P. 1
konsep diri................

konsep diri................

|Views: 1,125|Likes:
Published by Athina Sagita

More info:

Published by: Athina Sagita on Aug 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

BUKU ACUAN Pudjijogyanti, CR. 1993. Konsep diri dalam pendidikan. Jakarta: Arcan Rahmat, J. 2003. Psikologi komunikasi.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya Mappiare, A. 2002. Pengantar konseling dan psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Hurlock,E.B. 1976. Personality development.New York: McGraw-Hill Menurut Burns (dalam Pudjijogyanti,1993:2) konsep diri adalah hubungan antara sikap dan keyakinan tentang diri kita sendiri, sedangkan menurut Rini (2004:1) konsep diri diartikan keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya. Cawagas ( dalam Pudjijogyanti,1993:2) konsep diri mencakup seluruh pandangan individu akan dimensi fisik, karakteristik pribadi, motivasi, kelemahan, kepandaian, kegagalan dan lain sebagainya. Menurut William D Brooks (dalam Rahmat, 2003:99) konsep diri sebagai “those phsysical, social, and psycological perceptions of ourselves that we have derived from experiences and our interaction with others”. Jadi, konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologi, sosial dan fisik. Pietrosefa memberikan gambaran mengenai konsep diri yang diadaptasikan oleh Mappiarre (2002:69-70) yaitu dimensi pertama citra diri, yaitu diri dilihat oleh diri sendiri ; dimensi kedua citra diri, yaitu dilihat oleh orang lain, persepsi orang lain terhadap dirinya (“beginilah saya kira orang lain memandang saya”) ; dimensi ketiga citra diri, yaitu diri mengacu pada tipe-tipe orang yang saya kehendaki tentang diri saya (ideal self). Konsep diri menurut Hurlock (1999:58) menyangkut gambaran fisik dan psikologis. Aspek fisik berkaitan dengan tampang atau penampakan lahiriah (appearance) anak, yang menyangkut kemenarikan dan ketidakmenarikan diri dan cocok atau tidaknya jenis kelamin dan pentingnya bagian-bagian tubuh yang berbeda serta prestise yang ada pada dirinya, sedangkan konsep diri yang bersifat psikologis berdasarkan pikiran, perasaan dan emosional. Hal ini berhubungan dengan kualitas dan abilitas yang memainkan peranan penting dalam penyesuaian dalam kehidupan, seperti keberanian, kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri, aspirasi dan kemampuan diri dari tipe-tipe yang berbeda. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah kesadaran akan pandangan, pendapat, penilaian dan sikap seseorang terhadap dirinya sendiri yang meliputi fisik, diri pribadi, diri keluarga, diri sosial dan juga etik. Konsep diri merupakan salah satu aspek perkembangan psikososial peserta didik yang penting dipahami oleh seorang guru. Hal ini karena konsep diri merupakan salah

Sementara itu. mendefisikan konsep diri sebagai system yang dinamis dan kompleks dari keyakinan yang dimiliki seseorang tentang dirinya. yaitu bagaimana orang lain melihat dirinya. berani menetapkan tujuan hidup. maka akan semakin sulit seseorang untuk berhasil. Atwater mengidentifikasi konsep diri atas tiga bentuk. berani sukses dan berani pula gagal. Semakin baik atau positif kjonsep diri seseorang maka akan semakin mudah ia mencapai keberhasilan. penuh percaya diri. social self. motivasinya.satu variable yang menentukan dalam proses pendidikan. Sementara itu. 1984). dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya. Konsep diri dapat digambarkan sebagai system operasi yang menjalankan computer mental yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. yaitu bagaimana cita-cita dan harapan-harapan seseorang mengenai dirinya. dan sebagainya. keyakinan. Kedua. Sebab. dengan konsep diri yang jelek/negatif akan mengakibatkan tumbuh rasa tidak percaya diri. perasaan. Menurut Burns (1982). takut gagal sehingga tidak berani mencoba hal-hal yang baru dan menantang. kelebihannya atau kecakapannya. seseorang akan bersikap optimis. kesadaran tentang tubuhnya. misalnya. mendefiniskan konsep diri sebagai “suatu pemahaman mengenai diri arau ide tentang diri sendiri” . yang meliputi persepsi seseorang tentang diri. Seifert dan Hoffnung (1994). lebih disebabkan oleh sikap siswa yang memandang dirinya tidak mampu melaksanakan tugas-tugas di sekolah. Santrock (1996) menggunakan istilah konsep diri mengacu pada evaluasi bidang tertentu dari diri sendiri. serta bersikap dan berpikir secara positif. Sebaliknya. Sebab. semakin jelek atau negative konsep diri. termasuk sikap. berani mencoba hal-hal baru. konsep diri didefenisikan secara berbeda oleh para ahli. Sedangkan Pemily (dalam Atwater. Ketiga. Pertama. body image. kelemahannya. dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. bagaimana kita merasa tentang diri sendiri. Cawagas (1983) menjelaskan bahwa konsep diri mencakup keseluruhan pandangan individu akan dimensi fisiknya. Konsep Diri dan Harga Diri . Pengertian Konsep Diri Sebagai sebuah konstruk psikologi . konsep diri adalah hubungan antara sikap dan keyakinan tentang diri kita sendiri. merasa diri berharga. konsep diri akan masuk ke pikiran bawah sadar dan akan berpengaruh terhadap tingkat kesadaran seseorang pada suatu waktu. Konsep diri terdiri atas bagaimana cara kita melihat diri sendiri sebagai pribadi. merasa diri bodoh. perasaan. Setelah ter-install. pesimis. Atwater (1987) menyebutkan bahwa konsep diri adalah keseluruhan gambaran diri. ideal self. Selanjutnya. kegagalannya. Banyak bukti yang menguatkan bahwa rendahnya prestasi dan motivasi belajar siswa serta terjadinya penyimpanganpenyimpangan perilaku siswa di kelas banyak disebabkan oleh persepsi dan sikap negative siswa terhadap kesulitan belajar. nilai-nilai dan tingkah laku yang unik dari individu tersebut. antusias. merasa diri tidak berguna. dengan konsep diri yang baik/positif. Berdasarkan pada beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah gagasan tentang diri sendiri yang mencakup keyakinan. serta berbagai perasaan dan perilaku inferior lainnya. yaitu bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri. persepsi. rendah diri. pandangan dan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri. karakteristik pribadi nya.

sejumlah ahli lain mengatakan bahwa kedua istilah tersebut tidak sama. mendefinisikan harga diri (self-esteem) sebagai berikut: Self-esteem refers to the evaluation that individual makes and customarily maintains with regard to himself: it expresses an attitude of approval or disapprobal and indicates the extent to which the individuals believes himself to be capable. Self-esteem juga sering disebut dengan self-worth atau self-image. individu yang memiliki harga diri negative merasa dirinya tidak berguna. Namun. and worthy. self-concept adalah penilaian terhadap domain yang spesifik. harga diri. menyebutkan 3 dimensi utama dari konsep diri. Calhoun dan Acocella (1990) misalnya. dan diri ideal. Jadi. dimensi penilaian diri (self-evaluation). Evaluasi individu tersebut terlihat dari penghargaan yang ia berikan terhadap eksistensi dan keberartian dirinya. Centi (1993) menyebutkan ketiga dimensi konsep diri dengan istilah: dimensi gambaran diri (self¬image). meskipun dengan menggunakan istilah yang berbeda-beda. Sedangkan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Dacey dan Kenny (1997): Where as self-concept answers the question “Who am I?” . As weel defined self-concept leads to high self-esteem. meskipun mempunyai hubungan. Sebaliknya. harga diri adalah evaluasi individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negative.Dalam kajian psikologi perkembangan. dan dimensi cita-cita diri (self-ideab. dan dimensi penilaian. Santrock (1998). Bahkan sejumlah peneliti tidak selalu menyebutkan perbedaan yang jelas antara harga diri dan konsep diri. Coopersmith (1967) dalam karya klasifiknya The Antecedents of Self-Esteem . Paul J. Sebagian ahli lain menyebutnya dengan istilah: citra diri. dimensi pengharapan. Individu yang memiliki harga diri positif akan menerima dan mengharga dirinya atas kekurangan ataui ketidaksempurnaan dirinya. Pengetahuan Dimensi pertama dani konsep diri adalah apa yang kita ketahui tentang diri sendiri atau penjelasan dari "siapa saya" yang akan memberi gambaran tentang diri saya. successful. self-esteem adalah dimensi penilaian yang menyeluruh dari diri. ia selalu merasa puas dan bangga dengan hasil karyanya sendiri dan selalu percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan. Bahkan tidak jarang mereka menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian untuk menunjuk pada pengertian yang sama. la cenderung tidak percaya diri dalam melakukan setiap tugas dan tidak yakin dengan ide-ide yang dimilikinya (Santrock. 1998). significant. Menurut Santrock (1998). tidak berhargam dan selalu menyalahkan dirinya atas ketidaksempurnaan dirinya. Akan tetapi. sering dijumpai istilah “harga diri” (self-esteem) di samping istilah “konsep diri” (self concept). yaitu: dimensi pengetahuan. secara umum sejumlah ahli menyebutkan 3 dimensi konsep diri. Dimensi Konsep Diri Para ahli psikologi juga berbeda pendapat dalam menetapkan dimensi-dimensi konsep diri. self-esteem answers the question “ How do I feel about who I am?” Self-esteem is related to self-concept. Gambaran . which in turn often leads to successful behavior.

Harapan . pandangan kita tentang watak kepribadian yang kita rasakan ada pada diri kita. kecakapan yang kita kuasai. seperti jujur. dan seterusnya. "saya anak baik". Apapun standar diri ideal yang Anda tetapkan. Tetapi. Meskipun demikian. Demikian juga. maka tiba-tiba Anda mungkin merubah gambaran diri Anda sebagai "mahasiswa yang tidak begitu pandai". kita juga mempunyai pengharapan bagi diri kita sendiri. pelajar. setia. Bayangkan bila Anda memberi gambaran tentang diri Anda sebagai "anak yang pandai" karena Anda memiliki nilai tertinggi ketika lulus dari suatu SMA. dimensi pengetahuan (kognitif) dari konsep diri mencakup segala sesuatu yang kita pikirkan tentang diri kita sebagai pribadi.diri tersebut pada gilirannya akan membentuk citra diri. pada saat yang sama kita juga mempunyai sejumlah pandangan lain tentang kemungkinan menjadi apa diri kita di masa mendatang. gambaran diri yang kita miliki tentang diri kita seringkali tidak sesuai dengan gambaran orang lain atau masyarakat tentang diri kita. atau menjadi manusia seperti apa yang kita inginkan. karyawan. perlu diingat bahwa cita-cita diri belum tentu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya dimiliki seseorang. 1993). Singkatnya. harapan. ketika Anda memasuki suatu perguruan tinggi yang sangat sarat dengan persaingan dan merasakan diri Anda dikelilingi oleh siswa-siswa dari sejumlah SMA lain yang lebih pandai. terutama gambaran yang menyangkut kualitas diri kita dan membandingkannya dengan kualitas diri anggota kelompok kita. dalam menetapkan standar diri ideal haruslah lebih realistis. gembira. Adalah sangat tidak realistis ketika seorang gadis SMA kelas III yang . di mata orang lain atau masyarakat kita kerap tidak tampak sebagaimana kita melihat diri sendiri (Centi. Dimensi kedua dari konsep diri adalah dimensi harapan atau diri yang dicita-citakan dimasa depan. kemampuan yang kita miliki. keinginan bagi diri kita. tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah. Cita-cita diri (self-ideal) terdiri atas dambaan. Gambaran diri tersebut mezupakan kesimpulan dari: pandangan kita dalam berbagai peran yang kita pegang. Pengharapan ini merupakan diri-ideal (self-ideal) atau diri yang dicita-citakan. Penglihatan itu dapat sesuai atau tidak sesuai dengan kenyataan diri kita yang sesungguhnya. dan berbagai karakteristik lainnya yang kita lihat melekat pada diri kita. pandangan kita tentang sikap yang ada pada diri kita. Akibatnya. Sebab. aktif. Ketika kita mempunyai sejumlah pandangan tentang siapa kita sebenarnya. Penglihatan tentang diri kita hanyalah merupakan rumusan. definisi atau versi subjektif pribadi kita tentang diri kita sendiri. seperti "saya pintar". Singkatnya. bersahabat. Oleh sebab itu. Harapan atau cita-cita diri Anda akan membangkitkan kekuatan yang mendorong Anda menuju masa depan dan akan memandu aktivitas Anda dalam perjalanan hidup Anda. Gambaran yang kita berikan tentang diri kita juga tidak bersifat permanen. dan seterusnya. dihadapan orang lain atau masyarakat kita seringkali berusaha menyembunyikan atau menutupi segi-segi tertentu dari diri kita untuk menciptakan kesan yang lebih baik. cita-cita diri Anda akan menentukan konsep diri Anda dan menjadi faktor paling penting dalam menentukan perilaku Anda. aspirasi. Persepsi kita tentang diri kita seringkali tidak sama dengan kenyataan adanya diri yang sebenarnya. "saya cantik". dan seterusnya. sesuai dengan potensi atau kemampuan diri yang dimiliki. seperti sebagai orangtua. suami atau istri. Namun. sadar atau tidak Anda akan senantiasa berusaha untuk dapat memenuhinya.

apabila terdapat jurang yang terlalu lebar antara gambaran diri dan cita¬cita diri. maka orang yang bersangkutan akan mencapai tahap kepenuhan. . maka orang yang bersangkutan akan menderita "penyakit" menolak diri (self rejection). Sebaliknya.akan memiliki rasa harga diri yang tinggi (high self-esteem). Seseorang yang merasa sudah tercapai cita-cita dirinya. Semakin lebar jurang antara gambaran diri dan cita-cita diri. tidak terdorong untuk meningkatkan diri dan meraih prestasi yang lebih tinggi. 2) standar yang kita tetapkan bagi diri kita sendiri (saya seharusnya menjadi apa). meski kita dapat memandang diri sebagai amat berharga atau sama sekali tidak berharga. Dengan demikian dapat dipahami bahwa penilaian akan membentuk penerimaan terhadap diri (self acceptance). Pemahaman diri selalu berubah-ubah. Penilaian diri sendiri merupakan pandangan kita tentang harga atau kewajaran kita sebagai pribadi. secara realistis. karena tidak dapat membuktikan cita-cita dirinya itu dalam kehidupannya yang nyata. Cara melihat diri kita sebagai merruliki ciri-ciri positif dan negatif tersebut merupakan titik awal untuk menilai diri kita apa adanya. Sebaliknya. cita-cita diri yang terlalu rendah. yaitu seberapa besar kita menyukai diri sendiri. setiap hari kita berperan sebagai penilai tentang diri kita sendiri. Sebaliknya. tetapi jangan sama. mengikuti perubahan pengalaman yang terjadi hampir setiap saat. ada siswa yang kurang berprestasi dalam studi dan dihinggapi rasa rendah diri. tiba-tiba merasa memiliki harga diri tinggi ketika ia berhasil memenangkan suatu lomba seni atau olah raga. Sebaliknya. serta harga diri (self-esteem) seseorang. Seorang ayah dapat puas dengan profesinya sebagai dosen dan psikiater. tapi kecewa dengan peranannya sebagai suami dan kepala keluarga. apa yang sedang dikerjakannya. misalnya. Seorang siswa yang memiliki harga diri tinggi tiba-tiba dapat berubah menjadi rendah diri ketika gagal ujian dalam suatu mata pelajaran penting. biasanya kita senang dengan beberapa ciri atau sikap yang kita miliki atau rasa memiliki. Bila terdapat kesamaan. Ketiga dimensi konsep diri sebagaimana diuraikan di atas bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Tingkat harga diri kita dipengaruhi oleh gambaran diri: apakah diri kita sebagaimana yang kita liliat dan cita-cita diri: diri macam apa yang kita inginican. kita bangga atas kecakapan studi. semakin rendah harga diri. dan akan kemana dirinya . melainkan satu kesatuan yang saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lain. Orang yang hidup dengan standar dan harapan-harapan untuk dirinya sendiri-yang menyukai siapa dirinya. Menurut Calhoun dan Acocella (1990). Penilaian. Hasil dari penilaian tersebut membentuk apa yang disebut dengan rasa harga diri. akan menyebabkan kurangnya kemauan seseorang untuk mencapai suatu prestasi atau tujuan yang sebenarnya ia mampu meraihnya. Sebaiknya ada kesesuaian antara gambaran diri dan cita-cita diri. Menurut Centi (1993). menilai apakah kita bertentangan : 1) pengharapan bagi diri kita sendiri (saya dapat menjadi apa). Cita-cita diri yang terlalu tinggi akan menyebabkan seseorang mengalami stres atau kekecewaan. yang sering terjadi pada orang yang kurang sehat secara psikologis dan tidak mampu menyesuaikan diri.pendek dan gemuk bercita-cita ingin menjadi seorang pragawati atau model terkenal. tetapi dalam waktu yang sama tidak bangga dengan kemampuan pergaulan kita. dan tidak senang dengan beberapa ciri dan sikap yang lain. Dimensi ketiga konsep diri adalah penilaian kita terhadap diri kita sendiri. Konsep diri kita memang tidak pernah terumuskan secara jelas dan stabil. orang yang terlalu jauh dari standar dan harapan-harapannya akan merruliki rasa harga diri yang rendah (low selfesteem). Sebagai seorang gadis.

individu akan mengubah perilaku atau memilih suatu sistem untuk mempertahankan kesesuaian antara individu dengan lingkungannya. Pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Konsep Diri dan Prestasi Belajar . self-concept as maintainer of inner consistency. Sebaliknya. perilaku individu akan selaras dengan cara individu memandang dirinya sendiri. Keyakinannya tersebut mencerminkan sikap dan pandangan negatif terhadap dirinya sendiri. Seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sangat memengaruhi individu tersebut dalam menafsirkan pengalamannya. Konsep diri menentukan bagaimana individu memberikan penafsiran atas pengalamannya.Konsep Diri dan Perilaku Konsep diri mempunyai peranan penting dalam menentukan tingkah laku seseorang. pasti saya tidak akan mendapat nilai yang baik". Bagaimana seseorang memandang dirinya akan tercermin dari keseluruhan perilakunya. Konsep diri juga berperan sebagai penentu pengharapan individu. Kedua. Pandangan negatif terhadap dirinya menyebabkan individu mengharapkan tingkah keberhasilan yang akan dicapai hanya pada taraf yang rendah. sesungguhnya sudah mencerminkan harapan apa yang akan terjadi dengan hasil ujiannya. Artinya. Individu senantiasa berusaha untuk mempertahankan keselarasan batinnya. Menurut Felker (1974). persepsi atau pikiran yang tidak seimbang atau saling bertentangan. self-concept as an interpretation of experience. Konsep diri memainkan peranan dalam mempertahankan keselarasan batin seseorang. maka seluruh perilakunya akan menunjukkan ketidakmampuannya tersebut. Siswa yang cemas dalam menghadapi ujian akhir dengan mengatakan "saya sebenarnya anak bodoh. yaitu: Pertama. mengemukakan bahwa . karena masing¬masing individu mempunyai sikap dan pandangan yang berbeda terhadap diri mereka. dan prestasi belajar mempunyai hubungan yang erat. Patokan yang rendah tersebut menyebabkan individu bersangkutan tidak mempunyai motivasi untuk mencapai prestasi yang gemilang (Pudjijogyanti. Sebuah kejadian akan ditafsirkan secara berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya. Tafsiran negatif terhadap pengalaman hidup disebabkan oleh pandangan dan sikap negatif terhadap dirinya sendiri. Untuk menghilangkan ketidakselarasan tersebut. Cara menjaga kesesuaian tersebut dapat dilakukan dengan menolak gambaran yang diberikan oleh lingkungannya mengenai dirinya atau individu berusaha mengubah dirinya seperti apa yang diungkapkan lingkungan sebagai cara untuk menjelaskan kesesuaian dirinya dengan lingkungannya.. Ketiga. maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. terdapat tiga peranan penting konsep diri dalam menentukan perilaku seseorang. Nylor (1972) misalnya. Bahkan McCandless sebagaimana dikutip Fellcer (1974) menyebutkan bahwa konsep diri seperangkat harapan¬harapan dan evaluasi terhadap perilaku yang merujuk pada harapan-harapan tersebut. Bila individu memiliki ide. Ungkapan tersebut menunjukkan keyakinannya bahwa ia tidak mempunyai kemampuan untuk memperoleh nilai yang baik. Sejumlah ahli psikologi dan pendidikan berkeyakinan bahwa konsep L. Apabila individu memandang dirinya sebagai orang yang tidak mempunyai cukup kemampuan untuk melakukan suatu tugas. 1988). perasaan. self-concept as set of expectations. tafsiran positif terhadap pengalaman hidup disebabkan oleh pandangan dan sikap positif terhadap dirinya.

serta tidak memiliki penilaian apa pun terhadap diri kita sendiri. Siswa yang berprestasi tinggi cenderung memiliki konsep diri yang berbeda dengan siswa yang berprestasi rendah. Mereka menentukan target prestasi belajar yang realistis dan mengarahkan kecemasan akademis dengan belajar keras dan tekun. Fink (dalam Burns. serta aktivitasaktivitas mereka selalu diarahkan pada kegiatan akademis. Untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan prestasi belajar. . Dengan demikian. juga menunjukkan bahwa siswa-siswa yang tergolong underchiever mempunyai konsep diri yang negatif. Sikap dan respons orangtua serta lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru atau negatif. pengalaman. tidak memiliki pengetahuan tentang diri. dan ticlak memiliki pengharapan bagi diri kita sendiri. Karakteristik Perkembangan Konsep Diri Peserta Didik Konsep diri bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. 1982) melakukan penelitian dengan melibatkan sejumlah siswa laki-laki dan perempuan yang dipasangkan berdasarkan tingkat inteligensi mereka. Mereka juga memperlihatkan kemandirian dalam belajar. dan pola asuh orangtua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri seseorang. seperti perilaku orangtua yang suka memukul. Mereka juga cenderung memandang orang¬orang di sekitarnya sebagai lingkungan yang tidak dapat menerimanya. serta menunjukkan hubungan antarpribadi yang positif pula. Lingkungan. Siswa yang memiliki konsep diri positif.banyak penelitian yang membuktikan hubungan positif yang kuat antara konsep diri dengan prestasi belajar di sekolah. akan menganggap keberhasilan sebagai hasil kerja keras dan karena faktor kemampuannya. melainkan lebih mereka kebetulan atau karena faktor keberuntungan saja. atau siswa yang berprestasi tinggi di sekolah memiliki penilaian diri yang tinggi. sehingga tidak tergantung kepada guru semata. konsep diri terbentuk melalui proses belajar yang berlangsung sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. pada gilirannya akan menganggap keberhasilan yang dicapai bukan karena kemampuan yang dimilikinya. kita tidak memiliki konsep diri. Penelitian Walsh (dalam Burns. Lain halnya dengan siswa yang memandang dirinya positif. Hal penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsep diri antara siswa yang tergolong overachiever dan underachiever. ditolak dan diisolir. Di samping itu. 1982). mereka digolongkan berdasarkan prestasi belajar mereka. Berdasarkan beberapa hasil penelitian tersebut jelas bahwa konsep diri dan prestasi belajar siswa di sekolah mempunyai hubungan yang erat. yaitu kelompok berpretasi lebih (overachievers) dan kelompok berprestasi kurang (un-derachievers). 1) mempunyai perasaan dikritik. memperlihatkan prestasi yang baik di sekolah. Bahkan ketika kita lahir. Siswa yang berprestasi rendah akan memandang diri mereka sebagai orang yang tidak mempunyai kemampuan dan kurang dapat melakukan penyesuaian diri yang kuat dengan siswa lain. Siswa yang memandang dirinya negatif ini. Siswa yang tergolongan overachiever menunjukkan konsep diri yang lebih positif. 3) tidak mampu mengekspresikan perasaan dan perilakunya. Kita tidak dilahirkan dengan konsep diri tertentu. dan hubungan yang erat antara konsep diri dan prestasi belajar terlihat jelas pada siswa laki-laki. 2) melakukan mekanisme pertahanan diri dengan cara menghindar dan bahkan bersikap menentang. serta memperlihatkan beberapa karakteristik kepribadian.

2. kemandirian. yang diperoleh melalui interaksinya dengan orang lain.1. tidak berlaku adil. seperti kejujuran. yang ditentukan sebagian besar oleh peran dan hubungannya dengan orang lain. A. yang tersusun dari beberapa kualitas penyesuaian diri. Komponen ini sering disebut sebagai psychological self concept.html#ixzz0xo0DsDBn Makalah. yaitu perasaan seseorang tentang diri sendiri. Konsep diri yang sebenarnya. sosial maupun psikologis. A. yaitu : 1. latar belakang serta masa depannya.contohmakalah. baik yang bersifat fisik. Bisnis Online Under Creative Commons License: Attribution Share Alike A. 1985) mengatakan bahwa konsep diri merupakan persepsi mengenai diri sendiri. ialah gambaran seseorang mengenai penampilan dan kepribadian yang didambakannya. Komponen perseptual.cc/2010/05/perkembangan-konsepdiri. Komponen konseptual. 1993).co. pendirian yang teguh dan kebalikan dari sifat-sifat tersebut. Konsep diri ini merupakan bayangan cermin. sikap terhadap harga diri dan pandangan diri yang dimilikinya. 34 . baik yang bersifat fisik. Komponen sikap. ialah konsep seseorang dari siapa dan apa dirinya. dan apa yang menjadi reaksi orang lain terhadap dirinya 2. Artikel.mengabaikan. Dari kedua difinisi tersebut maka dapat dikatakan bahwa konsep diri merupakan gambaran seseorang tentang diri sendiri. 3. KOMPONEN KONSEP DIRI Hurlock (l 974) mengatakan bahwa konsep diri memiliki tiga komponen utama. percaya diri. Skripsi. Komponen ini sering disebut sebagai physical self concept. Aku ideal. baik kemampuan dan ketidakmampuannya. kurang memberikan kasih sayang. sosial maupun psikologis. PENGERTIAN KONSEP DIRI Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya (Hurlock. yang diperoleh melalui pengalaman individu dalam interaksinya dengan orang lain. sikap terhadap statusnya sekarang dan prospeknya di masa depan. yaitu image seseorang mengenai penampilan fisiknya dan kesan yang ditampilkan pada orang lain. menghina. ditambah dengan lingkungan yang kurang mendukung. melecehkan.2. Karya Ilmiyah. Sedangkan menurut Brook (Rahmat. dan seterusnya. MACAM KONSEP DIRI Hurlock juga membagi konsep diri menjadi dua macam yaitu : 1. yaitu konsepsi seseorang mengenai karakteristik khusus yang dimiliki. Contoh Makalah PERKEMBANGAN KONSEP DIRI | Contoh Makalah http://www. cenderung mempunyai konsep diri yang negatif.

bila seseorang mengubah tingkah lakunya atau dapat mengubah kelompok pembandingnya. seseorang memberikan penilaian kualitas dirinya. pada saat yang sama ia akan berpikir akan menjadi apa dirinya di masa yang akan datang. siswa. . Seperti orang yang pandai atau yang bodoh. Kualitas diri ini tidak permanen tetapi bisa berubah. Sedangkan citra diri psikologis terbentuk didasarkan atas pikiran. Jadi konsep diri seseorang dapat didasarkan pada faktor dasar.1. Prinsipnya. Dengan bertambahnya usia. kepercayaan diri serta berbagai jenis aspirasi dan kemampuannya. Sebagai contoh. Akibatnya mereka cenderung berpikir tentang diri mereka memiliki dua kepribadian dengan penampilan tersendiri dan kepribadian tersendiri pula.2. kelompok menengah ke atas. seperti sifat keberanian. HARAPAN TERHADAP DIRI SENDIRI Ketika seseorang berpikir tentang siapakah dirinya. Harapan akan diri sendiri ini merupakan diri ideal. perasaan dan emosi. tetang agama. spontan atau hati-hati. suku Jawa. DIMENSI KONSEP DIRI i Menurut Caulhoun (1990) konsep diri memiliki tiga demensi. Selain itu setiap orang juga akan mengidentifikasikan dengan kelompok sosial lain yang dapat menambah julukan dirinya dan memberikan sejumlah informasi lain yang akan masuk dalam potret mental orang tersebut. latar belakang etnis. harapan terhadap diri sendiri dan evaluasi diri. kejujuran. Citra fisik diri biasanya terbentuk pertama dan berkaitan dengan penampilan fisik anak. setiap orang memiliki harapan terhadap dirinya sendiri. misalnya sebagai berikut : usia 15 tahun. kebangsaan. jenis kelamin. PENGETAHUAN TENTANG DIRI SENDIRI. yaitu : pengetahuan tentang diri sendiri. 35 Page 4 B. Faktor dasar ini akan menentukan seseorang dalam kelompok sosial tertentu. B. kemandirian. anggota cendikiawan dan sebagainya. Dimensi pertama dari konsep diri adalah apa yang kita ketahui tentang diri kita. konsep fisik dan psikologis diri ini secara berangsur menyatu dan mereka menganggap diri mereka sebagai individu tunggal. Biasanya hal ini menyangkut hal-hal yang bersifat dasar seperti. Citra psikologis ini terdiri atas kualitas dan kemampuan yang mempengaruhi penyesuaian pada kehidupan. Melalui perbandingan dengan orang lain ini. baik hati atau egois. usia. warga negara Indonesia. daya tariknya dan kesesuaian dengan jenis kelaminnya dan pentingnya berbagai bagian tubuh untuk perilaku dan harga diri anak dimata orang lain. Untuk mengkoordinasikan citra fisik dan psikologis ini seringkali sulit bagi anak-anak. wanita. profesi dan sebagainya.Page 3 Setiap macam konsep diri ini mencakup citra fisik maupun citra psikologis.

Konsep diri bukan merupakan faktor yang dibawa sejak lahir. Semakin jauh perbedaan antara gambaran tentang siapa dirinya dengan gambaran seseorang tentang seharusnya ia menjadi. Pengalaman-pengalaman psikologis ini merupakan hasil eksplorasi individu terhadap lingkungan fisik dan refleksi dari dirinya yang diterima dari orang-orang penting di sekitarnya. melainkan faktor yang dipelajari dan terbentuk melalui mengalaman individu dalam berhubungan dengan orang lain. Misalnya jika standart seorang mahasiswa nilainya A semua. Jelaslah bahwa evaluasi tentang diri sendiri merupakan komponen konsep diri yang sangat kuat. Seseorang mungkin melihat masa depan dirinya akan sangat bagus bila ia menjadi seorang dokter. maka anak-anak harus meninjau kembali konsep diri mereka yang tidak realistis. yang dibentuk melalui proses internalisasi dan organisasi pengalaman-pengalaman psikologis. yang mana akan menentukan seberapa jauh seseorang akan menyukai dirinya. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI Mead (Pudjigjoyanti. Dalam hal ini. C. yang menyukai siapa dirinya. maka akan menyebabkan harga diri yang rendah. Evaluasi terhadap diri sendiri ini disebut harga diri (self esteem). mengukur apakah ia bertentangan dengan (1) "saya dapat menjadi apa " yaitu pengharapan seseorang terhadap dirinya dan (2) "saya seharusnya menjadi apa "tetang siapakan dirinya.3. D.Diri ideal sangat berbeda untuk setiap individu. Oleh karena itu banyak faktor yang mempengaruhi konsep diri seseorang. PERAN ORANG TUA . D. sedangkan orang lain merasa masa depan mereka bagus bila ia menjadi peneliti. B. yaitu standart seseorang bagi dirinya sendiri.1. tidak menjadi soal apakah standart itu masuk akal atau pengharapan itu realistis. Sebaliknya bila seseorang berada dalam standart dan harapan yang ditentukan bagi dirinya sendiri. Apa pun harapan dan tujuan seseorang akan membangkitkan kekuatan yang mendorongnya menuju masa depan dan memandu kegiatannya dalam seumur hidupnya. Dalam berinteraksi ini setiap individu akan 36 Page 5 Page 6 berhasil. PERKEMBANGAN KONSEP DIRI. sehingga konsep dirinya akan lebih mendekati kenyataan. maka nilai rata-rata B+ ( yang untuk siswa lain mungkin menjadi sumber dari rasa harga diri yang tinggi) akan menyebabkan rasa harga diri yang rendah. apa yang dikerjakan dan tujuannya maka ia akan memiliki harga diri yang tinggi. EVALUASI DIRI SENDIRI Setiap hari setiap orang berkedudukan sebagai penilai dirinya sendiri. 1988) menyebutkan bahwa konsep diri merupakan produk sosial.

KONSEP DIRI NEGATIF Seperti telah dijelaskan di atas bahwa konsep diri memilki tiga dimensi yaitu pengetahuan. pandangan seseorang tentang . 1988) menjelaskan bahwa jika seseorang diterima orang lain. Sedangkan ejekan. misalnya kebutuhan makan. pakaian dan tempat tinggal serta kebutuhan psikologis anak seperti rasa aman. tidak adanya keserasian antara ayah dan ibu. sehingga secara perlahan-lahan terbentuklah konsep diri anak. Menurut Coulhoun (l 990) ada dua jenis konsep diri negatif. Akan tetapi dengan mengetahui kedua perbedaan itu. konsep diri yang rendah pada anak dapat disebabkan pula oleh tututan orangtua terhadap 38 Page 7 Page 8 teman-temannya. akan tahu bahwa pendek bukanlah sifat yang dihargai (paling tidak bagi anak laki-laki) dan oleh karena itu meragukan harga dirinya. Cara orang tua memenuhi kebutuhan fisik anak. membuktikan bahwa kondisi keluarga yang buruk dapat menyebabkan konsep diri yang rendah pada anak. Pertama. E. orang tua yang menikah lagi. senyuman. Segala sanjungan. E.1. minum. merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak. dihormati dan disenangi karena keadaan dirinya. Pandangan diri anda mungkin akan jatuh di antara kedua kutub tersebut. Kajian yang dilakukan oleh Coopersmit (Pudjijogyanti. 1988) tentang peranan kondisi keluarga dibandingkan dengan kondisi sosial yang lain terhadap pembentukan konsep diri. cemoohan dan hardikan akan menyebabkan penilaian yang negatif terhadap dirinya. Di samping itu. sikap ibu yang tidak puas dengan hubungan ayah dan anak dan kurangnnya sikap menerima dari orang tua terhadap anak mereka. Dalam hal ini Sullivan (Pudjijogyanti. Sebaliknya bila orang lain selalu meremehkan. Yang dimaksud dengan kondisi keluarga yang buruk adalah tidak adanya pengertian antara orang tua dan anak. maka ia akan bersikap menghormati dan menerima dirinya. pujian dan peghargaan akan menyebabkan penilaian positif terhadap diri seseorang. kasih sayang dan penerimaan. KONSEP DIRI POSITIF DAN NEGATIF Apa yang dimaksud dengan konsep diri positif dan konsep diri negatif ? Di sini akan dicoba menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan gambaran konsep diri yang secara ekstrem positif dan konsep diri yang ekstrem negatif. Merekalah yang pertama-tama menanggapi perilaku anak. menyalahkan dan menolak. anda akan mejadi lebih mampu menilai ke arah mana condongnya konsep diri anda. maka ia tidak akan menyenangi dirinya sendiri.Ketika masih kecil. Orang yang memiliki konsep diri negatif sangat sedikit mengetahui tentang dirinya. pengharapan dan evaluasi. orang penting bagi seorang anak dalah orang tua dan saudara-saudaranya yang tinggal serumah.

kecemasan dan rasa ancaman pada diri. Setiap hari dalam pikiran manusia terjadi pemilihan yang ketat tentang berbagai macam dorongan. maka hasil evaluasi dirinya pun positif. Tidak seperti halnya dengan konsep diri negatif di atas. konsep diri yang positif bersifat stabil dan bervariasi. kaku. Kondisi ini umumnya dialami oleh remaja. Tetapi ia tidak perlu merasa bersalah terus-menerus atas keberadaannya. Tipe kedua dari konsep diri negatif hampir merupakan kebalikan dari yang pertama. artinya memiliki kemungkinan besar untuk dapat mencapai tujuan tersebut.2. Konsep diri mereka kerapkali menjadi tidak teratur untuk sementara waktu dan hal ini terjadi pada masa transisi dari peran anak ke peran orang dewasa. individu tersebut menciptakan citra diri yang tidak mengijinkan adanya penyimpangan dari aturan-aturan yang menurutnya merupakan cara hidup yang tepat. Jadi agar seseorang dapat memahami dan menerima diri sendiri. tetapi saya kurang bisa pelajaran bahasa atau saya orang yang ramah tetapi saya pembosan. KONSEP DIRI POSITIF Dasar dari konsep diri yang positif adalah adanya penerimaan diri. saya orang pintar matematika. ingatan dan tanggapan. Seperti kata Erich Fromm (Coulhoun. Mungkin karena didikan orang tua yang terlalu keras. Karena konsep diri yang positif dapat menampung seluruh pengalaman dirinya. Tentang pengharapan diri. Dengan menerima diri sendiri ia dapat menerima orang lain. Sebagai contoh. dengan kata lain . Tidak satupun dari kedua konsep diri negatif cukup berfariasi dalam menyerap berbagai informasi tentang dirinya. Hal ini disebabkan orang yang memiliki konsep diri positif mengenal dirinya dengan baik. maka konsep dirinya harus dilengkapi dengan pengertian yang cukup luas mencakup bermacam-macam fakta yang berbeda 40 Page 9 Page 10 E. Hal ini tidak berarti bahwa ia tidak pernah kecewa terhadap dirinya sendiri atau bahwa ia gagal mengenali kesalahannya sebagai suatu kesalahan. yang semua itu akan terefleksi dalam diri. Ia benar-benar tidak tahu siapa dirinya. Tetapi pada orang dewasa hal ini merupakan suatu tanda ketidakmampuan menyesuaikan. orang yang memiliki konsep diri positif merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan kemampuannya dan realistis. 1990) bahwa cinta pada diri sendiri adalah prasyarat untuk dapat mencintai orang lain.dirinya benar-benar tidak teratur. apa kekuatan dan kelemahannya atau apa yang dihargai dalam hidupnya. informasi baru tentang dirinya hampir pasti menjadi penyebab. Konsep diri ini meliputi baik informasi yang positif maupun yang negatif tentang dirinya. . Ia dapat menerima dirinya secara apa adanya. Pada kedua tipe konsep diri negatif. Di sini konsep diri terlalu stabil dan terlalu teratur. Ia tidak memiliki kestabilan dan keutuhan diri. Jadi orang yang memiliki konsep diri positif dapat menerima dan memahami kenyataan yang bermacam-macam tentang dirinya sendiri.

Apabila timbul perasaan atau persepsi yang tidak seimbang atau saling bertentangan. ada tiga alasan yang dapat menjelaskan peranan konsep diri dalam menentukan perilaku seseorang. konsep diri akan menentukan keberhasilan seseorang dalam mengahadapi permasalahan yang timbul dalam kehidupannya. karena masing-masing mempunyai sikap dan pandangan yang berbeda terhadap diri sendiri. Yang paling penting dari pemgharapan yang realistis adalah pengaharapan tentang kehidupannya sebagai individu. Sebuah kejadian dapat ditafsirkan secara berbeda-beda oleh beberapa individu. Mampu memperbaiki diri. Konsep diri mempunyai peranan penting dalam mempertahankan keselarasan batin (inner consistency). Merasa setara dengan orang lain. yang dapat membuat dirinya tertarik. 4. Yakin akan kemamppuannya untuk mengatasi suatu masalah. PERANAN KONSEP DIRI DALAM PERILAKU Sebagai inti kepribadian. 1979) menunjukkan bahwa ada interaksi antara pengalaman dengan konsep . maka ciri-ciri orang yang memiliki konsep diri positif antara lain : 42 Page 11 1. maka akan terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan. Berlawanan dengan ciri-ciri orang yang memiliki konsep diri negatif yang dikemukakan Brook dan Emmert di atas. Oleh karena konsep diri yang positif mampu mengasimilasikan seluruh pengalaman individu. F. Cara hidup seperti ini akan membuat hidup terasa menyenangkan.. 5. penuh kejutan dan imbalan yang menyenangkan. Seluruh sikap dan pandangan individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi individu dalam menafsirkan pengalamannya. Hasil penelitian Lynch (Partosuwido. keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat. 2. dkk. Menerima pujian dengan tanpa merasa malu. Orang yang berkonsep diri positif dapat menyongsong masa depannya dengan bebas. sehingga ia akan mengubah periilakunya. memberi kejutan dan imbalan yang menyenangkan.Disamping itu tujuan itu cukup berharga sehingga kalau ia berhasil mencapainya akan meningkatkan harga dirinya. karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha untuk mengubahnya. baik yang positif maupun yang negatif. maka hal ini merupakan modal yang berharga dalam menghadapi kehidupannya di masa depan. Hal ini disebabkan bahwa pada dasarnya setiap individu selalu berusaha mempertahankan keselarasan batinnya. 1975). Menurut Pudjigjogyanti ( 1988). 2. Menyadari bahwa setiap orang memiliki berbagai perasaan. Hal ini disebabkan konsep diri merupakan internal frame of reference. yaitu merupakan kerangka acuan bagi tingkah laku individu (Meichati. 3. yaitu : 1. Oleh karena itu konsep diri yang positif akan menuntun sesorang untuk bertindak dengan spontan dan memperlakukan orang lain dengan ramah dan hormat. Baginya hidup merupakan suatu proses penemuan.

1988). Candless (Pudjigjogyanti. dimana kemungkinan adanya beberapa ketidakharmonisan antara diri yang sebagaimana adanya dengan diri ideal dapat diperkecil. Orang 43 Page 12 dengan konsep diri positif cenderung memandang pengalaman negatif dapat membantu ke arah perkembangan yang positif. Seseorang memiliki konsep diri dipengaruhi oleh pengalaman. PERANAN KONSEP DIRI DALAM AKTUALISASI DIRI Rogers (Hall and Lindzey. memiliki keyakinan akan kemampuannya untuk mengatasi hidup. 1993) mengatakan bahwa meskipun diri mempunyai tendensi inheren untuk mengaktualisasikan diri. bahkan lebih jauh dikemukakan bahwa harga diri akan menunjukkan seberapa besar seseorang percaya bahwa dirinya mampu. Harga diri merupakan evaluasi seseorang terhadap diri sendiri. namun sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan. yang menyatakan sikap menerima atau menolak. Selanjutnya dikatakan bahwa seseorang dengan konsep diri positif akan lebih banyak memiliki pengalaman yang menyenangkan daripada mereka yang memiliki konsep diri negatif. Sebagai bagian dari konsep diri. 1967). G. berarti berhasil dan berharga (Coopersmith. Konsep diri menentukan pengharapan individu. tanpa menjangkau hal-hal yang tidak mungkin dan mempunyai penghargaan yang sehat terhadap hak-haknya dan . Harga diri ini akan menentukan penerimaan diri seseorang. yaitu keseluruhan yang terintegrasi. Mc. anak secara ideal akan mengembangkan suatu pola gambaran diri yang konsisten. Hal ini disebabkan sebagaian besar penilaian tentang harga diri tergantung pada seberapa dekat seseorang dengan ideal selfnya. Komponen sikap yang menunjukkan adanya penerimaan diri. Pengalaman pada masa kanak-kanak memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan individu tersebut untuk mengaktualisasikan diri. 1973) adalah individu dapat menerima emosi-emosinya.diri. 3. anak juga akan mengembangkan gambaran akan menjadi siapa atau mungkin ingin menjadi siapa dirinya nanti (diri ideal). khususnya oleh lingkungan sosial. Semakin dekat diri yang sebenarnya dengan diri ideal. mau menerima tanggung jawab dan tantangan terhadap kemampuannya. Karena ketidak sesuaian antara gambaran diri yang sebenarnya dengan diri ideal akan menimbulkan ketidakpuasan dalam penyesuaian diri. menurut Jersild (Hurlock. Gambaran-gambaran itu dibentuk sebagai akibat dari bertambah kompleksnya interaksi-interaksi dengan orang lain. semakin tinggi pula harga diri seseorang. sebaliknya konsep diri juga akan mempengaruhi cara seseorang menggunakan pengalamannya. Dengan mengamati reaksi orang lain terhadap tingkah lakunya. mengatakan bahwa konsep diri merupakan seperangkat harapan serta penilaian perilaku yang menunjuk kepada harapan-harapan tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->