Penggunaan kaptopril Pada Pasien Hipertensi dengan Diabetes Mellitus

Posted on December 24, 2007 by farmakoterapi-info Penggunaan kaptopril Pada Pasien Hipertensi dengan Diabetes Mellitus (Surya Dwi Ariatma/078115033) Pendahuluan Hipertensi dan Diabetes melitus merupakan dua keadaan yang berhubungan erat dan keduanya merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan yang seksama. Hipertensi pada diabetes mellitus merupakan penyebab utama pada kematian dalam diabetes pada penyakit kardiovaskuler. Kelainan pada mata akibat diabetes melitus yang berupa retinopati diabetik juga dipengaruhi oleh hipertensi. Hipertensi secara umum adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih dan diukur lebih dari satu kali kesempatan, oleh karena itu jika dokter menyatakan tekanan darah anda diatas 140/90 berarti anda menderita hipertensi alias tekanan darah tinggi. Tabel Klasifikasi Tekanan Darah Untuk Pasien >18 Tahun Menurut Joint National Committee VII Klasifikasi Tekanan Darah Normal Prehipertensi Hipertensi tingkat 1 Hipertensi tingkat 2 Tekanan Darah Sistolik (mmHg) <120 120-139 140-159 •160 Tekanan Darah Diastolik (mmHg) <80 80-89 90-99 •100

Sasaran dan Tujuan Terapi Penderita tekanan darah tinggi perlu berupaya menormalkan tekanan darahnya. Sasaran pengobatan tekanan darah pada diabetes mellitus adalah mencapai dan mempertahankan tekanan darah dibawah 130/80 mm Hg. Dan tujuan pengobatan dari hipertensi ini, yaitu mencegah terjadinya morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) kardiovaskuler akibat tekanan darah tinggi. Strategi Terapi Strategi penatalaksanaan hipertensi meliputi beberapa tahap yaitu, memastikan bahwa tekanan darah benar-benar mengalami kenaikan pada pengukuran berulang kali, menentukan target dalam penurunan tekanan darah, melakukan terapi non farmakologis meliputi pengamatan secara umum terhadap pola hidup pasien, kemudian terapi farmakologis meliputi pengoptimalan penggunaan obat tunggal anti-hipertensi dalam terapi, bila perlu berikan kombinasi penggunaan obat anti-hipertensi, dan melakukan monitoring secara rutin. Terapi

5-24. diet rendah lemak. menghindari konsumsi alkohol dan memperbanyak aktivitas atau olahraga. Pada prinsipnya pengobatan hipertensi pada diabetes melitus tidak berbeda dengan pengobatan pada hipertensi pada penderita tanpa diabetes melitus. Agonis -2 sentral dan vasodilator. konsumsi buah dan sayur-sayuran. Penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE inhibitor). Terapi non farmakologis Terapi non farmakologis dilakukan dengan modifikasi pola hidup yang berguna untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan diabetes mellitus. Modifikasi Pola Hidup dalam Penatalaksanaan Hipertensi Perkiraan penurunan tekanan darah (mmHg) 5-20 per 10 Kg penurunan berat badan Modifikasi Rekomendasi Penurunan berat badan Menjaga berat badan normal (Body Mass Index 18. antagonis kalsium. pada pria tidak lebih dari 30 ml etanol per hari dan pada wanita tidak lebih dari 15 etanol ml per hari Pola makan Kurangi asupan natrium Aktivitas fisik 8-14 2-8 4-9 Kurangi alkohol 2-4 Terapi farmakologis Ada beberapa golongan obat anti-hipertensi yaitu first line drug : diuretik. kurangi asupan kalori.4 gram perhari Olahraga teratur seperti aerobik ringan minimal 30 menit per hari Membatasi konsumsi alkohol.hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu terapi non farmakologis (tanpa obat) dan terapi farmakologis (menggunakan obat). Secara farmakologi. Oleh karena itu pengobatan harus diberikan dengan mengingat kepentingan secara individual dan tingkat kelainan metabolik yang ada. Penghambat reseptor angiotensin (Angiotensin-receptor blocker. Semua pasien dengan diabetes dan hipertensi dapat diatasi dengan pemberian antihipertensi yang lainnya termasuk ACE Inhibitor atau ARB. Penyekat reseptor beta adrenergic ( -blocker). dan second line drug : penghambat saraf adrenergik. kedua golongan obat ini memberikan nephrotection memperlihatkan vasodilatasi oleh karena arteriole pada ginjal.Yang perlu mendapatkan perhatian ialah bahwa efek samping obat anti-hipertensi dapat menimbulkan gangguan metabolik pada diabetes melitus.9 kg/m2) Mengkonsumsi buah-buahan. sayuran. dan makanan rendah kadar lemak Kurangi asupan natrium < 2. Lebih dari itu inhibitor-inhibitor ACE mempunyai pengurangan resiko yang besar sekali . Modifikasi utama pola hidup yang dapat menurunkan tekanan darah antara lain penurunan berat badan pada kasus obesitas.ARB). diet rendah garam.

Kaplet Salut Selaput 50 mg. netropenia.5 mg 2 x sehari.5 mg.5 mg. serta mengganggu fungsi ginjalnya. Resiko Khusus : pada pasien dengan stenosis arteri ginjal bilateral yang berat. gangguan gastrointestinal. . Obat-obat golongan ini diindikasikan untuk hipertensi pada diabetes mellitus dan hipertensi pada diabetes dengan nefropati.5 mg. angiodema.5 mg. muka kemerahan.5 mg. Efek Samping : ruam kulit. produksi utama angiotensin II terletak di pembuluh darah bukan di ginjal.Metopril (Metiska Farma) Tablet Salut Selaput 12. 50 mg. dapat ditingkatkan dengan selang waktu 2-4 minggu. Lotensin (Kimia Farma) Tablet 12. hipertensi dengan gejala hiponatrium. 25 mg. Hipertensi berat awal 12. 50 mg. Pemeliharaan : 25mg 2xsehari. 25 mg. 25 mg. Dosis : hipertensi ringan sampai dengan sedang awal 12. penghambat ACE mengurangi atau meniadakan filtrasi glomerolus sehingga menyebabkan gagal ginjal yang berat dan progresif. OBAT PILIHAN KAPTOPRIL Indikasi : hipertensi ringan sampai sedang (sendiri atau dengan terapi tiazid) dan hipertensi berat yang resisten terhadap pengobatan lain.5 mg. Terapi obat pilihan dalam artikel ini adalah kaptopril yang merupakan golongan obat antihipertensi ACE inhibitor.5 mg. obat golongan ini menyebabkan penurunan tekanan darah yang sangat cepat.Locap (Sandoz) Tablet 25 mg. 50 mg. 25 mg.5 mg.Kaptopril Hexparm (Hexparm) Tablet 12. Pada ibu menyusi. 25 mg. 25 mg. Oleh karena itu. Laktasi. Enzim pengkonversi angiotensin (ACE) terdistribusi dalam banyak jaringan dan terdapat dalam beberapa tipe sel yang berbeda. kehamilan. Aturan pakai : Diberikan dalam keadaan perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Forten (Hexparm) Tablet 25 mg.5 mg. 25 mg. dapat ditingkatkan bertahap sampai dengan maksimal 50 mg 3 x sehari. takikardi.Casipril (Tunggal Idaman Abadi) Tablet 12.5 mg.Praten (Prafa) Tablet 12. 25 mg. Maksimal 50 mg dua kali sehari. gagal jantung kongestif (tambahan). 25 mg. tetapi secara umum ACE terletak pada sel endotelial.Farmotten (Fahrenheit) Tablet 12. Jarang. proteinuria. anuria. stenosis aortic atau obstruksi keluarnya darah dari jantung.ditunjukkan data pengurangan pada kedua resiko kardiovaskular (kebanyakan dengan ACE inhibitor) dan resiko dari kelainan fungsi tubuh ginjal yang progresif (kebanyakan dengan ARBs) pada pasien-pasien diabetes.Enzim pengkonversi angiotensin (ACE) memfasilitasi terbentuknya angiotensin II yang mempunyai peran penting dalam pengaturan tekanan darah arteri. Otoryl (Otto) Tablet 25 mg. Pada beberapa pasien. Capoten (Bristol-Myers Squibb) Tablet 12.5 mg. Tenofax (Sandoz) Tablet 12. setelah infark miokard. 50 mg. Pada wanita hamil dapat mengganggu pengendalian tekanan darah janin dan bayi neonatus. Kontraindikasi : hipersensitif terhadap penghambat ACE (termasuk angiodema). batuk kering.5 mg. 25 mg.5 mg 2 x sehari. pruritus. 25 mg. penyakit renovaskuler (pasti atau dugaan). 50 mg. hipotensi. gangguan pengecapan. kaptopril didistribusikan ke air susu sehingga tidak direkomendasikan untuk menyusui saat menggunakan kaptopril Macam-macam obat Kaptopril Kaptopril (Generik) Tablet 12. gagal ginjal. 25 mg. Captensin (Kalbe Farma) Tablet 12. nefropati diabetic (mikroalbuminuria lebih dari 30 mg/hari) pada diabetes tergantung insulin. juga bisa mengakibatkan kerusakan tengkorak dan oligohidramnios. Dexacap (Dexa Medica) Tablet 12. Acepress (Bernofarm) Tablet 12.

Edisi V. JakartaAnonim. Appeton & Lange. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach. J. Antihipertensi. Info Master. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi.Scantesin (Tempo Scan Pacific) Tablet 12. 2007.5 mg. Indonesia Dipiro. RI. Daftar Pustaka Anonim..Tensobon (Coronet) Tablet 25 mg. 25 mg. S. edisi 6. Dep. Farmakologi dan Terapi.G (Editor). dalam Gunawan. Informatorium Obat Nasional Indonesia. 2000. Stamford Nafrialdi. 1997. 2006. Kes. 3rd Edition. T. Jakarta .

stroke. pemeriksaan target organ damage akibat hipertensi (otak. Tabel Klasifikasi Tekanan Darah berdasarkan JNC (Joint National Committe on Prevention. Diagnosis hipertensi sejak dini dapat mencegah resiko penyakit kardiovaskuler serta mengurangi resiko mor biditas dan mortalitas. Faktor-faktor yang dapat memperbesar resiko terjadinya hipertensi antara lain pria berusia di atas 55 tahun atau wanita di atas 65 tahun. yaitu di bawah 140/90 mmHg (pasien hipertensi). mempunyai riwayat keluarga penyakit jantung. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah di sekitar kategori prehipertensi dan sebagian besar pasien tidak menunjukkan gejala yang spesifik. jarang beraktivitas (olahraga). Sebagian besar pasien (70%) tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi karena pasien hipertensi terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala yang spesifik. and treatment oh High Blood Pressure) VII Kategori Normal Prehipertensi Hipertensi stage 1 Hipertensi stage 2 Sistolik (mmHg) < 120 120 ± 139 140 ± 159 • 160 Diastolik (mmHg) < 80 80 ± 89 90 ± 99 • 100 Secara umum. rokok. menderita diabetes melitus dan/atau dislipidemia. ginjal dan sistem sirkulasi darah perifer). Farm. di bawah 130/80 mmHg (pasien hipertensi dengan ko mplikasi diabetes melitus). mata. serta kehamilan. Prevalensi terjadinya hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia. dan di bawah 130/80 mmHg (pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronis). Strategi terapi dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi maupun terapi farmakologi. Detection. mikroalbuminuria. . Pemeriksaan dini terhadap hipertensi dapat dilakukan dengan pengukuran tekanan darah secara berkala. dan gagal ginjal.Penggunaan Captopril [Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitor] pada Terapi Hipertensi Posted on December 22. stres. hipertensi dapat disebabkan oleh makanan. gagal jantung. obat-obatan yang berupa kontrasepsi oral dan kortikosteroid. Evaluation. obesitas. Sasaran terapi dalam pengobatan hipertensi adalah tekanan darah. / 078115071) Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg atau tekanan diatolik di atas 90 mmHg serta menjadi faktor resiko utama penyebab coronary artery disease (CAD). Tujuan terapi antihipertensi adalah menurunkan tekanan darah ke tekanan darah yang disarankan oleh JNC VII. 2007 by farmakoterapi-info Penggunaan Captopril [Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitor] pada Terapi Hipertensi (Willy Hartanto. perokok. jantung. S. alkoholik.

