MAKALAH AKUNTANSI PEMERINTAHAN SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT

Disusun Oleh : Arif Fathul Bari 8155072879 Siska Ayu C 8155072888 Suci Ayu Hardiyanti 8155072870 Syahbani 8155072

Pendidikan Akuntansi Jurusan Ekonomi Administrasi Fakultas Ekonomi Universitas negeri Jakarta

2. baik manual maupun terkomputerisasi. menyediakan informasi ayng akurat dan tepat waktu tentang anggaran dan kegiatan keuangan pemerintah pusat. Ruang lingkup SAPP adalah pemerintah pusat (dalam hal ini lembaga tinggi Negara dan lembaga eksekutif) serta pemda yang mendapatkan dana dari APBN (terkait dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan) sehingga tidak dapat diterapkan untuk lingkungan pemda atau lembaga keuangan Negara. Memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang posisi keuangan suatu instansi dan pemerintah pusat secara keseluruhan. dan pengendalian kegiatan dan keuangan pemerintah secara efisien. SAPP memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. pencatatan. 4. 4. Menjaga asset (safe guarding asset). pengikhtisaran. yaitu asset = utang +ekuitas dana. Menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk perencanaan. Basis akuntansi. Desentralisasi Pelaksanaan Akuntansi . mulai dari pengumpulan data. Sistem Pembukuan Berpasangan Sistem pembukuan berpasangan didasarkan atas persamaan dasar akuntansi.SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT Sistem akuntansi pemerintah pusat (SAPP) adalah serangkaian prosedur. SAPP menggunakan basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan basis akrual untuk neraca. pengolahan dan pelaporan keuangan yang konsisten sesuai dengan standar. Sistem yang terpadu dan terkomputerisasi SAPP terdiri atas subsistem-subsistem yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. agar asset pemerintah dapat terjaga melalui serangkaian proses pencatatan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan dari SAPP adalah : 1. Memberikan informasi yang relevan. pengelolaan. 3. 3. sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pemerintah pusat. 2.

2. yaitu system Akuntansi keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). yaitu subsistem SiAPyang akan menghasilkan LRA pemerintah pusat.Dalam pelaksanaannya kegiatan akuntansi dan pelaporan dilakukan secara berjenjang oleh unit-unit akuntansi. SiAP memproses data transaksi KUN dan Akuntansi umum. pencatatan. SISTEM AKUNTANSI PUSAT SiAP merupakan serangkaian prosedur manual maupun terkomputerisasi. SiAP terdiri atas : 1. SAPP terbagi menjadi 2 subsistem. yaitu : 1. mulai dari pengumpulan data. Badan Perkiraan Standar SAPP menggunakan perkiraan standar yang ditetapkan oleh menteri keuangan yang berlaku. yaitu Sistem Akuntansi Kas Umum Negara (SAKUN) dan Sistem Akuntansi Umum (SAU). B. SISTEM AKUNTANSI INSTANSI . A. 2. Sistem akuntansi Instansi (SAI) merupakan bagian SAPP yang akan menghasilkan laporan keuangan untuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran instansi. 5. SAU. baik pusat maupun daerah. SAKUN. yaitu subsistem SiAP yang menghasilkan laporan arus kas dan neraca KUN. sampai pelaporan posisi dan operasi keuangan pada menteri keuangan selaku bendahara umum Negara(BUN). SAI sendiri terbagi menjadi 2 subsistem. SiAP sendiri terbagi menjadi 2 subsistem. Sistem akuntansi Pusat (SiAP) merupakan bagian SAPP yang dilaksanakan oleh Direktorat Informasi dan Akuntansi (DIA) yang akan menghasilkan laporan keuangan pemerintah pusat untuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. pengikhtisaran.

1. dan Catatan atas Laporan keuangan. d. Demikian seterusnya. SAK. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) yang berada pada level Kuasa Pengguna Anggaran (Kantor). yang berada pada level Kementrian/ Lembaga b. Unit akuntansi keuangan yang telah dijelaskan di bagian sebelumnya adalah: a. Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Secara umum. yaitu: 1. . sehingga pada akhirnya akan diperoleh laporan keuangan pada tingkat kementrian / lembaga. neraca. subsistem dari SAI yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk menyusun neraca dan laporan Barang Milik Negara serta laporan manajerial lainnya menurut ketentuan yang berlaku. SABMN. subsistem dari SAI yang menghasilkan informasi mengenai LRA. dan catatan atas laporan keuangan milik kementrian / instansi 2.SAI adalah serangkaian prosedur manual terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA). Laporan keuangan yang dihasilkan kemudian akan diberikan kepada unit akuntansi diatasnya untuk digabung. menghasilkan LRA. yang berada pada level eselon 1. yaitu unit akuntansi pada level kantor. dibentuk unit akuntansi keuangan pada jenjang-jenjang tersebut. maka dalam pelaksanaannya. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Eselon 1 (UAPPA-E1). namun laporan keuangan yang dihasilkan tersebut merupakan laporan keuangan pada tingkat kementrian / lembaga. pencatatan. 2. SAI terdiri atas dua subsistem. Proses akuntansi diawali dari unit terendah. barang adalah bagian dari kekayaan yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai / dihitung / diukur / ditimbang. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Wilayah (UAPPA-W) yang berada pada tingkat wilayah. tidak termasuk uang dan surat berharga. Sistem Akuntansi Keuangan SAK seperti halnya SAU. pengikhtisaran. Dikarenakan dalam struktur organisasi kementrian / lembaga sangat berjenjang dimulai dari kementrian/ lembaga sampai dengan kantor / satuan kerja. sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada kementrian negara/lembaga. c. Neraca.

b. Untuk mencapai tujuan tersebut. c. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Wilayah (UAPPB-W) yang berada pada tingkat wilayah. Unit Akuntansi Barang. SABMN sebagai subsistem dari Sistem Informasi Akuntansi bertujuan menghasilkan neraca dan laporan barang milik daerah. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) yang berada pada level Kuasa Pengguna Anggaran (kantor). juga wajib berkoordinasi dengan Unit Akuntansi Keuangan untuk penyusunan nerac serta dalam pembuatan catatan atas laporan keuangan khususnya catatan mengenai barang milik negara. Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB). yang berada pada level eselon 1. Tidak termasuk dalam pengertian Barang Milik Negara adalah barang-barang yang dikuasai atau dimiliki oleh: a. selain melakukan proses terhadap dokumen sumber untuk menghasilkan laporan barang milik negara. Kementrian / Lembaga membentuk Unit Akuntansi Barang sebagai berikut: a.Menurut UU Nomor 1 Tahun 2004. Contoh perolehan lainnya yang sah adalah hibah atau rampasan / sitaan. Barang Milik Negara adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Bank pemerintah dan lembaga keuangan milik pemerintah Dalam akuntansi pemerintah pusat. Penanggungjawabnya adalahpejabat eselon 1. BUMN/ BUMD c. Penanggungjawabnya adalah kepala kantor wilayah atau kepala unit kerja yang ditetapkan sebagai UAPPBW. berada pada level Kementrian / Lembaga. . Penanggungjawabnya adalh menteri / pimpinan lembaga. penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. d. PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA DEKONSENTRASI DAN TUGAS PERBANTUAN Dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemda (bersumber dari APBD) b. C. Desentralisasi. Penanggungjawabnya adalh kepala kantor / satuan kerja. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Eselon 1 (UAPPB-E1). pemerintah menggunakan asas: 1.

pelaporan dan pertanggungjawaban dilakukan di masing-masing daerah.2. Laporan Keuangan yang dihasilkan oleh pemerintah pusat adalah: 1. Untuk pemerintah pusat. Terhadap dana ini. LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT Laporan Keuangan merupakan output yang dihasilkan dari suatu system akuntansi. Tugas pembantuan. laporan keuangan yang dihasilkan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari laporan keuangan dua subsistemnya. pelimpahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertical di wilayah tertentu. dan dana bagi hasil). Pertanggungjawaban dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan ini akan digabung dengan laporan keuangan dan laporan barang milik Negara (yang telah dijelaskan SAI) sehingga menjadi laporan keuangan Kementerian/Lembaga dan laporan barang milik Negara kementerian/lembaga. Dekosentrasi. dana alokasi khusus. yaitu: Laporan keuangan yang dihasilkan SiAP dan SAI. D. Dana yang terkait dengan desentralisasi merupakan dana yang bersumber dari APBN dan dalam pelaksanaannya ditransfer lansung ke Kas Umum Daerah. penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemkab/pemkot kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. Catatan atas Laporan Keuangan . 3. Neraca 3. satuan kerja yang menerima melaporkan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut K/L teknis yang terkait. Namun untuk dana dekonsentrasi dan dana tugas perbantuan. Dana ini berupa dana pertimbangan (dana alokasi umum. Laporan Arus Kas 4. LRA 2.

700 orang.STUDI KASUS PIMPRO (Pimpinan Proyek) TAK PAHAM PEMBUKUAN Kebutuhan Akuntan Sudah Sangat Mendesak Untuk Kelola Keuangan Pemerintah Sebanyak 21. kebutuhan tenaga akuntan saat ini setara dengan jumlah satuan kerjanya.700 satuan kerja. Tenaga akuntan yang dibutuhkan cukup dari lulusan Diploma Tiga (D-3). di kementerian dan lembaga non departemen sebagian besar dipastikan tidak mengerti tata cara laporan keuangan karena tidak belajar akuntansi. Akibatnya. bukan strata satu atau sarjana. banyak aset negara yang tidak tercatat sehingga potensi kerugian sangat besar. Minimnya akuntan menyebabkan sebagian besar laporan keuangan di kementerian dan lembaga nondepartemen tidak mampu memenuhi standar akuntansi . Auditor Utama Keuangan Negara II Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Syafri Adnan Baharuddin menyebutkan. Kebutuhan tenaga akuntan dalam mengelola pembukuan proyek dan program di lingkungan pemerintahan sudah sangat mendesak. dulu disebut pimpinan proyek atau pimpro. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal itu di depan peserta Konfrensi Sektor Publik yang bertemakan “Akuntabilitas dan Transparansi Sektor Publik Indonesia”. yakni 21.

Universitas Indonesia malah menutup jurusan Akuntansi Pemerintahan pada tahun 1980an. Oleh karena itu. “ Sebagai contoh. itu baru inventarisasi. Dirjen Kekayaan Negara baru sanggup menginventarisasi aset pemerintah pada tahun 2008 ini. Presiden Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Ahmadi Hadibroto menegaskan.pemerintah. belum disosialisasikan secara sempurna. Indonesia belum memiliki sumber pencetak tenaga akuntan yang handal. belum merevaluasi ” (Sri Mulyani) Pembahasan Berdasarkan atas kasus yang dikemukakan di atas. Mereka lupa jembatan dan bangunan yang sudah dibangun sendiri.menteri selaku pengguna anggaran tidak mengerti bagaimana tata cara pelaporannya kepada menteri keuangan selaku kuasa BUN sehingga banyak dari asset-aset yang dimiliki tidak tercatat sehingga menimbulkan kerugian tang cukup besar. Inilah yang menyebabkan hasil audit BPK terhadap laporan keuangan pemerintah selalu disclaimer (tidak menyampaikan pendapat). mereka bingung karena tidak ada catatannya. Sementara itu. Padahal. Meskipun kekurangan akuntan. belum revaluasi aset. ketika Menteri Pekerjaan Umum diminta menginventarisir proyek-proyek yang telah dibangun sejak tahun 1970-an. . maka dapat ditemukan bahwa: • Pengaturan mengenai Fungsi Menteri Keuangan sebagai Kuasa BUN yang belum banyak diatur dalam PMK No. pemerintah masih memerlukan waktu untuk menciptakan transparansi dan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.59/PMK. Kurangnya sosialisasi ini menyebabkan menteri. penerapan akuntansi di dalam laporan keuangan pemerintah merupakan hal yang baru.06/2005.

dan ekuitas transaksi keuangan. Hasil temuan tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan penyempurnaan sistem dan prosedur agar menjadi lebih baik system yang digunakan. utang. utang. (SA-BUN) • Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran menyelenggarakan akuntansi atas menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan. dan ekuitas dana. aset. Kurangnya SDM yang profesional dalam membuat laporan keuangan untuk pemerintah pusat Perlunya pemberdayaan lebih lanjut terkait Sistem Akuntansi pemerintah Pusat. aset. utang. baik dari segi pelaporan maupun perubahan peraturan dalam Sistem akuntansi Pemerintah Pusat • • • Fungsi Menteri Keuangan (UU Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal Perbendaharaan Negara pasal 51) • Menteri Keuangan selaku BUN menyelenggarakan akuntansi atas transaksi menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan.• Penyempurnaan Sistem dan Prosedur Penyusunan LK sebagai akibat hasil temuan BPK terhadap LKPP. termasuk transaksi pendapatan danbelanja belanja „ (SAI) Akuntansi digunakan untuk menyusun Akuntansi digunakan untuk menyusun LKPP LKPP • . Penyesuaian Sistem dan Prosedur terhadap peraturan-peraturan. keuangan. termasuk transaksi pendapatan dan dana. aset. dan ekuitas dana. aset. termasuk pembiayaan dan perhitungannya. dan ekuitas dana. utang.termasuk pembiayaan dan perhitungannya.

pengikhtisaran. yaitu subsistem SiAP yang menghasilkan laporan arus kas dan neraca KUN. Kebutuhan tenaga akuntan dalam mengelola pembukuan proyek dan program di lingkungan pemerintahan sudah sangat mendesak. SAK. subsistem dari SAI yang menghasilkan informasi mengenai LRA. SAPP terbagi menjadi 2 subsistem. pencatatan. SAKUN. yaitu : • Sistem akuntansi Pusat (SiAP) terdiri atas : 1. 2. dan catatan atas laporan keuangan milik kementrian / instansi 2. baik manual maupun terkomputerisasi. mulai dari pengumpulan data. subsistem dari SAI yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk menyusun neraca dan laporan Barang Milik Negara serta laporan manajerial lainnya menurut ketentuan yang berlaku. SABMN. • Sistem akuntansi Instansi (SAI) terdiri atas dua subsistem. Minimnya akuntan menyebabkan sebagian . yaitu subsistem SiAPyang akan menghasilkan LRA pemerintah pusat.KESIMPULAN Sistem akuntansi pemerintah pusat (SAPP) adalah serangkaian prosedur. neraca. sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pemerintah pusat. Ruang lingkup SAPP adalah pemerintah pusat (dalam hal ini lembaga tinggi Negara dan lembaga eksekutif) serta pemda yang mendapatkan dana dari APBN (terkait dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan) sehingga tidak dapat diterapkan untuk lingkungan pemda atau lembaga keuangan Negara. SAU. yaitu: 1.

. Indonesia belum memiliki sumber pencetak tenaga akuntan yang handal.besar laporan keuangan di kementerian dan lembaga nondepartemen tidak mampu memenuhi standar akuntansi pemerintah. Meskipun kekurangan akuntan.