P. 1
Ihya Ulumuddin

Ihya Ulumuddin

|Views: 533|Likes:
Published by Kholid eFendi
Ihya Ulumuddin
Ihya Ulumuddin

More info:

Published by: Kholid eFendi on Aug 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

IHYA ‘ULUMUDDIIN

MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN

IHYA ‘ULUMUDDIIN
MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN MUKADIMAH Bismillahirohmanirrohim Dengan berkat Allah Yang Maha Pengasih lagi Langgeng kasihnya, aku susun kitab ini: Pertama kali aku memuji Allah sebanyak-banyaknya lagi terus menerus, walaupun jika dibandingkan dengan hak kemegahan Allah, tidak ada artinya sama sekali pujian orang-orang yang memuji. Kedua aku memohonkan rahmat takdhiem untuk semua utusan Allah, rahmat takdhiem yang merata kepada seluruh utusanNya disamping Pemimpin manusia, yaitu Nabi Muhammad saw. Ketiga kalinya, aku memohon kebaikan kepada Allah ta’ala mengenai apa yang menjadi tujuanku, yaitu menyusun kitab yang menerangkan cara menghidupkan ilmu-ilmu agama Islam. Yang keempat, aku segera akan menghilangkan keherananmu, hai orangorang yang suka mencela, orang yang keterlaluan dari golongan pembantah, orang yang melampaui batas dalam memperolok-olok dan ingkar, dari kalangan para penyangkal dari orang-orang yang lalai. Demi Allah! Sejak saat ini, tali diam telah terurai dari lisanku dan aku sudah mengenakan kalung omong, lantaran kelakuan yang selalu kau perlihatkan: yaitu buta tidak mau memandang kebenaran, selain terus menerusmu membela perkara batal, menganggap baik kebodohan, membuat kacau orang yang memilih menahan nafsu, sedikit meninggalkan kebiasaan orang banyak, cenderung sekilas meninggalkan tanda-tanda that lahiriyah untuk mengamalkan tuntutan ilmu, karena ingin menggapai apa yang diperintahkan Allah, yaitu membersihkan hati dan memperbagus hati, serta mengejar kecerobohannya: yakni menyia-nyiakan umur, lantaran putus harapan dari sempurnanya pengejaran dan penambalan, serta menyingkir dari memperebutkan orang yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Manusia yang sangat keras siksanya nanti di hari kiamat, ialah orang alim yang tidak dikaruniai bisa memanfaatkan ilmunya oleh Allah”. Aku bersumpah, demi masa hidupku! Tidak ada yang menyebabkan engkau terus-menerus takabur demikian itu, kecuali penyakit yang sudah merata dikalangan orang banyak, bahkan dikalangan masyarakat umum yaitu enggan mencapai puncak perkara ini: yakni pengamalan ilmu tidak mengerti bahwa pengamalan ilmu itu merupakan cita-cita yang sangat tinggi dan persoalannya sangat penting; tidak mengetahui bahwa akherat menjelang datang dan perkara dunia sudah lewat; tidak mengetahui bahwa batas masa hidup hanya sebentar, sedangkan perjalanan menuju akhirat masih jauh; tidak mengerti bahwa bekal hanya sedikit, padahal perkara yang mengkhawatirkan besar sekali; tidak mengerti bahwa bekal menuju akhirat itu buntu dan perlu dibuka terlebih dahulu. Dan semua perkara baik berupa ilmu maupun amal yang tidak murni ketika mengagungkan Allah menurut Allah yang selalu meneliti dan mengawasi amal, pasti ditolak, juga tidak mengerti bahwa menempuh jalan akherat dengan banyaknya hal-hal yang