Informasi yang perlu diketahui pas ien hipertensi terhadap ACE inhibitor antara lain tetap menggunakan ACE inhibitor walau sudah mencapai tekanan darah normal karena hipertensi tidak mempunyai gejala yang spesifik. Lisinopril. Jenis ACE inhibitor yang dapat digunakan sebagai antihipertensi antara lain Benazepril.Terapi nonfarmakologi dapat dilakukan dengan mengubah pola hidup pasien hipertensi. mempertahan konsumsi natrium. -adrenergic blockers. Trandolapril. Pasien harus segera menghubungi dokter jika pasien mengalami kehamilan selama menggunakan ACE inhibitor. Perindropil. ACE inhibitor merupakan antihipertensi yang efektif dan efek sampingnya dapat ditoleransi dapat dengan baik. mengurangi retensi cairan. batuk kering. dan pankreatitis. hiperkalemia. Ramipril. Terapi farmakologi dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antihipertensi yang berupa golongan diuretik. neutropenia. Meningkatnya tahanan perifer akan berefek pada peningkatan tekanan darah. terjadi vasodilatasi. dizziness (ketidakseimbangan saat berdiridari posisi duduk atau tidur). Enalapril. oliguria serta kematian pada manusia. Pengubahan pola hidup dapat berupa penurunan berat badan jika overweight. Captopril. Selain s ebagai antihipertensi. Angiotensin Receptor Blockers (ARB). ACE inhibitor dapat digunakan sebagai obat tunggal maupun dikombinasikan dengan obat lain (biasanya dikombinasikan dengan diuretik). Fosinopril. Salah satu golongan ACE inhibitor yang paling banyak digunakan sebagai antihipertensi adalah Captopril. left ventricular dysfunction. akan tetapi hanya dapat mengontrol hipertensi dengan terapi jangka panjang. Pasien dianjurkan untuk tidak menggunakan obat-obatan lain khususnya OWA simpatomimetik. dan fetotoxicity pada hewan uji. terapi congestive heart failure (CHF). ACE inhibitor dihubungkan dengan fetal hypotension. dan makanan rendah lemak dapat menurunkan tekanan darah. Waktu paruh Captopril dipengaruhi oleh fungi ginjal dan   . Efek samping penggunaan ACE inhibitor antara lain sakit kepala. magnesium yang cukup ( 90 mmol/hari). ACE inhibitor juga dapat digunakan sebagai vasodilator. Moexipril. Dengan adanya ACE inhibitor maka tidak akan terbentuk angiotensin II. angiodema. Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitor. ACE inhibitor bekerja dengan menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II. Quinapril. sayuran. dan berhenti merokok. dan diabetes melitus. Angiotensin II bekerja di ginjal dengan menahan ekskresi cairan (Na+ dan H2O) yang dapat menyebabkan vasokonstriksi dan meningkatkan tahanan perifer. takikardi (peningkatan denyut jantung). berkurangnya persepsi pengecapan. kecuali atas rekomendasi dokter. mengurangi konsumsi garam (< 100 mmol/hari atau 6 gram NaCl). nyeri dada. dan mengurangi kerja jantung. membatasi konsumsi alkohol (< 30ml/hari untuk pria dan <15ml/hari untuk wanita). Captopril diabsorpsi sebanyak 60-75% dan berkurang menjadi 33-40% dengan adanya makanan serta 25-30% Captopril akan terikat protein. Calcium Channel Blockers (CCB). kalsium. Captopril sebagai dosis tunggal mempunyai durasi selama 6-12 jam dengan onset 1 jam. berolahraga teratur (30-45 menit/hari). ACE inhibitor tidak dapat menyembuhkan hipertensi. Banyak mengkonsumsi buah-buahan. myocardial infarction. ACE inhibitor dikontraindikasikan untuk wanita hamil karena ACE inhibitor dapat menembus plasenta.

