P. 1
Just in Time Dan ya Dalam an Industri

Just in Time Dan ya Dalam an Industri

|Views: 198|Likes:
Published by irmanda

More info:

Published by: irmanda on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2014

pdf

text

original

Tugas Research Output Managemen Kinerja Operasional

JUST IN TIME DAN PERKEMBANGANNYA DALAM PERUSAHAAN INDUSTRI

Disusun Oleh : MC. Sukma Irmanda (C4A09126)

Program Magister Managemen Universitas Diponegoro Semarang Angkatan 36 2010

-1-

Suatu proses produksi hanya akan memproduksi apabila diisyaratkan oleh proses berikutnya. Kedua hal tersebut menjadikan -2- . Produksi berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang dalam sistem tradisonal memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi daripada produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya. yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang lebih rendah. Oleh karena itu munculah ide Just In Time yang memproduksi apabila ada permintaan.Padahal tidak seorangpun yang dapat memprediksi masa yang akan dating dengan pasti walaupun dia memiliki pemahaman yang sempurna tentang masa lalu dan memiliki insting yang tajam terhadap kecendrungan yang terjadi di pasar. Sebagai akibatnya pemborosoan dapat dihilangkan dalam skala besar.BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Sistem pemanufakturan tradisional mengatur skedul produksinya berdasarkan pada peramalan kebutuhan di masa yang akan datang.

2. Ide dasar Just In Time sangat sederhana. -3- .perusahaan lebih kooperatif. pada saat diminta. Komitmen terhadap kualitas prima. yaitu berproduksi hanya apabila ada permintaan (full system) atau dengan kata lain hanya memproduksi sesuatu yang diminta. peningkatan kualitas. Menghilangkan semua aktifitas atau sumber-sumber yang tidak memberikan nilai tambah terhadap produk atau jasa. Prinsip dasar Just In Time adalah peningkatan kemampuan perusahaan secara terus menerus untuk merespon perubahan dengan minimisasi pemborosan. Just In Time merupakan filosofi pemanufakturan yang memiliki implikasi penting dalam manajemen biaya. Terdapat empat aspek pokok dalam konsep Just In Time yaitu: 1. serta perbaikan kinerja pengiriman. Tujuan utama Just In Time adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya. dan hanya sebesar kuantitas yang diminta.

Membangun kembali hubungan dengan pemasok. Membuat pesanan pembelian yang lebih kecil dan lebih sering. bahan baku barang dalam proses atau barang jadi bagi seorang produsen) yang ditahan.3. Memberikan tekanan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan visibilitas aktivitas yang memberikan nilai tambah. Perusahaan-perusahaan keuntungan potensial dari : meningkatkan perhatian terhadap 1. Kedua hal di atas berhubungan dengan peningkatan minat dalam sistem pembelian tepat waktu (Just In Time). 4. Pembelian Just In Time adalah pembelian barang atau bahan sedemikian rupa sehingga pengiriman secara tepat mendahului permintaan atau penggunaan. Mendorong perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi. Dalam keadaan ekstrim tidak adanya persediaan (barang untuk dijual bagi seorang pengecer. 2. Perusahaan yang menggunakan pembelian Just biasanya menekankan biaya tersembunyi yang In Time berhubungan -4- .

I.dengan menahan tingkat persediaan yang tinggi. Bagaimana produksi dalam sistem Just In Time. Biaya tersembunyi ini meliputi jumlah ruang penyimpanan yang lebih besar dan jumlah kerusakan±kerusakan yang cukup besar. Penghapusan pemborosan apa saja yang dapat ditimbulkan dari sistem Just In Time. Bagaimana persediaan dalam sistem Just In Time. Bagaimana pembelian dalam sistem Just In Time.2 RUMUSAN MASALAH Pokok-pokok permasalahan dalam perkembangan Just In Time di perusahaan industri yang sering terjadi dalam hal ini adalah : Pengertian Just In Time. Apa sajakah persyaratan dalam sistem Just In Time. Konsep-konsep apa sajakah yang terdapat dalam sistem Just In Time. Bagaimana interval waktu produksi dalam sistem Just In Time. -5- .

