P. 1
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I MAKASSAR

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I MAKASSAR

|Views: 2,726|Likes:
Published by MUHAMMAD NUR UDPA
tulisan ini membahasa secara terperinci mengenai deskripsi lembaga pemasyarakatan di Indonesia berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dengan mengambil sampel lembaga pemasyarakatan klas I makassar.
tulisan ini menjelaskan secara terperinci tugas-tugas tiap bidang yang berada di lembaga pemasyarakatan
tulisan ini membahasa secara terperinci mengenai deskripsi lembaga pemasyarakatan di Indonesia berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan dengan mengambil sampel lembaga pemasyarakatan klas I makassar.
tulisan ini menjelaskan secara terperinci tugas-tugas tiap bidang yang berada di lembaga pemasyarakatan

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: MUHAMMAD NUR UDPA on Aug 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2015

pdf

text

original

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi umum Lembaga Pemasyarakatan
Lembaga Pemasyarakatan atau yang biasa disebut dengan LAPAS
atau LP merupakan tempat untuk melakukan pembinaan
terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Ìndonesia. Sebelum
dikenal istilah lapas di Ìndonesia, Lapas lebih dikenal dengan istilah penjara.
Lembaga Pemasyarakatn merupakan Unit Pelaksana Teknis dibawah
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia (Dahulu Departement Kehakiman). Pemasyarakatan dinyatakan
sebagai suatu sistem pembinaan terhadap para pelanggar hukum dan
sebagai suatu pengejawantahan keadilan yang bertujuan untuk mencapai
reintegrasi sosial atau pulihnya kesatuan hubungan antara Warga Binaan
Pemasyarakatan dengan masyarakat.
Penghuni Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya berisikan narapidana
(napi) namun dapat pula diisi oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)
bisa juga yang statusnya masih tahanan
1
, maksudnya orang tersebut masih
berada dalam proses peradilan dan belum ditentukan bersalah atau tidak
oleh hakim. Pegawai negeri sipil yang menangani pembinaan narapidana dan

1
Dikenal lima jenis tahanan yang dapat ditempatkan dalam Lapas itu sendiri yaitu A1 (Tahanan polisi),
A2 (Tahanan penuntut umum), A3 (Tahanan Pengadilan Negeri), A4 (Tahanan Pengadilan Tinggi), A5
(Tahanan Mahkamah Agung)


tahanan di lembaga pemasyarakatan di sebut dengan Petugas
Pemasyarakatan, atau dahulu lebih di kenal dengan istilah sipir penjara.
Konsep pemasyarakatan pertama kali digagas oleh Menteri Kehakiman DR.
Sahardjo pada tahun 1962 dan kemudian ditetapkan oleh Presiden Sukarno
pada tanggal 27 April 1964 dan tercermin didalam Undang-Undang Nomor 12
tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.
Sistem pemenjaraan yang sangat menekankan pada unsur balas
dendam dan penjeraan yang disertai dengan lembaga "rumah penjara"
secara berangsur-angsur dipandang sebagai suatu sistem dan sarana yang
tidak sejalan dengan konsep rehabilitasi dan reintegrasi sosial, agar
Narapidana menyadari kesalahannya, tidak lagi berkehendak untuk
melakukan tindak pidana dan kembali menjadi warga masyarakat yang
bertanggung jawab bagi diri, keluarga, dan lingkungannya.
Berdasarkan pemikiran tersebut, maka sejak tahun 1964 sistem
pembinaan bagi Narapidana dan Anak Pidana telah berubah secara
mendasar, yaitu dari sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan.
Begitu pula institusinya yang semula disebut rumah penjara dan rumah
pendidikan negara berubah menjadi Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan
Surat Ìnstruksi Kepala Direktorat Pemasyarakatan Nomor J.H.G.8/506
tanggal 17 Juni 1964.


Sistem Pemasyarakatan merupakan satu rangkaian kesatuan
penegakan hukum pidana, oleh karena itu pelaksanaannya tidak dapat
dipisahkan dari pengembangan konsepsi umum mengenai pemidanaan.
Narapidana bukan saja obyek melainkan juga subyek yang tidak berbeda dari
manusia lainnya yang sewaktu-waktu dapat melakukan kesalahan atau
kekhilafan yang dapat dikenakan pidana, sehingga tidak harus diberantas.
Suatu hal yang seharusnya diberantas yaitu faktor-faktor yang dapat
menyebabkan narapidana berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum,
kesusilaan, agama, atau kewajiban-kewajiban sosial lain yang dapat
dikenakan pidana.
Pemidanaan adalah upaya untuk menyadarkan narapidana atau anak
pidana agar menyesali perbuatannya dan mengembalikannya menjadi warga
masyarakat yang baik, taat kepada hukum, menjunjung tinggi nilai-nilai moral,
sosial dan keagamaan, sehingga tercapai kehidupan masyarakat yang aman,
tertib, dan damai. Anak yang bersalah pembinaannya ditempatkan di
Lembaga Pemasyarakatan Anak. Penempatan anak yang bersalah ke dalam
Lembaga Pemasyarakatan Anak, dipisah-pisahkan sesuai dengan status
mereka masing-masing yaitu Anak Pidana, Anak Negara, dan Anak Sipil.
Perbedaan status anak tersebut menjadi dasar pembedaan pembinaan yang
dilakukan terhadap mereka.
Lembaga Pemasyarakatan sebagai ujung tombak pelaksanaan asas
pengayoman merupakan tempat untuk mencapai tujuan tersebut di atas


melalui pendidikan, rehabilitasi, dan reintegrasi. Sejalan dengan peran
Lembaga Pemasyarakatan tersebut, maka tepatlah apabila Petugas
Pemasyarakatan yang melaksanakan tugas pembinaan dan pengamanan
Warga Binaan Pemasyarakatan dalam Undang-undang ini ditetapkan
sebagai Pejabat Fungsional Penegak Hukum. Sistem Pemasyarakatan
disamping bertujuan untuk mengembalikan Warga Binaan Pemasyarakatan
sebagai warga yang baik juga bertujuan untuk melindungi masyarakat
terhadap kemungkinan diulanginya tindak pidana oleh Warga Binaan
Pemasyarakatan, serta merupakan penerapan dan bagian yang tak
terpisahkan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Dalam sistem pemasyarakatan, narapidana, anak didik
pemasyarakatan, atau klien pemasyarakatan berhak mendapat pembinaan
rohani dan jasmani serta dijamin hak-hak mereka untuk menjalankan
ibadahnya, berhubungan dengan pihak luar baik keluarga maupun pihak lain,
memperoleh informasi baik melalui media cetak maupun elektronik,
memperoleh pendidikan yang layak dan lain sebagainya. Untuk
melaksanakan sistem pemasyarakatan tersebut, diperlukan juga
keikutsertaan masyarakat, baik dengan mengadakan kerja sama dalam
pembinaan maupun dengan sikap bersedia menerima kembali Warga Binaan
Pemasyarakatan yang telah selesai menjalani pidananya. Selanjutnya untuk
menjamin terselenggaranya hak-hak tersebut, selain diadakan Unit
Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang secara langsung melaksanakan


pembinaan, diadakan pula Balai Pertimbangan Pemasyarakatan yang
memberi saran dan pertimbangan kepada Menteri mengenai pelaksanaan
sistem pemasyarakatan dan Tim Pengamat Pemasyarakatan yang memberi
saran mengenai program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan di
setiap Unit Pelaksana Teknis dan berbagai sarana penunjang lainnya.
Sama halnya dengan daerah-daerah yang tersebar di Ìndonesia,
Sulawesi-Selatan tepatnya di Makassar pun memiliki lembaga
pemasyarakatan yang berdomisili di Jalan Sultan Alauddin No.191 Gunung
Sari Makassar. Lembaga pemasyarakatan Klas Ì makassar memiliki luas
tanah 94.069 m
2
yang status pemilikannya adalah hak milik, sedangkan luas
bangunan seluruhnya 29.610 m
2
.
Adapun visi dan misi Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar yaitu:
'ISI:
O Terwujudnya Lapas Klas Ì Makassar
O Tangguh dalam pembinaan
O Prima dalam pelayanan
O Unggul dalam pengamanan
ISI:
O Meningkatkan pelayanan serta terwujudnya suasana aman dan tertib
menuju tercapainya warga binaan yang serta berakhlak mulia,
berguna bagi keluarga, bangsa dan negara.



Adapun proses masuknya narapidana/anak didik pemasyarakatan
kedalam Lembaga pemasyarakatan yaitu:

a. Alur Masuknya Napi
Narapidana/anak didik pemasyarakatan Petugas Portir
(Tahanan / Napi Baru / Napi Pindahan) Karupam
(Kepala Regu Pengamanan)

Perawatan
Bendaharawan Rutin Pembinaan
PendaItaran
Kalapas
KPLP
(Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan)

Blok/kamar
b. Alur Keluarnya Napi
Blok / Kamar KPLP / KARUPAM PORTÌR

Keluar / bebas
2


keluar aLau bebasnva dlkarenakan perLama selesal men[alanl pldana / bebasţ kedua lzln luar blasa
(adanva kemaLlanţ men[adl wall nlkahţ ahll warls saklL unLuk dlru[uk)ţ keLlaa proses lnLearasl (CM8ţ
CMkţ Þ8ţ C8ţ Asmllasl)ţ keempaL dlplndahkan kelapas aLau uÞ1 laln


B. Bidang-bidang kerja dan peran masing-masing bidang
a. Bidang kegiatan kerja
Bidang kegiatan kerja merupakan salah satu bidang yang
tercakup dalam struktur organisasi lembaga permasyarakatan. Bidang
kegiatan kerja membawahi 3 seksi kegiatan kerja yaitu :
. Seksi bimbingan kerja (BIER)
Tugas dari seksi bimbingan kerja adalah memberikan
bimbingan kerja berupa kegiatan keterampilan, kerajinan tangan
kepada para warga binaan LAPAS sebagai bekal bagi mereka agar
para warga binaan memiliki keahlian khusus (skill). Tujuan yang ingin
dicapai dari program ini adalah agar para warga binaan dapat hidup
mandiri dan memiliki manfaat dengan keahliannya masing-masing
setelah masa tahanannya selesai.
2. Seksi sarana kerja
Tugas dari seksi sarana kerja adalah menyiapkan segala
macam bahan dan alat yang dibutuhkan dalam mengerjakan
berbagai kegiatan kerja.
3. Seksi PengeIoIaan hasiI kerja
Tugas dari seksi pengelolaan hasil kerja adalah memasarkan
produk yang dihasilkan dari kegiatan kerja. Produk kegiatan kerja
merupakan hasil dari kreativitas para warga binaan.


b. Bidang pembinaan
Mengkoordinasikan pembinaan narapidana dalam lingkungan LP
dengan melaksanakan registrasi, membuat statistik serta dokumentasi
sidik jari, memberikan bimbingan kemasyarakatan, mengurus
kesehatan dan perawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar
para napi siap dikembalikan kemasyarakat. Bidang pembinaan terbagi
atas tiga seksi yaitu
- seksi bidang pembinaan masyarakat
Menyelenggarakan bimbingan dan pembinaan di bidang fisik,
mental dan rohani serta meningkatkan pengetahuan asimilasi
narapidana atau anak didik sesuai peraturan maupun petunjuk
yang berlaku dalam rangka pelaksanaan sebahagian tugas
pemasyarakatan.
- seksi bidang registrasi dan
Melaksanakan pencatatan dan membuat statistik serta
dokumentasi narapidana dan anak didik sesuai dengan data dalam
rangka pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
- seksi bidang perawatan.
Melaksanakan pengurusan kesehatan bagi narapidana dan anak
didik serta memberikan perawatan dengan menyediakan fasilitas
pengobatan, konsumsi makanan dalam rangka pemeliharaan dan


peningkatan kesehaan dan kesejahteraan narapidan dan anak
didik.
.. Bidang administrasi, keamanan dan tata tertib
Bidang administrasi keamanan dan tata tertib (KAMTÌB) merupakan
salah satu bidang yang tercakup dalam suatu struktur organisasi
lembaga pemasyarakatan. Bidang keamanan dan tata tertib terdiri dari
2 kasie yaitu:
. asie PeIaporan
Tugas dari Kasie Pelaporan adalah melaksanakan tugas pelaporan
keamanan dan tata tertib secara berkala. Berdasarkan laporan harian
berita acara yang dibuat oleh Satuan Pengamanan yang bertugas
sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam rangka
menegakkan keamanan dan ketertiban.
2. asie eamanan
Tugas dari Kasie Keamanan adalah menyelenggarakan tugas
pengamanan dan ketertiban dengan mengatur atau memuat jadwal
tugas penggunaan perlengkapan pengamanan dan penempatan
petugas juga sesuai aturan dan petunjuk yang berlaku agar tercipta
suasana aman dan tertib lingkungan LAPAS.


10

d. Bidang Tata Usaha
Bidang Tata Usaha merupakan salah satu bidang yang tercakup
dalam suatu struktur organisasi lembaga permasyarakatan. Bagian ini
memiliki tugas untuk melakukan urusan kepegawaian, keuangan, dan
umum. Oleh karena itu segala urusan kepegawaian, keuangan dan
umum dilakukan di bagian ini. Dalam pelaksanaan tugasnya bidang
Tata Usaha dibagi dalam 3 bagian yaitu:
. Bagian Umum
Bagian umum bertugas menginventarisasi (penataan dan
pengawasan peralatan kantor), pemeliharaan inventaris dan
pembuatan laporan inventaris.
2. Bagian epegawaian
Bagian kepegawaian bertugasmenganalisa data kepegawaian dan
usulan-usulan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan pegawai.
3. Bagian euangan.
Bagian keuangan bertugas membuat daftar gaji pegawai, membuat
laporan BAP keuangan, membuat SK kenaikan gaji berkala,
membuat SKPP pegawai.



11

KALAPAS








. Rumusan masaIah
Adapun rumusan masalah yang penulis rumuskan yaitu:
a. Tugas-tugas apa sajakah yang dilaksanakan oleh bidang Kegiatan
Kerja, Pembinaan, Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, dan Tata
Usaha dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar?
b. Bagaimana mekanisme pelaksanaan masing-masing tugas dari bidang
Kegiatan Kerja, Pembinaan, Administrasi Keamanan dan Tata Tertib
dan Tata Usaha dalam Lembaga Permasyarakatan Klas Ì Makassar?
c. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan masing-
masing dari tugas bidang Kegiatan Kerja, Pembinaan, Administrasi
Keamanan dan Tata Tertib dan Tata Usaha?
kÞLÞ
kLClA1An kL8!A
SLkSl 8lM8lnCAn
kL8!A
SLkSl SA8AnA
kL8!A
SLkSl ÞLnCLLCLAAn
kL8!A
ÞLM8lnAAn kAM81l8 1A1A uSAPA
SLkSl 8LClS18ASl
SLkSl ÞL8AWA1An
SLkSl 8lMÞAS
kASlL ÞLLAÞC8An
kASlL kLAMAnAn
8AClAn kLÞLCAWAAlAn
8AClAn kLuAnCAn
8AClAn uMuM
1

BAB II
HASIL DAN EANISE AGANG BULAN PERTAA
A. ekanisme agang
Proses pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi Hukum (KKN-PH)
angkatan ÌV tahun 2010 ini dibagi atas 2 (dua), yaitu Program kerja Ìnternal
dan Program Kerja Eksternal. Program Kerja Ìnternal difokuskan pada proses
magang di instansi lokasi KKN-PH secara individual setiap mahasiswa.
Sedangkan Program Kerja Eksternal difokuskan pada aktivitas kelompok.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tersebut terbagi dalam dua jenis, yaitu
Kegiatan Wajib yang bersifat sosialisasi produk-produk hukum dan Kegiatan
Pilihan yang jenis kegiatannya diserahkan langsung ke masing-masing
kelompok untuk merancangnya.
Secara teknis, proses dan mekanisme magang yang dilaksanakan
pada bulan pertama ini oleh mahasiswa KKN-PH yang berlokasi di Lembaga
Pemasyarakatan Klas Ì Makassar adalah sebagai berikut :
1. Hari kerja adalah 6 (enam) hari, yaitu hari senin sampai sabtu
2. Setiap mahasiswa yang magang di Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì
Makassar tidak diadakan perpindahan unit kerja (Rolling) melainkan
setiap kelompok memfokuskan pada masing-masing bidang atau bagian
unit kerja di Lembaga Permasyarkatan itu sendiri yang dimana dari 16
1

orang peserta KKN yang melaksanakan magang dibagi dalam 4 Tim
kerja, yaitu:
Bidang egiatan erja
Tim I : - Arwan
- Bambang Sulistiono
- Sarah Mahardika
- Ayu Amalia
Bidang Pembinaan
Tim II : - Muh. Nur Udpa
Muh. Riswan Amir
Andi Nur Auliyah
Harma Satriana D
Bidang Administrasi, eamanan dan Tata Tertib
Tim III : - Ario Putra
Bayu Saputra
Rahmi Mayasari
Jenni Rante Allo


1

Bidang Tata Usaha
Tim I' : - Andi Suryawan A
Ìrfandi
Yuyun Astuti
Meldyasti R.
3. Dalam Pelaksanaan Magang ini, MPL tidak mengadakan perpindahan unit
kerja (Rolling).
4. Jadwal Kegiatan magang dilaksanakan mulai tanggal 5 juli sampai 13 juli
2010 dan berlangsung dari jam 08.00 ÷ 12.00 WÌTA.
B. HasiI dan Temuan
Selama kegiatan magang dilakukan, peserta KKN PH memperoleh
Hasil dan temuan mengenai tugas-tugas yang dilakukan oleh setiap bidang
atau bagian dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar, Adapun
tugas-tugas dari bidang-bidang tersebut adalah sebagai berikut :
BIDANG EGIATAN ERJA
. epaIa Bidang egiatan erja yang dibawahi Iangsung oIeh
I.B.Ardana
Uraian Tugas :
O Menyusun
1

O Memberikan bimbingan dan penyuluhan rohani
O Menyelenggarakan latihan olahraga
O Melaksanakan kegiatan asimilasi, pembebasan bersyarakat (PB), cuti
menjelang bebas (CMB), cuti mengunjungi keluarga (CMK), dan izin
khusus narapidana
O Melaksanakan ketatausahaan seksi bimbingan kemasyarakatan
O Melaksanakan ketatausahaan seksi bimbingan kemasyarakatan
O Memberikan penilaian pelaksanaan pekerjaan
.. Seksi Bimbingan erja yang dibawahi oIeh Drs. Hamzah
Laptur
Tugas Pokok Dan Fungsi :
O Memberikan bimbingan dan petunjuk dalam rangka memberikan
keterampilan kepada narapidana/anak didik dalam lingkungan
lembaga pemasyarakatan.
Uraian Tugas :
O Menyusun rencana kerja seksi bimbingan kerja
1

O Melaksanakan instruksi atasan dan memberikan bimbingan kerja
kepada narapidana/anak didik.
O Memberikan keterampilan dari narapidana yang menonjol sebagai
tutor sesame narapidana/anak didik dalam pembuatan barang-barang
produksi.
O Memberikan penilaian pelaksanaan pekerja bawahan.
O Melakukan bimbingan pegawai bawahan.
O Melaksanakan ketatausahaan dalam seksi bimbingan kerja.
O Melakukan pengawasan melekat (waskat).
O Menyusun laporan seksi bimbingan kerja.
.2. Seksi PengeIoIaan HasiI erja yang dibawahi oIeh Andi Nur AIi
SH
Tugas, tanggung jawab dan wewenang :
O Mengelola hasil kerja narapidana
O Melapor pada KaBid kegiatan kerja tentang hasil produksi
O Menerima hasil produksi dari seksi bimbingan kerja
O Memasaran hasil produksi
1

O Menyimpan tabanas narapidana
1.3. Seksi Sarana Kerja
BIDANG PEBINAAN
Tugas pokok dari bidang pembinaan itu sendiri yaitu:
O menetapkan rencana kerja bidang pembinaan napi
O mengkoordinasikan pelaksanaan tugas registrasi dan membuat
statistic serta dokumentasi sidik jari
O mengkoordinasikan pemberian bimbingan kemasyarakatan
O mengkoordinasikan pengurusan kesehatan dan memberikan
perawatan bagi napi
O melakukan, mengesahkan penilaian pelaksanaan pekerjaan pejabat
bawahan
O melakukan pembinaan pegawai dalam lingkungan bidang pembinaan
napi
O mengkoordinasikan ketatausahaan dalam lingkungan bidang
pembinaan napi
1

O menyiapkan bahan tanggapan RASTAP A-B dan LHP sebagai bahan
petunjuk penyelenggaraan masalah
O melakukan pengawasan melekat dalam lingkungan bidang pembinaan
napi
O melakukan tindak lanjut yang tertuang dalam LHP
O melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh KAKANWÌL
O menyiapkan dan menyusun laporan bidang pembinaan napi
. ekanisme peIaksanaan tugas dari bidang pembinaan
Bidang pembinaan sendiri terbagi atas beberapa seksi yaitu seksi bimbingan
pemasyarakatan, seksi registrasi, dan seksi perawatan itu sendiri.
a. SESI BIBINGAN PEASYARAATAN.
Menyelenggarakan bimbingan dan pembinaan di bidang fisik, mental dan
rohani serta meningkatkan pengetahuan asimilasi narapidana atau anak
didik sesuai peraturan maupun petunjuk yang berlaku dalam rangka
pelaksanaan sebahagian tugas pemasyarakatan
Tugas seksi bimbingan pemasyarakatan itu sendiri terbagi dalam tiap-
tiap bagian, adapun pembagiannya yaitu:
O Menyusun rencana kerja seksi bimbingan kemasyarakatan
1

O Memberikan bimbingan dan penyuluhan rohani
O Menyelenggarakan latihan olahraga
O Melaksanakan kegiatan asimilasi, pembebasan bersyarakat (PB), cuti
menjelang bebas (CMB), cuti mengunjungi keluarga (CMK), dan izin
khusus narapidana
O Melaksanakan ketatausahaan seksi bimbingan kemasyarakatan
O Melaksanakan ketatausahaan seksi bimbingan kemasyarakatan
O Memberikan penilaian pelaksanaan pekerjaan
O Yang dibawahi langsung oleh Drs. Parman Seran
O Menghitung tahap pembinaan
O Menyusun program usul PB/CMB
O Mengurus administrasi usul PB/CMB
O Mengantar napi yang mendapatkan SK PB/CMB
O Melaksanakan kegiatan olahraga dan kesenian
O Yang dibawahi langsung oleh Suwandi, Amd. Ìp, S.H.
O Membuat pengantar surat jaminan/pernyataan keluarga WBP
0

O Mengisi kartu pembinaan
O Melayani permohonan izin luar biasa
O Mengkoordinir kegiatan WBP
O Notulis TPP
Yang dibawahi langsung oleh Martha Karabua
O Menghitung tahap pembinaan
O Menginventaris surat masuk/keluar
O Mengantar napi yang mendapatkan SK PB/CMB
O Membuat laporan bulanan
Yang dibawahi langsung oleh Abd. Haris, S.H.
O Mengurus pembinaan rohani islam terhadap WBP
O Mengadakan koordinasi dengan pihak departement agama dan
lembaga dakwah Ìslam
O Menyelenggarakan latihan olahraga
O Mengantar napi yang mendapatkan SK PB/CMB
O Menghitung tahap pembinaan
1

O Membuat laporan bulanan
Yang dibawahi langsung Andi Moh. Hamka, S. Hi., M.H.
O Melayani konsultasi interpersonal WBP
O Membuat pengantar LÌTMAS
O Mencatat pelanggaran WBP
O Mengisi kartu pembinaan
O Menyelenggarakan latihan olahraga
Yang dibawahi langsung oleh Sira Te'dang Patendean, S.Psi
O Mengurus pendidikan Paket A dan Paket B
O Mengelola perpustakaan dalam lapas
O Menyelenggarakan latihan olahraga
O Menghitung tahap pembinaan
Yang dibawahi langsung oleh Budi Prayitno
Bidang pembinaan sendiri mengenal TPP atau Tim Pengamat
Pemasyarakatan. Secara terperinci tugas TPP yaitu memberikan
saran dan pertimbangan kepada KaLapas mengenai:


a. Bentuk dan program pembinaan napi/anak didik pemasyarakatan
b. Penilaian/evaluasi terhadap pelaksanaan program pembinaan
napi/anak didik pemasyarakatan
c. Penerimaan keluhan dan pengaduan dari napi/anak didik
pemasyarakatan
d. Pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum oleh napi/anak didik
pemasyarakatan, untuk diambil tindakan cepat dan tepat. Serta
masalah lain yang timbul dalam pelaksanaan pembinaan napi
Dalam melaksanakan tugasnya, TPP memiliki fungsi sebagai
a. Merencanakan dan melaksanakan persidangan-persidangan
b. Melaksanakan tata tertib administrasi persidangan, invetarisasi dan
dokumentasi
c. Membuat rekomendasi dan risalah sidang TPP kepada KaLapas
d. Melaksanakan pemantauan pelaksanaan pembinaan napi/anak didik
pemasyarakatan.
Pemberian Asimilasi, cuti menjelang bebas (CMB), cuti menjenguk keluarga
(CMK), pembebasan bersyarat (PB), cuti bebas, dan izin khusus narapidana


diberikan berdasarkan hasil pertimbangan TPP (Tim Pengamat
Pemasyarakatan).
b. SESI REGISTRASI.
Melaksanakan pencatatan dan membuat statistic serta dokumentasi
narapidana dan anak didik sesuai dengan data dalam rangka pelaksanaan
tugas pemasyarakatan.
Uraian Tugas :
a. Menyusun rencana kerja seksi registrasi.
b. Melaksanakan pencatatan napi dan anak didik baru yang diterima
pengadilan Negri
c. Melaksanakan pencatatankunjungan keluarga sesuai dengan prosedur
yang berlaku
d. Melaksanakan pencatatan data napi atau anak didik yang akan
dikeluarkan
e. Membuat usulan remisi bagi napi sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
f. Membuat statistic dan dokumentasi sidik jari napi dan anak didk
g. Memberikan penilaian pelaksanaan pekerjaan bawahan


h. Melaksanakan bimbingan pegawai bawahan
i. Melaksanakan ketatausahaan dalam seksi registrasi
j. Melakukan pengwasan melekat (Waskat)
k. Menyusun laporan seksi registrasi
.. SESI PERAWATAN
Melaksanakan pengurusan kesehatan bagi narapidana dan anak didik
serta memberikan perawatan dengan menyediakan fasilitas pengobatan,
konsumsi makanan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan
kesehaan dan kesejahteraan narapidan dan anak didik.
Uraian Tugas :
a. Menyusun rencana kerja seksi perawatan
b. Mengurus kesehatan napi dan anak didik
c. Memberikan pakaian dan perlengkapan inventaris
d. Menyelenggarakan pengawasan makanan
e. memberikan penilaian pelaksanan pekerjaan pegawai bawahan
f. melakukan bimbingan pegawai bawahan
g. melaksanakan ketatausahaan dalam seksi perwatan


h. melakukan pengawasan melekat (Waskat)
i. Menyusun laporan seksi perawatan.
Seksi keperawatan sendiri terbagi lagi dalam dua bagian yaitu bagian
kesehatan dan bagian dapur. Adapun uraian tugas tersebut yaitu:
bagian kesehatan
O memeriksa napi atau tahanan yang baru masuk lapas
O memberikan pelayanan kesehatan terhadap napi yang sakit
O memberikan rujukan kepada napi yang sakit apabila di anggap perlu
kerumah sakit luar atau dokter
O memeriksa napi yang meninggal dalam lapas
O membuat surat keterangan kematian
O memeriksa kesehatan napi secara berkala
O memeriksa napi yang akan mengikuti sidang pengadilan baik sebagai
saksi maupun terdakwa
O memeriksa dan membuat keterangan sehat bagi napi yang akan di
usul untuk memperoleh PB, CMB.
O memeriksa contoh menu makanan napi yang sudah masak


O memeriksa BAMA mental napi yang baru masuk
O melaksanakan konseling untuk tes CD, 4, napi narkoba untuk
menentukan adanya penyakit HÌV/AÌDS.
yang dibawahi oleh Dr.Hj.Vonny Ramli
O memeriksa napi/tahanan yang baru masuk lapas
O memberikan pelayanan kesehatan terhadap napi yang sakit
O memberikan pelayanan kesehatan gigi kepada napi yang sakit
O memberikan rujukan kepada napi yang sakit gigi apabila di anggap
perlu kerumah sakit gigi/dokter ahli gigi
O memeriksa kesehatan gigi napi secara berkala
O memeriksa contoh menu makanan napi yang sudah masak
O membuat permintaan obat-obatan dan alat yang sesuai dengan
kebutuhan
yang dibawahi oleh Drg. Asmena Sanusi
O memberikan pelayanan kesehatan bagi napi/tahanan yang sakit
O memeriksa kesehatan napi/ tahanan yang baru masuk lapas


O memeriksa contoh menu makanan napi yang sudah masak
O mengurus adm. napi yang di rujuk kerumah sakit luar/dokter ahli
O mendampingi napi yang dirujuk kerumah sakit luar
O memeriksa kesehatan napi secara berkala
O merawat napi yang di opname di bangsal kesehatan lapas
O mengontrol napi yang di rawat di rumah sakit luar
O mengurus pengadaan obat-obatan
O membuat laporan bulanan
yang dibawahi oleh Muhammad Syukur
O memberikan pelayanana kesehatan kepada napi yang sakit
O memeriksa kesehatan napi/ tahanan yang baru masuk lapas
O mencatat jumlah napi yang berobat setiap hari
O mencatat penggunaan obat-obatan
O mambuat permintaan obat-obatan yang di butuhkan setiap bulan
O memeriksa contoh menu makanan napi yang sudah masak
O memeriksa kesehatan napi secara berkala


O mendampingi napi wanita yang di rujuk kerumah sakit luat/dokter
ahli
O merawat napi yang di opname dibangsal kesehatan lapas
O melakukan tes kehamilan bagi napi wanita yang baru masuk apabila
di anggap perlu
O membuat laporan bulanan
yang dibawahi oleh Erawati Amk
O memberikan pelayanan kesehatan kepada napi yang sakit
O memeriksa kesehatan napi / tahanan yang baru masuk lapas
O mencatat jumlah napi yang berobat setiap hari
O mencatat penggunaan obat-obatan
O membuat permintaan obat-obatan yang dilakukan setiap bulan
O memeriksa contoh menu makanan napi yang sudah masak
O memeriksa kesehatan napi secara berkala
O mendampingi napi wanita yang dirujuk kerumah sakit luar/dokter
ahli


O merawat napi yang diopname dibangsal kesehatan Lapas
O melakukan tes kehamilan bagi napi wanita yang baru masuk yang
apabila dianggap perlu
O melakukan pemeriksaan TB apabila ada gejala-gejal penyakit
tersebut
O melakukan tes VCT apabila dianggap perlu
O membuat laporan bulanan
Yang dibawahi oleh Delcaria Amir, AMK, SKm
Bagian Dapur
O Menerima BAMA mentah yang bar masuk dan mencatat jumlah
kebutuhan
O Membuat manajer bon setiap hari
O Membuat administrasi bahan makanan napi
O Mengawasi pelaksanaan pembagian makanan
O Mengurus penerimaan beras dari bulog
O Mengawasi alat-alat perlengkapan dapur
0

O Menyediakan contoh makanan
O Mencatat dan melaporkan jumlah seluruh pemakaian jenis BAMA
yang digunakan setiap bulan
O Mengawasi kebersihan dapur
Yang dibawahi oleh Djamaluddin
O Mengawasi napi yang bekerja didapur
O Mengawasi pengolahan bahan makanan
O Mengawasi pembagian makanan
O Menerima BAMA yang masuk dan mencatat jenis dan jumlahnya
O Mengawasi perlengkapan dapur
O Mengawasi kebersihan dapur
Yang dibawahi oleh Cht. liling Padang
O mengawasi napi yang bekerja di dapur.
O mengawasi pengolahan bahan makanan.
O mengawasi pembagian makanan
O menerima BAMA yang masuk dan mencatat jenis dab jumlahnya.
1

O mengawasi perlengkapan dapur.
O mengawasi kebersihan dapur.
Yang bibawahi oleh H.M.Yasim
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi peIaksanaan tugas dari bidang
pembinaan
Faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan tugas dari bidang pembinaan
adalah sebagai berikut:
1. Seksi Registrasi
a. Faktor penghambat
O Khusus untuk bagi napi anak-anak tidak dapat di tempatkan
di lapas khusus anak-anak, hal ini di sebabkan agar orang
tua dapat menjenguk anaknya.
O Terkadang putusan pengadilan maupun upaya hukum
lainnya terlambat dikirim ke lapas
b. Faktor pendukung
Proses pelaksanaan tugasnya dibantu oleh komputer, yang baru
diperoleh beberapa bulan ini.


2. Seksi BÌMPAS
a. Faktor Penghambat
Adanya sebagian keluarga dari napi yang tidak ingin memberikan
surat jaminannya yang di karenakan oleh factor ketidak harmonisan
keluarga dari napi tersebut sehingga tidak dapat diberikan CMK.
3. Seksi Perawatan
a. Faktor Penghambat
O Kurangnya fasilitas seperti laboratorium dan alat medis
lainnya sehingga apabila ada napi yang sakit harus di rujuk
ke rumah sakit.
O Kurangnya Sumber Daya Manusia seperti dokter spesialis
dan perawat.

b. Faktor Pendukung
O LAPAS telah mendapatkan kemudahan dengan adanya
kebijakan 5 Mentri atau JAMKESMAS untuk narapidana
yang akan menjalani perawatan secara medis di rumah sakit
umum..


O Terpenuhinya peralatan dasar dalam melakukan perawatan
Medis.
BIDANG ADINISTRASI, EAANAN dan TATA TERTIB
Tugas pokok bidang administrasi keamanan dan tata tertib (KAMTÌB) :
a. Mengatur jadwal tugas, penggunaan perlengkapan dan pembagian
tugas pengamanan.
b. Menerima laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan
yang bertugas serta menyiapkan laporan berkala dibidang keamanan
dan menegakkan tata tertib.
Dalam Mekanisme pelaksanaan tugas bidang administrasi keamanan dan
tata tertib (KAMTÌB) terdiri dari dua seksi bagian yaitu sebagai berikut :
. Seksi keamanan
Seksi keamanan mempunyai tugas yaitu menyelenggarakan tugas
pengamanan dan ketertiban dengan mengatur atau membuat jadwal
tugas penggunaan perlengkapan pengamanan dan penempatan
petugas juga sesuai aturan dan petunjuk yang berlaku agar tercipta
suasana aman dan tertib lingkungan LAPAS.
Adapun tugas dari Seksi keamanan yaitu terdiri dari beberapa bagian yaitu :
a) Yang di bawahi Drs. Luluk Kuncoro, S.H
- Mengatur rencana kerja seksi keamanan.
- Mengatur jadwal tugas penjagaan lewat KPLP.


- Melakukan pengawasan dan pengurusan surat perlengkapan
keamanan.
- Melakukan penelitian isi laporan dari petugas blok Napi.
- Melakukan pengaturan, pengontrolan pos-pos jaga dalam
kebersihan keindahan sekitar blok napi.
- Memberikan penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai bawahan.
- Melakukan bimbingan pegawai bawahan.
- Melaksanakan ketatausahaan dalam seksi keamanan.
- Melakukan pengawasan melekat.
- Menyusun laporan seksi keamanan.
b) Yang di bawahi oleh Abdul Manaf, S.Sos
- Membuat jadwal/roster tugas di bidang keamanan
- Membuat BAP Napi yang melakukan pelanggaran
- Merawat/menyimpan senjata api dan amunisi serta sarana
keamanan lainnya
- Membuat laporan kepemilikan/pemakaian senjata api dan amunisi
ke :
a. Kapoltabes
b. Kapolda
- Menyiapkan papan nama/identitas narapidana di tiap-tiap blok
kamar



c) Yang dibawahi oleh Arman, S.H
- Membuat laporan berkala di bidang keamanan dan ketertiban
Pelanggaran melarikan diri/ tertangkap kembali
Gangguan keamanan ketertiban
Penggeledahan
Daftar : Nama-nama penghuni, warga binaan yang
mendapat izin keluar LAPAS.
- Membuat resume harian penjagaan
- Menyiapkan sarana administrasi keamanan.
2. Seksi peIaporan
Seksi pelaporan mempunyai tugas melaksanakan tugas pelaporan
keamanan dan tata tertib secara berkala. Berdasarkan laporan harian
berita acara yang dibuat oleh Satuan Pengamanan yang bertugas
sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam rangka
menegakkan keamanan dan ketertiban.
Seksi pelaporan dalam menjalankan tugasnya terdiri dari beberapa bagian
yaitu :
a) Yang dibawahi oleh Drs. Rasbil.
- Menyusun rencana kerja seksi pelaporan dan tata tertib.
- Menerima laporan hariandan berita acara dari satuan pengamanan
yang bertugas.


- Menyusun laporan berkala di bidang keamanan dan tata tertib
LAPAS.
- Menjaga, memelihara, dan menegakkan keamanan dan ketertiban
LAPAS.
- Memberikan penilaian pelaksanaan pekerjaan bawahan.
- Melakukan ketatausahaan dalam seksi pelaporan dan tata tertib.
- Melaksanakan ketatausahaan dalam seksi pelaporan dan tata
tertib.
- Melakukan pengawasan melekat.
- Menyusun laporan seksi pelaporan dan tata tertib.
b) Yang dibawahi oleh Ernawati
- Menerima laporan harian dari kesatuan pengaman serta berita
acara penggunaan alat / inventaris pelaporan & tata tertib.
- Menyusun laporan harian tentang keamanan & tata tertib.
- Memeriksa surat-surat lain kunjungan narapidana, mengantar
keluarga narapidana yang melakukan kunjungan.
- Mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas tahun lalu.
c) Yang di bawahi oleh Hj. Hajiah
- Menyusun rencana kerja seksi pelaporan & tata tertib
- Menyusun laporan harian tentang keamanan & tata tertib
- Membantu pengurusan narapidana apabila dikunjungi diluar
lembaga pemasyarakatan.


- Membuat laporan bulanan.

STRUTUR BIDANG ADINISTRASI ATIB





Faktor-Faktor Penghambat & Pendukung
. Seksi eamanan
Faktor Penghambat
- Adanya tumpang tindih dalam hal pengamanan dengan bidang
lain.
- Kurangnya koordinasi antara bidang KPLP dengan bidang
KAMTÌB.
Faktor pendukung
- Adanya arahan dari kepala bidang
- Adanya laporan dari KPLP untuk menindaklanjuti narapidana yang
melakukan pelanggaran.
SALÌM WORETMA S.PD
LULU KUNCORO.SH DRS. RASBÌL
ABD. MANAF S.SOS
ARMAN.
SP

ERNAWATÌ
HJ. HAJÌAH


2. Seksi PeIaporan
Faktor Penghambat
- Lamanya Berita Acara Pemeriksaan dibuat sehingga menghambat
dalam proses pembuatan laporan.
- Lamanya pembuatan surat perintah pemeriksaan atas surat Berita
Acara Pemeriksaan.
Faktor Pendukung
- Adanya arahan dari kepala bidang
- Laporan dari seksi keamanan.

BIDANG TATA USAHA
Adapun Tugas pokok dari Bagian Tata Usaha adaIah:
1. Melakukan perencanaan di bidang kepegawaian, keuangan, tata
usaha dan rumah tangga.
2. Melakukan koordinasi dengan kepala bidang dan kepala KPLP
3. Mengkoordinasikan tugas-tugas bidang kepegawaian, subbagian
umum dan subbagian keuangan.
4. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan laporan badan lingkungan
bagian tata usaha agar tepat waktu, benar dan tepat.


5. Melakukan pengawasan melalui kepala sub bidang kepegawaian,
sub bidang umum dan sub bidang keuangan tentang pelaksanaan
bagian masing-masing.
Yang dikepaIai oIeh 'i.tor Teguh P, B..IP,S.Sos,.H
Bagian Tata Usaha membawahi 3 subbagian yang masing-masing
mempunyai tugas yaitu:
a. Bagian Umum
1. Membuat rencana kerja sub bagian umum.
2. Bertanggung jawab atas gudang beras dan penyimpanan barang-
barang.
3. Mengadakan inventarisasi barang-barang milik Negara
4. Melaksanakan administrasi panitia lelang bahan makanan napi.
5. Mengurus jatah makan beras/ BAMA napi dan membuat
laporannya.
Yang di epaIai oIeh Fatimah SaIeh, .Si.
b. Bagian epegawaian
1. Menganalisa data kepegawaian dan usulan-usulan untuk mengikuti
pendidikan dan pelatihan kerja.
0

2. Format kepegawaian
3. Penerimaan kepegawaian
4. Mutasi kepegawaian
5. Pensiun dan pemberhentian pegawai.
6. Hukuman jabatan
7. Cuti pegawai
8. Tata naska dan sistematik pegawai
9. Kesejahteraan pegawai
10. Membuat laporan absensi pegawai
11. Membuat jadwal apel pagi/siang
12. Membuat jadwal upacara.
Yang dikepaIai oIeh uh. Amir, S.H.
.. Bagian keuangan
1. Melaksanakan pembayaran gaji pegawai
2. Mengkoordonasikan pembayaran DÌPA.RKA_AL
3. Menandatangani surat perintah pembayaran (SPM)
1

4. Menandatangani surat permintaan pembayaran (SPP).
5. Memberikan penilaian kepada staf-stafnya
6. Menandatangani DP3.
Yang dikepaIai oIeh Tahang, S.Sos.
STRUTUR BIDANG TATA USAHA




Faktor-faktor yang mempengaruhi peIaksanaan tugas dari bidang
pembinaan
. Faktor Penghambat
O Keterbatasan sarana dan prasarana
Sarana yang ada merupakan saranan dan prasarana yang lama
tapi masih layak pakai, misalnya jumlah komputer masih sedikit
ada 3 buah yang hanya berpentium 3 (kemampuan mengolah data
EPALA TATA USAHA
'ITOR TEGUH P.B.IP.S.Sos,.H.
kLÞALA 8AClAn uMuM
laLlmah Salehţ MŦSl
kÞL 8ACŦ kLÞLCAWAlAn
MuhŦ Amlrţ SŦPŦ
kLÞALA 8ACŦ kLuAnCAn
1ahanaţ SŦSosŦ


rendah), tetapi dari sisi pelaksanaan tugas para pegawai masih
melaksanakan tugasnya secara maksimal.
O Kemampuan SDM terbatas
Masih perlu melaksanakan pelatihan-pelatihan keuangan, tata
kearsipan dan komputer.
O Penambahan pegawai baru setiap tahunnya tidak menentu.
O Rasio antara pegawai dan penghuni tidak seimbang.
Kalau dirasiokan jumlah penghuni dan pegawai yaitu 466:126.
Berarti 1 pegawai mengawasi 3 warga binaan. Dan seharusnya
rasio pegawai keamanan harus ada 84 orang tetapi yang ada
hanya 51 orang di luar pejabat. Dan rasio antara pegawai
keamanan dan staff adalah 51:59 yang seharusnya pegawai
keamanan harus lebih banyak daripada pegawai keamanan.
O Anggaran operasional terbatas.
2. Faktor Pendukung
Faktor pendukung dari pelaksanaan tugas bagian Tata Usaha yaitu
harus didukung oleh pegawai-pegawai yang cerdas dan disiplin,
dengan cara:


O Meningkatkan jumlah kehadiran dengan cara melaksanakan apel
pagi dengan ini pegawai termotivasi untuk hadir tepat waktu.
O Melaksanakan diklat mandiri dengan melibatkan pejabat-pejabat
struktural kaitannya dengan tugas fungsi masing-masing bidang.
Kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan kepada
pegawai dan peningkatan kemampuan staf.
O Setiap bulan mengagendakan breefing staf dan setiap harinya
meningkatkan koordinasi pelaksanaan antar bidang.
O Melaksanakan kegiatan rekreasi pegawai dengan tujuan
mempererat silaturahmi.

. Rekomendasi
Dari hasil magang yang telah kami lakukan selama bulan Ì, masih
banyak kendala-kendala yang mempengaruhi kinerja Pejabat dan Pegawai
Lembaga Pemasyrakatan Klas Ì Makassar. Oleh karena itu, kami selaku
mahasiswa KKN-PH yang melaksanakan magang di Lembaga
Pemasyarakatan Klas Ì Makassar, merekomendasikan kepada pihak-pihak
yang terkait dalam hal-hal sebagai berikut :





Pemerintah :
1. Penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang memadai dalam
pelaksanaan tugas tiap unit di Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì
Makassar,
2. Peningkatan dana operasional pegawai LAPAS yang kami anggap masih
sangat minim di Lembaga Pemayarakatan Klas Ì Makassar
Lembaga Pemasyarakatan Ias I akassar :
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam hal ini Pegawai
LAPAS khususnya pelaksanaan pelatihan-pelatihan/diklat mengenai
keuangan, tata kearsipan dan komputer.
2. Penambahan jumlah pegawai Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar
khususnya pegawai keamanan.
3. Peningkatan kesejahteraan pegawai Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì
Makassar.






BAB III
PROGRA ERJA
A. PenyuIuhan Hukum engenai Hak-Hak Tersangka dan Narapidana.
Nama egiatan
Penyuluhan Hukum mengenai Hak-Hak Tersangka, Terdakwa dan Terpidana
Latar BeIakang
Cukup banyak kasus pelanggaran terhadap hak-hak tersangka,
terdakwa dan terpidana terjadi di Negara kita. Seorang warga yang
digeledah, ditangkap, ditahan dan dipenjara namun kemudian terungkap
fakta bahwa dia tidak bersalah. mungkin masih segar dalam ingatan kita
mengenai berita dari media massa terkait kasus salah tangkap di Jombang
atau mungkin banyak kasus sejenis lainnya.
Penyimpangan dan pelanggaran ini selain karena kurang
profesionalnya aparat penegak hukum dalam menjalankan kewenangannya,
juga karena masyarakat belum sepenuhnya paham akan hak-haknya baik
sebagai tersangka dan terpidana.
Hal inilah yang kemudian memicu mahasiswa KKN-PH yang berlokasi
di Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar untuk melakukan penyuluhan
hukum dan sosialisasi mengenai "Hak-Hak Tersangka, Terdakwa dan
Terpidana".




Rumusan asaIah
- Apa-apa saja yang mencakup mengenai hak-hak dari tersangka
- Apa-apa saja yang mencakup mengenai hak-hak dari terdakwa, dan
- Apa-apa saja yang mencakup mengenai hak-hak dari terpidana itu
sendiri?
Waktu dan Tempat
Hari/ Tanggal : Jumat, 23 Juli 2010
Waktu : Pukul 08.00 sampai selesai
Tempat : Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar
PenyuIuh/ Nara Sumber
- Dosen Fak. Hukum Unhas
- Mahasiswa peserta KKN PH
Sasaran SuIuh
O Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar
Penanggung Jawab
Ketua Panitia : Sarah Mahardika
Sekretaris : Andi Nur Auliyah
Bendahara : Ayu Amalia
Seksi Acara : Ario Putra M.(koordinator)
Meldyasti Randha
Muh. Nur Udpa


Bambang Sulistiono
Seksi Konsumsi : Harma Sartriana ( Koordinator )
Yuyun Astuti
Ìrfandy
Seksi Perlengkapan : Rahmi ( Koordinator )
Jenny Rante Allo
Bayu Saputra
Andi Suryawan
Seksi Dokumentasi : Riswan ( Koordinator )
Arwan Arsyad
Deskripsi HasiI Yang Hendak Di.apai
Dengan diadakannya penyuluhan hukum ini, diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dan pemahaman kepada Warga Binaan Lembaga
Pemasyarakatan Klas Ì Makassar ketika menghadapi masalah hukum
selanjutnya.

B. PenyuIuhan Hukum engenai Seks Bebas dan Narkoba
Nama egiatan
Penyuluhan Hukum mengenai "Seks Bebas dan Narkoba"
Latar BeIakang
Akhir-akhir ini kita semakin sering disuguhi dengan berita-berita di
media, baik itu media elektronik maupun media massa, tentang maraknya


kasus seks bebas dan peredaran narkoba. Terbukti dengan diungkapnya
beberapa kasus besar tentang seks bebas dan peredaran narkoba di
Ìndonesia. Contoh nyata yang dapat kita lihat saat ini yaitu mengenai kasus
video mesum yang mirip artis beserta kasus-kasus selebriti yang diduga
menggunakan obat terlarang tersebut.
Tentunya tidak hanya pada selebriti saja, kasus tersebut begitu
mudah kita dapatkan dikehidupan sekitar. Khususnya di kalangan remaja,
kasus-kasus seks bebas dan narkoba juga banyak dijumpai. Oleh sebab
itulah, perlunya menjadi prioritas pemberantasan kasus-kasus tersebut.
Berbagai cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi kasus seks bebas dan
narkoba.
Hal inilah yang kemudian memicu mahasiswa KKN-PH yang berlokasi
di Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar untuk melakukan penyuluhan
hukum dan sosialisasi yang bertemakan "Seks bebas dan Narkoba."
Rumusan asaIah
1. Apa akibat yang ditimbulkan dari seks bebas dan penyalahgunaan
narkoba di kalangan remaja?
2. Aturan hukum apa saja yang menjerat pelaku-pelaku seks bebas dan
narkoba
Waktu dan Tempat
Hari/ Tanggal : Kamis, 29 Juli 2010


Waktu : Pukul 09.00 sampai selesai
Tempat : SMK Negeri 8 Makassar
PenyuIuh/ Nara Sumber
- Dosen Fak. Hukum Unhas
- Mahasiswa peserta KKN PH
Sasaran SuIuh
Siswa-siswi SMK Negeri 8 Makassar
Penanggung Jawab
Ketua Panitia : Bambang Sulistiono
Sekretaris : Rahmi Mayasari
Bendahara : Ayu Amalia
Seksi Acara : Muh Nur Udpa ( Koordinator )
Ario Putra
Sarah Mahardika
Meldyasti Randha
Seksi Konsumsi : Andi Nur Auliyah ( Koordinator )
Jenni Rante Allo
Andi Suryawan
Seksi Perlengkapan : Bayu Saputra ( Koordinator )
Ìrfandy
Yuyun Astuti
Harma Satriana
0

Seksi Dokumentasi : Riswan ( Koordinator )
Arwan Arsyad
Deskripsi HasiI Yang Hendak Di.apai
Dengan maraknya seks bebas dan penyalahgunaan narkoba
khususnya di kalangan remaja, diharapkan dengan penyuluhan ini akan
timbul kesadaran dan rasa takut tentang bahaya seks bebas dan
penyalahgunaan Narkoba sehingga mampu mengurangi jumlah kasus seks
bebas dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
. PenyuIuhan Hukum engenai ekerasan Antar PeIajar
Nama egiatan
Penyuluhan Hukum mengenai "ekerasan Antar PeIajar"
Latar BeIakang
Tidak dipungkiri lagi bahwa kekerasan antarpelajar kian marak dilakukan di negeri
tercinta kita ini. Salah satu bukti nyata yang dapat menjadi pertimbangan yaitu ketika
kami mewancarai salah satu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì
Makassar, yang berstatuskan siswa sekolah menengah atas, membunuh salah satu
seniornya akibat kekerasan yang terus menerus dia dapatkan di sekolahnya
tersebut.
Sekolah yang awalnya didirikan untuk menimbah ilmu, tidak lagi berdiri sebagai
mestinya. Sekolah kini menjadi momok yang sangat menakutkan oleh beberapa
kalangan. Atas dasar tersebutlah yang memicu kami, mahasiswa kkn-ph yang
berlokasi di Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar untuk melakukan
penyuluhan hukum yang bertemakan "ekerasan antarpeIajar"
1

Rumusan asaIah
Adapun rumusan masalah yang diangkat yaitu:
- Dampak-dampak apa saja yang dapat ditimbulkan dari kekerasan
antarpelajar bagi siswa itu sendiri maupun lingkungan sekitar?
- Aturan-aturan apa saja yang menjerat pelaku kekerasan antarpelajar?
Waktu dan Tempat
Hari/ Tanggal : Rabu, 4 Agustus 2010
Waktu : Pukul 08.30 sampai selesai
Tempat : SMA Negeri 8 Makassar
PenyuIuh/ Nara Sumber
- Dosen Fak. Hukum Unhas
- Mahasiswa peserta KKN PH
Sasaran SuIuh
Siswa-siswi SMA Negeri 8 Makassar
Penanggung Jawab
Ketua Panitia : Arwan Arsyad
Sekretaris : Yuyun Astuti
Bendahara : Ayu Amalia
Seksi Acara : Andi Nur Auliyah ( Koordinator )
Ario Putra
Sarah Mahardika


Muh. Nur Udpa
Seksi Konsumsi : Rahmi ( Koordinator )
Jenny Rante Allo
Ìrfandy
Bambang Sulistiono
Seksi Perlengkapan : Meldyasti Randha ( Koordinator )
Andi Suryawan
Bayu Saputra
Seksi Dokumentasi : Riswan ( Koordinator )

Deskripsi HasiI Yang Hendak Di.apai
Beubahnya tujuan awal dari didirikannya sekolah sebagai tempat menimbah
ilmu menjadi tempat mendapatkan kekerasan, diharapkan dengan akan
dilaksanakannya penyuluhan ini timbul kesadaran dan sikap menolak
mengenai seluruh tindakan kekerasan antar pelajar. Sehingga dengan
adanya kesadaran disertai dengan penolakan diharapkan dapat mengurangi
tingkat presentase kekerasan antarpelajar.
D. Bakti SosiaI
Nama egiatan
Bakti sosial
Latar BeIakang
Manusia diciptakan di dunia dengan sifat sosial, saling membutuhkan satu sama
lain. Manusia pun diciptakan dengan berbagai tingkat kesejahteraan yang berbeda


satu sama lain, tidak hanya ada manusia yang bergelimang harta dan berkucupan
saja tapi terdapat pula golongan-golongan orang yang tak berpunya. Namun,
kekayaan yang didapatkan selama ini, tentunya hanya menjadi barang titipan dari
Sang Maha Kuasa. Mengingat itu semua, maka tentu wajib hukumnya bagi kita
semua untuk saling berbagi satu sama lain.
Atas dasar tersebutlah yang memicu kami, mahasiswa kkn-ph yang berlokasi di
Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar untuk melakukan Bakti sosial yang
diprioritaskan akan dilaksanakan bagi orang-orang yang kurang mampu.
Waktu dan Tempat
Hari/ Tanggal : 9 Agustus 2010
Waktu : 10.00 WÌTA
Tempat : Panti Asuhan
Penanggung Jawab
Ketua Panitia : Bayu Saputra
Sekretaris : Jenni Rante Allo
Bendahara : Ayu Amalia
Seksi Acara : Ìrfandy ( Koordinator )
Ario Putra
Muh. Nur Udpa
Meldyasti Randha
Seksi Konsumsi : Sarah Mahardika ( Koordinator )
Harma Satriana


Yuyun Astuti
Bambang Sulistiono
Seksi Perlengkapan : Rahmi Mayasari ( Koordinator )
Andi Suryawan
Andi Nur Auliyah
Seksi Dokumentasi : Riswan ( Koordinator )
Arwan Arsyad
E. Buka Puasa Bersama
Nama egiatan
Buka puasa bersama
Latar BeIakang
Bulan Ramadan merupakan bulan yang tentunya paling ditunggu-tunggu oleh
seluruh umat muslim diseluruh dunia. Bulan dimana pahala-pahala yang akan
didapatkan akan dilipatgandakan. Bulan Ramadhan tentunya identik dengan
kegiatan puasa tentunya.
Keakraban yang mulai memudar akibat pemisahan-pemisahan lokasi KKN-PH
Unhas dan semakin dekatnya Bulan Ramadan merupakan beberapa faktor yang
dapat dijadikan pertimbangan untuk dilaksanakannya buka puasa bersama ini.

Waktu dan Tempat
Hari/ Tanggal : 14 Agustus 2010
Waktu : 18.00 wita


Tempat : Hotel Clarion
Penanggung Jawab
seluruh peserta KKN-PH Universitas Hasanuddin angkatan ÌV





















BAB I'
PENUTUP
Dalam rangka menerapkan ilmu yang telah didapatkan di bangku
perkuliahan, maka diadakanlah Kuliah Kerja Nyata Profesi Hukum (KKN-PH) untuk
lebih melihat realita yang terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu KKN-PH ini
dilaksanakan dalam 2 program kerja yaitu program kerja bulan Ì dan bulan ÌÌ.
Program kerja yang dilaksanakan pada bulan Ì, lebih difokuskan pada
pelaksanaan magang di Lembaga Pemasyarakatan Klas Ì Makassar. Lembaga ini
merupakan salah satu lembaga yang dibawahi oleh Departemen Hukum dan HAM
yang menjadi lokasi KKN-PH tahun 2010. Mekanisme magang yang dilakukan
adalah mahasiswa KKN-PH dibagi dalam empat tim kerja yaitu bagian kegiatan
kerja, pembinaan, administrasi keamanan dan tata tertib (KAMTÌB), dan tata usaha.
Sesuai dengan petunjuk Mitra Pengendali Lapangan (MPL) mekanisme
pemagangan ini tidak diadakan perpindahan unit kerja (Rolling) tetapi menfokuskan
pada masing-masing bagian.
Untuk pelaksanaan program kerja di bulan ke ÌÌ, kegiatan dibagi dalam 2
(dua) jenis, yaitu kegiatan wajib dan kegiatan pilihan. Kegiatan wajib merupakan
kegiatan sosialisasi hukum dalam bentuk penyuluhan hukum. Sedangkan kegiatan
pilihan merupakan kegiatan yang menggambarkan interdisiplin ilmu. Adapun
kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
egiatan Wajib


1. Penyuluhan Hukum di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas Ì Makassar
dengan tema " Hak-Hak Tersangka dan Narapidana".
2. Penyuluhan Hukum di SMK Negeri 8 Makassar dengan tema " Seks Bebas dan
Narkoba".
3. Penyuluhan Hukum di SMA Negeri 8 Makassar dengan tema " ekerasan
Antar PeIajar".
egiatan PiIihan
1. Bakti Sosial
2. Buka Puasa
Dengan program kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat dan dapat memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, Ìnstansi
Mitra, Perguruan Tinggi, dan khususnya bagi mahasiswa itu sendiri.







You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->