1

BAB I PENDAHULUAN

a.

Latar Belakang Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar sangat penting dan berarti, karena pembelajaran ini membentuk kepribadian anak sehingga diharapkan anak didik dapat leih menghargai bangsa dan negara Republik Indonesia. Selain itu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mempunyai peran yang amat penting dalam menggariskan komitmen untuk melakukan proses pembangunan karakter bangsa, dan bertujuan mengembangkan potensi individu siswa sehingga memiliki wawasan positif dan ketrampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggungjawab dalam berbagai dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Namun selama ini penulis melihat tingkat penguasaan siswa terhadap materi PKn sangat rendah. Hal ini dapat penulis lihat dari hasil nilai yang diperoleh siswa pada waktu siswa mengerjakan soal pada saat akhir pembelajaran yang telah penulis laksanakan. Dari pembelajaran PKn materi ”Mengambil Keputusan Bersama” banyak siswa yang kesulitan dalam menjawab soal-soal yang diberikan guru. Dari 24 siswa kelas V (lima), yang mendapat nilai > 70 hanya 1 orang atau 4,1 % dari keseluruhan jumlah siswa. Sementara itu KKM untuk mata pelajaran PKn di SDN 019 Pasir Belengkong ditetapkan 75.

1

2

Rendahnya penguasaan materi pembelajaran PKn materi

”Mengambil

Keputusan Bersama” ini diduga karena kurang tepatnya metode dan alat peraga yang ditetapkan guru. Dalam pembelajaran yang dilaksanakan guru belum memanfaatkan metode dan alat peraga yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap mata pelajaran PKn materi ”Mengambil Keputusan Bersama”, maka dilaksanakan perbaikan

melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan diharapkan melalui PTK ini mampu meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran tersebut, sehingga membantu siswa dakam mencapai ketuntasan dalam materi yang diberikan. Disamping itu perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dengan kode mata kuliah PDGK 4501 pda program S1 PGSD. Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang saat merencanakan kegiatan perbaikan serta selama pelaksanaan perbaikan, observasi dan perbaikan pembelajaran yang dilakukan dua siklus PTK untuk pembelajaran PKn. Dalam laporan ini memuat pendahuluan, kajian pustaka, pelaksanaan perbaikan, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran. 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan hal tersebut peneliti meminta bantuan supervisor dan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah dari pembelajaran yang telah

Kurangnya perhatian siswa terhadap materi yang disajikan. Berdasarkan hal tersebut diatas penulis sebagai guru berkewajiban untuk mencari penyelesaian masalah sedini mungkin agar hasil belajar yang diperoleh siswa lebih meningkat. b. Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).ateri PKn yang telah diajarkan adalah sebagai berikut : a. yaitu : a. Guru kurang variatif metode dalam menggunakan metode pembelajaran. d. Analisis Masalah Berdasarkan uraian masalah yang telah peneliti kemukakan diatas dan melalui diskusi dengan supervisor dapat ditentukan beberapa faktor penyebab siswa kurang memahami . Rumusan Masalah Berdasarkan paparan pada latar belakang tersebut. Dari hasil diskusi dengan supervisor dan teman sejawat terungkap beberapa masalah yang terjadi ddalam pembelajaran. rumusan masalah penelitian ini adalah. c. Kurangnya latihan-latihan yang diberikan oleh guru. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru. b.3 peneliti laksanakan. c. b. ”Apakah upaya penyajian materi mengambil keputusan . Siswa tidak mampu menyelesaikan soal yang diberikan guru. Guru tidak menggunakan alat peraga. 2.

Tujuan Perbaikan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan suatu model perbaikan pembelajaran. dan pendidikan secara umum. Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diajar dengan menggunakan metode ceramah bervariatif c. Untuk memperbaiki cara mengajar guru.4 bersama pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui strategi penggunaan metode ceramah bervariatif dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas V di SDN 019 Pasir Belengkong tahun pembelajaran 2009/2010 ?” c. Manfaat Perbaikan Manfaat penelitian perbaikan pembelajaran ini sangat besar sekali keuntungan bagi guru. d. Manfaatnya adalah sebagai berikut : a. agar hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai dengan hasil yang diharapkan. Bagi guru . Dan secara rinci bertujuan : a. sekolah. Untuk meningkatkan ketuntasan pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan ( PKn ) di SDN 019 Pasir Belengkong pada kelas V ( lima ) khususnya materi ” Mengambil Keputusan Bersama ”. b. agar masalah siswa dan kejadian di dalam kelas dapat diatasi dengan baik dan tidak di lepaskan begitu saja.

serta mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Bagi sekolah Manfaat bagi sekolah adalah sekolah akan dapat berkembang pesar dengan adanya guru yang mempunyai inovasi – inovasi untuk mengatasi masalah pembelajaran yang dikelolanya.5 Manfaat bagi guru adalah kesalahan dalam pembelajaran yang telah dilakukan dapat cepat diatasi dan pada akhirnya guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Bagi Siswa Manfaat bagi siswa. b. . c. mereka akan lebih kritis dan akan mendapat prestasi belajar yang memuaskan sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan. Guru yang dapat memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya akan dapat berkembang secara profesional dan lebih percaya diri.

Ahli pendidikan modern merumuskan perbuatan belajar lebih luas dibanding pendapat tradisional yang hanya menekankan pada sejumlah pengetahuan. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi. Kegagalan siswa merupakan tanggung jawab guru untuk memperbaiki dan bukan sebaliknya tanpa rasa sesal atau prihatin bahkan cenderung melimpahkan kesalahan kepada siswa. timbul dan berkembangnya sifat – sifat sosial.6 BAB II KAJIAN PUSTAKA Tidak semua hasil belajar yang diharapkan guru sesuai dengan keinginan. 1991 : 14 – 15 ). susila dan emosional. Ahmadi.1993 ) agar guru menjadi profesional maka perlu melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Belajar itu merupakan proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan. maka dari itu guru perlu belajar memecahkan masalah tersebut melalui penelitian tindakan kelas ( Hopkins. Tingkah yang baru itu misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. dan penilaian terhadap atau mengenai sikap nilai – nilai. Guru harus memandang hasil belajar terhadap siswa adalah mengevaluasi dirinya dalam melaksanakan tugas mengelola pembelajaran. penggunaan. timbullah pengertian baru. . Dikatakan oleh kelompok modern tentang belajar adalah : suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara – cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. ( A.

maka tidaklah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar. 1980 : 20-26 ) Lebih lanjut dijelaskan oleh Suharsimi Arikunto bahwa : . Sejak awal perkembangan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. Para pakar di bidang pendidikan dan psikologi mencoba mengidentifikasikan faktor – faktror yang memepengaruhi hasil belajar tersebut. Secara garis besar faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan atas dua jenis yang bersumber dari dalam manusia yang belajar ( internal ) dan faktor yang bersumber dari luar diri manusia yang belajar ( eksternal ). yaitu suatu masa dimana suatu fungsi mau dengan pesat untuk dikembangkan. ( Suharsimi Arikunto. Dari beberapa definisi diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa relajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia. Dengan diketahuinya faktor – faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar. para pelaksana maupun pelaku kegiatan belajar dapat memberikan intervensi positif untuk meningkatkan hasil belajar yang akan diperoleh. Tetapi harus diingat juga bahwa belajar mempunyai hubungan yang erat dengan masa peka.7 Selanjutnya dalam kamus paedagogik dikatakan bahwa belajar adalah berusaha memiliki pengetahuan dan kecapakan. Seseorang telah mempelajari sesuatu terbukti dengan perbuatannya. apabila setelah belajar tidak terjadi adanya perubahan yang berencana dan bertujuan dalam diri tersebut. banyak dibahas mengenai bagaimana mencapai hasil belajar efektif. Kita belajar dengan suatu tujuan yang lebih dahulu diterapkan. Ia baru dapat melakukan sesuatu hanya dari hasil proses belajar sebelumnya.

hewan dan lingkungan fisik. sedangkan yang dapat dikategorikan sebagai faktor psikologis adalah kelelahan. yakni faktor biologis dan psikologis. Disamping faktor – faktor tersebut diatas ada subyek yang sangat bertanggung jawab menentukan kualitas pembelajaran. Untuk faktor – faktor eksternal pun sudah dapat diidentifikasikan karena lingkungan sekolah sudah didesain menurut aturan yang telah ditentukan. . Ada hal lain yang merupakan gabungan dari faktro internal sekaligus faktor eksternal. Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa berasal dari dalam diri siswa sendiri dan dari luar dirinya. Perasaan lelah jasmani biasanya mempengaruhi rohani. kematangan. merupakan faktor khusus dan perlu mendapatkan sorotan khusus pula. Faktor yang bersumber dari dalam diri manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua. Dengan pembatasan lingkup belajar yang terjadi serta berlangsung di sekolah. maka faktor – faktor internal yang ada pada diri siswa dapat diidentifikasikan dengan lebih tepat karena sudah diketahui ciri – ciri perkembangan anak pada usia tertentu. Guru dipandang dari segi siswa. motivasi . Faktor yang bersumber dari diri manusia yang belajar dapat diklasifikasikan menjadi dua pula yaitu faktor manusia ( human ) dan faktor non manusia seperti alam benda. suasana hati. Misalnya saja ” kelelahan ”. demikian juga sebaliknya. minat dan kebiasaan belajar. Yang dapat dikategorikan sebagai faktor biologis antara lain usia.8 1. 2.

kepercayaan. Hasil belajar secara komperhensif yang meliputi aspek kognitif. d. Hasil belajar dalam bentuk sikap dan kelakuan .9 Waktu mengetahui hasil belajar atau prestasi relajar siswa diperlukan informasi yang didukung oleh data yang obyektif dan memadai tentang indikator – indikator perubahan perilaku dan pribadi peserta didik. afektif dan psikomotorik. b. dan kepresentatifan informasi yang didukung oleh data yang diperoleh. sekaligus juga diukur hasil. Dalam mengevaluasi tujuan yang hendak dicapai perlu diperhatikan aspek – aspek sebagai berikut : a. Mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan belajar. Dengan demikian teranglah sejauh mana kecermatan evaluasi atas taraf keberhasilan proses belajar mengajar itu akan banyak tergantung pada tingkat ketepatan. Tindakan selanjutnya dimana segi – segi yang sudah dapat dicapai lebih ditingkatkan lagi dan segi yang dapat merugikan sebanyak mungkin dihindari. keobyektifan. Hasil belajar yang merupakan pengetahuan dan pengertian b.hasil yang dicapai oleh suatu program. Evaluasi merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar karena dengan evaluasi dapat ditentukan tingkat prestasi ( keberhasilan ) suatu program. Dengan evaluasi itulah dapat diketahui hasil belajar mengajar seperti : a. Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar. c.

Hasil belajar dalam bentuk kemampuan untuk diamalkan d. afektif dan psikomotorik. dan tugas ( Usman . f. Menurut Sudjana ( 2002 ) metode ceramah adalah penyampaian materi secara lisan. Hasil tersebut dapat diamati lewat indeks prestasi yang diperoleh siswa pada buku laporan hasil pendidikan ( raport ). Metode ini senantiasa akan berhasil dengan baik jika disiapkan dengan baik. Dalam penelitian ini penulis menerapkan metode ceramah bervariatif guna mengatasi permasalahan hasil belajar siswa yang rendah. seperti demonstrasi. Kompetensi guru dalam mengajar berkitan dengan penentuan dan penerapan suatu metode atau kombinasi dari berbagai metode pembelajaran. tanya jawab. Adapun langkah – langkah yang digunakan yaitu persiapan . didukung dengan alat dan media serta memperhatikan batas – batas kemungkinan penggunaannya. Metode ceramah bervariatif adalah suatu cara penyampaian informasi atau materi pelajaran melalui penuturan secara lisan yang penggunaannya di variasikan dengan metode lain. e. pelaksanaa. . dan kesimpulan. 2001 ). Dengan penjelasan singkat diatas yang dimaksud dengan hasil belajar yang pengertiannya disamakan dengan prestasi belajar dalam penelitian ini adalah suatu hasil dari perbuatan yang telah dicapai di sekolah yang meliputi aspek kognitif.10 c. Hasil belajar dalam bentuk keterampilan serta yang dilaksanakan dalam kegiatan sehari hari.

