P. 1
PROBLEMATIKA REMAJA

PROBLEMATIKA REMAJA

|Views: 1,602|Likes:
Published by Niar Nurul Arifin

More info:

Published by: Niar Nurul Arifin on Aug 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

\PROBLEMATIKA REMAJA

Masa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa – masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. Walaupun saat ini masih terdapat beragam interpretasi tentang definisi remaja, seperti definisi menurut BKKBN bahwa seseorang dikatakan remaja yaitu antara usia 14-20 tahun,. namun setidaknya kita dapat melihat standarisasi seseorang dikatakan remaja, diantaranya ditandai dengan perkembangan, baik fisik, psikologis, dan sosial. Perkembangan secara fisik ditandai dengan makin matangnya organ-organ tubuh termasuk organ reproduksi. Secara sosial perkembangan ini ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan dengan orang tuanya, sehingga remaja biasanya akan semakin mengenal komunitas luar dengan jalan interaksi sosial yang dilakukannya di sekolah, pergaulan dengan sebaya maupun masyarakat luas. Pada masa ini pula, ketertarikan dengan lawan jenis juga mulai muncul dan berkembang. Rasa ketertarikan pada remaja lalu dimunculkan dalam bentuk (misalnya) berpacaran di antara mereka. Berpacaran berarti upaya untuk mencari seorang teman dekat dan di dalamnya terdapat hubungan mengkomunikasikan kepada pasangan, membangun kedekatan emosi, dan proses pendewasaan kepribadian. Kemudian berpacaran biasanya dimulai dengan membuat janji, datang lalu bikin komitment tertentu dan bila di antara remaja ada kecocokan, maka akan dilanjutkan dengan berpacaran Disinilah mulai muncul problematika yang dihadapi remaja, diantaranya soal jati diri remaja itu sendiri. Proses pencarian inilah yang terkadang dimanfaatkan oleh para kapitalisme dengan menyajikan tontonan atau budaya yang bukan membantu remaja dalam upaya menemukan jati diri remaja akan tetapi justru malah sebaliknya, mereka para kaum kapitalis menjerumuskan remaja kedalam hal negatif karena orientasi mereka adalah keuntungan materi. Fakta ini bisa dilihat dari berbagai penelitian, disana banyak sekali temuan – temuan yang membuat kita semua cukup prihatin. Seperti yang akan penulis kutip dari hasil penelitian beberapa lembaga terkait soal remaja. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Baseline Survei Lentera-Sahaja PKBI Yogyakarta memperlihatkan, perilaku seksual remaja mencakup kegiatan mulai dari berpegangan tangan, barpelukan, berciuman, necking, petting, hubungan seksual, sampai dengan hubungan seksual dengan banyak orang. Dari berbagai penelitian menunjukkan, perilaku seksual pada remaja ini mempunyai korelasi dengan sikap remaja terhadap seksualitas. Penelitian Sahabat Remaja tentang perilaku seksual di empat kota menunjukkan, 3,6 persen remaja di Kota Medan; 8,5 persen remaja di Kota Yogyakarta, 3,4 persen remaja di Kota Surabaya, serta 31,1 persen remaja di Kota Kupang telah terlibat hubungan seks secara aktif. Penelitian yang pernah dilakukan Pusat Penelitian Kependudukan UGM menemukan, 33,5 responden laki-laki di Kota Bali pernah berhubungan seks, sedangkan di desa Bali sebanyak 123,6 persen laki-laki. Di Yogyakarta kota sebanyak 15,5 persen sedangkan di desa sebanyak 0,5 persen.

Cukup mengaggetkan memang, tapi itulah fakta yang ada. Itu baru penelitian di daerah yang selama ini kenal kota pelajar yang notebene secara akal harusnya lebih terkendali tapi justru malah sebaliknya. Selain itu, perkembangan zaman juga akan mempengaruhi perilaku seksual dalam berpacaran para remaja.. Hal ini, misalnya, dapat dilihat bahwa hal-hal yang-ditabukan remaja pada beberapa tahun lalu seperti berciuman dan bercumbu, kini sudah dibenarkan remaja. Bahkan ada sebagian kecil dari mereka setuju dengan free . Perubahan terhadap nilai ini, misalnya, terjadi dengan pandangan remaja terhadap hubungan seks sebelum menikah. Dua puluh tahun lalu hanya 1,2 persen, 9,6 persen setuju hubungan seks sebelum menikah. Sepuluh-tahun kemudian angka itu naik menjadi di atas 10 persen. Lima tahun kemudian angka ini naik menjadi 17 persen setuju. Bahkan ada remaja sebanyak 12,2 persen yang setuju free .

