P. 1
HUKUM HIJAB WANITA MUSLIMAH

HUKUM HIJAB WANITA MUSLIMAH

|Views: 820|Likes:
Published by Syed Aboo Tahir
Menjelaskan hukum Hijab yang sepatutnya dipatuhi oleh Muslimah yang benar2 beriman .
Menjelaskan hukum Hijab yang sepatutnya dipatuhi oleh Muslimah yang benar2 beriman .

More info:

Published by: Syed Aboo Tahir on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2013

pdf

text

original

KEBANYAKAN WANITA MENGENGKARI HUKUM HIJAB

Apabila disebut Hukum Hijab, kebanyakan kita terbayang akan wanita bertudung atau
berjilbab. Tetapi ini Cuma sebahagian hukum didalam pengertian HUKUM HIJAB yang diperintahkan
oleh Allah Ta´ala.

Didalam Syari´at Islam, HUKUM HIJAB adalah meliputi segala hukum yang berhubung dengan
batasan2 wanita didalam menghadapi lelaki ajnabi (lelaki bukan muhrimnya)



PERTAMA : PERINTAH TINGGAL TETAP DI RUMAH

Seorang wanita beriman WAJIB tinggal tetap dirumahnya dan tidak dibenarkan keluar
rumahnya kecuali ada urusan2 yang mengharuskannya. Ini berdasarkan perintah Allah Ta´ala :


.; - : _ - . - ƍ: - Ƈ V : .= ; ƈ ƍ ¿ ; ƈ ƍ Ɗ - - +- =-' _ -: V'

"Dan hendaklah kamu tetap diam di rumah kamu serta janganlah kamu mendedahkan diri
seperti yang dilakukan oleh orang-orang jahiliah zaman dahulu...... "
[Al-Ahzab (33) : 33 ]


Zahir makna ayat ini ditujukan kepada isteri2 Nabi . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~·. Makna umumnya adalah di
tujukan kepada seluruh wanita Islam yang beriman.


Berkata Qurtubi dalam mentafsirkan ayat.

.· · . · . ´ ƍ · - Ƈ `· . =ƈ ƍ - ƈ ƍ Ɗ- ¹ -'=¹ ' .¹ ·`'
Dan hendaklah kamu tetap diam di rumah kamu serta janganlah kamu mendedahkan diri seperti yang
dilakukan oleh orang-orang Jahiliyah zaman dahulu;

Berkata Al-Qurtubi:
Makna ayat ini menyuruh kaum perempuan sentiasa berada di rumah, walaupun ayat ini dituju
kepada isteri-isteri Nabi, adalah sekalian perempuan termasuk di dalam makna ayat ini.
Maka Allah menyuruh mereka itu tingal di rumah kerana hendak memuliakan mereka itu. Allah juga
melarang mereka tabarruj yakni berhias bukan kerana suami,


Berkata Ibnu Kathir :

Firman Allah ".· · . · . ´ ƍ · - Ƈ ¨ ertinya hendaklah mereka itu sentiasa berada di rumah maka mereka
itu tidak dibenarkan keluar kecuali perkara yang penting. Salah satu perkara yang disebut didalam
ayat ini adalah solat di Masjid selama mereka mematuhi syarat2nya sebagaimana yang disebut oleh
junjungan Besar Nabi . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· :

«' ¹ '·´ · -~ ƍ -' ~ ƃ -' ~ =' ~ ~ -' .=´ = -¹ · ´ .´ - · Ƌ' ¹ - ƍ»

(Jangan melarang mereka (wanita) pergi ke Masjid, tetapi hendaklah mereka pergi tanpa memakai
wangi-wangian.) Menurut satu riwayat lain : "Walaubagaimana pun rumah mereka adalah lebih baik
bagi mereka¨

%· ¹' =´ ƈ ƍ . -´ ´ ƈ ƍ Ɗ´ - ¹ +· =¹' .·´ `'
(dan jangan tabarruj seperti di zaman jahiliyyah kamu) Mujahid Mengatakan : Wanita lazimnya
keluar rumah dan berjalan dihadapan lelaki , dan ini adalah Tabarruj jahiliyyah.¨

.'' Qatadah mengatakan :
"Apabila mereka (wanita) keluar dari rumah mereka, mereka berjalan tanpa perasaan malu dan
didalam keadaan menggoda. Dan Allah melarang demikian¨



Telah bercerita Sa´lab dan lainnya:

.ſ Ɗ ~- ' = .- -' ' +-=ƌ-' ´ '~ƃ Ƌſ · -~- Ɗ- `' .´ ƈ ƍ .Ǝ = . ƈ ƍ ' -' ~=.
Sesunguhnya Aisyah menangis apabila dibacakan ayat ini kepadanya sehinga basah tudung
kepalanya.
Telah berkata orang yang meriwayatkan cerita ini:
Demi Allah tidak keluar Aisyah dari pintu biliknya sehinga dikeluarkan mayatnya.


Berkata Ibnu A´tiyyah:

Aisyah menangis kerana musafirnya pada hari perang jamal, yang mana telah berkata Ammar
kepadanya "sesungguhnya Allah telah memerintahkan kamu tinggal tetap di rumah.



Seluruh keterangan di atas memberikan penjelasan dan amaran kepada wanita2 beriman supaya
tetap tinggal didalam rumah mereka kecuali perkara2 yang mengharuskan mereka keluar :




Tujuan2 yang mengharuskan seseorang wanita keluar rumah adalah :

(1) Untuk tujuan menuntut Ilmu Fardhu Ain.

Iaitu untuk tujuan menuntut Ilmu yang perlu bagi dia untuk menunaikan kewajipan sebagai seorang
beriman. Ilmu ini meliputi Fiqh, Tauhid dan Tasawwuf.

Imam Ghazali menyebut bahawa jika seorang suami boleh mengajar isterinya Ilmu Fardhu `Ain, maka
haram bagi dia keluar rumahnya untuk belajar di tempat lain.


(2) Untuk tujuan menuntut Ilmu Fardhu Kifayah yang manfaatnya diperlukan oleh wanita.

Ini adalah ilmu Fardhu Kifayah seperti Ilmu perubatan, kedoktoran, jururawat , perguruan dan
sepertinya yang sangat diperlukan untuk kebaikan golongan wanita.

(3) Untuk tujuan perubatan.

(4) Untuk tujuan berjual beli yang diharuskan.

(5) Untuk tujuan menyara hidup. (jika tiada yang memberi nafkah untuk hidupnya)

(6) Untuk tujuan2 lain yang tidak boleh tidak memerlukan kehadirannya menurut pandangan syara´.


Sesungguhnya perintah Allah Ta´ala agar wanita tetap tinggal di rumahnya adalah satu penghormatan
dan kemuliaan bagi mereka!.

Wanita2 solehah bukanlah bukan bahan murahan yang berjalan ke sana kemari tanpa tujuan yang
dibenarkan syara´.
Wanita solehah bukan wanita murahan yang menjadi tontonan lelaki ajnabinya.
Wanita solehah bukan wanita yang membiarkan dirinya di sentuh oleh mata dan pandangan lelaki
ajnabinya.

Tetapi mereka adalah permata, mereka adalah mutiara yang tersimpan rapi di kamar kemuliaan
Ilahi!




KEDUA : PERINTAH MENUTUP AURAT - MELABUHKAN JILBAB KE SELURUH TUBUH.


Apabila seorang wanita keluar rumahnya (kerana suatu hajat yang diizinkan syara´) atau ketika
berhadapan lelaki bukan muhrimnya kerana (suatu hal yang diizinkan syara´), WAJIB atas dia
menutupi seluruh tubuhnya dengan jilbab (pakaian luar yang labuh) sebagaimana perintah Allah
Ta´ala :



& + - ƀ- _ ƈ --' J - 4 = :; V 4 Ǝ- - Ƈ : -ž ~ - : .- - -Ƃ --' .- -- - . +- - - . - . + ƈ- ƈ- - = 4 -- - ſ_ - . ſ .- ;· - > - .- -Ƃ - .& - : ^ --' ';: - - &-- = ;
Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-
perempuan yang beriman, supaya melabuhkan jilbabnya (pakaian labuh diluar) bagi
menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk
mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak
diganggu dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
[Al-Ahzab (33) : 59]




J - : ƌ- - -Ƃ -- - .~ ~· - . - . » ;- ~Ƈ ſ .= -= - : . + =: ; - V : .- -ƈ - . + Ǝ -- ; V ƃ & - ; + = & +- - .Ƈ ;~ -- : . » ; - = Ƈ _ - - . + Ƈ: - = V : .- -ƈ - . + Ǝ -- ; V ƃ . + Ǝ -: · ƈ - : ſ
. + -ž Ƈ' - : ſ -ž Ƈ' - . + Ǝ -: · Ƈ : ſ . + -ž -Ƈ ſ : ſ -ž -Ƈ ſ . + Ǝ -: · Ƈ : ſ . + -' := ƃ : ſ _ - Ƈ . + -' := ƃ : ſ _ - Ƈ . + ƍ : = ſ : ſ . + -ž ~ - : ſ & - ƌ - - - . + -- -- ſ : ſ .- · ƈ- Ǝ-' ;- - _ -: ſ
Ɗ Ƈ; V' . - ;-' J& = : ſ J- =-' .- - -' ~ - ': ; += - _ - - Ƌ ;: - -ž ~ --' V : .Ƈ ;~ - . + - =; ƀ Ƈ ~ -· - - & - .- -= - . - . + Ǝ -- ; ': Ƈ: ƍ : _ - ƃ ^ --' &·- - = ^ - ſ .: - -Ƃ --' ~ - - · -
.: = -- ƍ

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat
pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan
mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir
daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala
mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada
suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau
anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara
mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau
perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang
lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang
belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki
untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah
kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya."
[An-Noor (24) : 31]



Sabda Rasulullah _ - ~ =' ^ - - - ~- ~:

Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya
hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup
rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya." Riwayat Bukhari dan
Muslim



Daripada Aisyah ; =' ^ - bahawa Asma' binti Abi Bakr datang menemui
Rasulullah _ - ~ =' ^ - - - ~- ~: dengan berpakaian nipis. Rasulullah berpaling daripadanya
seraya bersabda :

"Wahai Asma', perempuan yang sudah mengalami haid, tidak boleh dilihat kecuali ini"
Baginda lalu menunjuk kepada muka dan dua tapak tangan baginda " (Abu Daud)






Batas aurat wanita dihadapan ajnabi (bukan muhrim)

Ulama2 dahulu dan juga sekarang berbeza pendapat mengenai perintah Allah pada erti "jangan
perlihatkan perhiasan¨ dan "kecuali yang zahir padanya¨.

Jumhur Ulama mengatakan aurat wanita dihadapan lelaki ajnabi (bukan muhrim) adalah seluruh
tubuhnya kecuali muka dan tapak tangannya.



Syarat2 pakaian wanita dihadapan lelaki ajnabi

Beradasarkan ayat2 di atas dan juga hadis2 Nabi, pakaian muslimah wajib menepati syarat2 pakaian
seorang wanita beriman iaitu. pakaian luar atau disebut "jilbab¨ wajib menepati syarat2 nya :

1..Jilbab itu wajib dilabuhkan dan menutupi seluruh tubuhnya iaitu dari kepala, tengkuk, dada dan
kebawah sampai hujung kakinya (dan termasuk kakinya.)
(yang dikecualikan daripada menutupnya hanya muka dan tapak tangan)


2. Jilbab itu longgar/ tidak menampakkan bentuk tubuh.

3. Jilbab itu tebal / tidak nipis sehingga ternampak kulitnya.

4. Jilbabnya tidak mengandungi hiasan yang menarik perhatian. Sebaik2nya warna suram yang tidak
menarik perhatian lelaki.

5. Pakaiannya tidak menyerupai pakaian lelaki.

6. Pakaiannya tidak menyerupai pakaian wanita fasiq.



atitan penting untuk renungan :

1. Memakai seluar panjang (didalam jilbab) adalah sangat di galakkan untuk Muslimah memakainya
agar lebih terjaga ketika suatu keadaan yang tidak dijangka seperti jilbab terselak ketika
berjalan atau ketika menaiki tangga. Muslimah yang memakainya (seluar panjang didalam pakaian
jilbabnya) adalah dikatakan mendapat Rahmat Allah. Sabda Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· :

"Allah sentiasa merahmati para wanita yang memakai seluar (di sebelah dalamnya)
(Riwayat Al-'Uqayli, Dar Qutni dari Abu Hurairah)"

Menurut Imam Mujahid, hadith ini berlaku di satu ketika ada seorang wanita jatuh dari
kenderaannya sehingga terselak kainnya di hadapan Nabi dan para sahabat, maka dengan
segera Nabi _ - ~ =' ^ - - - ~- ~: memalingkan wajahnya, maka para sahabat berkata dia
(wanita itu) memakai seluar. Lalu sebagai Rasulllah _ - ~ =' ^ - - - ~- ~: memuji dan
menyebut hadith di atas.


2. Ditegah keras memakai make-up muka, gincu dsb. ketika keluar rumah atau ketika tetamu bukan
muhrim datang ke rumah. Kerana ianya termasuk "hiasan yang wajib dilindungi¨ atau tidak boleh
diperlihatkan melainkan kepada suami atau muhrimnya. (Ibnu Abbas kecualikan cincin dan celak)


3. Malapetaka besar akhir zaman!

Kebanyakan wanita muslimah zaman ini mengengkari perintah Allah mengenai adab berpakaian ini.
Tiga unsur penting yang membawa kepada penentangan ini adalah :

1. Kebanyakan wanita ini memakai berbagai fesyen yang ketat memperlihatkan bentuk
tubuh tubuh.
2. Pakaian mereka terlalu nipis sehingga terlihat kulit di bawahnya.
3. Menyerupai pakaian wanita fasiq.
4. Menyerupai pakaian lelaki.

Wanita2 yang memakai pakaian tetapi pakaian tersebut ketat pada pinggang, menampakkan bentuk
buah dada dsb adalah termasuk wanita2 yang di kutuk dan tidak akan masuk syurga. Wanita2
berkelakuan seperti ini bukan sahaja melanggar perintah Allah tetapi juga menyebabkan lelaki
mendapat dosa kerana memandangnya. Dengan sebab itu maka bertambah2 lah dosanya sebanyak
mana orang lelaki yang melihatnya. Cuba bayangkan dosa yang dibuat oleh wanita ini setiap
hari. Beribu2 mata memandang dan mendapat dosa. Saham dosa ini menghinggapinya dengan tidak
berkurang daripada orang2 yang melihatnya!!!

Sebab itu amaran sangat keras daripada Nabi . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· :

"Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: Kaum yang
membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa
yang kejam); dan Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang
cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan
maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta
tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan
demikian dan demikian." (Riwayat Muslim)

Dizaman kita, inilah satu malapetaka besar. Wanita2 muslimah tanpa segan silu memakai pakaian
ketat, menampakkan tubuh seolah2 sudah menjadi tradisi ; mereka berhimpun di tepi jalan,
disekolah, di pusat pegajian tnggi, di pusat beli belah, majlis2 perkahwinan - dimana saja dengan
berbagai fesyen pakaian ketat setengahnya menyerupai lelaki dan setengahnya menyerupai pakaian
wanita2 fasiq...keadaan ini sungguh menyedihkan dan membimbangkan!!!

Sebahagian lagi wanita seolah2 mempermainkan hukum Allah mengenai perintah menutup aurat ini.

- Bertudung tetapi terbelah kainnya.
- Bertudung tetapi memakai baju yang menampakkan bentuk buah dadanya.
- Bertudung tetapi terbelah baju pada lehernya.
- Bertudung tetapi kain singkat sehingga betis
- Bertudung tetapi memakai seluar jeans yang ketat hadapan dan belakangnya.

Media, majalah, s.khabar pula mengambil kesempatan menayangkan wajah2 wanita seperti di atas
sebagai bahan pelaris mengaut keuntungan!
Mengapa terjadi demikian?

Adakah mereka tidak tahu?
Adakah mereka ini bodoh tidak berpelajaran?
Adakah ibubapa yang bersalah?
Apa yang sedang dilakukan oleh pemimpin2 yang memerintah?

Dan pertanyaan terakhir untuk renungan bersama... siapa wanita2 ini? Mereka adalah ibu, mereka
adalah anak, mereka adalah saudara kepada kita semua.!

Wal hasil apabila keruntuhan akhlak dikalangan wanita berlaku, apabila mereka tiada lagi sifat
malu, apabila mereka berkeliaran seperti haiwan ternakan yang tiada peraturan maka itu tandanya
masyarakat akan binasa, negara2 akan runtuh, dunia menuju kebinasaannya!

Siapa2 yang mempunyai hati, siapa2 yang mempunyai Iman, siapa2 yang percaya pertemuan mereka
dengan Tuhan Rabbul Jalil, tolonglah selamatkan baki yang tesisa!

KETIGA : PERINTAH TUNDUKKAN PANDANGAN

Asal hukumnya atas wanita adalah ; Allah Ta´ala memerintahkan wanita tetap didalam rumahnya dan
hanya membenarkannya keluar apabila ada keperluan yang di izinkan syara´. (seperti yang telah
dibicarakan dahulu).

Apabila dia terpaksa keluar untuk sesuatu urusan yang di izinkan syara´, maka Wanita Islam
diperintahkan oleh Allah Ta´ala untuk menundukkan pandangan mereka daripada memandang lelaki
yang bukan muhrim atau sesuatu yang lain yang diharamkanNya. Firman Allah Ta´ala :


J - : ƌ- - -Ƃ -- - .~ ~· - . - . » ;- ~Ƈ ſ

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat
pandangan mereka (daripada memandang lelaki ajnabi atau lain2 yang haram)..."
[An-Noor (24) : 31]



Dari Tafsir Ibnu Kathir,

Wanita dilarang melihat kepada seorang lelaki selain dari suaminya. Sebahagian Ulama
mengharuskan melihat lelaki bukan muhrimnya tanpa syahwat. "


Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· :

Apakah yang harus aku lakukan jika aku tidak sengaja memandang?
Jawab Baginda: 'Palingkanlah pandanganmu itu'. (Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan
Thirmidhi)



Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· bersabda : "

"Ya Ali, jangan di ikuti pandangan yang kedua setelah pandangan pertama. Pandangan
pertama dimaafkan tetapi tidak pandangan yang kedua."
(Ahmad, Abu Dawud, Tirmdihi)



Hadis ini memberi penejalasan kepada ayat di atas bahawa pandangan pertama seorang lelaki kepada
wanita dan sebaliknya adalah dimaafkan. Tetapi hendaklah dialihkan pandangan tersebut segera
tanpa lama memandang. Tetapi pandangan ke 2 dan seterusnya adalah dilarang.

Tegahan ini berlaku samada wanita itu menutup aurat dengan sempurna ataupun tidak ; sama saja
hukumnya. Kerana walaupun seorang wanita telah menutup auratnya dengan sempurna, pandangan
yang berterusan padanya akan membawa kepada fitnah kepada hati. Demikian juga sebaliknya
walaupun seorang lelaki telah menutup auratnya dengan sempurna (jarang lelaki kelihatan tededah
auratnya dijalanan), wanita di larang melihat kepadanya. Inilah maksud perintah Allah dan
penjelasan hadis Nabi.



KE EMPAT : LARANGAN LEMBUTKAN SUARA.


Apabila seorang wanita terpaksa bertemu seorang lelaki bukan muhrimnya untuk suatu tujuan yang
diizinkan syara´ maka wajib dia kasarkan suara dia /tidak bercakap lembut, manja atau menggoda.!
Tentang ini Allah Ta´ala memberikan peringatan melalui KalamNya :



-ž ~ -- _ ƈ --' . Ǝ~ - - = ƀ - . - -ž ~ --' . ƃ . Ǝ- - ƍ' > - .· ~= ƍ J: --& Ƈ ¿ -= - - s - -' _ - ^ ƈ- - . ; - .- - : V: - &-: ;· -

"Wahai isteri-isteri Nabi, kamu semua bukanlah seperti mana-mana perempuan yang lain
kalau kamu tetap bertakwa. Oleh itu janganlah kamu berkata-kata dengan lembut manja
(semasa bercakap dengan lelaki asing) kerana yang demikian boleh menimbulkan
keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu)
dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik (sesuai dan sopan).
[Al-Ahzab, (33) : 32]



Imam Qurtubi mentafsirkan :
"Suara begini (suara lemah lembut manja) akan menjadikan orang2 lelaki munafiq dan ahli
ma'siat berfikir jahat.


Imam Ibnu Kathir mengatakan :
"Ini adalah adab2 yang baik yang diperintahkan oleh Allah keatas isteri2 Nabi agar mereka
menjadi contoh kepada wanita2 Ummah ini." (iaitu perintah ini adalah untuk seluruh kaum
wanita Islam)



Selain dari tegahan melembutkan dan memanjakan suara di hadapan lelaki, Perintah Allah Ta´ala ini
juga menjadi dalil Ulama2 menetapkan hukum bahawa wanita di larang memperdengarkan nyanyian
di hadapan lelaki bukan muhrim samada ianya berbentuk keagamaan atau lainnya, samada wanita
itu menutup aurat atau tidak. Hukumnya sama ; tetap haram.


Al-Murtadha Al-Zabeedi, seorang sufi ternama, didalam komentarnya kepada Ihya Imam Al-
Ghazali, menyebutkan begini :

"A group of Scholars have distinguished between the singing of males and females.
Listening to the singing of non-Mahram women has been declared by them as Haram, and
the listening to the singing of Mahram women is deferred upon. Qadi Abu Tayyib al-Tabari
said: If the singer is a non-Mahram female, then it will not be permissible for men to listen
to her. This ruling will apply, regardless of whether the woman is with or without
Hijab" (Ithaf Al-Sadat Al-Muttaqeen:6, P:501).


Ibn Humam menyebut didalam Fath Al-Qadir, menukil dari an-Nawazil :

"Suara lembut berirama dari seorang wanita dan nyanyiannya adalah awrah. Inilah
sebabnya dia lebih baik mempelajari Al-Qur'an daripada seorang guru wanita daripada
mempelajarinya daripada seorang lelaki yang buta, kerana bacaannya yang berirama
adalah awrah. Rasulullah _ - ~ =' ^ - - - ~- ~: bersabda : "Bacaan tasbih adalah bagi lelaki
dan tepuk tangan bagi wanita." (iaiti ketika Imam solat telah tersilap didalam solatnya,
lelaki akan membaca Subhanallah sementara wanita hanya dibenarkan tepuk
tangannya.)" [Fath al-Qadir, V:1, p:260).


Shaikh Wahbah al-Zuhayli berkata :
"Adakah haram mendengar suara wanita berupa irama dan alunan suara
lembut, walaupun ianya dari bacaan Al_Qur'an" ('al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu)


KE ENAM : LARANGAN TABARRUJ (MEMPERLIHATKAN KEANTIKAN) DAN MEMAKAI
HARUMAN /WANGI-WANGIAN


Apabila seorang wanita keluar dari rumahnya wajiblah dia menjaga dirinya daripada memperlihatkan
kecantikannya kepada lelaki ajnabi. Ini perintah Allah:



V : .= ; ƈ ƍ ¿ ; ƈ ƍ Ɗ - - +- =-' _ -: V'

"Dan janganlah kamu tabarruj (mendedahkan perhiasan diri)seperti yang dilakukan oleh
orang-orang Jahiliah zaman dahulu" [An-Noor (33) : 33]



Larangan memperlihatkan perhiasan membawa maksud kepada tiga bahagi :

1.) Perhiasan tubuh badan yang asal iaitu kecantikan yang asli.
2.) Perhiasan tambahan seperti hiasan pada pakaian, anting2, rantai leher, solekan pada pipi,
gincu, wangi2an dsb
3.) Pergerakan tubuh yang lemah gemalai dan menggoda


Dari Tafsir Ibnu Kathir :

"Dan jangan bertabarruj seperti tabarruj zaman jahilyyah" Mujahid berkata : "Wanita
gemar berjalan dihadapan lelaki dan ini dinamakan tabarruj seperi zaman jahiliyyah"

Qatadah mengatakan : Apabila mereka keluar dari rumah, mereka berjalan tanpa perasaan
malu dan didalam keadaan menggoda orang lain. Dan Allah Ta'ala melarang demikian."

Muqatil bin Hayyan menyebut:
Tabarruj ialah apabila seorang wanita memakai "Khimar" menutup kepalanya tetapi dia
tidak menutupnya dengan sempurna, ini menyebabkan rantainya, subang dan leher -
semua ini boleh dilihat oleh orang."
(tamat petikan tafsir)



Semu jenis perhiasan samada kecantikan asli pada tubuh atau kecantikan disebabkan perhiasan
tambahan seperti alat solek, haruman dan wangian , maka semua ini di tegah diperlihatkan kepada
bukan muhrimnya.


Dari Abu Musa al Asy´ari .- -' · = berkata, Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· bersabda:

"Tiap-tiap wanita yang menggunakan harum-haruman kemudian keluar melewati
sekelompok kaum supaya dicium baunya oleh kaum itu, maka dia adalah seorang wanita
penzina (pelacur) dan setiap mata yang memandangnya juga telah (ikut) melakukan zina
(berzina)." (An-Nasai)



Hadits yang lain, diriwayatkan oleh Abu Hurairah .- -' · = Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· bersabda:

"Siapa saja wanita yang terkena asap wangi-wangian, maka jangan ikut bersama kami
untuk melakukan shalat Isya' pada akhir malam." (Muslim)


Dari Abu Hurairah, bahwa ia suatu saat bertemu dengan seorang wanita yang tercium
olehnya bau wangi-wangian, dan di bagian belakang pakaiannya terdapat kain yang
menyapu tanah. Abu Hurairah berkata, "Wahai amah (hamba) al-Jabbar, apakah engkau
datang dari masjid?" Wanita itu menjawab, "Ya". Abu Hurairah berkata lagi, "Apakah
untuk-Nya engkau memakai wangi-wangian?" Wanita itu menjawab, "Ya". Kemudian Abu
Hurairah menjelaskan, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah _ - ~ =' ^ - - - ~- ~:
bersabda:

"Tidak akan diterima shalat seorang wanita yang memakai wangi-wangian dalam masjid
ini, sehingga ia kembali dan mandi seperti ia mandi janabah (junub)." (Abu Dawud)


Demikian beratnya perbuatan dan dosa wanita yang berhias memakain wangian2 ketika dia keluar
dari rumahnya. Mengapa Nabi . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· begitu tegas memberi amaran terhadap perkara ini
sehingga dikaitkan sebagai wanita pezina dan pelacur? Ini kerana perbuatan memakai wangian,
solekan dsb ketika keluar rumahnya adalah perbuatan pezina2 dan pelacur pada zaman jahilyyah.
Mereka berbuat bagitu untuk menarik perhatian lelaki. Maka wanita2 yang meniru perbuatan mereka
adalah tergolong kepada wanita2 pezina dan pelacur.

Tidak dinafikan wangi2an dan haruman yang dipakai oleh wanita memberikan kesan yang sangat kuat
pada hati lelaki yang mencium baunya sehingga mendorong kepada perbuatan zina, sekurang2 nya
dia telah berbuat zina mata dan zina hati.

KE TUJUH : LARANGAN HENTAK KAKI DAN LARANGAN BERJALAN DI TENGAH2 JALAN.


Firman Allah :

"
V : .Ƈ ;~ - . + - =; ƀ Ƈ ~ -· - - & - .- -= - . - . + Ǝ -- ;

dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang
tersembunyi dari perhiasan mereka..." [An-Noor (24) : 31]



Mentafsirkan ayat ini, berkata Ibnu Kathir,

"Pada zaman jahiliyyah apabila wanita berjalan keluar dan tiada siapa mendengar, mereka akan
menghentak kaki agar lelaki mendengar bunyi gelang kaki mereka. Allah melarang wanita beriman
berbuat demikian. Demikian juga jika mereka memakian perhiasan lain (seperti gelang, anting2 dsb)
mereka di tegah melakukan pergerakan2 yang boleh memperlihatkan hiasan yang mereka pakai
itu.

Juga mereka ditegah memakai wangian apabila mereka keluar rumah, agar wangian mereka di cium
oleh lelaki. Abu Isa At-Tirmizi .- -' · = melapurkan Abu Musa .- -' · = , Rasulullah . ¹ - -'
· - ¹ = »¹ ~· bersabda :
¨Setiap mata melakukan kekejian dan perzinaan, apabila seorang wanita memakai wangian dan
melintasi himpunan manusia, maka dia adalah demikian dan demikian.(iaitu wanita pezina). Beliau
berkata, terdapat satu riwayat hamper serupa dan ianya Hasan Sahih. Hadis ini juga di kemukakan
oleh Abu Dawud dan An-Nasai.

Mengambil I´tibar dari ini, wanita juga dilarang berjalan di bahagian tengah2 jalan kerana ini adalah
sebagai mempamirkan diri kepada orang ramai yang tidak diperlukan. Abu Dawud melapurkan Abu
Usayd Al-Ansari berkata, beliau mendengar Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· bersabda : "

¨ Kalian tidak dibenarkan berjalan di bahagian tengah jalan tetapi hendaklah sentiasa berjalan
dibahagian tepi jalan.¨
(tamat petikan Tafsir)



Diriwayatkan dari Abu Hurairah .- -' · = : Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· bersabda,

"Tidak boleh bagi wanita berjalan di jalan bagian tengah". Hadits Hasan.
( Ibnu Hibban, Al Baihaqi)


Tujuan dari perintah Allah dan Rasul ini adalah supaya terpelihara kehormatan para wanita yang
baik2 serta membezakan mereka dari wanita2 fasiq yang suka bergaul bebas dengan lelaki.

Ulama2 mengambil I´tibar dari perintah ini ; iaitu jika wanita dilarang bergaul dengan lelaki di tengah
jalan / dikhlayak ramai, maka lebih2 lagi tegahan ini wajib di patuhi ketika mereka
berkumpul didalam rumah atau suatu perhimpunan.


KELAPAN : PERINTAH MEMINTA SESUATU DARI BELAKANG HIJAB


Firman Allah Ta´ala :

' - ƃ : . »: - Ǝ- ƀ ~ &·- Ǝ - . »: - -~& - . - -Ž ; : ~& = = ~ - - - = ſ ; + ~ - Ƈ: - - - . + Ƈ: - - :

"dan apabila kamu meminta sesuatu yang harus diminta dari isteri-isteri Nabi maka
mintalah kepada mereka dari sebalik tabir. ara yang demikian lebih suci bagi hati kamu
dan hati mereka dan kamu...[Al-Ahzab (33) : 53]¨


Dari Tafsir Ibnu Kathir,

Maksud ayat ini, sebagaimana kamu dilarang dilarang sama sekali memandang kepada
mereka. Jika salah seorang kamu memerlukan sesuatu, dia jangan melihat mereka tetapi
mintalah dari sebalik tabir."


