P. 1
teori dasar geomagnet

teori dasar geomagnet

|Views: 3,619|Likes:

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Riva Choerul Fatihin on Aug 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2015

pdf

text

original

Semua material bumi, baik berupa unsur ataupun senyawa dan sebagainya, ditinjau dari

sifat-sifat kemagnetannya pada umumnya terbagi dalam kelompok-kelompok :

a. Diamagnetisme

Suatu zat adalah tergolong pada jenis diamagnetik jika mempunyai susceptibilitas

magnetik negatif sehingga intensitas magnetisasi yang diimbas Ir

dalam zat oleh medan Hr

adalah berlawanan arah Hr

. Semua material pada dasarnya adalah diamagnetik karena gerak orbit

elektron yang bermuatan negatif dalam zat di dalam medan luar Hr

mempunyai arah yang

melawan arah Hr

. Tetapi diamagnetisme akan timbul jika momen magnetik atomik total semua

atom adalah nol jika Hr

nol. Jadi dengan kata lain jika atom mempunyai kulit-kulit elektron yang

terisi penuh. Banyak elemen dan senyawa menunjukkan sifat dimagnetisme. Misalnya : graphite,

gypsum, marmer, kwarsa, garam.

b. Paramagnetisme

Semua zat yang mempunyai susceptibilitas magnetik positif adalah zat paramagnetik.

Dalam zat semacam ini setiap atom atau molekul mempunyai momen magnetik total yang tak

sama dengan nol dalam medan luar yang nol. Hal ini terjadi pada zat-zat yang subkulitnya tak

penuh hingga maksimum. Misalnya : 22Ca hingga 28Ni, 41Ne hingga 25Rh, 57Li hingga 78Pt, 90Tn

hingga 92U. Hingga susceptibilitasnya tergantung temperatur.

VICTOR

21

C. Ferromagnetisme

Elemen-elemen seperti besi, kobalt, dan nikel adalah elemen paramagnetik yang interaksi

magnetik antara atom dengan group atom sedemikian kuatnya hingga terjadi penyearahan

momen-momen dalam daerah yang besar dalam zat. Pada umumnya susceptibilitas material

ferromagnetik 106

kali material diamagnetik dan paramagnetik. Ferromagnetism juga turun

dengan turunnya temperatur dan hilang sama sekali pada suhu Curie. Mineral ferromagnetik tak

terjadi di alam.

D. Antiferromagnetisme

Material ini mempunyai susceptibilitas seperti material paramagnetik tetpi harganya naik

dengan naiknya temperatur hingga temperatur tertentu, kemudian turun menurut hukum Curie-

Weiss. Hal ini terjadi karena momen magnetik total sejajar dan anti sejajar sehingga sub-dominan

dalam material ini saling meniadakan sehingga susceptibilitasnya menjadi sangat kecil. Contoh

dari antiferromagnetisme adalah : hematite.

E. Ferrimagnetisme

Material ini mempunyai susceptibilitas magnetik yang sangat besar dan tergantung pada

suhu, domain-domain magnetik dalam material ini terbagi-bagi dalam keadaan daerah yang

menyearah saling berlawanan tetapi momen magnetik totalnya tak nol jika medan luar nol.

Praktis semua mineral magnetik adalah ferrimagnetik.

Meskipun dalam beberapa hal magnetisasi batuan bergantung terutama pada kekuatan

sesaat dar sesaat dari medan magnetik bumi di sekeliling dan kandungan mineral magnetiknya.

VICTOR

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->