P. 1
Budaya Politik Di Indonesia

Budaya Politik Di Indonesia

|Views: 4,176|Likes:
Published by basir annas sidiq

More info:

Published by: basir annas sidiq on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

Waktu : 6 x 45 Menit Waktu : 6 x 45 Menit

(Keseluruhan KD) (Keseluruhan KD)
Standar Standar
Kompetensi : Kompetensi :
1. Menganalisis 1. Menganalisis
budaya politik budaya politik
di Indonesia di Indonesia
Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar :
1.1. 1.1. Mendeskripsikan Mendeskripsikan pengertian budaya pengertian budaya
politik. politik.
1.2. Menganalisis tipe 1.2. Menganalisis tipe- -tipe budaya politik tipe budaya politik
yang berkembang dalam masyarakat yang berkembang dalam masyarakat
Indonesia. Indonesia.
1.3. Mendeskripsikan pentingnya 1.3. Mendeskripsikan pentingnya
sosialisasi pengembangan budaya sosialisasi pengembangan budaya
politik. politik.
1.4. Menampilkan peran serta budaya 1.4. Menampilkan peran serta budaya
politik partisipan politik partisipan
Waktu : 4 x 45 Menit Waktu : 4 x 45 Menit
Standar Standar
Kompetensi : Kompetensi :
Menganalisis Budaya Politik Di Indonesia Menganalisis Budaya Politik Di Indonesia
Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar :
1.1. 1.1. Mendeskripsikan Mendeskripsikan pengertian pengertian
budaya politik. budaya politik.
1.2. Menganalisis tipe 1.2. Menganalisis tipe- -tipe budaya politik tipe budaya politik
yang berkembang dalam masyarakat yang berkembang dalam masyarakat
Indonesia. Indonesia.
(Indikator) (Indikator)
Hasil Yang Diharapkan : Hasil Yang Diharapkan :
Menguraikan pengertian budaya politik Menguraikan pengertian budaya politik
secara umum dan menurut para ahli. secara umum dan menurut para ahli.
Mendeskripsikan komponen Mendeskripsikan komponen- -komponen komponen
budaya politik budaya politik
Menganalisis tipe Menganalisis tipe- -tipe budaya politik tipe budaya politik
berdasarkan sikap yang ditunjukkan dan berdasarkan sikap yang ditunjukkan dan
orientasi politiknya. orientasi politiknya.
BUDAYA BUDAYA
POLITIK POLITIK
Pengertian Pengertian
Pendapat Umum Pendapat Umum
Pendapat Ahli Pendapat Ahli
1. 1. Rusadi S. Rusadi S.
2. 2. Sidney Verba Sidney Verba
3. 3. Austin R., dll Austin R., dll
Komponen Budaya Politik Komponen Budaya Politik
1. 1. Kognitif Kognitif
2. 2. Afektif Afektif
3. 3. Evaluatif Evaluatif
Tipe Tipe- -tipe Budaya tipe Budaya
Politik Politik
Orientasi Orientasi
Politiknya Politiknya
Sikap Yang Sikap Yang
Ditunjukkan Ditunjukkan
1. 1. Budaya Politik Budaya Politik
a. a. Pengertian Pengertian
Budaya politik Budaya politik
merupakan merupakan
sistem nilai dan sistem nilai dan
keyakinan yang keyakinan yang
dimiliki bersama dimiliki bersama
oleh masyarakat. oleh masyarakat.
Mrp aspek politik dari nilai-nilai
yang terdiri atas pengetahuan,
adat istiadat, tahayul, & mitos.
Dapat dilihat dari aspek doktrin
dan aspek generiknya (bentuk).
Hakikat dan ciri budaya politik
yaitu menyangkut masalah
nilai-nilai sbg prinsip dasar.
Bentuk budaya politik
menyangkut sikap dan norma.
b. b. Menurut Para ahli : Menurut Para ahli :
Lanjutan ««««.
Gabriel Gabriel A A. . Almond Almond & & Sidney Sidney Verba Verba, , budaya budaya politik politik yaitu yaitu
terdapatnya terdapatnya satu satu perangkat perangkat yang yang meliputi meliputi seluruh seluruh nilai nilai- -
nilai nilai politik politik yyan angg t teerdapat rdapat di di seluruh seluruh bangsa bangsa. .
Rusadi Sumintapura, Rusadi Sumintapura, budaya politik tidak lain adalah pola budaya politik tidak lain adalah pola
tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan
politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem
politik. politik.
Sidney Verba, Sidney Verba, budaya politik adalah suatu sistem keperca budaya politik adalah suatu sistem keperca- -
yaan empirik, simbol yaan empirik, simbol- -simbol ekspresif dan nilai simbol ekspresif dan nilai- -nilai yang nilai yang
menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik
dilakukan. dilakukan.
Alan R. Ball, Alan R. Ball, budaya politik adalah suatu susunan budaya politik adalah suatu susunan
yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai--
nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem
politik dan isu politik dan isu--isu politik. isu politik.
Austin Ranney, Austin Ranney, budaya politik adalah seperangkat budaya politik adalah seperangkat
pandangan pandangan--pandangan tentang politik dan pemerin pandangan tentang politik dan pemerin--
tahan yang dipegang secara bersama tahan yang dipegang secara bersama--sama; sebuah sama; sebuah
pola orientasi pola orientasi--orientasi terhadap objek orientasi terhadap objek--objek objek politik. politik.
Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr., Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.,
budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan
keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga
kecenderungan dan pola kecenderungan dan pola--pola khusus yang terdapat pola khusus yang terdapat
pada bagian pada bagian--bagian tertentu dari populasi. bagian tertentu dari populasi.
Lanjutan ««««.
Dua manfaat jika dapat memahami Dua manfaat jika dapat memahami
pengertian budaya politik : pengertian budaya politik :
Adanya sikap warga negara terhadap sistem politik Adanya sikap warga negara terhadap sistem politik
yang mempengaruhi tuntutan yang mempengaruhi tuntutan- -tuntutan, tanggapan, tuntutan, tanggapan,
dukungan serta orientasinya terhadap sistem politik dukungan serta orientasinya terhadap sistem politik
yang ada; yang ada;
Dapat mengerti dan memahami hubungan antara Dapat mengerti dan memahami hubungan antara
budaya politik dengan sistem politik atau faktor budaya politik dengan sistem politik atau faktor- -
faktor apa yang menyebabkan terjadinya pergeseran faktor apa yang menyebabkan terjadinya pergeseran
politik. politik.
Lanjutan ««««.
Orientasi kognitif Orientasi kognitif, yaitu berupa pengetahuan , yaitu berupa pengetahuan
tentang dan kepercayaan pada politik, peranan tentang dan kepercayaan pada politik, peranan
dan segala kewajibannya serta input dan dan segala kewajibannya serta input dan
outputnya. outputnya.
Orientasi afektif Orientasi afektif, , yaitu perasaan terhadap yaitu perasaan terhadap
sistem politik, peranannya, para aktor dan pe sistem politik, peranannya, para aktor dan pe- -
nampilannya. nampilannya.
Orientasi evaluatif Orientasi evaluatif, , yaitu keputusan dan yaitu keputusan dan
pendapat tentang obyek pendapat tentang obyek- -obyek politik yang obyek politik yang
secara tipikal melibatkan standar nilai dan secara tipikal melibatkan standar nilai dan
kriteria dengan informasi dan perasaan. kriteria dengan informasi dan perasaan.
c. c. Komponen Komponen- -komponen Budaya Politik komponen Budaya Politik
Menurut Menurut G. Almond G. Almond dan dan S. Verba S. Verba, bahwa objek , bahwa objek
orientasi politik warga negara adalah sistem politik orientasi politik warga negara adalah sistem politik
yang terbagi ke dalam tiga golongan objek, yaitu : yang terbagi ke dalam tiga golongan objek, yaitu :
a. a. Peranan atau struktur khusus seperti badan Peranan atau struktur khusus seperti badan
legislatif, eksekutif atau birokrat. legislatif, eksekutif atau birokrat.
b. b. Pemegang jabatan, seperti pemimpin monarki, Pemegang jabatan, seperti pemimpin monarki,
legislator dan administrator. legislator dan administrator.
c. c. Kebijaksanaan, keputusan atau penguatan Kebijaksanaan, keputusan atau penguatan
keputusan, struktur pemegang jabatan. keputusan, struktur pemegang jabatan.
Lanjutan ««««.
Alfian, menganggap bahwa lahirnya kebudayaan Alfian, menganggap bahwa lahirnya kebudayaan
politik sebagai pantulan langsung dari keseluruhan politik sebagai pantulan langsung dari keseluruhan
sistem sosial sistem sosial- -budaya masyarakat dalam arti luas. budaya masyarakat dalam arti luas.
1. 1. Rusadi Sumintapura, mendefiniskan budaya politik sebagai pola Rusadi Sumintapura, mendefiniskan budaya politik sebagai pola
tingkah laku individu dan orientasi terhadap kehidupan politik...dst. tingkah laku individu dan orientasi terhadap kehidupan politik...dst.
Berikan penjelasan singkatnya ! Berikan penjelasan singkatnya !
Orientasi Kognitif Orientasi Afektif
««««««««««««««« «««««««««««««««
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Pengertian Budaya Politik dan
Komponen-komponen Budaya Politik, dilanjutkan Penugasan dengan
menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut :
Penugasan Praktik Kewarganegaraan Penugasan Praktik Kewarganegaraan
1
a. Pola tingkah laku individu : ...........................................................
b. Orientasi terhadap kehidupan politik : .........................................
2. Dalam klasifikasi tipe-tipe orientasi, yaitu orientasi kognitif, efektif
dan evaluatif. Beri penjelasan singkat pada kolom di bawah ini!
3. Berikan tanggapan penjelasan, mengapa sebagai warga negara
dirasakan penting untuk memahami ³budaya politik´ dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara!
2. 2. Tipe Tipe- -tipe Budaya Politik tipe Budaya Politik
BERDASARKAN BERDASARKAN
SIKAP YANG SIKAP YANG
DITUNJUKKAN DITUNJUKKAN
a. a. Militan (usaha jahat & menentang) Militan (usaha jahat & menentang)
b. b. Toleransi (berpusat pd masalah) Toleransi (berpusat pd masalah)
Sikap Mental Sikap Mental
Abasolut Abasolut
(sempurna & tidak (sempurna & tidak
dapat dirubah) dapat dirubah)
Sikap Mental Sikap Mental
Akomodatif Akomodatif
(menerima apa saja (menerima apa saja
yg berharga) yg berharga)
Lanjutan ««««.
BERDASARKAN BERDASARKAN
ORIENTASI ORIENTASI
POLITIKNYA POLITIKNYA
Parokial Parokial (partisipasi (partisipasi
sangat rendah) sangat rendah)
Subjek/Kaula Subjek/Kaula (relatif (relatif
maju tp masih pasif) maju tp masih pasif)
Parisipan Parisipan (kesadaran (kesadaran
sudah tinggi) sudah tinggi)
Sangat ideal untuk Sangat ideal untuk
tumbuh suburnya tumbuh suburnya
demokrasi demokrasi
Lanjutan ««««.
MODEL MODEL
KEBUDAYAAN KEBUDAYAAN
POLITIK POLITIK
Demokratik Demokratik
Industrial Industrial
Sistem Sistem
Otoriter Otoriter
Demokratis Demokratis
Pra Pra- -
Industrial Industrial
Menurut Menurut Almond Almond
dan dan Verba Verba, terdapat , terdapat
variasi dlm 3 bentuk variasi dlm 3 bentuk
budaya politik : budaya politik :
Subyek Subyek- -parokial, parokial,
Subyek Subyek- -partisipan, partisipan,
Parokial Parokial- -partisipan. partisipan.
