P. 1
negara maju berkembang NEW

negara maju berkembang NEW

|Views: 2,440|Likes:
Published by Ahmada

More info:

Published by: Ahmada on Aug 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

TUGAS GEOGRAFI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

OLEH KELOMPOK 4 : AHMADA WANI (01) DITA DWI AGUSTINA (12) LUBNA FAIQOTUL ULA (20) M. WILDAN MALIK (21) SAMUEL INDRA C.L.T. (26) KELAS 9A ENRICHMENT SMP NEGERI 1 BLITAR TAHUN AJARAN 2009/2010

PEMBAGIAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG Di dunia ini, ada beberapa pembagian negara yaitu negara maju dan negara berkembang. Pembagian ini biasanya dilakukan oleh badan – badan internasional yang memang sebagai pembagi negara – negara tersebut. Badan yang melakukan pembagian tersebut, misalnya Bank Dunia, WTO, dan sebagainya. Negara maju dan berkembang ditentukan oleh beberapa indikator yang telah ditentukan. Indikator – indikator itu berupa: • Ekonomi • Pendapatan per kapita penduduk • Jumlah penduduk miskin • Tingkat pendidikan • Tingkat kesehatan • Tingkat pengangguran • Politik yang kondusif • Lingkungan sekitar Adapula pendapat dari Harm J de Blij yang menyatakan beberapa indikator, berupa: 1) Pendapatan per kapita penduduk 2) Struktur mata pencaharian penduduk 3) Produktifitas per tenaga kerja 4) Penggunaan energi per orang 5) Fasilitas transportasi dan komunikasi per orang 6) Penggunaan logam yang diolah 7) Ukuran lain adalah tingkat melek huruf penduduk, tingkat penggunaan kalori per orang, tingkat pendapatan keluarga dan jumlah tabungan per kapita. Sehingga dapat disimpulkan bahwa negara maju adalah negara yang memiki tingkat kemajuan yang pesat pada bidang ekonomi dan kesejahteraan hidup rakyatnya, sedangkan negara berkembang adalah negara yang sedang pada masa perkembangan di hampir semua bidang, seperti bidang ekonomi dan bidang kerakyatan. Negara maju sebagian besar berada di dataran eropa, amerika utara , asia timur, dan benua australia. Sedangkan negara berkembang banyak terdapat di daerah afrika, asia, amerika latin, serta oceania. Ciri – ciri negara maju dan negara berkembang Ciri – ciri negara maju dan negara berkembang dibedakan menjadi tiga faktor, yaitu dari ekonomi, kualitas penduduk, dan lingkungan fisik. a. Negara maju Negara – negara yang tergolong negara maju berada di hampir seluruh eropa, amerika utara, australia, selandia baru, jepang, korea selatan, dan singapura. 1) Segi ekonomi Dalam segi ekonomi meliputi pendapatan per kapita, industri dan jasa sebagai tumpuan ekonomi, angka pengangguran, dan jumlah modal pembangunan.

Pendapatan rata – rata per kapita negara maju cukup tinggi, berada di kisaran US $ 20.000. Sehingga setiap penduduknya mampu menyejahterkan diri mereka dengan baik dengan tingginya pendapatan mereka. Dalam perekonomian, negara maju lebih mengandalkan industri dan jasa. Sehingga sektor pertanian bisa terindustrialisasi, yang membuat sektor pertanian bisa memiliki harga jual yang lebih tinggi. Industri juga mampu menyerap tenaga kerja cukup besar. Sedangkan sektor jasa membantu dalam menopang perekonomian yang mungkin suatu saat mundur. Sehingga penduduk membutuhkan jasa. Jika salah satu sektor ekonomi jatuh biasanya negara maju bisa mengatasinya dengan menyiapkan sektor alternatif untuk menopang ekonomi. Dan sebagian besar negara maju mengandalkan ekspor daripada impor. Selain itu juga negara maju mampu membuat pasar yang kondusif di dalam negeri. Jumlah pengangguran pada negara maju pun kecil. Ini dikarenakan banyaknya tenaga kerja yang terserap ke dalam sektor industri. Dengan kecilnya pengangguran, maka angka kejahatan juga ikut kecil. Begitu pula dengan angka harapan hidup penduduknya semakin meningkat. Umumnya negara maju memiliki modal pembangunan yang besar. Sehingga pembangunan pada negara maju menjadi semakin pesat dan teratur. 2) Segi kualitas penduduk Segi kualitas penduduk terdiri dari tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, tingkat produktifitas, tingkat pertumbuhan penduduk, dan tingkat ketergantungan. a) Tingkat pendidikan Umumnya negara maju memiliki pendidikan dan peradaban teknologi yang tinggi. Semua negara maju telah mencanangkan wajib belajar hingga tingkat sekolah menengah atas. Untuk menunjang pendidikan yang berkualitas, masing – masing negara memiliki model belajar yang inovatif dan sesuai zaman, serta sarana dan prasarana yang baik sekali. Semakin tinggi tingkat pendidikan pada sebuah negara, juga mempengaruhi pola pikir setiap penduduknya. b) Tingkat kesehatan Semakin tingginya tingkat kesehatan negara, maka angka harapan hidup penduduknya juga meningkat, kematian ibu dan bayi pada kelahiran bisa teratasi, tidak terjadinya kejadian gizi buruk pada penduduk. c) Tingkat produktifitas Produktivitas per tenaga kerja diperoleh dengan menentukan keseluruhan produksi selama satu tahun dibagi jumlah seluruh angkatan kerja. Tingginya tingkat produktifitas penduduk mempengaruhi jumlah pengahasilan setiap penduduk. Sehingga

penduduk memperoleh pendapatan untuk mencukupi hidup mereka kini dan kelak. d) Tingkat pertumbuhan penduduk Tingkat pertumbuhan penduduk di negara maju cukup kecil. Rata – rata pada kisaran 1%, bahkan ada negara yang pertumbuhan penduduknya negatif. Ini dikarenakan jumlah natalitas dan mortalitas dengan kisaran 4 – 10 per 1000 jiwa mampu diatasi dengan baik. Dan bagi penduduk yang telah menikah hampir semuanya menjalankan program penggunaan alat kontrasepsi. e) Tingkat ketergantungan Ketergantungan negara maju cukup kecil. Hampir semua negara maju tidak bergantung pada alam. Dan mereka juga memiliki kemandirian dalam pengolahan sumber daya dan pengelolaan ekonomi dan kependudukan. 3) Segi lingkungan fisik Setiap negara maju memiliki perbedaan luas wilayah negara. Ada yang luas dan ada pula yang sempit. Dan juga dalam SDA yang terdapat pada setiap negara juga berbeda. Negara maju juga memiliki kemampuan memanfaatkan wilayah negara mereka menjadi wilayah strategis untuk melangsungkan perdagangan dan yang lain. Pada masa kini, negara maju telah mampu memanfaatkan energi alternatif sebagai penopang energi negara. Sehingga selain terlihat maju, negara maju juga bisa terlihat negara yang bersih, asal pengolahan limbah industri terolah dengan baik. Dari keterangan – keterangan di atas dapat disimpulkan beberapa ciri – ciri negara maju secara umum. Berikut ciri – ciri negara maju: 1) Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor. 2) Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern. 3) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi secara cepat. 4) Pendapatan rata-rata penduduk tinggi. 5) Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi. 6) Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi. 7) Tidak tergantung pada alam. 8) Tingkat pertumbuhan penduduk rendah 9) Angka harapan hidup tinggi. 10) Intensitas mobilitas tinggi. b. Negara berkembang Negara berkembang banyak terdapat di hampir seluruh asia, afrika, amerika latin, dan sebagian eropa. 1) Segi ekonomi Hampir sebagian besar negara berkembang memiliki struktur perekonomian bersifat agragris. Ini dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan, sehingga mereka melakukan kegiatan bercocok tanam yang

telah diwariskan secara turun temurun. Selain itu juga, sumber daya alam di negara tersebut belum termanfaatkan dengan baik. Karena produksi penduduknya sebagian besar adalah hasil pertanian, maka negara berkembang jauh lebih banyak melakukan kegiatan impor hasil industri daripada kegiatan ekspor hasil pertanian. Sehingga menyebabkan pemasukan dan pengeluaran negara tidak seimbang. Ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran negara, menyebabkan modal untuk pembangun negara menjadi kurang untuk pelaksanaan pembangunan. Sehingga pada beberapa sektor mengalami perlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Ketidakstabilan perekonomian pada negara berkembang juga berdampak pada jumlah pengangguran yang kian tinggi. Banyaknya pengangguran juga dikarenakan jumlah lapangan kerja tidak sesuai dengan jumlah angkatan kerja. Pendapatan per kapita pada negara berkembang cukup kecil. Ini dikarenakan beberapa faktor di atas yang telah disebutkan. 2) Segi kualitas penduduk Berikut faktor – faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk negara berkembang: a) Tingkat pendidikan Hampir sebagian besar tingkat pendidikan di negara berkembang masih rendah. Tingkat pendidikan menunjukan kemampuan masyarakat mampu menerima pembaharuan. Namun apabila tingkat pendidikan sebuah negara rendah, maka penduduk negara tersebut cukup sulit menerima pembaharuan. Kemampuan membaca setiap penduduk pada suatu negara, porsi pendidikan yang pas pada setiap penduduk, dan semua penduduk usia sekolah sedang atau telah memperoleh pendidikan sangat mempengaruhi tingkat pendidikan pada negara tersebut. Selain itu juga, kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan juga mempengaruhi tingkat pendidikan. b) Tingkat kesehatan Kurangnya sarana dan prasaran kesehatan serta kurangnya tenaga medis sangat mempengaruhi keburukan pada tingkat kesehatan negara berkembang. Kekurangan itulah yang menyebabkan persoalan – persoalan seperti gizi buruk, kematian ibu setelah melahirkan, kematian bayi baru lahir, serta persoalan kesehatan lainnya sangat banyak ditemukan di negara berkembang. c) Tingkat produktifitas Kemampuan produktifitas pada penduduk negara berkembang masihlah kurang. Sehingga pendapatan pada setiap penduduknya jugalah kecil. Ada beberapa hal yang mempengaruhi rendahnya tingkat produktifitas, yaitu ada perbedaan dalam hal kualitastenaga kerja, kecakapan manajerial, teknologi, fleksibilitas kelembagaan, dan mentalitasnya.

Kemampuan produktifitas penduduk diukur melalui jumlah output dan input dari hasil pengolahan sumber daya. d) Tingkat pertumbuhan penduduk Hampir 80% penduduk dunia tinggal di negara berkembang. Tingkat kelahiran pada negara berkembang masih tinggi, ini dikarenakan kurang pengetahuan dalam program penggunaan alat kontrasepsi. Rata – rata pertumbuhan penduduk pada negara berkembang berkisar pada 3%. e) Tingkat ketergantungan Negara berkembang memilki ketergantungan yang cukup tinggi pada negara maju. Sehingga negara berkembang ikut mengalami masalah jika negara maju juga mengalami masalah. Negara maju seakan mendikte cara-cara dan syarat-syarat dalam mentransfer teknologi, bantuan luar negeri dan menyalurkan modal swasta ke negara berkembang. 3) Segi lingkungan fisik Lingkungan fisik negara-negara berkembang sebagian besar berada dibelahan bumi bagian selatan. Negara-negara berkembang sebetulnya banyak yang memiliki lingkungan fisik yang potensial untuk dikembangkan. Berkaitan dengan terbatasnya kemampuan sumberdaya manusia dan modal, maka dijalin kerja sama antara negara maju dan berkembang. Bagi negara maju keuntungannya adalah lebih mudah memperoleh bahan mentah dan baku untuk industrinya, tersedia tenaga kerja yang murah, dan pemasaran yang mudah dan meluas. Sebaliknya bagi negara berkembang, keuntungannya adalah mendapat bantuan modal usaha, industri yang dibangun negara maju dapat menciptakan lapangan kerja baru, aliran modal dari negara maju dapat meningkatkan pendapatan negara berkembang, dan kegiatan industri dapat membantu alh teknologi di negara berkembang.

PETA PERSEBARAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Contoh – contoh negara maju dan negara berkembang a. Negara maju 1) Kanada Secara historis dikenal sebagai Dominion of Canada, adalah negara paling utara di Amerika Utara. Merupakan federasi dari 10 provinsi dan 3 teritori dengan sistem desentralisasi dan pemerintahan berbentuk monarki konstitusional. Dibentuk tahun 1867 dengan undang-undang Konfederasi. Ibu kota Kanada adalah Ottawa, tempat parlemen nasional dan juga tempat tinggal Gubernur Jenderal dan Perdana Menteri. Merupakan bekas jajahan Perancis dan Britania Raya, Kanada adalah anggota La Francophonie dan Negara Persemakmuran. • Keadaan alam Luas Wilayah (km 2 ) : 9.984.670 (negara terbesar kedua setelah Rusia) Ibu Kota : Ottawa Propinsi : Alberta, British Columbia, Prince Edward Island, Manitoba, New Brunswick, Nova Scotia, Ontario, Quebec, Saskatchewan, Newfoundland Territori : Northwest Territories , Yukon Territory , Nunavut • Keadaan penduduk Jumlah Penduduk : 32.777.304 (2007) Bahasa Resmi : Inggris dan Perancis Jumlah Tenaga Kerja : 17,9 juta jiwa Komposisi lapangan kerja (kuartal I 2007): Pertanian (1,8%), Industri Manufaktur (11,5%), konstruksi bangunan (6,4%), sektor jasa (71,6%) dan lainlain (8,7%). Agama : Katolik Roma 42,6%; Protestan 22,3%; Kristen denominasi lain 4,4%, Islam 1,9%, lain-lain 11,8%, tidak beragama 16%. EKONOMI PDB : US$1,3 Triliun (2006) Pertumbuhan PDB riil : 2,7% (2006) Pendapatan per Kapita : US$39.135 (2007) Inflasi : 2,2% (Mei 2007) Tingkat Pengangguran : 6,1% (Mei 2007) Nilai Tukar : US$1 = C$1,0706 (25 Mei 2007) Hutang Pemerintah Federal : US$449,7 Milyar Industri Utama : Otomotif, Mesin & Peralatan Mesin, Kapal Terbang, Telekomunikasi, Besi & Baja, Pertambangan, Pulp & Kertas, Kehutanan, Pertanian Kota Dagang Terbesar : Toronto , Montreal , Vancouver , Calgary Sumber Kekayaan Alam Minyak & Gas, Emas, Batu Bara, Tembaga, Biji Besi, Nikel, Potash, Uranium, Zinc, Kayu, Air • Kegiatan ekonomi Ekonomi Kanada sekarang ini mendekati Amerika Serikat dengan sistem ekonomu berorientasi-pasar, pola produksi, dan standar hidup yang tinggi. Di abad terakhir, pertumbuhan luar biasa dalam produksi, pertambangan, dan sektor pelayanan telah mengubah negara ini dari ekonomi pedesaan menjadi industri perkotaan. Energi dapat dipenuhi sendiri, Kanada memiliki cadangan gas alam yang banyak di pesisir timur dan tiga provinsi barat, dan juga banyaknya sumber daya lain.

Kanada telah berhasil menghindari resesi ekonomi setelah 2001 dan telah mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang terbaik di dalam grup G8. Dengan banyakanya sumber daya alam, tenaga kerja trampil, dan pabrik kapital modern, Kanada menikmati prospek ekonomi padat. Dibayangi dua kesulitan, yang pertama adalah perbedaan politik atas konstitusi antara Quebec dan Kanada lainnya. Ini telah meningkatkan kemungkinan perpisahan di federasi. Namun, karena ekonomi telah menguat, terutama di Quebec, ketakutan akan perpecahan telah mereda. Perhatian masa panjang lainnya ialah kekhawatiran mengalirnya profesional ke selatan (AS) yang biasa disebut "Pengeluaran Otak", karena dipikat oleh pembayaran tinggi, pajak rendah, dan kesempatan teknologi tinggi. Secara serempak, "Pemasukan Otak" juga terjadi, dengan masuknya imigran terdidik (terutama dari negara berkembang) ke Kanada. Perdagangan internasional kanada Ekspor: US$388,1 Milyar Impor : US$349,7. Ekspor utama: otomotif dan peralatan otomotif, transportasi, mesin dan peralatan mesin, elektronik, telekomunikasi, kayu dan Kertas, dan Energi Komoditi impor utama: otomotif dan peralatan otomotif, mesin dan peralatan mesin, elektronik, telekomunikasi, dan produk konsumen. Negara Tujuan Ekspor (2006): Amerika Serikat (1), Inggris (2), Jepang (3), Cina (4), Meksiko (5), Indonesia (21). Negara Sumber Impor (2006): Amerika Serikat (1), Cina (2), Meksiko (3), Jepang (4), Jerman (5), Indonesia (36). Investasi (2006) FDI Outward: US$461,4 Milyar FDI Inward: US$395,8 Milyar Sektor Investasi Utama Kanada di Luar Negeri: Pertambangan, Keuangan & Asuransi, Mesin & Transportasi, Telekomunikasi, Kayu dan Kertas. 2) Selandia baru Selandia Baru, merupakan negara kepulauan yang terletak di Samudera Pasifik Selatan. Negara ini memiliki dua pulau besar yang mencakup mayoritas daratannya, termasuk juga sejumlah pulau kecil disekitarnya. Selandia Baru memiliki dua wilayah luar. Tokelau dan Ross Dependency (di Antartika). Pemerintahan otonomi khusus Niue dan Cook Islands termasuk dibawah asosiasi Selandia Baru, yang dapat secara mandiri mengelola kepentingan luar negeri dan pertahanan mereka. Selandia Baru terkenal dengan pemandangan gunung salju dan ladang rumputnya yang indah. Reputasinya sebagai yang terdepan dalam pertanian berakar dari pandangan tradisional masyarakatnya tentang arti penting pertanian sebagai penunjang ekonomi untuk mengimbangi rendahnya tingkat populasi dihampir setiap daerah. Mayoritas masyarakat Selandia Baru hidup di daerah perkotaan, dan saat ini banyak dari mereka yang hidup dalam industri jasa seperti pariwisata. Ibukota Selandia Baru adalah Wellington, dan kota kosmopolitan utamanya adalah Auckland. Orang Polinesia pertama kali menduduki kepulauan Selandia Baru sekitar 800-1000 tahun lalu. Menurut legenda, mereka menamakan kepulauan tersebut dengan Aotearoa

(“Tanah Awan Putih Berarak”). Keturunannya adalah suku Maori. Orang Inggris menjadi bangsa Eropa pertama yang datang ke kepulauan ini, yang kemudian bertambah populasinya setelah Selandia Baru menjadi koloni Kerajaan Inggris di 1840. Sampai pertengahan abad 20 populasi penduduk non-Maori Selandia Baru didominasi oleh pendatang dari Eropa. Komposisi etnis negeri ini menjadi semakin kompleks dengan mulai banyaknya migrasi pendatang dari Kepulauan Pasifik dan Asia. Di tahun 1907 Selandia Baru menjadi pemerintahan dominion tersendiri dalam Kerajaan Inggris. Saat ini sebagai sebuah negara merdeka, Selandia Baru memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Inggris sebagai anggota penuh Negara-Negara Persemakmuran, tapi dengan tetap meningkatkan identitasnya sebagai sebuah negara yang menjadi bagian dalam kawasan Pasifik dan Asia. Geografi (posisi strategis): Tidak terletak di jalur strategis perdagangan dunia, tapi memberikan kemudahan untuk berhubungan dengan kawasan-kawasan seperti, Pasifik Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika. 2. Sumber pendapatan alami (makanan dan bahan mentah): Memiliki potensi sumberdaya perikanan yang baik. Kondisi alam yang sejuk mendukung tingginya aktivitas pertanian, kehutanan, dan peternakan. 3. Kemampuan industri: Pemrosesan makanan, kayu, kapal, manufaktur, dapat dikelola dengan baik sehingga menjadi komoditas utama yang laku di pasaran dunia. 4. Militer: Telah lama dikenal baik ketentaraannya. Jumlah dan jenis persenjataan dan fasilitas militer diutamakan untuk melindungi daerah teritorial, sehingga lebih banyak pada alat pertahanan udara, dan laut. 5. Populasi: Populasi dapat dikatakan rendah, karena dibandingkan dengan luas wilayahnya, penyebaran penduduk hanya terkonsentrasi pada dua kota besar yaitu Wellington dan Auckland. 6. Karakter nasional: Memiliki citra sebagai negara pelopor di kawasan dan aktif menjaga perdamaian dunia (pelopor dekolonialisasi, pelucutan senjata nuklir di Pasifik Selatan, dan pasukan perdamaian) 7. Moral nasional: Masyarakat memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, sangat berpartisipasi dalam olahraga serta mengutamakan kesehatan. Pandangan mereka mengenai keberagaman etnis sangat moderat. 8. Kualitas diplomasi: Terkenal aktif dalam kegiatan internasional dan memiliki posisi tawar yang kuat dalam aspek ekonomi. Kemampuan Selandia Baru dalam ekspor menjadi nilai penarik sekaligus “senjata”. Seperti embargo ekonominya terhadap Fiji. 9. Kualitas pemerintahan: Kelompok partai oposisi sangat kritis dalam menanggapi isuisu nasional, tapi tanggapan pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan terkesan lambat atau terkadang tidak efektif. Seperti kebijakan untuk mengharuskan setiap warga Selandia Baru untuk bekerja, namun tanpa didukung dengan penyediaan lapangan kerja yang lebih luas. Dari sembilan indikator kekuatan negara tersebut dapat kita pahami bahwa untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat harus dibangun debgab pondasi yang kuat menuju indikator yang dipersyaratkan. Dilihat dari hubungan-hubungan dalam indikator tersebut, kekuatan politik dapat terdiri dari kekuatan militer, kekuatan ekonomi, dan kekuatan dalam mempengaruhi pendapat umum. Dari tiga hal tersebut pada negara Selandia Baru dapat dilihat bahwa hanya kekuatan ekonomi-lah yang kuat. Selandia Baru memang memiliki peranan yang tidak sedikit

dalam politik internasional, akan tetapi potensi yang belum cukup untuk menjadi sebuah negara adikuasa. Dalam tingkat regional kekuatan Selandia Baru sangatlah berpengaruh, namun lain halnya apabila di tingkat global karena Selandia Baru akan berhadapan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, China, Jepang, dan lainnya yang memiliki potensi lebih besar. Ekonomi Perekonomian negara Selandia Baru bertumpu pada perdagangan hasil laut sejak abad ke-19, ketika bangsa Eropa membuat koloni di pulau itu. Kebanyakan dari infrastruktur negara dikembangkan dengan menggunakan modal dari luar negeri. Barang-barang impor dan pinjaman luar negeri dibayar dari hasil ekspor daging dan mentega beku. Pada awal tahun 1970-an Selandia Baru mengalami kemerosotan perekonomian yang sangat drastis, keadaan ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak yang berakibat pada berkurangnya permintaan dunia terhadap barang-barang primer Selandia Baru dan tersendatnya akses Selandia Baru ke dalam pasar Inggris setelah terbentuknya Uni Eropa. Beberapa faktor lain seperti krisis minyak juga turut mempengaruhi kelangsungan perekonomian Selandia Baru; yang selama beberapa periode sebelum tahun 1973 sempat mencapai tingkat kehidupan standar seperti Australia dan Eropa barat. Akan tetapi seluruh pencapaian tersebut kemudian tersendat berlarut-larut dalam krisis ekonomi. Di saat standar hidup Selandia tertinggal dibelakang Australia dan Eropa Bara, negara ini kemudian pada tahun 1982 dalam survey yang dilakukan oleh Bank Dunia, berada pada tingkat pendapatan per-kapita terendah diseluruh negara-negara berkembang. Pada petengahan tahun 1980-an pemerintah berinisiatif membuat program untuk melakukan perubahan struktur ekonomi untuk dapat bersaing di dalam pasar bebas, akan tetapi perubahan ini tidak seluruhnya berhasil dalam upaya pemerintah Selandia Baru untuk mengubah keadaan perekonomian menjadi lebih baik. Dalam kenyataannya, beberapa sektor ekonomi tidak dapat bersaing dengan negara lain yang tenaga kerjanya memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah. Industri kendaraan bermotor dihapuskan, sementara itu banyak industri pakaian dan sepatu yang memindahkan daerah operasional mereka ke negara yang tenaga kerjanya lebih murah. Perubahan ini juga berakibat pada kehidupan sosial yang memicu meningkatnya tingkat pengangguran di negara ini. Sejak tahun 1984, pemerintah Selandia Baru berhasil melakukan restrukturisasi makroekonomi utama, yang kemudian merubah negara ini dari negara yang sangat proteksionis menjadi negara dengan ekonomi liberalis. Perubahan-perubahan ini dikenal sebagai Rogernomics dan Ruthanasia, yang berasal dari nama dua menteri keuangannya Roger Douglas dan Ruth Richardson. Pertanian dan perkebunan sangatlah penting dalam kegiatan perekonomian Selandia Baru, akan tetapi kegiatan agrikultur ini tidak mendapat subsidi dari pemerintah karena perubahan sistem dan peraturan perekonomian pada tahun 1980-an. Selain itu, ikan dan hasil laut lainnya merupakan salah satu hasil ekspor Selandia Baru meskipun hasil dari sektor ini tidak terlalu mempengaruhi perkembangan perekonomian negara. Hal yang paling penting dalam kegiatan perekonomian dan merupakan pemberi kontribusi paling besar bagi berkembangnya perekonomian Selandia Baru adalah bidang layanan jasa, layanan jasa ini sangat berperan dalam peningkatan GDP dan pengurangan tingkat pengangguran di negara ini. Layanan jasa ini mencakup bidang pariwisata, transportasi,

pendidikan, kesehatan, konsultan bisnis, dan juga dalam bidang perbankan. Pariwisata merupakan salah satu komponen penting dalam bidang pelayanan jasa ini, 10 persen dari pekerjaan yang ada di Selandia Baru ialah di bidang industri pariwisata. Hasil tambangnya tidak besar, namun kaya dengan sumber alam hutan. Industrinya terutama terdiri dari pengolahan produk pertanian, hutan dan peternakan. Hasil-hasil ini kemudian diekspor. Industrialisasi pertanian di Selandia Baru sudah terealisasi. Komoditi pertanian terutama adalah gandum dan buah-buahan. Bahan pangan tak swasembada, perlu diimpor dari Australia. Usaha peternakannya yang sangat maju merupakan dasar perekonomian. Produk susu dan daging adalah produk ekspor yang paling utama. Volume ekspor bulu domba Selandia Baru menempati urutan pertama di dunia, dengan mencapai 25 persen. Selandia Baru juga kaya dengan hasil perikanan, dan merupakan zona ekonomi khusus nomor empat di dunia. Lingkungannya segar, iklimnya nyaman, pemandangannya indah, dan obyek pariwisatanya tersebar di seluruh negeri. Target ekonomi pemerintah saat ini terpusat pada upaya untuk mendapatkan perjanjian perdagangan bebas dan pembangunan “pengetahuan ekonomi”. Di tahun 2004, pemerintah Selandia Baru mulai mendiskusikan perjanjian perdagangan bebas dengan China. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh Selandia Baru adalah defisit akun yang mencapai 8,2 % dari GDP, lambatnya perkembangan di sektor ekspor non-komoditas, dan perkembangan produktivitas buruh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->