambahan sholat terhadap penutupannya. maka hal itu disunnahkan. Hal ini tampak jelas pada ucapan mereka, "Kecuali jika para makmum menghendaki penambahan itu."

Adapun yang telah menyebar di mulut orang-orang awam tentang penamaan apa yang mereka lakukan pada awal malam dengan Tarawih dan sholat yang dilakukan setelah itu adalah qiyamullail, maka ini adalah pemisahan secara umum. Karena semuanya itu adalah qiyamullail dan Tarawih. Qiyamul lail pada bulan Romadhon dinamakan Tarawih karena mereka (para sahabat) beristirahat setelah 4 rokaat karena mereka memanjangkan sholat.

Dan sebab pengingkaran itu karena hal itu menyelisihi adat kebiasaan di negara mereka, atau menyelisihi kebanyakan orang pada zaman sekarang dan karena kebodohan mereka terhadap sunah, atsar, dan jalannya para sahabat, tabi'in serta para imam kaum muslimin.

Apa yang disangka oleh sebagian umat bahwasanya sholat yang kita kerjakan pada 10 hari terakhir adalah sholat Ta'qib yang dibenci oleh sebagian para ulama, maka perkaranya tidaklah demikian. Karena sholat Ta'qib adalah sholat tathowwu' berjamaah yang dikerjakan setelah selesai mengerjakan sholat Tarawih dan sholat Witir. Inilah pengertian sholat Ta'qib yang dijelaskan oleh semua Fuqoha'.

Dari pengertian ini, jelas bahwa sholat berjamaah sebelum sholat Witir bukanlah sholat Ta'qib. Juga, karena orang yang menambah sholatnya dari adatnya pada permulaan bulan yang mengatakan bahwa semua itu adalah qiyamul lail dan Tarawih rnaka

-----~--,---~-,--=, .... ~~---~-----~-----:-----

,., . .'''u'''BC6~~~J?~~~U~ 163

#~~ __ :":._ '<v<~' _F:~-~--'~-

sebenarnya ia belum selesai mengerjakan sholat Tarawih. Walaupun penambahan itu dinamakan qiyamullail (dan ini merupakan penamaan yang umum). Dan bahwasanya madzhab (Imam Ahmad) tidak membenci sholat Ta'qib, dan mengenai pendapat yang lain telah dinashkan oleh Imam Ahmad. Bahwasanya seandainya mereka sholat nafilah berjamaah setelah bangun dari tidur atau dari akhir malam, maka hal itu tidaklah dibenci. Adapun umat yang mencukupkan dirinya dengan 11 rokaat, maka tidaklah mengapa berdasar hadits dari Aisyah di atas."

Beliau juga menjawab : "Adapun shola1 Tarawih yang dikerjakan kurang dari 20 rokaat, maka tidak mengapa. Jika ditambah, maka juga tidak mengapa."

Syaikhul Islam ~£ berkata, "Ia boleh sholat 20 rokaat sebagaimana yang masyhur di madzhab Imam Ahmad dan Imam Syafi'i. Ia boleh sholat 36 rokaat sebagaimana madzhab Imam Malik, dan boleh sholat 11 atau 13 rokaat. Semuanya adalah baik sebagaimana dinashkan oleh Imam Ahmad. Banyak dan sedikitnya rokaat itu tergantung pada panjang dan pendeknya sholat yang dikerjakan. Namun, Imam Ahmad menyukai agar jangan sampai sholat Tarawih itu dikurangi dari penutupannya yakni pada setiap bulan.

Adapun firrnan Alloh Ta'ala :

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam" (Adz-Dzariyat [51] : 17)

