P. 1
Tugs Makalah

Tugs Makalah

|Views: 976|Likes:
Published by Shanty Dewi

More info:

Published by: Shanty Dewi on Aug 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH MATA KULIAH ASPEK HUKUM BISNIS PERJANJIAN WARALABA (FRANCHISE

)

Oleh : Shanti Dewi Aprillia 04610222 / Manajemen

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2008

Penjajahan Inggris di Amerika Utara juga dimulai melalui sistem waralaba ketika pada 1607 hak atas Virginia diberikan kepada The London Company. tetapi yang pasti ada kecenderungan suatu pola pemikiran seperti “buat apa bersusah payah merintis usaha dari nol kalau dapat membeli bisnis yang membuatnya langsung berlari.Sejarah dan Perkembangan Franchise / Waralaba Waralaba atau franchising pada dasarnya bukanlah konsep baru. yang dijual kepada pihak lain yang berminat.100 gerai. logo. I..5 gulden punya kedaulatan tersendiri untuk merebut teritori dari Portugis dan mendirikan markas besar di Jakarta pada 1619. Sehubungan dengan berwirausaha dengan membeli bisnis yang sudah ada.122 gerai. Itulah sebabnya pemerintah sangat menganjurkan bagi masyarakat untuk menjadi wirausahawan. mereka juga harus menyerahkan sebagian hasil pajak kepada raja. dan lain-lain). Di Eropa. sekaligus menegakkannya.Contoh. HarleyDavidson. The How To Book. Waralaba berasal dari kata “wara” artinya lebih dan “laba” artinya untung. Sogo. Akan tetapi. Banyak dari pelaku dalam dunia waralaba ini. Dalam proses ini. Lloyd Tarbutton dalam Franchising. FHM Magazine. Pemberian hak ini dituangkan dalam bentuk perjanjian waralaba (franchise agreement). Demikian pula pasar sudah ada. penemuan dunia baru kemudian membuka peluang perdagangan internasional di tengah maraknya paham kolonialisme. seorang pebisnis lokal. dukungan modal dan reputasi bisnis memang akan sangat menentukan. Dengan jaringan bisnis yang mereka miliki. Kemeriahan bisnis yang dapat membuat orang cepat sukses dan terkenal ini tampaknya juga merambah pada waralaba lokal. otomatis waralaba terkenal dari luar negeri hanya akan jatuh ke tangan pengusaha besar. dan Kenari Djaya (agen kunci-kunci mewah). keagenan dan lisensi asing. Pengambilalihan wilayah tersebut oleh Kerajaan Inggris baru dilakukan pada 1624. sebagaimana yang dikemukakan oleh Suharnoko : “Franchise pada dasarnya adalah sebuah perjanjian mengenai metode pendistribusian barang dan jasa kepada konsumen” (Musjtari: 2003: 1). Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. dan Lacoste). Indomaret yang kini memiliki 926 gerai (450 di antaranya gerai waralaba). yang paling berperan dalam menghadirkan waralaba asing tentunya pengusaha besar dan mapan. Untuk memperluas kendali kekuasaan. perkembangan waralaba lokal jauh melampaui waralaba asing. VOC dibentuk oleh Belanda pada 1602. perusahaan yang dimodali melalui penerbitan saham senilai 6. Produsen minuman . Dari segi jumlah gerai. Mereka menginginkan sesuatu yang cepat kalau tak mau disebut instan dalam membangun bisnis. kita mengenal nama-nama besar yang merajai bisnis waralaba. Marks & Spencer. si pembeli bisnis tinggal menjalankan saja di dalam sistem yang sudah ada itu. Membeli sistem bisnis yang sudah jadi mempunyai kelebihan bahwa sistem bisnis sudah tercipta dan siap pakai. Hal itulah yang menyebabkan beberapa waralaba lokal berhasil mencatatkan diri karena mengalami perkembangan yang luar biasa. Nautica. Es Teler 77 . Kelemahannya adalah pemilik modal tidak akan bebas dalam menentukan usahanya. kelompok ini bisa lebih cepat membaca peluang dan melobi franchisor (pewaralaba) untuk mendapatkan hak franchisee (terwaralaba). Kawan Lama (agen perkakas rumah tangga). Londre . Dari negeri jajahan ini mereka membangun perdagangan monopoli dengan Jepang pada 1641 dan memerangi Inggris yang berupaya menembus perdagangan rempah. mulai mengoperasikan beberapa unit ritel di negeri yang berkebudayaan sangat tua itu.160 gerai.380 gerai. Mewakili Negeri Kincir Angin itu. dan kemudian diberi hak untuk melakukan seluruh perdagangan antara Tanjung Harapan Baik dan Selat Magellan. yaitu makin tumbuh suburnya bisnis waralaba. maka dapat diketahui bahwa warabala merupakan usaha yang memberikan keuntungan lebih/istimewa (Musjtari: 2003: 1). karena semuanya tergantung kepada pihak yang dibeli bisnisnya. Red Crispy). Selain itu. Di samping pengertian tersebut. ketika The Council of Trent menerbitkan beleid yang melarang. Cosmopolitan. PENDAHULUAN Wirausaha akan membuat masyarakat menjadi mandiri karena dalam wirausaha masyarakat akan mampu membuka peluang untuk dirinya sendiri dan menarik keuntungan dari peluang yang tercipta tersebut. sehingga pemilik bisnis baru ini tidak akan kesulitan dalam memasarkan produknya. Dengan segenggam modal di tangan. tanpa perlu mempermasalahkan apakah itu hasil keringat sendiri atau pemberian orang tua. Kinokuniya. Dengan seleksi seperti itu. Pemilik dari metode ini disebut “franchisor” sedang pembeli yang berhak untuk menggunakan metode itu disebut “franchisee”. mengungkapkan bahwa konsep rantai pertokoan sudah lahir di Cina setidaknya pada 200 SM ketika Lo Kass. beberapa pemerintahan di Eropa mengadopsi kembali sistem waralaba. Itulah yang membuat bisnis “cepat saji” ini booming dan terus mengundang peminat baru. bahkan ada yang dapat memulai dengan modal sekitar Rp 10 juta (misalnya. Sebagai imbalan atas segala kebebasan yang dianugerahkan dari berburu sampai menarik pajak di daerah seluas properti itu individu-individu yang diangkat jadi bangsawan tadi diwajibkan mempertahankan teritori kerajaan dengan membangun pasukan. Grup MRA (Hard Rock Café. ada pengertian waralaba menurut doktrin. Ferrari.730 gerai. Bahkan lebih jauh. dikenal istilah franchise yang sudah diIndonesia-kan menjadi waralaba. Le Monde Baby’s World . Di Inggris sistem pemerintahan seperti ini berlaku sampai dengan sekitar tahun 1562. sistem waralaba digunakan oleh para raja untuk melanggengkan kekuasaan mereka. franchising pertama kali diadopsi dari Inggris dan Eropa oleh industri bir AS. waralaba Fresh Corn. wirausaha dapat menciptakan peluang kerja bagi orang lain yang ada di sekitar usaha tersebut. Ini karena persyaratan menjadi terwaralaba lokal jauh lebih ringan dan murah. keagenan dan lisensi di Indonesia. dan sistem operasi yang dimiliki dan dikembangkan oleh franchisor. Alfarmart . setelah perusahaan swasta itu dinilai melakukan mismanajemen dengan terbantainya 347 pemukim kulit putih oleh Indian Powhatan pada 22 Maret 1622. Demam kewirausahaan yang belakangan melanda kaum mudah tak dapat dilepaskan dari fenomena ini.I. antara lain mendirikan bisnis sendiri atau membeli sistem bisnis yang sudah jadi. sebut saja PT Mitra Adiperkasa (membawahkan puluhan merek premium seperti Starbucks. Tak ada yang sanggup membayar fee waralaba mahal kalau bukan mereka para pengusaha bermodal kuat. Selain itu ada pula pengertian waralaba menurut Juajir Sumardi : “Franchise adalah sebuah metode pendistribusian barang dan jasa kepada masyarakat konsumen. Sehubungan dengan itu. Yaitu dengan memberikan hak atas lahan kepada beberapa individu kuat. Dari arti secara harafiah tersebut. diketahui bahwa waralaba merupakan salah satu bentuk format bisnis dimana pihak pertama yang disebut pemberi waralaba (franchisor) memberikan hak kepada pihak kedua yang disebut penerima waralaba (franchisee) untuk mendistibusikan barang/jasa dalam lingkup area geografis dan periode waktu tertentu dengan mempergunakan merek. dan Primagama . Banyak cara untuk menjadi wirausahawan. Sebagai konsep bisnis. Debenhams. Di Indonesia sendiri sudah dapat kita lihat adanya suatu fenomena baru yang menarik untuk dicermati dalam beberapa tahun terakhir.

desain dan sebagainya. produsen minuman tak memiliki kendali atas operasional tavern lokal tersebut. 3. Namun. waralaba sukses yang didirikan pebisnis perempuan sudah banyak. kalau bisa memilih waralaba yang benar. mencari tempat usaha yang letaknya strategis lalu membeli atau menyewanya. Perjanjian pembangunan tempat usaha. Artinya perjanjian itu tidak bertentangan dengan Agama dan ketertiban umum. pemberian izin lisensi meliputi pelbagai macam hak milik intelektual. Selain yang disebut diatas perjanjian waralaba (franchising): Pemberian lisensi hukum tentang nama perniagaan. merek. Pengguna waralaba (franchisee) boleh memakai pemborongnya sendiri. Sedangkan pada waralaba. Perjanjian tentang hutang piutang. Penyewaan tempat usaha. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3690). Karena layanannya B2B. Melibatkan pemberian informasi rahasia dan keterampilan atau kecakapan tehnik. franchisee akan menikmati kebebasan seorang pemilik bisnis tanpa harus bersusahpayah memulai usahanya dari bawah karena franchisor tidak hanya telah menyediakan sistem yang terbukti andal dan pelatihannya. Dan bukan hanya di bidang yang terkait dengan pekerjaan tradisional perempuan. logo type. sekaligus. dengan dasar pertimbangan bahwa kegiatan usaha waralaba/franchise perlu dikembangkan dalam rangka mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha Waralaba Nasional dan meningkatkan peran serta pengusaha kecil dan menengah baik sebagai franchisor. Salah satunya. Ada kemungkinan bahwa pihak pemilik waralaba (franchisor) mensyaratkan bahwa alat-alat dibeli atau disewakan darinya. yang dilakukan Pemerintah dalam bentuk : sebelum membuat perjanjian.ini memberikan bantuan finansial sebagai imbalan dari perjanjian pembelian produk secara eksklusif oleh rumah-rumah minum yang tersebar luas. Salain yang disebut diatas perjanjian waralaba (frachising) : 1. Disamping Peraturan baru berupa : Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 12/M-DAG/PER/3/2006 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba. Pemberian izin ini meliputi untuk menggunakan hak-hak pemilik waralaba yang berada dibidang hak milik intelektual (intelectual property rights). karena itu perjanjian waralaba itu sah. tetapi juga merek yang kuat. Pemerintah menerbitkan peraturan dalam rangka bisnis waralaba/franchise ini. Kalau pada pemberian (perjanjian) lisensi biasanya hanya meliputi pemberian izin lisensi bagi penggunaan merek tertentu. seperti resto dan makanan. waralaba ini menawarkan layanan memantau pencurian minuman keras di industri resto dan bar. Melibatkan lisensi nama perniagaan. seperti : 1. Pada dasarnya waralaba berkenan dengan pemberian izin oleh seorang pemilik waralaba (franchisor) kepada orang lain atau beberapa orang untuk menggunakan sistem atau cara pengoperasian suatu bisnis. perjanjian waralaba merupakan perjanjian khusus karena tidak dijumpai daJam Kitab Undangundang Hukum Perdata. tetapi ada kemungkinan waralaba memberikan pinjaman kepada pengguna waralaba untuk dipergunakan sebagai modal kerja. dan undang-undang itu sendiri. II. Perjanjian Waralaba Dalam hukum perjanjian. Beberapa franchisor menawarkan waralaba yang bersifat business-to-business. Melibatkan nama baik perusahaan. 3. franchisee maupun sebagai pemasok barang dan/atau jasa. 2. dan merek jasa. Adakalanya pinjaman ini diperoleh dari pihak lain. Bidang-bidang hukum itu dapat dikelompokkan dalam bidang hukum perjanjian dan dalam bidang hukum tentang hak milik intelektual. Diluncurkan pada 1988 oleh dua pengusaha resto di Toronto. Pasal itu mengatakan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya (Pasal 1338 Kitab Undang-undang Hukum Perdata). Perjanjian dibuat secara sah artinya bahwa perjanjian itu telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam undangundang. agama ketertiban umum dan kesusilaan. Perjanjian lisensi biasa tidak sama dengan pemberian (perjanjian) lisensi waralaba. dan pengguna waralaba memanfaatkan hal ini. model. Adanya ketentuan yang mengatur mengenai klausul minimum dalam perjanjian waralaba antara pemberi waralaba . Perjanjian ini dapat diterima dalam hukum karena didalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ditemui satu pasal yang mengatakan adanya kebebasan berkontrak. Keseluruhan hak-hak milik intelek bahwa alat-alat dibeli atau disewakan darinya. Di masa mendatang. Kadangkala pemilik waralaba memiliki bagian yang mengadakan penelitian tentang tempat usaha ini. dan mengikat kedua belah pihak. dan kemudian menyewakannya kepada pengguna waralaba (franchisee). dan tidak bertentangan dengan kesusilaan. dan oleh karena itu perjanjian itu menjadi undang-undang bagi mereka yang membuatnya. membutuhkan kehati-hatian. Perlindungan Hukum Usaha Waralaba/ Franchise di Indonesia Perlindungan hukum bagi usaha franchise (“waralaba”) lokal masih didasarkan pada : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 16 Tahun 1997 tentang Waralaba (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 1997. Laiknya franchising. Perjanjian waralaba dapat dikatakan suatu perjanjian yang tidak bertentangan dengan undangundang. Sekarang. franchisee bisa melakukan pekerjaan dari rumah sehingga tak perlu membeli atau menyewa tempat dan peralatan berat untuk memulai bisnis. pemberi waralaba wajib memberikan keterangan tertulis atau prospektus mengenai data atau informasi usahanya dengan benar kepada penerima waralaba (Pasal 5). 2. Bevinco. Seorang calon pengguna waralaba memerlukan pinjaman guna pembayaran “fee"(biaya-biaya). Perjanjian-Perjanjian yang Berkaitan dengan Waralaba Perjanjian-perjanjian yang terdapat dalam waralaba tidak saja tentang perjanjian pemberian lisensi tetapi lebih dari itu. Penyewaan peralatan. termasuk di bisnis yang sebelumnya tak terbayangkan. Pemberian izin ini kadangkala disebut dengan pemberian izin lisensi. yang cukup unik. Informasi rahasia ini memegang peranan penting dalam waralaba. Pada usaha waralaba tertentu masyarakat agar bangunan-bangunan dibuat secara khas sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh pemilik waralaba (franchisor). tetapi kadang kala pemilik waralaba (frachisor)mempunyai hak veto dalam hal ini. kian beragamnya franchisor membuat para calon investor yang ingin membeli lisensi waralaba punya pilihan luas yang. 4. Tempat usaha ini memegang peranan penting bagi pemasaran. lahirnya barisan franchisor. Masih ada Perjanjian-perjanjian lain yang terkait dengan waralaba tersebut. selain menempatkan diri sebagai pemasok tunggal. Sehingga kewajiban pendaftaran bagi usaha waralaba/franchise adalah merupakan tindakan preventif dari Pemerintah.

d. yang saat ini memiliki lebih dari 40 juta pengangguran. Pasal 4 Waralaba diselenggarakan berdasarkan perjanjian tertulis antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dengan memperhatikan hukum Indonesia. f. BAB III PERJANJIAN WARALABA 1. Dalam hal perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditulis dalam bahasa asing. dan merupakan sistem yang tepat bagi terciptanya pemerataan kesempatan berusaha. Karenanya kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas. Penerima Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang diberikan hak oleh Pemberi Waralaba untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimiliki Pemberi Waralaba. misalnya di Amerika Serikat dan Jepang. Keputusan Menteri perindustrian dan perdagangan RI No. memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis. 16 Tahun 1997 tentang waralaba. dan Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar. 3. 4. c. 4. Undang-Undang No. perjanjian tersebut harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. 2. Waralaba dapat diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia. Pemberi Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang memberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimilikinya kepada Penerima Waralaba. 30 tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. b. Namun saat ini kepastian hukum berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. 15 Tahun 2001 tentang Merek. adanya dukungan yang berkesinambungan. . Umumnya format bisnis waralaba berkembang di sektor yang padat karya. Bagaimana dengan kepastian berusaha dalam bidang waralaba di Indonesia? Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Pasal 2 2. maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor mau pun franchisee. 259/MPP/KEP/7/1997 Tgl 30 Juli 1997 Tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba. 14 Tahun 2001 tentang Paten. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang perdagangan. Pasal 5 Perjanjian Waralaba memuat klausula paling sedikit : a. nama dan alamat para pihak.dengan penerima waralaba (Pasal 6). Undang-Undang No. Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat. Kewajiban untuk mendaftarkan perjanjian waralaba beserta keterangan tertulis atau prospektus kepada instansi terkait. Dicantumkannya sanksi bagi kegiatan usaha waralaba yang tidak mentaati ketentuan tersebut (Pasal 19). Undang-Undang No. 3. Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba. terbukti sudah memberikan keuntungan. c. b. Selanjutnya ketentuanketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut: 1. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 42 TAHUN 2007 TENTANG WARALABA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksudkan dengan : 1. Aspek Legal Waralaba di Indonesia Format bisnis waralaba merupakan format bisnis yang telah terbukti mampu meningkatkan akselerasi perkembangan perekonomian. kegiatan usaha. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997. yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah RI No. e. 2. waralaba berkembang pesat. mudah diajarkan dan diaplikasikan. Kewajiban untuk melakukan pelaporan berkala atas perkembangan kegiatan usaha waralaba (Pasal 18).sehingga sangat cocok dikembangkan di Indonesia. (Pasal 11). jenis Hak Kekayaan Intelektual. memiliki ciri khas usaha. BAB II KRITERIA Pasal 3 Waralaba harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a.

hak dan kewajiban para pihak. dan d. fotokopi prospektus penawaran Waralaba. BAB IV KEWAJIBAN PEMBERI WARALABA 1. fasilitas. pemasaran. h. i. hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba. dan b. Pasal 12 (1) Permohonan pendaftaran prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 diajukan dengan melampirkan dokumen : a. daftar Penerima Waralaba. Permohonan pendaftaran perjanjian Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 diajukan dengan melampirkan dokumen: a. pengakhiran. bimbingan operasional manajemen. dan tata cara perpanjangan. pelatihan. dan hak ahli waris. Pasal 8 Pemberi Waralaba wajib memberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan. legalitas usaha Pemberi Waralaba. e. f. j. 2. Pendaftaran prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh pihak lain yang diberi kuasa. penelitian. jumlah tempat usaha. 1. Pendaftaran perjanjian Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh pihak lain yang diberi kuasa. sejarah kegiatan usahanya. fotokopi perjanjian Waralaba. fotokopi legalitas usaha. 2. b. jangka waktu perjanjian. Pasal 11 Penerima Waralaba wajib mendaftarkan perjanjian Waralaba. Pasal 7 Pemberi Waralaba harus memberikan prospektus penawaran Waralaba kepada calon Penerima Waralaba pada saat melakukan penawaran. Pasal 9 1. d. laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir. k. struktur organisasi Pemberi Waralaba. Pasal 6 Perjanjian Waralaba dapat memuat klausula pemberian hak bagi Penerima Waralaba untuk menunjuk Penerima Waralaba lain. fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemilik/pengurus perusahaan. Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba mengutamakan penggunaan barang dan/atau jasa hasil produksi dalam negeri sepanjang memenuhi standar mutu barang dan/atau jasa yang ditetapkan secara tertulis oleh Pemberi Waralaba. tata cara pembayaran imbalan. c. b. g. perubahan kepemilikan. . 1. c. Penerima Waralaba yang diberi hak untuk menunjuk Penerima Waralaba lain. 2. 2. 1. dan pemutusan perjanjian. e. 2. Prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat paling sedikit mengenai : a. kepemilikan. BAB V PENDAFTARAN 1. harus memiliki dan melaksanakan sendiri paling sedikit 1 (satu) tempat usaha Waralaba. fotokopi legalitas usaha. g. Pemberi Waralaba harus bekerjasama dengan pengusaha kecil dan menengah di daerah setempat sebagai Penerima Waralaba atau pemasok barang dan/atau jasa sepanjang memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba. dan h. dan pemasaran yang diberikan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba wilayah usaha. 2. f. penyelesaian sengketa. bantuan. Pasal 10 Pemberi Waralaba wajib mendaftarkan prospektus penawaran Waralaba sebelum membuat perjanjian Waralaba dengan Penerima Waralaba. fotokopi prospektus penawaran Waralaba. bimbingan operasional. dan pengembangan kepada Penerima Waralaba secara berkesinambungan.d. data identitas Pemberi Waralaba.

Sanksi administratif berupa denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) huruf b. Permohonan pendaftaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diajukan kepada Menteri. 1. pendidikan dan pelatihan Waralaba. 4. dan Pasal 11. penghargaan kepada Pemberi Waralaba lokal terbaik. dikenakan kepada Pemberi Waralaba yang tidak melakukan pendaftaran prospektus penawaran Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 atau Penerima Waralaba yang tidak melakukan pendaftaran perjanjian Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 setelah diterbitkannya surat peringatan tertulis ketiga. d. 1. Sanksi administratif berupa pencabutan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (2) huruf c. dan/atau c.000. dikenakan kepada Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. pencabutan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba. 2. BAB VII SANKSI Pasal 16 1. rekomendasi untuk memanfaatkan sarana perpasaran. 2. bantuan perkuatan permodalan.00 (seratus juta rupiah). 2. 5. Pasal 10. Sanksi administratif berupa peringatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) huruf a. Menteri.3. dan/atau f. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Gubernur. b. Peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan paling banyak 3 (tiga) kali dalam tenggang waktu 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal surat peringatan sebelumnya diterbitkan. 1. Proses permohonan dan penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba tidak dikenakan biaya. Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan pembinaan Waralaba. maka kita wajib melaporkannya kepada kantor menperindag setempat. denda. Menteri menerbitkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba apabila permohonan pendaftaran Waralaba telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Prosedur pendaftarannya adalah sebagai berikut: 1. b. permohonan diajukan kepada Direktorat . 6. Menteri dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). peringatan tertulis. Pasal 18 2. bantuan konsultasi melalui klinik bisnis. e. Pasal 10. dikenakan kepada Pemberi Waralaba yang tidak melakukan pembinaan kepada Penerima Waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 setelah diterbitkannya surat peringatan tertulis ketiga. c. Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan paling banyak Rp100. Bagaimana Mendaftarkan Usaha Waralaba Jika kita memiliki usaha waralaba. 7. Bupati/Walikota sesuai kewenangannya masing-masing dapat mengenakan sanksi administratif bagi Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. Menteri melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Waralaba. 3. Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. dan/atau Pasal 11. Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain berupa pemberian : a. Pasal 17 2. Pasal 13 BAB VI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 14 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran Waralaba diatur dengan Peraturan Menteri.000. Bagi Franchisee/Master Franchisee/Franchisor yang berasal dari luar negeri. Dalam hal perjanjian Waralaba belum berakhir. rekomendasi untuk mengikuti pameran Waralaba baik di dalam negeri dan luar negeri. Pasal 15 1.

Copy KTP Pemohon/Direktur Perusahaan. . menjamin dilindunginya paten dan merek yang terdaftar dari tindakan pemakaian tanpa hak dan atau penjiplakan atribut merek untuk keuntungan pihak yang tidak memiliki hak atas paten/merek terdaftar tersebut. 5. 2. juga tidak bertentangan dengan nilai nilai islamnya. . 4. . Susunan manajemen. yaitu peraturan tentang merek dan HAKI. Copy Surat Ijin Gangguan. Sedangkan bagi waralaba dalam negeri cukup mengajukannya kepada Kepala kantor Wilayah Depperindag setempat. d. Copy NPWP jika terpisah.Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dengan telah diberlakukannya peraturan utama yang berkaitan dengan waralaba. maka ditarik kesimpulan bahwa hukum bisnis waralaba (franchise) sangat tergantung kepada kesesuaian bidang usaha bisnis franchise dan system serta mekanisme kerjasamanya dengan prinsip syariah dan ketiadaan dari segala tantangan syariah dalam bisnis tersebut namun secara umum. Direktorat Perdagangan Dalam Negeri. . Copy Surat Ijin Domisili. Persyaratan bagi pengajuan pendaftaran merek dagang/jasa dan hak cipta/paten di Indonesia adalah sebagai berikut: 1. 2. Berbisnis melalui waralaba adalah suatu jalan yang baik untuk dicoba. Pengajuan hak atas merek atau paten diajukan kepada Departemen Hukum dan Perundang-undangan cq Dirjen HAKI.Alamat Cabang disertai : a.Jenderal Perdagangan Dalam Negeri up. . c. disertai copy gambar desain atau spesifikasi produk/jasa yang dipatenkan.Keterangan tertulis dari Franchisor (Profil. . diharapkan dapat memberikan dorongan bagi dunia usaha di Indonesia untuk mulai terjun menggeluti dunia waralaba yang dikenal sebagai "The Great Inventions of Capitalism". karena metode ini selain membawa keuntungan bagi para pihak.Franchise Agreement (Perjanjian Waralabaa). Neraca 2 tahun kebelakang dan HAKI). Direktur Bina Usaha Dalam Negeri. Contoh etiket merek sebanyak 30 lembar ukuran minimal 2x2 cm dan maksimal 9x9 cm. Copy NPWP Pemohon/Perusahaan. 3.Copi Standar Operations Procedures.Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Surat pendaftaran dilampiri dengan dokumen berikut: . Memberitahukan barang/jasa yang didaftarkan. b. Copy akte perseroan (jika atas nama perusahaan). Formulir DIP dapat diperoleh di kantor Deperindag.Daftar Isian Permintaan (DIP).SIUP dan Surat Izin Usaha dari instansi teknis terkait. . Perlindungan Merek dan Kekayaan Intelektual Keberadaan UU berkaitan dengan perlindungan terhadap rahasia dagang yaitu UU No 30 tahun 2000 dan UU yang berkaitan dengan paten dan merek yaitu UU No 14 dan 15 Tahun 2001. Kesimpulan Berdasarkan hal-hal yang telah kami kemukakan di atas. .

Jakarta. Routledge. Aspek-Aspek Hukum Dalam Usaha Franchise. Jakarta.. Gramedia. 1985 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1992: Tentang Merek Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1986: Tentang Paten Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982: Tentang Hak Cipta Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987: Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983: Tentang Pajak Penghasilan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1993: Tentang Pajak Pertambahan Nilai Tahun Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1982: Tentang Wajib Daftar Perusahaan Keputusan Menteri Perdagangan: Nomor:1458/Kp/XII/84: Tentang. International Perspectives. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Howard Schultz dan Dori Jones Yang.DAFTAR PUSTAKA Hadiyanto. R. 2003 Warren J. Prenhallindo. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Medan: USU Press Medan. Edisi Revisi. Bagaimana STARBUCKS Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir. Perspektif Peraturan Perjanjian Franchise di Jakarta. Roeseno. Jakarta: Pradnya Paramita. Tjitrosudibio. 2002 . 1996 Danny Moss and Barbara deSanto (edt). PT. Manajemen Pemasaran Global. Beberapa Sendi Tentang Hukum Perikatan. Pour Your Heart Into It. R. Public Relations Cases. 1993 Baros. London and New York. 1993 Harjowidigdo. 1985 Surbekti. Makalah Pada Pertemuan Tentang Franchise di Jakarta. Keegan. Wan Sadjaruddin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->