II. DESKRIPSI KASUS PROYEK 2. 1.

Pengertian Judul Proyek Penataan Kembali Pasar : Penyusunan Kembali (sumber: KBBI, Tim Primapena, Gitamediapress
Jalarta, 2009 )

: Berbalik kearah semula (sumber: KBBI, Tim Primapena, Gitamediapress
Jalarta, 2009 )

: Tempat orang berjual beli. : Kekuatan penawaran dan permintaan. : Tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa. (Sumber : KBBI Edisi Ke Tiga, Balai Pustaka, Jakarta 2007)

Tradisional

: Sikap dan cara berfikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun – temurun. (Sumber : KBBI Edisi Ke Tiga, Balai Pustaka, Jakarta 2007)

Dan Terminal Angkutan Kota

: Kata penghubung kalimat (sumber: KBBI, Tim Primapena, Gitamediapress
Jakarta, 2009 )

: Tempat perhentian bus atau mobil angkutan, stasiun (sumber: KBBI, Tim
Primapena, Gitamediapress Jakarta, 2009 )

: Barang atau orang yang diangkut (sumber: , KBBI, Tim Primapena,
Gitamediapress Jakarta, 2009 )

: Wilayah pemukiman yang terdiri dari bangunan rumah tempat tinggal, pertokoan , jalan raya dan pusat perbelanjaan. (sumber: KBBI, Tim
Primapena, Gitamediapress Jakarta, 2009 )

Di

: Kata depan untuk menyatakan tempat : Kata depan untuk menyatakan waktu. (Sumber : KBBI Edisi Ke Tiga, Balai Pustaka, Jakarta 2007)

Pancur Batu

: Nama Kota sebagai lokasi perencanaan . Yang terletak di Kabupaten Deli Sedang Serdang yang memiliki luas 122.53 km² .

6

2.2. Tinjauan Terhadap Pasar Tradisional 2.2.1. Sejarah pasar dan perkembangan pasar Sudah sejak zaman dahulu kota tidak akan pernah terlepas dari pusat kegiatan komersil yang disebut dengan pasar. Sejarah pasar di awali pada zaman pra sejarah, dimana didalam memenuhi kebutuhan manusia melakukan sistim barter yaitu suatu sistim yang di terapkan antara dua individu dengan cara menukar barang yang satu dengan barang yang lainnya dan akhirnya sistim barter ini berkembang secara luas. Proses penukaran barang tersebut menimbulkan masalah akan tempat di mana tempat sendiri berkaitan dengan jarak dan waktu tempuh. Semakin dekat jarak pertukaran semakin memudahkan memindahkan barang-barang sehingga terbentuk sebuah pertukaran barang-barang yang tidak jauh dari lingkungan kediaman mereka. Tempat tukar menukar inilah disebut dengan pasar. Dan setelah manusia mengenal mata uang sebagai alat tukar menukar yang menjadi dasar perhitungan bagi seluruh proses pertukaran barang maka proses tersebut disebut dengan proses jual beli. Dengan meningkatnya perkembangan penduduk, kehidupan sosial, ekonomi dan juga kemajuan teknologi khususnya dibidang perdagangan timbullah sekelompok individu baru yang bergerak dalam bidang pedagang. Pedagang-pedagang inilah yang membuat tempat-tempat yang lebih permanen untuk berdagang. (sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar) 2.2.2. Pengertian pasar tradisional Pasar tradisonal adalah tempat berjualan yang tradisional (turun temurun), tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana barang – barang yang diperjual belikan tergantung kepada permintaan pembeli (konsumen), harga yang ditetapkan merupakan harga yang disepakati melalui sutau proses tawar menawar, pedagang selaku produsen menawarkan harga sedikit diatas harga standart. Pada umumnya pasar tradisional merupakan tempat penjualan bahan – bahan kebutuhan pokok (sembako). Biasanya pasar tradisional beraktifitas dalam batas – batas waktu tertentu, seperti pasar pagi, pasar sore, pasar pekan dan lain sebagainya. Pasar tradisional biasanya dikelola oleh pemerintah maupun swasta, fasilitas yang tersedia biasanya merupakan bangsal – bangsal, loods – loods, gudang, toko – toko, stand – stand/kios – kios, toilet umum pada sekitar pasar tradisional. Pada pasar tradisional proses jual beli terjadi secara manusiawi dan komunikasi dengan nilai – nilai kekeluargaan yang tinggi.
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar)

