PENERBIT ITB

CATATAN KULIAH

FI-1101

FISIKA DASAR I
(Edisi Revisi)

Oleh

Dr.Eng. MIKRAJUDDIN ABDULLAH, M.Si. PROGRAM STUDI FISIKA

Daftar Isi
Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bab 7 Bab 8 Bab 9 Bab 10 Bab 11 Bab 12 Bab 13 Bab 14 Gerak Dua Dimensi Gerak Peluru Gerak Melingkar Hukum Newton dan Dinamika Hukum Gravitasi Usaha Energi Elastisitas Bahan Momentum Linier dan Impuls Dinamika Benda Tegar Statika Fluida Fluida Dinamik Teori Kinetik Gas Termodinamika Teori Relativitas Khusus 1 17 36 50 81 99 131 147 181 229 262 294 317 356

ii

Kata Pengantar

Guna memperkaya materi kuliah bagi mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) Institut Teknologi Bandung, kami mencoba menyusun diktat kuliah Fisika Dasar I sebagai pelengkap sejumlah referensi yang telah ada. Di dalam diktat ini kami mencoba menyodorkan pendekatan yang lebih sederhana dalam memahami Fisika Dasar yang merupakan mata kuliah wajib di TPB. Diktat versi revisi ini merupakan perbaikan diktat yang terbit pertama kali tahun 2006. Beberapa kesalahan yang muncul pada diktat versi pertama ditekan seminim mungkin pada diktat versi revisi ini. Format juga ditata ulang sehingga lebih enak untuk dibaca dan dipelajari. Beberapa ilustrasi juga ditambah untuk membuat diktat lebih menarik. Atas hadirnya diktat ini kami mengucakan terima kasih kepada Penerbit ITB yang bersedia menerbitkannya sehingga dapat sampai di tangan para mahasiwa yang mengambil mata kuliah tersebut. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang dijumpai dalam diktat ini meskipun sudah dilakukan revisi. Koreksi dari siapa pun, apakah dosen, mahasiswa, atau lainnya sangat kami nantikan untuk perbaikan selanjutnya.

Semoga bermanfaat

Wassalam

Juni 2007

Mikrajuddin Abdullah

iii

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dua benda berada dalam 317 . Mesin jet Mesin diesel AC Mantel bumi Kulkas Gambar 13.2 Hukum ke Nol Termodinamika Kita mulai dengan definisi keseimbangan panas.1 Beberapa peralatan atau proses yang menggunakan prinsip atau hukum-hukum termodinamika 13. Topik utama yang akan kita bahwa adalah pemanfaatan energi yang dihasilkan akibat adanya proses dalam gas untuk menghasilkan kerja. yaitu ilmu yang menghubungkan panas dengan mekanika.Bab 13 Termodinamika Dalam bab ini kita akan bahas termodinamika.

Berkaitan dengan keseimbangan panas. Setelah disentuhkan dengan air. Maka wadah berisi air dan wadah berisi gliserin tidak akan mengalami perubahan suhu ketika disentuhkan. Dengan kata lain. maka minyak dan gliserin juga berada dalam keseimbangan panas. keduanya juga berada 318 . kita memiliki tiga wadah yang terbuat dari logam • Wadah A bersisi air • Wadah B berisi minyak • Wadah C berisi gliserin Misalkan wadah berisi air dan minyak disentuhkan dalam waktu yang cukup lama dan tidak diamati adanya perubahan suhu pada keduanya maka air dan minyak maka kita katakan berada dalam keseimbangan panas. Sebab perpindahan kalor terjadi karena adanya perbedaan suhu. dan juga tidak diamati adanya perubahan suhu keduanya.2 Ilustrasi hokum ke-0 termodinamika Contohnya. Hukum ini menyatakan: Jika benda A berada dalam keseimbagan panas dengan benda B dan Benda B berada dalam keseimbangan panas dengan benda C Maka Benda A berada dalam keseimbangan panas dengan benda C Keseimbangan panas Keseimbangan panas A B B C Keseimbangan panas A C Gambar 13.keseimbangan panas jika tidak ada pertukaran kalor antara dua benda tersebut saat keduanya disentuhkan. misalkan wadah berisi minyak disentuhkan dengan wadah berisi gliserin. Kondisi ini hanya dapat dicapai jika suhu kedua benda sama. kita memiliki hukum ke nol termodinamika.

tidak terjadi pertukaran kalor antara sistem dan lingkungan. Misalkan mula-mula keadaan gas diungkapkan oleh variable-variabel P1. yaitu sistem dan lingkungan. tekanan.3 Proses Proses adalah peristiwa perubahan keadaan gas dari satu keadaan awal ke satu keadaan akhir. V1. Variabel sistem termodinamika ini adalah besaran fisis yang menerangkan keadaan gas. • Lingkungan adalah silinder beserta semua bagian alam di sekelilingnya. Jika selanjutnya nilai variable tersebut adalah P2. alam semesta dibagi atas dua bagian. Sistem termodinamikan yang akan kita pelajari adalah termodinamika gas. Proses diatermik Kebalikan dengan proses adiabatik adalah proses diatermik. Sistem adalah bagian yang sedang kita kaji/selidiki sedangkan lingkungan adalah semua bagian alam di luar sistem. Proses adiabatik dapat terjadi jika sistem dan lingkungan dibatasi oleh sekat yang tidak dapat dilalui kalor. Selama mengalami proses umumnya terjadi perubahan energi dalam gas serta pertukaran energi antara gas dengan lingkungan. V2. volume. Contoh variable termodinamika adalah suhu. maka • Sistem adalah gas dan silinder • Lingkungan adalah seluruh bagian alam di luar silinder. maka dikatakan gas telah melewati suatu proses. dan jumlah bola gas.dalam keseimbangan panas. Cotoh sekat yang sulit dilewati kalor adalah dinsing termos air panas. Pada proses ini 319 . 13. 13. Ketika kita membahas pemuaian gas dalam silinder dan proses penyerapan dan pelepasan panas oleh silinder.2 Sistem dan Lingkungan Dalam membahas termodinamika. kita mengklasifikasinya beberapa proses yang dapat terjadi. Ketika kita bahas proses pemuaian gas dalam silinder maka: • Sistem adalah gas dalam silinder. Proses Adiabatik Pada proses adiabatik. dan T1. dan T2. Berkaitan dengan masalah pertukaran energi ini.

atau volum yang berbeda sehingga mewakili keadaan yang berbeda. Proses yang demikian disebut proses kuasistatik. maka setiap saat kita dapat menganggap gas seolah-olah berada dalam keadaan statik.3 Titik yang berbeda dalam diagram P-V menggambarkan keadaan yang berbeda. persamaan tersebut tidak berlaku. 320 . kita tidak dapat menentukan tekanan meskipun suhu dan volum diketahui karena tidak ada persamaan yang dapat dipakai. Proses Kuasistatik Persamaan gas yang telah kita bahas pada Bab 12 hanya dapat diterapkan jika gas tersebut berada dalam keadaan statik. Titik yang berbeda mengandung informasi tekanan. Artinya tidak ada lagi proses yang berlangsung dalam gas atau tidak ada lagi perubahan pada variable-variabel termodinamika gas. Contoh sekat diatermik adalah logam.kalor dijinkan berpindah dari system ke lingkungan dan sebaliknya. Selama gas mengalami suatu proses. semua proses yang akan kita bahas dianggap berlangsung secara kuasistatik. keadaan gas maupun proses yang dialami gas lebih sering digambarkan dalam diagram P-V. selama proses berlangsung kita dapat menghitung volume gas jika tekanan dan suhunya diketahui. P(Pa) • (P1. Selama proses kuasistatik persaman gas dapat digunakan. 13. Dengan demikian. Satu keadaan yang dimiliki gas diwakili oleh satu titik pada diagram P-V. Proses ini dapat berlasung jika sistem dan lingkungan dibatasi oleh sekat yang mudah dilewati panas.4 Diagram P-V Dalam termodinamika. Pada bagian selanjutnya.T1) • (P2. Diagram ini terdiri dari sumbu volum gas arah datar dan sumbu tekanan gas arah vertikal. Dengan demikian.V1. Namun. suhu.V2.T2) V(m3) Gambar 13. jika proses yang terjadi berlangsung sangat lambat. selama proses berlangsung.

P(Pa) • (P1. yang memiliki kurva yang khas pada diagram P-V.V2.T1) V(m3) Gambar 13.5 Proses isokhorik: (a) tekanan mengalami pertambahan (b) tekanan mengalami pengurangan. Jika digambarkan pada diagram P-V.T2) • (P1. dan T pada titik-titik sepanjang kurva. Contoh proses ini adalah proses yang berlangsung pada gas dalam wadah tertutup yang volumnya tidak berubah selama proses berlangsung.V. Proses Isokhorik Proses isokhorik adalah proses yang berlangsung pada volum tetap.V2.5 Proses-Proses Khusus Dengan bantuan diagram P-V kita akan bahas beberapa proses khusus. maka proses tersebut direpresentasikan oleh sebuah kurva yang menghubungkan titik awal (keadaan awal) dan titik akhir (keadaan akhir) pada diagram P-V.T2) V(m3) Gambar 13.V1.T1) • (P2.Jika gas mengalami proses kuasistatik dari satu keadaan ke keadaan lainnya.V1.V2. 13.4 Proses yang berlangsung pada gas diwakili oleh sebuah kurva.T1) proses • (P2.V1. kurva proses isokhorik adalah kurva tegak.T2) V(m3) P(Pa) • (P2. Keadaan gas selama proses ditentukan oleh nilai P. P(Pa) • (P1. 321 .

13.T1) V(m3) Gambar 13. Proses isotermal Proses isotermal adalah proses yang berlangsung pada suhu tetap.V3.6 Proses isobarik: (a) volume mengalami pertambahan (b) volum mengalami pengurangan.7. tekanan dalam gas juga konstan.Proses isobarik Proses isobarik adalah proses yang berlangsung pada tekanan tetap.T3) P(Pa) • (P1.V1.V4. Jika digambarkan pada diagram P-V.T1) • (P2. 322 • (P4.T1) (b) (a) • (P2. Piston tersebut dapat bergerak. P(Pa) • (P1.V2.V2. Dengan menggunakan persamaan gas ideal.V1.6 Proses isotermal: Kurva (a) berlansung pada suhu yang lebih tinggi daripadai kurva (b). • (P3. P = nRT / V . Jika digambarkan pada diagram P-V.V2. kurva proses isotermal tampak pada Gbr.V1.T3) . Contoh proses ini adalah proses yang berlangsung dalam wadah yang dilengkapi sebuah piston di bagian atasnya. Piston tersebut mendapat tekanan dari udara luar (atmosfer) sehingga nilainya konstan.T2) • (P1.T1) V(m3) Gambar 14. maka P berbanding terbalik dengan V. Dengan demikian. kurva proses isobarik adalah kurva mendatar.T2) V(m3) P(Pa) • (P2.

Contoh proses ini adalah proses yang berlangsung dalam wadah logam di mana wadah tersebut dicelupkan dalam air yang voumenya sangat besar. maka perpindahan bagian wadah menunjukkan adanya kerja yang dilakukan gas.8 Gas dalam silinder. maka ada bagian wadah yang berpindah.6 Usaha Misalkan gas dalam wadah memiliki tekanan P. Jika volum berubah maka posisi piston juga berubah. Mari kita tentukan kerja yang dialakukan gas jika volumnya berubah. Proses menyebabkan berpindahnya piston sejauh ∆x. Usaha yang dilakukan gas untuk memindahkan piston adalah ∆W = F∆x = PA∆x (13. Untuk mudahnya kita tinjau gas dalam silinder tegak yang memiliki luas penampang A. 13. Maka gas tersebut melakukan gaya dorong pada semua bagian wadah. Jika gas mengalami perubahan volum. Karena volume air yang sangat besar. Karena bagian wadah tersebut mendapat gaya. Juga proses ini dapat dihasilkan dengan memasang pemanas otomatik yang bisa mengontrol suhu sehingga konstan. maka selama proses berlangsung suhu air dapat dianggap konstan sehinagg suhu gas dalam wadah juga dianggap konstan. Bagian wadah berpindah keluar jika volum gas bertambah dan berpindah ke dalam jika volum gas berkurang. Gaya yang dialami piston adalah F = PA P P ∆x V1 V2 Gambar 13. Silinder tersebut dilengapi sebuah piston yang dapat bergerak dengan mudah.1) 323 .

TA) • (PB. kita definisikan usaha sebagai usaha yang dilakukan lingkungan pada sistem. luas daerah di bawah kurva dihitung dengan integral.VB. Usaha yang dilakukan lingkungan pada sistem adalah negatif dari nilai tersebut. kerja selama proses didefinisikan usaha sebagai ∆W = − P∆V (13. Persamaan (13. usaha yang dilalukan gas adalah ∆W = P∆V (13.Tetapi. Jadi kerja yang dilakukan lingkungan untuk mengubah sistem gas dari keadaan A ke keadaan B adalah 324 .TB) V(m3) -∆W Gambar 13. Dengan demikian. WAB. yaitu perubahan volum gas.3) Kerja total selama satu proses Untuk menentukan kerja selama satu proses. sama dengan negatif luas daerah di bawah kurva antara A dan B. Untuk kurva yang sembarang.VA. Dalam termodinamika. kita dibantu oleh diagram P-V. Kerja yang dialakukan ketika gas mengalami proses dari keradaan A ke keadaan B.2) mengungkapkan usaha yang dialkukan gas (sistem) pada lingkungan. A∆x = ∆V .9 Kerja selama proses dari keadaan A ke B sama dengan negatif luas daerah di bawah kurva. Jadi. P(Pa) • (PA.2) Perjanjian.

5 × 8.315 × 600 = 0.019 m3 = P 2 × 10 5 Pada suhu T2 = 600 K V2 = nRT2 1. Berapakah usaha selama proses? Jawab P(Pa) 2 × 105 • • V1 Gambar 13.W AB = − ∫ P dV VA VB (13.037 m3 = P 2 × 10 5 Kerja selama proses W = − P(V2 − V1 ) = −2 × 10 5 × (0.037 − 0.5 × 8.315 × 300 = 0. Suhu awal gas adalah 300 K dan suku akhirnya 600 K. kerja selama proses adalah W = − P(V2 − V1 ) Kita tentukan dulu V1 dan V2.5 mol gas dalam wadah mengalami pemuaian isobaric pada tekanan 2 × 105 Pa.10 V2 V(m3) Luas daerah di bawah kurva adalah P (V2 − V1 ) . Pada suhu T1 = 300 K V1 = nRT1 1.019) = .4) Contoh 13.1 Sebanyak 1.3 600 J 325 . Dengan demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful