P. 1
Materi+Kultum+Ramadhan+II

Materi+Kultum+Ramadhan+II

|Views: 2,320|Likes:
Published by Afahtsum Nifira

More info:

Published by: Afahtsum Nifira on Aug 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2015

pdf

text

original

Sections

  • Materi 2
  • Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad
  • Materi 4
  • Materi 5
  • Materi 6
  • Materi 7
  • Materi 8
  • Materi 9
  • Materi 10
  • Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir
  • Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul)
  • Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama)
  • Materi 14
  • Materi 15
  • Materi 16 Meraih Rahmat Allah
  • Materi 17 Ukhuwah Islamiyah
  • Materi 18
  • Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
  • Materi 20 Pengertian Al Qur’an
  • Materi 21
  • Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an
  • Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah
  • Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia
  • Materi 25
  • Materi 26
  • Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah
  • Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah
  • Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup
  • Materi 30 Kunci Keberkahan

Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ ْ َ ِ ُ ْ َ ْ َ ‫الخوف من الجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. apa lagi yang kita tunggu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. memahami maknanya. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” Jadi. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah (Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. kaki. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. Rasulullah bersabda. hati. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. tangan. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. Pada setiap bulan ini. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. mengamalkannya. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan.” Beliau bahkan berkata. dan mendakwahkannya. lidah. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. telinga. Lebih dari itu.” Beliau juga bersabda.Materi Kultum Ramadhan diampuni. Harapan kita. mata. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah.” Lintasan sejarah Islam berbicara. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. keluarga. setelah kehidupan Rasulullah SAW. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. sambut dan hormatilah Ramadhan. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. kesehatan. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. Pastinya. Dia tidak memiliki keinginan lain. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. keinginannya. la’allakum tattaqun. Untuk beberapa alasan. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. semata.. Selama kehidupan Rasulullah saw. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. Bahkan. sebagaimana sabdanya.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. sebagaimana firman Allah SWT. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. termasuk hidupnya. Tentunya. selain Allah SWT. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. Rasulullah SAW. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. rajanya bulan.

dan ketiga. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Ramadhan Bulan Istimewa. Barangkali. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. yaitu lailatul qadar. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. Kedua. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. Selain dari pada itu. sehingga berdoa.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Dengan keistimewaan ini.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. penuh berkah. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Mengapa membakar dosa? Pertama.). “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan.

almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. selain jihad melawan hawa nafsu ini. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. maka kebatilan akan menggusur yang hak. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu.Materi Kultum Ramadhan neraka. Allah swt.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. 2. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. baik di kala jaga atau tidur. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. nafsu seksualnya. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. Namun. nafsu amarahnya. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Bila tidak disyariatkan jihad. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah.

masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. baik formal atau Non formal. dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. kelembutan. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. yaitu jihad melalui pendidikan. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Jihad ta’limi. Afghanistan. Jihad tablighi. dan belahan bumi lainnya. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. dan kesejukan. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. sebanyak aneka ragam serangan musuh.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. c. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. b. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. 3. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . Bosnia. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. Jihad Maali. Irak.

akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. alam kubur. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Akhlak kepada Allah. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. benda hidup dan benda mati. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. kerabat dekat. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. kerabat jauh. dan benda serta alam gaib lainnya. jin. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. sesama muslim. sikap. sorga dan neraka beserta penghuninya. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. tetangga dekat dan tetangga jauh. Akhlak kepada Ciptaan Allah. non muslim). Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. diri sendiri. syetan. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. orang tua.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. selain manusia (tumbuhan dan hewan). 2. dan lain sebagainya. kiamat. qada dan qadar. padang mashar. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. perbuatan. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul.

Baik suara. Sebagai Identias. Perlindungan diri dan HAM. 5. Saat berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. sehingga dengan niat karena Allah SWT. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. 2. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. bentuk tubuh. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Pengatur tatanan Sosial. 4. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. Sebagai seorang muslim. Rahmat bagi seluruh alam. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Sebagai pengamalan syariat Islam.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. kita adalah makhluk sosial. Sebagai Identitas. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. 3.e. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan.

di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Sungguh. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . melalui sabda Nabi saw. Di rumah. (QS Ali Imran [3]: 135). Manusia sering berbuat dosa. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. di terminal. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. di bis. (HR al-Bukhari dan Muslim). di masjid. di angkot. siang maupun malam hari. Sebab. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. di bandara. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. di kendaraan pribadi. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa.Materi Kultum Ramadhan menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. mereka segera mengingat Allah. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. di sekolah. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. Oleh sebab itu. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. tersebut. sedangkan mereka mengetahui. di kereta api. di kampus. di kantor. Untuk itu. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. di stasiun. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan.

Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. khususnya pada bulan Ramadhan. Karena itu. atau terpelihara dari dosa. Allah memiliki karunia yang agung. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. selama hamba mau bertobat. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Allah SWT akan mengampuninya. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Beliau dijamin masuk surga. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Apapun dosanya. Di samping itu. Untuk itu. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Baru kemudian. berapapun banyaknya. Dia akan mengampuninya. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan." (QS az-Zumar [39]: 53). kecuali dosa syirik. adalah seorang yang maksum. Memang. (QS al-Hadid [57]: 21). Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Katakanlah. Namun. Dalam hadisnya. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Rasulullah saw. (QS an-Nisa [4]: 48). jika Allah SWT menghendaki. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . Siapa saja yang mempersekutukan Allah. Itulah karunia Allah. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. Namun. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. juga telah memberikan teladan kepadanya. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri.

dan memuji Sang Pencipta.” (HR. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). budaya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. pendidikan. ia berkata. sosial. Ia berdoa.Materi Kultum Ramadhan Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. Dari Sahal bin Sa’ad r. ekonomi. dan itu setiap malam. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Karena itu. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail.a. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Ahmad) Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. baik aktivitas di bidang dakwah. bersabda. dan pencegah dari dosa. diampuni dosanya. Rasulullah saw.. beristighfar. mendekatkan diri kepada Allah. maupun politik. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. menolak penyakit. ia Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . “Aku mendengar Rasulullah saw.a.” (HR.. mencintai seorang hamba. menghapus dosa. dihormati oleh sesama. Kalau Allah swt. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. sesuai dengan janjinya. menganjurkan kepada kita. bertasbih.

Berbuatlah semaumu.” (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. mengulurkan bantuan. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. Tapi sayang. “Malaikat Jibril a. Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. aqli. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. berikanlah makanan. Jika ada tekad. datang kepada Nabi saw. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. hiduplah sebebas-bebasnya. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. pasti kamu akan berpisah.. beliau bersabda. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. pasti akan dapat balasan. silaturahim. ‘Wahai Muhamad. sebarkanlah salam.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. Cintailah orang yang engkau mau. mengucapkan salam. (3)Hindari maksiat. lalu berkata. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab.Materi Kultum Ramadhan berkata.s. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw. Rasululah saw. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. kalian akan masuk surga dengan selamat. akhirnya pun kamu akan mati. lalu masuk surga tanpa hisab. diganjar dengan masuk surga. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. bersabda. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. dan ruhani. “Wahai manusia.

karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. ujian dan cobaannya. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. mutawazinah (seimbang). untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). mutakamilah (integral). kapan waktu bekerja. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. (9)Berdoalah kepada Allah swt. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.Materi Kultum Ramadhan (6)Makan malam jangan kekenyangan. Kapan waktu makan. berdoa untuk bisa bangun malam. alamiyah (global). Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal).

Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. Dalam bulan romadhan. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. Pada bulan yang sangat istimewa ini. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. mampu mempengaruhi. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu.Materi Kultum Ramadhan (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. waktu dan tempat. kasar dan menyakitkan. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. politik. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . (4) Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. pendidikan dan lain-lainnya. ekonomi. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. sosial. agar tercetak sosok yang shalih. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. meningkat keimanannya. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. kondisi.

tadarus. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. dan sebagainya. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. amanah. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 .Materi Kultum Ramadhan pemanasan diri itu. tawakal. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. 2. tarawih. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. jujur dan sebagainya. sedekah. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1.

puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). memperbaiki kerja pencernaan. mereka sama dihadapan perintah Allah. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. pria atau wanita. orang sakit. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. cinta keadilan dan persamaan. Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . 4. 3.a. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. baik yang kaya atau miskin. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. Mengenai hadits yang terakhir. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. kecuali bagi mereka yang ada udzur. seperti orang tua yang telah renta.Materi Kultum Ramadhan Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. tanpa terkecuali. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). sama dalam merasakan lapar dan dahaga. dan melakukan perbuatan dusta. bersatu. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. disinilah letak pendidikan sosial. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. karena ketidak mampuan. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak.

terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. yaitu Tauhid. (QS. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. Yusuf: 108). Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. dan 2) gaya hidup jahiliyah. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Inilah gaya hidup orang kafir. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. mengikis hawa nafsu. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.Materi Kultum Ramadhan Dan berdasarkan hadits ini. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. Maha Suci Allah. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. yaitu syirik. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. landasannya bersifat relatif dan rapuh. Adapun gaya hidup jahili. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. “agar kamu bertaqwa”. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. yaitu: 1) gaya hidup Islami.

AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR.(‫والنصارى. shahih). Ada orang yang bertanya. Abu Dawud dan Ahmad. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain.(‫الناس إل أولمئك. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Beliau bersabda: ِ َ َ َ َ َ ِ ْ ّ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ِ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ َ َ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ ‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح‬ ْ ََ َ َ َ َ ّ َ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ ‫لتتبعن سنن من كمان قبلكمم شمبرا بشمبر وذراعما بمذراع حتمى لمو دخلموا جحمر ضمب تبعتمموهم. قلنما: يما رسمول الم، اليهمود‬ . )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬ َ َِ ُُِّ ّ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya.”Ya Rasulullah. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. “Siapa lagi?” (HR. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. shahih). فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬ ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. فقمال: وممن‬ . Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. niscaya kamu mengikuti mereka”. dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . قال: فمن. Kami bertanya. “Ya Rasulullah. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”.Materi Kultum Ramadhan Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim.(‫من تشبه بقوم فهو منهم. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.

Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. shahih).selaras dengan mode pakaian itu. dari Abu Hurairah z. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. Na’udzubillahi min dzalik. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian.a. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. yang mayoritas beragama Islam ini. (HR. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. Muslim. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah.Materi Kultum Ramadhan berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili.

bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi.Luqman:21). yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. Syeikh DR. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang membawa kepada kesesatan).Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka.Al-A’raf:3). Mereka menjawab: “(Tidak).” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu.Materi Kultum Ramadhan peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. “Dan demikianlah.Az-Zukhruf:23). Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”.

wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. kemudian kamu fikirkan (tentang Menuju Kembali Kepada Fitrah 23 . yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat. Maa bishaahibikum min jinnatin”.Materi Kultum Ramadhan sebagai “at-taqlid”. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. sombong. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. dan tiada keinginan menerima kebenaran. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. Kaum yang mengagung-agungkan harta. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah.

yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most).Abu Daud. dan orang yang tidak tahu diri. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. Ibnu Majah.a. As-Syaikh Ali Mahfudz. Itulah beberapa praktek jahiliyah. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s.” Demikianlah kaum jahiliyah. pendongeng sejati. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. Kairo).w. An-Nasa’i.Saba’: 46). Kami tidak sudi mematuhi orang ini. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. Muhammad s.a. Turmudzi.Materi Kultum Ramadhan Muhammad). “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. Daarul Bayan Al-‘Arabi. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. Maka dari itu. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. itulah yang benar. (sekarang) berziarahlah kamu. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata.

Yusuf:38).w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban.Materi Kultum Ramadhan sedikit penganut atau pengikutnya. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 .a. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. Sudah menjadi sunnatullah. dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. Allahu A’lam bishawaab. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji.AlAn’am: 102). bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya.Al-An’am:116). Nabi s. Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience).

Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman.Materi Kultum Ramadhan firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Maka dari itu. Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. karena pada dasarnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 .s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan).Yusuf:38). Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.”(QS. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan.” mereka menjawab: “(Tidak). Dzalikal fawzul adhziim”.”(QS.At-Taubah:100). Itulah kemenangan yang besar. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki.Al Baqarah: 170). dan tidak mendapat petunjuk? (QS. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah. mereka kekal di dalamnya selamalamanya.” (Apakah mereka akan mengikuti juga). Dan di dalam QS. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Ishaq dan Ya’qub.

yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah. supaya mereka terus merasakan azab. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Bila orang terbakar dengan api dunia. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar.Materi Kultum Ramadhan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. na’udzubillah. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. yang keras. yang keras. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia.

dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. keras terhadap mereka. anakanaknya. yang keras” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. sedangkan maksud ٌ ‫ شداد‬adalah kuat. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. ٌ َ ِ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ غلظ‬adalah sangat besar tubuh mereka. kaku. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫ ش شداد‬maksudnya keras tubuh mereka. serta memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. َ ِ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. menunaikan perintah-Nya.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. baik istri-istrinya. Ada yang berpendapat. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 .” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. Ada yang mengatakan. menjauhi larangan-Nya.Materi Kultum Ramadhan “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya.

Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras. hal. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. 874) Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras.Materi Kultum Ramadhan manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka.” (Taisir Al-Karimir Rahman.

“Iya. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu ‘anhuma. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). ia percikkan air di wajah istrinya. Suatu malam. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). Bila suaminya enggan untuk bangun. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. bahwa bila hendak shalat witir. Bila istrinya enggan untuk bangun. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Beliau berkata. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. ia percikkan air di wajah suaminya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Kata beliau: “Bangunlah. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian.” Beliau melanjutkan. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat.

sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka.” (HR. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. anakanaknya. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya.” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. seraya mereka berdoa. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. taubat yang murni. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. dimasukkan ke dalam surga. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. kepada istri dan anak-anaknya. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. ‘Wahai Rabb kami. menyesalinya. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya.

siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. sebagaimana surga pun dekat. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. surat kabar. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. Sebaliknya. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak.” (HR. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. “Hadits ini hasan shahih. baik di dalam maupun di luar rumah.Materi Kultum Ramadhan “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. musik.” (HR. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. gambar bernyawa. buku-buku yang menyimpang. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. 2/217) Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. apatah lagi Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . film. dan majalah yang merusak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu.

Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. baik dalam keadaan susah maupun senang.Materi Kultum Ramadhan meninggalkan ‘bekal’ yang ditinggalkan. Tegasnya. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. Bahkan di dalam ayat lain. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. lelaki dan perempuan. waktu sendiri atau bersama orang lain. berat maupun ringan. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. mencegah dari yang munkar. tantangan dan rintangan selalu menghadang. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). harus tolong menolong dalam kebaikan. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). Kedua. Allahumma sallim! memadai untuk keluarga yang Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. mendirikan shalat. Kiat Meraih Rahmat Pertama. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap.

Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). sebab jangankan Allah. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. maka dengarkanlah baik-baik. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. lihat juga QS 2:218).Materi Kultum Ramadhan Disamping itu. Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. yakni kembali kepada Allah. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). Keempat. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah.. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. Ini berarti. hal ini karena. Menyesali. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja yang mau bertaubat. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. keridhaan dan syurga. Keenam. berbuat baik. taubat berarti kembali. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). hal ini karena secara harfiyah. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. Kelima. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dengan taubat.

Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. lalu dikatakan oleh mereka. Aku bertanya tentang dia. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya.’Demi Alloh aku mencintaimu. Aku berkata.43:67) 3.Merupakan cermin kekuatan iman (Q. 3:103) 2. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 . Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. lalu keduanya berjabat tangan. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab.” (H.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha.’ Keesokan harinya .S. berabda.R.S.S.Merupakan arahan Rabbani (Q. dan saling memberi karena Aku. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.Nikmat Allah (Q.’Ini Muadz bin Jabal.’Ya Alloh aku cintai’. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku.”Alloh berfirman. saling mengunjungi karena Aku.Perumpamaan tali tasbih (Q.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw.S.Materi Kultum Ramadhan Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222). Lalu ia bertanya. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. 8:63) 4. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1.

yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.a. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. Muslim) 3. Tafahum adalah saling memahami. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.R Abu Daud dari Barra’) Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . perkawinan.” (H. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.Materi Kultum Ramadhan (terbatas waktu dan tempat).R.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Abu Hurairah r.” (H. beliau bersabda. Muslim) 3. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. nasionalisme. dari Nabi Muhammad saw. Muslim) 4. kesukuan.R. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. Takaful. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. Al Hujurat: 13) 2.R.S. ya Rasullah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1.” (H.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” 2. kebangsaan. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat.

Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. 8. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Merasakan lezatnya iman 2. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. Ia rela haus demi puasnya prang lain. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. dan atau batas negara. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. 7. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. antara sebagian dengan sebagian yang lain. warna kulit. bahasa. dengki. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1.Materi Kultum Ramadhan 5. iklim. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. yaitu itsar. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki.S. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. 9. 6. benci.S. Menuju Kembali Kepada Fitrah 37 . Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad.

. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. jika zakat.. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. infak. Ingatlah.. Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. Hadits tersebut memberikan dua isyarat.” (QS. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir).supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.. dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik. Rasulullah SAW. Kedua. akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial. Misalnya. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural). Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani.. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). Berdasarkan laporan tersebut. 2006). terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. al-Hasyr: 7). Dalam ajaran Islam. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR.Materi Kultum Ramadhan Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. infak dan sedekah (ZIS). Pertama.

Materi Kultum Ramadhan
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. akan

Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفققر غفققرا وغفرانققا‬Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23)

Menuju Kembali Kepada Fitrah

40

Materi Kultum Ramadhan
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-

Menuju Kembali Kepada Fitrah

41

Dan firman-Nya. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. membenarkan apa yang sebelumnya.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. Allah ta’ala berfirman. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata.” (an-Nisa’:80) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (al-Furqaan:1) Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. Allah ta’ala berfirman.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu).Materi Kultum Ramadhan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).

seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. sesat yang nyata. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. 6. 7. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. 2. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. terutama untuk kehidupan. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. Ketika membaca al-Qur'an. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . 4. “Katakanlah. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. 3. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. 5. ikutilah aku. terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu. maka sungguhlah dia telah sesat. Di antara manfaat itu adalah: 1. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu.

Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. Ahmad. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. yaitu dengan keindahan bayannya." (HR. sehingga membuatnya ingin selalu beramal.. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik.. 9. di saat orang lain merasakan kesedihan. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan." (HR. Abu Dawud dan AnNasa'i) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . 10." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. Bukhari) Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. kreatif. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan." (HR. kecemasan dan rasa pesimis. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. inovatif dan produktif.Materi Kultum Ramadhan 8. 11.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu. oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. kerapian susunan dan uslubnya.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir.. hati yang damai dan pikiran yang jernih." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. dan mengambil manfaat darinya.' 12. dan keunikan suaranya apabila dibaca.

Ahmad. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". kepada seorang rasulNya. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. sastra dan seni secara bersamaan. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras." (HR." (HR. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. membangunkan perasaan. Tapi usaha mereka gagal. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. aku mendengarkan suaramu tadi malam. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. "Seandainya aku mengetahui hal itu. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. kebenaran isinya. ilmu. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka." Abu Musa berkata. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan.Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an.hal:237. Darul Ma'rifah. "Seandainya kamu melihatku. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. memberikan kepuasan akal. Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . Dia mampu memberikan siraman ruhani.

anda akan menemukan suatu keterpaduan. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Al-Qur'an kalam Allah. mengapa pakai perintah? Dan bentuk perintah kepada Nabi Muhammad SAW. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. teliti susunan ayatnya. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. Al Falaq dan An Nas. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. sunan surahsurahnya. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. Ketiga. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. Bandingkan dengan Al-Qur'an.

Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. dan yang menentukan akhir hidup manusia. tentang alam. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. adanya hari kiamat. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. Kitalah. dan Al-Qur'an kalamNya. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. Sesuai firman Allah SWT: "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. yang mengerjakan amal saleh. Keempat. telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. dan neraka dengan segala kepedihannya. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ).Materi Kultum Ramadhan Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". karena alam ini ciptaan Allah. seperti adanya surga dengan segala keindahannya." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. sebagai bimbingan yang lurus. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. Mengapa. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . kaum muslimin. Rabb kita juga.

jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dan malah hurup-hurupnya--. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. yaitu surah at Taubah. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. Karena. Ayat-ayatnya dibaca. kecuali Al Qur'an ini. Karena Allah SWT. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. kecuali Al Qur'an. telah menjamin untuk memeliharanya. yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Dan salah seorang dari mereka. baik dengan tulisan atau bacaan. dihapal dan dijelaskan. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin.). dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. di dalam hati mereka. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. penj. didengarkan." (Al Hijr: 9). dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. Kecuali satu surah saja. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Ia menghapal Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . Ia tidak dimulai dengan basmalah. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.Materi Kultum Ramadhan terakhir. baik itu lelaki maupun perempuan." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. dalam masalah Al Qur'an ini. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. suatu kitab. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. baik itu kitab agama atau kitab biasa.

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. idgham (digabungkan)."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di 49 Menuju Kembali Kepada Fitrah . yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu.. dan jalan yang paling lurus. media cetak. dan kitab yang menerangkan. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. mana yang harus ghunnah (dengung). kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. bagi Al Qur'an. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. Hingga saat ini. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya.Materi Kultum Ramadhan Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.a. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. izhhar (jelas). Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an.

" Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". Ia membuka hal-hal yang samar. menolak syubhat (kesamaran). Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. dalam banyak ayat. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . ia akan memadamkan pelita-pelita". Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). Yaitu yang berkaitan dengan pokokMenuju Kembali Kepada Fitrah 50 ." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya.Materi Kultum Ramadhan atas cahaya (berlapis-lapis). (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. menjelaskan hakikat-hakikat. kemudian ia memperjelas yang lain. dan dia adalah "cahaya yang istimewa". ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk." (At Taghaabun: 8). saat mentari pagi telah bersinar. membongkar kebatilan-kebatilan." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas." (An Nuur: 35). Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. membaca dan mendengarkannya. dan balasan atas amal perbuatan. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. memahami rahasia-rahasianya. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. membenarkan apa yang sebelumnya. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . membangun umat yang saleh. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. serta mentadabburi dan merenungkannya. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. membentuk keluarga.Materi Kultum Ramadhan pokok aqidah dan akhlak. Namun yang disayangkan. kenabian. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. membersihkan jiwa manusia. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik.

berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka.pada Al Qur'an itu sendiri. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. seperti yang dilakukan oleh Bani Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . yang dapat berakibat patal jika dilanggar. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. dengan bertumpu --terutama-. mereka menghapal hurup-hurupnya. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat." (Al Jumu'ah: 5). Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. undang-undang bagi aturan politik. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. namun kafir dengan sebagiannya lagi. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. karena ia adalah objek kita. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. Mereka berlaku baik dalam memahaminya. serta peradaban ilmu dan iman. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. membebaskan negeri-negeri. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. mengetahui tujuantujuannya. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. mengerjakan ajarannya. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. namun ia juga petunjuk itu. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya.Materi Kultum Ramadhan menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini.

harga diri. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. harkat dan Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan.Materi Kultum Ramadhan Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin.

dan juga hartanya. kehormatannya. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. meremehkan. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. membuka. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.Materi Kultum Ramadhan martabat manusia secara adil dan sempurna. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya.R Muslim no. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya.” (H. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ghibah adalah menyebutkan. yaitu ghibah (menggunjing). Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya.

” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. Hal ini menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2.R. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya.Materi Kultum Ramadhan Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit).” (H. sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya.

bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . 1583. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum.R. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. 29) 4. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang.” (H. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing). yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. 4878 dan lainnya). Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.Materi Kultum Ramadhan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. janganlah kalian mencari-cari aibnya.” (H. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. 32) 3. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya.” (H.R. Abu Dawud no. Abu Dawud no. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram.R. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. lihat Nashihati linnisaa’ hal. janganlah kalian menjelek-jelekkannya. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12.R.” (H. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu.

semoga kesejahteraan atas dirimu. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif.” (H. ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Tetapi dari sisi lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. At Tirmidzi no. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini.R.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. mereka berpaling darinya. Secara harfiyah. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Semestinya ia menasehatinya. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama.Materi Kultum Ramadhan “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. yang demikian ini selemahlemahnya iman. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu.

apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. Ternyata. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. tapi juga Ishak dan Ya’kub. sehingga bagi orang yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . Pertama. sehat dan cerdas. hal ini karena ulama ahli tafsir. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. berkah dalam keturunan. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Bentuk Keberkahan Secara umum. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Di dalam Al. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. ini merupakan sesuatu yang amat penting. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. apakah aku aka melairkan anak. dicurahkan atas kamu. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. hai ahlul bait. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.Materi Kultum Ramadhan Namun. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Apabila manusia. Kedua. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73).

ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. Di samping itu. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu.Materi Kultum Ramadhan diberkahi Allah. Iman dan Taqwa Yang Benar Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . Materi 30 Kunci Keberkahan Sebagai seorang muslim. meskipun sudah halal dan thayyib. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt.” (92:1-7). yakni 24 jam setiap harinya. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. dan siang apabila terang benderang. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. baik dalam bentuk mencari harta. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). Sekurang-kurangnya. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. Karena itu. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Ketiga. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Karena itu. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. 1. Karena itu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid.

6:155). Materi Tambahan Halal Bi Halal Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab.Materi Kultum Ramadhan Di dalam ayat di atas. Karenanya. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. keluarga. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). baik menyangkut aspek pribadi. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. lihat juga QS 38:29. baik dalam keadaan senang maupun susah. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. 2. masyarakat maupun bangsa. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. dan para sahabat. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Halal dengan halal. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. 2. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). Rasulullah saw. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. maka terjadilah ‘halal-halalan’. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Al-Baqarah: 133-134. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini.Materi Kultum Ramadhan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. al-yauma. hendaknya dikembalikan. yakni dengan cara saling memaafkan.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. yakni pada hari ini. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. falyatahallal. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. yang khas Indonesia. Jika itu berupa barang.’ Karena itu. Ketika orang saling meminta halal. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. para ulama mendasarkan juga pada QS. yakni meminta halal. itu berarti bukan sekedar meminta maaf. karena menurut sebagian riwayat. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. aula. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. jangan ditunda-tunda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->