P. 1
adlerr

adlerr

|Views: 797|Likes:
Published by eddliestaniselie

More info:

Published by: eddliestaniselie on Aug 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

Sections

TEORI PSIKOLOGI INDIVIDUAL TEORI PSIKOLOGI INDIVIDUAL

A. A. Pendahuluan Pendahuluan

Psikologi individual dikembangkan oleh Alfred Adler, sebagai suatu sistem yang komparatif

dalam memahami individu dan dalam kaitannya dengan lingkungan sosial. Psikologi individu

dibangunkan oleh Alfred Adler, sebagai satu sistem yang perbandingan dalam memahami

individu dan dalam kaitannya dengan persekitaran sosial. Individual psychology atau psikologi

individual dikembangkan oleh Alfred Adler dan pengikutnya antara lain adalah Rudolph

Drekurs, Martin Son Tesgard, dan Donal Dinkmeyer. Individual psychology atau psikologi

individu dibangunkan oleh Alfred Adler dan pengikutnya antara lain adalah Rudolph Drekurs,

Martin Son Tesgard, dan Donald Dinkmeyer. Alfred Adler selain siswa juga rekan kerja Freud

dan berumur empat belas tahun lebih muda dari Freud. Alfred Adler selain pelajar juga rakan

kerja Freud dan berumur empat belas tahun lebih muda dari Freud. Adler telah menjadi dokter

praktek. Adler telah menjadi doktor amalan. Ketika bergabung dengan Freud dan ahli lain ketika

dibentuknya Masyarakat Psychoanalytic Vienna. Ketika bergabung dengan Freud dan ahli lain

ketika dibentuknya Masyarakat Psychoanalytic Vienna. Adler keluar dari paham Freud dan

Masyarakat Psychoanalytic Vienna dan pada tahun 1911 Adler mulai mengembangkan

pemikirannya yang dikenal sebagai Psikologi Individu. Adler keluar dari paham Freud dan

Masyarakat Psychoanalytic Vienna dan pada tahun 1911 Adler mula mengembangkan

pemikirannya yang dikenali sebagai Psikologi Individu. Aliran Psikologi Individual dikenal

dengan nama Adlerian Counseling. Aliran Psikologi Individual dikenali dengan nama Adlerian

Counseling. Adler mengatakan bahwa seorang tidaklah dikendalikan semata-mata untuk

memenuhi kesenangannya sendiri tetapi sebaliknya, seseorang dimotivasi oleh rasa tanggung

jawab sosial dan kebutuhan untuk berhasil. Adler mengatakan bahawa seorang tidaklah

dikendalikan semata-mata untuk memenuhi kesenangannya sendiri tetapi sebaliknya, seseorang

dimotivasi oleh rasa tanggung jawab sosial dan keperluan untuk berjaya. Adler benar-benar

berbicara tentang hubungan sosial, yang mana Individu sibuk mengejar realisasi diri yang dapat

mendukung dirinya untuk membuat dunia lebih baik dalam menempatkan hidup. Adler benar-

benar berbicara tentang hubungan sosial, yang mana Individu sibuk mengejar realisasi diri yang

boleh menyokong dirinya untuk membuat dunia lebih baik dalam menempatkan hidup. Inilah

yang menjadi dasar pemikiran dari teori psikologi individual. Inilah yang menjadi asas pemikiran

dari teori psikologi individu.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari konseling psikologi individual ini adalah

agar seorang konselor dapat mengetahui model-model konseling dan bagaimana menerapkan

berbagai teori dalam proses konseling. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam mempelajari

kaunseling psikologi individu ini adalah agar seorang kaunselor dapat mengetahui model-model

kaunseling dan bagaimana melaksanakan pelbagai teori dalam proses kaunseling.

B. B. Teori Psikologi Individual Teori Psikologi Individual

1. 1. Konsep Pokok Konsep Pokok

Konstruk utama psikologi individual adalah bahwa perilaku manusia dipandang sebagai suatu

kompensasi terhadap perasaan inferioritas . Konstruk utama psikologi individu adalah bahawa

kelakuan manusia dipandang sebagai suatu pampasan terhadap perasaan inferioritas. Hal inilah

yang menjadi perbedaan yang mendasar teori psikologi individual dengan psikoanalisis. Hal

inilah yang menjadi perbezaan yang mendasar teori psikologi individu dengan psikoanalisis.

Tujuan hidup dipandang untuk mengatasi felling of inferiority (FOI) menuju felling of

superiority (FOS). Tujuan hidup dipandang untuk mengatasi felling of inferiority (FOI) menuju

felling of superiority (FOS). Perasaan tidak mampu atau rasa rendah diri, berasal dari tiga

sumber, yaitu kekurangan dalam organ fisik, anak yang dimanja, anak yang mendapat penolakan.

Perasaan tidak mampu atau rasa rendah diri, berasal dari tiga sumber, iaitu kekurangan dalam

organ fizikal, anak yang dimanja, anak yang mendapat penolakan. Kadang-kadang rasa rendah

diri ini dapat menimbulkan kompensasi yang berlebihan sehingga menyebabkan berbagai

hambatan bagi individu itu sendiri. Kadang-kadang rasa rendah diri ini boleh menyebabkan

pampasan yang berlebihan sehingga menyebabkan pelbagai hambatan bagi individu itu sendiri.

Hal lain yang penting dalam konstruk psikologi individual adalah konsepsi perilaku situasional

sosial. Hal lain yang penting dalam konstruk psikologi individu adalah konsepsi perilaku

situasional sosial. Individu merupakan suatu organisasi holistik. Individu merupakan suatu

organisasi holistik. Manusia pada dasarnya bersifat sosial dan berusaha mencari tempat dalam

masyarakat dan berusaha untuk membangun suatu kesatuan pribadi. Manusia pada dasarnya

bersifat sosial dan berusaha mencari tempat dalam masyarakat dan berusaha untuk membina satu

kesatuan peribadi.

Konsep utama dari teori psikologi individual yang benar-benar berbicara tentang diri atau self,

yang mana hal itu yang menjadi pembeda setiap individu yang terlihat dari gaya hidup masing-

masing individu, menyebabkan arah konseling mengacu pada pengembangan diri individu.

Konsep utama dari teori psikologi individu yang benar-benar berbicara tentang diri atau self,

yang mana hal itu yang menjadi pembeda setiap individu yang terlihat dari gaya hidup masing-

masing individu, menyebabkan arah kaunseling merujuk pada pembangunan diri individu.

Masalah yang paling sering dialami adalah masalah kepercayaan diri (konsep diri). Masalah

yang paling sering dialami adalah masalah kepercayaan diri (konsep diri). Pembentukan konsep

diri ini dimulai sejak usia empat dan lima tahun pertama. Pembentukan konsep diri ini bermula

sejak usia empat dan lima tahun pertama. Apabila perkembangan konsep diri seorang individu

negativ maka akan bisa menghambat aktivitasnya kedepan. Apabila perkembangan konsep diri

seorang individu negativ maka akan dapat menghalang aktivitinya kedepan. Untuk itulah

diperlukan konseling dengan model Adler/ Adlerian Counseling. Untuk itulah diperlukan

kaunseling dengan model Adler / Adlerian Counseling.

2. 2. Hakekat Manusia Hakikat Manusia

Adler berpendapat bahwa manusia pertama-tama dimotivasi oleh dorongan-dorongan sosial.

Adler berpendapat bahawa manusia pertama-tama dimotivasi oleh dorongan-dorongan sosial.

Menurut Adler manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial. Menurut Adler manusia pada

dasarnya adalah mahluk sosial. mereka menghubungkan dirinya dengan orang lain, ikut dalam

kegiatan-kegiatan kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri

sendiri dan mengembangkan gaya hidup yang mengutamakan orientasi sosial. mereka

menyambung dirinya dengan orang lain, ikut dalam kegiatan-kegiatan kerja sama sosial,

menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri sendiri dan mengembangkan gaya

hidup yang mengutamakan orientasi sosial.

Manusia tidak semata-mata bertujuan untuk memuaskan dorongan-dorongan seksualnya, tetapi

secara jelas juga termotivasi untuk melaksanakan tanggung jawab sosial, pemenuhan kebutuhan

untuk mencapai sesuatu. Manusia tidak semata-mata bertujuan untuk memuaskan dorongan-

dorongan seksualnya, tetapi secara jelas juga termotivasi untuk melaksanakan tanggung jawab

sosial, pemenuhan keperluan untuk mencapai sesuatu. Segala tingkah laku mereka didasari atas

kesadaran bukan ketidak sadaran, manusia menyadari akan segala konsekuensi dari segala

tindakan yang dilakukannya. Segala tingkah laku mereka didasari atas kesedaran bukan ketidak

sadaran, manusia menyedari akan segala konsekuensi dari segala tindakan yang dilakukannya.

Untuk memenuhi kebutuhan sosial manusia rela terjun dalam berbagai kegiatan-kegiatan sosial

seperti organisasi sosial dan mengahabiskan hampir seluruh hidupnya di sana. Untuk memenuhi

keperluan sosial manusia rela terjun dalam pelbagai kegiatan-kegiatan sosial seperti organisasi

sosial dan mengahabiskan hampir seluruh hidupnya di sana. Mereka merasa puas dengan

melakukan aktivitas sosial seperti membantu korban bencana, korban perang, kelaparan dan lain

sebagainya. Mereka merasa puas hati dengan melakukan aktiviti sosial seperti membantu mangsa

bencana, korban perang, kelaparan dan lain sebagainya. Itulah kebutuhan sosial yang dimaksud

oleh Adler. Itulah keperluan sosial yang dipilih oleh Adler. Kebutuhan-kebutuhan sosial ini

merupakan bawaan sejak lahir, perkembangan diri individu sejak masa kanak-kanak akan sangat

menentukan cara individu berperan dalam lingkungan sosialnya. Keperluan-keperluan sosial ini

merupakan bawaan sejak lahir, perkembangan diri individu sejak masa kanak-kanak akan sangat

menentukan cara individu berperanan dalam lingkungan sosialnya.

3. 3. Perkembangan Kepribadian Perkembangan Kepribadian

a) Dasar kepribadian terbentuk pada usia empat sampai dengan lima tahun. a) Dasar

keperibadian terbentuk pada usia empat sampai dengan lima tahun.

b) Pada awalnya manusia dilahirkan Feeling Of Inferiority (FOI) yang selanjutnya menjadi

dorongan bagi perjuangannya kearah Feeling Of Superiority (FOS). b) Pada awalnya manusia

dilahirkan Feeling Of inferiority (FOI) yang selanjutnya menjadi dorongan bagi perjuangannya

kearah Feeling Of superiority (FOS).

c) Anak-anak menghadapi lingkungannya dengan kemampuan dasarnya dan menginterpretasikan

lingkungan itu. c) Anak-anak menghadapi lingkungannya dengan kemampuan dasarnya dan

menginterpretasikan persekitaran itu.

d) Dalam pada itu sosial interest-nya pun berkembang d) Dalam pada itu sosial interest-nya pun

berkembang

e) Selanjutnya terbentuk Life Style (LS) yang unik untuk masing-masing individu (human

individuality) yang bersifat self-deterministik, teleologis, dan holistik. e) Selanjutnya terbentuk

Life Style (LS) yang unik untuk masing-masing individu (human individuality) yang bersifat

self-deterministik, teleologis, dan holistik.

f) Sekali terbentuk Life Style (LS) sukar untuk berubah. f) Sekali terbentuk Life Style (LS) sukar

untuk berubah. Perubahan akan membawa kepedihan. Perubahan akan membawa kepedihan.

Prayitno (1998:51). Prayitno (1998:51).

Freud memandang komponen kehidupan yang normal/sehat adalah kemampuan ³mencintai dan

berkarya´, namum bagi Adler masalah hidup selalu bersifat sosial. Freud memandang bahagian

kehidupan yang normal / sihat adalah kemampuan "mencintai dan berkarya", namum bagi Adler

masalah hidup selalu bersifat sosial. Fungsi hidup sehat bukan hanya mencintai dan berkarya,

tetapi juga merasakan kebersamaan dengan orang lain dan memperdulikan kesejahteraan mereka.

Fungsi hidup sihat bukan hanya mencintai dan berkarya, tetapi juga merasakan kebersamaan

dengan orang lain dan mempedulikan kesejahteraan mereka. Mereka dimotivasi oleh dorongan

sosial, bukan dorongan seksual. Mereka dimotivasi oleh dorongan sosial, bukan dorongan

seksual. Cara orang memuaskan kebutuhan seksual ditentukan dengan oleh gaya hidupnya. Cara

orang memuaskan keperluan seksual ditentukan dengan oleh gaya hidupnya.

Dorongan sosial adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, meskipun kekhususan hubungan dengan

orang dan pranata sosial ditentukan oleh pengalaman bergaul dengan masyarakat. Dorongan

sosial adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, walaupun kekhususan hubungan dengan orang dan

pranata sosial ditentukan oleh pengalaman bergaul dengan masyarakat. Rincian pokok teori

Adler mengenai kepribadian yang norma/sehat adalah sebagai berikut: Keterangan pokok teori

Adler mengenai keperibadian yang norma / sihat adalah sebagai berikut:

1. 1. Satu-satunya kekuatan dinamik yang melatarbelakangi aktivitas manusia adalah perjuangan

untuk sukses atau menjadi superior. Satu-satunya kekuatan dinamik yang melatarbelakangi

aktiviti manusia adalah perjuangan untuk berjaya atau menjadi superior.

2. 2. Persepsi subjektif individu membentuk tingkah laku dan kepribadian Persepsi subjektif

individu membentuk tingkah laku dan keperibadian

3. 3. Semua fenomena psikologis disatukan di dalam diri individu dalam bentuk self. Semua

fenomena psikologi disatukan di dalam diri individu dalam bentuk self.

4. 4. Manfaat dari aktivitas manusia harus dilihat dari sudut pandang interes sosial Manfaat dari

aktiviti manusia harus dilihat dari sudut pandang interes sosial

5. 5. Semua potensi manusia dikembangkan sesuai dengan gaya hidup dari self. Semua potensi

manusia dibangunkan sesuai dengan gaya hidup dari self.

6. 6. Gaya hidup dikembangkan melalui kreatif individu. Gaya hidup dikembangkan melalui

kreatif individu. (Alwisol, 2006:78) (Alwisol, 2006:78)

4. 4. Kepribadian yang menyimpang (TLSS) Kepribadian yang menyeleweng (TLSS)

Sebab utama TLSS adalah perasaan FOI yang amat sangat yang ditimbulkan oleh, cacat mental

atau fisik, penganiayaan oleh orang tua, dan penelantaran. Sebab utama TLSS adalah perasaan

FOI yang amat sangat yang ditimbulkan oleh, cacat mental atau fizikal, penganiayaan oleh orang

tua, dan penelantaran. Semua itu akan menyebabkan timbulnya rasa rendah diri sehingga

mengambat individu untuk berkembang lebih baik. Semua itu akan menyebabkan timbulnya rasa

rendah diri sehingga mengambat individu untuk berkembang lebih baik.

Apabila ketiga hal di atas dibesar-besarkan maka FOI akan semakin berkembang. Apabila ketiga

hal di atas dibesar-besarkan, maka FOI akan semakin berkembang. TLSS adalah hasil dari

pengaruh lingkungan, yang pada umumnya berawal dari tingkah laku orang tua sewaktu masih

kanak-kanak. TLSS adalah hasil dari pengaruh persekitaran, yang pada umumnya berawal dari

tingkah laku orang tua sewaktu masih kanak-kanak. Apabila pada diri individu berkembang

situasi tegang karena memuncaknya perasaan FOI. Apabila pada diri individu berkembang

situasi tegang kerana kemuncak perasaan FOI.

C. C. Implementasi Implementasi

1. 1. Tujuan Konseling Tujuan Konseling

Tujuan konseling adalah membantu klien menstrukturkan kembali masalahnya dan menyadari

life style (LS) serta mengurangi penilaian yang bersifat negatif terhadap dirinya serta perasaan-

perasaan inferioritasnya. Tujuan kaunseling adalah untuk membantu pelanggan menstrukturkan

kembali masalahnya dan menyedari life style (LS) serta mengurangkan penilaian yang bersifat

negatif terhadap dirinya serta perasaan-perasaan inferioritasnya. Kemudian membantu dan dalam

mengoreksi persepsinya terhadap lingkungan, agar klien bisa mengarahkan tingkah laku serta

mengembangkan kembali minat sosialnya. Kemudian membantu dan dalam membetulkan

persepsinya terhadap lingkungan, agar pelanggan boleh mengarahkan tingkah laku serta

mengembangkan kembali minat sosialnya. Hal ini dilakukan bertujuan membentuk gaya

hidupnya yang lebih efektif. Hal ini dilakukan bertujuan membentuk gaya hidupnya yang lebih

berkesan.

2. 2. Proses dan Teknik Konseling Proses dan Teknik Konseling

Proses konseling diarahkan oleh konselor untuk mendapatkan informasi-informasi berkaitan

dengan masa sekarang dan masa lalu sejak klien berusia kanak-kanak. Proses kaunseling

diarahkan oleh kaunselor untuk mendapatkan maklumat-maklumat berkaitan dengan masa

sekarang dan masa lalu sejak pelanggan berusia kanak-kanak. Mulai dari mengingat komponen-

komponen dalam keluarga, keanehan-keanehan prilaku yang terjadi didalam keluarga, sampai

hal yang spesifik. Mulai dari mengingat komponen-komponen dalam keluarga, keanehan-

keanehan prilaku yang terjadi didalam keluarga, sampai hal yang khusus. Hal ini sangat

membantu konselor dalam menghimpun informasi serta menggali feeling of inferiority (FOI)

klien. Hal ini sangat membantu kaunselor dalam menghimpun maklumat serta menggali feeling

of inferiority (FOI) pelanggan.

Menurut Ansbacher, ada tiga komponen pokok dalam proses konseling, yaitu: Menurut

Ansbacher, ada tiga komponen pokok dalam proses kaunseling, iaitu:

a) Memperoleh pemahaman gaya hidup klien yang spesifik, gejala dan masalahnya, melalui

empati, intuisi, dan penaksiran konselor.Dalam unsur ini konselor membentuk hipotesis

mengenai gaya hidup dan situasi klien. a) Mendapatkan pemahaman gaya hidup pelanggan yang

khusus, gejala dan masalahnya, melalui empati, intuisi, dan penilaian konselor.Dalam unsur ini

kaunselor membentuk hipotesis mengenai gaya hidup dan situasi pelanggan.

b) Proses menjelaskan kepada klien, dalam komponen ini hipotesis gaya hidup yang

dikembangkan dalam komponen pertama, harus ditafsirkan dan dikomunikasikan kepada klien

sehingga dapat diterima. b) Proses menjelaskan kepada pelanggan, dalam komponen ini hipotesis

gaya hidup yang dibangunkan dalam bahagian pertama, harus ditafsirkan dan dikomunikasikan

kepada pelanggan sehingga dapat diterima.

c) Proses memperkuat minat sosial klien, dengan menghadapkan mereka secara seimbang, dan

menunjukkan minat serta kepedulian mereka. c) Proses menguatkan minat sosial pelanggan,

dengan menghadapkan mereka secara seimbang, dan menunjukkan minat serta kepedulian

mereka.

Teknik konseling yang digunakan oleh konselor adalah: Teknik kaunseling yang digunakan oleh

kaunselor adalah:

a. a. Teknik komparatif. Teknik perbandingan. Dalam teknik ini konselor melakukan

perbandingan dirinya dengan konselor. Dalam teknik ini kaunselor melakukan perbandingan

dirinya dengan kaunselor. Dengan empati, konselor mencoba membayangkan gaya hidup dan

masalah klien dalam dirinya. Dengan empati, kaunselor cuba membayangkan gaya hidup dan

masalah pelanggan dalam dirinya. Atas dasar itu konselor kemudian membantu klien untuk

memperbaiki gaya hidup dan memecahkan masalah klien. Atas dasar itu kaunselor kemudian

membantu pelanggan untuk memperbaiki gaya hidup dan menyelesaikan masalah pelanggan.

b. b. Teknik analisis mimpi. Teknik analisis mimpi. Menurut Adler, mimpi merupakan refleksi

gambaran tujuan hidup klien. Menurut Adler, mimpi merupakan refleksi gambaran tujuan hidup

pelanggan. Dengan menganalisis mimpi yang dialami klien maka konselor dapat memperkirakan

tujuan hidup klien. Dengan menganalisis mimpi yang dialami pelanggan, maka kaunselor boleh

menganggarkan tujuan hidup pelanggan. Atas dasar itu kemudian konselor membantu klien. Atas

dasar itu kemudian kaunselor membantu klien.

Selain itu ada beberapa fase yang dilakukan konselor dalam memberikan layanan konseling

berdasarkan model ini, yaitu menciptakan hubungan (fase I), menggali dinamika individual (fase

II), memberi semangat untuk pemahaman (fase III), menolong agar bisa berorientasi ulang (fase

IV) . Selain itu ada beberapa fasa yang dilakukan kaunselor dalam memberikan perkhidmatan

kaunseling mengikut model ini, iaitu mencipta hubungan (fasa I), menggali dinamika individu

(fasa II), memberi semangat untuk pemahaman (fasa III), menolong agar bisa berorientasikan

semula (fasa IV) .

Fase membina hubungan akan sangat menentukan proses konseling selanjutnya hingga

menentukan fase selanjutnya yaitu menggali dinamika individu. Fasa membina hubungan akan

sangat menentukan proses kaunseling selanjutnya hingga menentukan fasa selanjutnya iaitu

menggali dinamika individu. Dinamika individu harus digali untuk mengetahui gaya hidup dan

pemecahan masalah yang tepat bagi individu. Dinamika individu harus digali untuk mengetahui

gaya hidup dan penyelesaian masalah yang sesuai bagi individu. Hal-hal yang digali diantaranya

adalah konstelasi keluarga berupa urut-urutan kelahiran, karena hal itu mempunya pengaru yang

besar dalam membentuk gaya hidup individu. Hal-hal yang digali di antaranya adalah konstelasi

keluarga berupa urut-urutan kelahiran, kerana hal itu mempunya pengaru yang besar dalam

membentuk gaya hidup individu. Selanjutnya pengalaman sewaktu usia antara empat hingga

enam tahun atau berbagai kenangan masa kecil. Selanjutnya pengalaman semasa usia antara

empat hingga enam tahun atau pelbagai kenangan masa kecil. Mimpi yang sering dialami karena

bagi Adlerian hal itu menggambarkan prioritas dan keinginan. Mimpi yang sering dialami kerana

bagi Adlerian hal itu menggambarkan keutamaan dan keinginan. Mengenai prioritas itu sendiri

klien diarahkan untuk menilai mana prioritas yang lebih utama dalam hidupnya. Tentang

keutamaan itu sendiri pelanggan diarahkan untuk mengadar mana keutamaan yang lebih utama

dalam hidupnya.

Proses selanjutnya klien diberi semangat, dorongan dan pemahaman untuk memupuk semangat

dan kepercayaan dirinya kembali, karena diri atau self membutuhkan hal itu. Proses selanjutnya

pelanggan diberi semangat, dorongan dan pemahaman untuk memupuk semangat dan

kepercayaan dirinya kembali, kerana diri atau self memerlukan hal itu. Terakhir adalah

menolong agar bisa berorientasi ulang yang difokuskan untuk mendorong klien agar bisa melihat

alternatif yang baru dan lebih fungsional. Terakhir adalah menolong agar bisa berorientasikan

semula yang difokuskan untuk mendorong pelanggan agar dapat melihat alternatif yang baru dan

lebih fungsional. Klien didorong semangatnya dan sekaligus ditantang untuk mengembangkan

keberaniannya mengambil resiko dan membuat perubahan yang baik dalam hidupnya. Pelanggan

digalakkan semangatnya dan sekaligus ditentang untuk mengembangkan keberaniannya

mengambil risiko dan membuat perubahan yang baik dalam hidupnya.

D. D. Penutup Penutup

I. I. Kesimpulan Kesimpulan

Perilaku manusia dipandang sebagai suatu kompetensi terhadap perasaan inferioritas Perilaku

manusia dipandang sebagai suatu kompetensi terhadap perasaan inferioritas

Kompleks rasa rendah diri, menurut Adler berasal dari 3 sumber, yaitu: Kompleks rasa rendah

diri, menurut Adler berasal dari 3 sumber, iaitu:

1. 1. Kekurangan dalam organ fisik Kekurangan dalam organ fizikal

2. 2. Anak yang dimanja Anak yang dimanja

3. 3. Anak yang mendapat penolakan Anak yang mendapat penolakan

Teknik konseling yang digunakan adalah: Teknik kaunseling yang digunakan adalah:

1. 1. Teknik Komparatif Teknik Perbandingan

2. 2. Teknik analisis mimpi Teknik analisis mimpi

II. II. Saran Saran

Demikian makalah ini pemakalah selesaikan.Dalam pembuatan makalah ini pemakalah

menyadari terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penulisan, buku sumber, dll.Untuk itu

pemakalah meminta saran yang membangun demi kesempurnaan makalah dimasa yang akan

dating. Demikian makalah ini pemakalah selesaikan.Dalam pembuatan makalah ini pemakalah

menyedari terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penulisan, buku sumber, dll.Untuk itu

pemakalah meminta saran yang membangun demi kesempurnaan makalah dimasa yang akan

dating.

Daftar Kepustakaan Senarai Kepustakaan

Gerald Corey. Gerald Corey. 1990. 1990. Teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi.

Teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi. California: CPC Pacific Grve. California: CPC

Pacific Grve.

Surya, Muhammad.2003. Surya, Muhammad.2003. Teori-Teori Konseling.: Bandung: Pustaka

Bani konseling Teori-teori Kaunseling.: Bandung: Pustaka Bani kaunseling

http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=85&Itemid=93

http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=85&Itemid=93

Prayitno. Prayitno. 2005. 2005. Konseling Pancawasita; Padang: FIP UNP. Konseling

Pancawasita; Padang: FIP UNP.

Diposkan oleh Er!CK_KONSELING di 11:34 Diposkan oleh Er! CK_KONSELING di 11:34

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->