Pendapat yang masyhur dari makna ayat di atas adalah bahwasanya mereka sedikit sekali tidur di waktu .malam dan memper-

~~~--~:------~~-~ ..... ~-----------------.

164 Bi.m6ingmt.Maaili Kemuf:iaan'RD~ '. - ~'"

....... ';:-'->-i ' __ " __ ""'~: .~ _,.,~

banyak sholat. Ada yang mengatakan bahwasanya (rnakna ayat di atas) adalah mereka tidak tidur semalam suntuk dan mengerjakan sholat, baik itu pada permulaan malam atau akhirnya. Adapun makna istighfar pada ayat di atas adalah istighfar yang makruf, dan yang paling utama adalah puncaknya istighfar. Sebagian Ahli Tafsir berkata tentang ayat (yang artinya) 'Dan pada waktu sahur mereka beristighfar.' yakni mereka mengerjakan sholat, karena sholat mereka pada waktu sahur adalah untuk meminta maghfiroh."

Syaikh Abdurrohman bin Hasan ~£ menjawab, 'Adapun menghidupkan 10 hari terakhir pada bulan Romadhon adalah sunnah sebagaimana hadits dari Aisyah ~) bahwasanya apabila masuk 10 hari terakhir bulan Romadhon, Rosululloh ~ me mbangunkan keluarganya. menghidupkan malam-malamnya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.

Di hadits telah disebutkan, "Barangsiapa yang berdiri (sholat lail) pada bulan Romadhon dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Barangsiapa yang berdiri (sholat Lail) pada malam Lailatul Qodar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Alloh, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. "

Dan telah shohih bahwasanya Nabi melakukan qiyarnul lail semalam suntuk sampai waktu sahur. Apabila kamu menqetahui hal itu, maka tidaklah ada orang yang mengingkari qiyamul lail pada 10 hari terakhir kecuali orang bodoh yang tidak tahu k-ntanq sunnah.

Ad-Durorus Sunniyah Pil Adjiwibatin NajdiYYil" (111/181 - 185)

---~~~~~~-----------------~----

.BclJerapa Peri"9atan IJclltins 165

Jawaban SyailihA6did ~m 6in Baz tentall9 ShoCat Tarawili_, Qunnt, dan Witir

Kewajiban Thumakninah dalam Sholat

Pertanyaan :

Kami mempunyai imam masjid yang tergesa-gesa dalam mengerjakan sholat Tarawih, sehingga kami tidak bisa membaca doa, tasbih, dan tidak khusyuk pada kesempatan yang mulia ini. Bersamaan dengan itu, (pada tasyahud) ia tidak membaca doa kecuali doa pada tasyahud awal, yaitu : 'Asyhadu an lai/aha illaUoh wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuluhu', ia mengucapkan tambahan ini. Adapun ayat (setelah Al-Fatihah), ia tidak membacanya kecuali satu atau dua ayat saja. Kami mengharap nasihat dari Anda dan terima kasih.

Jawab:

Yang disyariatkan bagi para imam masjid pada sholat Tarawih dan sholat-sholat fardhu adalah thumakninah dan tartil dalam

--------------------IIb&ssai _

c.,. < ·i66~Bim{li~an :Mer~.Ke!n~~ .kotiutdhon" . .,~

." t' _ .. _.. • .. • •.•. ,," ~_~~'''', ) :0..... ». c.

qiro'ah, khusyuk di dalam rukuk, sujud, i'tidal dan setelah banqun dari dua sujud di setiap sholat, baik yang fardhu maupun nafilah. Thumakninah hukumnya adalah fardhu yang harus dipenuhi. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka batallah sholatnya, berdasar hadits dalam Shohihain dari Nabi ~ bahwasanya ia melihat seorang laki-laki sholat, tetapi tidak thumakninah dalam sholatnya, maka beliau memerintahkannya untuk mengulangi sholatnya dan beliau membimbingnya untuk thumakninah dalam rukuk, sujud, i'tidal dari rukuk, dan setelah bangun dari dua sujud. Disyariatkan pula bagi para imam untuk tartil dalam bacaannya dan khusyuk ketika membacanya agar ia dan para makmum di belakangnya bisa mengambil manfaat dari bacaannya dan agar bacaan itu bisa menggetarkan hati sehingga menimbulkan rasa takut kepada Alloh dan kembali kepada-Nya.

Para imam dan makmum wajib membaca sholawat Ibrohimiah setelah dua tasyahud dan sebelum salam. Karena telah tsabit dari Nabi perintah untuk melakukan hal itu. Sekelompok ulama bahkan memfardhukannya. Karenanya, tidak boleh para imam dan makmum menyelisihi syariat yang sud di dalam sholat dan selainnya.

