P. 1
filsafat

filsafat

|Views: 671|Likes:
Published by Aries Ardiansyah

More info:

Published by: Aries Ardiansyah on Aug 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pendidikan akan dapat dilaksanakan secara mantap, jelas arah tujuannya, relevan isi kurikulumnya, serta efektif dan efisien metode atau cara-cara pelaksanaannya hanya apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu

landasan yang kokoh. Sebab itu, sebelum melaksanakan pendidikan, para pendidik perlu terlebih dahulu memperkokoh landasan pendidikannya. Mengingat hakikat pendidikan adalah humanisasi, yaitu upaya

memanusiakan manusia, maka para pendidik perlu memahami hakikat manusia sebagai salah satu landasannya. Konsep hakikat manusia yang dianut pendidik akan berimplikasi terhadap konsep dan praktek pendidikannya. Bahan ajar mandiri ini akan membantu Kita untuk memahami konsep landasan pendidikan, hakikat manusia, dan implikasi hakikat manusia te rhadap pendidikan. Dengan mempelajari bahan ajar mengidentifikasi mandiri ini pada antropologis akhirnya Kita sebagai akan dapat mengenai

prinsip-prinsip

asumsi

keharusan pendidikan (mengapa manusia perlu dididik dan mendidik diri), prinsip-prinsip antropologis mengenai kemungkinan pendidikan (mengapa manusia dapat dididik), dan pengertian pendidikan. Demikian pula, wawasan tentang pemahaman terhadap landasan ontologis, epitemologis dan

aksiologispendidikan, akan memberi landasan yang kuat dalam memahami danmengimplementasikan pendidikan yang

seharusnya.Semuainiakanmengembangkan wawasan kependidikan Kita dan akan

berfungsi sebagai titik tolak dalam rangka praktek pendidikan maupun studi pendidikan lebih lanjut. B. Tujuan Setelah mempelajari bahan ajar mandiri ini, Anda diharapkan memahami hakikat landasan pendidikan, serta hakikat manusia dan implikasinya terhadap pendidikan. Materi jenis landasan-landasan pendidikan diberikan dalam rangka mengingatkan kembali bahwa landasan filosofis pendidikan bukan satu-satunya landasan yang dijadikan asumsi dalam rangka teori maupun praktik pendidikan, namun ada berbagai asumsi lain baik ilmiah maupun religi yang mempunyai fungsi dan peranan penting dalam pendidikan.

1959: 237) Istilah Filsafat Sosial Pendidikan. yaitu. Filsafat proses pendidikan biasanya membahas tiga masalah pokok. (1) praktek pendidikan dan (2) ilmu pendidikan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan. Filsafat Praktek Pendidikan dapat dibedakan menjadi: (1) Filsafat Proses Pendidikan (biasanya hanya disebut Filsafat Pendidikan) dan (2) Filsafat Sosial Pendidikan. di injau t dari segi sosok atau bentuk tampilan pendidikan. W. antara lain dikemukakan oleh T. Oleh karena itu. yaitu. Filsafat Proses Pendidikan adalah analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya kegiatan pendidikan dilaksanakan dalam kehidupan manusia. (3) dengan cara apakah tujuan pendidikan dapat dicapai. Dengan kata lain. Filsafat Praktek Pendidikan adalah analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan dilaksanakan dalam kehidupan manusia. (Henderson. (1) Filsafat Praktek Pendidikan dan (2) Filsafat Ilmu Pendidikan. dapat pula dibataskan secara konseptual.BAB 2 PEMBAHASAN A. (2) apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya. yaitu (1) apakah sebenarnya pendidikan itu. Filsafat Pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan menjadi dua macam. Filsafat Sosial Pendidikan . Filsafat Ilmu Pendidikan Obyek Filsafat Ilmu Pendidikan Sosok pendidikan yang dapat kita kenali dalam kehidupan manusia dapat dibedakan dalam dua macam. Moore dalam Philosophy of Education yang dibataskan sebagai pembahasan hubungan antara penataan masyarakat manusia dengan pendidikan.

Philosophy of Educational dalam pembahasan tentang Philosophical Investigation: Conclusions and Issues yang . maka Filsafat Sosial Pendidikan mempunyai enam masalah pokok. dan (3) hakikat demokrasi dan pendidikan. yang berupa analisis kritis dan komprehensif tentang implikasi atau pengaruh konsepkonsep: hubungan manusia dengan masyarakat. Beck dalam Hand-book in Social Phylosophy (1979). apabila bertitik tolak dari pandangan Beck. Istilah Filsafat Ilmu Pendidikan (Philosophy of Educational Science) ditemukan dalam karangan B. (4) hukum dan hak. T. Selanjutnya. (1) hakikat kesamaan manusia dan pendidikan. kekuatan. kewajiban politik. Dengan demikian. (3) negara. nilai-nilai sosial dan politik. dan (6) cita-cita keadilan. W. (5) kewajiban politik. menyatakan bahwa filsafat sosial berkenaan dengan prinsip-prinsip yang mendasari proses-proses sosial. Back merumuskan enam masalah pokok yang dibahas dalam Filsafat Sosial yaitu hakikat atau prinsip-prinsip: (1) hubungan manusia dengan masyarakat. negara. serta cita-cita keadilan terhadap penyelenggaraan pendidikan dalam suatu negara. Bertitik tolak dari batasan tersebut. kekuatan dan kekuasaan. hukum dan hak. Othanel Smith. baik dalam arti nyata maupun ideal. Thomas Hobbes membataskan Filsafat Sosial sebagai suatu teori umum tentang masyarakat manusia. Robert N.merupakan analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dalam mewujudkan tatanan masyarakat manusia idaman. (2) nilai-nilai sosial dan politik. Moore mengemukakan tiga masalah pokok yang dibahas dalam Filsafat Sosial Pendidikan. (2) hakikat kemerdekaan dan pendidikan. dan kekuasaan. yaitu. Sehubungan dengan batasan tersebut.

