P. 1
kemampuan siswa dalam menulis cerita secara sistematis

kemampuan siswa dalam menulis cerita secara sistematis

|Views: 2,129|Likes:
Published by Alek Guntur

More info:

Published by: Alek Guntur on Aug 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Tahap prapenulisan, ditentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan

penulis dalam seluruh kegiatan penulisan itu. Tahap ini merupakan tahap

perencanaan atau persiapan penulis dalam menulis dan mencakup beberapa langkah

kegiatan yaitu menentukan topik, membatasi topik, menentukan tujuan, menentukan

bahan, dan menyusun cerita.

a.Tahap Pemilihan dan Pembatasan Topik

Untuk menciptakan tulisan yang koheren dan kohesif, semua penulis harus

terlebih dahulu melalui tiga tahapan menulis yaitu, pra penulisan, penulisan dan

pasca penulisan. Sebelum mulai menulis cerita dongeng tugas seorang penulis adalah

menentukan topik dari permasalahan. Pemilihan tema adalah langkah awal yang

dilakukan penulis dalam pra penulisan. Tema adalah pokok pikiran pengarang yang

merupakan patok uraian dalam suatu tulisan. Untuk penulis pemula sebaiknya,

mencari tema yang paling di kuasai agar nantinya dalam proses penulisannya dapat

dengan mudah mengembangkan tulisannya. Topik untuk sebuah cerita dapat dicari

disekeliling lingkungan penulis. Hal ini karena topik dari sebuah harus merupakan

suatu fakta dan fenomena yang ada dalam kehidupan masyarakat serta membutuhkan

suatu penyelesaian. Dalam hal ini, Keraf (1994:111) mengemukakan bahwa syarat-

syarat yang harus dimiliki oleh sebuah topik adalah, 1) topik harus menarik, 2) topik

tidak terlalu luas, 3) topik harus dikuasai penulis.

1) Topik Harus Menarik

Topik yang dipilih penulis dalam menulis cerita dongeng harus menarik.

Artinya, setiap topik yang dipilih harus mempunyai daya tarik penulis. Daya tarik

10

penulis terhadap topik yang dipilih sangat menentukan keberlangsungan penulisan

dongeng yang akan ditulis. Apabila penulis cerita dongeng mempunyai daya tarik

terhadap topik yang yang diberikan oleh pengajar, akan memberi motivasi kepada

penulis dalam menentukan tahap selanjutnya. Selain itu, penulis juga dapat

melakukan berbagai usaha agar cerita dongeng yang ditulis membuahkan hasil yang

menarik. Efek lain yang timbul dari ketertarikan penulis terhadap cerita yang ditulis

adalah penulis mau membaca buku-buku atau media tulis lainnya yang berhubungan

dengan topik yang yang diberikan oleh pengajar.

Akan tatapi, jika topik yang diberikan oleh pengajar tidak punya daya pikat

penulis, maka cerita dongeng yang dibuat akan sia-sia dan isinya pun tidak menarik

untuk dibaca. Cerita dongeng yang telah dibuat dengan topik yang tidak menarik

akan membuat penulis merasa bosan. Apalagi setiap cerita ditulis pada dasarnya

selalu ditampilkan atau didiskkusikan. Jadi, jika topik yang diberikan tidak menarik

maka, masalah yang dianggap penting oleh pengajar tidak akan berlaku bagi penulis.

Keraf (1994:111) mengemukakan ³topik yang menarik perhatian penulis

akan berusaha secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah

yang dihadapinya. Penulis akan didorong secara terus menerus agar dapat

menjelaskan itu sebaik-baiknya. Sebaliknya suatu topik yang sama sekali tidak

disenangi malahan akan menimbulkan kekesalan bila terdapat hambatan-hambatan.

Penulis tidak akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan data dan fakta untuk

memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi penulis´.

11

2) Topik Tidak Terlalu Luas

Memilih topik untuk sebuah cerita sangat sukar dilakukan oleh seorang

penulis, terutama penulis pemula. Hal ini disebabkan keringnya pengetahuan yang

dimiliki oleh seorang penulis terhadap penulisan cerita. Pemilihan topik yang

diberikan oleh pengajar untuk penulis pemula jangan terlalu luas. Karena dengan

topik yang luas mereka beranggapan akan membuat cerita yang ditulis akan

berantakan, karena ketika penulis dihadapkan pada pembahasan mengenai topik yang

dipih akan muncul kesulitan. Kesulitan yang dihadapi adalah pada saat penulis

memulai menulis cerita dengan topik yang telah diberikan oleh pengajar. Biasanya

penulis seperti ini tidak apa, dimana, kapan sebenarnya harus dimulai penulisan

tersebut. Namun, intinya setiap penulis yakin pada topik yang telah dipilih itu sempit.

Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan adalah pembatasan topik yang telah dipilih

jangan terlalu luas.

Cara-cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan.

Pertama, tempatkan tempat yang ingin dibatasi dalam satu kedudukan yang tepat.

Selanjutnya, ajukan pertanyaan-pertanyaan secara terperinci terhadap kedudukan

topik tersebut kepada penulis.

3) Topik Harus Dikuasai Penulis

Dalam menulis cerita dongeng setiap topik yang diberikan oleh pengajar,

hendaknya harus dikuasai penulis. Artinya, penulis mengetahui dan menguasai topik

yang telah diberikan. Selain itu, masalah yang ada dalam topik juga harus diketahui

penulis minimal 30 % dari masalah yang ada. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa topik yang diberikan harus dekat dengan seorang penulis cerita. Apabila topik

12

yang telah dipilih betuk-betul telah dikuasai penulis, maka penulisan cerita dan hasil

ceritanya pun dapat dinikmati oleh pembaca dengan mudah.

b. Perumusan Judul Cerita dongeng

Dalam hal ini, Sabarti Alhadiah, dkk. (1991:47) mengemukakan syarat-syarat

yang harus diperhatikan dalam menulis cerita dongeng, perumusan judul adalah

sesuai dengan topik, singkat, bentuk frasa, dan lugas. Setiap perumusan judul cerita

harus diupayakan sesingkat mungkin. Yang perlu diperhatikan adalah pilihlah bentuk

yang pendek dari kemungkinan yang ada dalam topik. Selain itu, yang harus

dihindari kata-kata yang tidak berfungsi dalam judul. Bentuk kata tersebut dapat

berupa bentuk-bentuk kata-kata yang mengandung pleonastis (kata-kata yang

berlebihan).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->