7

swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. pusat perbelanjaan dan toko modern memutuskan bahwa : Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. Pasar grosir. kios. Laporan Survey Pasar DKI Jakarta. menengah. Pengertian pasar menurut image masyarakat pada umumnya adalah : • Pada petani ). loods dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. dimana terdapat permintaan dan penawaran barang dalam jumlah besar.4. • Barang yang diperdagangkan adalah bahan makanan ( hasil Pertanian) dan hasil industri kerajinan rakyat.54. Pasar menurut kegiatannya yang dapat digolongkan dalam : • • Pasar eceran yaitu pasar dimana terdapat permintaan dan penawaran barang atau pemberian jasa secara eceran atau retail. modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar 2. dalam Josua Moreno Sinaga. Pemerintah Daerah.Menurut peraturan Presiden tentang pembangunan.2. Swasta. 2009) dasarnya pasar adalah suatu tempat dimana masyarakat dapat memperoleh/memenuhi kebutuhan ( dalam hal ini disebut dengan konsumen adalah 2. Penggolongan jenis pasar Pasar dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal. • Struktur bangunan yang dipergunakan didominasi oleh lods-lods terbuka di atas suatu pelataran yang jelas dapat dibedakan dari kelompok pertokoan yang terdiri dari bangunan-bangunan rumah perseorangan ( sering digunakan sebagai tempat tinggal ) • Jarak kepasar biasanya dapat ditempuh dengan jalan kaki lebih kurang lima kilometer ( yang dapat di tempuh dengan jalan kaki sehari pulang pergi ) • Umumnya dikenal hari-hari pasar tertentu.1976 hal. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. Antara lain : a. Pengertian pasar menurut Image masyarakat. (sumber: LPEM – FEUI. • Barang yang diperdagangkan adalah barang kebutuhan sehari-hari. penataan dan pembinaan pasar tradisional.3.2. 8 .

mencakup berbagai jenis barang dagangan. Pasar menurut lokasi dan kemampuan pelayanan • • • • • • • • Pasar lingkungan Pasar wilayah Pasar kota Pasar siang hari Pasar malam hari Pasar siang malam Pasar umum. 2. yaitu pasar yang menjual lebih dari satu jenis barang dagangan. pelelangan. yaitu pasar yang menjual hanya satu jenis barang dagangan saja. (Sumber : Wijaya Rosli. Proses kegiatan pasar a. Pasar Heterogen. 1999) 9 . Pasar khusus. pasar yang merupakan pusat pengumpulan. b. misalnya pasar buah dan pasar ikan. Pasar Homogen.2.2. penyimpanan bahan – bahan pangan untuk disalurkan kepada grosir dan pusat pembelian. b.6.• Pasar induk.1.5. seperti hasil pertanian dan kebutuhan sehari – hari. mencakup satu jenis barang dagangan tertentu. Penyaluran langsung kepada pemakai Produsen Konsumen 1 Konsumen 2 Konsumen 3 Diagram 2. 1999. Pembagian pasar secara umum Terbagi atas 2 bagian yaitu : a.) c. Pasar menurut jenis barang dagangan digolongkan atas : 2. Penyaluran langsung kepada pemakai (Sumber : Wijaya Rosli. Pasar menurut waktu kegiatan digolongkan kedalam : d.

1999) e. Penyaluran dengan jasa perantara Produsen Perantara Konsumen Konsumen Konsumen Diagram 2.b.3. Penyaluran melalui pedagang besar dan eceran Konsumen Produsen Pedagang Besar Pedagang Eceran Konsumen Konsumen Diagram 2. Penyaluran melalui pedagang besar dan eceran (Sumber : Wijaya Rosli. Penyaluran dengan jasa perantara (Sumber : Wijaya Rosli. Penyaluran melalui pedagang besar dengan menggunakan perantara (Sumber : Wijaya Rosli. penyaluran melalui pedagang besar dengan menggunakan perantara Produsen Perantara Pedagang Besar Pedagang Eceran Konsumen Konsumen Konsumen Diagram 2.2.4. Penyaluran melalui pedagang eceran Produsen Pedagang Eceran Konsumen Konsumen Konsumen Diagram 2. Penyaluran melalui pedagang eceran (Sumber : Wijaya Rosli . 1999) c.5. 1999) Keterangan • Hubungan Tidak Langsung 10 Hubungan Langsung . 1999) d.

2. Pola pasar yeng menyebar secara terkoordinir (Sumber : Wijaya. Bentuk dan pola pasar a. 2. yaitu pola yang mengelompok didalam suatu product space atau disebut juga dengan pasar tradisional. Pola pasar yang homogen (Homogeneous freferences)  Menunjukkan suatu pasar dimana semua konsumen yang dapat dikatakan mempunyai pola yang sama ( baik mengenai harga maupun kwalitasnya).2.2.1. Gbr. Pola pasar yang homogen (Sumber : Wijaya Rosli. berbeda – beda tentang apa yang Gbr. Pola pasar yang menyebar (Diffused Freferences)  Menunjukkan konsumen yang mempunyai sudut pandang yang mereka inginkan.7. Gbr. 2.2. Pola pasar yang menyebar (Sumber : Wijaya.3. Para konsumen mempunyai kesukaan yang  sama terhadap merk yang ada. 1999) c. 1999) b. Pola pasar yang menyebar secara terkoordinir (Berkelompok)  Menunjukkan kemungkinan yang lain. 1999) 11 .