dan sebagainya. Menurut Smith. Lenzen menyatakan. jika dikaji lebih dalam. Kanzen. Dari penjelasan diatas. dan (2) kegunaan ilmu bagi kepentingan praktis dan pengetahuan tentang kenyataan. meninjau ilmu dari segi morfologis atau bentuk subtansinya. Filsafat Pendidikan merupakan aplikasi filsafat dalam pendidikan (Kneller. Lenzen dalam Philosophy of Science yang dimuat dalam Living Schools of Philosophy (1962) merumuskan apa yang dimaksud dengan Ilmu dan Filsafat Ilmu. sedangkan Filsafat Khusus mempunyai objek kenyataan salah satu aspek kehidupan manusia yang terpenting. prosedurprosedur sistematis tentang penyusunan kurikulum. misalnya tentang teori belajar S-R. Secara lebih konsepsional. Masalah-masalah filsafat ilmu mencakup: (1) struktur ilmu. baik kuantitatif maupun kualitatif. . maka Filsafat Ilmu Pendidikan merupakan bagian dari filsafat pendidikan yang menyelidiki pendidikan sebagai Ilmu.terdapat dalam Encyclopedia of Educational Research (h: 962). Victor F. yang meliputi metode dan bentuk pengetahuan ilmiah. 1971). Filsafat Ilmu Pendidikan dapat dibataskan sebagai analisis kritis komprehensif tentang pendidikan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan yang dihasilkan melalui riset. yang diawali dengan analisis kritis terhadap konsep-konsep psikologi pendidikan. dan juga merupakan pengetahuan sistematis yang didasarkan pada kegiatan kritis tersebut. Apabila ditinjau dari Filsafat Pendidikan sebagai Filsafat Khusus. dewasa ini studi filosofis tentang Ilmu Pendidikan baru merupakan tingkat permulaan. pengukuran pendidikan. ilmu berarti suatu kegiatan kritis yang bertujuan menemukan. objek Filsafat Umum adalah kenyataan keseluruhan tentang segala sesuatu. dapat dianalisis bahwa.

Tujuan pendidikan perlu dipahami dalam hubungannya dengan tujuan hidup. Ditinjau dari subtansinya atau isinya. baik sebagai pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan. Ilmu Pendidikan merupakan suatu sistim pengetahuan tentang pendidikan yang diperoleh melalui riset dan disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan. serta lebih kompleks. perlu mengetahui filsafat pendidikan karena tujuan pendidikan senantiasa berhubungan langsung dengan tujuan hidup dan kehidupan individu maupun masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan.sebagai pengetahuan sistimatis yang dihasilkan dari kegiatan kritis yang tertuju pada penemuan. Hal tersebut akan mewarnai sikap perilakunya dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM). Selain itu. mencoba-coba tanpa rencana dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan. Metode Filsafat Ilmu Pendidikan . lebih dalam. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman. dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan. yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan. Filsafat pendidikan harus mampu memberikan pedoman kepada para pendidik (guru). Seorang guru. pemahaman filsafat pendidikan akan menjauhkan mereka dari perbuatan meraba-raba. tetapi masalah masalah yang lebih luas.

yaitu tujuan umum. y Tujuan kurikuler. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. y Tujuan instruksional . dan indah untuk kehidupan. tujuan kurikuler. tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan disebut tujuan instruksional.Tujuan Ilmu Pendidikan Macam-macam tujuan pendidikan Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik. yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran. dan tujuan instruksional. y Tujuan institusional yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya. Di dalam praktek pendidikan khususnya pada sistem persekolahan. pantas. di dalam rentangan antara tujuan umum dan tujuan yang sangat khusus terdapat sejumlah tujuan antara. Umumnya ada 4 jenjang tujuan di dalamnya terdapat tujuan antara . luhur. tujuan instruksional. y Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia adalah Pancasila. benar. Tujuan antara berfungsi untuk menjembatani pencapaian tujuan umum dari sejumlah tujuan rincian khusus. yaitu penguasaan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan .

psikologis dan sosial budaya yang menggambarkan obyek studi ilmu pendidikan. belajar sepanjang hayat. belajar mandiri. ilmu pendidikan merupakan disiplin keilmuan tersendiri yang otonom. Apa yang menjadi obyek studi ilmu pendidikan ? Yang menjadi obyek studi ilmu pendidikan ialah berbagai aspek interaksi sosial budaya antara peserta didik dengan pendidik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. administrasi/manajemen dan ekonomi yang diperlukan baik untuk memperkaya konsep kependidikan maupun untuk meningkatkan rekayasa pendidikan itu sendiri. Kelima komponen itu adalah: . psikologi. maka terdapat (5) lima komponen inti ilmu pendidikan yang membentuk batah tubuh ilmu pendidikan. Ditunjau dari sifatnya. Hakekat Ilmu Pendidikan Ilmu pendidikan adalah ilmu yang secara sistematis dan sistemik mempelajari interaksi sosial budaya antara peserta didik sebagai subyek dan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang dikehendaki yang menekankan pada pembentukan kemandirian dalam rangka belajar sepanjang hayat. Artinya ilmu pendidikan mengkaji sendiri dan menghasilkan konsep/teori tentang pendidikan seperti : belajar dengan berbuat (learning by doing). Bertitik tolak dari filosofis. Disamping itu ilmu pendidikan menerapkan konsep atau teori yang dikembangkan dalam ilmu lain seperti : filsafat. antropologi. Ilmu pendidikan lebih tepat digolongkan ke dalam rumpun ilmu-ilmu perilaku dan ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya yang bersifat deskriptif dan reflektif. sosiologi.B.

