P. 1
Metodologi Pengajaran Bahasa Jepang (Harly Tangkilisan)

Metodologi Pengajaran Bahasa Jepang (Harly Tangkilisan)

3.0

|Views: 1,714|Likes:
Published by tangkilisanharly

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: tangkilisanharly on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

Metodologi Pengajaran Bahasa – Harly Tangkilisan

2. GAMBARAN UMUM MENGENAI METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA Istilah metodologi adalah istilah yang di dalamnya berbicara tentang metode. Metode dalam pengertian yang bersahaja dapat diinterpretasikan ke dalam kata cara, teknik atau dapat diintepretasikan dengan pendekatan. Istilah-istilah tersebut mengandung makna yang sangat signifikan dalam proses belajar mengajar. Berbicara tentang Metode pengajaran atau kyoujuhou adalah bukan semata-mata terpusat pada teknik-teknik pengajaran, namun meliputi berbagai aspek baik teori dasar pengajaran bahasa asing pada umumnya maupun pengajaran bahasa Jepang pada khususnya. Teori dan aplikasinya tercermin pada kegiatan pembelajaran. Teknik pengajaran hanyalah merupakan bagian metode pengajaran yang dimaksud pada tulisan ini. Kita mungkin mengenal pendekatan yang dikembangkan di Amerika yaitu audio lingual dan pendekatan komunikatif yang dikembangkan di Inggris. Dilihat dari sejarahnya, pendekatan tersebut mulai dikembangkan pada pengajaran bahasa Inggris. Meskipun demikian pada dasarnya bukan semata-mata sebuah teknik yang hanya bisa diaplikasikan pada pengajaran bahasa asing Inggris, akan tetapi dapat pula diaplikasikan di dalam pengajaran bahasa asing pada umumnya. Disamping itu, metode pengajaran bahasa tidak terbatas pada kedua metode tersebut, karena realitanya berbagai metode pengajaran yang ada selama ini merupakan suatu pengembangan dari metode-metode yang sudah ada sebelumnya yang dapat diaplikasikan dalam pengajaran bahasa Jepang ‘nihongo kyouiku’ . 3. JENIS-JENIS METODE PENGAJARAN BAHASA YANG DIPEROLEH DARI PERKULIAHAN ‘Nihongo Kyoujuhou’ Bagian ini merupakan esensi yang diperoleh penulis dalam mengikuti perkuliahan metode pengajaran bahasa Jepang ‘Nihongo Kyoujuho’ yang esensinya banyak mengupas konsep metode pengajaran itu sendiri. Tentu saja, lewat tugas kelompok dan presentasi kelompok di dalam perkuliahan.

1

Metodologi Pengajaran Bahasa – Harly Tangkilisan

Jenis-jenis metode pengajaran ‘kyoujuhou’ yang dimaksud, seperti berikut ini;  Metode Terjemahan Tatabahasa Dari namanya mungkin dapat diuraikan secara singkat saja bahwasannya metode ini memberi penekanan kepada tatabahasa, dan teknik latihannya adalah menterjemahkan dari dan ke dalam bahasa target atau bahasa sasaran. Adapun beberapa poin penting dalam metode ini, adalah; 1). Kaidah tata bahasa dan kosa kata dipelajari dengan saksama. 2). Petunjuk penerjemahan diberikan secara terperinci. 3). Tujuan pengajaran mengalihkan B1 ke B2 atau sebaliknya. 4). Fokus tertuju kepda kemampuan membaca dan menulis. 5). B1 siswa merupakan media pengajaran, dan lain-lain.  Metode Langsung Metode ini merupakan pengembangan dari metode terjemahan tata bahasa yang memberikan tekanan pada bahasa lisan. Adapun poin penting dalam keterkaitannya dengan pelaksanaannya, antara lain; 1). Penekanan pada bahasa lisan. 2). Perhatian pada ucapan. 3). Penggurangan penekanan pada terjemahan. 4). Pengajaran tata bahasa berdasarkan observasi bahasa teks. 5). Penekanan pada kosa kata sehari-hari.  Metode Audio Lingual Metode ini merupakan perubahan pengajaran bahasa dari suatu seni menjadi suatu ilmu, yang akan memudahkan para pembelajar memperoleh penguasaan bahasa asing secara efektif dan efektif. Metode ini memisahkan pada ketrampilan berbahasa yaitu ; menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Adapun beberapa poin dalam metode ini; 1). Mencurahkan perhatian pada lafal kata. 2). Melakukan latihan berkali-kali. 3). Pemantapan teori linguistik, dan lain-lain.  Metode Sillent Way

2

Metodologi Pengajaran Bahasa – Harly Tangkilisan

Metode ini disebut dengan metode ‘guru diam’. Tujuan utama metode ini adalah untuk memperlengkapi para pembelajar dengan ketrampilan berbahasa kedua secara lisan dan memperkuat kepekaannya dalam menyimak pula. Lafal yang benar dan penguasaan tekanan, ritme, intonasi, dan jedah dalam bahasa kedua diajarkan dengan seksama. Adapun langkah-langkah yang dapat diambil pengajar dalam penerapan metode ini; 1). Guru mengajarkan suatu butir bahasa hanya satu kali. 2). Guru dapat menyajikan alat peraga. 3). Guru dapat menggunakan tongkat kusiener yang berwarna untuk mendorong siswa berbicara, dan lain-lain.  Sugestopedia Penerapan metode ini berdasarkan pada beberapa asumsi yakni bahwa belajar itu melibatkan fungsi sadar dan di bawah sadar manusia, pelajar mampu belajar lebih cepat daripada dengan metode-metode konvensional. Akan tetapi tujuan pengajaran metode ini pada dasarkan untuk membimbing pembelajar mencapai penguasaan kosa kata yang relatif banyak, penggunaan waktu belajar secara maksimal, artinya seseorang dapat melakukasn dikala dia sedang tidur sekalipun. Implementasi metode ini dalam pengajaran bahasa misalnyua; 1). Menglafalkan kosa kata dan istilah-istilah dengan aturan tata bahasa yang mendasarinya. 2). Menggunakan dialog-dialog yang realitas. 3). Menggunakan sketsa-sketsa, cerita pendek. 4). Menggunakan transkripsi fonetik untuk kosa kata, dan lain-lain.  Community Language Learning Metode CLL ini, atau dalam bahasa Indonesia disebut

pembelajaran bahasa masyarakat adalah metode yang sering juga disebut dengan istilah ‘Counseling Learning’ yaitu suatu pendekatan terpeutik yang non dinektik yang dirancang untuk memudahkan sang pembelajar dalam kemandirian dan kepercayaan dalam bahasa kedua. Metode ini juga sering disebut sebagai contoh dari pendekatan humaniti pada pengajaran bahasa.

3

Metodologi Pengajaran Bahasa – Harly Tangkilisan

Adapun kompetensi yang seyogyanya dipunyai oleh pengajar dalam penerapan metode ini; 1). Mempunyai kecakapan dan kepekaan tinggi akan nuansa-nuansa dalam bahasa pertama dan bahasa kedua. 2). Menentang tekanan pengejaran tradisional. 3). Dapat menjinakkan pembelajaran. 4). Sensitif atau peka secara kultural, dan lain-lain.  Pendekatan Natural Yang dimaksud dengan pendekatan ini adalah bahwa kemampuan bahasa kedua sebagai akibat dari acquisisi atau pemeroleh secara alami. Pemerolehan atau acquisisi seperti ini adalah cara yang alamiah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, dan ini merupakan suatu proses yang berjalan di bawah sadar, atau dengan kata lain sama seperti seorang anak yang tidak sadar bahwa ia sedang belajar bahasa. Pendekaatan alamiah ini memiliki prinsip untuk kompetensi komunikatif langsung, meningkatkan tata bahasa, mengutamakan

pemerolehan bahasa, mengutamakan faktor afektif, mementingkan kosa kata, dan lain-lain. Pendekatan ini menuntut pengajar yang dapat......; 1). Menciptakan suasana yang menarik. 2). Menata kegiatan kelas yang hidup dan gesit, dan lain-lain.  Pendekatan Komunikatif Ada dua hal yang paling mendasar dalam pendekatan ini, antara lain; 1). Kebermaknaan dari setiap bentuk bahasa yang dipelajari. 2). Bahwa bentuk, ragam dan makna bahasa berhubungan dengan situasi dan konteks berbahasa. Pendekatan ini juga tergantung pada faktor-faktor penentu atau faktor sosiolinguistik. Dengan kata lain siapa yang berbicara, untuk tujuan apa, pada waktu yang bagaimana, dalam konteks yang bagaimana dan sebagainya.

4

Metodologi Pengajaran Bahasa – Harly Tangkilisan

Pendekatan komunikatif bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, juga mencakup bahasa tulisan dan ketrrampilan membaca dan menulis. 4. Pembahasan Ada dua prinsip dasar yang menjadi pertimbangan ketika menentukan metode pengajaran, yakni; 1. bagaimana sebuah metode pengajaran itu memperlakukan bahasa, 2. bagaimana metode pengajaran itu mempertimbangkan faktor belajar Mengenai butir 1) banyak dipengaruhi oleh temuan-temuan bagian linguistik umum, misalnya lahirnya pendekatan audio lingual yang merupakan pengembangan dari hasil kajian linguistik struktural sementara belajar berorientasi pada konsep alamiah atau natural. Ditemukannya hasil penelitian yang mengatakan bahwa metode

pengajaran dengan pendekatan ini banyak kelemahan, namun kenyataannya masih banyak pula pengajar bahasa asing yang menggunakannya. Pada perkembangan selanjutnya, ada pula yang disebut dengan cognitive learning atau ninchigakushuu riron. Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada konsep teori-teori tata bahasa generatif seiseibunpou riron. Pada akhir abad 20-an lahir apa yang disebut dengan pendekatan komunikatif sebagai hasil pemikiran pakar sosiolinguistik. Bentuk-bentuk pembelajaran lebih mengutamakan fungsi bahasa dalam

komunikasi verbal. Bentuk latihannya antara lain latihan task dan kesenjangan informasi atau infoomeeshon gyappu. Ada juga yang disebut dengan pendekatan komprehensif. Dalam hal ini yang diutamakan adalah pemahaman atau rikai o yuusei saseru gakushuukan. Pendekatan-pendekatan yang dirujuk pada pengajaran bahasa asing tidak terhenti sampai disitu, tetapi dikembangkan pula pendekatan-pendekatan yang lain. Saat ini ada yang disebut dengan pendekatan interaktif, yaitu suatu pendekatan yang mempertimbangkan faktor lintas budaya, sosiologi, dan lainlain. Pendekatan ini dalam bahasa Jepang banyak dirujuk ketika bahasa Jepang diajarkan kepada para pengungsi Indochina dan anak-anak Jepang yang pulang dari luar negeri.

5

Metodologi Pengajaran Bahasa – Harly Tangkilisan

Metode atau pendekatan-pendekatan yang dikemukakandi atas merupakan faktor utama yang perlu dipertimbangkan ketika kita membuat suatu desain kurikulum. Artinya bahwa di dalam desain tersebut tidak harus memilih metode atau pendekatan yang bagus tetapi yang paling penting adalah bagaimana pengajar mencermati kecocokan metode, pendekatan itu dalam pengajaran nanti. 5. Komentar/Konklusi Dalam pengajaran bahasa dalam hal ini bahasa asing, pemilihan metode yang relevan sangat diharapkan. Walaupun tidak ada satupun metode yang paling baik akan tetapi pada dasarnya setiap metode pengajaran bahasa itu menginginkan hasil yang baik yaitu agar pembelajar dapat mengembangkan kemampuan berbicara, menulis, membaca, mdan mendengar pada kemampuan bahasa keduanya. Metode apa pun yang digunakan dalam pengajaran bahasa jelas bahwa tujuan utamanya agar para pembelajar terampil dalam kemampuan produktif dan reseptif. Oleh karena itu untuk memilih atau menentukan metode pengajaran yang akn digunakan memerlukan informasi dari pembelajar itu sendiri. Antara lain tujuan belajar, analisis kebutuhan dan pola-pola belajar atau gakushuu no sutairu. Tujuan belajar dan analisis kebutuhan merupakan rujukan utama untuk merancang silabus yang di dalamnya juga harus dapat merefleksikan metode pengajaran yang relevan. Dengan tercerminnya sebuah desain yang relevan dengan tujuan belajar dan kebutuhan yang ada barulah kita dapat menentukan metode pengajaran. Melalui pembelajaran metode pengajaran bahasa ini, penulis mendapat suatu gambaran umum mengenai macam-macam metode yang ada disamping itu, dapat dipahami tentang keberhasilan suatu pengajaran bahasa itu tidak serta-merta terletak pada pemilihan metode pengajaran yang ada. Akan tetapi bagaimana pengajar dapat merancang-bangun tujuan belajar dan analisis kebutuhan ‘niizu bunseki’ dalam suatu desain. Sehingga mungkin, atas dasar pemikiran tersebut, pengajar dapat memilih metode pengajaran yang benar-benar relevan. Bersamaan dengan itu pula, akan terciptanya suatu tujuan tertentu yaitu pembelajaran yang berorientasi pada siswa atau ‘gakushuusha chuushin’.

6

Metodologi Pengajaran Bahasa – Harly Tangkilisan

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->