P. 1
Ketentuan Untuk Beton Prategang-2

Ketentuan Untuk Beton Prategang-2

|Views: 1,455|Likes:

More info:

Published by: Zaraki 'vhaky' Abarai on Aug 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan

KETENTUAN UNTUK BETON PRATEGANG BERDASARKAN RSNI TH 2002

PERENCANAAN BETON UNTUK JEMBATAN
angkur suatu alat yang digunakan untuk menjangkarkan tendon kepada komponen struktur beton dalam sistem pasca tarik atau suatu alat yang digunakan untuk menjangkarkan tendon selama proses pengerasan beton dalam sistem pratarik. beban hidup semua beban yang terjadi akibat penggunaan jembatan berupa beban lalu lintas kendaraan sesuai dengan standar pembebanan untuk jembatan jalan raya yang berlaku. beban kerja beban rencana yang digunakan untuk merencanakan komponen struktur. beban mati berat semua bagian dari suatu jembatan yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan yang tidak terpisahkan dari suatu struktur jembatan. beban terfaktor beban kerja yang telah dikalikan dengan faktor beban yang sesuai. beton prategang beton bertulang yang diberi tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja. gaya jacking gaya sementara yang ditimbulkan oleh alat yang mengakibatkan terjadinya tarik pada tendon prategang dalam beton prategang. kuat tarik leleh kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh tulangan dalam mega-pascal (MPa). kuat nominal kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metoda perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai. kuat perlu kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam standar ini. kuat rencana kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan Φ; kuat tekan beton yang disyaratkan f’c kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan mega paskal (MPa). Bila nilai f’c di dalam tanda akar, maka
1 dari 125

perangkat angkur strand tunggal perangkat angkur yang digunakan untuk strand tunggal atau batang tunggal berdiameter 16 mm atau kurang yang sesuai dengan standar ini. dalam sistem prategang dimana tendon ditarik sesuadah beton mengeras. kawat untai atau suatu bundel atau berkas dari elemen-elemen tersebut. zona angkur mencakup daerah terganggu di depan dan di belakang perangkat angkur tersebut. perangkat angkur perangkat yang digunakan pada sistem prategang pasca tarik untuk menyalurkan gaya pasca tarik dari tendon ke beton. Panjang daerah zona angkur ini adalah sama dengan dimensi terbesar penampang. yang digunakan untuk memberi gaya prategang pada beton. di luar pengaruh beban mati dan beban tambahan. batang atau kawat majemuk. kabel batang. tendon elemen baja misalnya kawat baja. Untuk perangkat angkur tengah. pratarik pemberian gaya prategang dengan menarik tendon sebelum beton di cor. pasca tarik cara pemberian tarikan. perangkat angkur strand majemuk perangkat angkur yang digunakan untuk strand.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan hanya nilai numerik dalam tanda akar saja yang dipakai. transfer proses penyaluran tegangan dalam tendon prategang melalui lekatan beton untuk sistem pratarik atau dari jack atau perangkat angkur untuk sistem pasca tarik kepada komponen struktur beton. prategang efektif tegangan yang masih bekerja pada tendon setelah semua kehilangan tegangan yang terjadi. zona angkur bagian komponen struktur prategang pasca tarik dimana gaya prategang terpusat disalurkan ke beton dan disebarkan secara lebih merata ke seluruh bagian penampang. 2 dari 125 . dan hasilnya tetap mempunyai satuan mega paskal (MPa). atau batang tunggal berdiameter > 16 mm dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam standar ini.

boleh digunakan cara Perencanaan berdasarkan Batas Layan (PBL). SYARAT UMUM PERENCANAAN STRUKTUR BETON 4. 3 dari 125 . Dasar umum perencanaan Perencanaan harus berdasarkan pada suatu prosedur yang memberikan jaminan keamanan pada tingkat yang wajar. berupa kemungkinan yang dapat diterima untuk mencapai suatu keadaan batas selama umur rencana jembatan. Namun untuk jembatan penting dan/atau berbentang panjang.3-1) φ = faktor reduksi kekuatan Rn = kekuatan nominal γ i. yang pada umumnya dibatasi oleh suatu nilai tegangan ijin dari material struktur. Prinsip umum perencanaan 4.3. 4. dan/atau suatu nilai deformasi ijin. disyaratkan umur rencana 100 tahun. dan/atau bila disetujui oleh yang berwenang. Metode analisis Analisis untuk semua keadaan batas harus didasarkan pada anggapan-anggapan elastis linier.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan 3.3.2. kecuali bila cara-cara non-linier secara khusus memang dianggap perlu atau secara tidak langsung dinyatakan dalam standar ini.1. atau yang bersifat khusus. dalam perhitungan struktur beton harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: . Satuan yang digunakan Standar ini menggunakan sistem Satuan Internasional. atau sebagai cara perhitungan alternatif. 4. 4.Analisis perhitungan struktur harus dilakukan dengan cara mekanika teknik yang baku. Umur rencana jembatan Umur rencana jembatan pada umumnya disyaratkan 50 tahun.3. Di samping itu. atau struktur beton lainnya yang dianggap sesuai kebutuhan perilaku deformasinya.3. seperti untuk perencanaan terhadap lentur dari komponen-komponen struktur beton prategang.3.1.2. Perencanaan berdasarkan beban dan kekuatan terfaktor (PBKT) Perencanaan komponen struktur jembatan harus didasarkan terutama pada cara Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT). Perencanaan berdasarkan batas layan (PBL) Untuk perencanaan komponen struktur jembatan yang mengutamakan suatu pembatasan tegangan kerja. 4.3. atau perilaku lainnya yang diijinkan pada komponen struktur bersangkutan. yang harus memenuhi kriteria keamanan untuk semua jenis gaya dalam di dalam semua komponen struktur jembatan sebagai: φR n ≥ dampak dari ∑γ i Qi (4.4.= faktor beban Q = beban 4.

10.4. dengan syarat perawatan beton tersebut sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. maka perlu disampaikan penjelasan prinsip dan alur kerja dari program bersangkutan.1.1.4.1 Kuat tekan Bila tidak disebutkan lain dalam spesifikasi teknik. dengan perawatan standar. .4 Sifat dan karakteristik material 4. dinyatakan dalam satuan MPa.1. dinyatakan dalam satuan MPa.1 Beton 4. - 4.4. Dalam segala hal. atau . Analisis dengan menggunakan model matematik bisa dilakukan.1. - 4.1. fcf.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan - - Bila dilakukan analisis struktur dengan menggunakan program komputer yang khusus. maka kuat tekan beton disyaratkan untuk tidak lebih rendah dari 30 MPa.1.33 √fc’ MPa pada umur 28 hari. yang memenuhi kriteria keberhasilan sebagaimana disyaratkan dalam pasal 4.Mencapai tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan. 4.Dihitung secara probabilitas statistik dari hasil pengujian. kuat tekan harus diartikan sebagai kuat tekan beton pada umur 28 hari. atau sudah teruji kehandalannya dalam analisis-analisis struktur terdahulu. bisa diambil dari ketentuan: 0.4.4. Dalam hal komponen struktur beton prategang. baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang. kecuali untuk pembetonan yang tidak dituntut persyaratan kekuatan.Dihitung secara probabilitas statistik dari hasil pengujian.1.Sama dengan mutu kekuatan tekan beton yang ditentukan dalam kriteria perencanaan. atau . fc’.4. Percobaan model komponen atau keseluruhan struktur jembatan terhadap suatu pembebanan khusus bisa dilakukan bila diperlukan untuk menunjang analisis teoritis. dengan berdasarkan suatu kriteria perancangan dan keberhasilan sebagai berikut: . 4.2 Tegangan ijin 4 dari 125 . berdasarkan hasil pengujian pada benda uji silinder.6 √fc’ MPa pada umur 28 hari.4. beton dengan kuat tekan (benda uji silinder) yang kurang dari 20 MPa tidak dibenarkan untuk digunakan dalam pekerjaan struktur beton untuk jembatan. sehubungan dengan pengaruh gaya prategang pada tegangan dan regangan beton. dengan kemungkinan kegagalan sebesar 5%. dengan perawatan standar.1.Ditetapkan berdasarkan prosedur probabilitas statistik dari hasil pengujian tekan pada sekelompok benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm.3 Kuat tarik lentur Kuat tarik lentur beton.2 Kuat tarik Kuat tarik langsung dari beton. .1. fct. bisa diambil sebesar: 0.1 Kekuatan nominal 4. asalkan model tersebut memang bisa diterapkan pada struktur jembatan dan dapat dibuktikan kebenarannya.

4 Tegangan ijin tarik pada kondisi transfer gaya prategang untuk komponen beton prategang Tegangan tarik yang diijinkan terjadi pada penampang beton untuk kondisi transfer gaya prategang. tidak boleh melebihi nilai 0. di mana fc’ adalah kuat tekan beton yang direncanakan pada umur 28 hari.Ditentukan dari hasil pengujian. Namun untuk analisis perencanaan struktur beton yang menggunakan beton normal dengan kuat tekan yang 5 dari 125 .60 fci’.4 Lengkung tegangan-regangan Lengkung tegangan-regangan beton bisa digambarkan sebagai: .4. 4.1 Tegangan ijin tekan pada kondisi batas layan Tegangan tekan dalam penampang beton.4.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan 4.5 √fci’. diambil dari nilai-nilai: .4. berdasarkan tegangan kerja. yang terutama dipengaruhi oleh material dan proporsi campuran beton.1.1. tegangan tekan dalam penampang beton tidak boleh melampaui nilai 0.2 Tegangan ijin tekan pada kondisi beban sementara atau kondisi transfer gaya prategang untuk komponen beton prategang Untuk kondisi beban sementara.15 √fc’ beton prategang penuh : 0.Serat terluar mengalami tegangan tarik.4. diambil tidak kurang dari 2400 kg/m3. dinyatakan dalam satuan MPa.4. 4.2. . kecuali untuk kondisi di bawah ini.1. atau .25 √fci’.45 fc’.5 Modulus elastisitas Modulus elastisitas beton.1. akibat semua kombinasi beban tetap pada kondisi batas layan lentur dan/atau aksial tekan. Ec . nilainya tergantung pada mutu beton. ditentukan dari nilai-nilai: Untuk beton dengan berat normal. - - 4. . tidak boleh melebihi nilai 0.3 Massa Jenis Massa jenis beton.2. 4.4.1.4.3 Tegangan ijin tarik pada kondisi batas layan Tegangan tarik yang diijinkan terjadi pada penampang beton.2. 4.Dianggap linier. boleh diambil untuk: beton tanpa tulangan : 0. 4. .1. dinyatakan dalam satuan MPa.1.Ditentukan dari hasil pengujian. di mana fci’ adalah kuat tekan beton yang direncanakan pada umur saat dibebani atau dilakukan transfer gaya prategang.Dianggap kurva bilinier atau trilinier berdasarkan persamaan matematik yang disederhanakan. wc. Tegangan ijin tarik dinyatakan dalam satuan MPa.5 √fc’ Tegangan ijin tarik dinyatakan dalam satuan MPa.2.Serat terluar pada ujung komponen struktur yang didukung sederhana dan mengalami tegangan tarik. atau untuk komponen beton prategang pada saat transfer gaya prategang. tidak boleh melampaui nilai 0.

4 – 1. Kbs.Kacs (4. - (0. 4.1.u = nilai susut maksimum beton. atau . 5 bervariasi ± 20%. dinyatakan dalam MPa.4.4. nilai Ec bisa diambil sebagai: - E c = wc 1. terhitung sejak 7 hari setelah pengecoran [hari] Khs = faktor pengaruh kelembaban relatif udara setempat [H (%)] Kds = faktor pengaruh ketebalan komponen beton [d (cm)] s Ks = faktor pengaruh konsistensi (slump) adukan beton [s (cm)] Kfs = faktor pengaruh kadar agregat halus dalam beton [F (%)] Kbs = faktor pengaruh jumlah semen dalam beton [C (kg/m3)] s Kac = faktor pengaruh kadar udara dalam beton [AC (%)].u (4.Kss. bisa ditentukan berdasarkan rumusan di bawah ini: dengan pengertian : ε cs. dan ε cs.0.Ditentukan dari hasil pengujian.Ditentukan dari hasil pengujian. bisa diambil sebesar: .4 -1) ε Nilai λ cs cs.1.Kds.7 Koefisien muai panas Koefisien muai panjang beton akibat panas.4. Untuk beton normal dengan massa jenis sekitar 2400 kg/m3. untuk beton yang dirawat basah di lokasi pekerjaan. Besaran faktor-faktor Khs.Kfs. yang besarnya bisa diambil sebagai: ε cs. wc menyatakan berat jenis beton dalam satuan kg/m3.2 atau . Kds. fc’ menyatakan kuat tekan beton dalam satuan MPa. nilai regangan susut rencana beton pada umur t (hari).4 -3) dengan pengertian : t = umur beton yang dirawat basah di lokasi pekerjaan.043 f ) .8 Susut beton Bila tidak dilakukan pengukuran atau pengujian secara khusus. bisa diambil sebesar: 10 x 10-6 per 0C.Ditentukan dari hasil pengujian.u = 780 x 10-6 λ cs (4. dengan pertimbangan bisa bervariasi ± 20%. dan Kacs dapat diambil dari grafik 4. Kfs. atau beton ringan dengan berat jenis yang tidak kurang dari 2000 kg/m3 dan kuat tekan yang tidak melampaui 40 MPa.t = nilai regangan susut beton pada umur t hari. 4. dengan pertimbangan bahwa kenyataannya harga ini bisa ' c 4.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan tidak melampaui 60 MPa. Kss. dan Ec dinyatakan dalam satuan MPa. 6 dari 125 . ν .t = (t / (35 + t)) ε cs.4 -2) ditentukan oleh kondisi campuran beton dan lingkungan pekerjaan: λ cs = Khs.1.Kbs.6 Angka Poisson Angka Poisson untuk beton. atau . Ec boleh diambil sebesar 4700√fc’.

034 B sak/m3 KsAC=0.4-1 Grafik penentuan faktor susut Untuk komponen beton yang dirawat dengan cara penguapan (steam cured).193 – 0.016 S cm Slump. H % Ketebalan minimum d (cm) Kss = 0. s (cm) Kehalusan s (< saringan no. H% Kelembaban Relatif.4 -4) di bawah ini: 7 dari 125 . Kelembaban relatif.0127 d cm a.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan Kds Kds = 1.89 + 0.t ditentukan oleh rumusan (4. kg/m3 Kadar udara. 4).75 + 0.95 + 0. A% Gambar 4.008 A Jumlah semen dalam beton. F % Kbs= 0. maka nilai ε cs.

4 – 2. Ksc. susut maksimum ε cs. bisa dihitung dari rumusan: t )) Cu 0.Ktoc(4. Kacc. di mana: ε cc. terhitung sejak 1 . bila tidak dilakukan pengukuran atau pengujian secara khusus.Ksc. Dalam hal koefisien rangkak φ cc(t). yang merupakan regangan jangka panjang yang tergantung waktu pada suatu kondisi tegangan tetap. bisa dihitung dalam perbandingannya terhadap regangan elastis. dan yang akan mengakibatkan suatu tambahan regangan terhadap regangan elastis beton. dan Ktoc dapat diambil dari gambar 4.3 hari setelah pengecoran.1.000153 4.9 Rangkak pada beton Rangkak.4 -4) di mana t menyatakan umur beton yang dirawat dengan cara penguapan. Kdc. dalam satuan hari.4 -8) keterangan : t = Cu = Khc = Kdc = c Ks = Kfc = Kacc = Ktoc = waktu setelah pembebanan [hari] koefisien rangkak maksimum faktor pengaruh kelembaban relatif udara setempat [H (%)] faktor pengaruh ketebalan komponen beton [d (cm)] faktor pengaruh konsistensi (slump) adukan beton [s (cm)] faktor pengaruh kadar agregat halus dalam beton [F (%)] faktor pengaruh kadar udara dalam beton [AC (%)] faktor pengaruh umur beton saat dibebani [to (hari)] Besaran faktor-faktor Khc.4 -6) Cu γ cc (t0. Kfc.6 φ cc(t) = (4.4 -5) ε e merupakan regangan elastis sesaat.Kdc.t = φ cc(t).u (4.000170 30 0.4.6 / (10 + (4.000161 40 – 60 0.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan ε cs. yang diakibatkan oleh bekerjanya suatu tegangan tetap.000174 25 0.1 Koefisien standar susut beton sebagai tambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristik fc’ [MPa] Koef. 8 dari 125 .35 γ cc = Khc.000163 35 0.4.4 -7) = 2.t = (t / (55 + t)) ε cs.t 20 0.Kacc.ε e (4. melalui suatu koefisien rangkak φ cc(t). Tabel 4.Kfc.

9 dari 125 . F % Kadar Udara A (%) Umur saat Pembebanan t (hari) Gambar 4. 4).4-2 di bawah ini.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan Kelembaban relatif H [%] Ketebalan Minimum d [cm] Kelembaban relatif H [%] Ketebalan Minimum d [cm] Kehalusan s (< saringan no.4-2 Grafik penentuan faktor rangkak dalam asumsi pada suatu kondisi yang standar. nilai koefisien rangkak maksimum Cu bisa diambil secara langsung dari Tabel 4.

dan anyaman kawat las (polos atau ulir). tidak boleh diambil melebihi 0. 4.4.2.2. yang disebut sebagai suatu kondisi standar adalah: .4. 4. ditentukan dari hasil pengujian.1 Tegangan ijin pada pembebanan tetap Tegangan ijin tarik pada tulangan non-prategang boleh diambil dari ketentuan di bawah ini: .Tulangan dengan fy = 300 MPa.Konsistensi (slump) adukan beton s = 7. Tabel 4.4.2.4.Tulangan dengan fy = 400 MPa. 4.2. Koefisien standar rangkak beton sebagai tambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristik fc’ [MPa] Koef. kecuali untuk tendon prategang.Dianggap mempunyai bentuk seperti yang diperoleh berdasarkan persamaanpersamaan yang disederhanakan dari hasil pengujian dalam bentuk bilinier.2 Baja tulangan non-prategang 4.1 Kuat tarik putus Ditentukan dari hasil pengujian.4.1.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan Dalam hal ini.2. tidak boleh diambil melebihi 170 MPa.4.3 35 2.15 40 – 60 2.1 Kekuatan nominal 4.Kelembaban relatif udara setempat H = 70 % .50 fy namun tidak lebih dari 200 MPa.1.Dianggap linier pada kondisi tegangan kerja.2.0 4.4-2.5 30 2.2 Kuat tarik leleh Kuat tarik leleh. tetapi perencanaan tulangan tidak boleh didasarkan pada kuat leleh fy yang melebihi 550 MPa.2.2.5 cm .2. .2 Tegangan ijin pada pembebanan sementara Boleh ditingkatkan 30 % dari nilai tegangan ijin pada pembebanan tetap.2 Tegangan ijin 4.4. dengan nilai modulus elastisitas seperti yang diberikan pada pasal 4. fy. .4.4. Rangkak maksimum Cu 20 2.8 25 2.4. atau lebih.Kadar agregat halus dalam beton F = 50 % .2.Ketebalan minimum komponen beton d = 15 cm .3 Lengkung tegangan-regangan Lengkung tegangan-regangan untuk baja tulangan non-prategang diambil berdasarkan ketentuan: .Kadar udara dalam beton AC = 6 %. 10 dari 125 . . tidak boleh diambil melebihi 140 MPa.Untuk tulangan lentur pada pelat satu arah yang bentangnya tidak lebih dari 4 m. 4.

4.1 Tegangan ijin pada kondisi batas layan Tegangan tarik baja prategang pada kondisi batas layan tidak boleh melampaui nilai berikut: .60 fpu.Untuk kondisi layan. fpu.3 Modulus elastisitas 11 dari 125 .4.1 Kuat tarik putus Kuat tarik baja prategang.75 fpu . - 4. harus ditentukan dari hasil pengujian. atau .Sesaat setelah transfer gaya prategang. 4. atau diambil sebesar mutu baja yang disebutkan oleh fabrikator berdasarkan sertifikat fabrikasi yang resmi.70 fpu. 4.1.3. 4. boleh diambil sebesar 0.4.2.Diambil sama dengan 200.82 fpy. Es.85 fpu.94 fpy tetapi tidak lebih besar dari 0.4.3. 4.2 Tegangan ijin 4.2 Kuat tarik leleh ekivalen Kuat leleh baja prategang.Tendon pasca tarik. . tetapi tidak lebih besar dari 0.74 fpu. untuk semua harga tegangan yang tidak lebih besar dari kuat leleh fy.4. fpy. harus ditentukan dari hasil pengujian atau dianggap sebagai berikut: .3.3.Ditentukan dari hasil pengujian.000 MPa. - 4.untuk semua kelas strand dan tendon baja bulat: 0.4.2 Tegangan ijin pada kondisi transfer gaya prategang Tegangan tarik baja prategang pada kondisi transfer tidak boleh melampaui nilai berikut: Akibat gaya penjangkaran tendon.untuk kawat baja prategang : 0.Ditentukan dari hasil pengujian.4 Modulus elastisitas Modulus elastisitas baja tulangan.4.2.85 fpu atau nilai maksimum yang direkomendasikan oleh fabrikator pembuat tendon prategang atau jangkar.3. . sebesar 0.2.3.1. pada daerah jangkar dan sambungan.4.4.3 Baja tulangan prategang 4.4.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan - Ditentukan dari data pengujian yang memadai. 4.2. sesaat setelah penjangkaran tendon. sebesar 0.1. sebesar 0.3. atau .5 Koefisien muai panas Koefisien muai baja tulangan non-prategang akibat panas bisa diambil sebesar: Diambil sama dengan 12 x 10-6 per oC. Kekuatan nominal 4. bisa diambil sebesar: .

.......... Ep.....................................5 kali ukuran agregat terbesar.1 Faktor beban dan faktor reduksi kekuatan Faktor beban dan kombinasi pembebanan Untuk besaran beban dan kombinasi pembebanan.... 0...5........... Tebal selimut bersih untuk tendon dengan sistem pra tarik harus minimum 2 kali diameter tendon...80 . 4... Selimut beton harus dipertebal bila tendon dikelompokkan dalam bidang horisontal atau bila digunakan selongsong dalam beton............ b)... untuk baja ditarik dingin dengan kuat tarik tinggi : 170 x 103 MPa.... yaitu momen lentur.70 .............. 1.......................5 4..... untuk strand tegang-lepas : 195 x 103 MPa..........3 Kekuatan rencana penampang struktur beton Perencanaan kekuatan pada penampang struktur beton terhadap semua pembebanan dan gaya dalam.........Tumpuan beton ..... 12 dari 125 ......... tebal selimut beton harus dipertebal untuk keperluan pengecoran dan pemadatan................... namun tidak harus lebih besar dari 40 mm..........65 .....2 Faktor reduksi kekuatan Faktor reduksi kekuatan diambil dari nilai-nilai berikut: ............ Jika tendon dikelompokkan..... 4.......... 0..... - 4........ 0............ Persyaratan tebal selimut beton minimum untuk tendon eksternal sama dengan untuk tendon yang ditanam dalam komponen beton..... geser..... harus berdasarkan pada kekuatan rencana penampang..6....Aksial tekan * dengan tulangan spiral .......... f)............. terutama pada bidang horisontal.. Tebal selimut beton untuk keperluan pengecoran tidak boleh kurang dari nilai yang terbesar dari ketentuan berikut: a).. Tebal selimut beton untuk selongsong sistem pasca tarik harus diambil minimum 50 mm dari permukaan selongsong ke bagian bawah komponen dan 40 mm pada bagian lain.... 0.......... .70 * dengan sengkang biasa ................... yang bisa dihitung dari kekuatan nominal dikalikan dengan faktor reduksi kekuatan.. aksial..Lentur ............... c)............................3 Persyaratan selimut beton Tebal selimut beton untuk tulangan dan tendon harus diambil nilai tebal selimut beton yang terbesar sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan untuk keperluan pengecoran dan untuk perlindungan terhadap karat. e)..... d).70 4.......5... bisa diambil sebesar: untuk kawat tegang-lepas : 200 x 103 MPa.. 0....... Setebal diameter tulangan yang dilindungi atau 2 kali diameter tulangan terbesar bila dipakai berkas tulangan............. dan torsi............5............ditentukan dari hasil pengujian..Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan Modulus elastisitas baja prategang............................. diambil mengacu kepada Standar Pembebanan untuk Jembatan Jalan Raya.................Geser dan Torsi ......

6. Tebal selimut beton minimum untuk ujung tendon pasca tarik atau perlengkapan angkur harus diambil 50 mm.6-6. Untuk perlindungan terhadap karat harus diambil tebal selimut beton sebagai berikut: a). digunakan selimut beton minimum seperti disyaratkan pada Tabel 4. Bila beton dicor di dalam acuan sesuai dengan spesifikasi yang berwenang dan dipadatkan sesuai standar. bila komponen struktur beton dibuat dengan cara diputar. dengan rasio air-semen kurang dari 0. Selimut beton untuk acuan kaku dan pemadatan intensif Selimut nominal [mm] untuk beton dengan kuat tekan fc’ yang tidak kurang dari 20 MPa A B1 B2 C 25 (50) 25 MPa 25 35 (60) 13 dari 125 Klasifikasi lingkungan 30 MPa 25 30 45 (65) 35 MPa 25 25 35 50 40 MPa 25 25 25 40 . bila beton dicor di dalam tanah. c).-4 namun harganya dinaikkan 30 mm atau 10 mm jika permukaan beton dilindungi lapisan yang kedap terhadap kelembaban.6. seperti yang dicapai dari hasil meja getar.6 . b).5. selimut beton harus diambil tidak kurang dari ketentuan yang diberikan pada Tabel 4. Ujung tendon pada sistem pratarik tidak memerlukan selimut beton.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan g). selimut ditentukan sesuai Tabel 4. d).-5. Selimut beton untuk acuan dan pemadatan standar Tebal selimut beton nominal [mm] untuk beton dengan kuat tekan fc’ yang tidak kurang dari 20 MPa A B1 B2 C 35 (65) 25 MPa 30 45 (75) 30 MPa 25 40 55 (90) 35 MPa 25 35 45 70 40 MPa 25 25 35 60 Klasifikasi lingkungan Tabel 4. tebal selimut ke permukaan yang berhubungan dengan tanah diambil seperti yang disyaratkan dalam Tabel 4.6-4 untuk klasifikasi tidak terlindung. Tabel 4. namun harus diberi lapisan anti karat.35 dan tidak ada toleransi negatif pada pemasangan tulangannya.6-4. bila beton dicor di dalam acuan kaku dan pemadatannya intensif.

6 .6. lilitan spiral > D-19 < D-16 40 25 40 D-19 s/d D-56 < D-16 50 40 Diameter Tulangan (mm) Bebas Selimut Beton (mm) 70 b. Balok dan Kolom 25 20 c.6. Selimut beton untuk komponen yang dibuat dengan cara diputar Klasifikasi lingkungan A.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan Tabel 4. maka nilai selimut beton tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.-7 Selimut Beton Berdasarkan Diameter Tulangan Pada Beton Prategang Letak Struktur Beton Cor langsung di atas tanah dan selalu berhubungan dengan tanah Yang berhubungan dengan tanah atau cuaca Yang tidak langsung berhubungan dengan tanah atau cuaca a. B1 B2 C Kuat tekan beton fc’ [MPa] 35 40 50 40 Selimut beton [mm] 20 25 20 35 Tebal selimut beton untuk klasifikasi lingkungan tertentu yang nilai nominalnya berada di dalam kurung merupakan suatu angka yang tidak dianjurkan untuk digunakan. berusuk Pelat. Komponen struktur cangkang dan pelat Cara lain dari perlindungan korosi boleh dilakukan dengan tulangan yang dlindungi epoxy (epoxy-coated).4 Perlindungan terhadap karat untuk tendon prategang tanpa lekatan 14 dari 125 . atau membran rapat. pengikat. sengkang. 4. pelapisan ulang beton. tetapi apabila tidak ada alternatif lain dalam penggunaan mutu beton dan struktur berada dalam klasifikasi lingkungan tersebut. dinding dan pelat D-44 dan D-56 < D-36 Tulangan Utama. atau kombinasi dari cara-cara tersebut di atas. Tabel 4.6.

atau abu slag besi (iron blast furnace slag). Meningkatkan kinerja kemudahan pemompaan beton. Meningkatkan ketahanan beton terhadap korosi. Meningkatkan kekedapan beton (mengurangi permeabilitas beton). mikrosilika (silicafume). Mengurangi penggunaan air tanpa mengurangi kelecakan. yang ditambahkan pada saat pengadukan beton. sebagian besar berupa mineral yang bersifat cementitious. Mempercepat pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton. Meningkatkan daya lekat antara beton dan baja tulangan.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan Sebagai perlindungan terhadap karat untuk tendon prategang tanpa lekatan. Mengurangi susut beton atau memberikan sedikit pengembangan volume. Walaupun demikian. 4. serta dengan proses 15 dari 125 . Mengurangi terjadinya segregasi. Meningkatkan ketahanan beton terhadap abrasi dan tumbukan. penggunaan aditif dan admixture perlu dilakukan secara hati-hati dan dengan takaran dosis yang tepat sesuai manual penggunaannya. Pelapis harus kedap air dan menerus sepanjang bagian tendon yang direncanakan tanpa lekatan. c). Meningkatkan kekuatan beton pada umur yang muda. aditif sering digunakan sebagai bahan tambahan berupa butiran yang sangat halus. Untuk tujuan peningkatan kinerja beton sesudah mengeras. Dalam hal ini. seperti abu terbang (fly ash). Tendon harus dilapisi secara penuh dan pelapis di sekeliling tendon harus diisi dengan bahan yang sesuai yang mampu memberikan perlindungan terhadap karat dengan baik. Tendon tanpa lekatan harus dibungkus dengan pelapis. Pada umumnya. aditif dan admixture boleh ditambahkan pada campuran beton dalam dosis yang wajar sebagai bahan tambahan. Mengurangi atau memperlambat panas hidrasi pada proses pengerasan beton. Mengurangi terjadinya atau kecepatan terjadinya bleeding. b). Meningkatkan kinerja pengecoran beton di dalam air atau di laut. Dalam pada itu. yang umumnya ditambahkan pada semen sebagai bahan utama beton. Untuk aplikasi dilingkungan korosif. Diberi lapisan HDPE dan gemuk secara sempurna. admixture digunakan sebagai bahan tambahan campuran beton. e). Mengendalikan ekspansi beton akibat reaksi alkali agregat. Tendon tanpa lekatan yang terdiri dari strand tunggal harus dilindungi terhadap korosi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. penyambungan pelapis dengan semua angkur penegangan angkur tengah. dan angkur mati haruslah bersifat kedap air. d). Meningkatkan daya lekat antara beton baru dan beton lama. harus diikuti ketentuan berikut: a). terutama untuk beton dengan kekuatan awal yang tinggi. Meningkatkan keawetan jangka panjang beton.6 Penggunaan aditif sebagai bahan tambahan pada campuran beton Bila dianggap perlu. aditif dan admixture bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja beton segar (fresh concrete): Meningkatkan kinerja kelecakan adukan beton tanpa menambah air. bahan tambahan campuran beton bisa digunakan untuk keperluan-keperluan sebagai berikut: Meningkatkan kekuatan beton (secara tidak langsung). Memperlambat pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton. Mengurangi kecepatan terjadinya slump loss.

8-3) φ M nx φ M ny φ N n 16 dari 125 .1 Perencanaan 4.6. dan keruntuhan geser dapat terjadi pada lebar. kekuatan rencana untuk geser harus diambil sebesar φ Vn .45 fc’ Ag. di mana Nn = 0.15 b h (fc’)1/3. b.3.6. Tulangan yang mungkin terpasang dianggap tidak memberikan kekuatan.4. dengan syarat panjang dari komponen yang tidak ditumpu tidak lebih besar dari tiga kali ukuran lateral terkecil.6.6.6. atau dalam hal yang lebih parah. 4.6. seluruh penampang melintang dari komponen beton harus diperhitungkan kecuali untuk komponen yang dicetak pada tanah.1 Prinsip dasar Komponen beton harus direncanakan sesuai dengan prinsip dasar berikut: Perencanaan komponen terlentur harus didasarkan pada hubungan tegangan-regangan yang linier. 4.2 Sifat-sifat penampang Dalam perhitungan kekuatan. Dalam hal ini perlu dimengerti bahwa dosis yang berlebih akan bisa mengakibatkan menurunnya kinerja beton.4 Kekuatan terhadap gaya aksial tekan Kekuatan rencana akibat aksial tekan dari suatu bagian komponen selain dinding harus diambil sebesar φ Nn . Kekuatan tarik beton diperhitungkan dalam perencanaan.6.6. baik pada daerah tarik maupun daerah tekan.1. namun tidak perlu diterapkan pada tiang bor yang dicor di tempat. 4. agar pengaruh penambahannya pada kinerja beton bisa dicapai secara merata pada semua bagian beton.Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan pengadukan yang baik. dari bagian komponen. bisa menimbulkan kerusakan pada beton. Geser maksimum dapat dianggap terjadi pada jarak 0.1 Aksi satu arah Apabila bagian komponen bekerja sebagai komponen satu arah. 4.5 h dari muka tumpuan. di mana ukuran keseluruhan yang relevan harus diambil lebih kecil 50 mm dari ukuran sesungguhnya.1. di mana Mno dihitung dengan menggunakan kekuatan tarik lentur karakteristik fcf yang sesuai dengan sub-pasal 4. 4.1.5 Kekuatan terhadap kombinasi lentur dan tekan Bagian komponen yang menerima kombinasi lentur dan aksial harus direncanakan sedemikian sehingga : M uy M ux Nu + + ≤1 (4. 4.1.2 Kekuatan lentur Kekuatan rencana untuk komponen lentur harus diambil sebesar φ Mno . di mana Vn = 0.3 Kekuatan geser 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->