4

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Model matematis dan tahapan matematis Secara umum tahapan yang harus ditempuh dalam menyelesaikan masalah

matematika secara numerik dan menggunakan alat bantu komputer, yaitu: 2.1.1 Tahap pemodelan Yaitu merumuskan masalah dalam istilah matematis, mendefinisikan peubah dan persamaan yang terlibat dengan memeperhitungkan jenis komputer yang dipakai.
2.1.2

Tahap algoritma atau analisis Perumusan penyelesaian secara numerik dilanjutkan dengan rancang bangun algoritma bersama dengan analisis kesalahan pendahuluan, untuk pemecahan soal. Algoritma adalah salah satu metode yang digunakan untuk penyelesaian soal. Algoritma adalah suatu rangkaian prosedur yang lengkap dan tidak meyangsikan untuk menuju penyelesaian. Setelah menentukan sebuah algoritma maka langkah selanjutnya harus mempertimbangkan berapa besar derajat ketelitian yang diperlukan, memperkirakan besarnya kesalahan pembulatan dan kesalahan diskretitasi ( discretitation error), menentukan jumlah langkah yang tepat atau jumlah iterasi yang dibutuhkan, mengadakan pengujian ketelitian yang mencukupi, dan memberikan kelonggaran untuk aksi korektif dalam kasus-kasus non konvergensi.

5

2.1.3

Tahap pemrograman (programming)

Tahap ini akan mengubah algoritma menjadi sebuah diagram alir yang memperlihatkan diagram blok dari suatu prosedur yang memeperlihatkan rangkain intruksi pada suatu komputer. Kemudian dilanjutkan dengan penulisan program(coding), pencarian dan perbaikan kesalahan serta pengujian.

2.2

Metode komputasi untuk menaksir besarnya kesalahan Berbagai metode yang banyak metode untuk memperkirakan kesalahan-

kesalahan dalam perhitungan yang mereka lakukan, adapun diantaranya metode yang dimaksud adalah :
2.2.1

Metode presisi rangkap dua Dalam hal ini kita cukup menyelesaikan soalnya dua- satu kali dalam presisi tunggal dan satu kali dalam presisi rangkap. Dari selisih hasil dapat diketahui dan dapat diperkirakan besarnya kesalahan pembulatan totalnya (dengan asumsi bahwa semua kesalahan-kesalahan dianggap kurang signifikan). Kemudian dapat diadakan asumsi bahwa akumulasi

pembualatan yang sama akan terjadi pada soal-soal yang sama yang akan diselesaikan dengan kebiasaan yang sama.
2.2.2

Metode aritmetika interval (interval aritmathic) Tiap bilangan disajikan dalam dua bilangan, nilai-nilai maksimum dan minimum yang mungkin terdapat dalam soal tersebut. Nilai yang sebenarnya

6

yang harus didapat harus terkandung dalam ruang lingkup yang ditentukan nilai maksimum dan minimum.
2.2.3

Metode angka-signifikan (signifcan –digits- aritmathic) Silisih dua bilangan yang seperti halnya pada metode presisi rangkap dua maka akan terdapat beberapa angka hilang. Pada metode ini akan dicari angka-angka yang hilang itu, metode ini akan mengusahakan untuk mempertahankan angka-angka yang hilang itu sehingga hasil yang didapat tidak terlalu konservatif.

2.3

Metode Numerik dan nilai pendekatan Metode Numerik adalah salah satu cabang ilmu matematika, cabang ilmu ini

mempelajari cara untuk menyelesaikan sebagian problem matematika seperti penyelesaian integral dengan beberapa metode misalnya metode trapesium, metode simpson 1/3 dan metode simpson 3/8. Metode berarti cara atau jalan untuk mencari pemecahan dari suatu problem agar lebih mudah untuk diselesaikan. Sedangkan numerik berasal dari kata

numeris yang berarti hasil atau nilai angka. Jadi metode numerik dapat diartikan sebagai cara atau jalan untuk memecahkan/menyelesaikan problem matematika untuk mendapatkan nilai pendekatan yang bisa dianggap sebagai suatu penyelesaian yang baik dengan error sekecil mungkin. Error adalah tingkat kesalahan dari perhitungan yang dilakukan, semakin error itu kecil maka bisa dianggap sebagai hasil yang tepat, tetapi jika error itu besar maka hasil yang didapat bukan merupakan hasil yang diinginkan.

7

Nilai pendekatan adalah manifestasi hasil dari sebuah perhitungan yang telah kita lakukan, nilai dapat berarti sebuah harga atau value, sedangkan pendekatan adalah keadaan dimana membuat objek itu seolah-olah seperti objek yang sebenarnya. Maka nilai pendekatan adalah nilai dari sebuah hasil perhitungan yang mendekati hasil sebenarnya, sebenarnya nilai ini tidak tepat sama seperti nilai yang sebenarnya hanya sebuah nilai yang mendekati nilai sebenarnya.

