MODUL

“PERPAJAKAN”
D3 KEUANGAN DAN PERBANKAN

PENYUSUN :

ADIYAS, SE.,MM. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Jl.RS. Fatmawati, Pondok Labu Jakarta Selatan 12450  021 – 7692856 2010

MODUL

“PERPAJAKAN”
D3 KEUANGAN DAN PERBANKAN

PENYUSUN :

ADIYAS,SE,MM
Nama Mahasiswa Nomor Pokok Mahasiswa Semester / Kelas Nama Dosen : : : :

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Jl.RS. Fatmawati, Pondok Labu Jakarta Selatan 12450  021 – 7692856 2010

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas Rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan Modul Perkuliahan Perpajakan ini. Modul Perkuliahan Perpajakan ini berisi ringkasan materi perpajakan yang sudah disesuaikan dengan Satuan Acara Perkuliahan, sehingga diharapkan dapat menunjang pencapaian kompetensi keahlian yang diinginkan. Penyusun menyadari bahwa modul ini belum sempurna, karena itu saran dan kritikan dari semua pihak sangat diharapkan guna perbaikan di masa mendatang. Pada kesempatan ini penyusun menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu hingga tersusunnya modul ini. Terakhir penyusun berharap semoga modul ini bermanfaat bagi mahasiswa Program D3 Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi khususnya dan umumnya bagi paca pembaca sekalian.

Jakarta, Januari 2010 Penyusun

Adiyas, SE.,MM.

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Gambaran Umum UU PPh ……………………………………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 21 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 22 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 23 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 24 …………. Kebijakan dan Teknis Perhitungan Penilaian Persediaan, Penjualan dan Pengalihann Harta ......................…….....…. Kebijakan dan Teknis Perhitungan Penyusutan, dan Amortisasi Aktiva .........................................……….….

i ii 1 11 23 36 42 47 61 67 74 84 90 97

Kebijakan dan Teknis Perhitungan Pajak yang Terutang (khusus WP Orang Pribadi) ...................................…………. Teknis Perhitungan PPN dan PPnBM .................................. Kebijakan Umum Mengenai PBB ……………………………. Kebijakan Umum Mengenai Bea ……………………………. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.....................

ii

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA

1

MODUL PERTEMUAN I

Perpajakan (3 SKS)
POKOK BAHASAN

GAMBARAN UMUM UNDANG-UNDANG PPh

ADIYAS, SE, MM.
A. PENDAHULUAN Pajak Penghasilan (PPh) merupakan salah satu sumber

penerimaan negara yang berasal dari penghasilan masyarakat. Dalam proses pemungutan perlu diatur dengan UU agar dapat memberikan kepastian hukum, sesuai dengan kehidupan dalam negara demokrasi Pancasila. Dalam sistem peraturan perpajakan yang lama, pengenaan pajak atas penghasilan diatur dalam beberapa UU, yaitu : Ordonansi Pajak Perseroan 1925, Ordonansi Pajak Pendapatan 1944, UU Pajak atas bunga. Dividen dan Royalti 1970, UU No. 8 tahun 1967. Sejak akhir tahun 1983 pemerintah mengadakan pembaharuan peraturan perpajakan di Indonesia/Reformasi perpajakan Maksud dari pembahuruan pajak itu adalah umtuk menyederhanakan struktur pajak, seperti jenis-jenis pajak, tarif dan cara pemenuhan kewajiban pajak. Sistem pemungutan pajak lebih banyak memberikan tanggung jawab perpajakan pada diri wajib pajak (WP), dengan menganut simtem selfassesment. UU Perpajakan itu meliputi: UU no. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (PPh). Dalam UU Pajak Penghasilan ini mengatur materi pengenaan pajak yang pada dasarnya meliputi: subjek pajak (siapa yang akan dikenakan ), objek pajak (apa yang dikenakan atau penyebab pengenaan

1

Sedangkan tatacara pungutannya diatur dalam UU tersendiri. KEBAIKAN-KEBAIKAN SISTEM PERPAJAKAN YANG BARU Ada bebrapa kelebihan atau kebaikan pada penerapan sistem perpajakan yang baru.6 Tahun 1983. Struktur tarif disederhanakan dan bersifat progresif. artinya semakin tinggi penghasilan semakin tinggi pula persentase tarif pajak.pajak) dan tarif pajak sebagai cara penentuan jumlah pajak. antara lain : a. 2 . bagi Wajib Pajak (WP) akan mudah melakukan penghitungan jumlah pajak yang harus dibayarnya. Meningkatkan kerelaan membayar dan bertambah mudahnya bagi administrasi pajak untuk menguji akan lebih meningkatkan kepatuhan WP. tarif marginal tertinggi adalah 35%. yaitu dalam UU no. Hal ini akan meningkatkan kesediaan WP untuk membayar pajak. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak. b. Mengurangi pengalihan penghasilan dari badan kepada perorangan atau sebaliknya sebab pengalihan semacam itu tidak memberikan manfaat kepada wajib pajak. d. Adil dan merta. B. akan mudah menguji perhitungan pajak yang dilakukan oleh WP. Serderhana. tarf pajak diberlakukan sama terhadap tingkat penghasilan yang sama dari manapun penghasilan itu diterima atau diperoleh. Demikian juga bagi Kantor Pajak.Tarif pajak ditetapkan secara wajar berdasarkan prinsip-prinsip pemerataan dalam pamungutan pajak dan keadilan dalam pembebanan pajak. c. Tarif untuk orang Pribadi/Perseorangan sama dengan tarif untuk Badan dengan tingkat tarif maksimal yang lebih rendah daripada tarif lama.

C. Mengeliminir adanya pajak berganda. Bidang Struktur peraturan Sistem Lama a. adanya pembebanan pajak berganda. ditentukan oleh WP sendiri assessment. c. ada beberapa jenis pajak. sangat tergantung pada aparat perpajakan b. b. Sistem pemungutan a. d. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. peraturan pajak sangat beraneka ragam sehingga membingungkan wajib pajak. c. hanya ada satu jenis pajak. 3 . Sistem Baru a. Hak & kewjiban WP tidak jelas. Hak & kewajiban WP jelas. 2. self assessment. Official a. b. PERBEDAAN SISTEM LAMA DAN SISTEM BARU Adapun perbedaan sistem perpajakan lama dan sistem baru mencakup hal-hal berikut ini : No 1. disederhanakan dengan memberlakukan satu peraturan PPh. b. sudah ketinggalan jaman. d.

SH. Soemitro. ada berbagai bentuk insentif pajak a. Tarif Pajak a. menghapus segala bentuk insentif pajak D. pengisian SPT sebagai tindakan Hk c. Dr. tarif pajak berlaku untuk WP badan & WP perseorangan b. berbelit-belit b. hasil pemungutan pajak tidak memadai d. tarif pajak berbeda antara WP badan & WP perseorangan b. WP menghitung & menyetorkan pajak sendiri WP diperlakukan sebagai “subjek” 4. adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. tarif pajak diturunkan c. DASAR-DASAR PERPAJAKAN Definisi dan unsur pajak menurut Prof. 4 . Tata cara pemungutan a. pengisian SPT hanya sebagai laporan c. tarif pajak cukup tinggi c.3. WP diperlukan sebagai “objek” a. lebih sederhana b.

yaitu : 1.Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki unsur : 1. Fungsi regulerend (mengatur). serta aturan pelaksanaannya. untuk mengurangi gaya hidup mewah. maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. c. Iuran dari rakyat kepada negara. Tanpa jasa timbal atau kontraprestasi dari negara yang secara langsung dapat ditunjukkan. Contoh : a. b. pajak merupakan sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. perlawanan. yang berhak memungut pajak hanya negara. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontraprestasi individual oleh Pemerintah. Berdasarkan Undang-undang Pajak dipungut atau dengan kekuatan Undang-undang. Pemungutan pajak harus adil (syarat keadilan) sesuai hukum. Pajak yang tinggi dikenakan terhadap minuman keras (label Pajak yang tinggi dikenakan terhadap barang-barang mewah Tarif pajak untuk ekspor sebesar 0% untuk mendorong merah) untuk mengurangi konsumsi minuman keras. Fungsi budgeter. Digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Negara. yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas. pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. 2. Iuran tersebut berupa uang (bukan barang). Adapun fungsi pajak ada dua. Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau 2. 4. 3. 5 . ekspor produksi Indonesia di pasaran dunia internasional.

Pajak langsung. seperti Pajak Penghasilan (PPh). pasal 23 ayat 2 : memberi jabatan hukum untuk menyatakan keadilan. 3. Pajak tidak langsung. 6 . 5. Pajak subjektif. baik negara dan warganya. yaitu pajak yang dipikul sendiri oleh WP dan tidak dapat dibebankan/dilimpahkan kepada orang lain. Hukum Pajak Materil (langsung). Pemungutan pajak harus efisien (syarat finansial). Tidak mengganggu perekonomian (syarat ekonomis). Sedangkan hukum perpajakan dapat dikelompokan menjadi Hukum Pajak Materil dan Hukum Pajak Formil : 1. yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dilimpahkan kepada orang lain.2. Menurut Golongannya : a. Di Indonesia diatur dengan UUD 45. seperti PPh. b. 4. Hukum Pajak formil. Sistem pemungutan pajak harus sederhana. 2. 2. yaitu pajak harus dipikul sendiri oleh WP dan tidak dapat dibebankan/dilimpahkan kepada orang lain. Pemungutan pajak. memuat bentuk/tatacara untuk mewujudkan hukum materil menjadi kenyataan (cara melaksanakan hukum pajak materil). seperti Pajak Penghasilan (PPh). E. yaitu pajak yang bepangkal/berdasarkan pada subjeknya dalam arti memperhatikan keadaan diri WP. PENGELOMPOKAN PAJAK 1. seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN). berdasarkan Undang-undang (syarat yuridis). Menurut Sifatnya : a.

Stelsel nyata (riel stelsel). Stelsel Pajak : Pemungutan pajak dapat dilakukan atas 3 stelsel : a. Menurut Lembaga Pemungutannya : a. b. Pajak DATI II (Kota Madya/Kabupaten). - F. Pajak Penerangan Jalan. Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh UU misal : penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya. seperti PPN dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Pajak objektif. Stelsel Anggapan (fictieve Stelsel). b. dipungut oleh Pemerintah Pusat dan digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Negara. Pajak Daerah terdiri atas : - Pajak DATI I (Propensi). sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak. seperti Pajak Pembangunan. seperti Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nomor (BBN) Kendaraan Bermotor. PBB dan Bea materai. 7 . seperti PPN & PPnBM. yaitu pajak yang dipungut oleh PEMDA dan digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Daerah. dan Pajak Bangsa Asing (WNA). Pajak Pusat. Pajak Daerah. TATACARA PEMUNGUTAN PAJAK 1. tanpa memperhatikan kedaan diri WP. yaitu pajak yang bepangkal/berdasarkan pada objeknya. Pengenaan pajak atas dasar objek (penghasilan yang nyata).b. 3.

Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal WP. Azas Kebangsaan. 3.c. Self Assessment Syatem. Atas azas ini berlaku WP luar negeri. Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara. Merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan anggapan. Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan WP yang bertempat tinggal diwilayahnya. 8 . b. kemudian pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Azas domilisi (azas tempat tinggal). Stelsel Campuran. Azas Pemungutan Pajak : a. Adalah suatu sistem pemungutan pajak memberi wewenang kepada WP untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. Pada awal tahun. 2. b. Sistem Pemungutan Pajak : a. Azas sumber. Offcial Assessment system. Adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada Pemerintah (fiscus) untuk besarnya pajak yang terutang oleh WP. Missal : pajak bangsa asing (WNA). besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan. c.

Adalah suatu sistem pemungutan pajak memberikan wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiscus dan bukan WP bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh WP. 2. bentuknya antara lain : a. Utang pajak timbul karena U. yaitu hambatan terhadap pemungutan pajak yang dikelompokan : 1. Perlawanan Pasif . G. 9 . 2. TIMBUL DAN HAPUSNYA HUTANG PAJAK Ada 2 ajaran yang mengatur timbulnya utang pajak : 1. Ajaran ini diterapkan kepada official assessment system. c. Perlawanan Aktif.c. usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar undang-undang. With Holding Syistem . Sistem perpajakan yang mungkin sulit dipahami masyarakat. Ajaran Materil. b. Sedangkan hapusnya utang pajak dapat disebabkan beberapa hal. Utang pajak tibul kaena dikeluarkannya Surat Keterangan Pajak (SKP) Oleh fiscus. Perlawanan aktif meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan kepada fiscus dengan tujuan untuk menghindari pajak. Ajaran ini diterapkan pada seassessment System. Sistem kontrol tidak dapat dilakukan / dilaksanakan dengan baik. Tax avoidance. Perkembangan intelektual dan moral masyarakat. yang dapat disebabkan antara lain : a. Ajaran Formil. Masyarakat enggan (pasif ) membayar pajak.U seseorang dikenai pajak karena keadaan dan perbuatannya.

tarif pajak menurut pasal 17 UU.000.- 3.000.000. Tarif 10% 15% 30% Dengan demikian.sekarang naik sejak tanggal 1 Mei 2000 menjadi Rp. usaha meringankan beban pajak dengan cara yang melanggar undang-undang. c. b.000. kenaikan persentase semakin besar. Tarif Progresif Tetap.000. 4.3. Tarif sebanding/proporsional. ( menggelapkan pajak ). dikenai pajak.6. 2.. sehingga besarnya pajak yang terutang proporsional terhadap besarnya nilai yang dikenai pajak contoh : untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) didalam daerah pajak akan dikenakan PPN sebesar 10%. Tarif Progresif Progresif. kenaikan persentase tetap.dan Rp...50. kenaikan persentase semakin kecil.diatas Rp. 25.000..000.b. 1.000. persentase tarif yang digunakan semakin kecil bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar. Tarif Progresif. tarif berupa jumlah yang tetap (sama) terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak yang terutang tetap.PPh tersebut diatas termasuk Tarif Progresif Progresif. Tarif tetap. Contoh : pasal 17 UU..PPh tahun 1995. yaitu : 1.50.25.Rp. Tax evasion.– Rp. TARIF PAJAK Ada 4 tarif pajak. 10 . persentase tarif yang digunakan semakin besar bila jumlah yang dikenal pajak semakin besar.000. Lapisan penghasilan Kena Pajak (PKP) . Tarif Degresif.000.000. Contoh : Besar tarif bea materai untuk cek dan bilyet giro dengan nilai berapapun adalah Rp. H. Tarif Progresif Degresif.Sampai dengan Rp.Menurut kenaikan persentase Tarif Progresif dibagi : a.

10 Tahun 1994. 10 tahun 1994 dan diteruskan dengan UU. Sedangkan Penghasilan adalah jumlah uang yang diterima atas usaha yang dilakukan orang perorangan. No. No. SE. PENGERTIAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) Pajak Penghasilan (PPh) mengandung 2 pengertian. yang 11 . baik berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. badan dan bentuk usaha lainnya yang dapat digunakan untuk aktivitas ekonomi seperti mengkonsumsikan dan/atau menimbun serta menambah kekayaan. MM. Pengertian pajak secara bebas sebagai suatu kewajiban kenegaraan berupa pengabdian serta peran aktif Warga Negara dan anggota masyarakat untuk membiayai keperluan Negara yang berupa Pembangunan Nasional yang pelaksanaannya diatur dalam UU dan Peraturan-peraturan untuk tujuan kesejahteraan bangsa dan negara. Pertama mengenai arti pajak itu sendiri dan kedua arti penghasilan. A.7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah menjadi UU. Menurut Pasal 4 ayat 1 UU.PPh No. No. penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomi yang diterima/diperoleh oleh wajib pajak. 26 tahun 2000 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 2 MODUL PERTEMUAN II & III Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ADIYAS.Referensi : UU.

dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak (WP). badan dan bentuk usaha tetap. Azas Sumber. Kewajiban pajak subjektif orang pribadi/badan/ warisan dimulai dan berakhir pada saat : 12 . Pengertian Subjek Pajak menurut UU. warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan. 2. 3. tentang PPh adalah orang pribadi. maka pengahasilan tersebut adalah penghasilan bukan objek pajak.3 dan 4. Azas Kebangsaan. 10 tahun 1994 pasal 2 ayat 1. yaitu azas pemungutan pajak berdasarkan sumber penghasilan yang diperoleh oleh subjek pajak. yaitu azas pemungutan pajak berdasarkan kewarganegaraan subjek pajak. B. Jadi pengertian Pajak Penghasilan (PPh) adalah suatu pungutan resmi yang ditunjukkan kepada masyarakat yang berpenghasilan atau/atas penghasilan yang diterima diperoleh dalam tahun pajak untuk kepentingan negara dan masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara sebagi suautu kewajiban yang harus dilaksanakannya.2. SUBJEK PAJAK Azas yang berkaitan dengan subjek pajak adalah : 1. Azas Domisili yaitu suatu azas pemungutan pajak berdasarkan domisili/tempat tinggal subjek pajak. Dengan kata lain jika penghasilan yang diterima bukan merupakan tambahan kemampuan ekonomis atau tidak dapat menambah kekayaan WP.No.

Timbulnya warisan dan berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi.- Orang pribadi dilahirkan. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan WP yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. OBJEK PAJAK Secara teoritis objek pajak adalah keadaan-keadaan. Sedangkan objek pajak dalam undang-undang no. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.10 tahun 1994 pasal 4 ayat 1 dan 2. PPh adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh WP. - Badan didirikan atau berkedudukan di Indonesia dan berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi berkedudukan di Indonesia. berada atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. Sedangkan yang tidak tergolong sebagai Subjek Pajak adalah : - Badan Perwakilan Negara Asing Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa objek pajak tidak lain adalah penghasilan yang diterima oleh WP. peristiwaperistiwa atau perbuatan-perbuatan apa saja yang selayaknya dapat dikenakan pajak. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. 13 . - C.

2. 1. Yang termasuk dengan masyarakat disini adalah mereka yang termasuk dalam kategori besar berikut : 1. b. Disamping penghasilan yang terkena pemotongan PPh pasal 21 diatas. berapa tahapan dan istilah berikut ini perlu dipahami dan dimengerti dengan baik. berikut ini adalah penghasilan yang tidak dipotong PPh pasal 21 : a. Tahapan Dan Istilah Dalam Menghitung PPh Pasal 21 : Dalam melakukan perhitungan besarnya utang pajak PPh pasal 21.21) Sistem pemungutan pajak di Indonesia. Penerimaan dalam bentuk natura. Kategori III adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh WP Badan (Form 1771). Iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya disahkan Menkeu. 3. PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (PPh. Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung pemberi kerja. khususnya pajak penghasilan.D. 14 . dan penyelenggara Taspen serta iuran tabungan hari tua atau tunjangan hari tua kepada badan penyelenggara Taspen Jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja. Kategori II adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh WP Perseorangan (Form 1770). c. sekarang berlaku sistem self assessment. membayar dan melaporkan sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Kategori I adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh pasal 21 (form 1721). memperhitungkan. Dalam sistem ini masyarakat diberi kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menghitung.

000.000. Penghasilan Neto : Penghasilan neto adalah penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan.Penghasilan Bruto : Yaitu seluruh penghasilan yang diterima oleh WP sebelum dikurangi dengan pengurangan-pengurangan yang diperkenankan oleh UU.- Rp. 100. Rp.000.000.000.tunjangan jabtan Rp.-.000.000.tunjangan kesejahteraan keluarga Rp. iuran pensiun dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).000. 1.000. Rp. Diketahui juga karyawan tersebut memiliki 1 orang anak dan istrinya tidak bekerja.dan mendapatkan iuran asuransi kecelakaan dan asuransi kematian Rp.000.125. Contoh : Diketahui seorang karyawan mendapatkan gaji pokok Rp. berupa biaya jabatan. 150.tunjangan kemahalan Rp.- 15 .. Ketetapan mengenai Rp... 400. sehingga natura tersebut bagi karyawan yang menerimanya bukan merupakan penghasilan.100. iuran pensiun dan tunjangan hari tua. Maka penghasilan Bruto karyawan tersebut dapat dihitung sebagai berikut : Gaji Tunjangan kesejahteraan Tunjangan kemahalan Tunjangan jabatan Iuran asuransi kecelakaan & kematian Total Penghasilan Bruto Catatan : Nilai rumah dinas dan kenderaan tidak dimasukkan dalam penghasilan bruto karyawan.menempati rumah berikut mobil dinas yang dinilai sebulannya Rp.000.000.150. Rp. 25.25. 750. 100. Rp. karena disisi lain perusahaan tidak memperlakukan natura tersebut sebagai salah satu unsur biaya perusahaan.100. 750.

- Rp.= Rp.25. Rp. 1. .- 16 .sebulan.000.sebulan . dengan setinggi-tingginya Rp.besarnya Biaya Jabatan. Contoh Dengan soal yang sama pada contoh diatas. Iuran Pensiun dan Tunjangan Hari Tua diatur sebagai berikut : . Rp.000.000.Biaya Jabatan ditetapkan 5% dari penghasilan bruto.000.Khusus untuk penerima Pensiun. maka untuk mencari besarnya ppenghasilan neto (PN) adalah sebagai berikut : Gaji Tunjangan kesejahteraan Tunjangan kemahalan Tunjangan jabatan Iuran asuransi kecelakaan & kematian Total Penghasilan Bruto Pemotongan/Pengurangan : Biaya jabatan 5% x 1. 56.000 setahun atau Rp.100. 216.000.setahun atau Rp.Tunjangan penetapan iuran Hari Tua pengaturannya demikian sama tidak dengan tertutup pensiun.150.000. . Rp.Iuran Pensiun ditetapkan 5% dari penghasilan bruto. 750. sepanjang tidak melebihi nilai maksimum seperti yang ditetapkan untuk besarnya Iuran Pensiun diatas. dengan setinggi-tingginya Rp.. 54.125.000.100. 18. 648. Rp.000.000.125. penetapn besarnya penghasilan netonya dilakukan dengan cara penghasilan Bruto (PB) dikurangi dengan iuran pensiun dengan ketetapan yang sama dengan yang diatas.000. namun kemungkinan bagi pemberi kerja untuk menetapkan secara nominal.000.Rp.

2009 .000.440. 1. 1990-94 3.- Biaya jabatan yang diperkenankan Iuran Pensiun yang diperkenankan THT 1% x Rp.000 17 . 54.200.000 15.000 2.000 1.00 13.Tambahan WP kawin .7.000 12. 1999-04 5.000.000.880. = Rp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut ini : Departemen Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : I.045. Penghasilan Kena Pajak untuk WP orang Pribadi : Dalam rangkaian mencari besarnya utang pajak adalah penghasilan kena pajak (PKP).440.+ 79.000 864.- E.000 960. sedangkan nilai uang menurun (inflasi).Diri WP Pribadi ..000 1. = Rp.320.200.000 2. 2006 7.440.000 480.1995-98 4.Jumlah potongan Penghasilan Neto (PN) = Rp. = Rp. Untuk mendapatkan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) adalah dengan cara mengurangi Penghasilan Neto (PN) dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). s/d 1989 2.000 720.000 13.000.840.000 15. = Rp. Pengaturan mengenai besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) telah mengalami perubahan sebanyak empat kali.18.500. 750.0 00 1.728.000 1.000 1. 2005 6. karena disesuaikan dengan perubahan harga kebutuhan pokok yang meningkat.840.000.000 1.728.000 1. PENGHASILAN KENA PAJAK (PKP) DAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 1.200.000 1.000.500.880.Tambahan seorang istri 960.

500.900.500. 25 juta = Rp. 10 jt Rp. UU PPh 1983) 0 10 jt diatas s/d Rp. 30 juta = Rp. Menghitung Pajak Terutang : Langkah terakhir untuk mengetahui berapa besarnya utang pajak adalah dengan cara mengalikan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) dengan tarif pajak yang berlaku.1994) s/d Rp.000 2. 10. 15.250. maka berikut ini akan disusun kerangka 18 . 50 jt = 10 % = 15 % = 30 % Cara Perhitungan Pajak Terutang : Misalkan Pajak Terutang nilainya Rp.000 + Total Tarif Baru : 10 % x Rp. 30 juta = Rp.000 + = Rp.000 3. 10. Untuk memperjelas apa yang sudah diuraikan diatas.000 = Rp. 480.Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah & keturunan.750. 17 UU no. 50 jt = 15 % = 25 % = 35 % 0 25 jt diatas Tarif Baru : ( Ps.000 1.000.000 1. 10.0 00 1. 30 % x Rp.yang penghasilan digabung penghasilan suami .320. 40 juta = Rp. 22.200. anak angkat yang tanggungan maksimal 3 anak.000 9. 1. Total 2.000. 10 juta = Rp.000 25 % x Rp. 50 jt Rp. 50 jt Rp.000 864.000 0 12.000 1.000 720. 25 juta = Rp.200. 25 jt Rp.000. 15 % x Rp. 80 juta Tarif lama : 15 % x Rp.000.00 0 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Pasal 17 : Tarif Lama : ( Pasal 17.000 35 % x Rp.440.

000 ( 432.000) Jumlah pengurangan Penghasilan Neto (PN) Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : Diri WP Tambahan status kawin Tambahan tanggungan Jumlah P T K P Penghasilan Kena Pajak ( P K P ) ………. 50 jt Rp. xxxx xxxx Iuran Pensiun 5 % x PB maks Rp. xxxx (Pajak Progressif) 0 25 jt diatas s/d Rp.H.mengenai perhitungan PPh-21 khusus Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi sebagai berikut : Penghasilan Bruto (PB) Penghasilan lainnya yang tidak boleh dikurangikan dari Penghasilan Bruto Jumlah Penghasilan Bruto (PB) Rp. Rp. 5 % x PB maks.. Rp. xxxx + xxxx Rp. 25 jt Rp. xxxx Rp. xxxx Hutang Pajak PPh-21 Contoh : 19 .296. xxxx xxxx Hutang Pajak = PKP/tahun x tarif pajak PPh pasal 17 = Rp.000 (1. xxxx + Rp.. 216.T. ………. 50 jt x x x 10 % 15 % 30 % = = = = Rp..……. xxxx Rp. xxxx Pengurangan-Pengurangan : Biaya jabatan T. 216.000) Rp Rp.000) 5 % x PB maks Rp. 648. Rp. . Rp.000 ( 432.

000.000. 12. 1.090. yaitu Total Penghasilan Bruto (PB) dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).742.728. = Rp.Pajak Terutang PPh-21 /bulan = Rp. 864.000.- = Rp. 909. maka untuk mencari Penghasilan Kena Pajak.d.000 864.- = Rp.546.000.1.000 12 Jadi Pajak Terutang PPh-21 /bulan = Rp.045.000 = Rp.741. Selanjutnya Pajak terutang PPh-21 dapat dihitung : Total Penghasilan Bruto (PB) Total Penghasilan Neto (PN) sebulan Total Penghasilan Neto (PN) setahun Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : Diri Wajib Pajak (WP) Tambahan status kawin Tambahan tanggungan Total PTKP Total Penghasilan Kena Pajak ( P K P ) = Rp.- Pajak Terutang PPh-21 /tahun = 10% x 9.= Rp.500.125. = Rp. 1. UMP atau UMK 20 .Dengan soal yang sama pada contoh sebelumnya.465.67 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK Nomor : KEP-259/PJ/2001 Tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan yang diterima oleh Pekerja sampai dengan sebesar Upah Minimum Propinsi (UMP) Atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Pengenaan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pekerja s.000. 75.= Rp. 3. 75. 909.000 + = Rp. 9.090.000 = Rp.

200 juta 200 juta Tarif 5 % Tarif 10% Tarif 15% Tarif 25% Tarif 35% Penghasilan tidak kena pajak untuk WP Dalam Negeri Rp. 2.d.d.000. 50 juta 50 juta s.000.00 Pajak Penghasilan yang terutang : 5 % x Rp. 1.880.- Contoh : Penghitungan Pajak Terutang Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Jumlah Penghasilan Kena Pajak Rp.d.000. 300.250.d.d.000.00 = Rp.000. 25. 25 juta 25 juta s. 100 juta 100 juta s. UMR yakni ditanggung Pemerintah Berlaku 01 Januari 2001 TARIF PAJAK ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI (UU RI Nomor 17 Tahun 2000) PKP PKP PKP PKP PKP > > > > > 0 s.000.Dipersamakan dengan Pengenaan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pekerja s.00 21 .

00 Rp.00 TARIF PAJAK ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (UU RI Nomor 17 Tahun 2000) PKP > 0 s.d. 7.d.000.000.000. 25.00 25 % x Rp.000.250.00 Rp. 2. 200 juta Tarif 10 % Tarif 15 % Tarif 30 % Tidak diberikan pengurangan PTKP TARIF PAJAK PENGHASILAN (PPh) WP Pribadi (WP OP) ( UU NO. 25.00 35 % x Rp.d. 50.000. 71. 50 juta PKP > 50 juta s.000.000.00 (+) Rp.36 TAHUN 2008 ) (1)Tarif Pajak yang diterapkan atas PKP bagi : a.000. 100.00 Rp. 100 juta PKP > 100 juta s.000.000.000.500.000. 100.Diatas Rp 50 juta s. 35. 2.000.10 % x Rp.d Rp 250 juta TARIF PAJAK 5% 15% 22 .00 = = = = Rp. WP Orang Pribadi dalam negeri adalah sbb : NO 1.000.000.000.00 15 % x Rp.d Rp 50.500. LAPISAN PENGHASILAN KENA PAJAK 0 s.000.

PENDAHULUAN PPh Pasal 22 merupakan pembayaran PPh dalam tahun berjalan yang dipungut sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan usaha dibidang lain. Dirjen anggaran. MM. Pajak Badan dalam negeri dalam Bentuk Usaha Tetap (BUT) adalah sebesar 28% (dua puluh delapan) Referensi : Pasal 21 UU. A.PPh. Dasar Hukum pemungutan PPh Pasal 22 : Pasal 22 UU No. SE. 599/KMK 04/1994. bendaharawan pemerintah (pusat dan daerah). BUMN dan BUMD yang melakukan pembayaran Bank Devisa dan Dirjen Bea dan Cukai. Dirjen Pajak No.3.2 Tahun 199 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 3 MODUL PERTEMUAN IV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 22 ADIYAS.d Rp 500 juta Diatas Rp 500 juta 25% 30% b. barang b. Diatas Rp 250 juta s. atas impor 23 . 4. Pemungutan PPh Pasal 22 : a. Kep. tanggal 21 Desember 1994. 10 tahun 1994 Keputusan Menkeu No.

24 . b. d. Badan usaha yang bergerak dibidang industri semen. Semen Cibinong. d. atas penjualan hasil produksinya kepada para penyalur dan agennya. PT. SUBJEK YANG DIKENAKAN PAJAK Yang merupakan subjek dari pemungutan PPh 22 adalah : a. C. b. Impor barang. OBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Yang merupakan objek pemungutan pajak adalah PPh 22 adalah: a. Termasuk pemungut PPh pasal 22 atas penjualan semen dalam negeri adalah : Distributor Tunggal/Distributor Utama Semen Produksi : PT. Semen Indocement. baja dan otomatif atas hasil penjualannya di dalam negeri. Penjualan hasl produksi atau penyerahan barang. kertas. rokok. Pertamina dan Badan Usaha selain Pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis Premix dan gas. atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu kepada para penyalur dan/atau agennya. Importir Rekaman Pemerintah Konsumen semen. kertas. Semen Nusantara. B. PT. c. yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak. baja dan otomatif Para penyalur dan agen pertamina dan badan usaha selain pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis premix dan gas Para penyalur dan agen BULOG.atas pembelian barang dan dananya berasal dari belanja negara dan/atau daerah c. rokok. e. e. Badan urusan logistik (BULOG).

Impor barang-barang yang dibebaskan dari bea masuk yang dilakukan kedalam kawasan berikat dan Entrepot Produksi untuk tujuan Ekspor(EPTE) berdasarkan ketentuan peraturan perundanganundangan yang berlaku. 500. b.000. c. c. TARIF PEMUNGUTAN a. d. Impor barang-barang dan/atau penyerahan barang-barang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan tidak terhutang. Atas Impor 25 . mobil tersebut diekspor kembali. PPh pengecualian ini harus dinyatakan dengan Surat Keterangan Bebas Pajak PPh Pasal 22 yang diterbitkan oleh Dirjen Pajak . Harga pembelian. Pembayaran atas penyerahan barang ( bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah ) yang jumlahnya kurang dari Rp. b.D. Impor barang–barang untuk pameran atau keperluan lainnya yang dipergunakan di Indonesia bersifat sementara dan setelah keperluan barang dimaksud diekspor kembali. Harga jual lelang. Nilai Impor. F. E. PENGECUALIAN PPh PASAL 22 Yang di kecualikan dari pemungutan PPh pasal 22 adalah : a. misalnya impor mobil untuk pameran atau reli dan setelah pameran atau reli selesai. DASAR PEMUNGUTAN a.-.

b.-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada grosir. Atas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang yang dilakukan oleh: a. 4. rokok. Rp. 6. Rp. Atas pemberian barang yang dibiayai dengan APBN atau APBD tarif pemungutannya sebesar 1. b. Yang tidak dikuasai.5 % dari nilai impor. dan otomotif.25 % dari penjualan untuk SPBU Pertamina dan 0.5 % dari nilai impor. 3. Yang tidak menggunakan API. Pemungutan PPh Pasal 22 atas penyerahan barang atau penjualan hasil produksi dari Pertamina dan badan usaha selain Pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis Premix dan gas dan BULOG bersifal final.-/ kuintal untuk penjualan terigu kepada penyalur.-/ kuintal untuk penjualan kepada grosir. tarif pemungutannya 7. Rp. c.3% dari penjualan untuk SPBU swasta. 91. tarif pemungutannya sebesar 7. c. e. Atas Penjualan Premix : 0. 380. 270. Badan usaha yang bergerak dibidang industri semen. 2.5 % dari harga lelang. 650. 26 . Pertamina dan badan usaha selain pertamina yang bergerak diubidang BBM jenis Premix dan gas. c. yang menggunakan Angka Pengenal Importer (API). tarif pemungutannya sebesar 2. 38. Bulog. kerta baja. Rp. Tarif pemungutannya ditentukan berdasar ketentuan yang ditetapkan pleh Dirjen Pajak .a. yang ditunjukan oleh Kepala Pelayanan Pajak. 5. b. d.-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada pembeli lain.-/ kuintal untuk penjualan kepada pembeli lain.5% dari harga pembelian. Rp. Rp.-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada penyalur. Atas Penyaluran gula pasir dan terigu dari Bulog : 1. 53.

G. untuk penjualan semen. PPN. semen.1 % x DPP.2 % x DPP. untuk penjualan rokok. PPN.25 % x DPP.1 % x DPP. g.45 % x DPP. PPN. KEWAJIBAN PEMUNGUTAN PPh PASAL 22 Kewajiban-kewajiban pemungutan PPh pasal sebagai berikut : 1. Untuk penjualan hasil produksi Pertamina dan hasil produksi badan-badan usaha penyediaan premix dan gas. e. PPN. 0. Memungut PPh Pasal 22 : a. rokok. Nilai impor dihitung sebagai berikut : Nilai Impor : Cost Insurance and Freight (CIF + bea masuk + pungutan pabean lainnya (kalau ada). 0. d. d. untuk penjualan kendaraan bermotor. b. c. Untuk pembayaran barang yang dananya dari APBN/APBD pada saat pembayaran. untuk penjualan baja lembaran lapis seng. f.3 % x DPP. 0. c. 0. 0. untuk penjualan besi beton. 0. Untuk impor barang yang tidak diberikan penundaan/pembebasan bea masuk. Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang digunakan sebagai dasar perhitungan bea masuk.f. PPN. Atas penjualan kendaraan bermotor. serta penyerahan gula pasir dan terigu oleh Bulog pada saat penerbitan surat perintah pengeluaran barang (D. Untuk impor barang yang diberikan penundaan/pembebasan bea masuk pada sat pembayaran penyelesaian impor untuk dipakai (PIUD).O). b. 27 . kertas. PPN. besi beton dan baja lembaran lapis seng : a. untuk penjualan kertas.

Bulog dan badan Usaha lainnya penyedia Premix karena pemungutannya bersifat final. Khusus untuk PPh Pasal 22 yang dipungut Dirjen Bea dan Cukai selambat-lambatnya 1 hari setelah pemungutan pajak dilakukan. PPh PASAL 22 BENDAHARAWAN Sebagai objek pemungutanPPh Pasal 22 adalah penyerahan barang dan jasa yang dibiayai dari APBN/APBD. 23. WP yang masuk dalam kategori diatas dapat berupa Badan maupun Perorangan yang pada prinsipnya merupakan Rekanan Pemerintah yang menerima pembayaran untuk penyerahan barang dan jasa yang dibiayai dari APBN/APBD. Untuk penjualan semen oleh Distributor Utama/tunggal pada saat penjualan. 4. selambat-lambatnya 20 hari setelah berakhirnya masa pajak. dan 26. 1. 3. H. selambat-lambatnya 20 hari setelah berakhirnya masa pajak. menerbitkan dan nota retur dalam hal terjadi retur penjualan rokok dan atas retur tersebut tidak dapat diganti dengan rokok yang sama baik fisik maupun jumlah harganya. sepanjang tidak termasuk sebagai penghasilan yang dikenakan pemotongan pasal 21. Khusus untuk PPh Pasal 22 yang dipungut Dirjen Bea dan Cukai dan Bendaharawan pelaporan dilakukan selambat-lambatnya 7 hari setelah penyetoran pajak.e. Melaporkan pemungutan PPh Pasal 22. Memberikan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 : Dikecualikan dari kewajiban tersebut diatas adalah Pertamina. Menyetor PPh Pasal 22. Khusus dalam penjualan rokok. 2. 5. Mekanisme Pemungutan : 28 .

harga/nilai pembelian barang yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak adalah harga/nilai barang sebelum PPN dan PPnBM. listrik. dasar pemungutan adalah Penghasilan Neto dari Penyerahan barang dari/ atau jasa.a. Dengan kata lain. c. e. Cara menghitung PPh-22 Bendahawan adalah sebagai berikut: Jika dalam harga/nilai pembelian barang atau jasa sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan/atau Pajak Penjualan barang Mewah (PPn BM). gas. Hal-hal yang dikecualikan dalam pemungutan PPh-22 adalah : Untuk pembayaran atas penyerahan barang (bukan jumlah yang dipecah-pecah) yang meliputi jumlah pembayaran kurang dari nilai Rp 500. Tarif pemungutan PPh-22 pada umumnya adalah 25 % dari Penghasilan Neto.000. untuk menghitung PPh-22 Bendaharawan. menjadi 25 % X 6 % X harga barang / jasa atau Tarif = 1. air minum.5% X Harga / Nilai Pembelian barang d. Pemungutan PPh-22 Bendaharawan terjadi pada saat pembayaran atau penyerahan barang dan jasa yang dilakukan oleh Dirjen Anggaran. Pengecualian ini dinyatakan syah jika diterbitkan dalam Surat Keterangan Bebas Pajak Penghasilan Pasal 22 oleh Dirjen Pajak. serta badan lain yang melakukan pembayaran untuk barang dan jasa dari belanja negara maupun belanja daerah. maka nilai PPN dan PPnBM harus dikeluarkan terlebih dahulu. Bendaharawan rutin dan proyek baik pusat maupun daerah.Untuk pembayaran atas pembelian bahan bakar minyak. hal ini dilakukan untuk menghindari pengenaan pajak berganda. benda-benda Pos. telepon. 29 . b. dimana Penghasilan Neto dihitung berdasarkan norma Perhitungan yang besarnya 6 % dari harga barang dan jasa. sehingga pemungutan dihitung sebagai berikut: 25% X Penghasilan Neto.

79 = Rp.000.5 Harga barang sebelum PPh-22 Pembuktian : Harga penyerahan barang Penghasilan neto 6% x 30. 110.456.00 = Rp.000.000. = Rp.110 juta Kepada Instansi Pemerintah C.00 Jawaban 2 : Harga barang termasuk PPn PPn = 10/110 x Rp.000.150 juta.Politek = Rp. a. harga barang sudah termasuk PPh – 22 sebesar Rp.852.500.79 + Jumlah uang yang diterima oleh PT. 30.411.852.000.5 x 30.5% x Rp. 1.872 411. dengan nilai sebagai berikut : Kepada Instansi Pemerintah A. harga barang dengan nilai sudah termasuk PPN dan PPn BM tariff 35 % sebesar Rp.17 456. 100.17 = Rp.000.852.00 = Rp.000. 30.Politek = Rp. Jawaban 1 : Harga barang /jasa termasuk PPh-22 PPh-22 = 1.000.30 juta.852. 1.000.00 = Rp.852.79 = Rp. 456. Polietk setelah dipotong PPh-22 Rp. c. 30. 30. 10.000.100. Kepada instansi Pemerintah B. harga barang dengan nilai sudah termasuk PPN sebesar Rp.000.456.000. Politek melakukan penjualan kepada beberapa instansi pemerintah.500.110. 98.000.456.79 PPh-22.98.00 = Rp.000 Jumlah uang yang diterima PT.000. yang diterima oleh PT.000 Harga barang sebelum PPN PPh-22 = 1.000.30 juta (pengertian soal ini sama dengan jumlah uang b.000.00 30 .Contoh Soal PPh–22 Bendaharawan : PT.00 = Rp. = 25% x 1.872.79 = Rp.

827.Jawaban 3 : Harga barang termasuk PPh dan PPnBM 35% PPN = 10/145 x 150.448.206.000.896.551. maka PPh-22 terutang dan dilunasi pada saat 31 . PPh PASAL 22 IMPOR Yang menjadi objek pemungutan PPh-22 Impor adalah Penghasilan Netto dan pemasukan barang ke dalam daerah Pabean yang dilakukan oleh : Importir yang memiliki Angka Pengenal Impor (API). Importir yang tidak memiliki Angka Pengenal Impor. 101. 150.10 – Jumlah uang yang diterima oleh PT. dibebaskan.275.Politek = Rp. 1.80 Keterangan : PPh-22 dipungut pada saat pelaksanaan pembayaran oleh Bendaharawan atau penyerahan barang rekanan.65 – = Rp.724.5% x 103.90 = Rp.344. 1.90 = Rp. Angka Pengenal Impor Sementara (APIS) dan Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT). 36. Mekanise Pemungutan : a.00 = Rp.896. 10. Pemungutan PPh-22 Impor terjadi pada saat Jika pembayaran bea masuk ditunda atau pembayaran bea masuk.000. 103.448.000. yang sekaligus merupakan bukti pemungutan PPh pasal 22. I.275. b.000 Harga barang sebelum PPN dan PPnBM PPh-22 = 1. Penyetoran dapat dilakukan di Bank Persepsi atau Kantor Pos dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP).000.000 PPn BM = 35/145 x 150.59 = Rp.551.

Untuk Importir yang tidak memiliki API: 25% x 30% x Nilai Atas Impor yang tidak dikuasai: 25% x 30% x Harga Jual Tarif PPh-22 pada umumnya adalah 25%. Sekilas Tentang Kegiatan Impor dan Perdagangan Luar Negeri : Impor adalah : Suatu kegiatan memasukan dari negara yang satu kedaerah pabean negara lainnya dengan memandang peraturan-peraturan yang berlaku bagi negara yang saling berhubungan dalam kegiatan perdagangan luar negeri. sehingga: Untuk Importir yang memiliki API: 25% x 10% x Nilai Impor. 2. e.penyelesaian dokumen pemberitahuan impor untuk dipakai (PIUD). Dasar perhitungan Neto PPh-22 bagi Impor adalah Angka Pengenalan Neto dari Pemasukan Barang atau Nilai Impor. f. Nilai Impor adalah nilai berupa uanng yang menjadi dasar perhitungan bea masuk yaitu: Cost Insurance and Freight (CIF) ditambah dengan Bea Masuk dan pungutan lainnya yang `pabean di bidang Impor. c. 32 . d. Impor. Penghasilan pemegang Pengenal Impor (API) adalah 10% dari Nilai Impor dan Penghasilan Neto bagi yang tidak memiliki Angka Pengenal Impor adalah 30% dari Nilai Impor. Lelang. Pelaksanaan kegiatan perdagangan yang memasukan barang dan jasa kedalam negeri dinamakan Importir yang sudah meiliki API dan Importir yang tidak memiliki API.

. Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi importir. Importir yang sudah memenuhi syarat-syarat diatas.Disamping Importir yang sudah terdaftar sebagai Importir. asal memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan. e. kecuali dalam keadaan terpaksa. Importir dan Angka Pengenal Impor (API) : API tidak lain adalah Kartu pengenal atau identitas yang sebaiknya dimiliki oleh setiap Perusahaan yang melakukan kegiatan Impor. Bagi Perusahaan Asing dibidang Industri yang didirikan dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan asing domestik dibidang produksi dapat memiliki Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT). b. 3. ada juga yang dikenal dengan sebutan Indentor.tanpa melakukan pembatalan perjanjian Impor. Selama 2 tahun Importir sekurang-kurangnya dapat melakukan kegiatan Impor sebanyak 4 kali dengan pencapaian nilai transaksi sekurang-kurangnya US $100.000. Importir dengan APIT dapat melakukan kegiatan impor untuk 33 . maka akan mendapatkan APIS (Angka Pengenal Impor Sementara) yang memiliki masa berlaku sampai 2 tahun. seperti berikut ini: a. yaitu Badan atau perorangan yang memiliki dana dan meminta jasa Importir untuk mengimporkan barang yang diinginkan dengan fee yang akan diberikan kepada Importir. c. Memiliki NPWP Memiliki SIUPP Memiliki rekening Koran (R/K) di Bank Devisa Jika memungkinkan memiliki Angka Pengenal Impor (API) Sebaiknya dapat menunjukkan bukti adanya hubungan dagang dengan luar negeri. d.

yang digunakan apabila asuransi dibayar di luar negeri. Biaya tambang asal Eropa sebesar 5%.mesin-mesin. PPnBM 20%. Surat Keputusan Menkeu. PPN 10%. bahan/peralatan bangunan. = 5% x (C&F/ /CIF) = 1% x (C&F/ /CIF) = 10% x (C&F/CIF+BM+ BMT) = 20% x Nilai Impor = 2.000 (kurs Rp.2400). dilihat pada Daftar Biaya Tambang.5% Untuk mencari besarnya Nilai Impor (C&F/CIF + BM + BMT).5% Penegenal Impor (API) = 2. sebagai berikut : Bea Masuk Bea Masuk Tambahan PPN PPnBm PPh pasal 22 Catatan : Persentase Bea Masuk. dapat dilihat pada Masuk Indonesia. C&F adlah kependekan dari Cost and Freight.5 % x Nilai Impor 34 . terlebih dahulu harus diketahui besarnya Bea Masuk. Persentase mengenai Biaya Tambang ( Freight ) dapat digunakn apabila asuransi dibayar di dalam negeri. Tarif Bea masuk dan Bea masuk tambahan yang berlaku saat itu masing-masing 5% dan 1%. dengan nilai FOB = US $ 10. dapat dilihat dari buku tariff Bea Persentase Bea Masuk Tambahan. RI yang berkenaan dengan Bea Masuk Tambahan. dengan asuransi = 0. yang CIF adalah kependekan dari Cost Insurance and Freight. Contoh soal PPh-22 Impor : Impor lampu hias dari Italia tiba di pelabuhan Tanjung Priok. 4. suku cadang. bahan baku/bahan penolong yang digunakan untuk proses produksi sendiri.

112 671.845.000.684.560 = 2.556 5.560 = Rp 2.000.000 = Rp.000 + 1.266. FOB Nilai Kurs Rp 2.000 = Rp 24.- FOB adalah kependekan dari Freight on Board.200.000 Insurance = 0.266.000 = Rp 24.5% x Rp 26.260 2.000 = 5 % x FOB = 5 % x Rp 24.260 = CIF + Bea Masuk + Bea Masuk Tambahan = 25.369.000 = Rp 1.000 = Rp 253.260 = Rp 26.000 = 5 % x Rp 25. 1.5% x ( 24.845.000 ) = Rp 126.000.684. 25.556 = 20 % x Rp 26.000 + 1.200.400 Sehingga CIF Freight asal Eropa = US $ 10.300 253.326.326.326.000.139 Yang dibayar di Bank Devisa : Bea masuk Bea Masuk Tambahan PPN PPn BM PPh Pasal 22 Jumlah yg dibayar = Rp = Rp = Rp = Rp = Rp = Rp 1 1.000.266.560 = Rp 671.845.000 + 1.300 = 1 % x Rp 25.326.845.000 = Rp. yang sama dengan harga berdasarkan nilai kurs dalam mata uang negara pengimpor.000 CIF Bea Masuk Bea Masuk Tambahan Nilai Impor = 24.560 PPN PPnBM PPh pasal 22 = 10 % x Rp 26.000 + 126.5% x C&F = 0.200.139 + 35 .300 + 253.

Yang dimaksud pihak ketiga adalah setiap orang atau badan yang diwajibkan untuk memotong PPh-23. 36 . Pemungutan atau Pemotongan PPh Pasal 23 Pemotong PPh-23 adalah pihak-pihak yang membayarkan penghasilan yang terdiri atas : 1. seperti : Badan Usaha Milik Negara (BUMN). CV dan Koperasi. A. Kep. MM. Badan Pemerintah. WP Badan Dalam Negeri seperti PT. berdasarkan tariff atau kalkulasi penetapan pajak yang harus dibayar oleh WP. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Badan Pemerintah.10 tahun 1994 yang diperbaharui dengan UU No.30 tahun 2008 .KEP-147/KMK.04/95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 4 MODUL PERTEMUAN V Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 23 ADIYAS. SE. PENDAHULUAN PPh-23 sehubungan jika disimpulkan penghasilan adalah dalam pajak tahun atas penghasilan melalui dengan takwim pemungutan pihak ketiga. Dirjen Pajak No. Pemungut Pajak yang telah disetujui dari Dirjen Pajak. Firma.Referensi : UU No.

4. kecuali PPAT tersebut adalah Camat. SUBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Yang dikenakan pemungutan atau pemotongan adalah WP dalam negeri atau bentuk usaha tetap yang memperoleh penghasilan yang berasal dari modal. yang melakukan pekerjaan bebas. Pajak Pembuat Akta Tanah (PPAT). 6. Bentuk usaha tetap. notaries. 5. B. Dividen 2. maka WP orang pribadi dalam negeri yang sebagai pemotong PPh-23 meliputi : a. pengacara dan konsultan. Orang pribadi sebagai WP dalam negeri yang telah mendapat penunjukkan dari Dirjen Pajak untuk memotong pajak PPh23 sesuai Keputusan DJP no. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang.2. arsitek. OBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Objek dari pemungutan PPh Pasal 23 adalah : 1. termasuk premium. Bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi 37 . 3. C. dokter. 3. Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. Royalti 4. Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan. KEP-50/PJ/1994. penyerahan jasa atau penyelenggara kegiatan selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dalam Pasal-23. Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong pajak sebagai mana dimaksud dalam pasal 21 5. Subjek Pajak badan dalam negri. Bunga. Penyelenggara kegiatan. b. Akuntan.

Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank 2. Bunga obligasi yang diterima perusahaan reksadana 5. jasa manajemen. batas seluruh bunga simpanan yang tidak dipotong PPh-23 adalah sebesar jumlah yang tidak melebihi Rp. jasa kontruksi. Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya 7. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal adventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di dengan syarat badan pasangan usaha tersebut : a. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. 605/KMK 04/1994.6. menengah menjalankan kegiatan dalam sektor usaha yang ditetapkan Menkeu RI b. atau Merupakan perusahaan kecil. koperasi. yayasan atau organisasi sejenis.000 setiap bulannya 38 . Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan denggan sewa guna usaha dengan hak opsi 3. 144. D. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh PT sebagai WP dalam negeri. Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh Menkeu yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya berdasarkan Keputusan Menkeu No. Indonesia. PENGECUALIAN PPh PASAL 23 Yang tidak dikenakan pemungutan PPh Pasal 23 antara lain : 1. Sahamnya tidak terdaftar di bursa efek di Indonesia 6. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 7. BUMN atau BUMD dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan & bertempat kedudukan di Indonesia 4.

untuk penghasilan berupa : a. b. 15 % dari perkiraan penghasilan neto atas penghasilan berupa : 39 . yaitu : 1.. Dari jumlah bruto. b. untuk penghasilan berupa : a. DASAR PEMOTONGAN PPh PASAL 23 Ada 2 dasar pemotongan. 520/KMK. Dari perkiraan penghasilan neto. d.000. jasa penggunaan harta manajemen. c. Tgl 18 Desember 1998 adalah tidak melebihi Rp. d.04/1998. c. termasuk premium. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. 15 % dari jumlah bruto atas penghasilan berupa : a. Dividen Bunga. jasa konstruksi.setiap bul E. termasuk premium. 2.dan Kep. b. 240. diskonto dan imbalan Royalti Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang pajak sebagaimana dimaksud dengan PPh-21. Menkeu No. F. diskonto dan imbalan Royalti Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang pajak sebagaimana dimaksud dengan PPh-21 2. Dividen Bunga. TARIF PEMOTONGAN PPh PASAL 23 1. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam PPh-21.

Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam PPh-21. b. Sewa penggunaan harta bagi WP Badan dan BUT. Harga yang dibayarkan tersebut sesuai dengan nilai sisanya.untuk mobil perusahaan.. 4.-. Imbalan sehubungan dengan jasa perancang bangunan. jasa manajemen dan jasa konsultan. Perusahaan seharusnya memotong pajak penghasilan pasal 23 (PPh23) adalah sebagai berikut : 40 . Contoh Pembayaran Deviden : Pada suatu kesempatan. jasa penggunaan harta manajemen.000. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto. Dodon membayarkan Rp.000. Perkiraan penghasilan neto sebesar 80 % dari jumlah bruto. pembersihan dan pembasmian hama & penebangan hutan. Sewa penggunaan harta bagi WP orang pribadi. PERHITUNGAN PERKIRAAN PENGHASILAN NETO 1. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik.a. G.000. jasa konstruksi.000. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto. Imbalan sehubungan dengan jasa konstruksi atau pemborong bangunan Perkiraan penghasilan neto sebesar 10 % dari jumlah bruto. akuntansi dan pembukuan. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. 10. 2. 8. interior dan pertamanan. 3. 5. sedangkan harga pasar dari mobil tersebut Rp.000.000. Dodon merupakan pemegang saham pada perusahaan tersebut. Dari kasus ini besarnya deviden terselubung adalah Rp. 2.

PEMOTONGAN PPh PASAL 23 ATAS BUNGA DITETAPKAN SEBAGAI BERIKUT : Dipotong PPh sebesar 15 % dari jumlah bruto (final).000. atas bunga dan diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada penerima penghasilan baik orang pribadi maupun badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap.000. 1. baik orang pribadi maupun badan selain bentuk usaha tetap.000.= Rp. atas sesuai tarif yang ditetapkan dalam perjanjian penghindaran pajak berganda (tax treaty).PPh-23 = 15% x Rp.200.H. atas bunga dan diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada WP luar negeri. 8. 41 . Dipotong PPh sebesar 20 % dari jumlah bruto (final)..

10 tahun 1994. Dirjen Pajak No. A.10 tahun 1993./1994.04/1994. Kep. baik di Indonesia maupun penghasilan tersebut diterima di luar Indonesia.650/KMK. negara mengantisipasi bagaimana cara pemungutan pajak yang berkenan dengan pengadilan yang diterima dari dalam maupun dari luar negeri oleh WP dalam negeri. sehingga setiap WP dalam negeri yang juga menerima 42 . ditentukan bahwa WP dalam negeri dikenakan Pajak Penghasilan atas seluruh penghasilan dimanapun penghasilan tersebut diterima atau diperoleh.KEP-10/PJ. Karena seperti diketahui bahwa setiap negara diluar Indonesia juga memiliki sistem pemungutan pajaknya masing-masing. MM. KEP-Menkeu No.KEP-50/PJ.No. PENDAHULUAN Untuk mendapatkan penghasilan baik dari maupun luar negeri. Dalam pelaksanaan pemungutannya harus dihindari masalah terjadinya pemungutan pajak berganda./95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 5 MODUL PERTEMUAN VI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 24 ADIYAS. Dalam UU no. SE. yang telah diubah terakhir kalinya dengan UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Dirjen Pajak No.Referensi : Kep. UU.

secara otomatis juga dipotong pajak diluar Indonesia atas penghasilan yang diterimanya sesuai dengan ketentuan dari masing-masing negara pemberi kerja. atau dengan rumus : Penghasilan Luar Negeri X Pajak Terutang Pengahsilan Kena Pajak Catatan : 43 . Penggabungan penghasilan tersebut adalah penggabungan antara Penghasilan Kena Pajak (PKP) dari dalam negeri dan PKP dari luar negeri salah pengertian dan perhitungan lebih lanjut. hal ini penting untuk menjaga agar tidak terjadi yang diperoleh diluar negeri dapat dikreditkan terhadap pajak terutang atas seluruh penghasilan dengan ketentuan dimana setinggi-tinggi sama dengan jumlah pajak yang terutang di luar negeri. Mekanisme sederhana dalam pengenaan PPh-24 itu adalah adanya penggabungan penghasilan yang diperoleh baik di dalam negeri maupun luar negeri pada tahun pajak yang sama. Untuk mengatasi adanya pemungutan pajak berganda. yaitu : a. maka dalam pasal 24 ini diatur pemungutannya dengan menggunakan Metode Kredit Terbatas (Ordinary Credit Method). Jumlah pajak yang terutang atas penghasilan dan bukan penghasilan kotornya. tetapi tidak boleh melebihi jumlah yang dihitung menurut perbandingan antara penghasilan darai luar negeri terhadap seluruh PKP dikalikan dengan jumlah pajak yang terutang pada seluruh PKP. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemotongan PPh Pasal 24. yaitu dengan cara menetapkan batas maksimum kedit pajak atas pajak yang sudah dibayarkan atau terutang di luar negeri terhadap pajak terutang di Indonesia.penghasilan dan luar Indonesia.

Pembetulan-pembetulan yang diperlukan oleh WP harus menggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) untuk tahun pajak yang bersangkutan. e. Jika terjadi kerugian diluar negeri. g. c. f. maka kerugian tersebut langsung diperhitungkan untuk menentukan besarnya PKP. b. Besarnya kredit maksimum atas penghasilan luar negeri ditetapkan dengan melihat perbandingan terkecil antara jumlah pajak yang dibayarkan diluar negeri dengan hasil perhitungan menurut pada point 1 yang diatas.24 : 44 . Metode perhitungan diatas juga digunakan untuk menghitung pajak yang penghasilannya bersumber dari beberapa Contoh Penerapan PPh. d. kerugian ini tidak diperhitungkan dalam menghitung besarnya PKP melainkan penghasilan dari luar negeri pada tahun-tahun berikutnya dapat dikonpensasikan dengan kerugian tersebut. maka setinggi-tingginya pajak sama dengan pajak uang terutang atas seluruh PKP dalam hal ini PKP lebih kecil dari penghasilan luar negeri. negara. h.Besarnya PKP didapat dari menjumlahkan seluruh penghasilan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan jumlah pajak terutang dapat dicari dengan mengalihkan PKP dengan tarif progresif. Jika usaha dalam negeri mengalami kerugian. Penetapan PKP pada situasi dimana terjadi kerugian usaha didalam negeri. dengan kata lain jumlah kelebihan kredit pajak tersebut tidak dapat diperhitungkan dengan pajak penghasilan yang terutang dalam tahun berikutnya. maka untuk hal ini tidak ada restitusinya. Jika kredit pajak diluar negeri melebihi jumlah yang sudah ditetapkan.

000.5 M Rp. 1 M. Pada tahun pajak 1995. PT.000 3.5 M. 2.5 M. dimana tarif pajak yang Dari Philipina sebesar Rp. 25. 2 M 45 .000 Jumlah PPh terutang Rp. 3.750.691.500. - Penetapan kredit pajak dihitung dengan cara berikut : Laba di Australia Laba di Philipina Laba di Singapura Rugi di New Zealand Jumlah PKP luar negeri PKP dalam negeri Rp. Triasta di Jakarta menerima penghasilan dari beberapa negara sebagai berikut : - Dari Australia sebesar Rp.250.950. 9 M PPh terutang.000.000 = = = = Rp. menurut tarif pasal 17 : 10 % X Rp. 15 % X Rp. 2 Rp.000 30 % X Rp. 2 M.685.000 + Rp. dimana tarif pajak yang Dari Indonesia sebesar Rp.5 M + Jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 3. 2. 5. 8. 2. berlaku sebesar 30% (Rp. dimana tarif pajak yang Dari Singapura sebesar Rp. 1 M M Rp. Rp.000 Batas maksimum kredit yang diperkenankan untuk masing-masing negara : Untuk Australia : Rp.(tidak ikompensasikan) + Rp. berlaku sebesar 25% (Rp. 2.000. 300 juta). 625 juta).000. 2.1.000 25. berlaku sebesar 40% (Rp.5 M Rp. 800 juta).

.- 46 . 625 juta) Rp.691.5 M X Rp.556 (Rp. 2. 299.000 = Rp.055. 800 juta) Rp.000 = Rp. 1 M X Rp.445 (Rp. 9 M Untuk Philipina : Rp.691.778 (Rp.000 = Rp.000.250. 9 M Jumlah kredit pajak terutang dengan memperhatikan ketetapan mengenai Batas Kredit Maksimum.567. 598.000.691. 9 M Untuk Singapura : Rp. Untuk Australia Rp 598.250.Philipina Rp 299. maka maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah sebesar perbandingan terkecilnya. 747. 2.X Rp.027.250.027.556. 2. 2.055. 300 juta) Rp.778 dan Singapura yang terkecilnya Rp 625.

perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku. Berdasarkan pengertian di atas maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan.640/KMK.36 tahun 2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 6 MODUL PERTEMUAN IX Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN : KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PENILAIAN PERSEDIAAN. SE. KEP-Menkeu No.10 tahun 1994. MM.Referensi : UU.No.04/1994. 47 . diubah menjadi UU. PENDAHULUAN Persediaan adalah barang yang dimiliki untuk dijual atau untuk diproses selanjutnya dijual. A. PENJUALAN DAN PENGALIHAN HARTA ADIYAS. persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi (siap untuk dijual).No.

-) = 100 unit (@ Rp.-) = 100 unit (@ Rp. PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN PERSEDIAAN Penggunaan metode penilaian pemakaian persediaan harus dilakukan secara taat azas. HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih – Persediaan akhir Dalam penilaian persediaan barang hanya diperbolehkan menggunakan harga perolehan. 9.25) = 100 unit = 100 unit Perhitungan harga pokok penjualan dan nilai persediaan dengan metode rata-rata : NO PEMBELIAN PENJUALAN/ PEMAKAIAN SISA/ PERSEDIAAN 48 . Contoh Perhitungan : 1. 11. persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. hal ini juga dilakukan terhadap sekuritas. Persediaan awal Pembelian Pembelian Penjualan / dipakai Penjualan / dipakai = 100 unit (@ Rp. Metode yang dapat dipergunakan untuk melakukan penilaian persedian dan pemakaian persediaan dalam rangka perhitungan harga pokok menurut pajak adalah : Metode rata-rata Metode FIFO (first-in first-out) B. 12. artinya apabila Wajib Pajak memilih salah satu cara penilaian pemakaian persediaan untuk menghitung harga pokok tersebut.Dalam laporan keuangan. Dalam perhitungan Rugi/Laba nilai persediaan (awal & akhir) mempengaruhi besarnya Harga Pokok Penjualan (HPP). maka untuk tahun-tahun selanjutnya harus digunakan cara yang sama.

25 = RP.100 x 9.75 = Rp.1.225.1. 100 x 12.075 2.= Rp.1.= Rp.200.100 x 10.200 x 10.25 = RP. 100 x 11..= Rp.1.125.125.= Rp.25 = RP.075.100 x 10.1.200. 3.- 49 .200.- 4.75 = Rp.PEMBELIAN PENJUALAN/ PEMAKAIAN SISA/ PERSEDIAAN 100 x 9...100 x 10.1.1.125.075.200.200.125. 900.= Rp.100 x 11. 2..1. 3.= Rp.125.1.1.1.5 = Rp.200.- 2. 5.100 x 12.= Rp.1. 900.3.300 x 10. 5.100 x 12..= Rp..= Rp.25 = RP.= Rp. 100 x 12.- 100 x 9.100 x 9..75 = Rp.100 x 11.2.75 = Rp.100 x 12.. 100 x 11.= Rp.100 x 12.100 x 9.200 x 10. 900.75 = Rp.150.200. Perhitungan harga pokok penjualan dan nilai persediaan dengan metode FIFO : NO 1.1.100 x 11. 900. 4.900.1.25 = RP....1.1.

SE-52/ PJ. Pedagang Valuta Asing (PVA) adalah bank bukan bank devisa atau perusahaan yang telah mendapat izin untuk melakukan jual beli uang kertas asing (UKA) dan pembelian traveller’s cheque (TC) b. menghitung laba/rugi apabila terjadi penjualan atau pengalihan harta dan penghitungan penghasilan dari penjualan barang dagangan dapat dikelompokan menjadi : harta Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi jual beli 50 . Sesuai SK Direksi Bank Indonesia No. Wajib Pajak badan yang bergerak di bidang usaha PVA wajib menyelenggarakan pembukuan (Pasal 28 UU KUP) Penilaian persediaan dan pemakaian persediaan untuk perhitungan harga pokok valuta asing sebagai barang dagangan bagi Wajib Pajak yang bergerak di bidang usaha PVA adalah berdasarkan harga perolehan valuta asing tersebut yang dihitung secara rata-rata atau FIFO dan harus dilakukan secara taat azas C. 3.42/1999 tanggal 17 November 1999 : 1. laporan sesuai dengan perkembangan pasar tahunan dan laporan khusus kepada Bank Indonesia 2. Hal ini diatur dengan Surat Edaran Dirjen Pajak No. PENJUALAN DAN PENGALIHAN HARTA Untuk melakukan penilaian harta dalam rangka menghitung penghasilan sehubungan dengan penggunaan harta dalam perusahaan. 31/171/Kep/Dir Tanggal 17 Desember 1998.Pernilaian persediaan juga diberlakukan terhadap Wajip Pajak pedagang Valuta Asing. yaitu : a. Penetapan kurs jual beli UKA diserahkan kepada PVA PVA diwajibkan menyampaikan laporan bulanan. c.

dalam hal ini termasuk harga beli dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh harta tersebut. Bagi pihak pembeli. biaya pengangkutan dan biaya pemasangan. b. harga perolehan harta adalah harga jumlah seharusnya yang dikeluarkan Bagi pihak penjual. penggabungan. harga penjualan harta adalah harga yang seharusnya diterima 51 . peleburan. harga perolehan harta adalah harga sesungguhnya yang dibayar. pemecahan atau pengambilalihan usaha - Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta karena hibah. b. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi jual beli hartal Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta ditentukan sebagai berikut : Yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa a. harga penjualan adalah harga sesungguhnya diterima Yang dipengaruhi hubungan istimewa a.- Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi tukar menukar harta Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan hartadalam rangka likuidasi. bantuan atau sumbangan dan warisan Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti penyertaan modal 1. pemekaran. Bagi pihak pembeli. Bagi penjual. seperti bea masuk.

10.PT.Rp.- Antara PT.A dan PT. Walaupun tidak terdapat realisasi pembayaran antara kedua pihak.000. 20. 20. 12.(Rp. 20.000. harga perolehan harta adalah harga yang seharusnya dikeluarkan berdasarkan harga pasar Bagi pihak penjual. Selisih antara harga pasar dengan nilai sisa buku harta yang dipertukarkan merupakan keuntungan yang dikenakan PPh. harga penjualan harta adalah harga yang seharusnya diterima berdasarkan harga pasar (Pasal 10 ayat 2 UU. A (Harta X) Nilai sisa buku Harga Pasar Rp.. b. penggabungan..000. Harga tersebut merupakan nilai perolehan yang seharusnya dikeluarkan atau nilai penjualan yang seharusnya diterima.000 .000). Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi tukar menukar harta Apabila terjadi transaksi tukar menukar harta dengan harta lain.2. 10.000..B (Harta Y) Rp.Rp. peleburan. pemekaran.000. A memperoleh keuntungan sebesar Rp. maka nilai perolehan atau nilai penjualan harta tersebut adalah : a.B memperoleh keuntungan sebesar Rp. 12. Bagi pihak pembeli.000. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan hartadalam rangka likuidasi. B terjadi pertukaran harta. 10.000.000 – Rp. tapi karena harga pasar harta yang dipertukarkan adalah Rp. 3. 20.PPh) Contoh : PT. 20.000.Rp.000. PT.000.000) dan PT.000.(Rp.000. 8.000.000.000. pemecahan atau pengambilalihan usaha 52 .000.000.000.

dengan nilai Jumlah sisa yang seharusnya yang dikeluarkan atau diterima bedasarkan harga pasar. 200. A (Harta X) Nilai sisa buku Harga Pasar Rp. Selisih antara harga pasar buku harta dialihkan merupakan penghasilan yang dikenakan PPh.000. 450.PT. yaitu PT.Rp.000.- 53 .000. B melakukan peleburan dan membentuk badan baru. 300.Untuk memudahkan pemahaman tentang hal ini. 300.B (Harta Y) Rp. Nilai sisa buku dan harga pasar harta dari kedua badan tersebut adalah sebagai berikut : PT. perlu diketahui beberapa istilah berikut : Penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua badana tau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung - Peleburan adalah penggabungan dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut Pemekaran usaha adalah pemisahan satu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan pada berbagai perubahan badan usaha diatas adalah : a. C.000.Rp. A dan PT.000.000.000.000. Contoh : PT.

A dan PT.000. A mendapat keuntungan sebesar Rp.000. A dan PT.000.000) b. Berarti PT. yaitu atas dasar nilai sisa buku (“pooling of interest”). 469/KMK 04/1998 Tanggal 30 Oktober 1998 dan terakhir diubah dengan Surat Edaran Dirjen Pajak No.. 500.000.04/1998 Tanggal 9 September 1998 yang telah diubah dengan KMK No. Pengaturan tersebut meliputi: 1) Wajib Pajak dapat menggunakan nilai buku dalam pengalihan harta menurut Keputusan Menkeu diatas adalah : 54 . penilaian harta yang diserahkan oleh PT. B sebesar : Rp. sedang metode penyatuan kepentingan dapat digunakan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan. Keputusan Menteri Keuangan yang diacu yaitu KMK No. 150. ekonomi. C adalah harga pasar dari harta. B dalam rangka peleburan menjadi PT..000. C membukukan penerimaan harta dari PT.000. Penggunaan Nilai Buku Secara umum penggabungan. moneter dan kebijakan lainnya.(200. peleburan.Pada dasarnya. Dengan demikian PT.Namun dalam rangka menyelaraskan dengan kebijakan di bidang sosial. pemekaran usaha akan melibatkan pihak yang mengalihkan harta dan pihak yang memperoleh harta.000.000 + 300. investasi.sedangkan PT. sesuai akuntansi komersial metode yang digunakan dalam konsolidasi yaitu : - Penyatuan kepentingan (pooling of interest) Pembelian (puchasing) metode pembelian Dalam akuntansi perpajakan digunakan (purchasing method) atau berdasarkan harga pasar. 422/KMK.000. 100. B mendapat keuntungan sebesar Rp. Menteri Keuangan diberi wewenang untuk menetapkan nilai lain selain harga pasar. SE 21/PJ42/1999 Tanggal 26 Mei 1999.

 Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta dalam Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha  rangka pemekaran usaha yang akan “Go Public” dengan melakukan penawaran umum perdana (IPo) di bursa efek 2) Wajib Pajak yang menggunakan nilai buku dalam pengalihan harta yaitu dalam penggabungan. termasuk cabang/perwakilan yang terdaftar di KPP-KPP lokasi. Pihak yang memberikan persetujuan yaitu kepala Kanwil atas nama Dirjen Pajak. tidak akan dipertimbangkan. diajukan oleh WP yang melakukan pengalihan harta WP yang terlambat mengajukan permohonan. Sebaliknya bagi WP yang mengajukan permohonannya telah memenuhi syarat akan menerima surat keputusan persetujuan selambat-lambatnya satu bulan sejak diterimanya permohonan secara lengkap. Permohonan izin diajukan kepada Kanwil DJP yang membawahi lambatnya • • tersebut terdaftar selambatsesudah proses penggabungan. peleburan atau pemekaran usaha dilakukan dalam hal : Penggabungan atau peleburan.  Laporan keuangan Wajib Pajak khususnya untuk tahun pajak dilakukannya pengalihan harta harus diaudit oleh Akuntan Publik. 55 . Demikian halnya kemungkinan adanya penolakan yang disertai pula alasan penolakan. peleburan atau pemekaran usaha di atas wajib memenuhi syarat :  Mengajukan KPP 6 bulan permohonan WP kepada Dirjen Pajak. diajukan oleh WP yang menerima pengalihan harta Pemekaran usaha.  Telah melunasi seluruh utang pajak dari setiap badan usaha yang terkait.

termasuk dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha dapat mengalihkan kerugian selisih kurs badan usaha lama yang belum dikompensasikan dengan syarat : • WP badan usaha lama harus melakukan revaluasi aktiva tetap terlebih dahulu. sehingga pengalihan harta 56 . menurut ketentuan yang berlaku. dan • WP badan usaha yang lama dalam kondisi aktif menjalankan kegiatan usahanya. maka: • Penghapusan utang bagi pihak debitur bukan merupakan penghasilan • Penghapusan piutang bagi pihak kreditur bukan merupakan biaya 4) Persetujuan Dirjen Pajak Pengalihan harta menggunakan nilai buku ternyata tidak mendapat persetujuan Dirjen Pajak.  Kemungkinan terjadi kompensasi timbal-balik (affset) utang piutang diantara WP yang melakukan pengalihan harta dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha.3) Sisa Kerugian Fiskal  Bagi Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta kerugian/sisa kerugia fiskal. dan • WP yang menerima pengalihan harta harus tetap aktif menjalankan kegiatan usahanya sekurang-kurangnya 2 tahun setelah selesainyan proses penggabungan atau peleburan usaha  Revaluasi aktiva tetap di atas meliputi sebagian atau seluruh aktiva tetap sesuai dengan keperluan untuk menkompensasikan kerugian fiskal semaksimal mungkin dengan selisih lebih revaluasi aktiva tetap yang dihasilkan.

Demikian sebaliknya. maka nilai buku yang dictat adalah nilai buku setelah dilakukan revaluasi. Sedangkan untuk pihak yang menerima pengalihan harta dihitung sebanyak sisa bulan setelah pengalihan menggunakan metode penyusutan dan amortisasi yang dianut WP yang bersangkutan. maka WP yang menerima pengalihan harus mencatat nilai perolehannya sesuai dengan nilai buku yang tercantum dalam pembukuan WP yang melakukan pengalihan buku. 6) PPh Pasal 25 Kemungkinan pengalihan dilakukan dalam tahun pajak berjalan. peleburan atau pemekaran telah melakukan revaluasiaktiva tetap. ternyata pengalihan harta dengan menggunakan nilai buku telah mendapat persetujuan Dirjen Pajak. ia berhak mengajukan pengurangan PPh 25. 5) Penyusutan dan Amortisasi Dilakukan atas harta yang dialihkan untuk tahun buku saat itu secara prorata (perhitungan bulanan) yang didasrkan pada masa manfa’at yang tersisa sebagaimana tertera pada pembukuan WP yang melakukan pengalihan harta. WP yang sebelum penggabungan. sehingga PPh Pasal 25 WP yang menerima pengalihan setelah penggabungan atau peleburan usaha tidak boleh lebih kecil dari penjumlahan PPh 25 dari seluruh WP yang tergabung. Hal tersebut dihitung sampai bulan dilakukannya pengalihan harta.harus dinilai dengan harga pasar dan atas keuntungan yang diperolehnya dikenakan PPh. Jika WP penerima pengalihan mengalami penurunan usaha setelah peleburan. 57 .

maka dapat diperpanjang setelah mendapat persetujuan dari DJP 58 .nama dan NPWP badan usaha baru yang menerima pengalihan.7) Kewajiban menyampaikan SPT. penagihan dan atau restitusinya diterbitkan atas nama dan NPWP badan usaha lama cq. karena itu Surat Ketetapan Pajak. baik masa atau tahunan bagi WP yang melakukan pengalihan usaha dalam tahun berjalan diatur sebagai berikut :  Kewajiban formal menyampaikan SPT masa atau tahunan PPh bagi WP yang melakukan pengalihan berakhir sampai masa pajak dilakukannya pengalihan  Kewajiban formal menyampaikan SPT masa atau tahunan PPh bagi WP yang menerima pengalihan dimulai sejak WP terdaftar di KPP setelah pendirian usaha baru 8) Surat Ketetapan Pajak Pemeriksaan pajak dilakukan setelah pengalihan terhadap WP yang melakukan pengalihan berkenaan dengan tahun pajak sebelum pengalihan. 9) Penjualan saham di BEJ WP yang akan menjual saham di BEJ dalam rangka pemekaran harus memenuhi ketentuan berikut :  Mengajukan pernyataan pendaftaran ke BAPEPAM dalam rangka penawaran umum perdana (IPO) selambatlambatnya satu tahun setelah mendapat persetujuan pengalihan harta dari Dirjen Pajak  Jangka waktu diatas dapat diperpanjang hingga dua kekuasaan WP dengan tahun karena keadaan di luar persetujuan Ka Kanwil DJP  Jika dalam waktu tiga tahun belum dapat melakukan penawaran perdana.

maka nilai uang tersebut dianggap penghasilan yang dikenakan PPh dengan tarif umum  Tapi jika mereka menjual saham lamanya. Apabila ketentuan di atas tidak dapat juga dipenuhi oleh WP. maka nilai pengalihan yang dihitung berdasarkan nilai buku harus dihitung ulang berdasarkan nilai pasar. bantuan atau sumbangan dan warisan Bila terjadi pengalihan harta karena hibah yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu sederajat dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan bantuan atau sumbangan dengan syarat hibah. maka : • Selisih harga jual dan harga perolehan merupakan capital gain dan terutang PPh sesuai ketentuan • Bila selisih tersebut kurang dari nilai perolehan. Sedangkan bagi pemegang saham badan usaha lama harus memenuhi ketentuan berikut :  Apabila mereka menerima sejumlah saham baru sebagai pengganti saham lama dari badan usaha yang menerima pengalihan. dapat dibebankan sebagai biaya dengan syarat mereka menyelenggarakan pembukuan 10) Pengecualian WP tersebut dibebaskan dari utang PPh bila pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan 4. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta karena hibah. 59 . mereka tidak terutang PPh dan nilai saham baru tersebut dicatat senilai saham lama  Jika menerima saham baru dan sejumlah uang sebagai pengganti saham lama.

maka nilai perolehan adalah :  Bila harta berupa tanah dan atau bangunan dan tahun pengalihannya diketahui.  Bila tahun pengalihan tidak diketahui. maka dihitung 60% dari harga pasar wajar saat harta tersebut diterima. atau • Pengalihan diatas tahun 1986. Untuk WP yang tidak menyelenggarakan pembukuan : Berarti nilai sisa buku harta tersebut tidak diketahui. kepemilikan. Jika yang menerima hibah tidak tergolong salah satu dari ketentuan diatas. Tapi bila tidak memenuhi. nilai berdasarkan SK Ka KPP PBB. maka nilai perolehan sama dengan nilai pasar b. maka : • Pengalihan s/d tahun 1986. sama nilainya dengan NJOP yang tercantum pada SPPT PBB tahun 1986. perolehan dihitung 60 . pekerjaan. maka nilai perolehan sama dengan nilai pasar harta tersebut. atau • Bila SPPT PBB tidak ada. maka dasar penilaian atau nilai perolehan bagi pihak yang menerima adalah : a.PPh nilai perolehan sama dengan nilai sisa buku. jika SPPT PBB juga tidak ada nilai perolehan dihitung berdasarkan SK Ka KPP PBB. serta warisan.sumbangan tersebut tidak ada kaitannya dengan usaha. sama nilainya dengan NJOP SPPT PBB tahun pajak diperolehnya harta tersebut. maka nilai perolehan sama dengan NJOP yang tercantum pada SPPT PBB tahun pajak paling awal atas nama WP yang mengalihkan harta. Untuk WP yang menyelenggarakan pembukuan : Bila memenuhi Pasal 4 ayat 3 huruf a dan b UU. atau penguasaan antara pihak-pihak bersangkutan.  Untuk harta selain tanah dan atau bangunan dan nilai perolehan tidak diketahui.

Dirjen Pajak No.5. KEP-249/ KMK. Kep. SE. KEP-11/PJ. MM.04/95. Kep. Referensi : UU.10 tahun 1994./95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 7 MODUL PERTEMUAN X Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN DAN AMORTISASI AKTIVA ADIYAS. 61 .No. Dirjen Pajak No. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti penyertaan modal Nilai harta bagi badan penerima pengalihan untuk kategori ini sama dengan nilai pasar dari harta tersebut.

5 % Tarif Saldo Menurun 50 % 25 % Harta Berwujud 1 Bukan Bangunan : Kelompok 1 Kelompok 2 Masa Manfaat 4 tahun 8 tahun 62 . Menurut UU Perpajakan Penghasilan. tetapi tidak mempunyai bentuk fisik. penyusutan harta tetap dan amortisasi untuk harta tak berwujud dibedakan dalam beberapa kelompok berikut : Tabel : Masa Manfaat & Tarif Penyusutan Harta Berwujud : Tarif garis Lurus 25 % 12. perabotan. karena digunakan memperoleh penghasilan. Nilainya semakin berkurang.A. karena digunakan memperoleh penghasilan. yang dimiliki bukan untuk dijual kembali. Ciri utama dari harta tetap adalah : selain berwujud juga memiliki masa kegunaan lebih dari 1 tahun dan dapat dipakai berulang-ulang. Yang masuk dalam kategori harta tak berwujud adalah suatu ktiva yang umurnya panjang. Kedua-duanya merupakan pembebanan/biaya dalam kaitannya dengan penurunan kegunaan/manfaat secara berkala dari suatu harta tetap yang berwujud (tangible assets) maupun yang tidak berwujud (intangible assets). perkakas. dan goodwill. contohnya hak patent. Khusus untuk harta tetap berupa tanah tidak dapat disusutkan. mesin-mesin. seperti peralatan. hak cipta. Yang masuk dalam kategori harta tetap adalah aktiva yang secara relatif tetap atau bersifat permanen yang dibeli oleh perusahaan dan bukan untuk dijual kembali dalam operasi perusahaan. gedung dan tanah. yang berguna dalam operasi perusahaan. PENDAHULUAN Sebetulnya tidak berbeda satu dengan lainnya. kecuali tanah yang digunakan oleh perusahaan genteng atau pertambangan yang jilainya semakin berkurang.

25 % 5% 12.5 % 6. 10 tahun 1994. 3. tentang Pajak penghasilan Tabel : Masa Manfaat & Tarif Amortisasi Harta tak Berwujud : Harta Tak Berwujud Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Masa Manfaat 4 tahun 8 tahun 16 tahun 20 tahun Tarif Lurus 25 % 12. C.Kelompok 3 Kelompok 4 2 Bangunan : Permanen Tidak permanen 16 tahun 20 tahun 6.5 % 10 % 20 tahun 10 tahun 5% 10 % - Sumber : UU No. PENARIKAN HARTA TETAP DARI PEMAKAIAN : 63 . saat berlakunya dimulai pada tahun selesainya pengerjaan.25 % 5% garis Tarif Saldo Menurun 50 % 25 % 12. Harta tetap pada umumnya mulai berlaku pada tahun perolehannya. 2. Harta tetap akibat usala leasing.5 % 10 % B. SAAT BERLAKUNYA AMORTISASI : 1. saat berlakunya dimulai pada tahun harta yang bersangkutan dileasingkan. Harta tetap yang masih dalam proses pengerjaan.

yaitu : a. Penarikan harta tetap sebab luar biasa. karena sudah tidak efisien lagi dan akan diganti dengan yang baru. yang masuk dalam kategori ini adalah penarikan yang diakibatkan oleh adanya bencana alam dan hal-hal yang terjadi diluar kekuasaan perusahaan. Yang dibebankan sebagian kerugian dalam periode penarikan harta tersebut adalah sebesar harta sisa buku menurut UU perpajakan dari harta yang ditarik. Hal ini karena dari harta itu yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi. seperti penyitaan dan kebakaran. sedangkan hasil penjualan atau penggantian asuransinya merupakan penghasilan dalam tahun yang bersangkutan. Dari alasan tersebut. Sebabsebab lainnya mengenai penarikan harta tetap ini adalah dijualnya harta tersebut. Yang menjadi perhatian adalah penerimaan neto dari penjualan harta tersebut.Tidak selamanya harta tetap dalam suatu perusahaan dapat digunakan. Revolusi adalah suatu penyesuaian yang berkenaan dengan adanya perubahan 64 . Penarikan harta tetap karena sebab biasa. Hal ini bisa dapat disebabkan karena bencana alam atau perusahaan dengan sengaja menghentikan sebagian besar produksinya karena sebab-sebab di luar kekuasaan perusahaan. yang masuk dalam kategori ini adalah penarikan karena harta tersebut dijual yang disesuaikan dengan kebutuhan nilai ekonomis dari suatu harta. yaitu selisih antar harta penjualan dengan biaya yang seharusnya dan benar-benar dikeluarkan berkenan dengan penjualan tersebut. b. D. maka penarikan harta tetap dari pemakai menurut UU pajak penghasilan dibedakan dalam 2 bagian. REVOLUSI HARTA TETAP : Masalah penyusutan tidak lepas dari masalah revolusi.

dengan tarif penyusutan sebesar 25%. 45 juta.33. 8. penyusutan 25% x Rp.500 _ Rp 25.984.312. yang bagi perusahaan bertujuan untuk mencerminkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.125 _ Rp.500 Rp.312.000.375 1.437. Juta Dasar penyusutan Januari 1996 Tahun 1996.500 Nilai mesin pada tahun 1997 Rp 45. E. Berapa besarnya nilai buku dan penyusutan dari mesin tersebut pada tahun 1997 Penyelesaian : Tahun 1995.000 _ Rp 33.000 Rp. Revolusi harta tetap dapat diartikan sebagai penyesuaian harta atau nilai perolehan harta tetap berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan yang berkenaan dengan adanya perubahan nilai tukar mata uang asing (US$/USD) terhadap nilai mata uang rupiah (Rp). Mesin tersebut memiliki masa manfaat tidak lebih dari 3 tahun. 11.000. Cara lain yang dapat ditempuh dalam menghitung besarnya nilai bukun pada tahun “n” adalah dengan cara memasukkannya dalam rumus : 65 .750.000 Dasar penyusutan Januari 1997 Tahun 1997.nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing. 18.750. penyusutan 25% x Rp.000 Rp. 6. CONTOH-CONTOH PERHITUNGAN : Dengan menggunakan Declining Balanced Method (Metode Saldo yang semakin menurun) Soal 1 : PT. harga pembelian Penyusutan 25% x Rp 45.25. Triasta pada tahun 1995 membeli sebuah mesin seharga Rp.328.

437. Dengan menggunakan Straight Line Method (Metode garis lurus) Sebuah mesin yang harga perolehnya Rp.984. 18.000 X 33-1) (0.328.- Sedangkan untuk mencari besarnya nilai penyusutan pada tahun ke “n” dapat digunakan rumus : Dn = (Hb X 3n-1) (Tp)n (rumus ini hanya berlaku untuk tarif penyusutan 25%) dimana : Dn 3n-1 Jadi : Penyusutan 1995 = (45.000.000 = = depresiasi tahun ke “n” merupakan factor tarif 25% 66 .000.375.000.45. 6. 120..000. 120 juta dengan masa manfaat 20 tahun menurut metode garis lurus ini penyusutan setiap tahunnya adalah sebagai berikut : Rp. 6.25)3 x Rp.252) = Rp 8.253) = Rp.= Rp.Nb = dimana : (1 – Tp)n X Hb Nb = Tp n = = Hb = Nilai buku Tarif penyusutan Harga beli (harga pokok) tahun ke “n” Sehingga untuk mengetahui besarnya penyusutan pada tahun 1997 tersebut adalah : Nb = (1-0.500 Penyusutan 1996 = (45.125 2.000.000.000 : 20 = Rp.000 X 32-1) (0.

Kep. SE.Referensi : UU. Dirjen Pajak No.04/95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 8 MODUL PERTEMUAN XI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PAJAK YANG TERHUTANG (KHUSUS WP ORANG PRIBADI) ADIYAS.10 tahun 1994. MM. KEP82/KMK.No. A. PENDAHULUAN Pajak atau lebih tepatnya Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak (WP) orang pribadi 67 .

Wajib Pajak Orang Pribadi adalah orang pribadi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan. WP OP yang menerima penghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP. sepanjang tahun buku tersebut meliputi jangka waktu 12 bulan. Tahun pajak adalah tahun takwim. B.atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak tertentu. Dengan perkataan lain WP adalah orang pribadi yang telah memenuhi kewajiban subjektif dan objektif. WP OP dikenai pajak atas penghasilan yang diperoleh atau diterimanya selama satu tahun pajak atau dapat pula dikenai pajak untuk penghasilan dalam bagian tahun pajak apabila kewajiban pajak subjektifnya dimulai atau berakhir dalam tahun pajak. Subjek pajak orang pribadi tersebut dikenakan pajak apabila menerima atau memperoleh penghasilan. SUBJEK PAJAK ORANG PRIBADI Subjek pajak orang pribadi dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri. 68 . Sedangkan subjek pajak orang pribadi luar negeri menjadi WP karena menerima dan atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia atau menerima dan atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia melalui Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia. termasuk pemungutan pajak dan pemotongan pajak tertentu. tetapi WP OP dapat menggunakan tahun buku yang tidk sama dengan tahun takwim. Subjek pajak orang pribadi dalam negeri menjadi WP apabila telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya melebihi Penghasilan Kena Pajak (PKP). Subjek pajak orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan disebut dengan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP). Sehubungan dengan pemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

baik melalui atau tidak melalui BUT. Atau orang pribadi yang bertempat tinggal di luar Indonesia yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. Subjek Pajak Luar Negeri (WPLN) Subjek pajak orang pribadi luar negeri adalah orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia selama tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Kepada orang tersebut dikenakan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh. termasuk mereka yang mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan ditimbang menurut keadaan. baik dari Indonesia maupun dari luar negeri (world wide income / azas domisili). yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia atau yang menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan BUT di Indonesia.1. 69 . 2. orang pribadi yang menjadi subjek pajak dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada di Indonesia. Subjek Pajak Dalam Negeri (WPDN) Subjek pajak orang pribadi dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau orang pribadi yang dalam satu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Keberadaan di Indonesia selama lebih dari 183 hari tidak harus berturut-turut. tetapi ditentukan oleh jumlah hari keberadaan orang tersebut dalam jangka waktu 12 bulan sejak kedatanggannya di Indonesia. Pada prinsipnya.

baik melalui BUT maupun tanpa melalui BUT di Indonesia (source principle). WPLN hanya dikenakan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Indonesia. c. tidak termasuk subjek pajak di Indonesia. Bukan WNI Di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut Negara tersebut memberi perlakuan timbal balik Jadi apabila pejabat perwakilan negara lain memperoleh penghasilan lain di luar jabatannya. 70 . Orang tersebut tetap berstatus sebagai WPLN. BUT tersebut menggantikan orang pribadi sebagai subjek pajak luar negeri. maka terhadapnya dikenakan pajak melalui BUT. dengan syarat sebagai berikut : a. Pengecualian Subjek Pajak Luar Negeri Orang-orang pribadi yang sudah memenuhi syarat sebagai WPLN tapi dikecualikan dari subjek pajak dan atas penghasilannya tidak dikenakan pajak di Indonesian adalah pejabat perwakilan diplomatik dan pejabat organisasi internasional. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersamasama mereka. maka ia menjadi subjek pajak atas penghasilan lain tersebut. 3. b. Dengan demikian.Apabila WPLN menerima atau memperoleh penghasilan melalui BUT. dalam memenuhi kewajiban perpajakannya di Indonesia.

Zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh WP OP pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat (BAZNAS) atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah sesuai dengan 71 . kegiatan atau pekerjaan lain untuk mendapatkan penghasilan dari Indonesia C. PENENTUAN PENGHASILAN KENA PAJAK Penghitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) bagi WP OP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pembukuan adalah : PKP = penghasilan neto fiskal – zakat atas penghasilan – kopensasi kerugian . Bukan WNI b.Yang termasuk pengecualian juga adalah pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Keuangan dengan syarat sebagai berikut .PTKP Sedangkan penghitungan PKP bagi WP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pencatatan dan bagi WP yang memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan adalah : PKP = penghasilan neto fiskal – zakat atas penghasilan – PTKP Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh seorang muslim sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak. a. Tidak menjalankan usaha.

Rp.. Contoh : Tuan Abdullah adalah pegawai yang menerima gaji Rp. Rp. 11.400) D. Kerugian dari selisih kurs mata uang asing c.bukti setoran yang sah (sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 3 UU No.8.000.000.000. 2. menagih dan memelihara penghasilan.000. Kompensasi Kerugian Horizontal Rp. Maka perhitungan yang harus dilakukan adalah : Penghasilan bruto (12 x 8.Rp.000) Penghasilan neto setelah zakat PTKP (K/3) PKP PPh terutang (15% x 74.704.000) Biaya jabatan (5% x 96. Kerugian yang diderita suatu unit atau cabang usahanya..150. Kompensasi Kerugian Vertikal (Tax loss carry Forward) 72 . Sedangkan bagi yang menerimanya tidak termasuk dalam pengertian penghasilan yang dipotong PPh 21. 1.000.000. 18. Kerugian penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan orang pribadi atau yang dimiliki untuk mendapatkan. 96.000.460 WP OP diperkenankan untuk memperhitungkan kerugian yang diderita pada periode berjalan. antara lain berupa : a.000. 74. b./bulan.600. 92.Rp. dapat dikurangkan dari PKP.000) Penghasilan neto sebelum zakat Zakat (2. 94.38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat).5% x 94.704.000.336._ Rp.400. 2.000.336.336.367.296._ Rp. Kerugian (fiskal) yang diderita suatu unit atau cabang usaha bisa dikompensasikan dengan laba (fiskal) dari cabang lain sesama di Indonesia. Dia memiliki satu istri dan tiga orang anak.400._ Rp. KOMPENSASI KERUGIAN 1..

. PERHITUNGAN PAJAK YANG KURANG/LEBIH BAYAR Perhitungan pajak akhir tahun dilakukan dengan mengurangkan PPh terutang dengan kredit pajak yang telah dibayar oleh WP dalam Tarif PPh 5% 15% 25% 30% 73 . yaitu penghasilan bruto dikurangi dengan biaya-biaya yang diperbolehk E. 50. 200.000. maka sisa kerugian yang belum dikompensasikan dianggap daluwarsa.000.000.Di atas Rp.000.000.000.000.000. maka PKP dibulatkan ke bawah dalam ribuan rupiah penuh.000.Jika WP OP yang menggunakan pembukuan mengalami kerugian dapat dikompensasikan dengan penghasilan (neto/laba fiscal) selama maksimal 5 tahun setelah tahun pajak terjadinya kerugian tersebut.000.000.Di atas Rp..Di atas Rp..000.s/d Rp. F.Di atas Rp.s/d Rp.000.000. Kerugian tersebut adalah kerugian menurut fiskal. 500.000. 100.s/d Rp. 250. 50. Tarif PPh OP (Pasal 17 UU PPh) Lapisan PKP Sampai dengan Rp.000. 25. Jika lewat dari 5 tahun.000. 250.000.000.Di atas Rp. 100. 200.000.000..000. 25. 50.000.000.000. 50. 500..Tarif PPh 5% 10% 15% 25% 35% Untuk keperluan penerapan tarif pajak dalam menghitung PPh terutang.Di atas Rp. PAJAK YANG TERUTANG Perhitungan pajak terutang bagi WP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pembukuan maupun pencatatan dan Wp yang memperoleh penghasilan sehubungan pekerjaan adalah : PPhterutang=PKPx tarif PPh OP – PPh 24 yg telahdikreditkan.Di atas Rp.s/d Rp.000.000. Mulai tahun pajak 2009 tarif Pasal 17 UU PPh berubah menjadi : Lapisan PKP Sampai dengan Rp.000.s/d Rp.

36 Tahun 2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 9 MODUL PERTEMUAN XII & XIII Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PPN DAN PPnBM PPh ADIYAS. Dirjen Pajak No. SE.tahun berjalan.10 tahun 1994. baik melalui pembayaran sendiri maupun melalui pemotongan/pemungutan pihak lain. PENDAHULUAN Undang-undang PPN Barang & Jasa PPnBM ( disingkat UU PPN) mengatur pengenaan atas : 74 . A. KEP03/PJ/95. Kurang bayar (PPh Pasal 29 UU PPh) adalah saat dimana PPh terutang lebih besar daripada Kredit Pajak. MM.. Perhitungan PPh Kurang/lebih bayar dapat dilakukan dengan mempergunakan Form 1770 Induk bagian D. diperbaharui dengan UU No. sedangkan lebih bayar adalah saat dimana PPh terutang lebih kecil dari Kredit Pajak yang harus dilunasi paling lambat tanggal 25 bulan ketiga setelah tahun pajak berakhirnya dan sebelum SPT tahunan disampaikan. Referensi : UU.No. Kep.

Netral dalam pola konsumsi Dapat mendorong ekspor. Barmacam-macam tarif Tidak mendorong ekspor. Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). sehingga memudahkan pelaksanaan. 2. lain : 1. yang lama) antara lain : 1. sehingga menimbulkan kesulitan pelaksanaannya.8 Tahun 1983. antara (ada 9 macam tarif ). Pajak tidak langsung. Kelebihan PPN 1984 (Undangan-undangan yang baru).1. 7. 6. Pajak Pertambahan Nilai merupakan : 1. Netral dalam persaingan dalam negeri. DASAR HUKUM Peraturan Perundang-undangan yang mengatur PPN dan PPnBM adalah UU No. Kelemahan PPN 1951 (UU. 3. Adanya pajak berganda.11 Tahun 1994. 4. 3. 5. 2. Pajak atas konsumsi dalam negeri. tentang PPN Barang & Jasa dan PPnBM sebagaimana telah diubah dengan undang-undang No. Pajak. Netral dalam perdagangan internasional. 2. Belum dapat mengatasi penyelundupan. Dapat menghindarkan penyelundupan (lebih mudah pengawasan). 75 . 2. Pajak Pertambahan Nilai Barang & Jasa (PPN). Menghilangkan pajak berganda Tarif tunggal. B. 4.

berkaitan dengan pembayaran upah dan gaji. melekat pada waktu perolehan harga barang yang diekspor. jumlah pajak yang dikenakan atas barang yang diproduksi di dalam negeri pada tingkat harga yang sama. 2. diberikan pengembalian beban pajak yang Dalam hal impor. 4. berkaitan dengan faktor bunga modal yang harus Tenaga kerja. Artinya proses pertambahan nilai selalu timbul karena adanya biaya-biaya yang dikeluarkan mulai dari bahan baku siap dijual dengan tingkat laba yang diharapkan. Dalam proses produksi tentu saja tidak lepas dari faktor-faktor produksi seperti: tersebut. PPN dan PPnBM dalam pelaksanaannya bisa menghindari Dalam ekspor. pajak. antara lain : 1. Harta tetap. dibayarkan. dimana ada biaya penyusutan dari harta tetap 76 . PENGERTIAN PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI Yang dimaksud dengan pertambahan nilai adalah jumlah antara biaya yang dikeluarkan dan tingkat laba yang diharapkan dalam suatu proses produksi.Lahirnya sistem PPN dan PPnBM ini tentu saja membawa dampak positif dalam pelaksanaannya. Penerapan sistem tarif yang lebih sederhana atas PPn dan PPnBM dapat dengan mudah melacak setiap bentuk penyelundupan C. jumlah pajak yang dipungut sama dengan pengenaan pajak berganda. Biaya-biaya kantor dan laba yang diharapkan. 3. karena itu menciptakan persaingan yang sehat untuk keuntungan konsumen. Modal.

Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menghasilkan barang melakukan usaha perdagangan.PPN. Barang Kena Pajak (BKP) : Barang Kena Pajak (BKP) adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak maupun barang tidak berwujud yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang PPN. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean. harus menghitung selisih antara Pajak Keluaran dengan Pajak Masukan yang secara sederhana dapat dirumuskan PPN = Pajak Keluaran – Pajak Masukan. 1 yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan UU. PK yang memiliki untuk dikukuhkan menjadi PKP. melakukan usaha jasa atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. tidak termasuk Pengusaha Kecil (PK) yang batasannya ditetapkan oleh Menkeu. Jika Pajak Keluaran ternyata lebih kecil dari Pajak Masukan. 3. BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN PPN 1. Pengusaha Kena Pajak (PKP) : a. b. Pengusaha Kena Pajak (PKP).Untuk menghitung PPN yang terutang. PKP adalah Pengusaha sebagaimana yang dimaksud pada no. D. maka selisihnya merupakan hak Pengusaha Kena Pajak yang dapat diminta kembali atau dikompensasikan dengan Jumlah Pajak yang terutang. 2. Jasa Kena Pajak (JKP) : 77 .

-. 500.yaitu semua biaya dan tingkat 78 .maka perusahaan garment tersebut akan menjual hasil produksinya seharha Rp.Seandainya biaya-biaya yang timbul dan keuntungan produksi tersebut akan menjual hasil produksinya seharga Rp. 450. 2. 950. yaitu : 1.. Metode tidak langsung (indirect subtraction method / tax invoice method) : Diperoleh dari : Pajak Keluaran – Pajak Masukan Dalam perhitungan tetap dibahas dengan menghitung PPn dengan menggunakan metode yang kedua yaitu metode tidak langsung. Bahan baku yang dibeli oleh perusahaan garment berupa yang diharapkan akibat kain dan bahan pembantu lainnya seharga Rp. Untuk memahami besarnya pertambahan nilai dan besarnya PPN yang harus dibayarkan. Dari contoh ini dapat diketahui bahwa besarnya Pertambahan Nilai adalah Rp. yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang PPN. Metode langsung (direct subtraction method) : Diperoleh dari : Tarif x pertambahan nilai Cara ini sulit dilaksanakan. termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pemesan.Jasa Kena Pajak suatu (JKP) adalah atau setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan perikatan perbuatan hukum menyebabkan suatu barang/fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai. CARA MENGHITUNG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) Ada 2 metode dalam menghitung PPN. 450. dapat diperhatikan contoh berikut.. E. Contoh : 1.

500.Rp. yakni : Beli Jual Rp. 25. 50. 50 (Pajak Masukan) = Rp. 250. 50 = Rp. 45. Berikut ini akan diuraikan penerapan multi-stages system dalam PPN.b.(Pajak Masukan) PPN 10% = Rp. 500 Rp..yang merupakan hak dari pengusaha kena pajak (PKP) yang dapat diminta kembali atau dikompensasikan untuk pajak yang terutang untuk masa pajak berikutnya. sebagai berikut : Tabel Multi – Stages Tahap Produksi Kapas 400 Harga beli Harga jual Pajak Masukan Pajak Keluaran 40 40 PPN 79 .PPN 10% = Rp.. 250..yaitu : 10% x Rp. 450.Nilai PPN diatas sama besarnya dengan 10% dari pertambahan Nilai sebesar Rp.maka perhitungannya adalah sebagai berikut : Beli Jual Rp.(Pajak Keluaran) Maka terjadi kelebihan pembayaran PPN sebesar Rp. maka kita dapat menghitung pula besarnya PPN. 95 (Pajak Keluaran) PPN yang harus dibayarkan = Pajak Keluaran – Pajak Masukan. Jika diketahui tarif PPN 10%. 45. 450. = Rp. Jika perusahaan garment tersebut hanya mampu menjual hasil produksinya senilai Rp. 95 – Rp... Seperti yang diuraikan sebelumnya sistem pemungutan Pajak pertambahan Nilai (PPN) dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat produksi mulai dari bahan baku sampai barang jadi (multi-stages system) . 25. 950 PPN 10 % PPN 10% = Rp.= Rp..laba yang diharapkan selama proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. a.

000 3.600 40 120 200 360 40 120 200 860 80 80 300 500 Dari tabel diatas.. 400) yang juga merupakan jumlah PPN-nya (PPN = Pajak Keluaran (Rp. akan membeli kain yang mengakibatkan timbulnya pajak masukan sebesar Rp. 400. Jika ternyata dalam proses produksi harga baju akan dijual seharga Rp. 0.. 120. 40... mulai dari bahan baku berupa kapas sampai menjadi baju yang siap dijual dipasaran..200 2. dari bahan baku tersebut.-) .000. 5. 80. Dari seluruh rangkaian proses produksi.yang juga merupakan PPN yang dibayarkan oleh konsumen yang membeli baju tersebut. 2..ini menimbulkan pajak keluaran sebesar Rp. 400).dan pajak keluarannya Rp. Selanjutnya produsen baju yang membutuhkan kain sebagai bahan baku. yaitu Rp. 40. maka kita dapat menghitung jumlah PPN yang dibayarkan dalam rangkaian tersebut.600 1. Bahan baku berupa kapas yang dibeli oleh produsen benang sebesar Rp.000 8.000 5.(10% x Rp.Pajak Masukan (Rp. 500.yang merupakan penjumlahan atas PPN tahap pertama sebesar Rp. 300.(10% x Rp. 40. 500.sehingga PPN yang harus dibayarkan pada tingkat ini adalah sebesar Rp. 40..Pajak Masukan yang telah dibayarkan pada waktu perolehan Barang Kena Pajak (BKP) yang langsung diekspor atau diserahkan kepada Pengusaha Kena Pajak dapat dikreditkan terhadap Pajak Masukan yang dihitung dengan pedoman sebagai berikut : 80 . petani kapas menjual kapasnya ke produsen benang dengan harga Rp.maka akan ada pajak keluaran sebesar Rp..maka dari keadaan itu dapat dihitung pajak masukannya sebesar Rp.Benang Kain Baju Total 400 1.00..ditambah PPN tahap kedua sebesar Rp.ditambah PPN tahap ke 4 sebesar Rp.. 80. 200.menimbulkan pajak masukan sebesar Rp. 40. 400. Seandainya harga kain setelah jadi sebesar Rp.PPN tahap ke 3 sebesar Rp.-.-. ternyata setelah menjadi benang dibutuhkan oleh produsen kain.).. 200.200 2...

000 Rp.000. 2. 15.000 Rp.500. 1.Kepada bukan PKP tidak dikenakan pajak Total Pajak Keluaran Pajak Masukan yang dapat dikreditkan : a. Pajak Masukan atas persediaan BKP yang masih tersedia dapat dikompensasikan pada masa pajak berikutnya. Ekspor BKP c. Atas Ekspor : Rp. 5.000 Rp. Dari suatu kegiatan usaha diketahui bahwa PT “X” : Rp.= Rp.a. Menjual BKP ke PKP d. Menjual BKP ke bukan PKP Pajak Masukan : 10% x Rp.500. c. 5.000.000.000.000 Rp. 500.000 81 . 15. Contoh : 1.500. 7. Membeli BKP seharga b.000.Rp.000. 7. 15. Besarnya perkreditan pajak tidak boleh lebih lebih besar dari Pajak Masukan atau dapat juga dikatakan bahwa Pajak Masukan harus lebih besar dari perkreditan pajak.Pajak Keluaran : Atas Ekspor 0% Atas PKP 10% x Rp. – – 750.500. Rp.000.000 Rp.000 a.000. 7. Rumus yang dapat digunakan untuk menetapkan perkreditan pajak ini adalah : Penyerahan BKP kepada PKP X Jumlah Pajak Masukan Nilai Peredaran Usaha b. 1.000.000 X Rp.. Rp.000 Rp.500.500.

.= Rp.000 = Rp. yaitu suatu prinsip pemungutan pajak dengan cara memungut pajak terutang pada saat penyerahan barang/jasa kena pajak.000. 1. 2. Accrual basis.250.Jumlah Pajak yang lebih bayar atau harus disetorkan adalah : Pajak Masukan yang dapat dikreditkan Pajak Keluaran Pajak yang lebih dibayar = Rp. impor. 7. TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) Ada dua cara yang dilakukan dalam pemungutan PPN. G.000 Rp.- F.500. 500. Atas penjualan kepada PKP : Rp. meskipun belum diterima pembayarannya.000.000 + Rp. yaitu : 1. yaitu suatu prinsip pemungutan pajak dengan cara memungut pajak terutang pada saat penerimaan pembayaran.000 = Rp. = Rp.000 Total Pajak Masukan yang dapat dikreditkan : = Rp. Cash basis.250.1. 750. 750. 15.X Rp. 750.500. 82 . 1. PENGERTIAN PAJAK PENJUALAN BARANG MEWAH (PPnBM) PPnBM merupakan pungutan pelengkapan atas pengenaan PPN. Dikatakan pelengkapan karena pengenaan PPnBM ini sifatnya adalah pemungutan satu kali pada sumbernya atas pembeli atau konsumen barang termasuk dalam kategori barang mewah.000 550.000.000.b.000. Barang mewah yang dimaksud adalah : barang yang dianggap memiliki daya kemampuan lebih tinggi sehingga wajar kalau dipungut pajak yang lebih tinggi. meskipun belum menerima barang/jasa kena pajak.

10. 130. 169.000 = Rp. 26.000.000.000.000.000 Rp. 10.130. 130.000.000.000 Rp. 130. 20.000. 20.x Rp.000 – (Rp.000.000 + Rp.000.000.000.000 83 .000.000) = Rp. berapakah harga barang tersebut yang merupakan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) ? Penyelesaian 4.000.Contoh Perhitungan PPN dan PPn BM : PT “X” membeli barang dan jasa kena pajak (PKP) yang tergolong mewah dengan harga penyerahannya Rp. 100.000.000 + Rp. 13.000. Rp. 130.- Untuk kasus no. Harga sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) 20% Jumlah yang dibayar oleh PT “X” 5.000 x Rp. Jika diketahui bahwa barang mewah yang dimaksud diatas tergolong tarif PPnBM 20%.000. Jika diketahui bahwa harga BKP yang tergolong mewah tersebut diatas sudah termasuk PPn10% dan PPnBM 20%.1.000 = Rp. berapa jumlah seluruhnya yang harus dibayarkan oleh PT “X” 2.2 dapat diselesaikan sebagai berikut : 10 PPN = 100 + 10 + 20 20 PPnBM = 100 + 10 + 20 Dasar Pengenaan Pajak (DPP) = Harga BKP – (PPN + PPnBM) DPP = Rp.

50 Tahun 1994 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 10 MODUL PERTEMUAN XIV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN UMUM MENGENAI PBB ADIYAS. No.11 tahun 1994 PP. SE. A.No. MM.Referensi : UU. PENDAHULUAN 84 .

Perubahan-perubahan dasarnya penyederhanaan dari peraturan yang satu ke peraturan yang lainnya. 3. 2. sehingga yang termasuk dalam pengertian bangunan disini yaitu : 1. B. Yang dimaksud dengan Bumi adalah Permukaan bumi meliputi tanah dan perairan pedalaman laut wilayah Indonesai. Penyederhanaan tersebut diatur dalam beberapa jenis pungutan atas tanah dan bangunan yaitu : 1. 4. k dan l UU Darurat No. 6. Jalan lingkungan yang terletak Jalan tol. 2. 11 tahun 1959 tentang Pajak Hasil Bumi (IPEDA) dan Peraturan perundang-undangan lain sepanjang mengenai tanah dan bangunan.Sesuai dengan UU No. 11 tahun 1957 tentang Peraturan Umum Pajak Daerah. 5. taman mewah. juga mengalami yang perubahan-perubahan dilakukan pada yang disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di Indonesia. 3. seperti halnya dengan jenisjenis pajak lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan Bangunan adalah Konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. 4. OBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Yang menjadi objek PBB adalah Bumi dan Bangunan. Peraturan Pemerintah pengganti UU No. Kolam renang. Ordonansi Pajak Rumah Tangga 1908 Ordonansi Verponding Indonesia 1923 Ordonansi Verponding 1928 Ordonansi Pajak Kekayaan 1923 OrdonansiPajak Jalanan 1932 Pasal 14 huruf j. Pagar mewah. 7. dinyatakan tidak berlaku lagi & diganti dengan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 85 . 12 1994 dan peraturan serta keputusan Penerapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

(Th. terlebih dahulu dilakukan penelitian oleh pejabat yang berwenang menurut Undang-undang. hutan suaka. konsulat. yaitu : 1. kesehatan. tanah pengembalaan yang dikuasai oleh desa. Tempat olah raga. sosial. berdasarkan azas perlakuan timbal balik. pipa Fasilitas lain yang memberikan manfaat. 3. Penelitian Objek PBB dibagi 2 kategori. peninggalan purbakala atau sejenisnya. Hutan lindung. 7. Penelitian tanah : d.2000 = Rp 12 juta). 86 . Untuk perwakilan diplomatik. 2. Sedangkan yang tidak tergolong objek PBB antara lain : 1. minyak. hutan wisata. Untuk bafan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan RI. Untuk kuburan. 6. Yang semata-mata digunakan untuk melayani kepentingan umum dibidang ibadah. air dan gas. Nilai Jual Pajak Tidak kena Pajak (NJO-PTKP) sebesar 8 juta. 4. 6. 5. Galangan kapal/dermaga. taman nasional. pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksud untuk memperoleh keuntungan. 8. Tempat penampungan/kilang minyak. Sebelum ditetapkan sebagai objek PBB. tanah negara yang belum dibebani suatu pajak.5. Penelitian objek tanah dilakukan dengan cara menentukan/menilai harga tanah berdasarkan transaksi jual beli tanah yang terjadi di wilayah tersebut dengan mengambil harga jual rata-rata.

maka diadakan perhitungan/ penetapan sebagai berikut .10. C. Batas Nilai Jual Bangunan Tidak Kena Pajak (NJP-TKP) adalah Rp. disamping juga memperhatikan segi kualitas material bangunan dan luas bangunan. Penelitian bangunan : a. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).. Berdasarkan pennilaian/penentuan klasifikasi tanah tersebut. 4.000. 3. maka sedikitnya setiap tahun DitjenPajak cq.e. 2.apabila seorang WP mempunyai beberapa objek pajak.000. Dasar perhitungan pajak adalah 20 % dari nilai NJOP. konstruksi atap. yang diberi NJOP-TKP). Masing-masing konstruksi bangunan mempunyai cara-cara penilaian tersendiri. Untuk memudahkan penentuan harga tanah untuk kepentingan penetapan PBB. PENETAPAN NILAI PAJAK Berdasarkan data objek PBB yang dihimpun dalam Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) dan telah diadakan penilaian serta penentuan klasifikasi tanah dan bangunan. 87 . 2. Penilaian objek bangunan dilakukan dengan cara menilai konstruksi bangunan meliputi antara lain konstruksi landasan. 1. b. petugas panilai mencatumkan kelas tanah pada Surat Pemberitahuan Objek pajak tersebut. f. dimana akhir penilaian tersebut merupakan klasifikasi suatu bangunan yang akan dicantumkan pada SPOP sebagai bahan penetapan Pajak Bumi & Bangunan (PBB). Besarnya tarif adalah 0.5% (lima per-seribu). Kakanwil yang bersangkutan menerbitkan Nilai Jual Objek Pajak sebagai pedoman.8juta (Rp.

000.000. Rp.000 8.000 Rp.000 3.000. 5.000.5% x 20% x nilai jual tanah 88 .000 Rp. Rp.000 NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Rp. Rp.000.000.000 5. 3.000 _ 5.000 Nilai Jual Objek Pajak untuk Perhitungan pajak : Nilai Jual Objek Bumi Nilai Jual Objek Pajak Bangunan NJOP untuk Perhitungan pajak NJOP-TKP Desa B: Rp.000 _ NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Rp. Rp. 5. Rp.000 Rp.000.000. 8. Selanjutnya penetapan besarnya pajak yang terutang harus diperhitungkan dengan cara.000. 5.000. seperti dikutip dari Penjelasan UU.000 + 8.000. 13.Contoh. sebagai berikut : Seorang WP mempunyai 2 objek pajak berupa bumi dan bangunan masing-masing di desa A dan desa B dengan nilai sebagai berikut : Desa A : Nilai jual Objek Pajak Bumi (NJOPB) Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Rp. 8. yaitu : Untuk tanah = 0.000 Nilai jual Objek Pajak Bumi (NJO PB) Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Nilai Jual Objek Pajak untuk Perhitungan Pajak : Nilai Jual Objek Bumi Nilai Jual Objek Pajak Bangunan NJOP untuk Perhitungan pajak NJOP-TKP Rp.000 + 8. Rp.000. No 12 tahun 1994 ayat 3.000.

000 Nilai jual bangunan = 400 m2 x Rp. 350. penggolongan dan ketentuan nilai jual bumi dan bangunan termasuk dalam kategori NJOP Bumi kelas 24 (dimana NJOP/ m2 antara 262. 285.000/ m2 dan NJOP bangunan kelas.000 = Rp.000. 265.000 Jumlah NJOP Nilai jual bangunan tidak kena pajak Jumlah NJOP = Rp.000/ m2.000.000 = Rp.000. dari tanah seluas 1000 m2 tersebut bediri sebuah bangunan 400 m2 dengan nilai jual Rp. SUBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Yang menjadi subjaek/WP PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan/atau memperoleh manfaat atas bumi. 431.5% x 20% x (NJ bangunan – NJB-TKP) = 0. 8.000. pengontrak. Contoh Perhitungan : Batara sebagai WP memiliki tanah seluas 1000 m2 persegi dengan nilai jual Rp. dan/atau memiliki.000/m2. 285.000. antara lain pemilik.- Untuk bangunan = 0.5% x 20% x Rp. 423. 89 . Jika ternyata diketahui dalam lampiran klasifikasi.000 = Rp. 423.000 sampai dengan 308.000 atau menurut ketentuan NJOP bumi adalah Rp. 285.000 + = Rp. 8. maka besar perhitungan pajak terutang sebagai berikut : Nilai Jual Tanah = 1000 m2 x Rp. penghuni.000 PBB terutang = 0.000/m2. pemakai dan penyewa. 300.5% x 20% x NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Atau Untuk tanah dan bangunan D. penggarap.000.000. menguasai dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. sebesar Rp. 365.= Rp.000 _ 423. 146.

12 tahun FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAl ”VETERAN” JAKARTA 11 MODUL PERTEMUAN XV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN UMUM MENGENAI BEA METERAI ADIYAS. 90 . SE. MM.Referensi : UU.No.

000. Surat yang memuat jumlah uang lebih dari 1.Yang menyebutkan penerimaan uang Menyatakan pembukuan uang atau penyimpan uang dalam Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank Berisi pengakuan utang seluruhnya atau sebagian telah rekening bank (R/K) dilunasi. B. 13 tahun 1995 tentang Bea Meterai dan Peraturan Pemerintah No. Pengertian Bea Materi itu sendiri sebenarnya adalah biaya pengesahan/penguatan secara umum atas suatu dokumen berharga dan pentingoleh negara. Akta-akta notaris termasuk salinannya 3. 7 tahun 1995 tentang Tarif Bea Meterai dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.A. dokumen-dokumen berharga yang dikenakan Bea Meterai adalah dokumen-dokumen sebagai berikut : 1. 2. DOKUMEN-DOKUMEN YANG DIKENAKAN BEA MATERAI Menurut Peraturan Pemerintah RI No. tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan besarnya Pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Materi yang mulai berlaku pada tanggal 1 Mei 2000. PENDAHULUAN Objek Bea Materi dan tata cara pelunasannya yang sesuai dengan ketentuan UU No. 4.000. Bea Meterai adalah salah satu pajak yang dipungut dan dikelola oleh negar. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. 17 tentang Bea Meterai. Bea Meterai dapat diartikan juga suatu pungutan atas dokumen-dokumen berharga. 24 tahun 2000. 91 . Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkapan-rangkapannya.

Uang tunggu. 1. sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp. Dokumen yang menyebutkan tabungan. konosemen. Segala bentuk Ijazah 3. Efek dengan nama dan alamat bentuk apapun. surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggunganpengirim dan suratsurat swejenis lainnya.000 6.000. bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang.000 7. keterangan pemindahan yang dituliskan diatas dokumen. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian dimuka pengadilan : Surat-surat biasa dan surat ke rumah tanggaan. Promes dan aksep yang berharga nominal lebih dari Rp. Tunjangan dan pensiun. kas pemerintah daerah dan bank 5. Surat berharga. Tanda bukti penerimaan uag negara dan kas negara dan kas negara. pembayaran uang tabungan kepada penabung bank. 4.000. Berbagai bentuk tanda terima yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran seperti : Gaji. Tanda bukti penerimaan uang untuk keperluan intern organisasi 7.5. 2. tapi kemudian digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain dengan maksud yang lain. Surat penyimpanan barang. surat angkutan penumpang dan barang. 1. DOKUMEN-DOKUMEN YANG TIDAK DIKENAKAN BEA MATERAI Sedangkan dokumen-dokumen yang tergolong tidak dikenakan bea materai adalah : 1. C. koperasi dan badan-badan lainnya yang bergerak dibidang tersebut 92 . Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. Kwitansi untuk semua jenis pajak dari kas negara. kas pemerintah daerah dan bank 6. seperti : Wesel.

karena terlalu rumit. Bea Meterai Luar Biasa. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Perbandingan antara ABM 1921 dengan UU No. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai 2. Undang-Undang No. tarif. Pada UU No. Surat gadai yang diberikan oleh perusahaan jawatan pengadaian 9. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek. jenis Bea Meterai hanya ada satu. Pemungutan Bea Meterai yang berlaku sekarang adalah hasil penyederhanaan dari peraturan Bea Meterai 1921 (ABM 1921) dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. DASAR HUKUM PELAKSANAAN PEMUNGUTAN BEA MATERAI Yang menjadi dasar hukum pemungutan Bea Meterai adalah : 1. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai adalah sebagai berikut : Pada ABM 1921.04/1995 tentang pelaksanaan peraturan Pemerintah No.8. 13 tahun 1985 tentang Be Meterai. 182/KMK. 7 tahun 1995 tentang perubahan tarif Bea Meterai 3. Bea Meterai Luas Kertas. Bea Meterai Tetap dan Bea Meterai Sebanding dengan penetapan tarif atas Bea Meterai sebanyak 167 macam. Bea Meterai Tetap dengan 2 macam D. jenis-jenis pemeteraian terdiri dari Bea Meterai Umum. yankni. 7 tahun 1995 tentang Perubahan tarif Bea Meterai 93 . 24 tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan besarnya batas Pengenaan harga Nominal yang dikenakan Bea Meterai dengan 2 macam tarif. Pada UU No. Keputusn Menkeu RI No. Paraturan Pemerintah No.

Tarif untuk seluruh dokumen berharga yang terutang Bea Meterai dikenakan sebesar Rp. F. Tarif untuk dokumen yang nilai nominalnya lebih dari Rp. Bea Meterai atas cek dan bilyet giro ditetapkan tarif sebesar Rp. TARIF BEA MATERAI 1..tetapi tidak lebih dari Rp. 24 tahun 2000. yang berlaku pada tanggal 1 Mei 2000..saat terutangnya adalah pada saat dokumen itu selesai dibuat.kecuali pihak-pihak yang bersangkutan menentukan lain.3. TATA CARA PENGGUNAAN SERTA PELUNASANNYA Saat terutangnya bea meterai adalah pada saat dokumen itu diserahkan dari satu pihak. 1. 3.000.1.tanpa batas 4. 250. sekarang Rp.000.-.000. SAAT TERUTANG.2000.dikenakan Bea Meterai Rp.-).000.6. 24 tahun 2000 tentang perubahan tarif Bea Meterai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai E.1.000.- diatas Rp.250. 1000 (Rp.000..000.000) dan untuk dokumen yang nilai nominalnya dibawah Rp.000. pihak yang terutang adalah pihak yang mendapat manfaat dari dokumen. 2. Tata cara penggunaan dan pelunasannya bisa dilakukan dengan menggunakan benda meterai (kertas meterai dan meterai tempel) atau 94 .-. Nominal dari cek dan bilyet giro tersebut (sekarang Rp. untuk diluar negeri adalah pada saat digunakan di Indonesia.4. Selanjutnya lihat keterangan dalam lampiran Peraturan Pemerintah No.000.tidak terutang Bea Meterai. 3. Peraturan Pemerintah RI No.

4. Kertas Meterai hanya boleh digunkan sekali. dan itu berarti harus dilakukan pemeteraian ulang ditambah denda 200%. belum ada surat edaran khusus yang mengatur tentang hal ini ditetapkam di PERURI. sanksinya adalah dokumen itu dianggap tidak berMeterai. 6. tanda tangan harus mengenai baik Meterai tempel maupun kertas yang bersangkutan. Syarat Pelunasan Dengan Cap Lunas : Harus mendapat izin dari Dirjen Pajak cq. SYARAT PELUNASAN Ada dua macam syarat pelunasan bea materai yang dapat dilakukan. 95 . sebagian pada kertas dan sebagian lagi pada semua Meterai tempel yang digunakan. Bea Materai terutang dibayar terlebih dahulu dengan nominal sebesar jumlah yang ingin dicetak. boleh ditambah dengan kertas lain tanpa penerimaan Meterai lagi. G. 5. Tanggal. Meterai tempel harus direkatkan seluruhnya pada tempat dimana tanda tangan akan dibubuhkan dengan utuh/tidak rusak diatas dokumen. Jika digunakan lebih dari satu Meterai tempel. Direktur PPN/PTLL. Tempat pencentakannya secara lisan. yaitu : 1.bisa juga denganmenggunakan mesin teraan meterai atau alat lain. Ditanda tangani dengan tinta atau bahan sejenis. 2.dengan cara lain seperti dengan cap lunas pada dokumen yang bersangkutan. Jika syarat diatas tidak dipenuhi untuk keperluan pelunasan dengan menggunakan Meterai tempel. Cara menempelkan meterai tempel dan penggunaan kertas Meterai dilakukan sebagai berikut : 1. 3. bulan dan tahun harus diisi pada Meterai tempel pada saat/setelah ditanda tangani. tanda tangan itu harus. Jika satu lembar kertas Meterai tidak cukup untuk memuat seluruh isi dokumen.

c.000. Dokumen yang dikenakan Bea Materai dengan tarif Rp. Mesin teraan harus dibeli sendiri.000. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea materai berdasarkan tujuannya.000.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. dengan ini diumumkan bahwa mulai 1 Mei 2000 semua dokumen yang tentang Bea Materai harus sudah dilunasi dengan tarif Rp. 1. 5 juta.00 a. 2. atau 4) Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.000.000. 1.4. Harus melakukan pembayaran terlebih dahulu sebesar minimal Rp. perpanjangan DIREKTORAT JENDERAL PAJAK dapat diajukan dan syarat pembayaran terlebih dahulu tetap berlaku. Dokumen sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf dan huruf c. 6. 250. Surat berharga seperti wesel. Dokumen yang dikenakan Bea materai dengan tarif Rp. Dokumen yang digunakan sebagai alat pembuktian di muka Pengadilan yaitu : 1). Yang menyebutkan penerimaan uang. 1.000. 1.00 (satu juta rupiah). 96 Jakarta. di atas yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank 3) Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank . Dokumen sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf g dan huruf h diatas yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp. Surat yang memuat jumlah uang yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.000. setelah Bea Meterai dibayar.000.00 Surat Perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan. tidak dikenakan Bea Meterai.000.00 (tiga ribu rupiah) atau Rp.000. Akta-akta Notaris termasuk salinanya Akta-akta yang dibuat oleh Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya. Cek dan Bilyet Giro tanpa batas pengenaan besarnya harga nominal.00 (enam ribu rupiah) dengan perincian sebagai berikut .00 (satu juta rupiah). 250. 3000. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. Benda Meterai cetak tindih tahun 2000 masih dapat digunakan untuk melunasi Bea Meterai yang terutang sesuai dengan tarif yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2000.00 (satu juta rupiah) b. 1 Mei 2000 Kepala Pusat ttd Nono Hanafi NIP 060027582 .00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). 2). Penggunaan dokumen minimal 50 lembar perhari. promes. Bila telahDEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA habis sampai jumlah Bea Meterai yang disetor.000.000. 3. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. yakni : 1). kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. selain dari maksud semula. 6.000. disegel oleh fiscus sampai jumlah depositnya. Selain Benda Meterai baru desain tahun 2000 yang akan segera dicetak dan diedarkan.08/2000 Dengan ditetapkannya peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2000. 2). Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.000. 1. Dokumen yang dikenakan Bea Meterai Dokumen sebagaimana dalam angka 1 huruf d dan huruf e diatas yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp.0 (satu juta rupiah).00 (satu juta rupiah).000.000.000. 1. dan aksep yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. Syarat Pelunasan Dengan Mesin Teraan : Harus mendapat izin dari Dirjen pajak baik oleh direktur PPN/PTLL maupun kantor Pelayanan Pajak (KPP) masingmasing. PENYULUHAN PERPAJAKAN PUSAT PENGUMUMAN NOMOR : PENG-02/PJ. D Demikian untuk diindahkan.00 (satu juta rupiah). 1. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan.

13 tahun 1985 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAl ”VETERAN” JAKARTA 12 MODUL PERTEMUAN XVI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN 97 .No.Referensi : UU.

ADIYAS, SE, MM. A. PENDAHULUAN Sesuai dengan Pasal 33 (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi,air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, maka sudah sewajarnya jika pemilik atau yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan (yang merupakan bagian dari bumi) menyerahkan sebagian nilai ekonomis dari perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pemungutan BPHTB tetap memperhatikan azas keadilan bagi masyarakat dengan golongan ekonomi lemah dan berpenghasilan rendah melalui nilai bangunan yang tidak dikenakan perolehan hak atas tanah dan bangunan pajak. B, PENGERTIAN BPHTB Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas dan atau (BPHTB) adalah bangunan,yang selanjutnya disebut pajak. Dengan demikian ,objek pajak (BPHTB) adalah tanah ,bangunan serta tanah dan bangunan. Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan meliputi pemindahan hak atas tanah dan bangunan karena jual beli,tukar menukar,hibah,hibah wasiat,penyertaan modal dari orang pr\ibadi atau badan usaha kepada perseroan terbatas atau badan hukum lain yang berupa tanah atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. Selain itu perolehan hak atas tanah dan atau bangunan juga bisa berasal dari pemindahan hak atas tanah dan bangunan,karena penunjukkan pembeli dalam lelang,pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap serta hadiah. Perolehan hak atas tanah dan bangunan selain beasal dari pemindahan bisa juga beasal dari pemberian hak baru Hak atas tanah dan bangunan meliputi hak milik,hak guna usaha,hak guna bangunan,hak pakai,hak milik atas satuan rumah susun atau hak pengelolaan. Sedangkan perolehan hak atas tanah dan bangunan yang dikekecualikan dari BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh perwakilan diplomatik,konsulat berdasarkan azas perlakuan timabal balik,negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau perwakilan organisasi internasioal yang ditetapkan olleh Menteri serta orang pribadi atau badan karena konversi hak dan perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama yang dikarenakan adanya wakaf,warisan dan untuk digunakan kepentingan ibadah.

C. TATA CARA PENGHITUNGAN BPHTB

98

Untuk menentukan besarnya BPHTB adalah : (Nilai Perolehan- Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak) x Tarif Pajak. Nilai perolehan objek pajak ditentukan berdasarkan cara dimilikinya hak atas tanah dan bangunan. Jika hak atas tanah dan bangunan diperileh dari : jual beli maka nilai perolehannya adalah harga transaksi. tukar menukar maka nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. Hibah,nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. pemasukkan dalam pereroan atau badan hukum lainnya nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan maka nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak. penunjukkan pembeli dalam lelang,nilai perolehannya adalah harga transaksi yang tercantum dalam risalah lelang. peralihan hak kareana pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai Kekuatan hukum tetap,nilai perolehannya adalah nilai pasar objek Pajak. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak, nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak,nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak.

Nilai perolehan Objek Pajak diatas dapat diringkas sbb : Tabel 12.1 Nilai Perolehan Objek Pajak. Nilai Perolehan Transaksi --------------------------------------------------------------------------------------------------Harga Transaksi Jual beli Lelang -------------------------------------------------------------------------------------------------Nilai Pasar Tukar Menukar

99

Hibah Pemasukan ke Perseroan Pemisahan Hak Pemberian hak baru

Nilai perolehan objek pajak diatas harus disesuaikan dengan NJOP. Jika nilai jual objek pajak ternyata lebih besar dari nilai transaks maka yang digunakan tetap NJOP. Tetapi jika NJOP lebih rendah daripada nilai perolehan objek pajak maka yang digunakan adalah NJOP. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Perlu menjadi catatan bahwa NJOPTKP sering mengalami penyesuaian. Tarif Pajak ditetapkan sebesar 5% (lima persen). Sebagai contoh,pada tgl 1 Maret 2003, Sdr Ahmad membeli sebidang tanah dengan bangunan yang memiliki nilai Rp 100.000.000,-. Maka besarnya BPHTB adalah : Nilai Perolehan Objek Pajak = Rp 100.000.000,Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak = Rp 60.000.000,- Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak = Rp 40.000.000,Pajak terutang = 5% x Rp 40.000.000,- = Rp 2,000.000,Perolehan hak atas tanah dan bangunan sebesar Rp 100.000.000,Akan dikenakan BPHTB sebesar Rp 2.000.000,-. D. PENGENAAN BPHTB ATAS PEROLEHAN HAK KARENA HIBAH WASIAT

Jika perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar hibah wasiat dan hibah wasiat ini diterima oleh orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dan garis keturunan lurus satu derajat keatas dan kebawah termasuk suami/isteri dikenakan 0% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang. Misalnya,tgl 1 Oktober 2003 Sdr Adrian memperoleh tanah dan bangunan yang berasal dari hibah wasiat. Nilai dari tanah dan bangunan adalah sebesar Rp 75.000.000,Maka besarnya BPHTB adalah : Nilai Perolehan Objek Pajak = Rp 75.000.000,Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOP-TKP) = Rp 60.000.000,- Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NJOP-KP) = Rp 15.000.000,Pajak terutang = 5% x Rp 15.000.000 = Rp 750.000,-

100

Pemda Timgkat II. apabila penerima hak pengelolaan adalah departemen. . Pemda Tingkat I dan Pemda Tingkat II. Sedangkan jika hak perolehan diberikan kepada selain Departemen.000(50%x Rp 750. .tukar menukar. Sedangkan jika Sdr Adrian menerima hibah wasiat bukan berasal dari keturunan lurus maka besarnya BPHTB yang harus dibayarkan adalah : Rp 375. Pemda Tingkat I.Jika tanah dan bangunan yangdiperoleh Sdr Adrian berasal dari satu keturunan lurus atau berasal dari istrinya maka atas perolehan tanah dan bamgunan tidak kena pajak. maka saat terutangBPHTG adalah sejak tgl dibuat dan ditanda tangani akta. E. PENGENAAN BPHTB PEROLEHAN HAK KARENA PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN Perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar pemberian hak pengelolaan akan dikenakan tarif pajak sebesar 0% (nol persen) dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah atau bangunan yang seharusnya terutang. Lembaga Pemerintah lainnya dan Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas).hibah. maka sat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan di tanda tangani akta . maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta.pemasukan dalam perseroan atau badan jhukum lainnya.000).jual beli. SAAT TERUTANG BPHTB Saat terutang atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan dibedakan atas dasar cara dimilikinya hak atas tanah dan bangunan jika hak atas tanah dan bangunan diperoleh dari : .Lembaga Pemerintah lainnya dan Perumnas akan dikenakan tarif 25% (dua puluh lima persen) Dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang. F.maka saat ter- 101 . Tetapi hal diatas dinyatakan berlaku jika dinyatakan dengan surat Keterengan Bebas BPHTB yang diterbitkan oleh Kepala BPHTB yang wilayah kerjanya meliputo letak tanah yang diberikan Hak Pengelolaan.

maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl diterbitkannya surat keputusanpemberian hak.hibah wasiat. G. Pengajuan keberatan harus dilakukan dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan WP dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima SKBKB atau SKBKBT atau SKBLB atau SKBN. PERMOHONAN KEBERATAN. .maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatanganinya akta.BANDING. maka saat terutang BPHTB adaah sejak tgl yang bersangkutan mendatarkan peraliham haknya kekantor pertanahan.pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan. kecuali apabila WP dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya.hadiah.Lelang.putusan hakim.Utang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta.pemberian hak baru diluar pelepasan hak. .risalah lelang untuk pembeli ditandatangani oleh Kepala Kantor Lelang atau Pejabat Lelang. maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl diterbitkan surat keputusan pemberian hak.Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT). pemenang lelang. maka saat teutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Lebih Bayar (SKBLB). maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl penunjukkan.dilakukan pendaftaran hak oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya dalam hal pemberian hak baru dan pemindahan hak karena pelaksanaan putusan hakim atau hibah wasiat. . Pajak yang terutang harus dilunasi pada saat terjadinya perolehan hak.PENGURANGAN DAN PENGEMBALIAN BPHTB Wajib pajak (WP) dapat mengajukan keberatan hanya kepada direktur Jenderal Pajak atas Suatu Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB). . Tanda penerimaan surat Keberatan yang diberikan kekuasaannya. . Pajak yang terutang ini selanjutnya harus dilunasi di Bank Persepsi atau Kantor Pos atau tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan Surat Setoran BPHTB sebelim akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris. .maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl putusan peNgadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Nihil (SKBN). Tanda Penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Dirjen Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui 102 .Pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak. .

Apabila jangka waktu 12 (dua belas) bulan telah lewat dan Dirjen Pajak tidak memberi suatu keputusan.menolak atau menambah besarnya jumlah pajak terutang.harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. PERMOHONAN KEBERATAN. Dirjen Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (duabelas) bulan sejak kebertan diterima. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Nihil (SKBN).harus memberi keputusan atas keberatan diterima. 103 .pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tsb bagi kepentingan wajib pajak. Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan untuk selamalamanya 24 bulan. Banding hanya dapat diajukan kepada Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP). harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. H. PENGURANGAN DAN PENGEMBALIAN BPHTB WP dapat mengajukan keberatan hanya kepada Dirjen Pajak atas suatu Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB). WP berhak untuk mengajukan banding. Keputusan Dirjen Pajak atas keberatan dapat berupa mengabul kan seluruhnya atau sebagian. Keputusan Dirjen Pajak atas keberatan dapat berupa mengabulkan seluruhnya atau sebagian.menolak atau menambah besarnya jumlah pajak terutang.keberatan yang diajukan tsb dianggap dikabulkan. Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Dirjen Pajak yang ditunjuk untuk itu atau bukti pengiriman Surat Keberatan memalui pos tercatat menjadi bukti penerimaan Surat Keberatan tsb bagi kepentingan WP. Apabila jangka waktu 12 (duabelas)bulan telah lewat dan dirjen Pajak tidak memberi suatu keputusan. Dirjen Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima. keberatan yang diajukan tsb dianggap dikabulkan. Pengajuan keberatan harus dilakukan dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan WP dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan paling lambat 3 (tiga ) bulan sejak tanggal diterimanya SKBKB atau menunjukan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya. BANDING. Jika terhadap keputusan keberatan .

Panduan Praktis Mengisi SPT Tahunan PPh. Daftar Pustaka 1. 2008. Pengurangan BPHTB dapat dilakukan atas permohonan WP jika perolehan BPHTB di pergunakan untuk kegiatan sosial dan pendidikan yang semata-mata tidak bertujuan mencari keuntungan. Pengurangan BPHTB atas dua hal diatas diberikan sebesar 50% dari pajak yang seharusnya terutang. Dwi Wahyu Siswandi. Penerbit Sunray Books. RANGKUMAN : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah da atau bangiunan. 2. Jika perolehan hak atas Tanah dan Bangunan atas dasar hibah wasiat dan hibah wasiat ini diterima oleh orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas dan kebawah termasuk suami/isteri dikenakan 0% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang. 104 . Mudah Mengisi SPT tahunan PPh WP Orang Pribadi Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta.WP juga memiliki hak atas pengurangan BPHTB. Perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar pemberian hak pengelolaan akan dikenakan tarif pajak sebesat 0% (nol persen) dan 25% (dua puluh lima persen). Sedangkan jika yang menerima hibah wasiat adalah orang pribadi selain keturunan lurus dan badan hukum tertentu dikenakan sebesar 50% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan yang seharusnya terutang. 2008. Untuk menentukan besarnya BPHTB adalah (Nilai Perplehan-Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak) x Tarif Pajak. Casavera.Jakarta. I.

Yogyakarta.Edisi 5. 2001 Muhammad Rusydi .Penyetoran &PelaporanPPh-21danPPhJasa Dan Kegiatan 26. Yuda Aryanto. Perencanaan Pajak. 7. Jakarta. Penerbit Salemba Empat.MBA. 5.SE.DBA. Pedoman Dan Cara Pengisian SPT PPh Pasal 21. Buku I dan Buku II. 9. Jakarta. Jakarta. 2005. 4. Yogyakarta. PT Salemba Emban Patria. Meilani S. Jakarta.SehubunganDengan Pekerjaan. Indonesia 8. Mahir Mengisi SPT PPh Orang Pribadi. 2009. Perpajakan Indonesia.SE.Penerbit Andi Mekanisme 105 . Jakarta. 2009 Erly Suardy. 2002. 2009 Theresia Damayanti. Disertai Contoh. Penerbit Salemba Empat. Perpajakan: Teori dan Kasus. Jakarta. Diana Anastasia. Waluyo. Perpajakan dan Perhitungan. 2006 6. Penerbit Salemba Empat.Lilis setiawati. Supramono. Yolina.3. Jakarta. Siti Resmi. 10. Penerbit Salemba Mahir Mengisi Empat. Penerbit Tabora Media. Penerbit Andi.Penerbit PT Indeks Kelompok Gramedia. 2009. Orang Pribadi.Buku I.Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan. Dasar-Dasar Akuntansi Perpajakan.

!.

3.7.80-.8.3 20250740 503.8.8./54943 5./2. !!%  0.35007.2 3007 .3 .2..8.3..390..3 203003..3.3 ./.79.: -039: :8..../.9 9.3 57-.  :39.3    ...9  503.3 . %.380-.3502:3:9.3.3!!!. !!% 90780-:9 ..2.3/-.:5024943.9.3..7..7.7890  /4907  349.3    #4.3 ..9..8.7 24/..8.3 .3  .3.8://.  2.8  -      $&!&&%!  .3 . /54943 5...9..3 80:-:3.8   2-.3./ . 0.3 ..390./.3:9.438:9. /./549435. 80-.3 503:3.3-0-.8.380. /.3 502-::.3 438:9.350302-. 903  .3 80.708  !.25.3 80:-:3. 4397:8 .2!..  50307./2.: 503003.23.8.3 .3. 2.3 57-.9. ..7.2.3.. !02-:.3 /03..    7.      !&&%!  -0/.2.. ./.0203  .8.3404507. /.!/.3 90..8://.3 503..7502:3:9.9   .3 503.2 3007.. 909.3..5024943!! 205:9 .8.. .8.80-./ /.8.3 -07. /.  9072.3 2-.3 /03.   $0.320.3 203./03   :3./...7.3/03.   :3.3..2!..3 :8.825.:.:.   .3..3 80:-:3.5 .3 /03.3/.8.8: 5702:2  /84394 /.3 80.3. ! 47.

349.3 /.2 3007  4507. .3..3 :8.3030:# -  $.3   $0.3 -079025.-.9.: 47.:907:9.3 24/.3 :8. . ..3 /9072.3/-.3/909.9.3/03.3.39/.3./.3/3/4308.825.3/-.3 .8.7 -.. ..7.9-.340 030: .8 &8.3..3 203.: 0./03..380:-:3.3/9072. -.3.3/909.3 0.3/.: 203.9. ./03.3404507.349.9/.8 .3 24/.7.   :3.3 030: 4   .280947:8.90780-:9 .458   .-.5.9.3!!!.23.7.:-.507:8.  /03...3 //7.: /50740 507:8.:907:9.8.8.39..3..90/:/:.: & /..39/.19.907/.:/50740!%80-. :3.380../03.3 /  3/4308.9./.9.3   !03.3/9072.3 40 4507.  07:5. ../.9..3 .3//7./.3 .35.3 05:9:8.305.3....   !&!!!$  ..-..8.9.38.3..7 503079.4-./.8 80038  & .3... $&  4507.:8.039:7....8 05.8.7.3502:3:9./.7. ! /.7.3:8.9. 5.5.3 507:8.8  .8.8 .010/3/4308.. -07/./.3..   $8. -. .....8.3 :8.  20303... -07:5..9.9.   !03.9.3 0. /.7./.38.   :3.3.3.3/-.3708..3 5.7/-:78.3 /-./.3.. 200--.8.8 05. .

 .

 200-#5  809. /54943 !!  .8 80:7: -:3...3 .39/.7:2.9.305 030:4  . 825.5-:. /./.3 9/.  -.33. 80-08.3.

 .

 %0802-07 .200-#5  809./..9/.5-:      $#! % !!!$    .

7:2. 80-.9..3 503. -  2-.350302-.2!!      !#%&!##!$%     . 2.3 80.8.390..-7:94.3!!     /.8.8.380:-:3.. /54943 5./.3-07:5.7.8503./2.7.  #4...3.8.9 /  .33094..3:9.3 /03.75024943.8.350302-.3-07:5.  .75077.3:9.3 80:-:3.3...3.8.8. /549435. .3/.3 .8.3 . 2.3 80:-:3. 9072. /549435. .8.3 .438:9..3 90.3.2.380...3503.3 /03./.8:5702:2 /84394/./2.-7:94 :39:503../.79.23.80-.3 .  $0.8:5702:2 /84394/.3 503:3.3 80:-:3.3 .43897:8 .8://03.8.3 .8.7:2.  ..2!!      %#! % !!!$    /.33094 :39:503.3 . /54943 5.79.3 . -  2-.380.3 .3!!    .  $0. ..3 .3/03. /.3503.8://.. 80-.0203  .8.3.  #4./.3 80:-:3.8.0203  .3 /03.75077.80-.8.3 80.9.9:   ./.3 ..8.43897:8 .3 503:3..3 503.438:9.3-07:5.8.2. /...32-.3.3..32-../03 -  :3.9 /  .8./../2..8503. 903  .3.3.8.3 503.3 503.2.8://.3.23./2.3 /03..390.3-07:5.3/./03 -  :3.3 90.8://03. .3/03. 903  .2. 9072.8.3.3.380:-:3.

.  80/.7.2.8..3 . 503072.7    /.3 -. 88..7:2./0390780:-:3. 43897:8 ./.3 .3 3.3:3.8./.7:83...3 3094 80-08.: /-.3 /84394 .3:3.7.3 503.20249435.82. 47.. !!  .8.3 :9..3 907:9..7 /.-07:9     ! % !!!$%$&%%! $#&%   54943 !! 80-08. .3 &%  !077.3 503.3 /.:5:3 -.390780-:9 ./.3309480-08. /..3 .3 503.9.  5030-.7 :2.3 /. ! 47..3 -.8.3..8:.7 /.8:83-08./.2.-7:94    2-. /03.-7:94    2-.-7:94    2-.9:08025.3 -039::8.8.3 57-.8.3 .7.3 502-.3  !077.9.7 :2.2 3007 /. -7:94 13.503.35020./  !077.. -.3 .9.3  502-078.3 .8.3 3094 80-08.507:8..25.8.3 80:-:3.3 05. 503:3.:39./.9.73.3  ./03 !.7 ..8.38.3 502-::.7:2.7 /. 2.7    /. 503:3.8.79.8.3 503.3 /.7 24- 90780-:9 #5    4/43207:5. ! .3 /03.7 :2..3 80:-:3.3 90780-:9 808:.3.3#5  :39: 24- 507:8.#5   !07:8.3 .7 /..8. -7:94   4394!02-.3!077..3 80:-:3.3.3 503.3 /03.: 502-4743 -.79.3 57-..3 5079.  .38 /. 438:9.3  .909.35..3309480-08.7. 903  . -.3 /-.3 /03. 5..../ 2.3.8.  $0.3 ..8.0203 /.3 .7   /.7:2.3./0.7./..../.380.3  390747 /.80-.3 309480-08. 503.3 4/43202-.8-:3.-7:94    $0.7..3  !077.5   !! #5  #5      .. 507.30.3..

3 5..3.3-039::8.3. ! :./.9.7.: /-.970. -7:94 13.5.3 /909.71 .3 /.7. 9./ 2.7 :2.9.8 808:.3907:9. .3/. 9.8-:3.7    /.3 05.909.2 507.3/84394..3 57-.:5:3 -.  54943 !! 80-08. 4 !  .3 5033/./..7 3007  -. 47.9 .9.5                       #0107038 05  703 !./.. -07.380..

! .

 ! 030: 4  .

 .

4 !  ..:3  05  703 !. && 4   9.

! .

      .

 ! /./.9.3 :. . -07.83 2.. 203072.73007907..3 /9072.3.8 503.3 5.8. .:5:3503..35.8 80:7: 503.530.7 2.7.3 094/0 70/9%07-.. .:5:3 :.3 /.7:.9:7 502:3:9..: -.  .3/3/4308.  80.9.8 7/3.    .. /-. /:. /.8. /..8.3.. .7 3/4308.9.. 809.8.8..5 ! /./3/4308.98 :.: /50740 -.3 /2.7300740 ! /.55./:.3..5:3 503.3 -. . !03...8 2.72.D9@.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .83 2.3 !.3 90780-:9 /9072.5.:3  9039.  2.9. 4942.5.3/:.203.3 502:3:9.9:/03.3/..:.33. 809.3 && 4   9.20288902502:3:9.3 :. 907.9.8./.3985. 502:3:9.907:9..20309.2 3007  .3 203:3.8.3 !..3 .770/9 094/ .2. 805079 /09.3.7 .3 503.3/9072.8.2.3503.390780-:9/9072. /:-.  &39: 203.9.3 8:/.3.. 907.7 3/4308...8-.3 /03.7 3/4308. /54943 5.:5:3/.3-0703. !03. 808:.3 . /03.9.7:8 /3/.2 3007 .8330.8 . /03.22. 503.3.7.:3   /9039:.  .2 5..7.: 907:9.3 90.3.7/.7...703.7.3/./..2 50.8..9.8 5.9.D-I   9 ½f©ff°%%   !  $ %$! % !!!$  $ $      !&&  &39: 203/.3.7 2..3 -..  3 /.3 -. -07././3.73/4308.3 09039:.8.2 3007 /03.7..3  .7..82:2 0/9 5.502-0707.7 3007  30../:.502:3:9. /03..3 .83  803. 502:3:9.3/.8.2 && 34   9.3..3 5.33.35. 2.

3 3 9/.  :2.8. 3 50393 :39: 203.  !03. 907:9.8 80:7: !! /.3 503.2  3007 /.  /  ..3503./.3:9  /.7-0-07. .715747081  -  .8.7. .3 /.33.3 :2.73.:5:3 :.3 08..9 /70/9..7. 5.8.8.3 !!  9: .3 /.3 / :. .30-.7503. /:3.  .3:2.8.9.3820 80/07.3/../.3 2. /03./.73007907.35.3 -.. !!  /.5.9 /.7 3007 /.-078:2-07/. ....9. 5..39..3 /50740 -.39..5 5.3 /03.9.2.3!!/03.7 3007 5..2 50303./. !! 20.5 9/.5.8.8.3 907:9./ 8.8 503.3 .7 :.8093 933.907:9.3 907:9. 907. !03.35079:3.3 03.7 /./.7 203:2..5. 3!!0-0. /03.3 5.73007  .9.3 /.3 /2.. .73.   .3203.3 907:9..7 :.7/.3 /:.3 /50740 /:./.0..8.3:2.3 !! /..2. 5.8.303.-:3.39.3 09039:.7 3007  909.3.8.503.8.3/03.3 503. /.7.5.. .3. .2 5024943.:8... -0-07.37:2:8 !03.7007   .7 3007  07:.30.:3 5.3 503.3 !03.73007/..3/.3/3. -40 200- :2.3 907. :.3 !!!.7    !.  094/0 5079:3.3 -:. 9. /5079:3..3 503.3 80:7: 503..3 /. 503./..3 90780-:9 .2 . .:/03.503079.3:.3. ..2 2039:3 -08.3 8../.207:.3 /9:3 203:7:9 507-.9 /. .9.3 .230072.8 :...3 49473.9.3 ..3 ..%07:9.-:3. 503. !.2.3 . 907.9:  .5.5.:5:3:. 8./ 07:.3. / /.3 907:9.80:7:!! .8.8.9.9.7.7 9/. !! //.8.7 3007  /.3 507: /507.3:.8 80:7: 503.580:7:!!/..3 ./.23007203..2 3007 2. /.7/03..5.3 /.-:3.3 :39: 2039:3 5.!. 8093 93 8.3.. :..

29.8 503.3203:7:95.7 $3.3 /-.5:7..3 9070.../.3.:35..9.79.3 /03.3 70/9 5.73007/03. .7  #5  :9./...9. . 00-.3!!     !.73.3 -07.3/.3 :8.2 3007  2. .8 /2.7!53.5439 ./.8.5.3$:7.:3 9.3 /507:.8    4394!0307.: 80-08.7#5  /2.9 /5079:3..3/.30..3 /03..503.9 /435038.3-078. :39: .3. 9./909.39.80-.3 40 ! .3-07.7:897.  1  !02-09:. .7#5  /2. 503.3.3:9. 89:.7 #5      /2.:3.   !%  %7.3 $!% :39:9. 70899:83.3-07. .9 507-.-07:9  ./ 07:.5.3 20.3  2.3 /03.:.   ..71 5. 9.  /03.3 502-09:.7...7 3007 /909.3 .7.80-08. 70/9 2.   .7-0-07. /./.3 !! 5.5.3 :.3    !0309.   . 3 9/.3/.3.7 #5 :9. 5.3%.85079:3.8.38:3 /5079:3./.3 90780-:9 . 70/95.3 07:..80-08.: 80-08.715.7:8 203:3.3.:80-08.7#5       ./:..!!    08.3907:9.:3 -07:93. 907.390780-:9  0  .80-08. 07:.82:2 .3 :2.715. :2.3/3.9.. //. 9.7.3 :39: 203039:.7  #5  :9. / .73007 200-:2.9!02-079.8.:3 5. /...5.5.3 5.5.3/:.38:/..73...   ..9.3007 5.8.73/4308.3-08. 203072.3.3 .. 80-08.5.:3-07:93.89.9. 90780-:9 9/.

303.!..8.3 203:7:99. .83 30. !!  #5   !!907:9.!03.-.8 2..7. #5     #5    #5    #5 :9.3/50703.-.-.  #5  #5    #5    #5  :9./!53. #:/00.9.3 :39: 2.73007 !!/. #5    &39:$3.83 2.82:2 70/9 .23007 #5  #5  #5   #5 9/.3. &39::897.!0309./:897.3../9:3/03.8.3   #5   #5    :2. .8.3  . #5    &39:!53.715.  #5   #5     #5     #5      #5       .3/ :2.425038..7.-07:9 .  #5   #5    #5    :2.5:7../$3.370/95.!!907:9.5..  #5  #5    #5    #5  :9..!!:.5:7.

80-08..39070.82:2  2.  &39::897...39070.8 70/9 .3 /03.. 2.3 202507./. 907:9. .3.#5                      #0107038 && 4   9.9. .:2.3 $3..5.3/3.82:2 70/9 5.7507-. 70/9 5.3 0909.3 20303.9/70/9.3.#5  /.:3 ! 030: 4  .3.9. #5   !53.5:7.3/.5..

 .

203.:3         . /:-./&& 4 9.

38. 9/.9.350780/. .3 -.8.547.D9@.3#:.703..3 50780/.3-.3 .. .3 / .3 3/:897 202  038 50780/..8 2.3 /2 :39: /:.5:39:/:...3.3...3 80/..3 .3 /.7.. -..3./ 8.3 .:  50780/..547..9.. 507:8.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .9 50393 ..7.3 /.9: 50780/..3507:8./.30:..  07/. 202 50780/..3 -..2574808/.3.. /:.3:93.3 503079.3 .3.. 202 50780/.  .. -.7.8.3 -.7.3207:5.3 .2..3 -..: :39: /574808 80.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!!#$  !&!#%  $ $      !&&  !0780/.3 /.3  507:8.7.

3 50780/.38:3-07.3.: 3.3.3 /...3/.5..-..3 /.. 20309..2 503.:5:3 07... 9/....-.547.3  08.35.. 2.3#:.2. 50780/..9 /8:8:3 9...9 08.

2 5079:3.-. 2.3 #:.:5:3 307.  .....

3 /...:.9. 50780/.3 :39: 20. 3.3 !!   !!!0780/.3 .350780/.3/...3 50780/.  ..7:-08..3 203:3.  094/0  1789 31789 4:9    .544203:7:95.2 7.3 .3 .9.3.7.3-078 !0780/.3.7.9 /507:3.-.2 503.3  094/0 .. !02-0..7  . 5079:3...!44!03:.7. 7..3 -....3503.7 202503.3../..3.350780/.3.7.3/.5.. /507-40.  094/07..73.3502.. 50740...

3.3 2094/0 503.:..7../.3:..3907.380.. 544 90780-:9 2.3 50780/.7:8 /.  !!#$!!#$   !03:3.7...... .9: .3:93.3 50780/./.9...7...7.8.:3 9.580:79.3 .-!.3 :39: 2039:3 .-..8 .5.793.9..7:8/:3.3 502.:39:9.2028.8   .3 8.3 502...2..:380.. 503.:....

.  !02-0.3  !02-0.3.°9 °–f°   !0780/..3  !03:..3.

3.../5.  !03:.

. 2094/07.3 .3 !&./5.7. 7.3 /.9..3 /03.9.          !      #5         #!        :39 #5     :39 #5     :39 #5      :39   :39   !079:3. 50780/. 544 503:.3 3..

 !          #5         #5           $$.

 !#$    #5        #5         #5         #5         #5        .

7.3 /03. 544 503:.3 /.3 2094/0           !      #5         #!      !&..3 3. 50780/.3 ..  !079:3.

 !  $$.

/.9 /. 50/.. 3 /..3 '.:9..3 :.9:7 /03.3 907.3 703 !.5 !.. 83  .:. 4 $ . /-07..3 50780/.7.!#$    #5       #5     #5        #5     #5      #!        #5      #!       #!            #5        #5            !073.5 .3 $:7.

! .

02-07   $08:. 4  .3.4. $ 708 .9.3 3/4308.

.

05.

.547.  !'/.3 -.3 '. /03.7 %.5..3 .:..3:8:805.8 .35.3 :78 :.3.3 079./.39.3 /.  0802-07 . -0 :.3 97..547.3.3 90.5.:3. 203/.3 /0.: 507:8.3.007 8 .8./.9: . -0 & /807.25.:9./.547...3.    .83 &  /.  !0/.3 502-0.350702-. 83 !'  .7 .3 :. .3 203. -.3 05.3-:.9.9 3 :39: 20.-..3 .33/4308.3..06:0 %  -  !0309.3 -:. !' 808:.8.

79...7.3 :8.3 502.3 50780/..3.8380-.9.-.79.. . 2039:3 503.-!.:9.3 :8.7:8/. /.2 7. !' ..9. 7.9. !' .:.. -. ..2 507:8...9.3 -0707.3 .:  /.7.3 /./.&&&!    !03.3 .3 !.3 50780/..9.3 80:-:3.- !...3502-::.7..:.:9. -07/.3 .3 . / -/.7.544..3 503:3..8    !&!#%   &39: 20..- 203003. . / -/.3 503. 50740.8.3 /9:3 80.3 .380..3 .7.  . /..3-.-.8.3 :39: 5079:3..3  2039:3.3....3/.8.83 90780-:9 ...7..3 /03...3.3 -0707./.7. 7.

3 503.50740.3 -.-.9 /04254..79.3 /.907.3../    ../503:.3203.5.8./.3 /.7:.3 5039:3.7.3 /.3.7 503:.7.9.5.:503.3..3.

7. .503:.50740.907.3./:.2..-0.3/.79..

503:./9:. .79.3.907..50740.7..7.2.7203:.3/.

.:503..503:.9./503. 50740. :/.3  500-:7.7.8  503.2-...-:3.2 7.3.  .3  5020.3 ..907.79.2.7.3.3  5020../..3:8.3/.3 ..

 -.39:.3..3 /.-.3.3  . 50740../ 503.2 . .78.3 .3 .703.3. 503:..79.3/.:8:2-.7. 907.9.

3 /.     .3.8: 80947.79. ./.50740. 907./ 503. 503:.2 .3 . 503. 40 -.3 80-. 9072....3 /9072.324/.7.39 503079.3 9:3...

79.3...7.:.50740..-0.3/./:.503:.  ./:.-0.3/..79.2..-07:9    . /9039:.2.907.380-.907.503:.9.7.

 503:..7:83.2 ./. 5.2 7.7  /.7..7::-:3.3 /-.3 -.3.. ..3 .7. -0 /. 5.8: ./503.7.  . :2.3:9. 503. 20250740 .79.7. .7.3 -  .39/. 3 9072.7. 5.7. 808:3:3. .3 /.3 80. /9072. 503:.7. 502-0  .3 .  .  . 90780-:9  805079 -0.... 808:3:3.3 . 502-0  .3 .. 50740. 50740.3  -  . . .3 /.3..79. 80./.  . . 503:.8.7. 503:.7.     . .7:83.38920.7.3/0:.38920.3 /0:.7..7::-:3.3.79. 502. ..  . .50740././9072.. 2. .79..8:  -.3 -../. .3/503. .

 .  .38.79. 503:.7. 50740./03.89:.7.3 .  #5   #5   !%  . /9072.8.7:83. 5.3 .7:83...8.7 !.7../97.7    !%  .:3.7 -  .9./.79.7.5./9:.7.503:.503:. . ..7.88.7203:.3.3/.7.3 80.-. -07/..3. . ..!.79.907.9  && !!   4394    .907.  5./.  #5   #5   . 502-0  .3 .79.7.90780-:9.   . 503:.8.7.7.  .8.79.8.79. .8. 3./. .3 80.7203:.7.3.3-07/.79.2. 5.. 5.3..50740.-:: ..3 2..79./0:.7.

8.  .7 #5    #5     #5    /.5.. 50740.3 .3.7.3 /03.3 3.3 3.. -:: .3 80-08.3 80.79.703. 503:. 5.7. 9.7 ./.7.7.: 3.8502-.79.3 80-08.7./ 5079:.3 0:39:3. /9072.3 /5079:.3 /5079:. !%  /. /0:.7:83.39.3 80.3 !!  !%   20250740 0:39:3.9.5.3 .3 . .970. #5      .7.39.7 /03.3.7 #5      #5    #5    . 50740.3 . 5. 88..3 .  $08 .3 !%  20250740 0:39:3..:5:3 9/.7.7.7.5..8. 907/. 90780-:9 207:5.39.8. .3 ..0/:.3 !%   907.7:83. .7...7.7.3 207:5.79.

: 503.3 :8.3 80-.3 507:/09..3 20:/.3 :8.3.3/.... 05.9.3 .3:8. ./.   .8.3 5..3.-:3.7: /.3:8.-:3. 8.8 -. ./../.3 -..3-..3:8././.3 5020..9: -.3 :8.9: -.3 /..-:3./.7: 90780-:9 .3 :8.3 .. -.503.9. 907.3:8.3:8.503:..7.7../ /:. 8.203/7.8 -.203/7.7.: -0-07.3 .8-.-07:9  !03./.3 /.89. 203../.2 ./. 507:-..3 9. :/.-:3./.2-.9..3 ../...9./. -.3 203.2.3 :8. -.79.3.-./.3 . /././.3....:0-/03.7/:.35.7.3  500-:7.: 0- /03...3 203.3502./.3../.320:/.8..2.3:8...3. 503.3. 909.9.3 /:.3 5. 20:/..3 8./.3 -07/73. -...  &39:202:/..:.7:/.-:390780-:9  !020..3-. -07-...9./.-.. 50740..9.39039.-. .3-07. /.5 2025079.-:3  !00-:7.3 :8. .3 .../ 503.3.3 :8..3:8. 5028..:503..3-./..3 /..: 0- /03.3  5020./.5.2 7. .79.8  503.7.. .33.

.7 .3!!  4394 !%   /.30-.7.3 3. .79./.79!% 202-::.3/02.3 5.79.089./.33. .8. /./.7 /03.:.3 /807.79.2:3/.3 80. 5.390780-:9.3 80-08..7#5   ..7.8..39.79.3!%  80-08..27.: /9072..3 .8 2430907/.3 3.3/.30-.3207:5.7: .3 -.  #5   #5   .79.9.7#5       -  !03:3. 03907 0:.5.8.38 42078.8. .5..8.3.3.-::/.3 .3 202-039: -.!.3/.3 5./.3.7!% /.7.3 500-:7.3.79.88.8.3 :39: 20309.  #5   #5   !%  ... 5.73.3 .3203..7:83.3 /:3.7 #5    80/.-:3./!% .3/-/. -:: .8.5..8.7.:: $0. /0:. 88.3503.7. 2030.7.380-08.3503072.3 80..3 /-07 003.:39.3 /.5..3 20250740 .3050393.3 !%   203/.79.79..8.3 848.500-:7. -0/.3 500-:7..9:.88.-:: .  808:.3 5443413907089   !02-0./.. /.9:  !03..8.7.3 5:..9.7.7  !.3 40 !%   /.3 !%   20.3 20-.3 !% /.27.8.5.80-./.79. 04342 3.3 .-:: 5443413907089  07.7.3. ..7 /.9:.3/03./.3.3 203.83     !%  . 03.8/. .:2:2503.  :2.3.9 0:39:3...88.7.70/:.7.7.7.9.3 5020. 2094/0 .3:8.3..90:39:3.-07:9   .24384/.8.3 . .3. .. -.7.3/03..7  $08 .73.  503.5.3!% 203/..9:!%  .

9:.:39.8.3 -07/..38 5075.83 2094/  .3 .5.3 /.8.3   05:9:8.7  80/.3 5:7.3.3 .3 050393.3 2094/0 502-0..9.3 05:9:8.7.7.9:  4  . 5.9 /:3..3 03907 0:.3.8..2 .: -07/.....3 /.3039070:.7.3 2094/0 503.: .3 /:3.

 .

3.  $05902-07  . /03.3 90. %.34 . /:-.

 .

 4  $ .3.3 907. /03.%.  94-07/.9 /..3 $:7.7.3 703 !.7 /:-.

!.

  .7.3030:/. .3.79.2-.  .93.3.9./.3 20.340!./.79./.:5020.5.7.3:8. . !! ! 90780-:9 907/.3   .:..3 5072443.3 3 /...3 20.: 5020....- !.  /03. ! .3 202-.390780-:9205:9   .7..:.3 3.- !..3 .9.3:8.:. .010    ..:...3 203072.503. ! . 703 !.3..3 5072443..3 ! .3...:.:500-:7. /.3 503.  !072443.79./.2. . -:: /. /. .79.:500-:7.3 3.7.3 .3  500-:7.3 :8.%.3.3  $0-.3.-:3. /..  -:.7 80.3.-:3.:. -.3 203..:..3 .3:8.9 ..2 7.2-.3 /50792-. .. O !03. 574808 503.3 203:3.9:7.3.3  9/.- !.3503.9: /.9 203:3.9.2 503..3 :8.19.:.3:2:2507/.3 05. O !020..3 .:.3  500-:7.340!.-20203:8.7.3 20./.9.3/. .3.8.3 .3 .203:7:905:9:8.3 20.. 5020. -:: /.- !.3 503.2 503.2 503.0 !03.9.503..3.9  03.3 808:/..3 907.. /.79..3.-:3.-:3.2 7.9 203.3 503.3 /..3 05.7.:. !4 /-:78.:.9.3 4 !:-..8.79.2-.

8 80:7: :9.9.3.9 .-.. .7.3 /8079..   %0. 20203: 8..9 .3 203072.3 .3 507809::.. /9072.3 5.. 5072443.3. /.5  02.3.3 80.83.7 809..8: .3. .3 907.3  !. 5:. 02:33.3 80.. 8:7.2-./.2-.9:05.93./. 5034.5072443.8.9: -:.. 90. .3 .3 .9  9072.3 :8..3.9 05:9:8.3 80...3 507809::.3 5034.2. 8.5 -. 03.3 202-07.3.33.7.703!. 20:3.

-:3.. ..3 907/.- !.3 ..79.507.:/9 40 :39.7/!! !!4.:.38.3.- !.79. ..3 .9.:3 5. :8:83.19.3 20.. 503.. 503. .07:.:.2 7. :39: 9.3 .3 .3 07:. /. /.3 0:.547.  .3.3 .3 :8.3.7:8 /.3!:-     $8.33.: 500-:7.8   .5.9 203..3 503.. /..

 909.:... ..33.3 808 :78 -.82.88.3 0507:.. 07:.909./.9.8: 07:..3 :7. .2.::  203:7:9 09039:. 909. 909.3 .: 80:7: .3 574808 503.3 :8.3 :39: 203425038.3203072..7:8909..3./..3    ..2 43/8 .3/03.5 9070- /. .:/.9..  9072./.3 -0:2 /425038.3.9.3.503.:3 8090..-:3.9.9.9.91 203.8.3 :8..8.79.5.9.9..3 .3:8.38080-70.3 70.3 07:..7:8 20.9.  #0.3 O ! -..  9.9 O ! -.3 :8.:500-:7. .3 . 802. 80:7.8.3. 2:33 /03. 8008. 18.7.2.3:8.91 203.5 808:...2.3 -07.5.38.8 .3 O !.5 / .3 0. /03.3.3/. /.3 .30.:.:../.:.8. .3.3 :8..3 18.8 .8 205:9 80-.

.87.. .3 80-0:2 503.3503.:500-:7./ 425038.7.9.7. 203:3.7:8 203.. 50740. 5.3 .39...8. . /03. . 808:.79.3  ..7.3 503.79.3203072.:. 02:33..9507809::.8.3./.3203:3.:..9 3.3 .8.79./. 5.8.3..5.9.324798. 203/.3-.3 /.3 20.:. 2.3 :39: 9.3 . 70/9:7 -:..3 .3 !!  02.3/.. /9:380-.88.3 //.3 . 5.3.3 /. -:: . -.: 5020.:..9 9: 80.3 -::  ! .3 90788.:.3 907.. /. 503.9.79. /03. -:: .3 .8 0:39:3.    !07809::.3 :39: 5.503.3 207:5..11809 :9. 5747.9 . 2.:3 -::8. 2. 203/.3 :9.  9073.9.3 3. 803. 3.3 80-.9./. 3.3 503..3 -.3 /507403.3 20. !03.3 ! .9507809::. .9.3 203072.  $0/.3 70.3 . 503. 9/. 80-.3/. 20..3 5:9. /0-9:7 -:. -:: 90.5  2..3 .3.5:8.370..2 502-::.39:2 /.9.3 -:..3 ..892-.3 90.9.3 203:3.9 .:.:.8 .3 3. /03.3703!.3   .503.33.3  500-:7.-:..2.79.3 -..3 ..7:8 /3. -:: 9073.3 20.3.25..33. 503.-:.79.5:8. /03.38090..503.3:8.!....7 /. 5. 5079:3.9.7.3 207:5.3 503. 502-::.-:3.31. O !03. 909.3703!. ! .3. 90780-:9/9:38.:. . 503.5...27..3 /. 907907.3 5.9.3.8       !03:8:9..-:3.8 .3703!.:. 2.3 5:9.3 .3907.3.3 ! ..3 3.3 O !03.3...79.79./. -::8090.  ..

.9. 80-0:2 503..3:9 ! .2.: 70899:83.3 $!%  -.3!!     0.  503. ! 503072. 503. -07.38090..2094/0 503:8:9.503. 8090. .-.9.8.3  0.3  . 500-:7.3907.3 1472.25..3 $!% 2.5.3 /.2/   . 02:33..3...8.5! .35./.3 8090.. 9: $:7.80.90909./.7/!!8090.7:    $:7...3.! 907/.3 .!.. .:. -40 0- 0..: 9.  ! .3 20.25.3 $!% 2..3     !03:..!.8.3 !!-.3503. .3 !!-.3 /. /.:.2.:3 5.3 203.-.-.2 9.503...:3 -07.8..3 .24798. .: 9.3 203072.3:9.9.3     !!!.3 503.19./.5..3 /. -07.9/. -./.3 /03.3203072.33.3 /.2 503:7:3.7:.3:8..3 :8...3-07.38.7 80:7: ! ..:.3 20.3 1472.8 3.:3....3 20.3 503.3 :8.7 503:2.3 !! -.: 9.3 -.3 :8. 2. .:3.503.2.3 907.9:780-.2 9..:3.3 9.503. ! .3 -078.3  803. !02078.3 :8.3 /..7 8.3  .3 .503.25.3203072.8..503/7. 503.3!. /. /.:3 5. 2.:.3 !!  /.8....:500-:7.:.. !! !.9 0909. 203. /.:.3/2:.-07:9  0.3 !! -..6 3.9. /907-9. 203.9..3 !..3 503. 203.3:8.8 ..703..-.25.-:3.-:3  ..:.9./.3 /.3 203.5.3 -0703.3 503:7.

3 80-.3 503.2 -.3 O .3 90780-:9/.2 .:3 .2 .. /. 3.9507809::. 5020.3 .5.33..2 /  /.3 80:2.9: /.7..-.8 9/.8.7 -.3 . 203/.3 80-.2070..2 7.3.2 .  2.9 /5075..3 :2:2 507/.3 /.3 8. 503..3. O $08 .8..7.9 /-0-..2.3 . 5020.. :..3  !  80.8...5 503./.3507809::.5.9 20.73. 8.:.703. 503.7:8/9:3:. 2070.3!!/03. 8.3. 8. .39 8.2 -. 503.3/.  .3.3 3. 2.3   .. /:.2.9.3 /9:3 -07/.7: /. 8.7.39 8.93. 203072.2.9803..7.0..9 .7. 80:2.80890780-:9:7. 203072.79.-.9.9 507809::. 9/. /.5.3.3  2070.8.5.5.3 !! /. /. .70:. ..3 203072.3/.2 -..2./.3 0 !! /.9 /5075.09039:..5. 09039:.:3 8090.3 507/. 503.:. /03.3/03.. /503: 40 !  2.3-07:9  03.8 /.  .3.3907:9.3.3.3 :8.9..3 5073. :.3 503/.3 :8.3 / .3-07:9  5.3!!808:.3 3.....3/. 8.3/:.2.7.9 :..2 -.7   $0/.5..9 2070. 50740.2-./. 203003.3..3 207:5.5..3 203:.:3 -0:2 /..3.7703!.203:.59.:..8. 503../..8. /.3.3. 503.7.7.7:90780-:9/.71:2:2  %.3 3.3!/03.3502-::. 9. -::. . 3.  2.19..3-07/..8.39.. 907:9.2 7.! .3!  ..3 .3 8090.3.7.9: 9.3.3 8.5.3 -.7:820203:09039:.. 203/.7:8 20203:09039:.9: 9.3.7!  5.7: 80-.9. -..2-.2.50740. 9.2..7. /.

3 .79.  !030.3.9..3    . -07:5.3 !90780-:9 /-0-.3 /.3.3 !! -.. 503.8. 50740.:-.7.7:9.3./.3:3.:.9.

9.7. 5./09.203003.703.2.3 /.9/.5.3 /.79.3 .3./... .3.3..-./.. /.3/9072.3 90780-:9 9/.3 .8.3  . 50740.3.39:.9.: 8:2-. -078.3203003..3 40 03907 0:.8: 4507.79.9: 80/07.20203:  2..78. 0.3 8.3./ 503.2 ./03.3..8 . -07:5.3 07.3 -.79.. .3  .5.79 3.: -.7 503. 9072.7 -  &39:!. 9.7. . .: 3.3:3.3. -:: . /03./.3/.79.400:..9.33.9 /. O !03. /.8.9  :7:1 ..3 .88.3.-.7.9 -.8.7.3 . .78.9.3 848.3502-::.2.33.3502-::../.3 503//.9... 907.39/.3 /.3203072.:3 503./.3 /909.:  2. 50740..: 2. ..39:.: -. 88. 3.  ..3 9../03. 5.3 -.39. .: 503:.38. -.:8:2-.9.703. 80/.3  2.3 .5-.3.3 .  8:2-.3 :7:8 8.33...-:: %./.9.3:9.3 /03.9.2 .78 09:7:3.  5007.33.3 - && !! 3.  .9. 50740.3 8. .3  0502. 20203: !..907.: 503:8.2.3  8079.3.503:. /09.. /...8..7..38.3 .3 :8.7. 90780-:9 9/.  &39:!.3 0.: -./503. 5.. /..50740.3 40 -.3 .

 9.:  2.2../507403. 3.9. 50740..9.3$. $!!% ! 9.3 8.:3 503. /03.3 907.9..:35.: O .3  ! . .:3   .90780-:9 .3/.8.: O !03./03.39:2 5.3 /9:3 -07/.3  ! .3.3..:3 8. 50740.:3 ..39:25.:3   8.  3././.89../..7.!!!   .2./ 9.$!!%!9. /09.3 9/. /03.3907. 3.79.2. $!!% ! 9/.3.3 ! $!!%!9.

7.79.8.50740...7.. 907443 8.8 2. ..79.7.78.5..5.. 9/.5. -. $!!%!:./03.: -.3.2.39/.79.3.50740.9: /.!!!   &39: . 8.!.3.3.9/.79.   .90780-:9/9072.9.3 203072.90780-:9     ./.3 /.3 $.. 50740..7./9:3 /.9.7 .3 . 80. 50740.3.3.3 3.3/9:3-07/.3:3.9.5. /.7.38./09.3 /.2. .3 9.33.7 09039:.8.8.9..3203..83.: 2.

8. 503.3 503072...3 /.79./.3 :39: .39503079.324/.2 . .8: 80947..3 /9072.2. .79./.7.9047 3 8..33..7/...3 .3 80-.503:.3 9:3. 503. /03.:3  05  703 !. 9072. 4  ! . 907. -.90780-:9       #0107038 && 4   9.5./ 503. -. 40 -.79.  .

  .

05 703!.4 ! ..

! .

             .

3 . 8.9: /03.3. 9/.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .3 502-0-.3.3.33. -07-0/.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!&$&%  #%$$%'  $ $      !&&  $0-09:3. 207:5.  0/:.D9@.. /:.

.-.9..3.33. /.3 503:7:3.3 0:3..2 . /03.

 /. 9.9:9. 802. /.7 .3 9.79.32...3 -07:7. /. 2025:3.3.3  ... ..7.9 5072.39/.79. 02-.5 ..3 -07:3. 909.802. /.9.3.8:.88098 2.9/5./:3.3 40 507:8.3 /:3.3 /2 -:.9.8.  7 :9. 909. 909. 202 2.8.79.703.3 .5 -07:5.3 80.3 :.5 9/.7 8:.3  507.2 4507.9047. -039: 18  .:5:3. . 02-..3  :8:8 :39: .8: /.79.3.3 -:..7.703. 9/..3 20250740503.5 .9.9047 .9: ..9.3  . /:3..8  2083 2083  0/:3 /. -07.79.:.2 .9 80.-07::/ 39.2 4507./..5 . 5. .3 :2:73.2.: -0781.3.88098  .3 20250740503.8.3-0.8 507:8.8 507:8..30-/.-49.3 /.3-0.2.3 ..9 /8:8:9.5.2..3 .3 .  80.3.5. /.3 03903 .8:/..-07:.3 -07::/ :.2-.-07::/.3. 909.91 909..3 /-0 40 507:8.5 ./.3 :39: /:.: 5079..3  507..3/. 70.3. /.79...3 -07::/ 9./.31.303 ..9.5.3  0...43943..9039 .3 :39: /:.59. 0:3. 9..3  805079 507..344/    .:3/.3  . .3 2..  909.3-07:7...3  .

3 .:3 %.07::/  9.5.:3 .3:3.:3 9039.3:3.24798.2-0-07.31.79.3!.8.3../4 03:7:3  :.9 %.3!03..31...9.79..31.303 %/.3 %../4 03:7:3          .3      04254 04254 04254 04254  !072.71$.8.71 :7:8       .:3 9.:3 9.79.-0.:3  9.3 $:2-07&&4  9.9 9.:3    9.79..8.04254 -07:9  %.8:39:.3/.503.79.9             %.:3 9.3 503:8:9.:3  9.5072.79.8.71!03:8:9.8.8.%.9.3..07::/    .7124798.8..3.71.5/..909..03:7:9&&!075.303    ..71$.-0.9 %..07::/   .78 :7:8             %.07::/ 04254 04254 04254 04254     .-07:://-0/.78 %.:3  9.31.:3 9.

703.-... 88. 207:5.3 .-.3/0./.32..8.79. 01803 ..909.9.79.2.3 80-.79.3:9.7 0:..90780-:9..: 507:8.5. 80..5 .9 /5079.703../.909..7...3 507:8..7 .3 80-.383.3 90780-:9  2.33.5.- .. .. .7.5 /.9: 507:8.83  8./ /:.39. 503.3  . .- / :.2-...580-.3/.3.:3.3 -.3 ..: 5./.    .5.39 /03.79.  !03.3 /-0-.3 -08.3. 203039..3 /.7.3 503.:3.9 :8. 3 . 9/.:3 50740.7.2 8:.3 8:/.:3..3 .79.3 /9.3/..3 /.5 3 .8.79.7 ..3/-0/.: 503.8.8/.3. 80-08..7 .. /2:..3 507:8. 8:/.3 .79.79.-:.7  80/.33. 20303..5.83.:3. /.  . :2:23.5./.   $%#& #%$$    ..29.3 8.3.8. 9. 909. 909. 503.-. 9: ..703.79. 9/.. 80-. 5.8 503:.3..3 .3 803.3  . 90780-:9  .503.9: . ..3 .3-078.50307. -07.3      !##%%%!#!  %/.8.257480850307..3 .3:9.3 0-.5 5.3.2 5074/0 503. 0.7 502.7.3.9 -07.7-.- 80-. ..8:/. /.32.79. 909.3-078.5 /. /:.9.3    .7 0:.9047 3 ..3 /..3 .79..3 ..3 /./. /2:./.79../..3 /. ..7. 909.3.9 /80-. -03. /.7:  .3.2 .9.3 .2.9-07.3 40 . 909. -:: 203:7:9 && 5075. -03.3 .3 . 503.703. 2:.9 /:3. 3 -8.3.:38008.- 80-. .9./...79.7 574/:83.3 /.7.3 /03. 203:7:9&&5..8:7.2 /.3 907..3 07:....8.3  $0-.3 .3  805079 5039. .3    . 9. /. ..

 90780-:9  .3 /03.4:8  #0.:3.3 /. 05.7 2.390780-:9       #' &$#%%%!  . 80-.83 &$.3 02.5 /.39. 043428 /.3 9/. /.3 -079::.3 80.3 .7 /0:.3 503:.8.3 .3 ..3 80-03.. :.5 .3 3094 /.5-07::/.7.7 2.4:8 .79.3 /03.3...3 -. 909.3 .79.7 503:./.3 80-. 507:8. 503.3 .9.83  ..3 :39: 203. .9: 808 .50740.8.8: /.3 /808:..5.3 -.-  !03..79.3 ...3.8.8 /..7.././.9.3 /2/.  #0.3 0-:9:.0723.5 2.9.3-0703.79.79. 507:-. ..25:.3 /03. :.3/:3. . 70.9 /.4:8 .703. ... 503:. 90780-:9 /:... 503072. 8:.3 -0703.3 3. 507:8.. 9:.9047 3 .79. 909. :./..7 8:..3/.909..3/03.50308:.7 -03..3 -03.703.3. 503:8:9.7 2.79.79.3 3.3 203.- -./ 507.9: ..7 .3 2.3 -0703.2 . 9:./.3 3.9: 50308:.79..9.3 /03.3 .2507:8.73.3 7:5..7. 907. 507:-./...3..3 .  ..3.3 3.3.3 .9.7:83.

89..  083 90780-:9 202 2././4.37:5.39./.5.3802.7  9.30.7208390780-:95.:3  202-0 80-:.-08. 5.73.:3  /03.3.:3   .31.71503:8:9. #5   :9.&$  907. 0- /. 2.-::/. #5      %   % !#%&    03.380-08.3/. 2083 80. 2. 9.9.8.7.9..3203:7:3   $4.3 503:8:9.. :./. !%  %7.33.7 07.9 9/.0/094/  094/0$.3203:3.3.5 3.

3#5    %.73.7... 9. /03.3.89.3.3.73. 3.-0 ./.7503:8:9.::39:9.3:.33..7. 3   3    /05708.544  3  9.3 /.3 5.7.3  %./.3 .: -08.8:.:3  90780-:9.3.  -   $0/.5.8.71503:8:9..8. 9./.!03008..7 ..20835.-07.31./.:3 503:8:9.3#5 :9.7.3.:30 3      %.:3 503:8:9.3.9 /9025: /. /.:3 0 3 /..:3 .3:. .3    #5  #5       .7..9.3 :39: 203.-:: %5  %.9479. 9.3 5.7 -08. -::3 5. :39: 20309.2 7:2:8  -  /2.7503:8:9.5.:30 3  207:5.     %5 3- -  .:3  .9/:3.3#5     #5  #5  * #5   #5    * #5    #5   * #5    $03./. 503:8:9. .3 !03:8:9.:3 3  .37:2:8  3   /2..7 .3 -  .71 -3   %5 3  7:2:83.3 ..502-0./.2 2039:3 -08. 503:8:9. 3.73.71503:8:9. 202.

 2.80-.9   9.3 2.:3  05  703 !. 507403.3       #5    !03:8:9. 2083 .31. /03.-07:9         #0107038 && 4   9.3 ...:33.3$97.78 :7:8 3 503:8:9./.78:7:8  $0-:. #5    :9.3203:3.3 809.930094/  094/0.:3 203:7:9 2094/0 ../ !03:8:9.5 9.3       #5       03....8..7. 4  ! .

 .

              #5   #5     .

8 503.!. 7.3 /9072.3 57-./.:3 5.9079039:     $&! #!# ! /..D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&! %#&% &$&$! #!#   $ $      !&&  !.:3 -:: ./ . .3 5024943.2..3 5075.. 8.8.8 503.3 :3/.5 ! 805.357-.2  909.7/.95:.3 . 8:-0913.:3 9.3 :39: 20.3 9/ 8.3 203072.9.3 9.9.:35.5 8:-0 5...47..3 203:7:9 09039:.. 5..-.. 0..8: 502:3:9.39.5..80.:20250740503..9.35.3.93.8..9.: 20250740 503. 9079039:  $:-0 5. 203072./.:3-::90780-:9205:9.: /507403.9.:39: 503.- !..:/.9. .3 507. 9.8.:3 5.: /9072.29.3 57-.3 /80-:9 /03.3 /03. .3 57-..3  9072.5. .. /...3 0..D9@.-.9:7./03..:3 9.3!7-./.3 !7-..3  .3 /9039:.-..8..9.5.3.3 .357-.. ./ ..5./2:.2 -.  %.2    ../.3 5.:3 5. .3 907./ ..3.3 9..3 /./ . 47.:35.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    . 7.3 $:-05.3 !! 47.3 507:3/..5..3 5..9.9.9:-:. /..-.3 5075.3 5./.:. .2.. 47./ 90780-:9 /03.8..9 203:3. !  47.:0-905.3 9. /03.3 .....:-07.- !.3. 5.2 9./ ! !  ! ! /03.8.!03.3 /50740 .9:9.

7 0-07..2 ..3 80. .2007 !   $:-0 5.. 3. $:-0 5.. 20203: 0.7 3007 203. 47.  05.3 90780-:9 /.3 -079025.  !!  $0/.3 203.7.3 /92-.9 :39: -079025.3 8:-091 /../ .2 3007 203.9.9 :39: -079025.3 47.3 57-.: 20250740 503.3 / -. . !. 47./ .7 3/4308. %09.  9072.3..3 2025:3.:-07..3 /03...2 3007 /..3 /...2 3007 .-. . 47.3 .703..3 ..3 502. /. /.- 203/.8.8.... 503..: 039: &8. 0/.9. 0- /.3 4-091  $0:-:3.7 9/.993. /./.0- /.3 03.3 203072.9./...3 -079025. -07. ./3/4308.- !./ . /.3 . 47. 47.3 203:7:90... / 3/4308.9.2 8.8: 2070.3 57-.9..8.2./.9 93.3 2025:3.3/7:39:20250740!!     $:-0!.7 3007  $:-0 5. / 3/4308.9../ ! .3 57-.3 90.3   .9:  -:.2.. /.3 / 3/4308. !.. .33.3 -08.3 203.: 47.2 .3 -078:2-07 /. 80./.7  . :. / 3/4308.9:  -:.7  . 47.9.3 ! . / 3/4308. ./ /. 90.3.73.:3 5.8 503.9.3. !03.3 57-.3.-.3 57-..3 507../ 8:-0 5. .3 8:-0 5.: 20250740 503.3 %/.2 3007 .9 93.19. / 3/4308.3 8:-0 5./ 8:-0 5.9: 9.8. 47.: 203072./.5 /9039:./.3 57-.7:8 -079:7:9 9:7:9  909.3 . 200- !03.3 57-. ...3 90780-:9 /03. 203072..  03.: -07.3 57-./.3 . 03./ /-0/.9 93.3   0-07.3 . 573853.3 ./..3 -078:2-07 /.3 4247 !44 . 3.3 40 :2. .80./ ! ./ .  !.8./3/4308. !!  ! ! . !%!  9/. /.7 /./ /.9./ .5.3 57-./.3 !! . 20. 47.9../.8. 203072./ :.8.5 &%  / 3/4308.7 3/4308./.  47.: 20250740 503.

7 3/4308.7 :.3 /9072. /. 2.: /50740  -. .7 3007 47//03.:5:3 /.420..9.

/:./ .: &% / 3/4308.47. 84:7.7 3/4308. -079025..8/428     $:-0!..-.2 20203: 0.8.3 /.: 20250740503. / :.:.7 3/4308..35.7.. .947. .: &% 2. /.0573.73/4308.9 93.9 507.9.3. 20.:-07. 9/..8. 20. /.3 203.9 80-.3 47.7 203./80-.: . !  03.2 .9.357-.839073./3/4308.47. 20.3 20.39/.9 /.7007  7.9.39..: &%/3/4308.3 /02.9. 9/./.:20.3 5.. 20.3.993.50     !030.3 57-.3 90780-:9 909.:20250740503.  -./ .8:-05.. 9.3 .3 /542..53.!203072. / 3/4308.: /50740 /.7 3/4308.-. ! 9./.5.  &% 90780-:9 203.:.3 203072.73007.9.: 20250740 503.8 503.30.3.3 5.3 47.9./.38.9..9. -.3 :8.:&%   5.320.9./.: 20..3 /.:.3 57-.73007   ! .80.3 ...3 5075.:.3 -079025.2.8.357-.:.9. .:5:3 9.9.3$:-0!.9.3&%/3/4308.3  ..-..: .     .:&%  2.5 /0.20.33...7  .33.5 -0789.8..357-.7 /.3  /..3.3/. .350. .. 20203: 8.. /03.-..9.3 8:/.: 47./3/4308.:9/.3 ..843.9 203072. 907.7007 !   $:-05.9/.9:8 80-..3 !! .. 0- /..:..3 /..3 /9072.:. 50...3:8.3 0.. / 3/4308.9:  -:.7 8:-0 5./. .8 503. /03.8.: &%  7... /03.

8 39073..!0. .8 503.  /03.39072.9 507.3 /542..7.3502-::.3 !%!   .330.7.8 503..        !%&!$!  !039:3.3.980-.3 03907 0:.3 -  3/4308.. /./.8: 8:-0 5..33.9507.3/03.3 40 05:9:8.3503.! ! . !.3 20250740 503.320250740503.-07:9 .3 -079025.-.9.90780-:9 .8. .  2.-..3:. 9072..9 .9 /.: 5007.3 47.5.390780-:9   .8.3  45038.3 /507-.9 93.9 .: 50.-.3 -0-.3 /. 8...2.7.8.-.3 -  %/.2.  0.3 .   !! 503.-.7.980-..3 3094 18.38.-.3 /..73/4308.3 05.3 .3.9 50.7 30..7 .3 :39: 203/.3 / :.9.-. !!  -.:20250740503.  0.  9/.9/.8.5.5.9. 2070.8.3.83 /.:.8.3 8.33..50. .807:. 5.:5007.9. -078.8..../ 8:-0 5.9507.9 .3 -007.:..: 5007.-07:9 .90780-:9202-07507.843.9..-.9 50.9./. / 3/4308. .203072..7 :8.392-.3 .3. 203.3 :8.39:./.  ./.3 03./.3 47..9.3/.  .9.7.3 !03..3.-.9.38.8:5030.50.  :.8 /03. ..3/:.9.  :.9 50. 203. .-.3 /909..3 438:. 2070.-.3 .3 203:3.3 47.9.7 .8.

 50..3 -.3. 3. #5   ..3 40 5020739....8:/ /.3 203:3.3 .7.3.3 ..9.3 !%!  .3/54943!!   4394 %:.: -...5.8.3 /03.3../.: 5007.3503.9.3309418. .8.3!0304.3 -/:./...3 -.7 :8.3 5039:3.3 .3 /-039: .9 /.9.9 .9 $ ./.8.2 !.9.9.8503.9  &&4 9. .9. /03.205.3 .3 20250740 503. 09039:.9/:7.- /88.-.8. 9/. 808:.2.9..3/.. .9.3 2:82 808:..2.  .3 /. $0/. .3 503.3 203072. ..  !! 503.2 .3 -:9 80947.8.9.8503.3.3. .3 8../.3 /2 40 8047..3 80:-:3.3 40 8047.35007.3 203072.3.3-07.2 503079.../. .: /8. 80-.3.9 . 9072.8..8: /... .  .2. ! .33.305.3 -0-..3.3 20250740 503. .3 2:82 .9.2./.3./.3.:39039.79.8 /03.8..9.3 /. /2..8. :39:/-07.340! ! 5020:.7 !!  $0/./-..9.:02-.3 !! -. ! .

7:8/..9.  .3.3309480-0:2..9       !03.:.3-7:94   .8.3.330948090...9 !%! .-. 47./...3 9.3. 202 8.   !03. 5079:3.3  .-:.9: 897 /.3 ..9 .3    !03.8.8..3 .

   !! !!907:9.3       #5   #5   *  #5     #5    * #5     #5  * #5     #5     .

3 :8.-.3:8.3 /. -8.3.7.503.3 .-.:. 8:.9.5.3 57-.  07:.3  203.9.3 808.7 .8:.2 07:.3 18.3 /2 :39: 203/.807:.3 /2 /.9::39.9: :39 .3 .79. .488.-.5. %. .3..3 :39: 2025079:3.3 .3/.  /.3 .9.8.8.3-07:5./ .7.3 502-::./.    425038.3 503:.  ..9./.3 3094.3.3'079..-.3 //079.8...3 .3 /:3.3 -  07:.7808:782.3 203..3.8.3 203:3.3/03. 18.. / 3/4308..9/425038.3//079.32020.3 07:.3 //079.2.9.  07:.    !$$#&   425038.9...  07:.:.7/  .83 .807:.. ! ! . /425038.7747.: .3503..: 503. ! ! /50703.3 ..3 /03.5074/0-07.3 47.347439.: .39.5.

71!! ! !!90.3 203:3.3./70/9.:3 5.8.&&!!   .3 -.3 90780-:9  .3 /03.8.3 502-::.7  9../03.380:-:3.9: 503.  9./...3 /.18.  07:.3!! $. 2...25..3/507-40   !%#&% !079:3.-.35 . 07:. 07:.:.. 80.:5:3 503.3 -. 907.3 -0:2 /425038. ! .9.:3  2.3..8#5  8.8..3!!9.58.:3 8090.3 5.2.8./3.3 -0-.. 88.71!! ! !. !!907:9.3 5007.3 /.5 /...9.3 20250740 503. 07:. -..: 5007.3 -7:94 /:7.9 /.3  %. 9.3 . 0.7 :8.8.3 90780-:9 .3 203:7:9 18. 907:9./..8 /03..3 2.  .78. .9.3 /.82.3 20250740 503.9.3#5   .

8#5  8.9./#5   .

8#5  8./#5   .9.

9./#5   .8#5   %.71!!         .

3 7:5.9..9.8#5  8.:35.2 2039:3 !! 907:9.5... /. 503:  :.8...71!. 9.3  2.3 0 -.25.9.203.3#5   . &39: 0507:. /. !! /-:.58.2 7-:..3 9.3!! $.3 50307.71 5./03./  .&&!!-07:-.

9.8#5  8./#5   .

9./#5   .8#5      !#%&!&#.

3.3 803/7 2..3  -..#  !079:3.: 5024943.:3 -07.7 9.3 70/9 5..3 90.:5:3 20.:3 /. 20...: 502-.7.2 9. .3 /03.7 40 ! /.3. .3 203:7.3 5.3 !! 907:9. /-..3 /03.:.

 8.3!!:7.3./.!!907:9.75.35.-07.3  :7...../.3/8.-:.99.8 5.3.7:8/:3.3..30--.9/2.30--08.././.3 -..3.7/.:3.8. 80/.3 80-0:2$!%9.309.9 /2.73. 8.9.3 !079:3..502:3:9.  && !!  ./.8090.770/9!..7 !! !..70/9!.30-0.3.7.2-.3.3..:35.. !! 907:9.25.

5.3    #0107038 && 4  9.3/03.9/..0--.:305 703!.3472 3/:-..3202507:3.:.7 /...4 ! .

!.

:3         %.7:/03..71!!        .3&&4 %. /507-.

7.3 08:9..29.72.39.35030:3/:5.3.3 :3/.92033/. .3 !!  &3/.71  803.203/474308547    0:2/.39.8.2.9/.3 :3/.3.8   !..202:/.3/..7.350...3.3.-07.3.9:750303. !!    !...3.7.3.207:5...9203.3..503.3    .3   !...3 .7.350..3 -.....   %.2-.3/.!079.23007   002. 2.7..33.3 ..&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .5..D9@.8.8.5.9.3.8.35.3   00-.30.!!3 /83..3.8. 2032-:.9.719:3.9&&!!  203..2 2.85030:3/:5.5.7.    %/.7:  .3   /.D-O O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!!!!3!!  $ $      !&&  &3/.!079.8438:28/.71 .    ...3   03. .3 0-2:/.-07.39..3    . !03:.. 803.2-./.8.9..3 ..3!!.38:3    !.29. !!3   !.3!! && .

73./.3 200.5-039:5030:3/:5.9. .3/08547    .3 !!3 80-.3 :2.      !#%!#%! !#%  .    .3 5.9:39:0:39:3..9.5...3./.250..7..-8./:-.39.3.703.7..3 5079.2...3 /. 5.3/.54891/.:3  .3!!3 .. .3 /.2033/.. 202-. /..5.3 :3/. .9:7!!/.9 5.3 5078./..3 3..3203. :2.750303.9203/474308547      $#&&  !07. 9: 203.34 %...9 .7.35...3   !!/.2 8:. 80.3 /2.3 50302-.-..843.3 /.3 88902 9./.3 0- 80/07. ..2 3007 5.33.254.3!07:3/.809.9: 574808 574/:8  793...9:50740.8 !!3 /..3.. /03.:3   9039.3.59.7.-.3438:203    !0307.3.3 ..8.7./.25078.2507/.3 8.20.250.  . 2547  :2.3:3/.2 08547  /-07.  097. .3.7..3 -0-.9:7.3.: 92-: .3!!3/./.5.2-. .703./.8:/ /03. 88902 !! /.   .3 :3/.2.5. .438:28   .339073..23007    097.3 .32:/. . /.3 3.3 !!3 3 9039: 8. 574808 5079.3.. .8..7...3 /03.2.9 . ./03..3 !! . 93.7.71 ..3  . 5.90.3.33.8 -.3/.7.3 5.3 /0:.3..    097.380. && 4  %.25.3 /5:3:9 8.3 !!3 /.2 .9/03.2-..-07. -.3 93.8.3 /574/:8 / /.3.39.3 .

 0:..3 507:8.. !!  ..3 :2./.3.. !!   .3 !. !.3!!     !03:8.3203:7:981.7.3 . ! .7. 05.3 5..5.3 &3/.947-:3.9. 207:5.3  !03:8.. -07/.3 !.3  203./. 0:.9. ./.947 574/:8805079  .3  &39: 2039:3 !! .3      #!#%!!    .909.: ::23.7:8/-./.3 9/. -07..: 8.3 !!  !.9... !.3 /0:.5..3 -0707.!./...9.3 80.7. 03. -.3.9.7:8 2039:3 808 .5:3 .393.303./.7.31. .3 /.!...3 -.7 :.7.-.3 907:9. 2. /03.3/. 80/07. .3..7./...5.7.7.: -..7.:5:3 -.31. 507/.9 -07:5.3 -.3 9/.3..3.7..-.0-0.3/.9. -..-.3 . -07::/ .7.8...8.39073..3/03.9.9 /239.3:5. -0707.357-. /...8 /.3 2:.  !03:8..!.3 :8..3  2.3907:9.. 02-.07.9.9 .0:.: /425038.909.!.9 /7:2:8.24/.7. -07.7.07. 202. -.: 5007.7.3-07::/.33.79.2 3:3.3...-.3 .947 1.7 /. 8083.3/..3 /03.3/.3 -.!03:8.7 -.3    ..-0.2 574808 574/:8 9039: 8. .. /.!.3 9/.3/03.03..39. -07::/ /...47..7.9.5.5..3/.3..7.3502-. 9/.503:8:9. .8:.!.2-039:../..3 /03.03....:. !  .303.8:.7. .9.3 /03.3&3/..5.8.3  ...5 /2.7.5 /:.   .3947/.7 1.3   %03.590780-:9   4/. /. 5..79. .7.3.8:..:-.3 20. -.7.7 !.

 .3 :8. .-0..9: 507.3 -07/..8:/ 5. !.2.3 5.9..7.33.9.3 /03.: 202..:.:. 34   .8./!!     .3 03.3 2030-.3 8:.9.3.03.. !..5.9.. !  . /.20.9.8. !03:8.9. 809..3 /2.3.7.8./.3 50307.3 50./.8..3 .8:!03:8./.3&& !! 9/.3 20.3 .3-.3  -  !! ..7. !  .-.8.3 ::2 .3203.8. 03..9.5 0. . !.. !  .9: -.31.!.8.340030: !.3.3202:39: /::..3 8:.: 507-:.07.3 .0.7 .7.7 :../909.9072.80-.-07/. .

 . 50208.9432094/  50740/. -07/.9.3 5.3 .33.3 :3/..8 .38:9/.3 /03.3    094/0 9/.3 /.3 :39: 203. .: 02:/..7%.8.9:   094/0.3&3/..3  ..:.8..8.  9072.7.22039:3!! .703.3!!      #%&!!#% !!   /..3 -.89.7.8.7.3 . 90780/.38:3 3/70. .9.9 8:-97..2094/0/.1.3.38:3 /70.715079. :39: /5.8: .2-..943 2094/ .: ..98:-97.

..3.5.7.3 909.7:8/-..9:2094/09/..3-08.2-.3 !.3 /.30/:.73.5079.3203:3.7.7!.2-08.73.3.4.38:3  &39:202. 3.9.8:..9/507.5 /-..4394-07:9     .3 2039:3 !!3 /03.33..3  .8 /03.2 5079:3./....!! .. 9.0:.0 2094/  50740/.32094/0.

80-../ -.: 9...3  ...5.4394 3 /.#5  . !! /.7 -.2.80-08. 80. .3  !!..7.7..9: #5  #5    -  ..... 8. 5. . 9.     .. .3 !.3 -. 80.803..73.7.9 /239..9 /09.!! .393. .9.3 203:.7 #5    ..3 203:.25.3/.3.3!..7. -.9574/:890780-:9 ..#5  2.9 2039:3 5:..3. /09.3 ....9.3 :39: 5.8 574/:83. 574808 574/:8 /.  .33..7. ...3/.8:.3 ...3 !! 80-08. !!  .3  #5   !!   #5   !. !079./.3 -. .: /425038. 507:8.72039 90780-:9 .3 .72039 -07:5.392-:/.3 .5079:3..-.3  #5  !.0:.8 8. .3 2039.3   /.3  #5  #5   #5   .3 502-. -07:9 0 :.3 :39:2.5.8 574/:83.7.3 ..3 /-0 40 507:8. 907.3..7 .73.25: 203:. 203.3 80./  . #5    2..71 !!    2.-. /.5..33..3.3 502-.3 0 :.7./. -08.3 .3 /.0:.3 .3 907:9. /03.8:.5. -08.-.2. #5   !!   #5   !..30:39:3.7#5  . -.7.8 574/:83.2-. -08.3/...: -. /.8:.9.5../ 00-. .73. 80. #5    ./.7 503:8...-07:93.7:8/-.4394    .0:.8..5.3 207:5.: .72039 90780-:9 .8.3 /. 507:8. #5    $0.7 5079.7.2-.39: . 2.9:802:...     #5   #5       !!  !!  #5   !.7. 03.3. 02-..7.

9 3 .3 80-0:23..08 88902  07:93.9 /9:3 5.3 -..8 203:.7.5.3:2.3 !! !74/:8  .7 -..380-08. /.   !.!! 3.7. 88902 502:3:9.:  .7 -. /. 80. 0:.08 %.2 574808 574/:8 .5. 80-08.3:93.7.:. !!  /.3 ./.392-:3.3. 0 574/:803 -03.380-08.:-07:5.33.2 !! 80-..0:.3 80-08.-0:9 $9. . /.83.3  $0. ..7.3 . . 93.2-.7 #5    .5..3 9: /..3202-0-.7 0.7 #5      #5  .3 !.3 80-08.5 . 0:.25.8 .3 :. -079.380-08.: .:.7 #5    $0. #5    2..7.8  509. 2. 5..35.33.3 5.-07:9  %.: .3/-.9..3/:7.3 .9.7.3:... 2.3 -. 0:. -.. -.340574/:803.5.2.3 203.8:.7. ..3          .3              03./-03.3 ..$05079 . ..7 #5       #5    /.3 80-.7.7#5  2032-:..3 8090.. !! !.8.7. -.:90780-:9                 .9..3/.7#5  ./ 2:9 89..7 #5    2... 207:5.7. 207:5.3 93...3 !.3 -.3/-:9:.#5  3 2032-:.9 574/:8 2:.5...7...7 9...-0 /.: 90780-:9 9073..3 #5  .340438:203. 80-08.7 #5    /..3 . #5   803.3 202-0 .3/03.3-.5 808:.-0  ./.203.3 /:..5.9073.7.8:.3 5.3/-040574/:803-03.8:. /03.7.7. 0:.9.: 8. 5079.3 ...-.32:9 89.3 /:7. ..3 5.0888902/..8:.8090.3 !! . .3.3 .3 #5   !./.  ./.8:.350307. !! .:      %49.3 80.5.3 202-:9:./ 80-08..7.7:8 /-. 574/:803 -.

 .2.7:80- -08.7 !.3!05..... -  8547! .5.8.7. !././.2.. 9.3 ! .-07:93.92039:3:2.!0-:..5.7./.80-08...!!9.8:.8:.3 5.5 080-08..9.!070/.35.3. !  .3 907.9/:3.3/9:3/03.750770/9.-07:9  .: ./.7 -.  02-0!80. -40 0- 0- -08.3/-..5./.7#5  !!9. /..7.73.7#5   !..8 50780/..3 2.8:.  !..390780-:9  .7#5  /9.   4394   ..35..3  #5      #5   #5   #5    #5    #5    .350770/9..3 8..3&8..  ..  -  08.3.8 !! 9./09.3:39:20309.: -07:5..7.: /807.7#5  /9. .7.3 05.3/. /.9:0.3 -. 203.!%   .5 !..:-.!../-.8:..2-.9.9 /425038.3 .9. /.7./.35.3 5.3 574808 574/:8  2:.5.3 . .9: 50740...9.!.8:..25..9.:/.3 .5/:./5..5 5079.9 /70/9.78:.!!  :2.3.. 03.5.7/.5080-08..50/:. /-.. 50770/9.27.3 503:2.9.3 90.3!!  !.38:3 /08547 .8.3.. !.  !0307..5..3 ..5.3 03.88.9:..3 .3  2.8.. 80-08.!0!! /  03:.7 80:7: 7.2-. . !03:8.8:.3.3:8.3 .350/42....380-..9: #5    . /.8:. 9/. .8 90780/.5..7 /.3-.3 207:5.!!9./.  03:.!!.  #:2:8.3 .3/.

./.!..!. 907:9.88  .!.3 -..3!! .3 !.3 . !.7.3/.9 50307.!.9/70/9..0:.-:.7.7:.2502:3:9.0:.9: 57385 502:3:9...3 5. 202:3:9 5.3/.8503:.3  !.3/.7..5. 8.8!! #5    05.9/70/9.35.9: 8:...3.3.9.88547  9...3     %%#!&&%!!#% !!   /.7.0:.  9. /03.../.7.:.3..5.8:.3/.305.../03...7:8/80947..3/../. -./:.3 #5   #5  #5     :2.5...3./.3.3!!9/.3 5.7..3 9.:..8:.88547 #5  #5    -  9.9:   .!! #5   #5    %49.9/70/9.8:.7..30--.3 . %49..

502-.... 2547 2085:3-0:2/9072..7    #5    #5   #5   #5   #5     #5   #5     #5   #5    #5   #5     .8.33.7..30-/-.       !. 03. 5..

3  2085:3-0:2203072.3 502-.../.9: 57385 502:3:9. /03.9 503072.7.3 5.7.3.8 -. 907:9. 202:3:9 5.7.9: 8:.3 5.  .88  ..-. 8....3 .

.8 502-0 .7!0303.3 /.3 !!3 3 81.7..9.9.: 438:203 -..9. !!   :2.8:/.3 20. .5.!03:.3. .7.02..7.5.8.7.390780-:9..3/-./.. 502:3:9.3. .7..3 .7.-.7. /09.5.3.35:3:9.7. !!3   #5      .8.8: /.7.93..3.5.. 5.. 5.703.3 .8:/ /.3.7.3207:5./.8 8:/.33.3.30-93    4394!079:3. /09..80-. ! ..: -.7...7!0303.3 5003../.3 20. :2.3!..3!.3!!  .3 /2.: -.30.25:.7.. .3 8.3 /2.7.9047 -..7.3 907443 20.8. !!  ..3. . 8:2-073..9.5202/.03.850303...5.71 !!3    -07.50307. 03.. -. !!   !03008.3    .35003.!079.:/5:3:95.. !!  !. 50303./03..740!%       #5   #5   #5   !.2 .      !#%!!&# !!3   !!3207:5..3 20.7:8 /-.8 907443 9.3!!3 !%   202-0 -..3!!/....8: !!3  /.9.2-. -.9: .8.30- 93803.#5     .. 9072.3 90744320. .9.3 . . 90780-:9 /.3/..3 !!3    -07.3 40!%     .. 80:7:3.3 9072..  ..

7!0303. !! ..8...:3  !! 4  %.8:834 /..9/8008.!  !! !!3   !!#5    #5   #5   #5                      #0107038 && 4 9.-07:9    !!#5  #5             !!3#5  #5           .  &39:.:3   .3!.5.380-.7.

:2/.33.3:3.3  /3.38!.35:3:9.3 /.3-..3 805.3.3. /.3 5..3  && .9:7.2 507:-.8 :2 !  /.9:7.7 507...: .8 9...9:           7/43..7:7..3 8.3 507:-.:2/./..3.3 .3:3.3 ! 805079.9..3.0.3 .3 .3.3 !        !.  7/43.3.3!...3 && 4    /.3 8079.    !07..  !030/07. 038 5:3:9. /03.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .3 !07.5.9:7.3. 7/43.3 .%.3 .3 :3/.9:7 /. /.3.39&&4 9.3 /808:.//3/4308.3. .38'07543/33/4308.:3  9039.3 -.350702-.  :7:1    /.3 90780-:9 /. 5030/07.9:7.3 7/43. 203.73.3!.3 9/.3038 038 5. -07.:39039.:.38'07543/3 7/43./03.3.3.07.#:2.33..9 4   9.3 507:-.3.39/03.3 .3 !07.3 .8.503.9:7....  :..3/03.3:3.3:3.38!.3.9: 0 507.3 .3 507:3/.3.3!.  !07:-.3907.3 /.3 507.3 20303...D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ &&!  $ $      !&&  $08:./.38!.8.9.5. 9..3!020739..D9@.9:7.3&2:2!. /. . 05:9:8.2 -0-07.3 !0307..

7.3:3.9.:9 .8:/ /03.2.3  .3..  $0/.3 /2.3 . 9.3 -:2 205:9 9.3 /2.3/9./. :2 /.3 ./ 4-0 ! ..3 50/.3 :2 .3.2.  !&&  . 3/4308./.3 507. /. 909.3 203..3...:/0.3.3 80.3:3..3 .3.7././.8:/ /03.3.5 5.3..9. /.43897:8903. !072:.

..2.394    4.2703.: 507.3  803.3:3..7. 9.7..3.3    !..3..   ..390709.94.320.    .720.3/83.5.9:   .8: /.3-.9.2503079.    %025..3. .3 9072.33:3.

25:3.9503../072.    %025.3.

. 2.3  503//.    &39: 507.      .3#    .31.. .3 .39/..3 92-..9.9   $0/.  080.3...3    &39::-:7.3 40039070:.38:..3 8:.7.:507.3 5033.347.323.9  438:.3202-07.:800383.3 050393.1.3 0-:/.    .8 55.39.843.843.7.:.3..  9.9..3 :2:2 /-/.  :9..9074434-0!.7/.7.-. 50302-./.839073.3 .3 /:.89.3 8.32.3 -0:2 /-0-.8.. /:3.9.7  :9..3.3 3...8:/:39:202507400:39:3.3/9039:.  !%!  80-08. %/. 40 /08...9... .2. !.3.8./2.3.3 3.3 802.    :9.9.9.3 -. !.8.3 /542.8 507.3.  9. 03.    &39:-..23.  848.35:7-..39/. 30.9  -07/.3 3/:3  :9.38.. :.3 :39: 20.843.3 /.9:5.3.3.  %  #5:9..  9.3   .

3 /03.380-.4-0! 9070-/.:.5.3 50309.:.9047 ..3.3 :3/.::/.3 .3 -0703.3.39.3 40 50. /.3 203:7:9 &3/.3.3 -0!/-.3 4-0 9.. $0-0:2/909.9 .3  !0309. 203039:.. /  !0309.9:    !0309.7.-.

59.8.3! 2...3 20307-9.3 5033. 90780-:9 /03... 9.3.3 -078.3 97.6  . :39: 050393. .7..  0  &39: 202:/.3.3.2-.3 203.3 .38.50/42.8. -0!.9.:..9.. .3 ..8 :.3. 7.80/93.3 503039:.:.3  1  07/.7.80-.3 907.203.350309.7.7.:3 903!.3:9. .809. -07/. -0 9.3 .7.5./ / . 9.7.

7....:2 .3 90780-:9 207:5.81.9.3 . .8 9. 203.9: -.3:3.907.7 503.   .3 .3 205:9 .39.8. $! !  /.81.3 503.3  -  .5  /8... . ..39:2.350309.8 5. 4-0 ! .8 9.3:3.3..83 2.3:3..3 0. 203.3 /.2 $:7.3 .253 :.3 5.3 -05.3 4-0 -.. 43897:8 -.3:3.9.3 .9.3 .7.3 /.9./.90780-:9     !0309.3 /03.9!02-079.3.  !03..3  43897:8 .3:3. $:7.. $! ! 80-.:.8.7.3 8079.8 8:.9:2.3 80 :.3/.7.3 . .3 /../.3 43897:8 .3:3.9 !02-079....8-.:. 5.-. 90780-:9  509:.7.3 2025:3./.3.3 -0 !.3 !      !%!!  07/. /.83 43897:8 -.3:3.3-. 202507.:.5.3!.-.3/..3:3..3 90.503039:.3 /25:3 /.8 2.3:.3. 503.3 907803/7  /2..

..3.81.8 9.3 -. /.3 ./.3:3.503039:.3  2.3.3 5079:3. /.

..9.  #5   #5   .8047.9  80-.8.:./.3:3.3:3./03.7!0303..380-... -0!.....:.73.35. . !! .3! 2025:3. -0!./. /.. .:.3/08.3 ! 2025:3... !.:.35..33../.:39:!079:3.  2.3  !:39:!079:3. 50309.3 2.5. :.-07:9    08.8.83 2.:.  !    .:.80-.. -0!.3 &&  4   9.8 .3:3.3:3....3  .3!. -0:2 . . ! %!  .3 %/...-07:9  $047.-.35..3   #5   #5    #5  * #5   #5   #5    !80-./. 03...:. !!  #5     ..3 -.3!.5.-0-07.:.  ! %!  08.5..83//08. -:2 /. 4-05.507 807-:    ..:2  !  ..73.9.8.. -0!./. !    .:3 .. .  4-0 5. -0!..-07:9  08.75079:3. -0!. -07:5.3/-07 ! %!   4394  805079 /:95 /.8.71.. #5 :9. #5  .:2  !  .7!0303.3:3.. -0!.7 !030.

.:.0. .../.9:  &39:9..3  !:39:!079:3..3907:9./ 8:-.3 9.5.7. -0!.3.3!.3.:  &39:9.3/03..73.:39:!079:3. !!      $&!&&  .7 !0303.. .:.5.3 203..  &39:-.3    !80-.  ! %!  $0.3!.... -0:2 .3:93.3..:.35.3:3.3-08..50309.3-.8.3:3.3:3.3.7:8 /5079:3. -0!.

3 ./. 8:.9: .3 . . 3.! ! .7./.3 80. 47.9.9.: -.9..3. 2025:3.8 -:2 /..

: 20250740 2.8 -:2  /..9.31.9.3..9 .

.9.8. /.3.: 202  203:.

7.3.7.3  .. ! 202 9.8 -..3  .5 502.7. .31. 80:. #5   .3:3.: 20250740 2.   4394!079:3.9.9.3 502  503:3  5034397.35030. 80-.9.39. :.3 3.9 ..  503.8   2 50780 /03./..

 #5   . :.3:3.7 9.2  /. -.3   2 /03.8   2 90780-:9 -0/7 80-:.3 3.3. 80:.

.: /.3. -:2 /.8  503443.2 .3 3.81..3:3.2 .3 /.9.3 .3 09039:. 9073.3 -. !.9047  ! :2 0.257. /09.8  /2. :.3 9072. 2  .8: /.

9.3  ! -:2 .2. #5   .7. 8./.3  ..25./03.39.:203:7:9 09039:.

8.3.3  %!  .7!0303.:. !!  #5     3. 2 /.3!...9.3   #5   #5    #5  * #5    !80-..3:3.3:3..3  ! -.    -.

0.7#5  .8  80-08.

 :2.3  #5    #5     .5.-08.-..3 80-.2 2.75079:3.-.3 2 #5   :2.35.. !                       #0107038 && 4 9.39/.:.. ! ..%. 2#5   .:.3:3.03.:.3:3.907:9.:3   #5    #5     #5    #5  *  #5   !907:9.3.-07:9  .

3 0. 50308.9.3 808:.7. .3 /5:3:9 /.&%$   &'#$%$!&$    '%# #%  .3 !020739..3.-07.9:7.3 9.3.0  0. 4   9. /. ./.D9@. 3423. 4   9.. 0907.3/03. . 40 30.71 0.3 -08. .3 && 4   9./.. /. .3 /04.71 0.3 .:3  9039. -.33..D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ &&%#  $ $      !&&  -0 0. .3 !07..9: 5.3 0.907.3 %.. !0303. /03.3 09039:.3 !07....9:7.. .3 !07:-.9.73.30.907 9: 803/7 80-03. #05:- 3/4308. 8. 0907.73./. /.7.3 %.3 !020739.:3   9039.:3  9039.7  !03079..32:.8.. 0907. 50:3.:5.907 /. 0907. 8.

. :2:2 ./.3:.3 80-.9:/4:203 -07.  /4:203 /4:203 -07.-07:9   $:7.3-0781.3 /-:. 0907.3 0..320303.3 80.503:..    .3 . # 4   9039..       &  &%#  03:7:9 !07.3.9502-:9.9/.3.9:5:3:9.7.:0.33.8:.9.9.79.9507/..9 :39: /:3.9..9.9. /4:203 /4:20380-.. .3 0.507-:.8 /4:203 /4:203-07.9:7.7..8 8:.303.3 /03. /..7.9.3 /. 0907.7. 0. ./.3 !020739.3 8:7.0907. .9 507.7./..3 503934030.5.9 8:7.9 .3.9.

.-.33. .3. %.9:2.9 !02-:.789072.3  03.9.9..   9.8:7. !!%  9072.33.5.9.349.3.3:..8:8.9 9.7   .3. .  9.9 40 !0.    $:7.: 50325.3 .9.3503072.3 /-:.3 :.3 502-::.3202:.3 #.2 70033-.3 7.3 /.30-/.3 :.9.5..32030-:9.:.3.

3 80-.    $0.9 -07.3 3.3 0907.3 .380:7:3.3 907443 9/.9 502-:9. 3423.3 -.3.9 8:7./.3 ...7.   .38:7./.3.3 9::.7.9/.3 /:3.3 -.3 :39: 9::.9 8:7.980038 .3 /.9.3/9:8.-07/.5.38. 503.:80-..9 .:.5:3  805.3 -.3-..8/4:203  -:9 :39: 50372..390..3 .7#5     4:203 ./03..3 .7.8:/.0-/.2.9-.9 -039: .3       &  &%%#  $0/. /03.7.3 503072.9.3:9..  9.33.3-078502-079.:..   $:7./470033/-.7.32.3 .89.805 .3./.3. /.9 50372.8.7#5     10 /03.3802:.3  8:7.: /:3.9.2.3 -0.3:39:/:.7.34047.3  $:7..35023/.8.8    $:7.3.3..907:2./:3. 3423.3.38:7.0907.350372/.2.3:9.9.-039:.3.3  43480203  8:7.3 503:25.3 /2:.9..7..3/03.5 02:/..907.0-/.3:3.30. ..3 /4:203 /4:203 .3 /:3.3....9 8:7.3  078503.9.   .9 50325.7.  805079  080  !74208 /.33..3   $:7.3 .3 -07.3/.3 /.

9.%09../..3 -.-:9503072. .:7:29  !07-.3   9./03.-:3 -./-/. /03.5/03.33 0.3 /807.3/.380.710..3/.7507.3 0 0907.9.703.3 -0707..3-. 0907.3 :-:3.: -:3.  07-..    038 038 5020907.3.32./.3 .3 ../.3 07.32. 0.  .&&4 9.29.71 . &2:2 0.3 0:39:3...7.5..830.7 010  /03.8 !0303./.3 .3 -08.7 0./.2   !. -.3   %.0907../..3 :39: 203/.3.8.3. 0907.7.3805079.3  4507./. 0907. .:3  9039.8 /. 9072.9. 0907.8 5020739.3.8.07.3/.30.0907.3 -.808:.33.3 05.9:7.3 8:/.9.5:3   !02:3:9.3. /.:3  9039.-07:9   !./.. 502-.30.7./.3 9.3.3:39:0507:.3 3.8 5030/07..3/.  . /.-:9503072..7 ..3/3 /03.3-.7. .3 .3   %.8 30.7.3 907/7 /. /.3 -07.33907347.:3 9039.. 0907.0907..3 .38.3:.5 /.3!07:-.3 ./.390780-:9   $:7.3 /03.9..3 50309. 038 5.3 9.3/.3%. 0907. .   /7.-:3.830.: 80.7.:. %09.39.30. .8   4:203 .2.  038 0. /. -039: 9.8079./.80-. && 4   9.-:3.5./.85020739.73... 423..3.. 8079..3/.8 0..7..29./.39:3: %:3.9 8:7.3 0./.8./.33.340507:8././.0907.71   !./03.3/-07..   /03.3 . .. &.3 && 4   9.8 0.2.7.. 503.3 0.3503.07.9.. $0-.0907. 8:7. 0907..35038:3    %.7.5.:..3:.3 502-.7..2-039:.9.71      .907.38 :39: 802:.3 :.3 9.0907.9: ..9 ./.3  502-.3 0.3/. ./.30.7.3 2030-:9.9/.3/3.80-.

//..7./.3203.3 9. 4   9.0907.3 507:-.3 &3/.30.   &3/..7::2502:3:9.:3  9039.   !.71 0..30.34 9.   05:9:83 030: # 4  .8.   $#&&!$!&&%%#  .9:7. 0907.3 !020739.0907.:39039.

 .

.9:7.3. 0907.. 0907.3. 9039.3:93.0-/.. 3423.3 !020739./.3 -08.. 4 9.#5   #5    /.3 !020739.7.7180-08.3 9. /03.:3  9039.907:9..3 907:9.35.3 #5   /.3 !07.71 0.9:7.9. .7 #5   909.9.8 #5     %.3 !07:-.-.3 3.3.:3   9039. 0- /.0       .0/. /.30. # 4   9..59/.3.3 /03.    0..3-0974/909.3 !020739./.8.0/.7.3 50..0907.71 :39: /4:203 .9.71 0.:5.7. 3423.3-097490780-:9 80.9 0907.3 3.30.71 :39: 80:7: /4:203 -07.2 .:3 . #5  9/.3 0.73.0907.0907.5.. 3423.8 50303. .30.7#5   9.   !07.3 :39: /4:203 . .7.7 #5   80.3 507.9:7.0907.3 /.3-07. -. 4   9. /-.7#5  /03.257..8   423.39.8.3#5   $0.9.3.      %#%#    %. 0907.7.9.3 9.3 507:-.3 80-08.3 .

3:9... 90250  .9. /4:203 .7 /4:203 0.:. 8.7 8.7:8 /70./.33.3:9.3 :9:.3203:3.3/. /.9/.350:3.3.. 8./.3 20907.. 9.3 /-:-:. 5. ..7 3007 . 90250 /../. 5.3 805079 /03. 20907.9 907:9...8.503:3..3  .9 .7.3-078..3 2083 907.9 /4:203 9: /807./.9 /:3. -0.. :.3/03./. 90250 . /-:. 2030250.9 /4:203 9: 8008.3 20907.8 0907./.380-.: /03.9. 9.3 / 3/4308.8 20907../.3 .3.  $%%#&% %%#!&$#% !&$  $. 5.3 20907. 8. 20907.3 -8.:.3  %. .3.3 -078..5..3 /.3 -03/.9.3 /03.3 503:3.3 . 8.3 80:7:3. 9025.3203/.9  :39: /:.9 907:9./.8 5..7..3.. 5.9 /2.31./....3907:9.3203039:.7./.. 5. 079.: ..9: 5.5../..5.-8.3 203:3... /03.:.33. 5.92.3/.3 079.33.9.-07:9   0907.5 :3. .3 . ..

8 /4:203   9.3.9.-..  -:.3   %.7:8 20303.: -.:5:3079.3 9.3 939. 90250 5.3.3.8.902502../.3.:3 . /.3:9.3/.3/03.9.3-078.7:8 /8 5. 0907.9. 8. 9.3 /. 7:8.3/..0907.3 80038  9./. 9.9/.

7:8/.3 0907. 9/.35020907.39:-07.2-.8 /. /4:203 9: /. -40 /:3.80907.9 /./.383../9.:.3/.7:8  80-.    079.503072. 0907.3/:3..8 9/..30-/.9: 0907.3 50:3.980:7:8/4:203 -40/9.::5:39:202:.3   .3.8. 079.3079.3.2-.8090.35.3 5.3/9...3/. . 8.3   .3 80-.. /.9.3.9: 02-.3 .59/./:3.30907.9.78..      .7 079.3 :.9.39./03/.39:./.3 /03. 90250 .7.90250 9. /503: :39: 0507:.3.8. . 802:./03.3 80..8 . ..3 203:3. 90250  8.-070907. 5.8 0907../.79.

.7.93/.  $#%!&$   f f¯fnf¯¾ff½ °f¾f° f¯f ff°– f½f ff° f   $.9!0:3.6 709:7!!.8.7:8203/.303.8   .3.7703!.5:3..5.

7.2/!#&#     $. -.7 703 5. 40 /709:7 !!.7.039.3  -0:2 .!% %025.303.3203.9 3 /..3083%07. 8:7..7.9:79039.9!0:3.5.9 503.5.9 0/. 80.3 :8:8. 8.7:8 203/.33./.3/909.3  .3.8...

 /-. 0. . 0. 02-. 90. #5 :9.5.3..7:8 /-0 803/7  8090.:.:5:3 ..3 .3/4:203232.3 /..  .7:8 20. 80-08. 907:9.83 2.3 8.907.::909.   083 907.   .3947 !0.7.9 /. 0907.333/.7507.!% 2. ./054893.3 /80947  5075.5-07.7..9 502-.3 9070- /. !!  2..3 502-.3 3423.25.3 /. :2.25.:: /03.3 9070- /. 0907.83    !03:3. .7.:               0.7  .7 232.3.7:2.3 /-.:: 80-08..-8 8.3 !.09..:88.7 9070- /.3.:.7  /8004018.:2...

                         !#%&#!& $ @@-9 !&$%!&&!#!  !&&   #! .

! .

7:5.0907.3/:3.3.3 :.3-078502-079.5:3.:3    02.2 .  :7:1  /.7.7#5   8.3.30.. 9/.3503072.  $0:25:.9.0-/.32025:3.7:5..805.3423. . %.8.0 802:.3-08..3 3..3 502-::.380-..907.8:/ /.  -  4:203 80-.3907.7.33.:#5   03.7 #5    /:./03.: 50325.3/.25.9 8:7.320303.3  03/./..3:39:/3/.3 /909.09.3./03.9.33.3.  0/.3/03...28:7.3./03.2....3   $:7. /03.3 202:.3 .7.:.2:.5.9:82.3.3 /-:.805079080 574208 /...3423.3/03.8.3  80. 3423.1 !     #0107038 && 4 9.38.3.  :7:1 /.3 /-:.3/2:.3 2025:3..53.25.3 !020739.3808:.  4:203 80-.2./:3.9::9..9 40 9.3 0.9.71#5   $:7.32025:3. . 2. 7.9!07.7.3 -. 0- /.39.. 90. /2. 8.!:8. 0  05.3   .5.3:.3.9.303/.9.9:8 2./..2 -039: .9:7/..80.7.5::7-:7:5.30.:  .!03.7-:7:5.0907.7:5.7 #5    8..9:   $:7. 5:: 7-: 7:5.9/03.3..3 40 47. /:3.3 907:9.30.7. /:3.3./4:203.39.9 :2. 9..0907..0907.3 . ..5 7.3 3 /:2:2. 9.2!07.9...3/03.35.-.32025:3.:/5079:3.309749.30.9::9.9 502-:9.2...907. 0- /.9.39.8/.3 .9. /03.42479.3.9.9::9.-.9. /.-.2 .:3 .9::9..3 /.    4:203.9 99/ 434.35073.9::9..380-.7:88:/.39.93/9.7:5.9:7..73.8:/ /..3 :39: 9::.3423..38:7.9.3  .789072.7.3 2025:3.7.3/.25.0907. .2./.7 #5    8.9.907:2..5.3/-:.3 03.8:7.3423....9 4091 .2-039: . .  ..3:39:20:3.850303..380-. -07/. /2.9.39.5:3 .3.2 .30. /.8.39::.:3 2.7:5.9::9.3 80:7:3.:7:1//.907.3 /.3.71#5   . :.33.2.49.3 ..3 802:. .2.9 9..-07:9    4:203.: /:3./03.9-.3 :7:1  /..:3   /03..79./.9502-:9.9.32030-:9.8:8.3 2025:3.:.3 -078 503. 507.3 .  8.9/:3..3.8.9:7.33.3.3.8./03. !!%  9072.9 8:7.5.38:7../03.3#5   8.3   .9.3423.3 203.3 3.3.3#5   8.9 !02-:.3 010 /03.3 2025:3../03..  $0.3:39:/:3.3.71 #5   9./.3:7:10/. .27-:7:5.9.8:/ 802:.2 70033 / .3!020739.3 -.3/0/.9. 0- /. 4:20380-.3.:0.507-:.9.3.3-0781.9 40 !0. 3423.9 . 9/.907. .3 /.3 :.7:5.3.9 8:7.3 9::.9507/..3/.3      . $:7.3 $:7..    4:203.:3     ... .. 10 /03.8 .3 :.9.0-/.09. 3423.9...9-07.39039.8/03.: 80-.. .3 :7:1 . .9 . .8 .3#5   /:./.7.39:2/.7.  03.7:/08. 4247  9.9 8:7.  / .71.7. :9.7 2.38007.7.  4:203.7 #5    8./470033/.

.:.:39:02./.043428/...3 .3 -07:5.32025:3./80-:95.850740..:-.30.3:3. -.3.39/.3 /03..2.3.3. /.3 .9./.3.9./.3.9../.3..9/03..380.:-.30434202.8%.3 4-05..3:8.3502-0/.3.D9@.4030..3.3:3.3/:3//.3:3.3-0..89.&%$   &'#$%$!&$   '%# #%    .3.3-.3.3/02.2:7.. 808.3!.3 .75023/../03.3-.7 203:.-0. $0.89.3:3.3.7.3-.3..:3.:-.35.37:2.23. 2.8:8:3 .3.357-../.3. :8.2.9.80.380.747./.8.320250740.9.7/.7: .9:.9.3.3.9.88.73.3 .8. /.89.305./.././.3.5078074...7-:2 20307.9.9..     !#%!%  0.9.9.3 -.39:50740.9.3:...3 -.3205:9 5023/. 8:/. 03.3 50.-8.9.3203.3.9.37.9.:.3-.324/.7 5023/.35.3:3.8. !% ..7502-07.3:3.3-.:3.3/507:3.3:3.38079./.8.9.:..3/.3:3...3.3703/../.3:3.3./..3:3.3. 20. -...:-.8.:-.D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ !# %$%&  $ $      !&&  $08:...8./...3.: -.:..3./.3.3.05.  &&.357-.3:3. -:2 .: !% .750740.-078.9.7 -08.3./.3. .3-.3..3 5:9:8..5.3 !%  !02:3:9.-.7./.89.2.3.!0740.3:3./.703.3.50304.3-.3:3.0:.9.3 3.9 503079./.9.9.58079.3.3907-.89.8.9.3 . .3.9.9../.3-.5202507./..20../:.3-07503.9.3:3.34047.502.8%.3.3-8.3.89.9.-.-07.3907.503:3:.9.3    .3...2.380-.80./03.3::2.3:3.3443....3:93././.350740..9.:3.89.3207:5./.89.3::2909.-0 9:./.8.380-08.9.8.5020.8. -.8/.3..9.3:3.703./.-.2 .../.3  !0740..3!%909.73.9 2.3205:9.  !0740.7 -.

3:3.3-.3.73.9./.3 -.../.70.078.84.3 3.5.35020739.8.3.3507..33.3.347.9.9..7.  503:3:..8.3::2909.3.392.35:9:8.50740.9.3..3.3/.50740..$0/...33.:-.9.3..3-.340507.47.34-05.5.3 .3.0.3./. 30.7:.3...20../.89.8...././.9.5../..50740...350740.8.3...7..2..839073...3..8.3:3.50740.33.3.3/..-02.:.74-05.  ..7  :.-.3.3.3-07/.3 .703.9.3 .9-07/..9...3:3.!.8.3050393.                 ..8.3..3..3:9.39/.3/.3 -.3502-0/.3.3 3.9.50740./.7./.3./.3.3507-:..3/542.  -.3..8  9:.... /23.9.9.97.7./.8... 3.5.89.3/5070/.3/03.50740.  5028.:507.7203:.8./.89../9039:.507:-.32.3:3.38.  502..33.-.3.3::2 .3..7.3.74-05.703.74-05.3-.75005./:..-.2507074.3.3%/.3..3.34003907 8079..3.33.8.50740.8.5.7../.80-.78.50740.39:2/./.      %%#!%&!%  &39:203039:..8:.3.9.1 .3-08.50740.5.3..  .32025:3..-.89..33.74-05.3907..50740.7:.3 /00./..3.  502-07.8. 3. 0:.3.75005.3/.38.8 507./.3  507./.2.89.!0740.3..74-05..38.33./.278./.:..43.50.3.3/909.3:39:/:3.357-. %.3::2.3/.50740..3/.7!%.:39:503003.  502-07.72.5...... 97.9 438:./.3.3 3.  3. ..5 3.74-05..3.3203.!0740.3.33.0.74-0 !./.!%.-.89./.5.:-.3 3.7.03..71!.8.

9. ..8  ./. !0740..9.9 3 /9072..3     .3.50740.89.703:.5  !   %09.3%7.3..3. !   ...  !07: 203. /909..9.#5  !.89.  . 80/.3 80-08.5. !.907:9.7 -.73. /.#5   .3 /:3.#5  .7#5  .2 :-:3.38.#5  .0--08.3#5 #5   !0740.!%..9.3 9.3  %.3/:3.88--  %..75.!. /909.5./ . %/..7/.03.8...4-05./. 7:5.3 -0!..7.9.7..7:8/808:.3 -0!.32023.9/73..-0 0.3 2..3 :7:8 8.3...2. /.%/.8:.!0740.71 !.9./.8/.3 -0 !.3!%80-08.3 0:. !02.2 5:: :9.7.3-.!0740..9.380-08.3 ..8.3.9.9.  ./ ./. 40 47.8 /.3./..5 .7  2..5..:.3 80-08.50740.38..%7.3:3.3 ..507803  $0-./.97.3 57-.3 !028.03.7:     .3.3/03..7-.82.3./.!0740.3 909.8..3 -0!.!.3 -.-0 .3:3.!0740./ 202-0 80-/./03.78 09:7:3..9/.30!078074. !02-07.3 -.8:...7 #5   03.7%:.9. 3.3.3.38..!0740.8 /.8.!..-08.2 50308:.3 -0!..9: /07..-. 50740.709  $/72..3.  !%! 8073 203.8/.9073..3 !  .50740.  ! 0- 703/.34-05.34-05..73. 03.4394 5.3-./. .9 0.3-.8.3:3.3/03.7#5     !!%%$!# # $%  .3 -0!.

2.8: 8:.. 9072.0-.

3..3 -.9/.3.89..7 09:7:3.380.-.3:3.39.38:7.39.3.9./..7:8/-..7:83.9.33.3.3 -0!.3.3!07:8.3.3/907-9.7 9.30-.3203072..89. /.%2.39/. 2.3 -.3-.-08.7-0.!%..!..3./.3.5.3 -07...3 4005.: -07.. 03.907:9..9 !02/.7 -.3 05.:-. 9  94-07   $/7 /7./3.7:83.!0740.507803  .:5.9  ..907:9.8.9.%3. .!020739.3.3.3-07../. 50304.3.80.907:9.9.3&2:2 !07:2 !02-.7  34507803 /./.!%.3.9090703.8 50740.9.9./.3. /.8.:-.3-.8/3..39.3 . /.9.7 8.715.50740./...50304...3.!0304..9.7 8973.#5  .:5. /05.9.8..3/03.3:3.3..3 ..3-07.3 20250740 9.   $0/.8.3  $0/.3.3:3. %/.3.8 %09.8/.3 :7:8 .: 5..9.7#5  .3 -.503072.380.89.3.3        .8.3.3/03..3 -0!.3!02/./..907:9.9 02-..3 /-07.3..3.3/-07..!0740.205:9409..3.9.7-0.03.-08.3/50740$/7/7.%3.3 -0!.!0740.5.33.9.790203 !02/.%3.9.3:3.80-08.9 02-.3.3.9: 09:7:3. . /./.850740.....850740. !07:23.9-:.03.3:3.71 /:.5./.9. .3..9.7.3.9..8.3.73.:5.: .790203 !02/.9..07.$/7/7.3. .:-.3.89./..  ! ! #5  !..89.7502-07.-.7 -0.3.7:83.9.3.3../.3.9.8907 /03.3.3:3.....3:3..9. .8.843.8.. /.8 50740..73. #5  #5     !!%!# #!# !  !0740. /. !020739..5::2. .3  8.305.3  /.  ! %! #5   .3.3#5 #5   ./.3.9.3/03.80-08./.3-07.!%..8!%.3 !07:2. .3:7:82../.3:3.9....9.2:3..3 .9.3!07:23.!.3 80.8 50740.

9/907-9.3507.3!%..3 /-0/.95:9:8.9/-:.75005./.3...19..0..  2.7..8/.3.3!%.9/-:.89.3!%..3.39470.././.3  !02-07.3.3/.3$:7.7:8/:3.8.-.3!%.3 2..903.%.9/-:.8.33.-..9/.9907:9.89.3947!48.3203.7 :.2.5  -. !!% .9.9.-.3947!079./.3.3...3!078058 . 2..3.90..3.3.9$0947.3.89....9.8/.3  5:9:8..:9025.3/.3  50203.50740.8.3.3:3.9/.80.9.3.3 /.9907:9.905:9:8.3.3907:9.9 9.3.9/..0.9.:349.3.2 2..3.80.9.850740.3:93.80-.3....9.3::2..3/9..39475079.8.3 /9.3.-0 2.8.3.:...3/9./.9502-.9.3.9/.34005.9..3/.. 2.3.3907:9./.../.3!%.3/50740/.80..7:/:.!0.9503:3:.:-.9.3/..9/-:..9.7..3/03.  502.33.7 2.-:5./.3.3.8.3!%../.3/9.80../.3/.  ./.9907:9.9 2.3/.:-.3!% ...9..9907:9.:!0.9.3.9..3/././..7..9/-:.3.3.8.8. .3.7.990:9.8.9/907-9..  0.80.9.7:.9907:9..:.3-07  8.3 .9!02-:.8:..9.9.3/9.4005.8./.9.3 !%.350  .9./.3507../.3..8.8.89.9907:9.80.   !.9..3/ 9.905:9:8  .3./3.3!%.80.3!%80-02.3:39:502-0 /9.3 2.80.3::2.3.9.9/..3203/.3.-.9/-:.8.3-..3.3/. 9.3:9.  9.  -.9907:9..9..85. 9:.9/.75005...9907  &9.-.8./.38:7.3. 2.0.8:7. 2.8.9. $%%#&%!% $.3!%...33.9.3. !.  5028.78 78..9907:9.3:3./23..7:8/:3.3.80.9907.3/9:3:4003907 0:.3502-07.32025:3.3909.30.3-..  502-07.9.7.3.9.8.3:9.0:.9907:9.3.3..3.3380.3/.3.9.9.25078074.9907:9.3.3502-07.3 503/.3:3.3!%.80.80./.7203:.

2..7%.9.8.-.3..2..3../.3:3.8.3 $% $:7.50.502-07.9. .. /.9.:.5..9203.2./709:7 03/07.30./..8$:.49.!0740.3:7.3.3:7..30-07.3:3.35023/.5..3.3.3.90909..:-.9:0909.3 .-5.703.3.8%.2-.!. ! /.3.3 5:9:8.7 $ $:7.9.5..3.8%.9    !#  #%  !&# !!% .9   .9./.3..!0740.3./.7:/.30.05.3.3.

9.3.05..8%... 503072.3.8 -:.3 .9./.3.3/.:.3/.9:05:9:8. 050393.3..8%.30-07.9203:3:.3/.9.3-.-0.9:9:9/. /03.5.3:2..3 0-07.!0740. /:.35.30-07.398--.3..90909.5..34050..3203:7:95079:3.8%.33./..2-..5.9./.3 $  !03.3.3 202. 050393.70:.-:.3/.8./..203.:203:3:.3.30.:.2.0.3 05:9:8.3  $  !03.9-07:5.90-07.3$:7.9.3$:7..3!  703!.3..3.-:.3./9072.398- /.9/503:.9.3703!..5.:9.30.:.-08../-:9503072.9.80-07.3/.5.9/503:.90-07.50372.703!.2..90-07.9.3.:203.70:. /:.:.30-07..9.3.7:8202-0705:9:8.!/.3/:. !03072.9.398--.80-07.2-.-..8/.380:7:3.33.9..: $ 0.-:9503072.907:9.2-.5.33.:80-.8.9.9.3.3:3.2-..3.320302:.:2.90-07.3/8079.34050.9.9.3 80../.-0.9703 !.3:3.5.80-07.   .3.$.3.2-.2.3$:7.8..9.90-07.3$:7..3. %.-: .9.3..5.3.9.3/..3.3907:9.9 9.30.380:7:3.9./.  %.30..9:5.8.3/-07.3.3:7..3./.:80-.9/.. /03.:...9.8%..3/.$:7.3 5.0-079..3/. %.88:.3.  -:.202-078:.5.9.5/.30-.30.90-07.3.3/4308.2.8 -:.3 /./9.3.9.8.3/8079..90-07.:..380.80-07..9.8..3/9072.390.5.:.3703!.7:8/.3/.3.:548907..:$.3 ..0.:. ..3/9:3::39:9:./.!0740..$.8/..9.9.0909..3.3 80..9..90909..90909..3/9072.3...703.3.380.3/-07..9:5.3 2034.9.3.7 $ $:7.9: $:7.: 548907.9.3..  -:.-.3/9:3::39:9:.73.3./.9.9.3:2.9:9: 9/.:.9.3.:203.5./.320302:.3203:7:95079:3..-.3/4308.3 .9203..3 .3 !/03.8.90-07. 5.3.5. .5.3..3.9.-. .... 203.3.3 /703!.38:7.!0740. .9.9.8.9.8.3907:9.3/-07.-0.9-07:5..703..9..9 9..3.3$:7.9/.9703!.7:8202-0705:9:8..:$%.9: /:.3 05:9:8.3/9072.3:3.!0740..3$:7..9.503072.2-.7:8202-0705:9:8.7 $ $:7.9.3.3 !/03.9203. .3 /..3 2034.9.9.3.30..8 0-07.0.320.:-:950372.35.7:8/.3:3.3    !#  #%  !&# !!% !/.  703!.3/.9203.8 -:.3-.30:..-5./9072.9./.3.3/:.9.

907:9.907:9.3-.3 !03:7.3 -.3  .-:.3703!.3!%.73.!0740../.3/3 .2-..:. 2.8/.3203.9. .3 /03..3:39:0.503.3:3.3502-.5./.3.7.3/03.:-.9.9072.8.3.2.5.30-07.3. .9:/07.3/9.9:05:9:8..3:3.3./.-08..9.9/.202.3 $0309.9.78 09:7:3.:39:203.3!% !03:7.3!03008.9....305.9.3/3.50740.3.3 !-07.3:39:80..89.398-/.2../..9.7:83.3 5./.73.70:39:3..80-08.:.8  -:.3!.8/.3848.9/./.3/02-...3 &39: 203039:..3.. !$!  5.9.9...2.3.5. .3-.505:9:8..03.3-:3.3503//.. -079::.:2.3/.3/3/9072.!.93/9072.-0.8%.3    #& 0.357-.8:8:.2-.9: /:..5/..3.907.9.5. 2.3.7-..:80:7:3.8 /-07.3  0-07.3.380.30:.-:.3  !:.2:-:3.3. 80-.-..9.-.9.30-07.85072443.3.:.0.9.!0740./../..!%.!0750.9. ./.8.30-.9..3 .32.7 /.202-078:.8/:.40 47.3.3..9.9..3.9/.:5072443.3.71!.8%.00-./.90.850740.8503:7.3.3802./.3.8..3 .3!%/ 507:3.3 !% ..50740..9.3.3:7:88.7.3:3.75. %...390.:.2.380-08.80/.3 !%/.9/.3./.8/.9/.9/.3.9.:.780-:.!.3 %/.7./.3-08.

8/..3.907:9.8 50740.3.3:3.3-.3-..3-..850740.357-. -.3:3..89..7 /.3 /:..3.:5.3  !0740.3.3/03.380-08.907:9./.9.89..3.3 ::29079039:/03.3.3.3.3 $0/..715.9.7502-07.3.7-0.309:7:3./.8.: -..9.3..9..380..39.7:83...7-0././.3..3:3.507803          .5::2...380.3203072.89.9  34507803 /.3.9./.3.8907 /03.3.80-08.7:83.9.9.3 /.9.9.:5./80. 50304.8.3:7:8/.47.9..

3 %047 /.25. ./  !0307-9 $.39 $  !075. 4394 !0307-9%. 25.8.:3..02-.79.:4   !075.02-.3 !0307-9 3/ 4.      0..3   ..79.3/ !.2434 $     %0708..       :/...20/./#:8/ !09:3:!0.8.8.79..3.97. :/...3$!% !!!.9 .3 !007.3.3.25.547.3!024943.:$8.. ..-47.8.3 0.79.8.3.8. .2-.7 038 $!% !! 7. .02-.!038..  .79.     .3!!  !0307-9$:37.       $:57.79.    .38 !075.98038$!%%...89..038$!%9..19.3 !7-. 7.3 ..:3...79..3 !.448 .9  !% $.3!!  $0:-:3../ !0307-9 !% 3/08042547.3 !0.3!!! 7.      7 $:..2: 4.303. .7/  !0703.2..3 $  43.07.22.79.       $9 #082  !075.3.0/.7 .79....8:8 ::  /8   !0307-9 $.02-. !0307-93/ 4.3 ::   !0307-9 $.79.    :../ !0307-97.02-. 8809.       .     .3 !030947.3 !7-.3  8079.7 :39.3820 /.7!:89.9.3 7.         .  ::  /.3 !079:3.7.3!! /.3 3/4308. 0..3!.9 .  !0307-9 $.3!7-.9 !0/42.394  ..3/:..3.3 3/4308.79. ..8.3!7.703825.9 .