Dalam keadaan yang serupa, apabila ada suatu keperluan kepada wanita, lelaki adalah di perintah
memintanya dari belakang tabir. Perintah ini bermaksud apabila ada pertemuan di antara wanita dan
lelaki ajnabi kerana suatu keperluan yang diizinkan syara´, maka wajib dipisahkan tempat duduk
mereka dan diadakan tabir antara mereka. Dengan melakukan demikian, terpelihara pandangan dan
hati masing2 daripada melakukan kemungkaran.


Di zaman Rasulullah . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~·, walaupun wanita dibenarkan solat jemaah di Masjid namun
mereka di pisahkan jauh daripada saf2 lelaki. Bahkan Nabi menyebut saf yang paling afdhal bagi
wanita adalah saf yang paling belakang.

Didalam Sahih Bukhari, Ibnu Abbas ; =' ^- meriwayatkan, pada Solat Hari Raya
Rasulullah _ - ~ =' ^ - - - ~- ~: akan memberikan khutbah kemudian Baginda akan memberikan
khutbah yang sama kepada kepada golongan wanita.

Ibnu Hajar Asqalani menyebut didalam Fathul Bari, mensyarahkan Hadis ini, "Rasulullah pergi kepada
golongan wanita secara berasingan menunjukkan para wanita ini di himpun secara berasingan dari
lelaki dan tidak bercampur.¨ (Fathul Bari)


Aisyah .- -' · = meriwayatkan seorang wanita menghulurkan tangannya dari sebalik tabir untuk
menyerahkan sekeping kertas kepada Nabi . ¹ - -' · - ¹ = »¹ ~· segera menarik tangan Baginda dan
berkata,

"Aku tidak tahu samada ini tangan lelaki atau tangan wanita." Aisyah ; =' ^ -,
mengatakan ia adalah tangan wanita." (Riwayat Abu Dawud)


Ulama menarik kesipulan : Apabila ada pertemuan antara lelaki dan wanita di suatu tempat, maka
wajib di pisahkan mereka dan di adakan tabir antara mereka.

Ibn Hajr Asqalaani Ibn Hajr Asqalaani .- -' · = berkata,
"Lelaki dan wanita di larang bercampur gaul di tengah jalan, maka betapa sepatutnya
pergaulan demikian di tegah berlaku didalam rumah? (Fathul Bari)



SYARAT PAKAIAN MUSLIMAH
Semoga Allah MeRahmati Muslimah2 yang memelihara diri mereka dari sekalian perbuatan 1,8, dan
memelihara diri mereka daripada menjadi fitnah kepada lelaki!

Berdasarkan perintah Allah :

"Hendaklah mereka melabuhkan jilbab mereka...."

Ulama2 berkata bahawa yang dimaksudkan dengan "jilbab" adalah sejenis pakaian luar (diatas
pakaian yang biasa di pakai untuk menutup aurat di dialam lingkungan rumah), iaitu dihadapan suami
atau muhrimnya.

Walau bagaimana pun mereka tidak mengkhususkan bentuk pakaian "jilbab" tersebut samada seperti
satu jubah yang sekaligus dari kepala sampai ke kaki (seperti yang dipakai oleh ramai Muslimah di
negara kita) atau ianya terdiri dari dua kain seperti baju kurung yang longgar. Syarat utama yang
wajib dipatuhi adalah :


1..Pakaian luar tersebut itu wajib dilabuhkan dan menutupi seluruh tubuhnya iaitu dari kepala,
tengkuk, dada dan kebawah sampai hujung kakinya (dan termasuk kakinya.)
(yang dikecualikan daripada menutupnya hanya muka dan tapak tangan)


2. Pakaian luar itu longgar/ tidak menampakkan bentuk tubuh.

3. Pakaian luar itu tebal / tidak nipis sehingga ternampak kulitnya.

4. Pakaian luar itu tidak mengandungi hiasan yang menarik perhatian lelaki. Sebaik2nya warna
suram yang tidak menarik perhatian lelaki.

5. Pakaiannya tidak menyerupai pakaian lelaki.

6. Pakaiannya tidak menyerupai pakaian wanita fasiq.


Apabila kesemua syarat2 diatas di penuhi maka tertunailah kewajipan menutup aurat di hadapan
lelaki ajnabi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->