2.4

Integrasi Numerik Integrasi numerik merupakan suatu proses mencari nilai hampiran integral

dari fungsi tertentu yang dibatasi titik variabel tertentu, dengan bentuk persaman secara umum:
I = ∫ f ( x ) dx
a b

(2-1)

Dengan f(x) sebagai fungsi terhadap variabel x yang dihitung batas x=a yang merupakan batas paling kiri sampai dengan batas x=b yang merupakan batas paling kanan. Integral tertentu merupakan suatu proses penjumlahan yang bisa juga dikatakan luas dibawah kurva y=f(x), dari a ke b. Beberapa metode numerik untuk persamaan integral didasarkan pada pengertian interprestasi aproksimasi untuk memperoleh hasil yang mendekati hampiran penyelesaian integral tersebut. Dasar penintegralan numerik menurut perumusan Newton-Cowtes berdasarkan pada:
I =∫ f ( x ) d ≅∫ f n ( x )d x x
a a b b

(2-2)

8

Nilai hampiran integral dari suatu fungsi f(x) didasarkan pada polinomial. Persamaan polinomial adalah persamaan aljabar yang hanya mengandung jumlah dari variabel x berpangkat bilangan bulat (integer). Bentuk umum persamaan polinomial order n adalah:
1 f n ( x ) = a 0 +a1 x +a 2 x 2 +..... +a n −1 x n − +a n x n

(2-3)

Nilai n merupakan jumlah titik data, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi koefisien a 0 , a1 ,...., a n . Fungsi f(x) bisa fungsi linier dan bisa juga fungsi kuadrat.

2.5

Metode Luas Trapesium Persamaan 2-1 diatas dipakai untuk menghitung luas dibawah kurva dengan

batas x=a sampai x=b. Metode luas trapesium didasarkan pada ide nilai pendekatan fungsi y=f(x) pada masing-masing subinterval dengan garis lurus sedemikian sehingga bentuk area pada sumbu sub interval berupa trapesium. Pendekatan luas trapesium merupakan metode pendekatan luas dibawah kurva dengan menghampiri luasan tersebut dengan menggunakan sejumlah deret trapesium yang terletak diantara subinterval-subinterval tersebut. Gambar diambil atau dipecah menjadi beberapa subinterval membentuk trapesium sehingga perhitungan integral dengan menggunakan subinterval yang banyak menghasikan kesalahan yang lebih kecil dan semakin teliti hasil hampiran integral tersebut. Rumus metode numerik untuk penyelesaian integral dengan pendekatan luas trepesium adalah sebagai berikut:

9

I=

n =1 h  f (a ) + f (b) + 2∑ f ( xi )  2 i −1 

(2.4)

Dengan selang a ke b dipecah menjadi n sub interval dengan lebar yang sama h=(b-a)/n dan x k = a + hk untuk k=1,2,3,……..n dan k=123....n dan a=x 0 <…<x xn − < x n =b. 1

2.6

Metode Simpson Metode Simpson merupakan metode yang lebih teliti dibanding luas

trepesium. Bila proses diulang pada interval (a,b) menjadi 2n subinterval yang berlebar sama h=(b-a)/2n dan dan x k = a + hk untuk k=1,2,3,……..n dan

k=123...2n dan a=x 0 <…<x xn − < x 2 n =b. 1 Rumus Simpson untuk f(x) dengan 2n subinterval berlebar h:

f ( x) =

h 2h n =1 4h n  f (a ) + f (b) + f ( x2k ) + ∑ ∑ f ( x 2k −1 )  3 3 k =1 3 k =1 

(2.5)

2.7

Algoritma Metode Luas Trapesium dan Metode Simpson Algoritma adalah sebuah alir program yang menunjukkan langkah demi

langkah dalam menyelesaikan sebuah persoalan. Adapun algoritma Metode Luas Trapesium adalah :
1. 2.

Menentukan fungsi y=f(x) yang akan dihitung. Masukkan masukan a,b dan n.

3. Lebar subinterval dapat dihitung dengan: h=(b-a)/n

10

4. Jumlah awal=0
5.

Hitung luas trapesium setiap subinterval dari k=1 sampai n-1 dengan Selama k<n-1: -

x=a+h*k Jumlah=Jumlah+fungsi(x);

6.

Jumlahkan luas trapesium dari setiap subinterval pertama sampai dengan luas trapesium subinterval yang ke n dengan: Jumlah=h*fungsi(a)+fungsi(b)+2*Jumlah)/2

Sedangkan untuk Metode Simpson algoritmanya adalah :
1.

Menentukan fungsi y=f(x) yang akan dihitung.

2. Masukkan masukan a,b dan n. 3. Lebar subinterval dapat dihitung dengan: h=(b-a)/2n
4. 5.

JumlahGenap=0 Hitung luas setiap subinterval dari k=1 sampai n-1 dengan Selama k<n-1:
-

x=a+h*2*k JumlahGenap=JumlahGenap+fungsi(x);

7. JumalahGanjil=0
8.

Hitung luas setiap subinterval dari k=1 sampai n dengan Selama k<n: -

x=a+h*(2*k-1)); JumlahGanjil=JumlahGanjil+Fungsi(x);

11

9.

Jumlahkan luas dari setiap subinterval pertama sampai dengan luas subinterval yang ke n dengan: Jumlah=h*fungsi(a)+fungsi(b)+2*JumlahGenap+4*JumlahGanjil/3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.