P. 1
rpp xii sosiologi

rpp xii sosiologi

|Views: 2,866|Likes:
Published by Nur Auladi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Nur Auladi on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : : SMA SOSIOLOGI XII / I Ke-1 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami dampak perubahan sosial

II. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat III. INDIKATOR 1. Mendeskribsikan hakekat perubahan sosial 2. Mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan sosial IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menjelaskan hakekat perubahan sosial 2. Siswa mampu mencari contoh kasus di masyarakat tentang perubahan sosial 3. Siswa mampu menggolongkan bentuk-bentuk perubahan sosial sesuai kasus yang diperoleh dari masyarakat V. MATERI AJAR : Pengertian dan bentuk-bentuk perubahan sosial A. Pengertian Perubahan Sosial Definisi persubahan sosial menurut beberapa ahli sosiologi antara lain sebagai berikut : 1. William F. Ogburn, menyatakan bahwa perubahan sosial budaya mencakup unsur ± unsur kebudayaan baik material maupun non material. 2. Selo Soemardjan, menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan ± perubahan yang terjadi pada lembaga ± lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masayarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk di dalamnya nilai ± nilai, sikap, dan pola ± pola perilaku kelompok dalam masyarakat. 3. John Lewis Gillin dan John Philips Gillin, menyatakan bawa perubahan sosial budaya adalah suatu variasi dari cara ± cara hidup yang diterima, yang disebabkan oleh perubahan ± perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, serta karena adanya definisi dan penemuan baru dalam masyarakat. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur sosial di dalam masyarakat. B. Bentuk ± bentuk Perubahan Sosial 1. Perubahan Progress dan Regress a. Progress Progress yaitu perubahan sosial yang membawa ke arah kemajuan sehingga bisa menguntungkan dalam kehidupan sosial masyarakat. Contoh : Internet masuk desa, pemberantasan buta huruf. b. Regress Regress yaitu perubahan sosial yang membawa ke arah kemunduran, sehingga kurang menguntungkan bagi masyarakat, Contoh : peperangan yang mengakibatkan hancurnya fasilitas umum dan barang ± barang serta membinasakan kehidupan manusia.

2. Perubahan yang terjadi secara evolusi (lambat) dan revolusi (cepar) a. Perubahan Evolusi (Lambat) Perubahan evolusi merupakan perubahan yang berlangsung lambat, dan umumnya tidak menimbulkan disintegrasi kehidupan. Contohnya : Perubahan yang terjadi pada masyarakat yang terikat oleh tradisi yang sangat kuat secara bertahap. b. Perubahan Revolusi (Cepat) Perubahan Revolusi adalah perubahan yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar ± dasar atau sendi ± sendi pokok kehidupan masyarakat. Dalam revolusi perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa rencana. Contoh : revolusi Perancis, revolusi Industri Inggris, revolusi kemerdekan Indonesia 3. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan besar a. Perubahan yang pengaruhnya kecil Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur ± unsur struktur yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Misalnya : perubahan mode rambut dan pakaian secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan ± perubahan pada lembaga ± lembaga masyarakat b. Perubahan yang pengaruhnya besar Perubahan yang pengaruhnya besar merupakan yang mengakibatkan perubahan pada lembaga ± lembaga kemasyarakatan. Perubahan ini tidak hanya mengubah masyarakat yang mengalaminya tetapi juga perubahan pada lembaga atau organisasi yang ada dalam masyarakat itu. Misalnya, tanah pertanian yang dialih fungsikan menjadi pabrik, akan mengubah masyarakat sekitar berpindah pekerjaan yang semula bertani berubah menjadi buruh pabrik. Hal ini juga akan merubah pola kehidupan masyarakat secara keseluruhan baik hubungan kerja, sistem kepemilikan tanah dan hubungan kekeluargaan. 4. Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tidak direncanakan a. Perubahan yang direncanakan (dikehendaki) Perubahan ini merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak ± pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat. Contoh : digantinya bahan bakar minyak dengan bahan bakar gas sehingga masyarakat tidak tergantung dengan minyak tanah. b. Perubahan yang tidak direncanakan Perubahan ini merupakan perubahan yang berlangsung begitu saja dan di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat ± akibat sosial yang tidak diharapkan. Contoh : Perubahan pola pergaulan masyarakat, pola perubahan mode pakaian, akibat media massa yang berkembang pesat terutama televisi.

VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. Metode struktural (mencari pasangan) 2. Diskusi 3. Ceramah bervariasi 4. Presentasi 5. Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat ? y Pengetahuan Prasyarat : Pengertian perubahan sosial dan bentukbentuk perubahan sosial. y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi perubahan sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Siswa di dalam kelas diberikan kartu berisi konsep atau topik perubahan sosial di masyarakat y Setiap siswa mendapat satu kartu y Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya, Misalnya: pemegang kartu ³regress´ akan berpasangan dengan pemegng kartu ³contoh kasus regress´ y Setiap pasangan siswa mendiskusikan, menyelesaikan tugas secara bersama-sama y Masing-masing kelompok melakukan presentasi secara lisan hasil diskusinya ke depan kelas. y Kelompok yang lain menanggapi presentasi kelompok lain. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-saama y Buatkan contoh perubahan sosial yang terjadi di masyarakat y Menyebutkan bentuk-bentuk perubahaan sosial yang ada di masyarakat dengan mengamati gambar/foto yang ditayangkan. y Pemberian tugas individu untuk pertemuan selanjutnya mencari contoh kasus perubahan sosial dan menjelaskannya menurut pendapat siswa.

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

75¶

3

10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop y Kartu konsep y Gambar/foto

b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2009) Modul Sosiologi, Temanggung : Fokus y Koran, majalah, media massa lainnya IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Obyektif

Soal Obyektif : 1. Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga dalam masyarakat yang mempengaruhi sistem, nilai, sikap dan pola perilaku masyarakat, dari pengertian di atas hakekat perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada« A sikap masyarakat B lembaga masyarakat C keinginan masyarakat D anggota masyarakat E kelompok massyarakat 2. Perubahan adalah perubahan yang terjadi pada lembaga ± lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk di dalamnya nilai ± nilai, sikap, dan pola ± pola perilaku kelompok dalam masyarakat. Definisi ini dikemukakan oleh A John L.Gillin dan John P. Gillin B Samuel Koening C Selo Sumardjan D Allan G. Johnson E Max Weber 3. Perubahan yang begitu cepat dewasa ini, membuat seseorang menjadi berfikir pendek untuk mencari kepuasan dengan mudah, sehingga menyebabkan seseorang tidak bisa mengendalikan diri. Di bawah ini adalah contoh-contoh disintegrasi perorangan karena perubahan, kecuali . A perceraian B pelacuran C mabuk D sakit ingatan E bunuh diri 4. Perubahan yang terjadi secara lambat dan memerlukan waktu yang lama serta tidak menimbulkan disintegrasi kehidupan disebut «. A evolusi B revolusi C involusi D mobility E reformasi 5. Bentuk-bentuk perubahan yang pengaruhnya kecil terhadap unsur-unsur struktur masyarakat dan tidak membawa pengaruh langsung bagi masyarakat adalah «. A proses industrialisasi pada masyarakat agraris B proyek-proyek pembangunan pada masyarakat perkotaan C digantinya sistem pemerintahan oleh penguasa D dibangunnya lembaga-lembaga formal dalam masyarakat E perubahan dalam mode pakaian dan potongan rambut 6. Perubahan yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh pihak-pihak tertentu dalam masyarakat disebut «. A perubahan yang direncanakan B perubahan yang tidak dikehendaki C perubahan yang tidak direncanakan D perubahan kemunduran E perubahan kemajuan 7. Secara garis besar perubahan menyangkut hal ± hal berikut, kecuali «. A agama B kelompok C stratifikasi D lembaga E interaksi 8. Dalam suatu sistem kehidupan masyarakat perubahan dapat terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sehingga mempengaruhi sistem tersebut yang meliputi nilai-nilai, sikap, maupun pola perilakunya. Fakta ini menunjukkan bahwa «.

A masyarakat mudah dipengaruhi B masyarakat terisolasi dari pengaruh luar C masyarakat telah mengalami proses perubahan D masyarakat mengalami stagnasi E masyarakat adalah sekumpulan individu yang statis. 9. Kemiskinan dan pengangguran yang merajalela, kriminalitas yang tinggi dilihat dari perkembangan masyarakatnya maka bentuk perubahan sosial tersebut termasuk... A progess B evolusi C revolusi D regress E sengaja 10. Salah satu dampak yang tidak diakibatkan oleh adanya perubahan dalam masyarakat adalah A terjadinya kesenjangan budaya B terjadinya kesenjangan C menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan D mendatangkan bencana alam E masyarakat mengalami disintegrasi Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. B B B A E 6. 7. 8. 9. 10. A A C D D

Rancangan penilaian kognitif : No
1 2 3 4 5 6 7

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : : SMA SOSIOLOGI XII / I Ke-2 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami dampak perubahan sosial

II. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat III. INDIKATOR 1. Menjelaskan teori-teori perubahan sosial 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menjelaskan teori-teori tentang perubahan sosial 2. Siswa mampu menngidentifikasikan contoh faktor-faktor yang mempengarui perubahan sosial di masyarakat. V. MATERI AJAR : Teori-teori dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial Teori ± Teori Perubahan Sosial 1. Teori Evolusi (Evolutionany Theory) Teori evolusi melihat perkembangan manusia sebagai proses yang sifatnya multilinear, sebuah perkembangan yang muncul dengan suatu cara yang berbeda dalam masyarakat. 2. Teori Siklus (Cylical Theory) Teori siklus memandang perkembangan masyarakat ibarat sebuah organisme atau makhluk hidup. Di mana dalam teori ini ada masa kelahiran, masa anak ± anak, kedewasaan, dan kematian yang membentuk sebuah siklus. 3. Teori Fungsional (Functionalist Theory) Teori fungsional adalah teori yantg memandang setiap elemen masyarakat memberikan fungsi terhadap elemen masyarakat lainnya, sehingga perubahan yang muncul dalam suatu masyarakat akan menimbulkan perubahan pada masyarakat yang lain. 4. Teori Linier atau perkembangan Menurut teori ini perubahan sosial bersifat linier atau berkembang menuju suatu titik tujuan tertentu. Masyarakat berkembang dari tradisional menuju masyarakat kompleks modern. 5. Teory Konflik (Conflict Theory) Teori ini merupakan teori yang berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa. Konflik akan menyebabkan terjadinya terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan 1. 2. 3. 4. 5. Faktor Geografis Faktor Teknologis Faktor Ideologis Faktor Kepemimpinan Faktor Penduduk 

Faktor Geografis Lingkungan fisik dapat mempengaruhi penduduk untuk mudah atau sulit mengalami perubahan. Adanya bencana alam : gempa bumi, banjir, temperatur yang terlalu tinggi dan sebagainya, hal ini akam menpengaruhi manusia untk mengubah gaya hidup mereka. Sedikit banyaknya sumber kekayaan alam akan menentukan jenis kehidupan manusia yang akan dialami oleh kelompok orang tertentu. Contoh : pada masyarakat pedesaan karena lahan pertanian semakin sempit, karena disebabkan adanya pendirian pabrik, perumahan, hal yang akan menimbulkan perubahan gaya hidup.  Faktor Teknologis Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baru akan mengakibatkan perubahan yang sangat luas. Contoh penemuan di bidang informasi, komunikasi, transportasi akan lebih memudahkan dalam berkomunikasi, menerima berbagai informasi baik dari dalam maupun dari luar sehingga dapat mempengaruhi perubahan yang berdampak positif maupun negatif.  Faktor Ideologis Ideologi dapat dijadikan alat untuk memelihara, tetapi akan juga membantu mempercepat timbulnya perubahan jika keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai tidak memenuhi tuntutan kebutuhan dalam masyarakat. Contoh : munculnya komunisme dan sosialisme di banyak bangsa di dunia hanya dapat berhasil apabila ideologi politik lama tidak mampu lagi memenuhi berbagai kebutuhan orang-orang negara tersebut.  Faktor Kepemimpinan Adanya perubahan-perubahan, biasanya dipengaruhi oleh seorang pemimpin kharismatik, karena pemimpin kharismatik memiliki/mampu menarik pengikutnya dalam jumlah yang besar yang bergabung dalam gerakan. Contoh: Gerakan reformasi di Indonesia dipengarui oleh pemimpin-pemimpin informal yang menginspirasi mahasiswa dan masyarakat bergerak menuntut perubahan sistem politik.  Faktor Penduduk Faktor kependudukan baik peningkatan maupun penurunan jumlah penduduk merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perubahan . Contoh : bertambahnya banyak pendudukan berdampak pada peningkatan pengangguran, tindakan krimialitas, dsb. Upaya diadakan program KB, Transmigrasi, inovasi teknik produksi di berbagai bidang kehidupan khusus sandang, pangan, dan papan. Pengurangan jumlah penduduk biasanya disebabkan berbagai bencana alam, wabah penyakit, hal tersebut akan mengakibatkan perubahan penduduk dibentuknya organisasi misalnya relawan-relawan, Tim SAR dll. VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. Diskusi kelompok kecil Ceramah bervariasi Presentasi Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana kita menjelaskan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat ? y Pengetahuan Prasyarat : Teori-teori dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial. y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi perubahan sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Siswa di dalam kelas membentuk kelompok dan diberikan kartu berisi teori atau contoh kasus perubahan sosial di masyarakat y Setiap kelompok mendapat satu kartu y Setiap kelompok mendiskusikan, menyelesaikan tugas secara bersama-sama y Masing-masing kelompok melakukan presentasi secara lisan hasil diskusinya ke depan kelas. y Kelompok yang lain menanggapi presentasi kelompok lain. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-saama y Jelaskan contoh perubahan sosial yang terjadi di masyarakat y Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial di masyarakat.. y Pemberian tugas individu untuk pertemuan selanjutnya berbentuk naskah mengamati faktor pendorong, penghambat dan sikap masyarakat terhadap perubahan sosial.

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

75¶

3

10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop y Kartu konsep y Gambar/foto b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2009) Modul Sosiologi, Temanggung : Fokus y Koran, majalah, media massa lainnya

IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Uraian

Soal Uraian : 1. Jelaskan perubahan sosial menurut teori evolusi! 2. Berikan contoh perubahan sosial menurut teori siklus! 3. Jelaskan bagaimana faktor geografis dapat mempengaruhi terjadinya perubahan sosial! 4. Buatlah contoh kasus faktor penduduk yang dapat mempengaruhi perubahan sosial di masyarakat! 5. Jelaskan dampak pergantian kepemimpinan dalam suatu negara terhadap perubahan sosial!

Rambu-rambu jawaban : 1. Teori evolusi melihat perkembangan manusia secara bertahap sebagai proses yang sifatnya multilinear, sebuah perkembangan yang muncul dengan suatu cara yang berbeda.Masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif, menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal 2. Peubahan mode akan berkembang dan selalu muncul yang baru, tetapi suatu saat mode yang lama (pernah ada) akan muncul kembali pada suatu saat, sehingga akan selalu berulang-ulang seperti siklus. 3. Lingkungan fisik dapat mempengaruhi penduduk untuk mudah atau sulit mengalami perubahan. Adanya bencana alam : gempa bumi, banjir, temperatur yang terlalu tinggi dan sebagainya, hal ini akam menpengaruhi manusia untk mengubah gaya hidup mereka. Sedikit banyaknya sumber kekayaan alam akan menentukan jenis kehidupan manusia yang akan dialami oleh kelompok orang tertentu. 4. Contoh : bertambahnya banyak pendudukan berdampak pada peningkatan pengangguran, tindakan krimialitas, dsb. Upaya diadakan program KB, Transmigrasi, inovasi teknik produksi di berbagai bidang kehidupan khusus sandang, pangan, dan papan. Pengurangan jumlah penduduk biasanya disebabkan berbagai bencana alam, wabah penyakit, hal tersebut akan mengakibatkan perubahan penduduk dibentuknya organisasi misalnya relawan-relawan, Tim SAR dll. 5. Pergantian kepemimpinan suatu negara akan membawa perubahan pda masyarakatnya melalui kebijakan yang diterapkan. Seorang pemimpin yang otoriter akan membawa masyarakat mencekam, tidak bersuara dan membatasi kretifitas. Sebaliknya Seorang pemimpin yang demokratis akan membawa masyarakat mandiri, bebas berekspresi dsb.

Rancangan penilaian kognitif :
No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Skor Jawaban 2 3 4 Jumlah Skor Nilai

1

5

Penskoran : Setiap soal nilai maksimal 10. NILAI = Nilai maksimal setiap soal dijumlah kemudian dikalikan 2

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : : SMA SOSIOLOGI XII / I Ke-3 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami dampak perubahan sosial

II. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat III. INDIKATOR Mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu mencari contoh kasus di masyarakat tentang faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial 2. Siswa mampu mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat sesuai contoh kasus perubahan sosial di masyarakat 3. Siswa mampu menjelaskan sikap masyarakat terhadap contoh kasus perubahan sosial di masyarakat V. MATERI AJAR : Faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial, sikap masyarakat terhadap perubahan sosial 1. FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL A. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Ditinjau dari Sumbernya: I. FAKTOR INTERN 1. Bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk. Besar kecil jumlah penduduk akan menentukan cepat lambatnya perubahan sosial masyarakat. Pertambahan penduduk yang sangat cepat akan menyebabkan terjadinya perubahan kemasyarakatan. Demikian juga dengan berkurangnya penduduk di desa hal ini mungkin disebabkan adanya urbanisasi ini akan mempengaruhi sistem pembagian kerja. 2. Penemuan ± penemuan baru Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menyebabkan berbagai perubahan ± perubahan. 3. Pertentangan (konflik dalam masyarakat) 4. Pemberontakan atau revolusi II. FAKTOR-FAKTOR EKSTERN 1. Lingkungan fisik yang ada disekitar manusia. 2. Peperangan 3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain B. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Ditinjau dari Wujudnya: a. Faktor idiil/ gagasan/ide yaitu perubahan sosial yang berwujud ide atau gagasan yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Contoh: penemuan istilah sosiologi oleh Auguste Comte, Gagasan menciptakan bahan bakar yang ramah lingkungan. b. Faktor Material yaitu perubahan sosial yang berwujud materi atau benda yang dapat mendorong perubahan sosial dalam masyarakat. Contoh: Komputer

mempengaruhi efisiensi kerja, pesawat terbang transportasi.

mempengaruhi kecepatan

2. FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL Soerjono Soekanto (1982) menyebutkan ada delapan faktor yang menghambat perubahan sosial, yaitu : 1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan yang dapat memperkaya kebudayaan masyarakat tersebut. 2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat yang disebabkan oleh kehidupan masyarakat yang tertutup 3. Sikap masyarakat yang masih mengagungkan tradisi masa lampau dan cenderung konservatif. 4. Adanya kepentingan yang sudah tertanam kuat (VESTED INTEREST). Orang selalu mengidentifikasi diri dengan usaha dan jasa ± jasanya. 5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan. Masyarakat khawatir akan adanya unsur-unsur luar yang dapat menggoyahkan integrasi dan menimbulkan perubahan pada aspek ± aspek tertentu di dalam masyarakat. 6. Prasangka terhadap hal ± hal baru atau asing, sikap tertutup terhdap yang datang dari barat, karena disebabkan pengalaman selama masa penjajahan, sehingga curiga dan khawatir datangnya unsur ± unsur budaya baru. 7. Hambatan yang bersifat idiologis Setiap usaha perubahan pada unsur budaya rohaniah, biasanya diartikan dengan usaha yang berlawanan dengan ideologis masyarakat yang sudah menjadi dasar kehidupan masarakat tersebut. 8. Kebiasaan tertentu dalam masyarakat yang cenderung sukar diubah

3. SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PERUBAHAN a. Faktor-faktor yang mempengaruhi diterima atau ditolaknya unsur baru 1. Kebiasaan masyarakat dalam hubungan dengan masyarakat lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Masyarakat yang terbuka hubungannya dengan orang dari beranekaragam kebudayaan, cenderung menghasilkan warga masyarakat yang lebih mudah untuk menerima kebudayaan asing atau baru. 2. Suatu unsur kebudayaan baru lebih mudah diterima jika tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut masyarakat. Hal ini disebabkan masuknya unsur kebudayaan tesebut tidak akan merusak pranat-pranata yang sudah ada. 3. Corak struktur suatu masyarakat yang menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Struktur yang otoriter akan sukar menerima setiap unsur kebudayaan baru, kecuali kebudayaan tersebut langsung atau tidak langsung dirasakan manfaatnya oleh rezim yang berkuasa. 4. Suatu unsur kebudayaan baru lebih mudah diterima masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur baru tersebut. Misalnya, adanya prasarana jalan yang bias dilewati sepeda sebagai alat angkut di suatu daerah terpencil menjadi landasan bagi diterimanya sepeda motor secara lebih mudah. 5. Unsur baru yang terbukti mempunyai kegunaan konkret dan terjangkau kebanyakan anggota masyarakat akan mudah diterima. Sebaliknya unsur baru yang belum terbukti kegunaannya dan tidak terjangkau oleh kebnyakan anggota masyarakat lebih sulit diterima. b. Kecenderungan masyarakat untuk mempertahankan kebudayaan 1. Unsur yang mempunyai fungsi vital dan sukar diterima oleh masyarakat. 2. Unsur yang dieproleh melalui proses sosialisasi sejak kecil dan sudah terinternalisasi dalam diri anggota masyarakat. 3. Unsur kebudayaan yang menyangkut sistem keagamaan atau religi. 4. Unsur-unsur yang menyangkut ideologi atau falsafah hidup.

VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. Metode bola salju (snow balling) Diskusi aktif Ceramah bervariasi Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :
NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Mengapa perubahan sosial dapat terjadi di masyarakat? y Pengetahuan Prasyarat : Faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial, sikap masyarakat terhadap perubahan sosial. y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi faktor-faktor pendorong /penghambat dan sikap masyarakat terhadap perubahan sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Guru memberikan tugas mencari contoh kasus tentang faktor pendorong/penghambat perubahan sosial dan sikap masyarakat terhadap contoh kasus perubahan sosial tersebut. y Siswa di dalam kelas diminta untuk menjawab secara berpasangan sesuai tugas yang diberikan masing-masing pasangan. y Setelah siswa menyelesikan tuganya secara berpasangan kemudian hasil diskusi pasangan tadi digabungkan dengan pasangan lainnya yang membahas tema yang sama, misalnya; pasangan yang membahas contoh kasus faktor pendorong perubahan sosial dengan pasangan yang membahas contoh kasus faktor pendorong perubahan sosial´ y Kelompok kemudian beranggotakan empat siswa mendiskusikan secara bersama-sama seperti dalam kelompok dua siswa. Siswa harus berdiskusi membuat kesepakatan jawaban dari tugas. y Setelah kelompok berempat ini selesai mengerjakan tugas, setiap kelompok digabungkan dengan satu kelompok yang lain, sehingga sekarang kelompok terdiri dari delapan siswa y Kelompok kemudian mendiskusikan secara bersama-sama seperti dalam kelompok empat siswa. Siswa mengidentifikasi dan menjelaskan kasus±kasus tersebut serta membuat kesepakatan jawaban dari tugas. y Masing-masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusinya ke depan kelas. y Kelompok yang lain menanggapi presentasi kelompok lain. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Buatkan contoh kasus faktor pendorong/penghambat perubahan sosial yang terjadi di masyarakat

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

75¶

3

10¶

y Menjelaskan/menyebutkan gambar/foto yang ditayangkan, faktor pendorong/penghambat serta sikap masyarakat terhadap perubahaan sosial yang ada di masyarakat y Pemberian tugas individu untuk pertemuan yang akan datang, mencari contoh proses-proses perubahan sosial yang terjadi di masyarakat VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop y Kartu pertanyaan y Gambar/foto b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2009) Modul Sosiologi, Temanggung y Koran, majalah, media massa lainnya IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan

PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Obyektif Soal Obyektif 1.

: : : :

A B C D

Perhatikan pernyataan beikut: 1. Konflik 2. Peperangan 3. Pertambahan penduduk 4. Bencana alam Dari pernyataan di atas yang termasuk factor pendorong perubahan sosial dari dalam adalah« A 1 dan 2 B 1 dan 3 C 2 dan 3 D 2 dan 4 E 3 dan 4 2. Semua penemuan baru yang telah diakui, diterima, dan diterapkan di masyarakat dinamakan « A discovery B teknologi C inovasi D modifikasi E invention 3. Gambar di samping menunjukkan adanya «. I II III
P

adanya beberapa penemuan menimbulkan satu jenis perubahan satu jenis perubahan menyebabkan beberapa penemuan P2 penemuan baru yang mengakibatkan perubahan yang menjalar berbagai lembaga kemasyarakatan P3 D beberapa perubahan mengakibatkan beberapa perubahan E penemuan baru yang memancar segala arah 4. Contoh penemuan baru yang pengaruhnya memancar ke segala bidang kehidupan adalah «. A kereta api B radio C mode pakaian D mesin uap E kapal terbang 5. Perhatikan pernyataan berikut ! 1. Pendidikan yang maju 2. Prasangka terhadap budaya asing 3. Sikap konsevatif 4. Sikap inklusif
P1

A B C

Berdasarkan pernyataan di atas, yang merupakan factor yang menghambat perubahan sosial adalah « A 1 dan 2 B 1 dan 3 C 1 dan 3 D 2 dan 3 E 3 dan 4 6. Suatu perubahan yang disebabkan oleh faktor lingkungan alam adalah «. A gempa bumi B peperangan C konflik D persaingan E demonstrasi 7. Adanya keinginan untuk maju, sistem pelapisan juga terbuka merupakan faktor ... A proses perubahan B jenis C pendorong D bentuk E penghambat 8. Auguste Comte menemukan istilah sosiologi, James Watt menemukan mesin uap hasil pemikiran tersebut merupakan factor pendorong perubahan sosial, dilihat dari wujudnya adalah« A spiritual B materiil C idiil D konseptul E intelektual 9. Berikut ini yang merupakan hasil kebudayaan yang sulit berubah adalah« A kepercayaan B teknologi C peralatan transportasi D penemuan baru E alat perang 10. Manakah di bawah ini yang termasuk faktor penghambat masyarakat untuk berubah? A adanya rasa tidak puas dengan situasi dan kondisi yang ada B sadar akan kekurangan dalam kebudayaannya sendiri. C tingkat kebutuhan masyarakat semakin bertambah. D adanya rasa curiga terhadap unsur baru. E sikap terbuka dari masyarakat

Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. B E A B D 6. 7. 8. 9. 10. A C C A D

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5 6 7

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / I Ke-4 - 5 4 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami dampak perubahan sosial

II. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat III. INDIKATOR 1. Mendeskripsikan bentuk-bentuk proses perubahan sosial IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk proses perubahan sosial 2. Siswa mampu mencari contoh kasus di masyarakat bentuk proses perubahan sosial 3. Siswa mampu menggolongkan bentuk-bentuk proses perubahan sosial sesuai kasus yang diperoleh dari masyarakat V. MATERI AJAR : Bentuk-bentuk proses perubahan sosial
A. Difusi (Difusion) Disfusi adalah proses penyebaran unsur ± unsur kebudayaan (ide ± ide, keyakinan, hasil ± hasil kebudayaan, dsb) dari individu satu kepada individu lain, dari suatu golongan ke golongan lain, atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan terjadinya difusi suatu penemuan baru yang telah diterima masyarakat dapat diteruskan atau disebarkan pada masyarakat luas. Ada dua type dari difusi yaitu : a. Difusi intra masyarakat (intra society siffusion), yaitu difusi unsur kebudayaan antar individu / golongan dalam suatu masyarakat. b. Difusi antar masyarakat (inter society diffusion), yaitu difusi unsur kebudayaan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

Difusi intra masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : 1. Suatu pengakuan bahwa unsur yang baru tersebut mempunyai kegunaan 2. Ada tidaknya unsur ± unsur kebudayaan yang mempengaruhi diterima atau tidak diterimanya unsur ± unsur yang baru 3. Suatu unsur yang baru berlawanan dengan fungsi unsur yang lama, kemungkinan besar tidak akan diterima 4. Kedudukan dan peranan dari individu yang menemukan sesuatu yang baru mempengaruhi apakah hasil penemuannya itu dengan mudah diterima atau tidak 5. Pemerintah dapat membatasi proses difusi tersebut. Difusi antar masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : 1. Adanya kontak antara masyarakat ± masyarakat tersebut 2. Kemampuan untuk mendemonstrasikan manfaat penemuan baru tersebut 3. Pengakuan akan kegunaan penemuan baru tersebut 4. Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang menyaingi unsur-unsur penemuan baru tersebut

5. Peranan masyarakat yang menyebabkan penemuan baru tersebut 6. Paksaan dapat juga digunakan untuk menerima suatu penemuan baru Masuknya unsur ± unsur baru ke dalam suatu masyarakat dapat terjadi melalui : 1. Penetration pacifique (perembesan damai), yaitu masuknya unsur baru ke dalam suatu masyarakat tanpa kekerasan dan paksaan. Contohnya : masuknya kebudayaan Islam ke dalam masyarakat Jawa. 2. Penetration violente (perembesan dengan kekerasan), yaitu masuknya unsur baru kedalam suatu masyarakat dengan kekerasan atau paksaan sehingga kadang merusak kebudayaan masyarakat penerima. Contoh ; masuknya kebudayaan barat ke masyarakat Indonesia yang dibawa oleh kaun penjajah. 3. Simbiotik, yaitu proses masuknya unsur ± unsur kebudayaan ke atau dari dalam masyarakat yang hidup berdampingan. Simbiotik ada tiga macam yaitu: a. Mutualistik, yaitu simbiosis yangs aling menguntungkan b. Komensalisme, yaitu satu pihak untung dan pihak lain tidak untung tetapi juga tidak rugi c. Parasitistik, yaitu satu pihak untuk dan pihak lain menderita kerugian Proses difusi dapat memperlancar proses perubahan karena difusi memperkaya dan menambah unsur ± unsur kebudayaan yang seringkali memerlukan perubahan ± perubahan dalam kemasyarakatan atau bahkan penggantian lembaga kemasyarakatan lama dengan yan baru. Orang- orang yang berperan dalam proses difusi adalah para pedagang, penyebar agama, penjelajah yang menemukan benua baru. B. Akulturasi Akulturasi atau kontak kebudayaan merupakan proses yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur ± unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur ± unsur kebudayaan itu lambat lain duterima dan diolah ke dalam kebudayaannya tanpa menghilangkan sifat khas kepribadian kebudayaan asli. Misalnya gerak migrasi, gerak perpindahan dari suku bangsa di muka bumi. Migrasi tentu menyebabkan pertemuan antara kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda ± beda dan akibatnya bahwa individu dalam kelompok itu dihadapkan dengan unsur kebudayaan asing. Akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang menghasilkan suatu bentuk kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan unsur aslinya. Contohnya bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayan asli Indonesia dengan kebudayaan India. Proses akulturasi sudah ada sejak dulu kala dalam sejarah kebudayaan manusia, tetapi akulturasi yang mempunyai sifat khusus timbul ketika kebudayaan bangsa di Eropa Barat mulai menyebar ke semua daerah lain di muka bumi. Bentuk ± bentuk kontak kebudayaan yang dapat menimbulkan proses akulturasi : a. Kontak dapat terjadi antara seluruh masyarakat atau antara bagian ± bagian saja dalam masyarakat, dapat juga terjadi antara individu ± individu dari dua kelompok. b. Kontak dapat timbul antara golongan yang bersahabat dengan golongan yang bermusuhan. c. Kontak dapat timbul antara masyarakat yang menguasai dengan yang dikuasai d. Kontak dapat timbul antara masyarakat yang jumlahnya sama besar (mayotitasmayoritas/minoritas-minoritas) atau berbeda (mayoritas-minoritas) e. Kontak dapat terjadi antara aspek ± aspek materiil dan non materiil dari kebudayaan yang sederhana dengan yang komplek dan antara yang komplek dengan yang komplek pula. Bentuk ± bentuk akulturasi sebagai berikut : a. Substitusi. Unsur kebudayaan lama diganti unsur baru yang lebih memberikan kegunaan bagi keperluan hidup masyarakatnya. Contoh ; sistem komunikasi tradisional yang dulu kentongan, bedug diganti telepon, radio, atau pengeras suara.

b. Sinkretisme. Unsur lama masih berfungsi dan bercampur dengan unsr baru sehingga membentuk sistem yang baru. Contoh; sinkretisme banyak terjadi dalam unsur keagamaan c. Adisi. Ditambahkannya unsur ± unsur baru, unsur lama yang masih berlaku. Contoh; ditemukan pupuk kimia tetapi pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos masih dipakai. d. Dekulturasi. Adanya unsur tertentu hilang diganti unsur yang baru. Contoh ; adanya mesin penggilingan padi mengakibatkan hilangnya tradisi menumbuk padi dengan lesung. e. Originasi. Masuknya unsur kebudayaan yang sama sekali baru sehingga menimbulkan besar. Contoh: proyek listrik masuk desa. f. Rejection (penolakan). Proses akulturasi yang terlalu cepat / dipaksakan sehingga banyak masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Contoh: pemberontakan bersenjata pada masa penjajaan, Gerakan Ratu Adil. C. Asimilasi Asimilasi terjadi pada kelompok masyarakat dengan kebudayaan yang berbeda namun hidupnya berdampingan, sehingga anggota dari kelompok tadi dapat bergaul dengan sesamanya secara langsung dan akrab dalam waktu yang lama serta memungkinkan kebudayaan kelompok tersebut saling berusaha mendekati satu sama lain untuk kemudian secara lambat laun menyatu. Kebudayaan masing-masing berubah sifat dan wujudnya yang khas menjadi kebudayaan campuran. Proses asimilasi dapat berjalan lancar atau lambat tergantung dari faktor-faktor pendorong dan penghambat berikut : a. Faktor-faktor pendorong asimilasi, antara lain : 1. Toleransi antara kelompok-kelompok pendukung kebudayaan 2. Kesempatan-kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi 3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya 4. Sikap yang terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 5. Persamaan dalam unsur kebudayaan 6. Perkawinan campuran (amalgamasi) b. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor-faktor penghambat asimilasi, antara lain : Terisolirnya kehidupan kelompok Kurangnya pengetahuan akan kebudayaan lain Perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan lain Perasan bahwa kebudayaannya lebih tinggi dari kebudayaan lain Perbedaan warna kulit dan ciri badaniah (Ras) In-group feeling yang kuat Golongan minoritas mendapat gangguan dari mayoritas Perbedaan kepentingan (vested interest)

D. Akomodasi Akomodasi dapat berarti keadaan atau proses. Sebagai keadaan, akomodasi menunjuk kepada kondisi keseimbangan dalam hubungan-hubungan antara orang perorangan dan kelompok-kelompok orang sehubungan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk kepada usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan atau usaha-usaha untuk mencapai kestabilan interaksi . Tujuan Akomodasi : 1. Mengurangi pertentangan 2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan 3. Memungkinkan terjadinyan kerja sama 4. Mengusahakan terjadinya asimilasi.

Bentuk-bentuk akomodasi yang penting dalam mengendalikan konflik antara lain : 1. Toleransi : Keduabelah pihak yang bertikai saling menghormati pendapat masingmasing pihak. 2. Kompromi : mengendalikan konflik dengan cara pihak-pihak yang saling bertikai saling mengurangi tuntutannya. 3. Coercion: merupakan keadaan tanpa konflik yang terjadi karena perbedaan kedudukan yang sangat tajam, satu pihak dalam kedudukan yang sangat kuat dan pihak dalam kedudukan yang sangat lemah. 4. Konsiliasi : merupakan pengendalian konflik melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan-keputusan di antara pihak-pihak yang berlawanan mengenai persoalan-persoalan yang mereka pertentangkan. 5. Mediasi : apabila melalui konsiliasi keinginan-keinginan pihak-pihak yang bertikai tidak dapat dipertemukan, maka dapat dilakukan mediasi, yaitu dengan menunjuk pihak ketiga yang akan memberikan nasehat-nasehat tentang bagaimana sebaiknya menyelesaikan pertentangan-pertentangan diantara mereka. Pihak ketiga tidak berwenang mengambil keputusan, bahkan nasehat-nasehatnya tidak mengikat pihak yang saling bertikai 6. Arbitrasi : pengendalian konflik melalui arbitrasi (perwasitan) hampir sama dengan mediasi, hanya disini pihak yang saling bertikai dengan suka rela menerima atau terpaksa menerima pihak ketiga yang ditunjuk oleh badan atau lembaga yang lebih tinggi. Lebih daripada mediasi, dalam arbitrasi pihak ketiga berwenang mengambil keputusan yang harus ditaati oleh pihak-pihak yang bertikai. 7. Stalemate : menghentikan pada suatu titik tertentu pada dua pihak yang sedang bertikai. 8. Ajudikasi : penyelesaian konflik melalui pengadilan. VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. Observasi (pengamatan langsung) Diskusi aktif Ceramah bervariasi Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :
NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana bentuk proses perubahan sosial yang terjadi di masyarakat? y Pengetahuan Prasyarat : Bentuk-bentuk proses perubahan sosial y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi Bentuk-bentuk proses perubahan sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Guru memberikan tugas mencari contoh kasus tentang bentuk proses perubahan sosial melalui pengamatan langsung (observasi). y Siswa di dalam kelas diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatannya dalam kelompok y Siswa mengidentifikasi dan menjelaskan kasus±kasus tersebut serta membuat kesimpulan jawaban dari tugas. y Masing-masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusinya ke

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

75¶

depan kelas. y Kelompok yang lain menanggapi presentasi kelompok lain. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. 3 Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Buatkan contoh kasus bentuk proses perubahan sosial yang terjadi di masyarakat y Pertemuan ke-5 berikutnya ulangan KD 1 VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR

10¶

a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2009) Modul Sosiologi, Temanggung y Koran, majalah, media massa lainnya IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan

PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Obyektif Soal Obyektif

: : : :

A B C D

1. Proses penyebaran unsur± unsur kebudayaan dari orang perorang kepada orang lain dan dari masyarakat ke masyarakat lain disebut «. a. Difusi d. asimilasi b. Discovery e. adisi c. akulturasi 2. Proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu masyarakat ke masyarakat lain disebut a. difusi intra masyarakat b. intrasociety diffusion c. penetration pacifique d. difusi antar masyarakat e. penetration violente 3. Cara suatu kebudayaan yang masuk dengan jalan damai disebut «. a. difusi d. simbiotik b. penetration pasifique e. asimilasi c. penetration violente 4. Di bawah ini merupakan contoh penetration violente «. a. perdagangan d. penjajahan b. penyebaran agama e. pariwisata c. penjelajahan 5. Proses masuknya unsur ± unsur baru ke dalam suatu masyarakat yang hidup berdampingan dan saling menguntungkan disebut «. a. simbiotik mutualisme b. simbiotik komensalisme c. simbiotik parasitisme d. subsitusi e. penetrasi 6. Dua buah budaya yang bertemu dan meleburkan diri tanpa menghilangkan budaya aslinya disebut «. a. asimilasi d. invention b. akulturasi e. inovasi c. adaptasi 7. Di bawah ini yang bukan merupakan contoh proses akulturasi yaitu «. a. bangunan Candi Borobudur b. bangunan Candi Prambanan c. bangunan Masjid Demak d. bangunan Menara Kudus e. upacara memandikan pusaka setiap tanggal 1 Asyura 8. Dalam sistem komunikasi yang dulu menggunakan kentongan sekarang diganti dengan telepon merupakan contoh dari «. a. adisi d. dekulturasi b. substitusi e. originasi c. sinkretisme 9. Salah satu contoh bentuk dekulturasi adalah «. a. digantinya kentongan dengan telepon

b. ditemukannya mesin penggilingan padi c. ditemukannya pupuk kimia tetapi pupuk kandang masih dipakai d. proyek listrik masuk desa e. gerakan ratu adil 10. Proses akulturasi yang terlalu cepat atau terlalu dipaksakan sehingga anggota masyarakat tidak siap menerima perubahan disebut «. a. rejection d. substitusi b. originasi e. adisi c. sinkretisme Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. A D B D A 6. 7. 8. 9. 10. B E B D A

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5 6 7

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Soal Ulangan KD 1: Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat di bawah ini! 1. Dalam suatu sistem kehidupan masyarakat, perubahan dapat terjadi pada berbagai lembaga-lembaga kemasyarakatannya sehingga mempengaruhi sistem tersebut yang meliputi nilai-nilai, sikap maupun pola perilakunya. Fakta ini menunjukkan bahwa««.. A. masyarakat adalah sekumpulan individu statis B. masyarakat telah mengalami proses perubahan sosial C. masyarakat telah mengalami stagnasi D. masyarakt terisolasi dari pengaruh luar E. masyarakat mudah terpengaruh Kebiasaan masyarakat mengadakan selamatan 40 hari wafatnya anggota keluarga mulai berkurang. Sebagian masyarakat tidak lagi mengadakan selama 40 hari melainkan cukup 3 hari. Perubahan jumlah hari selamatan tersebut berlangsung lama dan bertahap, bentuk perubahan sosial tersebut termasuk«. A. evolusi B. revolusi C. progress D. regres E. direncanakan

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Perubahan mode pakaian, model rambut maupun model sepatu dianggap sebagai perubahan yang pengaruhnya kecil karena«« A. hanya dialami oleh kelompok remaja B. tidak merubah struktur sosial masyarakat C. tidak mempengaruhi kebutuhan masyarakat D. terjadi secara terus menerus E. merubah perilaku kaum masyarakat Terjadinya kesenjangan sosial, pengangguran yang merajalela, kemiskinan dan pendidikan yang rendah sebagai akibat pembangunan merupakan bentuk perubahan sosial««.. A. progres B. regres C. dikehendaki D. tidak dikehendaki E. evolusi Perubahan sosial diartikan sebagai progres apabila mendatangkan«« A. peningkatan komoditas B. pertumbuhan ekonomi rakyat C. kemajuan bagi masyarakat luas D. pemerataan pembangunan nasional E. peningkatan pendapatan masyarakat Perhatikan fator-faktor perubahan sosial di bawah ini; 1. Bertambahnya penduduk 2. Berubahnya lingkungan alam 3. Konflik di masyarakat 4. Adanya penemuan baru 5. Adanya assimilasi Yang termasuk faktor penyebab perubahan sosial yang bersifat intern adalah«« A. 1, 2 dan 3 B. 1, 3 dan 4 C. 2, 3 dan 4 D. 2, 4 dan 5 E. 3, 4 dan 5 Berikut ini yang bukan termasuk faktor pendorong perubahan sosial adalah«. A. toleransi terhadap perbuatan menyimpang B. penduduk yang heterogen C. adanya vested interest D. stratifikasi sosial bersifat terbuka E. kontak dengan budaya lain Yang menjadi pendorong utama terhadap penemuan baru dewasa ini adalah«« a. kebutuhan masyarakat yang mendesak b. berkembangnya lembaga-lembaga penelitian c. kualitas yang tinggi dan kerja keras para ahli d. persaingan yang semakin ketat dengan negara maju e. semakin menipisnya sumber daya alam Perhatikan kasus-kasus berikut: 1. akibat bencana alam banyak penduduk yang mengungsi 2. warga palestina banyak yang mengungsi untuk menghindari perang 3. penemuan bibit unggul berdampak pada hasil panen yang melimpah 4. persaingan yang tajam menuntut orang untuk semakin berkulitas dari kasus di atas yang merupakan faktor pendorong dari luar masyarakat adalah«.. A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4

10. Salah satu faktor penghambat perubahan sosial adalah vested interest yang artinya««. A. Pendidikan yang masih terbelakang

B. Hambatan yang bersifat ideologis C. Masyarakat yang bersifat tradisional D. Adanya kepentingan yang tertanam kuat E. Rasa kuatir adanya ancaman 11. Dalam kenyataan perubahan sosial sering menghadapi hambatan, salah satu diantaranya adalah«« A. Ketidakpuasan terhadap berbagai bidang kehidupan B. Rasa takut akan terjadi kegoncangan C. Toleransi terhadap perilaku menyimpang D. Sistem stratifikasi bersifat terbuka E. Pendidikan formal yang maju 12. Akhir-akhir ini Kantor Pos yang tadinya sibuk melayani jasa pengiriman surat maupun paket mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena para konsumen mulai beralih pada penggunaan telepon seluler dan jasa perbankan. Kasus yang terjadi pada Kantor Pos merupakan akibat dari adanya perubahan pada faktor«« A. geografis B. penduduk C. ideologi D. teknologi E. kepemimpinan 13. Model berdandan remaja di perkotaan seperti pakaian dan model rambut yang di pakai Agnes Monika cenderung mengikuti mode remaja jepang yang disebut ³harajuku´ yaitu model yang berkiblat pada komik-komik jepang. Demikian pula yang terjadi di tahun 1980-an ketika kaum remaja mengikuti model rambut ³Demi Moore´. Dari kasus perubahan tersebut dapat disimpulkan bahwa di dunia mode telah mengikuti teori«.. A. evolusi unilineal B. evolusi universal C. evolusi multilineal D. revolusi progresif E. revolusi industri 14. Pengenalan tembakau dan senjata api oleh Columbus kepada suku Indian Apache, kemudian dilanjutkan kepada suku Indian Cheroke sehingga suku Indian mengenal budaya barat. Hal ini merupakan proses perubahan sosial karena faktor masuknya unsur asing melalui««. A. difusi B. asimilasi C. akulturasi D. enkulturasi E. sosialisasi 15. Di bawah ini yang bukan termasuk contoh kecenderungan masyarakat mempertahankan unsur lama karena diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil adalah«.. A. hubungan kekerabatan B. upacara adat perkawinan C. tata cara beribadah D. makanan pokok E. solidaritas kelompok 16. Masuknya teknologi canggih dari negara-negara maju ke Indonesia mengakibatkan terjadinya perubahan sosial sebagai akibat dari difusi dengan cara«.. A. penetration pasifique B. penetration violente C. cultural violente D. penetration symbiotic E. cultural lag 17. Suatu keadaan masyarakat yang tidak lagi mempedulikan nilai-nilai dan norma-norma lama, namun demikian belum ada nilai baru yang bisa dijadikan pegangan dalam kehidupan bersama. Keadaan ini sebagai akibat perubahan sosial yang dinamakan«. A. cultural lag

B. cultural shock C. disintegrasi D. anarkhi E. anomie 18. Alasan terjadinya perubahan sosial dalam bidang ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat adalah,........ A. ingin meningkatkan pendapatan perkapita B. perasaan kecewa dengan hasil yang didapat C. rasa tidak puas dengan kondisi yang berlangsung D. kurangnya sumberdaya manusia dalam bidang ekonomi E. kurangnya tenaga ahli dalam pelaksanaan pembangunan 19. Pada masa lalu, suami merupakan posisi yang dominan dalam hal ekonomi dalam keluarga. Namun pada saat ini, suami tidak selalu mempunyai posisi dominan sejalan dengan perkembangan emansipasi wanita yang mengubah tata hubungan sosial dalam keluarga. Dilihat dari prosesnya bentuk perubahan sosial tersebut adalah« A. progres B. regres C. revolusi D. evolusi E. terencana 20. Perhatikan pernyataan berikut: 1. Perebutan kekuasaan secara paksa 2. Gempa bumi di Padang 3. Peristiwa Rengasdengklok 4. Konferensi para Menteri Luar Negeri di Bali Dari pernyataan tersebut yang merupakan faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dari dalam masyarakat adalah« A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4

Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. B A B D C 6. 7. 8. 9. 10. B E B D D 11. B 12. D 13. A 14. A 15. D 16. A 17. E 18. A 19. D 20. B

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5 6 7

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Program tindak lanjut : - Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih - Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% - Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65%

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / I Ke-6 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami dampak perubahan sosial

II. KOMPETENSI DASAR Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat III. INDIKATOR 1. Mengidentifikasi dampak positif dan negative dari perubahan sosial di masyarakat. 2. Memberikan contoh kasus dampak perubahan sosial yang terjadi di sekitar masyarakat IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu mengidentifikasi dampak positif dan negative dari perubahan sosial di masyarakat 2. Siswa mampu mencari contoh kasus di masyarakat tentang dampak perubahan sosial V. MATERI AJAR : Dampak perubahan sosial Pada dasarnya dasarnya perubahan sosial dapat memiliki dampak yang sifatnya positif maupun negatif di dalam masyarakat. A. Dampak Positif Secara umum, dampak positif dari perusahaan sosial yang lebih maju dan lebih baik dari keadaan sebelumnya. Secara spesifik bahwa perusahaan sosial memungkinkan masyarakat untuk : a. Memiliki nilai-nilai dan norma yang baru. Dalam hal ini, nilai-nilai dan norma-norma sosial lama yang kurang sesuai dengan perkembangan zaman, digantikan oleh nilainilai dan norma-norma sosial baru, yang lebih sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman. b. Memiliki struktur dan hubungan baru yang lebih manusiawi. Dalam hal ini, struktur sosial lama yang didasarkan pada sistem stratifikasi sosial tertutup dengan relasi-relasi kekuasaan non-demokratis, digantikan dengan struktur baru yang didasarkan pada sistem stratifikasi sosial terbuka dan relasi kekuasaan demokratis. c. Memiliki pranata-pranata sosial baru yang lebih memungkinkan mereka memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup sesuai dengan tuntunan perkembangan jaman. Dalam hal ini meliputi, pranata kekerabatan, pranata ekonomi, pranata pendidikan, pranata keilmuwan, pranata keagamaan dan pranata politik. d. Menikmati berbagai kemajuan diberbagai bidang sosial, ekonomi, politik maupun kebudayaan. Sehingga kualitas masyarakat makin sejajar dengan kemajuan yang dicapai bangsa-bangsa lainnya. Dampak positif perubahan sosial adalah peningkatan kualitas peradaban dan taraf hidup masyarakat sesuai dengan gambaran mereka mengenai kehidupan bersama yang lebih baik. Contoh nyata dampak positif perubahan sosial adalah modernisasi.

B. Dampak Negatif Dampak negatif perubahan sosial umumnya terkait dengan kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan masyarakat, atau bahkan merusak kelangsungan masyarakat, akibat berlangsungnya perubahan sosial. Masyarakat merupakan suatu organisasi yang terdiri dari unsur-unsur yang merupakan satu kesatuan, yang disebut suatu sistem. Apabila dalam suatu system salah satu unsurnya tidak berfungsi dengan baik, keseimbangan sistem akan terganggu secara keseluruhan. Ketidakseimbangan atau ketidakserasian unsur dalam masyarakat akan mengakibatkan timbulnya disorganisasi sosial yang lama-kelamaan berubah menjadi disintegrasi sosial. Kondisi-kondisi tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Adanya disorientasi nilai-nilai dan norma-norma lama, dalam hal ini, masyarakat tidak lagi mempedulikan nilai-nilai dan norma-norma lama, tapi nilai-nilai dan norma-norma baru belum terbentuk, kondisi ini disebut anomie. b. Munculnya konflik nasional vertikal dan horizontal, bahkan mungkin kekerasan massa, akibat adanya perbedaan kepentingan dalam menyikapi perubahan sosial. c. Tidak berfungsinya secara optimal berbagai pranata sosial yang ada, sebagai akibat berlangsungnya konflik antara kelompok pendukung dan penentang perubahan sosial. d. Terjadinya berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan bencana akibat terjadinya pencemaran tanah, air dan udara. e. Munculnya krisis multidimensi (sosial, ekonomi, politik, budaya, keamanan) Secara nyata proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dapat kita lihat melalui : 1. Pergolakan daerah Banyak hal yang menyebabkan timbulnya pergolakan di daerah, baik yang berkaitan dengan latar belakang ekonomi, politik, kesenjangan sosial, ketidakadilan, etnis, agama dan lain-lain. Sejak merdeka 17 Agustus 1945 lalu sampai sekarang Indonesia telah beberapa kali mengalami perlawanan atau pergolakan daerah. Beberapa contoh pergolakan daerah antara lain : 1. Pemberontakan PKI di Madiun 2. Pemberontakan DI/TII 3. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), PRRI,APRA 4. Gerakan separatisme di Nagroe Aceh Darussalam (GAM) dan di Papua 5. Beberapa kerusuhan di Kupang, Poso, Maluku dan Sampit. 2. Aksi Protes dan Demonstrasi Aksi protes merupakan gerakan yang dapat dilakukan secara perorangan ataupun bersama-sama untuk menyampaikan rasa tidak puas terhadap tindakan atau kebijakan seseorang atau lembaga tertentu. Salah satu bentuk aksi protes adalah demonstrasi. Contoh aksi protes yang pernah terjadi di Indonesia : 1. Mahasiswa dan masyarakat menuntut pembubaran PKI 2. Kaum buruh menuntut kenaikan upah dan tunjangan hari raya. 3. Tuntutan penghapusan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB) pada masa orde baru 4. Mahasiswa tahun 1998 menuntut reformasi 5. Beberapa kelompok sosial yang memprotes kenaikan BBM Ditinjau dari sudut pandang sosiologi, aksi protes dan demonstrasi merupakan alat control yang dapat membawa kearah perbaikan karena control dilakukan terhadap lembaga pemerintah secara terbuka. Namun jika tidak terorganisasi dengan baik tidak jarang aksi protes membawa kerugian bagi masyarakat. Contohnya ; timbul huru-hara. Tindakan demikian menjurus kepada brutal dan bisa mengarah kepada disintegrasi sosial. 3. Kriminalitas. a. Kriminalitas atau tindakan kriminal ditandai dengan perilaku-perilaku menyimpang yang cenderung melawan hukum atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Bentuk tindakan kriminal antara lain pembunuhan, perampokan, penculikan,

perkosaan, pemerasan, penipuan, korupsi, intimidasi dan lain-lain. Kriminalitas disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: 1. Persaingan atau pertentangan kebudayaan 2. Perbedaan ideology politik 3. Pertentangan masalah agama dan kesenjangan dibidang ekonomi. 4. Kepadatan dan komposisi kekayaan 5. Perbedaan distribusi kekayaan 6. Perbedaan kekayaan dan pendapatan Secara umum, perilaku kriminal atau kejahatan dilihat dari perilakunya dapat dibedakan menjadi 2 kelompok ; a. Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crime) Adalah kejahatan yang dilakukan oleh para penguasa dan pakar dalam melakukan perannya. Banyak ahli mengatakan bahwa tipe kejahatann ini merupakan dampak dari proses perkembangan ekonomi yang terlalu cepat yang menekankan pada aspek material belaka. Misalnya : pada masa Orde Baru para pejabat tinggi serta anak-anak pejabat banyak yang bertindak KKN. b. Kejahatan Kerah Biru (Blue Collar Crime) Adalah kejahatan yang dilakukan oleh anggota masyarakat yang secara ekonomi dan politik tergolong miskin. Umumnya tindakan mereka berkaitan dengan pencurian, penjambretan, penganiayaan dan pembunuhan. 4. Kenakalan Remaja Masalah kenakalan remaja semakin hari semakin meresahkan masyarakat dan telah menjurus pada tindakan yang bersifat kriminal. Fuad Hasan mengartikan kenakalan remaja sebagai perbuatan anti sosial yang dilakukan remaja yang bila dilakukan orang dewasa dikategorikan sebagai tindakan kejahatan. Pada masa remaja emosi seseorang masih labil, belum memiliki pegangan dan dalam proses mencari jati diri, seorang remaja, manusia yang sedang mengalami masa pembentukan kepribadian. Untuk itu perlu adanya perhatian yang lebih dari orang tua agar anak tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat merugikan masa depannya. Kenakalan remaja umumnya ditandai oleh dua ciri berikut : 1. Adanya keinginan untuk melawan, seperti dalam bentuk radikalisme 2. Adanya sikap apatis yang biasanya disertai rasa kecewa terhadap kondisi masyarakat Secara umum, kenakalan remaja disebabkan oleh : a. Disfungsi keluarga dalam arti hubungan antar keluarga kurang harmonis b. Kurangnya pendidikan agama dan moral c. Seringnya melihat peristiwa kekerasan d. Lingkungan pergaulan yang senang melakukan tindakan kenakalan. Kurangnya prestasi di sekolah dan di masyarakat baik dalam bidang akademik, olahraga maupun kesenian. Bentuk kenakalan remaja antara lain pemerasan, perkelahian, pencurian, penggunaan narkoba dan sebagainya.

VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. Kontekstual learning 2. Diskusi 3. Ceramah bervariasi 4. Presentasi 5. Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN : No I. Pendahuluan y Motivasi Kegiatan Pembelajaran Siswa Alokasi Waktu 5 menit : Bagaimana dampak perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat ?

y Pengetahuan Prasyarat : Pengertian perubahan sosial dan latar belakang terjadinya perubahan sosial. y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. II. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Secara individu siswa mencari dampak perubahan sekolah (konstektual learning) y Setiap siswa maju ke depan dengan menguraikan dampak perubahan sosial di wilayahnya, dampaknya berupa dampak negatif dan positif. y Secara klasikal mendiskusikan berbagai pengaruh perubahan sosial baik pengaruh negatif maupun positif. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Uji Kompetensi - Mengapa dalam masyarakat terjadi perubahan sosial ? - Apakah dampak perubahan sosial secara negatif? y Tugas untuk pertemuan berikutnya membuat kliping tentang dampak modernisasi dan globalisasi 75 menit

III.

10 menit

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop

b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2009) Modul Sosiologi, Temanggung y Koran, majalah, media massa lainnya

IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Uraian

Soal Uraian : 1. 2. 3. 4. 5. Sebutkan dampak positif dari perubahan sosial ? Sebutkan dampak negatif dari perubahan sosial ? Jelaskan yang dimaksud dengan disintegrasi sosial ? Jelaskan sebab ± sebab terjadinya pergolakan daerah di Indonesia ? Jelaskan perbedaan antara tindakan kriminalitas dengan kenakalan remaja ! Berikan contohnya !

Rambu-rambu jawaban : 1. Dampak positif perubahan sosial : a. Memiliki nilai-nilai dan norma yang baru. b. Memiliki struktur dan hubungan baru yang lebih manusiawi c. Memiliki pranata-pranata sosial baru yang lebih memungkinkan mereka memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup sesuai dengan tuntunan perkembangan jaman. d. Menikmati berbagai kemajuan diberbagai bidang sosial, ekonomi, politik maupun kebudayaan. 2. Dampak negative perubahan sosial : a. Adanya disorientasi nilai-nilai dan norma-norma lama, dalam hal ini, masyarakat tidak lagi mempedulikan nilai-nilai dan norma-norma lama, tapi nilai-nilai dan norma-norma baru belum terbentuk, kondisi ini disebut anomie. b. Munculnya konflik nasional vertikal dan horizontal, bahkan mungkin kekerasan massa, akibat adanya perbedaan kepentingan dalam menyikapi perubahan sosial. c. Tidak berfungsinya secara optimal berbagai pranata sosial yang ada, sebagai akibat berlangsungnya konflik antara kelompok pendukung dan penentang perubahan sosial. d. Terjadinya berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan bencana akibat terjadinya pencemaran tanah, air dan udara. e. Munculnya krisis multidimensi (sosial, ekonomi, politik, budaya, keamanan) 3. Disintegrasi sosial adalah suatu kondisi masyarakat dimana unsur-unsur yang ada dalam masyarakat tidak dapat menyatu dan tidak dapat berkembang secara harmonis. 4. Hal-hal yang menyebabkan timbulnya pergolakan di daerah antara lain : a. Kesenjangan ekonomi, politik, kesenjangan sosial b. Diskriminasi atau ketidakadilan terhadap etnis, agama dan lain-lain. c. Separatisme d. Vested interest 5. Tindakan kriminal adalah tindakan yang dilakukan seseorang dengan melanggar aturan hukum yang berlaku di masyarakat. Sedangkan kenakalan remaja adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja dan tindakan tersebut dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan juga kadang melanggar hukum yang berlaku, Menurut Fuad Hasan mengartikan kenakalan remaja sebagai perbuatan anti sosial yang dilakukan remaja yang bila dilakukan orang dewasa dikategorikan sebagai tindakan kejahatan. Contoh : Perkelahian antar pelajar, membolos dsb. Rancangan penilaian kognitif :
No 1 2 3 4 5 Nama Skor Jawaban 2 3 4 Jumlah Skor Nilai

1

5

Penskoran : Setiap soal nilai maksimal 10. NILAI = Nilai maksimal setiap soal dijumlah kemudian dikalikan 2 Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / I Ke-7 - 9 6 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami dampak perubahan sosial

II. KOMPETENSI DASAR Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat III. INDIKATOR 1. Mengidentifikasi dampak positif dan negative dari modernisasi. 2. Memberi contoh kasus dampak modernisasi di masyarakat 3. Mengidentifikasi dampak positif dan negative dari globalisasi. 4. Memberi contoh kasus dampak globalisasi di masyarakat 5. Mengidentifikasi gagasan mengatasi memudarnya jati diri budaya bangsa IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu mengidentifikasi dampak positif dan negative modenisasi di masyarakat 2. Siswa mampu mencari contoh kasus dampak modernisasi di masyarakat 3. Siswa mampu mengidentifikasi dampak positif dan negative globalisasi di masyarakat 4. Siswa mampu mencari contoh kasus dampak globalisasi di masyarakat 5. Siswa mampu mengidentifikasi gagasan mengatasi memudarnya jati diri bangsa V. MATERI AJAR : Pengertian, dampak positif dan negatif modernisasi dan globalisasi

Modernisasi
A. Pengertian Modernisasi Beberapa ahli sosiologi mengemukakan pendapatnya tentang pengertian modernisasi sebagai berikut. a. Alex Inkeles Modernisasi adalah sikap-sikap tertentu yang menandai manusia dalam setiap masyarakat modern. b. Astrid S. Susanto Modernisasi adalah proses pembangunan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan. pengikisan sifat-sifat pedesaan suatu masyarakat berlangsung. c. Soerjono Soekanto Modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya emrupakan perubahan sosial yan terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan yang disebut sosial planning. d. Schoorl Tipologi masyarakat dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu : 1) Masyarakat primitif, 2) Masyarakat desa di daerah pedalaman lama, 3) Masyarakat kota praindustri, 4) Masyarakat industri modern. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, secara umum pengertian modernisasi mencakup :

a. Proses perubahan sosial dari sistem yang bersifat tradisional menjadi lebih maju yang ditandai dengan perubahan disegala bidang seperti mengganti tenaga manusia ke tenaga mesin, b. Perubahan teknologi dari yang sederhana (tradisional) ke teknologi yang lebih canggih. B. Syarat-Syarat Modernisasi Ada sejumlah syarat yang harus ada agar modernisasi bisa berlangsung. Menurut Soerjono Soekanto syarat-syarat yang harus ada agar terjadi modernisasi adalah : 1. Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan telah tertanam kuat di kalangan pemegang kekuasaan maupun di kalangan masyarakat luas.. Hal ini menghendaki suatu system pendidikan dan pengajaran yang terencana dan baik. 2. Sistem administrasi Negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi. Administrasi yang kacau ditambah pula dengan sistem birokrasi yang tidak sehat akan meyulitkan pelaksanaan modernisasi. 3. Adanya system pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada lembaga atau badan tertentu, seperti BPS (Badan Pusat Statistik). Data yang baik dan lengkap akan memudahakan penyusunan program. 4. Penciptaan suasana yang menyenangkan (favourable) bagi masyarakat terhadap modernisasi, terutama lewat media massa. Hal ini dilakukan secara bertahap karena berhubungan erat dengan system kepercayaan masyarakat. 5. Tingkat organisasi yang tinggi. Hal ini berarti menuntut disiplin yang tinggi. Konsekuensinya adalah pengurangan kebebasan atau kemerdekaan. Tanpa organisasi yang baik, mustahil modernisasi dapat terlaksana. 6. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial ( sosial planning). Apabila hal itu tidak dilakukan, maka perencanaan akan terpengaruh oleh keuatan-kekuatan dari kepentingan-kepentingan yang ingin mengubah perencanaan tersebut demi kepentingan suatu golongan kecil dalam masyarakat. Orang melakukan modernisasi karena tedorong oleh keinginan-keinginan untuk: 1. Hidup lebih praktis dan lebih nyaman. Salah satu tujuan pembangunan taman-taman, jalur hijau, jalan tol, pasar swalayan, jalan laying, dan sarana-sarana lainnya adalah supaya hidup lebih nyaman. 2. Meningkatkan efisiensi kerja dan meningkatkan produksi. Hal ini misalnya dilakukan dengan mekanisasi pertanian, komputerisasi, pendidikan dan pelatihan. 3. Mendapat sesuatu yang lebih banyak (nilai tambah), lebih bermutu, lebih bagus, lebih hemat tenaga, dan lebih baik. Misalnya, pengunaan alat-alat modern dalam bidang industri, kedokteran, perbankan, dan berbagi pelayanan umum lainnya. C. Dampak Positif Modernisasi Modernisasi merupakan bentuk perubahan unsur-unsur budaya tradisional menjadi unsur-unsur budaya modern yang sesuai dengan perkembangan. Dampak Positif Modernisasi adalah : a. Tercapainya kemajuan kebudayaan bangsa, b. Tercapainya keadaan masyarakat yang lebih sejahtera, c. Meningkatnya transportasi dan komunikasi, d. Meningkatnya sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kualitas sumber daya manusia. D. Dampak Negatif Modernisasi Dampak Negatif dari Modernisasi adalah : a. Pudarnya pengetahuan tradisional. b. Pudarnya sistem kepercayaan atau religi tradisional. c. Bergesernya nilai-nilai budaya akibat kemajuan di bidang teknologi dan pengetahuan. d. Melemahnya etos kerja tradisional. e. Meningkatnya angka kriminalitas dan kenakalan remaja. f. Meningkatnya tingkat pencemaran lingkungan. g. Menimbulkan kesenjangan sosial ekonomi.

Globalisasi
A. Pengertian Globalisasi Globalisasi berasal dari kata global yang berarti secara umum dan keseluruhan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Namun, secara umum globalisasi dapat berarti proses integrasi bangsa-bangsa di dunia ke dalam sebuah system global yang melintasi batas-batas suatu Negara. Menurut Selo Soemardjan, globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalah untuk mengikuti system dan kaidah-kaidah tertentu yang sama, misalnya terbentuknya PBB, OKI, ASEAN beserta hukum-hukum internasional seperti hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Piagam PBB. Pengertian globalisasi merupakan suatu proes penyebaran unsur-unsur baru atau hal-hal baru, khususnya yang menyangkut tentang informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronika. Globalisasi secara terbatas terbentuk oleh adanya kemajuan teknologi dibidang komunikasi dunia. Misalnya, dengan adanya televisi, internet dan sebagainya kita dapat menyaksikan dan berkomunikasi langsung dengan orang dibelahan dunia lain dalam waktu yang bersamaan. Dalam hal ini, globalisasi menjadikan dunia serasa sempit dan batas-batas negara seolah terabaikan. B. Faktor-Faktor Pendukung Munculnya Globalisasi Globalisasi terbentuk akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi internasional merupakan faktor yang sangat berpengaruh bagi terjadinya perubahan sosial budaya. Akibat dari globalisasi adalah faktor nilai budaya luar yang merupakan aspek-aspek modernisasi, meliputi: a. Rasionalisasi, b. Efisiensi dan produktivitas, c. Keberanian bersaing, bertanggungjawab, dan keberanian menanggung risiko, d. Selalu berusaha meningkatkan pengetahuan, e. Patuh pada hukum, f. Kemandirian, g. Kemampuan melihat ke depan, h. Keterbukaan, i. Etos kerja. Globalisasi mengundang pro dan kotra di kalangan masyarakat. Akan tetapi, terlepas adanya pro dan kontra tersebut kemajuan IPTEK telah memaksa terjadinya globalisasi tanpa bisa dicegah. Adapun masyarakat yang menolak globalisasi adalah : a. Individu / kelompok masyarakat yang belum mapan atau belum siap menerima perubahan, b. Individu / kelompok masyarakat tertinggal yang terasing, c. Individu / kelompok masyarakat dari kalangan generasi tua yang cenderung mencurigai globalisasi. Sementara itu, masyarakat yang menerima globalisasi adalah : a. Individu/kelompok masyarakat yang kedudukan atau status sosialnya sudah mapan, b. Individu/kelompok masyarkaat perkotaan yang telah menikmati berbagai media komunikasi dan informasi globalisasi, c. Individu/kelompok masyarakat dari kalangan generasi muda yang memiliki kecenderungan terbuka menerima unsur-unsur perubahan dan modernisasi. Unsur-unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah: a. Teknologi tepat guna, b. Pendidikan formal, c. Unsur globalisasi yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Misalnya, pemakaian komputer, listrik masuk desa, dan sebagainya. Unsur-unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah :

a. Teknologi yang rumit dan mahal, b. Unsur budaya luar yang menyangkut ideologi, politik dan keagamaan, c. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat. Misalnya, peralatan pertanian modern yang mahal dan sukar pengoperasiannya. C. Dampak Positif Globalisasi a. Mempercepat proses pembangunan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, b.Menumbuhkan kinerja SDM yang berwawasan luas dan beretos kerja tinggi, c. Menumbuhkan dinamika yang terbuka dan tanggap terhadap unsur-unsur pembaharuan. D. Dampak Negatif Globalisasi a. Terjadi goncangan budaya (cultural shock) yaitu warga masyarakat mengalamai disorientasi dan frustasi karena tidak siap menerima kenyataan perubahan akibat globalisasi. b. Terjadinya ketimpangan budaya (cultural lag), yaitu masuknya unsur-unsur globalisasi tidak berlangsung secara serempak. Misalnya, masuknya teknologi baru sedemikian hebat, tetapi masyarakat begitu lamban menyesuaikan keadaan yang baru, misalnya kehadiran telepon umum sebagai sarana komunikasi umum sering mengalamai kerusakan akibat ulah tangan jahil yang tidak mampu menerima teknologi baru sebagai bentuk sarana komunikasi, melainkan dianggap sebagi mainan atau untuk iseng. c. Pergeseran nilai-nilai budaya yang menimbulkan anomi, yakni suatu keadaan tanpa nilai karena nilai dan norma lama telah ditinggalkan, sedangkan nilai dan norma yang baru belum terbentuk. Anomi dapat mengakibatkan pergaulan bebas, konsumerisme, dan aji mumpung. Gagasan Untuk Mengatasi Memudarnya Jati Diri Bangsa Di era globalisasi seperti saat ini, memudarnya jati diri bangsa tidak dapat dihindari.Lambat namun pasti, globalisasi membawa perubahan yang besar dalam diri sebuah masyarakat. Keinginan untuk maju dan penghidupan yang lebih baik, mendorong globalisasi bergerak cepat. Cepatnya laju globalisasi, cepat pula memudarnya jati diri bangsa, apabila pengaruh globalisasi diterima begitu saja tanpa adanya filter yang kuat. Oleh karena itu, perlu adanya penyaring dan sikap yang tegas dalam menghadapi dampak globalisasi. A. Meningkatkan Pemahaman tentang Bhinneka Tunggal Ika Kalimat Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam lambing negar Indonesia, yaitu burung Garuda. Secara umum kalimat itu diartikan dengan berbeda-beda tetapi satu jua. Maksudnya, Indonesia memang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan ras yang berbeda tetapi perbedaan itu dapat disatukan di dalam Negara Indonesia. Kalau rasa kebhinnekaan itu dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, tentunya rasa kebangsaaan atau nasionalisme dapat juga dijaga. B. Menggunakan Pancasila sebagai Filter Budaya Asing dan Kemajuan Iptek Pancasila adalah dasar Negara Indonesia dan sekaligus pandangan hidup bangsa. Di dalam sila-sila Pncasila terdapat kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia yang sudah berurat akar. Bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai itu merupakan jati diri bangsa yang menjadi cita-cita moral yang perlu diwujudkan. Dengan adanya tantangan globalisasi yang semakin menggila ini, Pancasila sapat dimanfaatkan sebagi filter atau penyaring berbagi pengaruh yang ditimbulkan oleh globalisasi. Tentunya, kita harus bersikap bijaksana dan mau membuka diri terhadap globalisasi dan kemajuan iptek. Dalam hal ini, Pancasila dapat dijadikan ukuran atau filter dalam penerimaan atau penolakan pengaruh globalisasi yang dapat memudarkan jati diri bangsa Indonesia.

C. Sosialisasi Hasil Kebudayaan Indonesia memiliki bermacam-macam hasil kebudayaan. Tiap daerah memiliki kebudayaan daerah. Hasil-hasil kebudayaan daerah tersebut harus disosialisasikan pada setiap warga ketika masih kecil. Dengan sosialisasi tersebut, warga tidak asing dengan kebudayaannya sendiri. Dengan sosialisasi itu diharapkan proses pewarisan budaya terjadi. Proses pewarisan budaya merupakan jaminan tetap diteruskannya jati diri bangsa. D. Menggambarkan Tantangan-tantangan Gobal yang harus dihadapi Bangsa Indonesia Globalisasi yang sedang melanda dunia ini tentunya menimbulkan berbagai dampak. Dampak-dampak itu merupakan masalah atau tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Dengan mengetahui tantangan-tantangan ini dan menggambarkan bagaimana bentuk-bentuknya, maka kita akan lebih mudah untuk menghadapi dan mencari cara untuk mengatasi tantangan tersebut. E. Memotivasi Bangsa Indonesia untuk Bersikap Kritis terhadap Perubahan Perubahan belum tentu buruk. Sebagai warganegara kita harus dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Setelah itu kita juga harus pandai-pandai menyikapi perubahanperubahan tersebut. Dengan sikap kritis dan bijak, kita dapat mengambil keuntungan dari sikap perubahan-perubahan yang ada tanpa terjerumus atau terpengaruh oleh dampak negatif yang ditimbulkannya. VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. Kontekstual learning 2. Diskusi 3. Ceramah bervariasi 4. Presentasi 5. Tanya jawab VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :

No I.

Kegiatan Pembelajaran Siswa Pertemuan Ke- 7, Indikator 1 & 2 Pendahuluan y Motivasi : Apakah perbedaan masyarakat tradisional dan masyarakat modern ? y Pengetahuan Prasyarat : Pengertian modernisasi dan syarat ± syarat modernisasi. y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada.

Alokasi Waktu 5 menit

II.

Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan dibahas dan mengingatkan tata tertib pembelajaran. y Guru membentuk kelompok. y Secara kelompok siswa berdiskusi mengenai akibat negatif dan positif perkembangan modernisasi di Indonesia. y Secara kelompok siswa membentuk laporan diskusi mengenai situasi sosial yang terjadi di daerah sekitar setelah adanya modernisasi, dengan menjelaskan akibat positif dan negatif dari perkembangan modernisasi.

75 menit

y Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara bergantian y Siswa lain menilai hasil diskusi y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan. III. Penutup y Uji Kompetensi Lisan. - Sebutkan dampak negatif dari modernisasi? - Mengapa modernisasi suatu negara pasti akan terjadi ? y Memberikan tugas ± tugas dan PR 10 menit

No

Kegiatan Pembelajaran Siswa Pertemuan Ke- 8, Indikator 3-5

Alokasi Waktu

I.

Pendahuluan a. Memberi salam dan mengecek kesiapan siswa b. Motivasi : Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap kehidupan masyarakat Indonesia ? c. Pengetahuan Prasyarat : Pengertian globalisasi contohnya.

5 menit

dan

contoh

-

a. Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. II. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pembelajaran yang akan dibahas dan mengingatkan tata tertib pembelajaran. y Guru membentuk kelompok, satu kelompok terdiri dari 4 sampai 5 orang, dan menentukan tema bagi tiap ± tiap kelompok. y Secara kelompok siswa berdiskusi tentang tema ± tema yang telah ditentukan misalnya factor pendukung globalisasi, dampak positif dan negatif globalisasi serta mengatasi memudarnya jati diri bangsa sebagai akibat prosese modernisasi dan globalisasi y Secara kelompok siswa membuat kliping tentang globalisasi dan mengulas kliping sesuai pendapat kelompok. y Setiap kelompok mempresentasikan hasil klipingnya di depan kelas. y Secara klasikal siswa mendiskusikan berbagai pengaruh globalisasi yang ada dalam masyarakat dan bagaimana mengatasinya. y Guru memberi koreksi (jika perlu) dan mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. 75 menit

III. Penutup y Mengapa dalam masyarakat terjadi goncangan budaya ? y Mengapa masyarakat lamban dalam menerima globalisasi ? y Pertemuan berikutnya (pertemuan ke-9) ulangan KD 2

10 menit

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2010) Modul Sosiologi, Temanggung y Koran, majalah, media massa lainnya IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai)

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

16 11 6 1

-

20 15 10 5

: : : :

Sangat baik Baik Cukup Kurang

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : pilihan ganda Soal Pilihan Ganda : A. Soal Indiktor 1 dan 2 1. Modernisasi adalah proses pembangunan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan. Definisi modernisasi tersebut dikemukakan oleh «. a. Alex Inkeles d. Soerjono Soekanto b. Astrid Susanto e. Schoorl c. Ogburn dan Nimkoff 2. Gejala ± gejala modernisasi di Indonesia dapat dilihat dalam hal ± hal berikut ini, kecuali «. a. Perubahan Iptek d. Merebaknya poligami b. Pembaharuan keagamaan e. Tumbuhnya partai politik c. Pembaharuan sistem ekonomi 3. Berikut ini yang bukan merupakan ciri ± ciri masyarakat modern adalah «. a. Keterbukaan dan kesadaran menerima pengalaman ± pengalaman baru b. Bersikap demokratis dan menghargai keberagaman c. Mempunyai perspektif ke depan d. Menerima semua pengaruh dari luar e. Memiliki pandangan ke masa depan 4. Menurut Schoorl Tipologi masyarakat dibagi menjadi 4, kecuali «. a. Masyarakat primitif d. Masyarakat Nomaden b. Masyarakat desa di pedalaman lama e. Masyarakat industri modern c. Masyarakat kota pra industri 5. Sikap masyarakat yang cenderung mengadaptasikan diri dengan perubahan sosial budaya disebut «. a. Penyesuaian d. Konfrontasi b. Ketidakpenyesuaian e. Harmonisasi c. Persamaan 6. Perubahan sosial budaya memiliki saluran ± saluran sebagai berikut, kecuali «. a. Bidang pemerintahan d. Bidang pendidikan b. Bidang norma dan nilai e. Bidang ideologi c. Bidang ekonomi 7. Perhatikan pertanyaan di bawah ini ! 1. Berpihak magis atau mistik 2. Berpikir rasional 3. Pembagian kerja secara mekanis 4. Pembagian kerja secara organis Dari pernyataan di atas, yang merupakan ciri masyarakat modern ditunjukkan pada nomor «. a. 1 dan 3 d. 2 dan 3 b. 1 dan 2 e. 1 dan 4 c. 2 dan 4 8. Faktor pendorong terjadinya modernisasi yang dapat menghasilkan nilai tambah adalah «. a. Hidup nyaman dan praktis d. Menghilangkan kemiskinan b. Dapat bersaing dengan Negara maju e. Meningkatkan efisiensi kerja c. Menghasilkan barang yang bermutu

9. Contoh ± contoh modernisasi di bidang sikap dan nilai adalah «. a. Menerima tradisi bangsa barat b. Menghargai waktu dan meningkatkan disiplin c. Meniru tingkah laku orang barat d. Menghargai tingkah laku orang barat e. Menolak tradisi masyarakat desa 10. Syarat ± syarat modernisasi menurut Soerjono Soekanto adalah sebagai berikut, kecuali «. a. Cara berfikir ilmiah b. Sistem administrasi yang baik c. Cara berfikir irasional d. Sentralisasi wewenang e. Penciptaan suasana yang menyenangkan B. Soal Indikator 3 dan 4 : 1. Proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia disebut «. a. Globalisasi d. Sosialisasi b. Modernisasi e. Transformasi c. Westernisasi 2. Perhatikan pernyataan di bawah ini ! 1. Masyarakat yang belum mapan 2. Masyarakat tertinggal atau terasing 3. Masyarakat status sosial tidak mapan 4. Masyarakat dari generasi tua yang mencurigai globalisasi 5. Masyarakat yang terbuka terhadap perubahan 6. Masyarakat yang lebih menikmati komunikasi dan informasi Berdasarkan pernyataan di atas, masyarakat yang menolak adanya globalisasi ditunjukkan oleh nomor «. a. 1, 2, dan 4 d. 3, 5, dan 6 b. 1, 3, dan 6 e. 4, 5, dan 6 c. 2, 3, dan 6 3. Unsur ± unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berkut, kecuali « a. Teknologi tepat guna b. Teknologi yang rumit dan mahal c. Pendidikan formal d. Unsur ± unsur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat e. Unsur ± unsur yang sesuai dengan kemampuan masyarakat 4. Berikut yang merupakan ciri-ciri sikap mental etos kerja masyarakat global adalah «. a. Kuat pada nilai tradisional d. Berfikir rasional b. Berfikir irasional e. Rendahnya produktivitas c. Disiplin rendah 5. Salah satu ciri masyarakat konsumerisme pada masa globalisasi adalah «. a. Gemar mengumpulkan barang berharga b. Senang berkunjung ke tempat ± tempat hiburan c. Berpenampilan menarik yang mengundang kekaguman d. Membelanjakan uang untuk keperluan yang belum waktunya e. Selalu berkata jujur apa adanya 6. Contoh peristiwa politik yang menyebabkan meningkatnya globalisasi yaitu «. a. Gerakan reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997 / 1998 b. Jatuhnya pemerintahan Saddam Husain di Irak c. Cepatnya penyebaran informasi karena kemajuan teknologi d. Runtunya komunisme di Uni Soviet e. Lepasnya Timor Leste dari Indonesia 7. Adanya globalisasi menyebabkan adanya suatu perubahan secara tiba ± tiba di suatu daerah. Keadaan ini disebut «.

a. Cultural lag d. Government less b. Cultural shock e. Integrasi budaya c. Transmisi kebudayaan 8. Contoh globalisasi di bidang ekonomi adalah «. a. Jarak antar Negara semakin dekat d. Tidak ada Negara miskin b. Adanya kesetaraan gender e. Pasar bebas c. Komunikasi mudah dilaksanakan 9. Sikap masyarakat yang cenderung mempertahankan budaya lama sehingga sulit menerima perubahan dinamakan «. a. Moderat d. Eformatif b. Revolusioner e. Konservatif c. Progresif 10. Sikap manusia modern dalam menyikapi perubahan sosial adalah sebagai berikut, kecuali «. a. Menerima hal ± hal baru d. Menolak perubahan b. Memiliki orientasi ke depan e. Memahami peranan di masyarakat c. Bersikap adaptif Rambu-rambu jawaban : A. Indikator 1 dan 2 1. 2. 3. 4. 5. B D D D A 6. 7. 8. 9. 10. B C C B C B. Indikator 3, 4 dan 5 1. A 2. A 3. B 4. D 5. D 6. D 7. B 8. E 9. E 10. D

Rancangan penilaian kognitif : No
1 2 3 4 5

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Soal Ulangan KD 2
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Salah satu dampak positif dari upaya pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya adalah««.. A. meningkatnya penemuan baru B. terbentuknya sikap individual C. berkurangnya kesenjangan social D. terjadinya disintegrasi social E. banyaknya westernisasi di kalangan remaja 2. Salah satu dampak negative dari perubahan social yang disebabkan oleh berkembangnya teknologi di desa adalah«« A. menurunnya solidaritas sosial karena system pertanian modern B. melemahnya kehidupan religius karena listrik masuk desa C. berkurannya interaksi primer karena adanya telepon seluler D. meningkatnya konsumerisme karena iklan dalam media massa

E. meningkatnya kebutuhan hidup karena kemajuan zaman 3. Konflik antar suku atau kelompok social yang banyak terjadi di Indonesia bukan saja karena kesenjangan social tetapi juga diperparah oleh perilaku anggota suku atau kelompok social. Berikut perilaku yang dapat menyebabkan terjadinya konflik social adalah««.. A. menghormati adat istiadat dan budaya suku yang lain B. bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan C. menonjolkan perilaku primordialisme D. bersaing sesuai dengan aturan hukum yang berlaku E. berdiskusi dalam menyelesikan berbagai masalah kemasyarakatan 4. Aksi protes dan demontrasi yang akhir-akhir ini banyak dilakukan berbagai kelompok masyarakat disebabkan oleh««. A. kebebasan yang tidak terkendali B. ketidakpuasan dan penyampaian aspirasi C. bergesernya nilai-nilai social D. pengaruh dari media massa E. tingkat pendidikan yang semakin tinggi 5. Perhatikan peristiwa berikut: 1. Sekelompok remaja yang sedang pesta narkoba 2. Pemerintah menjual sebagian saham BUMN 3. Seorang pejabat yang menyalahgunakan keuangan Negara 4. Perampokan disertai tindakan kekerasan 5. Seorang bendahara suatu perusahaan yang membuat laporan palsu Dari kasus di atas yang termasuk kejahatan kerah putih adalah«« A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 3 dan 4 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 6. Perhatikan perilaku remaja berikut: 1. Meniru gaya artis terkenal 2. Menonton konser musik 3. Membolos sekolah 4. Kebut-kebutan di jalan raya 5. Kursus bimbingan belajar sore hari Dari perilaku di atas yang tergolong kenakalan remaja adalah«« A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 3 dan 4 a. 4 dan 5 7. Faktor utama yang mendorong munculnya modernisasi adalah«« A. berkembangnya iptek B. terjadinya revolusi social C. perubahan kondisi alam D. perubahan system politik E. meningkatnya kesejahteraan masyarakat 8. Perhatikan ciri-ciri masyarakat berikut: 1. Berpikir rasional 2. Berorientasi pada tradisi 3. Memiliki perencanaan 4. Sulit menerima kebudayaan baru 5. Percaya pada iptek Dari data di atas yang termasuk ciri-ciri manusia modern adalah«.. A. 1, 2 dan 3 B. 1, 3 dan 4

C. 1, 3 dan 5 D. 2, 3 dan 4 E. 2, 4 dan 5 9. Sebagai contoh dampak negative dari perubahan social yang disebabkan oleh berkembangnya teknologi di desa adalah«. A. berkurangnya interaksi primer karena adanya telepon seluler B. melemahnya kehidupan religius karena listrik masuk desa C. menurunnya solidaritas social karena system pertanian modern D. meningkatnya konsumerisme karena iklan di media massa E. meningkatnya kebutuhan hidup karena kemajuan zaman 10. Modernisasi membawa pengaruh positif bagi berkembngnya masyarakat desa yaitu«. A. mengkonsumsi produk-produk import B. masuknya budaya barat ke desa-desa C. pemanfaatan teknologi pertanian D. pembangunan pusat perbelanjaan E. gaya hidup hedonis berkembang 11. Salah satu dampak berkembangnya industrialisasi adalah urbanisasi, berikut yang menjadi factor pendorong (push factor) urbanisasi adalah«.. A. fasilitas yang memadai ada di kota B. sempitnya lapangan pekerjaan di desa C. jenis pekerjaan yang tawarkan di kota lebih banyak D. nilai-norma di kota yang lebih longgar E. persaingan yang tajam 12. Proses modernisasi yang membawa dampak negatif di bidang ekonomi adalah«. A. kesenjangan social B. pencemaran lingkungan C. sikap konsumtif D. merebaknya korupsi E. kenakalan remaja 13. Westernisasi merupakan dampak regres dari modernisasi yang nampak dari perilaku berikut«« A. menggunakan teknologi modern B. gaya hidup dan penampilan seperti orang barat C. belajar tentang kebudayaan barat D. rasional dalam mengambil keputusan E. pertukaran kebudayaan 14. Memudarnya nilai-nilai kegotongroyongan sebagai akibat modernisasi dan globalisaasi pada masyarakat di pedesaan dikarenakan«.. A. ditinggalkannya nilai-nilai religious B. spesialisasi pekerjaan yang semakin menonjol C. meningkatnya kesejahteran masyarakat desa D. pemerataan tingkat pendidikan E. berkembangnya paham materialism 15. Berkembangnya globalisasi di dunia ditandai dengan adanya««. A. Berkembangnya kesejahteraan masyarakat B. Tingkat persaingan yang semakin tinggi C. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi D. Meningkatnya konsumerisme E. Berkembangnya gaya hidup hedonis 16. Berikut yang bukan merupakan unsur-unsur kebudayaan yang sukar diterima masyarakat adalah« A. teknologi yang rumit dan mahal B. nilai budaya yang tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat C. ideology politik D. nilai-nilai keagamaan atau spiritual E. teknologi tepat guna 17. Banyaknya kecelakaan transportasi di Indoneisa lebih banyak disebabkan karena factor teknis yang berkaitan dengan kemampuan manusia dalam penggunaan teknologi tinggi

yang tidak dibarengi dengan adanya perubahan sikapa dari pengguna teknologi tersebut seperti disiplin, kejujuran, etos kerja dll, kondisi demikian dapat disebut dengan«. A. keterkejutan budaya B. disorganisasi C. anomie D. maladjustment E. ketimpangan budaya 18. Dampak negative dari globalisasi yang berkaitan dengan perilaku adalah bergesernya nilai dan norma, berikut yang menunjukkan perilaku pergeseran nilai adalah«« A. remaja yang rajin belajar menyongsong masa depan B. sikap terbuka terhadap perubahan C. pergaulan bebas di kalangan remaja D. masyarakat desa mempertahankan seni tradisional E. sopan dan hormat pada orang yang lebih tua 19. Perhatikan unsur-unsur budaya berikut: 1. Perdagangan bebas 2. Praktek samen leven 3. Sikap kompetitif 4. Berkembangnya Sekularisme dan rasialisme 5. Gaya hidup materialis dan hedonis Unsur budaya di atas yang dapat mengancam eksistensi jati diri bangsaa yaitu«.. A. 1, 2 dan 3 B. 1, 3 dan 4 C. 2, 3 dan 4 D. 3, 4 dan 5 E. 2, 4 dan 5 20. Agar jati diri bangsa tidak terancam oleh derasnya arus globalisasi, maka kita harus berpegang teguh pada system nilai budaya bangsa yaitu«.. A. adat istiadat nusantara B. nilai-nilai sejarah nasional C. nilai-nilai pancasila D. budaya salah satu suku E. ketetapan pemerintah

Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. A A C B D 6. 7. 8. 9. 10. D A B D C 11. B 12. C 13. B 14. B 15. C 16. E 17. E 18. C 19. E 20. C

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10 Program tindak lanjut : - Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih - Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% - Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65%

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / I Ke- 10 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami Lembaga Sosial

II. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan hakekat lembaga sosial III. INDIKATOR 1. Menjelaskan pengertian lembaga sosial. 2. Menjelaskan fungsi, ciri dan syarat lembaga sosial 3. Menjelaskan proses pembentukan lembaga sosial IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menjelaskan hakekat lembaga sosial 2. Siswa mampu menjelaskan fungsi, ciri dan syarat lembaga sosial 3. Siswa mampu menjelaskan proses pembentukan lembaga sosial V. MATERI AJAR : Pengertian, fungsi, ciri, syarat, proses pembentukan lembaga sosial

A.

Pengertian Lembaga Sosial Beberapa definisi lembaga sosisal menurut para Sosiolog dan Antropolog : Koentjaraningrat Lembaga sosial adalah suatu sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt Lembaga sosial merupakan sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting, atau sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada kegiatan pokok manusia. Bruce J. Cohen Lembaga sosial merupakan sistem pola yang tersusun rapi dan secara berkala relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang pokok dan terpdu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok manusia. Soerjono Soekanto Lembaga sosial adalah himpunan norma dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa lembaga sosial berkaitan dengan hal-hal berikut : 1. Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung, dan mempengaruhi. 2. Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah, dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup. 3. Seperangkat norma yang mengatur hubungan antarwarga masyarakat agar dapat berjalan dengan tertib dan teratur.

B.

Fungsi Lembaga Sosial

Lembaga kemasyarakatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi, yaitu : 1. memberikan pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertngkah laku atau bersikap di dalam menghadapi masalah-maslah dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan-kebutuhan. 2. Menjaga keutuhan masyarakat. 3. memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakanan system pengendalian social (social contriol). Artinya, system pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya. Secara umum, fungsi lembaga social dapat dibedakan atas dua bentuk, yakni ; fungsi manifest dan fungsi laten. 1.1 Fungsi manifes yaitu fungsi lembaga sosial yang didasari yang menjadi harapan banyak orang. Contohnya : - Lembaga keluarga berfungsi sebagai tempat sosialisasi dan internalisasi nilai ± nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Keluarga melahirkan, mendidik, melindungi dan memelihara anggota masyarakat yang baru. 1.2 Fungsi laten yaitu fungsi lembaga yang tidak didasari dan bukan menjadi tujuan utama banyak orang atau fungsi yang tidak tampak dipermukaan dan tidak diharapkan masyarakat tetapi ada. Contoh : Dalam lembaga keluarga perkawinan dijadikan sarana untuk menutup rasa malu dan anggapan yang menyatakan bahwa orang yang tidak memihak dianggap tidak laku. C. Ciri-Ciri Lembaga Sosial 1. Memiliki Simbol sendiri Setiap lembaga sosial memiliki simbol tersendiri yang digunakan untuk menandai suatu kekhasan atau memberi ciri khusus dari setiap lembaga yang akan memberikan identitas tertentu bagi anggota masyarakat yang terlibat didalamnya. Contoh : - Dalam lembaga keluarga terdapat simbul cincin kawin 2. Memiliki tata tertib dan tradisi Lembaga ini memiliki tata tertib dan tradisi tertulis maupun tidak tertulis yang dijadikan panutan bagi pengikutnya. Contoh : Dalam keluarga terdapat aturan tentang bagaimana menghormati ornag yang lebih tua dan melindungi orang yang lebih muda. 3. Usianya lebih lama Pada umumnya usia lembaga sosial lebih lama dibandingkan dengan usia orang karena merupakan pewarisan dari generasi ke generasi. Contoh : dalam keluarga , Pertunangan ataupun pewarisansudah ada sejak lama hingga sekarang. 4. Memiliki alat perlengkapan Lembaga sosial memiliki alat kelengkapan tertentu yang digunakan untuk mewujudkan tujuan lembaga sosial tertentu. Contoh : Dalam lembaga pendidikan; buku merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar 5. Memiliki ideologi, lembaga sosial memiliki ideologi sendiri. Ideologi atau sistem gagasan mendasar yang dimiliki secara bersama dan dianggap ideal bagi pendukung lembaga. 6. Memiliki tingkat kekebalan / daya tahan (lembaga yang sudah terbentuk tidak akan lenyap begitu saja). Contoh : - Lembaga sosial dalam adat istiadat dijadikan pedoman bertingkah laku dalam kehidupan masyarakat.

D.

Syarat-Syarat Lembaga Sosial Menurut Koentjaraningrat, aktivitas manusia atau aktivitas kemasyarakatan untuk menjadi lembaga sosial harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu ; 1. Suatu tata kelakuan yang baku, yang bisa berupa norma-norma dan adat istiadat yang hidup dalam ingatan maupun tertulis. 2. Kelompok-kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut sisten norma tersebut. 3. Suatu pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan tertentu, yang disadari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan. 4. Mempunyai peralatan dan perlengkapan. 5. Sistem aktivitas itu dibiasakan atau didasarkan kepada kelompok-kelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk kurun waktu yang lama.

Pembentukkan Lembaga Sosial
Terbentuknya lembaga sosial bermula dari kebutuhan masyarakat akan keteraturan kehidupan bersama. Sebagaimana dikemukakan oleh Soerjono Soekanto bahwa tumbuhnya lembaga sosial oleh karena manusia dalam hidupnya memerlukan keteraturan, maka dirumuskan norma-norma dalam masyarakat. Mula-mula sejumlah norma tersebut terbentuk secara tidak sengaja. Namun, lama kelamaan norma tersebut dibuat secara sadar. Misalnya, dahulu di dalam jual beli, seorang perantara tidak harus diberi bagian keuntungan. Akan tetapi, lama kelamaan terjadi kebiasaan bahwa perantara tersebut harus mendapat bagiannya, dimana sekaligus ditetapkan siapa yang menanggung itu, yaitu pembeli ataukah penjual. Sejumlah norma-norma itulah yang disebut lembaga sosial. Namun, tidak semua norma-norma yang ada di masyarakat merupakan lembaga sosial. Untuk menjadi sebuah lembaga sosial, sekumpulan norma mengalami proses yang panjang. Menurut M.Z. Lawang (1985) proses tersebut dinamaka institusionalisasi atau pelembagaan, yaitu proses bagaimana suatu perilaku menjadi berpola atau proses bagaimana suatu pola perilaku yang mapan itu terjadi. Dengan kata lain, institusionalisasi adalah suatu proses berjalan dan terujinya sebuah kebiasaan dalam masyarakat menjadi institusi atau lembaga yang akhirnya harus menjadi patokan dalam kehidupan bersama. Menurut H.M. Johson, bahwa suatu norma terlembaga (institutionalized) dalam suatu sistem sosial tertentu apabila memenuhi tiga syarat sebagai berikut : 1. Sebagian besar masyarakat atau sistem sosial menerima norma tersebut. 2. Norma tersebut menjiwai seluruh warga dalam sistem sosial. 3. Norma tersebut mempunyai sanksi yang mengikat setiap anggota masyarakat. Dikenal empat tingkatan norma dalam proses pelembagaan yaitu: 1 Cara (usage) ; menunjuk pada suatu bentuk perbuatan 2. Kebiasaan (folkways); perbuatan yang diulang ± ulang dalam bentuk yang sama 3. Tata kelakuan (mores) ; kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma ± norma pengatur. 4. Adat (customs) ; tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola ± pola perilaku masyarakat. Supaya anggota suatu masyarakat mentaati norma ± norma yang berlaku, diciptakan suatu sistem pengendalian sosial (sosial control). Sistem pengendalian ini merupakan segala upaya maupun proses yang dijalankan oleh masyarakat agar selalu disesuaikan dengan nilai ± ilai dan kaidah ± kaidah yang berlaku dalam masyarakat. Pengendalian sosial dapat bersifat preventif dan represif. Cara ± cara Pengendalian Sosial 1) Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma ± norma kemasyarakatan. 2) Memberikan penghargan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma ± norma kemasyarakatan.

3) Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang atau menyeleweng dari norma ± norma kemasyarakatan dan nilai ± nilai yang berlaku. 4) Menimbulkan rasa takut 5) Menciptkan sistem hukum, yaitu sistem tata tertib dengan sanksi yang tegas bagi para pelanggar VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. Tim siswa kelompok prestasi Diskusi Ceramah bervariasi Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Apakah hakekat lembaga sosial di masyarakat ? y Pengetahuan Prasyarat : Pengertian lembaga sosial, fungsi, ciri dan syarat lembaga sosial y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi lembaga sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Siswa di dalam kelas dibagi kelompok dan diberi materi yang berbeda-beda. y Setiap kelompok mengerjakan tugas yang diberikan sampai semua anggota kelompok memahami materi yang ditugaskan. y Setiap kelompok mendapat kuis yang harus dikerjakan sendirisendiri tidk boleh saling membantu.. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-saama. y Pemberian tugas individu untuk pertemuan selanjutnya menjawab soal-soal latihan.

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

75¶

3

10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop y Kertas kuis

b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2010) Modul Sosiologi, Temanggung y Koran, majalah, media massa lainnya IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Obyektif

Soal Obyektif Ragam lembaga sosial yang ada pada suatu masyarakat tergantung pada «. A. kebutuhan B. kompleksitas C. kerumitan D. keanekaragaman E. keunikan 2. Dibawah ini yang merupakan fungsi lembaga sosial, kecuali « A. sebagai dinamisator dan mengembangkan kehidupan masyarakat B. memiliki fungsi kontrol terhadap aktivitas-aktivitas kemasyarakatan C. sebagai badan yang bergerak dalam masalah kemanusiaan D. sebagai stabilisator dalam kehidupan bermasyarakat E. sebagai norma pengikat dalam hubungan kemasyarakatan 3. Proses sejumlah norma menjadi lembaga sosial disebut « A. institusionalisasi B. adaptasi C. sosialisasi D. normalisasi E. internalisasi 4. Hal yang menjadi titik tolak dari pembahasn mengenai lembaga sosial adalah « A. konsekuensi dari pelaksanaan norma masyarakat B. asal usul, muncul, berkembang, dan berubahnya norma C. munculnya suatu kebudayaan serta perkembangannya D. integrasi nilai, norma, dan kaidah sosial yang berlaku E. kesatuan masyarakat dalam hubungan komunitas 5. Salah satu tujuan mempelajari lembaga sosial adalah « A. mendapatkan pekerjaan layak sesuai dengan tuntutan masyarakat modern B. mengetahuai akan hak dan kewajiban orang lain C. pengetahuan tentang keserasian antarnorma dari berbagai bidang kehidupan D. memperoleh gambaran tentang organisasi yang diminati masyarakat E. menghubungkan fungsi lembaga dengan asosiasi yang ada di masyarakat 6. Agar norma dipatuhi oleh setiap anggota masyarakat harus melalui suatu proses yang ......... A. dipaksakan B. disosialisasikan C. disertai sanksi D. dilembagakan E. diindahkan 7. Pranata tertutup biasanya dijumpai dalam masyarakat seperti « A. rumah panti jompo B. pemukiman orang baduy C. sekte keagamaan tertentu D. pegawai kantor catatan sipil E. kehidupan di pasar 8. Pada dasarnya lembaga sosial yang tampak ditandai dengan adanya « A. kebebasan individu berpindah-pindah B. upaya memonopoli kesetiaan individu C. ketidakpastian aturan yang berlaku D. sangat longgarnya pengawasan anggota E. kemampuan sistem dan struktur lembaga 9. Lembaga sosial terbentuk dengan tujuan A. memperoleh keuntungan ekonomi B. memberikan lapangan pekerjaan C. menciptakan birokrasi D. mengatur perilaku warga masyarakat E. memenuhi kebutuhan masyarakat 10. Proses pelembagaan berlangsung tidak direncanakan, maksudnya adalah « A. lembaga sosial terjadi secara tiba-tiba 1

B. C. D. E.

proses pelembagaan ditentukan oleh konsensus terbentuknya lembaga sosial berlangsung dengan sendirinya lembaga sosial dapat direkayasa terbentuknya lembaga sosial tergantung kebutuhan

Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. A C A B C 6. 7. 8. 9. 10. D C E E E

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / I Ke- 11 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami Lembaga Sosial

II. KOMPETENSI DASAR Mengklasifikasi tipe-tipe lembaga sosial III. INDIKATOR 1. Mengidentifikasi tipe-tipe lembaga sosial. IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu mengklasifikasikan tipe-tipe lembaga sosial di masyarakat V. MATERI AJAR : Tipe-tipe lembaga sosial Tipe-Tipe Lembaga Sosial Menurut Gillin dan Gillin (sebagaimana dikutip Soerjono Soekanto: 1987), lembaga sosial dapat diklasifikasikan sebagai berikut : A. Lembaga Sosial Dilihat dari Perkembangannya 1. Crescive Institution Merupakan lembaga sosial yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Lembaga sosial ini disebut lembaga primer. Contoh, lembaga hal milik, perkawinan, agama, dan lain-lain. 2. Enacted Institution Contoh, lembaga utang piutan, lembaga perdagangan, Merupakan lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. lembaga pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat. B. Lembaga Sosial Dilihat dari Sistem Nilai yang Diterima Masyarakat 1. Basic Institution Merupakan lembaga sosial yang penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh, keluarga, sekolah, Negara, dan lain-lain. 2. Subsidiary Institution Merupakan lembaga sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting. Contoh, kegiatan rekreasi. C. Lembaga Sosial Dilihat dari Penerimaan Masyarakat 1. Approved atau Santioned Institution Merupakan lembaga sosial yang diterima oleh masyarakat. Contoh, sekolah, perusahaan dagang, dan lain-lain. 2. Unsantioned Institution Merupakan lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh, kelompok penjahat, pemeras, pencoleng, dan lainlain.

D.

Lembaga Sosial Dilihat dari Penyebarannya

E.

1. General Institution Merupakan lembaga sosial yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh, Lembaga agama. 2. Restricted Institution Merupakan lembaga sosial yang hanya dikenal oleh masyarakat tertentu. Contoh, lembaga agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Lembaga Sosial Dilihat dari Fungsinya 1. Operative Institution Merupakan lembaga sosial yang berfungsi menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh, lembaga industri. 2. Regulative Institution Merupakan lembaga sosial yang bertujuan mengawasi tata kelakuan yang ada dalam masyarakat. Contoh, lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan , dan lain-lain.

VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. Dua tinggal dua tamu 2. Diskusi 3. Ceramah bervariasi 4. Tanya jawab VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana proses pembentukan lembaga sosial di masyarakat ? y Pengetahuan Prasyarat : proses pembentukan lembaga sosial dan tipe-tipe lembaga sosial y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi tipe-tipe lembaga sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Siswa di dalam kelas dibagi kelompok dan diberi tugas membahas materi. y Setiap kelompok mengerjakan tugas yang diberikan sampai semua anggota kelompok memahami materi yang ditugaskan. y Setiap kelompok mengirimkan 2 anggotanya untuk bertamu ke kelompok lainnya, sementara yang ada dikelompok bertugas untuk menerima tamu dari kelompok lain. y Anggota kelompok yang bertamu kembali ke kelompok masingmasing dan menyampaikan hasil temuannya kepada anggota. y Kelompok mencocokkan dengan hasil kerja mereka dan mengambil kesimpulan. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir.

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

75¶

3

Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-saama y Memberi contoh tipe-tipe lembaga sosial. y Pemberian tugas individu untuk pertemuan selanjutnya membuat daftar fungsi dan peran lembaga sosial yang ada di masyarakat

10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2010) Modul Sosiologi, Temanggung y Koran, majalah, media massa lainnya IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Uraian

Soal Uraian : 1. 2. 3. 4. 5. Sebutkan dan jelaskan lembaga sosial berdasarkan kriteria tingkat penerimaan masyarakat ! Sebutkan dan jelaskan lembaga sosial berdasarkan penyebarannya ! Apakah perbedaan antara Crescive Institution dengan Enacted Institution! Berilah 2 contoh Basic Institution! Jelaskan yang dimaksud dengan sanctioned institution dan unsantioned institution ! Berikan contohnya!

Rambu-rambu jawaban: 1. Berdasarkan tingkat penerimaan masyarakat: 1. Approved atau Santioned Institution Merupakan lembaga sosial yang diterima oleh masyarakat. Contoh, sekolah, perusahaan dagang, dan lain-lain. 2. Unsantioned Institution Merupakan lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh, kelompok penjahat, pemeras, pencoleng, dan lain-lain. 2. Lembaga Sosial Dilihat dari Penyebarannya 1. General Institution Merupakan lembaga sosial yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh, Lembaga agama. 2. Restricted Institution Merupakan lembaga sosial yang hanya dikenal oleh masyarakat tertentu. Contoh, lembaga agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. 3. perbedaannya 1. Crescive Institution Merupakan lembaga sosial yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Lembaga sosial ini disebut lembaga primer. Contoh, lembaga hal milik, perkawinan, agama, dan lain-lain. 2. Enacted Institution Contoh, lembaga utang piutan, lembaga perdagangan, Merupakan lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. lembaga pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat. 4. Contoh basic institution yaitu keluarga, agama 5. Yang dimaksud dengan 1. Approved atau Santioned Institution Merupakan lembaga sosial yang diterima oleh masyarakat. Contoh, sekolah, perusahaan dagang, dan lain-lain. 2. Unsantioned Institution Merupakan lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh, kelompok penjahat, pemeras, pencoleng, dan lain-lain.

Rancangan penilaian kognitif :
No 1 2 3 4 5 Nama Skor Jawaban 2 3 4 Jumlah Skor Nilai

1

5

Penskoran : Setiap soal nilai maksimal 10. NILAI = Nilai maksimal setiap soal dijumlah kemudian dikalikan 2

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / I Ke- 12 - 14 6 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Memahami Lembaga Sosial

II. KOMPETENSI DASAR Mendefinisikan peran dan fungsi lembaga sosial III. INDIKATOR 1. Menguraikan peran dan fungsi lembaga-lembaga sosial yang ada di masyarakat. 2. Menghubungkan peran dan fungsi antar lembaga sosial yang ada di masyarakat IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menguraikan peran dan fungsi lembaga keluarga 2. Siswa mampu menguraikan peran dan fungsi lembaga Agama 3. Siswa mampu menguraikan peran dan fungsi lembaga pendidikan 4. Siswa mampu menguraikan peran dan fungsi lembaga politik 5. Siswa mampu menguraikan peran dan fungsi lembaga ekonomi V. MATERI AJAR : Hubungan, Peran dan fungsi lembaga-lembaga sosial di masyarakat A. Lembaga Keluarga Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas ayah, ibu, dan kewajiban, serta peranannya masing ± masing. Keluarga mempunyai aturan atau norma yang harus ditaati oleh anggota keluarganya. Pranata keluarga adalah sistem norma yang mengatur tindakan manusia dalam hubungannya dengan lembaga keluarga. Dalam kehidupan di masyarakat ita ada 3 macam bentuk keluarga, yaitu : 1. Keluarga Inti (keluarga batih, nuclear family) yang terdiri atas ayah, ibu dan anak ± anak yang belum menikah. 2. Keluarga Besar (Extended family) yang merupakan ikatan keluarga keluarga dalam satu keturunan yang terdiri atas kakek, nenek, ipar, paman, anak, cucu, dan sebagainya. 3. Keluarga Poligamus terdiri dari beberapa keluarga inti yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga.. Selain itu menurut Clayton, di dalam sosiologi, keluarga biasanya dikenal atas : 1. Keluarga Konsanguinal, yaitu menekankan pada ikatan ± ikatan darah seperti hubungan antara seseorang dengan orangtuanya dianggap lebih penting daripada ikatan suami atau istri. 2. Keluarga Konjungal, yaitu keluarga yang lebih mementingkan hubungan perkawinan daripada ikatan dengan orang tua. Ada 2 Tipe keluarga lain yaitu : 1. Keluarga Orientatasi adalah jika individual dilahirkan oleh pasangan suami istri keluarga yang bersangkutan. 2. Keluarga Prorekreasi, yaitu keluarga yang dibentuk seseorang dengan jalan menikah dan mempunyai keturunan.

Proses terbentuknya Keluarga Proses terbentuknya keluarga harus melewati tahap-tahap yang harus dilalui oleh orang yang akan membentuk lembaga keluarga. Secara umum, tahap-tahap dalam membentuk lembaga keluarga adalah sebagai berikut : 1. Tahap Pre Nuptual Tahap ini merupakan tahap persiapan sebelum dilangsungkan perkawinan sesuai dengan adat, kebiasaan, tata nilai, dan aturan dalam masyarakat yang bersangkutan. Bentuknya misalnya dapat berupa pelamaran, pertunangan, penentuan hari perkawinan, dan lain-lain. 2. Tahap Nuptual Stage Tahap ini merupakan tahap inti dilangsungkannya perkawinan yang berupa kesepakatan hidup bersama untuk membina sebuah keluarga sesuai dengan apa yang dicita-citaka. 3. Tahap Child Rearing Stage Tahap ini merupakan proses pemeliharaan anak-anak sebagai tanggung jawab dari sebuah keluarga untuk emmbesarkan dan mendewasakan anak-anak, sehingga tercapai tujuan keluarga yang bahagia sesuai dengan tujuan yang diharapakan. 4. Tahap Maturity Stage Merupakan tahap lanjut dimana anak-anak mereka dari buah perkawinannya sudah melangkah dewasa dan siap melangsungkan perkawinan membentuk keluarga baru. Susunan Keluarga : Ada beberapa susunan keluarga (sistem keluarga) yang dianut oleh masyarakat yaitu : 1. Bentuk keluarga bilateral. Keluarga bilateral menghitung hubungan keluarga melalui pihak ayah atau ibu. 2. Bentuk keluarga unilateral (unileal). Keluarga unilateral menghitung garis keluarga dari satu pihak saja, yaitu ayah atau ibu. Dari garis ayah disebut patrilineal sedangkan dari garis ibu disebut matrileneal. Pada umumnya, lembaga keluarga mempunyai fungsi : 1. Fungsi Reproduksi. Artinya fungsi untuk menghasilkan keturunan atau generasi penerus 2. Fungsi Sosialisasi, keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orangtua. Keluarga sebagai wahana sosialisasi primer harus mampu menerapkan nilai ± nilai atau norma ± norma masyarakat melalui keteladanan orangtua. 3. Fungsi Afeksi. Dalam keluarga dibutuhkan kehangatan, rasa kasih sayang, dan perhatian antara anggota keluarga yang merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai mahluk berfikir dan bermoral. 4. Fungsi Ekonomi. Setiap keluarga mengatur eknominya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan ± kebutuhan hidup. Sehingga sering disebut keluarga sebagai satu unit ekonomi, karena di era modernisasi setiap anggita berperan mencari nafkah. 5. Fungsi pengawasan Sosial. Setiap anggota keluarga pada dasarnya saling melakukan control atau pengawasa karena memiliki rasa tanggungjawab dalam menjaga nama baik keluarga. 6. Fungsi Proteksi, yaitu fungsi perlindungan sangat dibutuhkan anggota keluarga, terutama anak, sehingga anak merasa aman hidup di tengah ± tenga anggota keluarganya. 7. Fungsi pemberian status. Melalui perkawinan seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan baru di masyarakat yaitu sebagai suami atau istri. Unsur ± unsur Lembaga Keluarga 1. Pola Perilaku : afeksi, kesetiaan, tanggungjawab, rasa hormat, kepatuhan 2. Budaya Simbolis : mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, upacara 3. Budaya Manfaat : rumah, apartemen, alat rumah tangga, kendaraan 4. Kode Spesialisasi : izin kawin, kehendak, keturunan, hukum perkawinan 5. Idiologi : cinta, kasih sayang, keterbukaan, familisme, individualisme

B. Lembaga Agama Agama merupakansuatu lembagaatau institusi penting yang mengatur kehidupan manusia. Dalam hal ini, agama diartikan sebagai religion.Menurut Durkheim (1966) agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal suci. Kepercayaan dan praktik tersebut mempersatukan semua orang yang beriman ke dalam suatu komunitas moral yang dinamakan umat. Unsur Lembaga Agama 1. Kepercayaan adalah suatu prinsip yang dianggap benar dan tanpa keraguan. 2. Praktik keagamaan seperti berdoa, bersembahyang, berpiasa dan sedekah. Praktik keagamaan berbeda dengan ritual keagamaan karena ritual keagamaan menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya secara vertikal. 3. Simbol keagamaan dapat memberi tanda atau identitas agama yang dianut umatnya. 4. Umat adalah penganut agama masing-masing. 5. Pengalaman keagamaan. Fungsi Agama 1. Sebagai pedoman hidup bagi individu atau kelompok. 2. Mengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya. 3. Merupakan tuntunan tentang prinsip benar atau salah untuk menghindari perilaku menyimpang. 4. Sebagai dorongan untuk merumuskan identitas moral. 5. Pedoman untuk mengungkapkan kebersamaan yang mewajibkan untuk selalu berbuat baik dengan sesamanya dan lingkungan hidupnya. 6. Pedoman perasaan keyakinan, keberadaan, keindahan. 7. Memberikan identitas kepada manusia sebagai bagian umat manusia C. Lembaga Pendidikan a.Pengertian Lembaga Pendidikan Perhatian yang besar dari para ahli sosiologi ternyata juga tercurah kepada lembaga pendidikan. Lembaga ini menangani masalah proses sosialisasi yang intinya mengantarkan seseorang kepada suatu kebudayaan. Proses sosialisasi ini sebagain besar dilaksanakan melalui lembaga tidak resmi seperti keluarga, kelompok sosial, dan pergaulan hidup sehari-hari, sedangkan sebagian lagi dilaksanakan secara resmi melalui lembaga pendidikan pformal atau persekolahan, mulai dari mjenjang pra-sekolah (TK), Sekolah Dasar, sampai pendidikan tinggi. Biasanya baik pendidikan resmi maupun yang tidak resmi penyelenggaraannyan diselaraskan dengan konteks keseluruhan kebudayaan yang umum dan mengikuti suatu pola tertentu. b. Faktor-faktor Kehidupan yang Menuntut Pendidikan 1) Meningkatkan Kebutuhan Hidup Manusia 2) Melajunya Pertumbuhan Penduduk 3) Berubahnya Dunia Pekerjaan 4) Tantangan dalam Pertumbuhan Ekonomi c. Lingkungan Pendidikan 1) Lingkungan Pendidikan Keluarga Lingkungan pendidikan dalam keluarga (lingkungan pendidikan informal) merupakan bentuk yang sebenarnya dari konsep pendidikan seumur hidup. Dalam lingkungan ini seseorang secara sadar atau tidak, disengaja atau tidak, memperoleh sejumlah pengalaman yang berharga dari lingkunganya sejak lahir hingga mati. Beberapa ciri yang berkaitan dengan proses pendidikan dalam keluarga antara lain : a) Proses pendidikan dapat berlangsung tanpa terikat oleh waktu dan tempat ; b) Proses dapat berlangsung tanpa adanya guru dan murid, tetapi berlangsung antara anggota keluarga ; c) Tidak mengenal persyratan usia ; dan

d) Tidak menggunakan metode tertentu yang dikenal dalam dunia pendidikan formal. 2) Lingkungan Pendidikan Sekolah Sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakat yang diserahi kewajiban menjalankan tugas pendidikan. Perangkat ini ditata dan dikelola secara formal (resmi) mengikuti suatu garis haluan yang pasti. Berikut dikemukakan beberapa karakteristik pendidikan di sekolah : a) Kegiatan belajar diselenggarakan di dalam kelas atau ruangan tertutup ataun terpisah dari pergaulan masyarakat pada umumnya b) Ada persyaratan usia dan pengelompokan usia ke dalam kelas atau jenjang tertentu c) Ada perbedaaan tugas yang tegas antara guru dengan siswa d) Waktu belajarnya diatur dan dikendalikan dengan jadwal yang sudah dirancang sebelumnya e) Materi pelajaran disusun dalam kurikulum dan dijabarkan dalam sejumlah silabus f) Materi pelajaran lebih banyak bersifat akademis intelektual dan berlelnjutan g) Proses belajar diatur secara tertib, terkendalikan, dan terstruktur h) Menggunakan metode penyampaian pelajaran yang sistematik i) Ada sistem evaluasi belajar termasuk laporan hasil belajar j) Ada penghargaan yang diberikan dalam bentuk ijazah atau surat tanda tamat belajar dan berbagai macam sertifikat k) Mempunyai anggaran pendidikan yang dirancang untuk kurun waktu tertentu l) Masa studi dengan waktu tertentu. 3) Lingkungan Pendidikan Masyarakat di Luar Sekolah Beberapa ciri pendidikan nonformal dapat dikemukakan sebagai berikut; b) Program kegiatannya disesuaikan dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan warga yang sifatnya mendesak. c) Materi pelajarannya bersifat praktis-pragmatis dengan maksud dapat segera dimanfaatkan. d) Waktu belajarnya singkat, dalam arti dapat diselesaikan dengan cepat. e) Tidak banyak memakan biaya. f) Masalah usia tidak begitu dipersoalkan. g) Tidak mengenal kelas atau jenjang secara ketat. h) Pelaksanannya dengan suatun rencana yang teratur dan disengaja. i) Tujuan pendidikan mengarah kepada diperolehnya lapangan kerja oleh para warga didik atau meningkatkan pendapatan. j) Waktu dan tempat belajar disesuaikan dengan situasi dan kondisi para warga dan lingkungannya. Fungsi lembaga pendidikan : 1) Fungsi Manifes Pendidikan a) Fungsi Utama Manifes Pendidikan Fungsi manifes pendidikan merupakan fungsi yang tampak dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Dua fungsi manifes pendidikan yang utama adalah sebagai berikut. (1) Membantu orang untuk sanggup mencari nafkah (2) Menolong orang untuk mengembngakan potensinya demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pembangunan masyarakat. Kedua fungsi ini saling berkaitan, tetapi tidaklah sama. Menjadi seseorang yang memiliki pendidikan lengkap merupakan suatu hal yang sulit kecuali ia mampu memperoleh nafkah. Di lain pihak seorang karyawan akan lebih dihargai jika berpendidikan tinggi dan bukan sekadar memiliki keterampilan khusus. b) Fungsi Tambahan Manifes Pendidikan (1) Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Merangsang partisipasi demokratis melalui pengajaran keterampilan berbicara dan mengembangkan kemampuan berpikir secara rasional dan bebas. Memperkaya kehidupan dengan menciptakan kemungkinan untuk berkembangnya cakrawala intelektual dan cita rasa keindahan. Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri melalui bimbingan pribadi dan berbagai kursus. Meningkatkan taraf kesehatan para pemuda bangsa melalui latihan olahraga. Menciptakan warga negara yang patriotik melalui pelajaran yang menggambarkan kejayaan bangsa. Menunjang integrasi antara ras yang berbeda. Membentuk kepribadian, yaitu susunan unsur-unsur dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu.

2) Fungsi Laten Pendidikan Fungsi laten pendidikan merupakan fungsi yang tersembunyi. Dapat saja masyarakat tahu akan adanya fungsi yang dimaksud, tetapi mereka tidak mau tahu atau seolah-olah tidak tahu. 1. Perpanjangan masa ketidakdewasaan, dengan demikian menunda peralihan masa kedewasaan anak. Pelanjutan sekolah berarti menunda masuknya anak dalam dunia kerja, yang menyebabkan ketergantungan pada keluarga. 2. Melunturnya budaya hormat dan berbakti kepada orang tua. Proses sosialisasi yang terjadi pada anak tidak dapat diketahui dan dikontrol oleh keluarga. 3. Menjadi saluran mobilitas sosial dalam masyarakat. Seseorang yang berasal dari lapisan bawah, melalui lembaga pendidikan dapat mengejar cita-cita menjadi seorang professional dan dapat menempati lapisan atas. 4. Melemahnya pengawasan orang tua. Dengan keluar daerah atau kota untuk melanjutkan pendidikan sehingga membentuk lingkungan sendiri yang terpisah dari lingkungan keluarga, akan menghilangkan control sosial keluarga terhadap anak. 5. Mempertahankan sistem kelas. Dengan pendidikan yang diperoleh seseorang, orang dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan status sosial tersebut. 6. Tempat bernaungnya beberapa pendapat ³kritis´ di kampus.
Selama ini mahasiswa dianggap sebagai ujung tombak dalam kontrol sosial, terutama dalam kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Dengan banyaknya organisasi mahasiswa yang bernaung dalam lembaga pendidikan, terutama universitas-universitas, maka budaya kritis dapat dipertahankan.

D. Lembaga Politik Kornblum (Sunarto, 2004:76) mendefinisikan intitusi politik sebagai perangkat aturan dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. Contoh dari intitusi utama di bidang politik yang diajukannya ialah eksekutif, legislatif, judikatif, militer, keamanan sosial (polisi), dan partai politik. Lembaga eksekutif adalah lembaga pelaksana undang-undang yang biasanya berupa Presiden dan para Menterinya beserta birokrasi pemerintahan. Lembaga legislatif adalah lembaga pembuat undang-undang yang bisa mberbentuk DPR, Senat, DPD, atau DPRD di daerah-daerah otonom. Lembaga yudikatif adalah lembaga penegak undangundang / hukum, yang di Indonesia berupa Mahkamah Agung, lembaga-lembaga peradilan bawahan MA dan MK. Negara merupakan organisasi politik, maka lembaga politik mengacu kepada aspek organisasi sosila yang menangani masalah-masalah kebijaksanaan umum masyarakat tentang suatu sistem hubungan sosial, tentang koordinasi dan pengaturan perilaku sejauh tersebut ada hubungannya dengan pemeliharaan tata tertib umum. Lembaga politik akan berkaitan dengan kehidupan politik. Kehidupan politik menyangkut tujuan dari keseluruhan masyarakat agar tercapai suatu keteraturan dan tertib kehidupan, mulai dari tingkat lingkungan RT/RW sampai dengan lingkungan yang lebih luar seperti negara dan antarnegara.

1. Kekuasaan dan Dominasi Politik akan menentukan siapa yang memperoleh apa, bilamana, bagaimana. Dasar kehidupan politik adalah persaingan untuk memiliki kekuasaan. Dalam kaitan berikut ini akan dibahas mengenai kekuasaan dan dominasi. Kekuasaan Pada kekuasaan, seseorang dapat saja memaksakan kehendaknya terhadap pihak lain biarpun tanpa mempunyai wewenang dan pihak lain tersebut terpaksa menaati kehendak yang berkuasa walaupun tidak ada kewajiban baginya untuk berlaku demikian. Situasi demikian tampak pada kasus penodongan atau pemerasan. Suatu kewajiban dan wewenang yang telah dilaksanakan oleh penguasa memerlukan serangkaian cara atau usaha untuk mempertahankannya. Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan adalah sebagai adalah berikut : a) menghilangkan segenap peraturan lama, terutama dalam bidang politik, yang merrugikan kedudukan penguasa. Peraturan tersebut diganti dengan peraturan baru yang akan menguntungkan penguasa. Keadaan ini biasanya terjadi kritikan ada pergantian dari penguasa lama kepada penguasa baru; b) Membangun sistem kepercayaan yang dapat memperkokoh kedudukan penguasa; c) Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik; dan d) Mengadakan konsolidasi secara horinzontal dan vertikal. Dominasi Situasi dominasi dapat diamati pada pola hubungan antara atasan dengan bawahan. Dominasi memerlukan staff administrasi untuk melaksanakannya. Administrasi memerlukan dominasi karena kekuasaan untuk memerintah staf harus dipegang oleh seorang individu atau kelompok individu. Dari kasus ini Weber mengambil kesimpulan bahwa dalam suatu kegiatan administrasi terdapat dominasi. Suatu dominasi memerlukan keabsahan, yaitu pengakuan atau pembenaran masyarakat terhadap dominasi itu agar penguasa dapat melaksanakan kekuasannya secara sah. Weber membagi dominasi menjadi tiga jenis, sebagai berikut : a) Dominasi Kharismatik Dominasi ini keabsahan didasarkan kepada kharisma atau wibawa seseorang. Seseorang itu menjadi berwibawa atau berkharisma karena adanya kepercayaan yang besar dari para warga masyarakat kepadanya, misalnya karena sang Pemimpin itu mempunyai kemampuan yang luar biasa dan sulit dicari tandingannya. Dominasi kharismatik dimiliki oleh, misalnya para nabi, para kyai atau tokoh agama, para raja yang adil, para pahlawan bangsa, para ilmuwan, dan sebagainya. b) Dominasi Tradisional Dominasi keabsahannya didasarkan kepada tradisi. Penguasa dalam dominasi ini cenderung melanjutkan tradisi-tradisi yang telah ditegakkan oleh pemimpinpemimpin sebelumnya. Pemimpin kharismatik memiliki kecenderungan untukm memjadi tradisional jika proses peralihan kekuasaan atau kepemimpinan didasarkan pada garis keturunan. Jadi, dominasi tradisional dapat diartikan sebagai dominasi yang disebabkan oleh karena adanya warisan dari pemimpin sebelumnya yang biasanya bersifat kharismatik. c) Dominasi legal-rasional Dominasi ini keabsahannya didasarkan kepada aturan hukum yang dibuat dengan sengaja atas dasar pertimbangan rasional. Pemimpin ditunjuk atas dasar aturan hukum yang jelas. Pemimpin itu pun wajib menjalankan kekuasaannya atas bawahannya berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Untuk dapat duduk sebagai penguasa, seseorang harus memenuhi syarat tertentu yang mencakup segi pengetahuan, sikap atau keterampilan tertentu. Syarat-syarat yang dimaksud ini pun didasarkan atas peraturan atau hukum tertentu.

2. Proses Pembentukan Lembaga Politik Terbentuknya suatu lembaga politik dalam arti terbentuknya suatu nation (negara) dalam kerangka suatu negara, dapat dipercepat dengan berbagai cara berikut : 1) Mengadakan kegiatan dan proyek yang dapat menjawab keinginan warga masyarakat, misalnya pembangunan bendungan, irigasi, pabrik, dan sarana ibadah. 2) Menekankan adanya persamaan nilai, norma atau sejarah melalui pengajaran di sekolah ataupun media massa. 3) Pembentukan tentara nasional dari suatu negara merdeka dengan partisipasi semua golongan yang ada dalam masyarakat. 4) Mengadakan upacara pada kesempatan tertentu, seperti upacara pengibaran bendera di sekolah. Fungsi Lembaga Politik Sebagai wujud nyata atau pelaksana dari kekuasaan, lembaga politik mempunyai fungsi sebagai berikut : 1) Melembagakan norma melalui undang-undang yang disampaikan oleh badan legislatif. 2) Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui. 3) Menyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat sehubungan dengan kepentingan tertentu dari warga masyarakat yang bersangkutan. 4) Menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan seterusnya. 5) Melindungi parawarga masyarakat atau warag negara dari serangan bangsa lain. 6) Memelihara kesiapsiagaan atau kewaspadaan dalam menghadapi bahaya. E. Lembaga Ekonomi Lembaga ekonomi adalah lembaga sosial yang menangani masalah kesejahteraan material yaitu mengatur kegiatan atau cara ± cara berproduksi, distribusi dan konumsi barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat sehingga semua laporan masyarakat mendapatkan bagian yang semestinya. Kegiatan Pokok dalam Bidang Ekonomi 1. Kegiatan Produksi Suatu usaha atau cara ± cara menghasilkan barang dan jasa. Macam ± macam cara memproduksi: a. Ekstraktif yaitu menghasilkan barang dengan cara mengambil langsung dari alam. Contoh : pertambangan, berburu, nelayan, dll. b. Agraris yaitu menghasilkan barang dengan cara mengolah tanah dan memanfaatkan lingkungan . Contoh : bercocok tanam, berternak, perikanan, dll. c. Industri aitu menghasilkan barang dengan cara menglah bahan menyah menjadi bahan setengah jadi atau mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi Contoh : pabrik, tekstile, pabrik gula, dll d. Jasa : yaitu kegiatan yang menghasilkan jasa yang dibutuhkan oleh orang lain Contoh : perbankan, perhotelan, dll. 2. Kegiatan Distribusi Suatu kegiatan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen (proses pemasaran atau penjualan). Dalam proses pemasaran terdapat unsur permintaan dan penawaran. Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli pada suatu saat dengan harga tertentu. Faktor ± faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya permintaan :  Tingkat harga  Kemampuan daya beli Penawaran adalah sejumlah barang yang akan dijual pada suatu saat dengan harga tertentu. Faktor yang mempengaruhi penawaran : 

 

Tingkat permintaan Kemampuan produksi Tingkat harga

3. Kegiatan Konsumsi Adalah kegiatan masyarakat dalam memakai, memanfaatkan atau menggunakan barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidupnya. Faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya barang yang dikonsumsi tergantung pada tingkah laku konsumen yaitu sbb: a. konsumen merasa puas terhadap jenis barang tertentu b. tingkat pendapatan (daya beli) c. konsumen bertindak ceroboh d. dalam rangka memenuhi adat istiadat e. meniru orang lain Fungsi lembaga ekonomi : 1. Fungsi Manifes a. Pengaturan produksi barang dan jasa b. Fungsi distribusi barang dan jasa c. Fungsi konsumsi barang dan jasa 2. Fungsi Latent a. terjadinya kerusakan pada lingkungan b. terjadinya pencemaran udara, tanah dan air c. habisnya lahan produktif karena untuk lahan industri dan pemukiman d. terjadinya pola pemukiman yang semula menyebar kemudian pola pemukiman yang menggerombol di dekat lokasi industri e. terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat yang mengarah ke westernisasi VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. Coopertif learning Obsevasi Diskusi Presentasi

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 12, Tik 1, 2 dan 3 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana peran dan fungsi lembaga keluarga, agama dan pendidikan di masyarakat ? y Pengetahuan Prasyarat : peran dan fungsi lembaga keluarga, agama dan pendidikan di masyarakat y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi peran dan fungsi lembaga sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Siswa di dalam kelas dibagi kelompok dan diberi tugas membahas satu kasus perubahan peran dan fungsi lembaga sosial (keluarga,

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

agama dan pendidikan) y hasil diskusi diprsentasikan di depan kelas y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. 3 Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-saama y Memberi contoh pergeseran peran lembaga sosial. y Pemberian tugas kelompok untuk pertemuan selanjutnya mengamati atau mengunjungi salah satu lembaga sosial di masyarakat (politik atau ekonomi) dan kemudian menjelaskan peran dan fungsi dari lembaga sosial tersebut. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 13, Tik 4 dan 5 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana peran dan fungsi lembaga ekonomi dan politik di masyarakat ? y Pengetahuan Prasyarat : peran dan fungsi lembaga ekonomi dan politik di masyarakat y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi peran dan fungsi lembaga sosial, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Siswa di dalam kelas dibagi kelompok dan diberi tugas membahas hasil pengamatan atau kunjungan tentang perubahan/pergeseran peran dan fungsi lembaga sosial (ekonomi dan politik) y Hasil diskusi diprsentasikan di depan kelas y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-saama y Memberi contoh pergeseran peran lembaga sosial. y Untuk pertemuan selanjutnya ulangan KD 3

10¶

NO

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

3

10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop b. Sumber Belajar y J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta, Kencana. y Soerjono Soekanto, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Tim MGMP (2010) Modul Sosiologi, Temanggung y Koran, majalah, media massa lainnya

IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :1
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk tes : Tertulis Bentuk soal : Obyektif dan uraian

Soal Uraian : Soal pertemuan 12 1. Jelaskan perbedaan keluarga batih (inti) dengan keluarga luas 2. Sebutkan fungsi lembaga keluarga 3. Jelaskan yang dimaksud dengan unsur kegiatan ibadah dalam lembaga agama! Berikan contohnya! 4. Jelaskan tiga macam lingkungan pendidikan yang ada di masyarakat! 5. sebutkan fungsi lembaga pendidikan dalam masyarakat

Soal pertemuan 13 1. Jelaskan tiga aktivitas utama lembaga ekonomi! 2. Jelaskan sisten ekonomi liberal! 3. Jelaskan yang dimaksud dengan kekuasaan! 4. Jelaskan sistem pemerintahan presidensial dengan parlementer! 5. Jelaskan fungsi lembaga politik! Rambu-rambu jawaban : Pertemuan 12 : 1. Keluarga Inti (keluarga batih, nuclear family) yang terdiri atas ayah, ibu dan anak ± anak yang belum menikah. Keluarga Besar (Extended family) yang merupakan ikatan keluarga keluarga dalam satu keturunan yang terdiri atas kakek, nenek, ipar, paman, anak, cucu, dan sebagainya. 2. Pada umumnya, lembaga keluarga mempunyai fungsi : 1. Fungsi Reproduksi 2. Fungsi Sosialisasi 3. Fungsi Afeksi 4. Fungsi Ekonomi 5. Fungsi pengawasan Sosial 6. Fungsi Proteksi 7. Fungsi pemberian status 3. Unsur kegiatan ibadah merupakan kegiatan keagamaan dalam rangka menjalankan perintah agama seperti berdoa, bersembahyang, berpuasa dan sedekah. 4. Lingkungan pendidikn keluarga, sekolah dan masyarakat 5. Fungsi Utama Manifes Pendidikan Fungsi manifes pendidikan merupakan fungsi yang tampak dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Dua fungsi manifes pendidikan yang utama adalah sebagai berikut. 1. Membantu orang untuk sanggup mencari nafkah 2. Menolong orang untuk mengembngakan potensinya demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pembangunan masyarakat. Fungsi Tambahan Manifes Pendidikan 1. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 2. Merangsang partisipasi demokratis melalui pengajaran keterampilan berbicara dan mengembangkan kemampuan berpikir secara rasional dan bebas. 3. Memperkaya kehidupan dengan menciptakan kemungkinan untuk berkembangnya cakrawala intelektual dan cita rasa keindahan. 4. Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri melalui bimbingan pribadi dan berbagai kursus. 5. Meningkatkan taraf kesehatan para pemuda bangsa melalui latihan olahraga. 6. Menciptakan warga negara yang patriotik melalui pelajaran yang menggambarkan kejayaan bangsa. 7. Menunjang integrasi antara ras yang berbeda. 8. Membentuk kepribadian, yaitu susunan unsur-unsur dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu. Pertemuan 13 1. Aktivitas lembaga ekonomi yaitu : a. Pengaturan produksi barang dan jasa b. Fungsi distribusi barang dan jasa c. Fungsi konsumsi barang dan jasa 2. Sistem ekonomi yang memberi kebebasan kepada individu untuk berusaha mendapatkan keuntungan ekonomi yang sebesar-besarnya

3. Kekuasaan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memperngaruhi orang lain sehingga mengikuti sesuai yang diinginkannya. 4. Sistem pemerintahan presidensial adalah system pemerintahan yang dijalankan oleh presiden sebagai penyelenggara pemerintahannya, sedangkan system pemerintahan parlementer adalah penyelenggara pemerintahan oleh perdana menteri. 5. Fungsi Lembaga Politik 1. Melembagakan norma melalui undang-undang yang disampaikan oleh badan legislatif. 2. Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui. 3. Menyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat sehubungan dengan kepentingan tertentu dari warga masyarakat yang bersangkutan. 4. Menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan seterusnya. 5. Melindungi parawarga masyarakat atau warag negara dari serangan bangsa lain. 6. Memelihara kesiapsiagaan atau kewaspadaan dalam menghadapi bahaya. Rancangan penilaian kognitif :
No 1 2 3 4 5 Nama Skor Jawaban 2 3 4 Jumlah Skor Nilai

1

5

Penskoran : Setiap soal nilai maksimal 10. NILAI = Nilai maksimal setiap soal dijumlah kemudian dikalikan 2

Soal Ulangan KD 3
1 Yang menjadi alasan utama mendasari pembentukan suatu keluarga adalah «. A. pemenuhan dorongan seksual B. untuk mendapatkan keturunan C. melanggengkan tali persaudaraan D. memperbanyak saudara E. mempererat tali persaudaraan Fungsi afeksional dari keluarga antara lain «. A. memenuhi kebutuhan ekonomi B. mendidik disiplin anak C. melahirkan anak D. memberi kasih sayang E. membina keyakinan agama Fungsi pokok pranata agama bagi pemeluknya dalam menentukan pilihan jalan hidup adalah .. A. tuntutan hidup bermasyarakat di dunia B. pedoman berperilaku yang bersifat formal C. menjadi pembenar tindakan manusia D. memberi arah tujuan hidup manusia E. sumber kebenaran yang bersifat mutlak Untuk menghindari konflik maupun pertentangan antar umat beragama sebaiknya diatasi melalui «. A. mendirikan pengadilan agama di tingkat desa B. saling menghormati intern umat beragama C. membatasi hubungan antar umat beragama D. permukiman sesuai pemeluk agama masing ± masing E. adanya sikap saling toleransi antar umat beragama Mengajarkan tari gambyong kepada anak-anak SD dengan tujuan agar tarian tersebut tetap eksis. Tindakan ini mengarah pada«.

2

3

4

5

6

7

8

9

10

A. fungsi laten pendidikan B. fungsi utama manifes pendidikan C. fungsi tambahan manifes pendidikan D. fungsi utama manifes kebudayaan E. fungsi laten kebudayaan Perhatikan pernyataan di bawah ini 1. Proses pendidikan yang berlangsung antar anggota keluarga 2. Tidak mengenal jenjang (kelas) secara ketat. 3. Materinya bersifat praktis-pragmatis. 4. Proses belajarnya di atas secara tertib, terkendali dan berstruktur 5. Mengarah kepada diperolehnya lapangan kerja. Pernyatan di atas yang merupakan ciri pendidikan nonformal adalah nomer : A. 1, 2, dan 3 B. 2, 3, dan 4 C. 2, 3, dan 5 D. 3, 4, dan 4 E. 1, 4, dan 5 Pernyataan-pernyatan di bawah ini adalah proses pembentukan lembaga politik, kecuali«. A. mengadakan kegiatan yang dapat menjawab keinginan masyarakat B. menekankan adanya persamaan nilai dan norma C. membantu orang untuk mencari nafkah D. pembentukan TNI E. mengadakan upacara bendera di sekolah Perhatikan pernyataan di bawah ini ini! 1. Melembagakan norma melalui undang-undang 2. Mengubah struktur sosial budaya 3. Mencerdaskan anak bangsa 4. Memelihara kesiapsiagaan dalam menghadapi musuh Pernyataan ± pernyataan di atas yang merupakan fungsi lembaga politik ada pada nomor . A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 1 dan 4 D. 2 dan 3 E. 2 dan 4 Fungsi pokok pranata ekonomi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah « A. mengatur kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi B. melakukan kerjasama dalam bidang perdagangan dan industri C. membentuk organisasi perekonomian rakyat D. mengatur kegiatan import dan eksport E. menentukan sistem ekonomi yang akan dianut Kegiatan produksi dengan cara mengambil langsung dari alam disebut «. A. agraris B. bercocok tanam C. ekstraktif D. pertanian E. industri

Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. B D D E C 6. 7. 8. 9. 10. C C C A C

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Program tindak lanjut : - Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih - Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% - Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65%

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

Sosiologi XII / II Ke-1 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Mempraktekkan metode penelitian sosial

II. KOMPETENSI DASAR Merancang metode penelitian sosial secara sederhana III. INDIKATOR Merumuskan rancangan penelitian secara sederhana IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu mejelaskan landasan berpikir dalam penelitian sosial 2. Siswa mampu membedakan dan memilih jenis penelitian ilmiah yang sesuai dengan bidang Sosiologi V. MATERI AJAR : Pengertian, sikap dan sifat seorang peneliti, jenis-jenis penelitian

A. Pengertian Penelitian
1. Pendapat para ahli tentang pengertian penelitian Ada beberapa pendapat para ahli tentang penelitian, yaitu sebagai berikut. 1. Marzuki, penelitian adalah suatu usaha mengumpulkan, mencari, dan menganalisis fakta-fakta mengenai suatu masalah. 2. Supranto, penelitian dari suatu bidang ilmu pengetahuan adalah kegiatan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan sistematis. 3. Sutrisno Hadi, Penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan sesuatu mengisi kekosongan atau kekurangan, mengembangkan atau memperluas, dan menggali lebih dalam apa yang telah ada, serta menguji kebenaran terhadap apa yang sudah ada, tetapi masih diragukan kebenarannya. 2. Kegunaan penelitian 1. memperkuat ilmu pengetahuan 2. membina dan mengembangkan ilmu pengetahuan 3. Tiga syarat penelitian Ada tiga syarat penting dalam mengadakan penelitian. 1. Sistematis. 2. Terencana. 3. Mengikuti konsep ilmiah.. 4. Sebuah penelitian menurut Horton dan Hunt harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Cermat 2. Tepat. 3. Sistematis 4. Dicatat. 5. Obyektif. 6. Dilakukan oleh orang yang berkompeten. 7. Dilaksanakan dalam kondisi yang terkendali

5. Sikap dan cara berpikir seorang peneliti Sikap yang harus dimiliki seorang peneliti adalah: 1. Obyektif 2. Kompeten. 3. Faktual

B. Jenis-jenis Penelitian
Secara umum penelitian dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu: 1. Penelitian ditinjau dari Tujuan Berdasarkan tujuannya penelitian digolongkan menjadi : a. Penelitian Eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui/menggali secara luas tentang sebab-sebab sesuatu hal yang baru. b. Penelitian Pengembangan (development research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan, memperluas dan menggali lebih dalam teori atau hasil penelitian sebelumnya. c. Penelitian verifikatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. 2. Penelitian ditinjau dari Bidang ilmu a. Penelitian Bidang Alam Obyek penelitian ilmu alam yaitu obyek dunia yang riil. b. Penelitian bidang Ilmu Sosial Obyek penelitian ilmu sosial yaitu manusia dan gejala-gejala sosial 3. Penelitian ditinjau dari Tempat Pelaksanaannya a. Penelitian Laboratorium, penelitian yang lebih banyak dilakukan di dalam ruang yaitu di laboratorium, biasanya penelitin dibidang ilmu alam. b. Penelitian Kepustakaan (Perpustakaan), penelitian yang dilakukan dengan menggunakan referensi buku-buku di perpustakan. c. Penelitian Lapangan, penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke tempat atau obyek yang dijadikan sasaran penelitiannnya. 4. Penelitian ditinjau dari Metode a. Penelitian Historik Penelitian yang berusaha mengkaji peristiwa yang terjadi pada mas lampau, tujuannya adalah menyusun rekontruksi peristiwa masa lampau secara sistematis dan obyektif. b. Penelitian survey Penelitian yang dilakukan untuk tujuan memperoleh informsi dan data yang selanjutnya dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah peraktis dalam kehidupan sehari-hari c. Penelitian Ekseperimen Penelitian yang dilakukan dengan teknik merekayasa atau mengontrol situasi obyek alamiah menjadi situasi buatan yang disesuaikan dengan tujuan penelitian d. Penelitian Observasi Penelitian yang dilakukan dengan teknik pengamatan dan bertujuan untuk memperoleh informai secara langsung dari obyek yang diamati 5. Penelitian ditinjau dari cara Pembahasannya a. Penelitian Deskriptif Penelitian yang melukiskan, memaparkan dan melaporkan suatu keadaan obyek atau peristiwa secara apa adanya b. Penelitian Inferensial Penelitian yang melukiskan, memaparkan peristiwa dan kemudian menarik kesimpulan umum dari masalah yang diteliti 6. Penelitian berdasarkan kegunaannya a. Penelitian Dasar (basic research), penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi guna menyusun konsep, hubungan, teori sehingga menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu masalah. b. Penelitian Terapan (applied research), penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan informsi dan data yang dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah tertentu. 7. Penelitian berdasarkan pendekatan dan data yang dikumpulkan

a. Penelitian kuantitatif, penelitian yang berusaha dan menekankan untuk memperoleh besarnya jumlah data. Data yang diperoleh kemudian dirubah dalam bentuk angka dan dianalisis dengan menggunakan teknik statistik b. Penelitian Kualitatif, penelitian yang dilakukan untuk memperoleh kedalaman data dengan memahami obyek yang diteliti.Teknik yang digunakan untuk memeproleh data adalah wawancara dan observasi. Analisis data dengan cara verstehen (pemahaman) yang biasanya dalam bentuk tulisan VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. Metode Active knowledge sharing (bertukar pengetahuan) Diskusi Ceramah bervariasi Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :
NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana landasan berpikir dalam melakukan penelitian ilmiah? y Pengetahuan Prasyarat : Pengertian, sikap dan sifat seorang peneliti, jenis-jenis penelitian y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi pengertian, sikap dan sifat peneliti, jenis-jenis penelitian, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Guru membagi kartu yang berisi pertanyaan dan setiap siswa diminta untuk menjawabnya. y Semua siswa diminta untuk berkeliling mencari teman lain yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui atau diragukan jawabannya y Setelah semua siswa selesai menjawab dalam bentuk tertulis, siswa diminta untuk duduk kembali y Guru memeriksa jawaban siswa kemudian menjawab pertanyaanpertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh siswa. Guru menjelaskan dengan menggunakan jawaban dari siswa sebagai jembatan dalam mengenalkan materi yang dibahas. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi pengertian, sikap dan sifat peneliti, jenis-jenis penelitian. y Pemberian tugas kelompok untuk pertemuan selanjutnya mencari topik atau masalah sosial untuk diteliti

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

35¶

3

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR

a.

Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop y Kartu pertanyaan

b. Sumber Belajar y Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi, Metode Penelitian Survei, Jakarta, LP3ES y Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Riset Sosial, Bandung, Mandar Jaya y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Nursal Luth dan Daniel Fernandes, Sosiologi 1 Untuk SMA Kelas XII, Jakarta, PT. Galaxy Puspa Mega y Tim MGMP (2010) Modul Sosiologi, Temanggung IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan

PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :2
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk Tes : Tes tertulis Bentuk Soal : Uraian Soal uraian : 1. 2. 3. 4. 5. Apakah pengertian penelitian? Sebutkan tiga syarat penting panelitian! Mengapa seorang peneliti harus bersikap objektif? Apakah perbedaan penelitian eksploratif dan penelitian verifikatif Jelaskan perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif!

Rambu-rambu jawaban : 1. Penelitian adalah suatu usaha untuk mencari, menemukan, menganalisis, mengembangkan atau memperluas, dan menggali lebih dalam tentang fakta-fakta suatu masalah, serta menguji kebenaran terhadap fakta-fakta tersebut melalui prosedur tertentu. Tiga syarat penelitian yaitu: a. Sistematis. Artinya, penelitian dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai yang kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien. b. Terencana. Artinya, penelitian dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya. c. Mengikuti konsep ilmiah. Artinya, mulai dari awal sampai akhir kegiatan, penelitian dilakukan menurut cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan. Obyektif, artinya seorang peneliti harus dapat memisahkan antara pendapat pribadi dengan fakta yang ada. Ia tidak boleh berlaku subyektif artinya memasukkan pendapat pribadi yang dapat merubah dan mengurangi keabsahan hasil penelitian Penelitian Eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui/menggali secara luas tentang sebab-sebab sesuatu hal yang baru. Penelitian verifikatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Penelitian kuantitatif, penelitian yang berusaha dan menekankan untuk memperoleh besarnya jumlah data. Data yang diperoleh kemudian dirubah dalam bentuk angka dan dianalisis dengan menggunakan teknik statistik Penelitian Kualitatif, penelitian yang dilakukan untuk memperoleh kedalaman data dengan memahami obyek yang diteliti.Teknik yang digunakan untuk memeproleh data adalah wawancara dan observasi. Analisis data dengan cara verstehen (pemahaman) yang biasanya dalam bentuk tulisan

2.

3.

4.

5.

Rancangan penilaian kognitif :
No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Skor Jawaban 2 3 4 Jumlah Skor Nilai

1

5

Penskoran : Setiap soal nilai maksimal 10. NILAI = Nilai maksimal setiap soal dijumlah kemudian dikalikan 2

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / II ke-2 - 4 6 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Mempraktekkan metode penelitian sosial

II. KOMPETENSI DASAR Merancang metode penelitian sosial secara sederhana III. INDIKATOR Merumuskan rancangan penelitian secara sederhana IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu mencari masalah atau topik penelitian sosial 2. Siswa mampu menyusun rancangan penelitian sosial sesuai dengan masalah atau topik yang diperoleh 3. Siswa mampu menentukan metode dan teknik penelitian sesuai dengan tema yang diteliti dengan tepat V. MATERI AJAR : Tahap-tahap penyusunan rancangan penelitian sosial

RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan penelitian adalah uraian yang berisi keseluruhan rencana kegiatan dan prosedur penelitian yang akan dilaksanakan dalam rangka memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian.
1. MENENTUKAN TOPIK ATAU MASALAH PENELITIAN DAN JUDUL PENELITIAN

a. Menentukan Topik atau Masalah Topik atau masalah adalah pokok permasalahan dari sutu penelitian. Kadangkadang topik atau masalah bisa diperoleh setelah kita melihat kenyataan di masyarakat atau membaca buku-buku atau muncul setelah kita membaca hasil penelitian orang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan topik atau masalah penelitian sebagai berikut: a. Terjangkau oleh kemampuan peneliti b. Masalah penelitian harus penting dan menarik untuk diteliti c. Mempunyai kegunaan praktis dan teoritis d. Harus didukung data yang cukup e. Memungkinkan dengan dukungan dana yang ada.

b. Menentukan Judul penelitian Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan judul penelitian sbb: a. Judul harus secara singkat, padat dan jelas b. Judul harus mencerminkan spesifikasi permasalahan yang diteliti c. Judul harus memuat variable-variabel utama yang dilibatkan dalam penelitian d. Judul harus menyebutkan secara jelas jenis hubungan antar variable e. Judul harus mengungkapkan obyek yang diteliti

2. LATAR BELAKANG MASALAH Latar belakang masalah merupakan keterangan dan penjelasan tentang alasan dipilihnya suatu masalah atau topik penelitian. Dalam latar belakang masalah peneliti harus menjawab pertanyaaan mengapa masalah atau topik itu perlu diteliti dan apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Penjelasan terhadap latar belakang masalah harus mengemukakan fakta-fakta yang memperkuat pentingnya topik atau maslakah yang didasarkan pada pengamatan data awal (presurvey), studi kepustakaan atau dari penelitian sebelumnya. 4. MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN Masalah penelitian merupakan suatu pertanyaan yang mengungkapkan adanya hubungan antar variable yang ingin ditemukan jawabannya malalui proses penelitian. Karena berisi pertanyaan, maka rumusan masalah sering pula disebut pertanyaan penelitian (research question). Pada umumnya suatu masalah muncul manakala terjadi kesenjangan antara yang seharusnya (das sollen) dengan yang senyatanya (das sein). Hal-hal yang perlu dipertimbangan dalam menyusun rumusan masalah yaitu: 1. Rumusan masalah dalam bentuk kalimat pertanyaan 2. Rumusan masalah menggambarkan hubungan antar variable yang diteliti 3. Rumusan masalah mengungkapkan obyek penelitian 4. Rumusan masalah sebagi dasar dalam membuat hipotesis 5. Rumusan masalah akan menuntun dalam pencarian data 6. Rumusan masalah mencerminkan judul penelitian 4. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN Tujuan penelitian adalah sasaran yang ingin dicapai oleh peneliti melalui penelitian yang dilakukan. Rumusan tujuan penelitian yang baik harus kosisten dengan rumusan masalah. Kalau runusan masalah dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya, maka rumusan tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat pernyataan. Kegunaan penelitian dapat berupa: a. Kegunaan praktis yaitu hasil penelitian dapat membantu dalam pemecahan masalah sosial tertentu b. Kegunaan teoritis yaitu dalam rangka mengembangkan teori baru, memperkuat atau menolak teori lama yang dapat memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan. 5. KERANGKA TEORI Kerangka teori atau studi kepustakaan merupakan kajian terhadap masalah penelitian berdasarkan teori-teori atau buku-buku acuan. Kerangka teori merupakan landasan secara teoritis dalam menjawab masalah yang sedang diteliti. 6. HIPOTESIS Hipotesis secara harafiah diartikan sebagai dugaan sementara tentang kemungkinan jawaban yang akan diperoleh oleh si peneliti. Dalam suatu penelitiam hipotesis adalah suatu pertanyaan yang menghubungkan dua variable, jadi pertanyaan dalam suatu hipotesis harus dinyatakan dengan jelas bagaimana hubungan antara variable-variabel yang telah ditentukan. Hipotesis dapat dibagi menjadi dua: 1. Hipotesis kerja atau alternatif (Ha) Yaitu semua hipotesis yang dibangun oleh si peneliti. Contoh: Tingkat prestasi belajar siswa perempuan lebih tinggi dari pada prestasi siswa laki-laki. 2. Hipotesis nol (Ho) yaitu ingkaran atau pernyataan terbalik dari hipotesis kerja. Contoh: Tidak ada perbedaan antara prestasi belajar siswa perempuan dan siswa laki-laki.

7. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian. a. Jenis Penelitian Jenis penelitian berkaitan dengan bentuk penelitian yang ingin dilakukan. Jenis penelitian berkaitan erat dengan masalah yang diteliti dan bagaimana teknik untuk mengumpulkan data. Jenis penelitian apa yang akan kita pilih harus mempertimbangkan kesesuaian dengan pendekatan penelian yang digunakan. Secara umum ada dua pendekatan utama dalam penelitian sosial yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. 1. Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif dalam arti sempit menunjuk suatu upaya pencatatan data hasil penelitian dalam jumlah tertentu yng biasanya dinyatakan dalam bentuk angka-angka atau statistik. Dalam arti luas penelitin kuantitatif menunjuk pada teknik penelitian ilmiah berdasarkan pola kerja statistik dengan mengumpulkan, menyusun, meringkas dan menyajikan data-data dalam bentuk angka-angka atau statistik dan selnjutnya menarik kesimpulan dan mengambil keputusan yang logis dari pengohan data-data tersebut. 2. Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang lebih mengutamakan pada masalah proses dan makna atau persepsi. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap berbagai informasi kualitatif dengan memberi gambaran dan pemahaman (deskribsi-analisis) yang teliti dan penuh makna. Pada tiap-tiap obyek akan dilihat kecenderungan, pola pikir, ketidakteraturan serta tampilan perilaku dan integrasinya sebagaimana dalam study kasus genetik (Muhadjir, 1966:243). b. Metode Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara untuk memperoleh data dari obyek penelitin. Dalam penelitian sosial teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain kuisioner atau angket, observasi, wawancara dan dokumenter. 2. Teknik Sampling Sebelum proses pengumpulan data dilakukan kita terlebih dahulu menentukan obyek atau sasaran penelitian yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Populasi adalah keseluruhan individu yang dicakup dalam unit penelitian (keseluruhan obyek yang menjadi pusat penelitian). Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil dan dipergunakan untuk penelitian yang sifat dn karakteristiknya dapat mewakili populasi. a. Langkah-langkah dalam pemilihan sample, yaitu: 1. Menentukan karakteristik populasi 2. Menentukan tehnik pemilihan sample 3. Menentukan besar sample 4. Memilih sample b. Tujuan pengambilan sample; 1. Mengadakan reduksi (pengurangan) terhadap jumlah obyek yang diteliti, artinya peneliti hanya mengambil sebagian populasi untuk mewakilinya. 2. Mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian. 3. Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi. c. Tehnik pemilihan sample melalui beberapa cara yaitu sbb: 1. Teknik acak (random sampling) atau probabilitas 1. Sampel acak sederhana (Simple Random Sampling) 2. Sampel Sistematis (Systematic Sampling) 3. Sampel Stratifikasi (Stratified Sampling) 4. Sampel wilayah (Area Probability Sample) 5. Sampel Rumpun atau gugus sederana (Simple Cluster Sampling) 2. Teknik nonacak atau nonprobabilitas 1. Sampel bertujuan (purposive sampling) 2. Sampel Insindental (Insidental Sampling)

3. 4.

Sampel Bola Salju (Snow Ball Sampling) Sampel kuota (Quota Sampling)

8. Analisis Data Analisis data merupakan proses pengolaan data yang diperoleh dari lapangan. Hasil analisis merupakan jawaban dari pertanyaan masalah. Dalam analisis data perlu menyesuikan dengan jenis penelitin dan pendekatan penelitian yang digunakan. Ada dua teknik analisis data yaitu teknik analisis kuntitatif dan teknik analisis kualitatif. VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. 5. Metode problem based introduction (pembelajaran berdasarkan masalah) Diskusi interaktif Ceramah bervariasi Study kepustakaan Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :
NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 2, Tik 1 dan 2 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana menyusun rancangan penelitian? y Pengetahuan Prasyarat : Tahap-tahap penyusunan rancangan penelitian. y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi tahap-tahap penyusunan rancangan penelitian, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan memberi informasi hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. y Guru membagi kelompok terdiri dari 4-5 siswa dan memberi tugas berdiskusi memilih salah satu masalah atau topik penelitian yang sudah disiapkan oleh setiap siswa untuk diteliti. y Setiap kelompok membagi tugas masing±masing anggota untuk mencari informasi dan menyelesaikan tugas pemecahan masalah, misalnya ada yang mencari artikel atau bacaan yang relevan dengan topik atau masalah yang akan diteliti, ada yang menyusun latar belakang masalah, mencari laporan penelitian terdahulu, tujuan dan manfaat penelitian. y Setelah setiap siswa selesai menyelesaikan tugas, siswa kembali ke kelompoknya masing-masing y Setiap kelompok berdiskusi membahas penyusunan rancangan penelitian sesuai dengan tahap-tahap penelitian sosial dalam bentuk tertulis. y Setelah semua kelompok selesai, setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusinya sementara kelompok yang lain menanggapinya. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir.

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

3

Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi tahap-tahap rancangan penelitian sosial y Pemberian tugas kelompok untuk menyusun proposal penelitian dalam waktu 2 minggu

10¶

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 3, Tik 3 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana menyusun metode dan teknik rancangan penelitian? y Pengetahuan Prasyarat : Tahap-tahap penyusunan rancangan penelitian (metode dan teknik penelitian) y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi tahap-tahap penyusunan rancangan penelitian, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan memberi informasi hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. y Guru membagi kelompok terdiri dari 4-5 siswa dan memberi tugas berdiskusi menentukan metode dan teknik penelitian sosial sesuai masalah atau topik penelitian yang sudah disiapkan oleh setiap siswa untuk diteliti. y Setiap kelompok berdiskusi membahas metode dan teknik penyusunan rancangan penelitian sesuai dengan tahap-tahap penelitian sosial dalam bentuk tertulis. y Setelah semua kelompok selesai, setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusinya sementara kelompok yang lain menanggapinya. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap metode dan teknik dalam rancangan penelitian sosial y Pertemuan ke-4 berikutnya ulangan KD 4

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

3

10¶

VII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop

b. Sumber Belajar y Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi, Metode Penelitian Survei, Jakarta,  LP3ES y Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Riset Sosial, Bandung, Mandar Jaya y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Nursal Luth dan Daniel Fernandes, Sosiologi 1 Untuk SMA Kelas XII, Jakarta, PT. Galaxy Puspa Mega y Tim MGMP (2010) Modul Sosiologi, Temanggung y Laporan hasil penelitian

VIII. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes 1. Diskusi Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan

PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :2
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

2. Prospektus Proposal Petunjuk penyusunan proposal penelitian : 1. Setiap kelompok memilih topik atau masalah sosial yang menarik untuk diteliti 2. Setiap topik atau masalah yang sudah dipilih untuk terlebih dahulu dikonsultasikan dan mendapat feed back dari guru 3. Penyusunan proposal sesuai dengan sistematika urutan yang benar yaitu : A. Bagian Pendahuluan berisi : a. Halaman judul b. Halaman pengesahan c. Kata pengantar d. Daftar isi B. Bagian Isi Proposal (body of the paper) yang berisi : BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah (pre survey) 2. Permasalahan 3. Perumusan Masalah 4. Tujuan Penelitian 5. Kegunaan Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Penelitian sebelumnya 2. Kerangka Teori 3. Definisi konsep dan operasional 4. Hipotesis (kalau ada) BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian 2. Jenis Penelitian 3. Lokasi penelitian 4. Waktu Penelitian 5. Subjek Penelitian 6. Teknik Sampling 7. Teknik Pengumpulan Data 8. Teknik Analisa Data C. Bagian penutup meliputi bahan-bahan penunjang seperti berikut. a. Kepustakaan (daftar bacaan) b. Lampiran 4. Penilaian proposal didasarkan pada sistematika penulisan, kelengkapan dan kesesuaian isi diantara bagian-bagian di dalam proposal, kelengkapan data pendukung dan keaslian hasil karya. 5. Tugas diketik secara rapi dan dikumpulkan dua minggu setelah tugas ini diberikan

Lembar Daftar Pengecekan (check list)
Rancangan Relevansi topik penelitian Judul penelitian Data presurvey Rumusan masalah Tujuan dan Kegunaan Penelitian sebelumnya Landasan Teori Kelengkapan Unsur ada Tidak ada Paraf Guru

No 1 2 3 4 5 6 7

8 9 10 11 12 13 14 15

Definisi konsep dan operasional Hipotesis Jenis penelitian Populasi Teknik pengambilan sampel Teknik pengumpulan data Pedoman Pengumpulan data Analisis data Jumlah unsur

Penilain terhadap tugas kelompok propektus proposal meliputi aspek : 1. Urutan atau sistematika penulisan 2. Kelengkapan unsur 3. Kesesuaian diantara unsur 4. Kelengkapan data pendukung 5. Keaslian/orisinilitas LEMBAR PENILAIAN PROPEKTUS PROPOSAL Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :2
Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

Nama/kelompok

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang b. Penilaian Tes Bentuk Tes : Tertulis Bentul Soal : Obyektif dan Uraian

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

Soal Obyektif : 1. Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan topik adalah.......... A manyangkut kejadian masa lalu dan sekarang B bahannya menyebar dan berhubungan dengan sumber C pertimbangan wawasan penelitian D bermanfaat secara luas bagi kehidupan masyarakat E jelas menunjukkkan asal bidangnya 2 Judul penelitin adalah ´Pengaruh kepribadian siswa yang tidak tenang terhadap prestasi belajar³ variabel yang akan diteliti adalah........... A pengaruh kepribadian siswa B pengaruh kepribadian siswa dan prestasi belajar C kepribadian siswa yang tidak tenang D prestasi belajar siswa E pengaruh prestasi belajar 3. Masalah penelitian harus dirumuskan dengan jelas tujuannya«« A mempermudah dalam membuat hipotesis B memberi gambaran cara pemecahannya C memahami kesalahpahaman dengan asumsi umum D mencakup sebanyak-banyaknya persoalan E memberi ruang bahasan dan memberi arah program kerjanya. 4. Berikut yang dimaksud dengan hipotesis adalah............ A suatu kesimpulan yang tarafnya masih rendah B hasil pengolahan data yang diperoleh dari lapangan C konsep yang mendasar dalam langkah penelitian berikutnya D jawaban penelitian yang jawabannya sudah diuji E data yang diperoleh sesuai kenyataan sebenarnya 5. Perbedaan pokok atara teknik random dan non random sampling adalah...... A jumlah sampel yang diperlukan B kesempatan menjadi sampel C daerah yang dijadikan sampel D kualitas sampel yang dipilih E jenis sampelnya 6. Sampel yang dibentuk melalui ciri-ciri yang dimiliki populasi adalah merupakan teknik sampling........ A double sampling B purposive sampling C sampling tetap D random sampling E stratified random sampling 7. Cara pegambilan sampel yang berdasarkan aturan-aturan tertentu, merupakan cara pengambilan sampel yang disebut.......... A purposive sampling B quota sampling C fixed sampling D stratified sampling E random sampling 8. Tujuan pengambilan sampel adalah....... A memudahkan jalannya penelitian B mendapatkan hasil penelitian yang akurat C menyederhanakan cara kerja D menghemat biaya, waktu dan tenaga E mendapatkan data yang lebih akurat 9. Suatu penelitian dianggap bermutu apabila........... A selalu berpangkal tolak dari pemikiran jelas B bermanfaat bagi diri sendiri C berdasarkan kenyataan yang ada D selalu berpangkal tolak dari permasalahan yang diteliti

E selalu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat 10. Jumlah keseluruhan dari unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga disebut...... A populasi B sampel C variabel D obyek E sasaran Rambu-rambu kunci jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. D B B A B 6. B 7. D 8. D 9. E 10. A

Rancangan penilaian kognitif : No
1 2 3 4 5 6 7

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Soal Ulangan KD 4 A. Pilihlah jawaban di bawah ini yang paling benar! 1. Perhatikan langkah-langkah berikut: 1. Memilih topik/masalah 2. Menentukan tujuan 3. Merumuskan suatu masalah 4. Menentukan instrument 5. Menarik kesimpulan Yang merupakan langkah-langkah awal dalam rancangan penelitian sesuai langkahlangkah di atas adalah« A. 1, 2 dan 3 D. 2, 3 dan 5 B. 1, 3 dan 4 E. 3, 4 dan 5 C. 2, 3 dan 4 Suatu penelitian harus menarik minat dan mampu untuk dilakukan oleh peneliti. Hal ini merupakan syarat untuk menentukan« A. judul penelitian B. subyek penelitian C. topik penelitian D. obyek penelitian E. teknik penelitian Seorang peneliti ketika melakukan penelitian harus memiliki sikap obyektif artinya« A. mencampuradukkan data dan opini B. memisahkan pendapat pribadi dan fakta C. berpikir secara konsisten

2.

3.

D. dilakukan dengan kompetensi E. memadukan fakta dan data 4. Judul penelitian adalah ³Pengaruh kenaikan harga kebutuhan pokok terhadap rakyat kecil´ variable yang akan di teliti adalah« A. kenaikan harga dan tingkat pengangguran B. pengaruh kenaikan harga dan rakyat miskin C. kriminalitas dan kemiskinan D. kebutuhn pokok dan ketersediaannya E. kebijakan pemerintah dan implementasinya 5. Topik penelitian yang dipilih harus memenuhi persyaratan yaitu bermanfaat dan dalam jangkauan peneliti. Persyaratan tersebut bertujuan agar penelitian« A. dapat dilakukan dengan baik B. dilaksanakan dalam waktu singkat C. tidak mengeluarkan biaya D. mengacu pada persyaratan akademis E. dapat dipublikasikan ke masyarakat 6. Jika seorang responden memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dalam keseluruhan populasi, pemilihan sampel dapat menggunakan« A. berstrata B. random C. wilayah D. kelompok E. proporsi 7. Jika anda mengambil sampel dengan jumlah tertentu pada suatu kelompok, misalnya kelas X : 300 orang, kelas XI : 200 orang, kelas XII : 100 orang, dengan alasan jumlah murid kelas X jauh lebih banyak daripada kelas XI dan XII, anda telah menggunakan jenis sampel« A. random B. proporsi C. berstrata D. cluster E. snow ball 8. Apabila populasi terbagi atas tingkat-tingkat kelompok, pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara acak. Setiap tingkatan harus terwakili. Teknik pengambilan sampel yang sesui adalah« A. random B. berstrata C. kelompok D. tujuan E. proporsi 9. Sebuah penelitian sosial mengambil subyek dari suatu kecamatan yang memiliki 10 kelurahan. Supaya representative setiap kelurahan diambil sampelnya. Cara pengambilan sampel tersebut adalah« A. purposive B. cluster C. stratified D. quota E. area 10. Tujuan pengambilan sampel adalah....... A. memudahkan jalannya penelitian B. mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat C. menghemat waktu D. menghemat biaya, waktu dan tenaga E. mendapatkan data yang lebih akurat

B. Soal uraian 1. 2. 3. 4. 5. Jelaskan yang dimaksud dengan penelitian sosial! Sebutkan syarat memilih topik yang baik! Jelaskan yang dimaksud dengan penelitian observasi! Jelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih teknik sampling! Jelaskan yang dimaksud teknik pengambilan sampel quota!

Rambu-rambu kunci jawaban : A. Pilihan ganda 1. 2. 3. 4. 5. A C B B A 6. B 7. B 8. B 9. E 10. B

B. Uraian 1. Penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan sesuatu mengisi kekosongan atau kekurangan, mengembangkan atau memperluas, dan menggali lebih dalam apa yang telah ada, serta menguji 2. Syarat memilih topik yang baik antara lain : a. Terjangkau oleh kemampuan peneliti b. Masalah penelitian harus penting dan menarik untuk diteliti c. Mempunyai kegunaan praktis dan teoritis d. Harus didukung data yang cukup e. Memungkinkan dengan dukungan dana yang ada. 3. Penelitian yang dilakukan dengan teknik pengamatan dan bertujuan untuk memperoleh informai secara langsung dari obyek yang diamati 4. Hal-hal yang diperhatikan dalam memilih teknik sampling adalah 1. Homoginitas dan heterogenitas populasi 2. Banyak tidaknya variable ekstra 3. Perlu tidaknya melakukan analisis subkelompok 4. Tersedianya tidaknya tes statistik 5. Tenaga, biaya dan waktu 5. Teknik pengambilan sampel berdasarkan pada jumlah yang sudah ditentukan terlebih dahulu

Rancangan penilaian kognitif :

Skor Jawaban Uraian No 1 2 3 4 5 6 7 Nama 1 2 3 4 5

Jumlah Skor

Jumlah jawaban benar PG

Nilai

Penskoran : Setiap soal uraian nilai maksimal 5. Setiap soal PG nilai 1 NILAI = Nilai uraian ditambah PG kalikan 2 dibagi 7 25 + 10 x 2 7 Program tindak lanjut : - Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih - Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% - Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65%

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / II Ke-5 2 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Mempraktekkan metode penelitian sosial

II. KOMPETENSI DASAR Merancang metode penelitian sosial secara sederhana III. INDIKATOR Menyusun rancangan metode pengumpulan data IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menyusun rancangan metode pengumpulan data 2. Siswa mampu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan metode pengumpulan data yang disusun V. MATERI AJAR : Pengertian data, metode pengumpulan data, kelebihan dan kekurangan metode pengumpulan data A. Pengertian Data a. Data Penelitian Data merupakan sejumlah bukti dan fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Data sangat berperan dalam penelitian. Pemecahan suatu masalah dalam penelitian sangat bergantung pada keakuratan data yang diperoleh. Jenis-jenis data: 1. Berdasarkan sifatnya, data dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu: a. Data kuantitatif merupakan data bersifat angka, misalnya 1, 2, 3, 4, dan 5. b. Data kualitatif merupakan data yang dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. 2. Berdasarkan sumbernya data terdiri atas: a. Data internal yaitu data yang menggambarkan keadaan dalam suatu organisasi. b. Data eksternal yaitu data yang menggambarkan keadaan di luar organisasi 3. Berdasarkan waktu pengumpulannya terdiri dari: a. Cross Section Data yaitu data yang dikumpulkan pada waktu tertentu untuk menggambarkan data pada waktu itu b. Time series data yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu 4. Berdasarkan cara memperoleh data terdiri atas: a. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari responden atau objek yang diteliti. b. Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan lebih dahulu oleh orang lain atau instansi diluar peneliti, walaupun data tersebut merupakan data asli. B. Metode Pengumpulan Data Pengumpuilan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. 1. Pengamatan (observasi) Pengamatan ( observasi) merupakan cara dan tehnik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian.

Pengamatan dapat dibagi dua, yaitu berdasarkan cara pendekatannya dan keterlibatannya. a) Berdasarkan cara pendekatannya 1. Observasi langsung 2. Observasi tidak langsung b) Berdasarkan keterlibatannya 1. Observasi partisipasi (Observation participation) 2. Observasi nonpartisipasi (Nonparticipnt observation) c) Berdasarkan cara observasi 1. Observasi berstruktur 2. Observasi tak berstruktur Observasi bisa dilakukan dengan beberapa cara anatara lain: 1. Catatan anekdot 2. Catatan berkala 3. Daftar cek (check list) 4. Skala nilai Kelebihan Observasi adalah: 1. Dapat mencatat hal-hal perilaku, pertumbuhan dan sebagainya pada waktu kejadian itu berlangsung atau sewaktu perilaku itu terjadi 2. Dapat memperoleh data dari subyek secara langsung, baik secara verbal atau tidak. 3. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung karena tingkah laku tersebut dapat dilihat. Kerugian observasi adalah: 1. Pengamat harus menunggu waktu yang tidak dapat ditentukan untuk melihat tingkah laku yang diharapkan muncul dari obyek. 2. Pengamatan tidak bisa dilakukan untuk mengamati fenomena yang berlangsung lama seperti perubahan masyarakat dari tradisional ke modern 2. Angket (Quisioner) Angket merupakan cara mengumpulkan informasi melalui pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden. Pertanyaan yang dibuat dalam angket sedapat mungkin diarahkan pada permasalahan, tujuan, dan hipotesis yang dietapkan. Jenis angket 1. Berdasarkan cara menjawabnya, angket dibedakan menjadi 2 yaitu angket terbuka dan tertutup. a. Angket terbuka b. Angket tertutup c. Kombinasi angket terbuka dan tertutup 2. Berdasarkan dari jawaban yang diberikan dibedakan menjadi 2 yaitu angket langsung dan tidak langsung. 3. Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi 4 yaitu angket pilihan ganda, isian, checklist, dan rating scale. Keuntungan teknik angket; 1. tidak memerlukan hadirnya peneliti. 2. dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden 3. dapat dijawab oleh responden menurut kesempatan dan waktu yang tersedia 4. identits responden bisa dirahasiakan 5. bersifat standart semua responden mendpat pertanyaan yang sama Kerugian teknik angket; 1. responden sering tidak teliti dalam menjawab pertanyaan 2. sering sekali sukar dicari validitasnya 3. kadang-kadang responden menjawab pertanyaan dengan tidak sebenarnya 4. jika dikirim lewat pos kemungkinan bisa tidak sampai 5. waktu pengembalian tidak sama

3. Wawancara (interview) Wawancara merupakan suatu bentuk kombinasi verbal semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi. Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematik dan berdasarkan pada masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian. a. Jenis Wawancara Berdasarkan cara pelaksanaannya, wawancara dibagi 3 yaitu sebagai berikut : 1. Wawancara berstruktur atau terpimpin (guided interview) 2. Wawancara tak berstruktur atau bebas (unguided interview) 3. Kombinasi bebas terpimpin b. Teknik wawancara Agar wawancara itu berhasil, perlu diperhatikan teknik wawancara sebagai berikut. 1. Memperhatikan hal-hal yang mempengaruhi jalannya wawancara, seperti cara berpakaian, adat istiadat, dan bahasa yang digunakan. 2. Menciptakan suasana akrab 3. Membuat kerangka mengenai hal-hal yang perlu dipertanyakan 4. Mengarahkan wawancara pada permasalahan, tujuan dan hipotesis penelitian. 5. Menguasai materi yang diwawancarakan. 6. Mencatat semua jawaban responden yang dianggap penting 7. Jangan Menantang jawaban 8. Menunjukkan keramahan 9. Mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada responden setelah wawancara selesai. c. Faktor yang mempengaruhi wawancara 1. Pewawancara 2. Informan 3. Topik Penelitian 4. Situasi Wawancara d. Sikap-sikap yang harus dimiliki pewawancara 1. Netral 2. Ramah. 3. Adil. 4. Hindari ketegangan. Kelebihan : 1. Dapat diperoleh keterngan yang mendalam 2. Informsi diperoleh dengan cepat 3. Dijawab langsung oleh responden 4. Cara bertanya lebih fleksibel 5. Dapat menilai gerak-gerik, nada suara dan mimic responden 6. Informasi dapat dipercaya Kelemahan : 1. Terdapat kesanksian jawaban 2. Terpengaruh kondisi pewawancara 3. Lebih banyak memerlukan biaya dan waktu 4. Tidak ada system baku dalam mencatat hasil wawancara 5. Kesulitan dalam mengolah hasil wawancara 4. Studi Kepustakaan Studi Kepustakaan merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber, seperti buku yang memuat berbagai ragam kajian teori yang sngat dibutuhkan peneliti, majalah, naskah, kisah sejarah, dan dokumen. Termasuk di dalamnya adalah rekaman berita dari radio, televise dan media elektronik lainnya. Pengumpulan data malalui metode ini memiliki kelemahan sebagai berikut. 1. Informasi yang ada mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan penelitian karena dikumpulkan orng lain. 2. sulit menilai akurasi informasi

3. Informasi sudah usang dan tidak relevan dengan situasi saat ini. Namun demikian, penggunaan metode ini dinilai lebih murah dan praktis. 5. Analisis Media Massa Analisis media massa adalah teknik mengumpulkan data dengan menganalisis isi media masa. Media masa juga dapat menjadi sumber data seperti radio, surat kabar, televisi, majalah, buletin, internet. Tidak semua berita dapat dijadikan bahan pebelitian, berita harus benar-banar dipilih dan dianalisis sesuai dengan tujuan dan kegunaan penelitian. Berita-berita yang dapat dijadikan data antara lain; 1. berita aktual 2. mengandung wawasan ilmiah 3. tidak memihak 4. bersifat obyektif Kelebihan analisis media massa adalah mudah di dapat dan biaya murah, materi yang didapat sangat relevan dengan fakta sosial. Kelemahannya adalah berita yang disajikan media kadang tidak obyektif karena berita yang dibuat sesuai dengan sudut pandang dari masing-masing media massa. VI. METODE PEMBELAJARAN : 1. 2. 3. 4. 5. Metode Jingsaw Learning Diskusi Comparative / membandingkan Ceramah bervariasi Tanya jawab

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN :
NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana menyusun metode pengumpulan data? y Pengetahuan Prasyarat : Pengertian data, metode pengumpulan data dan kelebihan/kekurangan metode pengumpulan data. y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji materi metode pengupulan data, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Siswa dibagi ke dalam kelompok sesuai jumlah metode pengumpulan data yang ada ( 5 kelompok) y Setiap kelompok mengambil satu kartu undian yang masing-masing berisi tugas membahas metode pegumpulan data. y Setiap kelompok mendiskusikan materi secara bersama-sama y Setelah setiap kelompok selesai membahas, kemudian setiap kelompok mengirimkan satu orang perwakilan untuk menyampaikan apa yang mereka pelajari kepada kelompok yang lainnya y Anggota kelompok yang lain menanggapi dan menanyakan hal-hal yang belum diketahui kepada perwakilan kelompok lain tersebut. y Setiap kelompok kemudian membandingkan kelebihan atau kekurangan dari masing-masing metode pengumpula data

1

ALOKASI WAKTU 5µ

2

75¶

y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan akhir. 3 Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi metode pengumpulan data y Tugas kelompok menyusun salah satu metode pengumpulan data disesuaikan dengan rancangan penelitian yang telah disusun
10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop y Kartu undian b. Sumber Belajar y Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi, Metode Penelitian Survei, Jakarta, LP3ES y Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Riset Sosial, Bandung, Mandar Jaya y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Nursal Luth dan Daniel Fernandes, Sosiologi 1 Untuk SMA Kelas XII, Jakarta, PT. Galaxy Puspa Mega y Tim MGMP (2009) Modul Sosiologi, Temanggung IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan

PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :2
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang b. Penilaian Tes Bentuk Tes : Tertulis Bentuk Soal : Uraian

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

Soal Uraian : 1. Apakah perbedaan data kualitatif dan data kuantitatif? 2. Apakah yang dimaksud dengan observasi partisipasi? 3. Sebutkan jenis-jenis teknik wawancara? 4. Apakah keuntungan dari pembuatan angket tertutup ? 5. Apakah yang harus dilakukan seorang peneliti agar wawancara dapat berjalan dengan lancar? Rambu-rambu jawaban: 1. Perbedaan data kualitatif dan data kuantitatif adalah: Data kuantitatif merupakan data bersifat angka, misalnya 1, 2, 3, 4, dan 5. Data kualitatif merupakan data yang dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. Misalnya, sangat baik, baik, sedang, kurang baik, dan tidak baik. Data kualitatif berperan untuk menjelaskan secara deskriptif suatu masalah 2. Observasi partisipasi (Observation participation) adalah pengamatan yang dilakukan seorang peneliti dengan melibatkan diri ke dalam objek yang diteliti. Misalnya, untuk mengetahui perilaku gelandangan, peneliti perlu berpura-pura berperilaku sebagai gelandangan atau pengemis. Dengan cara demikian, peneliti dapat mengungkapkan rahasia para pengemis dan gelandangan.

3. Jenis-jenis wawancara: 1. Wawancara berstruktur atau terpimpin (guided interview) Adalah wawancara yang dilakukan dengan terlebih dahulu membuat daftar pertanyaan yang kadang-kadang disertai jawaban alternative dari responden dengan maksud agar pengumpulan data dapat lebih terarah kepada masalah, tujuan, dan hipotesis. Dalam wawancara berstruktur, pewawancara terlihat dengan daftar pertanyaan dan alternetif jawaban yang diperlukan. Contoh: Apakah anda setuju jika dalam meningkatkan interaksi sosial antara siswa baru dan siswa lama perlu dilakukan masa orientasi (perkenalan)? a. sangat setuju b. setuju c. ragu-ragu d. kurang setuju e. tidak setuju 2. Wawancara tak berstruktur atau bebas (unguided interview) Wawancara itu merupakan wawancara yang dilakukan dengantanpa menyusun daftar pertanyaan sebelumnya. Dalam melakukan wawancara, peneliti (siswa) mengajukan

beberapa pertanyaan yang tidak disertai alternative jawaban. Namun, pewawancara perlu menandai atau mencatat garis besar yang perlu diwawancarakan, misalnya sikap siswa baru dan siswa lama dalam interaksi sosial, jenis kegiatan dalam interaksi sosial. 3. Kombinasi bebas terpimpin Kombinasi wawancara berstruktur dan tidak berstruktur, pewawancara membuat daftar pertanyaan yang akan disajikan, tetapi cara pengajuan bergantung pada kebijakan pewawancara itu sendiri. Untuk pertanyaan yang kurang dimengerti, pewawancara perlu menjelaskan agar orarng yang diwawancarai mudah mengerti. 4. Keuntungan teknik angket; 1. tidak memerlukan hadirnya peneliti. 2. dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden 3. dapat dijawab oleh responden menurut kesempatan dan waktu yang tersedia 4. identits responden bisa dirahasiakan 5. bersifat standart semua responden mendpat pertanyaan yang sama 5. Hal-hal yang harus diperhatikan agar wawancara berjalan dengan baik adalah: 1. Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden baik yang menyenangkan atau tidak. 2. Ramah; artinya, pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden. 3. Adil; artinya, pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya. 4. Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden merasa sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Rancangan penilaian kognitif :
No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Skor Jawaban 2 3 4 Jumlah Skor Nilai

1

5

Penskoran : Setiap soal nilai maksimal 10. NILAI = Nilai maksimal setiap soal dijumlah kemudian dikalikan 2

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / II Ke-6 - 9 8 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Mempraktekkan metode penelitian sosial

II. KOMPETENSI DASAR Melakukan penelitian sosial secara sederhana III. INDIKATOR 1. Menjelaskan langkah-langkah pengolahan data 2. Mempraktekkan proses analisis data kuantitatif dengan statistik 3. Mempraktekkan proses analisis data kualitatif 4. Mengidentifikasi perbedaan pengolahan dan analisis data kuantitatif dengan kualitatif IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menjelaskan langkah-langkah pengolahan data 2. Siswa mampu mempraktekkan proses analisis data kuantitatif dengan statistik 3. Siswa mampu Mempraktekkan proses analisis data kualitatif 4. Siswa mampu Mengidentifikasi perbedaan pengolahan dan analisis data kuantitatif dengan kualitatif V. MATERI AJAR : A. Melaksanakan Pengolahan dan Analisis Data Tahapan dalam pengolahan data meliputi : (1) editing, (2) pengkodean data/ koding (3) tabulasi data (4) Mencari korelasi data, (5) analisis dan interpretasi data, dan (6) generalisasi dan kesimpulan. 1. Editing Pada tahap editing, data yang telah dikumpul melalaui daftar pertanyaan (kuisioner) ataupun pada interview guide perlu dibaca kembali untuk melihat apakah ada hal-hal yang masih meragukan dari jawaban responden. Jadi, editing bertujuan untuk memperbaiki kualitas data dan menghilangkan keragu-raguan data. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengeditan data, antara lain sebagai berikut. 1. Kelengkapan dan kesempurnaan data 2. Kejelasan tulisan. 3. Pemahaman catatan 4. Konsistensi Data 5. Keseragaman Satuan yang digunakan dalam data (uniformitas data) 6. Kesesuain Jawaban 2. Pengkodean Data (Coding) Setelah tahap editing selesai, maka data-data yang berupa jawaban-jawaban responden perlu diberi kode untuk memudahkan dalam penganalisaan data. Hal ini sangat penting artinya, apalagi jika proses pengolahan data dilakukan dengan computer. Pemberian kode pada data dapat dilakukan dengan melihat jawaban dari jenis pertanyaan yang diajukan dalam kuisioner. Pengkodean data dapat dibedakan atas berikut ini. 1. Pengkodean terhadap jawaban yang berupa angka 2. Pengkodean terhadap jawaban dari pertanyaan tertutup

3. Pengkodean terhadap jawaban dari pertanyaan semiterbuka 4. Pengkodean terhadap jawaban dari pertanyaan terbuka 3. Tabulasi Data (Tabulating) Tabulasi merupakan proses pengolahan data yang dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam tabel. Tabulasi adalah penyajian data dalam bentuk tabel atau daftar untuk memudahkan dalam pengamatan dan evaluasi. Hasil tabulasi data ini dapat menjadi gambaran tentang hasil penelitian karena data-datanya yang diperoleh dari lapangan sudah disusun dan terangkum dalam tabel-tabel yang mudah dipahami maknanya. Tabulasi data dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini. 1. Tabulasi langsung 2. Melalui Lembaran Kode (Code Sheet) 3. Tabel Frekuensi 4. Tabel Silang 4. Kegunaan Statistik Pada dasarnya, pengolahan data dalam penelitian sosial tidak lepas dari penggunaan statistik tertentu. Statistik sangat berperan dalam penelitian, baik dalam penyusunan model, perumusan hipotesis, pengembangan alat dan instrument pengumpulan data, penyusunan desain penelitian, penentuan sample, maupun dalam analisis data. B. Proses Pengolahan Data 1. Pengolahan Data Kuantitatif a. Mengelompokkan Data Ada dua jenis data, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif tidak memerlukan perhitungan matematis. Sebaliknya, data kuantitatif memerlukan adanya perhitungan secara matematis. Oleh sebab itu, data kuantitatif perlu diolah dan dianalisis antara lain dengan statistic. Untuk mengolah dan menganalisis data, ada dua macam statistik, yaitu statistik deskriptif dan statistic inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel penelitian melalui pengukuran. Statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis dan membuat generalisasi. b. Kegiatan Awal dalam Mengelompokkan Data Agar data dapat dikelompokkan secara baik, perlu dilakukan kegiatan awal sebagai berikut. 1) Editing 2) Coding 3) Tabulating c. Pengolahan Statistik Sederhana Pengolahan statistik adalah cara mengolah data kuantitatif sehingga data mempunyai arti. Biasanya pengolahan data dilakukan dengan beberapa macam teknik, misalnya distribusi frekuensi (sebaran frekuensi) dan ukuran memusat (mean, median, modus). 1) Sebaran Frekuensi (distribusi Frekuensi) Data hasil penelitian perlu disusun dan dihitung jumlahnya agar dapat dilukiskan dalam tabel frekuensi. Contoh : Distribusi Frekuensi Nilai Mata Pelajaran Sosiologi 40 Siswa Kelas 3 IPS Nilai f f kumulatif % % kumulatif 6 6 6 15 15 7 12 18 30 45 8 18 36 45 90 9 4 40 10 100

2. Ukuran Pemusatan (Tendensi sentral)

a) Rerata (mean) Rerata atau mean adalah bilangan yang berasal dari jumlah seluruh skor dibagi dengan banyak subjek. Untuk data tunggal yang frekuensinya (f) lebih dari satu, digunakan rumus sebagai berikut. M=

§ fx
n

M= mean f = frekuensi x = bilangan berturut-turut/data n = banyaknya subjek (unit bilangan)

data kelompok : § fx M= n b) Modus Modus adalah skor paling banyak yang diperoleh subjek Modus adalah ukuran pemusatan yang menunjukkan frekuensi terbesar pada suatu perangkat data.

Rumus 1 ® fa ¾ Mo = L + ¯ ¿vi fa °  fb À

atau

Rumus 2 ® fb ¾ Mo = U - ¯ ¿vi fa °  fb À

Keterangan : Mo = modus L = batas bawah nyata interval kelas yang mengandung modus fa = Frekuensi yang ada diatas bilangan modus fb = frekuensi yang ada di bawah bilangan modus i = besarnya interval kelas U = batas atas nyata interval kelas yang mengandung modus Contoh : (1) data Tunggal Hasil ulangan mata pelajaran sosiologi dari 45 siswa kelas XI SMA sebagai berikut. Data Nilai Mata Pelajaran Sosiologi Siswa kelas XI SMA Nilai siswa Frekuensi 9 5 8 10 7 20 6 4 5 2 4 3 3 1 Bedasarkan data nilai tersebu, frekuensi paling banyak (mengandung modus) adalah nilai 7.

(2) Data Kelompok Perhitungan dengan Rumus 1 fa ¾ Mo =L + ¯ ¿vi fa fb À Perhitungan dengan Rumus 2 fb ¾ Mo = U - ¯ ¿vi fa fb À

c) Median Median adalah titik tengah yang membagi seluruh bilangan data menjadi dua bagian sama besar. Hal ini berarti terdapat 50 % bilangan (data) berada di atas median dan 50 % bilangan (data) di bawah median.Cara mencari median dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Rumus 1:
1 ¾ ± n  fcb ± ± ± Md = L + ¯ 2 ¿ v i p jika dilihat dari bawah fi ± ± ± ± À °

Rumus 2 :
1 ¾ ± ± n  fca ± ± Md = U - ¯ 2 ¿ v i p jika dilihat dari atas ± ± fi ± ± À °

Keterangan : Md = median L = batas bawah nyata bilangan yang m,engandung median U = batas atas nyata bilangan yang mengandung median n = banyaknya unit bilangan/data fca = frekuensi kumulatif di atas bilangan yang mengandung median fcb = frekuensi kumulatif di bawah bilangan yang mengandung median fi = frekuensi bilangan yang mengandung median i = interval Contoh : a) Data Tunggal hasil ulangan mata pelajaran sosiologi dari 40 siswa kelas 3 IPS dibuat dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut. Distribusi Nilai Siswa frekuensi Frekuensi kumulatif Dari atas Dari Bawah 17 10 7 3 2 1 17 27 34 37 39 40 40 23 13 6 3 1

nilai 8 7 6 5 4 3

©

Hasil perhitungan dengan Rumus 1 : 1 ¾ ± ± n  fcb ± ± Md = L + ¯ 2 ¿v i ± ± fi ± ± À °

Hasil perhitungan dengan rumus 2 1 ¾ ± ± n  fca ± ± Md = U - ¯ 2 ¿v i ± ± fi ± ± À °

£ ¥¤

¢¡  

¦ ¨

§

b) Data kelompok Hasil perhitungan dengan rumus 1: 1 n  fcb 2 }x i Md = L+{ fi Hasil perhitungan dengan rumus 2: 1 n  fca 2 Md = U-{ }x i fi

2. Pengolahan Data Kualitatif a. Data kualitatif merupakan data yang bersumber dari deskripsi yang luas dan berlandaskan kukuh serta memuat penjelasan tentang suatu proses yang terjadi dalam lingkup setempat. Dengan data kualitatif, kita dapat mengikuti dan memahami alur peristiwa secara kronologis (berdasarkan urutan waktu), dapat menilai sebab akibat dalam lingkup pikiran orang-orang setempat, serta mempeoleh penjelasan yang banyak dan bermanfaat. Data kualitatif apabila diolah berdasarkan ketentuan yang benar akan dapat membimbing kita untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tidak diduga dan dapat membentuk kerangka teori baru. b. Pengolahan data kualitatif secara garis besarnya akan menempuh tiga alur kegiatan, sebagai berikut. 1. Reduksi Data Reduksi data dapat diartikan sebagai suatu proses: a. pemilihan data; b. pemusatan perhatian pada penyederhanaan data; c. pengabstrakan data; dan d. transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama pengumpulan data kualitatif dilakukan. Reduksi data bukan merupakan bagian yang terpisahkan dari pengolahan data, melainkan bagian dari pengolahan itu sendiri. Dalam kegiatan reduksi data, dilakukan pemilihan-pemilihan tentang: a. bagian data yang perlu dikode, b. bagian data yang perlu dibuang, dan c. pola yang harus dilakukan peringkasan. Jadi, dalam kegiatan reduksi data dilakukan: a. penajaman data, b. penggolongan data, c. pengarahan data, d. pembuangan data yang tidak perlu, dan e. pengorganisasian data untuk bahan penarikan kesimpulan. Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa reduksi data tidak diartikan sebagai pengubahan kepada hal yang kuantitatif. Akan tetapi, berupa kegiatan penyederhanaan dan pengnubahan dalam bentuk lain dengan tujuan lebih mempermudah penarikan kesimpulan. Kegiatan reduksi data dapat dilakukan melalui: a. seleksi data yang ketat; b. pembuatan ringkasan atau uraian singkat; serta c. menggolongkan data menjadi suatu pola yang lebih luas dan mudah dipahami. 2. Penyajian Data Penyajian data dapat dijadikan sebagai sekumpulan informasi yang tersusun sehingga memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian yang sering digunakan adalah dalam bentuk teks naratif, bentuk matriks, grfik, jaringan, dan bagan. Semuanya itu dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. 

20  13 ¾ = 6,5 + ¯ ¿ v1 ° 10 À = 6,5 + 0,7 = 7,20

20  17 ¾ = 7,5 - ¯ ¿ v1 ° 10 À = 7,5 ± 0,3 = 7,20 

Dengan cara seperti itu, pengolah data dapata melihat tentang segala hal yang sedang terjadi dan dapat menentukan kesimpulan secara tepat. 3. Menarik Kesimpulan/Verifikasi Sejak permulaan penngumpulan data, peneliti sudah mulai mencari arti tentnang segala hal yang telah dicatat atau disusun menjadi suatu konfigurasi tertentu. Pengolahan data kualitatif tidak akan menarik kesimpulan secara tergesa-gesa, tetapi secara bertahap dengan tetap memperhatikan perkembangan perolehan data. Penarikan kesimpulan dalam pengertian kegiatan ini adalah suatu kegiatan dalam pembentukan konfigurasi yang utuh. VI. METODE PEMBELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. Diskusi Ceramah Wawancara/interview Obsevasi/pengamatan Komparative/membandingkan

VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 6, Indikator 1 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimana langkah-langkah dalam proses pengolahan data? y Pengetahuan Prasyarat : Teknik editing, koding, tabulating y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji langkah-langkah dalam proses pengolahan data, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Guru mengingatkan tugas yang sudah diberikan sebagai pekerjaan rumah pada sub bab teknik pengumpulan data. y Siswa membentuk kelompok dan mendiskusikan data-data yang telah diperolehnya y Setiap kelompok di bagi 3 kelompok kecil lagi, tugas masingmasing kelompok sebagai editing, koding dan tabulating y Setelah selesai kembali diskusi dalam kelompok besar untuk melaksanakan langkah pengolahan data y Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi post test kepada siswa secara random untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan y Pemberian tugas mengumpulkan proposal penelitian.

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

3

10¶

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 7, Indikator 2 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimanakah proses pengolahan dan analisis data kuantitatif? y Pengetahuan Prasyarat : Mean, median dan modus y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mempelajari proses pengolahan dan analisis data kuantitatif, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Guru mengingatkan tugas yang sudah diberikan sebagai pekerjaan rumah. y Guru membagi kelompok dan mendiskusikan hasil tabulating pada pertemuan yang lalu y Setiap kelompok di bagi 3 kelompok kecil lagi, tugas masingmasing kelompok menghitung mean, median dan modus. y Setelah selesai kembali dalam kelompok besar mendiskusikan analisis dari data yang sudah diolah tersebut. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi post test kepada siswa secara random untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan y Tugas melakukan pengumpulan data di lapangan sesuai proposal yang telah disusun.

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

3

10¶

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 8, Indikator 3 dan 4 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimanakah proses pengolahan dan analisis data kualitatif? y Pengetahuan Prasyarat : Reduksi data, penyajian data dan kesimpulan, perbedaan pengolahan dan analisis data kuantitatif dengan kualitatif y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mempelajari proses pengolahan dan analisis data kualitatif, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi pelajaran yang akan di bahas dan mengingatkan tata tertib pelajaran. y Guru mengingatkan tugas yang sudah diberikan sebagai pekerjaan rumah. y Guru membagi kelompok dan mendiskusikan pengolahan dan

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

analisis data kualitatif serta perbedaannya dengan pengolahan dan analisis data kuantitatif y Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas y Guru mencatat dan memperbandingkan di papan tulis hasil diskusi siswa perbedaan pengolahan dan analisis data kuantitatif dengan kualitatif. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan
serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan.

3

Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi post test kepada siswa secara random untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan y Pemberian tugas untuk menyusun laporan pengolahan dan analisis data dengan baik sesuai tugas kelompoknya. y Pertemuan berikutnya (pertemuan ke-9) ulangan harian.

10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Media/ Alat : 1. LCD 2. Laptop 3. Plastik Transparansi 4. OHP b. Sumber : 1. Metode Penelitian Sosial: Masri singarimbun 2. Sosiologi kelas XII IPS: Kun Maryati 3. Modul Sosiologi XII: Tim MGMP Kab. Temanggung 4. Buku bacaan ( jurnal, artikel, majalah, koran) yang relevan; 5. Internet IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilaian terhadap tugas kelompok meliputi aspek; 1. Menyampaikan gagasan 2. Menanggapi gagasan 3. Menyampaikan kritik 4. Penguasaan pengetahuan 5. Presentasi 6. Kerjasama

LEMBAR PENGAMATAN Sekolah Kelas Semester No. : : : Nama Siswa 1 (2) 1. 2. 3. 4. Dst Keterangan : Skala penilaian : - Sangat Aktif - Aktif - Kurang Aktif - Tidak Aktif Aspek yang dinilai 2 3 4 5 (2) (2) (2) (1) Nilai Total 6 (1)

:4 :3 :2 :1

Penskoran : Nilai dikalikan bobot kemudian dijumlahkan, jumlah skor dibagi 4 Kriteri Penilaian : 9 - 10 : A D dan E perlu bimbingan 7 - 8 : B 5 - 6 : C 3 - 4 : D 1 - 2 : E b. Penilaian Tes Bentuk Tes : Tes tertulis Soal tes : Pilihan Ganda

Soal Pilihan Ganda : A. Pilihlah jawaban yang paling benar! 1. Yang dimaksud editing dalam pengolahan data adalah; a. Mengelompokkan data sesuai dengan jenisnya b. Memisahkan jawaban dari angket yang telah terkumpul c. Mengklasifikasikan data yang telah ada d. Menyusun data yang telah terkumpul e. Proses memeriksa data yang telah terkumpul dari lapangan 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam editing adalah sebagai berikut, kecuali....... a. kelengkapan data d. kesesuaian jawaban b. kejelasan tulisan e. validitas data c. keseragaman satuan data 3. Skor yang membatasi 50% frekuensi atas dengan 50% frekuensi bagian bawah adalah.......... a. Presentil d. Mean b. Kuartil e. Median c. Modus 4. Tiga kegiatan awal dari analisis data secara berurutan adalah......... a. Tabulating, analisis dan editing d. Editing, Processing, tabulating b. Editing, coding dan tabulating e. Coding, analisis, tabulating c. Coding, tabulating dan prediksi 5. Apabila peneliti sudah berhasil mengumpulkan data, langkah berikutnya adalah.......... a. mengolah dan menggandakan data

b. mengolah dan menganalisis data c. menganallisis dan menyajikan data d. mengorganisasikan dan menganalisis data e. mengorganisasikan dan mengelompokkan data 6. Data yang perlu diberi kode biasanya berupa data.......... a. Lapangan d. primer b. Kualitatif e. sekunder c. kuantitatif 7. Skor yang mempunyai frekuensi tertinggi dalam sekelompok data atau skor yang paling banyak muncul dalam sekelompok data disebut......... a. mean d. persentase b. modus e. total skor c. median 8. Data kualitatif tidak perlu pengolahan statistik karena....... a. Datanya merupakan data sekunder b. Tidak dapat diukur secara statistik c. Masih harus ditafsirkan untuk dapat diolah secara statistik d. Telah mempunyai makna untuk menafsirkan hasil penelitian e. Diperoleh tanpa menggunakan angket 9. Data tentang jumlah kecelakan lalu lintas setiap hari selama dua pekan sebagai berikut: 6, 7, 5, 10, 12, 7, 7, 7, 6, 13, 6, 7, 9, 8, modus dan mediannya adalah«.. a. 6 dan 7 d. 6 dan 6, 6, 7 b. 7 dan 7 e. 7 dan 7, 8, 7 c. 6, 5 dan 7 10. Batas bawah dan batas atas nyata inteval nilai 80-84 adalah«. a. 80 dan 84. d. 79,5 dan 84,5 b. 79 dan 84,5 e. 79 dan 85 c. 79,5 dan 80 Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. E E E B E 6. C 7. B 8. D 9. B 10. D

Rancangan penilaian kognitif : No
1 2 3 4 5 6 7

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Soal ulangan KD 5
A. Pilihlah jawaban yang paling benar! 1. Seorang peneliti melakukan penelitian tentang persepsi msyarakat terhadap program pengentasan kemiskinan di desa. Peneliti tersebut mencatat data jumlah kelurga miskin di kantor badan statistik daerah, maka data tersebut berdasarkan cara memperolehnya disebut« A. primer B. sekunder C. tersier D. kuantitatif E. kualitatif Salah satu keuntungan pengamatan secara langsung dalam penelitian adalah« A. memerlukan waktu untuk memperoleh hasil B. dapat mengamati fenomena yang telah lama terjadi C. dapat mensimulasikan keinginan pengamat D. dapat mencatat hal-hal perilaku pada waktu kejadian E. mendapatkan data yang akurat dan menyeluruh Kegiatan berikut yang menunjukkan suatu kegiatan observasi partisipasi dalam penelitian sosial adalah« A. membaca di perpustakaan B. percobaaan di laboratorium C. mengamati perilaku anak-anak jalanan D. hidup bersama anak-anak jalanan E. mengadakan dailog dengan gelandangan Pengumpulan data yang dilakukan dengan meyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden yang salah satu keuntungannya adalah menghemat waktu dan tempat merupakan metode pengumpulan data yang berupa« A. wawancara B. observasi C. dokumentasi D. studi pustaka E. kuesioner Seorang peneliti akan melakukan pengumpulan data dalam sebuah penelitian. Ia mendapati bahwa responden yang akan diteliti tingkat pendidikannya masih rendah, karena itu ia memutuskan untuk mengumpulkan data dengan teknik« A. observasi dan interview B. kuesioner dan observasi C. kuesioner dan dokumentasi D. kepustakaan dan tes E. dokumentasi dan media massa Untuk mempermudah dalam membuat tabel frekuensi maka peneliti harus membuat...... A. coding B. turrus dan talli C. coding shet D. prosentase E. tabulating Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam editing adalah sebagai berikut, kecuali....... A. kelengkapan data B. kejelasan tulisan C. keseragaman satuan data D. kesesuaian jawaban E. validitas data Skor yang membatasi 50% frekuensi atas dengan 50% frekuensi bagian bawah adalah.......... A. presentil B. mean

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

C. kuartil D. median E. modus 9. Tiga kegiatan awal dari analisis data secara berurutan adalah......... A. tabulating, analisis dan editing B. editing, coding dan tabulating C. coding, tabulating dan prediksi D. editing, processing, tabulating E. coding, analisis, tabulating 10. Apabila peneliti sudah berhasil mengumpulkan data, langkah berikutnya adalah.......... A. mengolah dan menggandakan data B. mengolah dan menganalisis data C. menganallisis dan menyajikan data D. mengorganisasikan dan menganalisis data E. mengorganisasikan dan mengelompokkan data 11. Hunbungan antara dua variabel berbentuk korelasi apabila........... A. saling mempengaruhi B. kedua variabel sama sifat dan ukurannya C. kedua variabel akibat dari beberapa faktor D. variabel pertama menyebabkan variabel kedua E. variabel pertama berbeda dengan variabel kedua 12. Data yang perlu diberi kode biasanya berupa data.......... A. lapangan B. primer C. kualitatif D. sekunder E. kuantitatif 13. Skor yang mempunyai frekuensi tertinggi dalam sekelompok data atau skor yang paling banyak muncul dalam sekelompok data disebut......... A. mean B. persentase C. modus D. total skor E. median 14. Data kualitatif tidak perlu pengolahan statistik karena....... A. datanya merupakan data sekunder B. tidak dapat diukur secara statistik C. masih harus ditafsirkan untuk dapat diolah secara statistik D. telah mempunyai makna untuk menafsirkan hasil penelitian E. diperoleh tanpa menggunakan angket 15. Tiga kegiatan awal ayng berurutan dalam proses analisis data adalah..... A. editing, prosesing dan konklusi B. tabulating, analisis dn konklusi C. editing, coding dan tabulating D. coding, tabulating dan prediksi E. tabulating, analisis dn editing 16. Catatan informasi yang digunakan pada saat mengadakan observasi dalam penelitian sosial disebut...... A. daftar cek B. skala penilaian C. catatan anekdot D. angket E. field note 17. Seorang peneliti yang datang ke sebuah tempat untuk berinteraksi dan mencari data lewat perbincangan dengan orang-orang tanpa menentukan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara mantap disebut..... A. wawancara tertutup B. wwancara terbuka

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

C. wawancara terstruktur D. wawancara tidak terstruktur E. wawancara bebas Keuntungan pengumpulan data dengan menggunakan studi pustaka adalah..... A. mudah dilaksanakan B. hasil segera dapat diumumkan C. dapat mengubah data D. hemat biaya daan waktu E. banyak pembanding dalam memilih data Analisis media massa dapat diperoleh dari sumber«« A. dokumen B. surat kabar C. buku paket D. catatan kaki E. skripsi Penentuan informan dalam penelitian kualitatif tidak boleh asal-asalan. Salah satu yang harus diperhatikan dari informan adalah...... A. informan menguasai topik yang diteliti B. informan minimal lulus SMA C. informan tidak buta huruf D. informan mempunyai waktu E. informan terlalu terlambat Nilai yang membagi seluruh nilai dalam sekelompok data menjadi dua bagian sama besar disebut..... A. mean B. frekuensi C. median D. interval E. modus Dalam metode penelitin kuantitatif, setelah masa pengumpulan data, maka kegiatan selanjutnya adalah«.. A. perumusan masalah B. pengumpulan dan analisis data C. membuat tabel D. menghitung modus E. membuat kesimpulan Jika interval nilai suatu data kelompok adalah 55-59, nilai tengah interval tersebut adalah«« A. 55 D. 58 B. 56 E. 59 C. 57 Batas bawah dan batas atas nyata inteval nilai 80-84 adalah«. A. 80 dan 84. D. 79,5 dan 84,5 B. 79 dan 84,5 E. 79 dan 85 C. 79,5 dan 80 Data tentang jumlah kecelakan lalu lintas setiap hari selama dua pekan sebagai berikut: 6, 7, 5, 10, 12, 7, 7, 7, 6, 13, 6, 7, 9, 8, modus dan mediannya adalah«.. A. 6 dan 7 D. 6 dan 6 B. 7 dan 7 E. 7 dan 8 C. 5 dan 7

Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. A D D E A 6. 7. 8. 9. 10. E E D B B 11. D 12. E 13. C 14. D 15. C 16. A 17. E 18. A 19. B 20. A 21. C 22. B 23. C 24. D 25. B

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 4 Program tindak lanjut : - Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih - Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% - Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65%

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Tahun Pelajaran Pertemuan Alokasi Waktu : : : : : :

SOSIOLOGI XII / II Ke-10 - 13 8 X 45 menit

I.

STANDAR KOMPETENSI Mempraktekkan metode penelitian sosial

II. KOMPETENSI DASAR Mengkomunikasikan hasil penelitian sosial secara sederhana III. INDIKATOR 1. Menjelaskan tahap-tahap penyusunan laporan penelitian sosial 2. Menyusun laporan penelitian secara sederhana 3. Mempresentasikan hasil penelitian sederhana

IV. TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. Siswa mampu menjelaskan tahap-tahap penyusunan laporan penelitian sosial 2. Siswa mampu menyusun laporan penelitian secara sederhana 3. Siswa mampu mempresentasikan laporan hasil penelitian sederhana V. MATERI AJAR : A. MENYUSUN LAPORAN PENELITIAN 1. Syarat-Syarat Penulisan Laporan 1. Penulis laporan harus mengetahui kepada siapa laporan itu akan ditujukan, misalnya untuk sponsor, kalangan mahasiswa, masyarakat umu, atau untuk majalah. Cara menulis artikel ilmiah atau bulletin, makalah, surat kabar akan berbeda aturannya dengan menulis sebuah laoran penelitian walaupun masalah yang dikemukakan sama. 2. Penulis laporan harus menyadari bahwa pembaca laporan tidak mengikuti semua kegiatan penelitian. Oleh karena itu, langkah demi langkah seyogyanya dikemukakan secara jelas, termasuk alasan mengapa hal itu dilakukan. 3. Penulis laporan harus menyadari bahwa latar belakang pengetahuan, pengalaman, dan minat pembaca laporan tidaklah sama. Peneliti harus dapat meyakinkan pembaca bahwa penelitian yang dilakukan itu penting. Oleh karena itu , dalam mengemukakan hasil penelitian, peneliti harus menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami pembaca. 4. Laporan penelitian merupakan elemen penting dalam proses kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, hal yang diperlukan dalam laporan penelitian adalah kejelasan dan kemampuan meyakinkan para pembacanya. Penulisan laporan harus: y Menggunakan bahasa yang komunikatif, baik, dan benar; y Sistematis, yaitu langkah-langkahnya harus benar dan sesuai. 2. Bagian-Bagian Laporan Penelitian Berikut ini disajikan seuah model format laporan penelitian yang dikemukakan oleh Borg dan Gall. 1. Bagian Pendahuluan (preliminary materals) yang berisi : a. Halaman judul b. Kata pengantar

c. Daftar isi d. Daftar tabel e. Daftar gambar/ilustrasi atau diagram-diagram 2. Bagian Isi Laporan (body of the paper) yang berisi : BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah 2. Permasalahan 3. Perumusan Masalah 4. Tujuan Penelitian 5. Kegunaan Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Penelitian sebelumnya 2. Kerangka Teori 3. Hipotesis BAB III METODOLOGI 1. Pendekatan Penelitian 2. Jenis Penelitian 3. Subjek Penelitian 4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisa Data BAB IV HASIL PENELITIAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan 2. Saran atau rekomendasi

3. Bagian penutup meliputi bahan-bahan penunjang seperti berikut. a. Kepustakaan b. Lampiran c. Indeks

B. MENYUSUN HASIL PENELITIAN 1. Bagian Rancangan Penelitian Rancangan penelitian biasanya telah disusun sebelum mengadakan penelitian. Pada tahap pelaporan, rancangan penelitian tinggal diperbaiki atau disempurnakan. Dalam rancangan penelitian, penulis menguraikan masalah penelitian, tinjauan pustaka, dan metodologi yang digunakan. 2. Pembahasan dan Analisa Hasil Penelitian Pada penelitian kualitatif, pembahasan hasil penelitian dilakukan secara simultan dengan proses penelitian tersebut. Sementara itu, pada penelitian kuantitatif, pembahasan hasil penelitian hanya dapat dilakukan setelah tahap pengolahan dan analisis data itu sendiri. Pada bagian ini, peneliti menguraikan data-data yang diperolehnya dalam bentuk uraian kalimat. Untuk memperkuat pernyataan, biasanya disertakan pula tabel-tabel data atau grafik-grafik yang mendukung. Bagian selanjutnya adalah penafsiran terhadap analisis data. Dalam bagian ini, seorang peneliti harus melakukan penfsiran hubungan antardata yang kemudian dibandingkan dengan hipoteisi (jika ada) yang telah dibuat.Perlu diingat disini bahwa berbagai teknik analisis data, seperti statistic, hanya merupakan sarana dan bukan tujuan sebuah penelitian. 3. Kesimpulan Akhirnya, seorang peneliti harus dapat menafsirkan sebuah kesimpulan akhir yang ditarik dari analisis yang telah dilakukan. Sebuah penelitian yang baik, pada hakikatnya tidak berhenti pada kesimpulan apakah sebuah hipotesis diterima atau ditolak, melainkan dilengkapi dengan sebuah evaluasi tentang penelitian itu sendiri.

Hasil penelitian yang dilengkapi dengan evaluasi yang jujur tentang kelemehankelemahan penelitian akan membuat kesimpulan yang dihasilkan semakin dapat diandalkan. C. MERUMUSKAN KESIMPULAN DAN SARAN Dalam menarik kesimpulan peneliti dapat menggunakan logika deduktif dan induktif. 1. Kesimpulan dengan logika deduktif. Logika deduktif atau umum-khusus merupakan proses berpikir yang dimulai dari sesuatu hal yang umum ke hal-hal yang khusus. Proses pengambilan keputusan ini dilakukan untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan kesimpulan dengan logika deduktif, dimulai dengan teori yang digunakan, kemudian teori tersebut dikaitkan dengan data yang diperoleh sehingga peneliti memperoleh kesimpulan. Contoh : Premis 1 : langit mendung maka hari akan hujan Premis 2 : hari ini langit mendung Kesimpulan: maka hari ini akan hujan 2. Kesimpulan dengan logika induktif. Logika berpikir ini dimulai dari sesuatu hal yang spesifik sehingga dapat dilihat pola yang terjadi dan pola ini akan menjadi kesimpulan bagi sebuah penelitian proses logika berpikir ini dapat digunkan untuk penelitian dengan pendekatan kualitatif. D. MELAKUKAN DISKUSI SEBELUM MENAMPILKAN LAPORAN Tujuan dari kegiatan diskusi adalah untuk memperkuat isi laporan itu sendiri. Dari diskusi tersebut, peneliti mungkin akan memperoleh banyak masukan tentang laporan penelitian yang telah disusunnya. Dengan demikian, laporan penelitian yang nantinya akan dipublikasikan adalah benar-benar laporan penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan. Jenis Diskusi Umumnya, terdapat tiga jenis diskusi, yakni diskusi panel, simposium, dan seminar. 1. Diskusi Panel adalah sebuah diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang membahas satu topik yang menjadi perhatian umum. Dalam diskusi ini, biasanya dihadiskan beberapa pakar. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya. Diskusi ini bisa pula terjadi dalam siaran radio atau televisi. 2. Simposium adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas prasaran-prasaran mengenai suatu masalah. Simposium menghadirkan beberapa pembicara dengan tinjauan yang berbeda-beda. Diskusi dilakukan setelah masing-masing pembicara mengemukakan pendapatnya. 3. Seminar adalah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang. Ketua sidang ini biasanya seorang pakar yang memiliki kompetensi dibidangnya. Seminar biasanya diakhiri dengan kesimpulan-kesimpulan pendapat semua pesertanya. Pelaksanaan Diskusi Kelas Beberpa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi kelas adalah sebagai berikut : 1. mengikutsertakan seluruh siswa dalam diskusi secara aktif 2. pembicaraan jangan sampai didominasi oleh beberapa orang saja 3. Ketertiban dalam diskusi perlu dijaga, agar setiap siswa bersedia untuk mendengarkan apa yag sedang dibicarakan. 4. dalam berdebat perlu terarah, agar tidak dipakai untuk mencari menang sendiri. 5. Setiap peserta diberi kepercayaan untuk turut serta dalam diskusi. 6. dalam menyetujui dan menentang pendapat orang lain, para peserta diskusi harus menjaga etika sopan santun. Sebelum diskusi dimulai perlu diperhatikan hal-hal teknis berikut ini: 1. Pilihlah salah satu siswa untuk menjadi moderator atau pemimpin diskusi!

2. Pilihlah pulaseorang siswa untuk menjadi presenter (pemapar), yaitu orang yang menyampaikan isi laporan yang akan didiskusikan! 3. Pilihlah pula seorang siswa untuk menjadi penanggap, yaitu orang yang menanggapi dan membahas isi laporan. 4. Pilihlah pula seorang siswa untuk mejadi notulen, yaitu orang yang mencatat pertanyaan, hal-hal penting selama diskusi, dan hasil-hasil diskusi. 5. Bila memungkinkan, bagikan makalah (laporan penelitian) kepada semua peserta diskusi. Manfaat Diskusi Diskusi akan memberikan manfaat seperti beriku ini : 1. Memupuk siswa agar berani mengeluarkan pendapat dengan bebas tanpa ada tekanan dari siapapun. 2. Membina siswa agar dapat berpikir secara kritis dan kreatif serta menumbuhkan inovasi dalam dirinya. 3. Memupuk rasa toleransi dan menghargai pendapat orang lain. 4. Melatih siswa dalam mempraktikkan pengetahuan yang telah didapat di hadapan teman-temannya. E. MENGKOMUNIKASIKAN HASIL PENELITIAN SOSIAL SECARA SEDERHANA 1. Metode Mengkomunikasikan Penelitian Sosial Untuk mengomunikasikan suatu hasil penelitian sosial, ada beberapa metode yang dapat dilakukan, antara lain: 1. Pameran 2. Poster 3. Surat Langsung 4. Siaran Pers 5. Brosur 6. Seminar/Diskusi 7. Internet/Website 8. Papan Pengumuman 9. Buletin Sekolah 10. Spanduk 11. Iklan 2. Manfaat Hasil Penelitian Sosial 1. Manfaat Penelitian Bagi Siswa a. Menambah wawasan b. Menambah ketrampilan c. Uji coba Penerapan Ilmu 2. Manfaat Penelitian Bagi Masyarakat Penelitian sosial dapat bermanfaat bagi masyarakat umum, antara lain sebagai berikut: a. Perencanaan Pembangunan Hampir seluruh pembangunan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan mental dan spiritual memerlukan hasil penelitian sosial. Hal ini disebabkan oleh pembangunan yang dilaksanakan hampir semuanya bermuara kepada kepentingan masyarakat. Penelitian sosial dapat menjembatani antara kepentingan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah atau swasta dan kepentingan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dalam pelaksanaan pembangunan tidak terjadi masalah yang menyangkut kemasyarakatan. b. Bagi Masyarakat Penelitian sosial dapat bermanfaat bagi masyarakat karena masyarakat dapat mengenal watak dan kepribadian kelompok sosial tertentu serta nilai dan norma yang berlaku pada masyarakat. Dengan mengenal watak, kepribadian, nilai, dan

norma pada suatu masyarakat tertentu, maka masyarakat lain dapat dengan mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan hidup dengan kelompok masyarakat tersebut. c. Bagi Peneliti Lain Penelitian sosial dapat merangsang peneliti lain melakukan penelitian lanjutan, dapat menyagkut penelitian sosial yang belum terungkap dalam penelitian sosial yang telah dilakukan, dapat pula penelitian lain yang terkait dengan penelitian sosial itu, seperti penelitian dampak lingkungan, perencanaan pembangunan jalan, irigasi, dan listrik. Dengan demikian, penelitian sosial dapat merangsang pihak lain melaksanakan penelitian lanjutan. VI. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah 2. Seminar 3. Diskusi VII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 10, Indikator 1 dan 2 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimanakah tahap-tahap menyusun dan sistematika laporan penelitian? y Pengetahuan Prasyarat : Tahap-tahap penyusunan dan sistematika penulisan laporan penelitian y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji Tahap-tahap penyusunan dan sistematika penulisan laporan penelitian, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi tahap-tahap penyusunan dan sistematika penulisan laporan penelitian serta mengingatkan tata tertib pelajaran. y Guru membagi kelompok dan mendiskusikan tahap-tahap penyusunan laporan penelitian. y Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi post test kepada siswa secara random untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan y Pemberian tugas menyusun laporan hasil penelitian sosial sederhana

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

3

10¶

NO

KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke 11 dan 12, Indikator 3 Pendahuluan y Salam, berdoa dan presensi y Motivasi : Bagaimanakah mengkomunikasikan hasil laporan penelitian? y Pengetahuan Prasyarat : Teknik mengkomunikasikan hasil laporan penelitian (seminar) y Rambu ± Rambu Belajar : Siswa secara aktif mengkaji Teknik mengkomunikasikan hasil laporan penelitian, guru mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan sesuai sub indikator yang ada. Kegiatan Inti y Guru menjelaskan garis besar materi Teknik mengkomunikasikan hasil laporan penelitian (seminar)serta mengingatkan tata tertib pelajaran. y Setiap kelompok mendiskusikan dan menyusun menyusun laporan hasil penelitian. y Setiap kelompok mempresentasikan hasil laporan penelitiannya dalam bentuk seminar. y Guru memberikan koreksi (jika perlu) dan memberikan penguatan serta mengarahkan siswa kepada suatu kesimpulan Penutup y Menyampaikan kesimpulan bersama-sama y Memberi post test kepada siswa secara random untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan y Pertemuan berikutnya ulangan harian (pertemuan ke-13)

ALOKASI WAKTU 5µ

1

2

75¶

3

10¶

VIII. MEDIA / ALAT DAN SUMBER BELAJAR a. Alat dan Media y OHP / transparansi hasil diskusi y LCD y Laptop b. Sumber Belajar y Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi, Metode Penelitian Survei, Jakarta, LP3ES y Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Riset Sosial, Bandung, Mandar Jaya y Kun Maryati dan Juju Suryawati, Sosiologi 3, Jakarta : Gelora Aksara Pratama y Nursal Luth dan Daniel Fernandes, Sosiologi 1 Untuk SMA Kelas XII, Jakarta, PT. Galaxy Puspa Mega y Tim MGMP (2010) Modul Sosiologi, Temanggung IX. PENILAIAN a. Penilaian Non Tes Penilain terhadap tugas kelompok meliputi aspek : 1. Keaktifan menggali sumber 2. Kemampuan bekerjasama 3. Keaktifan menyampaikan pertanyaan atau gagasan 4. Akurasi pertanyaan 5. Kemampuan menanggapi pertanyaan

PENILAIAN KETERAMPILAN BERDISKUSI Sekolah Kelas Semester
No 1 2 3 4 5 6 7

: SMA N 1 Candiroto : XII-IPS :2
Nama Aspek yang dinilai 2 3 4 Skor Nilai

1

5

Keterangan : a. Pedoman Penskoran : 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Cukup 1 : Kurang b. Pedoman Kategori (Nilai) 16 - 20 : Sangat baik 11 - 15 : Baik 6 - 10 : Cukup 1 - 5 : Kurang

Skor Tertinggi : 4 x 5 = 20 Skor Terendah : 1 x 5 = 5

: : : :

A B C D

b. Penilaian Tes Bentuk Tes : Tertulis Bentuk Soal : Pilihan ganda dan uraian Soal Pilihan Ganda : A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Tindakan atau proses memindahkan suatu informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya dengan menggunakan simbol, kata-kata, gambar, figur, dan sebagainya disebut....... a. komunikasi d. Pengumuman b. Pemberitahuan e. komunikan c. komunikator 2. Pameran, poster, surat langsung, siaran pers, dan brosur dalam rangka penelitian sosial merupakan bagian dari metode mengomunikasikan...... a. hubungan masyarakat d. Informasi sosial b. Hubungan sosial e. hasil penelitian c. informasi masyarakat 3. Media komunikasi yang oleh organisasi atau orang dipakai sebagai sarana promosi yang disebarkan oleh orang atau instansi tertentu disebut...... a. Pameran d. buletin b. Brosur e. surat langsung c. Poster 4. Untuk mengomunikasikan penelitian sosial, sebuah brosur berisi......... a. judul penelitian, inti sari hasil penelitian, lokasi, dan kesimpualan b. tema, waktu, lokasi, dan denah penelitian c. judul penelitian, tema, waktu, dan lokasi penelitian d. judul penelitian, uraian detail, lokasi, dan kesimpulan

e. judul penelitian, uraian sekedarnya, lokasi, dan denah penelitian 5. Dalam sebuah laporan penelitian keterangan mengenai latar belakang permasalahan yang diangkat dalam penelitian terdapat pada bagian..... a. kesimpulan d. pendahuluan b. analisis data e. abstrak c. metode penelitin 6. Tiga hal pokok yang terdapat dalam bagian akhir suatu laporan penelitin adalah........... a. implikasi penelitian, rangkuman dan abstrak b. saran penelitian, rangkuman dan abstrak c. rangkuman singkat, implikasi penelitian dan saarn untuk penelitin selanjutnya d. implikasi penelitian, metode penelitian e. metode penelitian, analisis data dan saran penelitian 7. Laporan penelitian harus sistematis artinya.... a. penulis harus mengungkapkan apa adanya dan tidak mengada-ngada b. tulisan menurut alur pemahaman yang runtut dan berkesinambungan c. segala informasi yang tertulis dapat mengungkapkan sesuatu secara jernih d. selalu dapat menerima pembaharuan dan kebenarannya dapat diuji e. tulisan harus benar berdasarkan aturan yang baku 8. Lampiran, indeks dan daftar pustaka dalam laporan penelitian merupakan unsur dari bagian..... a. pendauluan d. metode penelitian b. kata pengantar e. penutup c. isi laporan 9. Hal-hal yang membahas secara lengkap dan terperinci cara-cara mengumpulkan dan mengolah data pada bagian..... a. pendahuluan d. hasil dan pembahasan b. landasan teori e. kesimpulan dan saran c. metodologi penelitian 10. Jika laporan penelitian ditujukan kepada masyarakat umum, maka bentuk laporan sebaiknya berupa.... a. artikel ilmiah d. brosur b. monografi e. makalah c. desertasi Rambu-rambu jawaban : 1. 2. 3. 4. 5. A C B A D 6. 7. 8. 9. 10. C E E C D

Rancangan penilaian kognitif :

No
1 2 3 4 5

Nama Siswa

Jumlah Pilihan Benar

Nilai

Keterangan : NILAI = Jumlah Pilihan Benar X 10

Soal Ulangan KD 6 Soal Uraian :
1. 2. 3. 4. 5. Mengapa dalam menyusun laporan harus komunikatif dan sistematis? Sebutkan isi bagian pendahuluan dalam penyusunan laporan penelitian! Sebutkan yang termasuk bagian penutup laporan penelitian! Sebutkan yang termasuk bagian isi laporan penelitian! Apakah manfaat penelitian bagi masyarakat?

Rambu-rambu kunci jawaban : 1. Dalam menyusun laporan penelitian harus ditulis sesuai denga urutan yang benar (sistematis), sehingga akan mudah dibaca dan dipahami oleh pembaca. Setelah membaca laporan pembaca akan dapat member masukan dan sran terhadap kekurangan laporan. 2. Bagian pendahuluan (preliminary materals) antara lain berisi : a. Halaman judul b. Kata pengantar c. Daftar isi d. Daftar table e. Daftar gambar/ilustrasi atau diagram-diagram 3. Bagian penutup berisi : a. Kepustakaan b. Lampiran c. Indeks 4. Isi laporan mencakup : BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah 2. Permasalahan 3. Perumusan Masalah 4. Tujuan Penelitian 5. Kegunaan Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Penelitian sebelumnya 2. Kerangka Teori 3. Hipotesis BAB III METODOLOGI 1. Pendekatan Penelitian 2. Jenis Penelitian 3. Subjek Penelitian 4. Teknik Pengumpulan Data 5. Teknik Analisa Data BAB IV HASIL PENELITIAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan 2. Saran atau rekomendasi 5. Manfaat penelitian bagi masyarakat adalah : Penelitian sosial dapat bermanfaat bagi masyarakat karena masyarakat dapat mengenal watak dan kepribadian kelompok sosial tertentu serta nilai dan norma yang berlaku pada masyarakat. Dengan mengenal watak, kepribadian, nilai, dan norma pada suatu masyarakat tertentu, maka masyarakat lain dapat dengan mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan hidup dengan kelompok masyarakat tersebut.

Rancangan penilaian kognitif :

No 1 2 3 4 5 6 7

Nama

1

Skor Jawaban 2 3 4

5

Jumlah Skor

Nilai

Penskoran : Setiap soal nilai maksimal 10. NILAI = Nilai maksimal setiap soal dijumlah kemudian dikalikan 2 Program tindak lanjut : - Siswa dinyatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 65% atau lebih - Memberikan program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 65% - Memberikan program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya lebih dari 65%

Temanggung, Mengetahui Kepala Sekolah Guru Sosiologi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->