Disyariatkan bagi setiap orang yang sholat, baik itu imam, makmum, atau munfarid untuk meminta perlindungan kepada Alloh dari adzab Jahanam, adzab Kubur. fitnah kehidupan dan kematian serta dari fttnah Al-Masih Dajjal setelah sholawat Nabi dan

,

sebelum salam. Karena Rosululloh ~ melakukan hal itu. Beliau telah memerintahkan umat ini untuk berdoa dengan doa terse but.

Disunahkan juga untuk menambahnya dengan doa y. \I I!J lain sebelum salam, seperti doa masyhur yang diwasiatk.m oleh

-----------------~-------------'

JaWaban SyiWiIi A6did ~ bin Baz... 167

Rosululloh * kepada Mu'adz bin Jabal ~ untuk mengucapkannya di akhir setiap sholat, yaitu :

"Ya Alloh, tolonglah saya untuk se/alu mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu serta beribadah kepada-Mu dengan baik."

Sholat Tarawih Dua-dua

Pertanyaan :

Sebagian imam sholat Tarawih mengumpulkan 4 rokaat sekaligus atau Iebih pada satu salam tanpa duduk pada dua rokaat. Mereka mengaku bahwa itu berasal dari sunnah. Apakah amalan seperti ini ada asalnya dari syariat?

Jawab :

Amalan seperti ini tidak disyariatkan, bahkan dimakruhkan atau malah diharamkan menurut sebagian besar ulama, berdasar sabda Rosululloh *:

o 0 oil J.,..

? -.? JDI ;y(p

/ -

"Sholat lail itu dua dua."

ltu disepakati keshohihannya dari had its Ibnu Umar i:;!'J:;. Dan berdasar ucapan Aisyah ~ yang berkata :

"Bahwasanya Nabi sholat pada malam hari dengan 11 rokaat, be/iau me/akukan salam setiap dua rakaat dan witir dengan

satu rokaat."

Disepakati keshohihannya dan hadits-hadits tentang ini sangatbanyak.

Adapun had its Aisyah yang sudah masyhur :

"Bahwasanya Nabi sholat pada suatu malam dengan 4 rokaat, dan janganlah kamu tanya tentang baik dan panjangnya. Kemudian be/iau sholat 4 rokaat, dan jangan kamu tanya ten tang baik dan panjangnya." (Muttafaqun 'a)aih)

Maksudnya adalah beliau salam di setiap dua rokaat, dan maknanya bukannya beliau langsung mengerjakan 4 rokaat dengan satu salam berdasar hadits yang lalu dan telah tsabit dari Nabi bahwasanya beliau berkata, "Sholat lail itu dua dua." Haditshadits itu saling membenarkan dan saling menjelaskan. Maka, setiap muslim wajib mengambil keseluruhannya dan hendaknya menafsirkan hadits yang bersifat mujmal (global) dengan hadits yang bersifat mubayyan (lebih rind).

------------~

.... -.. ..... _ .... __ ... ""':"'-.- ... ".'_ .... '. .... '-'-'''- .. -r - .. '

lawa6an sytUkftA!'luC 'A%iz ~ ~:. ~6~

,'''', ---i,' 0'" - ·-i" _- '-." '."-

Membacakan Seluruh Al-Quran Secara Berurutan dalam Sholat Tarawih

Pertanyaan :

Apabila seseorang menjadi Imam pada sholat Tarawih, apakah ia harus membaca ayat-ayat Al-Quran secara berkesinambungan setiap malam, yakni membacanya dengan urut ataukah ia meneruskan ayat yang ia baca di siang hari?

Jawab:

Yang disyariatkan bagi para imam adalah memperdengarkan semua bacaan Al-Quran kepada para makmum pada sholat Tarawih apabila ia mampu. Hendaknya ia meneruskan ayat yang telah dibacanya pada malam sebelumnya sehingga para makmum di belakangnya mendengar semua bacaan Al-Quran sccara berurutan sesuai dengan apa vanq termaktub di dalam Mushaf. Apabila ia mampu mengkhatamkannya, maka itu Iebih baik, asalkan hal itu tidak memberatkan para makmum. Juga disertai dengan menjaga tartil, khusyuk dan thumakninah. Karcna tujuan sholat adalah untuk bertaqorrub kepada Alloh Ta'ala, khusyuk di hadapan-Nya, sangat mengharapkan pahala-Nya, dan takut akan adzab-Nya. Tujuannya bukan sekadar menunaikan rokaat-rokaatnya tanpa disertai khusyuk dan tidak menghadirkan hati di hadapan Alloh Ta' ala. Semoga Alloh memberi taufik kepada kaum muslimin dengan sesuatu yang bisa memperbaiki mereka dan menyelamatkan mereka di dunia dan di akhirat.

