P. 1
PLC BAB 5-6-7-8-9

PLC BAB 5-6-7-8-9

|Views: 4,319|Likes:
Published by Iwan Ruhiyana
Tutorial PLC
Tutorial PLC

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Iwan Ruhiyana on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

Diagram ladder merupakan diagram yang paling umum dipergunakan untuk

merancang rangkaian kontrol non-elektronik, terkadang disebut dengan diagram

dasar atau diagram baris.

Ada dua tipe diagram ladder yang digunakan dalam sistem kontrol yaitu

diagram kontrol ladder dan diagram power ladder, gambar 6.1. menunjukan dua

dasar diagram control ladder yang pertama (a) untuk switch tunggal yang

mengendalikan output relay (CR5) ON-OFF, (b) diagram fungsi tunggal dengan

line parallel untuk kontrol dan line parallel untuk output, salah satu atau kedua

saklar mengendalikan output dan sebuah pilot lamp.

L 2

OUTPUT

L 1

CR 5

3

SW

1

3

CR 5

SW 2

SW 1

OUTPUT

PL 1

L 2

L 1

Gambar 6.1. Diagram Dasar Kontrrol Ladder

(a)

(b)

Syaprudin – te-pnj-2005

75

Didalam penggambaran yang umum untuk format diagram kontrol ladder

diilustrasikan pada gambar 6.2. diagram kontrol ladder memiliki dua fungsi line

aktif, Beberapa format penggambaran sebagai berikut:

Semua coil. Pilot lamp dan output output berada disebelah kanan.
Satu line input dapat mengendalikan lebih dari satu output, dihubungkan

parallel.

Saklar kontak dan peralatan lain dapat disisipkan di line ladder mulai dari kiri.
Saklar kontak dan peralatan lain dapat dipasang parallel, seri atau parallel-seri.
Line di tandai dengan nomor di sebelah kiri, berurutan dari atas ke bawah.
Setiap simpul diberi nomor indentifikasi yang berbeda.
Fungsi output diberi keterangan pada sebelah kanan.
Simpangan sistem kontrol coil relay (CR7) di indentifikasi dengan tanda line
yang dituju diberi keterangan pada sebelah kanan.

Kontak relay diindentifikasi oleh nomor coil relay ditambah nomor urut
rangkaian. contoh: coil CR7 mengendalikan kontak CR7-1 dan kontak CR7-2.

Cara kerja diagram kontrol ladder gambar 6.2. sebagai berikut:

Urutan kerja yang benar.

L 2

3 OUTPUT 1

L 1

CR 7

10

SW 1

11

CR 8

SW 2

SW 3

OUTPUT 2

PL 1

CR7-1

LINE

1

12

2

3

Gambar 6.2. Diagram Kontrol Ladder Dua Fungsi

Syaprudin – te-pnj-2005

76

Semua saklar terbuka untuk start, kedua coil dalam kondisi off.

SW1 dan SW2 ditutup, CR7 aktif.

Di line 3 CR7-1 tertutup. Mengaktifkan line 3, (CR8 masih off).

SW3 ditutup, CR8 aktif dan pilot lamp PL1 menyala.

SW1 dan SW2 dibuka, menyebabkan semua off

Pilihan urutan yang memungkinkan.

SW1 dan SW2 tertutup SW3 ditutup, tidak ada yang dapat diaktifkan.????

SW1 dan SW2 tertutup SW3 terbuka, semua non aktif.

Gambar 6.3. adalah diagram ladder yang keliru, dimana menggunakan komponen

yang sama dengan gambar 6.2. apakah rangkaian tersebut dapat bekerja ?, Apabila

semua saklar tertutup, tegangan sampai ke poin 13, setiap coil hanya mendapatkan

1/3 tegangan, kemungkinan coil coil tidak akan aktif normal dan tidak mampu

untuk membuat kontak tertutup.

Tambahan persyaratan rangkaian mungkin diperlukan pada konstruksi dari

penambahan line kontrol ladder, modifikasi yang mungkin dapat ditambahkan

pada diagram ladder gambar 6.2. sebagai berikut:

SW4 harus ON untuk mengaktifkan CR7.

CR7 harus ON untuk mengaktifkan CR8

CR9 dinyalakan oleh CR7, CR8 dan SW3

Gambar 6.3. Diagram Kontrol Ladder Yang Keliru.

SW 2

L 1 SW 1 CR 7 – 1 SW 3 CR 7 CR 8 PL 1 L 2
11 12 13 14 15

Syaprudin – te-pnj-2005

77

Kerja dari diagram power ladder dalam gambar 6.4. adalah ketika power

dari coil kontaktor diaktifkan, kontak power tertutup, dan motor akan bekerja.

Perhatikan bahwa pengawatan pada power ladder diagram ditunjukan oleh line

yang lebih tebal untuk membedakan dengan line kontrol rangkaian.

.

Penggambaran pengembangan diagram ladder ditunjukan dalam gambar 6.5.

perhatikan ada sebuah garis putus putus antara dua kontak SW3, garis putus putus

mengindikasikan saklar tunggal dengan dua kontak .

L 1 SW 1 SW 4 CR 7 L 2

10 11

3. 5. OUTPUT 1

5. OUTPUT 2

OUTPUT 3

SW 2

CR 7 - 1 SW 3 CR 8

CR 7 - 2 SW 3 CR 8 -1 CR 9

12 13

14 15 16

PL 1

LINE
1

2

3

4

5

Gambar 6.5. Pengembangan Diagram Kontrol Ladder.gambar 6.2.

Gambar 6.4. Diagram Power Ladder

Syaprudin – te-pnj-2005

78

Sebauah rangkaian tambahan untuk operasi dapat digambarkan pada line diagram

ladder, seperti yang ditunjukan pada gambar 6.6. Rangkaian tambahan

berdasarkan penambahan line disertakan denganCR& atau CR8 atau keduanya

ditambahkan LS12 dan CR9 mengaktifkan relay CR10.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->