P. 1
biologixi-Renidiastuti

biologixi-Renidiastuti

|Views: 8,198|Likes:
Published by cyanizze

More info:

Published by: cyanizze on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

E.

Tahukah kalian lingkungan di mana sel-sel itu hidup? Lingkungan suatu
sel selamanya berupa cairan. Namun, hal ini tidak begitu terlihat jelas pada
organisme-organisme multiseluler seperti pohon dan manusia. Sel-sel pada
organisme multiseluler dikelilingi cairan yang disebut cairan ekstra sel (CES).

Bab 1 – Sel

19

CES memiliki komponen utama air. CES menyediakan molekul atau ion yang
diperlukan suatu sel. CES juga menampung hasil atau limbah yang dihasilkan
sel.

Lalu, bagaimanakah cara sel memperoleh molekul atau ion? Sel akan
melakukan transpor molekul. Transpor molekul dilakukan sel melalui
membran sel yang bersifat selektif permiabel. Artinya, membran sel dapat
dilewati molekul tertentu sesuai yang dikehendakinya. Transpor molekul
pada sel terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi cairan antara ruang
di dalam sel dengan cairan ekstra sel. Inilah yang disebut dengan gradien
konsentrasi
.

Transpor molekul melalui membran dapat terjadi secara pasif (transpor
pasif) dan dapat pula terjadi secara aktif (transpor aktif). Transpor pasif
merupakan transpor yang tidak memerlukan energi, meliputi difusi, difusi
terfasilitasi, dan osmosis. Transpor aktif adalah transpor melalui membran
dengan melawan kecenderungan alami yaitu melawan gradien konsentrasi
dengan menggunakan energi ATP. Transpor melalui membran jenis lain
adalah endositosis dan eksositosis.
Prinsip-prinsip dasar transpor melalui membran adalah setiap molekul
memiliki kecenderungan untuk menempati ruang secara merata. Molekul
pada konsentrasi tinggi memiliki tekanan yang lebih besar dan setiap molekul
mempunyai kecenderungan untuk selalu bergerak karena mengandung energi
kinetik. Dengan demikian secara alami terdapat kecenderungan molekul pada
konsentrasi tinggi bergerak ke konsentrasi rendah.

1. Transpor Pasif

a. Difusi

Difusi dapat diartikan perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari
larutan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi rendah
(hipotenis). Dengan kata lain setiap zat akan berdifusi menuruni gradien
konsentrasinya. Hasil dari difusi adalah konsentrasi yang sama antara larutan
tersebut dinamakan isotonis.
Kecepatan zat berdifusi melalui membran sel tidak hanya tergantung
pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan, dan daya larut
dalam lemak (lipid). Membran sel kurang permeabel terhadap ion-ion (Na+,
Cl–, K+) dibandingkan dengan molekul kecil yang tidak bermuatan. Dalam
keadaan yang sama molekul kecil lebih cepat berdifusi melalui membran sel
daripada molekul besar.
Molekul-molekul yang bersifat hidrofobik dapat bergerak dengan mudah
melalui membran daripada molekul-molekul hidrofolik. Molekul-molekul
yang besar dan ion dapat bergerak melalui membran.

b. Difusi terfasilitasi

Difusi terfasilitasi melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati
membran dengan bantuan protein transpor. Protein transpor merupakan

BiologiSMA/MA Kelas XI

20

pada lingkungan hipertonis, dapat mengalami plasmolisis yaitu terlepasnya
sel dari dinding sel.

protein khusus yang menyediakan suatu ikatan sik bagi molekul yang
sedang bergerak. Protein transpor juga merentangkan membran sel sehingga
menyediakan suatu mekanisme untuk pergerakan molekul. Difusi terfasilitasi
juga merupakan transpor pasif karena hanya mempercepat proses difusi dan
tidak merubah arah gradien konsentrasi.

c. Osmosis

Osmosis merupakan
difusi air melalui selaput
semipermeabel. Hal
ini berarti ada zat yang
dapat masuk ke sel dan
adapula zat yang tidak
dapat masuk ke sel.
Carilah informasi dari
internet, buku, atau surat
kabar tentang zat-zat
tersebut, kemudian
tuliskan pada buku
tugas! Kumpulkan
hasilnya pada guru
kalian!

