P. 1
Sejarah Dan Peranan NU

Sejarah Dan Peranan NU

|Views: 9,723|Likes:
Published by Hendri Wijaya

More info:

Published by: Hendri Wijaya on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

Kehidupan politik di Pemalang pada tahun 1973-1984 pada umumnya

masih cukup dikatakan stabil dalam arti kata tidak sampai mempengaruhi

jalannya roda pemerintahan, peredaran perekonomian, perencanaan dan

pelaksanaan pembangunan maupun terhadap sendi-sendi kehidupan

masyarakat pada umumnya. Aspirasi politik masyarakat tersalurkan melalui

partai politik yang ada yaitu Golongan Karya (Golkar) yang sebagian besar

terdiri dari mereka yang bekerja di bidang pemerintahan, Partai Persatuan

Pembangunan (PPP) yang sebagian besar terdiri dari kalangan agamis, dan

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang sebagian besar berasal dari kalangan

Nasionalis. Persaingan antara kekuatan politik satu dengan yang lain terlihat

dinamis, tidak terjadi ketegangan-ketegangan yang bersifat fisik. Namun

kehidupan partai politik dalam proses kiprah perjuangannya juga pernah

mengalami pasang surut. Misalnya pada saat selesainya Pemilu 1977, yaitu

pada awal tahun 1978 partai-partai politik di Pemalang mengalami sedikit

kendala dalam upaya untuk memperjuangkan aspirasi politik pendukungnya.

Hal tersebut terjadi akibat logis dari suatu langkah kearah konsolidasi dalam

tubuh mereka masing-masing, namun demikian kondisi semacam ini masih

dalam batas-batas pada tubuh pimpinannya yang belum menjalar pada

52

53

masyarakat pada umumnya, pengikut atau pendukung-pendukungnya pada

khususnya.

Dalam kepengurusan Golkar di Kabupaten Pemalang setelah

meninggalnya Soetopo sebagai ketua Golkar wilayah Pemalang mengalami

kekosongan dalam kepemimpinan yang cukup lama. Keadaan semacam ini

memaksa Golkar untuk melakukan aktivitas keluar, salah satunya dengan

membentuk kepengurusan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI)

dan Majelis Da’wah Indonesia (MDI).

Dalam kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak bulan

Maret 1978 terjadi keretakan diantara sesama tokoh-tokoh mereka. Keretakan

itu diawali adanya keinginan tokoh muda dari unsur NU untuk meduduki

jabatan atau kedudukan fungsionaris. Hal tersebut semula ditimbulkan oleh

kurang adanya rasa kepercayaan antar tokoh, dan berakhir dengan usul

penarikan kembali KH. Asrori Saleh, BA dari keanggotaan DPRD Kabupaten

Pemalang.

Sedangkan dalam kepengurusan Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Kabupaten Pemalang tidak terlepas dari kemelut yang terjadi di kepengurusan

tingkat nasional, yaitu adanya kepengurusan kembar antara Toni

Brotoharyanto Cs yang mendapatkan SK No. 79/IN/Org/DPP/XII/1977 dari

pengurus pusat PDI pada tanggal 27 Desember 1977 dengan Soeharsono yang

berdasarkan SK No. 89/IN/A/III/DPP/1978 dari pengurus pusat PDI tanggal

18 Agustus 1978. Kemelut kepengurusan kembar ini berkembang terus

sampai akhirnya kedua tokoh PDI ini membuat pernyataan bersama dan

54

menyerahkan permasalahannya kepada DPD PDI Jawa Tengah. Sehingga

pada tanggal 10 Juli 1978 DPP PDI Jawa Tengah mengeluarkan SK Nomor:

058/DPD/SK/Sek/VII/78, yang isinya tentang penyusunan pengurus

sementara untuk melaksanakan Konferensi Cabang dan selanjutnya pemilihan

pengurus baru. Dengan keluarnya Surat Keputusan ini, pihak Toni

Brotoharyanto megajak kepada Soeharsono agar segera dilaksanakannya

Konferensi Cabang namun upaya itu ditolak (Arsip Kabupaten Pemalang,

1978 : 5 ).

Kemelut yang terjadi di dalam tubuh parpol tidak mempengaruhi

aktivitas masyarakat secara umum sehingga tidak menimbulkan permasalahan

dapat mengganggu jalannya proses demokrasi. Dalam bidang pemerintahan,

pembangunan, maupun usaha peningkatan pelayanan terhadap masyarakat

dapat berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan-hambatan yang cukup

berarti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->