Pemerintah Dalam hal ini pemerintah wajib menjaga dan mengatur kestabilan perekonomian serta kelanjutan ekonomi pembangunan.2.6. Bank Dalam hal ini bank berperan untuk membantu dalam pembiayaan bangunan dan memberikan modal untuk para pedagang. menentukan klasifikasi pasar. Unsur – unsur penunjang pasar Unsur – unsur penunjang pasar yaitu pihak – pihak yang berwenang dan berperan dalam berjalannya aktifitas dan kegiatan perdagangan pada suatu pasar. BRI dan lain – lain. Unsur – unsur pasar ini meliputi : 1. salah satunya adalah dengan menguasai sektor perpasaran dengan mengelola. Pemerintah Jawatan atau Dinas Pasar Pengelola Pasar Dinas pasar Perusahaan Daerah Perusahaan Daerah Perusahaan Daerah Perusahaan yang memberikan otorita untuk mengelola pasar Pasar sebagai pusat perdagangan Diagram 2.2. yang dibiayai melalui bank pemerintah. 12 . membuat pajak pasar pada lingkup wilayah pengawasannya. 1999) 2. memberikan pinjaman kredit bagi para pedagang kecil yang disalurkan melalui bank pemerintah seperti BNI. contohnya palaksanaan pembangunan pasar inpres. Pembangunan bentuk fisik pasar biasanya dilakukan dengan menggunakan Anggaran Daerah atau Inpres. Pengaturan Kegiatan /Aktifitas Pasar (Sumber : Wijaya Rosli.8.

tentang pembangunan. Kompatibilitas. Syarat – syarat pasar tradisional Menurut peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007. yaitu kemungkinan pertumbuhan fisik atau pemekaran kawasan pasar dikaitkan dengan kondisi fisik lingkungan dan keterpaduan prasarana. 2. 2. Dimana kios dan loods disewakan kepada pedagang dan dibayar setiap hari kepada pengelola pasar atau dinas pasar Kabupaten Deli Serdang.9. c. d. Sebagai sarana penunjang kemajuan perekonomian Kabupaten khususnya Kecamatan Pancur Batu. Ekologis.10. dengan prinsip pembangunan fasilitas pasar dibiayai oleh dana dari masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat kedalam bentuk lain. Aksesibilitas. yaitu keterpaduan antara tatanan kegiatan alam yang mewadahinya. penataan dan pembinaan pasar tradisional a.2. Dan sistem operasional pasar otomatis juga dikelola oleh dinas pasar pada Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. b. Sistem pengelola dan operasional pasar tradisional Pancur Batu Pasar tradisional Pancur Batu merupakan pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah. b.2.3. yaitu kemungkinan pencapaian dari dan ke kawasan. Sebagai wadah atau tempat yang layak dan nyaman bagi pedagang untuk mendagangkan dagangannya kepada calon pembeli atau masyarakat yang membutuhkan atau yang memerlukan kebutuhan sehari – hari dan kebututan berkala atau kebutuhan sandang dan pangan. Kios dan loods yang ada pada pasar menggunakan sistem sewa.11. yaitu keserasian dan keterpaduan antara kawasan yang menjadi lingkungannya. Swasta Dalam hal ini swasta adalah merupakan para pedagang itu sendiri atau pelaksana (kontraktor) yang membiayai pembangunan pasar. Deli Serdang 13 . 2. Dalam kenyataanya ini berwujud jalan dan transportasi atau Pengaturan Lalulintas.2. Fungsi pasar tradisional a. Fleksibilitas.

Merupakan kegiatan pengelolaan dari suatu Perencanaan Pasar Tradisional yang disesuaikan dengan struktur pengelolaan. depot es. Yaitu : a. Kegiatan pendukung.3. Fasilitas Umum : Untuk mendukung kegiatan pasar. pedagang dan pembeli dalam melakukan kegiatan didalam pasar. area parkir. c. Merupakan kegiatan utama dalam perencanaan Pasar Tradisional Pancur Batu ini. penyediaan fasilitas pendukung antara lain disediakan. toilet. klinik. dan toilet. Kegiatan perdagangan.1. Kegiatan service Kegiatan-kegiatan yang diperlukan demi lancarnya kegiatan-kegiatan yang tersebut diatas. lods. 2.2. Berfungsi untuk mendukung atau membantu pengelola. Program kegiatan Ada 4 kelompok kegiatan pokok di dalam perencanaan Pasar Tradisional Pancur Batu pengelola pasar. Berfungsi sebagai ruang atau wadah bagi pengelola pasar untuk 14 . sehingga menciptakan unit-unit kios dan lods dengan berbagai type. Kegiatan pengelolaan. antara lain : 1. b. Berfungsi sebagai tempat kegiatan memajang dan menggelar barang dagangan bagii para pedagang dan sebagai tempat terjadinya transaksi antara padagang dan pengunjung atau pembeli. area parkir. semi basah dan perbelanjaan kering. 2. Kegiatan pendukung berupa : Terminal angkutan kota. memerlukan ruangan untuk para pegawai menampung atau mendukung kinerja pengelola pasar. pos satpam. d. antara lain memerlukan kios. 3. terminal angkutan kota. Kios dan Lods : Untuk melakukan kegiatan perdagangan.3. klinik. bongkar muat. pos satpam. gudang. Uraian Jenis dan Fungsi Ruang dalam Pasar Tradisional Ruang – ruang yang dibutuhkan untuk melakukan atau melangsungkan kegiatan pada perencanaan pasar tradisional Pancur Batu. Kantor Pasar atau Ruang Pengelola : Untuk melakukan kegiatan pengelolaan pasar. Kios dan lods dibagi menjadi tiga bagian yaitu : untuk perbelanjaan basah.

Latar belakang penataan pasar tradisional Pancur Batu Hal yang melatarbelakangi penataan kembali pasar tradisional pancur batu ini adalah dimana pada saat ini pasar tradisional Pancur Batu sudah sangat jauh dari kesempurna atau kelayakan sebagai tempat atau wadah untuk menjalankan kegiatan perdagangan atau jual beli.3.3 x 3 m 3x5m 2x2m 2.3. 2. Selain kondisi fisik bangunan yang telah tidak memungkinkan. Ruang pada pasar tradisional Pancur Batu Setelah mengadakan survey atau pengumpulan data baik di lapangan maupun dari Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang dan Dinas Pengelola Pasar tradisional Pancur Batu maka didapat data ruang pada pasar tradisional Pancur Batu sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Kios/Loods Kios impres Kios impres Kios Bertingkat Kios Swadaya Kios APBD Jumlah 42 11 46 33 26 Jumlah Ukuran 2.2. keberadaan pasar Pancur Batu yang berdiri sekarang juga telah menjadi pemicu. Menciptakan kembali atau memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat Kecamatan Pancur Batu dalam memperoleh kebutuhan sehari hari dalam bentuk sandang dan pangan dalam sebuah pasar yang tertata dengan baik. Menata atau merapikan kembali stuktur fisik bangunan pasar tradisional Pancur Batu agar kelancaran dalam bidang perdagangan pada pasar dapat berjalan dengan baik dan nyaman.4.2. bahkan telah menjadi penyebab kemacetan lalu – lintas. Tujuan penataan kembali pasar tradisional Pancur Batu 1. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dalam penataan pasar tradisional Pancur Batu ini. 2. 2.3.5 x 3 m 2x2m Ukuran Buka 35 9 39 7 18 Buka Tutup 7 2 7 26 8 Tutup 15 No Kios / Lods . agar pasar tradisional Pancur Batu ini nantinya bisa berjalan dengan baik maka dengan itu. penataan juga di arahkan kepada terminal angkutan kota.3. terminal angkutan kota juga harus ditata dengan baik dan layak sebagai salah satu sarana pendukung pasar ini nantinya.

Dinas Pasar Pancur Batu I.5 x 1. Kamar Mandi II.5 Meter Tabel 2. Inventaris Pasar Pancur Batu a.2. Data Pedagang No 1 2 3 4 5 6 7 Kios SWADAYA LAYANG INPRES LAYANG APBD APBD Th 2006 Loods APBD INPRES Buka 2 5 16 56 2 1 Tutup 2695 Mingguan Jumlah 2 31 16 151 2 1 : 1 (satu) ukuran 4 x 4 Meter : : 2 (dua) ukuran 1.5 m 2x2m _ 1.5 x 1. Data – data jumlah sarana kios/loods tahun 2009 sampai sekarang di pasar Pancur Batu Sumber : Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.1.2.5 m 2x2m 1. Data – data jumlah Pedagang tahun 2009 sampai sekarang di pasar Pancur Batu Sumber : Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Dinas Pasar Pancur Batu III. IV.6 7 8 9 10 1 2 3 4 Kios Swadaya Kios Layang APBD Loods APBD 1. Kantor c.5 x 1.25 M² Pada Tahun 1980 b. Mobiler d.2 Kios Layang Mingguan Kaki Lima Mingguan Loods APBD Baru 14 151 198 120 15 80 21 300 56 2x2m 1.5 x 1. Tanah Seluas : ± 6522 M² Pada Tahun 1940 : ± 799. Penertiban Pedagang 16 . Pengintensifan Mengimbau para pedagang agar mematuhi kewajibannya untuk membayar restribusi pasar maupun restribusi sampah dan menpati sarana yang ada.5 m _ 2x2m 11 56 100 120 13 40 21 _ 50 3 95 98 _ 2 40 _ _ 6 Tabel 2.3 Kaki Lima Kios Layang Swadaya Loods Impres Mingguan 1.

loods yang ada dilokasi dan memenuhi kewajiban pasar dan restribusi sampah serta tidak dibenarkan merubah bangunan tanpa seizin dari Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang. Dinas Pasar Pancur Batu) Data berupa beberapa foto pasar tradisional dan terminal angkutan kota Pancur Batu pada saat ini. Pintu kios masih terbuat dari bahan yang sederhana dan telah mengalami kerusakan yang dapat merugikan bagi pedagang dalam hal keamanan Loosd telah mengalami kerusakan yang sangat butuh penataan kembali. maka penataan kembali sangat diharapkan. V. Dari data foto yang diambil atau yang didapat pada lokasi pasar tradisional dan terminal angkutan kota pada saat ini dapat kita simpulkan bahwa pasar tradisional sudah sangat layak untuk ditata kembali. Kebersihan Pasar Menghimbau agar para pedagang membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan ikut menjaga kebersihan pasar dan wajib membayar restribusi sampah sesuai dengan Perda No. dan sudah tidak nyaman digunakan untuk menggelar dagangan sehari – harinya. (sumber : hasil survey 2010) Mahkota bangunan atau stuktur atap telah mengalami kerusakan yang sangat serius.Menghimbau para pedagang agar tidak berjualan di pinggir jalan dan menempati kios. 17 . (Sumber : Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. 5 Tahun 2003. karena atap merupakan bagian dari bangunan yang sangat penting atau vital.

