P. 1
PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB SEKOLAH SABAT DEWASA PENUNTUN GURU: PENEBUSAN DALAM KITAB ROMA

PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB SEKOLAH SABAT DEWASA PENUNTUN GURU: PENEBUSAN DALAM KITAB ROMA

|Views: 3,447|Likes:
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa (Penuntun Guru) Triwulan III 2010

OLEH DON F. NEUFELD

JULI, AGUSTUS, SEPTEMBER 2010

1

Daftar Isi
1. Paulus dan Kitab roma —26 Juni-2 Juli 2. Yahudi dan Yunani —3-9 Juli 3. Semua Orang Telah Berbuat Dosa —10-16 Juli 4. Dibenarkan Oleh Iman —17-23 Juli 5. Pembenaran dan Hukum —24-30 Juli 6. Menjelaskan Iman —31 Juli-6 Agustus 7. Kemenangan Atas Dosa —7-13 Agustus 8. Manusia roma 7 —14-20 Agustus 9. Kemerdekaan Dalam Kristus —21-27 Agustus
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa (Penuntun Guru) Triwulan III 2010

OLEH DON F. NEUFELD

JULI, AGUSTUS, SEPTEMBER 2010

1

Daftar Isi
1. Paulus dan Kitab roma —26 Juni-2 Juli 2. Yahudi dan Yunani —3-9 Juli 3. Semua Orang Telah Berbuat Dosa —10-16 Juli 4. Dibenarkan Oleh Iman —17-23 Juli 5. Pembenaran dan Hukum —24-30 Juli 6. Menjelaskan Iman —31 Juli-6 Agustus 7. Kemenangan Atas Dosa —7-13 Agustus 8. Manusia roma 7 —14-20 Agustus 9. Kemerdekaan Dalam Kristus —21-27 Agustus

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Rudolf Weindra Sagala on Aug 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

Sections

1

PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB
SEKOLAH SABAT DEWASA

PENuNTuN guru

PENEBuSAN DALAM KITAB rOMA

OLEH
DON F. NEuFELD

JuLI, AguSTuS, SEPTEMBEr

2010

2

1. Paulus dan Kitab roma

—26 Juni-2 Juli

2. Yahudi dan Yunani

—3-9 Juli

3. Semua Orang Telah Berbuat Dosa

—10-16 Juli

4. Dibenarkan Oleh Iman

—17-23 Juli

5. Pembenaran dan Hukum

—24-30 Juli

6. Menjelaskan Iman

—31 Juli-6 Agustus

7. Kemenangan Atas Dosa

—7-13 Agustus

8. Manusia roma 7

—14-20 Agustus

9. Kemerdekaan Dalam Kristus

—21-27 Agustus

10. Penebusan bagi Orang Yahudi
dan Bangsa Lain

—28 Agustus-3 September

11. Pemilihan Berdasarkan Kasih Karunia

—4-10 September

12. Kasih dan Hukum Taurat

—11-17 September

13. Semua yang Lain adalah Komentar

—18-24 September

Hubungi kami di Website:

http://www.absg.adventist.org

Alamat Penyunting

Kotak Pos 1188
Bandung 40011

Tlp: (022) 6030392, 8606284

Fax (022) 6027784
E-mail: iph.editor@gmail.com
No. PSS/SSD3/2010

Penulis Pelajaran

Don F. Neufeld

Penerjemah

Pdt. Dr. R. A. Sabuin

Ketua Pengarah

J. Lubis

Ketua Bidang usaha

A. Ricky

Editor

R. M. Hutasoit

Editor Pelaksana

S. P. Silalahi

Anggota redaksi

R. C. A. Raranta
J. Pardede

Pemasaran

S. P. Rakmeni
Telp. dan Fax.: (022) 86062842

Hp. 085214082639
E-mail: sirkulasi_iph@yahoo.com
sprakmeni2005@yahoo.com

Penerbit: Yayasan
Indonesia Publishing House
Jl. Raya Cimindi No. 72
Bandung 40184

Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah
Sabat Dewasa
ini disediakan oleh Departe-
men Pedoman Pendalaman Alkitab, Kantor
Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Sedunia. Penyediaan penuntun ini berada di
bawah bimbingan umum Komite Evaluasi
Naskah Sekolah Sabat sedunia, di mana para
anggotanya melayani sebagai editor penasihat.
Pedoman yang diterbitkan ini mencerminkan
masukan dari komite tersebut dengan demi-
kian tidak sepenuhnya atau harus mengikuti
pendapat (para) penulis.

