P. 1
PENILAIAN INVESTASI

PENILAIAN INVESTASI

|Views: 3,148|Likes:
Published by Aswin Pratama

More info:

Published by: Aswin Pratama on Aug 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

PENILAIAN INVESTASI

Pendahuluan
Suatu program capital budgeting atau rencana investasi yang baik

membutuhkan beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam proses pengambilan keputusan. Langkah-langkah tersebut adalah : 1) Penelitian dan penemuan adanya peluang investasi; 2) Pengumpulan data; 3) Evaluasi dan pengambilan keputusan; 4) Revaluasi dan penyesuaian.

Prosedur Capital Budgeting atau Rencana Investasi
1

PENILAIAN INVESTASI

Akuntansi Pembelanjaan Teknik

Pengembangan Ide

Pengumpulan Data

Pengambilan Keputusan

Hasil

Penentuan Probabilitas

Penentuan Ulang Probabilitas

Revaluasi

Capital Budgeting atau Rencana Investasi dapat dilakukan oleh investor sendiri maupun dengan menggunakan jasa dari Biro Konsultan. Namun laporan studi
2

PENILAIAN INVESTASI

kelayakan yang disusun oleh Biro Konsultan belum menjamin bahwa investasi dalam proyek yang dimaksud pasti berhasil. Hal ini berkaitan erat dengan asumsiasumsi yang digunakan dalam penyusunan Feasibility Study. Kelemahan-kelemahan yang sering dijumpai dalam laporan kelayakan dari suatu proyek/investasi antara lain : a. Dalam menganalisa pasar, proyeksi permintaan sering dilakukan atas dasar permintaan potensial (potential demand), seharusnya dari permintaan efektif (effective demand). b. c. Akibat dari kekurangan data, maka proyeksi disusun terlalu optimis, baik Pengambilan keputusan atas pemberian kredit investasi pada umumnya biaya maupun pemasaran. memakan waktu, sehingga studi kelayakan yang diajukan ke bank sudah out of date atau kadaluwarsa.

Penilaian Kelayakan Investasi dilihat dari Aspek Keuangan
3

PENILAIAN INVESTASI

Suatu investasi merupakan pengadaan barang-barang modal dan atau jasa yang diperlukan untuk pelaksanaan suatu proyek baik proyek baru, rehabilitasi, modernisasi, ataupun ekspansi, penelitian dan pengembangan. Lebih luas lagi suatu investasi dapat diartikan sebagai penanaman baru ke dalam masyarakat untuk menghasilkan suatu barang dan atau jasa. Kredit yang diberikan untuk membiayai suatu investasi disebut Kredit Investasi. Penilaian kelayakan investasi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. b. c. d. Dana yang tertanam dalam modal investasi lebih lama dari pada untuk Pengembalian pinjaman investasi berasal dari proceeds atau net cash in Risiko lebih tinggi karena dana yang tertanam dalam jangka panjang. Jaminan utama dari proyek yang dibiayai dalam bentuk barang modal. membiayai modal kerja. flow, yaitu laba bersih ditambah dengan penyusutan.

4

Beberapa Permasalahan 5 . investor maupun masyarakat. Oleh karena itu dilihat dari aspek keuangan. sehingga mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya.PENILAIAN INVESTASI Keberhasilan pemberian pinjaman untuk keperluan investasi tidak terlepas dari keberhasilan proyek yang dibiayainya. baik untuk bank. pada hakekatnya bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh RISIKO yang mungkin timbul atas dana yang diinvestasikan. investasi dalam suatu proyek harus profitable : dalam arti proyek tersebut dapat menghasilkan keuntungan. Suatu proyek dikatakan berhasil apabila proyek tersebut mampu memperoleh hasil yang cukup sehingga dapat hidup dan berkembang serta bermanfaat. Penilaian kelayakan atas suatu investasi.

membayar kembali pinjaman dan bunganya. sehingga mampu mengembalikan dana yang tertahan. Bagaimana meneliti rencana pembiayaan investasi yang telah tersusun. b. 6 . Sampai sejauh mana investasi tersebut dari aspek keuangan (cash flow)dapat memperoleh hasil yang cukup.PENILAIAN INVESTASI Masalah utama dalam penilaian aspek keuangan terhadap kelayakan investasi adalah : a.

misalnya tanah. yaitu pengeluaran untuk barang-barang yang dapat diperoleh di dalam negeri.Local Content. 7 . alat pengangkutan. Pengeluaran Fisik Merupakan pengeluaran untuk pengadaan barang. biaya tenaga kerja selama masa konstruksi dan biaya non barang lainnya. Biaya physik ini sendiri dibedakan menjadi : .PENILAIAN INVESTASI Secara garis besar. biaya konsultan. bangunan. biaya notaris. . dan lain-lain. Pengeluaran Nonfisik Merupakan pengeluaran untuk biaya perizinan. yaitu pengeluaran-pengeluaran untuk barang-barang yang harus diimpor dari luar negeri. inventaris. b. biaya/pengeluaran untuk investasi tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 unsur. mesin-mesin.Import Content. yaitu : a.

dengan perkataan lain dapat diberikan kredit investasi. Pengeluaran untuk masa Trial Run Merupakan seluruh biaya yang diperlukan untuk mengadakan percobaan hasil produksi sebelum perusahaan melakukan produksi komersial. Hal . bunga masa konstruksi ini diatur sebagai berikut : bagi perusahaan baru dapat dimasukkan dalam biaya proyek.hal lain yang perlu diperhatikan dalam rencana pembiayaan investasi adalah : 8 . Bunga dalam Masa Konstruksi (IDC) Merupakan pengeluaran untuk pembayaran bunga selama masa pembangunan proyek (Interest During Construction). maka bunga yang dimaksud harus dibayar efektif oleh nasabah.PENILAIAN INVESTASI c. bagi perusahaan yang sudah berjalan dan kredit investasi dipergunakan dalam rangka perluasan/rehabilitasi serta perusahaan dinilai mampu. d. Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

c.PENILAIAN INVESTASI a. b. Ketentuan besarnya penyertaan pembiayaan nasabah (self financing) Adanya sumber pembiayaan lain diluar kredit bank dan dana sendiri. Adanya larangan untuk membiayai komponen-komponen proyek tertentu. Beberapa Teknik Untuk Mengukur Kelayakan Suatu Investasi Dilihat Dari Aspek Keuangan 9 . yang didasarkan pada prioritas atau tidaknya proyek yang akan dilaksanakan.