,__ "_-,_"_,_,' _-_ N -___ - -_ •

170 Bimbi"9an Mer-am _!{emufiaan Romadhon

>:."" *' ". .:,..;: ,4 _. ~

Disunahkannya Qunut Witir

Pertanyaan

Sebagian imam tarawih terus-menerus melakukan qunut dalam sholat Witir setiap malam, apakah hal ini ada atsamya dari Salaf?

Jawab :

Hal itu tidak apa-apa dikerjakan, bahkan termasuk sunnah, karena Nabi ketika mengajarkan qunut Witir kepada Hasan bin Ali I;,"!!'ji" beliau tidak menyuruh meninggalkannya di sebagian waktu dan tidak menyuruhnya melakukannya terus-menerus. Hal itu menunjukkan bolehnya dua perkara tersebut. Sebab, itu telah tsabit dari Ubay bin Ka'ab * ketika ia sholat bersama para sahabat ;o~;< di masjid Nabawi, yakni kadangkala ia meninggalkan qunut pada sebagian malam, dan bisa jadi hal itu untuk mengajarkan kepada umatnya bahwasanya qunut itu tidaklah wajib, dan Allohlah yang

memberikan Taufik,

------~--------------

---------- jawa6anSyaWi~duC~6inBa~ .. 171

Doa Khatam AC-Quran di daCam SfwCat dan Lainnya adafah Per6uatan SaCaf dan Buhan Bid'aft

~II o_a k_hatam Al-Quran bukanlah perbua~an bidah, baik

"" dikerjakan pada waktu sholat maupun selainnya. Penulis kitab Al-Mughni berkata (lI/171) pada bab Khotmul Quran_ Fadhl bin Ziyad berkata : Saya bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad), "Saya ingin mengkhatamkan Al-Quran, apakah saya lakukan pada sholat witir atau pada sholat tarawih?" fa menjawab, "Lakukan pada sholat tarawih agar kita mempunyai doa antara dua sholat tersebut." Maka saya mengerjakan apa yang diperintahkan kepada saya sementara ia berada di belakang saya, ia berdoa sambil berdiri dan mengangkat kedua tangannya.

Al-Hanbal berkata : Saya mendengar Ahmad berkata tentang doa khatam Al-Quran, "Apabila kamu selesai membaca QuI a-udzu bi robbin nas, maka angkatlah kedua tanganmu ketika berdoa sebelum rukuk" Saya bertanya, "Apa dasar Anda melakukan hal ini?" Ia menjawab, "Saya melihat penduduk Mekah melakukannya. Dan bahwasanya Sufyan bin Uyainah mengerjakannya bersama

I -----~~~~~~-~~~-~----~---

172 BiJ!lbj_ngan M~aihKm~ Ronuuff-wn - - - - - -~,. _"

,,~ ~ ~ , ~ >-<-._ ,,~, ,.}{j .. ',!

mereka di Mekah." Berkata AI-Abbas bin Abdul Adhim, "Demikian juga kami melihat umat manusia di Bashroh." Dan penduduk Ma dinah melihat (di dalamnya) ada sesuatu, dan ia menyebutnya dari Utsman bin Affan."

Syaikhullslam ~~ berkata di Majmu' AI-Fatawa (XXIVl322):

Oiriwayatkan dari sekelompok ulama Salaf, "Di setiap penutupan ada doa yang mustajab. Apabila seorang laki-laki berdoa ketika penutupan (sholat) untuk dirinya, kedua orang tuanya, guru-gurunya, dan selainnya dari orang-orang yang beriman, maka hal ini termasuk jenis yang disyariatkan."

Dan beliau mempunyai doa-doa tentang khatam Quran yang telah dicetak dan beredar. Di dalam Ad-Durorus Suniyyah fi Ajwibatin Najdiyyah (1II/176), Syaikh Abdulloh Ababathin ditanya tentang doa khatam Al-Quran, beliau menjawab, "Doa khatam AIQuran merupakan amaIan yang disunahkan dan dikerjakan oleh sebagian sahabat ~ ."

Berkata Imam Nawawi di kitabnya At-Tibydn hal 72, Masalah ke-2 : Sangat disunnahkan menghadiri majelis khatmul Quran. Telah tsabit di Shohihain bahwasanya Rosululloh ~ memerintahkan wanita haidh keluar pada hari Id untuk menyaksikan kebaikan dan dakwahnya kaum muslimin. Oiriwayatkan pula dari Darimi dan Ibnu Abi Dawud dengan sanad keduanya dari Ibnu Abbas t;j1_fo bahwasanya ia menyuruh seorang laki-laki untuk membaca AIQuran. Apabila telah khatam ia memberitahu Ibnu Abbas, lalu ia menyaksikannya. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dawud dengan dua san ad yang shohih dari Qotadah, seorang Tabi'in yang mulia, sahabat Anas bin Malik ~, 'Apabila mengkhatamkan Al-Quran, beliau mengumpulkan keluarganya dan berdoa."