Daftar Isi

3

Daftar Versi Alkitab

Ayat-ayat Alkitab dalam Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat De-
wasa Triwulan III tahun 2010 ini dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru (Jakar-
ta LAI, 2000), kecuali diberi tanda sebagai berikut:
NASB. Dari New American Standard Bible, Copyright © oleh Lockman
Foundation, 1960, 1962, 1963, 1968, 1971, 1972, 1973, 1975, 1977. Diguna-
kan dengan izin.

NIV. Ayat-ayat yang diambil dari NIV adalah berasal dari Kitab Suci, New
International Version.
Copyright © 1973, 1978, 1984, International Bible So-
ciety. Digunakan dengan izin oleh Zondervan Bible Publishers.
NKJV. Ayat-ayat yang diambil dari NKJV adalah berasal dari New King
James Version
. Copyright © 1979, 1980, 1982 oleh Thomas Nelson inc. Digu-
nakan dengan izin. Hak sepenuhnya.
rSV. Ayat-ayat yang dikreditkan kepada RSV berasal dari Alkitab Revised
Standard Version,
copyright © 1946, 1952, 1971 oleh Bagian dari Pendidikan
Kristen di National Council of the Churches of Christ di U.S.A. Digunakan de-
ngan izin. Hak cipta dilindungi.

Penebusan Dalam Kitab roma

Tadinya dia seorang biarawan yang sangat tekun. “Saya adalah seorang bia-
rawan yang sangat alim, dan mengikuti aturan-aturan ordo saya dengan sangat
ketat lebih daripada yang dapat saya ungkapkan. Jika saja seorang biarawan
bisa masuk surga karena perbuatan-perbuatan kebiaraannya, tentu saya layak
mendapatkannya. Jika saya masih bertahan lebih lama lagi, bisa saja saya telah
menjalani penyiksaan diri bahkan sampai kematian.”
Namun demikian, apa pun perbuatan-perbuatan serta penyiksaan diri yang
dilakukannya, biarawan itu tidak pernah merasakan perkenanan Allah, tidak
pernah percaya bahwa dia cukup baik untuk diselamatkan. Keputusasaan pri-
badinya begitu hebat sampai serta merta mulai membinasakannya secara men-
tal dan fisik, karena—percaya dalam kenyataan murka Allah—dia takut pada
kemungkinan bahwa dia harus menghadapinya.
Lagi pula, siapakah yang tidak akan menghadapinya?
Kemudian suatu hari, melalui pendalaman Alkitabnya, sebuah ayat terba-
ca olehnya yang tidak mengubah hidupnya saja tetapi juga sejarah dunia ini.
“Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).
Matanya pun terbuka: perkenanan Allah atasnya bukanlah berdasar pada
perbuatan-perbuatannya, bukan pada penyiksaan diri yang dilakukannya, bukan
pada tindakan-tindakannya melainkan pada jasa Kristus. Setelah itu dia tidak
pernah lagi rapuh terhadap penyesatan-penyesatan sebuah teologi yang menem-

4

patkan harapan keselamatan pada dasar lain selain daripada kebenaran Kristus
yang diberikan kepada orang percaya hanya melalui iman.
Biarawan itu tentu saja adalah Martin Luther, yang digunakan Allah un-
tuk memulai pergerakan keagamaan terbesar dalam sejarah Kristen: Reforma-
si Protestan.