Metode Pay Back Period Pay Back Period adalah periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan “proceed” atau “net cash inflow”. maka rencana investasi tersebut dapat dikatakan viable. maka tahap berikutnya adalah membandingkan pay back period dari investasi yang diusulkan tersebut dengan “maximum pay back period” yang dapat diterima. Sesudah pay back period tersebut dihitung. Sebaliknya kalau lebih panjang. Contoh 1 : 10 .PENILAIAN INVESTASI a. Apabila pay back period dari investasi yang diusulkan lebih pendek daripada umur proyek. maka rencana investasi tersebut tidak viable.

5.00.000.PENILAIAN INVESTASI Nilai investasi suatu proyek sebesar Rp.00 Payback Period = 2 tahun. Umur proyek 5 tahun. 5.00 Rp.00 Rp. Pola cash flow dari proyek tersebut adalah sebagai berikut : Tahun 1 2 3 4 5 Cash Inflow Rp. 2. 1.000.00 Rp. 500.000.00 Rp.000. 10.000.000.000.000.000.000.000. Cara menghitung adalah : 11 .

00) Cash inflow tahun ke-1 (Rp.000.000. maka proyek viable untuk dibiayai.000. payback period yang dibutuhkan hanya 2 tahun.000.000. 5. 12 .000.000.000.PENILAIAN INVESTASI Nilai investasi 10.00 ________________ (Rp.00) Cash inflow tahun ke-2 Rp. Rp. 5. 5.00 _________________ 0 ============= Umur proyek 5 tahun. Jadi dengan menggunakan metode ini.

10.000.000.PENILAIAN INVESTASI Contoh 2 : Suatu proyek membutuhkan biaya investasi sebesar Rp.00 Rp. 2.000.000.000. Pola cash flow sebagai berikut : Tahun 1 2 3 4 5 Cash Inflow Rp. 13 . Umur proyek 5 tahun.000.000.00 Rp.000.00 Rp. 2.000.000.00 Rp. 6.00. 2.

000.000.000. 2. Tahun ke-3 (Rp.000.00 _________________ 14 .000.00 Perhitungan Payback Period : Nilai investasi Cash inflow Tahun ke-1 (Rp. 2.00 _________________ 6.000. 2.00 _________________ 8.000.PENILAIAN INVESTASI 6.000.000. Tahun ke-2 (Rp.000.000. 10.00) Rp.000.00) Rp.00) Rp.000.000.

000. diabaikan. Tahun ke-4 Surplus Rp.000 6.000. Cash flow sesudah masa payback period tercapai.000.PENILAIAN INVESTASI (Rp.00) Rp.000. 6.000. 6.000.000. 4.00 dibutuhkan untuk menutup payback period pada tahun keempat cukup dibutuhkan waktu : 4.00 _________________ 2.000. 15 .00 0 X 12 bulan = 8 bulan.000. Dan masih lebih pendek dari umur proyek.000.00 ============= Cash inflow untuk tahun ke-4 Rp. Jadi payback period = 3 tahun 8 bulan. Dengan demikian proyek layak untuk dibiayai.

PENILAIAN INVESTASI Contoh 3 : Suatu investasi dan apabila pada cash flow yang diharapkan sama.00 Cash Flow Tahunan 0 4.000 4.000.000.000. 12.000 4.000. sebagai berikut : Tahun 1 2 3 4 Nilai Investasi Rp.000 16 .000.

PENILAIAN INVESTASI 5 4.000.00. maka digunakan perhitungan payback period sebagai berikut : Nilai investasi misalnya Rp.000. 000) 0 8.000 / Rp.000 17 Kumulatif (Rp. 000) . 4.000. Cash Flow Tahun Nilai Investasi (Rp.000 Cash Flow (Rp. 000) 0 1 20.000 0 8.000.000. 20.000 = 3 tahun Apabila cash flow tidak seragam.000 Payback period = Rp. 12.

000) 0 1 2 3 Rp.000 22.000 5.000 0 5.000 2.000 18.000 10.000 Cash Flow (Rp.000 5.PENILAIAN INVESTASI 2 3 4 5 Payback period = 4 tahun.000 18 Kumulatif (Rp. Contoh 4 : 6. 13.000 Cash Flow Tahun Nilai Investasi (Rp.000 15.000 14. 000) . 000) 0 5.000 20.000 4.000 2.

Konsepnya mudah untuk dimengerti. 3.000 = 2.000 20.000 / 5.000 Karena sifatnya cash flow seragam. Interpretasi secara terang/jelas. Menekankan segi likuiditas. 19 . Metode ini mengabaikan proceed yang diperoleh setelah masa payback period tercapai. 4. ====== Kelebihan metode Payback Period : 1. 13. 2. Mudah dihitung. maka payback period dapat dihitung : Rp.6 tahun.PENILAIAN INVESTASI 4 5. Kelemahan-kelemahan prinsipiil metode ini adalah : 1.

COFt 20 . maka cash flow / proceed harus didiskontokan atas dasar biaya modal (cost of capital) atau rate of return yang diharapkan. NPV dapat dirumuskan sebagai berikut : n CIFt . Metode Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) dimaksudkan untuk mengukur nilai bersih dari proyek setelah jangka waktu tertentu dari pelaksanaan proyek. b. Metode ini mengabaikan “time value of money”.PENILAIAN INVESTASI 2. Untuk menghitung NPV. Net Present Value adalah selisih antara cash inflow dengan cash outflow.