1

IHYA ‘ULUMUDDIIN

MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN

merusak yang tanpa petunjuk jalan dan tanpa teman, sungguh memayahkan badan. Petujuk-petunjuk jalan menuju akherat itu adalah para ulama yang merupakan para pewaris nabi-nabi. Di masa ini (zaman Imam Al-Ghazzaliy) sudah tidak ada ulama yang menjadi pewaris para nabi. Yang ada hanyalah Ulama tiruan, yang sebagian besar telah dikuasai setan dan pada sesat sebab melampaui batas. Masing-masing terpancang kepada kepentingan duniawi, sehingga perkara baik dianggap mungkar dan sebaliknya perkara mungkar dipandang baik, sampaisampai tanda agama hilang bekasnya dan ciri-ciri petunjuk di seantero bumi terhapus. Ulama tiruan itu memberikan gambaran kepada masyarakat, bahwa tidak ada ilmu agama, selain fatwa-fatwa pemerintahan yang digunakan oleh para qadli untuk memutuskan perkara kalah menang di kalangan masyarakat awam; atau ilmu perdebatan yang digunakan oleh orang yang mencari kebanggaan, supaya unggul dan menindih lawan; atau imu mengatur pembicaraan dengan hiasan, yang dapat dipakai oleh orang yang senang berpidato, buat menarik orang-orang bodoh. Mereka berbuat ini, karena selain tiga hal (fatwa, ilmu pedebatan dan ilmu penghias perkataan) tersebut, tidak bisa untuk mencari harta haram dan tidak dapat dipakai menjala keperluan dunianya. Adapun Ilmu menempuh jalan akherat dan apa yang dijalankan oleh orangorang kuno (salaf) yang shalih, yaitu ilmu yang disebutkan Alloh dalam kitab AlQur’an dengan kata “fiqh”, atau “hikmah” atau “ilmu”, atau “dliiyaa”. Atau “nur” atau “hidayah” atau rusyd’, telah benar benar terlipat dikalangan masyarakat, tidak pernah lagi dibuka, sudah dilupakan dan ditinggalkan. Tatkala yang demikian ini merupakan cacad yang menurun dalam agama dan suatu perkara yang mengelamkan hati, maka aku berpendapat bahwa sibuk menyusun kitab ini adalah suatu hal yang penting, guna menghidupkan ilmu agama, membuka dan menerangkan jalan-jalan para imam yang terdahulu, serta yang menjelaskan tujuan-tujuan ilmu yang bermanfaat, menurup para nabi dan ulama kuno yang shalih-shalih, Kitab Ihyaa ini bersendikan empat bagian, yaitu : seperempat menerangkan ibadah, seperempat menerangkan adat, semperempat menerangkan muhlikaat (hal-hal yang merusak) seperempat lagi menerangkan munjiyaat (perkara yang menyelamatkan). Ihyaa ini bersendikan empat bagian, itu dengan kitab (bab) yang berkaitan dengan ilmu. Sebab., ilmu merupakan puncak perkara penting, untuk menerangkan – di permulaan – tentang ilmu yang diperintah Alloh kepada setiap hamba supaya dituntut, melalui lisan Rasululloh shalllallahu ‘alaihi wa sallam. Karena, Rasululloh shalllallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda “menurut ilmu itu fardlu atas setiap orang Islam” Dalam kirab ini, aku akan membedakan ilmu yang bermanfa’at dan ilmu yang merugikan. Sebab, Rasululloh shalllallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda’: “Aku kohon perlindungan kepada Alloh, dari imu yang tidak bermanfaat”.