5 mg. 50 mg <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y 50 mg <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y tablet 25 mg <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y mg mg.06 jam.5 mg. Captopril Nama generik : Kaptopril tablet 12.5 mg. pasien CHF 2. 25 mg <!--[endif]-->Scantensin® (Tempo Scan Pacific) tablet 12.5 mg.5. 25 tablet 12. 25 mg. 25 mg <!--[endif]-->Prix® (Rama) tablet 12.5 <!--[endif]-->Dexacap® (Dexa Medica) tablet 12. Captopril diekskresikan melalui urin (95%) dalam waktu 24 jam.5.jantung di mana waktu paruh Captopril pada volunteers sehat dewasa 1. 50 mg <!--[endif]-->Acendril® (Harsen) tablet 12. 25 mg.5. kaplet salut selaput 50 mg <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y mg. dan pasien anuria 20-40 jam.5 mg. 25 mg <!--[endif]-->Tensicap® (Sanbe Farma) tablet 12.5 mg.5 <!--[endif]-->Stablon® (Combiphar) tablet salut gula 12. tablet <!--[endif]-->Locap® (Sandoz) tablet 25 mg <!--[endif]-->Lotensin® (Kimia Farma) kaplet 12. 25 mg <!--[endif]-->Acepress® (Bernofarm) tablet 12.5. kapsul-tablet 50 <!--[endif]-->Praten® (Prafa) kaplet 12.5 mg. 50 mg <!--[if !supportLists]-->y mg. 25 mg.5 mg. <!--[endif]-->Inapril® (Indofarma) tablet 25 mg <!--[endif]-->Metopril® (Metiska) tablet salut selaput 12.5 mg <!--[endif]-->Tenofax® (Prima Hexal) tablet 12.9 jam. 50 mg <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y mg. <!--[endif]-->Casipril® (Tunggal Idaman Abdi) tablet 12. 25 mg <!--[endif]-->Forten® (Hexpharm Jaya) kaplet 25 mg. 25 mg. 50 mg . 25 mg <!--[if !supportLists]-->y mg.5 mg. 50 mg Nama dagang di Indonesia : <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y 25 mg. 25 mg <!--[endif]-->Capoten® (Bristol-Myers Squibb Indonesia) <!--[endif]-->Captensin® (Kalbe Farma) tablet 12. 25 mg <!--[endif]-->Captopril Hexpharm® (Hexpharm) tablet 12.5 <!--[endif]-->Otoryl® (Otto) tablet 25 mg. 25 <!--[endif]-->Farmoten® (Fahrenheit) tablet 12.

vasodilator. CHF : antihipertensi.5-25 mg dalam 1-2 minggu menjadi <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y Aturan pakai : <!--[endif]-->Dosis perawatan <!--[endif]-->Dosis maksimum : 50 mg 3 kali/hari : 150 mg 3 kali/hari <!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y <!--[endif]-->Diberikan dalam keadaan perut kosong (1 jam <!--[endif]-->Captopril digunakan setelah penggunaan sebelum makan atau 2 jam setelah makan) antihipertensi lain dihentikan selama 1 minggu. angiodema yang disebabkan oleh penggunaan ACE inhibitor sebelumnya. kaplet. tablet salut gula. tablet salut selaput.<!--[if !supportLists]-->y <!--[if !supportLists]-->y Indikasi <!--[endif]-->Tensobon® (Coronet Crown) tablet 25 mg <!--[endif]-->Vapril® (Phapros) tablet 12. kaplet salut selaput. neutropenia.5 mg.5-25 mg 2-3 kali/hari yang dapat ditingkatkan 12. kapsul-tablet Dosis : sebagai antihipertensi pada orang dewasa (oral) <!--[if !supportLists]-->y <!--[endif]-->Dosis awal 50 mg 3 kali/hari : 12. left ventricular disfunction yang disertai myocardial Kontrindikasi : hipersensitivitas terhadap Captopril. 25 mg infarction. hipotensi sementara. wanita hamil dan menyusui Bentuk sediaan : tablet. kecuali pada pasien dengan accelerated or malignant hypertension atau hipertensi yang sulit dikontrol <!--[if !supportLists]-->y <!--[endif]-->Pasien yang tidak dapat menggunakan sediaan padat secara oral dapat dibuat larutan oral Captopril dengan cara menyerbuk 25 mg tablet Captopril yang dilarutkan dalam 25 atau 100 ml air dan diaduk hingga bercampur lalu segera diminum tidak lebih dari 10 menit karena sifat Captopril yang tidak stabil dalam bentuk larutan Efek samping : ruam. batuk kering. berkurangnya persepsi pengecapan. sakit kepala. diabetes nefropati. proteinurea Resiko khusus : <!--[if !supportLists]-->y <!--[endif]-->Kehamilan : faktor resiko C pada trimester pertama (penelitian dengan hewan uji terbukti terjadi teratogenik pada janin tetapi tidak ada kontrol penelitian pada wanita atau penelitian pada hewan uji dan wanita pada saat yang bersamaan dan obat dapat diberikan jika terdapat kepastian bahwa pertimbangan manfaat lebih besar daripada resiko pada .

. 2002.G.. 25th edition. (Eds. and Johnson. 326-327.. M. Jakarta Chan. 3-5. 39-43. 2004. Informasi Spesialite Obat Indonesia. J. 464-473.. 262-264. USP DI-Volume I : Drug Information for the Health Care Professional. 2006.. Lexi-Comp. 20-24. W. McGraw-Hill Companies. Armstrong. Everything You Need to Know about Medical Treatments. 2000. 270-277. L.P. P. 39. M. Drug Information Handbook...). USA Warfield. Thomson Micromedex.A. Inc. Current Medical Diagnosis & Treatment. 195-197. Jakarta Anonim.. USA Anonim. Springhouse. 2006. Goldman. 1996. USA . MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Treatment Guidelines for Medicine and Primary Care.. 14th edition. and Troutman. L..F.janin) dan faktor resiko D pada trimester kedua dan ketiga (potensial terjadi resiko teratogenik pada janin manusia) <!--[if !supportLists]-->y <!--[endif]-->Menyusui saat menggunakan Captopril : Captopril didistribusikan ke air susu sehingga tidak direkomendasikan untuk menyusui Daftar Pustaka Anderson.J. 2005.. L...L.M. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Informatorium Obat Nasional Indonesia.. S.D. edisi 2006-2007. McGraw-Hill Companies. USA Lacy. in Tierney. Inc.E. Knoben. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. 460. Handbook of Clinical Drug Data.. C. 10th edition. Jakarta Anonim. volume 41. 2006.L. Current Clinical Strategies Publishing.T. B.. McPhee. and Papadakis.O. 47-53.. USA Anonim. Inc. and Lance. 2004 edition. Systemic Hypertension. USA Massie. C.. Corp.M. P. 41th edition. 2002. M. PT InfoMaster lisensi dari CMPMedica.