Carilah Carilah sumber sumber informasi informasi lain lain baik baik dari dari buku, buku, koran, koran, majalah, majalah,
internet, internet, buletin buletin & & sebagainya, sebagainya, kemudian kemudian lakukan lakukan hal hal- -hal hal berikut berikut : :
Penugasan Praktik Kewarganegaraan Penugasan Praktik Kewarganegaraan
2
1. 1. Rumuskan kembali tentang pemahaman tipe Rumuskan kembali tentang pemahaman tipe- -tipe budaya tipe budaya
politik baik berdasarkan sikap yang ditunjukkan maupun politik baik berdasarkan sikap yang ditunjukkan maupun
orientasi politiknya ! orientasi politiknya !
2. 2. Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan
masyarakat dapat muncul budaya politik yang memiliki sikap masyarakat dapat muncul budaya politik yang memiliki sikap
mental absolut ! mental absolut !
3. 3. Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan Berikan alasan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan
masyarakat ada sebagian yg memiliki budaya politik parokial ! masyarakat ada sebagian yg memiliki budaya politik parokial !
4. 4. Jelaskan dengan alasan, bagaimana dalam kenyataan di dalam Jelaskan dengan alasan, bagaimana dalam kenyataan di dalam
masyarakat terdapat munculnya budaya politik campuran masyarakat terdapat munculnya budaya politik campuran
parokial parokial ƊƊ partisipan ! partisipan !
5. 5. Berikan penjelasan singkat perbedaan pokok model Berikan penjelasan singkat perbedaan pokok model- -model model
kebudayaan antara demokratik industrial dengan demokratis kebudayaan antara demokratik industrial dengan demokratis
pra pra- -industrial ! industrial !
Waktu : 2 x 45 Menit Waktu : 2 x 45 Menit
Standar Standar
Kompetensi : Kompetensi :
Menganalisis Budaya Politik Di Indonesia Menganalisis Budaya Politik Di Indonesia
Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar :
1.3. Mendeskripsikan pentingnya 1.3. Mendeskripsikan pentingnya
sosialisasi pengembangan budaya sosialisasi pengembangan budaya
politik. politik.
1.4. Menampilkan peran serta budaya 1.4. Menampilkan peran serta budaya
politik partisipan. politik partisipan.
(Indikator) (Indikator)
Hasil Yang Diharapkan : Hasil Yang Diharapkan :
Menguraikan pengertian sosialisai politik secara Menguraikan pengertian sosialisai politik secara
umum dan menurut para ahli. umum dan menurut para ahli.
Menganalisis proses sosialisasi Menganalisis proses sosialisasi politik politik
Menganalisis sosialisasi politik dalam masyarakat Menganalisis sosialisasi politik dalam masyarakat
berkembang dan komunitas politik. berkembang dan komunitas politik.
Mendeskripsikan pengertian dan konsep partisipasi Mendeskripsikan pengertian dan konsep partisipasi
politik. politik.
Menampilkan praktik dan tingkatan partisipasi Menampilkan praktik dan tingkatan partisipasi
politik. politik.
Pengertian Pengertian
Umum Umum
Pendapat Ahli Pendapat Ahli
1. 1. G.A. Almond G.A. Almond
2. 2. Irvin L. Child Irvin L. Child
3. 3. Denis K., dll Denis K., dll
Peran Serta Dalam Peran Serta Dalam
Budaya Politik Budaya Politik
Partisipan Partisipan
Praktik Partisipasi Praktik Partisipasi
Politik Politik
Pengertian & Konsep Pengertian & Konsep
PENGEM PENGEM- -
BANGAN BANGAN
BUDAYA BUDAYA
POLITIK POLITIK
Proses Sosialisasi Politik Proses Sosialisasi Politik
Sosialisasi Politik Dlm Masyarakat Berkembang Sosialisasi Politik Dlm Masyarakat Berkembang
Sosialisasi Politik Dan Komunikasi Politik Sosialisasi Politik Dan Komunikasi Politik
Tingkatan Partisipasi Tingkatan Partisipasi
Politik Politik
1. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi Politik
a. a. Pengertian Pengertian
Sosialisasi politik Sosialisasi politik
adalah proses adalah proses
dengan mana dengan mana
individu individu- -individu individu
dapat memperoleh dapat memperoleh
pengetahuan, nilai pengetahuan, nilai- -
nilai, dan sikap nilai, dan sikap- -
sikap terhadap sikap terhadap
sistem politik sistem politik
masyarakatnya. masyarakatnya.
Melalui sosialisasi, suatu kebudayaan Melalui sosialisasi, suatu kebudayaan
dapat diwariskan kpd generasi berikut dapat diwariskan kpd generasi berikut- -
nya. Ada 3 sifat dasar mengapa sosiali nya. Ada 3 sifat dasar mengapa sosiali- -
sasi perlu : sasi perlu :
a. a. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa Manusia tidak akan bisa hidup tanpa
bantuan orang lain. bantuan orang lain.
b. b. ƐSecara ekstrimƐ manusia tidak ƐSecara ekstrimƐ manusia tidak
punya naluri sehingga sebagian punya naluri sehingga sebagian
besar perilaku untuk kelangsungan besar perilaku untuk kelangsungan
hidupnya harus dipelajari. hidupnya harus dipelajari.
c. c. Manusia harus belajar mengendali Manusia harus belajar mengendali- -
kan hubungan dgn sesamanya, yaitu kan hubungan dgn sesamanya, yaitu
hidup menurut nilai hidup menurut nilai- -nilai dan membi nilai dan membi- -
na peranan bersama. na peranan bersama.
a. a. Gabriel A. Almond Gabriel A. Almond, Sosialisasi politik menunjukkan , Sosialisasi politik menunjukkan
pada proses dimana sikap pada proses dimana sikap- -sikap politik dan pola sikap politik dan pola- -
pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk, pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk,
dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi
untuk menyampaikan patokan untuk menyampaikan patokan- -patokan politik dan patokan politik dan
keyakinan keyakinan- -keyakinan politik kepada generasi keyakinan politik kepada generasi
berikutnya. berikutnya.
b. b. Irvin L. Child Irvin L. Child, Sosialisasi politik adalah segenap , Sosialisasi politik adalah segenap
proses dengan mana individu, yang dilahirkan proses dengan mana individu, yang dilahirkan
dengan banyak sekali jajaran potensi tingkah laku, dengan banyak sekali jajaran potensi tingkah laku,
dituntut untuk mengembangkan tingkah laku dituntut untuk mengembangkan tingkah laku
aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang
menjadi kebiasaannya dan bisa diterima olehnya menjadi kebiasaannya dan bisa diterima olehnya
sesuai dengan standar sesuai dengan standar- -standar dari kelompoknya. standar dari kelompoknya.
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
b. b. Menurut Para Ahli Menurut Para Ahli
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
c. c. Richard E. Dawson dkk., Richard E. Dawson dkk., Sosialisasi politik Sosialisasi politik
dapat dipandang sebagai suatu pewarisan dapat dipandang sebagai suatu pewarisan
pengetahuan, nilai pengetahuan, nilai- -nilai dan pandangan nilai dan pandangan- -
pandangan politik dari orang tua, guru, dan pandangan politik dari orang tua, guru, dan
sarana sarana- -sarana sosialisasi yang lainnya kepada sarana sosialisasi yang lainnya kepada
warga negara baru dan mereka yang menginjak warga negara baru dan mereka yang menginjak
dewasa. dewasa.
d. d. Denis Kavanagh Denis Kavanagh, Sosialisasi politik merupakan , Sosialisasi politik merupakan
suatu proses dimana seseorang mempelajari suatu proses dimana seseorang mempelajari
dan menumbuhkan pandangannya tentang dan menumbuhkan pandangannya tentang
politik. politik.
Beberapa segi penting sosialisasi politik : Beberapa segi penting sosialisasi politik :
Secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar Secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar
dari pengalaman/ pola dari pengalaman/ pola- -pola aksi. pola aksi.
Memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku Memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku
individu dan kelompok dalam batas individu dan kelompok dalam batas- -batas yang luas, dan batas yang luas, dan
lebih khusus lagi, berkenaan pengetahuan atau informasi, lebih khusus lagi, berkenaan pengetahuan atau informasi,
motif motif- -motif (nilai motif (nilai- -nilai) dan sikap nilai) dan sikap- -sikap. sikap.
Tidak terbatas pada usia anak Tidak terbatas pada usia anak- -anak dan remaja saja anak dan remaja saja
(walaupun periode ini paling penting), tetapi berlangsung (walaupun periode ini paling penting), tetapi berlangsung
sepanjang hidup. sepanjang hidup.
Mrp prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, baik Mrp prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, baik
secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan
mengenai tingkah laku sosial. mengenai tingkah laku sosial.
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
c. c. Proses Sosialisasi Proses Sosialisasi
Sosialisasi politik Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar
tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik..
Dalam Proses
Sosialisasi
Politik, metode
yang kerap
digunakan adl :
Pendidikan Politik
dan Indoktrinasi
Politik.
Sarana Sarana
dalam dalam
sosialisasi sosialisasi
politik politik
Keluarga Keluarga
Sekolah Sekolah
Partai Partai
Politik Politik
d. d. Sosialisasi Politik Dalam Masyarakat Berkembang Sosialisasi Politik Dalam Masyarakat Berkembang
Robert Le Vine, berpendapat bahwa sosialisasi politik
di negara-negara berkembang cenderung mempunyai
relasi lebih dekat pd sistem-­sistem lokal, kesukuan,
etnis, dan regional daripada dengan sistem-sistem
politik nasional.
Masalah terberat yang dihadapi, yaitu adanya berbagai
macam kelompok dan tradisi di negara itu.
3 (tiga) 3 (tiga)
faktor faktor
masalah masalah
penting penting
Pertumbuhan penduduk Pertumbuhan penduduk
Pendidikan dan nilai Pendidikan dan nilai- -nilai nilai
tradisional tradisional
Pengaruh urbanisasi Pengaruh urbanisasi
e. e. Sosialisasi Politik Dan Komunikasi Politik Sosialisasi Politik Dan Komunikasi Politik
Dalam proses sosialisasi politik kaitannya Dalam proses sosialisasi politik kaitannya
dengan fungsi komunikasi politik, berhubungan dengan fungsi komunikasi politik, berhubungan
dengan struktur dengan struktur- -struktur yang terlibat dalam struktur yang terlibat dalam
sosialisasi serta gaya sosialisasi itu sendiri. sosialisasi serta gaya sosialisasi itu sendiri.
Pada sistem politik masyarakat modern, Pada sistem politik masyarakat modern,
institusi seperti kelompok sebaya, institusi seperti kelompok sebaya,
komuniti, sekolah, kelompok kerja, komuniti, sekolah, kelompok kerja,
perkumpulan perkumpulan- -perkumpulan sukarela, perkumpulan sukarela,
media komunikasi media komunikasi, partai , partai- -partai politik partai politik
dan institusi pemerintah semuanya dapat dan institusi pemerintah semuanya dapat
berperan dalam sosialisasi politik. berperan dalam sosialisasi politik.
Negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman dan Negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman dan
sebagainya arus informasi yg dimiliki relatif homogen. sebagainya arus informasi yg dimiliki relatif homogen.
Para elite politik pemerintahan mempunyai sumber Para elite politik pemerintahan mempunyai sumber- -
sumber informasi khusus melalui surat kabar tertentu sumber informasi khusus melalui surat kabar tertentu
yang ditujukan pada kelompok kelas/politik tertentu. yang ditujukan pada kelompok kelas/politik tertentu.
Masyarakat mempunyai akses ke suatu arus informasi Masyarakat mempunyai akses ke suatu arus informasi
dan media massa sehingga hambatan dan media massa sehingga hambatan- -hambatan bahasa hambatan bahasa
atau orientasi kultural sangat minim. atau orientasi kultural sangat minim.
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
Masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap para elite Masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap para elite
politik dan sebaliknya kaum elite politik dan sebaliknya kaum elite- -pun dapat segera pun dapat segera
mengetahui tuntutan masyarakat dan konsekuensi dari mengetahui tuntutan masyarakat dan konsekuensi dari
segala macam tindakan pemerintah. segala macam tindakan pemerintah.
Penugasan Praktik Kewarganegaraan Penugasan Praktik Kewarganegaraan
3
Setelah mempelajari materi Setelah mempelajari materi- -materi tentang : Sosialisasi materi tentang : Sosialisasi
Pengembangan Politik, lakukan Strategi Pembelajaran dgn Pengembangan Politik, lakukan Strategi Pembelajaran dgn
Penugasan Penugasan Cooperative Integrated Reading and Composition Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis. (CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis.
Langkah Langkah- -langkah : langkah :
1. 1. Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 4 Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 4 ƊƊ 5 orang. 5 orang.
2. 2. Diberikan ƏwacanaƐ atau kliping sesuai topik bahasan. Diberikan ƏwacanaƐ atau kliping sesuai topik bahasan.
3. 3. Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan dan Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan dan
menemukan ide pokok serta memberi tanggapan terhadap menemukan ide pokok serta memberi tanggapan terhadap
wacana/kliping, dan ditulis pada lembar kertas. wacana/kliping, dan ditulis pada lembar kertas.
4. 4. Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok. Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
5. 5. Buatlah kesimpulan bersama. Buatlah kesimpulan bersama.
6. 6. Penutup. Penutup.
2. 2. Peran Serta Dlm Budaya Politik Partisipan Peran Serta Dlm Budaya Politik Partisipan
a. a. Partisipasi Politik Partisipasi Politik
Partisipasi Politik Partisipasi Politik
adalah kegiatan adalah kegiatan
seseorang atau seseorang atau
sekelompok orang sekelompok orang
untuk ikut serta untuk ikut serta
secara aktif dalam secara aktif dalam
kehidupan politik, kehidupan politik,
seperti memilih seperti memilih
pimpinan negara pimpinan negara
atau upaya atau upaya--upaya upaya
mempengaruhi mempengaruhi
kebijakan kebijakan
pemerintah. pemerintah.
Menurut Menurut Myron Weiner Myron Weiner, ,
terdapat 5 penyebab terdapat 5 penyebab
timbulnya gerakan ke arah timbulnya gerakan ke arah
partisipasi politik : partisipasi politik :
Modernisasi dalam segala bidang Modernisasi dalam segala bidang
kehidupan. kehidupan.
Perubahan Perubahan--perubahan struktur perubahan struktur
kelas sosial. kelas sosial.
Pengaruh kaum intelektual dan Pengaruh kaum intelektual dan
kemunikasi masa modern. kemunikasi masa modern.
Konflik antar kelompok pemimpin Konflik antar kelompok pemimpin
politik. politik.
Keterlibatan pemerintah yg Keterlibatan pemerintah yg
meluas. meluas.
b. b. Konsep Partisipasi Politik Konsep Partisipasi Politik
Dalam ilmu politik, dikenal adanya konsep partisipasi politik untuk Dalam ilmu politik, dikenal adanya konsep partisipasi politik untuk
memberi gambaran apa dan bagaimana tentang partisipasi politik. memberi gambaran apa dan bagaimana tentang partisipasi politik.
Sarjana Konsep Indikator
Kevin R.
Hardwick
Partisipasi politik memberi perhatian
pada cara-cara warga negara berin-
teraksi dengan pemerintah,
menyampaikan kepentingannya thd
pejabat publik agar mampu
mewujudkan kepentingan-
kepentingan tsb.
y Terdapat interaksi
antara warga negara
dengan pemerintah
y Mempengaruhi
pejabat publik.
Miriam
Budiardjo
Partisipasi politik mrp kegiatan sese-
orang/sekelompok orang untuk ikut
serta secara aktif dalam kehidupan
politik, dng jalan memilih pimpinan
negara, dan secara langsung atau
tidak langsung mempengaruhi
kebijakan pemerintah.
y Berupa kegiatan
individu atau
kelompok
y Bertujuan ikut aktif
dalam kehidupan
politik publik.
Ramlan
Surbakti
Partisipasi politik ialah keikutser-
taan warga negara biasa dalam
menentukan segala keputusan
menyangkut atau mempengaruhi
hidupnya.
Partisipasi politik berarti keikut-
sertaan warga negara biasa (yang
tidak mempunyai kewenangan)
dalam mempengaruhi proses
pembuatan dan pelaksanaan
keputusan politik.
y Keikutsertaan warga
negara dalam
pembuatan dan
pelaksanaan kebijakan
publik
y Dilakukan oleh warga
negara biasa
Michael
Rush dan
Philip
Althoft
Partisipasi politik adalah keterli-
batan individu sampai pada
bermacam-macam tingkatan di
dalam sistem politik.
y Berwujud keterlibatan
individu dalam sistem
politik
y Memiliki tingkatan-
tingkatan partisipasi
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
Menurut Menurut Ramlan Surbakti Ramlan Surbakti, rambu , rambu- -rambu konsep partisipasi politik : rambu konsep partisipasi politik :
‡ ‡ Berupa kegiatan atau perilaku luar individu warga negara biasa Berupa kegiatan atau perilaku luar individu warga negara biasa
yang dapat diamati (bukan berupa sikap dan orientasi). yang dapat diamati (bukan berupa sikap dan orientasi).
‡ ‡ Diarahkan untuk mempengaruhi pemerintah selaku pembuat Diarahkan untuk mempengaruhi pemerintah selaku pembuat
dan pelaksana keputusan politik. dan pelaksana keputusan politik.
‡ ‡ Kegiatan yang berhasil (efektif) maupun yang gagal mempenga Kegiatan yang berhasil (efektif) maupun yang gagal mempenga- -
ruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik. ruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik.
‡ ‡ Untuk mempengaruhi pemerintah yang bisa dilakukan secara Untuk mempengaruhi pemerintah yang bisa dilakukan secara
langsung ataupun secara tidak langsung. langsung ataupun secara tidak langsung.
‡ ‡ Kegiatan mempengaruh pemerintah bisa dilakukan melalui Kegiatan mempengaruh pemerintah bisa dilakukan melalui
prosedur wajar prosedur wajar (konvensional), non (konvensional), non kekerasan kekerasan (nonviolence), (nonviolence),
seperti seperti ikut memilih dalam pemilu dan mengajukan petisi, ikut memilih dalam pemilu dan mengajukan petisi,
maupun dengan cara maupun dengan cara- -cara diluar prosedur ( cara diluar prosedur (tak konvensional tak konvensional), ),
dan kekerasan ( dan kekerasan (violence violence), seperti demonstrasi, pembangkangan ), seperti demonstrasi, pembangkangan
halus, huru halus, huru- -hara, dan gerakan politik seperti kudeta & revolusi. hara, dan gerakan politik seperti kudeta & revolusi.
Penugasan Praktik Kewarganegaraan Penugasan Praktik Kewarganegaraan
4
Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah, Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah,
internet, buletin dan sebagainya, kemudian lakukan hal internet, buletin dan sebagainya, kemudian lakukan hal- -hal hal
berikut : berikut :
1. 1. Rumuskan kembali bagaimana suatu bangsa secara Rumuskan kembali bagaimana suatu bangsa secara
sosiologis maupun politis dapat terbentuk ! sosiologis maupun politis dapat terbentuk !
2. 2. Berikan penjelasan hubungan antara adanya manusia dgn Berikan penjelasan hubungan antara adanya manusia dgn
terbentuknya bangsa di dalam suatu negara tertentu ! terbentuknya bangsa di dalam suatu negara tertentu !
3. 3. Berikan penjelasan kembali mengapa unsur konstitutif, Berikan penjelasan kembali mengapa unsur konstitutif,
merupakan unsur mutlak dalam berdirinya suatu negara ! merupakan unsur mutlak dalam berdirinya suatu negara !
4. 4. Berikan sekurang Berikan sekurang- -kurangnya 2 (dua) contoh persamaan dan kurangnya 2 (dua) contoh persamaan dan
berbedaan antara warga negara dengan bukan warga negara berbedaan antara warga negara dengan bukan warga negara
berdasarkan hak dan kewajibannya ! berdasarkan hak dan kewajibannya !
5. 5. Identifikasikan kembali dalam bentuk apa sajakah batas suatu Identifikasikan kembali dalam bentuk apa sajakah batas suatu
negara dengan negara lain ! negara dengan negara lain !
c. c. Praktik Partisipasi Politik Praktik Partisipasi Politik
Huntington dan Nelson menemukan 5 bentuk kegiatan
utama yang dipraktikan dalam partisipasi politik :
Praktik Praktik
Partisipasi Partisipasi
Politik Politik
Pemilihan Pemilihan
Lobbying Lobbying
Organisasi Organisasi
Mencari Koneksi Mencari Koneksi Tindakan Kekerasan Tindakan Kekerasan
Milbrarth M.L. Goel Milbrarth M.L. Goel mengidentifikasi tujuh bentuk partisipasi politik mengidentifikasi tujuh bentuk partisipasi politik
individual : individual :
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
No Bentuk Partisipasi Keterangan
1. Aphatetic
Inactuves
Tidak beraktifitas yang partisipatif, tidak pernah memilih.
2. Passive Supporters Memilih secara reguler/teratur, menghadiri parade patriatik,
membayar seluruh pajak, ´mencintai negaraµ.
3. Contact Specialist Pejabat penghubung lokal (daerah), propinsi dan nasional
dalam masalah-masalah tertentu.
4. Communicators Mengikuti informasi politik, dan mengirim pesan-pesan
dukungan dan protes terhadap pemimpin politik.
5. Party and campign
workers
Bekerja untuk partai politik atau kandidat, bergabung dan
mendukung parpol, dan dipilih jadi kandidat partai politik.
6. Community
activitis
Bekerja dengan orang lain berkaitan dengan masalahlokal,
melakukan kontak kpd pejabat berkenan dgn isu-isu sosial.
7. Protesters Bergabung dengan demonstrasi di jalanan, melakukan
protes, menolak mematuhi aturan-aturan.
d. d. Tingkatan Partisipasi Politik Tingkatan Partisipasi Politik
Pejabat Pejabat
Partai sepenuh Partai sepenuh
Waktu. Pemimpin Waktu. Pemimpin
partai/kelompok partai/kelompok
kepentingan kepentingan
Petugas kampanye. Petugas kampanye.