2

IHYA ‘ULUMUDDIIN

MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN

Dalam kitab ini, aku akan menerangkan kenyataan penyelewengan orang-orang dizamanku ini dari cara yang benar dan terbujuk oleh pendapat yang bagai fatamorgana, serta merasa puas oleh kulit ilmu tanpa ingin menyelami inti-intinya. Seperempat bagian yang berisi keterangan ibadah, akan memuat sepuluh kitab, yaitu: kitab yang menerangkan ilmu, kitab menerangkan kaidah-kaidah akidah, kitab menerangkan rahasia-rahasia bersuci, kitab menerangkan rahasiarahasia shalat, kitab menerangkan rahasia-rahasia zakat, kitab menerangkan rahasia-rahasia puasa, kitab menerangkan rahasia-rahasia haji, kitab menerangkan rahasia-rahasia membaca Al-Qur’an, kitab menerangkan rahasia-rahasia dzikir – berupa doa’a-doa’a – dan kitab menerangkan urutan wirid-wirid dalam seluruh waktu. Adapun seperempat bagian yang berisi keterangan tentang adat, akan mebuat sepuluh kitab, yaitu: kitab menerangkan tatakrama makan, kitab menerangkan tata-krama nikah, kitab menerangkan hukum-hukum bekerja, kitab menerangkan halal dan haram, kitab menerangkan tatakrama berteman dan bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat, kitab menerangkan uzlah, kitab menerangkan kepergian, kitab menerangkan bergairah kepada Alloh, kitab menerangkan amar makruf nabi munkar, kitab menerangkan tata-krama mencari penghidupan dan pekerti pekerti kenabian. Seperempat bagian yang berisi keterangan tentang hal-hal yang merusak, akan membuat sepuluh kitan, yaitu: kitab menerangkan kebijakan hati, kitab menerangkan cara mennundukan nafsu, kitab menerangkan cacad-cacad syahwat – syafwat perut dan syafwat farji --, kitab menerangkan cacad lisan, kitab menerangkan cacad marah, dengki dan irihati, kitab menerangkan tentang mencela dunia, kitab menerangkan tentang mencela harta dan kikir, kitab menerangkan tentang celaan terhadap mencari kedudukan, kitab menerangkan tentang mencela tekebur dan ujub, kitab tentang mencela keterbujukan. Seperempat bagian tentang pekerti yang menyelamatkan, akan membuat sepuluh kitab , yaitu : kitab menerangkan taubat, kitab menerangkan sabar, kitab menerangkan syukur, kitab menerangkan takut dan harapan, kitab menerangkan fekir dan zuhud, kitab menerangkan tauhid, kitab menerangkan cinta, gairah, tenteram dan ridla, kitab menerangkan niat, sungguh-sungguh dan ikhlas, kitab menerangkan tawakkal, muraqobah dan muhasabah, kitab menerangkan tafakkur dan kitab menerangkan ingat mati. Dalam bagian ibadah, aku akan menuturkan adab-adab ibadah yang tersembunyi, kesunahan-kesunakan ibadah yang halis, arti-arti ibadah yang samar, yang semua itu amat dibutuhkan oleh orang yang mengterti yang mengamalkan ilmunya. Bahkan, tidak termasuk Ulama akherat jika orang tidak mengetahui apa yang bakal dituturkan dalam bagain ibadah ini. Dan sebagian besar dari apa yang kaututurkan ini, termasuk masalah yang diabakan dalam fan ilmu fiqh. Dalam bagian adat, aku akan menuturkan rahasia-rahasia hubungan kerja yang berlaku di masyarakat dan masalah-masalah hubungan bekerja yang dalamdalam, kehalusan sunnah-sunnahnya dan tidak hati-hati yang tersembunyi dalam berlakunya hubungan kerja. Semua itu, termasuk perkara yang tidak dapat ditinggalkan oleh orang yang memeluk agama Islam. Pada seperempat bagian muhlikaat, aku akan menuturkan setiap pekerti tercela yang diperintahkan agar disingkirkan oleh Al-Qur’an dan membersihkan diri dari pekerti jelek itu, serta mencaci hati pekerti jelek tersebut, masing-masing pekerti jelek itu akan aku terangkan batasan dan hakekatnya, lalu kuterangkan sebab-sebab timbulnya pekerti itu, lalu aku sebutkan cara-cara merawat hatidan

3

IHYA ‘ULUMUDDIIN

MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN

nafsu yang dapat menyelamatkannya dari pekerti jelek itu. Semua kusertai dengan dalil-dalil berupa ayat ayat Al-Qur’a, dan hadis-hadis Rasululloh shalllallahu ‘alaihi wa sallam. Pada seperempat bagian munjiyaat, aku akan menerangkan setiap pekerti terpuji, serta kelakuan kesukaan yang merupakan kelakuan orang-orang yang dekt kepada Alloh dan orang-orang yang benar, pekerti-pekerti yang digunakan untuk memndekatkan diri oleh hamba kepada tuhan semesta alam. Dalam bagian ini, aku akan menuturkan batasan dan hakekat setiap pekerti bagus, sebab-sebab timbulnya, buahnya, cirri-ciri untuk mengetahui adanya, keutamaankeutamaan yang menyebabkan orang-orang menyukainya, beserta dalail agama dan dalil akan menyebabkan keutamaan pekeri bagus itu. Pada umumnya telah mengarang kitab-kitab yang menerangkanapa yang kusebutkan, tetapi kitab ini mempunyai perbedaan dengan kitab-kitab para Ulama itu, karena lima hal : 1. Kitab ini menguraikan kalimat-kalimat yang dibutuhkan oleh para pengarang dan membuka kalimat-kalimat yang masih global. 2. Kitab ini mengurutkan keterangan yang mereka pisah-pisahkan dan mengatur keterangan yang mereka ceraikan. 3. Kitab ini meringkas keterangan keterangan yang mkereka panjang lebarkan dan membatasi keterangan yang mereka tetapkan. 4. Kitab ini membuang kitab-kitab yang mereka ulang ulang dan menetapkan kalimat yang telah tersaring. 5. Kitab ini menegaskan masalah-masalah yang dalam-dalam, yang sulit dipahami yang sama sekali tidak diterangkan dalam kitab-kitab. Yang demikian itu karena walaupun semua pengarang mendatangkan karangannya pada satu jalan, tetapi tindaklah aneh seandainya masing-masning pengarang menyendiri dari lainnya, lantaran mengingatkan satu hal yang kusus bagi pengarang itu, sedangkan pengarang lain melupakanya dalam kitab-kitab. Atau tidak lupa, tetapi ada suatu perkara yang memalingkan pengarang itu untuk menyingkap penuntutnya. Lima hal inilah yang merupakan keistimewaan kitab ini, selain kitab ini, memuat kumpulan ilmu-ilmu. Yang membawaku untuk mendasarkan kitab ini atas empat bagian adalah dua hal : 1. Pendorong asli : Urutan kitab semacam ini pada hakekatnya dan dalam memeberikan pengertian, adalah sepeti perkara dlaruriy (pasti). Sebab, ilmu yang digunakan untuk menuju ke akherat itu dibagi dua, yaitu ilmu Mu’amaah dan ilmu Mukasyafah – yang ku maksud dengan ilmu Mukasyafah, ialah yang hanya untuk mengetahui, tidak perlu diamalkan sedangkan yang kumaksud dengan ilmu muamalah, adalah imu yang selain untuk mengetahui apa yang perlu diketahui, juga dituntut untuk mengfamalkkan ilmu itu. Maksud dari kitab ini,, hanyalah ilmu Mu’amalat, tidak menerangkan ilmu Mukasyafah – yang tidak bioleh diletakan dalam kitab-kitab meskipun ilmu Mukasyafah merupakan tujuan bagi orang-orang yang menuntut ilmu dan menjadi sasaran lirikan mata orang-orang yang beriman kepada Alloh --. Ilmu Mu’amalah adal;ah jalan hamba menuju keilmu Mukasyafah. Tetapi para Nabi – Shalawatullahi ‘alaihim – tidak membicarakannya dengan para mahluk (manusia), kecuali dalam ilmu tharieqah (mengetahui jalan ilmu Mukasyafah), dan menuntun menuju ilmu Mukasyafah.

4

IHYA ‘ULUMUDDIIN

MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN

Adapun ilmu Mukasyafah, para nabi tidak membicarakannya kecuali dengan isyarat, memberikan contoh dan secara global. Karena, para nabi mengetahui pendeknya pemahaman masyarakat umum untuk memikulnya. Sedangkan Ulama pewaris para nabi (dalam masalah ilmu dan amal). Karena itu, Ulama tidak boleh menyimpang dari jalan mengukuti para nabi – terutama nabi Muhammad shalllallahu ‘alaihi wa sallam. Selanjutnya, ilmu Mu’amalah itu berbagai kepada: ilmu Dhahir yaitu : ilmu yang ada hubungannya dengan pekerjaan anggota badan – dan ilmu batin – yakni: ilmu yang berkaitan dengan perbuatan hati. Yang berlaku pada anggota tubuh, adakalanya berupa kebiasaan dan adakalanya berupa ibadah. Sedangkan yang tersirat dalam hati – lantaran tidak dapat dilihat dengan mata kepala, termasuk alam malakut – ada yang terpuji ada yang tercela. Jadi – karena ketetapan ini – ilmu agama itu terbagi dua: ilmu Dhair dan ilmu batin. Bagian yang Dhahir yang berhubungan dengan anggota badan, terbagi dua : adakalanya adat adakalanya berupa ibadat. Bagian batin yang berhubungan dengan gerak-gerik hati dan akhlak diri, juga terbagi dua : ada yang terpuji dan ada yang tercela. Jadi, jumlahnya ada empat bagian. Pembicaraan yang ada dalam ilmu Mu’amalah, akan keluar dari empat bagian ini. 2. Pendorong kedua : aku melihat orang – orang yang menurut ilmu bersungguhsungguh mencari ilmu fiqh – yang bagi orang yang tidak takut Allah, ilmu fiqh bisa digunakan buat bermegah-megahan dan dapat dipakai untuk memperlihatkan kedudukan di arena pendekatan. Ilmu fiqh juga dibagi empat. Dan orang yang mengenakan pakaian orang kecintaan, tentu ikut dicintai. Karena itu tidaklah jauh, jika aku menjadikan bentuk kitab dengan bentuk kitab fiqh, untuk merunduk hati orang-orang yang menuntut ilmu. Dari itu, sebagian orang yang bermaksud merunduk hati para pemimpin agar cenderung kepada ilmu kesehatan, menyusun kitab ilmu kesehatan dengan bentuk ilmu taqwiemin-nujum (kalender berbintangan), supaya kesenangan mereka kepada jenis taqwiemin-nujum bisa menarik mereka, hingga mau menelaah. Merunduk hati para penuntut ilmu yang memberi faedah kehidupan abadi , adalah lebih penting daripada merunduk hati masyarakat supaya tertarik kepada ilmu kedokteran yang faedahnya hanyalah kesehatan tubuh. Jadi, buah ilmu (yang terkandung dalam kitab) ini, adalah kesehatan hati dan ruh yang digunakan untuk mencapain kehidupan yang langgeng, selamanya. Adakah buah hati dipunyai oleh ilmu kesehatan yang digunakan untuk menyembuhkan badan yang pasti bakal rusak dalam waktu dekat? Maka aku memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, semoga berkenan memberikan kemudahan kepada ku, dalam berlaku benar dan lurus. Allah adalah Dzat Yang Maha Pemurah, lagi mudah mengerti. ---------------------------------------

5

IHYA ‘ULUMUDDIIN

MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN DAFTAR ISI

Kitab Ilmu 1. Menerangkan Keutamaan Ilmu, mengajar belajar dan dalilnya, Baik Naqly maupun Aqly 12

11

2. Tentang ilmu yang terpuji dan ilmu yang tercela serta pembagian dan hokumhukumnya 47 3. Menerangkan apa yang disangka oleh orang awam, sebagai ilmu yang terpuji, padahal sebenarnya tidak 93 4. Tentang menghadapnya manusia kepada ilmu khilaf dari perincian cacat debat, pertengkaran serta syarat-syarat diperbolehkannya 134 5. Menerangkan tentang adab tentang orang yang belajar dan orang yang mengajar 157 6. Tentang cacat ilmu dan menerangkan cirri ulama akhirat dan ulama-su’ (Ulama yang jelek) 191 7. Tentang akal kemuliannya, hakekatnya pembagiannya 278 8. Kitab-kitab akidah Fasal I Tentang terjemah aqidah sunnah dalam dua kalimat syahadat 300 Fasal II Berangsur-angsur dalam member tuntunan dan mengurutkan tingkat iktikad 307 Fasal III Tentang berkilatnya dalil gagi akidah yang kami terangkan di Quds 342

Rukun Iman

6

IHYA ‘ULUMUDDIIN

MENUJU FILSAFAT ILMU DAN KESUCIAN HATI DIBIDANG INSAN IHSAN

9. Tentang pengenalan dzat Allah swt. Dan bahwa Allah itu Maha Esa 353 10.Mengetahui sifat-sifat Allah 355 11.Mengetahui pekerjaan-pekerjaan Allah 361 12.Tentang sam’iyyat (yang didengar dari nabi) dan pembenaran terhadanya 372 13.Tentang iman dan islam, apa yang ada diantaranya keduanya, yakni sambung dan pisah, apa yang sampai kepada iman, yaitu tambah dan kurang, serta sebab pengecualian Ulama’ salaf mengenai iman 378

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->