di mana 1 merupakan reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi . Terapi farmakologi yaitu penanganan penyakit menggunakan obat. yaitu: tiazid (cth: Hidroklortiazid). Diuretik.(078115065) I. 2007 by farmakoterapi-info PENGGUNAAN AMLODIPIN SEBAGAI ANTIHIPERTENSI St. SASARAN TERAPI Secara umum. Obatobat yang biasa digunakan pada terapi hipertensi adalah: a. sehingga menyebabkan penurunan tahanan vaskular perifer dan volume darah. dan hindari aktivitas fisik yang berat. Jadi dengan terhambatnya pemasukan ion kalsium mengakibatkan otot polos vaskuler mengalami relaksasi. klorida dan air. Diuretik bekerja dengan meningkatkan ekskresi natrium. Sasaran terapi hipertensi dengan menggunakan amlodipin adalah pada otot polos vaskular. TUJUAN TERAPI Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan tekanan darah hingga taraf yang direkomendasikan. -blocker (Misal : propanolol. bisoprolol).5 mg/mL untuk pria. Merupakan obat utama pada penderita hipertensi ringan sampai moderat dengan penyakit jantung koroner atau dengan aritmia. Terapi non farmakologi pada hipertensi lebih ditekankan pada gaya hidup. sasaran terapi hipertensi secara khusus terbagi menjadi: 1.Farm. yang menjadi sasaran terapi pada penyakit hipertensi adalah tekanan darah. Terapi non farmakologi yaitu pengobatan tanpa menggunakan obat. Terapi non farmakologi. 2. di bawah 130/80 mmHg 3. II. dan meningkatkan pengumpulan vena di dalam pembuluh darah kapasitans. yaitu sebagai inhibitor influks kalsium (slow chanel blocker atau antagonis ion kalsium). sehingga tekanan darah menurun. Berdasarkan mekanisme penurunan tekanan darah. Ada tiga golongan obat diuretik. Hal ini berdasarkan mekanisme kerja dari amlodipin. STRATEGI TERAPI Terapi hipertensi dapat dibagi menjadi dua cara. menghambat fungsi jantung. Bekerja dengan menghambat reseptor 1 di otak. III. sehingga mengurangi volume plasma dan cairan ekstrasel. Terapi farmakologi. dan menghambat masuknya ion-ion kalsium transmembran ke dalam jantung dan otot polos vaskular. olah raga secara teratur. 2. S. Sasaran pada angiotensinAnti hipertensi menyakat produksi angiotensin atau menghambat ikatan angiotensin dengan reseptornya. dan diuretik hemat kalium (cth: Spironolakton). di bawah 130/80 mmHg (GFR < 60 ml/menit. 3. ginjal dan neuron adrenergik perifer.Anti hipertensi yang bekerja di tubula ginjal bekerja dengan cara mendeplesi (mengosongkan) natrium tubuh dan menurunkan volume darah. Layli Prasojo. yaitu: 1. Sasaran pada otot polos vaskuler. Sasaran pada tubula ginjal. jangan merokok. Di bawah 140/90 mmHg 2. yaitu : 1. Dengan demikian menurunkan tahanan perifer dan menurunkan tekanan darah. Untuk pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis. diuretik kuat (cth: furosemid). atau albuminuria > 300 mg/hari atau • 200 mg/g kreatinin). serum kreatinin > 1. 4.Anti hipertensi menurunkan tekanan darah dengan cara merelaksasi otot polos vaskular sehingga mendilatasi pembuluh darah resistans. Gaya hidup yang disarankan untuk penderita hipertensi antara lain: mengurangi asupan natrium (garam). mengurangi makan makanan berlemak.3 mg/dL untuk wanita dan > 1. Sasaran pada saraf simpatis. Untuk pasien dengan diabetes. Tekanan darah yang disarankan oleh JNC7.Pengaruh anti hipertensi pada saraf simpatis yaitu menurunkan tahanan vaskuler perifer.Penggunaan Amlodipin Sebagai Antihipertensi Posted on December 28. hindari minuman beralkohol. b. Ion kalsium berperan dalam kontraksi otot polos.

ginjal. Pada SSP: sakit kepala. 1. Akibatnya akan terjadi penurunan tekanan darah. Dilatasi arteriol akan menurunkan resistensi perifer. 1. Untuk anak-anak. sehingga merupakan obat utama bagi penderita hipertensi yang juga penderita angina. lelah. IV. edema. maupun karena vasokonstriksi (angina varian) dari pembuluh darah koroner. dan nyeri atau inflamasi. c. dapat digunakan sebagai agen tunggal untuk mengontrol tekanan darah pada sebagian besar penderita hipertensi. flushing. 1. dinding pembuluh darah. dan urtikaria. kram. baik karena obstruksi fixed (angina stabil). dan tidak nafsu makan. syncope. takikardi. Pada penelitian klinis dengan kontrol plasebo yang mencakup penderita hipertensi dan angina. karena kerja kedua kelas obat ini saling sinergi. rash. Kontraindikasi Amlodipin dikontraindikasikan pada pasien yang sensitif terhadap dihidropiridin. Akibatnya terjadi penurunan TD. Penghambat Renin Angiotensin System1). Nama Generik Amlodipin. Efek pada Saluran pencernaan: mual. dan kelelahan. Dengan berkurangnya produksi renin. Dosis dan Aturan Pakai Untuk hipertensi dan angina. inhibitor adrenoreseptor. Divask® (Kalbe Farma) 1. Angiotensin II Reseptor Antagonist/AIIRA (Cth: Losartan)Bekerja dengan bertindak sebagai antagonis reseptor angiotensin II yang terdapat di otot jantung. peripheral edema. terutama pada penderita angina yang sukar disembuhkan dengan nitrat dan atau dengan -blocker pada dosis yang memadai. nyeri otot. Amlodipin). Penderita hipertensi yang tidak cukup terkontrol jika hanya menggunakan anti hipertensi tunggal akan sangat menguntungkan dengan pemberian amlodipin yang dikombinasikan dengan diuretik thiazida. bradikardi. pusing. Dosis ini juga dapat digunakan ketika amlodipin diberikan bersama anti hipertansi lain.5 mg amlodipin satu kali sehari. Nama Dagang di Indonesia Tensivask® (Pfizer). dosis awal yang biasa digunakan adalah 5 mg satu kali sehari. Efek pada saluran pernafasan: nafas menjadi pendek-pendek. atau inhibitor angiotensin converting enzyme. Norvask® (Dexa Medica). nyeri perut. dan pusing. 1. dan aritmia. d. . dyspnea. Merupakan antihipertensi yang dapat bekerja pula sebagai obat angina dan antiaritmia. OBAT PILIHAN 1. dan wheezing.2). pasien lemah. pruritus. maka cardiac output akan berkurang yang disertai dengan turunnya tekanan darah. serta retensi kalium. sistem syaraf pusat.Digunakan sebagai obat kombinasi dengan ACEI sebagai penurun TD yang efektif. Bekerja dengan menghambat reseptor 1 di pembuluh darah sehingga terjadi dilatasi arteriol dan vena. sebagai garam amlodipin besilat atau amlodipin asetat. Indikasi Amlodipin diindikasikan untuk pengobatan hipertensi. dan hepar sehingga efek sekresi aldosteron yang disebabkan oleh angiotensin II tidak terjadi. Efek Samping Efek samping pada kardiovaskular: Palpitasi. efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala. Efek samping lain: Flushing. e. anak ginjal. Calcium channel blocker (Cth: Nifedipin. Enalapril)Bekerja dengan menghambat enzim peptidil dipeptidase yang mengkatalisis pembentukan angiotensin II dan pelepasan bradikinin (suatu senyawa vasodilator). Bekerja dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam otot polos pembuluh darah sehingga mengurangi tahanan perifer. Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor/ACEI (Cth: Captopril. Bentuk sediaan Amlodipin yang beredar di pasaran semuanya berada dalam bentuk sediaan tablet per oral dengan kekuatan 5 mg dan 10 mg.renin. dan usia lanjut atau pasien dengan gangguan fungsi hati dapat dimulai dengan dosis 2. Dengan demikian. akan terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron yang menyebabkan terjadinya ekskr si e natrium dan air. Dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 10 mg tergantung respon pasien secara individual dan tingkat keparahan penyakitnya. Amlodipin juga diindikasikan untuk pengobatan iskemia myokardial. Prazosin). -blocker (Misal : Doxazosin. Pada kulit: dermatitis. 1. Amlodipin dapat digunankan sebagai monoterapi atau kombinasi dengan obat-obat anti angina lain.

J. The McGraw-Hill Company. 5th edition. 2007. PUSTAKA Dipiro. M.. 2005. Pharm D.. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach.. Berdasarkan hal itu. Amlodipin tidak menunjukan toksisitas pada penelitian reproduktif pada hewan uji selain memperpanjang parturisi (proses melahirkan) pada tikus percobaan yang diberi amlodipin 50 kali dosis maksimum yang direkomendasikan pada manusia. dan Bertram. G. Sebaiknya perlu diberikan perhatian khusus penggunaan amlodipin pada penderita dengan kegagalan fungsi hati b. Penggunaan pada wanita hamil dan menyusuiKeamanan penggunaan amlodipin pada wanita hamil dan menyusui belum dibuktikan. Wolters Kluwer Health. 6th edition. 2004. David S. Resiko Khusus a. USA . 10th edition.T.. penggunaan pada wanita hamil dan menyusui hanya direkomendasikan bila tidak ada alternatif lain yang lebih aman dan bila penyakitnya itu sendiri membawa resiko yang lebih besar terhadap ibu dan anak.1. Penggunaan pada pasien dengan kegagalan fungsi hatiWaktu paruh eliminasi amlodipin lebih panjang pada pasien dengan kegagalan fungsi hati dan rekomendasi dosis pada pasien ini belum ditetapkan. 80-82. USA Tatro. A to Z Drug Facts. Inc. The McGraw-Hill Company. V. USA Katzung. Basic and Clinical Pharmacology.

Farm (008115026) Posted on January 1. (4) Piperazine : Sinarizine dll. Nicardipine. Nitrendipine. Penyebab utama angina pectoris adalah suatu ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen jantung dengan jumlah oksigen yang dipasok ke jantung melalui pembuluh darah koroner. Penanganan angina pectoris harus dilakukan dengan segera dan meliputi pemberian obatobatan. Angina pectoris merupakan rasa nyeri pada dada parah yang terjadi ketika aliran darah koroner tidak memadai untuk memasok oksigen yang dibutuhkan oleh jantung. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu pasien melakukan suatu aktivitas dan segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. (2) Dyphenilalkilamine : Verapamil dll (3) Benzotiazepin : Diltiazem dll. Isradipine. yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan kiri. Tujuan inidapat dicapai dengan mengembalikan imbangan dan mencegah terjadinya ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. 2. Nifedipine. Nimodipine. 2008 by farmakoterapi-info <!--[if !supportLists]-->1. CCB dapat dibedakan atas 5 golongan obat: (1) Dyhidropyridine (DHP) : Amilodipine. Angina pectoris ialah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan dada yang khas. Pemberian obat antiangina bertujuan untuk (1) mengatasi atau mencegah serangan akut angina pectoris dan (2) pencegahan jangka panjang serangan angina. Calcium channel blocker (CCB) <!--[endif]--> Calcium channel blocker atau sering disebut penyakat-kanal-kalsium adalah sekelompok obat yang bekerja dengan menghambat masuknya ion Ca²+ melewati slow channel yang terdapat pada membran sel (sarkolema). Felodipine. Gangguan keseimbangan ini dapat terjadi apabila suplai menurun (misalnya aterosklerosis atau spasme koroner) atau kebutuhan meningkat (misalnya kerja fisik). (5) lain-lain : Bepridil dll. Berdasarkan struktur kimianya. <!--[endif]--> Pendahuluan.Tujuan pegobatan angina ad lah a mengembalikan aliran darah koroner fisiologis pada jaringan jantung iskemik dan/atau mengurangi kebutuhan oksigen otot jantung. S. menghilangkan factor predisposisi dan pencetus dan sebagainya.Pengobatan Angina Pectoris Menggunakan Calcium Channel Blocker. dengan cara meningkatkan suplai oksigen (meningkatkan aliran darah koroner) ke bagian miokard yang iskemik dan/atau mengurangi kebutuhan oksigen jantung (mengurangi kerja jantung). . Angina (rasa nyeri) disebabkan oleh akumulasi metabolit di dalam otot bergaris. Roulina Sihombing. Nisoldipine.

Beberapa tipe penyakat-kanal-kalsium adalah tipe L (tempat ditemukan: Otot. seperti simpatomimetika. jaringan dengan tipe kanal tersebut memainkan peran utama neuron dan sebagian besar kelenjar sekresi-kurang dipengaruhi oleh obat tersebut dibandi gkan dengan otot n jantung dan otot polos. tipe P (tempat ditemukan saraf purkinje serebral).meskipun kadar kalsium yang diperlukan tidak dapat diperoleh dengan mudah. Hasilnya adalah penurunan mencolo pada arus kalsium transmembran yang k dihubungkan dengan relaksasi otot polos yang berlangsung lama dan di dalam otot jantung dengan penurunan kontraktilitas di seluruh jantung dan penurunan kecepatan pacemaker pada nodus sinus dan penurunan kecepatan konduksi pada nodus atrioventrikuler. tetapi tidak identik pada regio lainnya. tipe T (tempat ditemukan : jantung. 10mg. Region reseptor tersebut bersifat stereoselektif. sedangkan verapamil dan diltiazem diduga mengadakan ikatan pada reseptor yang berkaitan erat. saraf). Ikatan obat pada reseptor verapamil atau diltiazem juga mempengaruhi pengikatan dyhidropyridine. <!--[if !supportLists]-->3. Cara kerja kanal kalsium tipe L merupakan tipe yang dominan pada otot jantung dan otot polos dan diketahui terdiri dari beberapa reseptor obat. Tipe kanal kalsium lainnya kurang sensitive terhadap penyakatan oleh penyakatan kanal kalsium. Telah dibuktikan bahwa ikatan nifedipine dan dyhidropyridine lainnya terdapat pada satu situs. tetapi tidak begitu mencolok. Nama Dagang: Tensivask® (Dexa Medica) tablet 5mg.saraf). Respons otot polos terhadap aliran masuk kalsium melalui kanal kalsium yang dioperasikan reseptor juga menurun pada penggunaan obat tersebut. Norvask® (Pfizer) tablet 5mg. Kontraindikasi: Hipersensitivitas terhadap dyhidropiridine. diltiazem dan kongener nifedipin yang secara optis aktif. 10mg. dari terjadinya pembukaan secara konsisten setelah depolarisasi. tipe N (tempat ditemukan : saraf). . Pengikatan obat tersebut diduga mengubah cara kerja kanal. Penyakatan juga dapat berubah secara parsial dengan penggunaan obat yang dapat meningkatkan aliran kalsium transmembran. Oleh karena itu. Indikasi: Hipertensi. karena terdapat perbedaan yang mencolok baik dalam afinitas pengikatan stereoisomer maupun potensi farmakologis pada enansiomer verapamil. Penyekatan tersebut berubah secara parsial dengan peningkatan konsentrasi kalsium. Angina. Penyakatan oleh obat tersebut menyerupai penyakatan pada kanal natrium oleh anastetika local : obat tersebut bereaksi dari sisi dalam membrane dan mengikat lebih efektif pada kanal di dalam membrane yang terdepolarisasi. 10mg. <!--[endif]-->Preparat yang tersedia <!--[if !supportLists]-->a) <!--[endif]-->Amilodipine Nama Generik: Amlodipine tablet 5mg. ke cara lain yang jarang terjadi pembukaan tersebut.

Dilmen® (Sanbe Farma. Nama Dagang: Carditen® (Dankos) tablet 30mg. 5mg. <!--[if !supportLists]-->c) <!--[endif]-->Felodipine Nama Generik: Felodipine tablet 2.5mg. 60mg. Nama Dagang: Nirmadil® (Fahrenheit) tablet 5mg. 10mg. somnolensi. kemudian dilanjutkan dengan drop infuse iv. Herbesser 3x sehari 1 tablet dapat ditingkatkan menjadi 60mg (3x sehari 1 tablet) Herbesser 90 SR : 2x sehari 1 kapsul. mual. dosis awal mulai 2. Efek samping: Peringatan: Dosis dan aturan pakai: 1x sehari 1 tablet. Herbesser 180 SR : 1x sehari 1 kapsul. 5-15 mcg/kgBB permenit. angina pectoris. 60mg/tablet. Menarini) tablet 60mg. bradikardia. dosis maksimum 1x sehari 10mg. Delbres® (Harsen) tablet 30mg. Racordil® (Rama Farma) 30mg. 60mg. Angina pectoris. Bentuk sediaan obat : Tablet dan Injeksi. Herbesser®/ Herbesser 60®/ Herbesser 90 SR®/ Herbesser 180 SR®/ Herbesser CD 100® / Herbesser CD200® (Tanabe Indonesia) tablet 30mg. 10mg. takiaritmia dan angina tidak stabil: 1-5mcg/kgBB permenit. Bentuk sediaan obat : Tablet. kulit memerah. 90mg/kapsul SR. Herbesser injection dewasa bolus injeksi iv 10mg selama 1-3menit. wanita hamil. nyeri perut.angina pectoris tipe varian : 100mg sekali sehari. udema. Dosis dan aturan pakai: 1x sehari 1 tablet 5mg atau 10mg. Kontraindikasi: Wanita menyusui. Bentuk sediaan obat : Tablet. A. 60mg. <!--[if !supportLists]-->b) <!--[endif]-->Diltiazem Nama Generik: Diltiazem tablet 30mg. kehamilan termasuk tahap dini. Farmabes® (Fahrenheit) tablet 30mg. Sick Siannus Syndrome. palpitasi.5mg. Indikasi: Hipertensi. kehamilan dan menyusui. Herbesser injection® (Tanabe Indonesia). pening. 5mg. Kontraindikasi: gagal ginjal parah. Diltan® (Harsen) tablet 60mg.Efek samping: sakit kepala. Herbesser CD: Hipertensi esensial ringan sampai sedang : 100-200 sekali sehari. hipotensi.hipersensitivitas. Angina dosis awal 1x sehari 2.5mg. 60mg. Angina pectoris. <!--[if !supportLists]-->d) <!--[endif]-->Nifedipine . letih.5mg selanjutnya 5-10mg. Indikasi: Hipertensi. Plendil® (AstraZeneca) tablet 2. Peringatan: ganguan fungsi ginjal dan hati. A-V Blok Efek samping: Peringatan: Dosis dan aturan pakai: Angina Pectoris 3x sehari 1 tablet 30mg. anak-anak dan orang tua.