Anggota aktif dari partai/kelompok Anggota aktif dari partai/kelompok
kepentingan dalam proyek kepentingan dalam proyek- -proyek proyek
sosial sosial
Menghadiri rapat umum anggota partai/ Menghadiri rapat umum anggota partai/
kelompok kepentingan, membicarakan masalah politik, kelompok kepentingan, membicarakan masalah politik,
mengikuti perkembangan politik melalui media massa, mengikuti perkembangan politik melalui media massa,
memberikan suara dalam pemilu memberikan suara dalam pemilu
Aktivis Aktivis
Partisipan Partisipan
Orang Orang- -orang yang apolitis orang yang apolitis
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
Kriteria tingkatan partisipasi politik menurut Huntington dan
Nelson
No
Tingkatan
Partisipasi
Keterangan
1. Kategori
Pengamat
y Praktik Partisipasi, antara lain : menghadiri rapat umum,
memberikan suara dalam pemilu, dan usaha meyakinkan
orang lain.
y Intensitas Partisipasi, tingkat hubungan rendah.
2. Kategori
Aktivis
y Praktik Partisipasi, jumlahnya terbatas dan hanya bagi se-
jumlah kecil orang (terutama elite politik). Kegiatan yang
dilakukan, tidak terbatas cara-cara formal-prosedural,
akan tetapi dapat juga dengan tindakan kekerasan.
y Intensitas Partisipasi, memiliki tingkat yang tinggi dan pe-
nuh waktu. Mereka memiliki akses yang cukup kuat untuk
melakukan hubungan ´pribadiµ dengan pejabat-pejabat
pemerintah, sehingga upaya-upaya untuk mempengaruhi
pembuatan kebijakan pemerintah menjadi efektif.
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
Tingkatan partisipasi politik menurut Huntington dan Nelson, Tingkatan partisipasi politik menurut Huntington dan Nelson,
Rush dan Althoff . Rush dan Althoff .
a. a. Menduduki jabatan politik atau administratif Menduduki jabatan politik atau administratif
b. b. Mencari jabatan politik atau administratif Mencari jabatan politik atau administratif
c. c. Keanggotaan aktif suatu organisasi politik Keanggotaan aktif suatu organisasi politik
d. d. Keanggotaan pasif suatu organisasi politik Keanggotaan pasif suatu organisasi politik
e. e. Keanggotaan aktif suatu organisasi semu politik ( Keanggotaan aktif suatu organisasi semu politik (quasi quasi- -political political) )
f. f. Keanggotaan pasif suatu organisasi semu politik ( Keanggotaan pasif suatu organisasi semu politik (quasi quasi- -political political) )
g. g. Partisipasi dalam rapat umum, demonstrasi, dan sebagainya Partisipasi dalam rapat umum, demonstrasi, dan sebagainya
h. h. Partisipasi dalam diskusi politik informal minat umum dalam Partisipasi dalam diskusi politik informal minat umum dalam
bidang politik bidang politik
i. i. Voting (pemberian suara) Voting (pemberian suara)
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
Tingkatan partisipasi politik, mencerminkan kapasistas
partisipan dalam berpartisipasi politik. Semakin tinggi
tingkatan yang ditempati, maka semakin tinggi pula
tingkatan partisipasi politiknya. Dalam lingkup
partisipasi politiknya, jika semakin tinggi maka semakin
sedikit (semakin mengerucut pada jumlah tertentu).
Voting Voting mrp tingkatan partisipasi politik terendah, yang mrp tingkatan partisipasi politik terendah, yang
membedakan satu tingkat di atas orang yang apatis total, membedakan satu tingkat di atas orang yang apatis total,
sementara di atasnya terdapat orang atau sekelompok sementara di atasnya terdapat orang atau sekelompok
orang yang sering terlibat dalam diskusi orang yang sering terlibat dalam diskusi- -diskusi politik diskusi politik
informal, yang proporsinya lebih rendah, namun informal, yang proporsinya lebih rendah, namun
intensitasnya lebih tinggi. intensitasnya lebih tinggi.
Penugasan Praktik Kewarganegaraan Penugasan Praktik Kewarganegaraan
5
1. 1. Berikan ulasan pengertian kembali tentang ³Politik Partisipan´ sesuai Berikan ulasan pengertian kembali tentang ³Politik Partisipan´ sesuai
pendapat anda secara umum ! pendapat anda secara umum ! Bagaimana pendapat anda tentang
budaya politik partisipan ? ««««««««««««««««««««.
Setelah mempelajari materi-materi tentang : Peran Serta Budaya Politik
Partisipan, dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan
2. 2. Milbarth Milbarth M M..LL.. Goel Goel mengidentifikasi mengidentifikasi ada ada sebanyak sebanyak 7 7 (tujuh) (tujuh) bentuk bentuk
partisipasi partisipasi politik politik individual, individual, diantaranya diantaranya adalah adalah aphatetic aphatetic inactuves, inactuves,
passive passive supporters, supporters, community community activitis activitis,, dan dan lain lain- -lain lain.. Beri Beri penjelasan penjelasan
singkat singkat pada pada kolom kolom di di bawah bawah ini! ini!
Passive Supporters Passive Supporters Community Activitis Community Activitis
««««««««««««« .««««.«««««««««..
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
3. 3. Berikan tanggapan penjelasan, mengapa sebagai warga negara Berikan tanggapan penjelasan, mengapa sebagai warga negara
dirasakan penting untuk memahami ³partisipasi politik´ dalam dirasakan penting untuk memahami ³partisipasi politik´ dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara! kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara!
................................................................................................................... ...................................................................................................................
................................................................................................................... ...................................................................................................................
4. 4. Tuliskan perbedaan dan persamaan mendasar antara tingkatan Tuliskan perbedaan dan persamaan mendasar antara tingkatan
partisipasi ³aktivis´ dengan ³pengamat´ berkaitan dengan partisipasi ³aktivis´ dengan ³pengamat´ berkaitan dengan
aktivitas partisipasi politik di masyarakat di bawah ini ! aktivitas partisipasi politik di masyarakat di bawah ini !
Persamaan Persamaan Perbedaan Perbedaan
«««««««««««««
««««««««««««...
.««««.«««««««««.
. «««««««««««««.
SOAL ESSAY/URAIAN SOAL ESSAY/URAIAN
Jawablah pertanyaan Jawablah pertanyaan- -pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas ! pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas !
1. 1. Berikan tanggapan penjelasan yang dimaksud budaya politik dan Berikan tanggapan penjelasan yang dimaksud budaya politik dan
mengapa budaya politik antara suatu negara dengan negara lain mengapa budaya politik antara suatu negara dengan negara lain
memiliki perbedaan ! memiliki perbedaan !
2. 2. Tuliskan, apa sajakah unsur Tuliskan, apa sajakah unsur- -unsur budaya politik yang menonjol unsur budaya politik yang menonjol
dalam sistem politik di Indonesia ! dalam sistem politik di Indonesia !
3. 3. Jelaskan, bagaimana pengaruh birokrasi terhadap suatu budaya Jelaskan, bagaimana pengaruh birokrasi terhadap suatu budaya
politik di Indonesia ! politik di Indonesia !
4. 4. Jelaskan 4 (empat) tahapan dalam sosialisai politik yang dilakukan Jelaskan 4 (empat) tahapan dalam sosialisai politik yang dilakukan
seorang anak menurut Easton dan Dennis ! seorang anak menurut Easton dan Dennis !
5. 5. Jelaskan perbedaan budaya politik partisipan dengan budaya politik Jelaskan perbedaan budaya politik partisipan dengan budaya politik
toleransi, berikan contoh dari perbedaan tersebut ! toleransi, berikan contoh dari perbedaan tersebut !
6. Jelaskan dengan memberi alasan bagaimana metode yang kerap
diterapkan dalam sosialisasi politik di negara-negara berkembang
pada umumnya !
7. Jelaskan bagaimanakah penggolongan budaya politik ditinjau dari
sikap, nilai-nilai, informasi, dan orientasi-orientasi warga negara
terhadap kehidupan politik dan pemerintahannya !
8. Menurut Anda bagaimanakah hubungan sistem politik dengan
Budaya Politik di suatu negara, khususnya di Indonesia ?
9. Jelaskan bagaimana pandangan Hyman tentang hubungan antara
sosialisasi politik dengan komunikasi politik !
10. Jelaskan dengan memberi alasan, mengapa jika pernyataan umum
dari salah satu pimpinan partai politik/tokoh masyarakat yang
bernada militan, dapat men-ciptakan ketegangan dan
menumbuhkan konflik dalam suatu masyarakat luas !
Lanjutan ««««««. Lanjutan ««««««.
STUDI KASUS STUDI KASUS
Sentimen Primordial Sentimen Primordial
Salah satu masalah yang seringkali muncul dalam proses
pemilihan kepala daerah adalah menguatnya sentimen primordial
yang lebih terikat pada persamaan etnis, aliran, ikatan darah dan
berbagai bentuk sifat kedaerahan lainnya. Munculnya masalah ini
lebih disebabkan karena karakter masyarakat yang ada di daerah
juga berbeda-beda, yang ternyata dapat mempengaruhi preferensi
(pilihan) politik masyarakat untuk menentukan kepemimpinan
daerah. Beberapa variabel seperti latar belakang etnis, status sosial
ekonomi, dan agama, dapat menciptakan suatu polarisasi pilihan
politik rakyat menjadi apakah itu sifatnya rasional ataukah
emosional.
Sumber : Sumber : Andi Haris ; Dosen Sosiologi Politik Unhas Andi Haris ; Dosen Sosiologi Politik Unhas
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=2103 http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=2103
Tagihan Tugas : Tagihan Tugas :
1. 1. Setelah disimak dan baca baik Setelah disimak dan baca baik- -baik, jelaskan kembali apa yang baik, jelaskan kembali apa yang
telah ditulis sesuai dengan persepsi yang ada dibenak anda ! telah ditulis sesuai dengan persepsi yang ada dibenak anda !
2. 2. Berikan beberapa penjelasan indikasi tentang munculnya Berikan beberapa penjelasan indikasi tentang munculnya
³sentimen primordial´ dalam banyak pemilihan kepala daerah ! ³sentimen primordial´ dalam banyak pemilihan kepala daerah !
3. 3. Jelaskan dengan memberi alasan, mengapa sentimen primordial Jelaskan dengan memberi alasan, mengapa sentimen primordial
dapat berpengaruh kuat terhadap preferensi (pilihan) politik rakyat ! dapat berpengaruh kuat terhadap preferensi (pilihan) politik rakyat !
4. 4. Tentukan langkah Tentukan langkah- -langkah nyata dalam upaya mengurangi langkah nyata dalam upaya mengurangi
sentimen primordial guna membangun sistem politik yang sehat di sentimen primordial guna membangun sistem politik yang sehat di
Indonesia ! Indonesia !
5. 5. Berikan usulan konkrit, apa yang harus anda lakukan guna Berikan usulan konkrit, apa yang harus anda lakukan guna
meningkatkan partisipasi politik warga masyarakat : meningkatkan partisipasi politik warga masyarakat :
a. a. Sebagai ketua organisasi pemuda ! Sebagai ketua organisasi pemuda !
b. b. Sebagai ketua suatu partai politik ! Sebagai ketua suatu partai politik !
c. c. Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ! Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah !
Carilah referensi dari berbagai sumber untuk mengkaji ulang
tentang rumusan dan penerapan sistem politik demokrasi
Pancasila (berikut gambar-gambar pendukungnya) yang
berkaitan dengan tata cara pengambilan keputusan !
1. Pahami kembali tentang rumusan ³Sosialisasi Politik´, dan
buatlah skenario (simulasi atau role play) wujud
implementasinya di sekolah dan masyarakat !
2. Carilah topik-topik dari berbagai sumber (mass media cetak
atau elektronik) sekitar pelaksanaan sosialisasi politik (teknis
pelaksanaan),
3. Kemudian lakukan demonstrasi dalam bentuk simulasi atau
role play di dalam kelas !
INQUIRI INQUIRI

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->