Bagi Luther, semuanya berawal dari Kitab Roma, topik pelajaran triwulan
ini. Tidak mengejutkan bahwa pergerakan Protestan melawan Roma dimulai
dengan kitab Roma (cukup ironis), karena kitab ini telah memainkan sebuah
peran kunci dalam sejarah pemikiran Kristen. Semua pergerakan besar dalam
Kekristenan yang kembali pada Injil yang murni dan kepada tema “pembenar-
an oleh iman” selalu mendapat cikal bakalnya dari surat Paulus kepada orang-
orang Roma. Surat ini berisi sebuah suguhan teologis lengkap dari hal Injil dan
pengharapan yang diberikannya bagi umat manusia yang telah jatuh.
Sementara kita mempelajari Kitab Roma, kita akan mengikuti sebuah atur-
an penting, yaitu: kita akan berusaha menemukan apa yang dimaksudkan oleh
perkataan Alkitab bagi orang-orang untuk siapa perkataan itu pertama kali di-
tujukan. Kita akan mempelajari ayat-ayat tersebut dalam konteksnya saat itu;
kemudian, setelah itu, kita akan menemukan apa maknanya bagi kita sekarang
ini. Ini bukan berarti ada perubahan makna dari ayat-ayat tersebut; sebaliknya,
kebenaran yang diajarkan oleh Firman Allah perlu diaplikasikan pada keadaan-
keadaan masa kini dari orang-orang yang membacanya.
Dengan demikian, pertama-tama kita harus mencari tahu apa makna per-
kataan Paulus kepada orang-orang Kristen di Roma; Apakah yang dia katakan
pada mereka saat itu, dan mengapa? Paulus mempunyai alasan tertentu untuk
menulis kepada jemaat itu. Ada beberapa isu tertentu yang ia mau jelaskan,
tetapi kebenaran-kebenaran besar yang diajarkannya menjelaskan isu-isu ter-
sebut tidak terbatas pada para pembaca pertama saat itu saja. Sebaliknya, per-
kataan-perkataan tersebut telah menggema melintasi berabad-abad, mengajar-
kan jutaan orang kabar ajaib Injil dan doktrin dasarnya, yaitu pembenaran oleh
iman. Terang inilah, terang dari Kitab Roma, yang telah mengusir kegelapan
yang mengung kung Luther dan jutaan orang lainnya, terang yang menyatakan
kepada mereka bukan saja kebenaran besar tentang Kristus yang mengampu-
ni orang-orang berdosa tetapi juga tentang kuasa Kristus untuk membersihkan
mereka dari dosa. Terang dari kitab itulah yang pada triwulan ini akan kita pa-
parkan bagi diri kita sementara kita pelajari tema besar keselamatan hanya oleh
iman sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab Roma.

Pelajaran triwulan ini didasarkan atas sebuah karya masa lalu oleh Don
Neufeld
(1914-1980), yang pernah melayani sebagai wakil editor Adventist
Review selama 13 tahun (1967-1980) dan sebagai salah satu editor seri SDA
Bible Commentary.

5

Pelajaran 1

*26 Juni2 Juli 2010

Paulus dan Kitab roma

Sabat Petang

BAcA uNTuK PELAJArAN PEKAN INI: Kisah 28:17-31; Roma 1:7;
15:14, 20-27; Efesus1; Filipi 1:12.

AYAT HAFALAN: “Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allah-
ku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar ten-
tang imanmu di seluruh dunia”
(Roma 1:8).

Seharusnya, dalam mempelajari Kitab Roma, setelah mempelajari latar

belakang sejarahnya, kita mesti mulai dengan Roma 1:1 dan kemudian
dilanjutkan dengan seluruh kitab itu ayat demi ayat. Namun karena waktu
yang diberikan untuk mempelajari kitab ini hanya satu triwulan, kita harus se-
lektif terhadap bagian-bagian yang kita dapat pelajari. Sebenarnya dibutuhkan
waktu empat triwulan untuk mempelajari kitab ini, bukan hanya satu. Itulah
sebabnya, hanya pasal-pasal utama, di mana pekabaran dasar itu terdapat, yang
akan dibahas.