._-----------------------------

_boa~~Quran DaCam sfWCat... 173

..

Diriwayatkan dengan sanad-sanadnya yang shohih dari AlHakim bin Uyainah, seorang Tabi'in yang mulia berkata : Mujahid dan Utbah bin Lubabah diutus kepada saya, mereka berkata, "Kami diutus kepadamu karena kami ingin mengkhatamkan AlQuran, dan doa itu mustajab ketika khotmul Quran." Dan di sebagian riwayat yang shohih disebutkan bahwasanya ia berkata, "Sesungguhnya rahmat Alloh 'la' ala turun ketika khotmul Quran." Dan diriwayatkan dengan sanadnya dari Mujahid berkata, bahwasanya mereka berkumpul ketika khotmul Quran, mereka berkata : Diturunkan Rohmat dari Alloh Ta'ala."

Dan Imam Nawawi berkata : Masalah ke-4 sangat disunnahkan berdoa ketika khatam Al-Quran sebagaimana masalah yang telah kami sebutkan tadi. Dan diriwayatkan oleh Derimi dengan sanadnya dari Humaid Al-A'roj berkata, "Barangsiapa yang membaca Al-Quran kemudian ia berdoa, maka ada 40.000 malaikat yang mengaminkannya.·· Dan seyogianya berdoa dengan sungguhsungguh, dan berdoa dengan perkara-perkara yang penting dan perbanyaklah meminta (kepada Alloh) untuk kebaikannya kaum muslimin dan kebaikan presiden dan semua pemimpin mereka.

Dan telah diriwayatkan oleh Hakim Abu Abdillah An-Naisaburi dengan sanadnya bahwasanya Abdulloh bin Mubarok &",' apabila khatam Al-Quran, ia memperbanyak doa bagi kaum musIimin, mukminin dan mukminah. Dan orang lain juga berkata sepertinya, maka seyogianya para dai dan daiat memilih semuanya." Masalah itu disebutkan di dalam kitab Al-Adzkar hal 90-91.

Dengan nukilan-nukilan ini jelas bahwa doa khatarn AIQuran di dalam sholat dan selainnya bukanlah bid'ah sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang pada zaman sekarang. Karena

I-:------~---~--~;-~~~--~-----------------

• 174 BtmbinganM:eraiti Kemulii:i4n RonUutJwn

~ ,,_-., ,., ""_ :_,j/";;~ '-"ce- ,,~ ~ -_ - __ ·c'_,~ U~

hal itu merupakan am alan Salaf. Kaum Salaf dan Qurun yang mulia tidak mungkin melakukan bid'ah. Akan tetapi, tidak seyogianya berlebih-Iebihan dalam memperpanjang khotmul Quran atau berdoa dengan doa yang tidak diajarkan sebagaimana dilakukan oIeh sebagian para imam masjid. Janganlah berlebih-Iebihan dan jangan pula terlalu kurang. Apabila berdoa dengan doa yang ringkas dan menyeluruh yang sesuai dengan syariat. maka tidak mengapa. Karena doa itu sendiri disyariatkan di dalam sholat bahkan ia lebih utama daripada di luar sholat.. Allohu a'lam.

Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Baz tentang Doa Khatam Al-Quran

Pertanyaan :

Sebagian ulama menyebutkan bahwa doa khatam AI-Quran tidak disyariatkan, dan sebagian imam masjid juga menyangka demikian. Pendapat manakah yang benar dalam masalah ini?

Jawab :

Pendapat yang benar adalah bahwasanya hal itu disyariatkan. Amalan itu dilakukan oleh para ulama semenjak para sahabat sampai zaman kita sekarang. Bahwasanya Anas mengumpulkan keluarganya kctika khatmul Quran dan berdoa. Kesimpulannya, bahwa doa khatmul Quran disunahkan. dan hal itu dilakukan oleh Salaful Ummah dan pengikut mereka yang baik. Tidak ada bedanya, apakah hal itu dilakukan di dalam sholat atau di luar sholat. Apabila imam membaca khatmul Quran pada waktu sholat Tarawih atau pada waktu qiyamuJ lail di 10 hari terakhir, maka semua itu tidak .ipa-apa, dan yang bcnar adalah bahwasanya perbuatan itu

-----------------

.----- --;;; ~Af..QuranDafam SfWfat... 175

diperboIehkan . .Insya Alloh. (Dikutip dari Majalah AI-Yamomah No : 1151)

[ COMPLETED)

-

------------------ ~ __ ~_<." <II

176 Bimbifl9an MeraiJi Kemufjaan RomadlWn

REVIEWED

By kampungsunnah at 9:57 pm, Aug 10, 2009

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->