P. 1
Sejarah Dan Peranan NU

Sejarah Dan Peranan NU

|Views: 9,726|Likes:
Published by Hendri Wijaya

More info:

Published by: Hendri Wijaya on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

Anggaran dasar formal NU yang pertama dibuat pada Muktamarnya

yang ketiga pada tahun 1928. Anggaran dasar ini dibuat dengan tujuan

mendapatkan pengakuan dari pemerintah Belanda yang pembuatannya

sesuai dengan undang-undang perhimpunan Belanda. Atas dasar anggaran

dasar ini, NU diberi status berbadan hukum pada Februari 1930

(Bruinessen, 1994 : 42).

Anggaran dasar ini tidak menyebutkan dengan sangat eksplisit

bahwa tujuan-tujuan NU adalah mengembangkan ajaran-ajaran Islam

Ahlussunah wal Jama’ah dan melindunginya dari penyimpangan kaum

pembaharu dan modernis. Sebagai contoh dalam pasal 2 anggaran dasar

33

NU disebutkan bahwa “Adapun maksud perkumpulan ini yaitu:

Memegang dengan teguh pada salah satu dari mazhabnya imam ampat,

yaitu Imam Muhammad bin Idris Asyj-Syafi’i, Imam Malik bin Anas,

Imam Abu Hanifah An-Nu’man, atau Imam Ahmad bin Hambal, dan

mengerjdakan apa saja yang menjadikan kemaslahatan Agama Islam”

(Bruinessen : 1994 : 44).

Dalam pasal 2 tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa sikap

berpegang teguh kepada salah satu dari emat mazhab merupakan ciri yang

secara tegas membedakan kaum tradisionalis dengan kaum pembaharu.

Dapat dikatakan bahwa anggaran dasar NU menekankan pada upaya

melindungi Islam tradisional dari bahaya-bahaya gagasan dan praktek

keagamaan kaum pembaharu. Namun dalam prakteknya anggaran dasar

NU ini tidak semata-mata menunjukkan penolakan terhadap semua

pendirian kaum pembaharu dan modernis. Sebagai contoh di dalam

angaran dasar NU disebutkan bahwa masyarakat NU didorong malakukan

pembaruan di bidang pendidikan yang coraknya tidak jauh berbeda dari

kegiatan yang sebelumnya dipelopori oleh kaum pembaharu dan modernis.

Madrasah, yang jumlahnya ingin ditingkatkan dalam anggaran dasar, pada

waktu itu merupakan fenomena yang relatif baru di Indonesia dan

merupakan pembaruan penting dari pesantren tradisional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->