Tindak Lanjut

Sumber: Campbell et al, Biologi Jilid 1, 2006, Hal. 149.

Gambar 1.12 Model terjadinya proses osmosis.

Osmosis merupakan difusi air melalui selaput
semipermeabel. Air akan bergerak dari daerah yang
mempunyai konsentrasi larutan rendah ke daerah
yang mempunyai konsentrasi larutan tinggi.
Tekanan osmosis dapat diukur dengan suatu
alat yang disebut osmometer. Air akan bergerak
dari daerah dengan tekanan osmosis rendah ke
daerah dengan tekanan osmosis tinggi. Sel akan
mengerut jika berada pada lingkungan yang
mempunyai konsentrasi larutan lebih tinggi. Hal
ini terjadi karena air akan keluar meninggalkan
sel secara osmosis. Sebaliknya jika sel berada
pada lingkungan yang hipotonis (konsentrasi
rendah) sel akan banyak menyerap air, karena
air berosmosis dari lingkungan ke dalam sel. Jika
sel-sel tersebut adalah sel tumbuhan, maka akan
terjadi tekanan turgor apabila dalam lingkungan
hipotonis. Sebaliknya jika sel tumbuhan berada

Bab 1 – Sel

21

P r o f i l

Robert Hooke

Robert Hooke (1635 – 1703), ilmuwan Inggris yang terkenal
dengan teori elastisitas. Lahir di Pulau Wight, belajar di Oxford.
Mendampingi Robert Boyle ahli fisika sebagai asistennya,
membantunya dalam kontruksi pompa air. Tahun 1662 dia ditunjuk
sebagai kepala penelitian Royal Society sampai dia wafat. Dia
terpilih sebagai Partner Royal Society di tahun 1663 dan ditunjuk
sendiri oleh Gresham ahli geometri di Oxford. Kontribusi terbesar
Hooke adalah rumusan teori clasticiti.Dia juga sebagai pelopor
dalam penelitian mikroskopik, dan mengemukakan observasinya,
termasuk penemuan sel tumbuhan.

Sumber: Microsoft Encarta, 2005.

www.discover.edventures.com.

2. Transpor Aktif

Pada transpor aktif diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan
gradien konsentrasi. Transpor aktif sangat diperlukan untuk memelihara
keseimbangan molekul-molekul di dalam sel. Sumber energi untuk transpor
aktif adalah ATP (adenosin trifosfat).

Transpor aktif primer dan sekunder

Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP,
sedangkan transpor aktif sekunder memerlukan transpor yang tergantung
pada potensial membran. Kedua jenis transpor tersebut saling berhubungan
erat karena transpor aktif primer akan menciptakan potensial membran dan
ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.
Transpor aktif primer dicontohkan pada keberadaan ion K+ dan Na+
dalam membran. Kebanyakan sel memelihara konsentrasi K+ lebih tinggi di
dalam sel daripada di luar sel. Sementara konsentrasi Na+ di dalam sel lebih
kecil daripada di luar sel.
Transpor aktif sekunder dicontohkan pada asam amino dan glukosa
dengan molekul pengangkutannya berupa protein transpor khusus.
Pengangkutan tersebut bersama dengan pengangkutan Na+ untuk berdifusi
ke dalam sel. Pengangkutan Na+ adalah transpor aktif primer yang
memungkinkan terjadinya pontensial membran, sehingga asam amino dan
glukosa dapat masuk ke dalam sel.

BiologiSMA/MA Kelas XI

22

Sumber: Campbell et al, Biologi Jilid 1, 2006, Hal. 152 dan 155.

Gambar 1.13 (a) Proses transpor aktif. (b) Fagositosis, (c) Pinositosis, (d) Endositosis.

(b)

(d)

(c)

(a)

Bab 1 – Sel

23

Kegiatan 1.3

Permeabilitas Membran Sel (Pengaruh Suhu dan Pelarut)

Tujuan: mengamati pengaruh perlakuan sik (suhu) dan kimia
(jenis pelarut) terhadap permeabilitas membran sel.