3 TUJUAN PENELITIAN Untuk memberi pemecahan masalah secara berkelanjutan dan memaksa untuk menghilangkan pemborosan dan mendukung produksi yang ramping melalui Just In Time I.4 KEGUNAAN PENELITIAN Diharapkan dengan mempelajari Just In Time ini dapat diterapkan dalam perusahaan untuk menghilangkan pemborosan dalam produksi dan materi Diharapkan dengan mempelajari Just In Time dapat berpotensi menurunkan biaya-biaya pengeluaran -6- .- Apa sajakah elemen-elemen kunci dalam Just In Time. I. - Bagaimana pengaruh Just In Time terhadap operasional pabrik.

Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen lainnya.I. termasuk bahan baku dan suku cadang. ruang dan waktu produksi. dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas dan mengurangi pemborosan.1 KONSEP DASAR Pengertian Just In Time Menurut Henri Simamora dalam bukunya Akuntansi Manajemen. Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya.I II. Tenaga kerja langsung dalam lingkungan Just In Time dipertangguh dengan perluasan tanggung jawab yang berkontribusi pada pemangkasan pemborosan biaya tenaga kerja.BAB II TELAAH PUSTAKA & PENGEMBANGAN MODEL II. personalia. Metode produksi Just In time mensyaratkan tidak adanya persediaan bahan baku karena bahan baku dan suku cadang -7- .

ruang dan waktu produksi. Tujuannya adalah untuk mengangkat produktifitas dan mengurangi pemborosan. Hipotesis 1 : Just In Time dapat mengangkat produktivitas dan mengurangi pemborosan II. Perusahaan-perusahaan pabrikasi menyimpan tiga jenis persediaan : bahan baku.2 Persediaan Just In Time Just In Time adalah suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya. dan barang jadi. Just In Time didasarkan pada konsep arus produksi yang berkelanjutan dan mensyaratkan setiap bagian proses produksi bekerja sama dengan komponen-komponen lainnya. personalia. barang dalam proses.dijadwalkan untuk sampai ke pabrik dari pemasok hanya pada saat dibutuhkan saja. termasuk bahan baku dan suku cadang.I. -8- . dan fasilitas dipakai sebatas dibutuhkan. Tenaga kerja langsung dalam lingkungan Just In Time dipertangguh dengan perluasan tanggung jawab yang berkontribusi pada pemangkasan pemborosan biaya tenaga kerja.

kejadian yang memicu proses Produksi berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang dalam sistem tradisonal memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi daripada produksi berdasarkan -9- . Perusahaan yang mengadopsi system Just In Time ke proses produksinya mestilah merancang kembali fasilitas . Persediaan-persediaan ini dirancang untuk bertindak sebagai penyangga sehingga kegiatan-kegiatan perusahaan tetap dapat berjalan mulus kendatipun para pemasok terlambat melakukan pengiriman atau bilamana sebuah departemen tidak mampu beroperasi selama beberapa waktu karena sesuatu atau hal lainnya.fasilitas pabrikasinya dan kejadian . Namun penyimpanan persediaan-persediaan itu sudah barang tentu memakan biaya besar. Sistem Just In Time merupakan upaya untuk mengurangi atau menghilangkan persedian.Persediaan-persediaan ini dirancang untuk bertindak sebagai penyangga sehingga kegiatan-kegiatan perusahaan tetap dapat berjalan mulus kendatipun para pemasok terlambat melakukan pengiriman atau bilamana sebuah departemen tidak mampu beroperasi selama beberapa waktu karena sesuatu atau hal lainnya.

Oleh karena itu munculah ide Just In Time yang memproduksi apabila ada permintaan. Kedua hal tersebut menjadikan perusahaan lebih kooperatif. Tujuan utama Just In Time adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya.2 KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS Just In Time Dalam Persediaan & Produksi - - Dapat meningkat produktivitas & mengurangi pemborosan Meningkatkan laba perusahaan . Hipotesis 2 : Just In Time untuk dapat meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya. Suatu proses produksi hanya akan memproduksi apabila diisyaratkan oleh proses berikutnya. serta perbaikan kinerja pengiriman II. Sebagai akibatnya pemborosoan dapat dihilangkan dalam skala besar. peningkatan kualitas.permintaan yang sesungguhnya. serta perbaikan kinerja pengiriman. peningkatan kualitas.10 - . yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang lebih rendah.

peningkatan kualitas. serta perbaikan kinerja pengiriman .II.11 - .3 HIPOTESIS Hipotesis 1 : Just In Time dapat mengangkat produktivitas dan mengurangi pemborosan Hipotesis 2 : Just In Time untuk dapat meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya.

peningkatan kualitas. serta perbaikan kinerja pengiriman. Oleh karena itu muncullah ide Just In Time (JIT) yang hanya memproduksi apabila ada permintaan. Ada empat aspek pokok dalam sistim JIT yaitu : .BAB III KESIMPULAN Dalam menangani tingginya biaya. Prinsip dasar JIT adalah meningkatkan kemampuan secara terusmenerus untuk merespon perubahan dengan meminimisasi pemborosan. yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang lebih rendah. Akibatnya pemborosan dapat dihilangkan dalam skala besar. Tujuan utama JIT adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya. menurunnya laba.12 - . dan menajamnya persaingan telah mengakibatkan perusahaan mencari cara-cara untuk merampingkan kegiatan usaha mereka dan mengumpulkan lebih banyak data akurat untuk tujuan pengambilan keputusan.

Mendorong perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi. Persediaan JIT adalah untuk sistem persediaan yang dirancang guna mendapatkan barang secara tepat waktu.13 - . Sistim JIT menghapus kebutuhan akan persediaan karena tidak ada produksi sampai barang akan dijual. Pada persediaan JIT mensyaratkan bahwa proses atau orang yang membuat unit-unit rusak dapat dikirim untuk menunggu pengerjaan ulang atau menjadi bahan sisa. - Komitmen terhadap kualitas prima.- Menghilangkan semua aktivitas atau sumbersumber yang tidak memberikan nilai tambah terhadap produk. - Memberikan aktivitas tekanan dan pada penyederhanaan visibilitasyang peningkatan memberikan nilai tambah. Dalam system JIT menerapkan untuk membeli barang hanya dalam kuantitas yang dibutuhkan saja. Hal ini berarti bahwa perusahaan harus mempunyai pesanan terus menerus agar dapat berproduksi. Untuk itu perusahaan harus .

14 - . Produsi JIT adalah suatu sistem dimana tiap komponen dalam jalur produksi menghasilkan secepatnya saat diperlukan dalam langkah selanjutnya dalam jalur produksi. Hal ini agar tidak adanya persediaan di gudang. Jika pelanggan senang maka ia akan sering melakukn pesanan terhadap perusahaan produksi dan sebaliknya jika pelanggan tidak puas maka pelanggan akan memilih keperusahaan produksi lainnya. . Dalam pengiriman barang dalam JIT harus tepat waktu. Untuk perusahaan harus memperhatikan kualitas mutunya.mengikat kontrak panjang kepada pemasok agar bersedia mengirimkan barang yang kita pesan sesering mungkin. sesuai dengan jumlah pesanan dan dengan kualitas yang bermutu tinggi. Karena hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan produksi. Pada system JIT perusahaan harus meningkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan perusahaan yang lain. Perusahaan harus memproduksi barang sesuai dengan jumlah pesanan agar tidak adanya persediaan.

New York : Rath. 1996. 4. Hansen & Mowen. Ed. Hubbard & Luthy. 1994. Total Quality Management. San Fransisco : West Publishing Company. Raybun. Mulyadi. 2000. Edward. The Just In Time Breakthough. Fandi dan Diana Anastasia. Akuntansi Biaya. 1999. 1999. Akuntansi Biaya. Cost Accounting. 6. Yokyakarta : Erlangga. Akuntansi Manajemen. Jakarta : Salemba Empat.DAFTAR PUSTAKA Tjiptono. 5. Yogyakarta : Andi Offset. Jakarta : Salemba Empat. Akuntansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian.15 - . Ed. Akuntansi Biaya Dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Biaya. Maher. Yogyakarta : Erlangga. Jakarta : Salemba Empat. Hay. Jakarta : Erlangga. Henri. Akuntansi Manajemen. Milton. 4. 1994. Deakin. Cherrington. 1998. 1999. Gayle. Simamora. . F. 1999. Ed. Usry. Ed.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->