PENILAIAN INVESTASI NPV = ∑ t=0 (1+i)t atau n NPV = NCFt (1+i)i ∑ t=0 NPV CIFt COFt i t n NCF = = = = = = = Net Present Value Cash Inflow Cash Outflow tingkat bunga tahun jangka waktu proyek = Net Cash Inflow CIF – COF 21 .

22 . Bilamana NPV = 0. Jadi proyek tidak layak untuk dibiayai. berarti besarnya pengorbanan lebih besar dari manfaat / keuntungan yang diperoleh. bilamana NPV > 0. Sedangkan bilamana NPV < 0. berarti proyek mempunyai manfaat / keuntungan yang lebih besar dari jumlah pengorbanan (investasi) yang dikeluarkan.PENILAIAN INVESTASI NPV > 0 = NPV < 0 = Proyek bermanfaat Proyek tidak bermanfaat Dalam evaluasi suatu proyek. maka pada tingkat discount rate yang diperhitungkan besarnya manfaat / keuntungan sama besarnya dengan tingkat pengorbanan.

PENILAIAN INVESTASI Contoh 1 : Suatu usulan proyek untuk pembelian mesin dengan harga Rp. Rate of return yang diminta sebesar 20%. Estimasi laba setiap tahun : Asumsi bahwa anda telah menyusun rugi laba proforma untuk lima tahun. Rugi laba proforma sebagai berikut : TAHUN 1 Penjualan Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya penjualan Biaya administrasi umum Penyusutan Biaya bunga (diabaikan) 120 72 48 6 12 50 2 600 360 240 30 60 50 3 1.480 888 592 74 148 50 4 1. Depresiasi menggunakan metode garis lurus. 250 juta. Umur mesin 5 tahun.000 600 400 50 100 50 5 400 240 160 20 40 50 ---------------------------------------------------------------------------- 23 .

8333 .000 24 .665 69.PENILAIAN INVESTASI Laba bersih sebelum pajak Pajak Laba bersih Cash Flow : Laba bersih Penyusutan Cash Flow 100 320 200 50 50 160 100 25 ---------------------------------------------------------------------------50 160 100 25 (20) 50 160 100 25 50 50 50 50 50 ---------------------------------------------------------------------------50 100 210 150 75 ====================================== Perhitungan Net Present Value : Tahun 1 2 3 4 5 Total Present Value Biaya Investasi NCIF 50 100 210 150 75 DF 20% .440 121.4019 P.345 30.143 335.6944 .4823 .120 250.V 41.527 72.5787 .

85. yaitu : tahun 0 : tahun 1 : Rp. 500 juta Biaya operasional yang dikeluarkan tiap tahun rata-rata Rp.00.PENILAIAN INVESTASI Net Present Value + 85. 800 juta Rp. maka usulan proyek tersebut layak untuk dibiayai karena menghasilkan NPV = Rp. Dari hasil penanaman modal tersebut mendapatkan hasil sebesar : 25 . 300 juta. ====== Contoh 2 : Sebuah proyek (A) dilaksanakan dalam jangka waktu 7 tahun dengan nilai investasi sebesar Rp.120. 1.300 juta yang dilakukan dalam dua tahap.120 ======= Atas dasar perhitungan dengan menggunakan metode Net Present Value.

tahun 1 . 200 juta rata-rata Rp.d 7 : Bila diperhitungkan discount rate sebesar 15%. berapakah NPV proyek tersebut ? Perhitungan NPV dengan menggunakan Tabel berikut : Cash Outflow Tahun 0 1 2 3 Inv. 1.000 juta.000 0.PENILAIAN INVESTASI .7561 0. Rate (15%) 1.800 . 800 500 Biaya 300 300 300 Jumlah 800 800 300 300 Manfaat/ Cash inflow 100 200 1.8696 0. .000 + Net benefit 800 700 100 700 Disc.tahun 3 s. 100 juta Rp.tahun 2 : : Rp.6575 Net Present Value .609 76 + 460 26 .

5718 0.000 1.3759 - + 400 + 348 + 303 + 263 + 289 1.000 5.300 + + + + 700 700 700 700 0.900 Annualized Net Present Value Bilamana nilai manfaat bersihnya (net benefit / net cash flow) besarnya tiap tahun adalah sama (konstan).000 1.PENILAIAN INVESTASI 4 5 6 7 - 300 300 300 300 300 300 300 300 3.300 2. maka dapat digunakan perhitungan berdasarkan nilai anuited-nya.100 + 1.4323 0.000 1. Contoh 3 : Sebuah perusahaan (B) dengan perkembangan net cash flow-nya sebagai berikut : 27 .4972 0.400 1.

582 Nilai sekarang bersih anuited dari proyek (B) dapat dihitung sebagai berikut : NPVa = (2.000 2.000 2.242 7.909 0.818 1.503 1.366 1.683 0.791 - Present Value 7.PENILAIAN INVESTASI Tahun 1 2 3 4 5 Net Cash Flow 2.000 2.582 Annuity Factor (10%) 3.000) x (3.000 Discount Factor (10%) 0.582 7.00 28 .621 - Present Value 1.791) = 7.582.751 0.653 1.000 2.000 10.826 0.

4.000 juta untuk selama 6 tahun.PENILAIAN INVESTASI Contoh 4 : Proyek (C) dengan nilai investasi sebesar Rp. berapa NPV dari proyek (C) tersebut ? 6 NPV = 4.000 juta dan menghasilkan ratarata pendapatan tiap tahun Rp. 10.000 .10. Bilamana diinginkan rate of return 16%.000 29 ∑ . Proyek tersebut diproyeksikan tidak mempunyai nilai sisa (salvage value) pada akhir tahun.

000 DF 16% 1.10.6847 P.6847) .739.000) (3.16)6 = (4.(10.V 10.00 Atau dapat dibuat tabel berikut : Tahu n 0 1-6 Cash Flow .000 + 4.739 30 .PENILAIAN INVESTASI t=1 (1 + 0.000 3.000 + 14.000) = 4.