Alat dan Bahan

1. Pelubang gabus berdiameter 0,5 cm
2.Bunsen/pemanas listrik

3. Endositosis dan Eksositosis

a. Eksositosis

Eksositosis dapat diartikan, keluarnya zat dari dalam sel. Vesikel dari
dalam sel berisi senyawa atau sisa metabolisme. Bersama aliran plasma,
vesikel tersebut akhirnya sampai pada membran dan terjadilah perlekatan.
Daerah perlekatan akan mengalami lisis dan isi vesikel keluar.

b. Endositosis

Endositosis merupakan proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel.
Partikel-partikel dari luar sel menempel pada membran kemudian mendesak
membran sehingga terjadilah lekukan yang semakin lama semakin dalam
bentuknya seperti kantung dan akhirnya menjadi bulat lalu terlepas dari
membran. Bulatan tersebut berisi partikel, lalu akan dicerna oleh lisosom/
enzim pencerna yang lain. Endositosis memiliki dua macam bentuk yaitu
pinositosis dan fagositosis. Pinositosis merupakan proses pemasukan zat ke
dalam sel yang berupa cairan. Hal ini sesuai dengan arti pino sendiri yaitu
minum. Sedangkan fagositosis (fago = makan) merupakan pemasukan zat
padat atau sel lainnya ke dalam tubuh sel. Sesuai dengan artinya, peristiwa
ini seperti sel memakan zat lain. Perhatikan gambar 1.13.

1) Pinositosis

Bahan pada membran plasma reseptor akan menempel sehingga terjadi
lekukan. Lekukan lama-kelamaan semakin dalam dan membentuk kantung.
Kantung yang terlepas akan berada dalam sitoplasma. Kantung ini disebut
gelembung pinositosis. Gelembung pinositosis akan mengerut dan pecah
menjadi gelembung kecil-kecil kemudian bergabung menjadi gelembung
yang lebih besar.

2) Fagositosis

Fagositosis merupakan proses penelanan partikel-partikel makanan dan
sel-sel asing, misalnya pada Amoeba dan sel-sel darah putih. Makanan atau
partikel lain akan menempel pada membran, lalu membran akan membentuk
lekukan. Membran akan menutup dan membentuk kantung, lalu kantung
melepaskan diri.

BiologiSMA/MA Kelas XI

24

3.Tabung reaksi bertutup ulir (10 buah; diameter 2,5 cm)
4.Gelas kimia atau wadah tahan panas
5. Umbi kunyit/bit gula
6. Metanol
7. Aseton
8. Akuades

Langkah Kerja

1. Buatlah kelompok dengan teman-teman kalian!
2. Buat 10 silinder umbi kunyit dengan diameter 0,5 cm dan
panjang 2,0 cm menggunakan pelubang gabus! Jika tidak
tersedia pelubang gabus, dapat dibuat potongan persegi
atau kubus, dengan panjang sisi 1 cm.
3. Cuci dengan air mengalir untuk menghilangkan pigmen
yang ada pada permukaan silinder!

Perlakuan Fisik (Suhu)

4. Celupkan masing-masing dua potong silinder umbi
kunyit/bit gula ke dalam akuades bersuhu 70o, 50o, dan 40o
C selama 1 menit! Silinder umbi langsung dipindahkan ke
dalam 5 ml akuades bersuhu kamar dan biarkan terendam
dalam keadaan statis selama 1 jam!

Perlakuan dengam Pelarut Organik

5. Rendam dua potong silinder umbi kunyit/bit gula dalam
5 ml metanol, dan dua potong lainnya direndam dalam 5
ml aseton, masing-masing selama 30-40 menit pada suhu
kamar!

Kontrol

6. Masukkan dua potong silinder umbi kunyit/bit gula
dalam akuades dan diamkan dalam suhu kamar dalam
waktu yang sama!

Analisis

7. Diakhir perendaman, semua perlakuan dan kontrol,
tabung dikocok dan amati perbedaan warna pada masing-
masing perlakuan! Tulis hasil pengamatan kelompok kalian
seperti pada tabel pengamatan! Bagaimana interpretasi
kalian tentang perbedaan warna pada masing-masing
perlakuan?

Bab 1 – Sel

25

Bio Eksplorasi

Kekompleksan Sel

Sel merupakan sistem dengan desain paling rumit paling kompleks dan paling
indah yang pernah disaksikan oleh manusia. Profesor biologi Michael Denton, di
dalam bukunya bertajuk Evolution: A Theory in Crisis, menjelaskan kekompleksan
ini dengan satu contoh:

“Untuk memahami realitas kehidupan seperti yang telah diungkapkan biologi
molekuler, kita perlu memperbesar sebuah sel seratus juta kali sehingga diameternya
mencapai 20 kilometer dan menyerupai raksasa, yang cukup besar untuk menutup
sebuah kota seperti London atau New York. Apa yang akan kita lihat kemudian
ialah sebuah objek yang mempunyai kerumitan yang tiada tandingan dan desain
yang adaptif. Di permukaan sel ini kita akan mendapati berjuta-juta lubang, seperti
lubang-lubang pangkalan sebuah pesawat induk angkasa, ia terbuka dan tertutup
untuk memjaga aliran materi masuk dan keluar. Bila, kita dapat memasuki lubang ini,
kita akan mendapati diri kita berada di dalam sebuah dunia yang berteknologi tinggi
dan kompleks yang mencengangkan. Inilah sebuah kompleksitas di luar jangkauan
kreativitas kita, suatu realitas yang berlawanan dengan kebetulan, yang dalam
segala hal melampaui semua yang dihasilkan kecerdasan manusia...”

Seorang ahli matematika dan astronomi Inggris, Sir Fred Hoyle telah melakukan
perbandingan di dalam satu wawancara dengannya yang telah disiarkan dalam
majalah Nature, pada tanggal 12 November 1981. Walaupun, beliau adalah seorang
evolusionis tetapi beliau menegaskan bahwa peluang untuk munculnya makhluk
hidup tingkat tinggi terbentuk dengan cara kebetulan adalah seperti tornado yang
meluncur cepat sehingga berhasil merakit bahan-bahan di sekelilingnya untuk
membentuk sebuah Boeing 747. Ini berarti, adalah mustahil untuk sebuah sel
terbentuk secara kebetulan, oleh itu, pasti ia telah diciptakan.

Sumber: Harun Yahya, Keruntuhan Teori Evolusi, 2004.

Setelah membaca uraian tersebut jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Menurut pendapat kalian benarkah teori evolusi yang menyatakan makhluk
hidup pertama yang muncul adalah makhluk hidup bersel satu kemudian
disusul makhluk hidup yang lebih kompleks?
2. Berikan pendapat atas jawaban kalian tersebut!

Tabel Pengamatan
Hasil pengamatan perlakukan
sik dan kimia terhadap
umbi kunyit/bit gula

Perlakuan

Warna Larutan

Fisik (Suhu)

400

C

500

C

700

C

Pelarut Organik

Metanol

Hexan

Kontrol

Akuades

BiologiSMA/MA Kelas XI

26

1. Sel merupakan unit terkecil dari kehidupan.
2. Struktur sel meliputi membran sel, inti sel, sitoplasma, dan
organel sel.
3. Membran sel tersusun atas lipoprotein dan bersifat selektif
permrabel.
4. Organel sel meliputi ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria,
badan golgi, sentrosom, lisosom, plastida, mikrotubulus,
mikro lamen, dan peroksisom.
5. Sel prokariotik tidak mempunyai inti dan sistem endomembran
seperti retikulum endoplasma, mitokondria, dan badan golgi.
6. Sel eukariotik memiliki inti dan sistem endomembran.
7. Sel tumbuhan memiliki organel yang tidak dimiliki sel hewan
yaitu dinding sel, vakuola, dan plastida.
8. Sel hewan memiliki organel yang tidak dimiliki sel tumbuhan
yaitu agel dan sentriol.
9. Transpor pada sel terdiri atas transpor pasif (difusi, difusi
terfasilitasi, osmosis) dan transpor aktif (transpor aktif primer,
transpor aktif sekunder, eksositosis, endositosis). Endositas terdiri
atas fogositosis dan pinositosis.

R a n g k u m a n
R a n g k u m a n

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->