Sementara itu kasus-kasus kehamilan yang tidak dikehendaki sebagai akibat perilaku seksual di kalangan remaja juga mulai meningkat dari tahun ke tahun. Meski sulit diketahui pasti, di Indonesia angka kehamilan sebelum menikah, tetapi dari berbagai penelitian tentang perilaku seksual remaja, menyatakan tentang besarnya angka kehamilan remaja. Catatan konseling remaja menunjukkan, kasus kehamilan yang tidak dikehendaki pada tahun 1998/1999 tercatat sebesar 113 kasus. Beberapa hal ini menarik berkaitan dengan catatan itu misalnya hubungan seks pertama kali biasanya dilakukan dengan pacar (71 persen), teman biasa (3,5 persen), suami (3,5 persen); inisiatif hubungan seks dengan pasangan (39,8 persen), klien (9,7 persen), keduanya (11,5 persen); keputusan melakukan hubungan seks: tidak direncanakan (45 persen), direncanakan (20,4 persen) dan tempat yang biasa digunakan untuk melakukan hubungan seks adalah rumah (25,7 persen) hotel (13,3 persen). Konsekuensi dari kehamilan remaja ini adalah pernikahan remaja dan pengguguran kandungan. Hasil penelitian PKBI beberapa waktu lalu menunjukkan, di Medan, Jakarta Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Manado, angka kehamilan sebelum nikah pada remaja dan yang mencari pertolongan untuk digugurkan meningkat dari tahun ke tahun. Sebuah perkiraan yang dibuat sebuah harian menunjukkan, setiap tahun satu juta perempuan Indonesia melakukan pengguguran besarnya angka kehamilan remaja. dan 50 persen berstatus belum menikah serta 10-15 persen di antaranya remaja. Upaya pendampingan dari orangtua dan lembaga yang peduli kepada remaja adalah sebuah hal yang mesti dilakukan, dan tentu saja pendampingan yang bersahabat, dan berpihak kepada remaja itu sendiri. Itu baru kita lihat dari sisi problematika biologisnya, belum lagi soal kebimbangan menentukan arah hidup remaja itu sendiri. Setidaknya data dan fakta di atas menjadi bahan perenungan kita bersama, bahwa ternyata persoalan remaja ini tidak bisa dianggap enteng, tapi harus mendapatkan perhatian serius baik oleh pemerintah, para orang tua dan lembaga yang peduli akan remaja. Belum lagi kalau kita bicara soal remaja yang terkena Narkoba, seperti data yang penulis ambil dari Badan Narkotika Nasional, pada tahun 1999 – 2003 jumlah tersangka kasus narkoba yang berusia 16 – 19 tahun mencapai 2.186 kasus, usia 21 – 24 mencapai 6.845 kasus. Lalu bagaimana dengan remaja Banten...? itulah yang akan menjadi kajian kami di

