P. 1
budaya kerja

budaya kerja

|Views: 1,425|Likes:
Published by smkn1mataram

More info:

Published by: smkn1mataram on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan ridhoNya Penulis

dapat menyusun Modul Budaya Kerja, untuk tingkat I Sekolah Menengah Kejuruan pada program keahlian sekretaris, modul ini diharapkan sebagai penunjang bahan ajar. Mengingat begitu sulitnya mendapatkan bahan ajar yang memadai pada SMKN 1 Mataram Khusus mata diklat Budaya Kerja. Modul ini, masih jauh dari sempurna oleh karenanya dengan segala kerendahan hati penulis menerima saran dan keritik yang bersifat membangun untuk penyempurnaan selanjutnya dikemudian hari. Akhirnya penulis, taklupa juga mengucapkan banyak terimakasih kepada : 1. Bapak Drs. I Wayan Pura Yasnawan 2. Ibu Dra. Ny. Sukina yang telah banyak membantu dalam penyusunan modul ini. Semoga modul ini bermanfaat bagi para peserta didik, khususnya pada program keahlian sekretaris. Mataram, 2006 Penyusun, Februari

(Siti Aisyah, H.A.B.A)

BUDAYA KERJA Uraian Materi
Modul Budaya Kerja

Kode : I BSADMGA : AD02

1

A. Landasan Hukum Budaya Kerja: 1. Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. 2. Ketetapan MPR no. II/MPR/1988 Tentang Garis Besar Haluan Negara, Repelita V. 3. Undang-undang no. 8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian. 4. Peraturan Pemerintah no. 30 tahun 1980 tentang disiplin pegawai negeri. 5. Peraturan Pemerintah no. 6 tahun 1974 tentang pembatasan kegiatan pegawai negeri sipil dalam usaha swasta. 6. Keputusan pemerintah R.I no 10 tahun 1974 tentang beberapa pembatasan kegiatan pegawai negeri sipildalam rangka pendaya gunaan aparatur negara dan kesederhanaan hidup. B. Tujuan budaya Kerja: Dalam GBHN1988 dinyatakan bahwa masyarakat indonesia harus memiliki sifat antaralain: tangguh, cerdas, terampil, memiliki rasa kesetiakawanan, kerja keras, hemat, produktif, disiplin, serta berorientasi kemasa depan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. C. Sifat Budaya Kerja: Adapun sifat budaya kerja dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Nasional: Budaya kerja yang bersifat nasional tidak lain adalah pancasila (P4),pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila. 2. Regional/sektor: Tiap daerah memiliki budaya kerja tertentu, demikian pula tiap sektor mempunyai budaya kerja tersendiri karena sifat kegiatannya,meskipun berlainan namun tiap budaya kerja menghasilkan yang menyangkut semangat kerja. 3. Lokal: Hampir setiap tempat dalam masyarakat itu mampunyai kebiasaan dan tradisi yang mewarnai semangat kerja dilingkungannya yang patut diungkapkan. D. Penyusunan Program Budaya Kerja 1. Komitmen Pimpinan. Pimpinan departemen/lembaga/daerah sampai unit yang terkecilharus mempunyai semangat terpanggil untuk melaksanakan budaya kerjadengan sungguh-sungguh dalam upaya mencapai produktifitas kerja yang tinggi sehingga pemimpin tersebut akan menjadi pelopor dan pendorong semangat kepada bawahannya untuk bekerja lebih baik dan sistim baru yang lebih baik. pemimpin dapat membentuk kelompok minat untuk merencanakan dan melaksanakn budaya kerja agar sesuai dengan lingkungan kerja yang bersangkutan. Prioritas Budaya Kerja. Perioritas diberikan kepada kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat seperti pengawasan analisis kebijaksanaan, mutu pendidikan, latihan dan lain-lain. Prioritas ini diikuti dengan strategi misalnya menerima dan memberi informasi dari masyarakat, memberikan penghargaan kepada yang berprestasi, menghukum

E.

Modul Budaya Kerja

2

bagi yang melanggar hukum dan disiplin. Pendidikan dan latihan yang menyangkut pembinaan mental dan ketarampilan. Lingkup Belajar : 1. Mengenali Prosedur kerja / Budaya Kerja. - Prosedur kerja - Mengindentifikasi lingkungan kerja - Perubahan prosedur kerja. F. Pengertian Dan Istilah  Menurut “Budi Paramita” dalam majalah manajemen Usahawan Indonesia edisi November 1986, bahwa budaya kerja adalah kelompok pikiran dasar atau program mental yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efesiensi kerja dan kerja sama manusia yang dimiliki oleh suatu golongan masyarakat.  Salah Satu aspek penyempurnaan perilaku pegawai dalam menuju terwujudnya manusia Indonesia yaitu pengungkapan pembangkitan, pemeliharaan, penyebarlusan, dan penularan sikap daerah kerja yang selali menginginkan perbaikan sikap gairah kerja yang membudaya itulah yang diistilahkan budaya kerja.  Budaya kerja merupakan pedoman hidup yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat kebiasaan dan kekuatan pendorong yang membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat/organisasi, yang kemudian tercermin dalam perilaku, kepercayaan, cita-cita pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja.  Menurut George Thomason dalam bukunya A Text Book Of Human Resources Management, Kerja adalah proses penciptaan nilai pada suatu unit sumberdaya ,sedangkan Etos Kerja adalah nilai kerja setiap niala yang dihasilka (out put) melalui sebagai peroses (through put) dan nilai yang dirasakan oleh pembeli atau penerima melalui penggunaan atau penikmatannya (out come) dalam bentuk nilai baru, nilai tambah atau nilai lebih. Budaya kerja sebelumnya telah ada pada diri manusia dan kelompoknya.Walaupun begitu, untuk mengelolanya secara lebih bermanfaat, maka dipergunakanlah tehnik-tehnik manajemen industri yang diterapkan di lingkungan aparatur pemerintah. Falsafah Budaya Kerja Budaya kerja merupakan pedoman hidup yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai yang telah menjadi sifat kebiasaan dan kekuatan pendorong yang membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat/organisasi yang kemudian tercermin dalam perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat, dan tindakan yang terwujud sebagai “Kerja atau Bekerja”. Manfaat Budaya Kerja Memperkenalkan budaya kerja dalam administrasi pemrintah mempunyai arti yang sangat dalam yaitu turut mengubah perilaku aparat pemerintah dalam upaya mencapai produktifitas kerja yang lebih rinci. Manfaat budaya kerja antaralain adalah: 1. Menjamin hasil kerja dengan kwalitas baik. 2. Membuka seluruh komunikasi, keterbukaan cepat menemukan kesalahan dan cepat memperbaikinya.

G.

H.

