MERUMUSKAN INDIKATOR HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Di susun guna memenuhi tugas : Mata Kuliah : Perencaaan Sistem

Dosen Pengampu : Muhlisin, M.Ag

Disusun oleh : M. Rahmat Arief Ismail 232 07138

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN ) PEKALONGAN

Maksudnya adlah materi pelajaran yang dibawakan guru itu sempit ( dikumpulkan oleh guru itu sendiri ) . padahal bila dilihat dari kombinasi yang ada dalam strategi pembelajaran paling tidak ada 81 kombinasi yang dapat dilaksanakan dalam pengajaran. Pengaturan materi kurikulum tersebut dinamakan strategi belajar mengajar. dan untuk itu diperlukan pendekatan tertentu seperti pemecahan masalah . latih – hafal dan mungkin dengan pendekatan yang lainnya. latiahan soal . penyajinya guru itu sendiri pendekatan yang digunakan deduktif dan siswa yang menerimanya adalah kelompok besar. Pada pengajaran matematika sampai sekarang ini masih menggunakan strategi belajar mengajar langsung dan sempit.2010 BAB I PENDAHULUAN Pada setiap pengajaran ada tujuan yang harus dicapai dan untuk pencapaian tujuan tersebut kita perlu menyampaikan topik – topik yang didalamnya ada konsep – konsep yang harus sampai pada siswa. 2 . Andi Hakim Nasution ( 1988 : 243 ) menyatakan bahwa dalam suatu pengajaran yang berkaitan dengan suatu materi kurikulum tertentu prinsip keterlaksanaan dipenggaruhi oleh empat komponen pokok yaitu pembawa materi . pendekatan dan penerima materi. penyaji materi .

ciri-ciri. Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar Indikator merupakan ukuran. tetapi apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. menceritakan kembali. pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar.BAB II MERUMUSKAN INDIKATOR HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM A. hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. mempraktekkan. mendemonstrasikan. Indikator-indikator pencapaia hasil belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian. Dalam memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri indikator. Karakteristik Indikator Hasil Belajar Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian. menghitung. B. Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Kriteria Rumusan Indikator Hasil Belajar 1. C. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur. seperti: mengidentifikasi. Data Penilaian Unjuk Kerja 3 . Menyusun spesifikasi penyusunan butir penilaian. karakteristik. menyimpulkan. maka teknik penilaian yang tepat adalah tertulis. Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian hasil belajar. maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance). membedakan. dan mendeskripsikan.

perilaku. dan unjuk kerja peserta didik. dan sebagainya. perilaku.75 x 10 = 7. atau perlu diberi peringatan dan penghargaan dalam rangka pembinaan peserta didik. penyampaian gagasan jelas. 2.5 yang dicapai peserta didik mempunyai arti bahwa peserta didik telah mencapai 75% dari kompetensi ideal yang diharapkan untuk unjuk kerja tersebut. peserta didik tersebut dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya. menatap kepada hadirin. yang berkaitan dengan sikap. hal yang harus dicatat dalam buku Catatan Harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol. Dengan demikian. maka untuk kompetensi tersebut dapat dikatakan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar. dalam suatu penilaian unjuk kerja pidato. Misalnya. Yang dimaksud dengan kejadian-kejadian yang menonjol adalah kejadiankejadian yang perlu mendapat perhatian. ada 8 aspek yang dinilai. maka nilai yang akan diperoleh adalah = 6/8 x 10 = 0. Apabila ditetapkan batas ketuntasan penguasaan kompetensi minimal 70%. Apabila seseorang mendapat skor 6. Skor diperoleh dengan cara mengisi format penilaian unjuk kerja yang dapat berupa daftar cek atau skala penilaian. guru mata pelajaran merumuskan sintesis. Pada akhir semester. Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu kegiatan unjuk kerja adalah skor pencapaian dibagi skor maksimum dikali 10 (untuk skala 0 -10) atau dikali 100 (untuk skala 0 -100). antara lain: berdiri tegak. skor maksimumnya 8. Seperti telah diutarakan sebelumnya. Nilai 7. Data hasil pengamatan guru dapat dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan pertanyaan langsung dan laporan pribadi.Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan terhadap penampilan peserta didik dari suatu kompetensi. baik positif maupun negatif. dan unjuk kerja peserta didik dalam semester tersebut 4 . sistematis. sebagai deskripsi dari sikap. Data Penilaian Sikap Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik berdasarkan pengamatan/ observasi guru mata pelajaran.5.

Skor maksimal butir soal adalah sama dengan jumlah konsep kunci yang 5 . dan jawaban singkat. Data Penilaian Tertulis Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari hasil berbagai tes tertulis yang diikuti peserta didik. guru mata pelajaran dapat memberi masukan pula kepada Guru Bimbingan Konseling untuk merumuskan catatan. berdasarkan catatan-catatan tentang peserta didik yang dimilikinya. Selain itu. menjodohkan. Setiap konsep atau kata kunci yang benar yang dapat dijawab peserta didik diberi skor 1. Catatan Guru mata pelajaran menggambarkan sikap atau tingkat penguasaan peserta didik berkaitan dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat naratif. Deskripsi tersebut menjadi bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom Catatan Guru pada rapor peserta didik untuk semester dan mata pelajaran yang berkaitan. Skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu perangkat tes pilihan ganda dihitung dengan prosedur: Prosedur ini juga dapat digunakan dalam menghitung skor perolehan peserta didik untuk soal berbentuk benar salah. 3. uraian. Soal bentuk uraian dibedakan dalam dua kategori. Demikian juga catatan dalam kolom deskripsi perilaku. Soal tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda. sebagai bahan bagi wali kelas dalam mengisi kolom deskripsi perilaku dalam rapor. Soal bentuk pilihan ganda diskor dengan memberi angka 1 (satu) bagi setiap butir jawaban yang benar dan angka 0 (nol) bagi setiap butir soal yang salah. Keempat bentuk soal terakhir ini juga dapat dilakukan penskoran secara objektif dan dapat diberi skor 1 untuk setiap jawaban yang benar.untuk mata pelajaran yang bersangkutan. jawaban singkat. uraian objektif dan uraian non-objektif. Uraian objektif dapat diskor secara objektif berdasarkan konsep atau kata kunci yang sudah pasti sebagai jawaban yang benar. menjodohkan. menggambarkan perilaku peserta didik yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan. benar salah. baik berupa peringatan atau rekomendasi.

dikali dengan 10. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor tertinggi untuk setiap tahap. Data Penilaian Proyek Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-tahap: perencanaan/persiapan. dengan dua angka di belakang koma. 6 . bukan berupa konsep kunci yang sudah pasti. dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran dan kompleksitas jawaban. data yang diperoleh dengan masing-masing bentuk soal tersebut juga perlu diberi bobot. nilai 6. Setiap kriteria jawaban diberikan rentang nilai tertentu. Skor capaian peserta didik untuk satu butir soal kategori ini adalah jumlah konsep kunci yang dapat dijawab benar. Dalam proses penggabungan dan penyatuan nilai. Besarkecilnya skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu kriteria ditentukan berdasarkan tingkat kesempurnaan jawaban dibandingkan dengan kriteria jawaban tersebut. Tidak ada jawaban untuk suatu kriteria diberi skor 0. Pedoman penilaiannya berupa kriteria-kriteria jawaban. dan penyajian data/laporan. pengolahan data. Nilai akhir semester ditulis dalam rentang 0 sampai 10. misalnya 0 – 5. pengumpulan data. guru dapat menggunakan skor yang terentang dari 1 sampai 4. Skor penilaian yang diperoleh dengan menggunakan berbagai bentuk tes tertulis perlu digabung menjadi satu kesatuan nilai penguasaan kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran. dibagi skor maksimal.50 dapat diinterpretasikan peserta didik telah menguasai 65% unjuk kerja berkaitan dengan Kompetensi Dasar mata pelajaran dalam semester tersebut. karena jawaban yang dinilai dapat berupa opini atau pendapat peserta didik sendiri. 4. Misalnya.dituntut untuk dijawab oleh peserta didik. Soal bentuk uraian non objektif tidak dapat diskor secara objektif. Nilai akhir semester yang diperoleh peserta didik merupakan deskripsi tentang tingkat atau persentase penguasaan Kompetensi Dasar dalam semester tersebut. Dalam menilai setiap tahap.

Data penilaian Portofolio Data penilaian portofolio peserta didik didasarkan dari hasil kumpulan informasi yang telah dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran berlangsung. guru menilai hasil produk berdasarkan tahap proses pengembangan. Cara penilaian analitik. dan (3) profil perkembangan peserta didik. tahap pembuatan. (5) presentasi dan (6) penampilan. 6. Skor pencapaian peserta didik dapat diubah ke dalam skor yang berskala 0 -10 atau 0 – 100 dengan patokan jumlah 7 . Informasi tentang data penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara holistik atau cara analitik. guru menilai peserta didik dengan menggunakan acuan patokan kriteria yang artinya apakah peserta didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam bentuk persentase (%) pencapaian atau dengan menggunakan skala 0 – 10 atau 0 – 100. yaitu mulai dari tahap persiapan. Data Penilaian Produk Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap. Berdasarkan ketiga komponen penilaian tersebut. Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan guru.5. (2) dokumentasi/data dalam folder. dan tahap penilaian. Dengan cara holistik. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran. (2) hasil pekerjaan peserta didik. dengan rambu-rambu atau kriteria penskoran portofolio yang telah ditetapkan. Hasil catatan guru mampu memberi penilaian terhadap sikap peserta didik dalam melakukan kegiatan portofolio. (4) ringkasan setiap dokumen. tahap pembuatan (produk). Pensekoran dilakukan berdasarkan kegiatan unjuk kerja. yaitu tahap persiapan. Hasil profil perkembangan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik pada selang waktu tertentu. Hasil pekerjaan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi portofolio. (3) perkembangan dokumen. dan tahap penilaian (appraisal). guru menilai hasil produk peserta didik berdasarkan kesan keseluruhan produk dengan menggunakan kriteria keindahan dan kegunaan produk tersebut pada skala skor 0 – 10 atau 1 – 100.

Namun. 60% atau 70%. Melalui pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan kualitasnya. peserta didik belum dapat mempelajari KD berikutnya. seperti tingkat kemampuan akademis peserta didik. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah. kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar secara berkala. dapat dikatakan bahwa peserta didik itu telah menuntaskan indikator itu. Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar (KD) ditetapkan antara 0% – 100%. misalnya melalui ujian nasional. D. Langkah langkah dalam Merumuskan Indikator Hasil Belajar Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator. Penilaian dilakukan pada waktu pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. Apabila semua indikator telah tuntas. Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator. Apabila nilai peserta didik untuk indikator pencapaian sama atau lebih besar dari kriteria ketuntasan. Dengan demikian. dapat dikatakan peserta didik itu belum menuntaskan indikator itu. dikali dengan 10 atau 100. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu sekolah dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas lebih dari 50%. apabila nilai indikator dari suatu KD lebih kecil dari kriteria ketuntasan. peserta didik dapat diinterpretasikan telah menguasai SK dan mata pelajaran. 8 . dalam hal ini meningkatkan kriteria pencapaian indikator semakin mendekati 100%. dapat dikatakan peserta didik telah menguasai KD bersangkutan. Kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 60%. apakah 50%. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas. kompleksitas indikator dan daya dukung guru serta ketersediaan sarana dan prasarana. peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas.skor pencapaian dibagi skor maksimum yang dapat dicapai. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang belum tuntas sama atau lebih dari 50%. Sebaliknya. Dengan demikian akan diperoleh skor peserta didik berdasarkan portofolio masing-masing.

Lingkungan yang inklusif. misalnya di kelas peserta didik beserta guru bertanggungjawab kepada pembelajaran dan secara aktif berpartisipasi di dalamnya. atau memperhatikan apakah mereka memiliki hambatan fisik dan sosial karena lingkungan yang tidak kondusif. dan secara khusus melihat pada bidang mana anak-anak dapat mengambil bagian untuk berpartisipasi dalam kehidupan normal masyarakat atau sekolah. ramah terhadap pembelajaran juga mempertimbangkan kebutuhan. Belajar berkaitan dengan materi apa yang dibutuhkan dan bermakna dalam kehidupannya. bahwa model lingkungan pembelajaran yang inklusif tersebut dapat memotivasi guru. pengelolah/kepala sekolah. keluarga dan masyarakat untuk membantu pembelajaran anak. Jadi model pendidikan inklusif terfokus pada setiap kelebihan yang dibawa anak ke sekolah daripada kekurangan mereka yang terlihat.BAB III PENUTUP Jadi dapat disimpulkan. anak. Ini berarti memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar bagaimana mengajar yang lebih baik. dan keinginan kita sebagai guru. 9 . minat.

(1982). (1995). dan Masters. Helm. Mardapi. American Educational Research Journal. Gronlund. and Learning. Teaching. W. E. 10 . New York: Longman Inc. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Portfolios Assessment Resource Kit..: National Academy Press. Number 6. (1996). pp. New Jersey: Prentice Hall. Jakarta: Bumi Aksara. Robert S.J.. Constructing Achievement Tests. Evaluasi Proses dan Hasil Belajar: Assessmen Alternatif. Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd. 73 – 95. N. No.ascd. The assessment of Science Meets the science of Assessment. National Research Council (1999). Djemari (2001). Judy Harris. Spring 2001. dan Gronlund. A Guide for State and School Districts. 1999.L. Meisels.C. Measurement and Assessment in Teaching. Medley. R.E. tidak diterbitkan. Classroom Leadership. Homer. DC.. Suharsimi Arikunto (1997).edu Popham. G. http://books. http://www. Trusting Teachers’ Judgment: A Validity Study of a Curriculum-Embedded Performance Assessment in Kindergarten to Grade 3.nap. Camberwell. http://www. Coker. (1984).org/readingroom/classlead/9903/1mar99.edu/html/testing_teaching/ _______ (2000). Volume 38. Makalah. Margaret.: National Academy Press. Donald M. London: Prentice Hall. Washington. Volume 2.nap. Measurement-Based Evaluation of TeacherPerformance.html. dan Soar. 1. Linking assessment and Teaching in the Crucial Early Years. et al. Testing. (1995) Classroom Assessment. D. Washington. Norman. Linn. What Teachers Need to Know. Gaye (1999). Boston: Allyn & Bacon. (2001). dan Gronlund.DAFTAR PUSTAKA Forster.