MODUL

“PERPAJAKAN”
D3 KEUANGAN DAN PERBANKAN

PENYUSUN :

ADIYAS, SE.,MM. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Jl.RS. Fatmawati, Pondok Labu Jakarta Selatan 12450  021 – 7692856 2010

MODUL

“PERPAJAKAN”
D3 KEUANGAN DAN PERBANKAN

PENYUSUN :

ADIYAS,SE,MM
Nama Mahasiswa Nomor Pokok Mahasiswa Semester / Kelas Nama Dosen : : : :

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Jl.RS. Fatmawati, Pondok Labu Jakarta Selatan 12450  021 – 7692856 2010

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas Rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan Modul Perkuliahan Perpajakan ini. Modul Perkuliahan Perpajakan ini berisi ringkasan materi perpajakan yang sudah disesuaikan dengan Satuan Acara Perkuliahan, sehingga diharapkan dapat menunjang pencapaian kompetensi keahlian yang diinginkan. Penyusun menyadari bahwa modul ini belum sempurna, karena itu saran dan kritikan dari semua pihak sangat diharapkan guna perbaikan di masa mendatang. Pada kesempatan ini penyusun menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu hingga tersusunnya modul ini. Terakhir penyusun berharap semoga modul ini bermanfaat bagi mahasiswa Program D3 Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi khususnya dan umumnya bagi paca pembaca sekalian.

Jakarta, Januari 2010 Penyusun

Adiyas, SE.,MM.

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Gambaran Umum UU PPh ……………………………………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 21 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 22 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 23 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 24 …………. Kebijakan dan Teknis Perhitungan Penilaian Persediaan, Penjualan dan Pengalihann Harta ......................…….....…. Kebijakan dan Teknis Perhitungan Penyusutan, dan Amortisasi Aktiva .........................................……….….

i ii 1 11 23 36 42 47 61 67 74 84 90 97

Kebijakan dan Teknis Perhitungan Pajak yang Terutang (khusus WP Orang Pribadi) ...................................…………. Teknis Perhitungan PPN dan PPnBM .................................. Kebijakan Umum Mengenai PBB ……………………………. Kebijakan Umum Mengenai Bea ……………………………. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.....................

ii

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA

1

MODUL PERTEMUAN I

Perpajakan (3 SKS)
POKOK BAHASAN

GAMBARAN UMUM UNDANG-UNDANG PPh

ADIYAS, SE, MM.
A. PENDAHULUAN Pajak Penghasilan (PPh) merupakan salah satu sumber

penerimaan negara yang berasal dari penghasilan masyarakat. Dalam proses pemungutan perlu diatur dengan UU agar dapat memberikan kepastian hukum, sesuai dengan kehidupan dalam negara demokrasi Pancasila. Dalam sistem peraturan perpajakan yang lama, pengenaan pajak atas penghasilan diatur dalam beberapa UU, yaitu : Ordonansi Pajak Perseroan 1925, Ordonansi Pajak Pendapatan 1944, UU Pajak atas bunga. Dividen dan Royalti 1970, UU No. 8 tahun 1967. Sejak akhir tahun 1983 pemerintah mengadakan pembaharuan peraturan perpajakan di Indonesia/Reformasi perpajakan Maksud dari pembahuruan pajak itu adalah umtuk menyederhanakan struktur pajak, seperti jenis-jenis pajak, tarif dan cara pemenuhan kewajiban pajak. Sistem pemungutan pajak lebih banyak memberikan tanggung jawab perpajakan pada diri wajib pajak (WP), dengan menganut simtem selfassesment. UU Perpajakan itu meliputi: UU no. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (PPh). Dalam UU Pajak Penghasilan ini mengatur materi pengenaan pajak yang pada dasarnya meliputi: subjek pajak (siapa yang akan dikenakan ), objek pajak (apa yang dikenakan atau penyebab pengenaan

1

Mengurangi pengalihan penghasilan dari badan kepada perorangan atau sebaliknya sebab pengalihan semacam itu tidak memberikan manfaat kepada wajib pajak. yaitu dalam UU no.Sedangkan tatacara pungutannya diatur dalam UU tersendiri. tarf pajak diberlakukan sama terhadap tingkat penghasilan yang sama dari manapun penghasilan itu diterima atau diperoleh. Demikian juga bagi Kantor Pajak. b.pajak) dan tarif pajak sebagai cara penentuan jumlah pajak. Struktur tarif disederhanakan dan bersifat progresif. tarif marginal tertinggi adalah 35%. Tarif untuk orang Pribadi/Perseorangan sama dengan tarif untuk Badan dengan tingkat tarif maksimal yang lebih rendah daripada tarif lama.6 Tahun 1983. d. c. B. Meningkatkan kerelaan membayar dan bertambah mudahnya bagi administrasi pajak untuk menguji akan lebih meningkatkan kepatuhan WP. Serderhana. antara lain : a. KEBAIKAN-KEBAIKAN SISTEM PERPAJAKAN YANG BARU Ada bebrapa kelebihan atau kebaikan pada penerapan sistem perpajakan yang baru. Hal ini akan meningkatkan kesediaan WP untuk membayar pajak. 2 . akan mudah menguji perhitungan pajak yang dilakukan oleh WP. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak. bagi Wajib Pajak (WP) akan mudah melakukan penghitungan jumlah pajak yang harus dibayarnya. Adil dan merta. artinya semakin tinggi penghasilan semakin tinggi pula persentase tarif pajak.Tarif pajak ditetapkan secara wajar berdasarkan prinsip-prinsip pemerataan dalam pamungutan pajak dan keadilan dalam pembebanan pajak.

disederhanakan dengan memberlakukan satu peraturan PPh. d. PERBEDAAN SISTEM LAMA DAN SISTEM BARU Adapun perbedaan sistem perpajakan lama dan sistem baru mencakup hal-hal berikut ini : No 1. Bidang Struktur peraturan Sistem Lama a. adanya pembebanan pajak berganda. sudah ketinggalan jaman. self assessment. peraturan pajak sangat beraneka ragam sehingga membingungkan wajib pajak. sangat tergantung pada aparat perpajakan b. 3 . Mengeliminir adanya pajak berganda. Official a. Hak & kewjiban WP tidak jelas. c. b. Sistem Baru a. c. ada beberapa jenis pajak. ditentukan oleh WP sendiri assessment. Sistem pemungutan a. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. hanya ada satu jenis pajak. b. b. 2. d. Hak & kewajiban WP jelas.C.

tarif pajak berlaku untuk WP badan & WP perseorangan b. Soemitro. berbelit-belit b. menghapus segala bentuk insentif pajak D. tarif pajak diturunkan c. lebih sederhana b. ada berbagai bentuk insentif pajak a. DASAR-DASAR PERPAJAKAN Definisi dan unsur pajak menurut Prof. pengisian SPT sebagai tindakan Hk c. Tata cara pemungutan a. tarif pajak cukup tinggi c.3. hasil pemungutan pajak tidak memadai d. SH. WP diperlukan sebagai “objek” a. WP menghitung & menyetorkan pajak sendiri WP diperlakukan sebagai “subjek” 4. tarif pajak berbeda antara WP badan & WP perseorangan b. adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dr. Tarif Pajak a. 4 . pengisian SPT hanya sebagai laporan c.

yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 3. 4. Fungsi budgeter. Adapun fungsi pajak ada dua. Fungsi regulerend (mengatur). ekspor produksi Indonesia di pasaran dunia internasional. Iuran tersebut berupa uang (bukan barang). 2. serta aturan pelaksanaannya. yang berhak memungut pajak hanya negara. c. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontraprestasi individual oleh Pemerintah. Pajak yang tinggi dikenakan terhadap minuman keras (label Pajak yang tinggi dikenakan terhadap barang-barang mewah Tarif pajak untuk ekspor sebesar 0% untuk mendorong merah) untuk mengurangi konsumsi minuman keras. yaitu : 1. Berdasarkan Undang-undang Pajak dipungut atau dengan kekuatan Undang-undang. Digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Negara. Contoh : a. b. pajak merupakan sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. untuk mengurangi gaya hidup mewah. perlawanan. Pemungutan pajak harus adil (syarat keadilan) sesuai hukum. Iuran dari rakyat kepada negara. maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. Tanpa jasa timbal atau kontraprestasi dari negara yang secara langsung dapat ditunjukkan. 5 .Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki unsur : 1. Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau 2.

5. berdasarkan Undang-undang (syarat yuridis). yaitu pajak yang bepangkal/berdasarkan pada subjeknya dalam arti memperhatikan keadaan diri WP. 2. Pemungutan pajak harus efisien (syarat finansial). 6 . memuat bentuk/tatacara untuk mewujudkan hukum materil menjadi kenyataan (cara melaksanakan hukum pajak materil). yaitu pajak harus dipikul sendiri oleh WP dan tidak dapat dibebankan/dilimpahkan kepada orang lain. Pemungutan pajak. Pajak tidak langsung. 4. Menurut Sifatnya : a. yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dilimpahkan kepada orang lain. Di Indonesia diatur dengan UUD 45. yaitu pajak yang dipikul sendiri oleh WP dan tidak dapat dibebankan/dilimpahkan kepada orang lain. pasal 23 ayat 2 : memberi jabatan hukum untuk menyatakan keadilan. 2. PENGELOMPOKAN PAJAK 1. Pajak langsung. seperti Pajak Penghasilan (PPh). seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN). baik negara dan warganya. 3. Hukum Pajak formil. E. Sistem pemungutan pajak harus sederhana. Tidak mengganggu perekonomian (syarat ekonomis).2. seperti PPh. Pajak subjektif. seperti Pajak Penghasilan (PPh). Hukum Pajak Materil (langsung). b. Menurut Golongannya : a. Sedangkan hukum perpajakan dapat dikelompokan menjadi Hukum Pajak Materil dan Hukum Pajak Formil : 1.

Pengenaan pajak atas dasar objek (penghasilan yang nyata). dipungut oleh Pemerintah Pusat dan digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Negara. yaitu pajak yang dipungut oleh PEMDA dan digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Daerah. seperti Pajak Pembangunan. Pajak Daerah. 7 . PBB dan Bea materai. sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak. seperti Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nomor (BBN) Kendaraan Bermotor. tanpa memperhatikan kedaan diri WP. Stelsel Pajak : Pemungutan pajak dapat dilakukan atas 3 stelsel : a. Pajak DATI II (Kota Madya/Kabupaten). Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh UU misal : penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya. 3. Pajak Penerangan Jalan. b. Stelsel Anggapan (fictieve Stelsel). yaitu pajak yang bepangkal/berdasarkan pada objeknya. Pajak Daerah terdiri atas : - Pajak DATI I (Propensi). Pajak objektif. dan Pajak Bangsa Asing (WNA).b. b. seperti PPN & PPnBM. seperti PPN dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). TATACARA PEMUNGUTAN PAJAK 1. - F. Stelsel nyata (riel stelsel). Pajak Pusat. Menurut Lembaga Pemungutannya : a.

Merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan anggapan. Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan WP yang bertempat tinggal diwilayahnya. besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan. 2. 8 . Pada awal tahun. Sistem Pemungutan Pajak : a. Atas azas ini berlaku WP luar negeri. Azas sumber. 3. Azas Pemungutan Pajak : a. Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara.c. b. Offcial Assessment system. Adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada Pemerintah (fiscus) untuk besarnya pajak yang terutang oleh WP. Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal WP. c. Missal : pajak bangsa asing (WNA). Azas Kebangsaan. Stelsel Campuran. Self Assessment Syatem. Adalah suatu sistem pemungutan pajak memberi wewenang kepada WP untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. kemudian pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. b. Azas domilisi (azas tempat tinggal).

yang dapat disebabkan antara lain : a. bentuknya antara lain : a. Adalah suatu sistem pemungutan pajak memberikan wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiscus dan bukan WP bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh WP. G. 2. Ajaran ini diterapkan pada seassessment System. Masyarakat enggan (pasif ) membayar pajak. 2. TIMBUL DAN HAPUSNYA HUTANG PAJAK Ada 2 ajaran yang mengatur timbulnya utang pajak : 1. Ajaran ini diterapkan kepada official assessment system. Ajaran Materil. Tax avoidance.U seseorang dikenai pajak karena keadaan dan perbuatannya. Utang pajak timbul karena U. yaitu hambatan terhadap pemungutan pajak yang dikelompokan : 1. With Holding Syistem . Sistem kontrol tidak dapat dilakukan / dilaksanakan dengan baik. Perlawanan Pasif . b. Perlawanan aktif meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan kepada fiscus dengan tujuan untuk menghindari pajak. usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar undang-undang. Perlawanan Aktif. Ajaran Formil. c. Perkembangan intelektual dan moral masyarakat.c. 9 . Sedangkan hapusnya utang pajak dapat disebabkan beberapa hal. Utang pajak tibul kaena dikeluarkannya Surat Keterangan Pajak (SKP) Oleh fiscus. Sistem perpajakan yang mungkin sulit dipahami masyarakat.

persentase tarif yang digunakan semakin kecil bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar.dan Rp.000.000.- 3. sehingga besarnya pajak yang terutang proporsional terhadap besarnya nilai yang dikenai pajak contoh : untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) didalam daerah pajak akan dikenakan PPN sebesar 10%. Tarif Progresif Progresif. 10 . Tax evasion..000.Menurut kenaikan persentase Tarif Progresif dibagi : a.. Tarif Progresif Tetap..diatas Rp. Tarif 10% 15% 30% Dengan demikian.25.000. 25.000. yaitu : 1. Tarif Progresif.50. ( menggelapkan pajak ). usaha meringankan beban pajak dengan cara yang melanggar undang-undang. kenaikan persentase tetap.Sampai dengan Rp.3. Tarif Degresif. 1. c.PPh tersebut diatas termasuk Tarif Progresif Progresif. Contoh : Besar tarif bea materai untuk cek dan bilyet giro dengan nilai berapapun adalah Rp.b.000. H. Contoh : pasal 17 UU. tarif pajak menurut pasal 17 UU. b. tarif berupa jumlah yang tetap (sama) terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak yang terutang tetap.000.Rp. Tarif Progresif Degresif. 4. kenaikan persentase semakin besar.000. persentase tarif yang digunakan semakin besar bila jumlah yang dikenal pajak semakin besar.6. kenaikan persentase semakin kecil.– Rp.000. Tarif tetap. Tarif sebanding/proporsional. dikenai pajak. 2. Lapisan penghasilan Kena Pajak (PKP) . TARIF PAJAK Ada 4 tarif pajak..sekarang naik sejak tanggal 1 Mei 2000 menjadi Rp.PPh tahun 1995.50.000.000..

penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomi yang diterima/diperoleh oleh wajib pajak.10 Tahun 1994. No. PENGERTIAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) Pajak Penghasilan (PPh) mengandung 2 pengertian. yang 11 . Menurut Pasal 4 ayat 1 UU. 10 tahun 1994 dan diteruskan dengan UU. Sedangkan Penghasilan adalah jumlah uang yang diterima atas usaha yang dilakukan orang perorangan. SE. baik berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. badan dan bentuk usaha lainnya yang dapat digunakan untuk aktivitas ekonomi seperti mengkonsumsikan dan/atau menimbun serta menambah kekayaan. No. MM. 26 tahun 2000 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 2 MODUL PERTEMUAN II & III Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ADIYAS. No. Pengertian pajak secara bebas sebagai suatu kewajiban kenegaraan berupa pengabdian serta peran aktif Warga Negara dan anggota masyarakat untuk membiayai keperluan Negara yang berupa Pembangunan Nasional yang pelaksanaannya diatur dalam UU dan Peraturan-peraturan untuk tujuan kesejahteraan bangsa dan negara. A.PPh No.7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah menjadi UU.Referensi : UU. Pertama mengenai arti pajak itu sendiri dan kedua arti penghasilan.

tentang PPh adalah orang pribadi. Azas Sumber.No. yaitu azas pemungutan pajak berdasarkan kewarganegaraan subjek pajak. B. 10 tahun 1994 pasal 2 ayat 1. SUBJEK PAJAK Azas yang berkaitan dengan subjek pajak adalah : 1. Pengertian Subjek Pajak menurut UU. maka pengahasilan tersebut adalah penghasilan bukan objek pajak. Jadi pengertian Pajak Penghasilan (PPh) adalah suatu pungutan resmi yang ditunjukkan kepada masyarakat yang berpenghasilan atau/atas penghasilan yang diterima diperoleh dalam tahun pajak untuk kepentingan negara dan masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara sebagi suautu kewajiban yang harus dilaksanakannya. 2. Azas Kebangsaan. Dengan kata lain jika penghasilan yang diterima bukan merupakan tambahan kemampuan ekonomis atau tidak dapat menambah kekayaan WP. badan dan bentuk usaha tetap.3 dan 4.2.dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak (WP). warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan. Azas Domisili yaitu suatu azas pemungutan pajak berdasarkan domisili/tempat tinggal subjek pajak. yaitu azas pemungutan pajak berdasarkan sumber penghasilan yang diperoleh oleh subjek pajak. 3. Kewajiban pajak subjektif orang pribadi/badan/ warisan dimulai dan berakhir pada saat : 12 .

- C. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan WP yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Sedangkan objek pajak dalam undang-undang no. peristiwaperistiwa atau perbuatan-perbuatan apa saja yang selayaknya dapat dikenakan pajak. Secara singkat dapat dikatakan bahwa objek pajak tidak lain adalah penghasilan yang diterima oleh WP. 13 . Sedangkan yang tidak tergolong sebagai Subjek Pajak adalah : - Badan Perwakilan Negara Asing Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Timbulnya warisan dan berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi.10 tahun 1994 pasal 4 ayat 1 dan 2.- Orang pribadi dilahirkan. OBJEK PAJAK Secara teoritis objek pajak adalah keadaan-keadaan. PPh adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh WP. berada atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. - Badan didirikan atau berkedudukan di Indonesia dan berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi berkedudukan di Indonesia. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Dalam sistem ini masyarakat diberi kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menghitung. Iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya disahkan Menkeu. b. PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (PPh. berikut ini adalah penghasilan yang tidak dipotong PPh pasal 21 : a.D. Disamping penghasilan yang terkena pemotongan PPh pasal 21 diatas. 3. Yang termasuk dengan masyarakat disini adalah mereka yang termasuk dalam kategori besar berikut : 1. berapa tahapan dan istilah berikut ini perlu dipahami dan dimengerti dengan baik. Tahapan Dan Istilah Dalam Menghitung PPh Pasal 21 : Dalam melakukan perhitungan besarnya utang pajak PPh pasal 21. Kategori II adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh WP Perseorangan (Form 1770). membayar dan melaporkan sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. c. Kategori I adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh pasal 21 (form 1721). 14 . sekarang berlaku sistem self assessment. Penerimaan dalam bentuk natura. khususnya pajak penghasilan. 2. 1. Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung pemberi kerja. Kategori III adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh WP Badan (Form 1771). memperhitungkan.21) Sistem pemungutan pajak di Indonesia. dan penyelenggara Taspen serta iuran tabungan hari tua atau tunjangan hari tua kepada badan penyelenggara Taspen Jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja.

25. Penghasilan Neto : Penghasilan neto adalah penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan.- 15 . Rp.150. 25.000.000. 400. 100.000.tunjangan kemahalan Rp. 100. Diketahui juga karyawan tersebut memiliki 1 orang anak dan istrinya tidak bekerja. Rp. 150. karena disisi lain perusahaan tidak memperlakukan natura tersebut sebagai salah satu unsur biaya perusahaan. Maka penghasilan Bruto karyawan tersebut dapat dihitung sebagai berikut : Gaji Tunjangan kesejahteraan Tunjangan kemahalan Tunjangan jabatan Iuran asuransi kecelakaan & kematian Total Penghasilan Bruto Catatan : Nilai rumah dinas dan kenderaan tidak dimasukkan dalam penghasilan bruto karyawan.tunjangan jabtan Rp.000. 750. Contoh : Diketahui seorang karyawan mendapatkan gaji pokok Rp.000...000. 750.000. 1.tunjangan kesejahteraan keluarga Rp.menempati rumah berikut mobil dinas yang dinilai sebulannya Rp.- Rp.125.000.-..000.000. iuran pensiun dan tunjangan hari tua.100. Rp. sehingga natura tersebut bagi karyawan yang menerimanya bukan merupakan penghasilan.000. Ketetapan mengenai Rp.000. berupa biaya jabatan.100.Penghasilan Bruto : Yaitu seluruh penghasilan yang diterima oleh WP sebelum dikurangi dengan pengurangan-pengurangan yang diperkenankan oleh UU. Rp.dan mendapatkan iuran asuransi kecelakaan dan asuransi kematian Rp. iuran pensiun dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

000. Rp. 216. Rp.= Rp. 750.100.sebulan.- Rp. Rp.000.125. penetapn besarnya penghasilan netonya dilakukan dengan cara penghasilan Bruto (PB) dikurangi dengan iuran pensiun dengan ketetapan yang sama dengan yang diatas. dengan setinggi-tingginya Rp. . Iuran Pensiun dan Tunjangan Hari Tua diatur sebagai berikut : .Rp.Biaya Jabatan ditetapkan 5% dari penghasilan bruto. Contoh Dengan soal yang sama pada contoh diatas. 648. 54.000 setahun atau Rp. sepanjang tidak melebihi nilai maksimum seperti yang ditetapkan untuk besarnya Iuran Pensiun diatas. 1.000.25. 56. Rp.Iuran Pensiun ditetapkan 5% dari penghasilan bruto.000. .- 16 .100.besarnya Biaya Jabatan.000.000.150..000.Khusus untuk penerima Pensiun.125.000. dengan setinggi-tingginya Rp. namun kemungkinan bagi pemberi kerja untuk menetapkan secara nominal.000.setahun atau Rp.sebulan .000. maka untuk mencari besarnya ppenghasilan neto (PN) adalah sebagai berikut : Gaji Tunjangan kesejahteraan Tunjangan kemahalan Tunjangan jabatan Iuran asuransi kecelakaan & kematian Total Penghasilan Bruto Pemotongan/Pengurangan : Biaya jabatan 5% x 1.Tunjangan penetapan iuran Hari Tua pengaturannya demikian sama tidak dengan tertutup pensiun.000. 18.

PENGHASILAN KENA PAJAK (PKP) DAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 1. 1. 2005 6.200.000 2. s/d 1989 2.500. 1990-94 3. 1999-04 5.880.000. = Rp. 750.000. Penghasilan Kena Pajak untuk WP orang Pribadi : Dalam rangkaian mencari besarnya utang pajak adalah penghasilan kena pajak (PKP).880.728. 2006 7.000 13.500. 54.320.Tambahan seorang istri 960.000.Jumlah potongan Penghasilan Neto (PN) = Rp.000 480.000.18.000 1. sedangkan nilai uang menurun (inflasi).000 1.440.000 864. = Rp.728. karena disesuaikan dengan perubahan harga kebutuhan pokok yang meningkat.840.000 1.200.200.000 17 .- E.000 2.000 1.Diri WP Pribadi .840.1995-98 4.000 1.- Biaya jabatan yang diperkenankan Iuran Pensiun yang diperkenankan THT 1% x Rp.00 13.000 15.045.000.000 1. Untuk mendapatkan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) adalah dengan cara mengurangi Penghasilan Neto (PN) dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). = Rp.000 15.440.0 00 1. Pengaturan mengenai besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) telah mengalami perubahan sebanyak empat kali.000 720.000 12.000 960.+ 79. = Rp.000..440.7.000 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut ini : Departemen Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : I. 2009 .Tambahan WP kawin .

30 juta = Rp.1994) s/d Rp.000 = Rp.000 + = Rp. Total 2. 480.200.000 720.500.250.000.000.900. 15. 1. maka berikut ini akan disusun kerangka 18 .000 3. 30 juta = Rp. 10 juta = Rp. 30 % x Rp. 50 jt = 10 % = 15 % = 30 % Cara Perhitungan Pajak Terutang : Misalkan Pajak Terutang nilainya Rp. 50 jt Rp. 17 UU no.750.000 25 % x Rp.000 1.000 1.000 9.000 35 % x Rp.500. 80 juta Tarif lama : 15 % x Rp. 25 juta = Rp.000. 25 juta = Rp. 25 jt Rp.000 864. 15 % x Rp. 50 jt Rp. 40 juta = Rp. 22. Untuk memperjelas apa yang sudah diuraikan diatas.320.0 00 1.00 0 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Pasal 17 : Tarif Lama : ( Pasal 17.000 + Total Tarif Baru : 10 % x Rp. 10. anak angkat yang tanggungan maksimal 3 anak. 10 jt Rp.200. 50 jt = 15 % = 25 % = 35 % 0 25 jt diatas Tarif Baru : ( Ps.000 2.yang penghasilan digabung penghasilan suami .000 0 12.440.000.Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah & keturunan.000 1. Menghitung Pajak Terutang : Langkah terakhir untuk mengetahui berapa besarnya utang pajak adalah dengan cara mengalikan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) dengan tarif pajak yang berlaku. 10. UU PPh 1983) 0 10 jt diatas s/d Rp. 10.

xxxx + Rp. 25 jt Rp.. 648. xxxx Rp. xxxx Hutang Pajak PPh-21 Contoh : 19 .T. xxxx xxxx Iuran Pensiun 5 % x PB maks Rp. 5 % x PB maks.000 ( 432. Rp.000) Rp Rp.000 (1. 216. xxxx (Pajak Progressif) 0 25 jt diatas s/d Rp.. Rp. xxxx xxxx Hutang Pajak = PKP/tahun x tarif pajak PPh pasal 17 = Rp.mengenai perhitungan PPh-21 khusus Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi sebagai berikut : Penghasilan Bruto (PB) Penghasilan lainnya yang tidak boleh dikurangikan dari Penghasilan Bruto Jumlah Penghasilan Bruto (PB) Rp.……. Rp. Rp.000) 5 % x PB maks Rp. 50 jt Rp. xxxx + xxxx Rp.000 ( 432. ……….296. 50 jt x x x 10 % 15 % 30 % = = = = Rp. xxxx Pengurangan-Pengurangan : Biaya jabatan T. xxxx Rp.000) Jumlah pengurangan Penghasilan Neto (PN) Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : Diri WP Tambahan status kawin Tambahan tanggungan Jumlah P T K P Penghasilan Kena Pajak ( P K P ) ………. . 216..H.

728.= Rp.- = Rp.000.465.000 = Rp.045.090.1.000.Pajak Terutang PPh-21 /bulan = Rp.000 12 Jadi Pajak Terutang PPh-21 /bulan = Rp.000 864. 9.741. yaitu Total Penghasilan Bruto (PB) dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Selanjutnya Pajak terutang PPh-21 dapat dihitung : Total Penghasilan Bruto (PB) Total Penghasilan Neto (PN) sebulan Total Penghasilan Neto (PN) setahun Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : Diri Wajib Pajak (WP) Tambahan status kawin Tambahan tanggungan Total PTKP Total Penghasilan Kena Pajak ( P K P ) = Rp. 12.= Rp. 75.000. UMP atau UMK 20 .546. 909.125. 1.Dengan soal yang sama pada contoh sebelumnya. = Rp.- = Rp. 3.d.67 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK Nomor : KEP-259/PJ/2001 Tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan yang diterima oleh Pekerja sampai dengan sebesar Upah Minimum Propinsi (UMP) Atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Pengenaan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pekerja s.500. 1. 909. maka untuk mencari Penghasilan Kena Pajak.000 = Rp.090.742.000.- Pajak Terutang PPh-21 /tahun = 10% x 9.000 + = Rp.000. 75. = Rp. 864.

d.d. 25.000.000. 100 juta 100 juta s. UMR yakni ditanggung Pemerintah Berlaku 01 Januari 2001 TARIF PAJAK ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI (UU RI Nomor 17 Tahun 2000) PKP PKP PKP PKP PKP > > > > > 0 s.d. 25 juta 25 juta s.d.250.- Contoh : Penghitungan Pajak Terutang Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Jumlah Penghasilan Kena Pajak Rp.880. 50 juta 50 juta s.000.00 Pajak Penghasilan yang terutang : 5 % x Rp.000.00 = Rp. 2.d. 200 juta 200 juta Tarif 5 % Tarif 10% Tarif 15% Tarif 25% Tarif 35% Penghasilan tidak kena pajak untuk WP Dalam Negeri Rp. 1.Dipersamakan dengan Pengenaan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pekerja s.00 21 .000. 300.000.

000. 100 juta PKP > 100 juta s.000. WP Orang Pribadi dalam negeri adalah sbb : NO 1.00 Rp.000.00 35 % x Rp.250.00 25 % x Rp. 25.000.d Rp 250 juta TARIF PAJAK 5% 15% 22 . 25. 100.00 Rp. 2. 7.00 TARIF PAJAK ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (UU RI Nomor 17 Tahun 2000) PKP > 0 s. 2.000.00 15 % x Rp.000. 35. 50 juta PKP > 50 juta s.10 % x Rp. 100.000.00 (+) Rp.d. 200 juta Tarif 10 % Tarif 15 % Tarif 30 % Tidak diberikan pengurangan PTKP TARIF PAJAK PENGHASILAN (PPh) WP Pribadi (WP OP) ( UU NO.500.000. 50.36 TAHUN 2008 ) (1)Tarif Pajak yang diterapkan atas PKP bagi : a.Diatas Rp 50 juta s.000.00 Rp.000.000.000.d.000. 71. LAPISAN PENGHASILAN KENA PAJAK 0 s.000.d.00 = = = = Rp.000.d Rp 50.500.000.000.

PENDAHULUAN PPh Pasal 22 merupakan pembayaran PPh dalam tahun berjalan yang dipungut sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan usaha dibidang lain. Dasar Hukum pemungutan PPh Pasal 22 : Pasal 22 UU No.d Rp 500 juta Diatas Rp 500 juta 25% 30% b. Pajak Badan dalam negeri dalam Bentuk Usaha Tetap (BUT) adalah sebesar 28% (dua puluh delapan) Referensi : Pasal 21 UU. bendaharawan pemerintah (pusat dan daerah). MM. Pemungutan PPh Pasal 22 : a. SE.2 Tahun 199 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 3 MODUL PERTEMUAN IV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 22 ADIYAS.PPh. BUMN dan BUMD yang melakukan pembayaran Bank Devisa dan Dirjen Bea dan Cukai. Kep. 4. barang b. Dirjen anggaran. 599/KMK 04/1994. tanggal 21 Desember 1994. 10 tahun 1994 Keputusan Menkeu No. atas impor 23 . Diatas Rp 250 juta s. Dirjen Pajak No. A.3.

Pertamina dan Badan Usaha selain Pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis Premix dan gas. b. e. d. 24 . d. Impor barang. atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu kepada para penyalur dan/atau agennya. Semen Cibinong. kertas. kertas. SUBJEK YANG DIKENAKAN PAJAK Yang merupakan subjek dari pemungutan PPh 22 adalah : a. Penjualan hasl produksi atau penyerahan barang. baja dan otomatif Para penyalur dan agen pertamina dan badan usaha selain pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis premix dan gas Para penyalur dan agen BULOG. Badan usaha yang bergerak dibidang industri semen. B. Semen Nusantara. atas penjualan hasil produksinya kepada para penyalur dan agennya. c. yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak. Semen Indocement. e. C. b. baja dan otomatif atas hasil penjualannya di dalam negeri. Badan urusan logistik (BULOG). OBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Yang merupakan objek pemungutan pajak adalah PPh 22 adalah: a. PT.atas pembelian barang dan dananya berasal dari belanja negara dan/atau daerah c. PT. rokok. Termasuk pemungut PPh pasal 22 atas penjualan semen dalam negeri adalah : Distributor Tunggal/Distributor Utama Semen Produksi : PT. rokok. Importir Rekaman Pemerintah Konsumen semen.

E. c. c. 500. Nilai Impor. Pembayaran atas penyerahan barang ( bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah ) yang jumlahnya kurang dari Rp. F. mobil tersebut diekspor kembali. Impor barang-barang dan/atau penyerahan barang-barang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan tidak terhutang. d.000. PENGECUALIAN PPh PASAL 22 Yang di kecualikan dari pemungutan PPh pasal 22 adalah : a. b. Impor barang–barang untuk pameran atau keperluan lainnya yang dipergunakan di Indonesia bersifat sementara dan setelah keperluan barang dimaksud diekspor kembali. Impor barang-barang yang dibebaskan dari bea masuk yang dilakukan kedalam kawasan berikat dan Entrepot Produksi untuk tujuan Ekspor(EPTE) berdasarkan ketentuan peraturan perundanganundangan yang berlaku. misalnya impor mobil untuk pameran atau reli dan setelah pameran atau reli selesai. TARIF PEMUNGUTAN a. Harga pembelian. DASAR PEMUNGUTAN a. PPh pengecualian ini harus dinyatakan dengan Surat Keterangan Bebas Pajak PPh Pasal 22 yang diterbitkan oleh Dirjen Pajak . Harga jual lelang. b.-.D. Atas Impor 25 .

-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada penyalur. Atas Penjualan Premix : 0. b. 380. Rp.a. rokok. 26 .5 % dari harga lelang. Rp. Atas Penyaluran gula pasir dan terigu dari Bulog : 1.-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada grosir. kerta baja. Atas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang yang dilakukan oleh: a. dan otomotif. e. b. c. Yang tidak dikuasai. 38. Tarif pemungutannya ditentukan berdasar ketentuan yang ditetapkan pleh Dirjen Pajak . tarif pemungutannya 7. Yang tidak menggunakan API.5 % dari nilai impor. Pertamina dan badan usaha selain pertamina yang bergerak diubidang BBM jenis Premix dan gas.5 % dari nilai impor. d. Bulog.-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada pembeli lain.-/ kuintal untuk penjualan terigu kepada penyalur. 270. Rp. b. Atas pemberian barang yang dibiayai dengan APBN atau APBD tarif pemungutannya sebesar 1. Badan usaha yang bergerak dibidang industri semen. 650.5% dari harga pembelian. 91. 3. Pemungutan PPh Pasal 22 atas penyerahan barang atau penjualan hasil produksi dari Pertamina dan badan usaha selain Pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis Premix dan gas dan BULOG bersifal final. 5. tarif pemungutannya sebesar 7.3% dari penjualan untuk SPBU swasta. Rp.-/ kuintal untuk penjualan kepada pembeli lain. 4. Rp. c. Rp.-/ kuintal untuk penjualan kepada grosir. 53. 6. tarif pemungutannya sebesar 2.25 % dari penjualan untuk SPBU Pertamina dan 0. yang ditunjukan oleh Kepala Pelayanan Pajak. yang menggunakan Angka Pengenal Importer (API). c. 2.

c. PPN. 0. PPN. untuk penjualan baja lembaran lapis seng. g. PPN. serta penyerahan gula pasir dan terigu oleh Bulog pada saat penerbitan surat perintah pengeluaran barang (D. PPN.45 % x DPP. Atas penjualan kendaraan bermotor.1 % x DPP. 27 . Untuk impor barang yang diberikan penundaan/pembebasan bea masuk pada sat pembayaran penyelesaian impor untuk dipakai (PIUD).1 % x DPP. G. untuk penjualan rokok. b. 0. kertas.O). Untuk pembayaran barang yang dananya dari APBN/APBD pada saat pembayaran.3 % x DPP. Nilai impor dihitung sebagai berikut : Nilai Impor : Cost Insurance and Freight (CIF + bea masuk + pungutan pabean lainnya (kalau ada). rokok. Memungut PPh Pasal 22 : a. untuk penjualan kendaraan bermotor. f. 0. c. untuk penjualan besi beton.f. besi beton dan baja lembaran lapis seng : a. PPN. untuk penjualan kertas. semen. Untuk penjualan hasil produksi Pertamina dan hasil produksi badan-badan usaha penyediaan premix dan gas. e. d. untuk penjualan semen. 0. PPN. KEWAJIBAN PEMUNGUTAN PPh PASAL 22 Kewajiban-kewajiban pemungutan PPh pasal sebagai berikut : 1. 0.25 % x DPP. Untuk impor barang yang tidak diberikan penundaan/pembebasan bea masuk. d. Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang digunakan sebagai dasar perhitungan bea masuk.2 % x DPP. b. 0.

2. 5. sepanjang tidak termasuk sebagai penghasilan yang dikenakan pemotongan pasal 21. Khusus untuk PPh Pasal 22 yang dipungut Dirjen Bea dan Cukai dan Bendaharawan pelaporan dilakukan selambat-lambatnya 7 hari setelah penyetoran pajak.e. Menyetor PPh Pasal 22. menerbitkan dan nota retur dalam hal terjadi retur penjualan rokok dan atas retur tersebut tidak dapat diganti dengan rokok yang sama baik fisik maupun jumlah harganya. Untuk penjualan semen oleh Distributor Utama/tunggal pada saat penjualan. H. 1. PPh PASAL 22 BENDAHARAWAN Sebagai objek pemungutanPPh Pasal 22 adalah penyerahan barang dan jasa yang dibiayai dari APBN/APBD. selambat-lambatnya 20 hari setelah berakhirnya masa pajak. Bulog dan badan Usaha lainnya penyedia Premix karena pemungutannya bersifat final. Melaporkan pemungutan PPh Pasal 22. 3. 23. dan 26. WP yang masuk dalam kategori diatas dapat berupa Badan maupun Perorangan yang pada prinsipnya merupakan Rekanan Pemerintah yang menerima pembayaran untuk penyerahan barang dan jasa yang dibiayai dari APBN/APBD. Khusus dalam penjualan rokok. Khusus untuk PPh Pasal 22 yang dipungut Dirjen Bea dan Cukai selambat-lambatnya 1 hari setelah pemungutan pajak dilakukan. Memberikan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 : Dikecualikan dari kewajiban tersebut diatas adalah Pertamina. selambat-lambatnya 20 hari setelah berakhirnya masa pajak. Mekanisme Pemungutan : 28 . 4.

a. sehingga pemungutan dihitung sebagai berikut: 25% X Penghasilan Neto. maka nilai PPN dan PPnBM harus dikeluarkan terlebih dahulu. c. untuk menghitung PPh-22 Bendaharawan. dasar pemungutan adalah Penghasilan Neto dari Penyerahan barang dari/ atau jasa. listrik. menjadi 25 % X 6 % X harga barang / jasa atau Tarif = 1. Pemungutan PPh-22 Bendaharawan terjadi pada saat pembayaran atau penyerahan barang dan jasa yang dilakukan oleh Dirjen Anggaran.5% X Harga / Nilai Pembelian barang d. 29 . benda-benda Pos. air minum. serta badan lain yang melakukan pembayaran untuk barang dan jasa dari belanja negara maupun belanja daerah. telepon. Tarif pemungutan PPh-22 pada umumnya adalah 25 % dari Penghasilan Neto. gas. Pengecualian ini dinyatakan syah jika diterbitkan dalam Surat Keterangan Bebas Pajak Penghasilan Pasal 22 oleh Dirjen Pajak. Hal-hal yang dikecualikan dalam pemungutan PPh-22 adalah : Untuk pembayaran atas penyerahan barang (bukan jumlah yang dipecah-pecah) yang meliputi jumlah pembayaran kurang dari nilai Rp 500. b.000. Cara menghitung PPh-22 Bendahawan adalah sebagai berikut: Jika dalam harga/nilai pembelian barang atau jasa sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan/atau Pajak Penjualan barang Mewah (PPn BM). Bendaharawan rutin dan proyek baik pusat maupun daerah. dimana Penghasilan Neto dihitung berdasarkan norma Perhitungan yang besarnya 6 % dari harga barang dan jasa. hal ini dilakukan untuk menghindari pengenaan pajak berganda. e. harga/nilai pembelian barang yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak adalah harga/nilai barang sebelum PPN dan PPnBM. Dengan kata lain.Untuk pembayaran atas pembelian bahan bakar minyak.

000.000. = Rp. c. 456.000. 100.17 456.852. 30.00 Jawaban 2 : Harga barang termasuk PPn PPn = 10/110 x Rp.456.852.00 = Rp.00 30 .000 Jumlah uang yang diterima PT.852.5 x 30.500.000. Kepada instansi Pemerintah B.Politek = Rp.872. Polietk setelah dipotong PPh-22 Rp.000. harga barang dengan nilai sudah termasuk PPN dan PPn BM tariff 35 % sebesar Rp.110 juta Kepada Instansi Pemerintah C.79 PPh-22. Jawaban 1 : Harga barang /jasa termasuk PPh-22 PPh-22 = 1.5 Harga barang sebelum PPh-22 Pembuktian : Harga penyerahan barang Penghasilan neto 6% x 30. dengan nilai sebagai berikut : Kepada Instansi Pemerintah A.000.000. 30.Contoh Soal PPh–22 Bendaharawan : PT. = 25% x 1. 30. Politek melakukan penjualan kepada beberapa instansi pemerintah.110.872 411.000. 10.000. harga barang dengan nilai sudah termasuk PPN sebesar Rp. harga barang sudah termasuk PPh – 22 sebesar Rp.411.79 = Rp.000.456.100.000.30 juta (pengertian soal ini sama dengan jumlah uang b.150 juta.00 = Rp.000. 30.500.000.98.Politek = Rp.00 = Rp.00 = Rp. 1.852.79 = Rp. 110. yang diterima oleh PT.000. 98.30 juta.000.79 = Rp.852.17 = Rp.5% x Rp.79 + Jumlah uang yang diterima oleh PT. 1.00 = Rp.000 Harga barang sebelum PPN PPh-22 = 1.456.000. a.

275.448.90 = Rp. 36.000 Harga barang sebelum PPN dan PPnBM PPh-22 = 1.896.000. 150. 1. Penyetoran dapat dilakukan di Bank Persepsi atau Kantor Pos dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP).551.448.00 = Rp.5% x 103. Pemungutan PPh-22 Impor terjadi pada saat Jika pembayaran bea masuk ditunda atau pembayaran bea masuk.000.65 – = Rp.206.80 Keterangan : PPh-22 dipungut pada saat pelaksanaan pembayaran oleh Bendaharawan atau penyerahan barang rekanan.344.551. Angka Pengenal Impor Sementara (APIS) dan Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT).724. 101.000.000. b. 103. yang sekaligus merupakan bukti pemungutan PPh pasal 22. Mekanise Pemungutan : a.10 – Jumlah uang yang diterima oleh PT. maka PPh-22 terutang dan dilunasi pada saat 31 .Politek = Rp. PPh PASAL 22 IMPOR Yang menjadi objek pemungutan PPh-22 Impor adalah Penghasilan Netto dan pemasukan barang ke dalam daerah Pabean yang dilakukan oleh : Importir yang memiliki Angka Pengenal Impor (API).275.827. Importir yang tidak memiliki Angka Pengenal Impor.Jawaban 3 : Harga barang termasuk PPh dan PPnBM 35% PPN = 10/145 x 150. I.59 = Rp. dibebaskan.896.000 PPn BM = 35/145 x 150. 10. 1.90 = Rp.

d. Nilai Impor adalah nilai berupa uanng yang menjadi dasar perhitungan bea masuk yaitu: Cost Insurance and Freight (CIF) ditambah dengan Bea Masuk dan pungutan lainnya yang `pabean di bidang Impor. f. Penghasilan pemegang Pengenal Impor (API) adalah 10% dari Nilai Impor dan Penghasilan Neto bagi yang tidak memiliki Angka Pengenal Impor adalah 30% dari Nilai Impor. Dasar perhitungan Neto PPh-22 bagi Impor adalah Angka Pengenalan Neto dari Pemasukan Barang atau Nilai Impor. Lelang. Pelaksanaan kegiatan perdagangan yang memasukan barang dan jasa kedalam negeri dinamakan Importir yang sudah meiliki API dan Importir yang tidak memiliki API. Untuk Importir yang tidak memiliki API: 25% x 30% x Nilai Atas Impor yang tidak dikuasai: 25% x 30% x Harga Jual Tarif PPh-22 pada umumnya adalah 25%. e. sehingga: Untuk Importir yang memiliki API: 25% x 10% x Nilai Impor. 32 . 2. Sekilas Tentang Kegiatan Impor dan Perdagangan Luar Negeri : Impor adalah : Suatu kegiatan memasukan dari negara yang satu kedaerah pabean negara lainnya dengan memandang peraturan-peraturan yang berlaku bagi negara yang saling berhubungan dalam kegiatan perdagangan luar negeri. c.penyelesaian dokumen pemberitahuan impor untuk dipakai (PIUD). Impor.

tanpa melakukan pembatalan perjanjian Impor. Memiliki NPWP Memiliki SIUPP Memiliki rekening Koran (R/K) di Bank Devisa Jika memungkinkan memiliki Angka Pengenal Impor (API) Sebaiknya dapat menunjukkan bukti adanya hubungan dagang dengan luar negeri. Selama 2 tahun Importir sekurang-kurangnya dapat melakukan kegiatan Impor sebanyak 4 kali dengan pencapaian nilai transaksi sekurang-kurangnya US $100. Importir yang sudah memenuhi syarat-syarat diatas. Importir dengan APIT dapat melakukan kegiatan impor untuk 33 . 3. asal memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan. ada juga yang dikenal dengan sebutan Indentor. kecuali dalam keadaan terpaksa. maka akan mendapatkan APIS (Angka Pengenal Impor Sementara) yang memiliki masa berlaku sampai 2 tahun. yaitu Badan atau perorangan yang memiliki dana dan meminta jasa Importir untuk mengimporkan barang yang diinginkan dengan fee yang akan diberikan kepada Importir. Bagi Perusahaan Asing dibidang Industri yang didirikan dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan asing domestik dibidang produksi dapat memiliki Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT). seperti berikut ini: a. d.Disamping Importir yang sudah terdaftar sebagai Importir. Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi importir. b.. Importir dan Angka Pengenal Impor (API) : API tidak lain adalah Kartu pengenal atau identitas yang sebaiknya dimiliki oleh setiap Perusahaan yang melakukan kegiatan Impor.000. e. c.

5% Untuk mencari besarnya Nilai Impor (C&F/CIF + BM + BMT).5 % x Nilai Impor 34 .mesin-mesin. yang digunakan apabila asuransi dibayar di luar negeri. dengan nilai FOB = US $ 10.5% Penegenal Impor (API) = 2. dengan asuransi = 0. dilihat pada Daftar Biaya Tambang. RI yang berkenaan dengan Bea Masuk Tambahan. yang CIF adalah kependekan dari Cost Insurance and Freight.000 (kurs Rp. Tarif Bea masuk dan Bea masuk tambahan yang berlaku saat itu masing-masing 5% dan 1%. dapat dilihat pada Masuk Indonesia. terlebih dahulu harus diketahui besarnya Bea Masuk. suku cadang. 4. Surat Keputusan Menkeu. dapat dilihat dari buku tariff Bea Persentase Bea Masuk Tambahan. = 5% x (C&F/ /CIF) = 1% x (C&F/ /CIF) = 10% x (C&F/CIF+BM+ BMT) = 20% x Nilai Impor = 2. PPnBM 20%. Biaya tambang asal Eropa sebesar 5%. bahan/peralatan bangunan. Persentase mengenai Biaya Tambang ( Freight ) dapat digunakn apabila asuransi dibayar di dalam negeri. C&F adlah kependekan dari Cost and Freight. bahan baku/bahan penolong yang digunakan untuk proses produksi sendiri. Contoh soal PPh-22 Impor : Impor lampu hias dari Italia tiba di pelabuhan Tanjung Priok. sebagai berikut : Bea Masuk Bea Masuk Tambahan PPN PPnBm PPh pasal 22 Catatan : Persentase Bea Masuk. PPN 10%.2400).

200.000 = Rp 24. 25.326.200.000 = Rp 1.000 ) = Rp 126.266. yang sama dengan harga berdasarkan nilai kurs dalam mata uang negara pengimpor.200.369.000.000 = Rp.556 = 20 % x Rp 26.000.560 = 2.000.000.326.400 Sehingga CIF Freight asal Eropa = US $ 10.845.- FOB adalah kependekan dari Freight on Board.560 = Rp 671.5% x C&F = 0.000 = 5 % x FOB = 5 % x Rp 24.326.5% x ( 24.845.260 = CIF + Bea Masuk + Bea Masuk Tambahan = 25. 1.300 = 1 % x Rp 25.260 = Rp 26.845.139 + 35 .000 = Rp 253.560 = Rp 2.000 = Rp 24.000 CIF Bea Masuk Bea Masuk Tambahan Nilai Impor = 24.000 + 126.260 2.000 = Rp.000.000 + 1.560 PPN PPnBM PPh pasal 22 = 10 % x Rp 26.000 + 1.000 + 1.266.684.300 253.000 = 5 % x Rp 25.5% x Rp 26.000 Insurance = 0. FOB Nilai Kurs Rp 2.300 + 253.139 Yang dibayar di Bank Devisa : Bea masuk Bea Masuk Tambahan PPN PPn BM PPh Pasal 22 Jumlah yg dibayar = Rp = Rp = Rp = Rp = Rp = Rp 1 1.112 671.326.556 5.266.684.845.

Pemungutan atau Pemotongan PPh Pasal 23 Pemotong PPh-23 adalah pihak-pihak yang membayarkan penghasilan yang terdiri atas : 1. Badan Pemerintah. berdasarkan tariff atau kalkulasi penetapan pajak yang harus dibayar oleh WP. PENDAHULUAN PPh-23 sehubungan jika disimpulkan penghasilan adalah dalam pajak tahun atas penghasilan melalui dengan takwim pemungutan pihak ketiga.10 tahun 1994 yang diperbaharui dengan UU No. Kep. CV dan Koperasi. WP Badan Dalam Negeri seperti PT. 36 . SE. Badan Pemerintah. Yang dimaksud pihak ketiga adalah setiap orang atau badan yang diwajibkan untuk memotong PPh-23. Firma.04/95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 4 MODUL PERTEMUAN V Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 23 ADIYAS. A.KEP-147/KMK. Dirjen Pajak No.Referensi : UU No. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemungut Pajak yang telah disetujui dari Dirjen Pajak. seperti : Badan Usaha Milik Negara (BUMN).30 tahun 2008 . MM.

Penyelenggara kegiatan. Dividen 2. Akuntan. b. 6. Royalti 4. Bunga. 3. KEP-50/PJ/1994. Pajak Pembuat Akta Tanah (PPAT). yang melakukan pekerjaan bebas. notaries.2. Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan. arsitek. penyerahan jasa atau penyelenggara kegiatan selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dalam Pasal-23. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang. Orang pribadi sebagai WP dalam negeri yang telah mendapat penunjukkan dari Dirjen Pajak untuk memotong pajak PPh23 sesuai Keputusan DJP no. Bentuk usaha tetap. dokter. Bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi 37 . 3. pengacara dan konsultan. B. termasuk premium. C. SUBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Yang dikenakan pemungutan atau pemotongan adalah WP dalam negeri atau bentuk usaha tetap yang memperoleh penghasilan yang berasal dari modal. Subjek Pajak badan dalam negri. 4. maka WP orang pribadi dalam negeri yang sebagai pemotong PPh-23 meliputi : a. OBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Objek dari pemungutan PPh Pasal 23 adalah : 1. Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong pajak sebagai mana dimaksud dalam pasal 21 5. 5. kecuali PPAT tersebut adalah Camat.

jasa kontruksi. Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan denggan sewa guna usaha dengan hak opsi 3. Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh Menkeu yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya berdasarkan Keputusan Menkeu No. 605/KMK 04/1994. Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya 7. PENGECUALIAN PPh PASAL 23 Yang tidak dikenakan pemungutan PPh Pasal 23 antara lain : 1. Sahamnya tidak terdaftar di bursa efek di Indonesia 6. Indonesia. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 7. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh PT sebagai WP dalam negeri. koperasi. atau Merupakan perusahaan kecil. yayasan atau organisasi sejenis. batas seluruh bunga simpanan yang tidak dipotong PPh-23 adalah sebesar jumlah yang tidak melebihi Rp. menengah menjalankan kegiatan dalam sektor usaha yang ditetapkan Menkeu RI b.000 setiap bulannya 38 . Bunga obligasi yang diterima perusahaan reksadana 5.6. 144. D. BUMN atau BUMD dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan & bertempat kedudukan di Indonesia 4. jasa manajemen. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal adventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di dengan syarat badan pasangan usaha tersebut : a. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank 2. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik.

b. yaitu : 1. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan Imbalan sehubungan dengan jasa teknik.. Dari jumlah bruto. termasuk premium. DASAR PEMOTONGAN PPh PASAL 23 Ada 2 dasar pemotongan.04/1998. 520/KMK. d.dan Kep. jasa konstruksi. b. Menkeu No. c.000. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam PPh-21. TARIF PEMOTONGAN PPh PASAL 23 1. F. termasuk premium. b. untuk penghasilan berupa : a. 240. 15 % dari perkiraan penghasilan neto atas penghasilan berupa : 39 . d. untuk penghasilan berupa : a. Dari perkiraan penghasilan neto. diskonto dan imbalan Royalti Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang pajak sebagaimana dimaksud dengan PPh-21. Dividen Bunga. Tgl 18 Desember 1998 adalah tidak melebihi Rp. diskonto dan imbalan Royalti Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang pajak sebagaimana dimaksud dengan PPh-21 2. Dividen Bunga. 2. 15 % dari jumlah bruto atas penghasilan berupa : a.setiap bul E. jasa penggunaan harta manajemen. c.

Dari kasus ini besarnya deviden terselubung adalah Rp.000.000. 5. Harga yang dibayarkan tersebut sesuai dengan nilai sisanya. PERHITUNGAN PERKIRAAN PENGHASILAN NETO 1. Perkiraan penghasilan neto sebesar 80 % dari jumlah bruto. G. 2. Sewa penggunaan harta bagi WP Badan dan BUT.a. 10. Dodon membayarkan Rp.untuk mobil perusahaan. 8. Sewa penggunaan harta bagi WP orang pribadi. 4. Dodon merupakan pemegang saham pada perusahaan tersebut. b. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto.. pembersihan dan pembasmian hama & penebangan hutan. interior dan pertamanan. jasa konstruksi. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan Imbalan sehubungan dengan jasa teknik.000.000. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam PPh-21. jasa manajemen dan jasa konsultan. Imbalan sehubungan dengan jasa konstruksi atau pemborong bangunan Perkiraan penghasilan neto sebesar 10 % dari jumlah bruto.000.000. Perusahaan seharusnya memotong pajak penghasilan pasal 23 (PPh23) adalah sebagai berikut : 40 .-. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto. 3. sedangkan harga pasar dari mobil tersebut Rp. 2. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto. akuntansi dan pembukuan. Contoh Pembayaran Deviden : Pada suatu kesempatan. Imbalan sehubungan dengan jasa perancang bangunan. jasa penggunaan harta manajemen. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik.

.000.000. 41 . atas bunga dan diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada WP luar negeri.H. Dipotong PPh sebesar 20 % dari jumlah bruto (final).200.000. baik orang pribadi maupun badan selain bentuk usaha tetap. 1. atas sesuai tarif yang ditetapkan dalam perjanjian penghindaran pajak berganda (tax treaty).= Rp. PEMOTONGAN PPh PASAL 23 ATAS BUNGA DITETAPKAN SEBAGAI BERIKUT : Dipotong PPh sebesar 15 % dari jumlah bruto (final). atas bunga dan diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada penerima penghasilan baik orang pribadi maupun badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap.PPh-23 = 15% x Rp. 8.

Dirjen Pajak No. yang telah diubah terakhir kalinya dengan UU No./95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 5 MODUL PERTEMUAN VI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 24 ADIYAS. A. baik di Indonesia maupun penghasilan tersebut diterima di luar Indonesia. Dalam pelaksanaan pemungutannya harus dihindari masalah terjadinya pemungutan pajak berganda. ditentukan bahwa WP dalam negeri dikenakan Pajak Penghasilan atas seluruh penghasilan dimanapun penghasilan tersebut diterima atau diperoleh. Dirjen Pajak No.Referensi : Kep.04/1994./1994.KEP-50/PJ.10 tahun 1994. negara mengantisipasi bagaimana cara pemungutan pajak yang berkenan dengan pengadilan yang diterima dari dalam maupun dari luar negeri oleh WP dalam negeri. PENDAHULUAN Untuk mendapatkan penghasilan baik dari maupun luar negeri. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.No. sehingga setiap WP dalam negeri yang juga menerima 42 .KEP-10/PJ. KEP-Menkeu No. SE. UU. MM. Kep. Karena seperti diketahui bahwa setiap negara diluar Indonesia juga memiliki sistem pemungutan pajaknya masing-masing. Dalam UU no.10 tahun 1993.650/KMK.

penghasilan dan luar Indonesia. atau dengan rumus : Penghasilan Luar Negeri X Pajak Terutang Pengahsilan Kena Pajak Catatan : 43 . secara otomatis juga dipotong pajak diluar Indonesia atas penghasilan yang diterimanya sesuai dengan ketentuan dari masing-masing negara pemberi kerja. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemotongan PPh Pasal 24. yaitu : a. Mekanisme sederhana dalam pengenaan PPh-24 itu adalah adanya penggabungan penghasilan yang diperoleh baik di dalam negeri maupun luar negeri pada tahun pajak yang sama. yaitu dengan cara menetapkan batas maksimum kedit pajak atas pajak yang sudah dibayarkan atau terutang di luar negeri terhadap pajak terutang di Indonesia. Penggabungan penghasilan tersebut adalah penggabungan antara Penghasilan Kena Pajak (PKP) dari dalam negeri dan PKP dari luar negeri salah pengertian dan perhitungan lebih lanjut. hal ini penting untuk menjaga agar tidak terjadi yang diperoleh diluar negeri dapat dikreditkan terhadap pajak terutang atas seluruh penghasilan dengan ketentuan dimana setinggi-tinggi sama dengan jumlah pajak yang terutang di luar negeri. maka dalam pasal 24 ini diatur pemungutannya dengan menggunakan Metode Kredit Terbatas (Ordinary Credit Method). Untuk mengatasi adanya pemungutan pajak berganda. Jumlah pajak yang terutang atas penghasilan dan bukan penghasilan kotornya. tetapi tidak boleh melebihi jumlah yang dihitung menurut perbandingan antara penghasilan darai luar negeri terhadap seluruh PKP dikalikan dengan jumlah pajak yang terutang pada seluruh PKP.

Jika terjadi kerugian diluar negeri.Besarnya PKP didapat dari menjumlahkan seluruh penghasilan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan jumlah pajak terutang dapat dicari dengan mengalihkan PKP dengan tarif progresif. maka kerugian tersebut langsung diperhitungkan untuk menentukan besarnya PKP. b. kerugian ini tidak diperhitungkan dalam menghitung besarnya PKP melainkan penghasilan dari luar negeri pada tahun-tahun berikutnya dapat dikonpensasikan dengan kerugian tersebut. maka untuk hal ini tidak ada restitusinya. e. h. negara.24 : 44 . Metode perhitungan diatas juga digunakan untuk menghitung pajak yang penghasilannya bersumber dari beberapa Contoh Penerapan PPh. Jika kredit pajak diluar negeri melebihi jumlah yang sudah ditetapkan. g. Besarnya kredit maksimum atas penghasilan luar negeri ditetapkan dengan melihat perbandingan terkecil antara jumlah pajak yang dibayarkan diluar negeri dengan hasil perhitungan menurut pada point 1 yang diatas. c. Pembetulan-pembetulan yang diperlukan oleh WP harus menggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) untuk tahun pajak yang bersangkutan. dengan kata lain jumlah kelebihan kredit pajak tersebut tidak dapat diperhitungkan dengan pajak penghasilan yang terutang dalam tahun berikutnya. d. Jika usaha dalam negeri mengalami kerugian. maka setinggi-tingginya pajak sama dengan pajak uang terutang atas seluruh PKP dalam hal ini PKP lebih kecil dari penghasilan luar negeri. Penetapan PKP pada situasi dimana terjadi kerugian usaha didalam negeri. f.

2. 3.000 = = = = Rp.000. 1 M M Rp.(tidak ikompensasikan) + Rp. berlaku sebesar 40% (Rp. berlaku sebesar 30% (Rp. 25. 2 M.000.5 M Rp.750. PT. 300 juta). berlaku sebesar 25% (Rp. 2. dimana tarif pajak yang Dari Philipina sebesar Rp. Pada tahun pajak 1995. Triasta di Jakarta menerima penghasilan dari beberapa negara sebagai berikut : - Dari Australia sebesar Rp. 2 M 45 . dimana tarif pajak yang Dari Singapura sebesar Rp.5 M.950. 2.000 30 % X Rp. 2 Rp. dimana tarif pajak yang Dari Indonesia sebesar Rp. Rp. 5. 2.5 M Rp.000 Jumlah PPh terutang Rp.000 3.250.000 Batas maksimum kredit yang diperkenankan untuk masing-masing negara : Untuk Australia : Rp.000.685. menurut tarif pasal 17 : 10 % X Rp.1. 800 juta). 3. 9 M PPh terutang. 2.691.000. 1 M.000 25. 15 % X Rp.5 M.500. - Penetapan kredit pajak dihitung dengan cara berikut : Laba di Australia Laba di Philipina Laba di Singapura Rugi di New Zealand Jumlah PKP luar negeri PKP dalam negeri Rp.5 M + Jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 8.000 + Rp. 625 juta).

691.055. 9 M Untuk Singapura : Rp.000 = Rp.250. 300 juta) Rp.000 = Rp. 747.Philipina Rp 299.000.000 = Rp.778 (Rp.027..556 (Rp. 2. 2. Untuk Australia Rp 598. 625 juta) Rp.055. maka maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah sebesar perbandingan terkecilnya.027. 2.5 M X Rp.567. 800 juta) Rp.778 dan Singapura yang terkecilnya Rp 625. 299.- 46 . 2.000.X Rp. 9 M Untuk Philipina : Rp.445 (Rp.250. 1 M X Rp. 9 M Jumlah kredit pajak terutang dengan memperhatikan ketetapan mengenai Batas Kredit Maksimum. 598.556.250.691.691.

No.36 tahun 2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 6 MODUL PERTEMUAN IX Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN : KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PENILAIAN PERSEDIAAN.04/1994. Berdasarkan pengertian di atas maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan. PENDAHULUAN Persediaan adalah barang yang dimiliki untuk dijual atau untuk diproses selanjutnya dijual. perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku. PENJUALAN DAN PENGALIHAN HARTA ADIYAS.No. A.Referensi : UU. SE. MM. KEP-Menkeu No. persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi (siap untuk dijual).10 tahun 1994.640/KMK. diubah menjadi UU. 47 .

Dalam laporan keuangan. maka untuk tahun-tahun selanjutnya harus digunakan cara yang sama. 11. artinya apabila Wajib Pajak memilih salah satu cara penilaian pemakaian persediaan untuk menghitung harga pokok tersebut.25) = 100 unit = 100 unit Perhitungan harga pokok penjualan dan nilai persediaan dengan metode rata-rata : NO PEMBELIAN PENJUALAN/ PEMAKAIAN SISA/ PERSEDIAAN 48 . PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN PERSEDIAAN Penggunaan metode penilaian pemakaian persediaan harus dilakukan secara taat azas. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. Persediaan awal Pembelian Pembelian Penjualan / dipakai Penjualan / dipakai = 100 unit (@ Rp. 12. Metode yang dapat dipergunakan untuk melakukan penilaian persedian dan pemakaian persediaan dalam rangka perhitungan harga pokok menurut pajak adalah : Metode rata-rata Metode FIFO (first-in first-out) B.-) = 100 unit (@ Rp.-) = 100 unit (@ Rp. Dalam perhitungan Rugi/Laba nilai persediaan (awal & akhir) mempengaruhi besarnya Harga Pokok Penjualan (HPP). 9. HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih – Persediaan akhir Dalam penilaian persediaan barang hanya diperbolehkan menggunakan harga perolehan. persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Contoh Perhitungan : 1. hal ini juga dilakukan terhadap sekuritas.

100 x 9.075 2.- 100 x 9.100 x 12.= Rp.1.= Rp.1.200 x 10.75 = Rp.75 = Rp.25 = RP.200.125.100 x 11.200. 900.200.- 2.200.1..1. 100 x 11. 4.= Rp.100 x 12.900..1.125. 2.= Rp. 3..100 x 10.- 4..100 x 9.075.75 = Rp.. 5. 900.75 = Rp.225.25 = RP.100 x 10.075..= Rp.= Rp.100 x 11. 100 x 12.= Rp.1.100 x 11.1..1. 5.200.200.25 = RP.300 x 10.200 x 10.2. 900.75 = Rp.150. Perhitungan harga pokok penjualan dan nilai persediaan dengan metode FIFO : NO 1.25 = RP.= Rp.125.3.1.5 = Rp.125... 3.PEMBELIAN PENJUALAN/ PEMAKAIAN SISA/ PERSEDIAAN 100 x 9.1.100 x 10.1.= Rp.1.1..- 49 .25 = RP.= Rp.1.100 x 9. 100 x 12. 900.125.100 x 12.200.100 x 12.= Rp. 100 x 11.1..1.

Pernilaian persediaan juga diberlakukan terhadap Wajip Pajak pedagang Valuta Asing. Wajib Pajak badan yang bergerak di bidang usaha PVA wajib menyelenggarakan pembukuan (Pasal 28 UU KUP) Penilaian persediaan dan pemakaian persediaan untuk perhitungan harga pokok valuta asing sebagai barang dagangan bagi Wajib Pajak yang bergerak di bidang usaha PVA adalah berdasarkan harga perolehan valuta asing tersebut yang dihitung secara rata-rata atau FIFO dan harus dilakukan secara taat azas C. Hal ini diatur dengan Surat Edaran Dirjen Pajak No. yaitu : a. Penetapan kurs jual beli UKA diserahkan kepada PVA PVA diwajibkan menyampaikan laporan bulanan. 31/171/Kep/Dir Tanggal 17 Desember 1998. Pedagang Valuta Asing (PVA) adalah bank bukan bank devisa atau perusahaan yang telah mendapat izin untuk melakukan jual beli uang kertas asing (UKA) dan pembelian traveller’s cheque (TC) b. c. 3. PENJUALAN DAN PENGALIHAN HARTA Untuk melakukan penilaian harta dalam rangka menghitung penghasilan sehubungan dengan penggunaan harta dalam perusahaan. laporan sesuai dengan perkembangan pasar tahunan dan laporan khusus kepada Bank Indonesia 2. menghitung laba/rugi apabila terjadi penjualan atau pengalihan harta dan penghitungan penghasilan dari penjualan barang dagangan dapat dikelompokan menjadi : harta Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi jual beli 50 .42/1999 tanggal 17 November 1999 : 1. Sesuai SK Direksi Bank Indonesia No. SE-52/ PJ.

Bagi pihak pembeli. peleburan. pemecahan atau pengambilalihan usaha - Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta karena hibah. harga penjualan harta adalah harga yang seharusnya diterima 51 . b. Bagi penjual. Bagi pihak pembeli. biaya pengangkutan dan biaya pemasangan. harga perolehan harta adalah harga sesungguhnya yang dibayar. harga perolehan harta adalah harga jumlah seharusnya yang dikeluarkan Bagi pihak penjual. pemekaran.- Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi tukar menukar harta Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan hartadalam rangka likuidasi. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi jual beli hartal Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta ditentukan sebagai berikut : Yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa a. harga penjualan adalah harga sesungguhnya diterima Yang dipengaruhi hubungan istimewa a. dalam hal ini termasuk harga beli dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh harta tersebut. seperti bea masuk. penggabungan. bantuan atau sumbangan dan warisan Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti penyertaan modal 1. b.

maka nilai perolehan atau nilai penjualan harta tersebut adalah : a.Rp.000 – Rp.000.. 20. 20.000. 10.(Rp..000.B memperoleh keuntungan sebesar Rp.A dan PT.2.000.000. 20. PT.- Antara PT. B terjadi pertukaran harta. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi tukar menukar harta Apabila terjadi transaksi tukar menukar harta dengan harta lain.000). 10. Bagi pihak pembeli.(Rp. b.B (Harta Y) Rp.000.000.Rp.000.Rp.000.000. A memperoleh keuntungan sebesar Rp. pemekaran.000. Walaupun tidak terdapat realisasi pembayaran antara kedua pihak.000.000) dan PT.000. penggabungan.000.PT. peleburan. A (Harta X) Nilai sisa buku Harga Pasar Rp. 12..000. 12. pemecahan atau pengambilalihan usaha 52 . 10. Selisih antara harga pasar dengan nilai sisa buku harta yang dipertukarkan merupakan keuntungan yang dikenakan PPh.000. 3.000 . 8. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan hartadalam rangka likuidasi. Harga tersebut merupakan nilai perolehan yang seharusnya dikeluarkan atau nilai penjualan yang seharusnya diterima.000.000.PPh) Contoh : PT. harga perolehan harta adalah harga yang seharusnya dikeluarkan berdasarkan harga pasar Bagi pihak penjual. harga penjualan harta adalah harga yang seharusnya diterima berdasarkan harga pasar (Pasal 10 ayat 2 UU. 20. 20. tapi karena harga pasar harta yang dipertukarkan adalah Rp.

Untuk memudahkan pemahaman tentang hal ini. 300. C.000.000.000. yaitu PT.Rp. 450.000.Rp.- 53 .B (Harta Y) Rp. Selisih antara harga pasar buku harta dialihkan merupakan penghasilan yang dikenakan PPh. A dan PT. Nilai sisa buku dan harga pasar harta dari kedua badan tersebut adalah sebagai berikut : PT. 300. 200. B melakukan peleburan dan membentuk badan baru.000.000.000. A (Harta X) Nilai sisa buku Harga Pasar Rp.PT.000. perlu diketahui beberapa istilah berikut : Penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua badana tau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung - Peleburan adalah penggabungan dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut Pemekaran usaha adalah pemisahan satu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan pada berbagai perubahan badan usaha diatas adalah : a. Contoh : PT. dengan nilai Jumlah sisa yang seharusnya yang dikeluarkan atau diterima bedasarkan harga pasar.

Keputusan Menteri Keuangan yang diacu yaitu KMK No. Dengan demikian PT. sesuai akuntansi komersial metode yang digunakan dalam konsolidasi yaitu : - Penyatuan kepentingan (pooling of interest) Pembelian (puchasing) metode pembelian Dalam akuntansi perpajakan digunakan (purchasing method) atau berdasarkan harga pasar.Namun dalam rangka menyelaraskan dengan kebijakan di bidang sosial. SE 21/PJ42/1999 Tanggal 26 Mei 1999. pemekaran usaha akan melibatkan pihak yang mengalihkan harta dan pihak yang memperoleh harta.04/1998 Tanggal 9 September 1998 yang telah diubah dengan KMK No.000.000.Pada dasarnya.000.000 + 300.000) b. Berarti PT. C adalah harga pasar dari harta. 100. C membukukan penerimaan harta dari PT. sedang metode penyatuan kepentingan dapat digunakan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan.000. Menteri Keuangan diberi wewenang untuk menetapkan nilai lain selain harga pasar.000.(200. yaitu atas dasar nilai sisa buku (“pooling of interest”).000. moneter dan kebijakan lainnya.000. 422/KMK. A dan PT. Pengaturan tersebut meliputi: 1) Wajib Pajak dapat menggunakan nilai buku dalam pengalihan harta menurut Keputusan Menkeu diatas adalah : 54 ..sedangkan PT.. 500. B mendapat keuntungan sebesar Rp. Penggunaan Nilai Buku Secara umum penggabungan. investasi. ekonomi. peleburan. B sebesar : Rp. 150. B dalam rangka peleburan menjadi PT. penilaian harta yang diserahkan oleh PT. A mendapat keuntungan sebesar Rp.000. 469/KMK 04/1998 Tanggal 30 Oktober 1998 dan terakhir diubah dengan Surat Edaran Dirjen Pajak No. A dan PT.

Permohonan izin diajukan kepada Kanwil DJP yang membawahi lambatnya • • tersebut terdaftar selambatsesudah proses penggabungan. peleburan atau pemekaran usaha di atas wajib memenuhi syarat :  Mengajukan KPP 6 bulan permohonan WP kepada Dirjen Pajak. tidak akan dipertimbangkan. termasuk cabang/perwakilan yang terdaftar di KPP-KPP lokasi. diajukan oleh WP yang melakukan pengalihan harta WP yang terlambat mengajukan permohonan. Pihak yang memberikan persetujuan yaitu kepala Kanwil atas nama Dirjen Pajak. Demikian halnya kemungkinan adanya penolakan yang disertai pula alasan penolakan. peleburan atau pemekaran usaha dilakukan dalam hal : Penggabungan atau peleburan.  Laporan keuangan Wajib Pajak khususnya untuk tahun pajak dilakukannya pengalihan harta harus diaudit oleh Akuntan Publik. diajukan oleh WP yang menerima pengalihan harta Pemekaran usaha.  Telah melunasi seluruh utang pajak dari setiap badan usaha yang terkait. 55 . Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta dalam Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha  rangka pemekaran usaha yang akan “Go Public” dengan melakukan penawaran umum perdana (IPo) di bursa efek 2) Wajib Pajak yang menggunakan nilai buku dalam pengalihan harta yaitu dalam penggabungan. Sebaliknya bagi WP yang mengajukan permohonannya telah memenuhi syarat akan menerima surat keputusan persetujuan selambat-lambatnya satu bulan sejak diterimanya permohonan secara lengkap.

dan • WP yang menerima pengalihan harta harus tetap aktif menjalankan kegiatan usahanya sekurang-kurangnya 2 tahun setelah selesainyan proses penggabungan atau peleburan usaha  Revaluasi aktiva tetap di atas meliputi sebagian atau seluruh aktiva tetap sesuai dengan keperluan untuk menkompensasikan kerugian fiskal semaksimal mungkin dengan selisih lebih revaluasi aktiva tetap yang dihasilkan. termasuk dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha dapat mengalihkan kerugian selisih kurs badan usaha lama yang belum dikompensasikan dengan syarat : • WP badan usaha lama harus melakukan revaluasi aktiva tetap terlebih dahulu. sehingga pengalihan harta 56 . menurut ketentuan yang berlaku.3) Sisa Kerugian Fiskal  Bagi Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta kerugian/sisa kerugia fiskal.  Kemungkinan terjadi kompensasi timbal-balik (affset) utang piutang diantara WP yang melakukan pengalihan harta dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha. maka: • Penghapusan utang bagi pihak debitur bukan merupakan penghasilan • Penghapusan piutang bagi pihak kreditur bukan merupakan biaya 4) Persetujuan Dirjen Pajak Pengalihan harta menggunakan nilai buku ternyata tidak mendapat persetujuan Dirjen Pajak. dan • WP badan usaha yang lama dalam kondisi aktif menjalankan kegiatan usahanya.

Jika WP penerima pengalihan mengalami penurunan usaha setelah peleburan. Hal tersebut dihitung sampai bulan dilakukannya pengalihan harta. Sedangkan untuk pihak yang menerima pengalihan harta dihitung sebanyak sisa bulan setelah pengalihan menggunakan metode penyusutan dan amortisasi yang dianut WP yang bersangkutan. WP yang sebelum penggabungan. peleburan atau pemekaran telah melakukan revaluasiaktiva tetap. ternyata pengalihan harta dengan menggunakan nilai buku telah mendapat persetujuan Dirjen Pajak. Demikian sebaliknya. 6) PPh Pasal 25 Kemungkinan pengalihan dilakukan dalam tahun pajak berjalan. maka WP yang menerima pengalihan harus mencatat nilai perolehannya sesuai dengan nilai buku yang tercantum dalam pembukuan WP yang melakukan pengalihan buku.harus dinilai dengan harga pasar dan atas keuntungan yang diperolehnya dikenakan PPh. 57 . maka nilai buku yang dictat adalah nilai buku setelah dilakukan revaluasi. ia berhak mengajukan pengurangan PPh 25. 5) Penyusutan dan Amortisasi Dilakukan atas harta yang dialihkan untuk tahun buku saat itu secara prorata (perhitungan bulanan) yang didasrkan pada masa manfa’at yang tersisa sebagaimana tertera pada pembukuan WP yang melakukan pengalihan harta. sehingga PPh Pasal 25 WP yang menerima pengalihan setelah penggabungan atau peleburan usaha tidak boleh lebih kecil dari penjumlahan PPh 25 dari seluruh WP yang tergabung.

7) Kewajiban menyampaikan SPT. maka dapat diperpanjang setelah mendapat persetujuan dari DJP 58 . karena itu Surat Ketetapan Pajak. 9) Penjualan saham di BEJ WP yang akan menjual saham di BEJ dalam rangka pemekaran harus memenuhi ketentuan berikut :  Mengajukan pernyataan pendaftaran ke BAPEPAM dalam rangka penawaran umum perdana (IPO) selambatlambatnya satu tahun setelah mendapat persetujuan pengalihan harta dari Dirjen Pajak  Jangka waktu diatas dapat diperpanjang hingga dua kekuasaan WP dengan tahun karena keadaan di luar persetujuan Ka Kanwil DJP  Jika dalam waktu tiga tahun belum dapat melakukan penawaran perdana. baik masa atau tahunan bagi WP yang melakukan pengalihan usaha dalam tahun berjalan diatur sebagai berikut :  Kewajiban formal menyampaikan SPT masa atau tahunan PPh bagi WP yang melakukan pengalihan berakhir sampai masa pajak dilakukannya pengalihan  Kewajiban formal menyampaikan SPT masa atau tahunan PPh bagi WP yang menerima pengalihan dimulai sejak WP terdaftar di KPP setelah pendirian usaha baru 8) Surat Ketetapan Pajak Pemeriksaan pajak dilakukan setelah pengalihan terhadap WP yang melakukan pengalihan berkenaan dengan tahun pajak sebelum pengalihan. penagihan dan atau restitusinya diterbitkan atas nama dan NPWP badan usaha lama cq.nama dan NPWP badan usaha baru yang menerima pengalihan.

Sedangkan bagi pemegang saham badan usaha lama harus memenuhi ketentuan berikut :  Apabila mereka menerima sejumlah saham baru sebagai pengganti saham lama dari badan usaha yang menerima pengalihan. maka nilai uang tersebut dianggap penghasilan yang dikenakan PPh dengan tarif umum  Tapi jika mereka menjual saham lamanya. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta karena hibah. maka nilai pengalihan yang dihitung berdasarkan nilai buku harus dihitung ulang berdasarkan nilai pasar. mereka tidak terutang PPh dan nilai saham baru tersebut dicatat senilai saham lama  Jika menerima saham baru dan sejumlah uang sebagai pengganti saham lama. 59 . bantuan atau sumbangan dan warisan Bila terjadi pengalihan harta karena hibah yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu sederajat dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan bantuan atau sumbangan dengan syarat hibah. maka : • Selisih harga jual dan harga perolehan merupakan capital gain dan terutang PPh sesuai ketentuan • Bila selisih tersebut kurang dari nilai perolehan. dapat dibebankan sebagai biaya dengan syarat mereka menyelenggarakan pembukuan 10) Pengecualian WP tersebut dibebaskan dari utang PPh bila pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan 4. Apabila ketentuan di atas tidak dapat juga dipenuhi oleh WP.

 Untuk harta selain tanah dan atau bangunan dan nilai perolehan tidak diketahui. maka dasar penilaian atau nilai perolehan bagi pihak yang menerima adalah : a. nilai berdasarkan SK Ka KPP PBB. Jika yang menerima hibah tidak tergolong salah satu dari ketentuan diatas. perolehan dihitung 60 . Untuk WP yang menyelenggarakan pembukuan : Bila memenuhi Pasal 4 ayat 3 huruf a dan b UU. maka nilai perolehan adalah :  Bila harta berupa tanah dan atau bangunan dan tahun pengalihannya diketahui. serta warisan. atau • Bila SPPT PBB tidak ada. maka nilai perolehan sama dengan nilai pasar b. maka : • Pengalihan s/d tahun 1986. maka dihitung 60% dari harga pasar wajar saat harta tersebut diterima.  Bila tahun pengalihan tidak diketahui. sama nilainya dengan NJOP yang tercantum pada SPPT PBB tahun 1986. maka nilai perolehan sama dengan nilai pasar harta tersebut.sumbangan tersebut tidak ada kaitannya dengan usaha. kepemilikan. jika SPPT PBB juga tidak ada nilai perolehan dihitung berdasarkan SK Ka KPP PBB. sama nilainya dengan NJOP SPPT PBB tahun pajak diperolehnya harta tersebut.PPh nilai perolehan sama dengan nilai sisa buku. Tapi bila tidak memenuhi. atau penguasaan antara pihak-pihak bersangkutan. Untuk WP yang tidak menyelenggarakan pembukuan : Berarti nilai sisa buku harta tersebut tidak diketahui. maka nilai perolehan sama dengan NJOP yang tercantum pada SPPT PBB tahun pajak paling awal atas nama WP yang mengalihkan harta. pekerjaan. atau • Pengalihan diatas tahun 1986.

Dirjen Pajak No.5.10 tahun 1994. Kep. Referensi : UU. Kep. KEP-11/PJ.04/95. MM. SE. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti penyertaan modal Nilai harta bagi badan penerima pengalihan untuk kategori ini sama dengan nilai pasar dari harta tersebut./95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 7 MODUL PERTEMUAN X Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN DAN AMORTISASI AKTIVA ADIYAS.No. Dirjen Pajak No. KEP-249/ KMK. 61 .

kecuali tanah yang digunakan oleh perusahaan genteng atau pertambangan yang jilainya semakin berkurang. perabotan. yang berguna dalam operasi perusahaan. PENDAHULUAN Sebetulnya tidak berbeda satu dengan lainnya. yang dimiliki bukan untuk dijual kembali. Kedua-duanya merupakan pembebanan/biaya dalam kaitannya dengan penurunan kegunaan/manfaat secara berkala dari suatu harta tetap yang berwujud (tangible assets) maupun yang tidak berwujud (intangible assets). hak cipta. Menurut UU Perpajakan Penghasilan. karena digunakan memperoleh penghasilan. perkakas. Yang masuk dalam kategori harta tetap adalah aktiva yang secara relatif tetap atau bersifat permanen yang dibeli oleh perusahaan dan bukan untuk dijual kembali dalam operasi perusahaan. dan goodwill. seperti peralatan. karena digunakan memperoleh penghasilan. penyusutan harta tetap dan amortisasi untuk harta tak berwujud dibedakan dalam beberapa kelompok berikut : Tabel : Masa Manfaat & Tarif Penyusutan Harta Berwujud : Tarif garis Lurus 25 % 12. contohnya hak patent. Nilainya semakin berkurang. Yang masuk dalam kategori harta tak berwujud adalah suatu ktiva yang umurnya panjang. tetapi tidak mempunyai bentuk fisik. mesin-mesin.A. Ciri utama dari harta tetap adalah : selain berwujud juga memiliki masa kegunaan lebih dari 1 tahun dan dapat dipakai berulang-ulang.5 % Tarif Saldo Menurun 50 % 25 % Harta Berwujud 1 Bukan Bangunan : Kelompok 1 Kelompok 2 Masa Manfaat 4 tahun 8 tahun 62 . gedung dan tanah. Khusus untuk harta tetap berupa tanah tidak dapat disusutkan.

Harta tetap yang masih dalam proses pengerjaan.5 % 10 % 20 tahun 10 tahun 5% 10 % - Sumber : UU No. SAAT BERLAKUNYA AMORTISASI : 1. 10 tahun 1994. saat berlakunya dimulai pada tahun selesainya pengerjaan.5 % 10 % B.25 % 5% garis Tarif Saldo Menurun 50 % 25 % 12.5 % 6.25 % 5% 12. 3. PENARIKAN HARTA TETAP DARI PEMAKAIAN : 63 . Harta tetap pada umumnya mulai berlaku pada tahun perolehannya. C. 2. tentang Pajak penghasilan Tabel : Masa Manfaat & Tarif Amortisasi Harta tak Berwujud : Harta Tak Berwujud Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Masa Manfaat 4 tahun 8 tahun 16 tahun 20 tahun Tarif Lurus 25 % 12. saat berlakunya dimulai pada tahun harta yang bersangkutan dileasingkan.Kelompok 3 Kelompok 4 2 Bangunan : Permanen Tidak permanen 16 tahun 20 tahun 6. Harta tetap akibat usala leasing.

Hal ini bisa dapat disebabkan karena bencana alam atau perusahaan dengan sengaja menghentikan sebagian besar produksinya karena sebab-sebab di luar kekuasaan perusahaan. yang masuk dalam kategori ini adalah penarikan karena harta tersebut dijual yang disesuaikan dengan kebutuhan nilai ekonomis dari suatu harta. yaitu selisih antar harta penjualan dengan biaya yang seharusnya dan benar-benar dikeluarkan berkenan dengan penjualan tersebut. Hal ini karena dari harta itu yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi. seperti penyitaan dan kebakaran. Dari alasan tersebut. yang masuk dalam kategori ini adalah penarikan yang diakibatkan oleh adanya bencana alam dan hal-hal yang terjadi diluar kekuasaan perusahaan. Yang menjadi perhatian adalah penerimaan neto dari penjualan harta tersebut. sedangkan hasil penjualan atau penggantian asuransinya merupakan penghasilan dalam tahun yang bersangkutan. Sebabsebab lainnya mengenai penarikan harta tetap ini adalah dijualnya harta tersebut. karena sudah tidak efisien lagi dan akan diganti dengan yang baru. Penarikan harta tetap karena sebab biasa. REVOLUSI HARTA TETAP : Masalah penyusutan tidak lepas dari masalah revolusi. Revolusi adalah suatu penyesuaian yang berkenaan dengan adanya perubahan 64 . Yang dibebankan sebagian kerugian dalam periode penarikan harta tersebut adalah sebesar harta sisa buku menurut UU perpajakan dari harta yang ditarik. Penarikan harta tetap sebab luar biasa. D.Tidak selamanya harta tetap dalam suatu perusahaan dapat digunakan. b. maka penarikan harta tetap dari pemakai menurut UU pajak penghasilan dibedakan dalam 2 bagian. yaitu : a.

000 Rp. 6. dengan tarif penyusutan sebesar 25%. 8.500 Nilai mesin pada tahun 1997 Rp 45.328.125 _ Rp. Mesin tersebut memiliki masa manfaat tidak lebih dari 3 tahun.750.312.375 1. E. 45 juta.000 Dasar penyusutan Januari 1997 Tahun 1997. CONTOH-CONTOH PERHITUNGAN : Dengan menggunakan Declining Balanced Method (Metode Saldo yang semakin menurun) Soal 1 : PT.984.000 Rp.437. 11. penyusutan 25% x Rp. harga pembelian Penyusutan 25% x Rp 45.nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing.312.000.500 Rp.750. Juta Dasar penyusutan Januari 1996 Tahun 1996. yang bagi perusahaan bertujuan untuk mencerminkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.000. Berapa besarnya nilai buku dan penyusutan dari mesin tersebut pada tahun 1997 Penyelesaian : Tahun 1995.500 _ Rp 25. Triasta pada tahun 1995 membeli sebuah mesin seharga Rp. Revolusi harta tetap dapat diartikan sebagai penyesuaian harta atau nilai perolehan harta tetap berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan yang berkenaan dengan adanya perubahan nilai tukar mata uang asing (US$/USD) terhadap nilai mata uang rupiah (Rp). penyusutan 25% x Rp. 18.33.25.000 _ Rp 33. Cara lain yang dapat ditempuh dalam menghitung besarnya nilai bukun pada tahun “n” adalah dengan cara memasukkannya dalam rumus : 65 .

000 X 33-1) (0..Nb = dimana : (1 – Tp)n X Hb Nb = Tp n = = Hb = Nilai buku Tarif penyusutan Harga beli (harga pokok) tahun ke “n” Sehingga untuk mengetahui besarnya penyusutan pada tahun 1997 tersebut adalah : Nb = (1-0.328.500 Penyusutan 1996 = (45.= Rp.000 : 20 = Rp.437.000.000 X 32-1) (0.000.125 2.253) = Rp.000.25)3 x Rp.- Sedangkan untuk mencari besarnya nilai penyusutan pada tahun ke “n” dapat digunakan rumus : Dn = (Hb X 3n-1) (Tp)n (rumus ini hanya berlaku untuk tarif penyusutan 25%) dimana : Dn 3n-1 Jadi : Penyusutan 1995 = (45.252) = Rp 8. 6.45.000. 120. 18.984.375. 6.000. 120 juta dengan masa manfaat 20 tahun menurut metode garis lurus ini penyusutan setiap tahunnya adalah sebagai berikut : Rp.000 = = depresiasi tahun ke “n” merupakan factor tarif 25% 66 . Dengan menggunakan Straight Line Method (Metode garis lurus) Sebuah mesin yang harga perolehnya Rp.000.

PENDAHULUAN Pajak atau lebih tepatnya Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak (WP) orang pribadi 67 . Dirjen Pajak No. A.Referensi : UU. Kep.04/95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 8 MODUL PERTEMUAN XI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PAJAK YANG TERHUTANG (KHUSUS WP ORANG PRIBADI) ADIYAS.No. SE.10 tahun 1994. KEP82/KMK. MM.

Subjek pajak orang pribadi dalam negeri menjadi WP apabila telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya melebihi Penghasilan Kena Pajak (PKP). Subjek pajak orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan disebut dengan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP). Wajib Pajak Orang Pribadi adalah orang pribadi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan. B. termasuk pemungutan pajak dan pemotongan pajak tertentu. Dengan perkataan lain WP adalah orang pribadi yang telah memenuhi kewajiban subjektif dan objektif. WP OP dikenai pajak atas penghasilan yang diperoleh atau diterimanya selama satu tahun pajak atau dapat pula dikenai pajak untuk penghasilan dalam bagian tahun pajak apabila kewajiban pajak subjektifnya dimulai atau berakhir dalam tahun pajak.atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak tertentu. 68 . Sehubungan dengan pemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). tetapi WP OP dapat menggunakan tahun buku yang tidk sama dengan tahun takwim. Subjek pajak orang pribadi tersebut dikenakan pajak apabila menerima atau memperoleh penghasilan. WP OP yang menerima penghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP. sepanjang tahun buku tersebut meliputi jangka waktu 12 bulan. SUBJEK PAJAK ORANG PRIBADI Subjek pajak orang pribadi dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri. Tahun pajak adalah tahun takwim. Sedangkan subjek pajak orang pribadi luar negeri menjadi WP karena menerima dan atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia atau menerima dan atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia melalui Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia.

1. baik dari Indonesia maupun dari luar negeri (world wide income / azas domisili). termasuk mereka yang mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan ditimbang menurut keadaan. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia atau yang menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan BUT di Indonesia. orang pribadi yang menjadi subjek pajak dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada di Indonesia. tetapi ditentukan oleh jumlah hari keberadaan orang tersebut dalam jangka waktu 12 bulan sejak kedatanggannya di Indonesia. 69 . Atau orang pribadi yang bertempat tinggal di luar Indonesia yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. 2. Subjek Pajak Luar Negeri (WPLN) Subjek pajak orang pribadi luar negeri adalah orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia selama tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Subjek Pajak Dalam Negeri (WPDN) Subjek pajak orang pribadi dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau orang pribadi yang dalam satu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. baik melalui atau tidak melalui BUT. Kepada orang tersebut dikenakan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh. Keberadaan di Indonesia selama lebih dari 183 hari tidak harus berturut-turut. Pada prinsipnya.

Pengecualian Subjek Pajak Luar Negeri Orang-orang pribadi yang sudah memenuhi syarat sebagai WPLN tapi dikecualikan dari subjek pajak dan atas penghasilannya tidak dikenakan pajak di Indonesian adalah pejabat perwakilan diplomatik dan pejabat organisasi internasional. Orang tersebut tetap berstatus sebagai WPLN. dalam memenuhi kewajiban perpajakannya di Indonesia. 70 . WPLN hanya dikenakan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Indonesia.Apabila WPLN menerima atau memperoleh penghasilan melalui BUT. 3. Dengan demikian. b. baik melalui BUT maupun tanpa melalui BUT di Indonesia (source principle). Bukan WNI Di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut Negara tersebut memberi perlakuan timbal balik Jadi apabila pejabat perwakilan negara lain memperoleh penghasilan lain di luar jabatannya. c. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersamasama mereka. maka ia menjadi subjek pajak atas penghasilan lain tersebut. dengan syarat sebagai berikut : a. tidak termasuk subjek pajak di Indonesia. BUT tersebut menggantikan orang pribadi sebagai subjek pajak luar negeri. maka terhadapnya dikenakan pajak melalui BUT.

Yang termasuk pengecualian juga adalah pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Keuangan dengan syarat sebagai berikut .PTKP Sedangkan penghitungan PKP bagi WP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pencatatan dan bagi WP yang memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan adalah : PKP = penghasilan neto fiskal – zakat atas penghasilan – PTKP Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh seorang muslim sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak. a. kegiatan atau pekerjaan lain untuk mendapatkan penghasilan dari Indonesia C. Zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh WP OP pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat (BAZNAS) atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah sesuai dengan 71 . Tidak menjalankan usaha. PENENTUAN PENGHASILAN KENA PAJAK Penghitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) bagi WP OP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pembukuan adalah : PKP = penghasilan neto fiskal – zakat atas penghasilan – kopensasi kerugian . Bukan WNI b.

Kerugian yang diderita suatu unit atau cabang usahanya.38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat). 94.000.000.336. KOMPENSASI KERUGIAN 1.296. 11. Rp. Sedangkan bagi yang menerimanya tidak termasuk dalam pengertian penghasilan yang dipotong PPh 21. antara lain berupa : a.. Contoh : Tuan Abdullah adalah pegawai yang menerima gaji Rp. b. Kerugian penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan orang pribadi atau yang dimiliki untuk mendapatkan.Rp.704. 74. Maka perhitungan yang harus dilakukan adalah : Penghasilan bruto (12 x 8._ Rp.460 WP OP diperkenankan untuk memperhitungkan kerugian yang diderita pada periode berjalan.Rp..600.000.400.8.000.336. Kompensasi Kerugian Horizontal Rp.400.000. 18.000. dapat dikurangkan dari PKP._ Rp. 1. menagih dan memelihara penghasilan.000) Biaya jabatan (5% x 96.000.400) D._ Rp. 2. Kerugian dari selisih kurs mata uang asing c.000.000) Penghasilan neto sebelum zakat Zakat (2.000) Penghasilan neto setelah zakat PTKP (K/3) PKP PPh terutang (15% x 74.336.704.000. 96.000./bulan. 2..5% x 94. Kerugian (fiskal) yang diderita suatu unit atau cabang usaha bisa dikompensasikan dengan laba (fiskal) dari cabang lain sesama di Indonesia.367. Dia memiliki satu istri dan tiga orang anak. 92.bukti setoran yang sah (sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 3 UU No.150. Kompensasi Kerugian Vertikal (Tax loss carry Forward) 72 .Rp.

.000.Di atas Rp.000.000.000. 25.s/d Rp. 25. 50. 100. 500. maka sisa kerugian yang belum dikompensasikan dianggap daluwarsa. F. Jika lewat dari 5 tahun. 500. 100.000..Tarif PPh 5% 10% 15% 25% 35% Untuk keperluan penerapan tarif pajak dalam menghitung PPh terutang.Di atas Rp. PERHITUNGAN PAJAK YANG KURANG/LEBIH BAYAR Perhitungan pajak akhir tahun dilakukan dengan mengurangkan PPh terutang dengan kredit pajak yang telah dibayar oleh WP dalam Tarif PPh 5% 15% 25% 30% 73 .Di atas Rp.000.000.Di atas Rp. 50.000.s/d Rp.s/d Rp. 200. yaitu penghasilan bruto dikurangi dengan biaya-biaya yang diperbolehk E.000.000.000..Di atas Rp. Kerugian tersebut adalah kerugian menurut fiskal. 50.000.000. 200. PAJAK YANG TERUTANG Perhitungan pajak terutang bagi WP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pembukuan maupun pencatatan dan Wp yang memperoleh penghasilan sehubungan pekerjaan adalah : PPhterutang=PKPx tarif PPh OP – PPh 24 yg telahdikreditkan. 50.Di atas Rp.s/d Rp. Mulai tahun pajak 2009 tarif Pasal 17 UU PPh berubah menjadi : Lapisan PKP Sampai dengan Rp.000.000.000.000.000.000.000.000.000. 250.000.. maka PKP dibulatkan ke bawah dalam ribuan rupiah penuh.000. Tarif PPh OP (Pasal 17 UU PPh) Lapisan PKP Sampai dengan Rp.000.000.s/d Rp. 250.000.Jika WP OP yang menggunakan pembukuan mengalami kerugian dapat dikompensasikan dengan penghasilan (neto/laba fiscal) selama maksimal 5 tahun setelah tahun pajak terjadinya kerugian tersebut.Di atas Rp..000.

SE. Dirjen Pajak No. Perhitungan PPh Kurang/lebih bayar dapat dilakukan dengan mempergunakan Form 1770 Induk bagian D. baik melalui pembayaran sendiri maupun melalui pemotongan/pemungutan pihak lain.No. KEP03/PJ/95.10 tahun 1994. PENDAHULUAN Undang-undang PPN Barang & Jasa PPnBM ( disingkat UU PPN) mengatur pengenaan atas : 74 . Referensi : UU.. MM. diperbaharui dengan UU No. Kep. Kurang bayar (PPh Pasal 29 UU PPh) adalah saat dimana PPh terutang lebih besar daripada Kredit Pajak.tahun berjalan.36 Tahun 2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 9 MODUL PERTEMUAN XII & XIII Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PPN DAN PPnBM PPh ADIYAS. A. sedangkan lebih bayar adalah saat dimana PPh terutang lebih kecil dari Kredit Pajak yang harus dilunasi paling lambat tanggal 25 bulan ketiga setelah tahun pajak berakhirnya dan sebelum SPT tahunan disampaikan.

Pajak. Netral dalam perdagangan internasional. B.1. Adanya pajak berganda. Pajak atas konsumsi dalam negeri. Pajak tidak langsung. 75 . 2. DASAR HUKUM Peraturan Perundang-undangan yang mengatur PPN dan PPnBM adalah UU No. Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).8 Tahun 1983. 3. Dapat menghindarkan penyelundupan (lebih mudah pengawasan). Pajak Pertambahan Nilai Barang & Jasa (PPN). 2. Barmacam-macam tarif Tidak mendorong ekspor. 7. lain : 1. tentang PPN Barang & Jasa dan PPnBM sebagaimana telah diubah dengan undang-undang No. 3. Netral dalam persaingan dalam negeri. 6.11 Tahun 1994. Netral dalam pola konsumsi Dapat mendorong ekspor. 2. Menghilangkan pajak berganda Tarif tunggal. sehingga memudahkan pelaksanaan. Kelemahan PPN 1951 (UU. 4. antara (ada 9 macam tarif ). 2. sehingga menimbulkan kesulitan pelaksanaannya. yang lama) antara lain : 1. Pajak Pertambahan Nilai merupakan : 1. 5. 4. Kelebihan PPN 1984 (Undangan-undangan yang baru). Belum dapat mengatasi penyelundupan.

antara lain : 1. Dalam proses produksi tentu saja tidak lepas dari faktor-faktor produksi seperti: tersebut. PPN dan PPnBM dalam pelaksanaannya bisa menghindari Dalam ekspor. berkaitan dengan pembayaran upah dan gaji. dibayarkan. melekat pada waktu perolehan harga barang yang diekspor. dimana ada biaya penyusutan dari harta tetap 76 . Harta tetap. jumlah pajak yang dikenakan atas barang yang diproduksi di dalam negeri pada tingkat harga yang sama. 2. PENGERTIAN PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI Yang dimaksud dengan pertambahan nilai adalah jumlah antara biaya yang dikeluarkan dan tingkat laba yang diharapkan dalam suatu proses produksi. 3. jumlah pajak yang dipungut sama dengan pengenaan pajak berganda. Biaya-biaya kantor dan laba yang diharapkan. diberikan pengembalian beban pajak yang Dalam hal impor. Modal. karena itu menciptakan persaingan yang sehat untuk keuntungan konsumen.Lahirnya sistem PPN dan PPnBM ini tentu saja membawa dampak positif dalam pelaksanaannya. 4. Artinya proses pertambahan nilai selalu timbul karena adanya biaya-biaya yang dikeluarkan mulai dari bahan baku siap dijual dengan tingkat laba yang diharapkan. berkaitan dengan faktor bunga modal yang harus Tenaga kerja. Penerapan sistem tarif yang lebih sederhana atas PPn dan PPnBM dapat dengan mudah melacak setiap bentuk penyelundupan C. pajak.

harus menghitung selisih antara Pajak Keluaran dengan Pajak Masukan yang secara sederhana dapat dirumuskan PPN = Pajak Keluaran – Pajak Masukan. 3. Pengusaha Kena Pajak (PKP).PPN. PKP adalah Pengusaha sebagaimana yang dimaksud pada no. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean. BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN PPN 1. 1 yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan UU. Pengusaha Kena Pajak (PKP) : a. b. Barang Kena Pajak (BKP) : Barang Kena Pajak (BKP) adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak maupun barang tidak berwujud yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang PPN. D. Jasa Kena Pajak (JKP) : 77 .Untuk menghitung PPN yang terutang. melakukan usaha jasa atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. Jika Pajak Keluaran ternyata lebih kecil dari Pajak Masukan. Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menghasilkan barang melakukan usaha perdagangan. 2. maka selisihnya merupakan hak Pengusaha Kena Pajak yang dapat diminta kembali atau dikompensasikan dengan Jumlah Pajak yang terutang. tidak termasuk Pengusaha Kecil (PK) yang batasannya ditetapkan oleh Menkeu. PK yang memiliki untuk dikukuhkan menjadi PKP.

950. Metode langsung (direct subtraction method) : Diperoleh dari : Tarif x pertambahan nilai Cara ini sulit dilaksanakan. 2.-. dapat diperhatikan contoh berikut.Seandainya biaya-biaya yang timbul dan keuntungan produksi tersebut akan menjual hasil produksinya seharga Rp. Contoh : 1. Metode tidak langsung (indirect subtraction method / tax invoice method) : Diperoleh dari : Pajak Keluaran – Pajak Masukan Dalam perhitungan tetap dibahas dengan menghitung PPn dengan menggunakan metode yang kedua yaitu metode tidak langsung. yaitu : 1.yaitu semua biaya dan tingkat 78 . Untuk memahami besarnya pertambahan nilai dan besarnya PPN yang harus dibayarkan. CARA MENGHITUNG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) Ada 2 metode dalam menghitung PPN.. yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang PPN.Jasa Kena Pajak suatu (JKP) adalah atau setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan perikatan perbuatan hukum menyebabkan suatu barang/fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai. Dari contoh ini dapat diketahui bahwa besarnya Pertambahan Nilai adalah Rp.. termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pemesan. E. 450. 450. 500. Bahan baku yang dibeli oleh perusahaan garment berupa yang diharapkan akibat kain dan bahan pembantu lainnya seharga Rp.maka perusahaan garment tersebut akan menjual hasil produksinya seharha Rp.

. 250.laba yang diharapkan selama proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. Jika diketahui tarif PPN 10%. 950 PPN 10 % PPN 10% = Rp.Nilai PPN diatas sama besarnya dengan 10% dari pertambahan Nilai sebesar Rp. 95 – Rp... a. Jika perusahaan garment tersebut hanya mampu menjual hasil produksinya senilai Rp. 50 (Pajak Masukan) = Rp. 500 Rp. Seperti yang diuraikan sebelumnya sistem pemungutan Pajak pertambahan Nilai (PPN) dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat produksi mulai dari bahan baku sampai barang jadi (multi-stages system) . 500. Berikut ini akan diuraikan penerapan multi-stages system dalam PPN. 50 = Rp. maka kita dapat menghitung pula besarnya PPN.yaitu : 10% x Rp.(Pajak Keluaran) Maka terjadi kelebihan pembayaran PPN sebesar Rp. 450. 450. 95 (Pajak Keluaran) PPN yang harus dibayarkan = Pajak Keluaran – Pajak Masukan.b.yang merupakan hak dari pengusaha kena pajak (PKP) yang dapat diminta kembali atau dikompensasikan untuk pajak yang terutang untuk masa pajak berikutnya.Rp.PPN 10% = Rp. 45. yakni : Beli Jual Rp. = Rp.= Rp. 250. 25. sebagai berikut : Tabel Multi – Stages Tahap Produksi Kapas 400 Harga beli Harga jual Pajak Masukan Pajak Keluaran 40 40 PPN 79 .maka perhitungannya adalah sebagai berikut : Beli Jual Rp. 25... 50.(Pajak Masukan) PPN 10% = Rp.. 45.

. 200. Bahan baku berupa kapas yang dibeli oleh produsen benang sebesar Rp. Seandainya harga kain setelah jadi sebesar Rp.sehingga PPN yang harus dibayarkan pada tingkat ini adalah sebesar Rp.PPN tahap ke 3 sebesar Rp.. Selanjutnya produsen baju yang membutuhkan kain sebagai bahan baku..yang juga merupakan PPN yang dibayarkan oleh konsumen yang membeli baju tersebut.(10% x Rp.. 200. 500.. 400). petani kapas menjual kapasnya ke produsen benang dengan harga Rp. Jika ternyata dalam proses produksi harga baju akan dijual seharga Rp. 400.000 8.Pajak Masukan yang telah dibayarkan pada waktu perolehan Barang Kena Pajak (BKP) yang langsung diekspor atau diserahkan kepada Pengusaha Kena Pajak dapat dikreditkan terhadap Pajak Masukan yang dihitung dengan pedoman sebagai berikut : 80 . 300. akan membeli kain yang mengakibatkan timbulnya pajak masukan sebesar Rp.(10% x Rp. 40.).00.ditambah PPN tahap ke 4 sebesar Rp.ditambah PPN tahap kedua sebesar Rp. 5..maka dari keadaan itu dapat dihitung pajak masukannya sebesar Rp. 500. 40. 0. 40. Dari seluruh rangkaian proses produksi.Pajak Masukan (Rp.000. 40. maka kita dapat menghitung jumlah PPN yang dibayarkan dalam rangkaian tersebut...ini menimbulkan pajak keluaran sebesar Rp. yaitu Rp. ternyata setelah menjadi benang dibutuhkan oleh produsen kain. 40. 80.yang merupakan penjumlahan atas PPN tahap pertama sebesar Rp.menimbulkan pajak masukan sebesar Rp.-. 80.. mulai dari bahan baku berupa kapas sampai menjadi baju yang siap dijual dipasaran..-) ..-.600 40 120 200 360 40 120 200 860 80 80 300 500 Dari tabel diatas. 400) yang juga merupakan jumlah PPN-nya (PPN = Pajak Keluaran (Rp.200 2.200 2.Benang Kain Baju Total 400 1. 2.. 120. dari bahan baku tersebut.000 3.dan pajak keluarannya Rp..000 5. 400.maka akan ada pajak keluaran sebesar Rp.600 1.

Menjual BKP ke bukan PKP Pajak Masukan : 10% x Rp.000 X Rp.000.500. Contoh : 1.000. Menjual BKP ke PKP d. Dari suatu kegiatan usaha diketahui bahwa PT “X” : Rp. – – 750. Rumus yang dapat digunakan untuk menetapkan perkreditan pajak ini adalah : Penyerahan BKP kepada PKP X Jumlah Pajak Masukan Nilai Peredaran Usaha b. 5. 15. Atas Ekspor : Rp. 15.a.500.000. 1. 7.000 Rp.000 Rp. c. 7.000.000 Rp. 7. Pajak Masukan atas persediaan BKP yang masih tersedia dapat dikompensasikan pada masa pajak berikutnya.Rp.000.500. Membeli BKP seharga b.Kepada bukan PKP tidak dikenakan pajak Total Pajak Keluaran Pajak Masukan yang dapat dikreditkan : a.000 Rp.500. Ekspor BKP c.500. 5.000. 500.Pajak Keluaran : Atas Ekspor 0% Atas PKP 10% x Rp.= Rp. 15.000.000. Besarnya perkreditan pajak tidak boleh lebih lebih besar dari Pajak Masukan atau dapat juga dikatakan bahwa Pajak Masukan harus lebih besar dari perkreditan pajak.000 Rp.000 Rp.. Rp.000.500. 2. 1.000 a.000 81 . Rp.

000 Total Pajak Masukan yang dapat dikreditkan : = Rp. Barang mewah yang dimaksud adalah : barang yang dianggap memiliki daya kemampuan lebih tinggi sehingga wajar kalau dipungut pajak yang lebih tinggi.1.000.000. impor. yaitu suatu prinsip pemungutan pajak dengan cara memungut pajak terutang pada saat penerimaan pembayaran. 15. Cash basis.500.000.- F.b. G. Atas penjualan kepada PKP : Rp.X Rp. yaitu suatu prinsip pemungutan pajak dengan cara memungut pajak terutang pada saat penyerahan barang/jasa kena pajak. 1.000. 2. 750.= Rp. 1. yaitu : 1. TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) Ada dua cara yang dilakukan dalam pemungutan PPN.000 + Rp. 500.000.Jumlah Pajak yang lebih bayar atau harus disetorkan adalah : Pajak Masukan yang dapat dikreditkan Pajak Keluaran Pajak yang lebih dibayar = Rp. 750. 750.000 = Rp.250.500. = Rp. meskipun belum diterima pembayarannya. Dikatakan pelengkapan karena pengenaan PPnBM ini sifatnya adalah pemungutan satu kali pada sumbernya atas pembeli atau konsumen barang termasuk dalam kategori barang mewah. 82 . 7.000 Rp. meskipun belum menerima barang/jasa kena pajak. PENGERTIAN PAJAK PENJUALAN BARANG MEWAH (PPnBM) PPnBM merupakan pungutan pelengkapan atas pengenaan PPN. Accrual basis..000 = Rp.000 550.250.

000.000.000.000. 10.130. berapa jumlah seluruhnya yang harus dibayarkan oleh PT “X” 2. Rp.1. 13. 130.000.000 Rp.2 dapat diselesaikan sebagai berikut : 10 PPN = 100 + 10 + 20 20 PPnBM = 100 + 10 + 20 Dasar Pengenaan Pajak (DPP) = Harga BKP – (PPN + PPnBM) DPP = Rp.000. Harga sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) 20% Jumlah yang dibayar oleh PT “X” 5. 100. 10. Jika diketahui bahwa barang mewah yang dimaksud diatas tergolong tarif PPnBM 20%.000.x Rp. 130.000 = Rp.000 – (Rp.000 83 .000.000 + Rp.000. 130. berapakah harga barang tersebut yang merupakan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) ? Penyelesaian 4.000.000 = Rp.000 Rp. Jika diketahui bahwa harga BKP yang tergolong mewah tersebut diatas sudah termasuk PPn10% dan PPnBM 20%.000. 20. 130.000.000.000) = Rp.- Untuk kasus no.000. 26.Contoh Perhitungan PPN dan PPn BM : PT “X” membeli barang dan jasa kena pajak (PKP) yang tergolong mewah dengan harga penyerahannya Rp. 169.000 x Rp. 20.000 + Rp.000.000.

No. A. PENDAHULUAN 84 . 50 Tahun 1994 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 10 MODUL PERTEMUAN XIV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN UMUM MENGENAI PBB ADIYAS. MM.11 tahun 1994 PP.Referensi : UU. SE.No.

juga mengalami yang perubahan-perubahan dilakukan pada yang disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di Indonesia. dinyatakan tidak berlaku lagi & diganti dengan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). k dan l UU Darurat No. taman mewah. Perubahan-perubahan dasarnya penyederhanaan dari peraturan yang satu ke peraturan yang lainnya.Sesuai dengan UU No. 2. sehingga yang termasuk dalam pengertian bangunan disini yaitu : 1. 4. Pagar mewah. 6. Kolam renang. 4. 85 . 5. Penyederhanaan tersebut diatur dalam beberapa jenis pungutan atas tanah dan bangunan yaitu : 1. 2. 3. Yang dimaksud dengan Bumi adalah Permukaan bumi meliputi tanah dan perairan pedalaman laut wilayah Indonesai. Ordonansi Pajak Rumah Tangga 1908 Ordonansi Verponding Indonesia 1923 Ordonansi Verponding 1928 Ordonansi Pajak Kekayaan 1923 OrdonansiPajak Jalanan 1932 Pasal 14 huruf j. 3. 12 1994 dan peraturan serta keputusan Penerapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Peraturan Pemerintah pengganti UU No. 7. seperti halnya dengan jenisjenis pajak lainnya. Jalan lingkungan yang terletak Jalan tol. 11 tahun 1959 tentang Pajak Hasil Bumi (IPEDA) dan Peraturan perundang-undangan lain sepanjang mengenai tanah dan bangunan. B. Sedangkan yang dimaksud dengan Bangunan adalah Konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. 11 tahun 1957 tentang Peraturan Umum Pajak Daerah. OBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Yang menjadi objek PBB adalah Bumi dan Bangunan.

Penelitian tanah : d. 4. konsulat. peninggalan purbakala atau sejenisnya. terlebih dahulu dilakukan penelitian oleh pejabat yang berwenang menurut Undang-undang. sosial. pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksud untuk memperoleh keuntungan.2000 = Rp 12 juta). 86 . 6. Hutan lindung. hutan suaka. Sedangkan yang tidak tergolong objek PBB antara lain : 1. Untuk perwakilan diplomatik. Untuk bafan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan RI. hutan wisata. yaitu : 1. taman nasional. 2. Penelitian Objek PBB dibagi 2 kategori. (Th. Nilai Jual Pajak Tidak kena Pajak (NJO-PTKP) sebesar 8 juta. pipa Fasilitas lain yang memberikan manfaat. Tempat olah raga. air dan gas. berdasarkan azas perlakuan timbal balik.5. kesehatan. 7. Sebelum ditetapkan sebagai objek PBB. tanah pengembalaan yang dikuasai oleh desa. 6. Untuk kuburan. 5. Yang semata-mata digunakan untuk melayani kepentingan umum dibidang ibadah. Tempat penampungan/kilang minyak. minyak. tanah negara yang belum dibebani suatu pajak. Penelitian objek tanah dilakukan dengan cara menentukan/menilai harga tanah berdasarkan transaksi jual beli tanah yang terjadi di wilayah tersebut dengan mengambil harga jual rata-rata. 3. 8. Galangan kapal/dermaga.

f.000. Penilaian objek bangunan dilakukan dengan cara menilai konstruksi bangunan meliputi antara lain konstruksi landasan. Dasar perhitungan pajak adalah 20 % dari nilai NJOP.e. Kakanwil yang bersangkutan menerbitkan Nilai Jual Objek Pajak sebagai pedoman. maka sedikitnya setiap tahun DitjenPajak cq.000. 2. 87 . 3. 1. yang diberi NJOP-TKP). b. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).5% (lima per-seribu). maka diadakan perhitungan/ penetapan sebagai berikut .10. Besarnya tarif adalah 0. Berdasarkan pennilaian/penentuan klasifikasi tanah tersebut. Batas Nilai Jual Bangunan Tidak Kena Pajak (NJP-TKP) adalah Rp. PENETAPAN NILAI PAJAK Berdasarkan data objek PBB yang dihimpun dalam Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) dan telah diadakan penilaian serta penentuan klasifikasi tanah dan bangunan. dimana akhir penilaian tersebut merupakan klasifikasi suatu bangunan yang akan dicantumkan pada SPOP sebagai bahan penetapan Pajak Bumi & Bangunan (PBB). petugas panilai mencatumkan kelas tanah pada Surat Pemberitahuan Objek pajak tersebut. Masing-masing konstruksi bangunan mempunyai cara-cara penilaian tersendiri. Untuk memudahkan penentuan harga tanah untuk kepentingan penetapan PBB. konstruksi atap. disamping juga memperhatikan segi kualitas material bangunan dan luas bangunan.. C. 2. Penelitian bangunan : a.apabila seorang WP mempunyai beberapa objek pajak. 4.8juta (Rp.

000.000 5. Rp.000. Rp. 5.000 3.000 Nilai jual Objek Pajak Bumi (NJO PB) Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Nilai Jual Objek Pajak untuk Perhitungan Pajak : Nilai Jual Objek Bumi Nilai Jual Objek Pajak Bangunan NJOP untuk Perhitungan pajak NJOP-TKP Rp.000 Rp. No 12 tahun 1994 ayat 3. Rp.000 8. 5.000 _ NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Rp.000.000 Rp.Contoh.000. 13. Rp.000.000. Selanjutnya penetapan besarnya pajak yang terutang harus diperhitungkan dengan cara.000.000 Rp.000 NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Rp.000 + 8. 8.5% x 20% x nilai jual tanah 88 . Rp.000. 5.000 + 8.000 _ 5.000.000.000. seperti dikutip dari Penjelasan UU. sebagai berikut : Seorang WP mempunyai 2 objek pajak berupa bumi dan bangunan masing-masing di desa A dan desa B dengan nilai sebagai berikut : Desa A : Nilai jual Objek Pajak Bumi (NJOPB) Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Rp.000. yaitu : Untuk tanah = 0. 8. 3.000 Nilai Jual Objek Pajak untuk Perhitungan pajak : Nilai Jual Objek Bumi Nilai Jual Objek Pajak Bangunan NJOP untuk Perhitungan pajak NJOP-TKP Desa B: Rp. Rp.000.

000. penggarap.000. 285.000. 350.= Rp. 300.000/m2.000 + = Rp.000. penghuni.000/ m2. pemakai dan penyewa. 365. 8.000 Nilai jual bangunan = 400 m2 x Rp.000 PBB terutang = 0. sebesar Rp. menguasai dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. maka besar perhitungan pajak terutang sebagai berikut : Nilai Jual Tanah = 1000 m2 x Rp. 89 .000/ m2 dan NJOP bangunan kelas.000 _ 423.- Untuk bangunan = 0. 146. pengontrak. 423.5% x 20% x NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Atau Untuk tanah dan bangunan D. 265.000 sampai dengan 308. penggolongan dan ketentuan nilai jual bumi dan bangunan termasuk dalam kategori NJOP Bumi kelas 24 (dimana NJOP/ m2 antara 262. 423.5% x 20% x (NJ bangunan – NJB-TKP) = 0.000.000 = Rp. antara lain pemilik. 285.000 = Rp. Contoh Perhitungan : Batara sebagai WP memiliki tanah seluas 1000 m2 persegi dengan nilai jual Rp.000 atau menurut ketentuan NJOP bumi adalah Rp. dari tanah seluas 1000 m2 tersebut bediri sebuah bangunan 400 m2 dengan nilai jual Rp. SUBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Yang menjadi subjaek/WP PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan/atau memperoleh manfaat atas bumi.000/m2. 8. 431.000. dan/atau memiliki.000 = Rp.5% x 20% x Rp.000 Jumlah NJOP Nilai jual bangunan tidak kena pajak Jumlah NJOP = Rp. Jika ternyata diketahui dalam lampiran klasifikasi.000. 285.

90 . SE. MM.12 tahun FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAl ”VETERAN” JAKARTA 11 MODUL PERTEMUAN XV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN UMUM MENGENAI BEA METERAI ADIYAS.Referensi : UU.No.

Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkapan-rangkapannya.000.A. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. DOKUMEN-DOKUMEN YANG DIKENAKAN BEA MATERAI Menurut Peraturan Pemerintah RI No. Akta-akta notaris termasuk salinannya 3. B. 17 tentang Bea Meterai. 4. dokumen-dokumen berharga yang dikenakan Bea Meterai adalah dokumen-dokumen sebagai berikut : 1.000. 24 tahun 2000. Pengertian Bea Materi itu sendiri sebenarnya adalah biaya pengesahan/penguatan secara umum atas suatu dokumen berharga dan pentingoleh negara. Surat yang memuat jumlah uang lebih dari 1. Bea Meterai dapat diartikan juga suatu pungutan atas dokumen-dokumen berharga. 91 . 7 tahun 1995 tentang Tarif Bea Meterai dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 tahun 1995 tentang Bea Meterai dan Peraturan Pemerintah No. 2. Bea Meterai adalah salah satu pajak yang dipungut dan dikelola oleh negar. tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan besarnya Pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Materi yang mulai berlaku pada tanggal 1 Mei 2000. PENDAHULUAN Objek Bea Materi dan tata cara pelunasannya yang sesuai dengan ketentuan UU No.Yang menyebutkan penerimaan uang Menyatakan pembukuan uang atau penyimpan uang dalam Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank Berisi pengakuan utang seluruhnya atau sebagian telah rekening bank (R/K) dilunasi.

5. Tunjangan dan pensiun. Tanda bukti penerimaan uang untuk keperluan intern organisasi 7. pembayaran uang tabungan kepada penabung bank. seperti : Wesel. koperasi dan badan-badan lainnya yang bergerak dibidang tersebut 92 . 1. Kwitansi untuk semua jenis pajak dari kas negara. DOKUMEN-DOKUMEN YANG TIDAK DIKENAKAN BEA MATERAI Sedangkan dokumen-dokumen yang tergolong tidak dikenakan bea materai adalah : 1. tapi kemudian digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain dengan maksud yang lain. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian dimuka pengadilan : Surat-surat biasa dan surat ke rumah tanggaan. keterangan pemindahan yang dituliskan diatas dokumen. surat angkutan penumpang dan barang. Uang tunggu. 2. Promes dan aksep yang berharga nominal lebih dari Rp.000. Surat berharga. Berbagai bentuk tanda terima yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran seperti : Gaji. Dokumen yang menyebutkan tabungan. Surat penyimpanan barang.000 6. C. sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp. Segala bentuk Ijazah 3. 1. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. Efek dengan nama dan alamat bentuk apapun. surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggunganpengirim dan suratsurat swejenis lainnya.000. Tanda bukti penerimaan uag negara dan kas negara dan kas negara. kas pemerintah daerah dan bank 6. kas pemerintah daerah dan bank 5. 4. konosemen.000 7. bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang.

Paraturan Pemerintah No. jenis Bea Meterai hanya ada satu. Bea Meterai Tetap dan Bea Meterai Sebanding dengan penetapan tarif atas Bea Meterai sebanyak 167 macam. Pada UU No. karena terlalu rumit. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai 2. tarif. 24 tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan besarnya batas Pengenaan harga Nominal yang dikenakan Bea Meterai dengan 2 macam tarif. 7 tahun 1995 tentang perubahan tarif Bea Meterai 3. 13 tahun 1985 tentang Be Meterai. Surat gadai yang diberikan oleh perusahaan jawatan pengadaian 9. Undang-Undang No. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai adalah sebagai berikut : Pada ABM 1921. Keputusn Menkeu RI No. DASAR HUKUM PELAKSANAAN PEMUNGUTAN BEA MATERAI Yang menjadi dasar hukum pemungutan Bea Meterai adalah : 1. Bea Meterai Tetap dengan 2 macam D. jenis-jenis pemeteraian terdiri dari Bea Meterai Umum. Perbandingan antara ABM 1921 dengan UU No. 182/KMK. Pada UU No.8. Bea Meterai Luar Biasa. 7 tahun 1995 tentang Perubahan tarif Bea Meterai 93 . yankni. Pemungutan Bea Meterai yang berlaku sekarang adalah hasil penyederhanaan dari peraturan Bea Meterai 1921 (ABM 1921) dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek.04/1995 tentang pelaksanaan peraturan Pemerintah No. Bea Meterai Luas Kertas.

6. sekarang Rp.tanpa batas 4. TARIF BEA MATERAI 1.. 250.000. Peraturan Pemerintah RI No.tetapi tidak lebih dari Rp.000. SAAT TERUTANG. F.-. Nominal dari cek dan bilyet giro tersebut (sekarang Rp.000.250.4. untuk diluar negeri adalah pada saat digunakan di Indonesia.1..1. 1000 (Rp. yang berlaku pada tanggal 1 Mei 2000.kecuali pihak-pihak yang bersangkutan menentukan lain.000..- diatas Rp. 3. 2.-. pihak yang terutang adalah pihak yang mendapat manfaat dari dokumen.-). Tata cara penggunaan dan pelunasannya bisa dilakukan dengan menggunakan benda meterai (kertas meterai dan meterai tempel) atau 94 . 3. Tarif untuk seluruh dokumen berharga yang terutang Bea Meterai dikenakan sebesar Rp.tidak terutang Bea Meterai. 24 tahun 2000 tentang perubahan tarif Bea Meterai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai E. 1.saat terutangnya adalah pada saat dokumen itu selesai dibuat.000. Selanjutnya lihat keterangan dalam lampiran Peraturan Pemerintah No.000.000. TATA CARA PENGGUNAAN SERTA PELUNASANNYA Saat terutangnya bea meterai adalah pada saat dokumen itu diserahkan dari satu pihak. Bea Meterai atas cek dan bilyet giro ditetapkan tarif sebesar Rp.dikenakan Bea Meterai Rp.000) dan untuk dokumen yang nilai nominalnya dibawah Rp.000. 24 tahun 2000. Tarif untuk dokumen yang nilai nominalnya lebih dari Rp.3.2000.000.

Direktur PPN/PTLL. G. Cara menempelkan meterai tempel dan penggunaan kertas Meterai dilakukan sebagai berikut : 1.bisa juga denganmenggunakan mesin teraan meterai atau alat lain. yaitu : 1. Syarat Pelunasan Dengan Cap Lunas : Harus mendapat izin dari Dirjen Pajak cq. dan itu berarti harus dilakukan pemeteraian ulang ditambah denda 200%. Meterai tempel harus direkatkan seluruhnya pada tempat dimana tanda tangan akan dibubuhkan dengan utuh/tidak rusak diatas dokumen. 6. tanda tangan itu harus. Ditanda tangani dengan tinta atau bahan sejenis. SYARAT PELUNASAN Ada dua macam syarat pelunasan bea materai yang dapat dilakukan. 5. Tanggal. Jika digunakan lebih dari satu Meterai tempel. Bea Materai terutang dibayar terlebih dahulu dengan nominal sebesar jumlah yang ingin dicetak. 2. 3. sebagian pada kertas dan sebagian lagi pada semua Meterai tempel yang digunakan. 95 . Kertas Meterai hanya boleh digunkan sekali. 4. sanksinya adalah dokumen itu dianggap tidak berMeterai. Jika syarat diatas tidak dipenuhi untuk keperluan pelunasan dengan menggunakan Meterai tempel. bulan dan tahun harus diisi pada Meterai tempel pada saat/setelah ditanda tangani. tanda tangan harus mengenai baik Meterai tempel maupun kertas yang bersangkutan.dengan cara lain seperti dengan cap lunas pada dokumen yang bersangkutan. Tempat pencentakannya secara lisan. belum ada surat edaran khusus yang mengatur tentang hal ini ditetapkam di PERURI. Jika satu lembar kertas Meterai tidak cukup untuk memuat seluruh isi dokumen. boleh ditambah dengan kertas lain tanpa penerimaan Meterai lagi.

Dokumen yang dikenakan Bea materai dengan tarif Rp. 6.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). D Demikian untuk diindahkan. c. Dokumen sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf g dan huruf h diatas yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp.00 (satu juta rupiah). 2). 1.08/2000 Dengan ditetapkannya peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2000.000. Yang menyebutkan penerimaan uang. Benda Meterai cetak tindih tahun 2000 masih dapat digunakan untuk melunasi Bea Meterai yang terutang sesuai dengan tarif yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2000. di atas yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. 96 Jakarta. Mesin teraan harus dibeli sendiri. 6. Bila telahDEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA habis sampai jumlah Bea Meterai yang disetor. 1.00 (satu juta rupiah).000.000. yakni : 1). jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. 5 juta.0 (satu juta rupiah).4. Akta-akta Notaris termasuk salinanya Akta-akta yang dibuat oleh Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya. Surat berharga seperti wesel. 2.000. PENYULUHAN PERPAJAKAN PUSAT PENGUMUMAN NOMOR : PENG-02/PJ.000. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. Dokumen yang dikenakan Bea Meterai Dokumen sebagaimana dalam angka 1 huruf d dan huruf e diatas yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp.00 (satu juta rupiah). atau 4) Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. Harus melakukan pembayaran terlebih dahulu sebesar minimal Rp.000.00 (tiga ribu rupiah) atau Rp. Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. Selain Benda Meterai baru desain tahun 2000 yang akan segera dicetak dan diedarkan.00 Surat Perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan. Surat yang memuat jumlah uang yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. setelah Bea Meterai dibayar. 3.000. Cek dan Bilyet Giro tanpa batas pengenaan besarnya harga nominal.00 (satu juta rupiah). dan aksep yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. Dokumen yang dikenakan Bea Materai dengan tarif Rp.000.000. disegel oleh fiscus sampai jumlah depositnya. Penggunaan dokumen minimal 50 lembar perhari. perpanjangan DIREKTORAT JENDERAL PAJAK dapat diajukan dan syarat pembayaran terlebih dahulu tetap berlaku. 250.000. 1 Mei 2000 Kepala Pusat ttd Nono Hanafi NIP 060027582 . promes. 2). 1. dengan ini diumumkan bahwa mulai 1 Mei 2000 semua dokumen yang tentang Bea Materai harus sudah dilunasi dengan tarif Rp. selain dari maksud semula. 1.00 a. Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank 3) Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank .000. 1. Dokumen yang digunakan sebagai alat pembuktian di muka Pengadilan yaitu : 1). Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea materai berdasarkan tujuannya. 1. Dokumen sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf dan huruf c.00 (satu juta rupiah) b. 1. 3000.000. tidak dikenakan Bea Meterai.000. Syarat Pelunasan Dengan Mesin Teraan : Harus mendapat izin dari Dirjen pajak baik oleh direktur PPN/PTLL maupun kantor Pelayanan Pajak (KPP) masingmasing. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp.000. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan.000.00 (enam ribu rupiah) dengan perincian sebagai berikut .000. 250.000.

Referensi : UU.No.13 tahun 1985 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAl ”VETERAN” JAKARTA 12 MODUL PERTEMUAN XVI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN 97 .

ADIYAS, SE, MM. A. PENDAHULUAN Sesuai dengan Pasal 33 (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi,air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, maka sudah sewajarnya jika pemilik atau yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan (yang merupakan bagian dari bumi) menyerahkan sebagian nilai ekonomis dari perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pemungutan BPHTB tetap memperhatikan azas keadilan bagi masyarakat dengan golongan ekonomi lemah dan berpenghasilan rendah melalui nilai bangunan yang tidak dikenakan perolehan hak atas tanah dan bangunan pajak. B, PENGERTIAN BPHTB Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas dan atau (BPHTB) adalah bangunan,yang selanjutnya disebut pajak. Dengan demikian ,objek pajak (BPHTB) adalah tanah ,bangunan serta tanah dan bangunan. Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan meliputi pemindahan hak atas tanah dan bangunan karena jual beli,tukar menukar,hibah,hibah wasiat,penyertaan modal dari orang pr\ibadi atau badan usaha kepada perseroan terbatas atau badan hukum lain yang berupa tanah atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. Selain itu perolehan hak atas tanah dan atau bangunan juga bisa berasal dari pemindahan hak atas tanah dan bangunan,karena penunjukkan pembeli dalam lelang,pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap serta hadiah. Perolehan hak atas tanah dan bangunan selain beasal dari pemindahan bisa juga beasal dari pemberian hak baru Hak atas tanah dan bangunan meliputi hak milik,hak guna usaha,hak guna bangunan,hak pakai,hak milik atas satuan rumah susun atau hak pengelolaan. Sedangkan perolehan hak atas tanah dan bangunan yang dikekecualikan dari BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh perwakilan diplomatik,konsulat berdasarkan azas perlakuan timabal balik,negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau perwakilan organisasi internasioal yang ditetapkan olleh Menteri serta orang pribadi atau badan karena konversi hak dan perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama yang dikarenakan adanya wakaf,warisan dan untuk digunakan kepentingan ibadah.

C. TATA CARA PENGHITUNGAN BPHTB

98

Untuk menentukan besarnya BPHTB adalah : (Nilai Perolehan- Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak) x Tarif Pajak. Nilai perolehan objek pajak ditentukan berdasarkan cara dimilikinya hak atas tanah dan bangunan. Jika hak atas tanah dan bangunan diperileh dari : jual beli maka nilai perolehannya adalah harga transaksi. tukar menukar maka nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. Hibah,nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. pemasukkan dalam pereroan atau badan hukum lainnya nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan maka nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak. penunjukkan pembeli dalam lelang,nilai perolehannya adalah harga transaksi yang tercantum dalam risalah lelang. peralihan hak kareana pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai Kekuatan hukum tetap,nilai perolehannya adalah nilai pasar objek Pajak. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak, nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak,nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak.

Nilai perolehan Objek Pajak diatas dapat diringkas sbb : Tabel 12.1 Nilai Perolehan Objek Pajak. Nilai Perolehan Transaksi --------------------------------------------------------------------------------------------------Harga Transaksi Jual beli Lelang -------------------------------------------------------------------------------------------------Nilai Pasar Tukar Menukar

99

Hibah Pemasukan ke Perseroan Pemisahan Hak Pemberian hak baru

Nilai perolehan objek pajak diatas harus disesuaikan dengan NJOP. Jika nilai jual objek pajak ternyata lebih besar dari nilai transaks maka yang digunakan tetap NJOP. Tetapi jika NJOP lebih rendah daripada nilai perolehan objek pajak maka yang digunakan adalah NJOP. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Perlu menjadi catatan bahwa NJOPTKP sering mengalami penyesuaian. Tarif Pajak ditetapkan sebesar 5% (lima persen). Sebagai contoh,pada tgl 1 Maret 2003, Sdr Ahmad membeli sebidang tanah dengan bangunan yang memiliki nilai Rp 100.000.000,-. Maka besarnya BPHTB adalah : Nilai Perolehan Objek Pajak = Rp 100.000.000,Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak = Rp 60.000.000,- Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak = Rp 40.000.000,Pajak terutang = 5% x Rp 40.000.000,- = Rp 2,000.000,Perolehan hak atas tanah dan bangunan sebesar Rp 100.000.000,Akan dikenakan BPHTB sebesar Rp 2.000.000,-. D. PENGENAAN BPHTB ATAS PEROLEHAN HAK KARENA HIBAH WASIAT

Jika perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar hibah wasiat dan hibah wasiat ini diterima oleh orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dan garis keturunan lurus satu derajat keatas dan kebawah termasuk suami/isteri dikenakan 0% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang. Misalnya,tgl 1 Oktober 2003 Sdr Adrian memperoleh tanah dan bangunan yang berasal dari hibah wasiat. Nilai dari tanah dan bangunan adalah sebesar Rp 75.000.000,Maka besarnya BPHTB adalah : Nilai Perolehan Objek Pajak = Rp 75.000.000,Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOP-TKP) = Rp 60.000.000,- Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NJOP-KP) = Rp 15.000.000,Pajak terutang = 5% x Rp 15.000.000 = Rp 750.000,-

100

Lembaga Pemerintah lainnya dan Perumnas akan dikenakan tarif 25% (dua puluh lima persen) Dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang. .maka saat ter- 101 .Jika tanah dan bangunan yangdiperoleh Sdr Adrian berasal dari satu keturunan lurus atau berasal dari istrinya maka atas perolehan tanah dan bamgunan tidak kena pajak. Pemda Tingkat I. Sedangkan jika Sdr Adrian menerima hibah wasiat bukan berasal dari keturunan lurus maka besarnya BPHTB yang harus dibayarkan adalah : Rp 375. E.000).000(50%x Rp 750. Lembaga Pemerintah lainnya dan Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas). . apabila penerima hak pengelolaan adalah departemen. F.pemasukan dalam perseroan atau badan jhukum lainnya. maka sat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan di tanda tangani akta .hibah. maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta. Tetapi hal diatas dinyatakan berlaku jika dinyatakan dengan surat Keterengan Bebas BPHTB yang diterbitkan oleh Kepala BPHTB yang wilayah kerjanya meliputo letak tanah yang diberikan Hak Pengelolaan. maka saat terutangBPHTG adalah sejak tgl dibuat dan ditanda tangani akta.Pemda Timgkat II. PENGENAAN BPHTB PEROLEHAN HAK KARENA PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN Perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar pemberian hak pengelolaan akan dikenakan tarif pajak sebesar 0% (nol persen) dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah atau bangunan yang seharusnya terutang.tukar menukar.jual beli. Sedangkan jika hak perolehan diberikan kepada selain Departemen. SAAT TERUTANG BPHTB Saat terutang atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan dibedakan atas dasar cara dimilikinya hak atas tanah dan bangunan jika hak atas tanah dan bangunan diperoleh dari : . Pemda Tingkat I dan Pemda Tingkat II.

BANDING. Pajak yang terutang ini selanjutnya harus dilunasi di Bank Persepsi atau Kantor Pos atau tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan Surat Setoran BPHTB sebelim akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris. maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl penunjukkan. G. .pemberian hak baru diluar pelepasan hak.Lelang. . maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl diterbitkan surat keputusan pemberian hak. maka saat teutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta. .hibah wasiat. Tanda Penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Dirjen Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui 102 . Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Nihil (SKBN).risalah lelang untuk pembeli ditandatangani oleh Kepala Kantor Lelang atau Pejabat Lelang. Pajak yang terutang harus dilunasi pada saat terjadinya perolehan hak.PENGURANGAN DAN PENGEMBALIAN BPHTB Wajib pajak (WP) dapat mengajukan keberatan hanya kepada direktur Jenderal Pajak atas Suatu Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB).Utang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta. Pengajuan keberatan harus dilakukan dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan WP dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima SKBKB atau SKBKBT atau SKBLB atau SKBN.pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan.maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl putusan peNgadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Lebih Bayar (SKBLB).Pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak.maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl diterbitkannya surat keputusanpemberian hak. kecuali apabila WP dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya.putusan hakim.Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT).hadiah. . . Tanda penerimaan surat Keberatan yang diberikan kekuasaannya.dilakukan pendaftaran hak oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya dalam hal pemberian hak baru dan pemindahan hak karena pelaksanaan putusan hakim atau hibah wasiat. pemenang lelang. maka saat terutang BPHTB adaah sejak tgl yang bersangkutan mendatarkan peraliham haknya kekantor pertanahan. . PERMOHONAN KEBERATAN.maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatanganinya akta. .

Banding hanya dapat diajukan kepada Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP).harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. Jika terhadap keputusan keberatan . keberatan yang diajukan tsb dianggap dikabulkan. Pengajuan keberatan harus dilakukan dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan WP dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan paling lambat 3 (tiga ) bulan sejak tanggal diterimanya SKBKB atau menunjukan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya. WP berhak untuk mengajukan banding. Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. Dirjen Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (duabelas) bulan sejak kebertan diterima. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan untuk selamalamanya 24 bulan. PERMOHONAN KEBERATAN.menolak atau menambah besarnya jumlah pajak terutang.harus memberi keputusan atas keberatan diterima. Keputusan Dirjen Pajak atas keberatan dapat berupa mengabulkan seluruhnya atau sebagian. Keputusan Dirjen Pajak atas keberatan dapat berupa mengabul kan seluruhnya atau sebagian. Apabila jangka waktu 12 (duabelas)bulan telah lewat dan dirjen Pajak tidak memberi suatu keputusan. H.menolak atau menambah besarnya jumlah pajak terutang.keberatan yang diajukan tsb dianggap dikabulkan. Apabila jangka waktu 12 (dua belas) bulan telah lewat dan Dirjen Pajak tidak memberi suatu keputusan. Dirjen Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Nihil (SKBN). PENGURANGAN DAN PENGEMBALIAN BPHTB WP dapat mengajukan keberatan hanya kepada Dirjen Pajak atas suatu Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB). Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Dirjen Pajak yang ditunjuk untuk itu atau bukti pengiriman Surat Keberatan memalui pos tercatat menjadi bukti penerimaan Surat Keberatan tsb bagi kepentingan WP. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. BANDING. 103 .pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tsb bagi kepentingan wajib pajak.

Penerbit Sunray Books. Pengurangan BPHTB dapat dilakukan atas permohonan WP jika perolehan BPHTB di pergunakan untuk kegiatan sosial dan pendidikan yang semata-mata tidak bertujuan mencari keuntungan. Casavera. Daftar Pustaka 1. I. Untuk menentukan besarnya BPHTB adalah (Nilai Perplehan-Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak) x Tarif Pajak.WP juga memiliki hak atas pengurangan BPHTB. Mudah Mengisi SPT tahunan PPh WP Orang Pribadi Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta. Panduan Praktis Mengisi SPT Tahunan PPh. Perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar pemberian hak pengelolaan akan dikenakan tarif pajak sebesat 0% (nol persen) dan 25% (dua puluh lima persen). Dwi Wahyu Siswandi. 2008. RANGKUMAN : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah da atau bangiunan.Jakarta. Pengurangan BPHTB atas dua hal diatas diberikan sebesar 50% dari pajak yang seharusnya terutang. Jika perolehan hak atas Tanah dan Bangunan atas dasar hibah wasiat dan hibah wasiat ini diterima oleh orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas dan kebawah termasuk suami/isteri dikenakan 0% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang. 2008. 2. 104 . Sedangkan jika yang menerima hibah wasiat adalah orang pribadi selain keturunan lurus dan badan hukum tertentu dikenakan sebesar 50% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan yang seharusnya terutang.

Waluyo.Buku I. 5.Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan. 2006 6. Diana Anastasia. Pedoman Dan Cara Pengisian SPT PPh Pasal 21. Jakarta. 7. Jakarta.SehubunganDengan Pekerjaan. 2001 Muhammad Rusydi . 2009. PT Salemba Emban Patria. Mahir Mengisi SPT PPh Orang Pribadi. Yolina.MBA. 2005. 2002. Disertai Contoh. Perencanaan Pajak. Penerbit Andi. Perpajakan: Teori dan Kasus. Yuda Aryanto. 2009 Theresia Damayanti.3. Buku I dan Buku II. Jakarta. Yogyakarta. Penerbit Salemba Empat.Penerbit PT Indeks Kelompok Gramedia. Penerbit Tabora Media. Yogyakarta.Edisi 5. Siti Resmi. Supramono. 2009. Penerbit Salemba Mahir Mengisi Empat. Meilani S.SE. 10. 4. Penerbit Salemba Empat. 9.SE. Jakarta. Perpajakan dan Perhitungan.Lilis setiawati. Jakarta. 2009 Erly Suardy. Indonesia 8.Penyetoran &PelaporanPPh-21danPPhJasa Dan Kegiatan 26. Jakarta. Penerbit Salemba Empat. Dasar-Dasar Akuntansi Perpajakan.Penerbit Andi Mekanisme 105 . Orang Pribadi. Perpajakan Indonesia.DBA. Jakarta.

!.

25.: -039: :8.9.390.380.8.8.3!!!../549435.23../2.3.9.   :3.3.. !!% 90780-:9 .3/03.3 203..2!.8. /.  50307.!/.3 80.5 .380-..3 .3 ..3    #4.350302-.3.8.390.7.0203  .7890  /4907  349..   .. ! 47.3    .3/-.9   .:.3502:3:9.3 503:3.2.:5024943.8.2 3007.8   2-..3 438:9./.  9072.8://.. 0./ .  2.3 /03.3 502-::.825.3 ../54943 5.3 -07. .7. !02-:.8.3 203003..3 503.3.3..3 57-..8://.8: 5702:2  /84394 /.320. /54943 5.3 ..7.  :39.2 3007 .79.8..3 2-. /.3 57-.3 .3 ..3 .708  !.3..3 /03.8.8. 903  .3.2.2!.8.438:9.7 24/..3.3 80./03   :3.5024943!! 205:9 .9.8  -      $&!&&%!  .3 20250740 503.7.    7.3 /03.3. 909..8.7.3.3 503. %.7502:3:9.3.3 .. 4397:8 ./.3 :8.9  503.3:9.3 80:-:3.9..8.3..: 503003.. /. 80-.3404507.. 2...      !&&%!  -0/. !!%  0.   $0.3 80:-:3. . /.3 90.:.8./.9 9.3-0-. ....3  .3/.35007.../..3 80:-:3.2./.80-../2.3./ /.80-.2.

3030:# -  $.: 47..507:8.39/.3 .3/-...825..9.: 0.3.   :3.7..3 /.   !&!!!$  ..: /50740 507:8.  20303./03.9.3. ..3.: 203.5.039:7...  07:5.4-.3   !03.3.3 .8 05.3:8.3 :8..  /03.7.3../..349..7. -07:5./..3 507:8./.3 /9072. /. ! /.3.8.3/9072./03.9./.3 5.. -.3404507. :3.3./.8 80038  & .3.9.3 24/..:907:9.8 .7/-:78.7.3 /-.23.9.3 :8.38.7 503079.380:-:3.9.3 0.340 030: .3!!!..90780-:9 .. .8.:8. -...3/-. 5..8.458   .3 . .9.3/-.   :3.8. -07/.3.3 203.8 05.010/3/4308.305.8..3 /  3/4308.8 &8.9-. .9.35./03.38.3 0.8.3.9.3/3/4308.3 030: 4   ..3/03.3 :8.7./.3/909.:-.280947:8.19.3.3 05:9:8.9.3//7..8..3/9072.907/.3 24/. .-.3/.3/909.3708.8 ..2 3007  4507.8  ... ../.:/50740!%80-.3 -079025. $&  4507.3.-.   !03. 200--.:907:9././.: & /. .9/.380.3   $0.39/.90/:/:.-.5..3502:3:9.7 -..39..   $8.9.3.8.3 40 4507..7.. .9.3 //7.7.349...

 .

33.3./.8 80:7: -:3.. /.3 .  -.. /54943 !!  .7:2.5-:. 80-08. 200-#5  809.3 9/. 825.305 030:4  .39/.9.

 .

5-:      $#! % !!!$    ./. %0802-07 .9/..200-#5  809.

7. 2.8.3 80:-:3.9:   .0203  .2!!      !#%&!##!$%     ..79.3.8.  #4. /549435.8. /. 9072.0203  . /./2.9 /  .3 .8://03.8://.8://03.3 . /54943 5.32-.3 503./03 -  :3./03 -  :3.  ..8:5702:2 /84394/.8../2.380:-:3..350302-./.8.-7:94 :39:503.32-.3 90.75077. -  2-. -  2-...8. /54943 5.3:9.3 80.3..  #4.3. . 80-.2.8.3 503.3.2!!      %#! % !!!$    /...350302-.380:-:3.3/.3.390./2.3-07:5.3.3-07:5.438:9.33094.3503..3/./2.8://.3/03.2.380.23.8.3.3 503. 903  .3503.3 /03. ..3..2.3-07:5.3 /03..3 503.8503..438:9.8:5702:2 /84394/.. .9 /  ./.3 80:-:3.8.9. 903  .3 80:-:3.8. 9072.80-.3 .  . 80-.3.7.3!!     /.8503.7:2.8.80-..3 .380.8.3 80:-:3.3 .3 /03.79.9. 2.3 .3 503:3.75077.3 .3 80.  $0.8./.8.3-07:5..3 .-7:94.3 .8.2.3.43897:8 .75024943.3.3/03...3 /03.3 90.33094 :39:503.3!!    .8..7:2.390.3.43897:8 .23./..3 . .8.8.3 .3:9..3 503:3././..  $0.8. /549435..

.3 90780-:9 808:. !!  .3 .3309480-08.3.3.3 5079.2.3 .35./  !077.8..:39.7.3 -039::8../ 2.9.8:83-08.25.8.-7:94    2-..20249435. -.-07:9     ! % !!!$%$&%%! $#&%   54943 !! 80-08.  80/.-7:94    2-..-7:94    $0./.3.380.7 /./.79.3 /84394 .82.7 /.8..-7:94    2-.80-. /.3 .. -7:94 13.7 24- 90780-:9 #5    4/43207:5.3.: 502-4743 -.3309480-08.7 :2.3 3. ..3.3 503.3 3094 80-08.3 3094 80-08. 503.7 /.. -7:94   4394!02-.8.9.3 -.3 .3 ..3  .2 3007 /.3 502-::.3 /-. ! . 5./.. 903  .390780-:9 .3 .507:8.7./.3!077.8.3 -.3 /.7:2.7   /... 503:3.7.909.8.7 /.#5   !07:8.3 .././.3 05.  $0.0203 /..  5030-.3 309480-08.3  !077.8. 2.3 57-.3 &%  !077.3  !077.3 /03.8.7    /.3 :9.9:08025.. 47.3 4/43202-.3 /03.3.7:2.3  390747 /.30.  .3 57-.7 :2...: /-.79.3 /.8.8.7:83. 88.73.35020.3 503.3 /03./03 !.9.3 80:-:3..3 503.3 502-.7.8.503.7 .5   !! #5  #5      ..8-:3.3:3.38 /..2.3 80:-:3.7 :2./0. /03. 503:3. ! 47.:5:3 -.8:.8.3 /. -.3 ..3#5  :39: 24- 507:8./.3 80:-:3. 43897:8 . 503072.3  ..7.8.8.7:2./0390780:-:3..9.3 503.3 .3:3...7. 438:9..38..3  502-078.3 503.3 907:9.7    /. 507..

 9..3 5.5./ 2.3 05.8 808:.3/.3 /.7    /...2 507.3.3 57-.380. 47.:5:3 -.9.909..: /-. -07.3907:9.9. -7:94 13.3-039::8. 4 !  .5                       #0107038 05  703 !.9.  54943 !! 80-08.7.7.. 9.8-:3./.3/84394.3.3 5033/.7 3007  -.970. ! :././.3 /909.7 :2.9 . .71 .

! .

 ! 030: 4  .

 .

.4 !  . && 4   9.:3  05  703 !.

! .

      .

 /03.:5:3 :.9.3 /.9.7 3/4308.3 -.  .7 3007  30.3 90780-:9 /9072..3 !.35.5. 809.3 503. !03.:5:3/.3 5.3/9072.9.9.3 094/0 70/9%07-.2. .8.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    . /03. 809...5.D9@.35.9.3.: -. /-.3.3503.3 -.. ..33.8.7.3 /9072. 502:3:9.390780-:9/9072./. /03. /54943 5. ..8.502:3:9.  .3/. /:-.8 ..8 2.9:7 502:3:9.3 .9:/03..20288902502:3:9.3.:5:3503.703.8.502-0707...7.33.7 2./../3/4308.. 907.  &39: 203..2 5.3. 203072./3.3 :.8.83 2.7.82:2 0/9 5.2 3007 . ! /.3.2.3 5.2 3007  . 2.3 !.9.2 && 34   9.5 ! /.3-0703.  80.8330.73007907.907:9.83  803.3 :. ..8 80:7: 503.:. 907.3.7.3 .3 502:3:9.8.3/.3 203:3.770/9 094/ .3985.203.8.7300740 ! /./:..3/:.5:3 503.22.72. 4942.2 3007 /03.9.  3 /....8.55. 502:3:9. .7.7.83 2..530. /./:..3 /03.. -07.3.2 50.3 && 4   9.3/.3 /2./.3  . 503.3 90.3.7.8 7/3.D-I   9 ½f©ff°%%   !  $ %$! % !!!$  $ $      !&&  &39: 203/.:3   /9039:.3 .7:.9.3/3/4308..7/.....8.8.: /50740 -.20309. 805079 /09.9. -07. !03. /.8-. 808:.7:8 /3/.98 :.8...3 -.3 09039:.: 907:9./.3.73/4308.:3  9039..3 8:/.8 503.7 3/4308.    .7 2.7 3/4308..7 .  2. /:.8 5..

3:.503.3 /03.3 49473.73007/.3 .2 .3 -.3 09039:.9.9 /. 503.3 503./. .3/3.9:  . /03.7 3007  07:.3 8. 5. .8.3203.... . 907.3.  .7    !.9.9.8.3 3 9/.8.7.3503.230072.3 80:7: 503..:8. .207:.3 .3:2. / /.7/03.-:3..2 5024943.8093 933.3 /.33.9.5 5...715747081  -  .8.9.30.:5:3:./.. .8.3820 80/07.3 /.7 3007  909.8.3 /.73. /.3 /9:3 203:7:9 507-.3 :39: 2039:3 5./.:/03.7503.7 3007 5./ 07:.. !03.. !!  /.39.7.8./ 8.7 /.5.7007   ..3 :2. 3 50393 :39: 203.7/.3 /:.:5:3 :.5...3 90780-:9 .3.7 3007  /.3/03./.3 !03. :.3 .3 /50740 -.9 /.0.3 -:.3 03.3 08..2 50303.9.3 ..3 !!  9: ..5../.3 !!!..8 503.39.3 503.907:9.2.39.3 907:9.35.580:7:!!/. !! 20.:3 5..-:3.3!!/03. .  /  .73007  . ./. . /03.5. 907:9. 5.  !03.8 :.2 2039:3 -08. .7.80:7:!! .23007203.3 /2..   .3 /.3 !! /. 907...3 503.8. !.73007907...3 5..2  3007 /..3/.7 3007 /.3:.7 :.2..-:3. /.303.3:9  /.3 / :. ..3.7. 503.8.2.5. 8.8.3 503.3 907:9.7 9/.8.503079.2 3007 2. 8093 93 8.3 .73.. :.!.5./.3 2.8.3.3 /. 5..3 507: /507.3 907. !! //.3:2.3.9 /70/9. 3!!0-0.9.%07:9./.  :2.3 . /5079:3.7 203:2../. -40 200- :2..7 :.3 907:9.3 907:9..37:2:8 !03. /:3. 9.8.3/..3 /50740 /:.8 80:7: 503.8 80:7: !! /..7-0-07.9.  094/0 5079:3.8.5 9/.5.30-. -0-07.-078:2-07/.35079:3.

/.89..3 90780-:9 .  1  !02-09:.29.3-08.3 9070.3 !! 5.-07:9  .:3-07:93.7 #5      /2.3:9.8    4394!0307. 70899:83.73.3!!     !.80-08.7 #5 :9.73007 200-:2.3.3 :2.7 $3.3 /03.:3 -07:93.71 5./.. ./.73007/03.3.7-0-07.   .3/.3  2.7#5  /2..3/:.5. 70/95.30.9.3/3.8 503.3 502-09:.3 40 ! ..7. / .:3 5.2 3007  2.3 .73. 3 9/.82:2 .8.390780-:9  0  .3.79. .3203:7:95.3/.3007 5.   ..7.7:897.80-.5439 .:3 9.3%.8./.5.. :2.3 :39: 203039:.7:8 203:3.3 $!% :39:9.7#5       ...:35.9.3/.3 20.3.39.   ..   .3 70/9 5.9 /5079:3.  /03.715.5.80-08. 203072.: 80-08. 5./:.. .7  #5  :9.!!    08.3$:7. /. 80-08..7!53.3 -07./909.8. //. 00-.7./. 907.3-07. 90780-:9 9/. .8.: 80-08. /.3.3 /03... 9.3 07:.   !%  %7.3    !0309.8 /2... 89:.3907:9. 07:..3 /507:.3-07.3-078.:80-08.9.7  #5  :9. :39: .85079:3..9!02-079.3 5.73/4308.. 9..:.5.3 /-.3 /03.7 3007 /909.9 /435038.5:7.38:/.715.5.5..9.9.5.3 :.9 507-. .3.:3./ 07:. 9..503.80-08.7#5  /2. 503.3 .3 :8. 70/9 2..38:3 /5079:3.

 &39::897./:897./$3.3 :39: 2.-07:9 .  #5  #5    #5    #5  :9.5:7..-.83 2.715.8../!53.3/50703.7..-.303.5.370/95. #5    &39:!53.23007 #5  #5  #5   #5 9/.3. #5     #5    #5    #5 :9. . #:/00.82:2 70/9 .!03.3.!. !!  #5   !!907:9.8..3/ :2.3   #5   #5    :2.83 30.-.7.!!907:9.3  .!!:./9:3/03.73007 !!/.8.  #5  #5    #5    #5  :9. .425038..  #5   #5     #5     #5      #5       . #5    &39:$3.9.!0309.3 203:7:99.  #5   #5    #5    :2..8 2..5:7.

80-08.3 /03..:3 ! 030: 4  .3/. 70/9 5.8 70/9 . .5.3. #5   !53. .:2.. 907:9.5:7./.  &39::897.9/70/9. 2.3.82:2  2.#5                      #0107038 && 4   9.3 $3...7507-.5.3 0909.#5  /.3.9.3 20303.3 202507.3/3.82:2 70/9 5..39070.9..39070.

 .

 /:-.:3         ./&& 4 9.203.

../ 8.:  50780/..3 -.7.3 /.3 ... 507:8. . /:.3.3 -.3-.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .3 /2 :39: /:.7..3 80/. 9/.3207:5.3 /.703.9. -..3 50780/.38./.9 50393 .9..7.3 3/:897 202  038 50780/.3 / .547.9: 50780/.7.3 .2.8.5:39:/:..  .3 -.3 -. 202 50780/.3:93....D9@..3#:.3..30:. -.3 503079.2574808/. .3....350780/.. 202 50780/.: :39: /574808 80..3  507:8..8.3 .3.547..3 /..3 .  07/.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!!#$  !&!#%  $ $      !&&  !0780/.3507:8.7.3.3 ..8 2.

9 /8:8:3 9.: 3. 20309..2.3  08...3.3 /.-.. 2.3/.5.3 50780/..38:3-07.9 08. 50780/.3#:.3.:5:3 07.-. 9/..547.35...3 /........2 503.

 ...3 #:.:5:3 307.. 2.-.2 5079:3..

3 :39: 20.  .350780/.3 .  094/0  1789 31789 4:9    .3 /.7. /507-40..73.5.:..-.3.7.2 503...9.3 -.3 203:3..3 .3.7  .3  094/0 .3-078 !0780/.9 /507:3..!44!03:..3...544203:7:95.. 50780/.3 50780/. 5079:3.  094/07..2 7.3503.3/.3/. 50740.3 !!   !!!0780/....3..7.3 .350780/./. 7.7:-08.7.. !02-0. 3..7 202503....3.3502..9.

.3 502.:.580:79.7...3:.9: .3 8.  !!#$!!#$   !03:3.3 502.8 .2..:3 9.3 50780/.:..7.2028.3:93.3907.3 50780/.3 :39: 2039:3 .380.8..8   ... 544 90780-:9 2.3 .7.9.793.. 503.3 2094/0 503..7:8/:3./.../.-!..-.7....9..7:8 /...5...:39:9.. .:380.3.

°9 °–f°   !0780/.3  !03:.  !02-0.3  !02-0...3.3..

/5.  !03:..3..

          !      #5         #!        :39 #5     :39 #5     :39 #5      :39   :39   !079:3. 2094/07..3 /03.3 !&. 7./5..3 . 50780/.3 3.9..3 /.7.9. 544 503:.

 !          #5         #5           $$.

 !#$    #5        #5         #5         #5         #5        .

 50780/.3 2094/0           !      #5         #!      !&..3 ..3 3.3 /.3 /03.7.  !079:3. 544 503:.

 !  $$.

3 :. 83  .3 907.9:7 /03...!#$    #5       #5     #5        #5     #5      #!        #5      #!       #!            #5        #5            !073.3 50780/.5 . 4 $ . 50/..7. /-07.3 703 !..3 $:7.5 !.9 /.3 '.. 3 /.:9.:./.

! .

3 3/4308.9.02-07   $08:. 4  .4.3. $ 708 .

.

05.

  0802-07 .3-:.9: .9.3. /03.3 /../.8 ./.:.8.7 ..9 3 :39: 20.547.3.3 .-.    . . !' 808:..25. 203/.:9. -0 :.  !0/.3 203.35.547.3 079. -0 & /807.3 ./.350702-.39.8.3 /0. 83 !'  .3:8:805.547.06:0 %  -  !0309.3 '.3 :78 :.3.33/4308.5..3 97. -.3 05.  !'/.3 :.3 90.7 %.83 &  /.3 -:.3.007 8 ....3 502-0.5.3 -.3.:3..: 507:8.

 !' .3 .8380-.380.7.3 /03.7.. /.83 90780-:9 .. 7./. / -/.:  /..544. .3  2039:3. 50740..7.7:8/.3 ..3 .3 50780/.3.3 502....3 -0707.3..8.8.9.7.3 ..3 :8.3/..-!. !' . -.:9.9. 7. -07/....:../.7.2 7.3 :39: 5079:3.3-..8    !&!#%   &39: 20..3 /9:3 80.3 50780/.. /.-..3.7. / -/.3 /. 2039:3 503.- !.79.9.. .:.  .3 503. .- 203003.&&&!    !03.:9.3 .8.2 507:8..3 !.9.3 :8...79.3 -0707..3 .9...3502-::.3 503:3..7.3 80:-:3.-.

.7.3.3 /.3203..3 5039:3.9.3 /.3./.3.3 -.5.3 /./    .9 /04254..7 503:.8.50740..5.:503.3 503.907.7:.79./503:.3.-.7.

7. .-0.3/...907./:.3.50740.79.2.503:.

2. .503:.7.79.50740..3/./9:.3.7.7203:.907..

3.3:8.2.3  500-:7.-:3..7./503.2 7.3.3 .3/. 50740.3  5020.3  5020.2-.  ..3 . :/..503:..8  503.9../..907..7.:503.79..

 -./ 503. 907.3.3.3.3 .78.79.3 . 503:.3/.39:..-.9.3 /.703.:8:2-.2 ...3  .7. . 50740.

.3 .3. 503:. 907. 40 -. 503.8: 80947...3 80-.7. . 9072.324/./.3 /..3 /9072.50740.2 .39 503079../ 503.3 9:3.79.     .

.79./:.-0.907.50740.907.:.  .-07:9    .503:.503:./:.79.3/..380-..2.7.3/..-0.2..3. /9039:.7.9.

 -0 /. 90780-:9  805079 -0./.3.3 ....79.2 .3 /./503./././. 80.. . 5.  .7..79.3 /0:..3/0:.3 /-.3. .7.. 808:3:3.2 7. . /9072.7.3 . :2.3 -  .7::-:3.8.79.3. 808:3:3.3/503. 502-0  . 502-0  .39/.38920.  .  .3  -  .  .  .3:9. .7../9072.7::-:3.. 503:. 502. 5.3 -. 503:.7:83.3 -. . 503:.8: .7. . .7  /.7..3 .     .38920.7. 503. .3 . ... 2.7.7:83.7. 3 9072. .7.. 50740. 20250740 .79. .8:  -.. 5.3 80.7.3 /.7. 503:. .50740. 50740.

. 5. .88. 5.. .79.7.  5.8.7    !%  .89:.7203:.7203:.7..-./97. 5.503:. .79.7.7.7.38. .3 80.90780-:9.3.79. 50740.7.9.  ./.7.3 .3 . 502-0  .50740.79. 3. . 503:.503:. -07/. .8.7.3 80.7.79..:3.79.3/.  #5   #5   . . /9072./../03.7:83.79..  .3-07/..8. 503:.  #5   #5   !%  ./0:.7.7 !.5.907.9  && !!   4394    .2.3.8..7.8.7:83.7 -  ..907./.3 .3 2.3.3.!.   .-:: .79..7./9:.8.

7 ./.3 !!  !%   20250740 0:39:3.3 . . 88.5. -:: .. 90780-:9 207:5.7.7. 5.7./ 5079:.3 .3 80-08.7:83.9.7.. !%  /.703..3 /5079:. . 9.7.79.7.3 /03. 907/. 50740.8.3 0:39:3.7 #5    #5     #5    /.7.3 3.:5:3 9/.7:83.3 .3 . 50740.3. /0:.8. .3 .39.7.3 207:5.7.5.8502-.  ..5.. /9072.7 /03. 5.7.3 80. 503:.3 !%   907.39..3 3.8..7.3 !%  20250740 0:39:3.3 .970.79.79.3. #5      .3 /5079:.0/:.3 80-08..  $08 .3 80.: 3.7.39.7 #5      #5    #5    .

.3 8./ /:.3.: 0- /03.../.. -.3 -07/73.-:390780-:9  !020.9.3:8..3 507:/09.:0-/03.3.203/7.8.3 :8.3 203.9./.-:3..8 -. /./.79. 909.3 9.3 /:.3:8.-07:9  !03.3 80-.7:/.3.3 :8..3 . 507:-.503:..: 0- /03.2.-:3  !00-:7./..8  503... 20:/. ..89.7..7/:.79.3 5.. 8. ./.3  500-:7.7: /. 50740.503.3-07.. 5028.9.-:3./..35...3 /./.3-.3 5..2.  &39:202:/. 503.3:8. -.: -0-07.3-.3:8.3 .8-.3. 203.3 20:/..../..320:/./..3 :8. . -..3:8./..-.8 -.3-.3 -. ./.7. :/.39039..3 :8....3 5020.3 /. /.9.2-.9: -.3 /../.3 .9: -.3 :8./.-.3  5020.203/7. .9.3 203.9. -.3/.3:8./.-:3...8. ..3..3 .   ./.7.5.3502..3. -07-./.3 .-:3..3:8./.3 ../.-.3 :8./.3.5 2025079.. 907.:503./.9.. 8.3.: 503.3 :8..2 .7.7. 05.2 7../ 503.7: 90780-:9 ..:../.33..

3/.3 5443413907089   !02-0.3 /:3...3/03.5.8.3 .  :2.3 80..8.7.9:!%  .3.79..3 848.8 2430907/./.7...3:8. 5.9.:39.3 203..8.79.3207:5..3 5020..5.8..  808:.089.3 .7#5       -  !03:3..7.79.3 /-07 003.9:  !03.3 !% /.3 80. .8.79.73.!.30-.7!% /.7  !.79../!% ..83     !%  .3/02./.24384/.8.3 20250740 . ..3 .7. ..:: $0./.380-08.3/.9 0:39:3. 88. /.7.88./.3. 5.8. .9:. -0/.3 /807.7 #5    80/.3 500-:7.3503072.30-. 03907 0:.8.9..-::/.7.39.: /9072.3 -.38 42078.7  $08 .-:3.3 202-039: -.7: .3 !%   203/.. 03.7.7.3 !%   20.79.7 /03.3..3. 2030.88.8.3203.5.3 5..8.3 40 !%   /.3/-/.3!%  80-08.3 500-:7.3 3.-07:9   .-:: .7 /..3. /.:2:2503.  #5   #5   .3 3. ..500-:7.27. .7.8/.88.3./.5.7#5   .70/:.80-.7.7.7.9:.79!% 202-::. -.  503.3!!  4394 !%   /.5.79./.9..3 /.:.3 :39: 20309. -:: .27./.3 5.5.3 .3 ... .3 20-.8.73.7:83..3 5:.7 .7.2:3/.3503.79.390780-:9.3.-:: 5443413907089  07.3.3 80-08.8.3050393. 04342 3.33.3/03. 2094/0 .  #5   #5   !%  .90:39:3.7.3. /0:.79.3!% 203/.

7.8.9:  4  .9.9:.8..2 .38 5075.3.: .3 050393...9 /:3.83 2094/  .3 2094/0 503.3 5:7.3 03907 0:.3 05:9:8.7  80/.8.:39.7...5.3 2094/0 502-0.. 5.3039070:.3   05:9:8.3 /.3 /.: -07/.3 .3 -07/..3 ..7.3 /:3.3.

 .

 /03. /:-.  $05902-07  .3 90.34 . %.3.

 .

3 $:7.3. 4  $ .3 703 !.  94-07/.9 /.7 /:-.%.7.. /03.3 907.

!.

.9 .  -:.2 7.010    .3:8.3 /.:.8.340!.3:8..7..3 907.:.3 20..3 203072.:. /./.2 7.3   .3.- !.9. O !020.3503.3 :8.2-.3  $0-....3.3.7. 703 !. .3.7.2-.3:8.3  500-:7.:500-:7.9.79./.503. . O !03.3.9.3  9/.  /03..3.79.. ! .93.503...3 20.:.79.9 203:3.-:3.340!..7..-:3.:.0 !03. .  .-:3..3 20..  !072443.3 5072443..3 202-.3 05.7.3 3.3 /50792-.3. /.9.3 203:3. /.3.9: /..3 3 /.2 503. -.3 ! .3 :8.:.: 5020.3.9.3 3.3 20.2 503.3..79.3 .3 05.79. . /./.3 503.- !. .203:7:905:9:8.79..2 503.3  500-:7.3 4 !:-.2.:.%.3:2:2507/..3 .3 5072443.-:3.3 .3 808:/.3 .- !.-20203:8. ! .5..3 503.7 80.:.. !! ! 90780-:9 907/. .. . -:: /.7.3030:/.3 .:5020.9 203.9.9:7. -:: /.2-.  .19.3/.390780-:9205:9   .:500-:7. 574808 503./..8.:. 5020.3.3 203. !4 /-:78..9  03..- !.3 503.:../...:.3 .

8.33. /9072.3 ...2-.3 :8.3 80.8 80:7: :9.5 -.8: .3 507809::.3 907.9:05.3.7..2. 90.93.3 .3.2-. 5034.. 8:7.9 .3 507809::.3 202-07.703!.7. . ./.3 5.3 80..9 .3 203072.83./.. 5072443.   %0.9. 20:3. 02:33.5  02. 20203: 8.9 05:9:8.. 8.. .3.-.9: -:.3 80.3 5034.3 ..3. 5:. 03.3  !.9  9072. /.3 /8079.7 809.3.5072443...3.

9 203.33.. .547.- !..19.2 7.3 :8.3 .3 907/.-:3.- !..79..8   ..7/!! !!4.3.:.3 ..3 0:.507.9.3 503.3 .3 20.3 .3.07:.:.5.: 500-:7. /. . /.79.3!:-     $8. /.3 . .7:8 /.38.. 503.:/9 40 :39.3.3 07:. 503. :39: 9.  .:3 5.. :8:83..

909.8 . 80:7.3.3 574808 503.8.2.3.88.3 :7.9...:3 8090.7:8909... ..5 9070- /.:.3 O ! -. 18..3:8. 8008.5 / .  9072.9.3 70.:.91 203..3 .3    .2.3/..3 :8.8 205:9 80-...38.3 .:.79.8.9.9..3..3/03.3:8. .3 -0:2 /425038.3.9.9.503.9 O ! -.5.38080-70.3.33.3 . 909.3.9./. .8: 07:. 2:33 /03./. .3 :39: 203425038./. 909.5 808:.  #0.3 07:.82.7:8 20..3 18./. 802.9.3 0..: 80:7: .8.  9.-:3.7.8 .3 808 :78 -. 909.3 O !.3 :8.30. /03..:500-:7...2. /. .3 :8.3 :8.3203072..:.8.2 43/8 .:/.3 .5. 07:.91 203..9.3 -07.3 0507:.::  203:7:9 09039:.

 808:.5:8. O !03.:3 -::8.3 70.27.. 909.3  500-:7.33.3703!. /9:380-. 02:33. 5747.7..7.3 ! .  9073.5....:. 503..    !07809::. -:: . -:: .38090.3 .3 80-.3.3 90.: 5020.79. 203/.3 -:. /03..3:8.3 80-0:2 503..3 5..3 -. /03.3 .87..:. 2.3 .  $0/. ..3.9.3.79.:.3 /.9.3/..324798.8.33. 2..3 207:5..3 ..3.9.3 907.79.9.. -:: 90.8 . 5./.:.:. 2.3 /.3 .:. 503..3 /.5..:.3 503.9507809::.3503. ..3-.3 90788.3 .3 :39: 5... 20.3 :9.8 0:39:3.503.8. 502-::. 907907.3 O !03.9.3 20.79. !03.3 .3.3 203072.3/.  .9.:500-:7.25. -::8090.2 502-::.3.!..3 !!  02.3 -::  ! .3 . 3.3 /507403. 80-..503. 803.3 ! . 90780-:9/9:38.. 50740. 9/.370. . /. /0-9:7 -:.3 503./. 503.3 5:9.. 203:3.3203:3.-:3..8 .3 207:5. .7.3   ./.9./.3703!. 203/..5  2.3 20.9.79. /03.9 3.2.-:.79. 5.9 .9507809::.503. 5079:3..3203072.3 20. ! .3 3. 5.3 //.3 ..5:8.3 . 503.79.3 -.9 9: 80. -:: 9073.9 .3 :39: 9.3.:. 2.3 203:3. 70/9:7 -:..-:.9..3 3./ 425038.39:2 /.11809 :9.7:8 /3.3 .39. /03.9.88.7:8 203..3907.8       !03:8:9.. .3 5:9.3  .8.3 3.-:3.892-..3 503. 5.7.:.8.3703!.3..79..31. -. 3.7 /.3.

2 503:7:3.! 907/. 203.:.3 907..3/2:..  503. /.3 203072..7:. 203. /.3 :8. 503. /907-9.:3 5.9.3 $!% 2.503..9.9.: 70899:83.3 -0703.38. -07.:3 -07.3:8.3     !03:..3  803..:. -40 0- 0.2/   .3 /. ..7/!!8090..3 $!%  -.:500-:7.5.2.2.703. .7:    $:7.3!!     0.: 9..3 -078./.!./.8... 9: $:7.3 /./.3 503.3 /.503. -.. 503.503..90909.3 :8.9.3  ..3     !!!.-07:9  0.5..24798..3 !!-. 2.. 80-0:2 503.-:3  ..:./.38090.3!.8. 500-:7.3 20.3-07.2094/0 503:8:9.-.19.6 3.3 $!% 2.9.35. .25..: 9.:3.:3.3503.33.3 :8.3 20.9 0909.3203072..9..3 203. . !02078.3 503.... 02:33.-./. 8090.80.3 1472.:.3 503..25.-...503..3  0.8 . 203.. ! 503072. /. .3 !!-.9/.3:8. !! !.3 !!  /..3.3 1472. 2.25..7 80:7: ! .3907.:.7 503:2. ! .8 3.3 !.3 !! -.5! .3:9.-:3.8.3 .  ! .8.7 8.8..: 9.3 .3 !! -.!.3 . -07.3:9 ! .5.3 503:7..503/7.3203072.:.3 /.:3...3 -.3 :8.:3 5.503.2 9.8.25.3 /03.3 203.3 8090..2 9. /.3 /.:.-.2.3 /.3.3 9...3 20.9:780-.3  .

3.3 / .7.3. 8. 503.3 80:2.9.2.  .5.7..703.3..39 8. /:.-.. /. 503.5...3 207:5.9.7.8.9 /5075.9..2 .:.80890780-:9:7.3   .8.3  2070.3502-::.8 /.2 -.3. 09039:.2.203:. /.3.7 -.93...:3 .9 20.9 .7: 80-. 203/.3/03. /..3 80-.3/.3 ..7.3.3 -. 2.8.3 :2:2 507/. /. 203/.3 /.3 3.3  !  80.3 90780-:9/.3!!/03. 9/.3!!808:.5.09039:.3-07:9  5.3-07:9  03.5.3-07/.71:2:2  %.8.9507809::.2.3 203:.3 8./.2-.5 503.3 507/...3..7...3 :8..:3 8090. :. /503: 40 !  2.2 /  /..3. /03.7:8 20203:09039:.8.9 /5075.3 8.3 203072. 9.3 503.9: 9.8 9/. O $08 . -::.7!  5.5.2 -.. /.2 . .7:8/9:3:.2 .! . 8.7..3 O .9 :.3. 9.3.70:.7.  2..9 507809::.2 7. 5020.5.79.3 !! /.3907:9..  2.. 8. 203003.3. -.73.3507809::.3. :. 203072.. 50740.3!/03.  . 8.:3 -0:2 /..9803.2 -..7703!.5.2.9: /. 5020. .3 3. 8.59.. .3.3 0 !! /.3 80-.2.3 :8.7... 503.3 503/.8.7:90780-:9/.5.9: 9.2..3 8090. 3.3 /9:3 -07/.50740..:.3 ./.3 . 203072.2 -. .39. 907:9.2 7.19.3.7   $0/... 3. 503.9 /-0-..3/.7: /.2070.3/. 80:2.9.7.:.. 503.3 5073./. 2070.2-.3 .3/:. 503.3.7:820203:09039:..8.39 8.3 3.0.../.33..3!  .5.9 2070..2.-.7.

7.3 !! -. -07:5.3 .3. 50740.79.3 !90780-:9 /-0-.:-.3.9.3.3 /../.7:9.3    .9.3:3.  !030. 503.8..:.

7.78 09:7:3.9.907.  5007.: 2..-.3.7.3 . -078.7.3  8079./.20203:  2.3 .. .9 -.79.3. .: -..8 .3 .:8:2-.703.2 .33.3.3./ 503..3 .7 503.-.3. 9072..3 /909.3 :7:8 8.3 40 -././03..79.: 503:..33.3 .7 -  &39:!.50740. .:3 503.3:3./09.9..3 - && !! 3.  .  &39:!.8.203003.78.3 . O !03.38./.8: 4507.9.9./503.33.2 .3.2.3  2...3 848.39/.503:.3203003.39:.9  :7:1 .8.. 50740. .38.79.7.88.39:.3.2. /09.3  0502.7.3 8.5. 50740.-:: %. 5.9 /.3/9072.8.3. .3 0.3  .. 90780-:9 9/..3 . 80/.9.3 /03..3 8.. . .. 0. -:: . 20203: !.3 /..5-. .3 90780-:9 9/.33....3 -.  8:2-.3  .5.3/..3 40 03907 0:. -07:5.: -.3 -. 88.. 5.79. 9.703.9. /03.400:.9: 80/07.: -. 5. /.: 3.3:9.3502-::./.79 3.. -.3203072.9.:  2.: 503:8.3 /.3 /. /. /.2.9.8./. 50740.3.3 ..3 :8. /.78.9..: 8:2-.3 9.3./03. 3.3 07./.3502-::.7...39.9/.  .3 503//. 907.

3$. $!!% ! 9. /09./..3 8. 50740. 3.39:25..89.. 3.9..2.79./.:3 8.3  ! . 50740.$!!%!9.3  ! .3907.9.3 907.3.:35. /03.:3 503.:  2. 9.3..3 9/./507403.2.!!!   .8.3 ! $!!%!9.3.: O ..:3   8.3/./ 9..90780-:9 ./.7.9. .  3.3 /9:3 -07/.2. $!!% ! 9/. /03.: O !03.:3   .:3 ./03.39:2 5.

5.   ./09.7 .7.3.79.3 . /.5..3/9:3-07/. 9/.3203.8.: 2..7 09039:.: -.3 9.50740.3..79. 50740.5.7. 907443 8./.78.8. .79.9/.3.9.39/.38..9. $!!%!:...3.7.3 $./9:3 /.9.3 203072.83.!.2.33.79. 8.50740. -.9.8 2.3 /. 80..7.3:3..9: /.90780-:9     ..3 3.3.3 /..!!!   &39: .2.3.8./03. 50740. .7.5.90780-:9/9072.

7/.90780-:9       #0107038 && 4   9.:3  05  703 !.33.79.7.. ..3 503072. 503.5. 907.. -.. 9072..3 9:3.79.3 .  ..2.8.3 /./ 503.9047 3 8./. 4  ! ./. -.3 :39: .2 . .324/. 503.. 40 -.79. /03.39503079.3 80-.8: 80947.503:.3 /9072.

  .

.05 703!.4 ! .

! .

             .

.33. -07-0/.3. 207:5.9: /03.3 502-0-. /:. 9/. 8.  0/:.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!&$&%  #%$$%'  $ $      !&&  $0-09:3.3.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .D9@.3.3 .

. /03.3 503:7:3.3.9..3 0:3. /.2 .-..33.

3-07:7.:3/.2.79.3  507.-07::/ 39...88098  .2-.9/5..3  507.-49..8  2083 2083  0/:3 /.8.9.3.5. /.3.3 /2 -:. 9/.3 9.3. 909.8:/..5.8:.3 . -039: 18  .8: /.3. 909../..32.3 40 507:8. /.5..3/.3  .3 -07::/ 9.... 02-. /:3. .2.3 . 9..3  .43943..802.31. 202 2.9 /8:8:9.30-/.: -0781.5 .9 80. -07.3 2.5 .79.3 80. 70.9.3  .8 507:8./:3. 909..79. .3 20250740503. 9..5 -07:5..3  805079 507.3 -07::/ :.9.5 9/..5 .3 :39: /:.3 -07:7.303 .3.: 5079..344/    .2.2 4507.9:9.3 :2:73. 02-.3  0.-07:.79.9 5072.703.3 03903 .9039 .59.9.3 20250740503. 0:3./..5 .88098 2. /.  909.3 /.3  :8:8 :39: .3 /-0 40 507:8. 2025:3.  80.3 :39: /:..7 8:. ..3..8 507:8.7.9047.3 .  7 :9. 802. 5..91 909.9047 ..7 .79..2 .7. /.3-0. .39/.9. 909.3 . /../.2 4507.8. /.3 -:.3 /:3.3-0.3 :.-07::/.3 -07:3.9: ....:5:3.8.:.703.79..3.3  .

79.3/.8.8.3      04254 04254 04254 04254  !072.71 :7:8       .9.3 503:8:9..:3 9.-0.9 %..:3 9.9             %.:3    9.8.503.-07:://-0/.8.04254 -07:9  %.:3  9.78 :7:8             %..07::/  9.78 %.:3  9.9.:3 9..303 %/.:3 9039.9 %.2-0-07.8.31.79....:3 9..8:39:.07::/   .3 %.303    .9 9..31.5/.07::/    .79.07::/ 04254 04254 04254 04254     .3:3.79.8.5.7124798.909.3.71$.3!03..3!.31.-0.71!03:8:9..71$.:3 %.79.24798.03:7:9&&!075.8./4 03:7:3  :.3.71..5072.31.%.79.3.3 .:3  9.3:3../4 03:7:3          .:3 .3 $:2-07&&4  9.

- / :.3 /.79.83.3/./.9-07.. 20303. 207:5..7.3 8:/.3 .3 .. 9/.79.2.2 /.79.3 -08.7 574/:83..3 907.50307. 5.3  .79..29. .3 -.7 502.7.9047 3 .3.32.3  $0-..7.79.3 /-0-.3 507:8.2-. 909.79.9 /:3./.257480850307.3 /9. 80-.: 503.7 .-:.3 40 .3 .580-.3./.3  . 909../. 9/.5 .7  80/.  !03. /2:.7-.3 /03. 909.3-078. 9. -:: 203:7:9 && 5075..7.. 88.8.9.3 07:.3 80-.33. /.79.   $%#& #%$$    . 9: . 80-08. .703..39 /03.. 9. .383. 503...79.3. :2:23. .3/.  .3 . 2:. -07..5.3-078. ..3 /.3.3/-0/. .9: .79.79.8..8..8:7.9 /5079.5 /.9 :8..9 -07.3 8.3  805079 5039. 90780-:9  .3 .3 ..7:  .9.9..2 5074/0 503../. -03.3 80-.7 0:..703...3 803.3    .2 ..3 /.83  8.3 .3:9... 8:/.-.2. 0..7 .- .3.3.3 90780-:9  2.3    . 503.: 5.703.39. 203:7:9&&5.8..703.. /.:3..8.90780-:9. -03.3:9.: 507:8. /2:.3 . 909.. 3 ./. ..5 /.3 ..7.3 507:8. .8. 909.3.9.3      !##%%%!#!  %/.5 3 .79.3 .909.3 . .-.7 0:..8:/.:3 50740.. /:.3 . 80.8 503:.8/.9: 507:8.32. 203039.909.79.3.- 80-.3.3 0-.33.79.-.3 /...:38008..:3.7. 503.3 /.5. /...3 503.- 80-..3.7./ /:.3/0.503.5 5.9 /80-.2 8:./.3 .. /... 3 -8...5.7 .5.:3.    . 01803 .3 /.:3./.5.

3 7:5.8. 8:. 503.25:....8.7 2. 507:8.83 &$./..3 203.8.7 2.- -.7 2.7 /0:.7:83.73.3 /2/.7 8:.3 /03.7.3 -03. 909...3 /03.3 /03.3 -0703.3.7 .3 3.79.3 /808:.50308:.5-07::/.79.39. 90780-:9  .3 80-03.. 503:. :.9..2 .. /.:3.3-0703.9: . 80-.3 02.7.././ 507.3/03.9.79.3 0-:9:. 503072.7 -03./.9047 3 .....3 /.. . 507:-.9: 50308:.0723.3 -079::.79.3 /03.3 .4:8  #0.3 80.390780-:9       #' &$#%%%!  .. 9:.83  .3 3.3 :39: 203...3 ./. 503:8:9.79. :.3 .4:8 .3/.9..3 ...-  !03.7 503:.3 -0703.7..  #0.3./.... 507:8.3.9: 808 . 909.3 3. 907.79. .3.3 . 05.3 3094 /.3.3 ..5.3 -. 70.. 9:.50740.3.3 503:. . 043428 /.. 90780-:9 /:.3 2.3 -. :.3 80-.3 .3 9/.2507:8.3/:3.8: /.8 /.79.  .9.3 3.5 2.79.5 .5 /.3 ./. .3 .703. 507:-.9 /.4:8 .909.703.79.9.

37:5. 2.39.33.7  9.:3  202-0 80-:.. #5   :9.8..7208390780-:95.3. 9.5 3.73.7.89.3/.3802.31.0/094/  094/0$.30. 2083 80. #5      %   % !#%&    03.-::/.3203:7:3   $4./4.&$  907. :. 2.3.9.9.5.380-08.3 503:8:9.:3  /03.71503:8:9. 0- /.-08.7 07.9 9/.:3   . !%  %7./.3203:3. 5..  083 90780-:9 202 2././.

9.3 5.:3 0 3 /.37:2:8  3   /2. /03. 9.3.3.71503:8:9.3 5.3  %.544  3  9.7503:8:9.89.7.71 -3   %5 3  7:2:83.3.8..3#5     #5  #5  * #5   #5    * #5    #5   * #5    $03.:3 503:8:9./.9 /9025: /.9479. 202. .:30 3      %.:3  90780-:9.7503:8:9.5./. 9. 9..3 .::39:9.!03008./..:30 3  207:5. 3.:3  .73.2 7:2:8  -  /2...3.7 .3:.3 .3#5 :9.9/:3. 503:8:9...7.31. :39: 20309.7 -08.3 /.3.7 .73. /.20835.     %5 3- -  .-:: %5  %. 503:8:9.3#5    %.:3 .7.  -   $0/./.2 2039:3 -08.3 :39: 203.7. .3 -  .502-0./.: -08..3 !03:8:9.8:..-07.3    #5  #5       .8. 3.-0 .5.7..71503:8:9.3:. 3   3    /05708.:3 3  .33.:3 503:8:9.73.3. -::3 5./.

3       #5    !03:8:9. 4  ! . 507403.-07:9         #0107038 && 4   9..7.31..930094/  094/0.78 :7:8 3 503:8:9.3203:3. 2.... 2083 .8..3 .78:7:8  $0-:.9   9.3       #5       03.5 9.3 2..:3  05  703 !./ !03:8:9.80-.:3 203:7:9 2094/0 . /03. #5    :9.:33./.3$97.3 809.

 .

              #5   #5     .

5.3 /9039:.3 9.:35.8 503.3 5./ 90780-:9 /03./... . 8.3 5075..3 !7-.D9@.3.-./ ! !  ! ! /03.: 20250740 503.9. ...3.3 9/ 8.-.-.47./.:3-::90780-:9205:9.3 57-.9.2.. 5....3  ...8: 502:3:9.29...9 203:3.3 9.3 5.3 57-.... . /./ .. !  47.  %.3 /03..2 -..:3 5. 5./2:.:3 -:: ...9. 9079039:  $:-0 5.5.8..3 57-.9:-:.3 5075. ..3 !! 47.9.5.- !.:3 9.:3 5.:0-905.3 507.3 ..:3 9.5.8 503..&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .35../..80...9:7.3 /80-:9 /03.3 .3 203:7:9 09039:.93. 0.9. 47.3 907.9:9.: /9072.357-..9.: /507403.3.5 8:-0 5. 7..:39: 503..3 0./ .3 $:-05..3 /50740 .3  9072.2.-./03./ .3./ .3 :39: 20. 203072..9. /.:/.2    .2 9..95:.9.:3 5.2  909.39./.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&! %#&% &$&$! #!#   $ $      !&&  !.3 :3/..3!7-..7/. . /03.357-. .9079039:     $&! #!# ! /.!03.3 .8. 47.. 9.:-07./.3 5024943.!.8.3 /.5 ! 805.8.9.- !.3 507:3/.3 203072. 8:-0913.8.3 5.8.:.:20250740503.3 /9072.3 9. . 7.:35.5.

7 3/4308.. / 3/4308./3/4308.9.5 /9039:.3   0-07.3 4-091  $0:-:3.: 47. !.  47..8. /.9.3 502..2.2 3007 .3 57-..- 203/.7.  03..9: 9.  9072. :.: 20250740 503. . 20. 47.3 8:-0 5..2 8. 200- !03. .3 ..:-07.7 9/.9.-.3 .3 203..3 .: -07.:3 5.3.. 3..5 &%  / 3/4308. 3.9. !!  ! ! .3 507.33./.0- /. /.7 0-07.3 !! .3 -078:2-07 /. !%!  9/./.3 57-. !./ ! . .3 57-. $:-0 5.9 :39: -079025./.3 57-.9 93.3 03.3 / 3/4308./ ..7 /.2 3007 /./ ./ ! . 47.. 03.9 93.2.8.3. /.3 .  05.9:  -:..8./././ 8:-0 5.3 57-.7  .3   ./ 8:-0 5. ./ .2 . / 3/4308. 203072..9. . /.3 /.73.- !.9.3 8:-091 /.9. ... 203072. ...8.3 57-.: 039: &8.3 -079025.9:  -:. -07. 47.9 :39: -079025.: 20250740 503.3 .3 47.3 2025:3./3/4308.3 90. 47.3 57-..3 -078:2-07 /..3 %/.3 90780-:9 /.-.2 3007 203.3 -079025.3/7:39:20250740!!     $:-0!.3. /. .8.80.3 / -.7 3007 203./ :.  !!  $0/.7 3007  $:-0 5.703. 47.3 /92-.9.  !. / 3/4308.: 20250740 503.3 203.. 80. 47.. 47. 47. 20203: 0.3 /03...9.3 57-.3 8:-0 5.3 57-./ /.. 0/. 503../ ..3 40 :2.8. ./.5. /.2 ..: 203072.993..8 503./.3 .8. / 3/4308.9 93.3 203072. 0- /.3. / 3/4308./ /-0/.3 203:7:90.3 .7 3/4308.2 3007 ..3 90780-:9 /03././.3 2025:3.3 -08.. !03. 573853.8: 2070./.3 ! ..7  . 90.7:8 -079:7:9 9:7:9  909.19.9./. %09.3 80.2007 !   $:-0 5./ ./ /..3 4247 !44 .

7 3007 47//03.: /50740  -..9.7 :. /.3 /9072.:5:3 /.7 3/4308. 2. .420.

 .-.9:  -:..3..3:8.5..8.350. 20.9.7.9 93./3/4308.73007   ! .9.947.: &%  7. ! 9.8/428     $:-0!.3.. .53.9 507. 0- /.5 -0789...9 80-.3 47.3 5075. 20203: 8.:5:3 9./. . /.38.7007  7.9.3 /.0573.7 3/4308.:.33.: /50740 /.320.: &%/3/4308.7 3/4308.993.: . . -079025.2 20203: 0.8. /03.3 -079025.: .!203072.:20250740503./ .:.3 /9072...:20.9 203072..:.7  .: &% 2.80.: 20.3$:-0!..839073.30. / :..:-07.3  /.7 8:-0 5.3. / 3/4308./:.357-. / 3/4308./.:.3 8:/.843..5 /0.3 !! .3 5.3 .9.9.2.20./3/4308. 9/.:.. 50.3 ...35.-..:&%   5.9.9 /.9.3&%/3/4308.357-.3 47.3 5..3 .9:8 80-..3 20.3 /...7 203.:. 9/...3 /.3 203. 20. -.7 /.3 57-.7 3/4308. /.9..: 20250740 503. ./.3 :8.3  ..73/4308.9.7007 !   $:-05.: 47. 20.2 .9.:.47.8.-.:9/. /03.8.-. 20.3 0.73007./80-.8 503./ ./.8 503.3 90780-:9 909.39.9/. /03...50     !030.9.3 203072.3 /542.. !  03..357-.3.47.:&%  2. 9.: &% / 3/4308.: 20250740503.3 /02.. 84:7..3/..8:-05. 907.8.9.39/.33. ..     .9.  &% 90780-:9 203./..3 57-.  -.

3 :8.9 50.7.7.5.3..7 30.3 /507-.. 5.33. 8.320250740503.2.3 05.5.3 !%!   .3 03.3 /.3 203:3.3 -  %/..8..9507.8 503.3 /542.9..8.-07:9 .83 /.-.9.:..9 50.392-.7..38.9.9 ./.:5007.9/.39072.33.2.90780-:9 .8.3 .3 -007.3:.390780-:9   .-.73/4308.3 .3 8. / 3/4308..  :.-. !!  -.3 /909. 2070.3.9.:20250740503.-.330.3 20250740 503. .8..: 50.980-.-.9.  :.8:5030.3.  ..9 .3 3094 18.3 / :.: 5007. . .3 40 05:9:8.203072.8. .-07:9 .8 503.7 :8.3.3/03.9 .9..50.:.9 93.3 -  3/4308.9.3 47.9.3 03907 0:.7..3 /./. !. 203..  0. ..9 /.3 47.3502-::.3 47./.50.980-.7./.3/.-.-.3 -079025.8 /03.! ! .3 :39: 203/.5.9.807:. 203.39:.7 .-..3503.8.-.843.8 39073.-.. .: 5007..!0.38.90780-:9202-07507.7 . /..8: 8:-0 5.3 438:.   !! 503.8.9507.3 -0-.9.3 !03.  /03.9 507../ 8:-0 5.-.  .  9/.. 9072..  2.  0.3 .8.9 50. -078. 2070..        !%&!$!  !039:3.9.3/:.3 ./..3.3  45038.

3 /03. /03.. .3 40 5020739.9 /.3 80:-:3.3 503.3 /-039: . .2. 09039:.. ! .9.205.3..2 !. 808:.3 !! -.:02-. . :39:/-07./.3 .: /8.9  &&4 9.9/:7.3.7 !!  $0/.3 -/:. 80-..3 2:82 808:.9.8: /.3 /. .7.35007.9.3 20250740 503.3 203072.8.3 203:3..8.8.9 .9.3!0304.3 .3 5039:3. ! .2.5.3...: 5007.3 -. 9/.3 -.2.3/54943!!   4394 %:.9. .8..305. ..- /88../.2./-.3 .8:/ /.  .  .8..3309418.3.3/..9.9....:39039.9 .3503.-.7 :8.3 .8503. .3.8503../.33.3.9.3 /2 40 8047.8..79./..3 20250740 503. 3.2 503079.3 -:9 80947.3-07... ..3.9 $ ./.8..3.  !! 503.9. .8..9.3 2:82 .340! ! 5020:.9.3 8.9.3 40 8047.3 /.3 -0-././.3 !%!  ..8 /03.2 . #5   . 50.3 203072.3. 9072... $0/.3.: -. /2.

3 .9 . 47./.8.9       !03.-:..9 !%! .3309480-0:2...8..8.9.3.330948090.3-7:94   .:.7:8/.3  .3 ..   !03. 5079:3.9: 897 /.  ..3 9.. 202 8..3.3    !03.-.3.

   !! !!907:9.3       #5   #5   *  #5     #5    * #5     #5  * #5     #5     .

3 :39: 2025079:3.9.3 . /425038.  /.3 3094. -8.3//079.3 808.3 18.3 /.....3:8.9.  07:.-.-. %.-. 18.3.3 57-. / 3/4308.3 47.-.3  203.3 .8../.: .5.3 502-::.:. ! ! .8.  07:.3 . ! ! /50703./.39.7.8.9.3503.: 503.7808:782.3 /03.    425038.3 -  07:.3 503:.3 /:3.3..7747.2.807:.3/03.9.83 ..3..2 07:..7.3'079.9/425038.9: :39 .3 ..    !$$#&   425038.807:.: .3 /2 :39: 203/.3-07:5.503.  .32020.  07:.8:.3 /2 /.3 :8.9.9.3 //079.3 .3 203:3./ ..347439.488.5074/0-07..79.9::39.3 07:. 8:. .3 //079. .7/  .5..:.8.5.3.7 .3 .3 203.3/.

 07:.3  %.-./03..: 5007.3 /.3 -0:2 /425038.3 . 907.8.82.8.9..3 5.8#5  8. 80.8 /03./.58...:3 5. ..3 20250740 503.3 -7:94 /:7.:3 8090..2. ! .3#5   .5 /.78.8.7 :8.:5:3 503.25.3 -0-.71!! ! !!90.9. 0.7  9.3 20250740 503.3 /.3 /.3 /03.3.9: 503.&&!!   .3!! $./70/9.3 502-::./..3 5007./3.9.3 90780-:9  .8...9 /.. 9.  07:.  . -. 07:..:.3 -.3/507-40   !%#&% !079:3.3 203:3.35 ..3 -. 07:.8.3 2.:3  2.380:-:3. 2..71!! ! !..3!!9.. !!907:9.9.  9. 907:9.18.3 90780-:9 .3 203:7:9 18. 88.3.

9./#5   .8#5  8.

8#5  8./#5   .9.

8#5   %.71!!         .9./#5   .

71 5.8#5  8.8.25.5.3 9.3 0 -./03.:35..9..3!! $. 9.9.&&!!-07:-.9.71!. &39: 0507:.2 7-:.203.3#5   .. 503:  :.3 7:5.58./  . /.3 50307.2 2039:3 !! 907:9. !! /-:.3  2... /..

8#5  8./#5   .9.

/#5   .8#5      !#%&!&#.9.

2 9.:.7 9.7 40 ! /.:3 /.:5:3 20.3 803/7 2. 20.7.3 5.3.3  -.#  !079:3. ..3. /-.3 90. ..3 /03.: 502-.3 /03.3 70/9 5.: 5024943...:3 -07..3 203:7.3 !! 907:9..

3 -..502:3:9.70/9!.7:8/:3.309.9 /2.!!907:9./.99.30--.3.7 !! !.3.8090. 8..3  :7.7/.9.2-.770/9!.35...25.3.3.  && !!  .:3.3!!:7././..3/8. 8../..8.9/2.-07. 80/.3 80-0:2$!%9.:35.7.8 5.30-0../.3.-:.30--08..3..3 !079:3. !! 907:9..75..3.73.

3/03..:..5.4 ! .3    #0107038 && 4  9.3472 3/:-..3202507:3.9/..0--.7 /.:305 703!.

!.

 /507-..:3         %.3&&4 %.7:/03.71!!        .

5.3 .5.3/.7.. .3.7.3!! && .2 2.92033/..-07...9203.39.8.3..D-O O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!!!!3!!  $ $      !&&  &3/.7:  .   %.3.35.29. !!    !.202:/.3 08:9.207:5..9.203/474308547    0:2/.3/. 803.3..85030:3/:5..39..&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    ..-07.719:3..3   /.503.33..72..!!3 /83..3.29. 2032-:...8..3 -.!079.9. !!3   !.3.3 :3/.3    ..    .9/.5.    %/.3.8..30.8..7.9&&!!  203...3   00-..350.39.3 0-2:/..3 .3 ..7..!079.2.35030:3/:5. 2.23007   002.3 :3/.2-.3    .D9@.3.8.71  803.3   03.3.9:750303./.3!!.38:3    !.8.3.350.7.8   !. !03:...7.2-.71 .3   !.9.3 !!  &3/. .8438:28/.

809.39..3 5079.9.2-.9:50740..3 /5:3:9 8.9:39:0:39:3.2507/./.25078. .3 3.3.339073. 5.34 %.35. 93..: 92-: ..8 -.7..250. . 5..-.-07.3 5078.3 50302-...3 ./.7.7.2.2. .3 3.3..3.3 0- 80/07.    097.20.3.3   !!/.23007    097. 202-. 2547  :2.25. .3.33.2 08547  /-07.:3  .7.3 :3/.438:28   ..250.3/.3 8. 88902 !! /.7.. .3 /. ./:-. ./03. -.9203/474308547      $#&&  !07..843.3 :3/.3.254.750303.32:/.3/08547    .2 8:. 9: 203./.3.5..-8.703.   . .8..8:/ /03..9 .59. :2.3 !!3 80-. 574808 5079. /. .8.7.5-039:5030:3/:5.703.2-.3 200.71 .3 !!3 /.3 !!3 3 9039: 8.3.7..8.3 5.      !#%!#%! !#%  .2.9:7!!/..3 5./.3!!3/.3 /.9..33.3438:203    !0307.3.5.-..../.3  .2 .3203.8 !!3 /.    ..3.  ..3 ...9/03..3 /.9: 574808 574/:8  793.3!07:3/.39... /.3!!3 ..3 -0-. /03.3 .90./.7...3 /2.3:3/.5.2033/./. && 4  %.:3   9039.54891/.. .3 !! ..9:7.3/..3 /03.3 /574/:8 / /.7.5.3 88902 9.3 93.3 /0:. 80.9 5.9 .3.380.2 3007 5.3 :2.73.  097.

5.7..79.9.. -.3 -.3 5.5.!.7.7:8/-.9 -07:5.8:.3/...:-.3 9/. ! .3  2.7.3 ... ..3    . -. . 2.7.....5 /2.5:3 . 8083.8:.: 8. /.7.3 &3/.3   %03. . !./..3 /0:..9.. ..7.3 9/.0-0.3&3/.3/.5.39.909..590780-:9   4/. /03.9.909.947 574/:8805079  . /. !!   .!.: /425038.. 0:.   .3/.. 507/.!.8. .: -.-.357-.. /..9.3 /03.24/.3 :8.3 .3  &39: 2039:3 !! .-0.503:8:9.3 :2./. -07.07..3 507:8..03.79.7 -...:5:3 -.33.5.3 -0707...9.9.7.!.3 9/.  !03:8.7../.3  !03:8.9 /7:2:8..3 ..7.3 80..07.3:5.8./.5..47.9 /239./.. 80/07.3  .3203:7:981./.3 -.3-07::/..3. !!  .3 907:9.3 /03..0:.7.3 20.7.7.3/..-.3. 03.3.9.3  203..3      #!#%!!    .3 !.303.3/.7. -07/. !  .9.7.2-039:.03.3...3 2:. 05.!03:8.3.3 -..7.!./..303.39073.. 9/.9 .!.3 !.8 /.:./.3947/.2 3:3.2 574808 574/:8 9039: 8. -07.9..-.8:. 0:.947-:3. -07::/ .8.7. 5. -07::/ /.31.7 :.7 1.3!!     !03:8.393. 02-.-.7. 207:5.3/03.. ...: 5007.9.3502-.3.3..3 /. -0707.3 /03.3 !!  !.7 /.3. -..7:8 2039:3 808 .7 !..947 1.: ::23.7. !. .3/03.7.. 202. -.7.3907:9.31.5 /:..5.

3 . 809.8:/ 5. !.7 . !.9.8.9.33./.9.8.8.80-..9. .. !. .. !  .8.3 /03.7.0.8:!03:8. !  ../.: 507-:.3 . .9.3  -  !! .3 :8. !  .7 :.3 8:. !03:8.-07/...3 2030-.7.3-.3 ::2 .7..20.3202:39: /::.03./!!     .9: 507.3 20.-. 03..9.9.5 0. .3 /2.5.8.!.:./.9: -./909.9072.340030: !..7..3&& !! 9/.-0.:.3.3..3 8:.3 03.3.3 5.3203.2.3 .3 -07/.: 202..3 50307. 34   ..07.31. /.8.3 50..8.

7%.8.943 2094/ ..3 .: .: 02:/. .:. 50208.8.1.3 :39: 203.7.3    094/0 9/.3!!      #%&!!#% !!   /. 90780/. .9.3 :3/.9432094/  50740/.. -07/.703..3  .9:   094/0.38:3 3/70.715079.3. :39: /5..89.8: ..3 /03. .7.  9072.8.3&3/.3 -.38:9/..33.3 ..3 5..2-.7.2094/0/.8 .22039:3!! .3 /.38:3 /70.9.8.98:-97..9 8:-97.

9.73.7:8/-.5079./.!! .5 /-.32094/0.7..3-08.30/:.7..38:3  &39:202.2 5079:3.2-08.3.3.3 2039:3 !!3 /03.73..4394-07:9     .4.3 909.2-....8:.0:.8 /03.3 !.0 2094/  50740/. 3.3 /...7!.33..3  .. 9.9:2094/09/.3203:3.5.9/507..

72039 90780-:9 .80-08. !079.. . /.5.3.7 -.71 !!    2.7..8 574/:83..39: . !! /.25.3/.2-.-. /03....3 !! 80-08. -08.7 .8:./.2.3/..7. 507:8.3  #5   !!   #5   !.5..3!.#5  . -..30:39:3..5. -..392-:/.8 8..9: #5  #5    -  ..3.2-..3 ./  .9574/:890780-:9 .     .3 .7:8/-.8..3 /.9.8 574/:83. !!  .73.0:.3   /. 80.. 2..7.80-. 203.72039 90780-:9 .4394    .3 .7 #5    . .3 -.72039 -07:5.33.3 203:.3 0 :.3 207:5.7. .5.803. /.7 503:8. /09.8:.3 502-.3 :39:2.0:.3  #5  #5   #5   . .73. 9. 5. 02-.8 574/:83. #5    $0.3  !!./ -.3 80..-. 8.5079:3.3. 574808 574/:8 /..9.3  ..3 /.: . ....9:802:. 80..  .7 5079.8...7.!! ...9 /239.. 80.25: 203:. .. 907.3 2039.7.7.73.-.3 502-.: /425038.7..0:. -07:9 0 :.7.5./.3 .5. #5    .3 .9. #5   !!   #5   !.3 !. -08. #5    2.#5  2. .8:.: 9.. 507:8..3/.3 .3...3 :39: 5.: -.2.3 907:9.393.4394 3 /./.-07:93.3 -.3. .9 /09..     #5   #5       !!  !!  #5   !.3  #5  !./ 00-.9 2039:3 5:...3 . -08.3 203:..33..7... 03.7.7#5  .3 /-0 40 507:8.

9. .3 /:.3/:7. 2.3 ...3 202-:9:.3 80.. 574/:803 -. 93.3 ..7.7 #5    2./-03.. 0:.7 -.7.:      %49./.3 80-08.3 !! .5.9..3-. -.3:93./.7 #5       #5    /. 80-08.: 90780-:9 9073./.3202-0-.5 808:. 0:.340574/:803.7 #5    $0..392-:3.-0:9 $9.!! 3.0888902/.-0 /. 5.3 5. . !! !..7.7 9.: 8..8  509. /.8 ..2-.   !..380-08.8:.380-08..9 3 . 207:5.3/-040574/:803-03.: .:.. 0:.33.3/03.9073. .-07:9  %.5.340438:203.83. .5...7 0.3 !.3.7.25..3 93.3 :.3 . 0:.0:.3 /:7.9..5.3 80-0:23. 5079.3/. /. 2.7 -. /.5.7.3/-:9:..7 #5      #5  ..3 !.7 #5    /..7 #5    .3  $0.3:2.8090.#5  3 2032-:.32:9 89.3 80-.2 574808 574/:8 ...3 .3 -. ..35.:.203..350307.:90780-:9                 .3 .3              03.5.2.7.-.7.3.3 8090.3 5.:-07:5.2 !! 80-.08 88902  07:93.3/-.-0  . #5   803.: .8:. !!  /. 80-08.3 9: /...7.3 !! !74/:8  . .3 203.7...3 80-08.8:.3 -.7.7.3 #5   !.8:. 88902 502:3:9.5. 0 574/:803 -03./ 2:9 89.7.08 %.3:./ 80-08./. -079.3 .$05079 . -.9 574/:8 2:.3 -.7:8 /-.3 202-0 . -.7.9.5 .7.8 203:..9 /9:3 5..8:. 207:5.. #5    2.3 5...3 #5  .. .3          .380-08.. !! .3 .7.7#5  2032-:..33. /03..  .8.7#5  .:  .. 80.

7.!.3 ...!!9.35.  03:.8:.35.8:.38:3 /08547 ..8:.5..5 080-08.8 50780/.5080-08.9:0. !03:8. .7.3 03.-07:93.50/:.   4394   .3:39:20309.8:.8 !! 9. !  .7..5. !.3!05.3 .8./.8:. !./5...5.!%   .750770/9.!0!! /  03:.380-.!070/.3 5.2.350/42.../09./. /.350770/9.!!./.8.3:8.  .  !0307.7#5  !!9.3 .3 . /...  !.3/. 203.9/:3.3.5/:../.7:80- -08.9 /425038. 50770/9.!!9.25..3  2.3.9...27.9.3 ! .: .73.35.!0-:..3.9 /70/9.7#5  /9./.92039:3:2.3  #5      #5   #5   #5    #5    #5    .7#5  /9..5.3/.3 574808 574/:8  2:..8 90780/.....9..3/9:3/03..5 5079.3.3-.3 -. .3 . /..8.3 8.3/-.2.3.8:.-07:9  ../.9..3 05. /-.. /..3 907..7.:-.7.5..: -07:5.  02-0!80.88.9:. 80-08. -40 0- 0- -08..9: 50740..3 90.3!!  !. 03.5.7.!.3 207:5.:/.78:..7 80:7: 7..7 /... 9/. -  8547! .2-.3 .7 !.3&8.7/.5 !. .9././-.3 503:2.. .5.!!  :2.8:.7 -.  #:2:8.3 .7#5   !.5..: /807. .9.3 2.9: #5    ..  -  08.80-08.3 5...390780-:9  . 9..2-.

.7.:./.7.!.. !.9: 8:.9: 57385 502:3:9.7..2502:3:9.-:...3 !../03. %49.3 -.3 .3 5.88  .9 50307..3  !.!.35...3.3/.88547  9... /03.3/.9. 907:9.3..9/70/9.7.3     %%#!&&%!!#% !!   /.8!! #5    05...5..8503:.3!!9/./.7:..5..7..5.. -.3/./.88547 #5  #5    -  9.  9.9/70/9.7:8/80947..3.7.3 5.8:...3 9.7.9:   .0:.!! #5   #5    %49.3 .9/70/9.3/.3.3../:. 8.3 #5   #5  #5     :2.305..0:. 202:3:9 5.3/.8:.!./..3!! .30--.0:..8:.:.!.

7    #5    #5   #5   #5   #5     #5   #5     #5   #5    #5   #5     ..30-/-..8... 2547 2085:3-0:2/9072.. 5.       !.33.. 03.502-.7.

.88  .7.7.-. /03. 907:9..7.8 -..3 502-.. 202:3:9 5.3 5.9: 8:. 8..3.9 503072..3  2085:3-0:2203072.  .3 5.3 .9: 57385 502:3:9./.

3 5003...3!!3 !%   202-0 -.390780-:9...7!0303.7.3 20./.9.8. /09. !!3   #5      .3 !!3 3 81. 8:2-073. 5..: -.703. !!   !03008.3 40!%     .7..!03:.3 /.7.7:8 /-.3.8: /. 50303.8:/.3 9072.8.7.3 20.-. ..9.30...3.7. !!  !.7.8:/ /.7..9./03. 90780-:9 /.. !!   :2.#5     .5.3 .....9: .3!!  ..3.8 502-0 ..3/-..5.3!.3.30-93    4394!079:3.33. :2.50307.3 .3    ... .80-...9. 502:3:9.3/.9.: 438:203 -..8.7.3 !!3    -07.5.2-. .      !#%!!&# !!3   !!3207:5.71 !!3    -07..!079.3 20.5202/.850303..8: !!3  /. /09. 03.5.3 /2. !!  .3./.8 907443 9.3.3 8.: -. .9047 -..7. 80:7:3. .740!%       #5   #5   #5   !.7.3..9.25:. 9072.02. -..2 .3207:5.93.3 907443 20.3 90744320.8.3!..7!0303.7.. .3!!/.35:3:9. ! .7.:/5:3:95./.3 /2.30- 93803.03.3 .8 8:/.7. 5.5.. .35003... -.  ...7.

-07:9    !!#5  #5             !!3#5  #5           .!  !! !!3   !!#5    #5   #5   #5                      #0107038 && 4 9...9/8008. !! ..5.8.:3  !! 4  %.3!.  &39:..7!0303.8:834 /.7.380-.:3   .

0.9:7. 038 5:3:9.. /03.8.:39039.3 805..7:7.3 507:-.3 ..9:7.8...9..38'07543/3 7/43...3.3.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .350702-.D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ &&!  $ $      !&&  $08:.7 507... .9:7.3!.3:3.2 507:-.3 .33.3-.  !07:-..%.3 :3/.9 4   9. 5030/07.3 /.3!.3&2:2!.3 .3 8079.3 /.3.  7/43.73.3!.3 .9.3:3.3 -. 05:9:8.38!.9:7. .  :.3 && 4    /.33.... /.39&&4 9. /.D9@.2 -0-07.5.8 :2 !  /.3/03.3 9/.35:3:9. 7/43.3 !07. -07. 203.3 507:-.3.3.3 !07.07..  !030/07.9:7.503.  :7:1    /.9:7 /.3 507..//3/4308.8 9.3 .38!.3.3907.9: 0 507.38'07543/33/4308.3.38!.3 !0307.3 7/43.3.3 90780-:9 /.:2/.3 20303.3.3  /3./.5.3 .    !07.3 5...9:           7/43.3 .3 !        !.:.3!020739.3:3.3  && .3038 038 5.3.3:3.9:7.3 8.39/03.3 507:3/.3..3. 9...:2/.#:2.:3  9039.3./.3 ! 805079.3 /808:./03.. /.: ..3 .3.

:9 . 3/4308././.3:3.5 5.3 :2 ..  !&&  . 909. !072:..3 507./.9.43897:8903.7. /.8:/ /03.3 /2..3.2.  $0/.3./ 4-0 ! .3 .3  .3 /2.3 50/.9.3..3 ..3 -:2 205:9 9..3. :2 /.3.8:/ /03. /. 9.3 80./.3/9.7.3 .3.2.3..3:3.:/0.3 203.

2703. 9.2.390709.394    4.    .   ..3  803.9.: 507.3:3.9:   .3....7.. .3..5.33:3.3/83.3-.3..3    !.94.8: /.720.3 9072.    %025..7.320.2503079.

25:3.3./072.    %025..9503.

38.8.  :9.3 /:.3 8. 2.3 5033.3.347.8:/:39:202507400:39:3.3 050393.3 :39: 20./2...3 ..89. :. !...843.  848. .3202-07.9074434-0!.1.    &39:-.      .9. !.. 40 /08.31.32.39/.9.7.9:5.3 3.7.3.38:..39.8.  9.323.    .23..9.839073.../..7..3.:800383.7  :9.. 03.843.  !%!  80-08.2.3 /.3 -0:2 /-0-.8 55.3 /542. 30..9  438:. .3.3    &39::-:7.  %  #5:9.    :9.3..9  -07/.:507.  9.9.    &39: 507..7/.3.3 8:...3 0-:/.3 -.-.3/9039:.39/.  080.9.:..8.3 .3 3.3 802.3  503//.3 3/:3  :9.3#    .9.3 :2:2 /-/.  9.3.3. /:3.35:7-.3   . %/.843..3 40039070:..3 92-.8 507..9   $0/. 50302-.

4-0! 9070-/.3 203:7:9 &3/..3. /.3 4-0 9.3.3 -0703.3  !0309.3 /03.9 . 203039:.::/.3 .7.9047 ..380-.3. $0-0:2/909.3 50309.-.3 40 50.39..5.3 :3/.9:    !0309.:. /  !0309.:.3 -0!/-.

7. 90780-:9 /03.3 .3  1  07/..59.3 503039:.7. -07/. -0!. -0 9.80/93..3 97.. 9. 7.2-.350309. ..3 20307-9.  0  &39: 202:/.203.:.3:9.7.3.7. 9.8 :.50/42.7.9.3 .3.8.3 203.8.80-.3! 2.3 .3 5033.3..:3 903!.6  .3 907... .38..:.9.3. :39: 050393.3 -078.5.7. ./ / .809.

3 2025:3...9./. $! !  /.3 0. 203..7 503.3.3 .3:3.8 8:.503039:.7..9 !02-079..3/.7.:.5  /8. 202507.8 5.3 .3 80 :.90780-:9     !0309.8.9:2.8 9.39:2.3 /25:3 /. 4-0 ! .3 907803/7  /2.:2 ..3:3.3:3.3 .. .7.81. .3 503. 203.3 -0 !.8-..3 5..83 43897:8 -.8 9..8 2.-.3 -05.9!02-079.81.7.9: -.3 90780-:9 207:5.9. 43897:8 -.9.3:3.7.3/.253 :./.3 205:9 .907.3 /. /.8.3:3.-.3 90..3 .2 $:7..5.3 /. . 90780-:9  509:.83 2.3:3.3 8079.3:3.350309.9.3 !      !%!!  07/..3:.  !03..3-.3 43897:8 .3  43897:8 . . $! ! 80-.:.3 .3.3. $:7../.:.   ..3  -  .3 /.3!.3 4-0 -.3 /03. 5.3:3.. 503..39.3 .3.

 /.3 -. /./.3:3.8 9.3 5079:3.3..3 .503039:.81..3.3  2.

...3 -.3 2.  !    . !!  #5     . -0!.-07:9  08.-0-07.3 ! 2025:3. #5 :9...7!0303../03.3:3... !! . !    .:. -0!.  4-0 5.33./... -0!.. .-07:9  $047.507 807-:    .35.  ! %!  08.3/08.7!0303.75079:3. 4-05. /...5.3 &&  4   9.83 2..80-.7 !030.. ... 03.:2  !  . #5  .:39:!079:3.73.3 %/. .:3 .. -0!. -0!.3!./.380-. ! %!  . :.  2.3:3.3  !:39:!079:3. -07:5.35. . -:2 /.:.5..-.3/-07 ! %!   4394  805079 /:95 /..83//08.:..9.35./..8.. 50309.8047.73.:.. -0:2 .3   #5   #5    #5  * #5   #5   #5    !80-.71.-07:9    08.9  80-..3!.:.9. -0!.3:3.3  ..  #5   #5   . !.8. -0!..3:3.8.:2  !  ..8 ./.8../.:..:.:.3:3...5.3! 2025:3.

.:..3 9.3.. -0:2 .5.73.. .:.3!.:39:!079:3. .3.0. -0!.3    !80-.7:8 /5079:3.3..3.  &39:-.3:3./ 8:-.35..:..50309.3:93.8. -0!.7..3-08.3:3.5.3907:9.9:  &39:9.3-.3:3.3!.3 203.  ! %!  $0.. !!      $&!&&  .:  &39:9.3  !:39:!079:3.3/03.7 !0303../....

3.9./.3 80. 8:.9: .8 -:2 /. 3. 2025:3.9..! ! . 47.7.3 . ..3 .9.: -./.

.31.3.8 -:2  /.9.9 .9.: 20250740 2..

: 202  203:.. /.9.8.3.

3.35030.9.7. ! 202 9..7..8   2 50780 /03.3:3. 80-.31.3  .39... :.9. 80:.3 3.  503.9.3 502  503:3  5034397.8 -.9 .   4394!079:3.5 502. #5   .3  .: 20250740 2./. .7.

3   2 /03. 80:.3.7 9.3 3. :. #5   .8   2 90780-:9 -0/7 80-:. -.3:3.2  /.

3 3. 2  .9047  ! :2 0. -:2 /.8  503443.3 /.2 .3.3 .3:3.8  /2. /09. :. !. 9073.: /..8: /.3 09039:.2 .3 9072..3 -.9.257.81.

39.9.:203:7:9 09039:.2. 8./03.25../. #5   .3  ! -:2 .7.3  .

..    -.3:3.3   #5   #5    #5  * #5    !80-.9..3..3  %!  .3  ! -.7!0303.3:3.3!.8. 2 /. !!  #5     3.:.

7#5  .0.8  80-08.

-. ! .-07:9  .:.3:3..-.. !                       #0107038 && 4 9.:..3:3. 2#5   .3. :2.:3   #5    #5     #5    #5  *  #5   !907:9..3 2 #5   :2.5.%.03.35.39/.3  #5    #5     .2 2.907:9.:.75079:3.-08.3 80-.

D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ &&%#  $ $      !&&  -0 0..73..7.3 %.0  0.3/03.9: 5. .3 /04./. 8.D9@.. 40 30..30.3 9..3 .8.3 09039:..9. 50308.3. . /03./.3 !020739.. 4   9.71 0. ..3 !07.:3  9039.71 0. 0907. 8.32:..-07. 50:3..33.7  !03079.&%$   &'#$%$!&$    '%# #%  .3 -08.3 !07. -. . . 0907. #05:- 3/4308.3.907./.. 0907.9. 4   9. 0907. .9:7.3 808:.:5..73.:3   9039.907 /. .:3  9039. !0303. /.3 0.3 !020739. /.9:7.3 0.3 && 4   9. /.3 /5:3:9 /.907 9: 803/7 80-03.3 !07:-.3 %.7. 3423.

 0907..9502-:9.       &  &%#  03:7:9 !07.9 ..9 :39: /:3. :2:2 ..9:5:3:9.79.9:/4:203 -07.8 /4:203 /4:203-07. 0.8:. /.9:7.3-0781.3 .3 80.3.    .3.-07:9   $:7.9507/.3 !020739. # 4   9039.9/.3 503934030.9.7.8 8:..3:.7.0907. ..9.3 /.9 8:7.3 0.9.507-:.3 80-.3 /-:.7... . .5. /4:203 /4:20380-.3.  /4:203 /4:203 -07..7.3 8:7./.7./.320303../.303.:0.33..9 507.9.503:.3 0.3 /03.9.9. 0907.9.

3:..33.9.3 502-::.9.789072. ..5.3  03.3 7. !!%  9072.9 !02-:.9.32030-:9.-.3 :.   9.  9.:.9.3503072.3 #. .3 :.3.3 /.3.: 50325.9 40 !0.8:7.9. %.3 /-:.3202:.349.2 70033-.30-/.33.3.    $:7..7   . .9:2.3 .9 9.3.8:8.5.

8/4:203  -:9 :39: 50372.89.38:7.38.7./03.9 502-:9.9.35023/.0-/.:80-.3.8. /03.3  078503.380:7:3.3:39:/:..3:9.3 :39: 9::.7.3 .7.7#5     10 /03./470033/-.390.9.: /:3.3 ..5:3  805.33.9 -039: .-07/.-039:.3.3 /2:.3/9:8.   .907:2. .3802:.9 8:7./.:..7.9.5 02:/.  9.30. 3423.2.:. /.3-078502-079.3  43480203  8:7.350372/.3 80-.7.3 .... 3423.3-.3 -.38:7.7.3 9::.9 8:7.3.3 3.3 .3/03.3 0907../.3 503072.   $:7.2.0-/.3 /:3..    $0./..  805079  080  !74208 /.8:/.3.3 503:25.3.5.9 .3 907443 9/.805 .907.3 ..3 .7.3 /.3 -.0907.34047.9.9 -07...3   $:7.3 -0.3       &  &%%#  $0/./:3.7.3  8:7.9.8    $:7...32.33.2.9 8:7.7#5     4:203 ..3 -07.3:9.3/.3:3..3  $:7.9 50372.8..   .3..9 50325. 503.3 /4:203 /4:203 .3 /.3 -.9/..3 /:3.3.9.3.980038 .3.9-.

5:3   !02:3:9.   /03.9.30.8 5030/07..0907. 9072.:3 9039.: 80..3:39:0507:.30. /03..   /7. 0907./-/./. 038 5.907. 0907.710.2   !.80-. &2:2 0.8 0.3 :.3 50309.%09.3 -07.0907.3 -0707.3  4507./.3805079.9.3 .38 :39: 802:. 0907. 0907.3   %.0907. %09.  ./.5/03.3/3.8 0./. /..3 3..:.3:.  07-.3 0. .. 0907.  .3/3 /03..3. 502-..3 502-./03. ..5../.-07:9   !.32..5.3.7 010  /03.&&4 9..3 07.3 0. 8:7. -039: 9.3%.830.830././.3/.7 .7.3/.32.-:3 -.8 !0303. /.71      .3/./.33.3 .3:. /..3  502-.39:3: %:3..30.9 8:7.7. . 0907.3 -.9:7.7. .3-.30. /.8.703.3/.3 && 4   9. 0.7..33.39..73.3503.8 5020739.9.5 /. ..3 8:/.3/-07.3   9.7.3 .3 907/7 /.:7:29  !07-.29.33 0.3/.-:3.0907. 503./.80-.3!07:-..3/. 423.3 9.:3  9039.07.3 :-:3./.71 .3 05.8.8 30.7./.3.07.7.35038:3    %..3.3 9.3.2.0907.33907347./..38.  038 0../.3 0:39:3.8079./03.3 -08..:3  9039. &.3   %.9: .71   !..3 0 0907./.3 /807.29. $0-./.9.3 9.340507:8. .:.7507..3 .9/.9.3/..3.3.-:3.85020739..3-..5.808:.0907.380. .: -:3.2-039:./..3 .9.2. -.-:9503072.-:9503072.8 /.3 :39: 203/.7.7./.9 .8   4:203 .9./.7.. 8079..3 /03..3 .7.    038 038 5020907.8.390780-:9   $:7.3 0.3 . 0907.3 -..3 2030-:9../. && 4   9.7 0.

9:7.7::2502:3:9.3 !020739.0907.//.34 9.   !..30.3203.   05:9:83 030: # 4  .3 507:-.3 &3/.:39039..30.:3  9039.71 0.   $#&&!$!&&%%#  ..   &3/.7.0907. 4   9. 0907./.8.3 9.

 .

7 #5   909.7#5   9.    0.7#5  /03.7.0/. /-.   !07. #5  9/..3 9.8 #5     %. 3423.:3  9039.5.8.3 /03..35.8.9.3..3 3. 0907.0       .7180-08.71 :39: 80:7: /4:203 -07.39. 3423.3 9.71 :39: /4:203 . 4   9./.0-/...30. 0907.3.3 !020739.3-0974/909.71 0./.9..30.3.3 !020739. /.30.73.0/.3 !07.3 507..9.-.:5. /03.3.2 .3 .907:9.3 :39: /4:203 .:3 .:3   9039.3 -08. .3#5   $0.3 !07:-.0907.3.8 50303.3 #5   /.9:7. 4 9. 3423.3-097490780-:9 80.3 80-08.3 507:-. .8   423. 9039...3 3.#5   #5    /.7. .3-07..0907.3 /. 0- /.7.59/.3:93.7 #5   80.9. -.3 !020739.7.257.7.0907.3 0. # 4   9. 0907.71 0.9:7.3 907:9.9.9:7.3 50.0907.      %#%#    %.9 0907.

  $%%#&% %%#!&$#% !&$  $.3 503:3.3 20907. 90250  .3 2083 907. 90250 .5..9.3  ..3 20907.9 /4:203 9: 8008.3 .3 80:7:3.3907:9.:./. :. 8.503:3./.380-. .5.3 .9 .9.33.5.3:9.3  %.:..9.3 / 3/4308. ./.3:9.3 ./.3/.7.3 20907.9: 5.:.... /. 5.-07:9   0907. /4:203 ..3 -8.. 8.33. 9.../. 079./. .7 /4:203 0.7 3007 .3 079. /-:.. 20907..3 /-:-:.7.3 -078.9/...5 :3.92.7.3.../. 90250 /. 20907. 9025. 5.3-078.8. .3.9 /:3.33.3/03..8 0907.3.9 907:9...3 805079 /03. 2030250./. 8. 5.31. 5.3203039:.9..3 /03./.3 203:3..3 :9:.: . 5. /03.350:3.9 /4:203 9: /807.8 5../.8 20907...3203:3./.9  :39: /:. 9..3.9 /2.7 8.3 -03/..7:8 /70.-8. -0. 5..: /03.3203/.3 /.9 907:9. 8.3/.

 8.-. /.3 9.9.902502.3   %.3.3/.9/.0907./.7:8 20303.: -..3. 0907.8 /4:203   9.3.3-078.3 /.3/03.3 80038  9. 90250 5.7:8 /8 5.3/.  -:. 7:8.3..:3 .:5:3079. 9.8.3:9./.3 939. 9.9..9.

 .3.3.3079.8.7:8/. /.3 .39:..980:7:8/4:203 -40/9. -40 /:3..7:8  80-.39.::5:39:202:.3 /03.3   ./:3.30907....8 9/..    079.3.9./.7 079.3 0907..3/.78.3 5. ./.3/9.9: 0907.7.9./03.3/.30-/.3   . 5.503072.79. /4:203 9: /.9.2-.9 /.3.. 802:.:.3/:3.-070907. /503: :39: 0507:.59/.3 50:3.9: 02-.3 :.3 80-.3 203:3.8 0907. 079. 90250 .383. 8.35.8 /. 0907..90250 9../9.8 .39:-07.      .8090. 9/. ./. 90250  8.80907.8.35020907./03/.3 80.2-.

..8   .5:3.7703!.303.  $#%!&$   f f¯fnf¯¾ff½ °f¾f° f¯f ff°– f½f ff° f   $.3.8.5.7.7:8203/.93/.9!0:3.6 709:7!!.

/..3  .. 8:7.3203.9 503..9!0:3.2/!#&#     $. 8..7.039.303.!% %025. -.7.3/909.7 703 5.9:79039. 80.3 :8:8.9 3 /.33.3  -0:2 .9 0/.7:8 203/.8.5. 40 /709:7 !!.3.5.7.3083%07.

3 9070- /.!% 2.333/.7:8 20.3. 0907...:               0.:5:3 .3.:2...3.  .7.3947 !0.7.25.-8 8.:88.25.7.7 232.7 9070- /..::909.. ..83    !03:3.9 502-.9 /.7:2.3 502-.. .5.3 /.7  . 80-08. 0./054893.   083 907.3 !.3 /80947  5075.3 .907. 0907.:.:.7507.5-07.3 8.3 /-.7:8 /-0 803/7  8090. 0. 90. !!  2. .3 9070- /.3 /. 02-. #5 :9.. :2.   .:: 80-08.83 2. /-. 907:9.:: /03.7  /8004018.09.3 3423.3/4:203232.

                         !#%&#!& $ @@-9 !&$%!&&!#!  !&&   #! .

! .

309749.7..3.3808:.3 -.3.9:7.. .: 80-.3/03.9.93/9.9::9./:3.2.    4:203.9/:3.38:7.9507/.3 :39: 9::./.9.3   .3  .9.:3     .380-.3-0781.3/03.  $0.3/.3..3 :7:1  /..2 . $:7. :.8.3 :7:1 .3-08.9 9.3423./. .39:2/. 0- /.3 2025:3..80.1 !     #0107038 && 4 9.3423.0907.9 8:7..:3 .9::9..3 010 /03.25.:/5079:3.  8..805.8:/ /..9..3 :.  :7:1 /.320303.3.8:7.7-:7:5./.33.9.0907.38:7.!03.8:8.7.9 8:7. 0- /.49.9.9502-:9.9!07.3. 0- /.8.2 70033 / .:  .3../03. 4:20380-.9:7/.2-039: .5:3.3:39:/:3. /03.30.3:39:/3/.  -  4:203 80-.. 9.7 #5    /:.5..: /:3.9.3.. 9...7.3 2025:3.7.39.39039.7.9-07.7:/08.3 .380-.3..907.3/-:..32025:3.2.. /.  . 7.9 4091 .3 907:9.39::.25.2:.53. /2./03.39..3.3/:3.. 9/.. 3423.0-/.-.9.789072.3/0/.3 $:7.3 /-:.3 3.38007. !!%  9072.  $0:25:.:7:1//.3.  :7:1  /.8:/ 802:.30. 5:: 7-: 7:5. /:3.8 .7:5.42479..3 802:.3.9::9. .:.907.3 -078 503.3!020739..: 50325.7.3/2:.3. .2 ./03.71#5   $:7..7.3503072.3 /.25. 507.5 7.    4:203.3 9::. 10 /03.3.3 :.9.3   .7.9 :2.5.35073.9. .3  80.3      .5.9.9.3 202:. .9-.33..9 .:3    02. 9/.3 03.9.9.3#5   8./.3 .0-/.0907.38..7 #5    8..9.3.9:8 2...5::7-:7:5.3 0.7:5..7 #5    8.507-:.9 .5..9 8:7../03.7.35. %.3 2025:3....7.9/03.30.2. :9.  0/.7:88:/.3#5   /:.09.3 .2 -039: ...9 502-:9.  03./.9..39./03.9.3 3 /:2:2.09.8/.3..9 40 !0./03..-.907:2.2.3.3423.3.28:7. 0  05.850303.79.73.3423.9:   $:7.9::9.27-:7:5.2.3:7:10/.33.7.9.33..3/03.:0.907.7 2.303/.3#5   8.. 3423..2 .9::9.39.7:5.8:/ /.30.-.9:7.8 . .907.9:82...30.:#5   03.9 8:7.3 /909. .3 :.7.8.:3 2.!:8./.  4:203 80-./03. . .3423.3 /.0 802:.3 80:7:3.9..9 40 9.9::9.8/03. .3 !020739.9..  4:203.7:5.3.7#5   8.32025:3..3 . 90. 4247  9.71 #5   9..32025:3. 3423./4:203.3/.9 !02-:.805079080 574208 /.32030-:9.3:.3/.. .3907.3:39:20:3.3 -.8. /:3.3 /-:.3 40 47.3   $:7..3 2025:3.2.3. 8.7 #5    8. -07/.8.:. /2.0907.:3   /03.3 /. /.-07:9    4:203.380-.71. /03.0907.3  03/.3 3.39./470033/.71#5   .3. 2.3-078502-079.9 99/ 434.  / .3 203.2!07.7:5.3 .3...5:3 .3 502-::.7:5.

/.3/507:3..3../.3!. !% .8.8.3502-0/.7.8.-./.D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ !# %$%&  $ $      !&&  $08:.3/02./.3.3./03. .37:2.3.7: .3:3.89.-0 9:.3 3.3:3.7502-07.3 4-05./..3-./. $0.2.     !#%!%  0.3.3 .3 /03. /.747..9./. 8:/.3-0.3.3/:3//.357-.2./..3:.3  !0740.9:.3./.35.703.3:3.043428/.9.34047.9 503079..3:3././.3 .:-.7 -.39/.3    .357-.9.4030./...5078074.3:3.8%.3-8.3:3.9...3:93.3 .-8..3.7 203:..../..3.9.9.5.9/03.9.502.8.750740.:3.3:3./.9.  !0740..20.:-.3205:9..: -..8..703.:3.3 -.3703/. -.3203.3..3./.3-.3.3.503:3:.3..75023/.3.3 5:9:8.3907-.9..:.9.9 2.3.3-07503.. 20.7/.. 2.3.73.3:8.3.3..50304.2 .3././80-:95.3..3../..5020.380.9.9.7.9./.8/.39:50740.. /.-./:..3./. -:2 .89.3 50.88./.850740.38079../.3:3.9.3.3.3.89.8:8:3 .3:3.  &&.89.3443.9.7 -08.7 5023/.3:3.3/..30. 03.0:.9.320250740.380.89.3-.-07..3.&%$   &'#$%$!&$   '%# #%    .:. -.8.3:3./03.9.:-.3205:9 5023/.5202507./.350740.3-.3-.3.9.:39:02.-.37.9./.3 -07:5.80.3:3.3:3.3::2.-078. ..80..89.23.!0740. 808.-0.9.3 !%  !02:3:9...35..8.32025:3.30434202..9.3::2909.305.3!%909.D9@.3907....3:3./.3 .9..3-.3.3.9.3.2:7.05.:.7-:2 20307.3.3 ././....3.:-.:.9.89.3. -..3-.9.3 -.:3.2.9.58079.9.73.8.3.3207:5.324/.3:3.9.8.89.:-.380-.3-.3:3.9.380-08.8.2.: !% .8%. :8.3...

.-02.3:3.3/.:-.7  :.7.3/5070/..3::2.3 3.3.. 3./.8.74-05.3.38.3.5.3907.33.-.3.7:.50740..3-./.39/.20.3  507.8...507:-.3.75005.8  9:..3. 97.5 3.3.47.3 .3 -..9.392./.!.  -.-...3:3... %.. 0:..89.3..  5028..-./:./.3.340507.:-.3:3..7:.35:9:8.3:39:/:3.3-.3.3..33.9.7.  502-07.3/909.3..9.3.3.8.3 /00.50740...7!%..2507074.3/.3.3..8:.3-.33.38.1 .../...97./.9..74-05.347./.3.50740./..8.78.  502-07.8./.3....3.3 -.8.703..9..33.3 3../././. /23.3/.9.3 3.89.3.0.43.50.74-05..3 .74-05.8..3/.75005.34003907 8079.3.3.9.078.5.5. 30.9..33..7.3.50740..50740..3/542.74-05.3::2909.3.3-08..3/.3-07/..3502-0/.3.:.89./.8..74-0 !.      %%#!%&!%  &39:203039:.3.5.9.839073./.3:9.34-05.71!.3:3.357-.50740..3.3.278.3 3.39:2/.7..32.$0/.350740.5.8 507..:507.3..7.  .9 438:.38.35020739.7.50740.!0740... .3%/.!%.                 .5.84.3/03.50740./.:39:503003./.3.3507.89.7203:.89..8./..70.  3.9-07/.!0740.3.3.32025:3.9.8. 3..89.-.:./.50740..  .74-05.3 .  503:3:../9039:.5.8./.  502.-.0.8..3.80-.33.9.3203.5.3.3::2 .73...8...3/...33./.2../.50740..2.3.03.50740..3.9.72..33.3050393.3.7..3507-:./.703.

!%.7:8/808:.2 50308:.3 2..9.3-.3 !  .8:.%7.9.9: /07.. /909.3 -0!.7 #5   03.75.97.7%:.#5  !.3.3.709  $/72. /.9.34-05.8.-0 0.50740..0--08.3 -.9/73.#5  .9073..%/..3 /:3.5 .3/03. .4-05.!0740.3 9.8  .2.3 0:.. 7:5.. /.3. !0740./03.507803  $0-.73.3-.38..38.7/.!.03.3.8/.3./../.3:3./.5.!0740.3. 3..78 09:7:3.4394 5..!0740..!.-.3 -0!.7.7..  .32023./.7 -.5  !   %09.#5  .!.2 5:: :9.9. /909. !.  !%! 8073 203..3/:3. 80/.8. 50740.89.3 80-08...9.7-.907:9.9.88--  %.3:3. ./ ....3 -0!.38.. 03.  ./ 202-0 80-/.703:..3.3 909.3-.9 3 /9072.8:.3 .3.2 :-:3.3 -0 !.  ! 0- 703/..#5   .9 0.5.3 !028..9.3%7.3.  !07: 203..9.:. !   ..50740.3 57-. 40 47.3 ../.3!%80-08. !02.-0 .71 !.8.3:3.380-08.8./.5.7./.7:     ../ .9/.8..9.8 /.!0740..3 80-08...3     .9..82.3 -0!.8/.7#5     !!%%$!# # $%  .-08.30!078074.3  %./.34-05..!0740.7  2.73.50740.89.3.3 -..3#5 #5   !0740. %/.03...7#5  .3/03.. !02-07.3.3 -0!.3 :7:8 8.8 /.

0-. 9072..2.8: 8:.

3.....3/50740$/7/7..9.. ..3 !07:2.$/7/7.7502-07.3.: .3 -.3:7:82.7  34507803 /.3 4005.3  /.-08./.3 .850740./.8907 /03.3:3.9.5::2.8. !020739.3 20250740 9.:-.:-.3/03.8.:5...3!02/. 50304.!020739.39.73.9/..7 09:7:3.3.30-.3 ../.80-08.3. 2..!0740.380.3 -0!.9.3:3.3.38:7..3 -0!./.205:9409.3.907:9.9.7-0.3.3:3..8/3.3-07..503072.%2.3.7. .9. .3.3.7 9.3-./.9.7#5  .3.80.3 05.03.71 /:.7:8/-.3.7 -...907:9. /.50304.%3.9.7 8.3.%3.790203 !02/..3.3#5 #5   ..80-08...305.9.8.9090703..9-:.380.  ! %! #5   . .3:3..!.!%.8.8.9.715.3  8.3.3.850740.:-.790203 !02/..3 -0!.7-0.8.3.3. 03.3&2:2 !07:2 !02-.3.3.7 -0..3/03.9.3 -..3-07.3 -07.!0740.!0304.3.3:3.3/-07. /.-...33./.. /05..3        .  ! ! #5  !.9..3...9  ..3.9.8./.9 !02/.3 80./3.8/.: 5.907:9..9.:5.9..9.3.9.73.8 50740.9: 09:7:3.9.3:3. .33.#5  ... %/.3:3.3/907-9.7:83.3. /..: -07..7 8973./.3 :7:8 .3 .-08. ./.3.!0740.8!%. !07:23.89.3-..3.843. /..907:9.!%.   $0/.9.3/03. #5  #5     !!%!# #!# !  !0740.07.3!07:23.3 /-07.9 02-./.39.3-07.8 50740.3...:5. ..3..39/.!%.3 -..9.3!07:8.%3.3.9.8.3.3.3.7:83./.7:83.3.3:3.89. /.3./.89.2:3.5.9.8 %09. /.5..3  $0/.03.9.5.9./..!.8 50740.-. 9  94-07   $/7 /7..9 02-.89.89..50740../.3.3203072.39.507803  .9..

.8.-0 2.9 2.38:7.9.3!%.8:7./.7 :.9.3.905:9:8  .9907:9.9/907-9./.3 /.3!%.3-.-.9907:9../.30.3-07  8.3.3:3.9..9!02-:.3.9/-:.80...3.   !..3.80.32025:3. $%%#&%!% $.9.9/.3.39475079..3502-07.80.3.850740.75005.3!%80-02.9. !.3 2.80.3/..8.4005.7...19./.  502.3.3909.7 2.9/-:.3.25078074.2.78 78./. .905:9:8.9.89.8.3.:.3/...8/....3/9:3:4003907 0:.3.33.9/-:.3/.9.3.9.3.8.3!%.9503:3:. 2.7:8/:3.9.7.3..33.9.3947!079..89.3  50203. 2.3.9.8.:!0.9.3502-07.3:9.3907:9.9/-:.3./.33.  0..7:/:.80.3.3 /9./.3 /-0/./3.9$0947.89..  ..0.3:9.3-.39470.3!%.3/.-.3!%.80.3$:7./.3380.8:.2 2.95:9:8.90.8.9./.9907:9.9.7203:.3!%.3!% .3.8.9907:9./.3507.3:93.  -.!0.3!%.... 9:.3.3/50740/...3/03.9.3/./..  502-07..9907../.9.%.75005.9..3907:9.9/.9.3::2.3/9.3..3/..8..80-./23.7.3  5:9:8.8.-..8.:.8.5  -.3.-.. 9.8.85.9502-.3 2.9/...9/.9...3/.3..3/...3/ 9./...9.9.7.89.3203/.80.3203..-:5.9907:9.80.7:.9907  &9.9/907-9.3..0:.-.8..3!%.. 2.9.  2.80.3 !%.0.3::2.3:39:502-0 /9.9.9 9.8.3.9.3.  5028.3..9/-:. !!% .7:8/:3.:349..3.9907:9.8.3.3/9.3 503/.3!%.9907:9.8..3.3.3.3/.80.3.34005.903./.:9025..9.9907:9.3 .350  .9.0.3  !02-07.990:9.3.9/-:./..3.8/.50740.80.3.:-.3.9907:9.3!078058 ./...9/.  9./.3/9...3:3.9.3947!48.3.9/.9907:9...3.9.3.3.:-.3../..3507. 2..3:3.7.3/9.

9   .8.2..3.9.9..9203.8..30-07.3.3 ./.2-. ! /.9:0909.3.3:3.3.05..3..3.3.3:7.7:/.502-07.2.5.9.90909.5.:-.8$:.7%././.3.3 5:9:8.2.9.9.3 $% $:7./709:7 03/07.3.9    !#  #%  !&# !!% ... /.:.3:3.30..703.3:7..7 $ $:7.50. .!0740.3.!0740.3.-5.3.30.3..8%.5.!.-./..49.35023/..8%.

380.3/:.9:5.:..90909.3.2-.3.90-07..9703!.2-.90909.3..5..3 !/03./.3.3/.$.2.5.703..3/9072..9.3/-07.3907:9.3/:.3/...30.3/4308.3:2.9.30.:$%.3/.3.-0.2-..380:7:3.9.0-079.30.3 /703!.907:9.3/.3$:7..-..70:.38:7.3.7:8/.3:3....5.3 2034.9.203. ./.398--.8.3    !#  #%  !&# !!% !/.33.8/.3./9..3 5.390.3.90-07.70:.8 -:.9.!0740..2.3/-07.9/..8.9./-:9503072.9.3.5..3/9:3::39:9:..3.3.320...  703!.!0740.90-07.:.3.9.3.90-07.3 80./.3.$.9.9: $:7.90-07.3:2.5.:$.9.80-07.3.!0740.320302:.3.50372./9072.35.3../.3.5.30.9.9.9..9:5.9203.2-.05.3..3.8%.3$:7.:203...9.3/.7 $ $:7...3 2034.33..3 ..9.3$:7.3.202-078:...8 -:.7 $ $:7./.9203.9-07:5.3$:7. %..3.34050.3 /.9.3.3/9:3::39:9:.3 $  !03.   .9/503:.:203.9.:80-..33.3 202./. .3/8079. 503072. /03. /03.-08. %.5.  -:. .380. 203..0.-: .3/4308.3 80.5/./9072.3.:548907.2-.3-.3$:7.9.9.3.9.$:7.:.30-07.5..9 9.9.9.34050.:80-.8%...9.398- /.3203:7:95079:3.3.9.3/8079.30-07.30-.703!..3/.3./.3.80-07..9.  %.3.3:3..80-07.9.7:8202-0705:9:8.3 0-07.0909.3.8%.3.-:9503072.8.3 /.380:7:3....3/. .320302:. 050393.3!  703!...90909..9703 !.8.2-..!/.:.3203:7:95079:3.3/9072.3 .-:.-.30.35.3/-07.3-.9203.-0.703.5.9:05:9:8.73.8.3.9 9.2.9: /:.:203:3:.9.  -:..9.88:..!0740.3 !/03.30-07.9/.:..3/9072.3  $  !03..9.9. /:.:-:950372.9.-0.90-07.9:9: 9/. /:..398--...3/.. 050393.3703!.8 0-07.3/.:.9. ./.8/..3.0.2.3 ./.3 05:9:8.3703!./.. !03072..9..9.503072.: 548907.3:3.3$:7..3..7:8202-0705:9:8.5.30:.7:8/.:9.9.3.80-07.3:3..9-07:5.9.9.3.3.-.3 .8.3/.3:7.3 05:9:8.: $ 0.8.3.:2.5.8 -:.-.8%.3.7:8202-0705:9:8.90-07.9/503:.3907:9.9.:.3.8. 5.9203:3:.0.8.5.:./.30.90-07.3.9.:..9:9:9/.9.5.9...-5.-:.9.

30-07.!.9..!0740.380-08.2-.3802./.3  !:..:.7.9/.3/.8/..3.!0740.3.5.9: /:.5.8  -:.9/.9.75.3!03008.!%.3  0-07../.8/:..8..3-:3.9/.3:39:80..9072.9.:.2.3!%/ 507:3.0.73.3 !03:7.3203.71!.850740.9.9.8%.3-08.3.9.73.2.03.9. .3 5.9.3 ./.3 -..3/9.80/.-:./.9:/07.3848.8.780-:.5/.. .3 .3 /03.90.:..3    #& 0.-08.32.3 %/.9/./..8503:7.78 09:7:3.40 47.3.7:83.3-././.3..:.3/02-.3!.. .30-.3-.3:3.7.:2.8/.3./..3 !%/.70:39:3.9.50740.3:7:88.3.93/9072.3:39:0.907:9.2-.3.-0.3. !$!  5.9.3/3 .3703!..3.!.9./.3503//..!0750.3!% !03:7.390.3 &39: 203039:.. .2.3:3.7-.3.357-.7.3/3.3.3.202-078:..380. %.8:8:.:80:7:3.3 !% .3.9..907..5.398-/./.9.505:9:8.:39:203.:..00-./.3/03..305.3.-.80-08.:5072443./.-.3 !-07..3 $0309.202.3.89.3.8%.3..2:-:3.3.3.9/.3/3/9072..8.8/.85072443.. -079::..9:05:9:8.503.50740..8 /-07..3:3.3  .5.9.9. 80-./..9.9.3!%.9..9.3.30:. 2.:-...907:9.3502-. 2.-:.7 /.2.9/.30-07..

3.907:9.3.9  34507803 /.9.7:83.9.3.309:7:3.3-./.39./.3-.8/.3:3.7-0.3.89.3 ::29079039:/03.3.9.:5.507803          .380.9.89.47.80-08.9.9.3.7502-07...3.89.7:83.9.3:3./..7 /..3 /..3.715.3..3-...380-08.7-0.3.5::2.3:7:8/.3. -.8.8 50740...:5...3/03.8907 /03. 50304.3  !0740./.9..380./80.907:9.3 $0/.: -.3..3 /:..3203072.9.9.850740.8.3.357-.3.../..3:3.

.3..25. .3 3/4308.. 7.3 !..79. .3$!% !!!..547.703825.7!:89...9 .:3.79.79.3.3!. :/.       $:57.98038$!%%..3/:.       $9 #082  !075.303..  !0307-9 $.79.02-.3 !0..79.7 :39.3!7-.02-.8...:$8...3!!  !0307-9$:37.2: 4.3 !030947.3!! /.7/  !0703.3 $  43.39 $  !075.3!024943. .2434 $     %0708..3820 /.2-.3 7..394  .3!!  $0:-:3..02-.7 038 $!% !! 7..02-..  ::  /..3 0.8.3   .97.79.. 8809..89..79.8:8 ::  /8   !0307-9 $.:3.79.79. !0307-93/ 4.02-. .8.22.20/.8.8.     .7 .79.448 . 0./  !0307-9 $.       .3 !7-.7.38 !075.!038.    :.         ..038$!%9.:4   !075. .    .3!7.3..8.3 !7-...       :/. .3 !007.      0./ !0307-9 !% 3/08042547.9. 4394 !0307-9%.3  8079.3/ !.9  !% $.19.3.3!!! 7.3 !0307-9 3/ 4. 25.3 3/4308..3.07.9 .25..9 .3.2.9 !0/42.3 ./ !0307-97.3 %047 /.3 !079:3.3 ::   !0307-9 $.     ..0/./#:8/ !09:3:!0.79.  .-47.8.      7 $:..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful