P. 1
PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN

PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN

|Views: 3,712|Likes:
Published by aranamira

More info:

Published by: aranamira on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2014

pdf

text

original

PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PADA DESA SUKAGATAL

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan perencanaan promosi kesehatan ini. Promosi kesehatan yang akan dilakukan di desa Sukagatal yang bertemakan ³Penyakit kulit di desa Sukagatal, kotamadya Ujung kulon´ merupakan perencaan untuk melakukan promosi kesehatan di daerah tersebut. Ucapan terimakasih yang sedalam dalamnya penulis berikan kepada kepala Dinas kesehatan dan kepala desa Sukagatal yang telah memberikan motivasi, dukungan, dan

kemudahan kepada penulis untuk menyelesaikan rancangan program promosi kesehatan ini Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada teman teman sejawat yang sudah membantu. Akhir kata, penulis berharap rancangan ini dapat berjalan dengan lancar, dan sangat bermanfaat bagi kita semua.

Palembang,Agustus 2010

A. PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN
1. Penduduk Jumlah penduduk Jumlah laki-lak Jumlah perempuan : 49.000 penduduk : 20.000 penduduk : 29.000 penduduk

Penduduk

Laki Laki Perempuan

2. Fasilitas Sosial a. Puskesmas pembantu : 1 buah b. Posyandu c. Sekolah : 5 buah : SD dan SMP

3. Fasilitas Kesehatan Terdiri dari satu buah puskemas dengan sarana seadanya dan terdapat 5 buah posyandu.

4. Diagnosis Masalah a. Diagnosis sosial Di desa Sukagatal yang terletak di pinggir sungai Kuning Mengambang dengan sanitasi yang buruk dan sampah yang menumpuk. Air sungai tersebut merupakan sumber air utama untuk penduduk setempat. Penduduk menggunakan air sungai sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, misalnya mandi, mencuci, buang air besar/ kecil, memasak, dan sumber air minum. Selain itu, rumah rumah warga di desa Sukagatal sangat berdekatan antara satu dengan lain, dan padat penduduk.

Warga di desa Sukagatal sebagian besar bermata pencaharian sebagai pemulung sampah disungai. Latar belakang pendidikan masyarakat di daerah tersebut rendah dan status ekonomi menengah kebawah. Hal ini mempersulit perubahan pola perilaku masyarakat karena infrastruktur untuk akses air bersih di daerah ini tidak tersedia. Karena itulah, sungai Kuning Mengambang digunakan sebagai satu satunya sumber air warga di desa tersebut. Dan saat ini, masyarakat mengeluh mengalami kulit gatal gatal dan kemerahan dan menyebar secara cepat yang mengganggu aktivitas warga.

b. Diagnosis epidemiologi. Dari hasil survey petugas kesehatan yang datang ke desa tersebut, ditemukan hasil berupa: pria yang terkena penyakit: 2.000 jiwa, wanita : 4.000 jiwa, anak-anak: 1000 jiwa. Warga di desa Sukagatal mengeluh gatal gatal yang terasa lebih hebat pada malam hari dan kulit menjadi kemerahan. Serta terjadinya penyebaran yang sangat cepat di desa tersebut. Masalah tersebut tidak menyebabkan kematian dan kecacatan, tetapi masalah ini mengganggu aktivitas warga dalam kehidupan sehari-hari dan mencari nafkah. c. Diagnosis Perilaku dan lingkungan Keadaan sosial seperti rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan serta kurangnya ekonomi masyarakat mempengaruhi tingkat kesehatan individu maupun masyarakat. i. Diagnosis perilaku

y

Kebiasaan mencuci, memasak, sekaligus buang air di sungai Kuning Mengambang

y y

Buang sampah sembarangan yaitu ke dalam sungai. Kurangnya pengetahuan masyarakat di desa mengenai kebersihan dan kesehatan diri sendiri dan lingkungan, diperparah dengan rendahnya tingkat pendidikan mereka.

y

Tingkat ekonomi yang rendah menyebabkan timbulnya kebiasaan masyarakat untuk saling pinjam perabotan rumah tangga seperti handuk, pakaian, sarung, bahkan bantal, guling dan kasurnya.

ii. Diagnosis lingkungan y Tidak tersedianya sumber air bersih untuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak. y Kurangnya penyuluhan kebersihan dan kesehatan diri sendiri dan lingkungan. y Tidak tersedianya WC dengan syarat yang memadai untuk mandi dan buang air sehari-hari.

d. Diagnosis Pendidikan dan Organisasional i. Faktor Predisposisi Dikarenakan tingkat pendidikan warga yang tersedia di desa hanya sampai tingkat SMP, menyebabkan pengetahuan akan kepentingan menjaga lingkungan dan kesehatan diri sendiri kurang. Dan juga persepsi warga yang menganggap air sungai tetap bersih untuk digunakan sebagai sumber air utama. ii. Faktor Pemungkin (Enabling factor) Dikarenakan letak geografis desa Sukagatal tersebut yang berada di pinggiran sungai mengakibatkan warga desa tidak mempunyai sumber mata air lain. Sehingga mereka hanya menggunakan air sungai tersebut untuk seluruh aktivitas.

iii. Faktor penguat Dikarenakan pekerjaan warga disana sebagai pemulung sampah sungai, menyebabkan warga tidak mampu membeli makanan yang bergizi. Sehingga asupan gizi yang rendah tersebut menyebabkan sistem kekebalan tubuh berkurang. Tujuan Pembelajaran: y Meningkatkan kesadaran diri warga terhadap kebersihan lingkungan dan diri sendiri. y Mengubah persepsi warga yang menganggap air sungai tersebut bersih. Tujuan Organisasional y y Menyediakan WC umum. Menyediakan sumber mata air lain, misalnya dengan cara membuat bak bak penampungan air bersih. y y Menyediakan tempat pembuangan sampah untuk warga. Memberikan penyuluhan kesehatan.

e. Diagnosis Administratif dan Kebijakan i. Sumber daya (Diagnosis Administratif) y Perangkat desa dan anggotanya untuk membantu melakukan penyuluhan. y Dukungan pemerintah untuk membantu membangun fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial. Hambatan y y Kurangnya dana untuk pembangunan fasilitas dan penyuluhan Perilaku masyarakat dan persepsi yang sulit diubah, dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah.

ii. Kebijakan y 5. Prioritas Masalah Dikarenakan pola hidup masyarakat disana yang menjadikan sungai Kuning Mengambang sebagai sumber air yang digunakan untuk aktivitas sehari hari maka angka kejadian penyakit tersebut meningkat. Karena penyakit scabies ini menular melalui kontak langsung maupun tak langsung dengan penderita. Butuhnya dukungan pemerintah untuk memfasilitasi program ini.

B. PENATALAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN
1. Tujuan promosi a. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dan penyakit kulit b. Menurunkan angka kejadian penyakit kulit c. Meningkatkan kebersihan dan sanitasi lingkungan d. Merubah pola perilaku masyarakat menjadi lebih sehat

2. Sasaran promosi a. Sasaran primer (pemberdayaan masyarakat) : secara berkelompok karena penyakit kulit scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama, sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan yang terserang. Apabila dilakukan secara individu maka akan mudah tertular kembali penyakit kulit tersebut. b. Sasaran sekunder (dukungan) : dukungan dari tokoh masyarakat setempat tentu akan mempermudah dalam melaksanakan promosi kesehatan. c. Sasaran tersier (advokasi) : Dukungan dari pembuat kebikakan mulai dari pusat sampai ke daerah.

3. Isi Promosi a. Definisi

Penyakit gatal gatal dan kemerahan (scabies) merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh seekor tungau (kutu) yang bernama Sarcoptes scabei. b. Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh kondisi kebersiahan yang kurang terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan yang terlalu lembab dan kurang sinar matahari secara langsung c. Cara penularan Penularan penyakit ini melalui kontak langsung maupun tak langsung antara penderita dengan orang lain melalui kontak kulit, baju, handuk, dan bahan bahan lain yang berhubungan langsung dengan penderita. Kebiasaan warga di desa Sukagatal yang sering terjadi adalah sering saling meminjamkan pakaian, handuk, sarung, bahkan dan gulin dan kasur. d. Gejala klinis i. Pruritus nocturna, yaitu gatal pada malam hari yang disebabkan aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab. ii. Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. iii. Adanya terowongan pada tempat-tempat yang sering terkena, seperti selasela jari tangan, pergelangan tangan, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan,umbilicus, bokong dan perut bagian bawah. Terowongan ini berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan ditemukan papul dan vesikel. iv. Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostic

e. Penatalaksanaan Pengobatan scabies tidak terlalu sulit, dapat dilakukan dengan cara berikut. i. Oleskan krim permetrin 5% seluruh tubuh dari leher ke bawah, selama semalam lalu basuh hingga bersih. Pengobatan ini biasanya diulang setelah 1 minggu. ii. Dapat dipergunakan pula antihistamin seperti CTM untuk mengurangi gatal. iii. Hal lain yang dapat dilakukan adalah merendam pakaian, seprei dan selimut yang dipakai ke dalam air PAM.

iv. Apabila gatal jangan digaruk, karena mempercepat perluasan area yang terinfeksi. f. Pencegahan i. Hindari pinjam meminjam pakaian, handuk, sarung bahkan bantal. ii. Menjaga kebersihan lingkungan iii. Jangan mencuci, memasak, dan mandi di sungai Kuning Mengambang yang mempunyai sanitasi yang buruk iv. Gunakan WC umum untuk BAB dan BAK. v. Apabila ada warga yang memiliki keluhan gatal gatal dan kemerahan, segera datang ke puskesmas agar diberi pengobatan sehingga tidak menular ke masyarakat. Dan hindari kontak dengan warga lain. 4. Metode yang akan digunakan a. Penyuluhan b. Pelatihan 5. Media yang akan digunakan a. Dilakukan penyuluhan secara lisan oleh petugas kesehatan sesuai dengan jadwal. b. Dengan menggunakan poster yang dipasang di tempat tempat umum, seperti balai kota, musholla, wc, sekolah, dan pasar. 6. Rencana evaluasi a. Mengumpulkan data jumlah penderita penyakit kulit setelah intervensi (end line data) b. Membandingkan data awal dan data akhir terhadap jumlah penderita penyakit kulit. c. Menilai hasil akhir dari kegiatan promosi kesehatan yang telah dilakukan, apakah mencapai target yang diharapkan. d. Menilai adakah perubahan pola perilaku penduduk desa ke arah yang lebih sehat. e. Perbaikan kondisi lingkungan desa menjadi lebih baik.

7. Jadwal pelaksanaan
September topik 1 Analisis dan observasi lingkungan Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat Penyuluhan penyakit kulit Penyuluhan tentang mck Penyehatan air dan lingkungan Evaluasi 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Oktober November

1. Observasi dan analisis lingkungan 2. Penyuluhan hidup bersih dan sehat a. Penyuluhan dan pelatihan mencuci tangan dan kaki b. Mencuci seprai, handuk dan pakaian c. Membersihkan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan d. Tidak mempergunakan air sungai untuk mandi, masak, minum maupun buang air 3. Penyuluhan tentang penyakit kulit 4. Penyuluhan tentang mck Buat wc umum Mengkaryakan dan memperkerjakan kontraktor dan para pekerja untuk membangun dan merestorasi sistem pasokan air , kerumah-rumah, sistem sanitasi dan septic tank yang baik 5. Penyehatan air dan lingkungan

-

Bersihkan sungai dari sampah Membersihkan lingkungan sekitar pemukiman penduduk Bangun tempat pembuangan sampah dan pembuangan limbah

6. Evaluasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->