Modul Budaya Kerja

3

3. Cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan dari luar (faktor external) seperti pelanggan, teknologi, ekonomi, dan faktor sasial lainnya. 4. Mengurangi laporan yang berupa data-data dan informasi yang salah atau palsu. I. Pelaksanaan Program Budaya Kerja Pada pelaksanaan program budaya kerja ada beberapa hal yang harus disadari dan diketahui antara lain: 1. Budaya Kerja Aparatur Pemerintah : Yaitu pengelolaan administrasi pemerintah yang mencakup pengembangan, perencanaan, produksi, dan pelayanan suatu produk yang berkualitas yang berarti optimal, ekonomis, dan bermanfaat. 2. Musuh Budaya Kerja: Penghalang yang paling besar dalam pelaksanaan budaya kerja adalah diri kita sendiri yang tidak menghendaki adanya perubahan karena telah terbiasa dengan sistem dan budaya kerja yang ada. 3. Peroses Pengelolaan: Pelayanan yang dihasilkan oleh aparatur pemerintah, pada dasarnya melalui peroses-peroses. Peroses tersebut ada yang panjang dan ada yang pendek atau singkat. Dan melibatkan orang banyak atau pun sedikit. Keberhasilan dan peroses ini bergantung pada kwalitas kelompok kerja yang disusun untuk melaksanakan program budaya kerja itu sendiri dalam hal ini perlu adanya metode-metode untuk mengarahkan kelompokpersonil (pekerja) agar mampu bekerja lebih efisien dalam menghasilkan produk layanan yang berkwalitas. Menurut Budi Paramita, budaya kerja dapat dibagi sebagai berkut: 1. Sikap terhadap pekerjaan, yakni kesukaran akan kerja dibandingkan dengan kegiatan lain, seperti bersantai atau semata-mata memperoleh kepuasan dari kesibukan pekerjaannya sendiri atau merasa terpaksa melakukan sesuatu hanya untuk kelangsungan hidupnya. 2. Perilaku pada waktu bekerja, seperti rajin, bertanggung jawab, teliti, cermat, hati-hati, kemauan yang kuat untuk mempelajari tugas dan kewajibannya, suka membantu sesama kariawan atau sebaliknya.

J.

Kerangka Pikir Budaya Kerja Budaya kerja / pengendalian mutu. Proses/prosedur: Melaksanakan manajemen secara fundamental. S.D.M. yang berkualitas disiplin, produktif, efisien, motifatif, etoskerja yang tinggi. Lingkungan kerja yangmendukung, memenuhi kriteria dan standar. Bahan/alat yang digunakan berkualitas. Teknologi yang digunakan canggih, tidak boros atau tidak tua. Metode yang dipergunakan/prosedurkerja, biaya, informasi yang cukup. Hambatan.

Modul Budaya Kerja

4

Menghasilkan output atau hasil kerja yang berkualitas. K. Masuknya Faktor Budaya Kerja Dalam Sistim Kerja

Budaya tradisi Budaya Buatan

Disiplin Efektip Efisien Cepat Pasti Sopan Nyaman

Peningkatan mutu Produktifitas Pelayanan

Tuntutan Produksi bermutu

Dalam proses budaya kerja efesiensi adalah merupakan faktor penujang adanya produktifitas. Yang dimaksud dengan efesiensi adalah usaha untuk membrantas segala pemborosan bahan dan tenaga kerja maupun gejala yang merugikan. Faktor yang dapat menyebabkan seseorang bekerja secara efesien atau tidak : 1. Pribadi pekerja 2. Organisasi tempat kerja 3. Perlengkapan kerja Ada beberapa pedoman dalam bekerja yang efesien 1. Bekerja menurut rencana 2. Menyusun rangkaian pekerjaan menurut urutan yang tepat 3. Biasakanlah memulai dan meyelesaikan pekerjaan seketika 4. Merubah pekerjaan rutin atau pekerjaan yang memakai otak menjadi pekerjaan otomatis. 5. Pembuatan tempat untuk benda ; yang diperlukan dipergunakan catatan ; pembantu ingatan melimpahkan sebagaian tugas dan wewenang kepada pegawai bawahan. Sedangkan yang dimaksudkan dengan produktifitas itu sendiri adalah : menghasilkan lebih banyak dan lebih baik dengan usaha yang sama. Dengan demikian produktifitas kerja adalah efisiensi proses menghasilkan dari sumber daya yang dapat digunakan. Produktifitas bukan suatu kiat untuk membuat karyawan bekerja lebih lama atau lebih keras tapi lebih merupakan hasil dari perencanaan yang tepat infestasi yang bijaksana, teknologi bau atau dengan kata lain pelaksanaan manajemen yang lebih baik.

Produktifitas dapat dicapai tergantung dari kesadaran tiap karyawan/pekerja untuk
bekerja secara optimal, memadai dengan mendapatkan gaji/upah yang memadai sesuai dengan jasa dan pelayanan yang dilaksanakan. Produktifitas dan kwalitas kerja adalah hasil dari pada etos kerja. Orang yang berbudaya kerja ( berpola prilaku mati-matian, semangat kerja tinggi tanpa menyadari dan memperhitungkan sebab akibat atau untung rugi setiap tindakan atau prilaku, dirasuk oleh kekuatan tentang dari luar , adanya daya paksa, rangsangan atau daya tarik sedemikian rupa, sehingga tingkah laku dari pada yang lain dinamakan Work holisme ( Over Work ).

Modul Budaya Kerja

5

“ Workholisme” disebut budaya kerja karenan menunjukkan salah satu pola dan kwalitas prilaku manusia dalam bekerja. “ Workholisme” bisa menyerang seseorang yang mempuyai pekerjaan apa saja; dalam kondisi tertentu baik pekerjaan bebas maupun yang kompetitif, pekerjaan yang bersifat pribadi ataupun kelompok. “ Workholisme” diwarnai oleh kondisi kerja yaitu kondisi kerja yang berbentuk berkaitan dengan sifat pekerjaan terasa berat karena melampaui kemampuan tenaga kerja yang ada. Berbagai macam kekuatan yang membentuk orang menjadi workholisme – kekuatan ( faktor motif ) itu ada yang berasal dari luar dan ada yang dari dalam diri manusia/ pekerja itu sendiri; bisa juga terjadi dari ke duanya, misalnya perjanjian melalui kesepakatan atau suatu kompromi. Kekuatan yang membentuk workholisme dari luar antara lain : 1. Sifat pekerjaan dan lingkungan kerja 2. Rayuan 3. Paksaaan, ancaman 4. Utang 5. Insentif 6. Janji Obsesi 7. Perhambaan Kekuatan yang membentuk work holisme dari dalam : 1. Kondisi pelaku ketika mengejar suatu cita-cita dengan kemampuan terbatas, lemah, berkekurangan. 2. Kompensasi, kompetesi 3. Komitmen, Ikrar, Sumpah 4. Panggilan jiwa ( venturisme ) 5. Pengabdian ( devation ) 6. Kekecewaan putus asa keinginan untuk hidup selamat. Dari sikap terhadap pekerjaan, lahir perilaku disaat bekerja. Misalnya pendirian atau pendapat bahwa kerja adalah ibadah dengan sendirinya akan lahir sikap antusias atau semangat. Dari sikap bersemangat akan muncul perilaku seperti :  Rajin  Tidak cepat lelah  Ramah  Sabar, teliti  Sungguh-sungguh dsb Dasar kepercayaan yang berkaitan dengan etika kerja disebut “ Vechile “ yang dimaksudkan dengan “ Vechile “ adalah sebagaimana orang gunakan bukan seharusnya tetapi merupakan suatu kenyataan “ Verchne” dapat dipergunakan untuk membenuk dan mengaktualisasikan nilai seperti berikut : 1. Basic belief tentang kerja ( dasar kepercayaan ) basic asumption. 2. Sikap terhadap kerja dan lingkungan kerja. 3. Perilaku pada saat bekerja 4. cara dan alat yang dipergunakan untuk bekerja.

Modul Budaya Kerja

6

Watak dan warna budaya kerja sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat setempat dan budaya organisasi yang bersangkutan. Ad 1). Pendamaian kerja ( Basic belief ) yaitu anggapan dasar kepercayaan dasar tentang kerja terbentuk melalui pemakaian-pemakaian seperti : 1. Kerja sebagai sumber penghasilan 2. Kerja adalah kewajiban 3. Kerja adalah pengabdian 4. Kerja adalah panggilan jiwa 5. Kerja adalah harga diri 6. Kerja adalah Ibadah 7. Kerja adalah kemenangan 8. Kerja adalah Gengsi ; dsb. Ad 2). Sikap Kerja dan lingkungan kerja. Manusia menunjukkan berbaai sikap terhadap kerja. Misalnya jika kerja dianggap sebagai gengsi maka dengan sendirinya timbul sikap memilih pekerjaan. Ada yang memandang kerja yang terhormat ada kerja yang “hina” Sikap terhadap nilai kerja bisa berubah yaitu : 1. Bisa melalui informasi dan pengetahuan tentang kerja. 2. Kesadaran akan kepentingan tertentu. Kecenderungan jiwa terlihat dalam hubungan kerja dengan lingkunga kerja “ Baik ligkungan yang berupa alam teknologi, lingkungan sosial dan lingkungan seperiual, kecenderungan ini dapat diukur dengan tingkat keserasian, keselarasan, keseimbangan dan kesinambungan antara organisasi dan lingkungannya. Ad 3). Dari sikap terhadap pekerjaan, lahir prilaku disaat bekerja. Misalnya kerja dalah sumber penghasilan hal ini jelas, kerja sebagai sumber nafkah merupakan anggapan dasar masyarakat pada umumnya. Dari anggapan dasar ini lah yang melahirkan “Profesionalisme” dalam bekerja. Ad 4). Cara dan alat yang dipakai pada waktu bekerja. Dalam bekerja manusia membangun lingkungan kerja yang nyaman dan dengan menggunakan alat teknologi, agar ia dapat bekerja dengan efektif, efisien dan produktif. Perilaku menentukan cara bagaimana seseorang menggunakan alat kerjanya. Seorang yang berprilaku teliti dan hati-hati akan menggunakan alat yang tepat dengan cara yang benar waktu bkerja. Alat yang bagus, ditangan pegawai yang sembrono jelas akan cepat rusak. Perilaku dapat diamati atau diukur karena terlihat melalui penampakan, baik melalui gerak, tanda-tanda, simbol, bahasa isyarat, bahasa tubuh, bahasa tulisan, dan ucapan mulut, serta melalui alat serta teknologi yang digunakan dalam lingkungan kerja. Etika Kerja: 1. Kerja adalah rahmat, alam arti kerja dengan tulus penuh rasa syukur. 2. Kerja adalah amanah, dianjurkan dengan kerja penuh tanggung jawab. 3. Kerja adalah panggilan, bekerja dengan tuntas penuh integritas. 4. Kerja adalah kehormatan, kerja dengan tekun penuh keunggulan. 5. Kerja adalah aktualisasi, kerja keras penuh semangat. 6. Kerja adalah seni, kerja dengan suka cita dan kreatif. 7. Kerja adalah pelayanan, kerja sempurna penuh dengan kerendahan hati. 8. Kerja adalah ibadah, kerja serius penuh kecintaan.

Modul Budaya Kerja

7

L. Pendirian Tentang Sikap Terhadap Perilaku Pada Saat Raga, Kerja. Pendirian Tentang Kerja 1. Perilaku Waktu Kerja Kerja adalah Positif, Jika tak Aktif kewajiban diindahkan Kerja sumber Positip jika Sangat Aktif penghasilan diharapkan berhasil Kerja adalah Positif Aktif kerja diri Kerja adalah Positif tanpa Sangat aktif pengabdian pamrih rela berkorban Sikap Terhadap Pekerjaan Lingkungan alat kerja Lingkungan tak nyaman, kinerja rendah, tak menarik. Kinerja sedang sampai tinggi Kinerja Sedang Kinerja Tinggi

2. 4. 5.

Sikap terhadap prilaku kerja dapat demikian dengan instrument dari sisi indifidualisme dan kolektivisme dalam masyarakat. Untuk mengukur dari sisi indifidualisme digunakan instrumen sebagai berikut : 1. Personal Time yaitu pekerjaan ataujob yang memberikan waktu luang yang cukup untuk diri sendiri dan keluarga. 2. Fredom ; yaitu kebebasan untuk menggunakan cara pendekatan sendiri terhadap pekerjaan. 3. Challenge ; yaitu pekerjaan yang menantang yang memberikan kebanggaan dan kepuasan dalam melaksanakannya ( sence of accomplishment ). Sisi kolektivisme di ukur dengan instrument : 1. Trainning yaitu kesempatan untuk mengalami pelatihan guna meningkatkan job per formance. 2. Physical Couditions yaitu adanya lingkungan kerja yang bak. Seperti : ventilasi Cahaya Ruangan Warna dsb. 3. Use Of Skill ; Yaitu penggunaan ketarampilan sepenuhnya dalam melakukan pekerjaan. Hubungan antara Kepribadian, Tingkah Laku dan hasilnya 1. Kepribadian Bakat 2. Kepribadian Trampil

i.

4. Prilaku Giat Rajin
Modul Budaya Kerja

5. Hasil Kerja Prestasi keberhasilan 8

3. Kepribadian Minat Sifat Gaerah Nilai

TEST KOMPETENSI Pilih jawaban yang paling benar dengan diberi tanda silang ( X ) pada soal dibawah ini. 1. Pembatasan kegiatan pegawai negeri sipil dalam rangka pendayagunaan aparatur negara dan kesederhanaan hidup, dimuat dalam : a. Undang-undang no. 8 tahun 1974 b. PP No. 6 tahun 1974 c. PP No. 30 tahun 1980 d. Kepres RI No. 10 th. 1974 e. TAP MPR No. II tahun 1978 2. Yang dimaksud dengan sifat budaya kerja laokal yaitu : a. Tiap daerah mempuyai budaya kerja tertentu. b. Tiap budaya kerja menghasilkan keluaran yang mnyangkut semangat kerja. c. Setiap tempat dalam masyarakat mempuyai kebiasaan dan kondisi sendiri. d. Tiap daerah berhak amenyusun program budaya kerja sendiri. 3. Prioritas yang diberikan pada kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan dalam masyarakat berupa pengawasan kebijaksanaan dan sebagainya disebut : a. Prioritas etos kerja b. Prioritas sumber daya c. Prioritas peningkatan kinerja d. Prioritas budaya kerja e. Priritas hasil kerja. 4. Peraturan Pemerintah th. 1980 adalah tentang : a. Budaya kerja pegawai negeri b. Etos kerja pegawai negeri c. Kinerja pegawai negeri d. Disiplin kerja pegawai negeri e. Pembatasan kegiatan pegawai negeri

Modul Budaya Kerja

9

5. Bahwa manusia Indonesia harus memiliki sifat tangguh cerdas trampil, kerja keras produktif, adalah tujuan budaya kerja yang dimuat dalam : a. Peraturan Pemerintah No. 6 th. 1974 b. Undang-undang No. 8 th. 1980 c. GBHN th. 1988 d. PP No. 30 th. 1980 e. TAP/MPR No. II th. 1988 6. Memberikan penghargaan bagi yang berprestasi, menghukum bagi yang melanggar adalah merupakan ……. budaya keja a. Tujuan budaya kerja b. Starategi budaya kerja c. Pedoman budaya kerja d. Priritas budaya kerja e. Out put budaya kerja 7. Setiap nilai yang dihasilkan ( Out Put ) melalui suatu proses yang dirasakan oleh penerima melalui pembuatan, dalam bentuk nilai baru,nilai tambah atau nilai lebih disebut : a. Kinerja b. Budaya kerja c. Etos kerja d. Proses kerja 8. Cepat menyesuaikan diri dengan faktor eksternal ( perkembangan dari luar, seperti teknologi ekonomi, social dsb itu adalah manfaat dari .. a. Disiplin kerja b. Peraturan kerja c. Budaya kerja d. UU mengenai pekerja e. Latihan tenaga kerja 9. Hasil dari pada etos kerja adalah berupa a. Work holisme dalam bekerja b. Produkttifitas dan kwalitas kerja c. Perubahan perilaku manusia dalam bekerja d. Sifat pekerjaan e. Perubahan tingkah laku pekerjaan 10. Orang yang berbudaya kerja atau berpola kerja mati-matian semanagat kerja tinggi tanpa memperhitungkan untung rugi sebab akibat dan tentunya disebut : a. Vechile b. Work holisme c. Pekerjaan berat d. Etos kerja tinggi e. Basic belief 11. Kekuatan yang membentuk work holisme dari luar adalah faktor-faktor sebagai berikut, kecuali … a. Insentive b. Olesesi c. Sifat pekerjaan dan lingkungan d. Kompensasi Kompetisi 12. Bekerja sempurna penuh dengan keendahan hati, adalah etika kerja berpola pemikiran bahwa : a. Kerja adalah Ibadah

Modul Budaya Kerja

10

b. Kerja adalah amanah c. Kerja adalah pelayanan d. Kerja adalah harga diri e. Kerja adalah kewajiban 13. Pola pemikiran atau anggapan dasar tentang kerja disebut … a. Work holisme b. Over work c. Basic beleef d. Etos kerja e. Budaya kerja 14. Etika kerja “ sebagaimana orang gunakan bukan seharusnya tapi merupakan suatu kenyataan “ disebut : a. Etos kerja b. Out put kerja c. Over work d. Verohile e. Work holisme 15. Budaya masyarakat ataupun budaya organisasi dapat mempengaruhi … a. Disiplin dalam bekerja b. Watak dan warna budaya kerja c. Pola pemikiran tentang kerja d. Lingkungan dan alat kerja e. Situasi dan kondisi kerja. 16. Menyusun pekerjaan menurut urutan yang tepat adalah antara lain pedoman dalam bekerja yang .. a. Produktif b. Ekonomis c. Inovatif d. Efisien e. Efektif 17. Proses penciptaan nilai pada suatu unit sumbver daya disebut : a. Etos kerja b. Kerja c. Budaya Kerja d. Kinerja e. Hasil kerja 18. Budaya kerja adalah kelompok pikiran dasar atau program mental yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kerja sama manusia yang memiliki oleh suatu golongan masyarakat. Adalah pengertian budaya kerja menurut … a. Budi Paramita b. G. Thomson c. L. Terry d. Purwadarminta e. The Liang Gie 19. Pekerjaan yang menantang yang memberikan kepuasan dan kebanggaan dalam melaksanakannya ( Sence of Accomplishement ) disebut instrunebt berupa : a. Freedom b. Challenge c. Personal time

Modul Budaya Kerja

11

d. Over work e. Sence Of Beeef

20. Untuk menghasilkan out put atau hasil kerja yang berkwalitas, sangat ditunjang oleh hal-hal berikut, kecuali … a. Bahan dan lat kerja b. Lingkungan kerja yang sehat c. Banyaknya jumlah pekerja d. Tekhnologi yang canggih e. Biaya dan informasi yang cukup II. Jawablah soal-soal berikut dengan jelas. 1. Apa yang dimaksud dengan Use Of Skill 2. Jelaskan apa saja faktor yang termasuk dalam Physical Condition 3. Jelaskan apa tujuan dari Training atu pelatihan pekerja. 4. Jelaskan bagaimana sikap dan prilaku seseorang yang pendirian tentang kerja adalh sumber penghasilan. 5. Jelaskan bagaimana hubungan, antara prilaku, sikap dan keperibadian dan hasil kerja.

Modul Budaya Kerja

12

KODE : I BSADMGAA D02 MEGIKUTI ATURAN KERJA SESUAI DENGAN LINGKUNGAN KERJA KEGIATAN BELAJAR : MENGENAL LINGKUNGAN KERJA DAN ATURAN YANG ADA DI DALAMNYA Tujuan Pemelajaran : Siswa dapat : 1. Memahami apa yang dinamakan lingkungan kerja 2. Bekerja dalam lingkungan kerja dengan menata, mengatur dan memelihara lingkungan tempatnya bekerja. Uraian Materi. Lingkungan kerja ; untuk mencapai tujuan dari budaya kerja / P.M.I Adpun tujuannya adalah untuk mendapatkan produktifitas kerja yang tinggi, ada banyak faktor pendukung yang dibutuhkan untuk itu salah satunya adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang dibutuhkan adalah lingkungan yang mendukung terciptanya budaya kerja yang tinggi, yang mendorong orang; yang bekerja dalam lingkungan tersebut memiliki tenaga kerja yang tinggi, produktif dan efesien dalam arti membuat seluruh sumber daya manusia yang ada di daerah tersebut merasa aman, nyaman dalam bekerja sehingga termotifasi untuk bekerja dengan produktifitas yang tinggi. A. Lingkungan/Suasana kerja yang baik. Menurut Prof. Darji Darmadiharjo, SH; lingkungan kerja yang baik adalah lingkungan kerja yang memperhatikan 5 K yaitu : 1. Keamanan 2. Kebersihan 3. Ketertiban 4. Keindahan 5. Kekeluargaan Menurut Ismail Saleh SH, lingkungan kerja yang baik adalah lingkungan kerja yang mampu hatikan HK. Yaitu: 1. Keterpaduan 2. Kebersamaan 3. keterbukaan 4. keakraban Sedangkan lingkungan kerja yang memenuhi tuntutan dari manusiawi yaitu penciptaan lingkungan perlakuan kerja dan pengadaan sarana kerja yang dapat menjaminkesehatan dan keselamatan kerja yang disebut dengan K3. Jadi lingkungan yang baik adalah lingkungan yang akan membawa pengaruh yang baik pada semua pihak baik pada pekerja, pimpinan, dan hasil pekerjaannya. B. Menciptakan dan memelihara lingkungan yang baik.

Modul Budaya Kerja

13

Untuk menciptakan dan memelihara lingkungan yang baik para pimpinan atau manager harus tau dengan pasti bagaimana menyesuaikan tempat kerja yang sesuai untuk para pekerja dengan cara menyusun perencanaan dan pelaksanaan terhadap pemantauan lingkungan kerja Pelaksanaan pemantauan lingkungan kerja melalui langkah-langkah sebagai berikut: Pengenalan lingkungan Yaitu tindakan yang dilakukan untuk mengamati dan mengenali lingkungan kerja untuk mengetahui lingkungan kerja, secara kwalitas faktor bahaya yang mungkin timbul ditempat kerja. Manfaat yang dapat diambil dari lamgkah-langkah ini yaitu: 1. Bahwa sejumlah faktor/lahan tertentu dapat membahayakan dan perlu diwaspadai. 2. Dengan cepat dan benar dapat diketahui bagaian-bagian mana yang diperkirakan timbulnya gangguan dan langkah pengendalian yang bagaimana yang dilakukan. 3. Dapat memperkirakan jumlah karyawan tertentu yang terkena gangguan tersebut. C. Penilaian Lingkungan Kerja. Yaitu kegiatan pengurusan, pemeriksaan dan pengajuan dengan penggunaan alat untuk mengetahui kadar kwalitatifsuatu faktor disuatu tempat kerja. Peralatan yang digunakan tergantung dari panameter yang digunakan Lingkungan Kerja (panameter) Peralatan A. Non fisik (suasana kerja)hubungan Skala record ( dihitung secara antara. Kariyawan dengan fimfinan. statistik ) B. Fisik - Kebisingan Personal Dust Sampler - Debu - Air Wraten checken

