P. 1
skripsi analisis teks atau analisis buku teks

skripsi analisis teks atau analisis buku teks

5.0

|Views: 7,356|Likes:
Published by Namaq Wahyu
Skripsi kajian buku teks/analisis buku teks....
Skripsi kajian buku teks/analisis buku teks....

More info:

Published by: Namaq Wahyu on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2015

pdf

text

original

Dari media tersebut jelas lapi

Perbedaan definisi ini dikhawatirkan akan membuat bingung

pembaca, sehingga akan merusak pemahaman siswa mengenai konsep tersbut.

Apabila menggunakan media

disampaikan maka

yang digunakan agar tidak me

atas tidak sama dengan media yang ada pada buku ajar BSE

Terpadu kelas VII (lihat gambar 4.1)

Struktur Lapisan Atmosfer
(Sumber: Nurdin, 2008:131)

Dari media tersebut jelas lapisan mesosfer terletak di antara 56

Perbedaan definisi ini dikhawatirkan akan membuat bingung siswa atau

pembaca, sehingga akan merusak pemahaman siswa mengenai konsep tersbut.

Apabila menggunakan media untuk menjelaskan konsep yang ingin

maka harus diperhatikan uraian yang dipaparkan dengan medi

gunakan agar tidak merusak maksud yang ingin disampaikan.

64

atas tidak sama dengan media yang ada pada buku ajar BSE IPS

56-80 km.

siswa atau

pembaca, sehingga akan merusak pemahaman siswa mengenai konsep tersbut.

menjelaskan konsep yang ingin

an dengan media

sampaikan.

65

• Derajat panas udara disebut temperatur udara

Seharusnya:

Konsep temperatur udara di atas salah karena temperatur tidak hanya derajat

panas tetapi juga derajat dingin suatu udara. Gabler (1982:559)

mendefinisikan ”temperature is degree of heat or cold and its measurement

(Temperatur adalah derajat panas atau dingin dan rata-rata suatu benda)”.

Temperatur udara tidak hanya berada di atas 0o

(derajat panas) tetapi juga ada

yang berada dibawah 0o

(derajat dingin)

sehingga tidak bisa dikatakan panas

saja. Sehingga temperatur udara dapat didefiisikan sebagai derajat panas

dingin suatu udara, jadi tidak hanya terbatas pada derajat panas saja.

• Tekanan udara yang diberikan oleh setiap satuan luas bidang datar dari

permukaan bumi sampai batas atmosfer disebut tekanan udara.

Seharusnya:

Tekanan udara bukan tekanan yang diberikan oleh setiap satuan bidang datar,

tetapi tekanan udara adalah tekanan yang diberikan kepada setiap satuan

bidang datar oleh udara dari permukaan bumi sampai batas atmosfer.

• Transpirasi, yaitu air yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman dan

diuapkan melalui stomata.

Seharusnya:

Transpirasi bukan air yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman tetapi

proses berubahnya air menjadi gas (uap air) melalui stomata. Menurut

Kolenkow (1974:510) ”transpiration is the transfer of water vapor to the

atmosphere througt the stomata of leaves (transpirasi adalah perpindahan uap

air ke atmosfer melalui stomata daun)”.

66

• Infiltrasi, yaitu proses perembesan air ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori

tanah atau batuan.

Seharusnya:

Konsep di atas kurang tepat karena infiltrasi merupakan proses masuknya air

dari permukaan tanah kedalam tanah melalui lapisan topsoil dengan gerakan

vertikal ke bawah bukan proses perembesan air. Selain itu istilah merembes

menunjukan makna negatif terhadap masuknya air atau bermakna bocor.

2) Definisi yang kurang lengkap

• Gerakan udara secara vertikal dinamakan konveksi.

Sebaiknya:

Konsep di atas kurang tepat karena definisi yang kurang lengkap lengkap.

Gerakan udara secara vertikal tidak terjadi begitu saja karena selalu ada sebab

yang mengakibatkan terjadinya sesuatu, seperti terjadinya angin karena adanya

perbedaan tekanan. Dalam hal ini konveksi dapat di artikan sebagai gerakan

partikel udara secara vertikal sebagai akibat adanya pemanasan permukaan

bumi.

• Evaporasi, yaitu proses berubahnya air menjadi gas (uap air).

Sebaiknya:

Definisi dari konsep evaporasi di atas kurang lengkap karena evaporasi tidak

hanya proses berubahnya air tetapi semua cairan yang bisa menguap. Selain

itu juga belum dijelaskan berubahnya uap air tersebut disebabkan oleh apa.

Gabler (1982:547) berpendapat bahwa, ”Evaporation is process by which a

liquid is converted to the gaseous (or vapor) state by addition of latent heat

67

(Evaporasi adalah proses berubahnya cairan menjadi gas atau uap di seluruh

bagian yang mengalami penambahan panas)”.

• Air artesis, yaitu air yang terletak pada akuifer tertekan.

Seharusnya:

Konsep di atas kurang lengkap karena belum dijelaskan air pada akuifer

tertekan seperti apa. Sehingga perlu dijelaskan lebih lanjut lagi apakah air

yang berada pada akuifer tertekan dibawah permukaan tanah atau air yang

keluar kepermukaan tanah karena adanya akuifer tertekan.

3) Kesalahan pengelompokan atau penggolongan

• Air tanah adalah air yang terdapat di bawah permukaan tanah yang dibatasi

oleh satu atau dua lapisan tanah atau batuan yang kedap air.

Seharusnya:

Air tanah umumnya terdapat pada lapisan batuan yang kedap air. Antara

lapisan tanah dan batuan itu berbeda karena lapisan tanah ada dilapisan batuan

dimana lapisan tanah hanya terdiri dari topsoil (horison A) dan subsoil

(horison B dan C) lihat gambar 4.2.

Gambar 4.2 Lapisan Batuan
(Sumber: Encarta
, 2009)

68

4) Kesalahan konsep karena ketidaksesuaian konsep dengan fakta

• Siklus air dapat dibedakan sebagai berikut.

1. Siklus air pendek

Radiasi matahari dan angin menyebabkan air laut mengalami penguapan.

Kemudian terjadi kondensasi dan membentuk titik-titik air yang disebut awan.

Awan yang jenuh turun sebagai air hujan di permukaan air laut.

2. Siklus air sedang

Air laut mengalami penguapan, kemudian terjadi kondensasi dan membentuk

awan. Awan tertiup angin dan terbawa ke daratan kemudian terjadi hujan di

daratan. Sebagian air hujan akan meresap ke dalam tanah, mengalir ke

permukaan, dan akhirnya menuju ke laut.

3. Siklus air panjang

Air laut mengalami penguapan, lalu terjadi kondensasi dan membentuk awan.

Awan ini terbawa ke daratan dan terjadi hujan berupa hujan salju dan es. Salju

dan es kemudian engendap di permukaan tanah dan pada musim semi mulai

mencair. Air tersebut kemudian sebagian akan meresap ke dalam tanah dan

sebagian lagi akan mengalir ke permukaan tanah, dan akhirnya menuju ke laut.

Seharusnya:

Dari penjelasan siklus di atas dapat disimpulkan bahwa semua uap air

yang ada di atmosfer berasal dari proses penguapan air laut. Padahal uap air

tidak hanya berasal dari air laut, tetapi semua cairan yang berada di permukaan

bumi, baik itu dari danau, sungai, bahkan dari proses transpirasi tumbuhan lihat

gambar 4.3.

69

Gambar 4.3 Ilustrasi Peristiwa Penguapan Air Menjadi Uap Air
(Sumber: Encarta
, 2009)

Antara siklus pendek dan siklus sedang terdapat ketidakjelasan. Pada

siklus pendek disebutkan air laut yang menguap menjadi uap air terkondensasi

menjadi awan dan selanjutnya terjadi hujan yang akan jatuh ke laut lagi.

Padahal belum tentu air yang mengalami penguapan itu berasal dari laut, bisa

juga berasal dari perairan daratan atau dari tumbuhan. Sedangkan siklus

sedang pada konsep di atas hampir sama dengan siklus pendek, hanya air akan

jatuh di darat dan kembali lagi ke laut.

Ketidakjelasan air yang mengalami penguapan, dan akan jatuh kemana,

menyebabkan konsep tersebut tidak tepat dan cenderung tidak konsisten.

Untuk mengklasifikasikan siklus hidrologi dapat digunakan istilah siklus

panjang dan pendek, tetapi bukan berdasarkan asal mula air yang akan

menguap dan akan jatuh kemana. Siklus hidrologi dapat diklasifikasikan

berdasarkan wujud air yang mengalami penguapan. Di mana siklus pendek

berasal dari air yang mengalami penguapan, membentuk awan dan jatuh ke

tanah dalam bentuk air. Air hujan yang jatuh sebagian meresap ke dalam tanah

Evaporasi
dari daratan

Transpirasi
dari tumbuhan Evaporasi dari
lautan

70

dan sebagian lagi mengalir ke permukaan tanah. Untuk lebih jelasnya dapat

dilihat pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4 Ilustrasi Siklus Pendek Hidrologi
(Sumber: Widodo, 2007)

Sedangkan siklus panjang berasal dari air yang mengalami penguapan,

membentuk awan kemudian menyublim membentuk kristal-kristal es dan

turun ke tanah menjadi salju. Salju yang mencair akan meresap ke dalam tanah

dan sebagian lagi mengalir ke permukaan tanah. Untuk lebih jelasnya dapat

dilihat pada Gambar 4.5.

Awan

71

Gambar 4.5 Ilustrasi Siklus Panjang Hidrologi
(Sumber: Juliancolton, 2004:1)

• Gelombang adalah gerakan air laut naik turun atau secara vertikal.

Seharusnya:

Konsep gelombang di atas kurang tepat karena gelombang bukan gerakan naik

turun air laut secara vertikal. Gerakan naik turun itu merupakan visualisasi

dari adanya suatu gelombang, seperti halnya pasang surut air laut. Gelombang

sebenarnya merupakan rambatan suatu energi melalui suatu medium, jadi

dapat disimpulkan bahwa gelombang laut merupakan rambatan energi pada

mediun air, dimana visualisasi rambatan energi pada air dijumpai adanya

puncak dan lembah gelombang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->