Sangatlah penting bagi seorang pelajar Kitab Roma untuk mengerti latar be-
lakang sejarah kitab ini. Tanpa latar belakang tersebut, akan sulit bagi si pelajar
untuk mengetahui apa yang Paulus sedang katakan. Paulus menulis kepada seke-
lompok orang Kristen tertentu pada saat tertentu untuk alasan tertentu; menge-
tahui sebanyak mungkin alasan tersebut akan sangat menolong kita belajar.
Dalam imajinasi kita, kita harus beranjak ke masa lalu, membawa diri kita
ke Roma, menjadi anggota jemaat di sana, dan kemudian sebagaimana anggota-
anggota jemaat di abad pertama, kita mendengarkan Paulus dan perkataan yang
diberikan Roh Kudus kepadanya pada saat itu.
Ajaibnya, sekalipun dituliskan pada zaman dulu dalam konteks yang sama
sekali berbeda, kitab tersebut mengandung pekabaran-pekabaran yang relevan
bagi umat Allah masa kini, di setiap negeri dan dalam hampir semua situasi.
Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan dengan penuh doa kata-kata yang
tertulis di dalam kitab itu dan menerapkannya dalam kehidupan kita.

*Pelajari pelajaran pekan ini sebagai persiapan untuk Sabat, 3 Juli.

6

Minggu

27 Juni

WAKTu DAN TEMPAT

Roma 16:1, 2 menunjukkan bahwa kemungkinan Paulus menulis Kitab Roma
di Kota Kengkrea, dekat pelabuhan timur Korintus, di Yunani. Disebutkannya Febe,
seorang penduduk di Korintus besar, mengukuhkan tempat itu sebagai kemungkin-
an latar belakang bagi surat kepada orang-orang Roma itu.
Salah satu tujuan menetapkan kota asal dari surat-surat di Perjanjian Baru ada-
lah untuk memastikan waktu penulisan. Karena Paulus banyak mengadakan per-
jalanan, mengetahui di mana dia berada pada suatu saat tertentu memberikan kita
sebuah petunjuk tentang waktu penulisan.
Paulus mendirikan jemaat di Korintus dalam perjalanan misinya yang kedua,
tahun 49-52 M. (lihat Kisah 18:1-18). Pada perjalanannya yang ketiga, tahun 53-58
M., dia mengunjungi lagi Yunani (Kisah 20:2, 3), dan pada saat itu dia menerima
sebuah persembahan bagi umat Tuhan di Yerusalem dekat pada akhir perjalanannya
itu (Roma 15:25, 26). Dengan demikian, surat kepada jemaat di Roma kemungkin-
an besar ditulis pada bulan-bulan pertama tahun 58 M.

Apakah jemaat-jemaat penting lainnya yang telah dikunjungi Paulus da-
lam perjalanan misinya yang ketiga?
Kisah 18:23.

Saat mengunjungi jemaat-jemaat di Galatia, Paulus menemukan bahwa selama
ketidakhadirannya banyak guru palsu yang telah meyakinkan anggota jemaat untuk
menyerahkan diri disunat dan memelihara aturan-aturan hukum Musa. Takut kalau
para penentangnya tiba di Roma sebelum dia tiba, Paulus kemudian menulis sebuah
surat (Kitab Roma) untuk mencegah tragedi serupa terjadi di Roma. Diduga surat
kepada jemaat di Galatia juga ditulis dari Korintus selama Paulus tinggal tiga bulan
dalam perjalanan misinya yang ketiga, kemungkinan tidak lama setelah ia tiba.
“Dalam surat kirimannya kepada orang-orang Roma, Paulus mengemukakan
prinsip-prinsip Injil yang agung itu. Ia menyatakan kedudukannya atas pertanya an-
pertanyaan yang menghasut kaum Yahudi dan gereja kafir, serta menunjukkan bahwa
pengharapan dan janji-janji yang dikhususkan kepada bangsa Yahudi kini diberikan
juga kepada orang-orang kafir.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 314.
Seperti yang kita katakan, dalam mempelajari kitab apa saja dalam Alkitab,
adalah penting untuk mengetahui mengapa kitab itu ditulis; yakni, situasi apa yang
sedang dibahas di dalamnya. Itu sebabnya, untuk pengertian kita tentang Surat ke-
pada Jemaat di Roma adalah penting untuk mengetahui masalah-masalah apa yang
telah merisaukan jemaat-jemaat Yahudi maupun Yunani. Pelajaran pekan depan
akan membahas masalah-masalah ini.

Masalah-masalah seperti apakah yang sedang merisaukan jemaat Anda
sekarang ini? Apakah ancaman-ancaman itu lebih banyak datang dari dalam
atau dari luar? Peranan apakah yang Anda sedang lakukan dalam masalah-
masalah tersebut? Berapa seringkah Anda berhenti menanyakan peranan, po-
sisi, serta sikap Anda dalam pergumulan apa pun yang sedang Anda hadapi?
Mengapa jenis ujian pribadi seperti ini begitu penting?

7

Senin

28 Juni

SENTuHAN PrIBADI

Surat atau pun kunjungan pribadi mempunyai perannya tersendiri. Itu se-
babnya Paulus, sekalipun menulis kepada jemaat di Roma, menyatakan dalam
surat itu bahwa ia bermaksud mengunjungi mereka secara pribadi. Dia mau
mereka tahu bahwa dia sedang berusaha datang dan mengapa.

Baca roma 15:20-27. Alasan-alasan apakah yang Paulus berikan bah-
wa dia tidak mengunjungi roma lebih awal? Apakah yang membuat dia
memutuskan untuk datang seperti yang ia rencanakan? Berapa penting-
kah misi bagi dia dalam penjelasannya? Apakah yang dapat kita pelajari
tentang misi dan bersaksi dari perkataan Paulus di ayat ini? Pokok pen-
ting apakah yang Paulus berikan dalam ayat 27 tentang orang Yahudi
maupun orang Yunani?
________________________________________________________________
______________________________________________________________

Misionaris kawakan bagi bangsa-bangsa lain itu merasa terus-menerus di-
dorong untuk membawakan Injil ke wilayah-wilayah yang belum pernah dima-
suki sebelumnya, membiarkan orang lain bekerja di wilayah-wilayah di mana
Injil telah diteguhkan. Pada masa Kekristenan masih muda dan para pekerja
hanya sedikit, bagi Paulus adalah sebuah pemborosan sumberdaya jika seo-
rang misionaris bekerja di wilayah-wilayah yang telah dimasuki. Ia berkata,
“Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa
aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dike-
nal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan
orang lain,” sehingga “mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan menger-
tinya” (Roma 15:20, 21).
Bukanlah tujuan Paulus untuk tinggal di Roma. Tujuannya adalah untuk
menginjili Spanyol. Dia berharap untuk mendapatkan dukungan dari orang-
orang Kristen di Roma bagi rencananya itu.

Prinsip penting apakah yang dapat kita ambil bagi kita tentang pe-
kerjaan Injil dari kenyataan bahwa Paulus meminta bantuan dari jemaat
yang telah berdiri agar bisa mengabar Injil di wilayah baru?
________________________________________________________________
______________________________________________________________

Baca lagi ayat-ayat di roma 15:20-27. Perhatikan betapa inginnya Pau-
lus melayani; yaitu, kerinduannya yang besar adalah untuk melayani dan
mengabdi. Apakah yang memotivasi Anda dan tindakan-tindakan Anda?
Berapa besarkah Anda miliki hati yang suka melayani?

8

Selasa

29 Juni

PAuLuS TIBA DI rOMA

“Setelah kami tiba di roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam ru-
mah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya” (Kisah
28:16). Apakah yang ayat ini katakan pada kita tentang bagaimana akhir-
nya Paulus tiba di roma? Pelajaran apakah yang bisa kita tarik dari hal
ini tentang perkara-perkara yang tidak diharapkan dan tidak diinginkan
yang sering datang menimpa kita?

Hidup bisa saja diwarnai perubahan-perubahan yang aneh. Sering rencana-
rencana kita, bahkan yang sudah kita rancang dengan maksud-maksud yang
terbaik, tidak terjadi seperti yang kita perkirakan dan rencanakan. Memang
benar pada akhirnya Rasul Paulus tiba di Roma, tetapi mungkin tidak seperti
yang dia harapkan.

Pada saat Paulus tiba kembali di Yerusalem di akhir perjalanan misinya yang
ketiga dengan membawa persembahan bagi orang-orang miskin yang dikum-
pulkannya dari jemaat-jemaat di Eropa dan Asia Kecil, peristiwa-peristiwa yang
tak diharapkan telah menantinya. Dia ditangkap dan dirantai. Setelah menjadi
narapidana selama dua tahun di Kaisarea, dia naik banding ke Kaisar. Sekitar
tiga tahun setelah penangkapannya, dia tiba di Roma, dan (bisa kita duga) tidak
dalam cara yang diinginkannya, seperti yang dia tuliskan beberapa tahun sebe-
lumnya kepada jemaat di Roma tentang maksudnya mengunjungi mereka.

Apakah yang ayat-ayat berikut ini katakan tentang waktu Paulus di
roma? Lebih penting lagi, pelajaran apakah yang dapat kita pelajari dari
ayat-ayat tersebut?
Kisah 28:17-31.
________________________________________________________________
______________________________________________________________

“Bukan oleh khotbah Paulus, tetapi oleh belenggunya, sehingga perhatian
pengadilan itu tertarik kepada Kekristenan. Adalah sebagai suatu tawanan se-
hingga ia melepaskan dari begitu banyak jiwa ikatan-ikatan yang telah menahan
mereka dalam perhambaan dosa. Ini belum seluruhnya. Ia menyatakan: ‘Dan
kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenja-
raanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak
takut.’ Filipi 1:14.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 391.

Berapa kalikah Anda mengalami perubahan-perubahan yang tak diha-
rapkan dalam hidup Anda, yang pada akhirnya justru membawa kebaik-
an?
(Lihat Filipi 1:12). Bagaimanakah pengalaman-pengalaman itu bisa
dan seharusnya memberikan Anda iman untuk bersandar pada Allah da-
lam hal-hal di mana tak ada tanda-tanda kebaikan bakal muncul?

9

Rabu

30 Juni

DIPANggIL MENJADI “OrANg-OrANg KuDuS”

Inilah salam Paulus kepada jemaat di roma: “Kepada kamu sekalian yang
tinggal di roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-
orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah,
Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus”
(Roma 1:7). Apakah prinsip-prinsip
kebenaran, teologi, dan iman yang bisa kita petik dari perkataan ini?

Dikasihi Allah. Benar bahwa Allah mengasihi dunia ini, namun dalam arti
khusus Allah mengasihi mereka yang telah memilih Dia, mereka yang telah me-
nyambut kasih-Nya.

Hal ini terlihat dalam ruang lingkup manusia. Kita mengasihi secara khusus
mereka yang mengasihi kita; dengan mereka ada pertukaran rasa kasih yang ber-
balas-balasan. Kasih meminta respons. Bila respons tidak ada, kasih itu terbatas
dalam ungkapannya yang paling penuh.
Dipanggil menjadi orang-orang kudus. Dalam beberapa terjemahan anak kali-
mat “menjadi” tertera dalam huruf miring, yang berarti bahwa si penerjemah telah
menambahkan kata-kata tersebut. Tetapi sekalipun dihilangkan, maknanya masih
tetap utuh. Bila dihilangkan, maka ungkapan itu akan bermakna “orang-orang ku-
dus yang terpanggil”; yaitu “orang-orang kudus yang terpilih.”
Orang-orang kudus adalah terjemahan dari kata Yunani hagioi, yang secara
harfiah berarti “orang-orang kudus.” Kudus artinya “dikhususkan.” Orang kudus
adalah seseorang yang telah “diasingkan khusus” oleh Allah. Boleh jadi orang
tersebut masih harus melalui perjalanan panjang penyucian, tetapi fakta bahwa
orang tersebut telah memilih Kristus sebagai Tuhan menentukan dia sebagai seo-
rang kudus dalam makna Alkitabiah tentang istilah tersebut.

Paulus berkata bahwa mereka “dipanggil dan dijadikan orang-orang
kudus.” Apakah ini berarti ada orang yang tidak dipanggil? Bagaimanakah
Efesus 1:4, Ibrani 2:9, dan 2 Petrus 3:9 menolong kita memahami apa yang
dimaksudkan Paulus?

Berita akbar tentang Injil adalah bahwa kematian Kristus bersifat universal;
kematian itu adalah untuk semua umat manusia. Semua orang telah dipanggil un-
tuk diselamatkan di dalam Dia, “dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus” bah-
kan sebelum dasar dunia ini diletakkan. Maksud semula Allah adalah agar semua
manusia mendapatkan keselamatan ini dalam Yesus. Api neraka terakhir itu di-
maksudkan hanya bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya (Matius 25:41).Tidak ber-
sedianya beberapa orang untuk menerima apa yang ditawarkan tidak mengurangi
sedikit pun keajaiban pemberian itu bagi seseorang yang dengan penuh rasa lapar
memanfaatkan kelimpahan upah luar biasa yang terdapat di dalamnya.

Pikirkan: Bahkan sebelum dasar dunia ini diletakkan, Allah telah me-
manggil Anda untuk mendapatkan keselamatan di dalam Dia. Mengapa
Anda tidak boleh membiarkan apa pun menghalangi Anda menyambut
panggilan itu?

10

Kamis

1 Juli

rEPuTASI DuNIA

“Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kris-
tus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di selu-
ruh dunia”
(Roma 1:8).

Tidak diketahui bagaimana jemaat di Roma didirikan. Tradisi bahwa jemaat
itu didirikan oleh Petrus atau Paulus tidak mempunyai dasar sejarah. Mungkin
kaum awam yang mendirikannya, yaitu orang-orang yang bertobat pada hari
Pentakosta di Yerusalem (Kisah 2) yang mengunjungi dan pindah menetap di
Roma. Atau mungkin saja para petobat periode selanjutnya yang pindah ke Roma
memberikan kesaksian iman mereka di ibu kota dunia tersebut.
Mengejutkan juga bahwa beberapa dasawarsa setelah Pentakosta, satu je-
maat yang tampaknya belum pernah dikunjungi seorang rasul menjadi begitu
terkenal. “Betapapun perlawanan yang ada, dua puluh tahun setelah penyaliban
Kristus, di Roma ada sebuah jemaat yang hidup dan sungguh-sungguh. Jema-
at ini kuat dan bersemangat, dan Tuhanlah yang mendirikannya.”—Komentar
Ellen G. White, The SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 1067.
“Iman” di sini bisa saja mencakup pengertian yang lebih luas tentang ke-
setiaan; yaitu kesetiaan kepada cara hidup yang baru yang telah mereka temu-
kan dalam Kristus.

Baca roma 15:14. Bagaimanakah dalam ayat ini Paulus menggambar-
kan jemaat di roma?

Ada tiga pokok yang Paulus pilih sebagai hal yang patut dicatat tentang
pengalaman orang-orang Kristen di Roma:
1. “Penuh dengan kebaikan.” Apakah orang akan mengatakan hal yang sama
perihal pengalaman hidup kita? Bilamana mereka bergaul dengan kita, kelim-
pahan kebaikan dalam diri kitakah yang menarik perhatian mereka?
2. “Dengan segala pengetahuan.” Alkitab berulang-ulang menekankan pen-
tingnya pencerahan, informasi, dan pengetahuan. Orang-orang Kristen diharap-
kan belajar Alkitab dan mempunyai informasi yang memadai tentang ajaran-
ajarannya. “Perkataan, ‘kamu akan Kuberikan hati yang baru,’ artinya ‘pikiran
yang baru akan Kuberikan kepadamu.’ Sebuah perubahan hati selalu disertai
dengan sebuah keyakinan yang jelas tentang kewajiban Kristen, sebuah penger-
tian akan kebenaran.”—Ellen G. White, My Life Today, hlm. 24.
3. “Sanggup untuk saling menasihati.” Tak seorang pun dapat bertumbuh seca-
ra rohani jika menjauhkan diri dari sesama umat percaya. Kita perlu bisa memberi
dorongan pada orang lain, dan pada saat yang sama, dikuatkan oleh orang lain.

Bagaimanakah jemaat Anda? reputasi seperti apakah yang dimilikinya?
Atau, jangan-jangan tidak ada reputasi sama sekali? Apakah yang dicer-
minkan oleh jawaban Anda tentang jemaat Anda? Lebih penting lagi, jika
perlu, bagaimanakah Anda dapat menolong memperbaiki situasi itu?

11

Jumat

2 Juli

PELAJArI SELANJuTNYA: Baca Ellen G. White, “The Mysteries of the
Bible,” hlm. 706, dalam Testimonies for the Church, jld. 5; “Keselamatan bagi
Orang Yahudi,” Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 313-321. Baca juga The SDA Bible
Dictionary
, hlm. 922; dan The SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 467, 468.
“Meskipun tampaknya terpisah dari pekerjaan yang giat, Paulus memberikan
pengaruh yang lebih luas dan lebih tahan lama daripada kalau ia bebas meng-
adakan perjalanan di antara sidang-sidang sebagaimana pada tahun-tahun se-
belumnya. Sebagaimana seorang tahanan Tuhan, ia mempunyai pegangan yang
lebih teguh kepada kasih saudara-saudaranya; perkataannya, yang ditulis oleh
seorang yang terikat untuk nama Kristus, mempunyai perhatian dan kehormatan
yang besar daripada yang mereka punyai bila ia berada dengan mereka secara
pribadi. ”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 382, 383.
“Untuk melihat didirikannya iman Kristen yang teguh di pusat dunia yang besar
dan terkenal itu adalah merupakan salah satu dari harapan-harapan dan rencana-
rencana yang dikasihi dan dihargai. Sidang telah didirikan di Roma, dan rasul itu
rindu untuk bisa bekerja sama dengan umat percaya di sana dalam pekerjaan yang
dilaksanakan di Italia dan di banyak negara lain. Untuk menyediakan jalan bagi
pekerja-pekerja di antara saudara-saudara, banyak di antara mereka yang masih
asing kepadanya, ia mengirimkan surat kepada mereka mengumumkan maksud
dan pengharapannya untuk mengunjungi Roma dan menanamkan standar salib
di Spanyol”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 314.
“Allah yang kekal itu sudah menarik garis perbedaan di antara orang suci
dan orang berdosa, di antara orang yang bertobat dan yang tidak bertobat. Ke-
dua kelompok ini tidak bisa bercampur satu sama lain dengan tidak kelihatan,
seperti warna satu pelangi, melainkan sama nyatanya seperti siang hari dan te-
ngah malam.”—Ellen G. White, Messages to Young People, hlm. 390.

PErTANYAAN-PErTANYAAN uNTuK DISKuSI:

ulangi pertanyaan di akhir pelajaran hari Kamis. Bagaimanakah cara-

n

nya kelas Anda menolong meningkatkan reputasi jemaat Anda, jika me-
mang perlu?
Dalam kelas, bagikan berbagai pengalaman tentang bagaimana suatu

o

situasi yang awalnya tampak menakutkan tetapi justru mendatangkan
kebaik an? Bagaimanakah Anda menggunakan pengalaman-pengalaman
tersebut untuk menolong orang lain yang sedang bergumul dengan ber-
bagai malapetaka yang tidak diharapkan?
renungkan lagi pendapat bahwa kita telah dipanggil untuk memperoleh

p

keselamatan bahkan sebelum dasar dunia ini diletakkan (lihat juga Titus
1:1, 2; 2 Timotius 1:8, 9).
Mengapa pernyataan ini sangat menguatkan? Apa-
kah yang dikatakan hal ini tentang kasih Allah bagi semua manusia? Jika
demikian, mengapa begitu tragis jika orang menolak dan meninggalkan
apa yang telah diberikan kepada mereka dengan cuma-cuma?

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->