P. 1
Metode kuadrat terkecil

Metode kuadrat terkecil

|Views: 6,474|Likes:
Published by Boylesipahutar

More info:

Published by: Boylesipahutar on Aug 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

IMTISARI PERCOBAAN

Metode kuadrat terkecil ini digunakan untuk menentukan garis lurus terbaik
dari sejumlah pasangan data yang secara teoritis memiliki hubungan linier,
menentukan fungsi linier dari fungsi kuadratis, dan menentukan koefisien korelasi
dari beberapa pasangan data.
Jika kita memiliki sekumpulan data, dan data tersebut digambarkan dalam
bentuk grafik pada kertas grafik linier, maka akan diperoleh suatu garis lurus.
Beberapa fungsi yang tidak linier, dalam batas-batas tertentu dapat
dilinierkan. Setelah diperoleh fungsi linier dapat digunakan metode kuadrat
terkecil untuk menetukan parameter terbaiknya.
1
METODE KUADRAT TERKECIL
I. Tujuan Percobaan
1. Menentukan garis lurus terbaik dari sejumlah pasangan data yang secara
teoritis memiliki hubungan linier;
2. menentukan fungsi linier dari fungsi kuadratis;
3. menentukan koefisien korelasi dari beberapa pasangan data.
II. Alat-alat Percobaan
1. Kalkulator, berfungsi untuk menghitung data;
2. Komputer, berfungsi untuk menghitung data agar didapat harga yang lebih
akurat.
III. Teori Dasar
Jika ada persamaan y = ax + b dengan x dan y ada lah merupakan
variabel bebas, sedangkan a dan b merupakan parameter. Kemudian jika ada
sekumpulan data pasangan (x,y), dan data tersebut digambarkan dalam bentuk
grafik, maka akan diperoleh suatu garis lurus dengan gradien tertentu.
Dengan menganggap bahwa x memiliki sesatan yang lebih kecil dari
pada sesatan y, maka garis lurus terbaik dapat diperoleh berdasarkan metode
kuadrat terkecil (regresi terhadap y). Nilai a terbaik ditulis dengan notasi a
t
dan nilai b terbaik dituliskan dengan notasi b
t
dengan:
2
∑ ∑
∑ ∑ ∑
· ·
· · ·

,
`

.
|


·
N
i
N
i
i i
N
i
i
N
i
i
N
i
i i
t
x x N
y x y x N
a
1
2
1
2
1 1 1
) (
dan
b
t
=
( )
∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑
· ·
· · · ·

,
`

.
|


N
i
N
i
i i
N
i
N
i
i i
N
i
i
N
i
i i
x x N
y x x y x
1
2
1
2
1 1 1 1
2
Sesatan pada nilai a dan b bersifat statistik dan diperoleh:
2
1 1
2

,
`

.
|

· ∆
∑ ∑
· ·
N
i
i
N
i
i
t
x x N
N
Sy a
dengan S
y
:
( ) ( )

·
+ −
·
·
N
i
t i t i y
b x a y
N
S
1
2
1
1
Sebaran titik-titik data dari garis lurus dapat diukur berdasarkan nilai koefisien
korelasinya (r) berdasarkan rumus:
r =
∑ ∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑
· · ·
· · · ·

]
]
]
]

,
`

.
|

]
]
]
]

,
`

.
|

N
i
i
N
i
i i
N
i
i
N
i
N
i
i i
N
i
N
i
i i
y x y x N
y y N x x N
1 1 1
1
2
1
2
1
2
1
2
Dengan nilai – 1 ≤ r ≤ 1. Jika |r|≈ 1 berarti titik-titik datanya dekat dengan
garis terbaik. Sedangkan jika r = 0, titik datanya berjauhan dari garis lurus
terbaik
3
Beberapa fungsi yang tidak linier, dalam batas-batas tertentu dapat
dilinierkan. Setelah diperoleh fungsi linier dapat digunakan metode kuadrat
terkecil untuk menentukan parameter terbaiknya.
IV. Prosedur Percobaan
1. Olah data yang telah disediakan;
2. Tentukan parameter a dan b berikut sesatannya jika diperkirakan data
tersebut memenuhi fungsi:
 y = ax + b
 y = ax
2
+ b
 y = ax
2
+ b
3. Tentukan koefisien korelasi untuk ketiga fungsi perkiraan diatas.
Berdasarkan nilai koefisien korelasi tersebut tentukan fungsi mana yang
paling memenuhi data yang tersedia;
4. Kerjakan seperti para tugas 2 dan 3 diatas untuk ketiga pasangan data yang
diberikan asisten.
V. Tugas Pendahuluan
1. Buktikan bahwa:
∑ ∑ ∑
· · ·

,
`

.
|
− ·
,
`

.
|

N
i
N
i
i i
N
i
i
x
N
x x x
1
2
1
2
1
2
__
1
2. Suatu fungsi secara teoritis dinyatakan sebagai y = ax
2
+ bx. Dalam hal ini
x dan y merupakan variabel, sedangkan a dan b merupakan parameter.
4
Bagaimanakah kita harus memilih sumbu koordinat agar diperoleh fungsi
garis garis lurus?
3. Kerjakan seperti soal nomor dua untuk fungsi y = ax
2
+ b
Jawaban :
1.
∑ ∑ ∑
· · ·

,
`

.
|
− ·
,
`

.
|

N
i
N
i
N
i
i i i
x
N
x x x
1 1
2
1
2
2
__
1
∑ ∑ ∑ ∑
· · · ·
+ − ·
,
`

.
|
N
i
N
i
N
i
N
i
i i i
x x x x x x
1 1 1 1
2
__
2
2
__
2
=
2
1
1
1
2
2



·
·
·

,
`

.
|
+

,
`

.
|

,
`

.
|

N
i
N
i
i
i
N
i
i i
N
x
N
x
x x
=



·
·
·

,
`

.
|
+
,
`

.
|

N
i
N
i
i
i
N
i
i i
N
x
N
x
x x
1
2
1
1
2
2
=

∑ ∑
·
· ·

,
`

.
|
+

,
`

.
|

N
i
N
i
i
N
i
i
i
N
x
N
x
x
1
2
1
2
1 2
2
=
∑ ∑
· ·

,
`

.
|

N
i
i
N
i
i i
N
x
x x
1
2
1
2
1
=
2
1 1
2
1
∑ ∑
· ·

,
`

.
|

N
i
N
i
i i
x
N
x
2. y = ax
2
+ bx
x dan y merupakan variabel
a dan b merupakan parameter
5
y = ax
2
+ bx
y = x(ax + b)
x
y
= ax + b)
maka sumbu y =
x
y
dan sumbu x = x akan diperoleh fungsi garis lurus.
3. Hampir sama dengan nomor 2, sehingga untuk memperoleh garis lurus
y = x
2
dan sumbu x = x.
6
DAFTAR PUSTAKA
Foster, Bob. 2003. Fisika terpadu. Bandung : Erlangga
Operation, Ganesha. 2001. IPA Siap UMPTN. Bandung : Ganesha Operation
Krane, Kenneth.1992. Fisika Modern. Diterjemahkan oleh : Hans J.
Wospokrik. Jakarta : UI
Lab. Fisika PTBS, UNPAD. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Jatinangor
7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->