BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pelajaran matematika umumnya tidak di sukai anak . Ketidak sukaan ini disebabkan oleh dua hal.Pertama oleh anak itu sendiri seperti kurang memiliki pengetaun prasarat, kurang megetaui manfat pelajaran matematika, dan kurangnya motivasi. Yang kedua factor dari guru , yang banyak terjadi adalah dalam pelaksanaan KBM model pembelajaran selalu monoton. Pengetauan prasarat untuk melanjukan belajar materi selanjutnyapenting sekali. Misalnya dalam belajar operasi hitung pecahan bentuk aljabar.Pada pokok bahasanini siswa harus memiliki pengetahuan prasarat seperti harus sudah menguasai dengan baik pengoperasianbilangan pecahan baik penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian. Selanjutnya siswa juga harus meguasai pula materi bentuk aljabar itu sendiri pemahaman mengenai bentuk aljabar anak lebih banyak mengalami kesulitan , mungkin di sebabkan pada materi ini siswa dihadapkan pada bilangan – bilanganyang muncul bersamaan dengan huruf-huruf (variabel).Sebagaimana halnya dengan terjadi pada siswa kelas VIII B di MTS Negeri Geneng , Sehinga sangat di perlukan model pembelajaran yang cocok pada materi ini dalam pembelajaran ini Dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis mengambil judul “Penerapan Metode Discovery Untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Pecahan Bentuk Aljabar Pada Siswa Kelas VIII B di MTsN GENENG Tahun Pelajaran 2007/2008”

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan suatu maslaah sebagai berikut: 1. Bagaimana peningkatan kemampuan siswa terhadap operasi hitung pecahan bentuk aljabar. 2. Bagaimanakah pengaruh metode discovery terhadap motivasi belajar operasi hitung pecahan bentuk aljabar . C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam operasi hitung pecahan bentuk aljabar 2. Mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan siswa dalam operasi hitung pecahan bentuk aljabar setelah diterapkan metode discovery D. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat: 1. Memberikan informasi tentang model pembelajaran yang sesuai dengan materi operasi hitung pecahan bentuk aljabar . 2. Meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Matematika E. Asumsi Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa : 1. Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dari awal sampai akhir pelajaran. 2. Siswa menerima semua penjelasan yang disampaikan guru dengan baik 3. Dalam mengerjakan soal tes tanpa dipengaruhi orang lain

F. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi 1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas VIII B di MTsN Geneng 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus semester ganjil tahun ajaran 2007/2008 3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan Pecahan dalam bentuk aljabar

Hasil kali bilangan negative dengan bilangan negative adalah bilangan negative. 4. 3. Suku Banyak atau Polinom Merupakan gabungan dari koefisian dan fariabel yang di tulis dalam bentu aljabar (i) Bentuk : ax (dengan α ≠ 0 ) Bentuk ini dinamakan suku satu atau suku tunggal berderajat satu dengan variable x dan koefisien α. 2. perpangkatan beserta sifat-sifatnya. (ii) Bentuk: ax + b (dengan α ≠ 0) .BAB II KAJIAN PUSTAKA A.. Sifat sifat Operasi Aljabar 1. 2. 1. Hasil kali bilangan positif dengan bilangan negative adalah bilangan negative. 2. Pengertian Operasi Aljabar Operasi pada bentuk aljabar meliputi penjumlahan. Hasil kali bilangan negative dengan bilangan negative adalah bilangan positif. 3. Aturan Perkalian Tanda 1. Hasil kali bilangan positif dengan bilangan positif adalah bilangan positif. perkalian . Sifat komutatif : a + b = b + a Sifat asosiatif : ( a + b) + c = a + (b+c) Sifat Distributif : a(b+c) = (ab)+(ac) 3. pengurangan. dan pembagian .

Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. Dalam operasi aljabar. (iii) Bentuk: αx2 + bx + c (dengan α ≠ 0) Bentuk ini dinamakan suku banyak (polinom) berderajat dengan satu variable. 4. bentuk suku – suku sejenis dapat di jumlahkan. Tiga buah suku yang berbeda. Namun khusus bentuk ini adalah suku tiga atau trinom berderajat dua dengan dua variable. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. Tiga buah suku banyak yang berbeda masing. Prestasi Belajar Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. B. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Bentuk ini secara khusus di sebut suku tiga atau trinom berderajat dua dengan satu variable. dekerjakan).masing adalah αx2y. yaitu. by2. Dua buah suku yang berbeda masing – masing adalah αx dan b. (iv) Bentuk ax2y + bxy2 + c. Bentuk ini dinamakan suku banyak atau trinomberderajat dua dengan dua variable. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. dan c. . dan konstanta c.αx2. dikalikan. Suku-suku Sejenis Suku – suku sejenis adalah suku – suku yang mempunyai fakyor hurus(variable) yang sama pangkat pad setiap variable yang bersesuaian juga sama. bx. dikurangkan. dan dibagi.Bentuk ini dinamakan suku dua atau binom berderajat satu dengan satu variabel.

Dengan motivasi yang tinggi maka . Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. Selain itu. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi’udin. afektif (sikap) dalam proses belajar mengajar Metematika. 2001: 7). Metode Discovery Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yang memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan memberikan informasi singkat (Siadari. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar Matematika terhadap meteri operasi hitung pecahan bentuk aljabar dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. akan makin berhasil pula pelajaran itu. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Sejalan dengan prestasi belajar.Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. 2002: 19). Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Makin tepat motivasi yang diberikan. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan megadakan penilaian tes hasil belajar. D. mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas.

Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.intensitas usaha belajar siswa akan tingi pula. . Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa.

Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk penelitian kolaboratif dengan guru mata diklat dan di dalam proses belajar mengajar dikelas yang bertinak sebagai pengajar adalah guru mata diklat sedangkan peneiti bertindak sebagai pengamat. Penelitian ini juga termasuk penelitian dskriptif. A. pengamatan dan refleksi. 1997:8) ada 4 macam bentuk penelitian tindakan.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) Karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana peneliti secara penuh terlibat dala penelitian mulai dari perencanaan. kehadiran peneliti sebagai guru di tengah-tengah proses belajar mengajar sebagai pengamat diberitahukan kepada siswa. (2) penelitian tindakan kolaboratif. Dalam penelitian ini peneliti bekerja sama dengan guru mata diklat. sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Penelitian ini bertempat di MTsN GENENG . Tempat. yaitu (1) penelitian tindakan guru sebagai peneliti. (3) penelitian tindakan simulatif terinteratif dan (4) penelitian tindakana social eksperimental. tindakan. Menurut Oja dan Sumarjan (dalam titik sugiarti. waktu dan Subjek Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah pengamat (peneliti). Dengan cara ini diharapkan adanya kerja sama dari seluruh siswa dan bisa mendapatkan data yang seobjektif mungkin demi kevalidan data yang diperlukan.

serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan (dalam Mukhlis. Siklus spiral dari tahap-tahap PTK dapat dilihat pada gambar berikut: . memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. yaitu planning (Rencana). PTK terdiri atas empat tahap. PK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008 3. Waktu Penelitian Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. observasi (pengamatan) dan reflection (refleksi).2. Menurut tim Pelatih Proyek PGSM. sedangkan tujuan penyertaannnya adalah menumbuhkan budaya meneliti dikalangan gurj (Mukhlis. Adapun tujuan utama dari PTK adalah u8ntuk memperbaiki/ meningkatkan praktek pembelajaran secara berkesinambungan. Subyek penelitian Subyek penelitian adalah siswa-siswa kelas VIII B di MTsN GENENG tahun pelajaran 2007/2008 B. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 2003:5). 2003:3) Sedangkan menurut Mukhlis (2003:5) PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yan dilakukan. action (tindakan).

serta penilaian hasil belajar. melipouti tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari ditetapkannya metode demonstrasai. peneliti mengkaji melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat 4. Masingmasig RP berisi kompetensi dasar.1. indicator pencapaian hasil belajar. . berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rangangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya Observasi terbagi dalam dua putaran. Rencana Pembelajaran (RP) Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Rangangan/rencana awal. termasuk di dalamnya instrument penelitian dan perangkat pembelajaran 2. Refleksi. Instrumen Penelitian Instrument yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1. Rancangan/rencana yagn direvisi. Dibuat dalam dua putaran dimaksudkan untuk memperbaiki system pengajaran yang dilaksanakan. dimana pada masing-masing putaran dikenal perilaku yang sama ( alur kegiatan yang sama dan membahas satu sub pokok bahasan yang diahiri dengan tes praktek di akhir masing-masing putaran. sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan maslaah. C. Silabus Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolaan kelas. 2. tujuan pembelajran khusus dan kegiatanb belajar mengajar. 3. tujuan dan membuat rencana tindkan. Kegiatan dan pengamatan.

Pada penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai sisw juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajran . 4. Tes praktek ini diberika setiap akhir putaran. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar a. Metode Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan metode discovery . Teknik Analisa Data Untuk mengetahui efektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakananalisa data. Bentuk soal yang diberikan adalah pilihan ganda (objektif). observasi aktivitas siswa dan guru angket motivasi siswa dan tes praktek. Tes praktek Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Lembar observasi pengelolahan metode discovery. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. E. untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. b. kemudian penulis mengadakan analisis butir soal tes yang telah diuji validitas dan reliabilitas pada tiap soal. digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman materi yang diajarkan.3. Analisis ini digunakan untuk memilih soal yang baik dan memenuhi syarat digunakan untuk mengambil data. D. Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 20 soal yang telah diujicoba.

1994) yaitu siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65. Untuk lembar observasi a. Analisa ini dihitung dengan menggunakan statistic sederhana yaitu: 1. Untuk ketuntasan belajar Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud. Lembar observasi pengolahan metode discovery dan eksperimen untuk menghitung lembar observasi pengolahan metode discovery dan eksperimen digunakan rumus sebagai berikut: .Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa tes praktek pada setiap akhir putaran. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut: P= ∑ Siswayangt untasbelaj ar x100 % ∑ siswa 3. Untuk menilai tes praktek Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperlukan rata-rata tes praktek dapat dirumuskan X = ∑X ∑N X Dengan = Nilai rata-rata X ∑ = Jumlah semua nilai siswa N ∑ = Jumlah siswa 2. dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas 65%.

Lembar observasi aktivitas guru dan siswa Untuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswa digunakan rumus sebagai berikut: %= X = X x100 % dengan ∑X P + P2 jumlahhasi lpengama tan = 1 jumlahpeng amat 2 Dimana: % X = persentase angket = Rata-rata X ∑ = Jumlah Rata-rata P1 P2 = Pengamat 1 = Pengamat 2 .X= P1 + _ P2 2 = pengamatan 1 dan P2 = pengamat 2 Dimana : P1 b.

Analisis data Penelitian Persklus 1. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. soal tes formatif 1 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolahan pembelajaran metode discovery dan lembar observasi aktivitas siswa.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sebagai pengamat adalah peneliti dibantu . Pendahuluan 1. Pengelolaan Pembelajaran pada siklus I No I Aspek yang diamati Pengamatan KBM A. Pengamatan oleh seorang guru.1. Siklus I a. b. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui keberhasln siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Tahap kegiatan dan Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2007 di kelas VIII B dengan jumlah siswa 37 siswa. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut: Tabel 4. Tahap Perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1. Memotivasi siswa 2 2 2 Penilaian P1 P2 Ratarata (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Penutup 1. Keempat aspek . 2.5 3 33 3 3 2 3 3 2 3 3 2 Keterangan : Nilai a b c d : Kriteria : Tidak Baik : Kurang Baik : Cukup Baik : Baik Berdasarkan tabel diatas aspek-aspek yang mendapatkan criteria kurang baik adalah memotivasi siswa. Memberikan evaluasi II III Pengelolaan Waktu Antusiasme Kelas 1. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa. menyampaikan tujuan pembelajaran. Membimbing siswa melakukan kegiatan 3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar 5. pengelolaan waktu dan siswa antusias. Siswa Antusias 2. Kegiatan Inti 1. Membimbing siswa membuat rangkuman 2. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok 4.5 B. Guru Antusias Jumlah 3 3 33 2 3 33 2.2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2 3 2. Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep 3 3 3 C.

7 13..3 8.9 18.4 2.2 8.0 8.3 10.5 18.8 14. merupakan suatu kelemahan yang terjadi pada siklus I.9 5.3 8. dan akan dijadikan bahan kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada siklus II Hasil observasi berikutnya adalah aktivitas guru dan siswa seperti pada tabel berikut Tabel 4.5 11.3 21.yang mendapat penilaian kurang baik di atas.9 6.7 .0 5.3 6.2 Aktivitas Guru Dan Siswa Pada Siklus I No Aktivitas guru yang diamati Persentase No 1 2 3 4 5 6 Menyampaikan tujuan Memotivasi siswa/merumuskan masalah Mengkaitkan dengna pelajaran berikutnya Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi Menjelaskan materi yang sulit Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep 7 Meminta siswa menyajikan dan mendiskusikan hasil kegiatan 8 9 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Memberikan umpan balik Membimbing siswa merangkum pelajaran Aktivitas siswa yang diamati Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru Membaca buku siswa Bekerja dengan sesame anggota kelompok Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru Menyajikan hasil pembelajaran Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide Menulis yang relevan dengan KBM Merangkum pembelajaran 22.

8 % dan 11. diskusi antar siswa dengan guru. Hasil berikutnya adalah tes praktik siswa seperti terlihat pada tabel berikut Tabel 4. Aktivitas lain yang persentasenya cukup besar adalah memberi umpan balik/evaluasi/Tanya jawab. 19 48.3 % dan13.7 %. menjelaskan materi yang sulit dan membimbing siswa merangkum pelajaran yitu sebesar18. dan membaca bukup yaitu masing-masing 18.9 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus I adalah menjelaskan materi yang sulit. walaupun peran guru masih cukup dominant untuk memberikan penjelasan dan arahan karena model tersebut masih dirasakan baru oleh siswa. Aktivitas lain yang persentasenya cukup besar adalah bekerja dengan sesama anggota kelompok. secara garis besar kegiatan belajar mengajar dengan metode discovery sudah dilaksanakan dengan baik.3 Hasil Tes Praktik Siswa Pada Siklus I No 1 2 Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar 72.3 %. membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep yaitu 21.9 Mengerjakan tes evaluasi 8.5 %. Hasil Siklus I 31 19 725 3 Per Prosentase ketuntasan belajar .5 % Pada siklus I. Sedangkan aktivitas siswa masing-masing yang paling dominant adalah mengerjakan/memperhatikan penjelasan guru yaitu 22.

Siswa kurang bisa antusias selama pembelajaran berlangsung d. Guru kurang baik dalam memotivasi siswa dan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran.31 dan ketuntasan belajar mencapai 48. Revisi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat kekurangan. sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Refleksi Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikt 1. .72 % atau ada 19 siswa dari 39 siswa sudah tuntas belajar. 2.Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode Demonstasi diperoleh nilai rata-rata presentasi belajar siswa adalah 72. karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 hanya sebesar 48. Hasl tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksud dan digunakan guru dengan menerapkan model pembelajaran metode discovery c. Guru kurang baik dalam pengelolaan waktu 3.72 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.

2. Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa an lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2007 di kelas VIII B dengan jumlah siswa 37 siswa. 3. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran metode discovery dan lembar observasi siswa. Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi catatan. Sebagai pengamat adalah peneliti dibantu . Siklus II a. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I. 2. Dimana siswa diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan. Pengamatan oleh seorang guru Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. Tahap perencanaan Pada tahap in peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2.1. Instrument yang digunakan adalah tes (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga siswa bias lebih antusias. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. soal tes formatif 2 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. sehingga kesalahan atau kekuarangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II.

Memberikan kesempatan pada siswa untuk 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa. Memberikan evaluasi II III Pengelolaan Waktu Antusiasme Kelas 1. Kegiatan Inti 1. Siswa Antusias 2.praktek II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 4 2 4 4 41 3 4 43 3. Membimbing siswa melakukan kegiatan I 3. Guru Antusias Jumlah 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok 4.5 3 3 3 4 3 3. Pendahuluan 1.4 Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus II Penilaian P1 Aspek yang diamati No Pengamatan KBM A. Menyampaikan tujuan pembelajaran B. Membimbing siswa membuat rangkuman 2. Memotivasi siswa 2. Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep C.5 P2 Ratarata mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar 5. 2.5 4 42 . Penutup 1.

membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep dan pengelolaan waktu. untuk itu ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan penerapan pembelajaran selanjutnya.7 6. Aspek-aspek tersebut adalah memotivasi siswa. Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang.Keterangan : Nilai a b c d : Kriteria : Tidak Baik : Kurang Baik : Cukup Baik : Baik Dari tabel diatas tampak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar (siklus II) yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan metode pembelajaran metode discovery mendapatkan penilaian yang cukup baik dari pengamat.2 Aktivitas Guru Dan Siswa Pada Siklus II No Aktivitas guru yang diamati Persentase No 1 2 3 Menyampaikan tujuan Memotivasi siswa/merumuskan masalah Mengkaitkan dengna pelajaran berikutnya 6. Dengan penyempurnaan aspek-aspek di atas daam penerapan metode discovery diharapkan siswa dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa yang telah mereka lakukan. Namun demikian penilaian tersebut belum merupakan hasil yang optimal.7 6. Berikut disajikan hasil observasi aktivitas guru dan siswa Tabel 4.7 .

8 13.7 Persentase 17.6 6. Jika dibandingkan dengan siklus I aktivitas ini mengalami peningkatan.6%).7).9 12.2 8 9 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Memberikan umpan balik Membimbing siswa merangkum pelajaran Aktivitas siswa yang diamati Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru Membaca buku siswa Bekerja dengan sesame anggota kelompok Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru Menyajikan hasil pembelajaran Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide Menulis yang relevan dengan KBM Merangkum pembelajaran Mengerjakan tes evaluasi 16. menjelaskan/melatih menggunakan alat (11. Jika dibandingkan dengan siklus I. aktivitas ini mengalami peningkatan .4 5 6 Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi Menjelaskan materi yang sulit Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep 10.7 11.1 21. Aktivitas guru yang mengalami penurunan adalah hasil (6.8 Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa aktivitas guru yuang paling dominant pada siklus II adalah membimbing dan mengamati siswa melakukan latihan yaitu 25%.2%) dan membimbing siswa memperbaiki kesalahan . Meminta siswa mendiskusikan dan menyajikan kegiatan (8.6 5.7 25. aktivitas siswa memberi umpan balik (16.4 7.8 4.7 6.7%) Sedangkan untuk aktivitas siswa yang paling diminan pada siklus II adalah praktik menggunakan alat yaitu (21%).0 7 Meminta siswa menyajikan dan mendiskusikan hasil kegiatan 8.7 10.

Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar87. Diskusi antar siswa / antara siswa dengan guru (13. Hasil pada siklus II ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus I. Refleksi Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dngan penerapan pembelajaran metode discovery . Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut: .8%) Hasil tes praktik siswa terlihat pada tabel berikut Tabel 4.3 Hasil Tes Praktik Siswa Pada Siklus II No 1 2 Uraian Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Hasil Siklus I 79. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran metode discovery sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dala memahami materi yang telah diberikan.7%) dan merangkum pembelajaran (6.18 3 Per sentase ketuntasan belajar Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes praktek sebesar 79m48 dan dari 39 siswa yang telah tuntas sebanyak 34 siswa an 5 siswa belum mencapai ketuntasan belajar.8%).9%).18 % (termasuk kategori tuntas).4%) dan berlatih bersama siswa lain (10.1%) hasil pembelajaran (4. mempraktekkan yang relavan dengan KBM (7. menanggapi/mengajukan pertanyaan/ide (5.6%).yang mengalami penurunan adalah mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru (17.48 34 87. Adapun aktivitas siswa yang mengalami menyajikan peningkatan aalah memperhatikan peragaan (12.7%). c.

72 %. d. Pembahasan 1. tetapi yuang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan pembelajaran metode discovery dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I. Ketuntasan Hasil belajar siswa Melalui hasil pertemuan terbimbing penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna. 2.18 % sedangkan untuk ranah afektif yaitu 69. tetapi persentasae pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.23% dan 94. B. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik 4.87. dan II) untuk ranah psikomotor yaitu 48. Berdasarkan data hasiul pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung 3.87%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai .1. Refisi Pelaksanaan Pada siklus II guru telah menerapkan pembelajaran metode discovery dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Hasil belajar siswa pada siklus II mencapai ketuntasan.

Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mempraktikkan hasil pembelajaran . 4. menjelaskan/melatih menggunakan alat. mendengarkan/memperhatikan dapat dikategorikan aktif. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode discovery dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. . Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Berdasarkan analisis data. memberi umpan balik dalam prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran Berdasarkan analisis data. diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dominan dengan model pembelajaran metode discovery belajar dengan sesama guru anggota dan penjelasan diskusi paling antara adalah kelompok. sehingga siswa menjadi termotivasi untuk belajar lebih giat. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memberikan respopn positif terhadap model pembelajaran metode discovery. diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan metode discovery dalam setiap siklus mengalami peningkatan. 3. Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran metode discovery Berdasarkan analisis angket siswa dapat diketahui bahwa tanggapan siswa termasuk positif. Ini ditunjukkan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan model pembelajaran metode discovery .2. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata—rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah metode discovery dengan baik. Sedangkan untuk siswa/antara siswa dengan guru.

2. sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan metode discovery dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal. Simpulan Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus dan berdasarkan seluruh pembahaan serta analisis yang telah dilakukan dapa disimpulkan sebagai berikut 1. B. siklus II (94. siklus II (87. walau dalam taraf yang sederhana.87%) 2. maka disampaikan saran sebagai berikut: 1. Penerapan metode pembelajaran metode discovery mempunyai pengaruh positif. sedangkan untuk ranah afektif yaitu siklus I (69.72%). Pembelajaran dengan metode pembelajaran metode discovery memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus.18%). Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. yaitu siklus I (48. Untuk melaksanakan metode discovery memerlukan persiapan yang cukup matang. Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa. guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengna rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran metode discovery sehingga mereka menjati termotivasi untuk belajar. dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan .23%).

sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. memperoleh konsep dan keterampilan.baru. karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di Kelas VIII B MTsN Geneng tahun pelajaran 2007/2008 4. 3 Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik. .

Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta PT.SSdan Simangunsong Wilson 1994. Rineksa Cipta Depdiknas 2003. Jakarta Erlanga . Kurikulum Berbasis Kopetensi untuk Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP)bidang Matematika . Suharsimi . Matematika SLTP Jilid 2A. 2002.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta : Depdiknas Sutikno.

PENERAPAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PECAHAN BENTUK ALJABAR PADA SISWA KELAS VIII B DI MTsN GENENG TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) OLEH MIMIN SIH WINURMI.Pd MADRASAH TsANAWIYAH NEGERI GENENG 2007 .S.

Untuk itu terima kasih kami ucapkan dengan tulus dan sedalam kepada semua pihak yang telah membantu penulisan ini. Dalam penyusunan PTK ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak .KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Allhamdulillah kehadiran Allah SWT hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian tidakan kelas dengan judul ”Penerapan Metode Discovferi untuk meningkatkanOperasi Hitung Pecahan Bentuk Aljabar Pada Siswa Kelas VIII B MTs Geneng Ngawi Tahun Pelajaran 2007/2008” Penulisan Penelitian tindakan kelas ini kami susun unruk memenuhi komponen penilaian portofolio sertifikasi guru dan dapat dipakai dalam bacaan di perpustakaan madrasyah serta dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pembuatan karya tulis bagi teman sejawat juga bagi anak didik pada latihan diskusi ilmiah dalam rangka pembinaan karya ilmiah. Penulis Mimin Sih Winurmi. Penulis menyadari bahwa penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat mambangun dari semua pihak selalu penulis harapkan. .S.Pd.

pecahan bentuk aljabar. Permasalah yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar pendidikan matematika bagi siswa dengan diterapkannya metode discovery? (b) bagaimanakah pengaruh metode discovery terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian ini adalah (a) bagaimanakah peningkatan prestasi belajar pendidikan matematika pada siswa setelah diterapkannya metode discovery. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran.ABSTRAKSI …………. (b) Mengetahui motivasi belajar pendidikan matematika setelah diterapkannya metode discovery.Tahun Pelajaran 2007/2008” Kata kunci: operasi hitung. perseptual. kognitif. Penerapan Metode Discovery Untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Pecahan Bentuk Aljabar Pada Siswa Kelas VIII B Di MTsN Geneng. dalam kerangka sistem pendidikan nasional. metode discovery Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik. Setiap putaran terdiri dari dua tahap yaitu : rancangan. Refleksi dan refisi Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII B Di MTsN Geneng dari data diperoleh berupa hasil tes praktik . kegiatan dan pengamatan. dan emosional.200X. . neuromuskuler. lembar observasi.

Dari hasil analisa didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatakan dari siklus I sampai II yaitu. siklus I (69.72%). Siklus II (94. siklus I (48. siklus II (87.87%) untuk ranah afktif Simpulan dari penelitian ini adalah metode discovery dapat berpengaruh positif terhadap matematika motivasi belajar siswa Kelas VIII B Di MTsN Geneng serta model pembejalaran dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran .23%).18%) untuk ranah psikomotro.

............ ............................................... C......................................... B... ................................................................................ Analisis Data Penelitian Persiklus............. Instrumen Penelitian....................................................................................... C..... Pembahasan ..............................................DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman pengesahan Kata Pengantar Abstraksi Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A.... D............................. Prestasi Belajar………………. D... Manfaat penelitian .... B....................................... Teknik Analisis Data.......................... Pengertian Operasi Aljabar……………………………………........................ BAB II KAJIAN PUSTAKA A.................................... Asumsi .................. ........... BAB III METODOLOGI PENELITIAN A... .............. E....................................................... C................................. B.......................................................................... .... B............................................................................... Rancangan Penelitian...................................... Tujuan Penelitian F................................................ Metode Pengumpulan Data ........................................................ Tempat...................................................... ...... waktu dan subjek penelitian......... .......................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A................................................. Rumusan Masalah ........................................................................... Latar Belakang Masalah........................................ Tahap – tahap Operasi Hitung Pecahan Bentuk Aljabar .................

..............BAB V SIMPULAN DAN SARAN A....................... ................................. .................. Saran DAFTAR PUSTAKA .................................................................... Kesimpulan B......................................... ................

Tetapi juga mengenai menanamkan variabel yang di gunakan untuk mengajar. sebab diskusi kelompok merupakan factor yang sangat menentukaan dalam prestasi belajar. atara lain pengembangan strategi pembelajaran yangmampu mengoptimalkan metode kelompk siswa dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh . Oleh sebab itu kita mengunakan metode disjusi kelompok merupakan metode yaqng dibutuhkan dalam pembelajaran.Aktif .BAB I PENDAHULUAN A.Dalam dunia pendidikan sulit dibayangkan . Masalah ini penting sekali. Efektif dan Menyenangkan)serta Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Banyak pihak yang mensinyalir rendahnya mutu pendidikan yang berkaitan erat pembelajaran matematika tentang pemahaman konsep bangun kubus dan balok. Komonikatif. Hal tersebut di atas disebabkan karena oleh guru hanya mengunakan metode ceramah urutan materi mengajar tidak rutut.Hal ini sejalan dengan pandangan Ardhan (1992) bahwa persoalan yang dihadapi pendidikan Indonesia dewasa ini bukan hanya terbatas pada upaya membuat pengajaran lebih menarik. hanya mengunakan papan tulis dan tidak mengunakan metode yang tetap. Latar Belakang Masalah Di Negara kita Indonesia akhir-akhir ini sedang membahas perubahan kurikukulum 1994yang memaparkan tentang CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)di sempurnakan lagi menjadi kurikulum 2004 tentang Kurikulum Berbasih Kopetensi (KBM) yang mengutamakan pembelajaran CTL (Contictual Teaching and Learning ) dan PAIKEM (Pembelajaran . Untuk memecahkan masalah pembelajaran yang demikian perlu diadakan upaya.Inofatif.

pengembang disain pembelajaran diskusi kelompok bagi siswa SMP/MTs merupakan kebutuhan. . B. Depdiknas (1992) dalam program kerjanya untuk meningkatkankuailatas pendidikan dsar telah merencanakan perbaikan proses beljar mengajar dengan menciptakn iklim yang membuat anak betah dan tertarik terhadap kegiatandi sekolah. Tujuan Penelitian Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep volume dan luas bangun kubus dan balok dengan metode diskusi kelompok pada siswa kelas VIII B di MTs Geneng Ngawi? D. maka pemahaman konsep volume dan luas bangun kubus dan balok siswa kelas VIII B di MTs Geneng meningkat. Peningkatan pemahaman siswa di tandaiantara lain meningkatkan perhatian siswa SMP/MTs dalam kegiatan belajar. maka diskusi kelompok siswa SMP/MTs dalam belajar akan dapat ditingkaykan . mengikuti peran aktif dan krektif dalammelakukan kegiatan dan adanya ras puas terhadap kegiatan yang dilakukan. Dengan adanya pembelajaran diskusi kelompok yang secara khusus dirancang bagi keperluan siswa SMP/MTs. Rumusan Masalah Apakah penggunaan diskusi kelompok dapat meningkatkn pemahaman konsepvolume dan luas bangun kubus dan balok siswa MTs Negeri Geneng kelas VIII B ? C.prestasi dapat dicapai dengan adanya diskusi kelompok. Hipotesis Tindakan Jika pembelajaran dilakukan dengan menerapkan metode diskusi. Mengingat hal tersebut diatas.

Bagi peneliti lain. Manfaat penelitian 1. hasil penelitianini dapt di jadiakn acuan dalam melahkukan penelitian yang sejenis. sehingga siswa lebih yakin dan tidak berangan – rangan atau berimajinasi. Bagi Guru. tetapi imajinasi yamg berlebihan hasilnya tidak akurat atau tidak pasti. hasil penelitian ini dapt di jadikan sebagai dasr pengambilan kebijakn dalm upaya meningkatkan kuailatas sekolah. Bagi siswa. hasil penelitian ini dapt dijadikan bahan tambahan wawasan atau pengetauhan tambahan. Bagi kepala Sekolah.E. 4. . 3. hasil penelitian ini dapt menjadi sistematika atau nyata.memang siswamemerlukan imajinasi dalam menghapi soal. 2. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. 5. Bagi pemecah.

Gb (ii) Gambar(ii)adalah gambar kubus terbuka Gb Gambar (iii)adalah gambar sebuah kotak berbentuk balok terbuka . Volum dapat masuk ke dalam kotak yang berbentuk balok tersebut ? Mak akubus yang panjang rusuknya a cm. Pengertian Volume kubus dan balok Gb (i) Gambar (i)adalah gambar sebuah kubus yang panjan1 satuan panjang . Berapa banyak kubus satuan seperti (i)dapat di masukan kedalam kotak kubus (ii)? Dinyatkan denga kubus satuan tersebut beberapa volum kotak berbentuk kubus gambar (ii)? b. volumnya adalah p x l x t dapat ditulis: . berapa volum kotak berbentuk balok gambar (iii)? c. Pemahaman KonsepVolome dan Luas Kubus dan Balok 1. Volum kubus adalah banyaknya kubus satuan yang dapat masuk dalam kubus besar .BAB II KAJIAN PUSTAKA A.tersedian banyak kubus kecil – kubus kecilyang rusuknya satu . Berapa banyak kubus satuan seperti (i) yang di masukan k eke dalam kotak (iii)? Dinyatakan denga kubus sataun .satuan Untuk mengukur bangun tersebut dengan cara: a. 1 cm dan t cm. volumnya a3 cm dan sebuah balok dengan panjang rusuknya p cm.

Pengaruh Diskusi Kelompok terhadap Pemahaman Konsep Volum dan Luas Bangun Kubus dan Balok. Diskusi kelompok sangat mempegaruhi pemahaman konsrp volum dan luas khususnya volum kubus dan balok . Tiap kelompok terdiri 4 sampai 5 siswa dalam diskusi kelompok siswa berperan aktif dan krearif.balok = plt 2. Luas Balok = 2 (pl + lt + pt) B. Luas Kubus adalah jarring – jaringnya Luas Kubus = 6 s3 b. .V. Luas balokadalah luas jarring – jaringnya atau jumlah luas sisi balok.kubus =s3 dan V. Pengertian Luas Kubus dan Balok a. Pengertian Diskusi Kelompok Diskusi kelompokadalah salah satu metode pembelajaran dengan secara kelompok. dapat menumbuhkan peran aktif dan kreaktif siswa. C.

Refleksi awal. d. sehinga hipotesis tindakan yang di rumuskan bersifat kualitif yang mengalami perubahan sesuai dengan keadaan lapangan. Peneliti dan praktisi merumuskan hipotesa tindakan penelitian tindakn lebih menitikberatkan ke pada pendekatan naturalistic. relevan dengan rumusan masalah penelitian. Menyusun metode dan mengisi table yang harus di isi setelahdiskusi. Menetapkan indicator – indicator pembelajaran denganmetode diskusi kelompok. b. Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan yang didalamnya meliputi : a. c. 2.Menyusun rencana laporan bersifat kualitatif maupun kuantitatif. .BAB III METODE PENELITIAN A. Peneliti bersama dengan praktisi (3 0rang guru dan 3 kelas yang di jadikan subyek penelitian) mengidenfikasi permasalahan pemahaman konsep volum dan luas bangun kubus dan balok yang di alami siswa SMP/MTs.Meyusun laporan dan pengelolaan pembelahan diskusi yang merupakan bahan intervensi. Peneliti dan praktisi merumuskan permasalahan secara operasional. 4. 3. Perencanaan Kegiatan yang di lakukan dalam tahap perencanaan sebagai berikut : 1.

Hasil yamg diperolr\eh berupa temuan tingkat efektifitas diskusi kelompok dan hasil lap[oran yang berupa tabel yang tidak disiapkan ppeneliti sebelunya. Tehnik Analisis data . Kegiatan yang di lakukan meliputi: analisis. Peneliti dan praktisi melakukan pengamatn secra sitesmatika terhadap kegiatan yang dilakukan oleh guru. Kegiatan pengamatan dilakukan secara komprehensif dengan memanfaankan pedoman pengamatan serta catatan lapangan. motifasi dan rangsanga kepada guru yang dilakukan tindakan. Pertimbangan yang di maksut adalah factor terlaksaakan diskusi kelompok. Subyek Penelitian Subyektif dalam penelitian ini ditentukanberdasarkan pertimbagan \-pertimbanga tertentu. penelitian berupaya memberikan pengaruh. C. Instumen Penelitian Ada 5 jenis instrument yang di gunakan dalampenilitian ini pedoman observasi. dokumoen dan buku harian. 2. Reflaksi Peneliti dan praktisi mendiskusikan hasil pengamatan yang dilakukan . D. Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan Kegiatan yang dilakukan dapat dikemukakan sebagai berikut : 1.Catatan lapangan . F. Dalam penelitian ini subyek penelitian adalah siswa kelasVIII B MTs Negeri Geneng Ngawi. sintesis. E. wawancara. Guru melaksanakan metode pembelajaran yang teklah disiapkan .B. pemahaman penjelasan dan penyimpulan data dan informasi yang berhasil di kumpulkan .

Hasil yang diperoleh berupa tabelanalisis data. Mendiskusikan data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkatagoriandan pengklasifikasikan. 3. Kegiatan di awal dengan kegiatan ceramah tentang metode diskusikelompok yang menerapkan pemahaman konsep volun kubus dan balok. Penelaah dilakukan dengan cara menganalisis mensistesis. kooperatif sehinga kegiatan penyiapan di pandang perlu dilakukan. memaknai. Menimpulkandan menverifasi. Penyiapan Partisipasi Penelitian ini di landasi prisip kolaboratif partisipasi. . 2. Dari kegiatan reduksi selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir yang selanjutnya diikuti denga kegiatan verifikasi atau pengujian terhadap temuan penelitian.Analisis data dilakukan dengan mengunakan teknis analisis data kualitatif baik yang bersifat linier (mengalir) maupun bersifat sirkuler secara garis besar kegiatan analisis data di lakukan dengan langkah – langkah berikut : 1. Kegiatan penelaaahan pad prinsipnya dilaksanakn awaldata dikumpulkan. Menelaah seluruh data yang di kumpulkn . G. menerangkan dan menyimpulkan.

sedangkan pada siklus 2 termasuk katagori terbaik. . A. Pada siklus 1 keaktifan termasuk katagori cukup. c. Terdapat peningkatan keaktifan siswa dalam mendiskusiakan jawaban dari pernasalahan dalam kelompok . b. Dari label satu dapat di jelaskanbahwa: a. sedangkanpada siklus 2 termasuk katagori baik. dan hasil tessebelum dan sebelun siklus. Hasil Penelitian Dari hasil pengamatan . sedangkanpada siklus 2 termasuk katagori baik. Terdapat peningkatan keaktifan siswa dalam menyampiakanide atau bertanya pada presentasi kelompok lain dari siklus 1 hingga siklus2. Pada siklus 1 keaktifan siswa termasuk katagori cukup. Terdapat peningkatan keaktifan siswa untuk bertanya dan diskusi dengan teman sebangku (kolaborator) dalan mencari penyelesaian dari siklus 1hinga siklus2. Terdapat penigkatan keaktifan soswa individu dalam meyelesaikan permasalahandari siklus 1 hinga siklus2 pada siklus 1 keaktifan termasukkatagoricukup. d. dari siklus 1 sehinga siklus 2 .BAB IV HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN Hasil penelitian di bahas meliputi hasil observasi kegiatan siswa dalammengisi angket dan pada saat siswa melakukan diskusi kelompok. Pada siklus1 keaktifansiswa termasuk katagori baik sedangkan padasiklus 2 keaktifansiswa termasuk katagori sangat baik. kolaborator terhadap aktivitas belajar siswa selama pembelajaran berlangsung setiap siklus di peroleh dat seperti tabel 1(lihat lampiran) 1.

Terdapat peningkatan jumlah siswa yang merasa mudahmemahami materi melalui pembelajaran diskusi kelompok dari siklus 1 70% meningkayt menjadi 96% pada siklus. Terdapat penurunan jumlah siswa yang merasa tertarik untuk mengikutu pembelajaran berikutnya dengan cara diskusi kelompok yaitu dari siklus 180% meninkat menjadi 100% Berdasarkan hasil tes untuk siswa mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi kelompokpada setiap siklus diperoleh data sepeti table 3(lihat lampiran 3). Dari hasil angket siswa yang di isi siswa tentang tentang minat siswa dengan cara diskusi kelompok pada setiap siklus diperoleh seperti pada table 2 (lihat lampiran 2). tetapai siklusberikutnya megalami peningkatan antusias keaktifan siswa.5 pada siklus 2 sebesar 17. a. c. yaitu dari sikus 1 yang senag dan tidak individu 35% dan pada siklus 2 meningkatkan menjadi 70% b. d. Terdapat penurunan jumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran dengan diskusi kelompok ini dari siklus 1 20% menurun menjadi 0%. B.7. Pda siklus 1 selisihpost tes dan pre tes sebesar15. Terdapat peningkatan jumlah siswa yang merasa senang pembelajaran matematika secara tidak individu. Pembahasan Dalam bagian ini dibabahas tentang penelitian di kelas VIII B yaitu pada table 1 siklus 1 tampak tiga dari empat macam kegiatan atau aktifitas siswa termasuk dalam katagori cukup. Siswa semakin lebih menikmati belajar dan kerjasama yang baik dengan teman sebangku ataupun dengan .2. Terdapat peninkatan selisis nilai rata post tes dan pre tes dari siklus 1 hingga 1 siklus 2.

kelompoknya dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pada table 2 tampak adanya pningkatan minat siswaterhadap pembelajaran pada tiap siklus.Prosentase selisih nilai siklus 2 selisisnya sebasar …. Memahami materi pembelajaran matematika melalui metide diskusi kelompok. . Hal ini berarti siswa semakin lebih. Hal ini mengindikasikan siswa semakin menikmati belajar melalui model pembelajaran dengan metode diskusi kelompok. Peningkatan juga terlihat pada tabel 3 tentang hasil belajar siswa.

Pembelajaran dengan metode diskusi kelompok dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternative dalam pembelajaran matematika. 3. 2. Dengan metode diskusi kelompok siswa lebih aktif dan pembelajaran tidak didominasi guru. Simpulan 1. Pembelajaran dengan maetode diskusi kelompok dalam penelitian dapat ditindak lanjuti oleh guru matematika pada kompetensi dasar yang lain. Dengan metode diskusi kelompok memberikan suasana yang menyenangkan sehingga siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran selanjutnya. 2. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini. B.BAB V SIMPULAN DAN SASARAN A.maka dengan menggunakan metode diskusi kelompok mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. .maka kepada pihak peneliti dalam bidang pendidikan disarankan berikut ini : 1. Dengan keaktifan siswa dan suasana menyenangkan pada pembelajaran.

Drs.1992 . Mata Pelajaran Matematika SMP. R. Kurikulum 20043.Prof. 1990. 2003.DAFTAR PUSTAKA Depdikbud.Strategi belajar Meggajar. Soedjadi.M Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Sadiman A. Hudoyo Herman.Meningkatkan Minat Siswa Terhadap Matematika Surabaya Media Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan.Depdikbud Jakarta. Rajawali Jakarta 1986. CV. IKIP Malang.

LAMPIRAN-LAMPIRAN .

TABEL 1 REKAPITULASI HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN DENGAN CARA DISKUSI KELOMPOK NO 1 2 KEGIATAN Keaktifan siswa secara individuuntuk menyelesaiakan masalah Keaktifan siswa untuk bertanya atau diskusi dengan teman sedangkan dalam mencari menyelesaikan masalah SIKLUS 1 Cukup Baik SIKLUS 2 Baik Sangat baik 3 Keaktifan siswa mendiskusikan jawaban permasalahan dalam kelompoknya Cukup Baik 4 Keaktifan siswa dalam menyampaikan ide atau bertanya pada presentasi kelompok lain. Cukup Baik .

TABEL 2 REKAPITULASI HASIL ANGKET RESPON SISWA REHADAP PEMBELAJARAN DENGAN CARA DISKUSI KELOMPOK NO 1 KEGIATAN Apakah kamu senang terhadap penbelajaran matematika secara individu SIKLUS 1 Ya 65% (24 siswa) 70% (26 siswa) 20% (7 siswa) 80% (35 siswa) Tidak 35%(13 siswa) 30%(11 siswa) 80% (30 siswa) 20% (7siswa) SIKLUS 2 Ya 30% (11 siswa) 96%(36 siswa 0%(0 siswa) 100%(3 Tidak 70%(26 siswa) 14%(1 siswa) 100%(3 7 siswa) 0% (o 2 Apakah kamu senang terhadap pembelajaran matetematika secara diskusi kelompok 3 Apakah kamu mengalami kesulitan dengan pembelajaran ini? 4 Apakah kamu berminat untuk mengikuti belajr mengajar berikut seperti telah kamu ikuti? 7 siswa ) siswa) KATA PENGANTAR .

S. Penulis menyadari bahwa penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini jauh dari sempurna untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat mambangun dari semua pihak selalu penulis harapkan.Dengan mengucapkan Allhamdulillah kehadiran Allah SWT hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian tidakan kelas dengan judul ” Peningkatan Pemahaman Konsep Volum Dan Luas Bangun Kubus dan Balok dengan Metode Diskusi Kelompok Siswa Kelas VIII B MTs Geneng Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009” Penulisan Penelitian tindakan kelas ini kami susun unruk memenuhi komponen penilaian portofolio sertifikasi guru dan dapat dipakai dalam bacaan di perpustakaan madrasyah serta dapat dipakai sebagai perbandingan dalam pembuatan karya tulis bagi teman sejawat juga bagi anak didik pada latihan diskusi ilmiah dalam rangka pembinaan karya ilmiah. Penulis Mimin Sih Winurmi.Pd. Untuk itu terima kasih kami ucapkan dengan tulus dan sedalam kepada semua pihak yang telah membantu penulisan ini. Dalam penyusunan PTK ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak . UJI KELOMPOK MATEMATIKA (TES AWAL/POST TEST) SIKLUS 1 .

Diketahui suatu kubus panjang sisi 12 cm.besaran pada kubus dan balok :Menentukan volum dan luas kubus dan balok jika panjang sisi diketahui Kelas/ Semester Waktu : VIII/2 : 20 menit Petunjuk ! Jawaban pertayaan dibawah ini dengan singkat dan jelas ! 1. Tentukan: a.Kompetesi dasar Indikator : Menghitung besaran. Tentukan : a. Luas Kubus b. Volum Balok UJI KOMPETENSI MATEMATIKA (TES AWAL/POST TEST) SIKLUS 2 . Luas Kubus Volum Kubus 2. b. Diketahui suatu balok berukuran panjang 6 cm lebar 4 cm dan tinggi 5 cm.

besaran pada kubus dan balok :Menentukan volum dan luas kubus dan balok jika panjang sisi diketahui Kelas/ Semester Waktu : VIII/2 : 20 menit Petunjuk ! Jawaban pertayaan dibawah ini dengan singkat dan jelas ! 1. Tentukan : a. Diketahui volum kubus 216 cm3. Panjang sisi Kubus Luas Kubus 2. Diketahui suatu luas alas balok 54cm 2 .tinggiu 7 cm dan lebar 6 cm Tentukan: a. b. Panjang Balok b. Volum balok tersebut .Kompetesi dasar Indikator : Menghitung besaran.

KOMPONEN 1 KUALIFIKASI AKADEMIK .

KOMPONEN 2 PENDIDIKAN DAN PELATIHAN .

KOMPONEN 3 PENGALAMAN MENGAJAR .

KOMPONEN 4 PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN .

KOMPONEN 5 PENILAIAN DARI ATASAN DAN PENGAWAS

KOMPONEN 6 PRESTASI AKADEMIK

KOMPONEN 7 KARYA
PENGEMBANGAN PROFESI

KOMPONEN 8 KEIKUTSERTAAN DALAM FORUM ILMIAH .

KOMPONEN 9 PENGALAMAN MENJADI PENGURUS ORGANISASI DI BIDANG PENDIDIKAN DAN SOSIAL / KEAGAMAAN .

KOMPONEN 10 PENGHARGAAN YANG RELEVAN DENGAN BIDANG PENDIDIKAN .

MEDIA / ALAT PEMBELAJARAN JENIS MEDIA/ALAT : 1. PEMBELAJARAN JARING – JARING BANGUN RUANG SISI DATAR (KELAS VIII / SEMESTER 2) . PEMBELAJARAN HIMPUNAN ( KELAS VII / SEMSTER 2) 3. PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT (KELAS VII / SEMESTER 1) 2.

BILANGAN BULAT .

HIMPUNAN .

JARING – JARING BANGUN RUANG SISI DATAR .

S.Pd MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI GENENG TAHUN 2006 .PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MATEMATIKA PELAJARAN MATEMATIKA JUDUL : PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP VOLUM DAN LUAS BANGUN KUBUS DAN BALOK DENGAN METODE DISKUSI KELOMPOK SISWA KELAS VIII B MTs GENENG NGAWI TAHUN PELAJARAN 2006/2007 D i susun oleh MIMIN SIH WINURMI.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MATEMATIKA PELAJARAN MATEMATIKA JUDUL : PENERAPAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PECAHAN BENTUK ALJABAR PADA SISWA KELAS VIII B MTs GENENG NGAWI TAHUN PELAJARAN 2007/2008 D i susun oleh MIMIN SIH WINURMI. S.Pd MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI GENENG TAHUN 2006 .