P. 1
Cobaan Dan Ujian

Cobaan Dan Ujian

|Views: 119|Likes:
Published by gmahktimoho

More info:

Published by: gmahktimoho on Aug 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2010

pdf

text

original

Dibalik Ujian Sesungguhnya Ada Hikmat Allah

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar 2 (dua) istilah di kenal dan berkembang di masyarakat umum: 1. Duka, susah, sedih hati (cobaan/ujian) 2. Sukacita (bahagia) Sebagian besar orang berkata bahwa ujian yang di terima seseorang disangkut pautkan dengan iman, ujian/cobaan biasanya berwujud : bencana, duka, derita dsb. Akibat dosa musibah yang menimpa umat-umat Tuhan begitu hebat dan dahsyat, banyak hal yang menjadi perbincangan di seluruh dunia, para wartawan, ahli politik, para ekonom, para teknokrat, tapi yang mereka bahas dan mereka persoalkan dari tinjauan materi belaka, sangat jarang bahkan sama-sekali tidak menyentuh dan melihat persoalan bencana dari sudut pandang Iman dan Kebenaran. Ke 2, ada juga ujian bagi seseorang berupa kesejahteraan dan kekayaan, tujuan Allah memberi kesejahteraan, kekayaan dan kelimpahan berkat agar seseorang memiliki rasa tanggung jawab untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuannya, sebagai rasa sukur kepada Tuhan. Melalui bacaan ini, mari kita flashback untuk melihat track record hamba Tuhan, yaitu Ayub. Ayub adalah seorang hamba Tuhan yang setia, secara langsung sudah pernah diuji, dan ujian yang Ayub terima ternyata bukan ujian dari Allah, tapi Allah membiarkan iblis menguji Ayub. Ayub 2:3 Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan." Ayub 1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Sesungguhnya dalam kehidupan di dunia, setiap orang tidak lepas dari ujian dan pencobaan serta musibah yang siap menimpa setiap manusia. Ayub merupakan contoh terbaik bagi kita semua umat manusia. "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi” Bisakah kita berlaku adil seperti Ayaub ketika mendapat ujian/cobaan? Yakobus 1: 3 Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Ujian : Bukan suatu hukuman dari Allah, itu merupakan pendidikan yaitu suatu system disiplin yang bersifat menebus kelalaian, disesuaikan dengan perkembangan karakter, merupakan hasil dan bukan penyebab dari keselamatan. Disiplin : Bukan system penilaian, disiplin merupakan hasil akibat kelalaian. Contoh: jika umat Tuhan melanggar hukum Allah, teguran dari Allah mungkin terasa sakit sekali, tapi apa yang telah kita dapatkan, adalah pendidikan atau pengalaman yang sangat berharga. Demikian halnya ujian yang diterima Ayub adalah proses penilaian dan pendidikan, dan bersifat penebusan di sesuaikan dengan perkembangan karakter, Ayub adalah seorang hamba Tuhan yang mempunyai karekter sangat istimewa. 1Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Jelas sekali kita dapat mengetahui bahwa dalam hal ini Ayub justru sebaliknya, bukan musibah yang diterima melainkan berkat sangat berlimpah datang dari Allah, setelah menerima proses pencobaan dan pendidikan atas segala kepedihannya. Bagaimana kita menyikapi semua peristiwa yang menyedihkan dalam hidup ini? Apa bila seseorang sedang mengalami penderitaan, cobaan, atau mengalami musibah, ada beberapa sikap konsekwen dan perbuatan yang harus kita lakukan agar beban yang berat menjadi ringan, dan supaya ujian itu menjadi rahmat. Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Makna bertahan dalam pencobaan adalah: tetap pada tempatnya, tidak beranjak, tetap mempertahankan diri dari ujian/cobaan, ujian dan cobaan harus kita hadapi, teguh hati, tidak mau menyerah, mau mengakui segala kesalahan dan kekurangan kita. Dalam Alkitab merendahkan diri dihadapan Allah, bermakna hendaklah kita yakin dan percaya bahwa Allah begitu baik terhadap setiap umat-Nya, dan Allah tidak pernah menakdirkan seseorang mendapatkan hal yang buruk. Kita harus yakin bahwa dibelakang kepedihan seseorang pasti Allah mempunyai rencana yang lebih baik. 1 Petrus 1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan

rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Betulkah dibalik ujian/pencobaan ada rahmat Tuhan yang begitu indah? Hendaklah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah, karena ujian yang sedang kita alami tidak lebih besar dari kemampuan kita, karena Allah berkuasa atas segala sesuatu. Dan bagaimana jika Allah membiarkan ujian yang kita terima lebih besar dari kemampuan kita? Ketika ujian sedang datang hendaklah kita meneladani dan melihat orang lain bahwa mereka bisa menghadapi semua rintangan, dan mereka sehat-sehat semua, Yesus sendiri mengalami ujian sangat berat. Dalam menghadapi ujian jangan selalu berkeluh kesah dan menggerutu, jangan menyalahkan Allah, menyalahkan Allah bukan tipe orang beriman, karena kita tidak bisa menghilangkan cobaan yang sedang kita terima, kita tidak bisa lari meninggalkan ujian yang kita terima. Kita harus yakin bahwa jika kita sabar, kita tabah menghadapi segala penderitaaan, Allah akan memberikan hikmat dari semua kepedihan yang pernah kita alami. Dibalik ujian/cobaan Allah berkenan memberikan ganti sebagai anugrah bagi umat percaya, bahwa penderitaan adalah pendidikan agar kita tetap mempunyai pengharapan kepada Sang Juru Selamat. Dan ujian yang datang bukan merupakan hukuman. Orang yang sedang mengalami suatu cobaan/ujian merupakan peringatan kepada kita atas segala kelalaian kita selama waktu itu, karena manusia lemah sering lalai dalam segala hal. Berserah dan berharap kepada Tuhan, bersandar dilengan Yesus, berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan adalah kiat-kiat bagi orang Kristen untuk menuju suatu pengharapan sorgawi sebagimana Alkitab ajarkan. 1 Korintus 3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

Bencana yang terjadi di Asia Tenggara dan Asia Selatan sejak tahun 2004, meluas keseluruh dunia bahkan Tsunami di Aceh, di susul gemapa bumi di Bantul dan sekitarnya, Jika kita mempelajari ceritera Ayub, apakah hikmat Allah menakdirkan bencana itu terjadi pada orang yang saleh seperti Ayub? Mengapa orang seperti Ayub; dermawan, baik/jujur, saleh harus menerima musibah, ujian/pencobaan, kemudian orang yang kurang baik tabiatnya, bahkan dia orang yang jahat, mengapa semuanya bersama-sama menjadi korban bencana/musibah! Apakah benar bahwa penderitaan sedemikian rupa memang hanya merupakan keburukan melulu? Ataukah dibelakang penderitaan dan ujian, seseoraang akan mendapatkan keuntungan sebagai makna permulaan menuju kebaikan? Cobaan Ujian 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) : Sesuatu yang (sarana)diapakai untuk mencoba/menguji  Sering orang berkata cobaan dari Tuhan : Pemeriksaan asli dan tidaknya, baik dan buruknya Padan kata (hasil)

Orang kaya dari Uz; takut akan Allah (Ayub 1:1-5). Kesalehannya diuji dengan malapetaka (Ayub 1:6-22). Penderitaannya dalam ujian bertubi2, yang menimpa tubuhnya (Ayub 2:1-13). Mempertahankan keadaan tak bersalah dalam percakapan dengan tiga sahabat (Ayub 3:1-31:40). Elihu (Ayub 32:1-37:24). Ditegor oleh Allah (Ayub 38:1-41:34). Dibenarkan dan dipulihkan kembali (Ayub 42:1-17). Menjadi contoh kebenaran (Yeh 14:14,20)

Ny White dalam tulisannya Alfa Omega Jld 8 bab 32 hal 548. Alkitab telah dirancang untuk menjadi penuntun kepada semua orang yang rindu mengenal kehendak Pencipta mereka. Allah memberilan kepada manusia perkataan nubuat yang pasti. Malaikat-malaikat dan bahkan Kristus sendiri datang memberitahukan kepada Daniel dan Yohanes perkara-perkara “yang harus terjadi” (Wah 11:1-2).  Rahasia Kebangkitan (Ayub 19:25-27) Ciri-ciri pribadi kita diolah pada waktu kebangkitan, sehingga tidak sama dengan susunan unsur-unsur tubuh kita ketika masuk ke dalam kubur. Pekerjaan Allah yang ajaib merupakan rahasia bagi manusia kembali kepada Allah, dan di sanalah akan diolah. Pada waktu kebangkitan setiap manusia akan memiliki tabiat sendiri. Pada saatnya Allah sendiri akan memanggil keluar orang-orang mati supaya di beri napas hidup kembali, dan menjadikan tulang-tulang kering hidup. Rupa yang sama akan keluar, tetapi akan bebas dari penyakit dan tidak bercacat. Tubuh akan hidup kembali dengan pembawaan rupa. Fisik, perilaku dan tabiat yang sama, seperti pada waktu masih hidup di dunia ini, sehingga orang tua, keluarga, anak, semua yang penah bersahabat dengan nya mengenalnya, dan kita dapat bertemu kembali di sorga.

Dep PP GMAHK Timoho

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->