Hasil pengukuran terseut kemudian dibandingkan dengan standar atau ketentuan nilai ambang baku ( NAB ) sedangkan kalau untuk non fisik dengan melihat pengaruhnya. D. Pengendalian Lingkungan Kerja Pengendalian harus diawali melalui pendekatan manajemen ( administrative ) dan pendekatan tekhnis dan medis, yang dilakukan dengan contoh dan pengawasan yang ketat. Sedapat mungkin langkah pemantauan lingkungan kerja tersebut semaksimal mungkin sehingga karyawan merasa aman bekerja serta memiliki modal kerja yang tinggi ( berbudaya kerja ) E. Menciptakan dan memelihara lingkungaan kerja melalui pendekatan ilmu manajemen. Manajemen selain sebagai suatu ilmu bisa dikatakan sebagai suatu seni untuk mengelola suatu organisasi atu mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang sama artinya bahwa untuk mencapai tujuan yang sama bisa dilakukan dengaan cara yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh pengelola satuan dan kondisi yang ada dalam rangka penciptaan dan pemeliharaan lingkungan kerja, kadang organisasi yang satu berbeda caranya dengan organisasi yang lain.
Modul Budaya Kerja

14

Berdasarkan pendekatan Manajemen sebagai ilmu, dalam rangka penciptaan dan pemeliharaan lingkungan kerja, tetapi prinsip dasarnya sama. Prinsip dasar meliputi bagaimana merencanakan mengorganisasikan, melaksanakan, melakukan pengawasan agar lingkungan kerja menjadi lingkungan kerja yang baik. Dalam arti bisa meningkatkan produktifitas kerja karyawan, karena produktifitas merupakan tujuan utama dari program budaya kerja. Secara umum lingkungan kerja dibagi atas 2 macam yaitu : 1. Lingkungan kerja non physik yaitu lingkungan kerja yang hanya bisa dirasakan tidak terlihat secara langsung dan mempengaruhi suasana kerja. Contoh : hubungan antara bawahan dan atasan Hubungan yang baik antara atasan dan bawahan akan amendorong perasaan aman dalam bekerja dan selanjutnya akan melahirkan semangat yang tinggi dalam bekerja. Etos kerja sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh moral dan kwalitas hubungan antara bawahan dengan atasan atau sebaliknya. Hubungan bawahan dengan atasan juga berkaitan dengan nilai yang dibangun oleh atasan kepada bawahan, sekedar salah satu faktor prediksi atau sebagai suatu aset berharga bagi perusahaan tersebut. Pekerja akan merasa senang apa bila dia bisa menjadi bagian dari kekuatan perusahaan, sebaliknya bawahan harus selalu memperlihatkan sikap professional dalam segala hal misalnya : 1. Pakai pakaian yang sesuai dengan lingkungan kerja 2. Selalu berpikir positif ( positif thinking ) apapun keadaannya. 3. Tanyakan kepada orang lain kalau tidak yakin terhadap apa yang dikerjakan 4. Jangan sering mengeluh dan menyalahkan orang lain 5. Jadilah pemecah permasalahan 6. Jadikan relasi dengan atasan Hubungan baik dengan atasan mutlak hukumnya, karena itu utarakan ide atau masukan. Kalau perlu cari tahu apa hobi dan kesukaan atasan. 2. Hubungan antara rekan sejawat. Dalam berhubungan dengan teman kerja ada beberapa kiat yang harus dilakukan seperti : a. Lakukan komunikasi yang efektif ajukan ide ungkapkan kebutuhan dan juga hubungan baik dengan teman kerja. b. Terus mengembangkan kreatifitas menerima dan belajar dari kritik. Kemampuan menangani kritik berarti menunjukkan kesediaan untuk mengembangkan diri. c. Hargai perbedaan Akuilah perbedaan karena hal itu berkaitan dengan karaktristik setiap individu. Perbedaan memberikan penggagasan dan memperkaya wawasan bagi teman kerja lainnya. Komunikasi merupakan bagaian yang harus diperhatikan dalam bekerja;tanpa komunikasi yang baik dan efektif sangat mustahil tujuan akan tercapai. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan waktu berkomunikasi dengan teman kerja : a Pikir masak-masak apa yang akan dibicarakan. b Beri kesempatan pada lawan bicara untuk mengemukakan pendapatnya.

Modul Budaya Kerja

15

c Kalau menjadi karyawan harus selalu bersedia bertanya dan belajar; jangan menganggap diri sudah hebat, libatkan orang-orang disekitar tempat kerja untuk itu ada bebarapa kiat yang harus diikuti : 1. Bergaullah dengan siapa saja, dan karyawan yang paling bawah sampai pimpinan 2. Hargai senioritas , berlaku sopan kepada yang lebih tua, miskipun jabatannya dibawah kita. 3. Usahakan memulai menyapa orang lain 4. Jangan tersinggung kalau ditegur anggap saja sebagai pendidikan untuk lebih baik. 5. Jadikan diri pada sikap netral dengan tidak masuk kelompok-kelompok tertentu. 6. Bersikap rendah hati dengan mau berbagi dengan orang lain, meski itu berupa imu, dengan begitu kita mempelajari satu hal penting yaitu pentingnya menghargai sebuah hubungan antara rekan kerja. Kiat menghadapi genderisme dalam lingkungan kerja. Seorang wanita tak perlu rendah diri dan menyerah pada keadaan yang ada semuanya harus dihadapi dengan rasa percaya diri. Sehubungan masah tersebut, ada beberapa kiat yang perlu dipatuhi : a Jalani pekerjaan dengan tekun dan sabar b Lebih peka pada lingkungan kerja, jangan menunggu perintah, miliki inisiatif sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. c “On time” dan orientasi pada hasil jangan menilai segala sesuatunya pada proses tapi buktikan dengan hasil. d “Improvement “ ciptakan pandangan baru yang nantinya membantu dalam melaksanakan pekerjaan. e Mandiri ; belajar berusaha mengatasi dan menyelesaikan setiap masalah tanpa bergantung pada orang lain.

Test Kompetensi Pilih salah satu jawaban yang benar ( a, b, c , d , e ) dari item-item berikut. 1. Menurut Prof Darji Barmadiharjo,SH bahwa lingkungan kerja yang baik yaitu lingkungan kerja yang memperhatikan hal-hal berikut kecuali : a. Keamanan b. Kebersihan

Modul Budaya Kerja

16

2.

3.

4.

5.

6.

c. Keindahan d. Keterpaduan e. Kekeluargaan Tujuan dari lingkungan kerja yang baik adalah a. Mendapatkan etos kerja yang baik b. Menciptakan suasana kerja yang harmonis c. Menciptakan produktifitas dan efisien d. Menciptakan hubungan kerja yang harmonis e. Menciptakan kinerja yang baik bagi pekerja. Lingkungan kerja yang hanya bisa dirasakan tidak bisa dilihat secara lansung dan berpengaruh pada suasana kerja dinamakan lingkungan kerja … a. Physik b. Inovatif c. Positif d. Non Physik e. Komulatif Sikap profesional dapat ditunjukkan dalam hal; seperti dibawah ini kecuali … a. Berpikir positif b. Jangan sering menyalahkan orang lain c. Bertanya kalau tidak yakin d. Jaga kwalitas kerja e. Berpakaian yang sesuai dengan langkah kerja. Menghargai setiap perbedaan, ini berarti kita mengerti adanya perbedaan : a. Karakteristik tiap individu b. Skill tiap individu berbeda c. Lingkungan tiap individu berbeda d. Asal-usul tiap individu berbeda e. Pendidikan setiap individu berbeda Sebagai suatu seni untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang sama dan dilakukan dengan cara yang berbeda disebut : a. Budaya kerja b. Manajemen c. Etos Kerja d. Work holisme e. Organisasi

7. Tujuan utama dari Budaya kerja adalah : a. Efisiensi Kerja b. Produktifitas c. Hubungan kerja yang harmonis d. Mengorganisir pekerja e. Memelihara lingkungan kerja 8. Rasa aman dalam bekerja akan dapat menimbulkan: a. Semangat kebersamaan b. Perasaan senasib sepenanggungan c. Semangat kerja yang tinggi d. Kreatifitas yang tinggi

Modul Budaya Kerja

17

e. Efektifitas dalam bekerja 9. Menciptakan pandangan – pandangan baru yang mestinya membantu dalam melaksanakan pekerjaan di sebut : a. Senderisme b. Inprovment c. Orientasi d. Kinerja e. Etos kerja 10. Yang dimaksud dengan istilah “ Mandiri “ adalah : a. Menghargai orang lain sesama kerja. b. Mengatasi dan menyelesaikan setiap masalah tanpabergantung dengan orang lain. c. Hasil dari proses kerja. d. Bersikap netral dalam kelompok kerja. e. Pentingnya menghargai hubungan antar rekan kerja. 11. Sifat memiliki moral kerja dan semangant kerja yang tinggi disebut: a. Etos kerja. b. Kinerja. c. Budaya Kerja. d. Inovatif e. Kreatif. 12. Lingkungan kerja yang baik adalah lingkungan kerja yang dapat membawa pengaruh yang baik bagi: a. Organisasi dan masyarakat sekitar. b. Pekerja danlingkungan sekitar. c. Pekerja, pemimpin, dan hasil kerja. d. Hubungan yang harmonis. e. Hubungn yang harmonis. 13. Mengetahui sejumlah faktor dan bahan yang berbahayayang perlu diwaspadai, adalah merupakan hasil dari: a. Pengendalian lingkungan kerja. b. Pengenalan lingkungan kerja. c. Pemeliharaan lingkungan kerja. d. Perawatan lingkungn kerja. e. Penilaian lingkungan kerja. 14. Memikirkan masak-masak apa yang perlu dibicarakan adalah antaralain hal yang harus diperhatikan dalam………dengan teman kerja. a. Berinteraksi. b. Bernegosiasi. c. Berkomunikasi. d. Berdiskusi. e. Berinisiatif. 15. Usahakan memulai menyapa orang lain, sangant diperlukan pada waktu: a. Menemui relasi baru. b. Menjadi karyawan baru. c. Menyesuaikan dengan lingkungan baru. d. Mendapat job yang baru. e. Mendapat promosi jabatan baru.

Modul Budaya Kerja

18

KODE : I BSADMGAA D02 MENGIKUTI ATURAN KERJA SESUAI DENGAN LINGKUNGAN KERJA KEGIATAN BELAJAR: MEMBAHAS MASALAH GANGGUAN YANG ADA DI DALAM LINGKUNGAN KERJA DAN JENISNYA.

Tujuan Pembelajaran Siswa dapat: 1. Membedakan berapa macam pembagian lingkungan kerja. 2. Mengantisipasi terjadinya gangguan dalam lingkungan kerja. Uraian materi Lingkungan Kerja Physik Yaitu lingkungan kerja yang secara langsung bisa dilihat dengan indra penglihatan dan pendengaran dan berpengaruh langsung pada pekerjaan.

Modul Budaya Kerja

19

Contoh: 1. 2.

Prabotan dan tata ruang. Kondisi physik yang lain seperti dekorasi, kebersihan, ventilasi, suhu, penerangan, suara, kebisingan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

Penataan ruang yang baik dan penjagaan kebersihan tidak hanya ditunjuk untuk mencegah kecelakaan tetapi penting untuk pengaruh psychologis. Hal ini dapat menyebabkan, pekerja akan bekerjatenang dan hati-hati, sebaliknya jika ruangan kotor dan tidak teratur dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Jadi pekerja harus dilatih mematuhi instruksi untuk menjaga kebersiha, menyimpan alat-alat yang Khusus sesuai dengan keperluan alat tersebut. Apabila hal ini sudah menjadi kebiasaan, berrarti turut memebntu usaha pencegahan kecelakaan dan kelancaran pekerjaan. Sangat menarik bila diselidiki betapa banyak waktu yang hilang untuk mencari alat yang keliru penempatannya yang tidak disimpan pada tempat khusus untuk keperluannya. Dapat dikatakan bahwa keselamatan kerja dapat memberikan keuntungan apabila diterapkan sebaik-baiknya di tempat kerja. Penataan yang teratur berarti pula bahan dan alat dan barang yang harus disimpan dalam ruangan khusus sesuai keperluannya. Ventilasi memegang peranan penting dalam keselamatan kerja yaitu : a Sebagai tempat keluar masuknya udara b Untuk mengurangi kelembaban udara pada ruang kerja. Perlindungan Telinga. Bila dianggap perlu telinga harus dilindungi terhadap percikan api, pecahan logam dan benda-benda kecil lainnya yang berterbangan. Perlindungan terhadap kebisingan yaitu dari adanya suara-suara seperti mesin-mesin dan sebagainya. Perlindungan Paru ; diperlukan ditempat kerja yang terdapat zat yang berbahaya atau kelainan Oxigen dalam udara. Zat yang berbahaya itu kemungkinan dalam bentuk gas, uap atau debu dan kelainan Oxigen dalam udara yang berada dalam tempat kerja yang ventilasinyatidak baik misalnya laci-laci atau peti besar. Zat yang berbahaya dapat pula berupa racun korosi atau zat yang merangsang yang dapat menyebabkan kelainan pada kondisi paru-paru yang dikenal dengan preneu moconiasis yang disebabkan oleh debu silica. Peralatan Pemadam Api Penyediaan peralatan pemadam api dapat terdiri dari peralatan yang sederhana samapai pada peralatan moderen. Jumlah peralatan yang dipergunakan tergantung luasnya konstruksi bangunan yang akan dilindunginya dan diamankan. Pada proses produksi yang dilakukan didalamnya. Kadang; cukup dengan tabung pemadam api atau pasir kering atau beberapa air yang berisi ember. Suhu : Suhu yang tepat untuk orang Indonesia adalah suhu yang tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Suhu yang tidak sesuai akan membahayakan kesehatan. Suhu tinggi ( >35 OC ) dapat menyebabkan, Cepat leleh dan lemas, mengurangi kelincahan, memperpanjang waktu reaksi dan pengambilan keputusan mengganggu kerja otak. Mengganggu kontinasi saraf perasa dan motiris dan heart cramps.

Modul Budaya Kerja

20

Heart Cramps di sebabkan oleh keringat yang keluar secara berlebihan dan terus menerus yang berakibat hilangnya garam natrium dalam tubuh penderita. Penderita akan mengalami kejang, otot tubuh dan perut sangat sakit, bisa pingsan, lemas, mual dan muntah. Pencegahan penyakit akibat suhu tinggi seperti melakukan dengan aklimasi yaitu penyesuaian diri dengan suhu atau iklim, lingkungan, kondisi lain . suasana baru di ruang kerja. Pada suasana kerja seperti ini ( yang bersuhu tinggi ) harus disediakan air minim dalam jumlah yang cukup dan tablet garam dapur. Penyakit akibat suhu tingi ini sebagai berikut :  Head exhaustion ; mengeluarkan banyak keringat dalam suhu tubuh normal atau sub normal. Sebaliknya bekerja pad suhu dingin ( serendah 0 OC ) dapat memacu pembengkakan pada kaki dan gatal. Cahaya ; Bekerja pada tempat atau ruang kerja yang penerangannya kurang baik akan menimbulkan : a Hasil kerja kurang memuaskan dan kurang baik. b Dapat menimbulkan gangguan penglihatan

Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Kerja Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja antara lain dapat dilakukan dengan : 1. Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja dan sekitarnya secara rutin dan teratur. 2. Menggantikan bahan-bahan berbahaya atau yang dapat menyebabkan penyakit dan tidak membahayakan kesehatan pekerja. 3. Menyediakan tempat khusus untuk peralatan atau mesin yang menimbulkan kebisingan dan digunakan lebih dari 8 jam setiap harinya. 4. Menjauhkan atau memusnahkan bahan atau larutan berbahaya yang mengancam kesehatan atau keselamatan kerja. 5. Mengupayakan ventilasi udara yang baik 6. Menggunakan penerangan yang baik 7. Menyediakan air bersih, wastafel dan tempat sampah 8. Menjaga kebersihan mesin atau peralatan kerja 9. Memakai alat pelindung tubuh pada saat bekerja seperti ; masker, sarung tangan, pakaian kerja, sabuk pengaman, jas hujan tsb. 10. Memutuskan mata rantai penularan penyakit akibat kerja.

Modul Budaya Kerja

21

11. Mengatur suhu dan tekanan udara di lingkungan kerja, suhu yang baik untuk kesehatan adalah antara 19 oC – 23 oC sedangkan kelembaban udara yang baik adalah antara 30 oC – 170 oC 12. Mengenal lingkungan kerja dengan baik sehingga dapat lebih waspada pada saat berada di daerah-daerah yang berbahaya.

Tes Kompetensi 3 Jawablah Soal berikut ini dengan memilih ; a , b , c d, e yang benar. 1. Lingkungan yang langsung dapat dilihat dan didengar disebut : a. Lingkungan Intern b. Lingkungan Physcologis c. Lingkungan physik d. Lingkungan physicotrapy e. Lingkungan Analisis 2. Suhu udara yang baik untuk kesehatan adalah : a. 25 oC - 28 oC b. 19 oC - 23 oC c. 20 oC - 25 oC d. 25 oC - 31 oC e. 15 oC - 20 oC 3. Untuk mengurangi kelembaban udara pada ruang kerja dan sebagai tempat keluar masuknya udara , dinamakan : a. Irigasi b. Saritasi c. Ventilasi d. Adaptasi e. Sirkulasi 4. Alat dibawah ini dipakai untuk pelindung tubuh, waktu bekerja, kecuali … a. masker b. Sabuk pengaman c. Sarung Tangan d. Escalator e. Pakaian kerja
Modul Budaya Kerja

22

5. Perlindungan terhadap kebisingan adalah upaya untuk menjaga panca indara : a. Penglihatan b. Kulit / perasa c. Penengaran d. Penciuman e. Ke enam 6. Zat yang merangsang, seperti debu, gas, uap dsb dapat menyebabkan kelaianan pada fungsi : a. Hati b. Ginjal c. Paru d. Jantung e. Kulit

7. Bekerja pada suhu tinggi > 35oC dapat menyebabkan dampak sepertia berikut kecuali : a. Cepat lelah b. Mengganggu kerja otak c. Mengganggu kondisi saraf perasa d. Menaikkan tekanan darah e. Lemas 8. Bekerja pada ruangan yang penerangannya kurang baik akan menimbulkan : a. Gangguan pendengaran b. Gannguan fungsi hati c. Gangguan penglihatan d. Gangguan proses kerja e. Cepat lelah 9. Penyakit yang diakibatkan oleh oleh bekerja pada suhu tinggi disebut : a. Heat cramps b. Over dosis c. Hhead exhan stion d. Air Sichs e. Depresi 10. Keringat keluar secara berlebihan dan terus menerus mengakibatkan kejang otot tubuh, pingsan dan sebagainya , kejadian ini dinamakan : a. Hhead exhan stion. b. Heat cramps. c. Gangguan otot. d. Gangguan saraf perasa. e. Kecapeaan/leleah. Tugas: Buat kelompok diskusi, setiap kelompok terdiri dari 5 orang . Diskusikan mengenai lingkungan keraja, dan hasil dari diskusi tersebut dikumpulksn.

Modul Budaya Kerja

23

MENGIKUTI ATURAN KERJA SESUAI DENGAN LINGKUNGAN KERJA KEGIATAN BELAJAR: MENGENAL DIVINISI KWALITAS JASA

Tujuan Pembelajaran: 1. Dapat mengenal jenis kwalitas produkjasa. 2. Dapat berprilaku sesuai dengan tuntutan pelanggan atau menyenangkan pelanggan. Uraian Materi: • Tantangan Budaya Yang dimaksud dengan tantangan budaya disini adalah tantangan yang bakal atau akan dihadapi oleh pelaku budaya. Suatu lingkungan budaya ( sub budaya, sub kultur) tatkala berkomunikasi atau berintraksi dengan pelaku budaya atau lingkungan budaya ( sub budaya ) lain yang nilai dan vehicele budaya ( sub budayanya ) berbeda dalam kondisi dan situasi perubahan sosial yang semakin pesat dan global. Dengan mengetahui tantangan budaya, dapat dipelajari bagaimana menghadapi dan mengganti sipasinya agar tantangan itu berubah menjadi peluang bahkan kekauatan ( resilient ). Tantangan itu terdapat dari berbagai pihak sebagai berikut : - Budaya Pribadi. Tantangan budaya antar pribadi dihadapi dalam rangka semangat team ( team work ), team lebih tingg dibanding kerja sama semata-mata. Team bulding didasarkan pada anggapan bahwa : 1. Tidak ada orang yang sempurna 2. Setiap orang mempuyai, kelemahan, keterbatasan dan kekurangan disamping kekuatan keahlian dan kelebihan dibanding dengan orang lain. 3. Kepentingan seseorang dapat di Exchange dengan orang lain yang kepentingannya berbeda, sehingga tercapai kondisi saling menguntungkan. • Pendekatan Manajemen Budaya Yang dimaksud dengan pendekatan Manajemen budaya yaitu pendekatan yang didasarkan pada anggapan bahwa perubahan sosial adalah juga perubahan budaya. Perubahan budaya adalah perubahan nilai yang memerlukan proses.
Modul Budaya Kerja

24

Karyawan, untuk pertama kalinya di rekrut ( mungkin tanpa seleksi yang ketat ) dari kalangan keluarga atau kenalan. Namun suatu waktu perubahan akan bisa terjadi, jika pendiri perusahaan meninggal dunia, pensiun, restrucsuring perusahaan atau perusahaan go public. Karyawan yang sebagai membias ( anggota organisasi atau perusahaan mendapat gaji atau upah dari perusahaan tersebut ). Karyawan cenderung menanggap perusahaan hanya sebagai periuk nasi nya saja, kompensasi yang memadai sudah cukup baginya. Tanggung jawab karyawan pun demikian hanya sebatas pelaksanaan tugas ( kontrak ) menurut job discription. Tetapi jaminan sudah berubah sejumlah organisasi/perusahaan memperlakukan karyawan tidak lagi sebagai obtyek tapi subyek. Kepentingan karyawan beransurangsur ditingkatkan. Posisi karyawan berubah dari orang gajian menjadi pemegang saham. Namun setiap kali organisasi membuat kebijakan setiap kali itu pulalah korban tidak tertahankan, seperti bunyi pepatah setiap masalah ada solusi ( tetapi) setiap solusi muncul masalah. Ada pihak yang diuntungkan ada yang dirugikan. Kadang datang perusahaan dalam, perusahaan seperti merosotnya nilai rupiah, pasar lesu biaya inpor tinggi, akhirnya masalah inilah yang menyebabkan perusahaan mengambil tindakan untuk menghadapi kemelut perusahaan tersebut, sehingga diambillah kebijaksanaan atau tindakan jangka pendek untuk menghadapinya, berdasrkan pertimbnagan sosial ekonomi, untuk solusinya dengan sasaran sunvive seperti : 1. Perampingan usaha 2. Penghematan Operasional, baik penggunaan bahan, dana, dan sarana. 3. Penyusunan kembali skala prioritas 4. Lembur di tiadakan, Shifs di kurangi, penggiliran kerja di adakan. 5. Berbagai bentuk bonus lain insentif di hapus 6. Tenaga magang atau probative dilepaskan 7. Saat pensiun di percepat 8. P.H.K dan sebangsanya dilakukan sebagaisolusi terakhir 9. Karyawan di rumahkan Sayang sekali setiap kali pemerintah mengambil tindakan yang berdampak terhadap organisasi dan khususnya karyawan perusahaan yang bersangkutan yang terkena tindakan terkesan diabaikan. Bersamaan dengan hakl ini apakah dilakukan oleh perusahaan dalam meletakkan dasar-dasar ketahanan perusahaan, agar perusahaan dan karyawannya siap menghadapi kondisi apapun. Hal ini berarti perlu dibangun suatu berdaya kerja transformasionil perusahaan yang tepat. Membangun budaya kerja trnasformasional yaitu membangun adaptabilitas, ketahanan dan kekuatan organisasi dan memiliki serta membuat sistem mulai yang dipandang cocok untuk setiap kondisi organisasional untuk masa krisis, misalnya dan memberikan motivasi dan semangat kepada karyawan untuk bisa menerima setiap perubahan dengan hati lapang dan berpikir yang positif ( positif thingking ) dan terbuka.

Modul Budaya Kerja

25

TEST KOMPETENSI Lingkari jawaban yang benar ( a, b, c , d , e ) 1. Penghematan operasional baik penggunaan bahan dan sarana adalah merupakan salah satu kiat yang diambil dalam menghadapi …. a. Peningkatan usaha b. Penegakan budaya kerja c. Menghadapi kemelut perusahaan d. Meningkatkan kinerja perusahaan e. Mengurangi tenaga kerja 2. Solusi terakhir yang diambil dalam menghadapi kemelut perusahaan adalah … a. Perampingan usaha b. Penyusuaian kembali skala prioritas c. P.H.K ( Pemutusan Hubungan Kerja ) d. Lembur dikurangi e. Bonus dan insentive dihapus 3. Prahara atau kemelut dalam perusahaan bisa disebabkan oleh hal-hal berikut kecuali : a. Nilai rupiah merosot b. pasar lesu c. Daya beli berkurang d. Over produksi e. Biaya inport tinggi 4. Membangun kekuatan dan ketahanan serta adaptabilitas di organisasi disebut : a. Budaya kerja Over work b. Budaya kerja transformational c. Budaya kerja Invive d. Budaya kerja inovatif e. Budaya kerja persuasif 5. Di bawah ini adalah antara lain hak karyawan dalam organisasi/perusahaan kecuali … a. Cuti b. Mendapat gaji c. Kerja Lembur d. Perawatan kesehatan e. Keamanan dan keselamatan dalam bekerja mendapatkan perlindungan 6. Kerja tambahan di luar jam kerja, disebut … a. Kerja tambahan b. Kerja lembur c. Kerja Shif d. Kerja Priobative

Modul Budaya Kerja

26

e. Kerja insidentil

7. Penghasilan, upah tambahan diluar gaji dinaikkan : a. Gaji tambahan b. Rapelan c. Bonus/insentive d. Gaji lembur e. Gaji dadakan 8. Yang dimaksud dengan perubahan budaya kerja adalah : a. Perubahan sistem kerja b. Perubahan budaya kerja c. Perubahan sistem nilai d. Perubahan etos kerja e. Perubahan tatakrama 9. karyawan adalah merupakan ….. organisiasi : a. Mitia b. Member c. Pelanggan d. Cabang e. Urat Nadi 10. Apapun yang terjadi pada perubahan prosedur organisasi, maka kepada karyawan diharapkan untuk menerima nya dengan : a. Pasrah b. Kecewa dan negatif thingking c. Pikiran yang positif d. Sakit hati e. Penuh emosi II. Jelaskan apa yang dimaksud dengan 1. Kerja Lembur 2. Bonus/Insentive 3. P.H.K Pemutusan Hubungan Kerja 4. Skala Prioritas 5. Pasar lesu III. Tugas Diskusi Buat grup/kelompok diskusi masing-masing kelompok 5 orang Diskusikan topik : Apa dampak yang ditimbulkan oleh adanya P.H.K dalam masyarakat terutama pada karyawan yang terkena PHK. Hasil diskusi dikelompokkan. IV. Mengapa PHK diadakan oleh Perusahaan Apa tindakanmu seandainya kamu sebagai seorang karyawan yang di PHK V. 1. Jelaskan bagaimana usaha mu dalam mengantisipasi tantangan sehingga menjadi peluang.

Modul Budaya Kerja

27

2. Jelaskan bagaimana sikapmu seandainya kamu menjadi bagaian dari sebuah team work. DATAR PUSTAKA 1. Ratmini, Dra.Forum, mengikuti Prosedur keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja. 2. Taliziduhu, Ndraha, Prof.Dr. Teori Budaya Organiasi 3. Subanda Panji , H. Drs. Dasar-dasar Korespondensi Bahasa Indonesia 4. Slamaet, Drs Sahban Sutomo, drs, Surat Menyurat Indonesia Jilid III 5. Sayekti, S.Pd Gita Kurniawan SE, Yudistira Pelayanan Prima Kelompok bisnis manajemen 6. Harian Kompas, Klipping 7. Internasional, Labour Office ( Organisasi Perburuhan Internasional ) 8. Kantor Menteri Negara, Pendayagunaan Aparatur negara, Pedoman Pemasyarakatan Budaya Kerja Jakarta Februari th. 1991

Modul Budaya Kerja

28

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BUDAYA KERJA A. Landasan Hukum Budaya Kerja ………………………………………………… 2 B. Tujuan Budaya Kerja …………………………………………………………… 2 C. Sifat Budaya Kerja ……………………………………………………………… 2 D. Penyusunan Budaya Kerja ………………………………………………………. 2 E. Prioritas Budaya Kerja ………………………………………………………….. 3 F. Pengertian dan Istilah …………………………………………………………… 3 G. Falsafah Budaya Kerja ………………………………………………………… 3 H. Manfaat Budaya Kerja …………………………………………………………. 4 I. Pelaksanaan Program Budaya Kerja ……………………………………………. 4 J. Kerangka Pikir Budaya Kerja …………………………………………………… 5 K. Masuknya Faktor Budaya Kerja dalam sistim kerja ……………………………. 5 L Pendirian tentang sikap prilaku Kerja …………………………………………. 8 Tes Kompetensi I ……………………………………………………………… 10 MENGIKUTI ATURAN KERJA SESUAI DENGAN LINGKUNGAN KERJA A. Lingkungan Kerja ………………………………………………………………. 14 B. Menciptakan dan memelihara Lingkungan Yang baik …………………………. 15 C. Penilaian Lingkungan Kerja …………………………………………………….. 15 D. Pengendalian Lingkungan Kerja ………………………………………………… 15 E. Memelihara Lingkungan Kerja ………………………………………………….. 15 Kiat Menghadapi Genderisme …………………………………………………… 16 Test Kompetensi II ………………………………………………………………. 18 GANGGUAN YANG ADA DI DALAM LINGKUNGAN KERJA DAN JENISNYA • Lingkungan Kerja Physik……………………………………………………………. 21

Modul Budaya Kerja

29

• • • •

Perlindungan Telinga ……………………………………………………………… 21 Perlindungan Paru ………………………………………………………………… 22 Menjaga Kebersihan dan kesehatan Lingkungan Kerja …………………………… 23 Test Kompetensi 3 …………………………………………………………………. 24

Modul Budaya Kerja

30

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->