P. 1
Chart Excel Untuk Menganalisa Saham

Chart Excel Untuk Menganalisa Saham

|Views: 660|Likes:
Published by Rico Prawita S.Kom
for all
for all

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Rico Prawita S.Kom on Aug 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

Chart Excel Untuk Menganalisa Saham Membuat grafik/chart menggunakan aplikasi Excel tidak terbatas untuk keperluan

reporting sederhana, chart juga dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih spesifik, seperti menganalisa pergerakan harga saham. Secara teknikal, menganalisa harga saham tidak cukup dengan chart sederhana berbentuk bar atau pie (yang lazim kita temukan), para technical analyst wajib mengetahui chart yang dinamakan OHLC. Untuk mereka yang berkecimpung dalam kegiatan instrumen finansial seperti saham, bisa jadi sehari-harinya mengandalkan chart ini untuk melakukan prediksi pergerakan harga. OHLC merupakan singkatan dari Open-High-Low-Close, pada dasarnya merupakan sebuah bar chart, bedanya sebuah batang/bar dalam OHLC mendeskripsikan 4 (empat) titik harga dalam sebuah range waktu (bisa dalam 5 menit, 1 jam, 1 hari, dan sebagainya), 4 titik harga tersebut adalah harga pembukaan (Open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close). Terdengar rumit? Sama sekali tidak, buka Excel dan mulai membuatnya dengan langkahlangkah sebagai berikut. 1. Menyiapkan Data Untuk membentuk sebuah chart OHLC, kolom data yang diperlukan adalah harga-harga yang merepresentasikan OHLC. Sebagai contoh, kita memiliki data pergerakan sebuah saham harian seperti contoh sheet Excel pada gambar. Perhatikan bahwa pergerakan saham hanya terjadi pada hari di mana bursa saham buka, tanggal libur tidak dihitung. <*1.tif> 2. Stock Chart Sorot pada table data tersebut (dalam contoh adalah data dari range A1 sampai E8), kemudian pilih menu Insert – Other Charts, Anda akan melihat beberapa pilihan chart lagi. Langkah selanjutnya, pilih bagian Stock, dan kemudian pilih Open-High-LowClose. <*2.tif> 3. Candlestick Chart yang tampil secara default akan berbentuk candlestick. Candlestick menyulap angka OHLC menjadi bentuk visual yang mudah dipahami, perhatikan sebuah candlestick terdiri dari head, body, dan tail. Ujung head menunjukkan High, ujung tail menunjukkan Low, batas atas dan bawah body menunjukkan Open atau Close. Jika body berwarna putih, maka nilai Close lebih besar Open atau saham naik, jika berwarna hitam, Close lebih rendah dari Open atau saham turun. *<3.tif> 4. Mengubah Style Chart

Style Chart digunakan untuk mempercantik tampilan chart. Saat posisi cursor pada chart, Anda akan melihat toolbar Chart Tools, pilih Design – Chart Styles, kemudian Anda dapat memilih bentuk style yang diinginkan, misalnya apakah chart berbentuk 3D, memiliki background gelap, dan sebagainya. *<4.tif> 5. Trendline Trendline merupakan salah satu unsur penting dalam analisa saham yang menjelaskan arah saham secara garis besar, apakah naik, turun, atau datar (sideways). Untuk membuat trendline, pilih Chart Tools – Layout – Analysis – Trendline, dan pilih Linear Trendline. *<5.tif> 6. Trendline Berdasarkan High Berbagai cara dapat dilakukan untuk menarik garis trendline. Pada pilihan Linear Trendline yang telah Anda pilih pada langkah sebelumnya, Excel menyediakan 4 opsi sesuai dengan OHLC chart, apakah Anda ingin menarik garis trendline berdasarkan harga Open, High, Low, atau Close. Dalam contoh ini, pilih berdasarkan harga High. *<6.tif> 7. Linear Trendline (High) Segera setelah Anda memilih High, chart akan menampilkan garis trendline berdasarkan harga High. Dari trendline yang terbentuk, Anda dapat melihat bahwa pergerakan harga saham selama range tanggal tersebut tengah mengalami trend naik. *<7.tif> 8. Linear Forecast Trendline Hasil dari analisa chart adalah prediksi, jika kita memprediksikan bahwa harga saham akan naik, tentu kita akan membelinya. Sebaliknya kita akan menjual saham jika prediksi memperkirakan harga saham akan turun. Linear Forecast merupakan prediksi harga jika linear trendline berlanjut. Untuk membuatnya, Anda dapat memilih Chart Tools – Layout – Analysis – Linear Forecast Trendline. *<8.tif> 9. Linear Forecast Trendline Berdasarkan Open Sama seperti pada saat memilih Linear Trendline, Linear Forecast Trendline juga meminta Anda untuk memilih berdasarkan salah satu dari OHLC. Kali ini coba memilih trendline berdasarkan harga Open, dan klik OK untuk melanjutkan. *<9.tif> 10. Chart OHLC Dengan Dua Trendline Hasil chart yang Anda dapatkan hingga langkah ini adalah sebuah Chart OHLC yang dilengkapi dengan dua trendline. Perhatikan Linear Forecast Trendline memiliki garis

dua periode lebih panjang, karena garis ini memprediksikan pergerakan harga saham jika mengacu pada trendline yang telah kita tentukan. Menarik, bukan? *<10.tif>

14 Agust. 10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->