739 ====== Gambaran dari proyek (C) dilihat dari berbagai tingkatan discount rate mulai dari 0% sampai dengan 40% adalah sebagai berikut : 31 .PENILAIAN INVESTASI NPV = 4.

000 10.571 -0.138 3.000 10.000 4.806 0.000 10.421 5.302 11.000 10.PENILAIAN INVESTASI Discount rate 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% Annual cash inflow 4.138 13.000 10.541 8.000 4.303 17.000 4.000 4.000 4.302 1.806 10.459 -1.000 4.421 15.328 Tabel tersebut di atas secara grafis dapat digunakan sebagai berikut : 32 .000 10.303 7.000 10.000 10.000 20.571 9.000 Discounted cash inflow 24.000 4.672 Project cost 10.000 NPV 14.000 4.000 10.

PENILAIAN INVESTASI 40% 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 -20000% 10% 20% 30% 40% 50% 40% Metode Benefit and Cost Ratio (BCR) 33 .

Dengan demikian BCR atau profitability index tidak lain adalah perbandingan antara present value dari dana yang dihimpun disatu pihak dengan biaya proyek di lain pihak.PENILAIAN INVESTASI Yang dimaksud dengan “benefit” dalam hal ini adalah present value daripada danadana yang mampu dihimpun oleh proyek yang dimaksud. n t=0 ∑ CIFt (1 + i )t COF t (1 + i )t Pl = Profitability Index Cash Inflow = Cash Outflow Jangka waktu Tingkat bunga CIF = COF t i = = BCR = t =0 ∑ n 34 . Sedangkan yang merupakan “cost” adalah biaya proyeknya atau present value dari pengeluaran dana / modal yang dilaksanakan.

PENILAIAN INVESTASI Hubungan NPV dan BCR Hubungan antara NPV dan BCR (atau PI) beserta tingkat rate of return yang diharapkan adalah sebagai berikut : NPV Negatif Nol (0) Positif BCR <1 =1 >1 Expected Return Dibawah harapan Sesuai dengan harapan Lebih besar dari yang diharapkan 35 .

B.18.742 Manakah proyek yang peringkatnya lebih baik ? NPV Proyek A Proyek B Proyek C 281 2.096 Peringkat 3 2 1 Internal Rate of Return ( IRR ) 36 .000 + 10.000 + 19.028 1.040 Proyek C . dan C dengan gambaran sebagai berikut : Proyek A PV outflow PV inflow 10.000 + 32.040 1.281 Proyek B 30.068 1.PENILAIAN INVESTASI Contoh : Tiga buah proyek A.742 BCR 1.

dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error) atau mencari tingkat discount rate yang mendekati hasil NPV = 0 atau tingkat discount rate 37 . IRR menunjukkan tingkat discount rate yang diperhitungkan pada tingkat NPV = 0.PENILAIAN INVESTASI IRR adalah merupakan rate of return atas investasi bersih suatu proyek pada jangka waktu tertentu. dengan demikian IRR dapat dirumuskan sebagai berikut : IRR = NPV = 0 n = t =0 ∑ NCF =0 (1 + i )t Dalam mencari IRR.

maka dapat diperhitungkan tingkat IRR dengan perhitungan formula berikut : NV 1 P 1 −N V P IR R = i1 + (N V P 2) ( i 2 − i1) i1 = tingkat bunga rendah i2 = tingkat bunga tinggi Contoh 1 : 38 .PENILAIAN INVESTASI yang menghasilkan NPV positif dan NPV negatif yang perbedaannya terkecil. Atas dasar pertimbangan tersebut.

000. 7. jutaan) 2.000.000 1 2 3 4 5 6 39 .000 1. Estimasi net cash flow dengan asumsi umur proyek 6 tahun adalah sebagai berikut : Tahu Net Cash Inflow (Rp. Rate of return yang diharapkan 12%.000 1.000 2. Nilai investasi yang dibutuhkan mencapai kapasitas ekstra tersebut sebesar Rp.000.000 2.00.000 2.PENILAIAN INVESTASI Suatu perusahaan ingin mempertimbangkan perluasan kemampuan usahanya dari produksi yang ada.

Hitunglah Net Present Value dan IRR ! Tahu NCF (Rp.000.00 0 6.00 0 2.000 480.000.037 PV (Rp 000) PV Factors 13% PV (Rp 000) 1 2 3 4 5 6 2.0 00 0.974 5.00 0 1.000.07400 0 2.948.000 0. 000) PV Facto rs 12% 3.PENILAIAN INVESTASI Pada tahun keenam diasumsikan nilai residu (salvage value = 0).00 0 2.000.000 40 .000.543 0.567 0.000.00 0 2.000 507.00 0 1.507 567.480 543.

84% 177.8696 0.800 .0000 0.000 IRR = 12% = (13 – 12) ------------.800 .0 00 148. maka dapat kita hitung tingkat IRR sebagai berikut : Tahun 0 1 2 Net Benefit 800 700 100 DF 15% 1.000.000 148.000 6.7561 PV .PENILAIAN INVESTASI Total Present Value Project Cost Net Present Value 7.000.000 Contoh 2 : Dengan menggunakan contoh perhitungan yang ada dalam Tabel 6.76 DF 25% 1.6400 PV .609 .560 .8000 0.0 00 7.% = 12.148.000 0.0 00 7.971.64 41 .0 00 29.

3579 + + + + + 460 400 348 303 263 0.2621 0.i1) (NPV1 .2097 + + + + + 358 287 229 183 147 + 1.(25 . dapat dihitung tingkat IRR dari proyek A sebagai berikut : IRR = i1 NPV1 + -------------------.4323 0.4090 0.5718 0.15) 289 .900 + 289 .( 220) 42 .220 Dengan menggunakan formula perhitungan tersebut.3277 0.6575 0.(i2 .5120 0.4972 0.NPV2) = 289 15 + ---------------------.PENILAIAN INVESTASI 3 4 5 6 7 + + + + + 700 700 700 700 700 0.

67% IRR = Internal Rate of Return NPV1 i = Net Present Value (1) NPV2 = Net Present Value (2) = Discount factor Hubungan NPV. Contoh 3 : 43 . Net B/C dan IRR Dalam pemilihan suatu proyek pertimbangan atas dasar NPV dan IRR perlu dilihat secara menyeluruh berdasarkan tingkat discount faktor yang akan dipertimbangkan atau “return” yang diharapkan akan diperoleh.PENILAIAN INVESTASI = 15 + 5.67 = 20.

maka gambarannya adalah sebagai berikut : 44 . Kembali pada contoh tersebut di muka. yaitu dalam posisi proyek dengan tingkat NPV dan Net B/C yang sama pada suatu tingkatan discount rate tertentu. 1. 1. Proyek B selesai untuk jangka waktu 2 tahun dengan memberikan benefit pada akhir tahun kedua sebesar Rp.PENILAIAN INVESTASI Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp.5 milyar.7 milyar. Proyek mana yang akan dipilih bilamana diperhitungkan tingkat discount rate sebesar 10% ? Kalau tingkat risiko yang harus dapat di-cover (tingkat bunga modal. inflasi) diperkirakan sebesar 25% proyek mana yang menguntungkan ? Dalam hal ini perlu dipergunakan cross over discount rate. 1 milyar yang dapat digunakan untuk mendirikan proyek A atau B dengan kondisi sebagai berikut : Proyek A selesai untuk 1 tahun dan akan memberikan benefit pada akhir tahun kesatu sebesar Rp.

00 0.3 15 20 25 30 35 40 50 NPV Proyek A 500 429 364 324 304 250 200 154 111 71 0 NPV Proyek B 700 542 405 324 285 181 88 6 negatif negatif negatif Perbandingan NPV-B / NPV-A 1.11 1.04 negatif negatif negatif titik cross Dari tabel tersebut.94 over 0.3% sebagai berikut : 45 .72 0.PENILAIAN INVESTASI Discount Rate (%) 0 5 10 13.40 1.44 0. dapat digambarkan secara grafik titik cross over pada tingkat discount rate sebesar 13.26 1.

PENILAIAN INVESTASI 800 700 600 500 NPV 400 300 200 100 0 0 5 10 13. 46 . yaitu untuk tingkat discount rate sebesar 10% proyek yang menguntungkan adalah proyek B.3 15 20 25 30 35 40 50 Discount Rate % NPV Proyek A NPV Proyek B 324 Kembali pada pertanyaan di atas. dan bilamana tingkat risiko yang diperhitungkan adalah sebesar 25%. maka proyek yang menguntungkan adalah Proyek A.

Umur Investasi Yang dimaksud dengan umur investasi dalam hal ini adalah perkiraan sampai beberapa lama investasi tersebut dapat berproduksi (menghasilkan). Dalam kaitannya dengan menghitung viabilitas investasi. secara teknis dapat digunakan untuk berproduksi. Umur proyek tersebut biasanya dibedakan atas : a. 47 . Jadi lebih ditekankan pada masalah efisiensi.PENILAIAN INVESTASI 4. Umur Ekonomis : biasanya ditentukan atas perkiraan sampai kapan proyek secara Umur Teknis : lebih melihat dari segi kenyataan sampai kapan investasi tersebut ekonomis masih dapat berproduksi. dasar penentuan umur investasi yang digunakan adalah umur ekonomis untuk keperluan intern perusahaan (bukan untuk keperluan pajak). b. terlepas dari masalah efisiensi atau tidaknya.

terlebih dahulu harus disusun proyeksi perhitungan laba-rugi (projected income statement). apabila proyek viable berarti dapat dilanjutkan dengan pembiayaan bank. Namun 48 .PENILAIAN INVESTASI 5. hanya dimaksud untuk menentukan apakah bank bersedia memberikan kredit atau tidak. Untuk keperluan tersebut. Dana Yang Dapat Dihimpun (Proceed) Besarnya dana yang dapat dihimpun pada dasarnya terdiri dari dua unsur pokok. amortisasi. yaitu : a. Pendapatan setelah pajak (Net Income After Tax). Biaya-biaya tidak tunai (Non Cash Expenses) seperti misalnya biaya penyusutan aktiva tetap. Besarnya Diberikan Kredit Yang Dapat Perhitungan viabilitas investasi yang telah diuraikan dalam bab terdahulu. dan lain-lain. b.

apabila proyek tidak viable sebaiknya bank tidak membiayainya. 49 . Besarnya dana yang diperlukan untuk investasi dalam proyek Yang dimaksud dengan dana yang diperlukan untuk investasi tersebut adalah semua biaya yang diperlukan untuk membangun proyek yang dimaksud sampai siap untuk beroperasi.PENILAIAN INVESTASI sebaliknya. termasuk pengeluaran-pengeluaran untuk keperluan masa percoban. Adapun besarnya kredit investasi yang dapat diberikan akan ditentukan oleh beberapa faktor. antara lain : a. Jadi perhitungan viabilitas tersebut tidak dimaksudkan untuk menentukan besarnya kredit investasi yang dapat diberikan.

Adanya sumber pembiayaan lain di luar kredit bank dan dana sendiri Sesuai dengan ketentuan. gedung-gedung dan barang-barang lain yang tidak secara langsung diperlukan untuk proyek. Adanya larangan untuk membiayai komponen-komponen proyek tertentu Sesuai dengan ketentuan kredit investasi tidak dapat diberikan untuk pembelian kendaraan. alat-alat / investaris kantor. tidak boleh mendapat kredit dari pihak lain tanpa persetujuan terlebih dahulu dari bank pemberi kredit investasi yang bersangkutan. kecuali kredit yang lazim 50 . pembangunan rumah-rumah pegawai. Ketentuan besarnya penyertaan pembiayaan nasabah (self financing) Besarnya penyertaan nasabah (self financing) akan ditentukan oleh prioritas atau tidaknya proyek yang diusulkan serta golongan kredit investasinya. nasabah dari suatu bank yang kredit investasinya belum lunas. d.PENILAIAN INVESTASI b. c.

500 Ketentuan penyediaan self financing Kredit luar negeri juta = 20% = Rp. Apabila terjadi hal yang demikian. maka maksimal kredit investasi yang dapat diberikan oleh bank adalah jumlah biaya proyek setelah dikurangi bagian self financing nasabah dan pembiayaan dari sumber lain tersebut.(Rp. 150 - Maksimal kredit investasi yang dapat diberikan : Rp. Sebagai contoh. Dengan demikian yang dimaksud sumber pembiayaan lain di luar kredit bank dan dana sendiri tersebut adalah berupa pembiayaan dari luar negeri yang umumnya terjadi proyek AID. 100 juta + Rp. misalnya : Total biaya proyek juta - = Rp. 150 juta) = 250 juta 51 .PENILAIAN INVESTASI dalam kegiatan perdagangan. 500 juta . dimana untuk import-content lazimnya dibiayai dengan kredit luar negeri tersebut.

PENILAIAN INVESTASI

Skala

Penarikan

dan

Skala

Pelunasan Apabila bank sudah sampai pada kesimpulan bersedia untuk memberikan fasilitas kredit investasi dan besarnya kredit sudah ditentukan, maka masalah pokok selanjutnya adalah menetapkan persyaratan-persyaratan kredit yang telah disetujui. Di antara sekian banyak persyaratan yang ditetapkan, maka penetapan skala penarikan maupun skala pelunasan merupakan masalah penting yang perlu diperhatikan. a. Skala Penarikan Masalah penting yang harus diperhatikan di dalam menetapkan skala penarikan adalah bahwa skala penarikan harus sesuai dengan kebutuhan pembangunan proyek. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu disusun rencana pembangunan proyek yang menggambarkan tahap-tahap pengeluaran uang baik untuk
52

PENILAIAN INVESTASI

pengeluaran lokal, pengadaan barang melalui impor, pengeluaran untuk tenaga kerja dan jasa lainnya, maupun untuk kebutuhan masa trial run. Jadi yang dimaksudkan dengan rencana pembangunan dalam hal ini bukanlah semata-mata terdiri dari tahap-tahap pembangunan physik, tetapi meliputi pula tahap-tahap pengeluaran uang bagi proyek yang bersangkutan dan biasanya tahap-tahap pengeluaran uang tidak selalu sama dengan tahap perkembangan physik proyek, karena sebelum terpasang pada proyek, biasanya nasabah sudah melakukan pengeluaran-pengeluaran uang baik untuk pembelian bahan-bahan, tenaga kerja, jasa dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam meneliti rencana pembangunan, ada 2 hal yang harus diperhatikan dan dijadikan titik-tolak dalam menetapkan skala penarikan, yaitu saat pengeluaran dan besarnya pengeluaran pada setiap tahapan. b. Skala Pelunasan Skala pelunasan adalah daftar yang memuat rencana pelunasan suatu pinjaman baik pelunasan hutang pokok maupun hutang bunga. Untuk dapat menyusun skala pelunasan tersebut, terlebih dahulu perlu disusun apa yang disebut Proyeksi
53

PENILAIAN INVESTASI

Penerimaan dan Pengeluaran Kas (Projected Cash Flow). Selain project income statement, minimal selama masa laku kredit investasi tersebut. Penyusunan projected cash flow biasanya dapat dilakukan dengan berbagai cara atau bentuk, namun biasanya secara garis besarnya dapat dibagi dalam 3 sektor, yaitu :  Proyeksi Penerimaan Proyeksi penerimaan biasanya disusun berdasarkan atas pendapatan setelah pajak dan biaya-biaya noncash seperti penyusutan, amortisasi dan sebagainya. Jumlah tersebut adalah merupakan dana yang dapat dihimpun. Apabila diperkirakan ada penerimaan-penerimaan lain seperti penjualan aktiva tetap dan sebagainya, harus dimasukkan pula dalam sektor ini. Proyeksi Pengeluaran Dalam sektor ini dimasukan proyeksi pengeluaran-pengeluaran perusahaan di luar biaya operasional yang sudah dimasukkan dalam projected income statement. Namun apabila tidak memungkinkan untuk memproyeksikan
54

pengeluaran-pengeluaran tersebut, maka cukup apabila dicadangkan saja

PENILAIAN INVESTASI

berdasarkan prosentase tertentu dengan memperhatikan debt service ratio yang wajar. Debt service ratio adalah perbandingan antar dana terhimpun dengan dana yang diperuntukkan bagi pelunasan. Dalam praktek, seringkali terjadi penunggakan-penunggakan pembayaran oleh nasabah, apabila semua dana yang terhimpun dipergunakan untuk pelunasan, karena umumnya perusahaan juga mempunyai pengeluaran-pengeluaran lain di luar pengeluaran untuk pelunasan kredit. Oleh karena itu tidak semua dana yang dapat dihimpun harus digunakan untuk pelunasan kredit. Rencana Pelunasan Kredit (Pokok dan Bunga) Selisih antara proyeksi penerimaan dengan proyeksi pengeluaran setelah ditambah dengan saldo awal kas, akan merupakan dana yang tersedia untuk pelunasan (hutang dan bunga).

55

PENILAIAN INVESTASI Atas dasar projected cash flow tersebut kepada nasabah. perlu dibuatkan daftar / skala pelunasan tersendiri yang dipakai sebagai dasar atau pegangan. 56 . Untuk itu daftar / skala pelunasan tersebut harus dilampirkan pada Perjanjian Kredit (PK) yang ditandatangani bersama antara bank dengan nasabah dan sekaligus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari persetujuan kredit. baik bagi bank maupun nasabah dalam mengikuti pelaksanaan pelunasan kredit.

PENILAIAN INVESTASI Projected Income Statement Projected income statement merupakan proyeksi laba rugi yang disusun atas dasar rencana usaha yang ingin dicapai. Pada dasarnya penyusunan proyek ini tidak berbeda dengan penyusunan laba rugi namun lebih singkat (ringkas). 57 .

C. B. 300 juta Rp. 700 juta Estimasi ROR 15% 17% 18. 500 juta Rp. dan D yang masing-masing jumlah investasi dan estimasi ROR yang berbeda-beda sebagai berikut : Nama Proye k A B C D Jumlah investasi Yang diperlukan Rp.5% 19% 58 .PENILAIAN INVESTASI LATIHAN 1. 600 juta Rp. Ada 4 proyek A.

650 juta Rp. Jika cost of capital sebesar 18%. a. maka usulan proyek yang feasible adalah : proyek A proyek B proyek C proyek C dan proyek D. c.11 Rp.3 Proyek B Rp. b. 500 juta Rp. 3. 500 juta Rp.PENILAIAN INVESTASI 2. d. 450 juta Rp. 150 juta 1. 50 juta 59 . Proyek A Present value of net cash flows Initial cash outlay Net present value Profitability index 1.

76% 60 . c.76% 16.76% 19. a. A dan B ditolak. A ditolak. b. Jika NPV positif sebesar Rp. 4. B ditolak. maka besarnya IRR adalah : 17. d. maka usulan proyek a. c.PENILAIAN INVESTASI Sesuai dengan data tersebut di atas. 15 juta dari interest rate 17%. b. A dan B diterima. d.76% 18. dan NPV negatif Rp. 2 juta dari interest 19%.

PENILAIAN INVESTASI 5. Suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan net cash flow. b. 61 . d. c. disebut : net present value internal rate of return accounting rate of return payback Profitability index dapat dihitung dengan cara membandingkan antara present value dari proceeds dengan : net sales. c. d. a. b. Nilai investasi. 6. Gross sales. EBIT. a.

Investme nt 55.021 16. 5 16.021 16.PENILAIAN INVESTASI 7. b. 4 16. Proyek A. Proyek B.388 Target Rate of Return on Equipment 12% untuk setiap jenis.24 9 15. proyek mana yang akan dipilih ? a.021 16. 1 16.120 Cash Flow Thn.249 15. Jika anda akan mempertimbangkan 3 jenis usulan proyek dengan data sebagai berikut : Proye k A B C In.249 15. maka apabila menggunakan metode IRR.38 8 Thn.200 54. 62 .000 53.388 Thn.249 15.388 Thn. 2 16.02 1 16.021 16.388 Thn. 3 16.249 15.

2 45.000 63 .000 Thn.000 50.000 52. 3 45. 8. 1 45.PENILAIAN INVESTASI c. Investment 127. apabila target rate of return sebesar 15% ? In.000 Thn. IRR dan Payback Period dari cash flow dan kedua proyek berikut. b.000 140.000 40.000 60. Proyek X Proyek Y Thn. nama yang anda pilih.000 Proyek X Y a. Dengan menghitung NPV. Proyek C. 4 55.000 Thn.

b. 6. 64 . Initial outlay dan net cash flow after tax sebagai berikut : Proye k 1 2 3 In.200 Rp. Investme nt Rp.000 Rp. 2. 2. 7.300 Rp.000 Rp.220 Tahun 2 Rp. dan target rate 14%. Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli 3 buah peralatan baru (mutually exclusive equipment). 8.825 Dengan menggunakan NPV Criterion.700 Tahun 3 Rp. Proyek 2. Proyek 1.000 Rp.500 Rp. 5. 2. 2.400 Rp. proyek mana yang anda pilih ? a. 8. 5. 2.PENILAIAN INVESTASI 9.900 Expected Cash Flow Tahun 1 Rp. 1.000 Rp.

00 Rp.000. 400. d. Negative c.000. 250. 107. Semua proyek ditolak.000. 117.000.00 tahun 5 – 10 Rp. 350. 117.00 65 . Estimasi cash flow tahun 2 tahun 3 tahun 4 Rp.000.675.00 Rp.000.PENILAIAN INVESTASI c.675. dan tahun 1 sebesar Rp. 107.000.000. 1 milyar. maka net present value a.00 Rp. 700 juta.00 Rp. Proyek 3.00 Rp.000. Positive b. 10. Negative d. 300.675.000. Investasi pada tahun 0 diperkirakan Rp.000.000. Suatu perusahaan ingin memperluas product line.00 Apabila Rate of Return yang diminta 15%. Positive Rp.675.

X ……………………………… = Rp ……………………. + Rp ……………………. = ………………………….. NPV = …………………… berarti IRR = …………………………...% Proyek B : 66 .PENILAIAN INVESTASI LEMBARAN JAWABAN Nomor 7 : Proyek A : NPV = Rp ……………………… + Rp ……………………..

= Rp ……………………. = Rp …………………… + Rp ………………. + Rp ……………………. NPV dengan DF ……………………% NPV = Rp ……………………. X ……………………………… = Rp ……………………. % = ……………… % Proyek C : NPV = Rp …………………… + Rp ………………. IRR = ……………….. X ……………………………… = Rp ……………………..% + ……………………. + Rp ……………………. = ……………… % + ……………………. + Rp …………………….. X ……………………... + Rp ……………………. 67 . = Rp …………………….... X ……………….PENILAIAN INVESTASI NPV = Rp …………………….

. X ………………… = Rp …………………… + Rp ……………….. % 68 ... % = ……………………. % + ……………………. % + …………………….PENILAIAN INVESTASI = Rp …………………… NPV dengan discount factor …………… % NPV = Rp …………………… + Rp ……………….. = Rp …………………… IRR untuk proyek C : IRR = ……………………. X ……………………… % = …………………….

Ranking Keputusan …………………… …… …………………… …. ………………...PENILAIAN INVESTASI Ranking pengambilan keputusan : Proye A B C IRR …… % …… % …… % Target RR ………. …………….. Proyek “Y” 69 . % Keputusan I ……………… . ……………. % ……… % ………..

.) NPV (Rp …………) (Rp ……….) (Rp …………) DF ….) (Rp ……….) (Rp …..) (Rp …………) (Rp ……….) (Rp ………..) (Rp ……….) (Rp ………...) (Rp ………. % + ……………… % = …………. % = ………….PENILAIAN INVESTASI Tahun 0 1 2 3 4 Cash Flow (Rp ………. % + ……………… X ……………. ………… PV (Rp ………. % Payback Period : 70 ..……...) (Rp ……….) IRR = ………….) DF … % …………… …………… …………… …………… …………… PV (Rp …………) (Rp ………..) (Rp ………..... % ………… ………… ………… ………..

X …………… bulan = ………….PENILAIAN INVESTASI Total Project Cost Cash Flow Tahun I (Rp …………………………………) ……………………………………….) cash Flow Tahun II ………………………………………. (Rp ……………………………….. Metrik Keputusan : 71 . = ………… / …………. Payback Period= …………… tahun. Rp …………………………………. (Rp …………………………………) Cash Flow Tahun III Kelebihan Tahun ketiga bulan).. bl (…….. ……………………………………….

PENILAIAN INVESTASI Proye X Y NPV Rp …………… Rp …………… IRR ……… % ……… % Payback Period …. tahun Keputusan ……………… ……………… Nomor 8 : Perhitungan NPV. tahun …. dan Payback Period Proyek “X” 72 . bulan …. IRR.

……..) IRR = …….) DF … % …………… …………… …………… PV (Rp …………) (Rp ……….…….) (Rp ………. % + ….) (Rp …………) DF ….. % = ……………………… % Payback Period : Total Project Cost Cash Flow Tahun I (Rp …………………………………) ………………………………………. 73 ....PENILAIAN INVESTASI Tahun 0 1-4 4 Cash Flow (Rp ……….. % = …….. % ………… ………… ………… PV (Rp ………...… X …………….) NPV (Rp …………) NPV (Rp ……….) (Rp …. X …………….) (Rp ………..) (Rp ………. % + ………….

PENILAIAN INVESTASI (Rp ………………………………. Rp …………………………………. Metrik Keputusan : ………………………………………. 74 . = ………… / …………. bl (…….) cash Flow Tahun II ………………………………………. (Rp …………………………………) Cash Flow Tahun III Kelebihan Tahun III bulan).. Payback Period= …………… tahun.. X …………… bulan = …………..

tahun Keputusan ……………… ……………… Nomor 9 : Proyek 1 Tahu n 0 1 2 3 Cash Flow (Rp ……….) (Rp 75 .) (Rp ……….) (Rp ………..PENILAIAN INVESTASI Proye X Y NPV Rp …………… Rp …………… IRR ……… % ……… % Payback Period ….. tahun …. bulan ….) DF … % ………… … ………… … ………… PV (Rp …………) (Rp ……….

PENILAIAN INVESTASI (Rp ………..) (Rp ……….) ……….) DF … % …………… …………… …………… …………… NPV Proyek 3 Tahun 0 1 2 Cash Flow (Rp ……….) (Rp …………) 76 .) (Rp ……….) ……….) (Rp …………) (Rp …………) (Rp …………) Proyek 2 Tahun 0 1 2 3 Cash Flow (Rp (Rp (Rp (Rp ………..) ………..) DF … % …………… …………… …………… PV (Rp …………) (Rp ……….) … ………… … NPV …………) (Rp …………) (Rp …………) PV (Rp …………) (Rp ………..

PENILAIAN INVESTASI 3 (Rp ……….) Rp …………………. ……… ( ……………. karena menghasilkan NPV ………………………. 77 .. ….. …….…. Rp ………….. Rp …………. ……………... …….... ……... ……. …….) …………… NPV (Rp …………) (Rp …………) Keputusan : Tiga usulan proyek di …………………………………….. Nomor 10 : Tahu n 0 1 2 3 4 510 Cash Flow Rp ………. (Rp ……………….. ……..) …………….....….. DF … % …………… …………… …………… …………… …………… …………… PV Rp …….. ……………..

…….PENILAIAN INVESTASI Rp ………….. NPV …………….. …….. ……. %.... ( ……………... *) PV anuity …………….. ……..) …………….. tahun PV anuity …………… %. tahun ……….. ……………. s/d …………… RANGKUMAN 78 . ……………... ……. ……………. …….

dan benefit cost ratio. Payback period untuk menentukan jumlah tahun yang dibutuhkan untuk menutup nilai investasi yang tertanam dalam proyek. internal rate of return. Kriteria diterimanya apabila payback period lebih pendek dari umur proyek. IRR merupakan discount rate yang sama jumlahnya dengan present value dari net cash in flow yang diharapkan terhadap initial cash outflow. Metode ini mempunyai kelemahan. Metode yang diterapkan antara lain payback period. Metode ini juga mengabaikan time value of money.PENILAIAN INVESTASI Pada bagian ini khusus membahas alternatif metode penilaian investasi. yaitu tidak mempertimbangkan cash flow yang diterima setelah masa payback period tercapai. Dengan demikian tidak cocok jika metode ini digunakan sebagai ukuran profitabilitas. Proyek ditolak jika payback period lebih lama dari umur proyek. yaitu selisih antara proposal present value dari net cash in flow dengan biaya investasi atau initialcash out flow. NPV menunjukkan nilai potensi kenaikan nilai perusahaan bila proyek diterima. Untuk melengkapi kriteria investasi. net present value. digunakan metode net present value (NPV). maka proyek diterima dan jika kurang dari 9 proyek ditolak. Bila NPV 0 atau lebih. Bila net cash flow 79 . Jadi pada saat itu NPV sama dengan 0.

proyek diterima. maka IRR dicari dengan cara coba-coba. IRR lebih besar dari rate of return yang diminta.PENILAIAN INVESTASI tidak seimbang. 80 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->