P. 1
biologixi-Renidiastuti

biologixi-Renidiastuti

|Views: 8,193|Likes:
Published by cyanizze

More info:

Published by: cyanizze on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

Gangguan pada sistem reproduksi wanita dapat berupa gangguan
menstruasi, kanker genitalia, endometriosis, dan infeksi vagina.

Gambar 9.14 Alat kontrasepsi
dengan alat bantu (a) pil, (b)
spiral.

Sumber: www.wikipedia.org, 2006.

(a)

(b)

Bab 9 – Sistem Reproduksi

269

a. Gangguan menstruasi
Gangguan menstruasi terdiri atas amenore primer dan amenore sekunder.
Amenore primer adalah tidak terjadinya manarkhe (menstruasi) sampai
usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder. Amenore
sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih
pada orang yang telah mengalami siklus menstruasi.

b. Kanker genitalia

Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks, dan
ovarium. Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya, mungkin karena
iritasi yang disebabkan oleh virus. Pengobatannya dengan kemoterapi dan
bedah laser.

Kanker serviks terjadi bila pertumbuhan sel-sel yang abnormal di seluruh
lapisan epitel serviks. Penanganannya dengan pengangkatan uterus, oviduk,
ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limfa panggul.
Kanker ovarium gejalanya tidak jelas. Biasanya dapat berupa rasa pegal
pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami
pendarahan vagina abnormal. Penanganannya dengan kemoterapi dan
pembedahan.

c. Endometriosis

Endometriosis adalah keadaan di mana jaringan endometrium terdapat
di luar rahim, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau jalur di
luar rahim. Gejalanya berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri
pada saat menstruasi. Jika tidak ditangani akan menyebabkan sulit terjadinya
kehamilan. Penanganannya dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi, atau
bedah laser.

d. Infeksi vagina

Gejalanya berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi ini menyerang
wanita usia produktif terutama yang menikah. Penyebabnya adalah akibat
hubungan kelamin.

2. Gangguan pada sistem Reproduksi Pria

Gangguan pada sistem reproduksi pria dapat berupa hipogonadisme,
kriptorkidisme, prostatitis, epididimitis, dan orkitis.
a. Hipogonadisme, merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan
oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan estrogen.
Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi, dan tidak adanya
tanda-tanda kepriaan. Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi
hormon.
b. Kriptorkidisme, merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis untuk
turun dari rongga abdomen ke dalam scrotum pada waktu bayi.
Penangannya dapat dilakukan dengan pemberian hormon human chorionic
gonadotropin
untuk merangsang testoteron.

BiologiSMA/MA Kelas XI

270

c. Uretritis, peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering
buang air kecil. Penyebabnya adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma
urealyticum,
atau virus herpes.
d. Prostatitis, merupakan peradangan prostat. Penyebabnya adalah bakteri
Escherichia coli ataupun bukan bakteri.
e. Epididimitis, merupakan infeksi yang sering terjadi pada saluran
reproduksi pria. Penyebabnya adalah E. coli dan Chlamydia.
f. Orkitis, merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus
parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.

Bio Eksplorasi

Fakta tentang “Makanan Paling Segar” (ASI)

Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang
dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan
yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu.
Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI,
yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai,
memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak
yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya
berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.

Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya
tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga
membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat
mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI.
Namun, ASI sedikitnya 90% adalah air, memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam
cara yang paling bersih dan sehat.

Sumber: www.harunyahya.com, 2006.

Setelah membaca uraian tersebut jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Bagaimana ASI dapat memberikan kedekatan emosional antara ibu dan bayi
yang disusuinya?
2. Apa sajakah kandungan Air Susu Ibu (ASI)?

Bab 9 – Sistem Reproduksi

271

R a n g k u m a n
R a n g k u m a n

1. Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru
dari organisme sebelumnya.
2. Reproduksi aseksual (vegetatif) adalah terbentuknya individu
baru tanpa melakukan peleburan sel kelamin. Sedangkan
reproduksi seksual (generatif) melibatkan persatuan sel kelamin
(gamet) dari dua individu yang berbeda jenis kelamin.
3. Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi,
spermatogenesis, dan hormon-hormon pada pria.
4. Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi dan proses
oogenesis, fertilisasi, kehamilan, dan persalinan.
5. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan dan
pematangan spermatozoa (sel benih pria).
6. Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam
ovarium.
7. Peristiwa fertilisasi terjadi saat spermatozoa membuahi ovum
di tuba fallopii.
8. ASI memberikan proteksi alamiah dengan cara mengalirkan
antibodi penting dari ibu ke bayinya.
9. Gangguan pada sistem reproduksi wanita misalnya gangguan
menstruasi, kenker genetika, endometriosis, dan infeksi
vagina.
10. Gangguan sistem reproduksi pria misalnya hipogonadisme,
kriptorkidisme, uretritis, prostatitis, epididimitis, dan orkitis.

Uji Kompetensi

I. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1. Sperma yang matang disimpan dalam ….
a. tubulus seminiferus
b. uretra
c. epididimis
d. vas deferens
e. saluran prostat

BiologiSMA/MA Kelas XI

272

2. Alat reproduksi wanita terdiri atas:
1. vagina
2. ovarium
3. tuba fallopii
4. uterus

Jalannya sel telur sejak dibentuk sampai menjadi embrio secara berurutan
dimulai dari ….
a. 2, 3, 4

d. 3, 1, 4

b. 2, 4, 3

e. 1, 2, 4

c. 2, 1, 4
3. Implantasi merupakan penanaman … ke dalam endometrium uterus.
a. zigot

d. morula

b. gastrula

e. janin

c. blastula
4. Pengaruh kerja pil kontrasepsi oral yaitu ….
a. mencegah terjadinya haid
b. mencegah pematangan sel telur
c. mematikan sperma yang masuk ke dalam rahim
d. menambah daya tahan tubuh
e. mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium
5. Hormon yang aktif paling awal pada proses menstruasi seorang wanita
dewasa adalah ....
a. estrogen
b. progesteron
c. gonadotrophin
d. FSH
e. LH

6. Anak laki-laki yang telah mengalami pubertas mengalami perubahan
suara dan bentuk tubuh. Perubahan ini dipengaruhi oleh hormon ….
a. testoteron

d. tiroksin

b. progesteron

e. somatotropin

c. adrenalin
7. Ovulasi dirangsang oleh hormon ….
a. FSH

d. relaksin

b. LH

e. estrogen

c. oksitosin
8. Membran yang melindungi embrio dalam rahim terhadap goncangan
adalah ….
a. amnion
b. korion
c. alantois
d. sakus vitelinus
e. amnion dan alantois

Bab 9 – Sistem Reproduksi

273

9. Berikut ini adalah hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus,
kecuali ....
a. oksitosin
b. prostaglandin
c. relaksin
d. estrogen
e. progesteron
10. Gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi pria yang disebabkan oleh
virus herpes adalah ....
a. uretritis
b. prostatitis
c. epididimitis
d. orkitis
e. hipogonadisme

II. Uraian

1. Mengapa menstruasi tidak akan terjadi jika ovum dibuahi oleh sperma?
2. Manakah jenis kelamin pada manusia yang menghasilkan paling banyak
gamet selama hidupnya? Mengapa demikian?
3. Mengapa testis berada di luar anggota tubuh?
4. Sebutkan perbedaan antara spermatogenesis dan oogenesis!
5. Sebutkan gangguan sistem reproduksi baik pada wanita maupun pria!

III. Studi kasus

Penyakit Menular Seksual

Apa yang dimaksud dengan PMS?

PMS adalah singkatan dari Penyakit Menular Seksual, yang berarti suatu
infeksi atau penyakit yang kebanyakan ditularkan melalui hubungan seksual
(oral, anal, atau lewat vagina). PMS juga diartikan sebagai penyakit kelamin
atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Harus diperhatikan
bahwa PMS menyerang sekitar alat kelamin tetapi gejalanya dapat muncul
dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak, dan organ
tubuh lainnya. Contohnya HIV/AIDS dan Hepatitis B dapat ditularkan melalui
hubungan seks tapi keduanya tidak terlalu menyerang alat kelamin.

Apa hubungan organ-organ reproduksi dengan PMS?

Kebanyakan PMS membahayakan organ-organ reproduksi. Pada wanita,
PMS menghancurkan dinding vagina atau leher rahim, biasanya tanpa tanda-
tanda infeksi. Pada pria, yang terinfeksi lebih dulu adalah saluran air kencing.
Jika PMS tidak diobati dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak
normal dari penis dan berakibat sakit pada waktu buang air kecil. PMS yang

BiologiSMA/MA Kelas XI

274

tidak diobati dapat memengaruhi organ-organ reproduksi bagian dalam dan
menyebabkan kemandulan baik pada pria atau wanita.

Dapatkah PMS disembuhkan?

Tidak semua PMS dapat disembuhkan. PMS yang disebabkan oleh
virus, seperti HIV/AIDS, herpes kelamin, dan Hepatitis B adalah contoh
PMS yang tidak dapat disembuhkan. HIV/AIDS merupakan penyakit yang
paling berbahaya. HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan dan merusak sistem
kekebalan tubuh manusia yang memiliki peranan paling penting dalam
melawan penyakit. Banyak orang meninggal karena AIDS disebabkan oleh
sistem kekebalan tubuh mereka tidak dapat melawan infeksi.
Herpes kelamin memiliki gejala yang muncul-hilang dan bisa terasa sangat
sakit jika penyakit tersebut sedang aktif. Pada herpes, obat-obatan hanya
bisa digunakan untuk mengobati gejala saja, tetapi virus yang menyebabkan
herpes tetap hidup di dalam tubuh selamanya.

Apakah setiap PMS memiliki gejala?

Tidak!
Kadang-kadang PMS tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga
kita tidak tahu kalau kita sudah terinfeksi. PMS dapat bersifat asymptomatic
(tidak memiliki gejala) baik pada pria atau wanita. Beberapa PMS baru
menunjukkan tanda-tanda dan gejala berminggu-minggu, berbulan-bulan,
bahkan bertahun-tahun setelah terinfeksi.
Pada wanita, PMS bahkan tidak dapat terdeteksi. Walaupun seseorang
tidakmenunjukkan gejala-gejala terinfeksi PMS dan tidak mengetahui bahwa
mereka terkena PMS, mereka tetap bisa menulari orang lain.
Orang yang terinfeksi HIV biasanya tidak menunjukkan gejala setelah
bertahun-tahun terinfeksi. Tidak seorang pun dapat menentukan apakah
betul atau tidak seseorang terinfeksi hanya berdasarkan penampilannya
saja. Walaupun orang tersebut mungkin terlihat sehat, mereka masih bisa
menularkan HIV kepada orang lain. Kadang, orang yang sudah terinfeksi HIV
tidak sadar bahwa mereka mengidap virus tersebut karena mereka merasa
sehat dan bisa tetap aktif. Hanya tes laboratorium yang dapat menunjukkan
seseorang telah terinfeksi HIV atau tidak.

Sumber:UNAIDS dan WHO, 1998, Alan Guttmacher Institute

Diskusikan bersama teman kalian tentang beberapa hal berikut:
1. Bagaimana akibat buruk PMS bagi seseorang?
2. Menurut pendapat kalian, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah
terhadap masalah PMS ini?
3. Bagaimana sikap kalian terhadap orang yang menderita penyakit AIDS?

Latihan Ulangan Semester 2

275

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->