Lingkungan Pendidikan. Teori yang dikembangkan antara lain: model-model penilaian. media pendidikan. . yaitu komponen yang berkenaan dengan proses pelaksanaan interaksi yang ditinjau dari sudut peserta didik. yaitu komponen yang berkenaan dengan bagaimana situasi interaksi pendidikan berlangsung beserta unsur-unsur penunjangnya. metode/teknik menilai dan instrumen-instrumen penilaian. Teori yang dikembangkan antara lain : perencanaan dan pengelolaan pendidikan. Kurikulum. yaitu komponen yang berkenaan dengan pelaksnaan interaksi yang ditinjau dari sudut pendidik. 2. isi kurikulum dan model-model pengembangan kurikulum. 5. Penilaian. Konsep yang dikembangkan dalam teori kurikulum ini antara lain teori tentang tujuan pendidikan. 4. bimbingan konseling.1. yaitu komponen yang berkenan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Teori yang dikembangkan antara lain bagaimana model mendidik/mengajar. metode/teknik mendidik dan sistem pengelolaan kelas. Teori yang dikembangkan dalam komponen ini antara lain : jenis dan cara belajar. Mendidik/mengajar . hierarkis proses belajar dan kondisi-kondisi belajar. 3. Belajar. organisasi kurikulum. yaitu komponen yang berkenaan dengan cara mengetahui bagaimana/seberapa jauh tujuan yang diinginkan dicapai melalui interaksi belajar itu terwujud.

IPS. Jenjang dan jenis antara lain : pendidikan dasar. yaitu: . 5. kontemplatis dan komprehensif. antara lain. pengelolaan pendidikan dan penilaian.Bidang-bidang spesialisasi dari batang tubuh ilmu pendidikan dapat dikembangkan menurut : 1. mengajar. C. menengah. 3. Komponen inti. Tenaga Kependidikan antar lain : Tenaga struktural. bimbingan. Tetapi perlu dibedakan bahwa tidak setiap pertanyaan adalah pertanyaan filosofis. 2. Contoh pertanyaan filosofis yang membutuhkan jawaban kritis sistematis. 6. yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Obyek formal filsafat adalah bentuk atau wujud dari sesuatu yang diahadapi dan dipikirkan oleh filosof. 4. Lingkungan (setting). yaitu obyek formal dan obyek material. Ontologi Ilmu Pendidikan Ada dua (2) jenis obyek studi filsafat. dan hanya pertanyaan-pertanyaan tertentu saja yang dapat menjadi obyek formal filsafat. Sedangkan isi sesuatu yang menjadi hal atau tema yang dihadapi dan dipikirkan filosof. disebut obyek material filsafat. Kategori peserta didik. tenaga fungsional dan tenaga teknis. Obyek formal filsafat adalah berbentuk pertanyaan yang menghendaki pemecahan atau jawaban. MIPA Bahasa dan seni. yaitu kurikulum. tinggi. Bidang studi. pendidikan guru dan kejuruan. belajar.

Demikian pula. implikasi yang dapat ditarik adalah bahwa dalam kehidupan pendidikan di sekolah bukan hanya siswa yang secara inhaerent memiliki pengalaman. yaitu Sat atau dimensi eksistensi atau keberadaan segala sesuatu.Apa hakikat tujuan pendidikan bagi manusia? Apa yang menjadi obyek materi filsafat? SK. dan Ananda adalah dimensi kebahagiaan atau nilai. filsafat pendidikan mempunyai obyek material dan formal. 1953) menguraikan ada 3 jenis obyek materi filsafat yang disebut sebagai Satcidananda. tetapi ada subyek yang bertanggung jawab terhadap aspek ontologism. Sedangkan obyek formal filsafat pendidikan adalah berkenaan dengan kajian epistemologis. Obyek material filsafat pendidikan adalah segala hal ihwal yang berkenaan dengan isi dan permasalahan pendidikan yang dihadapi. Maitra dalam ³Methods of Comparative Philosophy´ (Kwee Swan Liat. Relasi antar obyek dan subyek Berdasarkan pemikiran tersebut. dan aksiologis dalam pendidikan. Satcidananda berisi tiga aspek pokok kajian filsafat. penghayatan dan pemaknaan terhadap situasi kehidupan dan pendidikan. serta estetika yaitu filsafat tentang indah dan jelek. . dan etika atau filsafat tentang baik dan jahat. yaitu (1) kajian tentang kenyataan keberadaan segala sesuatu atau ontology. (2) kajian tentang kesadaran terhadap segala sesuatu atau epistemology atau filsafat tentang pengetahuan dan logika atau filsafat tentang penalaran. Cit yaitu dimensi kesadaran atau pikiran tentang segala sesuatu. dan (3) kajian tentang nilai segala sesuatu atau berkaitan dengan aksiologi atau filsafat tentang nilai. yang memiliki tiga dimensi obyek.

Ilmu merupakan pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan. Jujun S. Suriasumantri (1982). adalah berkaitan dengan isi pendidikan yang menjadi landasan pengetahuan dalam rangka membekali subyek didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif. Dengan demikian. masalah epistemologis pendidikan akan mempertanyakan apa yang telah diberikan kepada subyek didik dan mengapa diberikan pengetahuan tersebut? Demikian pula landasan epistemologis mendasari nilai-nilai kebenaran mana yang menjadi acuan dalam pengembangan ilmu. semua kegiatan dalam mencari . Guru atau pendidik mempunyai tanggung jawab yang lebih luas dalam memahami berbagai relasi yang terjadi dalam situasi pendidikan. yaitu guru atau pendidik. Landasan epistemologis merupakan penjabaran dari landasan ontologis yang menjadi rujukan tujuan yang akan dicapai. sehingga peran dan fungsi seluruh komponen memiliki makna yang saling mendukung secara sinergis dalam mencapai tujuan pendidikan. Metode inilah yang membedakan ilmu dengan hasil pemikiran yang lainnya.terciptanya situasi yang demikian unik. Pemahaman tentang situasi kehidupan (anak) dan pendidikan (khusus di sekolah) merupakan prasyarat bagi calon pendidik/guru untuk menjadi guru yang profesional. Epistemologi Ilmu Pendidikan Masalah epistemologis. Dengan demikian. adalah suatu cabang filsafat yang membahas secara mendalam tentang segenap proses yang terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. D. menjelaskan bahwa epistemology atau teori pengetahuan.

Empirisme. kebenaran yang diperoleh lewat berpikir dapat menimbulkan multi tafsir dan berbeda antara yang satu dengan lainnya dalam satu kajian kebenaran. Metode keilmuan yang bisa dipelajari oleh anak di sekolah. Berkembanglah pola berpikir kita terjebak pada solipisme. Jika pengetahuan yang benar hanya menurut anggapan masing-masing. melainkan harus diperoleh dari pengalaman. Paham rasionalisme. Permasalahannya. selama itu terbatas pada obyek empiris dan pengetahuan tersebut diperoleh dengan mempergunakan metode keilmuan. pada dasarnya merupakan gabungan dari cara berfikir yang rasional dan empiris. Namun kebenaran tetap harus ditemukan sehingga orang tidak ragu atas temuannya dan dapat disepakati oleh orang lain.pengetahuan tentang apapun. menyatakan bahwa ide tentang kebenaran sebenarnya sudah ada pada pikran manusia. maka menurut sendiri. Sistem pengetahuan dibangun secara koheren di atas landasan-landasan pernyataan yang sudah pasti. sehingga kebiasaan mencari. merupakan gambaran kehidupan keilmuan yang selayaknya ditanamkan darisejak usia dini. Orang orang yang berlandaskan pada fakta empiric menunjukkan bahwa setiap obyek yang berbeda dapat menimbulkan pengetahuan yang berbeda. menganjurkan agar kita kembali ke alam untuk mendapatkan pengetahuan. Ide tersebut diperoleh lewat berpikir secara rasional. dan membuktikan fakta-fakta empiris yang berkaitan dengan dunia empiric dapat terbentuk. Kegiatan di sekolah. terlepas dari pengalaman manusia. yaitu pengetahuan benar . Menurut mereka pengetahuan ini tidak ada secara apriori di benak kita. adalah syah untuk disebut keilmuan. meneliti.

yang hasilnya dalam bentuk teori. Ibnu Sina (980-1037). dan kebodohan. mesin cetak dan kertas. kecuali sipemilik ilmu itu sendiri . Dunia Timur lainnya seperti India telah menemukan matematika dan angka nol. mesiu. meramalkan dan mengontrol (to explain. Sifat ilmu yang obyektif. dalil. Rasionalisme dikenal oleh ahli-ahli fikir Barat lewat hasil-hasil karya filosof Islam terhadap filsafat Yunani. dan Ibnu Rusyd (1126-1198). sementara Cina telah menemuka kompas. Prinsip epistemologis mengajarkan kepada kita bahwa hitam katakan hitam. AlKhawarizmi sebagai ilmuwan Islam. yaitu oleh Al-Kindi (809 ± 873). seperti ditemukannya bom atom telah digunakan untuk menghancurkan sebagian penduduk dunia (khususnya di Nagasaki dan Hirosima Jepang). netral dan tidak mengenal sifat baik atau buruk.empiris. Namun ilmu juga dapat digunakan untuk menghancurkan kehidupan manusia. kelaparan. asumsi dan sebagainya. ilmu dengan metodenya mampu menjelaskan. hukum. telah mengembangkan aljabar. yang semula berasal dari sarjana-sarjana Islam dan kemudian terkenal di dunia Barat lewat tulisan Francis Bacon (1561-1626) dalam bukunya Novum Organum. Untuk mencapai tujuan tersebut. Namun persoalannya berkaitan erat dengan apa fungsi ilmu dan kegunaan ilmu bagi kita. and control). Pada prinsipnya landasan epistemologis mempunyai tujuan menjelaskan bahwa mencari pengetahuan yang benar harus berlandasakan pada argumen-argumen logika yang berlaku umum. dan jika putih katakan putih. predictive. kemiskinan. kaidah. Ilmu telah banyak menyelamatkan manusia dari penyakit. AlFarabi (881-961). Al-Batani menemukan goniometri dan angka decimal.

karena subyek sebagai pengamat terhadap obyek (noesis) tidak bisa melepaskan diri dari apa yang dimatinya dari obyek pengamatan (noema). Berkaitan dengan argument tersebut. Pengetahuan adalah intuitif. Sumber pengetahuan dan penyusunannya dalam kesadaran. Pandangan epitemologi ini berpengaruh terhadap pengajaran. Validitas dari pengetahuannya ditentukan oleh nilainya bagi individu. Karena itu tidak ada pengetahuan yang bersifat final atau absolut. tidak memisahkan antara subyek dengan obyek. Ilmu pendidikan mempunyai nilai aksiologis bukan hanya pada tataran . Dalam pandangannya terhadap pengetahuan. tetapi sebagai usaha mencari arti hidup. Menurut Jaspers. semua pengetahuan menuju obyek-obyek khusus dan diperoleh dengan cara-cara yang khusus dari pandangan yang khusus pula. ilmu pengetahuan tidak dapat menciptakan kenyataan. memberi wawasan kepada pendidik/guru untuk dapat secara kreatif mencari makna dan nilai manfaat dari ilmu. Aksiologi Ilmu Pendidikan Implikasi dari landasan aksiologis terhadap pendidikan. Implikasi yang dapat ditarik dari uraian di atas adalah bahwa mata pelajaran sekolah tidak hanya alat untuk perwujudan dari subyektivitas.Epistemologi kaum eksistensialisme mengasumsikan bahwa individu dapat bertanggung jawab terhadap pengetahuannya. serta metode dan strategi belajar yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran yang mendidik. E. dan perasaan individu adalah hasil dari pengalamannya dan pantulan-pantulan yang dia terima dari perjalanan hidup.

setelah mereka mempelajari pelajaran-pelajaran di sekolah. perkelahian antar pelajar atau antar sekolah. yaitu apakah mereka telah melakukan pendidikan dengan . Apa yang dilakukan guru di sekolah. 25 Agustus 2004). Mereka memiliki indikator keberhasilan sekolah. tetapi mereka hanya melihat realitas apa yang terjadi. masalah aksiologis ini mempertanyakan bagaimana anak bertingkah laku sesuai dengan tujuan pendidikan.hasil pendidikan. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak mampu melihat hakikat pendidikan. Berkaitan dengan praktek pendidikan. dimana pendidikan adalah sebuah proses pemanusiaan manusia (Drijarkara). tetapi tujuan maupun prosesnya telah menggambarkan nilai-nilai yang akan dicapai. Hasil yang diharapkan setelah melalui proses yang panjang dari kegiatan pendidikan adalah nilai keunggulan dari berkembangnya seluruh potensi dan derajat martabat kemanusiaan. yaitu mengapa terjadi perampokan di bis oleh anak sekolah secara berkelompok. pelecehan seksual oleh guru kepada muridnya (Republika. jika hasilnya demikian ? Kembali kepada peranan sekolah. anak sekolah dasar melakukan gantung diri karena belum bayar SPP. yaitu bahwa anak yang berhasil atau berpendidikan adalah anak yang bukan hanya pintar tetapi baik (berkepribadian dan bermoral). perkelahian antar mahasiswa atau antar fakultas. nilai-nilai proses yang dilaluinya. serta hasil yang diharapkan. Inilah pertanyaan masyarakat awam yang dilontarkan kepada pihak sekolah. dan mengapa terjadi pelecehan seksual oleh murid kelas IV SD kepada adik kelasnya ? Semua petanyaan tersebut ditujukan kepada sekolah atau guru.

dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. PPKn. dan mencapai kebahagiaan hidup (bukan hedonis)? Seberapa besar pengaruh-pengaruh belajar matematika.. F. dan . perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan mata-mata pelajaran lain terhadap kepribadian anak/siswa dalam kehidupannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut erat kaitannya dengan bagaimana guru memahami tujuan pendidikan dari setiap mata pelajaran yang digunakan sebagai alat pendidikan. IPA.. mencerdaskan kehidupan bangsa. apa yang para siswa pelajari di sekolah apakah mempunyai kontribusi langsung terhadap sikap hidup.´ Amanat ini memberikan inspirasi bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai yang luhur dalam menempatkan kepentingan umat baik melalui peningkatan kesejahteraanumum.. IPS.melalui proses belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang akan dicapai? Pertanyaan selanjutnya adalah apakah guru memahami hakikat tujuan pendidikan yang dirancang untuk dicapai setelah kegiatan belajar mengajar selesai? Kemudian. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Pancasila Hakikat Manusia dan Pendidikan Menurut Pancasila Amanat dari Pembukaan UUD 1945 menyatakan. Agama. ³ Kemudian dari padaitu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. tujuan hidup. mencerdaskan kehidupan bangsa. maka..

Dengan dasar pemikiran tersebut. Nilai kesejahteraan. Sedangkan aspek kesejahteraan. bahwa segala permasalahan yang menyangkut aspek dunia perlu dipecahkan melalui perangkat ilmu pengetahuan dan teknologi. kehidupan telah begitu merambah ke berbagai lapangan yang tadinya dianggap tidak mungkin. pendidikan adalah . Pandangan ini memberi makna. kecerdasan dan ketertiban.ketertiban dunia. sebagai anggota masyarakat ataupun sebagai khalifah di bumi yang harus bertanggung jawab kepada Sang Khalik. Semua kemampuan ini adalah berkat perkembangan akal manusia yang dikembangkan melalui pendidikan. tetapi juga dengan pendekatan filsafiah dan agama. Dengan potensi akal inilah alam telah mampu ditaklukan. bahwa manusia mempunyai potensi yang luar biasa yang berbeda dengan jenis makhluk apapun yaitu potensi akal (homo sapien). Tuhan Yang Maha Esa. sehingga berbagai informasi di seluruh penjuru dunia bisa dideteksi dan diantisipasi perkembangannya. sekarang menjadi mungkin. karena manusia sebagai subyek yang menentukan maju dan mundurnya kehidupan baik sebagai individu. kecerdasan dan ketertiban yang juga mengandung makna rohaniah (batiniah) dipecahkan bukan hanya dengan ilmu dan teknologi. termasuk ilmu cybernetic yang menjelajah alam maya pada. Hal tersebut mengandung makna. Banyak hasil pemikiran manusia yang berupa ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Untuk mencapai derajat manusia yang berkualitas tersebut. merupakan cita cita yang perlu dikembangkan melalui proses yang kompleks yang mempunyai kaitan eratantara satu aspek dengan aspek-aspek kehidupan lainnya. maka keutamaan hakikat manusia ditempatkan pada derajat yang paling tinggi oleh pandangan Pancasila.

dan kemanusiaan. sehingga menurut pandangan ini bahwa manusia tidak terbayangkan jika tanpa lingkungan manusia dan pendidikan. baik pendidikan umummaupun pendidikan profesional. Hal ini mengandung makna. Maksudnya ialah bahwa setiap kita memikirkan dan menentukan manusia.Soelaeman (1984. kita selalu menjumpainya bersama manusia lain. Perkembangan pribadi yang optimal hanya mungkin apabila dalam diri seseorang tidak ada tekanan dan intervensi yang jauh dalam mengendalikan kehidupannya. Keutamaan hakikat manusia bisa berkembang apabila potensi-potensilain yang ada pada diri manusia juga dikembangkan secara optimal. 101) yaitu bahwa ³menjadi manusia adalah menjadi sesama manusia´. kebangsaan. 35-40) menggagas pendidikan yang berbasis pada lima dasar (Panca Darma) yaitu: Kemerdekaan. bahwa manusia yang hidup dengan manusia lain tidak selalu meningkatkan harkat dan martabat kemanusiawiannya. kodarat alam. . Pemikiran ini juga pernah dikemukan oleh M.wahana yang dapat mengantarkan dan membimbing manusia ke tingkat martabat manusiawi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keutamaan manusia hanya bisa dikembangkan melalui pendidik-an. bersama sesama manusia. Manusia Indonesia dalam pandangan Pancasila tidak diartikan sebagai makhluk individual yang menyendiri. tetapi sebagai makhluk yang hidup ³sesama manusia´ dan bersama manusia lainnya. hal. Heidegger yang dikutip oleh MI. terasing dan terlepas dari yang lainnya. kebudayaan. Ki Hajar Dewantara (1983. Sekaitan dengan itu. apabila tanpa dibarengi dengan pendidikan.

adalah bahwa untuk mengembangkan manusia Indonesia kederajat yang lebih unggul diperlukan pendidikan yang berbasis pada pemahamanhakikat manusia yang memiliki potensi-potensi psikologis. biologis. Manusia sebagai makhluk berperasaan. . sedangkan masyarakat hanya akan bermakna dan meningkat kualitasnya sejauh mampu mendukung proses pendewasaan pribadi-pribadi warganya. dan potensi-potensi lainnya.Uraian tersebut memberikan pemahaman kepada kita. Oleh karena itu. memerlukan tanggapan emosional dari orang lain. kasih sayang. bahwa Pancasila mengakui manusia sejak lahir sampai meninggal dunia memerlukan bantuan dan kerjasama dengan orang lain. kultural. Demikian pula. dkk. bahwa titik tolak untuk melaksanakan pendidikan adalah memahami terhadap konsep hakikat manusia dan usaha-usaha pemberian bantuannya dengan kerjasama dalam mencapai tujuan pendidikan. Soeprapto. menyatakan bahwa: Pancasila menampilkan pandangan bahwa manusia pada hakikatnya adalahkesatuan pribadi yang memiliki dimensi individual dan sekaligus sosial. harga diri.(1996). dkk. Konsep hakikat pendidikan Pancasila. Makna yang terkandung dalam penjelasan tersebut. pembentukan kepribadiannya harus terjadi dengan merealisasikan kedua dimensi itu secara integral dan seimbang. 45) menjelaskan tentang pentingnya pemahaman terhadap hakikat pendidikan. sosiologis. (1996. dan pengakuan untuk pergaulan dan kesejahteraan hidup yang sehat. memerlukan pengertian. Pengembangan pribadi hanya terjadi dengan baik sejauh dilakukan dalam konteks kemasyarakatannya. sebagaimana Soeprapto.

serta pengalaman sejarah yang penting. memiliki cakupan kualitas material dan spiritual. Tujuan pendidikan yang dijabarkan dari Pancasila dan UUD 1945. arah dan tujuan pendidikan bangsa Indonesia yang isinya mencakup. 20/ 2003. baik antara dimensi individual dan sosial. yang dikembangkan secara selaras. pada Bab II pasal 2. kerakyatan dan keadilan sosial. mempunyai nilai yang tidak hanya bersifat universal dari masing-masing silanya.20/2003. serasi dan seimbang. sosial dan rohani. kemanusiaan. Nilai-nilai dari Pancasila sebagai hasil pemikiran kritis. Maksud manusia seutuhnya. Secara keseluruhan. Nilai-nilai yang terkandung dari Pancasila. tujuan pendidikan ingin mencapai taraf kualitas manusia seutuhnya. secara tegas memandang manusia sebagai kesatuan yang utuh antara berbagai aspek yang ada pada diri manusia. yang berbunyi sebagai berikut : . tetapi juga mempunyai makna integral yang lebih dalam bagi bangsa Indonesia. komprehensif dan kontemplatif. maupun antara dimensi keragawian dan kejiwaan serta keruhanian. jasmani. tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan penjabaran dari landasan ideal dan konstitusional. mental. ketuhanan. Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan yang dirumuskan dalam Undang-Undang No. secara integral memberi makna. dirumuskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Pancasila dan Aplikasinya dalam Pendidikan a. yaitu Pancasila dan UUD 1945. persatuan.Konsep tersebut.

yaitu jalur pendidikan informal. pendidikan keorganisasian. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. a Jalur pendidikan sekolah mempunyai jenis-jenis pendidikan: umum. Tujuan Pendidikan institusional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan peserta didik. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yangberiman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pendidikan politik. berilmu.Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sesuai dengan jenis pendidikan yang dialaminya. akademik. kreatif. luar biasa. dan lain . pendidikan masyarakat. jalur nonformal dan jalur pendidikan sekol h. Kursus. sehat. mandiri. Jalur Pendidikan nonformal. baik tujuan pendidikan institusional (kelembagaan).lain. keagamaan.. kedinasan. mempunyai jenis-jenis pendidikan. Tujuan pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional. Jenis pendidikan ada tiga jalur. Tujuan pendidikan tersebut secara essensial dimanifestasikan dalam segala bentuk tujuan pendidikan. kejuruan. tujuan pendidikan kurikuler (kurikulum untuk jenjang dan jenis pendidikan) dan tujuan pendidikan pembelajaran (instruksional di sekolah/di kelas). dan pendidikan professional. cakap. . berakhlak mulia.

sehingga potensi-potensi tersebut berkembang ke arah kehidupan manusia yang bermartabat. . khususnya perubahan kognitif yang secara langsung atau tidak langsung berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang direncanakan (instructional effect) maupun perubahan tingkah laku pesertadidik sebagai akibat tidak langsung dari pembelajaran yang direncanakan (nurturance effect). dan teologis.Tujuan pendidikan kurikuler mempunyai fungsi mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan professional/vokasional dari jenjang dan jenis pendidikan yang ditempuhnya. Tujuan instruksional (tujuan pembelajaran) adalah tujuan yang akan dicapai setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Tujuan ini erat kaitannya dengan proses perubahan tingkah laku. fisis. sosiologis. Dengan demikian. antropologis. psikologis. b. Rumusan lain dari tujuan pendidikan kurikuler adalah tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didik melalui penguasaan baik secara akademik maupun profesional dari satuan kurikulum yang dibebankan. Potensi-potensi tersebut dikembangkan melalui pendidikan. Peranan Pendidik dan Peserta Didik 1) Peranan Pendidik. Adapun potensi-potensi kemanusiaan mencakup potensi biologis. hakikat pendidikan menurut konsep filsafat pendidikan Pancasila adalah proses pengembangan potensi kemanusiaan untuk meningkatkan derajat martabat manusia ke arah yang lebih tinggi.

Ing madya mangun karsa. sehingga dapat melahirkan kasih sayang dan hubungan interpersonal yang kukuh antara pendidik dan anak didik. Guru bukan hanya sebagai motivator. memiliki kemampuan dan kepribadian yang utuh dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. tetapi lebih dalam dari pengertian tersebut. dan moderator. mampu memberi kepercayaan yang melahirkan kewibawaan pendidik. Sebagai motivator. Seorang pendidik/guru mampu mengambil keputusan yang adil dan dirasakan keadilannya oleh semua pihak. tetapi guru lebih berperan sebagai mitra kerja dalam mencapai tujuan.Peranan pendidik berkaitan erat dengan bentuk/pola tingkah laku guru (pendidik) yang diharapkan dapat dilakukan oleh gu ru/pendidik. Guru mampumenempatkan diri sebagai anggota grup belajar. mempunyai arti bila guru ada di antara atau bersama-sama siswa ia hendaknya berpartisipasi aktif secara konstruktif. mampu memahami perbedaan individual anak. dan ia mungkin dapat lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencipta dan mengembangkan sendiri hasil studinya. Mangun karsa tidak hanya berarti membangun kehendak. supervisor. mempunyai arti dari belakang guru berperan sebagai tenaga pendorong yang memberi kekuatan kepada siswa dalam mecapai tujuan. guru/pendidik memberikan dorongan yang . yaitu mampu menjadi suri tauladan. Ing ngarso sung tulada mempunyai makna tidak sekedar bahwa guru harus memberi contoh apabila ada di depan. tetapi juga sebagai fasilitator. patut digugu dan ditiru. Ada tiga pola tingkah laku guru yang diharapkan yaitu:(a) Ing ngarso sung tulada (b) Ing madya mangun karsa (c) Tut wuri handayani. Tut wuri handayani. adalah sebagai pemimpin.

peranan peserta didik baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dalam kegiatan pendidikan. menciptakan kreativitas. Dengan demikian. Demikian pula. guru/pendidik berperan sebagai pengatur lalu lintas yang memudahkan anak belajar.memungkinkan anak tambah semangat dan senang dalam belajar. nilai kultural dan kemajemukan bangsa. Masih banyak pendidikansekolah (khususnya dari pendidikan dasar sampai menengah) yang belum memberikan peluang yang lebih luas kepada anak untuk . adalah sebagai seorang pelajar yang secara bebas dapat mengembangkan potensinya dan mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan masyarakat. melalui aktivitas-aktivitas program pendidikan di sekolahnya. anak tahu arah kemana tujuan yang akan dicapai. 2) Peranan peserta didik Mengacu pada prinsip-prinsip di atas. dan menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif terhadap anak dalam kegiatan belajar. apabila peranan tersebut diperkenalkan dan diberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sendiri sebagai proses pendidikan kemandirian. nilai keagamaan. menunjukkan bahwa pendidikan nasional lebih berorientasi pada pengembangan potensi anak yang berbasis pada nilai-nilai hak asasi manusia. guru/pendidik berperan sebagai orang yang menyediakan kemudahan atau memfasilitasi terjadinya aktivitas belajar. pendidikan nasional diselenggarakan dalam rangka proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Peranan-peranan anak sebagai peserta didik di sekolah akan mendukung terhadap pencapaian tujuan pendidikan secara efektif. Sebagai moderator. belajar hidup berdemokrasi. dan proses belajar bertanggung jawab. Sebagai fasilitator.

Permasalahan tersebut mengimplikasikan perlunya pendidikan prajabatan guru yang berorientasi pada pendidikan yang berbasis kemanusiaan. apabila para pendidik atau guru memahami hakikat upaya pendidikan yang mereka lakukan dan memahami hakikat manusia yang dihadapinya. dan kritis komprehensif. dan agama dengan semangat keintelektualan dan profesionalisme kependidikan. reflektif kontemplatif. Oleh karena itu. kebudayaan. dapat disimpulkan bahwa landasan filsafat pendidikan Pancasila merupakan azas pendidikan nasional yang menjadi basis pendidikan tenaga kependidikan. BAB 3 KESIMPULAN Filsafat pendidikan adalah filsafat terapan yang menggunakan pola berfikir filsafat dalam menelaah obyek tentang segala hal tentang pendidikan. Hal ini hanya mungkin dilakukan. Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas.melakukan peranan-peranannya sebagai seorang yang akan dewasa. dan aksiologi Pancasila bagi mahasiswa kependidikan merupakan kewajiban yang mempunyai dampak langsung atau tidak langsung terhadap wawasan teoritik dan praktek pendidikan di sekolah atau di luar sekolah kelak. Karakteristik berfikir filsafat (termasuk filsafat pendidikan) adalah bersifat kritis sistematis. pemahaman terhadap aspek ontologi. antropologi. epistemologi. Gaya telaahan terbagi . dan sebagai calon anggota masyarakat atau warga negara yang bertanggung jawab.

hakikat kurikulum/isi pendidikan. dan nilai guna pendidikan atau metode pencapaian tujuan pendidikan. hakikat pendidik dan anak didik. sedangkan riil terbagai menjadi pemikiran reduktif. dan aksiologi. Permasalahan epistemology membahas pada persoalan hakikat ilmu dan kebenaran ilmu yang diperoleh lewat upaya penyelidikan dan telaahan yang mendalam yang disebut dengan metode ilmiah. dan implikasi telaahan dalam pendidikan berkaitan dengan kajian tentang tujuan. yaitu kajian tentang ontology dan antropologi pendidikan. Permasalahan filsafat pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) dimensi. . yaitu gaya bersifat fomal. dan transendental. epistemology pendidikan dan aksiologi pendidikan. mengkaji tentang kegunaan dan nilai suatu ilmu untuk kesejahteraan umat. yaitu dimensi metafisika. epistemology. yaitu menyangkut permasalahan tujuan pendidikan dan hakikat manusianya. Permaalahan aksiologis. Formal terbagi menjadi gaya naratif dan profetik. demikian pula pendidikan memiliki nilai manfaat dalam meningkatkan keunggulan martabat manusia.menjadi dua. tipe-tipe ideal. Permasalahan metafisika yang dibahas berkenaan dengan masalah ontologis dan antropologis pendidikan. dan riil. Ada tiga kajian utama cabang filsafat pendidikan. rekonstruktif.

. A Quranic Outlook (Alih bahasa: Mutammam). Great Philoso-phers. D. Mortimer. M. Life of Dialogue. CV Diponegoro. Routledge and Began Paul Ltd. The. Boston. . Jakarta.. Basic Teaching of. Friedman. 1987. S. Barnes & Nobles. (1957). (1954). Adler..(1991)..S..The. E.. S. J. New York. Four Philosophies and Their Practice in Education and Religion. New York. Cassirer. Beacon Press. Educational Theory. Harper & Brothers Publish-ers. M. London. Butler.: Alois A. Bandung. J.. (1957). An Essay On Man. (1959). Gramedia.R.. A. Martin Buber. The Paideia Proposal An Educational Manifesto. (1987).DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Between Man and Man. New York. (Terj.E. Macmillan Publishing Company. (1982). Frost Jr. (Translated by Ronald Gregor Smith). Nugro-ho).. Buber.

(1980).. Introduction to Philosophy of Education. S..Hasan. F. Huijbers. v. (1987). The University of Chicago Press. Berkenalan dengan Eksistensialisme. Henderson. .. Langeveld. Yogyakarta. Jakarta. T. (Terj. Jemmars. Chicago. P. Beknopte Theoritische Paedagogiek. Yayasan Kanisius. (1973).J. Manusia Merenungkan Dunianya. Bandung. (1959).:Simajuntak). Pustaka Jaya.. M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->