Lembaga Swadaya Masyarakat BeST Institut sebagai sebuah lembaga yang peduli akan masa depan remaja di Banten dan Indonesia pada umumnya. Berbagai macam latar dan alasan yang sering diungkapkan oleh para remaja kenapa mereka terjerumus kedalam free dan narkoba atau tindakan negatif lainnya, adalah Broken Home, pergaulan dan pengaruh media. Ketiga faktor itulah yang n menjadi alasan mereka. Disinilah pentingnya para orang tua untuk menciptakan nuansa keluarga yang penuh kasih sayang dan penuh perhatian kepada anak – anak mereka, sering banyak ditemukan orang tua yang menganggap bahwa anak – anak mereka adalah hasil cipta mereka atau milik mereka, sehingga mereka berhak untuk memperlakukan si anak sesuka hatinya, ini pandangan yang keliru. Anak adalah amanah dari Tuhan yang harus kita bertanggung jawabkan kepada sang pemilik yaitu Allah SWT, dan anak juga memiliki hak. Inilah yang menyebabkan si anak menjadi korban dari para orang tua yang tidak bertanggung jawab. Faktor pergaulan ini juga sangat rentan, sebagaimana perubahan remaja, bahwa ketika seorang anak sudah menginjak usia remaja, maka waktunya akan lebih banyak digunakan untuk berinteraksi dengan orang luar. Kalau kita rentet sirkulasi kehidupan remaja dalam kesehariannya. Katakanlah mereka bangun tidur jam 4 pagi, selesai bangun shalat dan belajar, jam 6.30 mereka sudah berangkat ke sekolah, selesai sekolah jam 2 siang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan eskul belum lagi kalau mengikuti kursus. Berapa jam waktu mereka untuk kumpul dengan keluarga..? sangat terbatas bukan. Pergaulan ini tidak akan biasa saja manakala mereka menemukan komunitas pergaulan yang dapat menunjang pengembangan diri mereka kehal yang positif, namun akan berbahaya tatkala mereka menemukan komunitas hura – hura dan tongkrongan yang negatif. Efeknya adalah pada prestasi mereka dan pola hidup yang mereka jalani.Bahkan Marisa Haque pernah mengatakan dalam acara dialog di salah satu TV Swasta, bahwa pengaruh lingkungan itu 70% mempengaruhi kepribadian dan tingkah laku seseorang. Luar biasa memang pengaruh lingkungan, maka dari itu sudah semestinya kita harus mampu mengontrol dan memberikan arahan kepada para remaja untuk memilih lingkungan yang baik dan dapat menunjang prestasinya. Media juga memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter masyarakat kita, terutama kalangan remaja yang masih ”plin plan” dalam kepribadian. Tayangan TV yang hedonis, individualis dan materialis telah sedemikian kuatnya masuk kedalam kepribadian remaja kita, sehingga sering kita temukan remaja kita yang mengikuti dari idola mereka yang mereka lihat di TV, baik itu melalui film sinteron, iklan ataupun tayang tv lainnya yang menurut mereka cocok dengan mereka. Ini tidak akan menjadi sebuah persoalan manakala yang menjadi idola mereka adalah orang – orang yang memang layak untuk dijadikan idola, tapi fkata di lapangan tidaklah demikian, karena biasanya yang dijadikan idolah mereka adalah pada bentuk fisik, seperti cantik, ganteng, maco dan lain sebagainya, bukan kepada sikap dan kepribadiannya. Ini juga menjadi masalah serius remaja kita, artinya kalau kemudian tayangan tv yang negatif menjadi karakter para remaja kita, maka kita tinggal menunggu masa depan bangsa ini diambang kehancuran terutama pada sisi moralitasnya, dan ini berbahaya untuk keberlangsungan kemajuan bangsa Indonesia.

Melihat data dan fakta di atas setidaknya ada beberapa hal yang mesti kita lakukan baik itu para orang tua, pemerintah dan lembaga yang peduli akan nasib remaja kita. Pertama, Hendaknya kita senantiasa melindungi mereka dengan cara memberikan perhatian yang tulus dan ikhlas tanpa harus bersikap keras dan kasar. Diharapkan dari perlindungan seperti ini mereka akan merasa tidak sendiri akan tetapi justru mereka akan merasa ada tempat curhat mereka yaitu diri kita, diri kita yang penulis maksud adalah para orang tua dan segenap keluarga, baik kakak, adik dan lain sebaginya ataupun insititusi, dan ini sangat bermanfaat terutama dalam membentuk kepribadian remaja. Kedua, berikan pembekalan spiritual untuk mereka melalui kegiatan – kegiatan keagamaan yang metode dan polanya tidak membosankan, kenapa penulis katakan demikian, karena ternyata remaja lebih suka sesuatu yang sifatnya bersenang – senang, nah disini kita para juru spiritual dituntut untuk kreatif dalam mengemas acara – acara keagamaan sehingga para remaja tidak merasa digurui dan tidak boring. Hal ini akan menimbulkan kesukaan remaja untuk konsisten mengikuti acara tersebut, dari pembekalan nilai spiritual inilah mereka akan menjadi remaja yang memiliki imun atau kekebalan dalam menghadapi pengaruh – pengaruh yang negatif. Akhirnya penulis mengajak kepada seluruh elemen untuk perhatian pada persoalan remaja sehingga masa depan mereka dan masa depan bangsa Indonesia akan lebih baik, amin. Wallahu alam.

Problematika remaja
Author: yahdillah

Masa remaja adalah fase perkembangan yang cukup penting. Remaja merupakan tahap perkembangan yang dilematis, dikalangan orang dewasa mereka belum diterima sedangkan disisi lain mereka juga sudah tidak mau dikatakan sebagai anak anak lagi. masa remaja sering disebut masa yang labil penuh dengan gejolak kejiwaan dan problematika. menurut para ahli remaja adalah masa :
• • • • • •

masa mencari hidup seksual yang mempunyai bentuk yang definitif. masa remaja sebagai masa kebutuhansaling mengisi. masa remaja sebagai masa pertumbuhan dengan perubahan struktur fisik dan kejiwaan yang fundamental. masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu. masa storm and drang (badai dan topan) masa pencarian jati diri

Para ahli sependapat bahwa masa remaja berlangsung sejak usia 11 tahun sampai dengan 20 th. Pada masa ini terdapat perbedaan yang signifikan yaitu: remaja awal (1115 th); dan remaja akhir (16 -20 th).

Masa remaja sering ditandai dengan perubahan, fisik dan psikologis, perubahan ini menimbulkan problema tertentu bagi remaja maupun lingkungan sekitarnya. Biasanya remaja akan bertanya tanya tentang perubahan yang terjadi pada dirinya sehinga mereka dapat menyadari possisi dalam keluarga maupun masyarakat tetapi banyak juga remaja yang tidak begitu mempedulikan perubahan yang terjadi pada diri mereka sehinga seringkali menimbulkan berbagai problematika.. diantara problematika yang timbul pada masa remaja yaitu : Problema yang disebabkan oleh perubahan fisik dan motorik. Pada masa remaja pertumbuhan fisik sangat cepat. perkembangan fisik yang tidak proporsional dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual. Problema berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa. Pada masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di sekolah, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang optimal. Begitu juga masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan kepribadian lainnya. Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan. Masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi dengan orang tua dan dewasa lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan

pada masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin hubungan khusus dengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual. Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya. Problema berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional. Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya. Selain yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua pihak. Upaya untuk memfasilitasi perkembangan remaja menjadi amat penting. Dalam hal ini, peranan orang tua, sekolah, serta  Filed under: Uncategorized

• •

RSS feed for comments on this post TrackBack URI

2 Responses for "Problematika remaja"
1.

abu sulwi July 9th, 2009 at 10:04 pm 1
remaja adalah tulangpunggung bangsa,siapa yang paling bertanggungjawab terhadap perkembangannya ? bung karno pernah berkata ” beri aku 7 pemuda akan aku guncang dunia….” sekarang indonesia menjadi gudangnya pemuda tapi apa yang sudah bisa mereka lakukan ? sadarkah kita semua bahwa setiap generasi hidup dizaman mereka sendiri ?

apa yang terjadi bila angkatan generasi tlah ternodai dengan hal hal yang kurang bermanfaat ? wahai jiwa yang tenang bangkitlah…bangunlah….sesungguhnya ada bahaya yang teramat besar…. lebih besar daripada sunami dan gempa bumi,bahaya narkoba tlah merambah kepelosok desa. selamatkan generasi bangsa ini…..!!! darah para pahwawan masih tercium nyair…..jangan biarkan pengorbanan mereka sia sia begitu saja hanya karena kita terlena dalam mengisi kemerdekaan, sesungguhnya dibalik kenyamanan kita ada banyak hal yang harus diperhatikan, ….

Problematika Remaja Islam
Wednesday, 27. August 2008, 08:03:50 Pendahuluan Segala puji hanyalah milik Allah tidak ada serikat bagi-Nya, kepada-Nyalah kita beribadah dan hanya kepada-Nya pula kita memohon pertolongan. Solawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad bin ‘Abdullah, para sahabat dan orangorang yang senaniasa mengikuti jejaknya hingga hari kiamat. Allah swt menciptakan makhluknya tidak lain untuk mengabdi dan beribadah hanya kepada-Nya. Perkembangan tehnologi yang semakin cepat dan tepat menjadikan semakin besar tantangan yang harus dihadapi oleh generasi muda yang ingin mempertahankan idiologinya. Generasi harapan islam ini —dekade 2004— banyak yang digiring kepada nilai-nilai materialis sehingga sebagian mereka menjadikan uang adalah segala-galanya dan hal ini pula diantara faktor intern yang menghambat regenerasi ummat islam yang handal. Allah swt berfirman, Artinya, “biarkanlah mereka (di dunia) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan, maka kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka”. Maka seyogyanya mereka yang mengetahui akan hal di atas untuk menahan diri dari mengikuti mereka yang akan membawa kepada kesengsaran dan menjadikan masa mudanya sibuk untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus. Allahu A’lam Sekilas Fiqih Remaja Tentang Baligh Secara bahasa balig artinya matang , jadi orang yang baligh adalah orang yang telah sampai pada usia kematangan. Dan menurut disiplin ilmu usul fiqh adalah kelayakan seseorang untuk mendapatkan hak dan kewajiban-kewajiban yang Allah dan rasul-Nya tetapkan.

Di antara ciri-ciri seorang itu telah balig atau dikatakan dewasa adalah: 1. Seorang anak telah mimpi basah (bagi laki-laki) dan haid (bagi wanita). 2. Jika ia telah berumur 15 tahun, imam asy Syafi’I mengatakan, jika seseorang telah bermimpi atau berusia 15 tahun, maka ia dihukumi seorang yang telah balig. 3. Jika telah tumbuh rambut. Allah swt membebankan kepada hambanya untuk melaksanakan perintah yang Ia turunkan kepada Nabi-Nya tentunya sesuai dengan kemampuan masing-masing, ‫ل يكلف ال نفسا إل وسعها‬ َ َ ْ ُ ّ ِ ً ْ َ ُ ُ َّ ُ َ “Allah swt tidaklah membebankan kepada jiwa melainkan sesuai dengan kemampuannya” Maka sejak seseorang balig, seluruh apa yang ia perbuat masuk dalam catatan (apakah termasuk dosa atau kebaikan) ketika itu ia dibebani untuk melaksanakan perintah dan menjauhi seluruh larangan yang bersumber dari al qur’an atau dari sunnah nabawiyah. Rasulullah saw bersabda, diriwayatkan dari Kholid dari Abu Dhuha. َ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ِ َ َ َ َِ ْ َ ّ َ ّ ِ ّ ‫َ ِ َ ْ ََ ُ َ ْ َ َ َ ٍ َ ِ ّ ِ ِ َّ َ ْ َ ْ ِ َ َ َن‬ ‫رفع القلم عن ثلثة عن النائم حتى يستيقظ وع ِ الصبي حتى يحتلم وعن المجنون حتى يعقل‬ Artinya, “pena itu terangkat (tebebbas dari dosa) dari tiga golongan, seorang yang tidur hingga ia sadarkan diri, serang anak hingga ia berusia balig dan dari sigila hingga ia waras”. Pergaulan Bebas Sesungguhnya islam beserta ketentuan hukumnya telah sempurna, itulah bukti kasih sayang Allah swt kepada hamba-hambanya, seandainya dunia dan seisinya tidak ada aturan dan hukum ……terlebih manusia, niscaya mereka akan terjerumus dalam lembah hewani. Islam itu ibarat pagar yang memagari para pemeluknya agar tidak terpeosok dalam jurang kehinaan. Dan Allah swt telah memudahkan al qur’an untuk dipelajari hingga Allah menyebutkan empat kali dalam kitab-Nya pada satu surat yang sama, ٍ ِ ّ ّ ِ َ َ ِ ْ ّ ِ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ّ َ ْ َ ََ ‫ولقد يسرنا القرءان للذكر فهلْ من مدكر‬ Artinya, “dan sungguh telah Kami jadikan al qur’an itu mudah untuk dipelajari, maka adakah yang mau mengambil pelajaran”. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kami (Allah) telah memudahkan makna alqur’an ini bagi siapa saja yang mau mempelajarinya dan mudah untuk dibaca. Bahkan Ibnu abbas —radhiallahu anhu— mengatakan, seandainya Allah swt tidak memudahkan bagi lisan anak adam (untuk membacanya), tidak ada seorangpun dari makhluk-Nya yang mampu mengucapkan kalamullah. Hanya saja siapakah yang memiliki keinginan untuk mempelajarinya. Contoh Pergaulan Bebas 1. Mengikuti mode Abu Al ghifari mengatakan, menurut kamus besar Indonesia mode berarti ragam, cara, bentuk yang baru pada suatu waktu, corak, hiasan dan sebagainya. Umumnya mode dikaitkan dengan pakaian atau potongan rambut, namun perkembangan selanjutnya mode banyak mengarah kepada perilaku. Mode itu sendiri bersifat temporer, suatu mode akan hilang dengan sendirinya seiring dengan munculnya mode baru, maka remaja yang tidak memiliki tolak ukur dalam norma-norma kehidupan, ia akan mengikuti terus kemana mode itu berkembang meskipun harus masuk dalam mulut buaya.

Rasulullah saw bersabda, Artinya, “sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan para pendahulu kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga walaupun mereka masuk dalam lubang biawak pun kalian akan mengikutinya, lalu para sahabat bertanya: apakah mereka itu yahudi dan nasrani ? rasulullah menjawab: jika bukan mereka siapa lagi ? Demikianlah keadaan ummat ini jika meninggalkan para pendahulunya. 2. Pacaran Menurut kamus besar bahasa indonesia (edisi ketiga 2002), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap, yang memiliki hubungan berdasarkan cinta kasih, berpacaran adalah bercintaan dan brkasih-kasihan, memacari adalah mengencani menjadikan ia sebagai pacar. Kata pacar sendiri berasal dari nama sejenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemai kembali, tanaman ini tidak memiliki nilai ekonomis (murahan) sehingga tidak dijualbelikan. Hal ini mengisyaratkan bahwa pacaran bukan dari islam dan termasuk perilaku yang tidak bernilai, jika suatu waktu ia telah puas maka ia akan dengan mudahnya beralih kepada pacarnya yang baru dan terjadilah apa yang dikatakan putus cinta. Allahu A’lam Benarkah Cinta Problem Remaja ? Ketika kita mendengar kata cinta, mungkin secara langsung teringat hal-hal yang indah (bagi yang belum dikecewakan) sedih atau trauma (bagi yang menjadi korban cinta). Ungkapan ini, sekilas dapat dibenarkan namun juga bisa disalahkan. Kepada remaja ABG, cinta itu tidaklah buta karena tidak bermata dan tidak tuli karena tidak bertelinga, pada dasarnya cinta itu pasif dan akan aktif sesuai dengan cara manusia mengaktifkannya. Jika cinta itu hinggap di mata manusia tidak beriman ia akan merubah mata menjadi mata keranjang, jika cinta itu hinggap di hati orang-orang yang bersahabat dengan syetan ia akan menjelma menjadi birahi dan menjadilah ia budak nafsu. Imam Ibnul Qoyyim berkata, pangkal (mabda’) dari seluruh aktivitas dan gerakan manusia adalah cinta (mahabbah) dan keinginan (irodah). Cintalah yang mendorong dan mengarahkan manusia untuk memilih jenis amal perbuatannya. Cinta adalah cinta, cinta tidak bisa didifinisikan, karena semakin didifinisikan maka akan semakin jauh dari makna yang sebenarnya, karena yang menjadi pembicaraan palingpaling seputar sebab-sebab, konsekwensi, tanda-tanda, buahnya atau pengaruhnya dalam kehidupan manusia. Hanya yang merasakannya saja yang tahu apa hakekat cinta itu tapi susah untuk di ungkapkan, maka amat tepatlah perkataan seorang penyair : ‫ليعرفها إ ّمن ذاقها‬ َ َ َ ْ َ ‫َ َ ْ ِ ُ َ ِل‬ "Tidak ada yang mengetahuinya kecuali bagi yang telah merasakannya". Cinta tidak selalu memberikan manfaat bagi manusia, adakalanya cinta malah menjeremuskan manusia pada lubang kehinaan dan kenistaan bahkan dia tidak bisa merasakan hakekat kenikmatan dari cinta tersebut dalam hidupnya, malah menyebabkan pecinta terperosok dalam kesengsaraan dan penderitaan yang tidak berkesudahan karena cintanya hanya didasari hal-hal yang semu lagi fana dan dibangun diatas kedustaan itulah cinta palsu. Cinta yang sejati adalah cinta yang terpuji dan bermanfaat. Ia akan membawa pecinta kepada hakekat kenikmatan yang sebenarnya dan memberikan manfaat bagi pecinta di dunia dan akherat.

Cinta adalah sesuatu yang fitri dalam hati manusia, ia merupakan santapan hati dan kesenangan jiwa. Dengan materi-materi yang terkandung didalamnya cinta akan memberikan bagi pelakunya: gairah hidup, kelembutan, kasih sayang, kedekatan hati, kebahagiaan, suka cita, kesedihan, kesusahan, rindu, kehilangan, menangis, tertawa, dan lain-lain yang serupa dan inilah yang menjadikan hidup manusia menjadi lebih hidup. Atas nama cinta, yang susah menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, lama menjadi cepat, jauh menjadi dekat, jelek menjadi indah, dan yang cela menjadi baik. Bahkan dengan sepenuh hati ia akan menyerahkan diri kepada yang di cintai sampai tidak menyisakan untuk dirinya sendiri : ‫) حبك الشيئ يعمي و يصم ) رواه أبو داود و أحمد‬ ّ ِ ُ َ ِ ْ ُ ِ ْ ّ َ ٌُ Artinya: “Cintamu kepada sesuatu akan membuatmu buta dan tuli”. Cinta itu terbagi menjadi dua, Pertama, cinta yang terikat yang meliputi: 1. Cinta yang menjadi tabiat manusia seperti seorang lapar menyukai akan makanan. 2. Cinta kasih sayang seperti kecintaan ayah kepada anaknya suami kepada istrinya 3. Cinta karena sebuah pergaulan (ramah tamah dan kegembiraan) Kedua, cinta yang bersifat khusus yang hanya diperuntukkan kepada Allah swt. Inilah yang terdapat dalam firman-Nya, ِ ُّ ّ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ّ ُ َ ْ ُ َ ّ ِ ُ ً َ َ ِ ِ ُ ِ ُ ِ ّ َ َ ِ ّ َ ِ َ ‫ومن الناس من يتخذ من دون ال أندادا يحبونهم كحب ال والذين ءامنوا أشد حبا ل‬ Artinya, “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orangorang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah”. Tanda-Tanda Munculnya Cinta 1. Menghunjamkan pandangan mata. 2. Malu-malu jika orang yang dicintai memandangnya. 3. Banyak mengingat orang yang di cintai, membicarakan dan menyebut namanya. 4. Tunduk kepada perintah orang yang dicintai dan mendahulukannya daripada kepentingan diri sendiri. 5. Orang yang mencintai bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai. 6. Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya. 7. Segera menghampiri yang dicintai. 8. Mencintai apapun yang dicintai kekasih. 9. Mencintai tempat dan rumah kekasih. 10. Jalan yang dilalui terasa pendek sekalipun panjang saat mengunjungi orang yang dicintai. 11. Salah tingkah jika dikunjungi atau mengunjungi orang yang dicintai. 12. Kaget dan gemetar tatkala berhadapan dengan yang dicintai atau ketika namanya disebut. 13. Cemburu kepada yang dicintai. 14. Berkorban untuk mendapatkan keridhoan yang dicintai. 15. Menyenangi apapun yang menyenangkan yang dicintai. 16. Suka menyendiri. 17. Tunduk dan patuh kepada yang dicintai. 18. Helaan napas yang panjang dan lebih kerap entah karena susah, sedih atau gembira. 19. Menghindari hal-hal yang meregangkan hubungan dengan yang dicintai dan membuatnya marah.

20. Adanya kecocokan antara yang mencintai dan yang dicintai. Idola Remaja Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‫لقد كان لكم في رسول ال أسوة حسنة لمن كان يرجوا ال واليوم الخر وذكر ال كثيرا‬ ً َِ َ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ ْ َْ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ّ ٌ ََ َ ٌَ ْ ُ ِ ِ ُ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ َ ّ Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: Dari Anas bin Malik: ْ ِ ُ َْْ َ َ َ َ ‫أن رجل سأل النبي صلى ال عليه و سلم :" متى الساعة يا رسول ال ؟ قال :" ما أعددت لها ؟" قال :" ما أعددت من‬ َ َ َ َْْ َ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َُ ّ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ َ ّ َ ََ ً ُ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ُ َْ ُ َ َ َ ّ ِ ُ ّ ِ ََ ٍ َ َ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ٍ َ َ ِ ْ ِ َ ‫"كثير صلة ول صوم ول صدقة ولكني أحب ال ورسوله" قال :" أنت مع من أحببت‬ “Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rosulullah, kapankah hari kiamat itu ya Rosululah? Rosulullah bertanya kepada orang tersebut: “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya? “Lelaki itu menjawab: Aku tidak mempersiapkan untuknya dengan banyak sholat, puasa dan tidak pula banyak shadaqah. Tetapi aku mencintai Allah dan Rosul-Nya. Maka beliau bersabda: “Kamu akan dibangkitkan bersama siapa yang kamu cintai”. Idola seseorang bisa dikatakan sebagai cermin pribadi seseorang, jika ia mengidolakan seorang yang soleh, maka orang akan mengatakan ia juga soleh begitu pula sebaliknya. Rasulullah saw bersabda, ْ ِ َ ُ ْ َ ْ ُ ُ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ِ ِْ َِ ِ ْ ِ ََ ُ ْ َ ْ ‫المرؤ على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل‬ Artinya, “pribadi seseorang sesuai dengan din kekasihnya, maka lihatlah dengan siapa kamu berkawan” Seorang penyair berkata, َ ْ َ ْ َ َ َ ُ ْ َُ ْ ّ َ ُ ْ َ ْ ِ ْ ُ ‫قل لي من تصحب أقول لك من أنت‬ Artinya, “katakan kepadaku siapa kawanmu, saya kan katakan siapa dirimu”. Cinta Kepada Allah Ibnul Qayyim menyebutkan ada sepuluh perkara yang akan menghantarkan manusia untuk meraih kecintaan Allah. Yaitu : 1. Membaca dan mentadaburi Al Qur`an. 2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunnah. 3. Berdzikir kepadaNya dengan hati, lisan dan amal perbuatan. 4. Mendahulukan kecintaan kepadaNya daripada kecintaan diri sendiri walaupun berat tantangannya. 5. Mentadaburi asma` dan sifat Nya. 6. Merenungi kebaikan dan anugerah Allah yang di berikan kepada kita. 7. Bersimpuh total di hadapan Nya. 8. Bermunajat (menyendiri) dengan Nya di sepertiga malam yang terakhir. 9. Duduk bersama orang-orang sholih, berbicara dan beramal yang bermanfaat. 10. Menjauhi semua hal yang menjauhkan hati dengan Nya. Selanjutnya jika hati telah tertambat pada si pujaan hati… malam terkenang, makan tak sedap tidur pun tak nyenyak adakah solusi dari semua itu ??? Imam Ibnu Jauzy Al Baghdady berkata: “Ketika nafsu seseorang memuncak maka alangkah baiknya ia melaksanakan beberapa hal:

1. Menjauhi hal-hal yang membangkitkan nafsu hewani. 2. Shiyam. 3. Nikah. Penutup Perlu kita fahami bahwa cinta yang di ridhoi Allah swt adalah cintanya seorang terhadap apa yang dicintai Allah swt, itulah cinta yang sejati yang tidak akan pernah mengundang kepada kemaksiatan dan kerusakan, Allah swt berfirman, ‫قل إن كنتم تحبون ال فاتبعوني يحببكم ال ويغفر لكم ذنوبكم وال غفور رحيم }13{ قل أطيعوا ال والرسول فإن‬ َِ َ ُ ّ َ َ ُ ِ َْ ُ ُ ِ ّ ُ ُ َ ُ َ ْ ُ َ ُُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ُ ُ ُ ْ ِ ْ ُ ِ ُ ِ ّ َ َ َ ِّ ُ ْ ُ ُ ِ ْ ُ َ ِ ِ َ ْ ّ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ْ َّ َ ‫تولوا فإن ال ل يحب الكافرين‬ Artinya, “Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. Abu Darda’ berkata: “maksud mengikuti rasul dalam ayat ini adalah ikut di atas kebajikan, taqwa, tawadhu’, dan rendah hati di antara kaum muslimin secara teori dan praktek. Dan cinta kepada Allah akan membuahkan hasil dan pengaruh dalam ibadah, rasulullah saw bersabda, َ ِ ٌ ِ ُ ٌِ ُ َ ُ ْ َ ٌ ِ ّ ْ َ َ َ ُ َ ِ ٌ ِ ِ ْ َِ ّ َ َ ُ ُْ ُ َ َ ُ َ ْ ُ ّ ْ َ ِ َ ْ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ ْ ِ ٌ ُ ْ َ ٌ َ َ ‫ثلث من كن فيه وجد حلوة اليمان أن يكون ال و رسوله أحب إليه مما سواهما و أن يحب المرء ل يحبه إلِل و‬ ً ِ ٌ ِ َ َ ْ ّ ْ َ َُ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ ّ ْ َ ُُ ُْ ّ ْ َ ‫أن يكفره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار‬ َ Artinya, “Tiga hal, jika terdapat pada diri seseorang, maka ia akan merasakan manisnya iman ; hendaknya Allah dan Rasul Nya lebih dicintai dari selain keduanya. Mencintai orang lain semata-mata karena Allah dan benci kembali kepada kekufuran seperti kebenciannya dilemparkan kepadalam api neraka”. Dan marilah kita senantiasa berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala: َ ِ َ ْ ِْ َ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ ّ َِ ّ َ َ َ ّ ُ ْ َ ْ ‫ٌ ّ ٌ َ َُْ َ ٌُ َ َ ُ ّ َ ْ ُ ِ ّ َ َ ْ َ َ َ ٌ ِ ْ َ ُْ ُ ِ ْ ُ ّ َ ّ ُم‬ ‫اللهم إني أسألك حبك و حب من يحبك و العمل الذي يبلغني حبك الله ّ اجعل حبك أحب إلي من نفسي و أهلي و من‬ ِِ َ ِ َ ْ ‫الماء البارد‬ “Ya Allah, aku memohon cinta Mu, juga cinta orang-orang yang mencintai-Mu, juga amalan yang mengantarkanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu sebagai sesuatu yang lebih aku cintai dar ipada diriku sendiri, keluargaku, dan daripada air yang sejuk. Referensi 1. Al Qur’an Alkarim 2. Tafsir Al Qur’am al ‘adhim, al maktabah al asriyyah, Ibnu Katsir 3. Tafsir Ad Durrul Mantsur, Darulfikr, Jamaluddin As Suyuti. 4. Shohih Al Bukhori 5. Sunan abu Dawud 6. Sunan At Tirmidzi 7. Musnad Ahmad bin Hambal 8. Aunul ma’bud syarh sunan Abu Dawud 9. Tahdzib Madarijus Salikin, Abdul Mun’im Shalih al-Izzi. 10. Al qoulu mufid ‘ala kitabi at tauhid, Muhammad bin sholeh al utsaimin 11. Pacaran yang islami, Abu Ghifari

12. Ilmu ushul fiqh, Abdul Wahhab Khollaf 13. Kamus al munjid

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->