. tingkat prestasi yang berbeda serta latar belakang ekonomi dan pendidikan yang berbeda.30 – 08. B.40 Wita Jumlah siswa yang dijadikan obyek penelitian adalah 24 anak yang terdiri dari 9 orang anak perempuan 15 orang anak laki – laki.30 – 08.11 BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Kemudian mendiskusikan cara pemecahan masalah yang terjadi dalam pembelajaran PKn.40 Wita : Tanggal 28 April 2009 : 07. Deskripsi Persiklus Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan dengan kolaborasi dengan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Karakteristik siswa kelas V dimana peneliti melakukan penelitian memiliki tingkat kemampuan yang bervariasi. Subjek Penelitian Pelaksanaan perbaikan pemelajaran dilaksanakan di : Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Siklus I dilaksanakan Waktu Siklus II dilaksanakan Waktu : Sekolah Dasar Negeri 019 Pasir Belengkong : Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn) : V / Lima : Tanggal 19 April 2009 : 07.

dan refleksi. observasi. Gambar 1. Fokus : Bagaimana cara meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran PKn ? . pelaksanaan.12 Hasil diskusi dengan teman sejawat diperoleh bahwa perlu dilakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan jadwal dan langkah – langkah yang sesuai dengan penelitian tindakan kelas. Siklus I perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN 019 Pasir Belengkong. Adapun prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada siwa kelas V SDN 019 Pasir Belengkong ditunjukan pada diagram dibawah ini : Kegiatan Pelaksanaan Siklus I Mata Pelajaran Konsep : PKn : Membandingkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang dipersiapkan dengan menggunakan metode ceramah bervariatif. Dengan demikian perlu disusun kegiatan siklus I dan siklus II yang terdiri dari perencanaan.

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada Siswa kelas V SDN 019 Pasir belengkong No 1.13 Tabel 1. Pelaksanaan Tindakan • • Menyiapkan materi Menyiapkan alat peraga Menyusun pertanyaan Melaksanakan pengajaran dengan menggunakan alat peraga • 3 4 Observasi Refleksi • • • Mengamati proses pembelajaran Mengadakan evaluasi Melakukan observasi terhadap pembelajaran Melakukan refleksi pembelajaran • Melakukan refleksi terhadap terhadap hasil belajar siswa Kegiatan Pelaksanaan Siklus II Mata Pelajaran : PKn . Kegiatan Rencana Tindakan Pelaksanaan • Menyusun RPP • • 2.

Kegiatan Rencana Tindakan Pelaksanaan • Menyusun RPP didasarkan pada siklus I • • Menyiapkan materi Menyiapkan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajaran • 2. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada Siswa kelas V SDN 019 Pasir belengkong pada siklus II No 1. Fokus : Bagaimana cara meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran PKn ? Tabel 2.14 Konsep : Membandingkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang dipersiapkan dengan menggunakan metode ceramah bervariatif. Pelaksanaan Tindakan • • Menyusun pertanyaan Menyiapkan tes Melaksanakan pengajaran dengan menggunakan alat peraga secara optimal • Mengamati proses pembelajaran dengan bervariatif 3 Observasi • • Mengadakan evaluasi Melakukan observasi terhadap metode ceramah .

20 April 2010 pembelajaran rencana Guru dapat Rabu. membuat RP. Observasi yang disediakan Mengobservasikan kegiatan Hasil observasi Kamis. peraga tes dan pedoman alat observasi 3. 21 April 2010 alat menyediakn materi. diperoleh 22 April 2010 pembelajaran dapat . Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan sesuai rencana membuat tes dan tugas pelajaran Pembelajaran dengan berjalan Kamis. Tahap kegiatan perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN 019 Pasir Belengkong pada siklus I No 1 Tahap Kegiatan Awal Tujuan Mengidentifikasi masalah Hasil yang dicapai Kewajiban memperbaiki 2 Rencana Tindakan Menyusun perbaikan Menyiapkan materi Waktu Selasa. peraga. sesuai 22 April 2010 menggunakan alat peraga dengan tahapan 4.15 pembelajaran 4 Refleksi • sesuai dengan terhadap kesepakatan Melakukan refleksi pembelajaran • Melakukan refleksi terhadap hasil belajar siswa Tabel 3.

pelaksanaan siklus membuat menyediakan RP. 27 April 2010 Mengidentifikasi masalah Kewajiban dari pelaksanaan memperbaiki 2 Rencana Tindakan pembelajaran siklus I pembelajaran Menyusun rencana Guru dapat Rabu. . dan mencatat hasil pada yang refleksi dengan siklus II lembar 22 April 2010 observasi pengamatan berhubungan aktifitas siswa Tabel 4.16 yang berhubungan dengan dengan kegiatan guru diantaranya : • Penggunaan yang efektif • Melaksanakan pembelajaran dengan RP • 5. Tahap kegiatan perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN 019 Pasir Belengkong pada siklus II No 1 Tahap Kegiatan Awal Tujuan Hasil yang dicapai Waktu Selasa. Refleksi Penggunaan alat peraga sesuai waktu bantuan teman sejawat dalam pembelajaran Mengawasi semua aktifitas Hasil refleksi ada Kamis. 28 April 2010 tentang : Menyusun RP.

Pelaksanaan Tindakan tes Melaksanakan pedoman observasi pelajaran Pembelajaran Kamis. alat peraga. dan mencatat hasil pada yang refleksi I dengan lembar 29 April 2010 pengamatan berhubungan aktifitas siswa . menyusun pertanyaan dan membuat tes dan 3. sesuai teman sejawat dan terlampir lembar waktu hasilnya pada observasi keaktifan siswa Mengawasi semua aktifitas Hasil refleksi ada Kamis. seefektif mungkin dengan berjalan sesuai 29 April 2010 menggunakan alat peraga dengan rencana dan 4. Observasi metode yang Hasil observasi Kamis. Refleksi pembelajaran. diperoleh 29 April 2010 bantuan bervariatif Mengobservasikan kegiatan pembelajaran dapat yang berhubungan dengan dengan kegiatan guru diantaranya : • Penggunaan yang efektif • Pelaksanaan pembelajaran dengan RP • Penggunaan alat peraga dalam 5.17 Menyiapkan alat peraga materi.

A Firman.D Abdul.S Amien. Perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran sebelum perbaikan dan sesudah perbaikan dengan dua siklus ini penulis tampilkan dalam bentuk tabel dan grafik disertai dengan penjelasan yang kongkrit di bawah ini : Tabel 5. Hasil belajar siswa pada perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN 019 Pasir Belengkong No Urut 1 2 3 4 5 6 7 939 1123 925 846 973 984 986 Tamriadi M.18 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Dahlan Jeri. Deskripsi Per Siklus Pada bab ini penulis akan membahas tentang hasil penelitian sesuai dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang telah penulis lakukan sebanyak dua siklus dengan rentang waktu yang berbeda guna menghasilkan nilai dan keberhasilan dalam pembelajaran.R No Induk Nama Siswa Hasil sebelum Perbaikan 50 60 60 50 30 70 40 60 100 80 70 70 70 70 90 100 100 90 90 90 100 Setelah Perbaikan Siklus I Siklus II .N.K Henra.

R Roidah Soleha Jumrana Eriek.W 60 70 60 60 40 50 60 70 90 40 40 30 70 50 40 40 40 1270 52.A Dian Nova Lestari Yosi.P.S Friska.4 90 80 90 90 90 80 100 80 80 80 80 100 100 80 70 80 80 2110 87.9 24 1220 Jumlah Rata – rata Tabel 6.9 70 60 70 80 80 60 80 70 60 60 60 90 80 80 50 60 60 1690 70.Rizky Ahmad.S M.A Danu.19 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 987 988 1079 1115 1169 273 991 994 996 1129 1132 1163 1165 1174 1178 1219 Jumadi Awan.R Ratih.K Sharyanto Yasir.A.D Asti. Rekapitulasi hasil relajar siswa mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 019 Pasir Belengkong No Nilai Siswa Sebelum Perbaikan Jumlah Nilai Siswa pada Siklus I Jumlah Nilai Siswa pada Siklus II Jumlah Nilai .

Pembahasan Dari Setiap Siklus .20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 20 30 40 50 60 70 80 90 0 0 2 7 4 6 4 0 1 0 24 0 0 60 280 200 360 280 0 90 0 1270 52.9 0 0 0 0 1 8 7 6 1 1 24 0 0 0 0 50 480 490 480 90 100 1690 70.9 10 100 Jumlah Rata – rata Diagram Batang : Rekapitulasi hasil relajar siswa mata pelajaran PKn siswa kelas V SDN 019 Pasir Belengkong B.4 0 0 0 0 0 0 1 9 8 6 24 0 0 0 0 0 0 70 720 720 600 2110 87.

Sebelum pelaksanaan perbaikan. dengan demikian tujuan penilaian yang diinginkan guru tercapai. Namun setelah melakukan perbaikan sebanyak dua siklus. yang mendapat nilai baik hanya 1 orang dari jumlah 24 orang. Kesimpulan . pada siklus I siswa yang memperoleh nilai baik meningkat sebanyak 8 orang. Hal – hal yang penulis lakukan saat perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn) kela V SDN 019 Pasir Belengkong sebagai berikut : 1) Menjelaskan materi pembelajaran dengan jelas 2) Menggunakan alat peraga dan metode yang bervariasi 3) Melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran 4) Dan memberi keleluasaan kepada siswa untuk bertanya dengan prinsip bermain sambil belajar agar mendapat hasil belajar yang maksimal.8 % dari seluruh jumlah siswa yang mengikuti tes tertulis telah mendapatkan nilai baik. BAB V KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT 1.21 Penelitian Tindakan Kelas yang penulis lakukan telah menunjukkan peningkatan pada hasil belajar siswa. kemudian pada siklus II siswa yang memperoleh nilai meningkat sebanyak 23 orang atau 95. dengan rata –rat nilai 70.4. dengan nilai rata –rata 87. perubahan hasil belajar jelas terlihat.9.

untuk meningkatkan pembelajaran seorang guru diharapkan : 2.2 Penjelasan penulis ( guru ) dengan bahasa yang sederhana akan menambah pemahaman terhadap materi pelajaran yang diajarkan 1. Selanjutnya guru harus sering mengadakan pertemuan dalam kelompok kerja guru ( KKG ) guna menemukan solusi yang tepat setiap ada permasalahan terutama yang berhubungan dengan pembelajaran di sekolah. 1.3 Guru sebaiknya memberikan motivasi pada saat pembelajaran kualitas berlangsung agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Daftar Pustaka .22 Dari dua siklus perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn) kelas V SDN 019 Pasir Belengkong dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.3 Pemberian motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung dapat meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa 2.2 Guru sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana pada saat mengajar.1 Guru sebaiknya menggunakan variasi metode dan alat peraga pada setiap mengajar 2.1 Penggunaan metode kolaborasi / Multi metode dan alat peraga cukup merangsang siswa untuk lebih kreatfi dalam bertanya dan cukup membuat siswa lebih semangat dalam mengikuti pelajaran. 2. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas.

M. 2006. Paser Wardani. Pendidikan Kewarganegaraan : Penerbit Erlangga Tim KTSP SDN 019 Pasir Belengkong. KTSP 2006.Akib Hamid ( 2004 ) Statistik Dasar Universitas Terbuka.23 Haryanto dan H. Jakarta.2003. dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka . Tim Bina Karya Guru.