P. 1
Materi Orientasi Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru

Materi Orientasi Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru

|Views: 1,034|Likes:
Published by naniek_rosyidah

More info:

Published by: naniek_rosyidah on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Pendahuluan
  • B. Karya Tulis Ilmiah
  • E. Metode Ilmiah
  • F. Hubungan Metode Ilmiah dengan Penelitian
  • G. Apakah yang Dimaksud dengan Penelitian?
  • H. Bagaimana Penelitian di Bidang Pendidikan
  • J. Bagaimana macam KTI yang berasal dari Laporan Penelitian?
  • K. Bagaimana Menilai KTI hasil Penelitian?
  • N. Apa Isi Bab Tinjauan Pustaka?
  • O. Apa Isi Bab Metode Penelitian?
  • P. Penutup

MATERI 1 PEMATERI

: Kebijakan Pembangunan di Bidang Agama : Drs. IGAK Suthayasa, M.Si

Visi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali adalah terwujudnya masyarakat bali yang taat beragama, cerdas, sejahtera dan damai. Misi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali:
1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama

2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama 3. Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan 4. Meningkatkan kualitas pelayanan haji 5. Meningkatkan kualitas tata kelola dan Pencitraan Keputusan Menteri Agama (KMA) No : 397 / 2002 menyatakan bahwa tri program inti Departemen Agama (saat ini sudah berganti nama menjadi Kementerian Agama) adalah: 1. Terwujudnya masyarakat yang agamis, berperadaban luhur, berbasiskan hati nurani yang disuarai oleh ajaran agama. 2. Terhindarnya prilaku radikal, ekstrem, tidak toleransi dan eksklusif dalam khidupan beragama, sehingga terwujud masyarakat yang rukun & damai dalam kebersaman & ketentraman. 3. Terbinanya masyarakat agar menghormati, mengamalkan ajaran agama dengan sebenar-benarnya mengutamakan perasaan, menghormati perbedaan melalui internalisasi ajaran agama. Tugas pokok dan fungsi Kementerian Agama Republik Indonesia adalah melaksanakan sebagian pembangunan di bidang agama. Pada fungsi pariwisata dan budaya mencakup program pembinaan dan peningkatan partisipasi pemuda. Pada fungsi pendidikan, meliputi: Program Pendidikan Anak usia Dini, Program WAJAR 9 Tahun, Program Pendidikan Menengah, Program Pendidikan Non Formal, Program Pendidikan Tinggi, Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kependidikan, Program Manajemen Pelayanan Pendidikan, dan Tenaga Program

Peningkatan Pendidikan Agama & Keagamaan. Pada fungsi perlindungan social meliputi Program Penguatan Kelembagaan yang menangani Gender dan Anak Program prioritas tahun 2008: 1. Peningkatan Pelayanan Haji 2. Peningkatan Pelaksanaan Pendidikan Agama & Pendidikan Keagamaan 3. Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama 4. Peningkatan Kerukunan Umat Beragama 5. Peningkatan Pemberantasan KKN

MATERI 2 PEMATERI

: Struktur Organisasi Kementerian Agama dan Peta Kekuatan Personil Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali : Drs.H.Syamsul Bahri, M.PdI

Unit pelaksanaan tugas (UPT) yang dimiliki oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Bali meliputi: 1. K.U.A KEC. = 32 BUAH 2. MADRASAH / SEKOLAH - MIN - MTSN - MAN = 15 BUAH = 7 BUAH = 4 BUAH

3. STAIN, STAHN, UIN, IAIN 4. BALAI DIKLAT KEAGAMAAN 5. BALAI PENELITIAN & PENGEMBANGAN AGAMA Berikut ini adalah keadaan pegawai Kanwil Departemen Agama Prov Bali (Per Juni 2010) yang terdiri atas penyebaran pegawai di persatuan organisasi, jumlah pegawai sesuai golongan, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin. PENYEBARAN PERSATUAN ORGANISASI
1. Kanwil 2. Kandepag Buleleng 3. Kandepag Jembrana 4. Kandepag Tabanan 5. Kandepag Badung 6. Kandepag Gianyar 7. Kandepag Bangli 8. Kandepag Klungkung 9. Kandepag karangasem 10. Kandepag Denpasar 11. MAN/MTsN

: 137 orang : 303 orang : 244 orang : 177 orang : 158 orang : 167 orang : 98 orang : 130 orang : 224 orang : 226 orang : 276 orang : 2140 orang

JUMLAH

JUMLAH PEGAWAI PER GOLONGAN 1. Golongan III 2. Golongan II 3. Golongan IV
4. Golongan I

: 1421 orang : : : 379 orang 338 orang 2 orang

JUMLAH TINGKAT PENDIDIKAN

: 2140 orang

S-2 S-1 D-3 D-2 SMU SMP SD

: : : : : :

68 orang 79 orang 212 orang 257 orang 3 orang 4 orang

: 1517 orang

JUMLAH MENURUT JENIS KELAMIN 1. Laki-Laki
2. Perempuan

: : :

1109 orang 1031 orang 2140 orang

JUMLAH

STRUKTUR DEP. AGAMA RI (PMA NO.3 TAHUN 2006), STRUKTUR KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROVINSI BALI KMA NO. 373/2002 TYPELOGI II, STRUKTUR KANDEPAG KABUPATEN/KOTA PROV. BALI TYPELOGI 2 L, serta STRUKTUR KANDEPAG KABUPATEN/KOTA PROV. BALI TYPELOGI 2 K- BULELENG dapat dilihat pada halaman berikutnya. Permasalahan. Apakah kantor wilayah kementerian agama propinsi bali masih kekurangan pegawai ? Unit tertentu kelebihan pegawai, namun tugas-tugas belum bisa dilaksanakan dengan baik, karena kurangnya tenaga yang memiliki kualitas yang sesuai dengan kualifikasi , dedikasi dan loyalitas yang baik. RENUNGAN
 Sumber Daya manusia (SDM) merupakan unsur penting dalam organisasi

 Kemampuan SDM harus selalu ditingkatkan
 Dengan SDM yang terampil dan berakhlaq mulia, tujuan organisasi akan

mudah tercapai  Forum Orientasi Angka Kredit Guru sangat penting sebagai upaya peningkatan dan pembinaan SDM

MATERI 3 PEMATERI

: Basic Kompetensi Guru : Drs.H.M. Sholeh, M.PdI

Menurut Pasal. 1 UU No. 14 Tahun 2005 dan Pasal. 1 PP No. 74 Tahun 2008, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 8 UU No. 14 Tahun 2005 dan Pasal 2 PP No. 74 Tahun 2008). Tujuan Pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, andiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab (Pasal 3 UU No. 20/2003 SISDIKNAS). Kedudukan guru berdasarkan Pasal 2 UU No. 14 Tahun 2005: 1. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah,dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundangundangan. 2. Pengakuaan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikasi pendidik. Fungsi guru berdasarkan Pasal 4 UU No. 14 Tahun 2005 adalah kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu Pendidikan Nasional Prinsip profesionalisme berdasarkan Pasal 7 UU No. 14 Tahun 2005: A. B. C. D. tugas; E. F. prestasi kerja; Memiliki keprofesionalan; Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme; Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan ketaqwaan dan akhlak mulia; Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang

dan Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Pemberdayaan profesi guru menurut Pasal 7 ayat (2) UU No. dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Pasal 3 (4) PP No. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. 74 Tahun 2008adalah kompetensi pedagogic. keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki. Arif & bijaksana d. 74 Tahun 2008 menerangkan bahwa kompetensi kepribadian yang dimiliki seorang guru yaitu: a. 2005. nilai cultural. dihayati. Evaluasi hasil belajar h. bahwa pemebrdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis. Perancangan pembelajaran e. nilai Keagamaan. Mantap f. Berwibawa g. kompetensi kepribadian. tidak diskriminatif. Pemanfaatan teknologi pembelajaran g. dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas dan keprofesionalan kompetensi guru yang diamanatkan oleh Pasal 10 (1) UU No. H. 14 Tahun 2005 dan Pasal 3 (2) PP No. dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). I. Pemahaman wawasan / landasan kependidikan b. kemajemukan bangsa. 14 Th. berkeadilan. 14 Tahun 2005 adalah seperangkat pengetahuan. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Stabil .G. Berakhlak mulia c. Pemahaman terhadap peserta didik c. Pengembangan kurikulum atau silabus d. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik & dialogis f. 74 Tahun 2008 menerangkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogic adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik dalam hal: a. Demokratis e. dan kode etik profesi. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya Pasal 3 (5) PP No. Kompetensi menurut Pasal 1 (10) UU No. Beriman & bertakwa b. kompetensi social.

Jujur j.3) UU No. pimpinan satuan pendidikan. teknologi. Obyektif mengevaluasi kinerja sendiri m. dan / atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu) serta konsep dan metode disiplin keilmuan.24/2006. KEPRIBADIAN B C E D F . Penampilan ini A dapat digambarkan sebagai suatu piramida dengan KOMPONEN. tenaga kependidikan. oleh masing-masing satuan pendidikan /sekolah. PROFESIONAL D. yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan. 14 Tahun 2005: a) Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan b) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah c) Sertifikasi dilaksanakan secara objektif. 74 Tahun 2008) adalah kemampuan untuk: a) Berkomunikasi lisan. 74 Tahun 2008). Mengembangkan diri secara mandiri & berkelanjutan Kompetensi social yang harus dimiliki seorang guru (Pasal 3 (6) PP No. dan / atau seni dan budaya yang diampuny. PROSES E. teknologi. dan akuntabel Seorang guru diharapkan memiliki penampilan professional. tulis. semua sekolah telah melaksanakan KTSP.sebagai berikut: bagian-bagian KOMPONEN : A. Beberapa hal tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi a) b) c) Kurikulum 2004 (KBK) disempurnakan menjadi KTSP mulai tahun KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan Departemen Pendidikan Nasional mengharapkan paling lambat tahun 2006/2007 melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Beberapa hal tentang sertifikasi Pasal 11 (1. PENAMPILAN B. mata pelajaran. Teladan bagi peserta didik & masyarakat l. transparan. PENYESUAIAN DIRI F. dan / atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu (Pasal 3 (7) PP No. mata pelajaran. dan /atau isyarat secara santun b) Menggunakan teknologi komunikasi & informasi c) Bergaul secara efektif dengan peserta didik. atau seni yang relevan. 2009/2010. SUBYEK C. baik dalam hal materi (secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan.2. Dewasa i. orang tua / wali peserta didik d) Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku e) Menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan Kompetensi professional adalah kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan.h. sesama pendidik. Sportif k.

Keterangan: A. Guru memelihara hubungan profesi. Subyek : kemampuan penguasaan substansi pengetahuan yang relevan dengan bidang jabatan & tugas pendidik secara tepat dan efektif C. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan 4. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian 6. dsb.laksanakan kejujuran profesional 3. kritis. Penyesuaian diri : komponen penyerasian dan penyesuaian diri terhadap tuntutan lingkungan berdasarkan karakteristik pribadi untuk mencapai keefektifan kinerja kependidikan F. Profesional : kemampuan penguasaan substansi pengetahuan & keterampilan teknis keahlian khusus dalam bidang jabatan & tugas pendidik diperoleh melalui pendidikan dan atau latihan khusus D. rasional. Guru membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya 2. Proses : kemampuan penguasaan proses mental intelektual yang mencakup proses berfikir (logis. semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial 8. Guru memiliki dan me. Kepribadian : kualitas keseluruhan perilaku sebagai prasyarat fundamental bagi terwujudnya penampilan kinerja secara keseluruhan Pengembangan Profesional Guru (1) Kode Etik Guru Indonesia 1. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan . Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar 5. Penampilan : kemampuan mewujudkan perilaku kinerja sesuai bidang jabatan & tugas pendidik B. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua siswa`dan masyarakat mutu dan martabat profesinya 7. kreatif) dlm pemecahan masalah. sebagai prasyarat bagi terwujudnya penampilan kinerja pendidik E. pembuatan keputusan.

Everyone is a teacher here: a) Bagikan kertas/card kepada siswa dan mintalah mereka untuk menuliskan pertanyaan tentang hasil belajar dan materi yang harus dikuasai b) Kumpulkan kertas-kertas tersebut. d) Kembangkan diskusi e) Klarifikasi Hasil Belajar . Menyeimbangkan kerja dan hidup. Menempatkan. Mengembangkan sikap “mengambil resiko” (dalam melaksanakan tugas). dan bagikan kembali kepada siswa secara acak. Memonitor dan menguatkan hubungan perkembangan guru dan siswa. Melaksanakan perbaikan yang berkesinambungan dan belajar sepanjang masa. 7. Menghargai orang secara total ketika bekerja bersama-sama. Strategi Mengaktifkan Kelas 1. Mendukung kepala sekolah untuk mengembangkan kegiatan profesional yang interaktif. ketika.9. Melakukan evaluasi diri tentang. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan Pengembangan Profesional Guru (2) 1. 8. kocok. c) Undang volunter/sukarelawan untuk maju ke depan dan membacakan pertanyaan. 4. 3. 9. 5. b) Siswa diminta buat pertanyaan hal-hal yang belum dimengerti c) Kumpulkan semua pertanyaan dan kelompokkan jenisnya atau yang paling banyak dibutuhkan siswa d) Mulailah pelajaran dengan menjawab dan menjelaskan hal-hal yang mereka tanyakan. Mencari variasi dan menghindari permusuhan (dalam bekerja). serta memberikan jawaban/ tanggapan atas pertanyaan tersebut. Mempunyai keinginan bekerja dengan rekan guru yang lain. 10. Strategi belajar aktif (active learning startegy): A. Learning Starts with a Question a) Bagikan bahan belajar Minta mereka belajar berpasangan. mendengarkan dan mengungkapkan suara hati. 2. Meredefinisi perananya dalam kelas. Percaya pada proses. dan sesudah mengajar. 12. 11. 6. 2.

e) Brainstorming (panel) membandingkan hasil diskusi kecil antar kelompok f) Klarifikasi dan kesimpulan mendiskusikan jawaban .3. The Power of Two: a) Ajukan satu atau dua pertanyaan/masalah yang membutuhkan perenungan (reflection) dan pemikiran (thinking) b) Siswa diminta menjawab tertulis secara perorangan c) Kelompokkan mereka berpasangan (dua-dua). d) Mintalah mereka saling menjelaskan dan baru.

pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme guru. Pada aturan tersebut di antaranya dinyatakan.Pd. widyaiswara. teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar/kepengawasan dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan (berdasar definsi pada Kepmendidbud No. modul diklat. buku pelajaran. tulisan ilmiah popular. diwajibkan adanya angka kredit yang harus diperoleh dari Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kegiatan pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan. 16 Tahun 2009) B. berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu. M. tinjauan ilmiah. menemukan teknologi tetap guna. Karena kegiatan ilmiah itu banyak macamnya. maka laporan kegiatan ilmiah (= KTI) juga beragam. diktat . pedoman. Karya Tulis Ilmiah (selanjutnya disingkat KTI) pada dasarnya merupakan laporan tertulis tentang (hasil) suatu kegiatan ilmiah. serta Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993. tulisan ilmiah populer. pengawas. hasil penelitian. dan kegiatan kolektif guru. guru. soal dan sejenisnya. dan (3) karya inovatif (Permenpan No. mengikuti pengembangan penyusunan standar. buku. Karya Tulis Ilmiah Jenis pengembangan diri berupa diklat fungsional. menemukan/menciptakan karya seni.Pd A. Publikasi ilmiah berupa: presentasi pada forum ilmiah. buku dalam bidang pendidikan. penghargaan. (1) pengembangan diri. kita semua sependapat bahwa tenaga pendidik (seperti mencerdaskan bangsa. dan kesejahteraannya. buku pedoman guru.. telah dan akan terus dilakukan. karya terjemahan. nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dan diperbaharui menjadi Permenpan Nomor 16 tahun 2009. artikel ilmiah. S. Karya inovatif. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 84/1993 penetapan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.MATERI 4 : Tehnik Pembuatan Karya Tulis Pengembangan Profesi PEMATERI: I Wayan Surata. (2) Publikasi ilmiah. membuat/memodifikasi alat pelajaran. Pendahuluan Kiranya. Tujuannya agar mereka lebih mampu bekerja secara profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. bahwa untuk keperluan kenaikan pangkat/jabatan Guru Pembina /Golongan IIIb ke atas. sebagai tenaga pendidik. 025/0/1995) Terdapat tiga macam kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan guru yaitu. Ada yang berbentuk laporan penelitian. dosen dan lain-lain) memegang peran penting dalam upaya Karena itu.

dan lain-lain. semua KTI (sebagai tulisan yang bersifat ilmiah) mempunyai kesamaan. widyaiswara maupun pengawas.5 angka kredit) adalah KTI hasil penelitian perorangan yang dipublikasi dalam bentuk buku. KTI juga berbeda bentuk penyajiannya sehubungan dengan berbedanya tujuan penulisan serta media yang menerbitkannya. yaitu: • • • • hal yang dipermasalahkan berada pada kawasan pengetahuan keilmuan kebenaran isinya mengacu kepada kebenaran ilmiah kerangka sajiannya mencerminan penerapan metode ilmiah tampilan fisiknya sesuai dengan tata cara penulisan karya ilmiah Macam kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan oleh guru. berupa angka kredit yang dapat dipakai untuk memenuhi persyaratan dalam usulan kenaikan pangkat/jabatannya. berikut disajikan ringkasan macam kegiatan pengembangan profesi peraturan yang berlaku saat ini. yang ditetapkan berdasar Guru • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan Widyaiswara • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan Pengawas • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Diktat • Karya terjemahan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Karya terjemahan • Orasi ilmiah sesuai dalam pertemuan ilmiah dengan bidang yang diajarkan . Besarnya angka kredit KTI berbeda-beda tergantung pada macam dan lingkup publikasinya. merupakan bagian penting dari macam KTI yang dapat dibuat oleh guru. Sebagai gambaran. Berdasar aturan yang berlaku. Dan yang terendah bernilai 1 angka kredit. . Hal itu karena berbedanya tugas dan tanggung jawab mereka. Hubungan KTI dengan Kegiatan Penelitian Penelitian merupakan kegiatan ilmiah. Meskipun berbeda macam dan besaran angka kreditnya. untuk KTI yang berupa diktat. laporan hasil penelitian juga merupakan Karya Tulis Ilmiah. KTI yang berangka kredit tertinggi (12. guru dan pengawas. C. sebagaimana tampak pada tabel berikut. Sehingga. KTI yang merupakan laporan hasil penelitian. widyaiswara atau pengawas berbeda-beda. Bila seorang guru menulis KTI (dengan benar) maka kepadanya diberikan penghargaan. Bahkan.

KTI pada kegiatan pengembangan profesi terdiri dari 7 (tujuh) macam.0 4.0 3. atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada yang disampaikan sebagai pertemuan ilmiah prasaran dalam pertemuan ilmiah KTI yang berupa buku Berupa buku yang bertaraf pelajaran nasional Berupa buku yang bertaraf propinsi KTI yang berupa diktat Berupa diktat yang digunakan di pelajaran sekolahnya KTI yang berupa karya Berupa karya terjemahan buku terjemahan pelajaran/ karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan Dari tabel di atas 6.0 4.0 2 3 4 5 6 7 KTI hasil penelitian. Salah satu bentuk KTI yang akhir-akhir ini. KTI jenis ini mempunyai nilai angka kredit 4 (empat).5 2.0 8. Berupa buku yang diedarkan pengkajian.0 2. yang dapat dirinci sebagai berikut: No 1 Macam KTI Macam publikasinya Angka kredit 12.5 6. akhir-akhir ini kegiatan membuat KTI yang berupa laporan hasil penelitian. . survei dan atau secara nasional evaluasi Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah yang diakui oleh Depdiknas Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional Berupa makalah KTI yang merupakan tinjuan Berupa buku yang diedarkan atau gagasan sendiri dalam secara nasional bidang Berupa tulisan (artikel ilmiah) pendidikan/kepengawasan yang dimuat pada majalah ilmiah yang diakui oleh Depdiknas Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional Berupa makalah KTI yang berupa tulisan Berupa tulisan (artikel ilmiah) ilmiah popular yang yang dimuat pada media masa disebarkan melalui media masa KTI yang berupa tinjuan. Berupa makalah dari prasaran gagasan.0 7. menunjukan jumlah yang semakin meningkat. Bahkan. tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk makalah. cenderung banyak dilakukan oleh para guru dan pengawas adalah KTI hasil penelitian perorangan yang tidak dipublikasikan.5 5 3 1 2.5 terlihat bahwa KTI yang berupa laporan hasil penelitian dapat dipakai sebagai salah satu macam kegiatan pengembangan profesi tenaga pendidik.

Artinya. Penalaran yang mengacu pada kebenaran koherensi (mengandung kebenaran yang sesuai dengan pengetahuan ilmu yang telah ada) dan korespondensi (mengadung kebenararan yang sesuai dengan fakta empirik) merupakan salah satu proses berpikir dalam menarik kesimpulan. Dengan demikian. maka kegiatan tersebut dapat berupa penelitian eksperimen. Menggunakan akal dapat tersusun pengetahuan yang bersifat rasional. apa obyek telaahannya. karena hanya dengan cara itulah. ilmu mengacu pada dunia rasional (yang didapat dari akal pikiran) dan dunia empirik (yang didapat melalui . melakukan kegiatan seperti itu. atau penelitian tindakan yang semakin layak untuk menjadi prioritas kegiatan. Ilmu berhubungan erat indera). dan sistematis dan dapat teruji kebenarannya.KTI yang berupa laporan hasil penelitian tersebut cenderung diminati dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi. dan bagaimana mendapatkannya. ilmu merupakan pengetahuan yang rasional. Bagi sebagian besar guru. dapat berupa tindakan untuk “menguji atau menerapkan” hal-hal “baru” dalam praktik pembelajarannya. Pikiran berangkat dari kebenaran pengetahuan (proposisi) yang berlaku umum (premis mayor. berbagai inovasi baru dalam pembelajaran. 3. memerlukan verifikasi maupun penerapan dalam proses pembelajaran. baik secara rasional maupun secara empirik. adalah dilakukannya kegiatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya. Saat ini. 2. Kegiatan nyata dalam proses pembelajaran. asumsi) untuk menyimpulkan persoalan yang khusus. di antaranya karena: 1. Ilmu sebagai bagian dari pengetahuan mempunyai ciri-ciri khusus baik dilihat dari untuk apa ilmu itu. Para guru makin memahami bahwa salah satu tujuan kegiatan pengembangan profesi. konsisten. yang disebut sebagai ilmu (science). berdasarkan pada dengan akal dan indera. Kegiatan tersebut. Menurut Suriasumantri (1981) terdapat dua cara berpikir yang umum dipakai untuk memecahkan masalah: cara berpikir analitik (deduksi) dan cara berpikir sintetik (induksi). Berpikir analitik (deduksi) bersandar pada logika silogisme. harus dilaksanakan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Kesimpulan yang dihasilkannya merupakan hasil kegiatan berpikir dan berwujud pengetahuan dengan ciri yang spesifik. konsisten dan merupakan satu kesatuan sistem terhadap pengetahuan keilmuan yang telah ada sebelumnya. Kegiatan Ilmiah Manusia mendapatkan ilmu berkat kemampuannya bernalar. D. sudah terbiasa dilakukan. Apabila kegiatan tersebut dilakukan di kelasnya. mereka akan mendapat jawaban yang benar secara keilmuan terhadap apa yang ingin dikajinya.

Hubungan Metode Ilmiah dengan Penelitian Pengetahuan yang benar dapat diperoleh manusia baik melalui pendekatan non-ilmiah maupun pendekatan ilmiah. Kebenaran penyimpulan deduktif tidak saja sangat tergantung pada kebenaran yang bersifat umum dan tetapi juga pada kebenaran dalam penarikan kesimpulannya. Metode keilmuan merupakan kerangka berpikir yang bersifat tanpa henti.pengetahuan yang bersifat umum tersebut. Namun. Sebaliknya.Pendekatan ilmiah yang dilakukan melalui metode keilmuan dapat dilakukan baik secara informal dalam kehidupan sehari-hari. berpikir sintetik pikiran berangkat dari pengetahuan yang bersifat khusus (fakta-fakta) dan dengan menggunakan fakta-fakta tersebut diperoleh pengetahuan yang bersifat umum. Metode Ilmiah Melihat kelemahan kedua cara berpikir itu. dan lebih formal dan yang umumnya bertujuan untuk menemukan. yang kemudian memberikan beberapa keuntungan. ilmiah. Penggabungan cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif itu diharapkan dapat F. mengembangkan. Hal itulah yang menjadikan pengetahuan keilmuan terus bertambah secara kumulatif. atau menguji kebenaran suatu pengetahuan yang memiliki kemampuan deskripsi . Kebenaran persoalan khusus itu. Sedangkan kebenaran penyimpulan induktif juga sangat tergantung pada kebenaran hasil pengamatan empiric yang tidak jarang menyesatkan. E. dan penyahihan (verifikasi) yang terus menerus tak kunjung henti. penelitian atau riset (research) merupakan penyelidikan suatu masalah secara sistematis. dikenal dipadukanlah cara berpikir sebagai metode ilmiah. Banyak sekali kesamaan antara penelitian dan metode ilmiah. yang merupakan suatu teknik penyimpulan yang dilandasi oleh logika matematika. Baik cara berpikir deduktif maupun induktif keduanya mempunyai kelemahan. Selanjutnya Suriasumantri menyatakan. kritis. maupun secara lebih formal melalui kerja penelitian. Pengambilan kesimpulannya dilakukan secara deduktif. Berdasar daur tersebut. metode keilmuan merupakan rentetan daur berpikir induksi. Ditemukannya ilmu-baru akan menjadi pijakan penemuan banyak ilmu yang lain. merupakan aplikasi logis dari kebenaran yang bersifat umum. deduksi. Kesimpulan yang ditarik dari cara berpikir sintetis ini disebut induktif yang erat berkaitan dengan konsep peluang dan kaidah statistika. deduktif dan induktif. metode keilmuan juga sering disebut sebagai metode hipotetiko-deduktif-induktif. Sehingga tidak sedikit yang menyamakan istilah penelitian dan metode ilmiah.

Artinya dalam pemecahan suatu masalah. menganalisis. Namun yang jelas. dan lebih formal.dan ilmiah. Kerja penelitian menuntut obyektivitas. Penelitian bertujuan untuk menemukan. yaitu bersifat keilmuan. Merumuskan kesimpulan dan atau teori.dan/atau prediksi. G. mengembangkan. pengembangan hipotesis. research) merupakan penyelidikan suatu masalah secara sistematis. langkah yang ditempuh mengikuti proses identifikasi masalah. 025/0/1995 mengartikan metode ilmiah penelitian dan pengembangan. Menyusun rancangan penelitian d. yaitu : secara . kritis. atau menguji kebenaran suatu pengetahuan suatu pengetahuan yang memiliki kemampuan deskripsi dan/atau prediksi. melakukan observasi. dan yang dilakukan dengan langkah yang sistematis. Menganalisis dan menginterpertasi data. Hasil pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penelitian mempunyai sifat khusus. Apakah yang Dimaksud dengan Penelitian? Penelitian (riset. kritis. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data f. ilmiah. Proses tersebut dapat digunakan secara informal dalam kehidupan sehari-hari dan belum tentu dapat disebut sebagai kegiatan penelitian. baik dalam proses maupun dalam penyimpulan hasilnya. dan kemudian menyimpulkan. Penelitian merupakan kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan logika proses berpikir eksplisit (artinya setiap langkahnya dilakukan secara terbuka sehingga dapat dikaji kembali baik oleh yang bersangkutan maupun oleh orang lain) dan informasinya dikumpulkan sistematis dan obyektif. Menyusun hipotesa c. Melaksanakan percobaaan berdasarkan metode yang direncanakan e. sebagai suatu cara pelaksanaan yang sistemetik dan objektif yang mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: a. yang kemudian mampu memberikan berbagai dampak bagi hidup dan kehidupan manusia. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan b. dan bila terkumpul secara sistematis membentuk khazanah pengetahuan yang disebut ilmu. Kerja penelitian umumnya terdiri dari beberapa langkah utama. dan g. Kepmendidbud No. Sedangkan metode keilmuan mengacu pada aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam pemecahan masalah. setiap kegiatan penelitian merupakan operasionalisasi atau penerapan dari metode ilmiah.

karakteristik siswa. gaji. sajian dan evaluasi untuk tujuan. penelitian di bidang pembelajaran ditandai adanya permasalahan kajian tentang hal-hal yang bekaitan dengan proses-mengajar-belajar. sajian dan evaluasi pembelajaran yang ditujukan untuk mencapai hasil belajar tertentu. Dengan demikian terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan hasil pembelajaran dan peran guru dalam proses pembelajaran. menyajikan sampai dengan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran) agar diperoleh hasil pembelajaran yang sesuai tujuan. itulah hakikat tujuan dari kegiatan pengembangan profesi. mengadakan uji hipotesis. dan menarik kesimpulan. lingkungan sekolah. Penelitian tentang pengaruh karakteristik siswa terhadap hasil belajar. mutu rancangan. Kiranya. Dengan kata lain. melakukan kajian teoritik dari permasalahan untuk kemudian secara deduksi dirumuskan menjadi hipotesis dari masalah yang dihadapi. lingkungan dan atapun kondisi pembelajaran spesifik. lingkungan dan kondisi tertentu dalam hubungannya dengan hasil pembelajaran. maka mereka akan dalam mengembangan profesinya. Ciri khas dari penelitian tersebut adalah adanya kajian tentang penerapan rancangan. karakteristik siswa. mengumpukan data empirik guna pengujian hipotesis. Bagaimana Penelitian di Bidang Pendidikan Penelitian di bidang pendidikan ditandai adanya permasalahan tentang hal-hal yang bekaitan dengan pendidikan. • • • H. Diketahui banyak faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran. Melalui kegiatan pengembangan profesi. diharapkan para guru dapat menyelesaikan masalah melalui kegiatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya yang dilaksanakan secara profesional. Salah satu tugas guru adalah melakukan kegiatan pembelajaran (mulai dari merancang. dll). Fokus masalah penelitian pembelajaran adalah pada hal-hal yang dapat dilakukan guru dalam praktik pembelajaran.• • melakukan kajian terhadap permasalahan. dll) ada pula faktor yang harus diterima apa adanya (seperti: latar belakang siswa. yang tidak ada hubungannya dengan proses . pada suatu tujuan. sajian maupun evaluasi yang dikaitkan dengan hasil belajar dan faktor pengaruh yang lain. yaitu dalam proses pembelajaran yang dapat berupa rancangan. model evaluasi. Hanya dengan cara itu. Ada faktor yang dapat diubah (seperti: cara mengajar. Ciri khas dari penelitian pendidikan/pembelajaran adalah adanya kajian yang berhubungan dengan penerapan rancangan.

.pembelajaran. Demikian pula manajemen pendidikan. maka para guru telah melakukan salah satu tugasnya dalam kegiatan pengembangan profesionnya. peristiwa. penelitian diskriptif yang merupakan paparan (diskripsi) informasi tentang suatu gejala. antara lain adalah dengan melakukan penelitian di Penelitian kelasnya. kejadian sebagaimana adanya. akibat dari tindakan manipulasi variabel bebas. Berbeda dengan penelitian eksperimen pada penelitian diskriptif tidak diadakan perlakuan. lebih tepat berada pada kawasan I. dan (b) penelitian tindakan kelas (PTK). antara lain. KTI karena: • eksperimen atau PTK. Ada dua macam penelitian yang dapat dilakukan di dalam kelas. ataupun ungkapan gagasan. adanya pengendalian atau pengontrolan terhadap semua variabel lain adanya pengamatan dan pengukuran terhadap variabel terikat sebagai kecuali variabel bebas yang dimanipulasi. Berikut disajikan contoh judul dan rumusan masalah dari penelitian eksperimen yang dilakukan di dalam kelas. Apa Saja Penelitian Pembelajaran yang Dilakukan di Kelas? Berbagai kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan guru dengan melibatkan para siswanya. yaitu: (a) penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetes suatu hipotesis dengan ciri khusus : (a) (b) (c) adanya variabel bebas yang dimanipulasi. penelitian tentang pengaruh manajemen persekolahan terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini mengkaji dan memaparkan sesuatu keadaan sebagaimana adanya. penelitian diskriptif. Penelitian eksperimen dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang akibat dari adanya suatu treatment atau perlakuan. dan • Dengan melakukan kegiatan penelitian tersebut. lebih berada pada kawasan penelitian psikologi daripada penelitian teknologi pembelajaran. yang umumnya tidak memberikan dampak langsung pada proses pembelajaran di kelasnya). Terdapat beberapa macam penelitian. lebih diharapkan dilakukan guru dalam upayanya menulis KTI tersebut merupakan laporan dari kegiatan nyata yang dilakukan para guru di kelasnya dalam upaya meningkatkan mutu pembelajarannya – (ini tentunya berbeda dengan KTI yang berupa laporan penelitian korelasi.

materi.N o 1 Judul penelitian Pengaruh interaksi pemberian balikan dan motivasi berprestasi terhadap perolehan belajar  Rmusan masalah Apakah pemberian balikan secara ekspositorik. tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. Pada penelitian tindakan. atau di tempat lain. di laboratorium. tetapi dapat juga ketika anak sedang melakukan karyawisata di objek wisata.dll) ataupun output (hasil belajar). Tindakan itu dilakukan pada situasi alami dan ditujukan untuk memecahkan permasalahanpermasalahan praktis. Salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru. ada pula yang dinamakan penelitian tindakan (action research). Siswa yang belajar itu tidak hanya terbatas di dalam sebuah ruangan tertutup saja. dan tanpa balikan memberi perbedaan perolehan belajar? Apakah ada hubungan antara motivasi berprestasi dengan perolehan belajar Apakah interaksi antara pemberian balikan dengan motivasi berprestasi memberikan pengaruh kepada perolehan belajar?   Di samping kedua macam penelitian tersebut. Ciri khusus PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar. kepala sekolah. secara simbol. kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian siklus kegiatan. ketika siswa sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. dan bukan pada input kelas (silabus. siswa. Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas. Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. di rumah. Kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah. Tindakan tersebut adalah merupakan sesuatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. dll) dan peneliti (dosen. widyaiswara) dalam . PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesionalnya. Pada intinya PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas.

025/0/1995. akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action) Berikut adalah beberapa contoh judul PTK 1 2 pengambilan keputusan yang Meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. akhir-akhir ini semakin meningkat jumlahnya. masih sangat terbatas jumlahnya. sangat terbatas jumlahnya. namun yang merupakan makalah prasaran berdasarkan laporan hasil penelitian. Bagaimana macam KTI yang berasal dari Laporan Penelitian? Berdasar definsi pada Kepmendidbud No. Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah (jurnal) yang diakui oleh Depdiknas. Masing-masing jurnal ilmiah umumnya mempunyai persyaratan dan tata cara penulisan artikel hasil penelitian yang spesifik dan berlaku untuk jurnal yang bersangkutan. KTI ini merupakan laporan hasil dari suatu kegiatan penelitian yang telah dilakukan..5 Dari 6 (enam) macam KTI hasil penelitian di atas.0 4 4. yang tidak diederkan secara nasional juga masih sangat terbatas jumlahnya. Angka kredit 12. Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada media masa. kesepakatan tentang permasalahan. Buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional yang ditulis berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh guru. Berupa makalah yang disimpan di perpustakaan. namun yang merupakan laporan hasil penelitian. antara lain: No Macam bentuk publikasi laporan hasil penelitian 1 Berupa buku yang diedarkan secara nasional. pada pokok bahasan . Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional. melalui penerapan model pembelajaran generatif. makalah hasil penelitian adalah suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok orang yang membahas suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian.5 2 6. Meskipun cukup banyak makalah berupa prasasran diajukan sebagai KTI. Buku yang ditulis berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh guru.pemahaman.0 3 6. Dengan demikian. Sangat jarang guru mengirimkan KTI dalam bentuk ini. Laporan hasil penelitian tersebut dapat disajikan dalam berbagai bentuk. Inilah bentuk laporan hasil penelitian yang paling banyak diajukan sebagai Karya Tulis Ilmiah oleh para guru..0 5 2. Berupa makalah dari prasaran yang disampaikan pada pertemuan ilmiah. KTI yang paling banyak dibuat oleh guru adalah yang berupa makalah yang disimpan di perpustakaan ..0 6 2.pada mata pelajaran X. sangat terbatas jumlahnya. J. Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran X. KTI yang diajukan guru dalam bentuk publikasi ini. Meskipun cukup banyak tulisan ilmiah popular diajukan sebagai KTI.

ISSN 0854-7599). (b) katakata kunci. (g) pembahasan. dan (h) daftar diajukan untuk dimuat di jurnal. (d) pendahuluan yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan dan (e) daftar pustaka. Misalnya. Selanjutnya. Dengan demikian Isi dan sistematika KTI laporan hasil penelitian yang berisi pembahasan kepustakaan dan tujuan penelitian. terdapat kecenderungan semakin bertambah jumlah KTI hasil penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal (dengan angka kredit 6). jumlah halaman maksimum yang diperbolehkan. Masing-masing jurnal mempunyai tatacara penulisannya sendiri-sendiri. . Berikut ini dijelaskan beberapa hal pokok yang berkaitan dengan KTI hasil penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal ilmiah. bahkan juga cara pengirimannya naskah (ada yang harus mengirimkan dalam bentuk disket berikut printoutnya) dll. (i) kesimpulan dan saran. pembaca akan tertarik untuk membaca lebih jauh isi usulan penelitian. (e) pendahuluan pustaka. Ada perbedaan di antara satu jurnal dengan jurnal yang lain. ulasan atau tinjauan ilmiah). Upayakan pula agar dengan membaca judul itu.(dengan angka kredit 4). KTI yang dapat dimuat di Jurnal Ilmiah dapat dipilah menjadi dua kelompok. (c) anstrak. sedikitnya terdiri dari : Judul penelitian Bab I Permasalahan / Pendahuluan Latar belakang masalah / Perumusan masalah Tujuan dan Manfaat Bab II Landasan Teori Bab III Metode Penelitian Bab IV Hasil dan Analisis Hasil Bab V Kesimpulan dan Saran Judul penelitian menyatakan secara jelas namun sesingkat mungkin permasalahan yang akan diteliti. upayakan variabel penelitian tercantum pada judul tersebut. Setiap karangan harus disertai (a) abstrak. tulisan ini akan lebih memberikan fokus bahasan pada KTI hasil penelitian yang berupa makalah. dan kedua berupa KTI non-hasil penelitian (seperti misalnya paparan gagasan keilmuan. Namun demikian. (c) identitas pengarang. (f) metode. kerangka dan tatacara penulisan. Hasil penelitian disajikan dengan sistematika sebagai berikut (a) judul. (b)nama pengarang. (d) kata-kata kunci. Berikut contoh sistematika penulisan pada Jurnal Teknologi Pendidikan (PPS IKIP Malang. tentang ukuran dan macam huruf. Pertama KTI yang berupa laporan hasil penelitian.

 P erlu. dengan tetap enak dibaca dan mampu menarik minat. atau memasalahkan sesuatu yang tidak perlu lagi dipermasalahkan. Uraian tentang metode penelitian. Mengapa? Karena hanya KTI yang benar dan baik sajalah yang akan dapat diberi nilai. KTI hasil penelitian harus Alasan itu diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat urgensi. spasi dua). Bagaimana Menilai KTI hasil Penelitian? Sebelum diajukan untuk dinilai. hasil yang diperoleh serta analisis data juga harus dituliskan dengan singkat. yang berkaitan dengan hal ini) Di samping kriteria-krietria di atas. K. Rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ingin dikaji melalui penelitian. font 12. KTI laporan hasil penelitian itu harus pula memenuhi kriteria “APIK yang artinya adalah APIK. Secara singkat hasil penelitian juga perlu mencantumkan pembahasan teori dari hal yang dipermasalahkan dan hipotesis yang dapat ditarik dari teori tersebut. telah memenuhi syarat sebagai KTI yang benar dan baik. mempunyai manfaat. jiplakan. diajukan. Umumnya jumlah halaman dari satu artikel yang dimuat di jurnal antara 5 – 10 halaman (untuk ukuran kertas A4. tujuan dan manfaat dari penelitian yang pula menuliskan tujuan dan manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Latar Belakang Masalah merupakan penjelasan mengapa sesuatu itu dipermasalahkan. Hal yang tidak mudah dalam menulis KTI hasil penelitian untuk jurnal adalah keterbatasan halaman. Syarat utama karya ilmiah adalah kejujuran. Karena itu kemampuan untuk memadatkan laporan. penelitian harus merupakan karya asli penyusunnya.”  A sli. menjadi kemampuan yang memerlukan latihan. . bukan merupakan plagiat. yang terdiri dari cara pengumpulan. yang kemudian mengasilkan beberapa kesimpulan serta (bila ada) pengajuan saran. Penulis hendaknya mampu menilai apakah KTI yang akan diajukannya. Bagaimana kriteria KTI yang benar dan baik? Di samping memakai berbagai kriteria penulisan karya tulis ilmiah yang umum dipergunakan. terdapat beberapa kriteria dan persyaratan yang khusus yang digunakan untuk menilai KTI dalam pengembangan profesi guru (lihat peraturan dan pedoman yang telah dikeluarkan oleh Diknas. serta akan diuji berdasar fakta empirik. Akhirnya perlu disajikan diskusi singkat. KTI harus terlebih dahulu dinilai oleh si penulis. atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur. Bukan hal yang mengada-ada. agar isinya tetap terkomunikasikan dan terjaga. permasalahan yang dikaji pada penelitian itu memang perlu.Bagian terpenting pada KTI hasil penelitian adalah ungkapan permasalahan (khususnya rumusan masalahnya).

baik teorinya. penelitian harus disusun sesuai dengan kemampuan penyusunnya. Bila penulisnya seorang guru. . faktanya maupun analisis yang digunakannya. I lmiah. penelitian harus berbentuk. Penelitian di bidang pembelajaran yang semestinya dilakukan guru adalah yang bertujuan dengan upaya peningkatan mutu hasil pembelajaran dari siswanya. berisi.  K onsisten. di kelas atau di sekolahnya. dan dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah kebenaran ilmiah. Penelitian harus benar. maka penelitian haruslah berada pada bidang kelimuan yang sesuai dengan kemampuan guru tersebut.

. . telah jelas jawabannya.. format.. dapat terlihat antara lain dari… masalah yang dikaji terlalu luas. yang dirubah di sanasini dan digunakan sebagai KTI nya (seperti misalnya bentuk ketikan yang tidak sama. terdapat bagian-bagian tulisan .. Penjelasan. sangat mirip dengan KTI yang telah ada sebelumnya. Bukan karya orang lain. atau menggunakan karya orang lain... Karena itu. 1 TIDAK ASL I KTI harus merupakan karya diri si penulis.N KTI yang .. tempelan nama. gaya penulisan yang sangat mencolok dengan KTI yang lain KTI yang tidak “perlu” . Sehingga apa yang dipermasalahkan haruslah sesuatu yang diperlukan dalam upaya ybs untuk mengembangkan profesinya. tidak akurat waktu pelaksanaan pembuatan KTI yang kurang masuk akal (misalnya pembuatan KTI yang terlalu banyak dalam kurun waktu tertentu) adanya kesamaan isi. harus jelas apa manfaat penelitian yang dilakukan bagi siswa di kelas / sekolahnya. kurang jelas manfaatnya dan merupakan hal mengulang-ulang... penelitian atau karya tulis orang lain. dll) terdapat petunjuk adanya lokasi dan subyek yang tidak konsisten. Bukan “dibuatkan” oleh orang lain.. tulisan yang diajukan tidak termasuk pada macam KTI yang memenuhi syarat untuk dapat dinilai Lanjutan. terdapat tanggal pembuatan yang tidak sesuai. terdapat berbagai data yang tidak konsisten. Ciri-ciri yang tampak. 2 TIDAK PER LU KTI merupakan “bukti” dari kegiatan pengembangan profesi dari si penulis. atau petunjuk lain yang menunjukkan bahwa karya tulis itu merupakan skripsi. KTI yang tidak “asli “ dapat terindentifikasi antara lain melalui. tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan upaya pengembangan profesi si penulis masalah yang ditulis tidak menunjukan adanya kegiatan nyata penulis dalam peningkatan / pengembangan profesinya sebagai guru permasalahan yang ditulis.

. TIDAK ILM IAH Penjelasan. Berikut disajikan contoh beberapa Judul Penelitian KTI yang diajukan guru untuk memenuhi kegiatan pengembangan profesi yang belum memenuhi syarat baik dan benar dan tidak dapat diberi nilai.. N KTI yang . Ciri-ciri yang tampak. dan sesuai guru dengan tujuan si masalah yang dikaji tidak sesuai latar penulis untuk belakang keahlian atau tugas pengembangan pokok penulisnya profesinya sebagai masalah yang dikaji tidak berkaitan guru dengan upaya penulis untuk mengembangkan profesinya sebagai guru (misalnya masalah tersebut tidak mengkaji permasalahan di bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu siswa di kelasnya yang sesuai dengan bidang tugasnya)... No 1 Judul Membangun Intisari isi Mendiskripsikan berbagai Ditolak karena.. analisis hasil yang tidak / kurang benar.. data. kesimpulan tidak/belum menjawab permasalahan yang diajukan Hal yang ditulis dalam KTI yang tidak “konsisten” dapat KTI harus sesuai terlihat dari. dari. kebenaran fakta dan kebenaran analisisnya landasan teori perlu perluas dan disesuaikan dengan permasalahan yang dibahas bila KTInya merupakan laporan hasil penelitian.. sampling. tampak dari metode penelitian.. dan saran yang diberikan Masalah yang dikaji terlalu ... KTI harus : masalah yang dituliskan berada di luar Permasalah yang dikaji khasanah keilmuan berada di khasanah latar belakang masalah tidak jelas keilmuan sehingga tidak dapat menunjukkan Menggunakan kriteria pentingnya hal yang dibahas dan kebenaran ilmiah hubungan masalah tersebut dengan Mengunakan metode upayanya untuk mengembangkan ilmiah profesinya sebagai widyaiswara. (konsisten) dengan masalah yang dikaji tidak sesuai kompetensi si dengan tugas si penulis sebagai penulis.Lanjutan.. 3 4 TIDAK KO NSI STE N KTI yang tidak “ilmiah” dapat terlihat Sebagai karya ilmiah. Memakai tatacara rumusan masalah tidak jelas sehingga penulisan ilmiah kurang dapat diketahui apa sebenarnya yang akan diungkapkan pada KTInya kebenarannya tidak terdukung oleh kebenaran teori.

Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya. dan bukan beton. beton yang dilakukan oleh pada pengajaran keilmuan 4 Analisis kesalahan siswa dalam mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif Mengkaji kesalahan siswa dalam memahami mata pelajaran bahasa Indonesia. Hanya berupa “kliping” berbagai pendapat. Mengkaji hubungan antara faktor air semen dengan kekuatan tekan seorang guru SMK Teknologi Bangunan.No Judul karakter bangsa melalui kegiatan ekstra kurikuler. 2 Dalam rangka HUT PGRI guru bertanggungjawab untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia Memaparkan berbagai pendapat pakar tentang tanggung jawab guru dalam peningkatan mutu pendidikan. Masalah yang dikaji terlalu luas tidak berkaitan dengan permasalahan nyata yang terjadi di kelasnya. 3 Pengaruh jumlah faktor air semen pada kekuatan tekan beton. Hasil penelitian berupa paparan macam kesalahan . Intisari isi upaya guna membangun karakter bangsa. dan saran yang diberikan luas tidak berkaitan dengan permasalahan nyata yang terjadi di kelasnya. Tidak ada kegiatan nyata yang Masalah yang dikaji merupakan penelitian tentang isi mata pelajaran. Ditolak karena. Uraian sangat umum dan merupakan kumpulan berbagai pendapat. Masalah yang dikaji merupakan penelitian keilmuan beton. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran mata pelajarannya. Bukan berada dalam penelitian pendidikan (pembelajaran) melainkan penelitian isi mata pelajaran. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya.

5 Peranan perpustakaan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa Studi korelasi antara pendapat siswa tentang mutu perputakaan sekolahnya dengan nilai mata pelajarannya. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran.No Judul Intisari isi dilakukan untuk memperbaiki kedaaan. Permasalahan yang dikaji “sudah sangat umum” yang telah jelas jawabannya. sehingga kurang perlu dikaji kembali. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran. Permasalahan yang dikaji “sudah sangat umum” yang telah jelas jawabannya. Tidak ada tindakan untuk memecahkan masalah tersebut. . Disarankan untuk melanjutkan hasil penelitian tersebut dengan melakukan kegiatan yang nyata di kelasnya dalam upaya memecahkan masalah. sehingga kurang perlu dikaji kembali. Studi korelasi antara pendapat siswa tentang kondisi sosial ekonomi orangtuanya (yang diambil melalui kuisener) dengan nilai mata pelajarannya Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. 6 Hubungan antara kondisi sosial ekonomi orangtua siswa dengan prestasi belajarnya. Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Sekedar paparan diskripsi dari hal yang terjadi dalam pembelajaran. Ditolak karena. dan saran yang diberikan siswa.

9 Pengaruh komunikasi kepala sekolah terhadap peningkatan semangat kerja guru Kajian diskriptif berdasar hasil angket tentang pandangan para guru terhadap kebijakan kepala sekolahnya. Diperingatkan dan disarankan untuk membuat KTI baru karya sendiri yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya dan berkaitan dengan proses pembelajaran. Tidak berkaitan dengan tugas guru dalam pembelajaran. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya yang berhubungan dengan pembelajaran matematika. dan saran yang diberikan Masalah yang dikaji terlalu luas tidak berkaitan dengan permasalahan nyata yang terjadi di kelasnya. Tidak berkaitan dengan tugas guru dalam pembelajaran. . KTI tersebut tidak ASLI. inovasi baru bagi dunia pendidikan Paparan tentang peranan IT dalam pembelajaran yang diambil dari berbagai media Terlalu umum. Kajian sangat rinci dan mendalam dengan sistematika serta format yang umum dipakai pada penulisan tesis atau disertasi (jumlah halaman 182. Tidak ada permasalahan yang nyata yang ingin dipecahkan dalam kelasnya. 8 Pengaruh model pembelajaran melalui seting belajar kooperatif terhadap pemahaman konseptual dan algoritmik matematika realistic pada mahasiswa prodi sosial.No 7 Judul Suatu tinjauan tentang pelaksanaan pembelajaran sejarah Intisari isi Uraian umum tentang berbagai konsep dalam pembelajaran sejarah Ditolak karena. Penelitian ini dilakukan oleh guru matematika. Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya. dengan 43 kepustakaan) Terdapat beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa KTI tersebut merupakan tesis atau desertasi. 10 Teknologi Informasi.

Penelitian eksperimen di kelas. L. sem 1. di kelas VI. Dilakukan selama 5 kali pertemuan. No 1 Judul Pengaruh penggunaan alat peraga gambar terhadap nilai sejarah pada siswa kelas III. SMP X. Sedangkan KTI. SD. dan saran yang diberikan Disarankan untuk membuat KTI baru yang berfokus pada kegiatan pemecahan masalah nyata di kelasnya. dengan jumlah siswa 132 dibagi secara random dalam dua kelompok. Intisari isi Mengkaji perbedaan prestasi siswa dengan penggunaan dua model pembelajaran sejarah (alat peraga gambar dan bagan vs media tertulis) untuk topik tertentu pada pelajaran sejarah. tindakannya berupa penerapan pembelajaran matematika melalui model belajar kelompok kooperarif. Rencana itu umum disebut sebagai usulan penelitian (proposal penelitian). Apa yang Dimaksud Dengan Usulan Penelitian? Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. Pada umumnya usulan penelitian terdiri dari : • Judul Penelitian Makalah hasil penelitian dengan nilai 4 Dapat dinilai sebagai Makalah hasil penelitian dengan nilai 4 . 2 Peningkatan hasil Penelitian tindakan kelas dengan bentuk belajar matematika melalui model belajar kelompok kooperatif . merupakan langkah terakhir. demikian pula cara dan hasil pengumpulan data yang digunakan untuk evaluasi dan refleksi. yang melibatkan 4 kelas. PTK dilakukan dalam 2 siklus selama 4 bulan. Usulan penelitian merupakan langkah pertama dari kerja penelitian.No Judul Intisari isi Ditolak karena. yang merupakan laporan hasil penelitian. Bentuk tindakannya dirinci dengan sangat jelas. Berikut disajikan contoh beberapa Judul Penelitian KTI yang diajukan guru untuk memenuhi kegiatan pengembangan profesi dan memenuhi syarat dan dapat diberi nilai.

perencanaan tindakan. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. prosedur observasi dan evaluasi. Upayakan pula agar dengan membaca judul itu. upayakan variabel penelitian tercantum pada judul tersebut. Apa Isi Bab Pendahuluan? Tujuan utama penelitian pembelajaran dalam kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran nyata yang terjadi ke kelasnya. prosedur pelaksanaan tindakan. atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan).• Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah. pembaca akan tertarik untuk membaca lebih jauh isi usulan penelitian. proses. b) Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. seperti misalnya di mana penelitian dilakukan. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian. Hal utama yang seharusnya tertulis di dalam judul adalah gambaran dari apa dipermasalahkan. dalam bab pendahuluan. di kelas berapa. hendaknya dapat dipaparkan bahwa: a) Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah atau di kelasnya. kapan. Rincian dari langkah kegiatan di atas adalah sebagai berikut: Judul penelitian menyatakan secara jelas namun sesingkat mungkin permasalahan yang akan diteliti. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi. • Bab Kajian / Tinjauan Pustaka yang menguraikan kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan Bab Metode Penelitian yang menjelaskan tentang Rencana dan Prosedur • Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. prosedur refleksi hasil penelitian). Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah. (misalnya: peningkatan hasil belajar) dan macam tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya (misalnya penggunaan model pembelajaran kooperatif). lebih rinci tentang populasi. Untuk itu. . Umumnya di bawah judul dituliskan pula sub judul. Sub judul sangat umum ditulis untuk menambahkan keterangan M. Karena tersebut umumnya didapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu. masukan. Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi. dan lain-lain.

maka sangat disarankan. berisi uraian yang jelas dan rinci mengapa sesuatu itu dipermasalahkan dan akan dijadikan sebagai penelitian. Sehinga. Penelitian Eksperimen : Adakah perbedaan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal matematika. Dalam pembatasan ini. Rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ingin dikaji melalui penelitian. Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian dengan uraian sebagai berikut: Latar belakang masalah. khususnya rumusan masalahnya. maka penelitian hanya membatasi ragam obyek tertentu dengan suatu kriteria yang ditetapkan berdasar pertimbangan dan alasan tertentu.c) Dari identifikasi masalah di atas. pada usulan penelitiannya harus tertulis dengan jelas apa tujuan dan manfaat yang akan diperoleh para siswa. diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat urgensi. Perumusan dan pemecahan masalah : Bagian terpenting pada usulan penelitian adalah permasalahan. dari hasil penelitian yang diajukan Akibat banyaknya kemungkinan yang terjadi. bahwa kegiatan penelitian yang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas atau di sekolahnya. Dengan membatasi permasalahan diharapkan masalah penelitian dapat lebih dipertegas... Contoh : a. Bab Pendahuluan menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah. permasalahan harus dibatasi. di antara kelompok yang diajar dengan metode pemecahan soal dan kelompok yang diajar dengan metode pemahaman konsep ( di . Pembatasan dan ruang lingkup masalah harus terungkapkan dengan jelas.. Alasan mengapa mempermasalahkan tersebut. pada mata pelajaran…… kelas…. Sebagai pertanyaan sebaiknya dibuat dalam bentuk kalimat tanya. harus ada diri pada pengungkapan alasan yang mendasari pembatasan tersebut... atau kelas atau sekolahnya. Sesuai dengan tujuan dari kegiatan pengembangan profesi guru. Variabel yang akan dikaji harus terungkap jelas demikian pula hubungan di antara variabel tersebut. Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu. dalam arti ditentukan batas-batas ruang lingkupnya. Hanya dengan adanya batas-batas permasalahan yang jelas dapat diketahui dan ditetapkan faktor-faktor apa saja yang perlu dibahas dan faktor-faktor apa yang tidak perlu. fakta atau berbagai alasan dari masalah yang akan dicari jawabannya. tujuan dan manfaat dari penelitian yang diajukan.. jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. Dengan kata lain. Misalnya karena luasnya obyek kajian. waktu…)? . sub bab ini mengungkapkan berbagai landasan.

sangatlah penting. Uraian ini. yang disajikan pada bab ketiga... serta rancangan analisisnya. waktu…)? Penelitian eksperimen di bidang pembelajaran. termasuk pula penjelasan tentang populasi dan teknik samplingnya. Peneliti jangan sampai terjebak atau mempunyai kehendak untuk . Dengan kata lain kebenaran dari pernyataan tersebut masih memerlukan pengujian. Penelitian Tindakan Kelas : Adakah peningkatan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran X melalui penerapan Cooperative Learning ( di . dalam pernyataan yang jelas. Dari definisi tersebut diketahui bahwa hipotesis bukan merupakan fakta yang sudah pasti benar dan kemudian penelitian dilakukan untuk membuktikan kebenaran tersebut. Karena itu. Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan.b. Dengan demikian hipotesis adalah jawaban terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenaran teorinya. pada mata pelajaran…… kelas…. Usulan penelitian harus pula menuliskan pula rancangan pengumpulan dan analisis data. Tujuan penelitian harus dinyatakan secara spesifik. Dugaan jawaban yang diambil dari teori umum disebut sebagai hipotesis. Jawaban sementara ini dirumuskan dari khasanah pengetahuan teori yang diperoleh dari tinjauan pustaka. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas. Hipotesis adalah dugaan jawaban yang ditarik dari teori.. Hipotesis pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan (thesis) yang masih kurang lengkap (hypo) kebenarannya.. intinya berisi penjelasan bagaimana data akan diperoleh. Apa Isi Bab Tinjauan Pustaka? Bab ini berisi jabaran berbagai kepustakaan tentang teori-teori (termasuk dan terutama hasil-hasil penelitian) yang berkaitan dengan variabel-variabel yang dipermasalahkan. hipotesis tersebut harus mempunyai kebenaran teoritis. Hipotesis merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap suatu rumusan masalah penelitian.. N. menggunakan alat apa. Sedangkan kegunaaan penelitian menyatakan manfaat yang dapat dipetik dari pemecahan masalah yang didapat dari hasil penelitian yang berguna setidak-tidaknya bagi kepentingan ilmiah atau kepentingan terapan. sehingga diukur tingkat pencapaian keberhasilannya.. pada intinya dalah menguji hipotesis. Tujuan penelitian menyatakan target tertentu yang akan diperoleh dari kegiatan penelitian yang diusulkan. untuk dipakai menduga jawaban dari rumusan masalah. karenanya hipotesis yang benar.

Argumentasi ilmiah juga dapat mendasarkan pada pandangan ahli. komponen metode keilmuan terdiri dari masalah teori . dan 3) Mengajukan hipotesis dengan mendeduksi premis-premis yang terdapat dalam kumpulan teori menuju kesimpulan yang berupa jawaban sementara (hipotesis) terhadap rumusan masalah. 2) Membahas hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan apa yang dipermasalahkan. Hasil-hasil penelitian yang telah diverifikasi kebenarannya pada umumnya merupakan dasar argumentasi ilmiah yang sangat kokoh Pada umumnya urutan langkah yang dilakukan dalam melakukan kajian teoritis melalui sumber bacaan adalah sebagai berikut: 1) Mengkaji teori-teori ilmiah yang berhubungan dengan konsep-konsep yang dipermasalahkan dan akan dipakai dalam analisis. Melalui bagian ini harus tampak informasi tentang berbagai fakta empirik yang akan digunakan untuk menguji hipotesis. terdapat pula penelitianpenelitian yang komponennya tidak seperti itu. (b) membantu dalam penentuan arah kegiatan yang harus ditempuh. Pada bagian kajian / tinjauan kepustakaan dengan jelas diuraikan kajian berbagai teori dan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan variabel yang dipermasalahkan. Apakah setiap penelitian harus mempunyai hipotesis? Jawaban terhadap pertanyaan ini dapat ya dan dapat pula tidak. Apa Isi Bab Metode Penelitian? Bab metode penelitian menjabarkan rancangan penelitian. Yaitu.membuktikan kebenaran hipotesisnya. serta rancangan tabulasi dan analisis data dalam pengujian hipotesis. Mengapa? Karena. Namun.pengujian hipotesis -teori. Karena sebagai dijelaskan sebelumnya. dari suatu kegiatan O. . dipakainya referensi yang berisi argumentasi ilmiah yang sahih maupun berdasar hasil-hasil penelitian yang telah diverifikasi kebenarannya.dalam pembatasan ruang lingkup. bagaimana mendapatkan dan menganalisis fakta tersebut serta mengapa fakta itu diperlukan. Argumentasi ilmiah tersebut. cara ilmiah dalam memecahkan persoalan pada hakikatnya adalah digunakannya pengetahuan ilmiah sebagai dasar argumentasi. memilih fakta.hipotesis . umumnya dilakukan melalui kajian pustaka. penjelasan variabel dan instrumen serta metode pengumpulan data.fakta . Jika penelitian itu adalah penelitian yang merupakan penerapan dari metode ilmiah jawabannya adalah ya. sehingga berupaya untuk menyesuaikan data penelitiannya agar hipotesisnya terbukti kebenarannya. dan (c) menghindarkan peneliti pelaksanaan penelitian yang tidak terarah dan tidak bertujuan. dan menentukan relevansi pelaksanaan kegiatan. Peran hipotesis pada penelitian ilmiah adalah (a) memberikan tujuan yang tegas bagi peneliti.

Jenis-jenis instrumen penelitian. dengan demikian. Pada penelitian eksperimen rumusan masalah harus secara jelas menyatakan hubungan di antara variabel-variabel yang dipermasalahkan. yang umum dipakai dalam peneloitian pembelajaran adalah (a) tes.Usulan penelitian harus mampu mengungkapkan macam data dan rancangan pencarian data tersebut. prosedur observasi dan . Populasi dan Sampel : Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang mewakili populasi sebagai data empirik penelitian. Instrumen Penelitian. Peneliti dalam hal ini mengamati obyek terhadap seluruh anggota sampel tanpa terkecuali. perencanaan tindakan. mentode pengambilan. instrumen pengukuran dan metode pencarian data dan rancangan analisis data yang akan digunakan. prosedur refleksi hasil penelitian Berikut disajikan beberapa penjelasan yang berkaitan dengan metode penelitian. populasi. (d) skala penilaian dan lain-lain. dana dan fasilitas lain serta yang paling utama adalah tujuan penelitiannya. Untuk dapat mewakili populasi maka sampel harus mempunyai ciri-ciri/sifat/karakteristik yang sama dengan populasi. tindakan. (b) kuisener. Kebenaran data atau informasi yang diambil sangat tergantung dari kebenaran instrumen yang dipakai. Merumuskan masalah pada dasarnya adalah menyusun pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ingin dicari baik melalui kajian teoritis maupun dengan pembuktian empiris. sampling. hanya akan berlaku untuk populasi tersebut. prosedur pelaksanaan evaluasi. ketersediaan waktu. Tentu saja jenis instrumen yang digunakan sangat tergantung kepada data yang akan diambil. Dalam penelitian eksperimen terdapat berbagai model rancangan penelitian. Hasil pengamatannya. (c) observasi atau pengamatan. Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengambil data atau informasi. penyusunan dan penggunaan instrumen merupakan bagian penting pada pelaksanaan penelitian. Pada PTK bab ini terutama menjelaskan tentang prosedur diagnosis masalah. Dengan demikian penetapan. Penelitian yang dilakukan guru di dalam kelas umumnya tidak menggunakan sampel. Termasuk didalamnya uraian tentang variabel-variabel yang akan dikaji. Perlu diingat kembali bahwa rumusan masalah yang baik sangat menentukan keberhasilan langkah kegiatan berikutnya. Guna memungkinkan pengujian secara empirik maka konsep-konsep yang diajukan harus dapat diamati dan diukur. usulan penelitian yang baik harus dapat secara spesifik menjabarkan rancangan penelitian mana yang akan dipilih. Penelitian ini disebut penelitian populasi.

bila penulisnya seorang guru. melakukan kegiatan seperti itu. Dan K onsisten. harus dilaksanakan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu “menguji atau menerapkan” hal-hal “baru” • Banyak inovasi baru dalam pembelajaran. maka . memerlukan verifikasi maupun penerapan dalam proses pembelajaran. akan diperlukan dalam pengujian hipotesis dengan menggunakan kaidah-kaidah statistika. atau memasalahkan sesuatu yang tidak perlu lagi dipermasalahkan. cenderung banyak dilakukan oleh para guru/pengawas adalah KTI hasil penelitian perorangan KTI hasil penelitian cenderung sangat diminati dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi.Rancangan Pengumpulan dan Analisis Data. macam penelitian ekseperimen dan penelitian tindakan kelas. Usulan penelitian yang baik. APIK. hasil penelitian. Pada kegiatan pembelajaran. karena hanya dengan cara itu. KTI yang dapat dinilai adalah KTI yang “APIK yaitu yang A sli. Penutup Salah satu bentuk KTI yang akhir-akhir ini. Bukan hal yang mengada-ada. Juga harus dapat terjabarkan teknik-teknik dan alat-alat yang akan digunakan untuk mengamati dan mengukur data. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya. Bagi sebagian besar guru. Usulan yang baik harus mampu mengungkapkan gambaran langkah dalam pengambilan sampel. P. P erlu. sudah terbiasa dilakukan • Kegiatan tersebut. • Kegiatan itu. adalah dilakukannya kegiatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya. Dalam hal ini. dapat berupa pelaksanaan penelitian tindakan di dalam kelas yang diyakini makin layak untuk menjadi prioritas pembelajaran adalah dengan dalam praktik pembelajarannya. penelitian harus berbentuk. Data yang didapat baik melalui eksperimen maupun tidak. dapat dipakai sebagai KTI guru/pengawas dalam Laporan pengembangan profesi. berisi. paparan ini akan memfokus pada penelitian pembelajaran yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan profesinya. merupakan jenis penelitian yang disarankan.” permasalahan yang dikaji pada penelitian itu memang mempunyai manfaat. dan dilakukan sesuai dengan kebenaran ilmiah. mereka akan dapat mengembangan profesinya. di antaranya karena: • Para guru/pengawas memahami bahwa salah satu tujuan kegiatan pengembangan profesi. harus mampu pula menunjukkan rancangan teknik analisis data yang akan dipakai dan formula statistika yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis. I lmiah.

di kelas atau di sekolahnya Kepustakaan Ardhana. Laporan Penelitian sebagai KTI. Februari 2006 Suriasumantri. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI. Azis Hoesein. Wayan (1987). Maret 2005 Suhardjono (2006). dkk. (1996). Dikdasmen. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widyaiswara. (1984).penelitian haruslah berada pada bidang kelimuan yang sesuai dengan kemampuan guru tersebut. Jakarta : PT Bumi Aksara Suhardjono. Jakarta. Bacaan Pilihan dalam Metode Penelitian Pendidikan. Suharsimi. Suhardjono dan Supardi (2006) Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian di bidang pembelajaran yang semestinya dilakukan guru adalah yang merupakan kegiatan nyata yang dilakukan oleh guru di kelasnya dan bertujuan untuk meningkatkan mutu hasil pembelajaran dari siswanya. Suhardjono. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jujun S. makalah pada pelatihan peningkatan mutu guru dalam pengembangan profesi di Pusdiklat Diknas Sawangan. (2005). Jakarta : Depdikbud. makalah pada pelatihan peningkatan mutu guru di LPMP Makasar. Jakarta: Depdikbud Dikti. Jakarta: Sinar Harapan .

wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi 5. Pegawai Negeri Sipil Setelah memenuhi syarat yang .MATERI 6 : Teknik Penghitungan Angka Kredit PEMATERI : Ida Bagus Made Jaya Semara PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 28 TAHUN 2005 TANGGAL : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. tanggung jawab. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit 6. tanggung jawab. Jabatan Karier. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu 2. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki ditentukkan 3.PSN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. Jabatan Fungsional. adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi negara 4. adalah suatu kedudukan yang menunjukkan tugas. tanggung jawab. Jabatan Fungsional Tertentu. PENDAHULUAN A. Jabatan struktural. adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemrintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. UMUM 1. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

dan ijazah lain yang setara. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. C. adalah menetri. Pimpinan lemabga Pemerintah Non Departemen. adalah pengangkatan Pegawai Negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formal calon Pegawai Negeri Sipil 5. ijazah dokter. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Keprisidenan. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. 6. . Kepala Pelaksanaan Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon! dan bukan merupakan merupakan bagian dari Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen 8. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi pembina jabatan fungsional dan pejabat pembina kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian angka kredit khususnya sub unsur formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. Kepala Kepolisian Negara. Pendidikan Formal. Angka kredit. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. dan pendidikan tinggi 3. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku 4. Jaksa Agung. pendidikan menengah. adalah golongan ruang III/b 7. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat 2. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan ijazah antara lain ijazah apoteker. Pengangkatan Pertama. adalah Gubernur.B. adalah pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural ataupun jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. Instansi Pembina jabatan fungsional. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.

III/b Penata. Pejabatan Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. I Guru Madya Guru Madya Tk. 4.000 5 15 20 20 20 50 50 100 100 150 150 150 150 . III/a Penata Muda TingkatI. II/c Pengatur Tingkat I. adalah Bupati/Wali kota. Jenjang pangkat/jabatan guru. 12 . II. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : No 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III/Sarjana Muda Angka Kredit Lama Baru 25 25 50 40 50 60 No 1 2 3 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI Angka Kredit Pendidikan Lama Baru Sarjana (S1) / DIPLOMA IV 75 100 Dokter/Apoteker/Magister (S2) 100 150 Doktor (S3) 150 200 PEDOMAN TEKNIK PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT 1.9. 3. IV/c Pembina Utama Madya. III/c Penata Tingkat I. II/d Penata Muda. I. 6. III/d Pembina. 9. Jabatan Guru 2 Guru Pratama Guru Pratama Tk. IV/a Pembina Tingkat I. IV/e Persyaratan Angka Kredit Kenaikan Pangkat/Jabatan Kumulatif Minimal Perjenjang No 1 1. 11 . II/b Pengatur. pangkat dan golongan ruang serta persyaratan angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi bagi setiap jabatan guru dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi adalah seperti berikut dalam tabel di bawah ini. IV/b Pembina Utama Muda. II/a Pengatur Muda Tk. golongan ruang angka kredit yang disyaratkan Jenjang jabatan. 7. I Guru Utama Muda Guru Utama Madya Guru Utama 4 25 40 60 80 100 150 200 300 400 550 700 850 1. IV/d Pembina Utama. 5. Pangkat dan Golongan Guru 3 Pengatur Muda.I Guru Muda Guru Muda Tk. 8. I Guru Dewasa Guru Dewasa Tk. I Guru Pembina Guru Pembina Tk. 2. 10 . 13 .

(III/a). I dengan jumlah angka kredit yang diperoleh 230. kecuali kenaikan pangkat pengabdian/Istimewa c. Guru Madya Tk. Anda perlu mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20. apabila angka kredit 4 terpenuhi maka seorang guru dapat menduduki jabatan lebih tinggi dari pada pangkat dan golongan ruang pada kolom 3 b. persyaratan tersebut 80% (boleh sampai dengan 100%) dan unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20% (boleh hanya 0%) Contoh : Sandainya Anda seorang guru dengan pangkat dan jabatan Pengatur Muda tingkat I. Guru Pratama tingkat I. maka anda dapat naik pangkat dari golongan III/a menjadi III/b setelah memenuhi syarat yang ditetukkan sebagaimana tersebut pada huruf d angka 1. Guru Muda.3 dan 4 diatas. Pangkat dan golongan ruang pada kolom 3 merupakan pangkat tertinggi untuk jabatan pada kolom 2. apabila anda akan naik pangkat jabatan menjadi Pengatur. 4) Sekurang-kurangnya telah dua tahun dalam pangkat terakhir Contoh : Seandainya anda seorang guru memiliki pangkat Penata Muda. Seandainya anda seorang guru dapat naik pangkat lebih tinggi apabila : 1) Telah memenuhi syarat yang telah ditentukkan. 2) Jenjang jabatannya lebih tinggi atau sekurang-kurangnya sama dengan pangkat yang akan diduduki. maka anda dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi apabila : 1) Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahun terakhir dari semua unsur sekurang-kurangnya bernilai baik . Seandainya anda seorang guru telah menduduki jabatan lebih tinggi dari pada pangkat anda.2. kemudian 2 (dua) tahun lagi anda dapat naik pangkat menjadi Penata (III/c) . golongan II/b. golongan II/c. 2) Telah melaksanakan proses belajar mengajar atau bimbingan sekurangkurangnya satu tahun 3) Tidak ada pernyataan keberatan dari pejabat yang berwenang. yang terdiri dari sekurang-kurangnya 16 (enam belas) berasal dari unsur utama.Keterangan Tabel : a. dan sebanyakbanyaknya 4 (empat) berasal dari unsur penunjang atau sebanyak 20 seluruhnya dari unsur utama (unsur utama 100%) d. Angka kredit pada kolom 5 adalah jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi.

Tata Cara Pengajuan Penetapan Usul Angka Kredit) . disamping angka kredit proses belajar mengajar atau bimbingan. dan sesuai dengan Kep. guru praktik dan guru pembimbing b. diperhitungkan untuk kenaikan pangkat jabatan berikutnya (dapat ditabung) 2. 3. Guru yang mempunyai angka kredit melebihi jumlah angka kredit yang ditentukkan untuk kenaikan pangkat/ jabatan setingkat lebih tinggi dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat/ jabatan berikutnya (ditabung). Pembagian Tugas guru. maka untuk kenaikan pangkat/jabatan harus dikaitkan dengan angka kredit. Tugas Pokok Guru (Tugas pokok Guru. Tata Cara penilaian Angka Kredit. Jabatan guru merupakan jabatan fungsional. MENPEN Nomor : 84 Tahun 1993 jenjang jabatan guru terdapat sebanyak (tiga belas) jenjang yaitu mulai dari Guru Pratama samapi dengan guru Utama. Rangkuman a. Bagi anda yang menjabat Guru Pembina (IV/a) samapi dengan Guru Utama (IV/e) untuk naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan angka kredit dari pengembangan profesi sekurang-kurangnya 12 angka kredit.Guru Dewasa dan hanya diwajibkan menambah angka kredit 20% saja dari unsur utama e. dengan memiliki angka kredit melebihi angka kredit melebihi angka krdit yang ditentukkan untuk kenaikan pangkat jabatan setingkat lebih tinggi. tugas dan kegiatan di golongkan menjadi 4 (empat) jenis yaitu : guru kelas. guru mata pelajaran. kemudian jenis guru berdasarkan sifat. Sesuai dengan pasal 9 ayat (4) Keputusan menpan 84/1993 guru yang 80% dari angka kredit yang disyaratkan. oleh karena itu persentase alokasi angka kredit untuk kenaikan pangakt/jabatan setiap jenjang pangkat/jabatan diwajibkan memperoleh angka kredit sebaagi berikut : 1) Unsur utama ≥ komposisi : a) Pendidikan dan proses belajar mengajar atau Bimbingan ≥ 72 % atau ≥ 108 angka kredit b) Pengembangan proses belajar mengajar atau bimbingan ≤ 8 % atau 12 angka kredit 2) Penunjang proses belajar mengajar atau bimbingan ≤ 20 % atau ≤ 30 Catatan : ≥ artinya sekurang-kurangnya (lebih besar atau sama dengan) ≤ artinya sebanyak-banyaknya (kurang atau sama dengan) f. Prestasi Kerja Guru Yang Dinilai Dengan Angka Kredit.

a. Khusus untuk unsur proses belajar mengajar atau bimbingan dan unsur pengembangan profesi adalah sebagai berikut : 1) Pada masing-masing jenis guru terdapat istilah yang berbeda dalam melaksanakan butir kegiatan unsur proses belajar mengajar atau bimbingan. menyajikan program pengajaran. melaksanakan program bimbingan. c. Tugas pokok guru berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 Tahun 1993 adalah : a) Menyusun program pengajaran. b) Melaksanakan. evaluasi belajar. tidak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling. tanggung jawab. 2) Semakin tinggi jenjang jabatan guru semakin luas dan berat pula tugas. . evaluasi pelaksanaan bimbingan dan analisis hasil pelaksanaan bimbingan. Standar Prestasi Kerja Guru Standar prestasi kerja guru adalah minimal yang wajib dilakukan guru dalam proses belajar mengajar atau bimbingan agar dapat naik pangkat/jabatan dalam waktu yang telah ditentukkan 1) Standar prestasi kerja Guru Pratama (II/a) samapi dnagn Guru Dewasa belajar mengajar atau bimbingan meliputi kegiatan : a) Penyusunan program pengajaran atau praktik atau bimbingan dan konseling b) Penyajian program pengajaran atau praktik atau bimbingan dan konseling c) Evaluasi belajar atau praktik bimbingan dan konseling 2) Standar prestasi kerja Guru Pembina (IV/a) sampai dengan guru Utama (IV/e) selain tersebut pada butir I) ditambah kegiatan. analisis hasil evaluasi belajar dan menyusun program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. dan wewenangnya 3) Wewenang guru dalam PBM/bimbingan terdiri atas : a) Melaksanakan dengan bimbingan. tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. c) Membimbing guru lain yang berwenang melaksanakan dengan bimbingan. a) Analisis hasil evaluasi belajar atau praktik bimbingan dan konseling. b. b) Penyusunan program perbaikan dan pengayaan atau tindak lanjut pelaksanaan bimbingan dan konseling. b) Menyusun progran bimbingan.

sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. a) Penyusunan program pengajaran b) Penyajian program pengajaran sekurang-kurangnya 18 jam pelajaran perminggu c) Evaluasi belajar 2) Guru Pembimbing wajib melaksanakan kegiatan : a) Penyusunan program bimbingan dan konseling b) Pelaksanaan bimbingan dan konseling terhadap sekurang-kurangnya 150 siswa. b) Melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar atau praktik bimbingan dan konseling. selain tersebut pada butir 1) dan butir 2).c) Pengembanagn profesi dengan angka krdit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) 3) Standar prestasi Guru Kelas. d. c) Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling 3) Khusus Guru Kelas disamping wajib melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut pada butir 1) wajib melaksanakan pula program bimbingan dan konseling terhadap siswa di kelas yang menajdi tanggung jawabnya 4) Guru Pembina Disamping wajib melaksanakan kegiatan sebagaimanabutir 1) atau butir 2). Guru Mata Pelajaran . dan guru Praktik. c) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan atau tindak lanjut bimbingan dan konseling . diwajibkan pula: a) Mengumpulkan angak kredit dari unsur pengembanagn profesi sekurang-kurangnya 12 angka kredit pada setiap jenjang jabatan. wajib melaksanakan kegiatan. Kewajiban Guru Kewajiban guru adalah kegiatan minimal yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar atau bimbingan agar memenuhi syarat untuk dapat diusulkan kenaikan pangkat/jabatannya 1) Guru Kelas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->