padahal peringatan untuk hal itu telah dibuat. (sumber 2. Pada lahan parkir yang ada saat ini. data berupa foto –foto keadaan pasar dan terminal angkutan kota Pancur Batu pada saat ini. lahan parkir yang kurang tertata sebagai mana mestinya membuat pasar semakin semrawut dan sangat kurang nyaman. membuat pedagang dan pembeli merasa kurang nyaman. karena sempitnya ruang yang disediakan. Lahan terminal semakin hari – semakin berkurang. parkir kendaraan roda dua disatukan dengan parkir kendaraan roda tiga (becak) Pada terminal angkutan kota. Sanitasi pada pasar tidak berfungsi dengan baik. survey) .4. namun tidak berlaku bagi pedagang.3. gambar 2.5.faktor yang mempengaruhi penataan : hasil Faktor 18 . kesembrawutan juga sangat tinggi.Sirkulasi pejalan kaki yang tidak memadai pada pasar saat ini. karena jumlah pedagang kaki lima semakin hari semakin bertambah. dimana lahan untuk terminal dijadikan sebagai lahan untuk berdagang para pedagang kaki lima.

Tempat penimbunan atau penampungan sampah sementara. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhinya adalah : • Radiasi matahari • Kesilauan • Temperatur dan perubahan temperatur • Repisitasi (curah hujan) • Kelembaban udara • Orientasi angin • • 2. Pencemaran udara Kebisingan dan Debu Jalan Syarat – syarat kenyamanan : • • • • • Kesesuaian kelembaban udara Kelembaban udara yang sesuai Keselarasan temperatur radiasi rata-rata dari dinding dan atap Kecepatan gerak udara Tingkat pencahayaan dan distribusi cahaya pada dinding pandangan pasar Menurut peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007. Peraturan Pemerintah tentang pasar tradisional • Keamanan Bangunan adalah wadah tempat penggunanya melakukan aktivitas. Saluran pembuangan air hujan sebagai sarana penyaluran pembuangan air hujan. buang air besar. Begitu pula dengan kemampuan adaptasi dari masyarakatnya. • Kenyamanan Kenyamanan thermal adalah kenyamanan yang terkait dengan suhu udara. penataan dan pembinaan pasar tradisional. adapun persyaratannya antara lain : 2.Kamar mandi dan WC beserta saluran pembuangan dan pengelolaannya sebagai sarana melakukan aktivitas buang air kecil. mandi. tradisional mempunyai persyaratan – persyaratan yang harus diterapkan dalam pembangunan 19 . tentang pembangunan. • Kesehatan a. Maka dalam penataan atau perencanaan . Setiap daerah mempunyai iklim dan suhu udara yang berbeda-beda. Dapat menghindari terjadinya genangan air hujan disekitar bangunan yang memancing pengembang biakan nyamuk.Faktor kenyamanan 1. b. Desain bangunan dikatakan berhasil apabila bangunan tersebut benar-benar dapat mewadahi aktivitas dari fungsi-fungsi yang sesuai dengan yang direncanakan. c.4.

Dibuat dengan bentuk sedemikian sehingga dapat memberikan kenyamanan tinggal bagi penghuninya. .Dapat memberikan keindahan yang agung dan artistik.Dibuat dengan kemiringan tertentu sehingga air hujan dapat cepat mengalir pada atap bangunan.Harus dibuat dari bahan yang tahan dan tidak mudah rusak oleh pengaruh cuaca.• Keindahan Aspek ini terkait dengan perwujudan Pasar Tradisional Pancur Batu untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan.Sedapat mungkin menggunakan bahan yang banyak terdapat dilokasi pekerjaan agar harga bangunan menjadi murah. Rangka Bangunan Rangka bangunan harus dibuat dengan beberapa syarat yang antara lain sebagai berikut : .Harus sesuai dengan bentuk bangunannya sehingga dapat menambah keindahan dari bangunan. 20 .Mempunyai kekuatan dan kestabilan yang sempurna untuk memberikan bentuk yang permanent dan mampu mendukung konstruksi atapnya.Dapat memberikan kenyamanan. panas dan hujan. . . . . serta kebutuhan untuk dapat menikmati keindahan. pengakuan akan eksistensi diri. • Persyaratan Teknis Ruangan Semua ruang yang dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari harus mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan pencahayaan dalam jumlah yang cukup. Apabila hubungan langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan pencahayaan langsung maupun tidak langsung dengan pencahayaan alami tidak dapat dipenuhi maka harus diusahakan adanya pertukaran udara dan cahaya buatan yang dapat bekerja terus menerus selama ruangan tersebut digunakan. . • Persyaratan Elemen Bangunan Atap Atap adalah bagian bangunan yang merupakan “mahkota” yang mempunyai fungsi untuk menambah keindahan dan sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk perencanaan pekerjaan atap : .

Tinggi plafond diukur dari permukaan lantai yang ada di bawahnya.bpkp. Pondasi Pondasi adalah bagian bangunan yang berfungsi mendukung seluruh berat dari bangunan dan meneruskannya ke tanah di bawahnya. Com “peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007 tentang pembangunan penataan dan pembinaan pasar tradisional” dan Perda Kabupaten Deli Serdang.Pondasi harus dibuat dari bahan yang awet berada didalam tanah dan kuat menahan gaya-gaya yang bekerja padanya terutama gaya desak (tolakmenolak). .Harus dihindarkan pemasangan pondasi sebagian pada tanah keras dan sebagian lagi pada tanah lembek.id. .Dasar pondasi harus mempunyai lebar yang cukup dan harus diletakan pada lapisan tanah lembek. Sumber : (www.Plafond Plafond adalah lapisan yang membatasi antara rangka bangunan dan atap.Lantai bangunan harus tinggi dari tanah untuk mnecegah air hujan masuk ke dalam bangunan.Lantai kamar mandi atau toilet dibuat lebih rendah dari ruang utama agar air tidak masuk ke ruangan lain. . .) 21 . pondasi-pondasi tersebut harus dirangkai satu dan lainnya dengan balok pengikat (balok sloof). Lantai Lantai adalah lapis penutup tanah dalam ruangan untuk berpijak penghuni.Pondasi harus dipasang menerus di bawah seluruh dinding bangunan dan dibawah kolom-kolom pendukung yang berdiri bebas. Adapun beberapa syarat harus dipenuhi antara lain adalah : . .Apabila digunakan pondasi setempat. . tapi untuk seluruh panjang pondasi dasarnya harus tetap diletakan pada kedalaman yang sama. Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam pekerjaan lantai adalah : .go.Apabila lapisan tanah keras tidak sama di dalamnya. . Beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam pekerjaan pondasi antara lain adalah : . .Untuk daerah tropis ketinggian plafond sebaiknya diatas 3 meter agar sirkulasi udara menjadi lancar.Permukaan lantai pada ruang utama dijadikan pedoman untuk mengukur ketinggian bangunan.

modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. pemasok. Swasta. kios. perlu memberikan pedoman bagi penyelenggaraan pasar tradisional. Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko. maka pasar tradisional perlu diberdayakan agar dapat tumbuh dan berkembang serasi. ttd. DR H. usaha perdagangan eceran modern dalam skala besar.bpkp. sehingga tercipta tertib persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen. menengah. c. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (Sumber : www. PERATURAN PRESIDEN TENTANG PEMBANGUNAN PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL Memutuskan : Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan: 1. Ditetapkan di Jakarta. los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. saling menguntungkan dan tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko modern serta pengembangan kemitraan dengan usaha kecil. pada tanggal 27 Desember 2007 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Com) 22 . pusat perbelanjaan dan toko modern.PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 112 TAHUN 2007 TENTANG PEMBANGUNAN PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.go. Pemerintah Daerah. Bahwa dengan semakin berkembangnya usaha perdagangan eceran dalam skala kecil dan menengah.id. saling memperkuat serta saling menguntungkan. swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. Menimbang: a. perlu menetapkan Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan. Bahwa untuk membina pengembangan industri dan perdagangan barang dalam negeri serta kelancaran distribusi barang. took modern dan konsumen. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b. saling memerlukan. serta norma-norma keadilan. Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. b.

Id.6 : interior Pasar Trdisional Bumi Serpong di Tangerang.  Keadaan atau situasi pasar : Bersih dan rapi  Fasilitas : 320 kios dengan ukuran 3 x 5 meter : 300 loods ukuran 2 x 2 meter. Pasar bumi serpong di Tangerang Gambar 2.2. Studi Banding Dalam penataan kembali pasar tradisional Pancur Batu. agar dapat memilih atau menentukan studi banding terpilih nantinya.5 : Pasar Tradisional Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. Nova. (Sumber : http :// WWW. Untuk menentukan studi banding terpilih maka perlu dilakukan analisa terhadap masing – masing studi banding. : Ruang Pengelola : service : Mobiler (area bongkar muat) Gambar 2. Hal ini sangat berguna untuk menjadi contoh atau cermin dalam menata pasar tradisional pancur batu nantinya.Adapun studi banding untuk penataan pasar tradisional pancur batu adalah : 2.5. (Sumber : http :// WWW.5. Nova.1.id Com) 23 .00 dan tutup pukul 14.00. maka membuat suatu perbandingan terhadap pasar tradisional yang telah ada sangat perlu dilakukan.Com)  Pasar buka pukul 05.

Pasar Tradisional Simpang Limun Medan Gambar 2.  Pasar buka pukul 05. barang dagangan diambil atau dibawa ke kantor pengelola. "Para pedagang juga harus menata dan mengatur dagangannya hingga terlihat menarik.00 dan tutup pukul 17. akan dapat sanksi pemutusan perjanjian sewa secara sepihak.7: Pasar Tradisional Simpang Limun Sumber : hasil survey Pasar Tradisional Simpang Limun terletak di jalan Sisingamangaraja Medan. Apabila melanggar.5 meter) : Mempunyai tata tertip yang harus dipatuhi para pedagang yaitu : “para pedagang dilarang meletakkan barang dagangan dilorong atau dijalur sirkulasi. sampai petugas kebersihan mengambilnya pada jam tertentu.  Keadaan atau situasi pasar : Kumuh dan terlihat kurang rapi  Fasilitas : 110 kios dengan ukuran 2 x 2. pasar tradisional simpang limun merupakan pasar yang dalam masa peremajaan dimana pembangunan kios – kios sebagian sedang masa pembangunan."Aturan lain” pedagang tidak diperbolehkan membiarkan sampah berceceran. Kelebihan Pasar Tradisional Bumi Serpong Damai : Menggunakan lantai keramik : Keamanan 24 jam : mempunyai jalur sirkulasi yang baik ( 3 – 3.00.” 2. Jika dua kali melakukan pelanggaran.2. Sampah harus dimasukkan ke dalam kantong plastik dan meletakkan di areal yang ditentutan.5.5 x 2 meter : Ruang Pengelola 24 .5 meter : 98 loods ukuran 1.

dimana parkir kendaraan roda empat berada tepat disekitar loods maupun kios pedagang.8 : Sirkulasi Pasar Tradisional Simpang Limun (Sumber : hasil survey) Sirkulasi pada Pasar Tradisional Simpang Limun tidak memadai. becek dan sama sekali tidak menggunaklan lantai sehingga membuat pasar semakin kotor dan kumuh. baik pada sirkulasii pedagang kering maupun semi basah. Jalur sirkulasi tidak memadai untuk sebuah paxsar tradisional. Parkir kendaraan roda empat belum terencana dengan maksimal. sehingga membuat pedagang maupun pembeli kurang nyaman dalam melakukan aktifitas di dalam pasar. 25 . Gambar 2. Gambar 2.9 : Keadaan area pedagang basah dan parkir roda empat pada pasar tradisional Simpang Limun Medan (Sumber : hasil survey) Keadaan area pedagang basah yang terlihat jorok. dan apabila hujan turun membuat kenyamanan pada pasar menjadi semakin meningkat. Pasar tradisional simpang limun belum mempunyai area bongkar muat yang tetap dan terencana dengan baik.Hingga saat ini tempat pembuangan sampah sementara pada pasar sangat sulit di dapati pada pasar.

Seperti halnya pada terminal yang lain. guna mengatur kedatangan. 2. Prasarana angkutan dan merupakan bagian dari sistem transportasi untuk melancarkan arus angkutan penumpang atau barang. yaitu : 26 .6. Titik simpul tempat terjadinya putus arus yang merupakan sarana angkutan. fasilitas yang cukup demi kenyamanan dan mudah demi menjawab kebutuhan pengguna jasa angkutan. tempat perpindahan penumpang atau barang baik dalam maupun antar transportasi yang terjadi sebagai akibat adanya arus pergerakan manusia dan barang serta tuntutan efisiensi transportasi.1. Pengertian Terminal Berdasarkan beberapa literatur. serta memuat dan menurunkan orang atau barang. keberangkatan dan berpangkalnya kendaraan umum. b. c.5. Prasarana untuk kepentingan angkutan jalan raya.3. terminal angkutan kota berfungsi sebagai tempat pemberhentian atau keluar masuknya mobil angkutan dengan objek yaitu penumpang yang akan berangkat menuju kesuatu tempat. Terminal angkutan kota juga berfungsi sebagai tempat penyediaan fasilitas masuk dan keluar dari objek – objek yang kan diangkut. 2. Perbandingan antara pasar tradisional Bumi Serpong terhadap pasar tradisional Simpang Limun yaitu ± 30 : 70. maka studi banding terpilih adalah pasar tradisional Bumi Serpong di Tangerang. Terminal angkutan kota juga menyediakan tempat untuk menunggu sebelum keberangkatan. Pilihan ini sangat tepat melihat dari fasilitas dan kelebihan yang dimiliki oleh pasar tradisional Bumi Serpong. Studi banding terpiih Setelah melakukan analisa atau mengetahui keadaan pasar terhadap studi banding pasar tradisional yang diangkat. Pada objek terminal angkutan kota ini secara umum fungsinya terbagi beberapa fungsi . Terminal angkutan kota juga harus menyediakan fasilitas yang lengkap. Fungsi terminal Secara umum. Terminal angkutan kota juga berfungsi sebagai tempat penyediaan fasilitas masuk dan keluar dari objek – objek yang akan diangkut. yang dimaksud dengan terminal adalah sebagai berikut : a.2. tempat kendaraan umum menaikkan dan menurunkan penumpang atau barang.6.

6. Perawatan dan perbaikan (Service Availability). terminal juga berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar. (Sumber : wikipedia indonesia. b. Bongkar muat (Loading and Unloading). Skala pelayanan Terminal angkutan kota berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan kota. Penyimpanan (Storage). d. penumpang dan barang yang datang atau berangkat dapat digolongkan dalam beberapa kelompok sesuai dengan tujuan pengirimannya dan jenis barang. penumpang dan barang yang datang di terminal biasanya mempunyai tujuan dan tempat lain dan atau pergantian dengan model transportasi lainnya untuk menyelesaikan perjalanannya. yaitu tempat pemprosesan orang atau barang yang datang diterminal sampai di berangkatkan atau disimpan. dalam. Perawatan dan perbaikan (Maintenance and Servicing). Tempat pemusatan lalu lintas (Traffic Concentration). Penggolongan dan tujuan (Classification adan Sorting). e. 27 . h. Tempat pemprosesan (processing). pemeriksaan kendaraan dan perbaikan. fasilitas yang tersedia di terminal memungkinkan untuk penyimpanan jangka pendek seperti ruang tunggu penumpang dan gudang sementara. Skala pelayanan pada terminal angkutan kota yang ada di Kecamatan Pancur Batu yang akan ditata kembali mempunyai atau memiliki dua jalur atau jurusan yaitu jurusan Pancur Batu – Bandar Baru dan Pancur Batu – Tuntungan. terminal juga berfungsi sebagai penghubung antara penumpang dan barang dengan model transportasi lainnya untuk menyelesaikan perjalanan. Pergantian lalu lintas (Traffic Interchange). yaitu tempat orang/penumpang dan calon penumpang. g. f. terminal merupakan tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dan barang.a. Ahmad Yani Nasution 2009) 2.2. c. pembersihan model tansportasi. barang dan model transportasi bertemu.

Kegiatan operasional terminal Penataan pelataran terminal menurut rute dan jurusan Penataan fasilitas penumpang Penataan fasilitas penunjang terminal Penataan arus lalu lintas didaerah pengawasan terminal  Pengaturan tempat tunggu dan arus kendaraan umum didalam terminal  Pengaturan kedatangan dan keberangkatan kendaraan menurut jadwal yang telah ditetapkan. 2. Menciptakan kembali kelancaran transportasi dalam terminal dan membangun kembali kenyamanan dan keindahan pada terminal. Menciptakan kembali suasana terminal yang layak dan untuk dioperasikan. 2.6. Program kegiatan Terminal angkutan kota merupakan suatu tempat pertemuan berbagai unsur dengan berbagai keperluan.3.  Mendata jumlah kendaraan dan penumpang yang datang dan yang akan berangkat c. Karena pada saat ini terminal sudah menjadi lapak bagi pedagang kaki lima untuk menjajakan atau menjual dagangannya.2. sehingga diperlukan pelayanan dan pengelolaan yaitu : a.     b. Tujuan penataan kembali terminal angkutan umum Pancur Batu Adapun tujuan dari penataan kembali terminal angkutan kota Pancur Batu adalah sebagai berikut : 1.4. Kegiatan pengawasan operasional terminal  Tarif angkutan  Kelayakan jalan kendaraan yang dioperasikan  Kapasitas muatan yang diizinkan  Pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa angkutan  Pemanfaatan terminal serta fasilitas penunjang sesuai dengan peruntukannya 28 Kegiatan pelaksanaan operasional terminal . agar terminal bisa beroperasi dengan baik dan benar.6.

Pada terminal angkutan kota Pancur Batu. angkutan antar kota dalam propinsi. Ahmad Yani Nasution 2009) 1.5. pengelolannya diatur oleh dinas Perhubungan dan diserahkan pada pihak – pihak yang terkait.7.6. Kepemilikan dan pengelolaan Kepemilikan terminal dipegang oleh Pemerintah Daerah. angkutan kota dan angkutan pedesaan.6. maka tipe terminal yang akan ditata kembali pada terminal di Kecamatan Pancur Batu adalah terminal dengan tipe terminal penumpang tipe B.6. 2. Jenis terminal Terminal penumpang dapat dikelompokan atas dasar tingkat penggunaan terminal kedalam tiga tipe sebagai berikut : (Sumber : wikipedia indonesia. khususnya masyarakat yang ingin atau hendak belanja dan berjualan atau berdagang ke pasar tradisional Pancur Batu. 3. Jumlah kendaraan angkutan kota yang disediakan perusahaan angkutan rajawali berjumlah 15 unit.2. Terminal penumpang tipe C berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan Dari beberapa tipe terminal diatas. dalam. perusahaan angkutan yang menyediakan mobil angkutan adalah perusahaan angkutan Rajawali.6. Terminal penumpang tipe A berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota antar propinsi dan/atau angkutan lintas batas negara. 29 . 2. angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan. 2. Terminal penumpang tipe B berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi. Pengguna Masyarakat umum yang memerlukan atau yang membutuhkan jasa angkutan.

6.  wartel.2. yang sekurang-kurangnya memuat petunjuk jurusan.  taman. Fasilitas penunjang  kamar kecil/toilet.  ruang informasi dan pengaduan. semakin besar suatu terminal semakin banyak fasilitas yang bisa disediakan. Ahmad Yani Nasution 2009) 30 . a. termasuk di dalamnya tempat tunggu dan tempat istirahat kendaraan umum  bangunan kantor terminal  tempat tunggu penumpang dan/atau pengantar  menara pengawas. Fasilitas Terminal Fasilitas terminal dapat dikelompokkan atas fasilitas utama dan fasilitas pendukung.  ruang pengobatan. loket penjualan karcis  rambu-rambu dan papan informasi. Fasilitas Utama  jalur pemberangkatan kendaraan angkutan umum  jalur kedatangan kendaraan angkutan umum  tempat parkir kendaraan angkutan umum selama menunggu keberangkatan.  kios/kantin.  musholla. (Sumber : wikipedia indonesia.8. tarif dan jadwal perjalanan b. dalam.  tempat penitipan barang.

31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful