P. 1
Metode Ilmiah (Makalah ILmu Kealaman Dasar Kelompok 4 Teknik Pertanian)

Metode Ilmiah (Makalah ILmu Kealaman Dasar Kelompok 4 Teknik Pertanian)

|Views: 1,463|Likes:

More info:

Published by: Febri Irawan Putra Zenir on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

KATA PENGANTAR Berkat rahmat Allah SWT.

Penyusunan Metode Ilmiah mengenai ³ADAPTASI JENIS-JENIS BEGONIA ALAM DI KEBUN RAYA ³EKA KARYA´ BALI ³ dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini merupakan hasil yang diperoleh oleh mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar dan dapat juga dijadikan panduan dalam mengikuti pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar. Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan masukan sehingga makalahini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasih diucapkan penyusun kepada para teman ± teman kelompok yang telah memberikan kontribusi demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran Ilmu Kealaman Dasar.

Inderalaya, Maret 2010

Penyusun

Ilmu Kealaman Dasar (1)

DAFTAR ISI Kata Pengantar««««««««««««««««««««««««««««««...1 Daftar Isi«««««««««««««««««««««««««««««««««2 Pendahuluan«««««««««««««««««««««««««««««««...3 Metode Rumusan Masalah«««««««««««««««««««««««««««««..4 Tujuan««««««««««««««««««««««««««««««««««4 Hasil dan pembahasan«««««««««««««««««««««««««««...5 Kesimpulan«««««««««««««««««««««««««««««««..10 Daftar Pustaka««««««««««««««««««««««««««««««.11

Ilmu Kealaman Dasar (2)

ADAPTASI JENIS-JENIS BEGONIA ALAM DI KEBUN RAYA ³EKA KARYA´ BALI PENDAHULUAN Begonia merupakan salah satu marga tumbuhan yang memiliki anggota yang cukup banyak dan diperkirakan terdapat 1200 jenis Begonia di dunia. Di Indonesia jenis-jenis Begonia alam yang masih liar tersimpan di lantai hutan pegunungan dan diperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 200 jenis yang tersebar di berbagai kawasan, antara lain Jawa 15 jenis, Sumatera 35 jenis, Kalimantan 40 jenis, Sulawesi 20 jenis, dan Irian 70 jenis (Smith, et. al., 1986). Kebun Raya ³Eka Karya´ Bali merupakan salah satu Kebun Raya yang memiliki kol ksi e Begonia yang cukup lengkap. Hingga tahun 2005 Kebun Raya ³Eka Karya´ Bali memiliki koleksi 72 jenis Begonia yang terdiri atas 22 jenis Begonia alam yaitu Begonia yang ditemukan atau terdapat di alam dan bukan merupakan hasil silangan (11,00 % dari tot l a Begonia alam di Indonesia), serta 50 jenis merupakan Begonia eksotik, yaitu Begonia hybrid atau Begonia yang dihasilkan dari persilangan. Kesemuanya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tumbuhan hias, (Hartutiningsih ± M. Siregar dan Wiriadinata, 2005). Oleh sebab itu untuk mempelajari jenis-jenis Begonia yang ada dan potensi yang dapat dikembangkan, maka perlu dilakukan eksplorasi yang pada akhirnya semua jenis-jenis Begonia dapat dikonservasikan secara ex-situ dan menambah koleksi di Kebun Raya. Adaptasi jenis-jenis Begonia alam perlu dilakukan untuk menjadikannya tumbuhan budidaya yang bernilai ekonomis dan juga dapat menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di habitat alaminya. Umumnya proses domestikasi tumbuhan menjadi tanaman ini memerlukan waktu yang cukup lama. Namun proses domestikasi pada Aglaonema yang merupakan herba

berperawakan kecil misalnya, hanya diperlukan waktu tidak lebih dari 3 tahun. Adaptasi dan domestikasi jenis-jenis Begonia alam yang mempunyai perawakan yang kecil juga diharapkan tidak memerlukan waktu yang lama. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dan pengembangan jenis-jenis Begonia alam karena tidak semua jenis-jenis Begonia alam dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan yang baru.

Ilmu Kealaman Dasar (3)

METODE Bahan yang digunakan dalam penelitian berasal dari Begonia hasil eksplorasi tumbuhan yang telah berhasil dikumpulkan oleh tim eksplorasi dan koleksi yang telah ada di Kebun R aya Bali. Koleksi yang baru datang dari lapangan ditanam dan diupayakan agar sedapat mungkin disesuaikan dengan cara hidupnya di alam. Tumbuhan hasil eksplorasi yang berupa tumbuhan kecil segera ditanam di polybag yang berisi campuran tanah dan humus, kemudian diletakkan di tempat ternaungi. Penyiraman dilakukan seperlunya untuk menjaga kelembaban. Adaptasi jenis-jenis Begonia alam dapat dikelompokan berdasarkan bentuk morfologi tumbuhan, yaitu Begonia yang mempunyai perawakan tegak, membentuk pohon (CL = cane like), Begonia yang membentuk rhizome (Rh = rhizomatus), merambat (TS = trailing scandent), dan membentuk umbi (T = tuberous). Pengamatan terhadap pertumbuhan terutama ditekankan pada proses adaptasi dan aklimatisasi. Masing -masing kelompok diamati pertumbuhannya secara umum dan penggantian media yang sesuai dilakukan apabila pertumbuhan tanaman kurang optimal. Setelah adaptasi dan pertumbuhannya normal, maka tahap selanjutnya adalah dilakukan perbanyakan.

Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari Begonia ? 2. Bagaimana pemanfaatan Begonia ? 3. Apa jenis ± jenis Begonia ? 4. Dimanakah letak manfaat Begonia ? Tujuan 1. Dapat memahami pengertian Begonia 2. Mengetahui pemanfaatan Begonia 3. Mengetahui jenis ± jenis Begonia 4. Mengetahui letak manfaat Begonia

Ilmu Kealaman Dasar (4)

HASIL dan PEMBAHASAN Dengan berjalannya waktu, jumlah koleksi Begonia berangsur-angsur mulai menunjukan peningkatan. Usaha yang aktif dilakukan untuk menambah koleksi adalah dengan melakukan denag pertukaran biji denga berbagai lembaga konservasi baik di dalam maupun diluar negeri, penerimaan sumbangan dari instansi atau perorangan dari dalam dan luar negeri serta eksplorasi flora yang dilakukan di seluruh pelosok nusantara. Dari berbagai macam kegiatan tersebut, kegiatan eksplorasi flora keseluruh nusantara memberikan sumbangan yang lebih besar dalam penambahan jumlah koleksi Begonia alam, sedangkan kegiatan lain untuk penambahan koleksi Begonia dari manca negara. Tahap selanjutnya adalah mengembangkan jenis-jenis Begonia yang berpotensi sebagai tumbuhan hias, baik secara langsung maupun proses kawin silang. Dari tahap adaptasi dan budidaya diharapkan dapat menghasilkan berbagai jenis Begonia yang mampu tu mbuh dan berkembang biak di tempat pelestarian dan dapat digunakan sebagai bahan penelitian dan pengembangan dan pada akhirnya dapat digunakan untuk tujuan komersial. Begonia alam Indonesia pada umumnya mempunyai perawakan yang kurang menarik, hidup meliar, banyak dijumpai di hutan-hutan tropik basah pada tempat yang lembab, teduh, tepi sungai dan daerah pegunungan mulai dataran rendah sampai ketinggian 3000 m dpl. Koleksi yang ada di Kebun Raya Bali kebanyakan berperawakan tegak (CL = cane like) yang terdiri dari 11 jenis antara lain Begonia aptera Blume, Begonia cf. aptera (berbulu), Begonia bracteata, Begonia ³Hoover´, Begonia longifolia Blume, dan Begonia muricata. Sembilan jenis lainnya berbentuk rhizome (Rh) misalnya Begonia goegoensis NE. Brown, satu jenis merambat (Begonia ³Candikuning´) dan satu jenis berumbi (Begonia ³Gitgit´) (Krempin, 1993). Daya adaptasi jenis-jenis Begonia alam dapat dibagi berdasarkan bentuk morfologinya. Begonia alam yang mudah beradaptasi. Begonia alam yang mudah beradaptasi pada umumnya mempunyai perawakan tegak (CL= cane like Begonia). Jenis-jenis ini tumbuh tegk meninggi, mencapai 1,5 m atau lebih, ada juga yang pendek. Batangnya lunak, sukulen, agak berkayu, dan beruas-ruas. Pada umumnya yang termasuk dalam kelompok ini mempunyai daun menyerupai sayap panjang yang sedang mengepak. Kedudukan daun pada umumnya berpasangan, menyerupai sayap bidadari sehingga sering disebut sebagai ³Angelwing-

Ilmu Kealaman Dasar (5)

Begonia´. Bunganya tersusun dalam tandan, berwarna putih, merah muda, merah cerah, atau kuning. Beberapa jenis yang termasuk dalam golongan ini antara lain adalah Begonia aptera Blume, Begonia ³Hoover´, Begonia glabra, Begonia longifolia Blume, Begonia muricata Blime, dsb. Selain merupakan jenis baru, koleksi yang berasal dari Sulawesi Selatan yaitu Begonia ³Putu´ merupakan Begonia tegak yang mempunyai perawakan mini, daun majemuk kecikecil dan sangat sulit beradaptasi. Begonia aptera Blume dan Begonia cf aptera (berbulu), merupakan terna tegak yang mempunyai bunga berwarna putih menerombol muncul di ketiak daun, buah menempel, berbentuk segetiga dengan warna hijau bintik-bintik putih (Backer and Bachuizen, 1968). Kedua jenis Begonia tersebut sangat potensial untuk dikonservasi dan dijadikan tetua (induk silangan), karena mempunyai batang yang kokoh dan bunga yang indah. Ditemukan ditempat terlindung dengan keadaan tanah yang berbau pada ketinggian 1700 m dpl di hutan Mala-Mala, Kabupaten Kolaka, Kendari, Sulawesi Tenggara, sebuah kawasan hutan lindung yang sangat potensial karena mempunyai variasi jenis tumbuhan yang cukup banyak dengan keadaan topografinya berbukit-bukit dan tebing yang sangat terjal. Semua tumbuhan yang dibawa dari hasil eksplorasi pada awalnya merupakan tumbuhan kecil dalam bentuk semai, stek atau biji. Tumbuhan hasil eksplorasi yang berupa tumbuhan kecil segera ditanam di polybag yang berisi campuran tanah dan humus, kemudian diletakkan ditempat ternaungi. Penyiramannya dilakukan seperlunya untuk menjaga kelembaban. Setelah pertumbuhannya optimal, maka tahap selanjutnya adalah dilakukan perbanyakan dan penempatannya disesuaikan seperti cara hidupnya di alam. Yang termasuk dalam kelompok ini umumnya mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, pemeliharaan juga seperti tumbuhan yang lain, tidak memerlukan perawatan yang khusus. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan stek batang ataupun pucuk.

Perbanyakannya dengan stek daun dapat dilakukan akan tetapi memerlukan waktu yang lama sekitar 95 hari baru muncul tunas (Hartutiningsih ± M. Siregar dan Siregar, 2004). Begonia alam yang agak mudah beradaptasi. Begonia ini bias beradaptasi dengan perlakuan khusus, terutama untuk jenis ± jenis Begonia yang mempunyai perawatan membentuk rhizome ( Rh = Rhizomatous Begonia ). Kelompok ini mempunyai batang yang menjalar membentuk rimpang. Batangnya lunak dan beruas pendek, daunnya membulat lebar dengan permukaan daun yang licin, ada yang kasar dengan pertulangan yang jelas dan ada yang berbulu.
Ilmu Kealaman Dasar (6)

Yang termasuk dalam kelompok ini umumnya bias beradaptasi dengan lingkungan yang baru, walaupun jenis tertentu seperti B. goegoensis pada awalnya mengalami stress, layu dan setelah enam bulan baru dapat beradapatasi. Penenmpatan pot ± pot di tempat yang teduh dan tidak terkena matahari langsung sangat membantu proses pertumbuhan. Setelah pertumbuhannya optimal baru dilakukan perbanyakan. Jenis ± jenis yang termasuk golongan ini antara lain Begonia goegoensis, Begonia ³ Langgaliru ³, Begonia ³ Hartutiningsih ³, Begonia ³ Gregory´, dan sebagainya. Begonia ³ Langgaliru ³ , merupakan tumbuahn merayap membentuk rhizoma. Daunnya bertangkai, warna daun bagian atas hijau, bagian bawah hijau muda. Ditemukan di kawasan Cagar Alam Langgaliru, dalam wilayah Kecamatan Katikutana, Sumba Barat di ketinggian 500 m dpl dengan topografi datar sampai curam. Begonia ³ Hartutiningsih ³ merupakan terna tegak, membentuk rhizome, merayap, tinggi 20 cm. bentuk daun unik seperti perisai ( peltate ). Bunga berwarna merah muda dengan bakal buah segitiga. Buah kecil berwarna hijau, beruang tiga dan tidak bersayap. Jenis ini potensial sebagai tetua. Ditemukan di tempat terlindung di Bukit Lempuyang, sebelah Timur Gunung Agung, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali di ketinggian 700 m dpl dengan topografi berbukit ± bukit. Begonia alam yang sulit beradaptasi. Selain dua kelompok di atas, terdapat jenis Begonia alang yang berumbi. Kelompok ini mempunyai siklus hidup pendek, sekitar 3 bulan dan mempunyai daya adapatasi dengan tingkat kesulitan paling tinggi di bandingkan dengan kelompok pertama dan kedua. Sebagai contoh Begonia ³ Gitgit ³ yang ditemukan di dekat air terjun Gitgit, Kabupaten Buleleng, Bali. Begonia ³ Gitgit ³ mempunyai dua variasi yang mirip, keduanya membentuk umbi. Yang pertama mempunyai cirri ± cirri sebagai berikut : Rhizoma, merayap, daun kecil ± kecil, bentuk daun membulat diameter 3 cm, warna hijau dengan spot ± spot potih. Berumbi diameter 1 ± 2 cm. Setelah memasuki fase generatif tumbuhan akan layu, kering dan mati, umbi masih tersimpan dan pada saat tertentu akan tumbuh kembali. Yang kedua mirip dengan Begonia integrifolia Danwell ( Begonia Asam Riang = Malaysia ). Rhizoma, merayap, daun kecil ± kecil membundar dengan ujung runcing, diameter 3 ± 5 cm, warna daun hijau kecoklatan dengan bintik ± bintik berwarna putih ( Kiew, 2005 ).

Ilmu Kealaman Dasar (7)

Begonia tersebut diduga merupakan jenis baru yang sulit sekali beradaptasi dengan lingkungan baru. Setelah di pindahkan di Rumah Kaca Kebun Raya Bali, tumbuhan mengalami stress, layu, seluruh permukaan daun terserang jamur berwarna keputihan sehingga akhirnya daun mengkerut dan mati. Tumbuhan yang masih tersisa bisa tumbuh, tetapi tidak lama kemudian ( 1 bulan ) berbunga, gugur, kemudian layu dan mati. Umbi yang da dibiarkan ( diameter 1 cm ) ditunggu sampai dapat bertunas kembali. Jenis ± jenis Begonia ini sangat sulit untuk beradaptasi, beberapa pecinta Begonia yang pernah meneliti dan mengkoleksi mengatakan bahwa Begonia semusim yang mempunyai siklus hidup pendek sangat sensitif terhadap pergantian musim. Kelompok Begonia ini sangat rentan terhadap frost atau embun beku yang terjadi pada musim dingin tiba. Di Kebun Raya Bali suhu terendah mencapai 9 ± 10 yang terjadi pada sekitar bulan

Juli ± Agustus. Jika daun terkena embun bisa rusak, warnya berubah kecoklatan dan kemudian mati. Tinggal umbi kecil yang masih tersimpan di tanah yang akan muncul pada saatnya tiba. Beberapa cara yang telah di coba di Rumah Kaca pembibitan adalah dengan memindahkan tumbuhan pada media yang bersih yaitu media merang mentah ( disterilkan secara sederhana dengan menyiram air ,mendidih). Penggunaan media ini bertujuan untuk mengisolasi jamur dan bakteri yang masih menempel pada tumbuhan. Akan tetapi cara ini pun juga belum berhasil, pertumbuhannya terganggu, setelah 2 minggu tumbuhan layu dan mati. Kemudian di coba lagi dengan media yang berupa arang merang, menunjukan pertumbuhan yang baik, sampai tumbuhan menghasilkan bunga. Cara ini dapat mempertahankan pertumbuhannya walaupun siftanya sementara dan harus segera dipindahkan kedalam pot yang berisi media biasa yaitu tanah dan humus. Begonia alam yang tertata dalam suatu taman tematik ³ Tanam Begonia ³ dengan desain taman meniru habitat alami diharapkan mampu memberikan pertumbuhan yang sesuai. Di tempat tersebut, Begonia ³ Gitgit ´ ditanam dengan cara menempelkan pada tebing batu di dekat aliran air seperti pada waktu di ketemukan. Begonia ³ Putu ³ merupakan salah satu jenis Begonia yang mempunyai rhizome yang sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Merupakan herba kecil, membentuk rhizome dan merayap. Daun majemuk beranak daun 7, ukuran daun kecil. Jenis ini sulit sekali beradaptasi dengan lingkungan baru. Bentuk daun yang kecil dan unik ini sangat cocok sebagai tumbuhan hias pot.
Ilmu Kealaman Dasar (8)

Data habitat yang tercatat menunjukkan bahwa jenis tersebut ditemukan di tempat yang kering pada tanah yang banyak mengandung pasir. Adaptasi yang dilakukan di Kebun Raya Bali adalah sesuai habitat alamnya yaitu dengan menggunakan media pasir, tumbuhan menunjukan pertumbuhan yang normal, pucuk ± pucuk baru mulai terbentuk akan tetapi setelah tumbyhan berumur satu tahun pertumbuhan mulai terhambat, daun layu dan kering karena hara yang terkandung di dalam pasir sangat minimal. Berbagai cara telah dilakukan termasuk dengan cara yang sama pada perlakuan Begonia ³ Gitgit ³.

Ilmu Kealaman Dasar (9)

KESIMPULAN Begonia alam mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai tumbuhan hias, baik secara langsung maupun secara pemuliaan (kawin silang). Ada beberapa jenis Begonia yang mempunyai daya tarik pada daunnya misalnya Begonia bracteata, Begonia goegoensis, Begonia longifolia, dan Begonia muricata atau pada bunganya misalnya pada Begonia ³Hoover´ dan Begonia optera. Jenis-jenis tersebut dapat dikembangkan sebagai tumbuhan hias daun dan atau tumbuhan hias bunga. Adaptasi jenis-jenis Begonia alam di Kebun Raya Bali dapat dikelompokan berdasarkan bentuk morfologi tumbuhan, yaitu Begonia yang mempunyai perawakan tegak mempunyai daya adapatasi yang lebih tinggi, disbanding dengan Begonia yang berbentuk rhizome, sedangkan Begonia alam berumbi sangat sulit beradaptasi.

Ilmu Kealaman Dasar (10)

DAFTAR PUSTAKA Hartutiningsih ± M. Siregar dan M. siregar. 2004. Perbanyakan Begonia sp. Di Kebun Raya Bali. Prosiding Seminar Nasional Biologi ³Peranan Biosistematika dalam Menunjang Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati´. Institut Teknologi Surabaya. Surabaya, 25 september 2004. http://www.pdf-search-engine.com/adaptasi-jenis---jenis-begonia-alam-di-kebun-raya-"-ekakarya-"-bali-pdf.html

Ilmu Kealaman Dasar (11)

MAKALAH METODE ILMIAH ADAPTASI JENIS-JENIS BEGONIA ALAM DI KEBUN RAYA ³EKA KARYA´ BALI

DI SUSUN OLEH : M. RIZKY FAJRIN ( 05091002003 ) SITI ASLAMIAH ( 05091002004 ) FEBRI IRAWAN ( 05091002006 ) RISMA SIHOMBING ( 05091002007) AGUSTINA INDAH PERMATA SARI ( 05091002008 )

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2009

Ilmu Kealaman Dasar (12)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->