insufisiensi koroner kronik Kontraindikasi: wanita hamil dan menyusui.5mg (2. 10mg. hipersensitivitas. Dosis dan aturan pakai: diberi dosis tunggal atau 3x sehari 5mg-10mg sebelum makan. udem subcutan.5 ml perjam selama 5-7 hari lalu dilanjutkan tablet 6x sehari sampai hari ke-21infus: 0. Cordalat® (kimia farma) tablet 10mg. 60mg. 10mg. Niprocor® (Yekatria farma) tablet 10mg. Adalat Oros® (Bayer) tablet 20mg. Vasoner® (Harsen) tablet 10mg.5ml larutan infuse) per jam selama 2 jam bila toleransi baik. Vasdalat® (Kalbe Farma) tablet 5mg. terutama angina pectoris. Indikasi: Antagonis kalsium diindikasikan untuk terapi defisit neurologik iskemik pada pendarahan subaraknoid traumatik dan spontan. Peringatan: dapat meningkatkan aktivitas sediaan yang menurunkan tekanan darah dan penghambat beta reseptor. 10mg. Coronipin® (Dexa Medica. Knoll) tablet 80mg.5mg. dosis ditingkatkan menjadi 1mg (5ml larutan infuse) per jam Bentuk sediaan obat : Tablet dan Infus. Angina dosis awal 1x sehari 2. Bentuk sediaan obat : Tablet. <!--[if !supportLists]--> f) <!--[endif]-->Verapamil Nama Generik: Verapamil tablet 80mg. Indikasi: Angina pectoris . 10mg/50ml botol infuse. 20mg/tablet retard. Zendalat® (Zenith) tablet 5mg. Efek samping: ringan dan hanya sementara. dosis maksimum 1x sehari 10mg. Nama Dagang: Nimotop® (Bayer) tablet 30mg. 10mg. Isoptin/ Isoptin SR® (Tunggal IA. Adalat Retard® (Bayer) tablet 20mg. Kemolat® (Phyto Kemo Agung) tablet 10mg. Leiras) tablet 10mg. rasa panas. mual dan pusing. 30mg. Kontraindikasi: Efek samping: Peringatan: Dosis dan aturan pakai: 6x sehari1-2 tablet selama 21 hari atau infuse 2. Calcianta® (Armoxindo) tablet 5mg. rasa berat kepala. Nama Dagang: Adalat® (Bayer) tablet 5mg. Fedipin® (Medikon) tablet 10mg. Indikasi: terapi dan propilaksi gangguan koroner. 10mg. hipotensi dan palpitasi. Nifedin® (Sanbe Farma) tablet 10mg. 240mg/kaplet. Xepalat® (Metiska Farma) tablet 5mg. 10mg. Nifecard® (Armoxindo) tablet 10mg. syok kardiogenik.Nama Generik: Nifedipine tablet 5mg. <!--[if !supportLists]-->e) <!--[endif]-->Nimodipine Nama Generik: Nimodipine tablet 30mg. Infacard® (Indofarma) tablet 10mg. Nama Dagang: Cardiover® (Landson) tablet 80mg. Farmalat® (Fahrenheit) tablet 5mg. Carvas® (Meprofarm) tablet 10mg. hipertensi. 10mg.

Jakarta . Jakarta. musl. Trisnohadi. penderita dengan atrialflutter atau fibrasi atrial dan accessory by pass tract. dkk. Jilid I. Edisi Bahasa Indonesia. Peringatan: Dosis dan aturan pakai: dewasa 3x sehari 1 tablet ½ jam sebelum makan Bentuk sediaan obat : Tablet. Jakarta. Farmakologi dan terapi. sakit kepala.. gelisah. SA blok). Basic & Clinical Pharmacology Eighth edition. edisi III. 1995. Katzung. edisi IV. dkk. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Salemba Medika. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. PT Anem Kosong Anem (AKA): Jakarta. misalnya wolf Parkinson. balai penerbit FKUI.. sick sinus syndrome. Penerbit Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Bertram G. ISO (Informasi Spesialite Obat Indonesia) Volume 41.Kontraindikasi: hipotensi atau syok kardiogenik. Setiawati. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UI. Hanafi B. 2001. penerjemah Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2006. Arini. konstipasi. gangguan konduksi(AV blok tingkat 2 dan 3. Efek samping: ortostastik hipotensi. 1996. Buku I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful