MODUL

“PERPAJAKAN”
D3 KEUANGAN DAN PERBANKAN

PENYUSUN :

ADIYAS, SE.,MM. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Jl.RS. Fatmawati, Pondok Labu Jakarta Selatan 12450  021 – 7692856 2010

MODUL

“PERPAJAKAN”
D3 KEUANGAN DAN PERBANKAN

PENYUSUN :

ADIYAS,SE,MM
Nama Mahasiswa Nomor Pokok Mahasiswa Semester / Kelas Nama Dosen : : : :

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
Jl.RS. Fatmawati, Pondok Labu Jakarta Selatan 12450  021 – 7692856 2010

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas Rahmat dan karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan Modul Perkuliahan Perpajakan ini. Modul Perkuliahan Perpajakan ini berisi ringkasan materi perpajakan yang sudah disesuaikan dengan Satuan Acara Perkuliahan, sehingga diharapkan dapat menunjang pencapaian kompetensi keahlian yang diinginkan. Penyusun menyadari bahwa modul ini belum sempurna, karena itu saran dan kritikan dari semua pihak sangat diharapkan guna perbaikan di masa mendatang. Pada kesempatan ini penyusun menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu hingga tersusunnya modul ini. Terakhir penyusun berharap semoga modul ini bermanfaat bagi mahasiswa Program D3 Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi khususnya dan umumnya bagi paca pembaca sekalian.

Jakarta, Januari 2010 Penyusun

Adiyas, SE.,MM.

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Gambaran Umum UU PPh ……………………………………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 21 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 22 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 23 …………. Kebijakan dan Teknis Pemotongan PPh Pasal 24 …………. Kebijakan dan Teknis Perhitungan Penilaian Persediaan, Penjualan dan Pengalihann Harta ......................…….....…. Kebijakan dan Teknis Perhitungan Penyusutan, dan Amortisasi Aktiva .........................................……….….

i ii 1 11 23 36 42 47 61 67 74 84 90 97

Kebijakan dan Teknis Perhitungan Pajak yang Terutang (khusus WP Orang Pribadi) ...................................…………. Teknis Perhitungan PPN dan PPnBM .................................. Kebijakan Umum Mengenai PBB ……………………………. Kebijakan Umum Mengenai Bea ……………………………. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.....................

ii

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA

1

MODUL PERTEMUAN I

Perpajakan (3 SKS)
POKOK BAHASAN

GAMBARAN UMUM UNDANG-UNDANG PPh

ADIYAS, SE, MM.
A. PENDAHULUAN Pajak Penghasilan (PPh) merupakan salah satu sumber

penerimaan negara yang berasal dari penghasilan masyarakat. Dalam proses pemungutan perlu diatur dengan UU agar dapat memberikan kepastian hukum, sesuai dengan kehidupan dalam negara demokrasi Pancasila. Dalam sistem peraturan perpajakan yang lama, pengenaan pajak atas penghasilan diatur dalam beberapa UU, yaitu : Ordonansi Pajak Perseroan 1925, Ordonansi Pajak Pendapatan 1944, UU Pajak atas bunga. Dividen dan Royalti 1970, UU No. 8 tahun 1967. Sejak akhir tahun 1983 pemerintah mengadakan pembaharuan peraturan perpajakan di Indonesia/Reformasi perpajakan Maksud dari pembahuruan pajak itu adalah umtuk menyederhanakan struktur pajak, seperti jenis-jenis pajak, tarif dan cara pemenuhan kewajiban pajak. Sistem pemungutan pajak lebih banyak memberikan tanggung jawab perpajakan pada diri wajib pajak (WP), dengan menganut simtem selfassesment. UU Perpajakan itu meliputi: UU no. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (PPh). Dalam UU Pajak Penghasilan ini mengatur materi pengenaan pajak yang pada dasarnya meliputi: subjek pajak (siapa yang akan dikenakan ), objek pajak (apa yang dikenakan atau penyebab pengenaan

1

Sedangkan tatacara pungutannya diatur dalam UU tersendiri. akan mudah menguji perhitungan pajak yang dilakukan oleh WP. Hal ini akan meningkatkan kesediaan WP untuk membayar pajak. b. Tarif untuk orang Pribadi/Perseorangan sama dengan tarif untuk Badan dengan tingkat tarif maksimal yang lebih rendah daripada tarif lama.pajak) dan tarif pajak sebagai cara penentuan jumlah pajak. Demikian juga bagi Kantor Pajak. 2 .Tarif pajak ditetapkan secara wajar berdasarkan prinsip-prinsip pemerataan dalam pamungutan pajak dan keadilan dalam pembebanan pajak. Struktur tarif disederhanakan dan bersifat progresif. Adil dan merta.6 Tahun 1983. c. Meningkatkan kerelaan membayar dan bertambah mudahnya bagi administrasi pajak untuk menguji akan lebih meningkatkan kepatuhan WP. B. tarif marginal tertinggi adalah 35%. bagi Wajib Pajak (WP) akan mudah melakukan penghitungan jumlah pajak yang harus dibayarnya. KEBAIKAN-KEBAIKAN SISTEM PERPAJAKAN YANG BARU Ada bebrapa kelebihan atau kebaikan pada penerapan sistem perpajakan yang baru. artinya semakin tinggi penghasilan semakin tinggi pula persentase tarif pajak. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak. d. Mengurangi pengalihan penghasilan dari badan kepada perorangan atau sebaliknya sebab pengalihan semacam itu tidak memberikan manfaat kepada wajib pajak. tarf pajak diberlakukan sama terhadap tingkat penghasilan yang sama dari manapun penghasilan itu diterima atau diperoleh. antara lain : a. Serderhana. yaitu dalam UU no.

Sistem pemungutan a. Sistem Baru a. Hak & kewajiban WP jelas. b. Official a. c. 2. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hak & kewjiban WP tidak jelas. self assessment. d. ditentukan oleh WP sendiri assessment. b. hanya ada satu jenis pajak. PERBEDAAN SISTEM LAMA DAN SISTEM BARU Adapun perbedaan sistem perpajakan lama dan sistem baru mencakup hal-hal berikut ini : No 1. disederhanakan dengan memberlakukan satu peraturan PPh. d. b. sangat tergantung pada aparat perpajakan b.C. 3 . Mengeliminir adanya pajak berganda. sudah ketinggalan jaman. Bidang Struktur peraturan Sistem Lama a. peraturan pajak sangat beraneka ragam sehingga membingungkan wajib pajak. ada beberapa jenis pajak. adanya pembebanan pajak berganda. c.

ada berbagai bentuk insentif pajak a. Tarif Pajak a. 4 . pengisian SPT sebagai tindakan Hk c. menghapus segala bentuk insentif pajak D. adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. WP diperlukan sebagai “objek” a. SH. WP menghitung & menyetorkan pajak sendiri WP diperlakukan sebagai “subjek” 4. Soemitro. tarif pajak cukup tinggi c. DASAR-DASAR PERPAJAKAN Definisi dan unsur pajak menurut Prof. berbelit-belit b. tarif pajak diturunkan c. Dr. tarif pajak berlaku untuk WP badan & WP perseorangan b.3. lebih sederhana b. Tata cara pemungutan a. hasil pemungutan pajak tidak memadai d. pengisian SPT hanya sebagai laporan c. tarif pajak berbeda antara WP badan & WP perseorangan b.

Berdasarkan Undang-undang Pajak dipungut atau dengan kekuatan Undang-undang.Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki unsur : 1. yaitu : 1. 3. maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. ekspor produksi Indonesia di pasaran dunia internasional. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontraprestasi individual oleh Pemerintah. Tanpa jasa timbal atau kontraprestasi dari negara yang secara langsung dapat ditunjukkan. pajak merupakan sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Adapun fungsi pajak ada dua. 5 . untuk mengurangi gaya hidup mewah. Contoh : a. 2. Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau 2. yang berhak memungut pajak hanya negara. Pemungutan pajak harus adil (syarat keadilan) sesuai hukum. Iuran dari rakyat kepada negara. serta aturan pelaksanaannya. perlawanan. Fungsi regulerend (mengatur). Iuran tersebut berupa uang (bukan barang). Pajak yang tinggi dikenakan terhadap minuman keras (label Pajak yang tinggi dikenakan terhadap barang-barang mewah Tarif pajak untuk ekspor sebesar 0% untuk mendorong merah) untuk mengurangi konsumsi minuman keras. Digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Negara. pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 4. c. b. Fungsi budgeter.

seperti Pajak Penghasilan (PPh). E. Pajak subjektif. 4. 3. Menurut Golongannya : a. Pajak langsung. yaitu pajak yang dipikul sendiri oleh WP dan tidak dapat dibebankan/dilimpahkan kepada orang lain. Menurut Sifatnya : a. Di Indonesia diatur dengan UUD 45. yaitu pajak yang bepangkal/berdasarkan pada subjeknya dalam arti memperhatikan keadaan diri WP. yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dilimpahkan kepada orang lain. Pemungutan pajak. Sedangkan hukum perpajakan dapat dikelompokan menjadi Hukum Pajak Materil dan Hukum Pajak Formil : 1. Pemungutan pajak harus efisien (syarat finansial). pasal 23 ayat 2 : memberi jabatan hukum untuk menyatakan keadilan. Hukum Pajak formil. b. Hukum Pajak Materil (langsung). berdasarkan Undang-undang (syarat yuridis). 2. seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 2. 6 . seperti PPh. seperti Pajak Penghasilan (PPh). yaitu pajak harus dipikul sendiri oleh WP dan tidak dapat dibebankan/dilimpahkan kepada orang lain. memuat bentuk/tatacara untuk mewujudkan hukum materil menjadi kenyataan (cara melaksanakan hukum pajak materil). Sistem pemungutan pajak harus sederhana.2. baik negara dan warganya. Tidak mengganggu perekonomian (syarat ekonomis). PENGELOMPOKAN PAJAK 1. Pajak tidak langsung. 5.

Pajak DATI II (Kota Madya/Kabupaten). dipungut oleh Pemerintah Pusat dan digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Negara.b. b. b. 3. yaitu pajak yang bepangkal/berdasarkan pada objeknya. dan Pajak Bangsa Asing (WNA). Stelsel nyata (riel stelsel). seperti PPN dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). tanpa memperhatikan kedaan diri WP. Pajak Daerah. Pajak objektif. Pajak Pusat. Stelsel Anggapan (fictieve Stelsel). PBB dan Bea materai. Menurut Lembaga Pemungutannya : a. sehingga pemungutannya baru dapat dilakukan pada akhir tahun pajak. seperti PPN & PPnBM. seperti Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nomor (BBN) Kendaraan Bermotor. seperti Pajak Pembangunan. Pajak Daerah terdiri atas : - Pajak DATI I (Propensi). TATACARA PEMUNGUTAN PAJAK 1. 7 . - F. Pengenaan pajak atas dasar objek (penghasilan yang nyata). Stelsel Pajak : Pemungutan pajak dapat dilakukan atas 3 stelsel : a. yaitu pajak yang dipungut oleh PEMDA dan digunakan untuk membiayai Rumah Tangga Daerah. Pajak Penerangan Jalan. Pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh UU misal : penghasilan suatu tahun dianggap sama dengan tahun sebelumnya.

Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan WP yang bertempat tinggal diwilayahnya. Atas azas ini berlaku WP luar negeri. Sistem Pemungutan Pajak : a. b. Adalah suatu sistem pemungutan pajak memberi wewenang kepada WP untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang. Adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada Pemerintah (fiscus) untuk besarnya pajak yang terutang oleh WP. Merupakan kombinasi antara stelsel nyata dan anggapan. c. kemudian pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya. Self Assessment Syatem. Azas domilisi (azas tempat tinggal). Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal WP. Missal : pajak bangsa asing (WNA). 8 .c. Offcial Assessment system. b. Azas Pemungutan Pajak : a. Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara. 2. Azas sumber. besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan. 3. Azas Kebangsaan. Pada awal tahun. Stelsel Campuran.

Masyarakat enggan (pasif ) membayar pajak. Ajaran Materil. 2. Ajaran ini diterapkan kepada official assessment system.U seseorang dikenai pajak karena keadaan dan perbuatannya. Sedangkan hapusnya utang pajak dapat disebabkan beberapa hal. yang dapat disebabkan antara lain : a. Ajaran ini diterapkan pada seassessment System. Adalah suatu sistem pemungutan pajak memberikan wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiscus dan bukan WP bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh WP. Perlawanan Aktif. usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar undang-undang. b. 9 . c. Sistem kontrol tidak dapat dilakukan / dilaksanakan dengan baik. Perlawanan aktif meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan kepada fiscus dengan tujuan untuk menghindari pajak. Tax avoidance. Ajaran Formil. Perkembangan intelektual dan moral masyarakat. G. Utang pajak timbul karena U. 2. With Holding Syistem . Sistem perpajakan yang mungkin sulit dipahami masyarakat. yaitu hambatan terhadap pemungutan pajak yang dikelompokan : 1. Perlawanan Pasif . TIMBUL DAN HAPUSNYA HUTANG PAJAK Ada 2 ajaran yang mengatur timbulnya utang pajak : 1. bentuknya antara lain : a.c. Utang pajak tibul kaena dikeluarkannya Surat Keterangan Pajak (SKP) Oleh fiscus.

Tax evasion.000. 1.diatas Rp. 25. Tarif Progresif Tetap. TARIF PAJAK Ada 4 tarif pajak. 4. kenaikan persentase tetap.000. Tarif Degresif.3.Menurut kenaikan persentase Tarif Progresif dibagi : a.000.b. sehingga besarnya pajak yang terutang proporsional terhadap besarnya nilai yang dikenai pajak contoh : untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) didalam daerah pajak akan dikenakan PPN sebesar 10%.dan Rp. yaitu : 1.000.. 10 . ( menggelapkan pajak ). H.000. usaha meringankan beban pajak dengan cara yang melanggar undang-undang.50.PPh tersebut diatas termasuk Tarif Progresif Progresif. persentase tarif yang digunakan semakin kecil bila jumlah yang dikenai pajak semakin besar. Tarif tetap.. b. Tarif 10% 15% 30% Dengan demikian. Tarif sebanding/proporsional.000...- 3.PPh tahun 1995.25.000.. kenaikan persentase semakin kecil.000. tarif pajak menurut pasal 17 UU.000.50. Tarif Progresif Progresif. Lapisan penghasilan Kena Pajak (PKP) .– Rp. 2. Contoh : Besar tarif bea materai untuk cek dan bilyet giro dengan nilai berapapun adalah Rp. persentase tarif yang digunakan semakin besar bila jumlah yang dikenal pajak semakin besar.000.sekarang naik sejak tanggal 1 Mei 2000 menjadi Rp.Rp. dikenai pajak. tarif berupa jumlah yang tetap (sama) terhadap berapapun jumlah yang dikenai pajak yang terutang tetap.000. kenaikan persentase semakin besar.6. c. Contoh : pasal 17 UU. Tarif Progresif. Tarif Progresif Degresif.Sampai dengan Rp.

yang 11 . 10 tahun 1994 dan diteruskan dengan UU. Menurut Pasal 4 ayat 1 UU. penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomi yang diterima/diperoleh oleh wajib pajak. baik berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. A. MM.10 Tahun 1994.7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah menjadi UU. PENGERTIAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) Pajak Penghasilan (PPh) mengandung 2 pengertian.PPh No. SE. No. Pertama mengenai arti pajak itu sendiri dan kedua arti penghasilan. Pengertian pajak secara bebas sebagai suatu kewajiban kenegaraan berupa pengabdian serta peran aktif Warga Negara dan anggota masyarakat untuk membiayai keperluan Negara yang berupa Pembangunan Nasional yang pelaksanaannya diatur dalam UU dan Peraturan-peraturan untuk tujuan kesejahteraan bangsa dan negara. No. badan dan bentuk usaha lainnya yang dapat digunakan untuk aktivitas ekonomi seperti mengkonsumsikan dan/atau menimbun serta menambah kekayaan. No.Referensi : UU. Sedangkan Penghasilan adalah jumlah uang yang diterima atas usaha yang dilakukan orang perorangan. 26 tahun 2000 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 2 MODUL PERTEMUAN II & III Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 21 ADIYAS.

10 tahun 1994 pasal 2 ayat 1. Jadi pengertian Pajak Penghasilan (PPh) adalah suatu pungutan resmi yang ditunjukkan kepada masyarakat yang berpenghasilan atau/atas penghasilan yang diterima diperoleh dalam tahun pajak untuk kepentingan negara dan masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara sebagi suautu kewajiban yang harus dilaksanakannya. Azas Kebangsaan. 2. badan dan bentuk usaha tetap. Dengan kata lain jika penghasilan yang diterima bukan merupakan tambahan kemampuan ekonomis atau tidak dapat menambah kekayaan WP. Azas Sumber. tentang PPh adalah orang pribadi.3 dan 4. yaitu azas pemungutan pajak berdasarkan kewarganegaraan subjek pajak. warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan.No. SUBJEK PAJAK Azas yang berkaitan dengan subjek pajak adalah : 1.2. maka pengahasilan tersebut adalah penghasilan bukan objek pajak. yaitu azas pemungutan pajak berdasarkan sumber penghasilan yang diperoleh oleh subjek pajak. B. Azas Domisili yaitu suatu azas pemungutan pajak berdasarkan domisili/tempat tinggal subjek pajak. Kewajiban pajak subjektif orang pribadi/badan/ warisan dimulai dan berakhir pada saat : 12 .dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak (WP). Pengertian Subjek Pajak menurut UU. 3.

10 tahun 1994 pasal 4 ayat 1 dan 2. OBJEK PAJAK Secara teoritis objek pajak adalah keadaan-keadaan. - C. Sedangkan yang tidak tergolong sebagai Subjek Pajak adalah : - Badan Perwakilan Negara Asing Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Timbulnya warisan dan berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi. PPh adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh WP. berada atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. Sedangkan objek pajak dalam undang-undang no. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan WP yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Secara singkat dapat dikatakan bahwa objek pajak tidak lain adalah penghasilan yang diterima oleh WP. - Badan didirikan atau berkedudukan di Indonesia dan berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi berkedudukan di Indonesia. peristiwaperistiwa atau perbuatan-perbuatan apa saja yang selayaknya dapat dikenakan pajak.- Orang pribadi dilahirkan. 13 .

berikut ini adalah penghasilan yang tidak dipotong PPh pasal 21 : a. dan penyelenggara Taspen serta iuran tabungan hari tua atau tunjangan hari tua kepada badan penyelenggara Taspen Jamsostek yang dibayar oleh pemberi kerja. Kategori I adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh pasal 21 (form 1721). memperhitungkan.21) Sistem pemungutan pajak di Indonesia. c. Penerimaan dalam bentuk natura. b. Tahapan Dan Istilah Dalam Menghitung PPh Pasal 21 : Dalam melakukan perhitungan besarnya utang pajak PPh pasal 21. berapa tahapan dan istilah berikut ini perlu dipahami dan dimengerti dengan baik. Iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya disahkan Menkeu. Yang termasuk dengan masyarakat disini adalah mereka yang termasuk dalam kategori besar berikut : 1. khususnya pajak penghasilan. 2.D. sekarang berlaku sistem self assessment. 1. Kategori III adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh WP Badan (Form 1771). Dalam sistem ini masyarakat diberi kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menghitung. Kategori II adalah mereka yang wajib mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh WP Perseorangan (Form 1770). 14 . Kenikmatan berupa pajak yang ditanggung pemberi kerja. Disamping penghasilan yang terkena pemotongan PPh pasal 21 diatas. 3. PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (PPh. membayar dan melaporkan sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang.

750.menempati rumah berikut mobil dinas yang dinilai sebulannya Rp. 1.25.000. 100.000.125. Rp. Rp.tunjangan kesejahteraan keluarga Rp.000.Penghasilan Bruto : Yaitu seluruh penghasilan yang diterima oleh WP sebelum dikurangi dengan pengurangan-pengurangan yang diperkenankan oleh UU. 150.. Diketahui juga karyawan tersebut memiliki 1 orang anak dan istrinya tidak bekerja. Rp. Maka penghasilan Bruto karyawan tersebut dapat dihitung sebagai berikut : Gaji Tunjangan kesejahteraan Tunjangan kemahalan Tunjangan jabatan Iuran asuransi kecelakaan & kematian Total Penghasilan Bruto Catatan : Nilai rumah dinas dan kenderaan tidak dimasukkan dalam penghasilan bruto karyawan.tunjangan jabtan Rp.000. Penghasilan Neto : Penghasilan neto adalah penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan. Rp.- 15 .- Rp.000.000.000.-.100.150.dan mendapatkan iuran asuransi kecelakaan dan asuransi kematian Rp.100. 25.. iuran pensiun dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).000. Ketetapan mengenai Rp. berupa biaya jabatan. iuran pensiun dan tunjangan hari tua.000. 400.000. 750. 100..000.000. karena disisi lain perusahaan tidak memperlakukan natura tersebut sebagai salah satu unsur biaya perusahaan.tunjangan kemahalan Rp. Contoh : Diketahui seorang karyawan mendapatkan gaji pokok Rp. sehingga natura tersebut bagi karyawan yang menerimanya bukan merupakan penghasilan.

000.000. dengan setinggi-tingginya Rp.- Rp.125.000.100.Tunjangan penetapan iuran Hari Tua pengaturannya demikian sama tidak dengan tertutup pensiun. 216.000.25. namun kemungkinan bagi pemberi kerja untuk menetapkan secara nominal.Khusus untuk penerima Pensiun.- 16 . .000. dengan setinggi-tingginya Rp. Contoh Dengan soal yang sama pada contoh diatas.Rp.150. 54.Biaya Jabatan ditetapkan 5% dari penghasilan bruto.000. penetapn besarnya penghasilan netonya dilakukan dengan cara penghasilan Bruto (PB) dikurangi dengan iuran pensiun dengan ketetapan yang sama dengan yang diatas. sepanjang tidak melebihi nilai maksimum seperti yang ditetapkan untuk besarnya Iuran Pensiun diatas.000 setahun atau Rp.125.000.besarnya Biaya Jabatan. 56. 1.000. 648. maka untuk mencari besarnya ppenghasilan neto (PN) adalah sebagai berikut : Gaji Tunjangan kesejahteraan Tunjangan kemahalan Tunjangan jabatan Iuran asuransi kecelakaan & kematian Total Penghasilan Bruto Pemotongan/Pengurangan : Biaya jabatan 5% x 1.sebulan.100. 18. Iuran Pensiun dan Tunjangan Hari Tua diatur sebagai berikut : . Rp. Rp.000. Rp. Rp.= Rp.setahun atau Rp.Iuran Pensiun ditetapkan 5% dari penghasilan bruto.sebulan .. 750.000.000. .

. = Rp.- E.000 2.500.000.18.000 960.000. 2006 7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut ini : Departemen Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : I.000 1.000 1.880.000. Untuk mendapatkan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) adalah dengan cara mengurangi Penghasilan Neto (PN) dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).728.- Biaya jabatan yang diperkenankan Iuran Pensiun yang diperkenankan THT 1% x Rp.Jumlah potongan Penghasilan Neto (PN) = Rp.200.000 17 .00 13.045.840. = Rp.440. 2009 . s/d 1989 2.500.440.880.200. 54.440.200. = Rp.000 15.728.000 1.1995-98 4.000 2.000.000 1.000 720.320. Pengaturan mengenai besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) telah mengalami perubahan sebanyak empat kali.000 15. 2005 6.840.000 864.7. 750. Penghasilan Kena Pajak untuk WP orang Pribadi : Dalam rangkaian mencari besarnya utang pajak adalah penghasilan kena pajak (PKP).Tambahan seorang istri 960.000 1. = Rp. PENGHASILAN KENA PAJAK (PKP) DAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 1.000.000.000 480. sedangkan nilai uang menurun (inflasi).0 00 1.Diri WP Pribadi .000 13.000 1.000 1. karena disesuaikan dengan perubahan harga kebutuhan pokok yang meningkat. 1.+ 79.000 12. 1990-94 3.Tambahan WP kawin . 1999-04 5.

480.000. 30 juta = Rp.320.440.000 + = Rp. 15 % x Rp.000. 30 juta = Rp. anak angkat yang tanggungan maksimal 3 anak.000 1. 25 jt Rp.000 + Total Tarif Baru : 10 % x Rp.000 720. 10. 10. 15. UU PPh 1983) 0 10 jt diatas s/d Rp.000 0 12.Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah & keturunan.000.500. 1.000 1.000 3.000 2.000 9. 50 jt Rp.000 864. 80 juta Tarif lama : 15 % x Rp. 50 jt Rp. 10 juta = Rp.000 = Rp. 50 jt = 15 % = 25 % = 35 % 0 25 jt diatas Tarif Baru : ( Ps.1994) s/d Rp.000 25 % x Rp. Total 2. Untuk memperjelas apa yang sudah diuraikan diatas.yang penghasilan digabung penghasilan suami .000 35 % x Rp.250. 22.0 00 1.200.500. 25 juta = Rp.200.00 0 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Pasal 17 : Tarif Lama : ( Pasal 17. 17 UU no. maka berikut ini akan disusun kerangka 18 .750.000. 30 % x Rp. 25 juta = Rp. 50 jt = 10 % = 15 % = 30 % Cara Perhitungan Pajak Terutang : Misalkan Pajak Terutang nilainya Rp. 40 juta = Rp.900. Menghitung Pajak Terutang : Langkah terakhir untuk mengetahui berapa besarnya utang pajak adalah dengan cara mengalikan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) dengan tarif pajak yang berlaku.000 1. 10. 10 jt Rp.

Rp. .000) Jumlah pengurangan Penghasilan Neto (PN) Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : Diri WP Tambahan status kawin Tambahan tanggungan Jumlah P T K P Penghasilan Kena Pajak ( P K P ) ………. xxxx xxxx Iuran Pensiun 5 % x PB maks Rp.H.T. Rp..000 (1. xxxx + xxxx Rp.……. Rp. 648. 5 % x PB maks.000) 5 % x PB maks Rp. ……….000 ( 432. xxxx + Rp. xxxx Hutang Pajak PPh-21 Contoh : 19 . xxxx (Pajak Progressif) 0 25 jt diatas s/d Rp. Rp.mengenai perhitungan PPh-21 khusus Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi sebagai berikut : Penghasilan Bruto (PB) Penghasilan lainnya yang tidak boleh dikurangikan dari Penghasilan Bruto Jumlah Penghasilan Bruto (PB) Rp. 50 jt Rp.000) Rp Rp.296..000 ( 432. xxxx Pengurangan-Pengurangan : Biaya jabatan T. 216. 25 jt Rp. xxxx Rp.. 216. xxxx Rp. 50 jt x x x 10 % 15 % 30 % = = = = Rp. xxxx xxxx Hutang Pajak = PKP/tahun x tarif pajak PPh pasal 17 = Rp.

909. 75. 864.= Rp. 3.000.742. maka untuk mencari Penghasilan Kena Pajak. Selanjutnya Pajak terutang PPh-21 dapat dihitung : Total Penghasilan Bruto (PB) Total Penghasilan Neto (PN) sebulan Total Penghasilan Neto (PN) setahun Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) : Diri Wajib Pajak (WP) Tambahan status kawin Tambahan tanggungan Total PTKP Total Penghasilan Kena Pajak ( P K P ) = Rp. 1.090. yaitu Total Penghasilan Bruto (PB) dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).67 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK Nomor : KEP-259/PJ/2001 Tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan yang diterima oleh Pekerja sampai dengan sebesar Upah Minimum Propinsi (UMP) Atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Pengenaan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pekerja s. = Rp.= Rp.000. 909.465.125.1.000 + = Rp.- Pajak Terutang PPh-21 /tahun = 10% x 9. = Rp.000.000 12 Jadi Pajak Terutang PPh-21 /bulan = Rp.728.000 = Rp.000 864.000.090.Dengan soal yang sama pada contoh sebelumnya.741. 1.045.000 = Rp. 75.d.Pajak Terutang PPh-21 /bulan = Rp.- = Rp. 9.500.- = Rp.546. UMP atau UMK 20 .000. 12.

00 Pajak Penghasilan yang terutang : 5 % x Rp. 25.d. 25 juta 25 juta s.000.d.000. 100 juta 100 juta s.- Contoh : Penghitungan Pajak Terutang Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Jumlah Penghasilan Kena Pajak Rp.000.d. 1.d.000.000.880.00 = Rp. 300. 2.000.250. 50 juta 50 juta s. UMR yakni ditanggung Pemerintah Berlaku 01 Januari 2001 TARIF PAJAK ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI (UU RI Nomor 17 Tahun 2000) PKP PKP PKP PKP PKP > > > > > 0 s.00 21 .d.Dipersamakan dengan Pengenaan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pekerja s. 200 juta 200 juta Tarif 5 % Tarif 10% Tarif 15% Tarif 25% Tarif 35% Penghasilan tidak kena pajak untuk WP Dalam Negeri Rp.

000.000. 71.00 = = = = Rp.000. 2. 100.000. 50 juta PKP > 50 juta s. 100.10 % x Rp.d.000.00 Rp.00 TARIF PAJAK ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (UU RI Nomor 17 Tahun 2000) PKP > 0 s. 100 juta PKP > 100 juta s.d.00 25 % x Rp.000.000.d Rp 50. 35.000.00 Rp.000. 25. 200 juta Tarif 10 % Tarif 15 % Tarif 30 % Tidak diberikan pengurangan PTKP TARIF PAJAK PENGHASILAN (PPh) WP Pribadi (WP OP) ( UU NO.000.00 (+) Rp. 25.000.36 TAHUN 2008 ) (1)Tarif Pajak yang diterapkan atas PKP bagi : a. WP Orang Pribadi dalam negeri adalah sbb : NO 1.000. 2.000. 50.000.00 15 % x Rp.d Rp 250 juta TARIF PAJAK 5% 15% 22 . 7.00 35 % x Rp.000.00 Rp.Diatas Rp 50 juta s.d.000.500. LAPISAN PENGHASILAN KENA PAJAK 0 s.250.500.000.

599/KMK 04/1994. 4. BUMN dan BUMD yang melakukan pembayaran Bank Devisa dan Dirjen Bea dan Cukai. barang b. atas impor 23 .d Rp 500 juta Diatas Rp 500 juta 25% 30% b. PENDAHULUAN PPh Pasal 22 merupakan pembayaran PPh dalam tahun berjalan yang dipungut sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan usaha dibidang lain. 10 tahun 1994 Keputusan Menkeu No. Kep. Pemungutan PPh Pasal 22 : a. Diatas Rp 250 juta s. SE. Dirjen anggaran. Pajak Badan dalam negeri dalam Bentuk Usaha Tetap (BUT) adalah sebesar 28% (dua puluh delapan) Referensi : Pasal 21 UU. Dirjen Pajak No.2 Tahun 199 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 3 MODUL PERTEMUAN IV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 22 ADIYAS.PPh.3. tanggal 21 Desember 1994. MM. Dasar Hukum pemungutan PPh Pasal 22 : Pasal 22 UU No. A. bendaharawan pemerintah (pusat dan daerah).

e. C.atas pembelian barang dan dananya berasal dari belanja negara dan/atau daerah c. SUBJEK YANG DIKENAKAN PAJAK Yang merupakan subjek dari pemungutan PPh 22 adalah : a. kertas. Badan urusan logistik (BULOG). Semen Indocement. b. rokok. d. atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu kepada para penyalur dan/atau agennya. Badan usaha yang bergerak dibidang industri semen. Penjualan hasl produksi atau penyerahan barang. Semen Nusantara. 24 . Impor barang. b. kertas. baja dan otomatif atas hasil penjualannya di dalam negeri. PT. rokok. B. OBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Yang merupakan objek pemungutan pajak adalah PPh 22 adalah: a. Semen Cibinong. Termasuk pemungut PPh pasal 22 atas penjualan semen dalam negeri adalah : Distributor Tunggal/Distributor Utama Semen Produksi : PT. d. c. yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak. atas penjualan hasil produksinya kepada para penyalur dan agennya. e. PT. Pertamina dan Badan Usaha selain Pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis Premix dan gas. Importir Rekaman Pemerintah Konsumen semen. baja dan otomatif Para penyalur dan agen pertamina dan badan usaha selain pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis premix dan gas Para penyalur dan agen BULOG.

d. Nilai Impor. misalnya impor mobil untuk pameran atau reli dan setelah pameran atau reli selesai. Harga pembelian. E. Pembayaran atas penyerahan barang ( bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah ) yang jumlahnya kurang dari Rp. c. Atas Impor 25 . Impor barang-barang dan/atau penyerahan barang-barang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan tidak terhutang. PPh pengecualian ini harus dinyatakan dengan Surat Keterangan Bebas Pajak PPh Pasal 22 yang diterbitkan oleh Dirjen Pajak . Harga jual lelang. b. TARIF PEMUNGUTAN a.D.000. mobil tersebut diekspor kembali. DASAR PEMUNGUTAN a. F. Impor barang–barang untuk pameran atau keperluan lainnya yang dipergunakan di Indonesia bersifat sementara dan setelah keperluan barang dimaksud diekspor kembali. b. PENGECUALIAN PPh PASAL 22 Yang di kecualikan dari pemungutan PPh pasal 22 adalah : a. c. Impor barang-barang yang dibebaskan dari bea masuk yang dilakukan kedalam kawasan berikat dan Entrepot Produksi untuk tujuan Ekspor(EPTE) berdasarkan ketentuan peraturan perundanganundangan yang berlaku. 500.-.

c. Pemungutan PPh Pasal 22 atas penyerahan barang atau penjualan hasil produksi dari Pertamina dan badan usaha selain Pertamina yang bergerak dibidang BBM jenis Premix dan gas dan BULOG bersifal final. Rp. Atas Penyaluran gula pasir dan terigu dari Bulog : 1.3% dari penjualan untuk SPBU swasta. 6. kerta baja. 38.25 % dari penjualan untuk SPBU Pertamina dan 0. 53. Atas pemberian barang yang dibiayai dengan APBN atau APBD tarif pemungutannya sebesar 1. b. Atas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang yang dilakukan oleh: a. Tarif pemungutannya ditentukan berdasar ketentuan yang ditetapkan pleh Dirjen Pajak . 26 . Rp.-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada penyalur. 650. Yang tidak dikuasai.-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada pembeli lain. yang menggunakan Angka Pengenal Importer (API).-/ kuintal untuk penjualan gula pasir kepada grosir. Rp.5 % dari harga lelang. 3. Rp. Bulog.-/ kuintal untuk penjualan kepada pembeli lain. c.-/ kuintal untuk penjualan terigu kepada penyalur. Yang tidak menggunakan API. 380. tarif pemungutannya sebesar 2. tarif pemungutannya sebesar 7.a. Pertamina dan badan usaha selain pertamina yang bergerak diubidang BBM jenis Premix dan gas.5 % dari nilai impor.-/ kuintal untuk penjualan kepada grosir.5% dari harga pembelian. Rp. Rp. e. rokok. tarif pemungutannya 7. yang ditunjukan oleh Kepala Pelayanan Pajak. Atas Penjualan Premix : 0.5 % dari nilai impor. b. b. c. 91. d. 2. 270. Badan usaha yang bergerak dibidang industri semen. 5. 4. dan otomotif.

2 % x DPP. serta penyerahan gula pasir dan terigu oleh Bulog pada saat penerbitan surat perintah pengeluaran barang (D. PPN. g. PPN. d.f. Untuk impor barang yang diberikan penundaan/pembebasan bea masuk pada sat pembayaran penyelesaian impor untuk dipakai (PIUD). kertas. c. 0. 0. untuk penjualan besi beton. 0. PPN. Memungut PPh Pasal 22 : a. Untuk pembayaran barang yang dananya dari APBN/APBD pada saat pembayaran. G. d. b. Untuk penjualan hasil produksi Pertamina dan hasil produksi badan-badan usaha penyediaan premix dan gas. e. Atas penjualan kendaraan bermotor. 27 . besi beton dan baja lembaran lapis seng : a. PPN. f. untuk penjualan baja lembaran lapis seng. b. KEWAJIBAN PEMUNGUTAN PPh PASAL 22 Kewajiban-kewajiban pemungutan PPh pasal sebagai berikut : 1.45 % x DPP. semen. c.1 % x DPP.O). untuk penjualan semen. untuk penjualan kendaraan bermotor.25 % x DPP. Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang digunakan sebagai dasar perhitungan bea masuk.1 % x DPP. Untuk impor barang yang tidak diberikan penundaan/pembebasan bea masuk. rokok.3 % x DPP. untuk penjualan kertas. PPN. 0. untuk penjualan rokok. 0. PPN. 0. Nilai impor dihitung sebagai berikut : Nilai Impor : Cost Insurance and Freight (CIF + bea masuk + pungutan pabean lainnya (kalau ada).

5. Khusus untuk PPh Pasal 22 yang dipungut Dirjen Bea dan Cukai selambat-lambatnya 1 hari setelah pemungutan pajak dilakukan. 1. Untuk penjualan semen oleh Distributor Utama/tunggal pada saat penjualan. WP yang masuk dalam kategori diatas dapat berupa Badan maupun Perorangan yang pada prinsipnya merupakan Rekanan Pemerintah yang menerima pembayaran untuk penyerahan barang dan jasa yang dibiayai dari APBN/APBD. dan 26. menerbitkan dan nota retur dalam hal terjadi retur penjualan rokok dan atas retur tersebut tidak dapat diganti dengan rokok yang sama baik fisik maupun jumlah harganya.e. 4. Mekanisme Pemungutan : 28 . Menyetor PPh Pasal 22. 3. selambat-lambatnya 20 hari setelah berakhirnya masa pajak. Melaporkan pemungutan PPh Pasal 22. sepanjang tidak termasuk sebagai penghasilan yang dikenakan pemotongan pasal 21. Khusus untuk PPh Pasal 22 yang dipungut Dirjen Bea dan Cukai dan Bendaharawan pelaporan dilakukan selambat-lambatnya 7 hari setelah penyetoran pajak. selambat-lambatnya 20 hari setelah berakhirnya masa pajak. Memberikan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 : Dikecualikan dari kewajiban tersebut diatas adalah Pertamina. 23. Bulog dan badan Usaha lainnya penyedia Premix karena pemungutannya bersifat final. 2. H. PPh PASAL 22 BENDAHARAWAN Sebagai objek pemungutanPPh Pasal 22 adalah penyerahan barang dan jasa yang dibiayai dari APBN/APBD. Khusus dalam penjualan rokok.

serta badan lain yang melakukan pembayaran untuk barang dan jasa dari belanja negara maupun belanja daerah. benda-benda Pos.000. air minum. e. Cara menghitung PPh-22 Bendahawan adalah sebagai berikut: Jika dalam harga/nilai pembelian barang atau jasa sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan/atau Pajak Penjualan barang Mewah (PPn BM). gas. Pengecualian ini dinyatakan syah jika diterbitkan dalam Surat Keterangan Bebas Pajak Penghasilan Pasal 22 oleh Dirjen Pajak. sehingga pemungutan dihitung sebagai berikut: 25% X Penghasilan Neto. dasar pemungutan adalah Penghasilan Neto dari Penyerahan barang dari/ atau jasa. maka nilai PPN dan PPnBM harus dikeluarkan terlebih dahulu. Dengan kata lain. b.a. dimana Penghasilan Neto dihitung berdasarkan norma Perhitungan yang besarnya 6 % dari harga barang dan jasa. harga/nilai pembelian barang yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak adalah harga/nilai barang sebelum PPN dan PPnBM.5% X Harga / Nilai Pembelian barang d. Tarif pemungutan PPh-22 pada umumnya adalah 25 % dari Penghasilan Neto. Pemungutan PPh-22 Bendaharawan terjadi pada saat pembayaran atau penyerahan barang dan jasa yang dilakukan oleh Dirjen Anggaran. Hal-hal yang dikecualikan dalam pemungutan PPh-22 adalah : Untuk pembayaran atas penyerahan barang (bukan jumlah yang dipecah-pecah) yang meliputi jumlah pembayaran kurang dari nilai Rp 500. untuk menghitung PPh-22 Bendaharawan. Bendaharawan rutin dan proyek baik pusat maupun daerah. c. telepon. listrik. menjadi 25 % X 6 % X harga barang / jasa atau Tarif = 1. hal ini dilakukan untuk menghindari pengenaan pajak berganda. 29 .Untuk pembayaran atas pembelian bahan bakar minyak.

Kepada instansi Pemerintah B.00 = Rp. a.456.00 Jawaban 2 : Harga barang termasuk PPn PPn = 10/110 x Rp.456.17 456.Politek = Rp. yang diterima oleh PT. Politek melakukan penjualan kepada beberapa instansi pemerintah.456.000.000 Jumlah uang yang diterima PT.000.500.000.000.00 = Rp.000.98.000. 30.000.100. 1. harga barang dengan nilai sudah termasuk PPN dan PPn BM tariff 35 % sebesar Rp. 1.17 = Rp. c.000.79 + Jumlah uang yang diterima oleh PT.852.000.411.30 juta (pengertian soal ini sama dengan jumlah uang b. Jawaban 1 : Harga barang /jasa termasuk PPh-22 PPh-22 = 1. 30. dengan nilai sebagai berikut : Kepada Instansi Pemerintah A.000.Contoh Soal PPh–22 Bendaharawan : PT.79 PPh-22.000.500.79 = Rp. 30.5% x Rp. harga barang sudah termasuk PPh – 22 sebesar Rp.00 = Rp.00 30 .000.79 = Rp. = 25% x 1.5 x 30.110 juta Kepada Instansi Pemerintah C. = Rp. 98.872 411. 110.852. 100.150 juta.000.852. Polietk setelah dipotong PPh-22 Rp.000 Harga barang sebelum PPN PPh-22 = 1. 10.852.Politek = Rp. harga barang dengan nilai sudah termasuk PPN sebesar Rp. 456.872.000.000. 30.00 = Rp.79 = Rp.000.5 Harga barang sebelum PPh-22 Pembuktian : Harga penyerahan barang Penghasilan neto 6% x 30.110.30 juta.852.00 = Rp.

000. 150.90 = Rp.000.448.275.Jawaban 3 : Harga barang termasuk PPh dan PPnBM 35% PPN = 10/145 x 150. Angka Pengenal Impor Sementara (APIS) dan Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT).827.65 – = Rp. PPh PASAL 22 IMPOR Yang menjadi objek pemungutan PPh-22 Impor adalah Penghasilan Netto dan pemasukan barang ke dalam daerah Pabean yang dilakukan oleh : Importir yang memiliki Angka Pengenal Impor (API).00 = Rp.5% x 103.000 Harga barang sebelum PPN dan PPnBM PPh-22 = 1. b. 10.000 PPn BM = 35/145 x 150.80 Keterangan : PPh-22 dipungut pada saat pelaksanaan pembayaran oleh Bendaharawan atau penyerahan barang rekanan. Mekanise Pemungutan : a.Politek = Rp.000.896. 101. 36. I.59 = Rp.275.448. maka PPh-22 terutang dan dilunasi pada saat 31 . yang sekaligus merupakan bukti pemungutan PPh pasal 22. Pemungutan PPh-22 Impor terjadi pada saat Jika pembayaran bea masuk ditunda atau pembayaran bea masuk. Importir yang tidak memiliki Angka Pengenal Impor. dibebaskan. 103. 1.344.896. Penyetoran dapat dilakukan di Bank Persepsi atau Kantor Pos dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP).724.551.90 = Rp.10 – Jumlah uang yang diterima oleh PT.551. 1.206.000.

Dasar perhitungan Neto PPh-22 bagi Impor adalah Angka Pengenalan Neto dari Pemasukan Barang atau Nilai Impor. Pelaksanaan kegiatan perdagangan yang memasukan barang dan jasa kedalam negeri dinamakan Importir yang sudah meiliki API dan Importir yang tidak memiliki API. Sekilas Tentang Kegiatan Impor dan Perdagangan Luar Negeri : Impor adalah : Suatu kegiatan memasukan dari negara yang satu kedaerah pabean negara lainnya dengan memandang peraturan-peraturan yang berlaku bagi negara yang saling berhubungan dalam kegiatan perdagangan luar negeri. e. Impor. Penghasilan pemegang Pengenal Impor (API) adalah 10% dari Nilai Impor dan Penghasilan Neto bagi yang tidak memiliki Angka Pengenal Impor adalah 30% dari Nilai Impor. f. Untuk Importir yang tidak memiliki API: 25% x 30% x Nilai Atas Impor yang tidak dikuasai: 25% x 30% x Harga Jual Tarif PPh-22 pada umumnya adalah 25%.penyelesaian dokumen pemberitahuan impor untuk dipakai (PIUD). sehingga: Untuk Importir yang memiliki API: 25% x 10% x Nilai Impor. Lelang. 2. Nilai Impor adalah nilai berupa uanng yang menjadi dasar perhitungan bea masuk yaitu: Cost Insurance and Freight (CIF) ditambah dengan Bea Masuk dan pungutan lainnya yang `pabean di bidang Impor. d. c. 32 .

Importir dengan APIT dapat melakukan kegiatan impor untuk 33 . Bagi Perusahaan Asing dibidang Industri yang didirikan dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan asing domestik dibidang produksi dapat memiliki Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT). Importir dan Angka Pengenal Impor (API) : API tidak lain adalah Kartu pengenal atau identitas yang sebaiknya dimiliki oleh setiap Perusahaan yang melakukan kegiatan Impor. yaitu Badan atau perorangan yang memiliki dana dan meminta jasa Importir untuk mengimporkan barang yang diinginkan dengan fee yang akan diberikan kepada Importir. maka akan mendapatkan APIS (Angka Pengenal Impor Sementara) yang memiliki masa berlaku sampai 2 tahun. Importir yang sudah memenuhi syarat-syarat diatas. seperti berikut ini: a. e. asal memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan. b.tanpa melakukan pembatalan perjanjian Impor. Memiliki NPWP Memiliki SIUPP Memiliki rekening Koran (R/K) di Bank Devisa Jika memungkinkan memiliki Angka Pengenal Impor (API) Sebaiknya dapat menunjukkan bukti adanya hubungan dagang dengan luar negeri. Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi importir. kecuali dalam keadaan terpaksa. d. ada juga yang dikenal dengan sebutan Indentor.000..Disamping Importir yang sudah terdaftar sebagai Importir. c. Selama 2 tahun Importir sekurang-kurangnya dapat melakukan kegiatan Impor sebanyak 4 kali dengan pencapaian nilai transaksi sekurang-kurangnya US $100. 3.

terlebih dahulu harus diketahui besarnya Bea Masuk. dapat dilihat pada Masuk Indonesia. dapat dilihat dari buku tariff Bea Persentase Bea Masuk Tambahan.mesin-mesin.2400). RI yang berkenaan dengan Bea Masuk Tambahan. Biaya tambang asal Eropa sebesar 5%. suku cadang. bahan/peralatan bangunan. Tarif Bea masuk dan Bea masuk tambahan yang berlaku saat itu masing-masing 5% dan 1%. 4. C&F adlah kependekan dari Cost and Freight. dengan nilai FOB = US $ 10. dilihat pada Daftar Biaya Tambang. sebagai berikut : Bea Masuk Bea Masuk Tambahan PPN PPnBm PPh pasal 22 Catatan : Persentase Bea Masuk. Contoh soal PPh-22 Impor : Impor lampu hias dari Italia tiba di pelabuhan Tanjung Priok. PPN 10%.5% Untuk mencari besarnya Nilai Impor (C&F/CIF + BM + BMT). = 5% x (C&F/ /CIF) = 1% x (C&F/ /CIF) = 10% x (C&F/CIF+BM+ BMT) = 20% x Nilai Impor = 2. dengan asuransi = 0. bahan baku/bahan penolong yang digunakan untuk proses produksi sendiri. yang digunakan apabila asuransi dibayar di luar negeri. yang CIF adalah kependekan dari Cost Insurance and Freight. Persentase mengenai Biaya Tambang ( Freight ) dapat digunakn apabila asuransi dibayar di dalam negeri.5 % x Nilai Impor 34 .000 (kurs Rp. PPnBM 20%.5% Penegenal Impor (API) = 2. Surat Keputusan Menkeu.

369.300 253.560 = Rp 2. yang sama dengan harga berdasarkan nilai kurs dalam mata uang negara pengimpor.326.556 = 20 % x Rp 26.200.266.000 = Rp.300 = 1 % x Rp 25.560 PPN PPnBM PPh pasal 22 = 10 % x Rp 26.- FOB adalah kependekan dari Freight on Board.5% x C&F = 0.5% x ( 24.000 = Rp 24.000 = Rp 253.112 671.000.000 = Rp. 25.260 = CIF + Bea Masuk + Bea Masuk Tambahan = 25.000.000 + 126.684.326.000 CIF Bea Masuk Bea Masuk Tambahan Nilai Impor = 24.260 = Rp 26.000 = Rp 1.000 Insurance = 0.300 + 253.845.000 + 1.845.684.000 = 5 % x Rp 25.266. 1.000.556 5.260 2.200.139 + 35 .326.845.5% x Rp 26.326.200.560 = 2.400 Sehingga CIF Freight asal Eropa = US $ 10. FOB Nilai Kurs Rp 2.000 = 5 % x FOB = 5 % x Rp 24.139 Yang dibayar di Bank Devisa : Bea masuk Bea Masuk Tambahan PPN PPn BM PPh Pasal 22 Jumlah yg dibayar = Rp = Rp = Rp = Rp = Rp = Rp 1 1.000.560 = Rp 671.266.000 = Rp 24.000 ) = Rp 126.000 + 1.000.000 + 1.845.

36 . Pemungutan atau Pemotongan PPh Pasal 23 Pemotong PPh-23 adalah pihak-pihak yang membayarkan penghasilan yang terdiri atas : 1. Badan Pemerintah. WP Badan Dalam Negeri seperti PT.30 tahun 2008 . seperti : Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Badan Pemerintah. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemungut Pajak yang telah disetujui dari Dirjen Pajak. Yang dimaksud pihak ketiga adalah setiap orang atau badan yang diwajibkan untuk memotong PPh-23.10 tahun 1994 yang diperbaharui dengan UU No. SE. berdasarkan tariff atau kalkulasi penetapan pajak yang harus dibayar oleh WP. Dirjen Pajak No. CV dan Koperasi.Referensi : UU No. MM. PENDAHULUAN PPh-23 sehubungan jika disimpulkan penghasilan adalah dalam pajak tahun atas penghasilan melalui dengan takwim pemungutan pihak ketiga.04/95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 4 MODUL PERTEMUAN V Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 23 ADIYAS. A. Firma.KEP-147/KMK. Kep.

maka WP orang pribadi dalam negeri yang sebagai pemotong PPh-23 meliputi : a. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang. Royalti 4. 6. C. Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. dokter. termasuk premium. 4. Penyelenggara kegiatan. arsitek.2. 3. SUBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Yang dikenakan pemungutan atau pemotongan adalah WP dalam negeri atau bentuk usaha tetap yang memperoleh penghasilan yang berasal dari modal. 5. yang melakukan pekerjaan bebas. Subjek Pajak badan dalam negri. Pajak Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dividen 2. Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan. Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong pajak sebagai mana dimaksud dalam pasal 21 5. B. KEP-50/PJ/1994. notaries. Orang pribadi sebagai WP dalam negeri yang telah mendapat penunjukkan dari Dirjen Pajak untuk memotong pajak PPh23 sesuai Keputusan DJP no. Bunga. Bentuk usaha tetap. Akuntan. pengacara dan konsultan. penyerahan jasa atau penyelenggara kegiatan selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dalam Pasal-23. Bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi 37 . OBJEK PEMUNGUTAN PAJAK Objek dari pemungutan PPh Pasal 23 adalah : 1. b. 3. kecuali PPAT tersebut adalah Camat.

BUMN atau BUMD dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan & bertempat kedudukan di Indonesia 4. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. PENGECUALIAN PPh PASAL 23 Yang tidak dikenakan pemungutan PPh Pasal 23 antara lain : 1. 144. Bunga obligasi yang diterima perusahaan reksadana 5. Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh Menkeu yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya berdasarkan Keputusan Menkeu No. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal adventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di dengan syarat badan pasangan usaha tersebut : a.6. Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya 7. 605/KMK 04/1994. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 7. Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan denggan sewa guna usaha dengan hak opsi 3. jasa manajemen. jasa kontruksi. yayasan atau organisasi sejenis. batas seluruh bunga simpanan yang tidak dipotong PPh-23 adalah sebesar jumlah yang tidak melebihi Rp. Indonesia. Sahamnya tidak terdaftar di bursa efek di Indonesia 6. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh PT sebagai WP dalam negeri. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank 2. menengah menjalankan kegiatan dalam sektor usaha yang ditetapkan Menkeu RI b.000 setiap bulannya 38 . D. atau Merupakan perusahaan kecil. koperasi.

Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan Imbalan sehubungan dengan jasa teknik.setiap bul E.. d. termasuk premium. 520/KMK. diskonto dan imbalan Royalti Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang pajak sebagaimana dimaksud dengan PPh-21 2. 2. Dari perkiraan penghasilan neto. b. termasuk premium. 15 % dari jumlah bruto atas penghasilan berupa : a. c. Dividen Bunga. 15 % dari perkiraan penghasilan neto atas penghasilan berupa : 39 . jasa penggunaan harta manajemen. jasa konstruksi.dan Kep. d.04/1998. untuk penghasilan berupa : a. 240. F. Dari jumlah bruto. b. DASAR PEMOTONGAN PPh PASAL 23 Ada 2 dasar pemotongan. diskonto dan imbalan Royalti Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong sehubungan dengan jaminan pengembalian hutang pajak sebagaimana dimaksud dengan PPh-21. Tgl 18 Desember 1998 adalah tidak melebihi Rp. Menkeu No. b. yaitu : 1. Dividen Bunga. c. untuk penghasilan berupa : a.000. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam PPh-21. TARIF PEMOTONGAN PPh PASAL 23 1.

jasa manajemen dan jasa konsultan. 2. Imbalan sehubungan dengan jasa perancang bangunan. G.000. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto.000. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Contoh Pembayaran Deviden : Pada suatu kesempatan. Perusahaan seharusnya memotong pajak penghasilan pasal 23 (PPh23) adalah sebagai berikut : 40 . pembersihan dan pembasmian hama & penebangan hutan.000.a. Perkiraan penghasilan neto sebesar 80 % dari jumlah bruto. Dodon merupakan pemegang saham pada perusahaan tersebut.000.000. Sewa penggunaan harta bagi WP orang pribadi. jasa konsultan dan jasa lain selain yang telah dipotong pajak sebagaimana dimaksud dalam PPh-21. akuntansi dan pembukuan. 10. jasa konstruksi. 4. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto.000. Harga yang dibayarkan tersebut sesuai dengan nilai sisanya. Sewa penggunaan harta bagi WP Badan dan BUT. interior dan pertamanan.. 3. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. jasa penggunaan harta manajemen. 5. Imbalan sehubungan dengan jasa konstruksi atau pemborong bangunan Perkiraan penghasilan neto sebesar 10 % dari jumlah bruto. b. PERHITUNGAN PERKIRAAN PENGHASILAN NETO 1.-.untuk mobil perusahaan. sedangkan harga pasar dari mobil tersebut Rp. Dodon membayarkan Rp. Perkiraan penghasilan neto sebesar 40 % dari jumlah bruto. Dari kasus ini besarnya deviden terselubung adalah Rp. 2. 8.

.000.= Rp. atas bunga dan diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada penerima penghasilan baik orang pribadi maupun badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap. 1.H. 41 . atas sesuai tarif yang ditetapkan dalam perjanjian penghindaran pajak berganda (tax treaty). 8.000. Dipotong PPh sebesar 20 % dari jumlah bruto (final). atas bunga dan diskonto yang terutang atau dibayarkan kepada WP luar negeri. PEMOTONGAN PPh PASAL 23 ATAS BUNGA DITETAPKAN SEBAGAI BERIKUT : Dipotong PPh sebesar 15 % dari jumlah bruto (final).000.PPh-23 = 15% x Rp.200. baik orang pribadi maupun badan selain bentuk usaha tetap.

/1994. sehingga setiap WP dalam negeri yang juga menerima 42 . Dirjen Pajak No. yang telah diubah terakhir kalinya dengan UU No. Dalam UU no. baik di Indonesia maupun penghasilan tersebut diterima di luar Indonesia./95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 5 MODUL PERTEMUAN VI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PEMOTONGAN PPh PASAL 24 ADIYAS. MM.KEP-50/PJ. Dalam pelaksanaan pemungutannya harus dihindari masalah terjadinya pemungutan pajak berganda. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. A.650/KMK. Karena seperti diketahui bahwa setiap negara diluar Indonesia juga memiliki sistem pemungutan pajaknya masing-masing. Kep.No.Referensi : Kep. PENDAHULUAN Untuk mendapatkan penghasilan baik dari maupun luar negeri. SE.10 tahun 1994. ditentukan bahwa WP dalam negeri dikenakan Pajak Penghasilan atas seluruh penghasilan dimanapun penghasilan tersebut diterima atau diperoleh. negara mengantisipasi bagaimana cara pemungutan pajak yang berkenan dengan pengadilan yang diterima dari dalam maupun dari luar negeri oleh WP dalam negeri.04/1994. UU. Dirjen Pajak No. KEP-Menkeu No.10 tahun 1993.KEP-10/PJ.

Mekanisme sederhana dalam pengenaan PPh-24 itu adalah adanya penggabungan penghasilan yang diperoleh baik di dalam negeri maupun luar negeri pada tahun pajak yang sama. Penggabungan penghasilan tersebut adalah penggabungan antara Penghasilan Kena Pajak (PKP) dari dalam negeri dan PKP dari luar negeri salah pengertian dan perhitungan lebih lanjut. Jumlah pajak yang terutang atas penghasilan dan bukan penghasilan kotornya. tetapi tidak boleh melebihi jumlah yang dihitung menurut perbandingan antara penghasilan darai luar negeri terhadap seluruh PKP dikalikan dengan jumlah pajak yang terutang pada seluruh PKP.penghasilan dan luar Indonesia. yaitu : a. maka dalam pasal 24 ini diatur pemungutannya dengan menggunakan Metode Kredit Terbatas (Ordinary Credit Method). Untuk mengatasi adanya pemungutan pajak berganda. atau dengan rumus : Penghasilan Luar Negeri X Pajak Terutang Pengahsilan Kena Pajak Catatan : 43 . Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemotongan PPh Pasal 24. secara otomatis juga dipotong pajak diluar Indonesia atas penghasilan yang diterimanya sesuai dengan ketentuan dari masing-masing negara pemberi kerja. hal ini penting untuk menjaga agar tidak terjadi yang diperoleh diluar negeri dapat dikreditkan terhadap pajak terutang atas seluruh penghasilan dengan ketentuan dimana setinggi-tinggi sama dengan jumlah pajak yang terutang di luar negeri. yaitu dengan cara menetapkan batas maksimum kedit pajak atas pajak yang sudah dibayarkan atau terutang di luar negeri terhadap pajak terutang di Indonesia.

f. Jika terjadi kerugian diluar negeri. Jika kredit pajak diluar negeri melebihi jumlah yang sudah ditetapkan. dengan kata lain jumlah kelebihan kredit pajak tersebut tidak dapat diperhitungkan dengan pajak penghasilan yang terutang dalam tahun berikutnya. Metode perhitungan diatas juga digunakan untuk menghitung pajak yang penghasilannya bersumber dari beberapa Contoh Penerapan PPh. c.24 : 44 . negara. Besarnya kredit maksimum atas penghasilan luar negeri ditetapkan dengan melihat perbandingan terkecil antara jumlah pajak yang dibayarkan diluar negeri dengan hasil perhitungan menurut pada point 1 yang diatas. d. maka kerugian tersebut langsung diperhitungkan untuk menentukan besarnya PKP. b. Penetapan PKP pada situasi dimana terjadi kerugian usaha didalam negeri. g. maka untuk hal ini tidak ada restitusinya. Pembetulan-pembetulan yang diperlukan oleh WP harus menggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) untuk tahun pajak yang bersangkutan.Besarnya PKP didapat dari menjumlahkan seluruh penghasilan baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan jumlah pajak terutang dapat dicari dengan mengalihkan PKP dengan tarif progresif. e. kerugian ini tidak diperhitungkan dalam menghitung besarnya PKP melainkan penghasilan dari luar negeri pada tahun-tahun berikutnya dapat dikonpensasikan dengan kerugian tersebut. Jika usaha dalam negeri mengalami kerugian. maka setinggi-tingginya pajak sama dengan pajak uang terutang atas seluruh PKP dalam hal ini PKP lebih kecil dari penghasilan luar negeri. h.

691. Triasta di Jakarta menerima penghasilan dari beberapa negara sebagai berikut : - Dari Australia sebesar Rp.(tidak ikompensasikan) + Rp.000 Jumlah PPh terutang Rp. menurut tarif pasal 17 : 10 % X Rp. 3.000 Batas maksimum kredit yang diperkenankan untuk masing-masing negara : Untuk Australia : Rp. 1 M M Rp.5 M Rp.000 + Rp. 2. 800 juta). berlaku sebesar 30% (Rp.5 M. 625 juta). berlaku sebesar 40% (Rp.950. - Penetapan kredit pajak dihitung dengan cara berikut : Laba di Australia Laba di Philipina Laba di Singapura Rugi di New Zealand Jumlah PKP luar negeri PKP dalam negeri Rp.750.1.000 3.000 25. 25. 2.000. 1 M. dimana tarif pajak yang Dari Indonesia sebesar Rp. Pada tahun pajak 1995. 3.000. 2. 9 M PPh terutang. dimana tarif pajak yang Dari Philipina sebesar Rp. 8. 5.685. berlaku sebesar 25% (Rp. dimana tarif pajak yang Dari Singapura sebesar Rp. 2 Rp. 2 M 45 .5 M + Jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rp. 2. PT.000. Rp.250.000. 2. 300 juta).5 M.500.5 M Rp. 15 % X Rp. 2 M.000 = = = = Rp.000 30 % X Rp.

027. 9 M Jumlah kredit pajak terutang dengan memperhatikan ketetapan mengenai Batas Kredit Maksimum.250.055.556 (Rp. Untuk Australia Rp 598. 9 M Untuk Singapura : Rp. 2.250. 2. 2.- 46 .567.691.X Rp.000 = Rp. maka maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan adalah sebesar perbandingan terkecilnya. 1 M X Rp.691.445 (Rp.Philipina Rp 299.000. 299.778 dan Singapura yang terkecilnya Rp 625.000. 9 M Untuk Philipina : Rp.5 M X Rp.000 = Rp.027.691. 747. 598. 300 juta) Rp.055.556. 800 juta) Rp..000 = Rp.250. 625 juta) Rp. 2.778 (Rp.

10 tahun 1994.No.No. PENJUALAN DAN PENGALIHAN HARTA ADIYAS.640/KMK.Referensi : UU. SE. persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi (siap untuk dijual). PENDAHULUAN Persediaan adalah barang yang dimiliki untuk dijual atau untuk diproses selanjutnya dijual. Berdasarkan pengertian di atas maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan. A.04/1994. KEP-Menkeu No. MM. perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku.36 tahun 2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 6 MODUL PERTEMUAN IX Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN : KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PENILAIAN PERSEDIAAN. diubah menjadi UU. 47 .

-) = 100 unit (@ Rp. Contoh Perhitungan : 1.-) = 100 unit (@ Rp. Persediaan awal Pembelian Pembelian Penjualan / dipakai Penjualan / dipakai = 100 unit (@ Rp. maka untuk tahun-tahun selanjutnya harus digunakan cara yang sama. 11. HPP = Persediaan awal + Pembelian bersih – Persediaan akhir Dalam penilaian persediaan barang hanya diperbolehkan menggunakan harga perolehan. 12. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PEMAKAIAN PERSEDIAAN Penggunaan metode penilaian pemakaian persediaan harus dilakukan secara taat azas. 9.Dalam laporan keuangan. artinya apabila Wajib Pajak memilih salah satu cara penilaian pemakaian persediaan untuk menghitung harga pokok tersebut. hal ini juga dilakukan terhadap sekuritas. Dalam perhitungan Rugi/Laba nilai persediaan (awal & akhir) mempengaruhi besarnya Harga Pokok Penjualan (HPP).25) = 100 unit = 100 unit Perhitungan harga pokok penjualan dan nilai persediaan dengan metode rata-rata : NO PEMBELIAN PENJUALAN/ PEMAKAIAN SISA/ PERSEDIAAN 48 . persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Metode yang dapat dipergunakan untuk melakukan penilaian persedian dan pemakaian persediaan dalam rangka perhitungan harga pokok menurut pajak adalah : Metode rata-rata Metode FIFO (first-in first-out) B.

100 x 10.125. 3.200.075.150.125.1.1.125.100 x 10.1.- 4. 900.- 2.100 x 9..= Rp.1.300 x 10. 100 x 12. 2.75 = Rp.200.075.- 100 x 9.= Rp.100 x 11. 100 x 11.75 = Rp.= Rp.1.- 49 .100 x 12. 5.1.100 x 9.1.200.1.100 x 12. Perhitungan harga pokok penjualan dan nilai persediaan dengan metode FIFO : NO 1.100 x 9.1.100 x 11.25 = RP.25 = RP..200.= Rp.1.= Rp.25 = RP.. 900.1..125.25 = RP.1.1. 900..200.1.2. 4.200 x 10. 5.200.100 x 11.25 = RP.5 = Rp.075 2.1.225.PEMBELIAN PENJUALAN/ PEMAKAIAN SISA/ PERSEDIAAN 100 x 9.200 x 10. 900.= Rp.75 = Rp.= Rp.75 = Rp...= Rp.100 x 12.200. 100 x 12.900.= Rp.= Rp.75 = Rp..1.. 100 x 11.100 x 12.125. 3.= Rp..100 x 10..3.

Hal ini diatur dengan Surat Edaran Dirjen Pajak No. 3. SE-52/ PJ. Penetapan kurs jual beli UKA diserahkan kepada PVA PVA diwajibkan menyampaikan laporan bulanan. 31/171/Kep/Dir Tanggal 17 Desember 1998. menghitung laba/rugi apabila terjadi penjualan atau pengalihan harta dan penghitungan penghasilan dari penjualan barang dagangan dapat dikelompokan menjadi : harta Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi jual beli 50 . Pedagang Valuta Asing (PVA) adalah bank bukan bank devisa atau perusahaan yang telah mendapat izin untuk melakukan jual beli uang kertas asing (UKA) dan pembelian traveller’s cheque (TC) b. yaitu : a. Sesuai SK Direksi Bank Indonesia No. PENJUALAN DAN PENGALIHAN HARTA Untuk melakukan penilaian harta dalam rangka menghitung penghasilan sehubungan dengan penggunaan harta dalam perusahaan. Wajib Pajak badan yang bergerak di bidang usaha PVA wajib menyelenggarakan pembukuan (Pasal 28 UU KUP) Penilaian persediaan dan pemakaian persediaan untuk perhitungan harga pokok valuta asing sebagai barang dagangan bagi Wajib Pajak yang bergerak di bidang usaha PVA adalah berdasarkan harga perolehan valuta asing tersebut yang dihitung secara rata-rata atau FIFO dan harus dilakukan secara taat azas C.42/1999 tanggal 17 November 1999 : 1. laporan sesuai dengan perkembangan pasar tahunan dan laporan khusus kepada Bank Indonesia 2.Pernilaian persediaan juga diberlakukan terhadap Wajip Pajak pedagang Valuta Asing. c.

b. pemekaran. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi jual beli hartal Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta ditentukan sebagai berikut : Yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa a.- Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi tukar menukar harta Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan hartadalam rangka likuidasi. penggabungan. peleburan. bantuan atau sumbangan dan warisan Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti penyertaan modal 1. b. pemecahan atau pengambilalihan usaha - Harga perolehan / penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta karena hibah. seperti bea masuk. harga penjualan harta adalah harga yang seharusnya diterima 51 . biaya pengangkutan dan biaya pemasangan. harga perolehan harta adalah harga sesungguhnya yang dibayar. dalam hal ini termasuk harga beli dan biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh harta tersebut. Bagi pihak pembeli. Bagi penjual. Bagi pihak pembeli. harga perolehan harta adalah harga jumlah seharusnya yang dikeluarkan Bagi pihak penjual. harga penjualan adalah harga sesungguhnya diterima Yang dipengaruhi hubungan istimewa a.

000. 12.(Rp.B memperoleh keuntungan sebesar Rp.000. 20.000. pemecahan atau pengambilalihan usaha 52 .000.Rp. 8. 10. tapi karena harga pasar harta yang dipertukarkan adalah Rp.. 3. penggabungan. Selisih antara harga pasar dengan nilai sisa buku harta yang dipertukarkan merupakan keuntungan yang dikenakan PPh.Rp..- Antara PT.PT.PPh) Contoh : PT.000.000.. 20. 10. Harga tersebut merupakan nilai perolehan yang seharusnya dikeluarkan atau nilai penjualan yang seharusnya diterima.000. maka nilai perolehan atau nilai penjualan harta tersebut adalah : a. 20. Bagi pihak pembeli. harga penjualan harta adalah harga yang seharusnya diterima berdasarkan harga pasar (Pasal 10 ayat 2 UU.000. 20.000. Walaupun tidak terdapat realisasi pembayaran antara kedua pihak. b. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi tukar menukar harta Apabila terjadi transaksi tukar menukar harta dengan harta lain.000. A (Harta X) Nilai sisa buku Harga Pasar Rp.(Rp.000. A memperoleh keuntungan sebesar Rp. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan hartadalam rangka likuidasi.000) dan PT.000.2.000.000.A dan PT.000). peleburan. 12. B terjadi pertukaran harta.000 – Rp. pemekaran.000.Rp.000 . PT. harga perolehan harta adalah harga yang seharusnya dikeluarkan berdasarkan harga pasar Bagi pihak penjual. 20. 10.B (Harta Y) Rp.000.000.000.

000.Rp.Untuk memudahkan pemahaman tentang hal ini.000. 300.000.000.000.000. A dan PT.B (Harta Y) Rp.- 53 . dengan nilai Jumlah sisa yang seharusnya yang dikeluarkan atau diterima bedasarkan harga pasar.000. B melakukan peleburan dan membentuk badan baru. 200. 450. Nilai sisa buku dan harga pasar harta dari kedua badan tersebut adalah sebagai berikut : PT. C.PT.Rp. yaitu PT. A (Harta X) Nilai sisa buku Harga Pasar Rp.000. Selisih antara harga pasar buku harta dialihkan merupakan penghasilan yang dikenakan PPh. perlu diketahui beberapa istilah berikut : Penggabungan usaha adalah penggabungan dari dua badana tau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung - Peleburan adalah penggabungan dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut Pemekaran usaha adalah pemisahan satu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan pada berbagai perubahan badan usaha diatas adalah : a. 300. Contoh : PT.

A dan PT. sesuai akuntansi komersial metode yang digunakan dalam konsolidasi yaitu : - Penyatuan kepentingan (pooling of interest) Pembelian (puchasing) metode pembelian Dalam akuntansi perpajakan digunakan (purchasing method) atau berdasarkan harga pasar. moneter dan kebijakan lainnya.04/1998 Tanggal 9 September 1998 yang telah diubah dengan KMK No. peleburan. Berarti PT.(200. SE 21/PJ42/1999 Tanggal 26 Mei 1999. Menteri Keuangan diberi wewenang untuk menetapkan nilai lain selain harga pasar. A dan PT..000.000. 500. ekonomi.000 + 300.sedangkan PT. 422/KMK.000. pemekaran usaha akan melibatkan pihak yang mengalihkan harta dan pihak yang memperoleh harta.000. 150. B sebesar : Rp. B mendapat keuntungan sebesar Rp.000) b..000. Penggunaan Nilai Buku Secara umum penggabungan.000.000. sedang metode penyatuan kepentingan dapat digunakan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan. 469/KMK 04/1998 Tanggal 30 Oktober 1998 dan terakhir diubah dengan Surat Edaran Dirjen Pajak No. C membukukan penerimaan harta dari PT. yaitu atas dasar nilai sisa buku (“pooling of interest”). B dalam rangka peleburan menjadi PT. Pengaturan tersebut meliputi: 1) Wajib Pajak dapat menggunakan nilai buku dalam pengalihan harta menurut Keputusan Menkeu diatas adalah : 54 .Namun dalam rangka menyelaraskan dengan kebijakan di bidang sosial.Pada dasarnya. A mendapat keuntungan sebesar Rp. C adalah harga pasar dari harta. penilaian harta yang diserahkan oleh PT.000. 100. Dengan demikian PT. investasi. Keputusan Menteri Keuangan yang diacu yaitu KMK No.

Demikian halnya kemungkinan adanya penolakan yang disertai pula alasan penolakan.  Laporan keuangan Wajib Pajak khususnya untuk tahun pajak dilakukannya pengalihan harta harus diaudit oleh Akuntan Publik. peleburan atau pemekaran usaha dilakukan dalam hal : Penggabungan atau peleburan. Permohonan izin diajukan kepada Kanwil DJP yang membawahi lambatnya • • tersebut terdaftar selambatsesudah proses penggabungan. Sebaliknya bagi WP yang mengajukan permohonannya telah memenuhi syarat akan menerima surat keputusan persetujuan selambat-lambatnya satu bulan sejak diterimanya permohonan secara lengkap.  Telah melunasi seluruh utang pajak dari setiap badan usaha yang terkait. termasuk cabang/perwakilan yang terdaftar di KPP-KPP lokasi. tidak akan dipertimbangkan. 55 . diajukan oleh WP yang menerima pengalihan harta Pemekaran usaha. peleburan atau pemekaran usaha di atas wajib memenuhi syarat :  Mengajukan KPP 6 bulan permohonan WP kepada Dirjen Pajak. diajukan oleh WP yang melakukan pengalihan harta WP yang terlambat mengajukan permohonan. Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta dalam Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha  rangka pemekaran usaha yang akan “Go Public” dengan melakukan penawaran umum perdana (IPo) di bursa efek 2) Wajib Pajak yang menggunakan nilai buku dalam pengalihan harta yaitu dalam penggabungan. Pihak yang memberikan persetujuan yaitu kepala Kanwil atas nama Dirjen Pajak.

3) Sisa Kerugian Fiskal  Bagi Wajib Pajak yang melakukan pengalihan harta kerugian/sisa kerugia fiskal. dan • WP yang menerima pengalihan harta harus tetap aktif menjalankan kegiatan usahanya sekurang-kurangnya 2 tahun setelah selesainyan proses penggabungan atau peleburan usaha  Revaluasi aktiva tetap di atas meliputi sebagian atau seluruh aktiva tetap sesuai dengan keperluan untuk menkompensasikan kerugian fiskal semaksimal mungkin dengan selisih lebih revaluasi aktiva tetap yang dihasilkan.  Kemungkinan terjadi kompensasi timbal-balik (affset) utang piutang diantara WP yang melakukan pengalihan harta dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha. dan • WP badan usaha yang lama dalam kondisi aktif menjalankan kegiatan usahanya. sehingga pengalihan harta 56 . maka: • Penghapusan utang bagi pihak debitur bukan merupakan penghasilan • Penghapusan piutang bagi pihak kreditur bukan merupakan biaya 4) Persetujuan Dirjen Pajak Pengalihan harta menggunakan nilai buku ternyata tidak mendapat persetujuan Dirjen Pajak. termasuk dalam rangka penggabungan atau peleburan usaha dapat mengalihkan kerugian selisih kurs badan usaha lama yang belum dikompensasikan dengan syarat : • WP badan usaha lama harus melakukan revaluasi aktiva tetap terlebih dahulu. menurut ketentuan yang berlaku.

Sedangkan untuk pihak yang menerima pengalihan harta dihitung sebanyak sisa bulan setelah pengalihan menggunakan metode penyusutan dan amortisasi yang dianut WP yang bersangkutan. sehingga PPh Pasal 25 WP yang menerima pengalihan setelah penggabungan atau peleburan usaha tidak boleh lebih kecil dari penjumlahan PPh 25 dari seluruh WP yang tergabung. Demikian sebaliknya. 6) PPh Pasal 25 Kemungkinan pengalihan dilakukan dalam tahun pajak berjalan. Hal tersebut dihitung sampai bulan dilakukannya pengalihan harta.harus dinilai dengan harga pasar dan atas keuntungan yang diperolehnya dikenakan PPh. maka nilai buku yang dictat adalah nilai buku setelah dilakukan revaluasi. maka WP yang menerima pengalihan harus mencatat nilai perolehannya sesuai dengan nilai buku yang tercantum dalam pembukuan WP yang melakukan pengalihan buku. 57 . 5) Penyusutan dan Amortisasi Dilakukan atas harta yang dialihkan untuk tahun buku saat itu secara prorata (perhitungan bulanan) yang didasrkan pada masa manfa’at yang tersisa sebagaimana tertera pada pembukuan WP yang melakukan pengalihan harta. ia berhak mengajukan pengurangan PPh 25. WP yang sebelum penggabungan. Jika WP penerima pengalihan mengalami penurunan usaha setelah peleburan. ternyata pengalihan harta dengan menggunakan nilai buku telah mendapat persetujuan Dirjen Pajak. peleburan atau pemekaran telah melakukan revaluasiaktiva tetap.

maka dapat diperpanjang setelah mendapat persetujuan dari DJP 58 . 9) Penjualan saham di BEJ WP yang akan menjual saham di BEJ dalam rangka pemekaran harus memenuhi ketentuan berikut :  Mengajukan pernyataan pendaftaran ke BAPEPAM dalam rangka penawaran umum perdana (IPO) selambatlambatnya satu tahun setelah mendapat persetujuan pengalihan harta dari Dirjen Pajak  Jangka waktu diatas dapat diperpanjang hingga dua kekuasaan WP dengan tahun karena keadaan di luar persetujuan Ka Kanwil DJP  Jika dalam waktu tiga tahun belum dapat melakukan penawaran perdana.7) Kewajiban menyampaikan SPT. karena itu Surat Ketetapan Pajak. baik masa atau tahunan bagi WP yang melakukan pengalihan usaha dalam tahun berjalan diatur sebagai berikut :  Kewajiban formal menyampaikan SPT masa atau tahunan PPh bagi WP yang melakukan pengalihan berakhir sampai masa pajak dilakukannya pengalihan  Kewajiban formal menyampaikan SPT masa atau tahunan PPh bagi WP yang menerima pengalihan dimulai sejak WP terdaftar di KPP setelah pendirian usaha baru 8) Surat Ketetapan Pajak Pemeriksaan pajak dilakukan setelah pengalihan terhadap WP yang melakukan pengalihan berkenaan dengan tahun pajak sebelum pengalihan.nama dan NPWP badan usaha baru yang menerima pengalihan. penagihan dan atau restitusinya diterbitkan atas nama dan NPWP badan usaha lama cq.

maka nilai uang tersebut dianggap penghasilan yang dikenakan PPh dengan tarif umum  Tapi jika mereka menjual saham lamanya. dapat dibebankan sebagai biaya dengan syarat mereka menyelenggarakan pembukuan 10) Pengecualian WP tersebut dibebaskan dari utang PPh bila pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan 4. Apabila ketentuan di atas tidak dapat juga dipenuhi oleh WP. maka : • Selisih harga jual dan harga perolehan merupakan capital gain dan terutang PPh sesuai ketentuan • Bila selisih tersebut kurang dari nilai perolehan. mereka tidak terutang PPh dan nilai saham baru tersebut dicatat senilai saham lama  Jika menerima saham baru dan sejumlah uang sebagai pengganti saham lama. Sedangkan bagi pemegang saham badan usaha lama harus memenuhi ketentuan berikut :  Apabila mereka menerima sejumlah saham baru sebagai pengganti saham lama dari badan usaha yang menerima pengalihan. 59 . bantuan atau sumbangan dan warisan Bila terjadi pengalihan harta karena hibah yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu sederajat dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan bantuan atau sumbangan dengan syarat hibah. maka nilai pengalihan yang dihitung berdasarkan nilai buku harus dihitung ulang berdasarkan nilai pasar. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta karena hibah.

atau • Bila SPPT PBB tidak ada. atau • Pengalihan diatas tahun 1986. Jika yang menerima hibah tidak tergolong salah satu dari ketentuan diatas. sama nilainya dengan NJOP yang tercantum pada SPPT PBB tahun 1986.  Untuk harta selain tanah dan atau bangunan dan nilai perolehan tidak diketahui. maka nilai perolehan sama dengan nilai pasar harta tersebut. atau penguasaan antara pihak-pihak bersangkutan. sama nilainya dengan NJOP SPPT PBB tahun pajak diperolehnya harta tersebut. jika SPPT PBB juga tidak ada nilai perolehan dihitung berdasarkan SK Ka KPP PBB. serta warisan. maka nilai perolehan sama dengan nilai pasar b. nilai berdasarkan SK Ka KPP PBB. maka nilai perolehan sama dengan NJOP yang tercantum pada SPPT PBB tahun pajak paling awal atas nama WP yang mengalihkan harta. kepemilikan.PPh nilai perolehan sama dengan nilai sisa buku. maka : • Pengalihan s/d tahun 1986. maka nilai perolehan adalah :  Bila harta berupa tanah dan atau bangunan dan tahun pengalihannya diketahui.  Bila tahun pengalihan tidak diketahui. Untuk WP yang menyelenggarakan pembukuan : Bila memenuhi Pasal 4 ayat 3 huruf a dan b UU.sumbangan tersebut tidak ada kaitannya dengan usaha. Untuk WP yang tidak menyelenggarakan pembukuan : Berarti nilai sisa buku harta tersebut tidak diketahui. Tapi bila tidak memenuhi. pekerjaan. perolehan dihitung 60 . maka dihitung 60% dari harga pasar wajar saat harta tersebut diterima. maka dasar penilaian atau nilai perolehan bagi pihak yang menerima adalah : a.

10 tahun 1994.No. Kep. Harga perolehan/penjualan dalam hal terjadi pengalihan harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti penyertaan modal Nilai harta bagi badan penerima pengalihan untuk kategori ini sama dengan nilai pasar dari harta tersebut./95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 7 MODUL PERTEMUAN X Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PENYUSUTAN DAN AMORTISASI AKTIVA ADIYAS. 61 . Dirjen Pajak No. Kep. MM.04/95. Referensi : UU.5. Dirjen Pajak No. KEP-249/ KMK. SE. KEP-11/PJ.

tetapi tidak mempunyai bentuk fisik. contohnya hak patent. karena digunakan memperoleh penghasilan. karena digunakan memperoleh penghasilan. Kedua-duanya merupakan pembebanan/biaya dalam kaitannya dengan penurunan kegunaan/manfaat secara berkala dari suatu harta tetap yang berwujud (tangible assets) maupun yang tidak berwujud (intangible assets). Nilainya semakin berkurang. PENDAHULUAN Sebetulnya tidak berbeda satu dengan lainnya. Khusus untuk harta tetap berupa tanah tidak dapat disusutkan. Ciri utama dari harta tetap adalah : selain berwujud juga memiliki masa kegunaan lebih dari 1 tahun dan dapat dipakai berulang-ulang. hak cipta. mesin-mesin. penyusutan harta tetap dan amortisasi untuk harta tak berwujud dibedakan dalam beberapa kelompok berikut : Tabel : Masa Manfaat & Tarif Penyusutan Harta Berwujud : Tarif garis Lurus 25 % 12. dan goodwill. seperti peralatan. perabotan. yang berguna dalam operasi perusahaan. perkakas. kecuali tanah yang digunakan oleh perusahaan genteng atau pertambangan yang jilainya semakin berkurang. yang dimiliki bukan untuk dijual kembali.5 % Tarif Saldo Menurun 50 % 25 % Harta Berwujud 1 Bukan Bangunan : Kelompok 1 Kelompok 2 Masa Manfaat 4 tahun 8 tahun 62 .A. Menurut UU Perpajakan Penghasilan. Yang masuk dalam kategori harta tak berwujud adalah suatu ktiva yang umurnya panjang. Yang masuk dalam kategori harta tetap adalah aktiva yang secara relatif tetap atau bersifat permanen yang dibeli oleh perusahaan dan bukan untuk dijual kembali dalam operasi perusahaan. gedung dan tanah.

Harta tetap akibat usala leasing.5 % 10 % 20 tahun 10 tahun 5% 10 % - Sumber : UU No. PENARIKAN HARTA TETAP DARI PEMAKAIAN : 63 . saat berlakunya dimulai pada tahun selesainya pengerjaan. 3. saat berlakunya dimulai pada tahun harta yang bersangkutan dileasingkan.5 % 6.25 % 5% 12. 2. tentang Pajak penghasilan Tabel : Masa Manfaat & Tarif Amortisasi Harta tak Berwujud : Harta Tak Berwujud Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Masa Manfaat 4 tahun 8 tahun 16 tahun 20 tahun Tarif Lurus 25 % 12. 10 tahun 1994. Harta tetap pada umumnya mulai berlaku pada tahun perolehannya.5 % 10 % B. SAAT BERLAKUNYA AMORTISASI : 1.Kelompok 3 Kelompok 4 2 Bangunan : Permanen Tidak permanen 16 tahun 20 tahun 6. C. Harta tetap yang masih dalam proses pengerjaan.25 % 5% garis Tarif Saldo Menurun 50 % 25 % 12.

sedangkan hasil penjualan atau penggantian asuransinya merupakan penghasilan dalam tahun yang bersangkutan. yaitu selisih antar harta penjualan dengan biaya yang seharusnya dan benar-benar dikeluarkan berkenan dengan penjualan tersebut. yang masuk dalam kategori ini adalah penarikan yang diakibatkan oleh adanya bencana alam dan hal-hal yang terjadi diluar kekuasaan perusahaan. Yang menjadi perhatian adalah penerimaan neto dari penjualan harta tersebut. Revolusi adalah suatu penyesuaian yang berkenaan dengan adanya perubahan 64 . b. yaitu : a. Hal ini karena dari harta itu yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Penarikan harta tetap karena sebab biasa. yang masuk dalam kategori ini adalah penarikan karena harta tersebut dijual yang disesuaikan dengan kebutuhan nilai ekonomis dari suatu harta. karena sudah tidak efisien lagi dan akan diganti dengan yang baru. REVOLUSI HARTA TETAP : Masalah penyusutan tidak lepas dari masalah revolusi. seperti penyitaan dan kebakaran. Yang dibebankan sebagian kerugian dalam periode penarikan harta tersebut adalah sebesar harta sisa buku menurut UU perpajakan dari harta yang ditarik. Sebabsebab lainnya mengenai penarikan harta tetap ini adalah dijualnya harta tersebut.Tidak selamanya harta tetap dalam suatu perusahaan dapat digunakan. Dari alasan tersebut. Penarikan harta tetap sebab luar biasa. D. maka penarikan harta tetap dari pemakai menurut UU pajak penghasilan dibedakan dalam 2 bagian. Hal ini bisa dapat disebabkan karena bencana alam atau perusahaan dengan sengaja menghentikan sebagian besar produksinya karena sebab-sebab di luar kekuasaan perusahaan.

500 _ Rp 25. Berapa besarnya nilai buku dan penyusutan dari mesin tersebut pada tahun 1997 Penyelesaian : Tahun 1995.000.750. Triasta pada tahun 1995 membeli sebuah mesin seharga Rp. yang bagi perusahaan bertujuan untuk mencerminkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.33.125 _ Rp.500 Rp. 18. Revolusi harta tetap dapat diartikan sebagai penyesuaian harta atau nilai perolehan harta tetap berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan yang berkenaan dengan adanya perubahan nilai tukar mata uang asing (US$/USD) terhadap nilai mata uang rupiah (Rp). harga pembelian Penyusutan 25% x Rp 45. penyusutan 25% x Rp. 8.000 Rp.25.000 _ Rp 33.000 Dasar penyusutan Januari 1997 Tahun 1997.312. Cara lain yang dapat ditempuh dalam menghitung besarnya nilai bukun pada tahun “n” adalah dengan cara memasukkannya dalam rumus : 65 . E.000 Rp. dengan tarif penyusutan sebesar 25%.375 1. Mesin tersebut memiliki masa manfaat tidak lebih dari 3 tahun. 11.312. CONTOH-CONTOH PERHITUNGAN : Dengan menggunakan Declining Balanced Method (Metode Saldo yang semakin menurun) Soal 1 : PT.500 Nilai mesin pada tahun 1997 Rp 45.437.328.nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing. 6.984. 45 juta.000. Juta Dasar penyusutan Januari 1996 Tahun 1996. penyusutan 25% x Rp.750.

984. 6.000.328. Dengan menggunakan Straight Line Method (Metode garis lurus) Sebuah mesin yang harga perolehnya Rp.000 X 33-1) (0.500 Penyusutan 1996 = (45.000.375.000. 120 juta dengan masa manfaat 20 tahun menurut metode garis lurus ini penyusutan setiap tahunnya adalah sebagai berikut : Rp.253) = Rp.= Rp.Nb = dimana : (1 – Tp)n X Hb Nb = Tp n = = Hb = Nilai buku Tarif penyusutan Harga beli (harga pokok) tahun ke “n” Sehingga untuk mengetahui besarnya penyusutan pada tahun 1997 tersebut adalah : Nb = (1-0. 18.437. 120.000.000 X 32-1) (0.- Sedangkan untuk mencari besarnya nilai penyusutan pada tahun ke “n” dapat digunakan rumus : Dn = (Hb X 3n-1) (Tp)n (rumus ini hanya berlaku untuk tarif penyusutan 25%) dimana : Dn 3n-1 Jadi : Penyusutan 1995 = (45.000.000 : 20 = Rp.000 = = depresiasi tahun ke “n” merupakan factor tarif 25% 66 .25)3 x Rp.252) = Rp 8.45.000. 6..125 2.

A. MM.04/95 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 8 MODUL PERTEMUAN XI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PAJAK YANG TERHUTANG (KHUSUS WP ORANG PRIBADI) ADIYAS.10 tahun 1994. Kep. KEP82/KMK. SE. Dirjen Pajak No. PENDAHULUAN Pajak atau lebih tepatnya Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak (WP) orang pribadi 67 .No.Referensi : UU.

termasuk pemungutan pajak dan pemotongan pajak tertentu. SUBJEK PAJAK ORANG PRIBADI Subjek pajak orang pribadi dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri. Subjek pajak orang pribadi yang menerima atau memperoleh penghasilan disebut dengan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP). tetapi WP OP dapat menggunakan tahun buku yang tidk sama dengan tahun takwim. WP OP dikenai pajak atas penghasilan yang diperoleh atau diterimanya selama satu tahun pajak atau dapat pula dikenai pajak untuk penghasilan dalam bagian tahun pajak apabila kewajiban pajak subjektifnya dimulai atau berakhir dalam tahun pajak. B. Dengan perkataan lain WP adalah orang pribadi yang telah memenuhi kewajiban subjektif dan objektif. Sedangkan subjek pajak orang pribadi luar negeri menjadi WP karena menerima dan atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia atau menerima dan atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia melalui Bentuk Usaha Tetap (BUT) di Indonesia. WP OP yang menerima penghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP. Subjek pajak orang pribadi tersebut dikenakan pajak apabila menerima atau memperoleh penghasilan. 68 . sepanjang tahun buku tersebut meliputi jangka waktu 12 bulan. Wajib Pajak Orang Pribadi adalah orang pribadi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan. Subjek pajak orang pribadi dalam negeri menjadi WP apabila telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya melebihi Penghasilan Kena Pajak (PKP).atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak tertentu. Sehubungan dengan pemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Tahun pajak adalah tahun takwim.

orang pribadi yang menjadi subjek pajak dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada di Indonesia. Subjek Pajak Dalam Negeri (WPDN) Subjek pajak orang pribadi dalam negeri adalah orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau orang pribadi yang dalam satu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.1. baik dari Indonesia maupun dari luar negeri (world wide income / azas domisili). Kepada orang tersebut dikenakan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh. Subjek Pajak Luar Negeri (WPLN) Subjek pajak orang pribadi luar negeri adalah orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau berada di Indonesia selama tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Keberadaan di Indonesia selama lebih dari 183 hari tidak harus berturut-turut. baik melalui atau tidak melalui BUT. 69 . Pada prinsipnya. 2. tetapi ditentukan oleh jumlah hari keberadaan orang tersebut dalam jangka waktu 12 bulan sejak kedatanggannya di Indonesia. Atau orang pribadi yang bertempat tinggal di luar Indonesia yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. termasuk mereka yang mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia dan ditimbang menurut keadaan. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia atau yang menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan BUT di Indonesia.

baik melalui BUT maupun tanpa melalui BUT di Indonesia (source principle). Bukan WNI Di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut Negara tersebut memberi perlakuan timbal balik Jadi apabila pejabat perwakilan negara lain memperoleh penghasilan lain di luar jabatannya. dalam memenuhi kewajiban perpajakannya di Indonesia. c. tidak termasuk subjek pajak di Indonesia. Pengecualian Subjek Pajak Luar Negeri Orang-orang pribadi yang sudah memenuhi syarat sebagai WPLN tapi dikecualikan dari subjek pajak dan atas penghasilannya tidak dikenakan pajak di Indonesian adalah pejabat perwakilan diplomatik dan pejabat organisasi internasional. dengan syarat sebagai berikut : a. 70 . Dengan demikian. Orang tersebut tetap berstatus sebagai WPLN. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabatpejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersamasama mereka. 3. b. WPLN hanya dikenakan PPh atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Indonesia. maka terhadapnya dikenakan pajak melalui BUT.Apabila WPLN menerima atau memperoleh penghasilan melalui BUT. BUT tersebut menggantikan orang pribadi sebagai subjek pajak luar negeri. maka ia menjadi subjek pajak atas penghasilan lain tersebut.

kegiatan atau pekerjaan lain untuk mendapatkan penghasilan dari Indonesia C.PTKP Sedangkan penghitungan PKP bagi WP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pencatatan dan bagi WP yang memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan adalah : PKP = penghasilan neto fiskal – zakat atas penghasilan – PTKP Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh seorang muslim sesuai ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak.Yang termasuk pengecualian juga adalah pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Keuangan dengan syarat sebagai berikut . a. Zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh WP OP pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat (BAZNAS) atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah sesuai dengan 71 . Bukan WNI b. Tidak menjalankan usaha. PENENTUAN PENGHASILAN KENA PAJAK Penghitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) bagi WP OP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pembukuan adalah : PKP = penghasilan neto fiskal – zakat atas penghasilan – kopensasi kerugian .

336. Kompensasi Kerugian Horizontal Rp.000. dapat dikurangkan dari PKP. 94.000. Sedangkan bagi yang menerimanya tidak termasuk dalam pengertian penghasilan yang dipotong PPh 21. 18. 2.bukti setoran yang sah (sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 3 UU No.000. KOMPENSASI KERUGIAN 1.704. 11.400) D.38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat). 1.000.367. Kerugian dari selisih kurs mata uang asing c.000. Kompensasi Kerugian Vertikal (Tax loss carry Forward) 72 . antara lain berupa : a.000. 2.000.000. Rp.. Contoh : Tuan Abdullah adalah pegawai yang menerima gaji Rp. 92._ Rp. Kerugian yang diderita suatu unit atau cabang usahanya. b..150._ Rp.336. 74.460 WP OP diperkenankan untuk memperhitungkan kerugian yang diderita pada periode berjalan. Maka perhitungan yang harus dilakukan adalah : Penghasilan bruto (12 x 8.Rp.Rp.336.600._ Rp.000) Penghasilan neto sebelum zakat Zakat (2. Dia memiliki satu istri dan tiga orang anak.000) Penghasilan neto setelah zakat PTKP (K/3) PKP PPh terutang (15% x 74.000. Kerugian (fiskal) yang diderita suatu unit atau cabang usaha bisa dikompensasikan dengan laba (fiskal) dari cabang lain sesama di Indonesia..000.8. menagih dan memelihara penghasilan.Rp.296. 96.704.000) Biaya jabatan (5% x 96. Kerugian penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan orang pribadi atau yang dimiliki untuk mendapatkan.400.400./bulan.5% x 94.

. PERHITUNGAN PAJAK YANG KURANG/LEBIH BAYAR Perhitungan pajak akhir tahun dilakukan dengan mengurangkan PPh terutang dengan kredit pajak yang telah dibayar oleh WP dalam Tarif PPh 5% 15% 25% 30% 73 .s/d Rp. maka sisa kerugian yang belum dikompensasikan dianggap daluwarsa. Tarif PPh OP (Pasal 17 UU PPh) Lapisan PKP Sampai dengan Rp.000. 25. 200.Di atas Rp..000.Di atas Rp.000. Kerugian tersebut adalah kerugian menurut fiskal.000.000. yaitu penghasilan bruto dikurangi dengan biaya-biaya yang diperbolehk E.000.s/d Rp. 50. 100. 500.000.000. 200.000.000. PAJAK YANG TERUTANG Perhitungan pajak terutang bagi WP yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas dengan menggunakan pembukuan maupun pencatatan dan Wp yang memperoleh penghasilan sehubungan pekerjaan adalah : PPhterutang=PKPx tarif PPh OP – PPh 24 yg telahdikreditkan.000.000.s/d Rp. 500.000.Di atas Rp. Jika lewat dari 5 tahun.s/d Rp.Jika WP OP yang menggunakan pembukuan mengalami kerugian dapat dikompensasikan dengan penghasilan (neto/laba fiscal) selama maksimal 5 tahun setelah tahun pajak terjadinya kerugian tersebut. maka PKP dibulatkan ke bawah dalam ribuan rupiah penuh..000.000.. 25. 100.Tarif PPh 5% 10% 15% 25% 35% Untuk keperluan penerapan tarif pajak dalam menghitung PPh terutang.000. Mulai tahun pajak 2009 tarif Pasal 17 UU PPh berubah menjadi : Lapisan PKP Sampai dengan Rp. 250.000. 50.Di atas Rp. 250.000.Di atas Rp.s/d Rp. 50. 50..000.Di atas Rp.000.000. F.000.000.000.000.Di atas Rp.000.000.000.

KEP03/PJ/95.36 Tahun 2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 9 MODUL PERTEMUAN XII & XIII Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN DAN TEKNIS PERHITUNGAN PPN DAN PPnBM PPh ADIYAS. A. PENDAHULUAN Undang-undang PPN Barang & Jasa PPnBM ( disingkat UU PPN) mengatur pengenaan atas : 74 . Referensi : UU. SE. diperbaharui dengan UU No. Perhitungan PPh Kurang/lebih bayar dapat dilakukan dengan mempergunakan Form 1770 Induk bagian D. Dirjen Pajak No. Kep. baik melalui pembayaran sendiri maupun melalui pemotongan/pemungutan pihak lain. MM.No..10 tahun 1994. sedangkan lebih bayar adalah saat dimana PPh terutang lebih kecil dari Kredit Pajak yang harus dilunasi paling lambat tanggal 25 bulan ketiga setelah tahun pajak berakhirnya dan sebelum SPT tahunan disampaikan. Kurang bayar (PPh Pasal 29 UU PPh) adalah saat dimana PPh terutang lebih besar daripada Kredit Pajak.tahun berjalan.

Adanya pajak berganda. 2. Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). 2. Menghilangkan pajak berganda Tarif tunggal. Barmacam-macam tarif Tidak mendorong ekspor. sehingga menimbulkan kesulitan pelaksanaannya. Kelebihan PPN 1984 (Undangan-undangan yang baru). 5.1. 3. Pajak Pertambahan Nilai Barang & Jasa (PPN).8 Tahun 1983. Netral dalam persaingan dalam negeri. DASAR HUKUM Peraturan Perundang-undangan yang mengatur PPN dan PPnBM adalah UU No. antara (ada 9 macam tarif ). B. 75 . Kelemahan PPN 1951 (UU. lain : 1. tentang PPN Barang & Jasa dan PPnBM sebagaimana telah diubah dengan undang-undang No. 7. sehingga memudahkan pelaksanaan. Pajak tidak langsung. Netral dalam pola konsumsi Dapat mendorong ekspor. Pajak Pertambahan Nilai merupakan : 1.11 Tahun 1994. Pajak atas konsumsi dalam negeri. Pajak. 2. 2. Belum dapat mengatasi penyelundupan. Netral dalam perdagangan internasional. 6. yang lama) antara lain : 1. 3. Dapat menghindarkan penyelundupan (lebih mudah pengawasan). 4. 4.

2. 3. 4. PENGERTIAN PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI Yang dimaksud dengan pertambahan nilai adalah jumlah antara biaya yang dikeluarkan dan tingkat laba yang diharapkan dalam suatu proses produksi. melekat pada waktu perolehan harga barang yang diekspor. berkaitan dengan faktor bunga modal yang harus Tenaga kerja. Dalam proses produksi tentu saja tidak lepas dari faktor-faktor produksi seperti: tersebut. pajak. Harta tetap.Lahirnya sistem PPN dan PPnBM ini tentu saja membawa dampak positif dalam pelaksanaannya. dimana ada biaya penyusutan dari harta tetap 76 . Artinya proses pertambahan nilai selalu timbul karena adanya biaya-biaya yang dikeluarkan mulai dari bahan baku siap dijual dengan tingkat laba yang diharapkan. Biaya-biaya kantor dan laba yang diharapkan. jumlah pajak yang dipungut sama dengan pengenaan pajak berganda. antara lain : 1. berkaitan dengan pembayaran upah dan gaji. diberikan pengembalian beban pajak yang Dalam hal impor. Modal. karena itu menciptakan persaingan yang sehat untuk keuntungan konsumen. PPN dan PPnBM dalam pelaksanaannya bisa menghindari Dalam ekspor. jumlah pajak yang dikenakan atas barang yang diproduksi di dalam negeri pada tingkat harga yang sama. dibayarkan. Penerapan sistem tarif yang lebih sederhana atas PPn dan PPnBM dapat dengan mudah melacak setiap bentuk penyelundupan C.

maka selisihnya merupakan hak Pengusaha Kena Pajak yang dapat diminta kembali atau dikompensasikan dengan Jumlah Pajak yang terutang. Pengusaha Kena Pajak (PKP). b. BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN PPN 1. D. 3. PKP adalah Pengusaha sebagaimana yang dimaksud pada no. melakukan usaha jasa atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. Jika Pajak Keluaran ternyata lebih kecil dari Pajak Masukan. Barang Kena Pajak (BKP) : Barang Kena Pajak (BKP) adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak maupun barang tidak berwujud yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang PPN. Jasa Kena Pajak (JKP) : 77 .Untuk menghitung PPN yang terutang. tidak termasuk Pengusaha Kecil (PK) yang batasannya ditetapkan oleh Menkeu.PPN. 1 yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan UU. harus menghitung selisih antara Pajak Keluaran dengan Pajak Masukan yang secara sederhana dapat dirumuskan PPN = Pajak Keluaran – Pajak Masukan. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean. PK yang memiliki untuk dikukuhkan menjadi PKP. Pengusaha Kena Pajak (PKP) : a. 2. Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apapun yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menghasilkan barang melakukan usaha perdagangan.

termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pemesan.-. 500. Metode tidak langsung (indirect subtraction method / tax invoice method) : Diperoleh dari : Pajak Keluaran – Pajak Masukan Dalam perhitungan tetap dibahas dengan menghitung PPn dengan menggunakan metode yang kedua yaitu metode tidak langsung. Bahan baku yang dibeli oleh perusahaan garment berupa yang diharapkan akibat kain dan bahan pembantu lainnya seharga Rp.Seandainya biaya-biaya yang timbul dan keuntungan produksi tersebut akan menjual hasil produksinya seharga Rp.maka perusahaan garment tersebut akan menjual hasil produksinya seharha Rp. E.Jasa Kena Pajak suatu (JKP) adalah atau setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan perikatan perbuatan hukum menyebabkan suatu barang/fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai. CARA MENGHITUNG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) Ada 2 metode dalam menghitung PPN. Untuk memahami besarnya pertambahan nilai dan besarnya PPN yang harus dibayarkan. 450. yaitu : 1.yaitu semua biaya dan tingkat 78 . 2. Contoh : 1.. Metode langsung (direct subtraction method) : Diperoleh dari : Tarif x pertambahan nilai Cara ini sulit dilaksanakan. 950. 450. Dari contoh ini dapat diketahui bahwa besarnya Pertambahan Nilai adalah Rp.. yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang PPN. dapat diperhatikan contoh berikut.

maka kita dapat menghitung pula besarnya PPN.PPN 10% = Rp.maka perhitungannya adalah sebagai berikut : Beli Jual Rp. 50. Jika diketahui tarif PPN 10%. Berikut ini akan diuraikan penerapan multi-stages system dalam PPN.. Seperti yang diuraikan sebelumnya sistem pemungutan Pajak pertambahan Nilai (PPN) dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat produksi mulai dari bahan baku sampai barang jadi (multi-stages system) . 450. 45.laba yang diharapkan selama proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi.(Pajak Keluaran) Maka terjadi kelebihan pembayaran PPN sebesar Rp.= Rp.Rp. 250.yang merupakan hak dari pengusaha kena pajak (PKP) yang dapat diminta kembali atau dikompensasikan untuk pajak yang terutang untuk masa pajak berikutnya. 250. yakni : Beli Jual Rp. 25. 95 – Rp. 45.. 450.b.. a. 50 (Pajak Masukan) = Rp.. 500.. 50 = Rp. 95 (Pajak Keluaran) PPN yang harus dibayarkan = Pajak Keluaran – Pajak Masukan. Jika perusahaan garment tersebut hanya mampu menjual hasil produksinya senilai Rp. 500 Rp.Nilai PPN diatas sama besarnya dengan 10% dari pertambahan Nilai sebesar Rp. 25. = Rp. 950 PPN 10 % PPN 10% = Rp..(Pajak Masukan) PPN 10% = Rp.yaitu : 10% x Rp. sebagai berikut : Tabel Multi – Stages Tahap Produksi Kapas 400 Harga beli Harga jual Pajak Masukan Pajak Keluaran 40 40 PPN 79 .

Benang Kain Baju Total 400 1. 200.. 0. maka kita dapat menghitung jumlah PPN yang dibayarkan dalam rangkaian tersebut. 400) yang juga merupakan jumlah PPN-nya (PPN = Pajak Keluaran (Rp.(10% x Rp.(10% x Rp. 120. 40. 5.dan pajak keluarannya Rp.600 1..maka akan ada pajak keluaran sebesar Rp. Dari seluruh rangkaian proses produksi. 40..sehingga PPN yang harus dibayarkan pada tingkat ini adalah sebesar Rp. 300..000 3.maka dari keadaan itu dapat dihitung pajak masukannya sebesar Rp. Seandainya harga kain setelah jadi sebesar Rp. 80.000 8.000 5. akan membeli kain yang mengakibatkan timbulnya pajak masukan sebesar Rp. dari bahan baku tersebut. 2. 500..yang merupakan penjumlahan atas PPN tahap pertama sebesar Rp. 400).000..ini menimbulkan pajak keluaran sebesar Rp.200 2. 40. 80.200 2. ternyata setelah menjadi benang dibutuhkan oleh produsen kain.).PPN tahap ke 3 sebesar Rp.Pajak Masukan yang telah dibayarkan pada waktu perolehan Barang Kena Pajak (BKP) yang langsung diekspor atau diserahkan kepada Pengusaha Kena Pajak dapat dikreditkan terhadap Pajak Masukan yang dihitung dengan pedoman sebagai berikut : 80 . 40.-.-) .yang juga merupakan PPN yang dibayarkan oleh konsumen yang membeli baju tersebut. mulai dari bahan baku berupa kapas sampai menjadi baju yang siap dijual dipasaran.-. petani kapas menjual kapasnya ke produsen benang dengan harga Rp.. Jika ternyata dalam proses produksi harga baju akan dijual seharga Rp. 400. Bahan baku berupa kapas yang dibeli oleh produsen benang sebesar Rp.00. 40.. yaitu Rp..ditambah PPN tahap kedua sebesar Rp.. 200. 400..ditambah PPN tahap ke 4 sebesar Rp...600 40 120 200 360 40 120 200 860 80 80 300 500 Dari tabel diatas. Selanjutnya produsen baju yang membutuhkan kain sebagai bahan baku.menimbulkan pajak masukan sebesar Rp.Pajak Masukan (Rp. 500.

500. Pajak Masukan atas persediaan BKP yang masih tersedia dapat dikompensasikan pada masa pajak berikutnya.500.000. Rumus yang dapat digunakan untuk menetapkan perkreditan pajak ini adalah : Penyerahan BKP kepada PKP X Jumlah Pajak Masukan Nilai Peredaran Usaha b. 500.000.000.000 Rp. – – 750..000 Rp.000. Contoh : 1. Dari suatu kegiatan usaha diketahui bahwa PT “X” : Rp.Pajak Keluaran : Atas Ekspor 0% Atas PKP 10% x Rp. 7.000 81 .000 a. 5. Rp.000.000 Rp.000 Rp. Rp. Menjual BKP ke PKP d. 7. c. Atas Ekspor : Rp.000.000 Rp. 5. 15. 1.000. 15.000.000. 2. Besarnya perkreditan pajak tidak boleh lebih lebih besar dari Pajak Masukan atau dapat juga dikatakan bahwa Pajak Masukan harus lebih besar dari perkreditan pajak.Rp.500.a.000 Rp. 15.000 X Rp.= Rp.500. 1. Membeli BKP seharga b. Menjual BKP ke bukan PKP Pajak Masukan : 10% x Rp.500.500.Kepada bukan PKP tidak dikenakan pajak Total Pajak Keluaran Pajak Masukan yang dapat dikreditkan : a. Ekspor BKP c. 7.

- F.000 550. 82 . 7. meskipun belum diterima pembayarannya. 750. Accrual basis. meskipun belum menerima barang/jasa kena pajak.X Rp. = Rp.= Rp.000. yaitu suatu prinsip pemungutan pajak dengan cara memungut pajak terutang pada saat penerimaan pembayaran. 750. PENGERTIAN PAJAK PENJUALAN BARANG MEWAH (PPnBM) PPnBM merupakan pungutan pelengkapan atas pengenaan PPN.000.000.000 Rp. yaitu suatu prinsip pemungutan pajak dengan cara memungut pajak terutang pada saat penyerahan barang/jasa kena pajak. Atas penjualan kepada PKP : Rp.000 = Rp.000.250.1.500. 15.Jumlah Pajak yang lebih bayar atau harus disetorkan adalah : Pajak Masukan yang dapat dikreditkan Pajak Keluaran Pajak yang lebih dibayar = Rp.. 750. TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) Ada dua cara yang dilakukan dalam pemungutan PPN.250.b. Dikatakan pelengkapan karena pengenaan PPnBM ini sifatnya adalah pemungutan satu kali pada sumbernya atas pembeli atau konsumen barang termasuk dalam kategori barang mewah.000 Total Pajak Masukan yang dapat dikreditkan : = Rp. 1. 1.000 = Rp. Cash basis. yaitu : 1. Barang mewah yang dimaksud adalah : barang yang dianggap memiliki daya kemampuan lebih tinggi sehingga wajar kalau dipungut pajak yang lebih tinggi. 2.500. impor.000 + Rp. G. 500.000.

000.000. berapakah harga barang tersebut yang merupakan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) ? Penyelesaian 4.000. 130.000 = Rp. 130.000 83 .000.000. Rp.000 Rp.Contoh Perhitungan PPN dan PPn BM : PT “X” membeli barang dan jasa kena pajak (PKP) yang tergolong mewah dengan harga penyerahannya Rp. berapa jumlah seluruhnya yang harus dibayarkan oleh PT “X” 2. Jika diketahui bahwa barang mewah yang dimaksud diatas tergolong tarif PPnBM 20%. Harga sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) 20% Jumlah yang dibayar oleh PT “X” 5.000.000.1. 13. 100.000.000.000) = Rp.x Rp. Jika diketahui bahwa harga BKP yang tergolong mewah tersebut diatas sudah termasuk PPn10% dan PPnBM 20%.000 Rp. 130. 169. 20.000 + Rp.000. 20.- Untuk kasus no.000.000 = Rp.000.000 – (Rp.000.000 x Rp.2 dapat diselesaikan sebagai berikut : 10 PPN = 100 + 10 + 20 20 PPnBM = 100 + 10 + 20 Dasar Pengenaan Pajak (DPP) = Harga BKP – (PPN + PPnBM) DPP = Rp.130.000 + Rp. 130.000.000.000. 10. 26. 10.

A. No. SE. 50 Tahun 1994 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 10 MODUL PERTEMUAN XIV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN UMUM MENGENAI PBB ADIYAS.No. PENDAHULUAN 84 . MM.11 tahun 1994 PP.Referensi : UU.

6. sehingga yang termasuk dalam pengertian bangunan disini yaitu : 1. 12 1994 dan peraturan serta keputusan Penerapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). seperti halnya dengan jenisjenis pajak lainnya. 5. 11 tahun 1959 tentang Pajak Hasil Bumi (IPEDA) dan Peraturan perundang-undangan lain sepanjang mengenai tanah dan bangunan. 3. Kolam renang. k dan l UU Darurat No. 2. 4. Perubahan-perubahan dasarnya penyederhanaan dari peraturan yang satu ke peraturan yang lainnya. juga mengalami yang perubahan-perubahan dilakukan pada yang disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di Indonesia. OBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Yang menjadi objek PBB adalah Bumi dan Bangunan. Penyederhanaan tersebut diatur dalam beberapa jenis pungutan atas tanah dan bangunan yaitu : 1. dinyatakan tidak berlaku lagi & diganti dengan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ordonansi Pajak Rumah Tangga 1908 Ordonansi Verponding Indonesia 1923 Ordonansi Verponding 1928 Ordonansi Pajak Kekayaan 1923 OrdonansiPajak Jalanan 1932 Pasal 14 huruf j. 3. 4. B. 11 tahun 1957 tentang Peraturan Umum Pajak Daerah. Jalan lingkungan yang terletak Jalan tol. 2. 85 . Yang dimaksud dengan Bumi adalah Permukaan bumi meliputi tanah dan perairan pedalaman laut wilayah Indonesai. 7. Peraturan Pemerintah pengganti UU No.Sesuai dengan UU No. Pagar mewah. taman mewah. Sedangkan yang dimaksud dengan Bangunan adalah Konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.

kesehatan. tanah negara yang belum dibebani suatu pajak. Untuk perwakilan diplomatik. 5. pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksud untuk memperoleh keuntungan. hutan wisata. Hutan lindung. Penelitian tanah : d. Tempat penampungan/kilang minyak. 3. Yang semata-mata digunakan untuk melayani kepentingan umum dibidang ibadah. Untuk kuburan. Sedangkan yang tidak tergolong objek PBB antara lain : 1. Sebelum ditetapkan sebagai objek PBB. berdasarkan azas perlakuan timbal balik. 4. konsulat. Penelitian objek tanah dilakukan dengan cara menentukan/menilai harga tanah berdasarkan transaksi jual beli tanah yang terjadi di wilayah tersebut dengan mengambil harga jual rata-rata. Tempat olah raga. 8. terlebih dahulu dilakukan penelitian oleh pejabat yang berwenang menurut Undang-undang. sosial. (Th. yaitu : 1. 6. Penelitian Objek PBB dibagi 2 kategori. Nilai Jual Pajak Tidak kena Pajak (NJO-PTKP) sebesar 8 juta. air dan gas. 7. Galangan kapal/dermaga. pipa Fasilitas lain yang memberikan manfaat.2000 = Rp 12 juta). peninggalan purbakala atau sejenisnya. hutan suaka. minyak. 86 .5. 6. tanah pengembalaan yang dikuasai oleh desa. Untuk bafan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan RI. 2. taman nasional.

Batas Nilai Jual Bangunan Tidak Kena Pajak (NJP-TKP) adalah Rp. maka sedikitnya setiap tahun DitjenPajak cq.apabila seorang WP mempunyai beberapa objek pajak. 4. f. Masing-masing konstruksi bangunan mempunyai cara-cara penilaian tersendiri. Penilaian objek bangunan dilakukan dengan cara menilai konstruksi bangunan meliputi antara lain konstruksi landasan. disamping juga memperhatikan segi kualitas material bangunan dan luas bangunan. Kakanwil yang bersangkutan menerbitkan Nilai Jual Objek Pajak sebagai pedoman.000.. Dasar perhitungan pajak adalah 20 % dari nilai NJOP. 2. Penelitian bangunan : a. C. Untuk memudahkan penentuan harga tanah untuk kepentingan penetapan PBB.000.8juta (Rp. Besarnya tarif adalah 0. 2. petugas panilai mencatumkan kelas tanah pada Surat Pemberitahuan Objek pajak tersebut. 87 . yang diberi NJOP-TKP).10.5% (lima per-seribu). Dasar Pengenaan Pajak (DPP) adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). maka diadakan perhitungan/ penetapan sebagai berikut .e. PENETAPAN NILAI PAJAK Berdasarkan data objek PBB yang dihimpun dalam Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) dan telah diadakan penilaian serta penentuan klasifikasi tanah dan bangunan. b. 3. konstruksi atap. 1. dimana akhir penilaian tersebut merupakan klasifikasi suatu bangunan yang akan dicantumkan pada SPOP sebagai bahan penetapan Pajak Bumi & Bangunan (PBB). Berdasarkan pennilaian/penentuan klasifikasi tanah tersebut.

Rp. 8.000.000. Rp. 3.000 _ NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Rp. Rp.000 _ 5.000. 5.000.000 Nilai jual Objek Pajak Bumi (NJO PB) Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Nilai Jual Objek Pajak untuk Perhitungan Pajak : Nilai Jual Objek Bumi Nilai Jual Objek Pajak Bangunan NJOP untuk Perhitungan pajak NJOP-TKP Rp.000 NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Rp.000 3.000 Rp. Rp. 5. 13.000. Rp. sebagai berikut : Seorang WP mempunyai 2 objek pajak berupa bumi dan bangunan masing-masing di desa A dan desa B dengan nilai sebagai berikut : Desa A : Nilai jual Objek Pajak Bumi (NJOPB) Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Rp.5% x 20% x nilai jual tanah 88 .000. Selanjutnya penetapan besarnya pajak yang terutang harus diperhitungkan dengan cara. 5.000. seperti dikutip dari Penjelasan UU.000.000 Rp.000.000 8.Contoh. yaitu : Untuk tanah = 0.000.000.000. No 12 tahun 1994 ayat 3. 8.000 5.000.000 + 8.000 + 8.000 Nilai Jual Objek Pajak untuk Perhitungan pajak : Nilai Jual Objek Bumi Nilai Jual Objek Pajak Bangunan NJOP untuk Perhitungan pajak NJOP-TKP Desa B: Rp.000 Rp. Rp.

000.000 atau menurut ketentuan NJOP bumi adalah Rp.000. 365. 423. menguasai dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan.000 PBB terutang = 0. 8. pemakai dan penyewa. 285.000 Nilai jual bangunan = 400 m2 x Rp. 350.000.000 + = Rp.000 = Rp. 285.000.5% x 20% x (NJ bangunan – NJB-TKP) = 0.000/m2.= Rp. sebesar Rp. 146. pengontrak. dari tanah seluas 1000 m2 tersebut bediri sebuah bangunan 400 m2 dengan nilai jual Rp. SUBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Yang menjadi subjaek/WP PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan/atau memperoleh manfaat atas bumi. Contoh Perhitungan : Batara sebagai WP memiliki tanah seluas 1000 m2 persegi dengan nilai jual Rp. penggarap. Jika ternyata diketahui dalam lampiran klasifikasi. 300.5% x 20% x Rp.000/m2. 285. penghuni. penggolongan dan ketentuan nilai jual bumi dan bangunan termasuk dalam kategori NJOP Bumi kelas 24 (dimana NJOP/ m2 antara 262.000.000.- Untuk bangunan = 0.000 sampai dengan 308. 265.000 = Rp.000.000/ m2 dan NJOP bangunan kelas. 89 .000 _ 423. dan/atau memiliki. antara lain pemilik. 431.000/ m2. 423. 8.000 Jumlah NJOP Nilai jual bangunan tidak kena pajak Jumlah NJOP = Rp.5% x 20% x NJOP sebagai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Atau Untuk tanah dan bangunan D.000 = Rp. maka besar perhitungan pajak terutang sebagai berikut : Nilai Jual Tanah = 1000 m2 x Rp.

90 .Referensi : UU. SE.No. MM.12 tahun FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAl ”VETERAN” JAKARTA 11 MODUL PERTEMUAN XV Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN KEBIJAKAN UMUM MENGENAI BEA METERAI ADIYAS.

Surat yang memuat jumlah uang lebih dari 1. PENDAHULUAN Objek Bea Materi dan tata cara pelunasannya yang sesuai dengan ketentuan UU No. Akta-akta notaris termasuk salinannya 3. 91 . 24 tahun 2000. 7 tahun 1995 tentang Tarif Bea Meterai dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 17 tentang Bea Meterai. 2. 4.000.Yang menyebutkan penerimaan uang Menyatakan pembukuan uang atau penyimpan uang dalam Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di bank Berisi pengakuan utang seluruhnya atau sebagian telah rekening bank (R/K) dilunasi. DOKUMEN-DOKUMEN YANG DIKENAKAN BEA MATERAI Menurut Peraturan Pemerintah RI No. Bea Meterai adalah salah satu pajak yang dipungut dan dikelola oleh negar. tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan besarnya Pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Materi yang mulai berlaku pada tanggal 1 Mei 2000. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. Pengertian Bea Materi itu sendiri sebenarnya adalah biaya pengesahan/penguatan secara umum atas suatu dokumen berharga dan pentingoleh negara. 13 tahun 1995 tentang Bea Meterai dan Peraturan Pemerintah No.A. Bea Meterai dapat diartikan juga suatu pungutan atas dokumen-dokumen berharga. dokumen-dokumen berharga yang dikenakan Bea Meterai adalah dokumen-dokumen sebagai berikut : 1. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkapan-rangkapannya.000. B.

Kwitansi untuk semua jenis pajak dari kas negara. Dokumen yang menyebutkan tabungan. Surat berharga. 1. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian dimuka pengadilan : Surat-surat biasa dan surat ke rumah tanggaan.000. pembayaran uang tabungan kepada penabung bank. keterangan pemindahan yang dituliskan diatas dokumen. surat angkutan penumpang dan barang. Efek dengan nama dan alamat bentuk apapun. sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp. Surat penyimpanan barang. kas pemerintah daerah dan bank 5. Promes dan aksep yang berharga nominal lebih dari Rp.000.000 7. DOKUMEN-DOKUMEN YANG TIDAK DIKENAKAN BEA MATERAI Sedangkan dokumen-dokumen yang tergolong tidak dikenakan bea materai adalah : 1. Tanda bukti penerimaan uag negara dan kas negara dan kas negara. bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang. 1. Tanda bukti penerimaan uang untuk keperluan intern organisasi 7. 4. seperti : Wesel. konosemen. Tunjangan dan pensiun. Uang tunggu. koperasi dan badan-badan lainnya yang bergerak dibidang tersebut 92 . tapi kemudian digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain dengan maksud yang lain. C. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggunganpengirim dan suratsurat swejenis lainnya. kas pemerintah daerah dan bank 6.5. Berbagai bentuk tanda terima yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran seperti : Gaji. 2.000 6. Segala bentuk Ijazah 3.

Undang-Undang No. jenis Bea Meterai hanya ada satu. Pemungutan Bea Meterai yang berlaku sekarang adalah hasil penyederhanaan dari peraturan Bea Meterai 1921 (ABM 1921) dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. 7 tahun 1995 tentang Perubahan tarif Bea Meterai 93 . Bea Meterai Tetap dan Bea Meterai Sebanding dengan penetapan tarif atas Bea Meterai sebanyak 167 macam. 24 tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Meterai dan besarnya batas Pengenaan harga Nominal yang dikenakan Bea Meterai dengan 2 macam tarif. 7 tahun 1995 tentang perubahan tarif Bea Meterai 3. Perbandingan antara ABM 1921 dengan UU No. tarif. yankni. Pada UU No. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai adalah sebagai berikut : Pada ABM 1921. 182/KMK. 13 tahun 1985 tentang Bea Meterai 2. jenis-jenis pemeteraian terdiri dari Bea Meterai Umum. DASAR HUKUM PELAKSANAAN PEMUNGUTAN BEA MATERAI Yang menjadi dasar hukum pemungutan Bea Meterai adalah : 1. Bea Meterai Tetap dengan 2 macam D. Bea Meterai Luas Kertas. 13 tahun 1985 tentang Be Meterai.8.04/1995 tentang pelaksanaan peraturan Pemerintah No. Pada UU No. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Paraturan Pemerintah No. Bea Meterai Luar Biasa. Surat gadai yang diberikan oleh perusahaan jawatan pengadaian 9. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek. Keputusn Menkeu RI No. karena terlalu rumit.

000.000. untuk diluar negeri adalah pada saat digunakan di Indonesia. 250. 2. Tarif untuk seluruh dokumen berharga yang terutang Bea Meterai dikenakan sebesar Rp.250.- diatas Rp. Selanjutnya lihat keterangan dalam lampiran Peraturan Pemerintah No. Tata cara penggunaan dan pelunasannya bisa dilakukan dengan menggunakan benda meterai (kertas meterai dan meterai tempel) atau 94 .000.saat terutangnya adalah pada saat dokumen itu selesai dibuat.000. 24 tahun 2000 tentang perubahan tarif Bea Meterai dan besarnya batas pengenaan harga nominal yang dikenakan Bea Meterai E. 1000 (Rp. Bea Meterai atas cek dan bilyet giro ditetapkan tarif sebesar Rp. yang berlaku pada tanggal 1 Mei 2000. 3. Tarif untuk dokumen yang nilai nominalnya lebih dari Rp. SAAT TERUTANG...1.-.2000. TARIF BEA MATERAI 1.3.000.000.000.dikenakan Bea Meterai Rp. sekarang Rp.. TATA CARA PENGGUNAAN SERTA PELUNASANNYA Saat terutangnya bea meterai adalah pada saat dokumen itu diserahkan dari satu pihak.kecuali pihak-pihak yang bersangkutan menentukan lain.tanpa batas 4.-).000.000. Nominal dari cek dan bilyet giro tersebut (sekarang Rp. 24 tahun 2000.tetapi tidak lebih dari Rp. pihak yang terutang adalah pihak yang mendapat manfaat dari dokumen.000) dan untuk dokumen yang nilai nominalnya dibawah Rp.-.6. 1. 3.tidak terutang Bea Meterai.1. F.4. Peraturan Pemerintah RI No.

95 . sanksinya adalah dokumen itu dianggap tidak berMeterai. dan itu berarti harus dilakukan pemeteraian ulang ditambah denda 200%. 5.bisa juga denganmenggunakan mesin teraan meterai atau alat lain. sebagian pada kertas dan sebagian lagi pada semua Meterai tempel yang digunakan. boleh ditambah dengan kertas lain tanpa penerimaan Meterai lagi. tanda tangan itu harus. bulan dan tahun harus diisi pada Meterai tempel pada saat/setelah ditanda tangani. belum ada surat edaran khusus yang mengatur tentang hal ini ditetapkam di PERURI. Jika satu lembar kertas Meterai tidak cukup untuk memuat seluruh isi dokumen. Jika digunakan lebih dari satu Meterai tempel. SYARAT PELUNASAN Ada dua macam syarat pelunasan bea materai yang dapat dilakukan. tanda tangan harus mengenai baik Meterai tempel maupun kertas yang bersangkutan. Kertas Meterai hanya boleh digunkan sekali. Syarat Pelunasan Dengan Cap Lunas : Harus mendapat izin dari Dirjen Pajak cq. Ditanda tangani dengan tinta atau bahan sejenis.dengan cara lain seperti dengan cap lunas pada dokumen yang bersangkutan. 4. 3. Tanggal. Direktur PPN/PTLL. 6. Jika syarat diatas tidak dipenuhi untuk keperluan pelunasan dengan menggunakan Meterai tempel. Meterai tempel harus direkatkan seluruhnya pada tempat dimana tanda tangan akan dibubuhkan dengan utuh/tidak rusak diatas dokumen. Tempat pencentakannya secara lisan. yaitu : 1. Cara menempelkan meterai tempel dan penggunaan kertas Meterai dilakukan sebagai berikut : 1. Bea Materai terutang dibayar terlebih dahulu dengan nominal sebesar jumlah yang ingin dicetak. G. 2.

Akta-akta Notaris termasuk salinanya Akta-akta yang dibuat oleh Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya. Selain Benda Meterai baru desain tahun 2000 yang akan segera dicetak dan diedarkan. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. di atas yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. dengan ini diumumkan bahwa mulai 1 Mei 2000 semua dokumen yang tentang Bea Materai harus sudah dilunasi dengan tarif Rp. Mesin teraan harus dibeli sendiri. 1.000.000.000. 1.00 (satu juta rupiah). Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank 3) Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank .000.000. 250. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea materai berdasarkan tujuannya. Cek dan Bilyet Giro tanpa batas pengenaan besarnya harga nominal. Dokumen yang dikenakan Bea Materai dengan tarif Rp. 3000.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 96 Jakarta. Bila telahDEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA habis sampai jumlah Bea Meterai yang disetor.000.000. 1.000. disegel oleh fiscus sampai jumlah depositnya. selain dari maksud semula.4. c. Dokumen yang dikenakan Bea Meterai Dokumen sebagaimana dalam angka 1 huruf d dan huruf e diatas yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp. 2).00 (enam ribu rupiah) dengan perincian sebagai berikut .000.0 (satu juta rupiah).00 (satu juta rupiah) b.000. Harus melakukan pembayaran terlebih dahulu sebesar minimal Rp.00 (satu juta rupiah). Dokumen yang digunakan sebagai alat pembuktian di muka Pengadilan yaitu : 1). Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. 5 juta. 2). dan aksep yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. 2.00 (tiga ribu rupiah) atau Rp. 1 Mei 2000 Kepala Pusat ttd Nono Hanafi NIP 060027582 . Dokumen yang dikenakan Bea materai dengan tarif Rp. Surat yang memuat jumlah uang yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. Benda Meterai cetak tindih tahun 2000 masih dapat digunakan untuk melunasi Bea Meterai yang terutang sesuai dengan tarif yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2000.000.00 a.000. 1.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). D Demikian untuk diindahkan. Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp. 250. tidak dikenakan Bea Meterai. 1. 1.000.000. yakni : 1).000. Syarat Pelunasan Dengan Mesin Teraan : Harus mendapat izin dari Dirjen pajak baik oleh direktur PPN/PTLL maupun kantor Pelayanan Pajak (KPP) masingmasing. promes.00 Surat Perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.08/2000 Dengan ditetapkannya peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2000. Penggunaan dokumen minimal 50 lembar perhari.00 (satu juta rupiah).000.000. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan. 3. 6. atau 4) Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. Dokumen sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf dan huruf c. Surat berharga seperti wesel. Dokumen sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf g dan huruf h diatas yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp. 6. perpanjangan DIREKTORAT JENDERAL PAJAK dapat diajukan dan syarat pembayaran terlebih dahulu tetap berlaku. Yang menyebutkan penerimaan uang.00 (satu juta rupiah). setelah Bea Meterai dibayar. 1. PENYULUHAN PERPAJAKAN PUSAT PENGUMUMAN NOMOR : PENG-02/PJ.

Referensi : UU.No.13 tahun 1985 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAl ”VETERAN” JAKARTA 12 MODUL PERTEMUAN XVI Perpajakan (3 SKS) POKOK BAHASAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN 97 .

ADIYAS, SE, MM. A. PENDAHULUAN Sesuai dengan Pasal 33 (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi,air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, maka sudah sewajarnya jika pemilik atau yang memperoleh hak atas tanah dan bangunan (yang merupakan bagian dari bumi) menyerahkan sebagian nilai ekonomis dari perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pemungutan BPHTB tetap memperhatikan azas keadilan bagi masyarakat dengan golongan ekonomi lemah dan berpenghasilan rendah melalui nilai bangunan yang tidak dikenakan perolehan hak atas tanah dan bangunan pajak. B, PENGERTIAN BPHTB Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas dan atau (BPHTB) adalah bangunan,yang selanjutnya disebut pajak. Dengan demikian ,objek pajak (BPHTB) adalah tanah ,bangunan serta tanah dan bangunan. Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan meliputi pemindahan hak atas tanah dan bangunan karena jual beli,tukar menukar,hibah,hibah wasiat,penyertaan modal dari orang pr\ibadi atau badan usaha kepada perseroan terbatas atau badan hukum lain yang berupa tanah atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. Selain itu perolehan hak atas tanah dan atau bangunan juga bisa berasal dari pemindahan hak atas tanah dan bangunan,karena penunjukkan pembeli dalam lelang,pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap serta hadiah. Perolehan hak atas tanah dan bangunan selain beasal dari pemindahan bisa juga beasal dari pemberian hak baru Hak atas tanah dan bangunan meliputi hak milik,hak guna usaha,hak guna bangunan,hak pakai,hak milik atas satuan rumah susun atau hak pengelolaan. Sedangkan perolehan hak atas tanah dan bangunan yang dikekecualikan dari BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh perwakilan diplomatik,konsulat berdasarkan azas perlakuan timabal balik,negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau perwakilan organisasi internasioal yang ditetapkan olleh Menteri serta orang pribadi atau badan karena konversi hak dan perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama yang dikarenakan adanya wakaf,warisan dan untuk digunakan kepentingan ibadah.

C. TATA CARA PENGHITUNGAN BPHTB

98

Untuk menentukan besarnya BPHTB adalah : (Nilai Perolehan- Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak) x Tarif Pajak. Nilai perolehan objek pajak ditentukan berdasarkan cara dimilikinya hak atas tanah dan bangunan. Jika hak atas tanah dan bangunan diperileh dari : jual beli maka nilai perolehannya adalah harga transaksi. tukar menukar maka nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. Hibah,nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. pemasukkan dalam pereroan atau badan hukum lainnya nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan maka nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak. penunjukkan pembeli dalam lelang,nilai perolehannya adalah harga transaksi yang tercantum dalam risalah lelang. peralihan hak kareana pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai Kekuatan hukum tetap,nilai perolehannya adalah nilai pasar objek Pajak. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak, nilai perolehannya adalah nilai pasar objek pajak. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak,nilai perolehan nya adalah nilai pasar objek pajak.

Nilai perolehan Objek Pajak diatas dapat diringkas sbb : Tabel 12.1 Nilai Perolehan Objek Pajak. Nilai Perolehan Transaksi --------------------------------------------------------------------------------------------------Harga Transaksi Jual beli Lelang -------------------------------------------------------------------------------------------------Nilai Pasar Tukar Menukar

99

Hibah Pemasukan ke Perseroan Pemisahan Hak Pemberian hak baru

Nilai perolehan objek pajak diatas harus disesuaikan dengan NJOP. Jika nilai jual objek pajak ternyata lebih besar dari nilai transaks maka yang digunakan tetap NJOP. Tetapi jika NJOP lebih rendah daripada nilai perolehan objek pajak maka yang digunakan adalah NJOP. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah). Perlu menjadi catatan bahwa NJOPTKP sering mengalami penyesuaian. Tarif Pajak ditetapkan sebesar 5% (lima persen). Sebagai contoh,pada tgl 1 Maret 2003, Sdr Ahmad membeli sebidang tanah dengan bangunan yang memiliki nilai Rp 100.000.000,-. Maka besarnya BPHTB adalah : Nilai Perolehan Objek Pajak = Rp 100.000.000,Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak = Rp 60.000.000,- Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak = Rp 40.000.000,Pajak terutang = 5% x Rp 40.000.000,- = Rp 2,000.000,Perolehan hak atas tanah dan bangunan sebesar Rp 100.000.000,Akan dikenakan BPHTB sebesar Rp 2.000.000,-. D. PENGENAAN BPHTB ATAS PEROLEHAN HAK KARENA HIBAH WASIAT

Jika perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar hibah wasiat dan hibah wasiat ini diterima oleh orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dan garis keturunan lurus satu derajat keatas dan kebawah termasuk suami/isteri dikenakan 0% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang. Misalnya,tgl 1 Oktober 2003 Sdr Adrian memperoleh tanah dan bangunan yang berasal dari hibah wasiat. Nilai dari tanah dan bangunan adalah sebesar Rp 75.000.000,Maka besarnya BPHTB adalah : Nilai Perolehan Objek Pajak = Rp 75.000.000,Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOP-TKP) = Rp 60.000.000,- Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NJOP-KP) = Rp 15.000.000,Pajak terutang = 5% x Rp 15.000.000 = Rp 750.000,-

100

Lembaga Pemerintah lainnya dan Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas).maka saat ter- 101 . PENGENAAN BPHTB PEROLEHAN HAK KARENA PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN Perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar pemberian hak pengelolaan akan dikenakan tarif pajak sebesar 0% (nol persen) dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah atau bangunan yang seharusnya terutang. Sedangkan jika Sdr Adrian menerima hibah wasiat bukan berasal dari keturunan lurus maka besarnya BPHTB yang harus dibayarkan adalah : Rp 375.Lembaga Pemerintah lainnya dan Perumnas akan dikenakan tarif 25% (dua puluh lima persen) Dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang.jual beli. maka saat terutangBPHTG adalah sejak tgl dibuat dan ditanda tangani akta. . F. Pemda Tingkat I. SAAT TERUTANG BPHTB Saat terutang atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan dibedakan atas dasar cara dimilikinya hak atas tanah dan bangunan jika hak atas tanah dan bangunan diperoleh dari : . apabila penerima hak pengelolaan adalah departemen. maka sat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan di tanda tangani akta .hibah. Tetapi hal diatas dinyatakan berlaku jika dinyatakan dengan surat Keterengan Bebas BPHTB yang diterbitkan oleh Kepala BPHTB yang wilayah kerjanya meliputo letak tanah yang diberikan Hak Pengelolaan. Sedangkan jika hak perolehan diberikan kepada selain Departemen.pemasukan dalam perseroan atau badan jhukum lainnya. maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta. .Pemda Timgkat II. Pemda Tingkat I dan Pemda Tingkat II. E.000(50%x Rp 750.Jika tanah dan bangunan yangdiperoleh Sdr Adrian berasal dari satu keturunan lurus atau berasal dari istrinya maka atas perolehan tanah dan bamgunan tidak kena pajak.tukar menukar.000).

. PERMOHONAN KEBERATAN. Tanda penerimaan surat Keberatan yang diberikan kekuasaannya. maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl penunjukkan. maka saat teutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta.pemberian hak baru diluar pelepasan hak. . . . Pengajuan keberatan harus dilakukan dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan WP dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima SKBKB atau SKBKBT atau SKBLB atau SKBN. Pajak yang terutang ini selanjutnya harus dilunasi di Bank Persepsi atau Kantor Pos atau tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan Surat Setoran BPHTB sebelim akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris. kecuali apabila WP dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Nihil (SKBN). .maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatanganinya akta. . Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Lebih Bayar (SKBLB). maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl diterbitkan surat keputusan pemberian hak.hadiah.maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl putusan peNgadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap.Utang BPHTB adalah sejak tgl dibuat dan ditandatangani akta.risalah lelang untuk pembeli ditandatangani oleh Kepala Kantor Lelang atau Pejabat Lelang.Pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak. .putusan hakim.pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan.dilakukan pendaftaran hak oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya dalam hal pemberian hak baru dan pemindahan hak karena pelaksanaan putusan hakim atau hibah wasiat.BANDING.Lelang. Tanda Penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Dirjen Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui 102 .maka saat terutang BPHTB adalah sejak tgl diterbitkannya surat keputusanpemberian hak. maka saat terutang BPHTB adaah sejak tgl yang bersangkutan mendatarkan peraliham haknya kekantor pertanahan. G. pemenang lelang.hibah wasiat.Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT). Pajak yang terutang harus dilunasi pada saat terjadinya perolehan hak.PENGURANGAN DAN PENGEMBALIAN BPHTB Wajib pajak (WP) dapat mengajukan keberatan hanya kepada direktur Jenderal Pajak atas Suatu Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB).

BANDING. PERMOHONAN KEBERATAN. PENGURANGAN DAN PENGEMBALIAN BPHTB WP dapat mengajukan keberatan hanya kepada Dirjen Pajak atas suatu Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB).harus memberi keputusan atas keberatan diterima. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. Jika terhadap keputusan keberatan . Banding hanya dapat diajukan kepada Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP). Pengajuan keberatan harus dilakukan dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan WP dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan paling lambat 3 (tiga ) bulan sejak tanggal diterimanya SKBKB atau menunjukan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya.pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tsb bagi kepentingan wajib pajak. Apabila jangka waktu 12 (duabelas)bulan telah lewat dan dirjen Pajak tidak memberi suatu keputusan. Dirjen Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (duabelas) bulan sejak kebertan diterima. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan untuk selamalamanya 24 bulan. Keputusan Dirjen Pajak atas keberatan dapat berupa mengabulkan seluruhnya atau sebagian. Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. keberatan yang diajukan tsb dianggap dikabulkan. Apabila jangka waktu 12 (dua belas) bulan telah lewat dan Dirjen Pajak tidak memberi suatu keputusan.keberatan yang diajukan tsb dianggap dikabulkan. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Nihil (SKBN). Dirjen Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima.menolak atau menambah besarnya jumlah pajak terutang. H. WP berhak untuk mengajukan banding.menolak atau menambah besarnya jumlah pajak terutang. Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Dirjen Pajak yang ditunjuk untuk itu atau bukti pengiriman Surat Keberatan memalui pos tercatat menjadi bukti penerimaan Surat Keberatan tsb bagi kepentingan WP.harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. 103 . Keputusan Dirjen Pajak atas keberatan dapat berupa mengabul kan seluruhnya atau sebagian.

2008. 2. Pengurangan BPHTB dapat dilakukan atas permohonan WP jika perolehan BPHTB di pergunakan untuk kegiatan sosial dan pendidikan yang semata-mata tidak bertujuan mencari keuntungan. 2008. Mudah Mengisi SPT tahunan PPh WP Orang Pribadi Penerbit Graha Ilmu. Sedangkan jika yang menerima hibah wasiat adalah orang pribadi selain keturunan lurus dan badan hukum tertentu dikenakan sebesar 50% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan yang seharusnya terutang. Daftar Pustaka 1. Perolehan hak atas tanah dan bangunan atas dasar pemberian hak pengelolaan akan dikenakan tarif pajak sebesat 0% (nol persen) dan 25% (dua puluh lima persen). Jika perolehan hak atas Tanah dan Bangunan atas dasar hibah wasiat dan hibah wasiat ini diterima oleh orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas dan kebawah termasuk suami/isteri dikenakan 0% dari bea atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang seharusnya terutang.Jakarta. Dwi Wahyu Siswandi. Casavera.WP juga memiliki hak atas pengurangan BPHTB. Yogyakarta. Penerbit Sunray Books. RANGKUMAN : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah da atau bangiunan. Untuk menentukan besarnya BPHTB adalah (Nilai Perplehan-Nilai Perolehan Tidak Kena Pajak) x Tarif Pajak. Pengurangan BPHTB atas dua hal diatas diberikan sebesar 50% dari pajak yang seharusnya terutang. I. Panduan Praktis Mengisi SPT Tahunan PPh. 104 .

PT Salemba Emban Patria. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.Lilis setiawati. 4.Edisi 5. Jakarta. 2009. Yogyakarta.Penerbit PT Indeks Kelompok Gramedia. Diana Anastasia. Pedoman Dan Cara Pengisian SPT PPh Pasal 21. Jakarta. 2001 Muhammad Rusydi . Perpajakan Indonesia. Meilani S. 5. Indonesia 8. Siti Resmi. 2006 6.SehubunganDengan Pekerjaan. 2002. 10. Yuda Aryanto. Mahir Mengisi SPT PPh Orang Pribadi.Penerbit Andi Mekanisme 105 . Penerbit Salemba Empat.DBA. Jakarta. Penerbit Andi.SE. 9. 2009 Theresia Damayanti. Perencanaan Pajak. Perpajakan: Teori dan Kasus. Penerbit Tabora Media. Perpajakan dan Perhitungan. Jakarta. 2009 Erly Suardy.SE.Penyetoran &PelaporanPPh-21danPPhJasa Dan Kegiatan 26.MBA.3. 7. Jakarta. Jakarta. 2009. Waluyo.Buku I. Penerbit Salemba Empat. Supramono. Dasar-Dasar Akuntansi Perpajakan. 2005. Disertai Contoh.Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan. Yolina. Orang Pribadi. Penerbit Salemba Mahir Mengisi Empat. Yogyakarta. Buku I dan Buku II.

!.

2 3007 .7././ .25.8.  50307.9.8.3 /03.3    #4.  2. /..708  !.3 203003.2..   $0...3.8.3 .3. .7890  /4907  349.3 ....8://...3.8.2.7.7.8  -      $&!&&%!  .3 .3.3 80:-:3. /.3.3 -07.3 20250740 503.2!.8.3.438:9.5024943!! 205:9 .3/-.320./54943 5.3 :8. !02-:.././ /.3 .825...2..2 3007.390.9  503. !!% 90780-:9 ..8.390.3 80.8.3 /03.  :39.9.3.8   2-.3./2.80-./03   :3.3!!!.350302-.3 ...380.3 503:3.3 80:-:3. ! 47.3/. .3 90.3-0-.3. 0.0203  .7.9   .8. 909.  9072.3 503.!/.:./.3 80.8...3 80:-:3.3 438:9..3. 4397:8 . !!%  0.9 9.3 /03.9... /..    7...8: 5702:2  /84394 /.2!. 80-.7 24/.8.7502:3:9. 903  .3.: -039: :8.   :3.9. .79.3 ..:.23.80-.3/03.   .380-.: 503003.:5024943.3.3 203./549435..3  ..5 .3 57-./.3:9..8://.3 2-.2..8.3 503. /.3502:3:9...3404507..8. /54943 5.3 502-::. %./2./.3 .8.3.3 .7.      !&&%!  -0/.3    ...35007.3 57-. 2.

3 :8..8 &8./03..8.3././.349.3!!!./.3 24/.3.3 .3.380. . ! /.9.3 :8.3 /..90780-:9 .3404507.4-..  20303.9. -07:5./.8  . ./.9..3.380:-:3./03.3 05:9:8.3 5.7.:8.7.3   !03..39.39/.23..9/.3.39/.   :3. /. .3. ..3:8.8. :3. $&  4507. .3 -079025.8 ..: 0.280947:8. ./03. ../...9.3 /9072.7 -.:-.3/9072..3030:# -  $.9.9-.7 503079.5.9.: 47.35.3 507:8.8 80038  & .3.3/909.7/-:78.9. ..3....7.3/-.039:7.5.3.3/03.   :3....3   $0.9.:907:9.: & /..825.  /03.   !03.-..2 3007  4507.305.3 //7.7.9.:/50740!%80-.8.. 200--.   $8.3.507:8.38.3708.7..3 /-.19.7.3/909.3 24/.3502:3:9.: 203.3/9072.8.340 030: ..3/-.38./.3/-.90/:/:.7.8 05...3//7.010/3/4308.8.-./.3.3/3/4308.349. 5.3 030: 4   .3..3.9.8.8.:907:9.3 40 4507..458   .3 /  3/4308.9.: /50740 507:8..3/.   !&!!!$  .. -.  07:5.3 :8.3 0...../.8 05.8 . -07/.3 .3 .3 0. -.907/.9.-.8.3 203..

 .

  -.8 80:7: -:3. 80-08.3 9/. /54943 !!  ./.9. 825..39/. /.3 .5-:.. 200-#5  809.3.33.305 030:4  .7:2.

 .

. %0802-07 .200-#5  809.5-:      $#! % !!!$    ./.9/.

3.75024943. 80-.380:-:3.3503.3..32-. .75077.350302-.80-.23.3 503:3./03 -  :3.  $0.7.3-07:5.3 /03.8:5702:2 /84394/.380.438:9./2.3 90..9 /  .3/03.8..-7:94 :39:503.3./.3.3 /03. 9072.8.380.438:9.3 .3 /03.8.3 .3 .7:2.2.79. ..8./2.3 .33094.8503. 9072.3. 2./..3 90...3 503.3 503.9.  . .8.8.3 .3!!     /. -  2-./2.3 /03.9:   .8..2!!      !#%&!##!$%     .8://03.8.3.3/.3 80.3.8://.3:9.3/.0203  .380:-:3.3/03.43897:8 .8.8./2.2.9 /  .3.0203  .3-07:5.3 .2.3!!    . /54943 5./.. /..3./03 -  :3.3 503:3.3 80:-:3.2..3.8.3.390.8://03.  #4.8.75077..3:9. 903  .  #4.8../. 80-..79.3 80:-:3.8://.350302-..3.3 .8.7:2. /549435..3 .3 503...-7:94..8..3 . 2.8.3 80:-:3..3-07:5.. 903  .7.80-./..8:5702:2 /84394/.9.  .8503.3 80:-:3.8.3 503.32-.23. /549435.43897:8 . /.  $0. -  2-.3503.3 . /54943 5.3 .3 80./.3-07:5.390. .8.2!!      %#! % !!!$    /..8.33094 :39:503.

38 /. 43897:8 .3309480-08.  .3:3.73.3 3094 80-08. /.3 -039::8.2. 2./ 2././...3  .8.3  390747 /.8-:3.3  !077.7:2.7   /.8:83-08.../  !077..3.3 .3  502-078.3#5  :39: 24- 507:8.5   !! #5  #5      .3 . -7:94 13.3 .3  .8.9.8.3 57-.9./03 !.7..7 :2.7 24- 90780-:9 #5    4/43207:5./0390780:-:3.7 :2. -.9:08025.3 80:-:3..3 /-.38.8.8.3 /..7:2.7 /. 503072.  $0.3 &%  !077. 5. 47.3 05...3 502-.3309480-08..82.8.79./. 503:3..7 /.8.3 .3./.503.: 502-4743 -.8.7    /...3:3.79.3 /03..#5   !07:8.8.3 80:-:3.3 309480-08.9./.7 .8.3 /84394 .25.3 80:-:3. 503:3. .-7:94    $0..9../0.7    /./.-7:94    2-..3  !077.35.380.7.-07:9     ! % !!!$%$&%%! $#&%   54943 !! 80-08. ! 47.3 /.3 907:9.20249435. -.7:2...3 -.3 . 507.8.3.7.3 .3 503. 88.. !!  .3 .3 57-.3 3.8:..-7:94    2-.3 :9.8.3 4/43202-.3 503.:5:3 -.3 .3 3094 80-08.3 /03..7:83..507:8./.80-.3 /03..2 3007 /.7 :2. /03.3 502-::.909.:39. 438:9.: /-.30.3 .3 -.7.35020.3 503.390780-:9 .2.3.3 90780-:9 808:.  80/. 903  .3 /.3. 503.7...3.-7:94    2-. -7:94   4394!02-.7 /.8.3!077.8. ! .7.7 /.3 503.  5030-.3 5079.0203 /..3 503..

 9.3/84394..9.3/.7 :2. .3 57-.3 5033/.3.970.3 /.7.8 808:. -7:94 13.3 05..3. 9..7 3007  -.3-039::8.9.  54943 !! 80-08. 4 !  .9.3 5.380./.. ! :.7.3907:9.909.5                       #0107038 05  703 !.9 ./ 2.5.: /-.. 47./. -07.71 .2 507.7    /./.3 /909.8-:3.:5:3 -.

! .

 ! 030: 4  .

 .

:3  05  703 !.. && 4   9.4 !  .

! .

      .

7..2 3007 /03. 203072..3 /03.: -.73/4308./:.8.390780-:9/9072.7 2.9:/03.8.3 -.3 /9072. !03.  .  3 /. . -07.8.3/:.502-0707. .9.. /-.  .5 ! /.83 2.7. 502:3:9.9. 907. /03...3.5:3 503.:3   /9039:.3./.7/./3.8..98 :.3-0703.2.8 2.907:9.3 5.8.530.. 503.7 3/4308.3 5.3 /2. 4942..3 && 4   9..770/9 094/ .3  .:5:3 :.3..83  803.9.3.5.703.3503.7 3/4308.9..D-I   9 ½f©ff°%%   !  $ %$! % !!!$  $ $      !&&  &39: 203/.72. .3 .7.35. -07.2 && 34   9.2 5.3 .7:.8. /03.82:2 0/9 5.33.7.. 805079 /09..73007907..3/9072.  &39: 203.3 :..3.9.3 502:3:9..:5:3/.8330. ! /.7 3007  30.20309.8.: 907:9... /..5.3/.9:7 502:3:9.  80. /:-.8 5. 502:3:9.8.7 .3 90780-:9 /9072../..7300740 ! /.2 3007  ..3 /...55.8 503.9.3/3/4308. /54943 5.9.3/. /.D9@./.3.8 .3 203:3.3 90..203.3 094/0 70/9%07-.7:8 /3/..33.7.7.3.8 80:7: 503.9.3 09039:./:..3 . !03./..3 8:/. 808:.3985. 907.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .83 2. /03.7 3/4308.:3  9039.:5:3503.3 503.20288902502:3:9.. .: /50740 -.  2.2. 809. /:.8 7/3.8.3.3 -.3 !.    .2 3007 .3/.3 !.9. .2 50./3/4308.3 -.8.8.22.8-.. 809. 2.3.502:3:9.:..7.7 2.35.3 :.

30. 9.7 /.3 09039:.  /  .3 90780-:9 .:5:3 :.%07:9..3.9 /.35.3 507: /507. /:3.7503.3 ....3!!/03..7./.2 2039:3 -08. /03.7 :. /5079:3.3 907:9. .3 503.9.73.5. /03./.7. .:3 5.7 :.230072../.8.3 503.3 /03.8.8093 933.9. .8.3503.:8.3 :2.. 8093 93 8. /..3 907:9.7 3007 5.8.2 3007 2./ 8.3 .3 . -40 200- :2.7 3007 /.9 /.7-0-07..3.3 /.2 5024943.3 .9.:5:3:.7 9/. ..2.7.9.73007/.303.3 907:9. 5. 8. .3:2.7007   ..-078:2-07/.3 /. . 3 50393 :39: 203.3 08. ./ 07:.3 49473.8.3 :39: 2039:3 5.3 .8.3 907.3 /. :.2./.3 .3 5.3 /../.. !! //.3 3 9/../..-:3..3 /50740 /:..8 :.3 /.3820 80/07. !! 20.3 !! /.2.580:7:!!/..23007203.2  3007 /.7/. !.9:  . 907.2 50303.-:3.3 !!!..2 .3/.  .3203. / /.3/. 5.5 9/..9.3:2.3 2. 5.5./.7 203:2.3 /50740 -.33.207:.3 80:7: 503.7.3 503.  :2.!..7/03.3/3.5. 3!!0-0.3:..  !03. . 503.39.3 907:9.3 /9:3 203:7:9 507-. 503.7 3007  /.3 -.8.39.39.5. :..3.7 3007  07:..9../.8 80:7: !! /.8 80:7: 503.8.907:9.7    !.3 -:.3 03. .7 3007  909.8.3.0. -0-07.30-.8.9.9 /70/9.3 /2.8.8 503. .3:9  /.503.5 5...8. !03.. 907../.3 503.3/03. 907:9.503079.3 /:.37:2:8 !03.73007  .715747081  -  ...5.3 / :.  094/0 5079:3.3 8.8. !!  /.35079:3. /.   .:/03.-:3..80:7:!! ..5.3:.9.3..73007907.3 !!  9: ..3 !03.8.73.5.

 70/95.3007 5.3 /507:.3 -07.:3 -07:93.  /03.3 9070. 907.3-08. / .3:9. 00-.3  2. 07:.3 :2.9 507-.5.:3 9. //.   .3 :.8.80-08.9 /5079:3.!!    08.30. 503.8 503.3 70/9 5.3/:.3    !0309. 9. 70/9 2. .38:3 /5079:3.   .3 !! 5. 9. . 89:..80-08.:3 5.38:/..9. 3 9/. 70899:83.3$:7.3-07...5.2 3007  2.8.7:897..3.80-08.3907:9.79.7!53.73.7  #5  :9..3 .9.9 /435038.82:2 .5:7..8.5.8    4394!0307.. /..  1  !02-09:.71 5...3203:7:95.3.80-.:80-08.3.3 /03. :39: .29./:..9.8 /2.5.7:8 203:3.   .9.9.9!02-079. ./909. 203072...3-078.3 .3 $!% :39:9.3 :8.390780-:9  0  .3 /03.. /.8.5439 .3..3-07.85079:3.: 80-08./.3/3.73007 200-:2.:.7  #5  :9. 9.73/4308. .5.3 07:.7#5  /2./.7 $3.3.5.39./ 07:.7. 90780-:9 9/.3!!     !.3 90780-:9 .   !%  %7.89.. 80-08. ./.3 40 ! .:35.-07:9  .3/.7#5  /2.5.3 20. 5.715.: 80-08..3/.3%. :2.   .3 502-09:./..73.3/.73007/03.7.3 5..715.:3-07:93.7 3007 /909.7 #5 :9.7#5       .7-0-07..3 :39: 203039:.7.7 #5      /2.3./.3 /-..3 /03.503.:3.

425038.3   #5   #5    :2...!0309.8 2.8.  #5  #5    #5    #5  :9.23007 #5  #5  #5   #5 9/. #5    &39:!53..82:2 70/9 .  #5   #5    #5    :2. #5    &39:$3.-.!03.9.83 2. .8../:897.-.3.73007 !!/. #5     #5    #5    #5 :9.83 30.303. . !!  #5   !!907:9.3 :39: 2.3/ :2.3.-07:9 .7.!./!53..3/50703./9:3/03..3 203:7:99..8.!!907:9.3  .715.370/95. #:/00. &39::897.  #5   #5     #5     #5      #5       .!!:.5./$3.  #5  #5    #5    #5  :9.5:7.5:7.-.7.

:2.39070.39070.3..3/3.. .8 70/9 .  &39::897..7507-.3 /03.:3 ! 030: 4  ./.3 20303. 70/9 5.82:2  2.3 202507.3 $3.9.82:2 70/9 5..9/70/9. 2.5.5.#5                      #0107038 && 4   9. 907:9. #5   !53...3.3 0909.80-08.3.5:7.9.3/.#5  /. .

 .

/&& 4 9.:3         . /:-.203.

3 3/:897 202  038 50780/.. /:.3 503079. -.3 -.7..: :39: /574808 80. -.3 /.9.547.703./.7.3 .3:93.3 .&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .7.D9@..38. 202 50780/.3.7.3.3.7..9: 50780/. .3-..2574808/.8.350780/.3#:.:  50780/...547.2..3507:8... 9/.3 .  . ..9.3207:5.  07/..3 .3 -.3 /.3 80/.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!!#$  !&!#%  $ $      !&&  !0780/.3  507:8. 507:8. 202 50780/.3 /.3 -.3 .5:39:/:../ 8.....3 -...9 50393 .3 / ..8 2..3..3 /2 :39: /:..3.3 50780/.8.30:.

.-. 50780/....5.3#:.2 503.3 /..38:3-07.3. 9/.9 08.35..-...3 50780/.3 /.547..:5:3 07.3  08. 2.... 20309...3.9 /8:8:3 9.: 3.2..3/.

..-.3 #:.:5:3 307.2 5079:3.  . 2...

 50740...3/.3 -.3 50780/.3. /507-40.9 /507:3..3 .  .73...3  094/0 .:.3.9.3. 7./.7:-08.3 .  094/0  1789 31789 4:9    .. 5079:3...3503.3-078 !0780/.3 :39: 20.2 7.....544203:7:95.3 ..3 /.9.!44!03:.3/.3 203:3..-.7 202503.7  .5.3 !!   !!!0780/.7.7..  094/07..350780/.3502..7. !02-0. 50780/...2 503.7. 3.350780/..3.3..

8 ...  !!#$!!#$   !03:3.3 8.9: ../..:39:9..7:8 /.-.7..8   .580:79.2028.793.5.3907.3:93.2..-!.:3 9.9.3 ..3 :39: 2039:3 .3 502.9.3:.:.. 544 90780-:9 2..3 50780/..3. 503. .:380..3 502..3 50780/.7..7:8/:3..380..7.3 2094/0 503..7..8..:../...

3.3  !03:..°9 °–f°   !0780/.  !02-0..3  !02-0..3.

  !03:./5.3...

 544 503:.7.3 . 2094/07.          !      #5         #!        :39 #5     :39 #5     :39 #5      :39   :39   !079:3.9.3 3. 50780/..3 /./5.3 !&... 7.9.3 /03.

 !          #5         #5           $$.

 !#$    #5        #5         #5         #5         #5        .

3 /. 544 503:.3 /03.  !079:3.3 2094/0           !      #5         #!      !&.3 3. 50780/.7..3 ..

 !  $$.

3 50780/..9:7 /03. /-07.3 907. 83  .. 4 $ .!#$    #5       #5     #5        #5     #5      #!        #5      #!       #!            #5        #5            !073.3 $:7./.5 !.. 50/.:9.:.3 :.3 '..5 .9 /.. 3 /.7.3 703 !.

! .

3. $ 708 . 4  .4.3 3/4308.02-07   $08:.9.

.

05.

 .3:8:805.3 502-0.3 -:.3 -.9.3 97.83 &  /.3 /..547.:./.547. -0 :..3 .9: .8 .3 05.3 ./..3.7 .  !'/.06:0 %  -  !0309.3 079.3.3.  !0/.25.-. !' 808:..5.3 :78 :.5. 83 !'  ..7 %.3 :.3.3-:. -0 & /807.35.547.3..:3.3 203.:9. -.3 /0./.3 90.33/4308.  0802-07 .3 '. /03.39.007 8 . 203/..350702-.    .: 507:8..8.8.9 3 :39: 20.

. /.7..8. / -/. 7.9..79../.7..3 502.3 50780/.3  2039:3./.3 :8...9.-!.3 /03..3. / -/. 7..:.3 80:-:3.3 /9:3 80..- !.3 .7....3 503:3.8    !&!#%   &39: 20.- 203003.3 . !' .7.9.544. 2039:3 503.3 503.7:8/.3 .3 .7. .3 :39: 5079:3.3 !.:9..:9.8.3.9.:. 50740.:  /.3 /.-.&&&!    !03.8. .2 7. /.8380-.3 50780/... .83 90780-:9 .. -..3 .3.79..3502-::.3 . -07/... !' .3-.9..7..3 -0707...7.  ..380.-.2 507:8.3 :8..3/.3 -0707.

./503:.7 503:.3.7.7:./    .3 /.-.50740..5.5.3 -.3 /../.3.3203.7.3 /.907.3 5039:3.8.:503.79..3.3.3 503.9.9 /04254.

907..7.2.-0.79. .3./:..503:.50740.3/.

50740.7203:..2..3.79.7.7.503:.3/.907. ./9:.

3  500-:7..2 7.. :/..7.9...503:.79.3.7.3./503.8  503.3 ..:503./.2-.907.  .3 .3/.-:3... 50740.2.3  5020.3:8.3  5020.

39:.3.9.3.3 ../ 503.:8:2-.78.3 . 907.3. 503:.3  .3/.703. -. 50740. .3 /..79.-.7.2 ..

 9072.2 .7.3 /9072.39 503079.3 9:3..3 . ..324/. 503:. 907. 503.3 80-./ 503.8: 80947.79.     . 40 -...50740..3 /.3./.

3/.7..3.-07:9    .907.79.3/.-0.79.907.50740.503:.2...  .9./:..7.2.-0.380-.:. /9039:./:..503:.

7  /.39/. 503:. ../503.7.3 /.7..7::-:3. 503. /9072.  .7.     .. -0 /.3/0:.3.3 .38920..79.  .2 7.3  -  . 502. :2.3 80.3 . ./. ./. .7.3..7./9072.3 -. 20250740 . 50740. .3 -  .8: . 502-0  .3.. 3 9072. 5.2 .. .3:9.. 2. 503:./.7:83.7. 5.3 /-. 808:3:3. 503:. 5. .50740.3 /.7.7:83.7::-:3.3 . .3/503...8:  -. . 503:.3 .  .8.38920. 50740.3 -. .  .79.7.79./.7. 502-0  . 80. .7... . 90780-:9  805079 -0...7.  .7.3 /0:.79. 808:3:3.

3.79. . 5. . 50740..  #5   #5   .3 2.7:83.907./0:.7..3-07/. /9072. 3. .. .3 80..7 !. 5.  5..3 .7.89:./.7    !%  ./03.3.3.5..3 . 503:.7./97./.. 503:. 5.7.8.8.:3..7 -  .9.88.   . -07/.7.503:./. .9  && !!   4394    .  .8.3 .7203:.7.7.907.7:83.7.3 80.  #5   #5   !%  .8. 502-0  .3/.7.-:: . .!.7.-.  .7203:.79.8.79. .79.79.79.50740.3.79.8./9:.90780-:9.2.503:.7.79.38.7...

/ 5079:.7. -:: .39. #5      .7 #5    #5     #5    /.7.7.3 80.3 !%   907.8.79.: 3.3 .3 207:5.7.3 80-08.3 .3.79.0/:.:5:3 9/. .8.7..3 /03.7 .9. 88.7:83./.8. /0:.  .3 3.7.3 /5079:.703.7 /03..3 80-08.7. . 503:.3 .3 .7:83.5. 5.3 80.3 !%  20250740 0:39:3.79.3 !!  !%   20250740 0:39:3.7. ..39.3 3.3 .5.3 /5079:.970..3 0:39:3. 907/.7. /9072.7. !%  /.3 ..5.8502-..7.3. 9. 90780-:9 207:5..  $08 . 5. 50740..7 #5      #5    #5    .7. 50740.39.

-.3 ..3 -07/73./.8-.3.9.3 20:/.3-. 50740.7.. 05././.7. 203.-:3..2-. 8./.8 -.3 :8. 5028.35.9: -.3 .5 2025079.3 203.3502.7:/....3.3 .3 5020../..3  5020.3-.3 /..   .7: /.3:8.. :/. -..3..7/:..9.3:8.79.2../ 503.3:8..3 :8..3 /.3 9./..3 /..: 0- /03.503:.3 :8.3:8. 8./.../..2 .320:/.3 .3 ./.3 5..33./..8. 503.2./.203/7.3 80-..3:8.7..3 :8.3./. -.3 203.:0-/03./.. -07-...9..3 :8./.-.:.3:8....3/.-:3.-:390780-:9  !020./ /:.8.8  503.3.-:3.-07:9  !03./..3:8.2 7. 909.7. 20:/.7..-:3  !00-:7. .9..: -0-07.3.3 507:/09.89.3  500-:7.9.7: 90780-:9 .. .3 ...3 /:.79.3 :8... -.203/7. . .5. /.503.9.3. -..:503.3 :8./. /.3 -.9: -.3-.3 8...-.39039./.: 503./.9. .3-07././.-:3..: 0- /03.8 -. . 507:-. 907.3 5../.  &39:202:/.3.

79.:2:2503.3.70/:.3503072.3503..79.  :2.73. 03907 0:.3207:5.9.9.3 5:.88.3 .3. /. 88.3/-/.7: .3 5.3.8.  808:.9:!%  .8.5..90:39:3.:.3/03. /./.5.8. .3 20250740 .30-. -0/.7./.7#5   ./. .27.8.. .79.-:: ./. .500-:7.24384/.7:83.7.79.  503.3 500-:7.5.3!%  80-08.3.3 /:3.380-08. 5.8.-:: 5443413907089  07..27.30-..3:8.3 80.. 03.3.3 40 !%   /.88..88.8.79.7  $08 .7.73./.7 .3 !%   20..3!% 203/.: /9072.8..3 3.9:..3 !%   203/.7.39.  #5   #5   ..3 202-039: -.3 80-08.7#5       -  !03:3.7.3 /-07 003.. -.3/.:: $0.3.8.7.8.3.83     !%  ..3 848.3 . .7 /..79.3!!  4394 !%   /.3203.3 :39: 20309.7.8/.33./.79.3/..3 500-:7.7 /03.8 2430907/..79!% 202-::.9:./!% .7.. 04342 3.3 /.7.  #5   #5   !%  .8. /0:.3 20-.-:3.5.3 203.79.7.7.5.:39..3 -. .8.. -:: .-07:9   ..3 5.7  !.. 2030.80-.3 5443413907089   !02-0.7 #5    80/.!.3 .7.5.8..2:3/.089.3 /807.-::/.38 42078.9:  !03.3.3 .79.3 3. 5.3.7!% /. ./.3 ..3/03.3 !% /.9 0:39:3.9.7. 2094/0 .3 5020.7.3050393.3/02...390780-:9.3 80.

:39.83 2094/  .3 /.2 .3 03907 0:..3 050393.3 /:3.38 5075.3 2094/0 502-0.3   05:9:8..9:.3..8.: .9:  4  ...8.8.3 . 5.3 /.3..: -07/.3 05:9:8.3 .7.3 -07/...3039070:.7.3 5:7.3 2094/0 503.7  80/.9.5.9 /:3.7.

 .

 %. /:-.  $05902-07  . /03.3.3 90.34 .

 .

 /03.3 703 !.  94-07/.3.%. 4  $ .9 /.7.3 907.7 /:-..3 $:7.

!.

7.3:2:2507/.  -:.-:3.2 7..%.503.9 . -:: /.3 20.8.203:7:905:9:8.3.3.-:3.- !.  /03..3 503.- !..3 503.  !072443.  ..  .:..3 :8. /. 574808 503.79. .2 503.3 203.. .9 203./. 703 !.3 3 /.19..3. .2-.3  500-:7.79.9:7.:.3 /50792-.:.:500-:7.79....3 20..3:8.3 503.9.:.9: /..3  $0-..:.79.503.2.:.3:8.3.3 907.:..3..3 3.7.010    .. /.3.3 808:/. !! ! 90780-:9 907/.3  9/.3  500-:7.:. ! .:.9.3 20.9.. -.7.93. .: 5020..3 20.:.. 5020..3 .7.2 503.-:3. /..3 05.3 /.3.3:8.3 .3 .2-.- !.9..2 7.3 5072443.9. O !020.79.3.. /. O !03.9  03.3.3 .7.3   .3503.3.. !4 /-:78..3 3. -:: /.3 ! .3 .:5020..9 203:3.3 :8.0 !03..79.:.-20203:8.390780-:9205:9   .3 05.3 202-.3030:/.3 4 !:-.-:3.3/.340!..:500-:7.8./.- !.2-./. .9.5.2 503.3 203072..3 5072443./.7. . ./. ! .3 203:3.3.7 80.3 .340!.

3. 8.9 .3 202-07..3.3.93.3 .2-.3  !.5  02.3 . 5034.. 5072443.3 80..3.9  9072..3 :8. ..3 907..9. /.3 .5 -.8. 20:3.83. 02:33. 8:7.5072443.3 507809::.3.703!.   %0..9:05.7 809.8 80:7: :9.3 507809::.2-. /9072. 20203: 8.3 /8079. 03.3 5.9 05:9:8.7.. .-.8: .3 203072. .3 5034. 90.2./.33..9 . 5:.3 80.7.3 80.3.9: -:./...

: 500-:7.3 07:.3.:. /.3 ..  .. 503.3 20..7/!! !!4.7:8 /.8   .507.3.. 503.5.79.:/9 40 :39. /.3 907/.07:.3 ..79.3 :8..9 203.3 ..-:3.3 . .3. .2 7.3 503. :39: 9.3 . /.:. .33..547.3!:-     $8.- !.3 0:.. :8:83.:3 5.- !.9.19.38.

/.  9.5.8..33.5 9070- /.3.3:8...3 O ! -..2 43/8 ...88.3 70.3.3:8.3 0. . 18.2.3 :39: 203425038.:500-:7.8 .. ...3 :8.7:8 20.91 203.. /.8 .3 :7.3 .3 ./.3.. 8008.9.:3 8090.:.-:3.30.3 18.3    .503.::  203:7:9 09039:.8 205:9 80-.9.38080-70.9.3.9.3.8.9.9. .3 574808 503.7.:..82.3 .9.. . 802./.3/03.3 .38.:.8.  9072. ./.  #0.3 808 :78 -.3 07:.3 O !.3/.7:8909.9 O ! -.3 -0:2 /425038.3. 909. 909.909.. 07:.8.5 808:. 80:7.3 0507:.:. /03..2.3 :8...:/.3 :8.91 203.9.5 / .5.9.8: 07:. 909.: 80:7: ...3203072.2.79. 2:33 /03.3 -07.3 :8.

370.8       !03:8:9..503.79.324798.3 -. 5079:3.27. . /03..5  2.9.3 20.3 !!  02.3 503.8..3 .3   ..3 5.3 O !03..5:8.  $0/.3 :39: 9.9.9507809::.7.:.3. 5.79. 808:.3 503.. 503.8 0:39:3.79.:. . 5747.9.3 503.87. -::8090.-:./.:.3 .3 :9. -:: 9073. 02:33.  . ! .3 /507403.3. 5.-:3. 20.3 .:.3..3 3.:.9. -:: .503...: 5020.3-.3 /. 3.-:. 907907.3 90.3 /.3 .3203072. !03..3 5:9.9.7 /.3503..:500-:7.88.5.3  .38090.3 207:5.3.7:8 203.9.. -:: .503.8 .!.8. .3 .3703!..5./.3 ..9 . 203:3.3 ! .3 3. /03.. 2.2.3 .9.3 .79.. /9:380-.3. /03.3 3.3. 9/. ./. /03...3 203072. 5.3  500-:7. 203/.3 ! .3 . 50740.31. 503. 803.:.7.3 /.9507809::.79.:. 503...3 :39: 5.79.3 203:3..33.7.3 .8 .25.11809 :9./.3 20.3 -.:.892-.9.3.3 90788. 80-.  9073.. /..3 80-0:2 503..3 20.3:8. 3.. 502-::.3/..3 5:9. /0-9:7 -:. O !03. 2.3 70. 503.:3 -::8. 203/... 2...8.3703!.79. 70/9:7 -:. 2.3 80-..3 207:5.79.9 3.3..9 .:..7:8 /3.3203:3.9.3 .33.3 -:..39:2 /.2 502-::./ 425038.8..3 -::  ! .3/. 5.3703!.    !07809::. -:: 90.5:8. .9 9: 80. 90780-:9/9:38.7.9.3. -.3 907.39.-:3.3 //. 909.3907..

.80..:3.3 ... 503.:.: 9.503. !! !.25./. -07.3  0. 203.7 8. /.!. 203..9/.3 503:7.  ! .8. -40 0- 0.7:.3 1472.-:3  ./.. .-.703./.-.2 503:7:3.3 :8.90909.3203072.5.3 :8.:3. 8090..3  ..3. ! .8 3..3503.3 503.35. 503... 02:33.3 20.:3. .3 /.5. -.33.3     !!!. -07.:.3/2:.8.: 9. /.38.5! . . /907-9..7 80:7: ! .8..9.3 $!% 2.3 907.3 /.3.3 503.9.503.3 /.3 . 203.3 $!% 2.!..5.3 20..:.3 :8.3 1472.3 /03.3 9.2094/0 503:8:9.2.9.19.3:9 ! .3!. 2.3 203.3 /.2.24798. 2..9.7:    $:7.7/!!8090.25.-. .3 -. 80-0:2 503.:3 5.3 ..3203072.3 !! -..503.8..-:3.25.8../..-.2 9.3 203...3 !.9 0909..9.3 $!%  -.7 503:2.3 !! -.  503.:.3-07..3 :8.3  .8..3 /.: 70899:83. /.503.-07:9  0.2 9.9.8 .3:9.:.3 20.503/7.3:8.3 -0703.3 !!-.3 /..! 907/.3 503. /.: 9.3 !!-.38090.3907..503.3:8...:3 5.3  803..:3 -07.3!!     0..3     !03:..2/   . !02078.6 3. 500-:7.3 8090.3 203072. ..:../.3 -078.:.9:780-.25.2.3 !!  /.:500-:7. ! 503072. 9: $:7....

3 80:2. 503...9 /-0-.3 .3.8.5.3 0 !! /.3.-.9.7.2.39..71:2:2  %. 203072.7./. 8.5. 2070.3 .3. /...3 90780-:9/..5.9 /5075.70:.3/...3 .  . :.. 503.3/.5 503.3!/03.3 8. /. 907:9.3907:9./. :.3 8.19. 203/..3 3. /. 2. 203/..33.3 503.2..3  2070..7.5.9.. 5020.8.5../..3.5.7.8.3 !! /..7.59.3 :8.. -::. 503. 8..7!  5.9 ..5.3 /.:3 -0:2 /..8.7..2070.3 /9:3 -07/.9..9 2070.3.9.7703!.7   $0/.93.  .8.3 3.3 203072.7:820203:09039:. 09039:.203:.7:90780-:9/.3-07/.:3 .3..7: /. /..3 207:5.3.3 :8..2 -.3 80-.3!  .73.3   ...7: 80-.3 5073.8. 80:2. .09039:.3 -.:.2 -. 503. 50740.3507809::.50740. 8. 3.3.  2.:.3/:.9: /. .9507809::.3-07:9  5.2 .7.3.9: 9.2 7.7. 8..3 203:.2 -.3.80890780-:9:7.2 -.. /503: 40 !  2..5.:3 8090.703.3/.2 7.3 / .2.39 8.3  !  80.2. 5020.3-07:9  03.3 3.3502-::. 3.2. 203072.3./.3 O .3 8090.3.7.  2.:. 9.3..7:8/9:3:.3/03. 9/. 503.9 20. 8.2. .3 :2:2 507/.7.2-.9 507809::..2.3 80-.3 503/. 9.7:8 20203:09039:.. 503.3 .3!!/03..3 507/.3.8 /.2 /  /.2 .9803.7 -.39 8.79.5.-.0.3. /:.2 . O $08 ..8. /. 203003.9: 9..3!!808:.9 /5075.2-.! . /03..8 9/.9 :. .. -.

/.3.7.8.:-.3 !! -..3.3:3.9..3 .3    .3.3 !90780-:9 /-0-.3 /.79. -07:5.9. 50740. 503.  !030.7:9.:.

3203072.3 ..3 90780-:9 9/..7.7.503:.38.3203003.3.3 /03.3 - && !! 3.3 .3 -.3.9..3/.8.2 .5-.9. /09.: -.3 .2 ./03. -07:5.: 3. .3  .: 503:.3  8079.50740.:  2.7...33.907....703. 5.3 .79.  8:2-.7.3502-::. 9072.7.9/.3.78./03.../ 503. 80/.. /03. -078. /.: 503:8.9.33.: 2.9 -.79. .3 0. .-:: %.8.203003.. 90780-:9 9/.79 3. -:: .3.2./503. .3.33. 50740.3 8.. O !03..3 40 -./.3.. /... 9.  .8: 4507.3 503//.79.2.9..3 .2.3 /. /.8.8.39.8 . 20203: !.39:.9. ./09.3 -.3 /. -.3:9.3:3.78 09:7:3. ../.3 848.5.3 .5.3 :8. 0.3 40 03907 0:../..9 /.703.: -.3.9  :7:1 ./.3  2. 5. .7. 88. /.33.3.  .:3 503.9: 80/07.79.3. 5.38.78.3 :7:8 8.3.3 .7 503..88.3 . .: -.-.3 /.3  0502. 3.  &39:!.. 50740.3 9.9.9.7 -  &39:!..20203:  2.3 07./.39/..: 8:2-.9.400:.3 /909.:8:2-./.. 907.3/9072.. 50740.  5007.9.-.3502-::.3  .39:.3 8.

:3 8.  3.3 8.3907.3/.:  2...2.2.:3 503.:35.: O . $!!% ! 9/.39:2 5..3 /9:3 -07/.:3 . 50740.3 9/. 9././.. /03.7.3. /09.3.3  ! .: O !03. 3./ 9.9.3 ! $!!%!9../507403.9.79. 3..!!!   . 50740.3 907./03. /03.9.3  ! .$!!%!9.39:25. $!!% ! 9.3.3$.8. .89.90780-:9 .:3   .2..:3   8./.

8 2.3 9..9.3.!!!   &39: . 80.3203.38.79.7.79.78..7 09039:.8.79.50740.3.5.7 .3 3. 9/. -.: 2. 50740.: -.9. $!!%!:./09.!.83.3/9:3-07/. 907443 8.   .7.3 $.2.5.7.9.3 .50740.9/. . /.3.9: /.79..33..3. 8.7./.3 /.2./9:3 /. 50740..3 203072...3 /.9.8.3.8.5..90780-:9/9072.3:3.39/../03.3.90780-:9     .7. .5..

39503079.8: 80947..33. -. .2./ 503.3 9:3../.3 503072.79.8./...90780-:9       #0107038 && 4   9. 907.2 .5..3 .3 /9072.3 /..7. /03.7/.503:.9047 3 8.3 :39: . . 4  ! . 503. -.324/.:3  05  703 !.3 80-..79.79.  . 40 -. 503. 9072.

  .

4 ! .05 703!..

! .

             .

/:.3 502-0-.3.33. -07-0/. 9/.3 .D9@. 8.9: /03.. 207:5.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!&$&%  #%$$%'  $ $      !&&  $0-09:3.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .3.  0/:.3.

. /03. /.2 .3 0:3.9.-.3.3 503:7:3..33..

8:.79.. 9.3 9.3-07:7.. 909.5.3 .5 ./..9 80.79.79...2-..3 :.9 5072.3 -07:7.3 -07::/ :..-07::/.303 .3 .2.-07::/ 39. 909.:.3 20250740503.3  507.8.344/    .3-0.91 909..9047 ..9... /.3. -07.3 .3 /-0 40 507:8.5..79.. /. 802.32. 9/. . -039: 18  .9:9.3.8:/. /.39/.59.5 . /. .9047.3  .9/5.3 .2 4507.3  .9..3 -:.31.2.9.:3/.7 8:.2 4507.5 9/...88098 2.3  .8  2083 2083  0/:3 /.703..79./.8.9: . .7.5 -07:5. 0:3.3 2.3  :8:8 :39: .802.-07:. 5.30-/.3 20250740503..3 80../.3 :39: /:..3 -07:3.. /. 02-.: 5079.3 -07::/ 9.  909. /.3  0.2 .5 .3 :2:73. .3 03903 . 909.3/.3  805079 507. 2025:3. 909.7.3.3 :39: /:.3 /.9.3 40 507:8.3..:5:3. 70.5 ..3 /:3.3./:3..: -0781.9.3  .3 /2 -:. 202 2.3.9 /8:8:9.9039 ...88098  .8 507:8..8: /.2.43943.3-0..  80. 02-.7 .8 507:8.8.. /:3.  7 :9.3  507.79.3.5.-49. 9.703..

07::/  9.:3 9.8.31.8.3!.9.78 :7:8             %.:3 9.8.79.79..-0.5072.:3  9.71 :7:8       ../4 03:7:3  :.:3 9039.2-0-07.303 %/.79.07::/    .303    .-0.71.:3  9.3:3..9 9.9 %...78 %.3 .3...:3  9.3.31.9             %.79...07::/ 04254 04254 04254 04254     .8:39:.03:7:9&&!075..3      04254 04254 04254 04254  !072.31.31.3 503:8:9.:3 %.8.3:3.71!03:8:9.5/.909.:3 .24798.3 %.3.04254 -07:9  %.71$.79..7124798.-07:://-0/.:3    9.3 $:2-07&&4  9.9./4 03:7:3          .71$.5.503.79..8.8.:3 9.9 %..3!03.%.8.:3 9.07::/   .3/.

3 /..8/.39 /03....5 /.3 -.- / :.2.3/-0/. ..909.-:. /.3 .9 /80-. . 3 .7 .2 ..3 907.. 909.2 5074/0 503.9-07..3... . 909.703.8.  !03.3.7.8.3 803./.3 /.9.5 /..9 :8.39./. -07. 503.5. 503./.3 80-.7 0:.-..2-.83  8.79. -:: 203:7:9 && 5075.5 5.3 /. 80-08.:3.3 8.3-078.3..3/..8:7.8:/. 9.-.3 /.3.7:  .3/0. ./.79.9: .79. -03.5.3 /-0-. -03.. 2:.3 503.- 80-. .8 503:.-. 20303..2.3 .: 503.3:9.3 0-. 909.3 .79.3 ..83. /./ /:.3-078.79..7 0:.79.3      !##%%%!#!  %/.79./.3 .703.5.7 574/:83...32.. 90780-:9  ..    .7  80/..3.3 .7.3 .29. .9 /:3. ..79.9.2 /. 80..703.3/.:3.9047 3 .  . 207:5.3 .3 /.79..5.79../.7 .7-.3  $0-.9.3 . 203:7:9&&5.5 3 .580-.3  805079 5039. 909.3 8:/.503. 5.7 .:38008.32.79. 88.. /:.3  ..:3.. 9: .5.909.8. /.. .9 -07. 9/.3..3.3 .:3.3. 503..3 507:8. 909..3 .9.3 90780-:9  2.3 507:8.33.3..5 .: 507:8.3 /03.50307. .. 80-.7.8.. 8:/.79..3 /9.90780-:9...9: 507:8. /2:.- 80-. 203039.9 /5079.3 .7 502.7.2 8:.- .3 40 .3  .3 .7.....7.7. 01803 .33./. 9/..3    .8.3    .3 07:. :2:23. /2:. 3 -8.3 -08.:3 50740.257480850307.. /.8./.3 80-. 0.79.3.383.3 /.   $%#& #%$$    .3:9.703. 9..: 5.

79. :.5.7:83.3 .3 -0703. 503:8:9...9. 503:.5 /.9: .3 ..3 3.3 /2/.3 .7.. 907.3/:3..3 /03..3 .3/03.. 507:-.79.5 .9.9. . 9:..7 2..3/...79.3 -03.703. 507:8.909. /. 507:-.3 :39: 203.3. 05. :. . 70.  . 503072.703.8: /.4:8  #0./.3 /03.39.9047 3 .8.2 .79.. .3 .3 -0703.3-0703.3 203.3 .9: 808 .7 /0:.4:8 .3 503:.3.7 -03.8.3 -.73.9 /..3 9/.5 2..83  ./. 8:.9.3 3.-  !03.8.3 /03.3 3.3 .79.79.9: 50308:.390780-:9       #' &$#%%%!  ..79./. 909./.:3. 90780-:9 /:.3 /808:...3.3 80.3 .3 .83 &$./ 507.3 -.. 507:8.7 503:.7 8:.3 80-03..5-07::/. 503.7 2.3 3.50308:..9./.3 /03.0723..3 02.7.3.  #0...25:. 9:.7 .3 3094 /./.50740.. 909.3 /. :.3 -079::.3 2.4:8 . .2507:8. 90780-:9  .7.- -.3...7 2. 043428 /.8 /..79.3.3 80-.3 7:5..79. 80-.3 0-:9:.

3.  083 90780-:9 202 2.. !%  %7.73.5.9 9/. 9.3802.&$  907. #5      %   % !#%&    03.3/../. 2.:3   .380-08.9. 2083 80.:3  202-0 80-:.0/094/  094/0$.3203:7:3   $4..7  9./.7208390780-:95.3 503:8:9.89./.3203:3.33.7.5 3./4. 5.37:5.3.-08.9.71503:8:9.8.31. :. 2.30.-::/.39.:3  /03. #5   :9. 0- /.7 07.

3 .3:.7.-0 .2 2039:3 -08.5.3 -  ../.     %5 3- -  .:3  .8.3.3 5. 503:8:9.. /.3#5 :9.3.3#5     #5  #5  * #5   #5    * #5    #5   * #5    $03..71 -3   %5 3  7:2:83.:3 503:8:9./.7. :39: 20309.3.. .9 /9025: /.7...3 /.3 . 503:8:9.502-0. 9.-:: %5  %.-07.7 .73.3 !03:8:9.5. -::3 5.71503:8:9.9/:3.9.3#5    %.: -08.3.9479.73.::39:9.!03008..3    #5  #5       .:3 3  .3 5. .3  %./.:3 . /03.7 .3 :39: 203. 3.:3 503:8:9. 202.:3  90780-:9.7. 9.:30 3  207:5..  -   $0/.544  3  9.7 -08. 3   3    /05708.7.8:.7503:8:9.31.3:.89./.33.3..3../.37:2:8  3   /2.71503:8:9. 9.2 7:2:8  -  /2./.:3 0 3 /.73.7503:8:9.8.20835.:30 3      %. 3.

 4  ! .-07:9         #0107038 && 4   9. /03.3203:3.930094/  094/0.:3  05  703 !. 2. 507403. 2083 ..3$97.78:7:8  $0-:..3       #5       03.3 .3 809.80-./ !03:8:9...31.3       #5    !03:8:9.3 2.7.5 9.8..78 :7:8 3 503:8:9.. #5    :9.:33./.9   9.:3 203:7:9 2094/0 ..

 .

              #5   #5     .

:-07.3 9.. .- !.3 !! 47.3 5075.3 .3 $:-05.3 5..2 -.9 203:3./2:..-.9.5.3 /9072.:20250740503.:3 5.3 :39: 20..9079039:     $&! #!# ! /./ .3 /80-:9 /03.9.D-O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&! %#&% &$&$! #!#   $ $      !&&  !..9.9:-:.357-.39.5 ! 805. 9079039:  $:-0 5.3 .2..2    ...2  909.3 5024943. 5. 47../...93..:3 5.3 907.9..  %..3 57-. . .:3-::90780-:9205:9..:35.3 57-.5. .3 /03./...3  ..8.!03.:3 -:: ./ .3 5075.7/.8: 502:3:9.29.: 20250740 503.3 5. 47. 0.-./ ! !  ! ! /03.:39: 503..8.3 :3/. /.47.. .9. /03..3 /9039:.5.3 507.:3 9.: /507403.3  9072.: /9072....D9@.3 9.8....3 57-.3 /... 8./03.:3 5.:/. .- !./..8.9:9.3.35.3 203072...2 9.9.8 503.3 5.3 203:7:9 09039:.:..&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    . !  47.9./ ./.3 !7-.80.2. 7.-./ ..5.3 9/ 8. 5.9:7.3 0./ 90780-:9 /03..3 /50740 ..9.8.3 .!.3 507:3/. 203072.:3 9.3 9.357-.3.:35.8 503.95:.8..3.-.5.3!7-.:0-905..9. 7. . /. 8:-0913. 9.5 8:-0 5.3./.

/.3 /03. . /.3 8:-0 5..3 .8.3 57-. /. /. / 3/4308.3 -078:2-07 /.. 47. 47.  05.3 ! .- !.3 90780-:9 /03.9.9.3 / 3/4308.0- /..2 3007 .3 / -.-.-./ .7 3/4308./3/4308.3 .3/7:39:20250740!!     $:-0!. .7  .9.3 4247 !44 ./ ./ /. 203072.703. / 3/4308./..:3 5. 47.19./ .: 203072./ /-0/.9.3 57-.  03. /.9. /...3 57-.7 3/4308..  47...9..2 . /. -07.2 8.: -07. 20203: 0.9. 80./.2 3007 /..9:  -:...7..7 3007  $:-0 5.. 47.3 2025:3..7 /.9./. 3.3 57-..5 &%  / 3/4308./././.5 /9039:..3 -079025.7 0-07.3 57-.33.- 203/. 3. !.9 :39: -079025.8.:-07.9.8.3.2 3007 203..3 57-..3   .7:8 -079:7:9 9:7:9  909. 503.3 /.3 507.7 3007 203.: 20250740 503./ /.3 80. !. 0- /.9..3 8:-091 /./..: 039: &8.3 90780-:9 /./ 8:-0 5..8.7  .3 .3 -079025.  !!  $0/. 90.8.9 :39: -079025.3 . !!  ! ! .8 503./ 8:-0 5.8: 2070.993. .3 -08.73.5. / 3/4308..3 502.80..3 203.2 3007 ./ :.3.8. / 3/4308.3 ..  9072.3 203072.3 57-./.3. . 0/. .3 40 :2.3 57-.2 ./. :./ ! . !03.2007 !   $:-0 5. 203072.. 47. . !%!  9/. 20./ ! .7 9/.3 03./3/4308.3 -078:2-07 /.: 47..3 .2.3 90.8.. 47.: 20250740 503.3   0-07.3 !! . 200- !03. %09./ .3 %/...: 20250740 503.9 93. $:-0 5. .2.  !.3 203./.9:  -:. 573853. 03. 47.3 4-091  $0:-:3.3 /92-.3 47. / 3/4308.9 93.3 ..9: 9./ .3 57-.9 93. 47..3 203:7:90.3 2025:3.3. .3 8:-0 5. .

420.3 /9072. /. 2.:5:3 /..7 3007 47//03.7 :.9. .: /50740  -.7 3/4308.

 .8.3 /.: &%  7.3 /..50     !030.: 47.: &% 2.9 /.47..9.9..3..320. /. / 3/4308.80. 50..39/.357-..: 20250740503.3..: 20250740 503.9. 84:7.-.3 .9:  -:..9.:.73007   ! . . 9/.8:-05.35./3/4308.:&%   5..:./ ./.5 /0..: . .. /03. 20.7 3/4308..3 47./ . / 3/4308..7 8:-0 5. 20203: 8.:.. 0- /.5 -0789. 9/.9.9 80-.9/.-.: 20.8.2 .     ..30.3 /02.9 203072.7 3/4308.3 0.3 .3:8.2 20203: 0./.7.3$:-0!.8. -.3 8:/..3 90780-:9 909.7 /.9 507..9. 9.8 503.53.33.3 20. -079025. /03. / :.!203072.7007  7.:20. /03..839073.5.3 5./80-. 20.3 !! .3  ./.73/4308.357-.843.  &% 90780-:9 203.20..7  .8/428     $:-0!.73007.:5:3 9.:20250740503.: &% / 3/4308./.357-. 20.9.9.-.3 5075.0573.9 93.3.3.2.7007 !   $:-05. .8.993.9.3 57-.3 ...:.33.8.3&%/3/4308.9.3/.9.9:8 80-.7 3/4308..:./3/4308.947.:-07.3 47... 907. ! 9..:..3 /.3 57-.3 :8./..3 -079025../:.:9/.3 203072.3  /.: /50740 /.9.350.3 5.: .  -. 20..3 /9072.:&%  2.39..8 503. !  03.47.7 203. .3 203.. /..:.: &%/3/4308. .-..3 /542.38.9.

./.9 93.50. /. 8.203072..7.9507.. 5. 2070./.3 8.:.3/.7.9.980-.3 47.3.8.7 30.9.. 203.7..3 .8 39073.3 /.90780-:9202-07507.39072.. 9072. -078.: 50.  /03.980-.-.3 20250740 503.3 47.-.3 -079025.3 ./ 8:-0 5.8:5030..8 503.843.7 . / 3/4308.83 /.!0.33.-.3 !%!   .2...: 5007.3 /507-.3 .3 / :.8.8.3 -007.3.9..9 50.3 438:.3 05.-.2..3. 203.3502-::. 2070.8: 8:-0 5.9.3 -0-.3 !03.  .3 203:3.  0.-.7./. .9.8..9 50.9 507. .-.3 03907 0:.: 5007..5.:.9 /..3 .9.9.3 /.3 40 05:9:8.8.3 3094 18.33.50.390780-:9   .330. !.8 /03.3/03.  :.-.3503./.  0.7.3 47.38.-.        !%&!$!  !039:3.-.3 -  3/4308.39:.9.3.38.3:.3 /909.-..5.90780-:9 .9507...  9/.  .320250740503.392-.3  45038..:20250740503.9.7 :8.9. .807:.8 503..! ! .. .9 .9 .-07:9 ..8.8.3 -  %/.3 :39: 203/. .8.9..5.-.. !!  -.3 /542.:5007.  2.7 .-07:9 .  :.9/./.9 .9 50.3 03.3.   !! 503.3/:.3 :8. .73/4308.

3.9/:7.3 /.  .35007.3.3.3 -:9 80947... .3 /03./.. 3.2 !.-.3 5039:3. ..5.3 203072..3 8..3 503. 9072./.3309418.:39039.33.2.9 /.3!0304.: -.3 40 8047..8.7 !!  $0/.2..3 ..8 /03./-.9.9..8503. . .3/54943!!   4394 %:.  .9.3 /.9.9.8.9.7 :8.3 203072./..3 203:3.3 ..3 -.3503.3..2 .3. 50..3 20250740 503.3. ! .205.9  &&4 9..9.2 503079.2. . 09039:.3 .3 40 5020739. /03.3 !! -.8.8.3 2:82 ..2. .9 .340! ! 5020:. ..3 /2 40 8047..8.79. #5   ./.3 -0-..3 2:82 808:.3 /-039: .9.8.- /88.9 ..3 -. .:02-./.: /8..3...3 .8503.9 $ .3 20250740 503.3.  !! 503.9.8:/ /.3 80:-:3.9.7..8: /. 9/.305.3-07./.8. 80-..3.3/./. . /2.9. 808:.3 -/:. ! .3 !%!  . :39:/-07..3.9.: 5007.8. $0/.

9 !%! ..330948090. 202 8.9: 897 /.  .../.8.3 .:.9       !03.9 .-.3309480-0:2..3 .9.3  .3    !03.-:. 47.7:8/..3... 5079:3.   !03.3-7:94   .8.3..3 9.8.3.

3       #5   #5   *  #5     #5    * #5     #5  * #5     #5     .   !! !!907:9.

3.3 -  07:.    !$$#&   425038.3 18.7808:782.3 3094.:. %.9.3 203.3 /2 :39: 203/.3 /2 /.9/425038.3/03.8.. ! ! /50703.7747.488..3.  /. /425038.3 .5074/0-07.3 203:3.: 503..8.32020.7.3:8. / 3/4308.807:.  07:.9: :39 .-.3 //079.7.5. 18.9.5.: .3 //079.3 502-::.3 808.3 .3 ..3  203.7/  .3 07:..3//079.3 /:3..3.8.3 /03.    425038.3 503:.-.9.3 :39: 2025079:3./.3/.3'079.9..7 .83 .3-07:5.3 . .2 07:.39.3 47.9.3 /./.3 .: ../ .  07:.-.3.:.3503...2..79.  . -8.3 :8.8:. . ! ! .5.3 57-.347439.-.807:. 8:.8.3 ..503.9::39.  07:..9.

/03.7 :8. 07:.3 /.3 -0-.380:-:3.: 5007. !!907:9.3 502-::. 07:.3 203:7:9 18...3 -7:94 /:7.3 90780-:9  . .3 /03.:5:3 503.8. 88.8#5  8.3 5007.3  %.3 -.9.8 /03.35 ..:.78.2.8.:3 5.3 2. 907:9.8.:3  2.3 20250740 503.  9.8./..5 /.3 /. 9. -../.9.3/507-40   !%#&% !079:3.58.3.:3 8090.3#5   ... 907..3 20250740 503.. ! .71!! ! !!90.. 0./70/9.&&!!   ./3.3 -0:2 /425038.9.-.71!! ! !.7  9..3 203:3.  .3 -.3 . 80.  07:.3 90780-:9 . 07:.18...25. 2.8.3!!9..9..9: 503.3 /.3!! $.82.3 5.3.9 /.

9.8#5  8./#5   .

8#5  8.9./#5   .

/#5   .8#5   %.71!!         .9.

3#5   . &39: 0507:.58../03.71!..8#5  8.9. /.9../  .5.. !! /-:. /..3 50307.25.71 5.3  2.3!! $. 9.9.8.&&!!-07:-..2 7-:.3 9.2 2039:3 !! 907:9.3 0 -.:35. 503:  :.3 7:5.203.

9./#5   .8#5  8.

8#5      !#%&!&#./#5   .9.

.3 !! 907:9.3 5.3  -.:5:3 20.: 502-. /-..2 9..3.7 40 ! /.3.:.:3 -07.3 803/7 2.:3 /..3 203:7.3 /03.3 /03. 20.3 90.. .: 5024943..3 70/9 5.7 9.#  !079:3.7. .

/.3/8.9/2.25.3. 8.3 !079:3./..3.!!907:9.3.3.3 -.3.9 /2.75..2-..30-0.  && !!  .3.770/9!.30--.7 !! !.3..8090.3!!:7.3  :7.99.. 8./.8 5./..3 80-0:2$!%9.:3..7:8/:3./.7/.73.9.7.:35..309.8.-07. !! 907:9.30--08...70/9!. 80/.35..-:..502:3:9.

3/03.3472 3/:-.3    #0107038 && 4  9.:305 703!...3202507:3.5.7 /.4 ! .:..9/..0--.

!.

:3         %. /507-.3&&4 %.7:/03.71!!        ..

3.38:3    !.D-O O   9 ½f©ff°%%   !  $ %$!#%&!!!!3!!  $ $      !&&  &3/.7.!079.7. .3!!..3!! && .30.3   03.3.207:5.350.39.. 2032-:.71  803... 803.3 !!  &3/.3    .7.35030:3/:5.3 08:9.350..85030:3/:5.9:750303...3 .7.8.3   /.9.3.8.3..3/....    %/.33.2.    .71 .3.3 :3/.8..3 :3/.2-.9203.3 -.72.7.....-07.5.3 .!079..D9@.719:3.!!3 /83.39..2 2..203/474308547    0:2/.8.&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .3 . !!3   !.. 2.8.9&&!!  203.503.9.29.35.7.   %. .39.3. !03:.29.-07.9/.3   !...7:  ..3 0-2:/..3.3    .23007   002..3   00-.202:/.8438:28/.8   !..5.3/.2-./.9.3..92033/. !!    !.3.8..5.3.

8 !!3 /. 2547  :2.3!!3 .3.. .-07.7. 5.3 !! .      !#%!#%! !#%  ..7.2-.25..9/03.    097.59.3.3/..5./..9 5./.71 ..3 /..34 %.3 3..3 8.3. .8.8:/ /03.2033/.5.3.3 /0:.2 8:.3 5079.:3   9039.3438:203    !0307.2 .250.809.  . 5./:-.3 /574/:8 / /.3 3.. ./03.438:28   .25078. /.3/08547    .3. .703.3 /2.2.73.3 !!3 /..3 /.7.3.3 200. 574808 5079.7..3203. .3 0- 80/07.: 92-: . && 4  %.9:50740.33.9 .3 /.9203/474308547      $#&&  !07.23007    097...9:7!!/. /03.8 -.20.90..380.2507/..2.3 -0-..../.-.32:/.5.3 :3/.2 3007 5.-8.3!!3/..9: 574808 574/:8  793.3 . 202-.750303./..3 5.3:3/.9:39:0:39:3..3 :3/..3   !!/.9. :2.250.3 .3.3!07:3/.35../.39.843. -.. .8.7.3.3 5.703.9:7...  097.3 5078./.. 88902 !! /. 9: 203.3 93.33. .-.3 88902 9.3 50302-.339073./.3 !!3 80-.3. /.3.9 .3 /03.3  .3.    .3/.7.3 :2.2-. .2.254.3 !!3 3 9039: 8.3 .9... 93...:3  .5..5-039:5030:3/:5.7. 80.2 08547  /-07..39. .7. .54891/.7.8.3 /5:3:9 8.   ..

5.503:8:9..3 507:8..: 8.  !03:8.. -07.3 80...3.39073.33./..7.3 -. 0:.7.947 574/:8805079  ..9 -07:5.3!!     !03:8.8.03.3907:9.. 0:. !.3/.3.3 /.3 /03.8:. .3 . !.3  203.3 9/. 02-..3 9/. ! .7.31.3/.79. !!  ..5.3/.03.!.7.7 -.9./.:.3 2:.3 /03.7 :. -07::/ . 03..7.2 3:3..-.8.5.9 .3 &3/.8:.!..3. 80/07.3502-.947 1.3 :2.7.3      #!#%!!    .7. !  .3203:7:981.8.3/. -. -. /. 8083./.!.7..9 /239. -.3-07::/.7.3 !. -07/.24/.5..3/03.9.. 05. 5.7.3947/...9.7:8 2039:3 808 .7.7./. .: -.909.3:5..-0.!.3.3 5.0:.9.393.3. 207:5.47.. 9/...39.07..303...3 9/.!...3 !!  !.3   %03.3 !.3 20.9.3 -..357-. 507/.3  2..7.303.3&3/.. 202.2-039:.5 /2.5 /:.-.3/03. !!   .7 /.7:8/-.3.909.5. .8 /./..   .9./.: 5007.9.3 . 2.7 !.. /03.7 1.-..3 :8.947-:3.9 /7:2:8.3 -.590780-:9   4/.: /425038.31.79.3 /0:. -...3.3/. -07::/ /.3  &39: 2039:3 !! ..3 /03.7..:-.!03:8.. .3  !03:8.5:3 ... -07. /..9.9..:5:3 -. .../.7..7.3  .3 .: ::23. ..7.7.2 574808 574/:8 9039: 8.07.8:..9.3    .!. /.-. ./.. -0707.0-0.7.3..5.3 907:9.3 -0707.7..

3 ::2 .8:/ 5..9.. !.!.9.3 ..33.:.3 2030-. ../.7 :.3 8:./.3 5.9072.80-.8.9..:..8. 809.-0. . .3 8:./909. !  . !.3 :8.9. !.3 50...9: -.. ./!!     .3 /2.3 20..3 50307. 34   .9: 507.03.3 03.340030: !.20.2.3. !03:8.8.3-.7.9.8.9.07.7.. 03.3 -07/.5 0.7.7.. !  .3 /03.3 .8./.. !  .3.3&& !! 9/.3  -  !! .: 507-:.3203.3.9. /..5.31.-.0.7 .8:!03:8.3202:39: /::.3 .8.-07/.: 202.8.

3  .3 5.9:   094/0..: 02:/. .9432094/  50740/..7.98:-97.3 /.9.3 . .7%.2-..3 :3/. 50208.2094/0/.7.1.. :39: /5.8 .:.9.3!!      #%&!!#% !!   /.3 .715079.8...8. .8: . -07/.38:3 3/70.3&3/.3.22039:3!! .38:3 /70..3 -..7..  9072. 90780/.33.: .38:9/.943 2094/ .89.3 :39: 203.8.8.703.9 8:-97.3    094/0 9/.3 /03.

3 /.3 !.7..9:2094/09/.2 5079:3.2-...3 909.5079.!! ...9.38:3  &39:202.33.3203:3.5 /-.3-08.4394-07:9     .32094/0.30/:.2-08.5..8 /03.3 2039:3 !!3 /03..0 2094/  50740/.7:8/-.3. 9.7!.. 3...3  .4.73.0:.9/507.73.8:.3../.7.

. 907. 80.5.9 /09.4394    .5.-07:93.9. .. -08.7:8/-.7.72039 -07:5.7.3 207:5..3  #5   !!   #5   !. -08.: /425038./.3 !...3.2-..80-08. ..3  #5  !.3.7#5  ..  .3.8 8.. #5    .. -..71 !!    2. #5    $0.3!..3 .3 .3 203:..7 . -..7 5079.5079:3.80-. -07:9 0 :.... !!  .8 574/:83.3   /..5. 2..392-:/.803..8 574/:83.3  . 507:8. .8:.3 -..33. . #5   !!   #5   !. 80.73.25.5.0:.#5  .7.9..3 .3 907:9. !079.3 ./ 00-.3 0 :..3 !! 80-08.8. 9.2-.72039 90780-:9 .8:.3  !!. #5    2. /.73..9 2039:3 5:.3 -.9:802:.9 /239.#5  2. 8... .2.7 503:8. !! /.3 2039.9.-.3.8:. 80..7. /03.25: 203:. 5..-. /09.3 /.3 . 02-.30:39:3.: .7.3.9574/:890780-:9 .3 :39:2. 507:8.3 203:.-.7.3 502-..3 80./  .7. . /.9: #5  #5    -  .73.3 /-0 40 507:8.2.8.5.3  #5  #5   #5   ..     . .3 .3 /.. .: 9.7. 03..0:./. 574808 574/:8 /...     #5   #5       !!  !!  #5   !.0:.. -08..7 -.3 .7...: -./../ -.3/.393.7..5.8 574/:83.33..72039 90780-:9 .7 #5    .3/.39: .!! .7.3 502-.3/. 203..4394 3 /.3 :39: 5.

203..8:.7 -.3 /:. 207:5.9 /9:3 5.7. #5    2.5 808:.2.7. .7 #5    2.7 #5      #5  .7.8:. -.8 .3:2.3:93.3 202-0 ..3/:7.8:.7 #5    $0.35.7. /. .5.3 .. /03.7#5  2032-:.8:.3 5.3 5.3 -.3 :.340574/:803... 0:. 2.:90780-:9                 ..9.5.. #5   803.3 80.5. 88902 502:3:9.../-03..3 80-08.3 80-0:23.33.-07:9  %.3          .: .32:9 89..3 !.8090./.3-.. ./.7.3/.3 ...350307.-0  .3 93..380-08.9 3 . /. 5.:. 207:5. 0 574/:803 -03.: 8.392-:3.. 0:.: .7.340438:203. /.9.3.3 .3 .83. !! !.3:..8  509. 93. .7...5.7#5  .7.7 #5    .2 !! 80-. 574/:803 -..3 . .8..9. 80.3 5.. .3 80-08.5 . -079. 80-08.3 203.3 !.:.:  .. 80-08.:      %49.3 202-:9:.-0 /.7 9.0888902/./.5.:-07:5.3 ..3 -. 0:.7:8 /-.380-08..380-08./..7 0.7.2-.3 8090.3  $0./ 2:9 89./ 80-08.3 9: /.7 -. !! . -..3 !! !74/:8  .7 #5    /.  .5..08 %.25.3/-.3/-040574/:803-03. -.7..5..3 -.2 574808 574/:8 .7.7.7...-0:9 $9.3/-:9:..3 #5   !.9 574/:8 2:.3202-0-.!! 3. .$05079 .7 #5       #5    /..-.7. 0:.9073..3...7.3/03.08 88902  07:93.3              03.0:.: 90780-:9 9073.8:. !!  /.3 80-.9. 5079.3 /:7.8 203:.3 ..3 #5  .   !. 2.33.#5  3 2032-:.3 !! .

.!.3 .78:.3:8.9.3 -. ..7:80- -08.-07:93..3 574808 574/:8  2:..8:.9:0..3 5..8:..8:.750770/9.8 !! 9... /-.350/42.88..: /807.27.9.: -07:5.3&8.3 ..2-..5.7 -.8.25.8:.!070/..3 207:5. /. -40 0- 0- -08. 9/..!%   .9/:3.  #:2:8.8 90780/. !  .9 /425038.5.7.  -  08. !.: ..3 90./.5.7. 80-08./09.3/.9: 50740..3.35.8:. .. -  8547! .3 . .5.3....8.35. /./..3  2.:-.7 /.!!.9:.3 03.3 05./...2..92039:3:2.7.5080-08....3 2.  !0307.7#5  /9.5/:. .8:.5 5079. 203..3 ./5.3 8.!0!! /  03:. /.. /.3...!!  :2..3 907..!!9.7 !.3 ! .5.3 .8.!!9. 03.-07:9  .3.5.7.50/:. !03:8. !.7.7/.:/.3!!  !.3/9:3/03.9: #5    ./.380-./-.3-..3 .5.9..350770/9.7 80:7: 7.!0-:.2-..8:.3/.9.9 /70/9./.3!05.3 503:2.8 50780/.390780-:9  ./.3/-.3 5..3:39:20309.3 ..3.  !.5.7..80-08.5 080-08.   4394   ..3  #5      #5   #5   #5    #5    #5    .!..35. .5 !. 50770/9.  02-0!80./.  03:..2.9.73.38:3 /08547 .7#5   !.7#5  /9.9.. 9.7#5  !!9.  .

9 50307.9....88  .7:8/80947.3  !../03..3 5.0:. -.9: 57385 502:3:9.!.8!! #5    05.!.8:.3.7./.3 5.3/.7.0:.. 202:3:9 5. %49.!..-:..!! #5   #5    %49./. /03.7:...3 .9: 8:.3/.3.3..3 #5   #5  #5     :2.2502:3:9.3.88547 #5  #5    -  9.8503:..:..5.9/70/9.8:...3/.5.3.3!! . 8.8:./:.7.3/... !.9:   .5..30--.305.3 -.9/70/9.7.3/.  9./..7./.7.88547  9..7.3!!9/.3 9.!.35..:.. 907:9...3 !..9/70/9..3 .0:.3     %%#!&&%!!#% !!   /.

7    #5    #5   #5   #5   #5     #5   #5     #5   #5    #5   #5     .. 03. 2547 2085:3-0:2/9072...502-.. 5..8.7.       !.33..30-/-.

. 202:3:9 5.3.9 503072..3 502-.7.9: 57385 502:3:9... 907:9.9: 8:./. 8.3 5..-.3 5.3  2085:3-0:2203072.3 .88  .8 -.7.  .7.. /03.

..7.7.5. 50303..#5     .9.. ...8: !!3  /..7.-.703.80-.7. 5.50307.!079.30-93    4394!079:3.740!%       #5   #5   #5   !.7!0303..3207:5.3!!  .2 . :2. 5..5202/. .8....3    ..  .93.7.3 40!%     .3 20.7..:/5:3:95..3 20. !!   !03008...03.3 5003.3 /2. 03. 8:2-073. 80:7:3.25:./..8 502-0 .3 20..9: .7!0303.8 907443 9.: -.8 8:/.3 /.. .5..850303.3.3/-.5.5..3!!3 !%   202-0 -.8. 9072.. 90780-:9 /.9.390780-:9.3/...7.7.3!.7.8:/ /. 502:3:9. ..3.3.35003.35:3:9.3 ...3 8.8. !!3   #5      .3 9072.: 438:203 -..7.!03:.3.9.8:/./. -.3.3 !!3 3 81.5. !!   :2.02.3.7.7.71 !!3    -07.7:8 /-.9047 -.3!!/. . -. /09.2-.3 .3.8....7. !!  ..3!.. ! .9./.3 !!3    -07. /09. .30- 93803.: -.3 90744320. .8: /./03.30.3 907443 20.9.3 . !!  !.      !#%!!&# !!3   !!3207:5.33..3 /2.7.9.

  &39:.5..8:834 /.8.380-.9/8008.7!0303.3!.-07:9    !!#5  #5             !!3#5  #5           .7.:3  !! 4  %..!  !! !!3   !!#5    #5   #5   #5                      #0107038 && 4 9.. !! ..:3   .

8 :2 !  /.:2/.3 !0307.3-.9.3  && .  :7:1    /.2 -0-07.7 507.3.3...39/03.3!020739.:.3 8.8. 05:9:8..35:3:9..0..33.3 .9 4   9.D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ &&!  $ $      !&&  $08:.%.  7/43.9:7 /../..9:7.3 .3 -.350702-.  !07:-..38!.9:7. 9.3..    !07...3 .9:7.3:3.5.3.3 20303..  !030/07.9:           7/43.503. /03.3&2:2!.D9@.9:7. 5030/07./.3 !        !.9.9:7.3 /.9:7.2 507:-.3.3:3.3 && 4    /.73.//3/4308..&%$   &'#$%$!&$  '%# #%    .3!.8 9.38!.5. 203.3:3..3  /3.9: 0 507. /..3. -07.:39039..3. 7/43.3 9/.3038 038 5.38!.3907.. /.3/03.3 7/43.3. /../03.38'07543/3 7/43.:2/.3 507:3/...3.7:7.3.3 507. .3.3 507:-.3 .3 90780-:9 /. ..  :..3 .3 .3 .3.3 8079.3 :3/.33.3!.#:2.:3  9039. 038 5:3:9.3!.3 5.3 /.3 507:-.3 ! 805079.3 .3 !07.3:3.3 805.38'07543/33/4308.3 /808:..3.39&&4 9.3.3 !07.: .8.07.

/./.3  .3..3 /2.:9 . :2 /./.. /.3 80.3.9.3 507.:/0. 3/4308.3. 9.5 5.2.9..7.  $0/.3.3:3.3 50/.3 /2.3 .3.8:/ /03..7.3./.3 .43897:8903. !072:..8:/ /03.3..2.  !&&  .3/9.3 203. 909.3 -:2 205:9 9.3:3./ 4-0 ! ..3 . /.3 :2 .

5.2503079.3.3    !.94.3 9072.3/83....33:3.8: /..: 507.3..3:3. 9.394    4.2.3-..   .9:   .9. .390709.720.3.    .7.7.2703.3  803...    %025.320.

/072..25:3.9503.3.    %025.

:.3    &39::-:7.3.8.843..    &39: 507...843.3 050393./.9   $0/.  080.8.32.9  -07/. :.3 /:.7/.9.8 55.3 ..9.323..3 3/:3  :9. /:3.39/.3 /.89.39/.843.38:.3   .3/9039:. 50302-.-.3.9. !...3.. 30. 2.3.9  438:. !.9:5.1. .3#    .3.3 .3  503//..    :9..7.:507.  %  #5:9..3 802.347.9.:800383. 40 /08.. %/.3.38.. .3 3.      .3 :2:2 /-/.3 5033..839073.23.3 :39: 20.3 40039070:.3 8:.  9.  !%!  80-08.3. 03.3.3 8.    &39:-.  848.3202-07./2.7  :9.  9.8.3 0-:/.3 -0:2 /-0-.3 -.39.  :9.7.9..3 /542.8 507.9.31..9074434-0!..    ..3 92-.3 3.  9.35:7-.7.2....8:/:39:202507400:39:3..

3  !0309.3 40 50.3.-.::/.3 203:7:9 &3/. /.3. /  !0309.380-..3 50309.9 .5.3 -0703.9047 .:.3 :3/..3 .3 4-0 9.3 -0!/-..7.39.:.9:    !0309.4-0! 9070-/. 203039:. $0-0:2/909.3 /03.3.

..3 .9.3! 2.5.3 503039:.7.3 5033.59. 7.:.8.3./ / .7.38.350309. 9..3 20307-9.3:9. -07/. .3 97.3 .:.8 :.809.50/42.3 .3 907.  0  &39: 202:/.80/93.203.7. .. 90780-:9 /03.9.3.3 203.3  1  07/. 9.8.2-.. . -0 9.3.7.:3 903!..7. :39: 050393. -0!.3 -078.3...7.6  .80-.

:2 .3 0.3 8079...3 -0 !..5.7.3 .3!.9: -.  !03.:.3 5.9!02-079. /.3  -  .83 2.3 /. 5. .253 :.81.-.3 4-0 -..7.3 907803/7  /2.3 /.3 /. $! !  /.8-./.907. . 4-0 ! ...3 503.3 ..3 -05. ..3-..3:3.3 90780-:9 207:5.9.9.3 205:9 .:.8 2. 203.3.3:3.3 .3 /03.3:3. 503..5  /8. 43897:8 -.2 $:7.8 9.3 80 :.3 .3:3.3/.7 503.8 9..8 8:..3 2025:3.8.9.7.503039:.3 43897:8 . $! ! 80-..3./.3 .9.3/. ..90780-:9     !0309.8 5.7.3:3. $:7..3:. 203. 202507.3 /25:3 /.   .7.3 .8.83 43897:8 -..3  43897:8 .3 90.39:2.39..-.81.350309.3:3.9:2..3 !      !%!!  07/. 90780-:9  509:.:.3:3.3:3.9 !02-079.3.3./.

3. /.81.3  2.8 9./..3 ..3:3.3 -.503039:.3.3 5079:3. /.

-07:9    08./. -0!.5.3   #5   #5    #5  * #5   #5   #5    !80-.3 %/.8.. -0!.-0-07. -07:5.8 . #5 :9.:.5.... -0!./.8. ! %!  ...8.3!. .73.-07:9  08.3! 2025:3.  ! %!  08..380-.3 2.:.:3 . :. -0!. 50309..:... -0!.  #5   #5   . /.3  !:39:!079:3..././. !!  #5     .:./..3/-07 ! %!   4394  805079 /:95 /..  !    .-. -0!.3 &&  4   9.33.35.7 !030.:..83//08. . !...3  ..:2  !  . . 4-05.73.507 807-:    .71./03.. #5  .3 -.35..9.75079:3.:.3:3..  2. ... -0:2 .:.7!0303.9  80-.8..3/08. 03..3:3.-07:9  $047. !! .5.:. -0!.  4-0 5.3!..3:3.3:3.3 ! 2025:3.35.9.3:3..:39:!079:3. !    .80-.....:2  !  .83 2..7!0303. -:2 /.8047.

.3!../.:39:!079:3..7 !0303.3907:9. .  ! %!  $0. -0!.. !!      $&!&&  .. -0!.9:  &39:9.0.7:8 /5079:3. .35.5.3/03..:.5.3..3:3.  &39:-.7.3.3-08.3:3.:  &39:9.3 203.3!.8.3-.:../ 8:-.3  !:39:!079:3.3.3 9.3.3    !80-.:.50309..73..3:3.. -0:2 ...3:93.

! ! ..3 80.8 -:2 /. .9.3.9: . 2025:3..3 .: -.9.7.9. 8:././. 47.3 . 3.

..9.3.31.9.9 .8 -:2  /.: 20250740 2.

8.: 202  203:.. /.3.9.

3  .9.3.39.3:3.  503. ! 202 9. :../. .: 20250740 2.31.5 502.7.8   2 50780 /03.8 -.7.9.9 ...   4394!079:3. 80:. 80-.3 502  503:3  5034397.9. #5   .7.35030.3 3..3  .

 #5   .3   2 /03.3:3.8   2 90780-:9 -0/7 80-:. :. 80:. -.7 9.3.2  /.3 3.

8  503443.2 .: /..3:3. 2  .3 /. 9073..2 .3 -. /09.257.3 09039:.9047  ! :2 0.8: /.81.8  /2. -:2 /.9. :.3 3.3 9072.3 .3. !.

3  . 8..2./03.9.39.7./. #5   .25.:203:7:9 09039:.3  ! -:2 .

3  %!  ..3  ! -.3!.:. !!  #5     3.3:3..3:3.7!0303.    -. 2 /.3   #5   #5    #5  * #5    !80-.3..9..8.

7#5  .0.8  80-08.

-07:9  .-.75079:3.39/. !                       #0107038 && 4 9.. 2#5   .2 2.3..03.3 80-.-08.-.5.:..3 2 #5   :2.907:9. ! .:.3:3. :2.%.:3   #5    #5     #5    #5  *  #5   !907:9.3:3.3  #5    #5     .35..:.

9:7..71 0.71 0. .3 !020739.. /03. .3 9.3 808:.3 /04.9.0  0.3 && 4   9. 4   9..3 .3 !07.:3   9039. 50308. . 8. /. 0907.D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ &&%#  $ $      !&&  -0 0.33.. 0907.7.3 !07:-.. .3/03. 0907.3 !020739. 4   9.3 !07.3 /5:3:9 /.7.30. 0907. !0303..9.3 0.8.907 /.3 09039:..9: 5.:5./.3 -08.. #05:- 3/4308. /. 3423. /./.907./.3. 8. 40 30..7  !03079.3.907 9: 803/7 80-03.9:7.-07..3 0. 50:3.&%$   &'#$%$!&$    '%# #%  .32:.73. -.. .D9@..:3  9039. . .:3  9039.3 %.73.3 %.

7.3./.9 ..3 8:7.79. . /.3 .9. 0.9 8:7.    ..9 :39: /:3..3.0907.3 /.3 80-.3 !020739.3.9.9502-:9..  /4:203 /4:203 -07. 0907.7.9 507.8:.3-0781.9.3:.3 /03.9:/4:203 -07..9. :2:2 . /4:203 /4:20380-. .9507/.       &  &%#  03:7:9 !07.:0.. # 4   9039.3 503934030.3 0..8 8:. 0907.3 80./.320303.5.9.9..3 /-:.503:.7.8 /4:203 /4:203-07.9/.33.3 0.7. ..303.9:5:3:9.7.507-:..9./.9:7.-07:9   $:7.

9 40 !0.33.  9.3 7.9.9.   9..8:7. !!%  9072.3 502-::.3503072.3  03.3 :.9.9:2..: 50325.3.3.2 70033-.9. .3:.3 #.3 /-:.5.33.3 :. .3 .:.30-/.3202:.    $:7.5.7   .3 /.9 9.8:8.349. .9 !02-:.-.32030-:9.3. %..9.789072.3.

:..8.9.38:7.3 .907:2.390.3 /2:.   .3   $:7./.3 -07.3 .89.3:9.3 9::.3/03.3802:./.805 .380:7:3.9 -039: .9 502-:9.9 50372..7.3 503:25.0-/../03.3:9.2.7#5     10 /03.:.3 /.9 -07..2.3-.30. /.0907. 3423.0-/.3 -0.7..: /:3.9.38.3 ..3  8:7.3. /03.9 8:7.33.3 /:3.3 .-039:.7.3 :39: 9::.7. 503.9 8:7.3 .9..   ..3.3 -..3 503072...7.8/4:203  -:9 :39: 50372. . 3423.9 .3 0907..3 /:3.350372/.32.3.7#5     4:203 ..33.3.980038 ..35023/./.3 /4:203 /4:203 .9/.7.9-.3  078503.3-078502-079.3       &  &%%#  $0/.3:3.3 /.8    $:7.9.907.3  $:7..3 -.3/.8:/..3.7...9.5.  9.3.  805079  080  !74208 /./:3.5 02:/.5:3  805.:80-.3 3./470033/-.3 .2.9.9 50325.34047.    $0.3/9:8.3 907443 9/.9 8:7.3:39:/:.3  43480203  8:7.   $:7.3 -..3 80-.-07/.3.38:7.3.3.8.7.

0907..830.   /7.3 /03.3 0.30. 503. -039: 9..:3  9039. -. 502-.830.9.85020739.710.3/..7.8 5030/07.390780-:9   $:7.5 /.3 9.33..3-.29.:3 9039..3 && 4   9./. .3 9. /03..3 -0707.3 502-. 8:7..:.   /03. 0907./.3   9..3%..71   !. .5:3   !02:3:9.7./.3:. 0907..3 -07. && 4   9.3 3.3:39:0507:./.3 50309.9 .././.07.3.3 :-:3.5.3 -.380.3 9./. /...3 :.8079. /.9.7.80-.3 2030-:9.8 30./.3   %. .29.  038 0.3/3 /03..3   %.3 /807.33907347.&&4 9. 0907.3  502-.0907.3 907/7 /.808:.7507...3 0:39:3.35038:3    %./. &2:2 0.3.30.38.3.. 0907.. $0-.3...3 .3 0 0907.8 !0303.3 8:/.%09.3-.32..30../-/..3 ./03.8   4:203 .8.3 .39:3: %:3.73.8.3 0.7.8 0.38 :39: 802:.907.7. /.5/03.9:7.3/-07. &.30.3.9.7. 0907.7 ./.3:.7.3/./.3 07./.3805079..2. 038 5..: 80.-:3.-:9503072.8 0.3 .0907. %09.9.32.3 0.2-039:.3.3.39.. 423.:./..9 8:7./.7 010  /03.3/3.-07:9   !.: -:3.  . . .  07-.-:9503072.3 05.:3  9039.3 :39: 203/.340507:8..0907.3  4507.71      .9: . 8079.703.3/.0907./. .33.-:3 -.2   !.7.3/.9././.7..33 0.5.. /. 0907.3/.:7:29  !07-.7.3!07:-./.  .9. 0.3 -.3/..5.3/./03..3 -08.7.3 .-:3.7 0.3503.2.71 .80-. 9072. . 0907.8 5020739.9/.8 /..8./.3 .0907.    038 038 5020907.3 .07.9.

. 4   9.9:7.   05:9:83 030: # 4  .   &3/./.7::2502:3:9.3203.71 0.7.   !.8.3 !020739..//.0907.3 &3/. 0907.:3  9039.0907.30.:39039.   $#&&!$!&&%%#  .3 507:-.30.3 9..34 9.

 .

71 0.3 .-. /-.7#5   9.:3  9039.#5   #5    /.0/.      %#%#    %. .3 9.3 !07:-.59/.3 !020739.3-097490780-:9 80.7 #5   80.:3   9039.0907.. 3423.71 :39: /4:203 .3.3:93.9:7.7.:3 .3 507..0/. 4   9. 3423..8 50303.7. -.0-/. 0907.3 !020739.3 :39: /4:203 .257.9. #5  9/.:5.8. 0907.71 0.0907.9 0907.39.9.3 #5   /.3 3. 4 9.3 -08.9.3 0.    0.7#5  /03. /03..9:7.7 #5   909.3 50.9. .3..0       .73.3 3. 3423.3 9.3 !07.3 907:9.7.3#5   $0.30.7.3-07.3.907:9..   !07.3 /03./.7180-08.3-0974/909..9. # 4   9.9:7.7.8 #5     %. /... ./.3 507:-. 0- /.0907. 9039.3 /.35.5.3 !020739.8.3.30.3 80-08.71 :39: 80:7: /4:203 -07.3.0907.30.8   423. 0907.2 ..

.350:3.3:9.9/. .:.7 8.3/.9  :39: /:.92.5..3 .33.8 20907. /4:203 ./.7./.7 /4:203 0.-07:9   0907. /03. 90250 /..380-..9 907:9.7.9.3 -078././.9 /4:203 9: 8008..9: 5...7.503:3..3203:3.3 203:3.. 8. 9.: /03..9 /:3./.. 8.3/.-8./.9 /2.3 805079 /03./. /-:.9.  $%%#&% %%#!&$#% !&$  $. -0./..:..5. 5. 20907.3-078.3 503:3.3 /03.3 2083 907.7:8 /70.3  %.5.:.../.9.9 .3 079. 90250  .33.8 5..9 907:9.3:9. 20907.3203039:.3/03.3 -03/..3 20907. :.8.. 5./.3 -8. 9025.: .31.. 2030250. .3 / 3/4308.3 .3 /.33. 90250 .9 /4:203 9: /807.3 20907.3 20907..3203/. 5.3 /-:-:..3  . 8. .3 80:7:3.3.. 079. 5.3. /.8 0907.9.3. 5.. ./.3 .3...5 :3. 5. 9.. 8.3907:9..7 3007 .3 :9:.

 0907. 9.3/. /. 90250 5.3 9. 9.3 80038  9./. 7:8.0907.3.  -:.3 939.8.-.:3 .:5:3079.3/.7:8 /8 5.3.3.3.902502.7:8 20303.9/.9.9.: -.9.8 /4:203   9...3 /.3:9..3-078. 8./.3   %.3/03.

8 /..9./.3 5.3 80-. 90250  8.8 .3 50:3.3.::5:39:202:.39.30-/. 802:.3. .2-./.7 079.3 :.9.503072.3 .3.90250 9.2-./:3..59/../03/.:.3/:3.3 80..78..8.35020907..7:8/.39:.79..3079.35. 5.3 0907.9 /.8 9/./. /. .80907. -40 /:3.3 /03..9: 0907. 90250 .8090.7.3   .3 203:3..39:-07.8.980:7:8/4:203 -40/9.9.8 0907.      .7:8  80-.3   . 8.-070907.3/9. ./03.30907. /4:203 9: /.383.9: 02-. 079.3.    079..3/. /503: :39: 0507:./9.3/. 9/. 0907.

.8.3.7703!.303.5:3.7:8203/.93/.8   ..6 709:7!!.  $#%!&$   f f¯fnf¯¾ff½ °f¾f° f¯f ff°– f½f ff° f   $.7.9!0:3.5.

!% %025.3.7.7.3203.3  . -..5./.303..7.3083%07. 8.9:79039.9 503.9!0:3.039.7:8 203/. 80..3/909.9 3 /.8. 8:7.3 :8:8.33.5..2/!#&#     $.7 703 5.9 0/.3  -0:2 . 40 /709:7 !!.

7.7 232.7:8 20. 02-....3 /80947  5075.   . 0.3. ..7:2.3947 !0..:.3/4:203232.:.:: 80-08.3 /-.83 2.3.3 /.:88./054893.3 502-.3 !.83    !03:3.:5:3 .09.. 90. 80-08.7.3 9070- /.9 /.3 3423.3 .5. 907:9.7 9070- /..5-07.3 /.7  .-8 8..:               0.7507.7  /8004018..333/. 0907.907. 0. #5 :9.25.3.25.  . !!  2.7:8 /-0 803/7  8090.   083 907.9 502-.:2.3 8.:: /03.3 9070- /. :2. 0907. .7.!% 2. /-.::909. .

                         !#%&#!& $ @@-9 !&$%!&&!#!  !&&   #! .

! .

7 2. :9. -07/.71#5   $:7.3.3.3.3/03.3 203.:  .:3 .5::7-:7:5.2..0907.5..3/03.0-/.38.7.3  80.7 #5    8.5 7.3.25.. .3/-:..3-078502-079.7:/08.33.3 03.38:7.9. /:3. 9/. 5:: 7-: 7:5.9:82.39:2/..9.3:39:/:3..  4:203.3423.3 907:9.320303..7#5   8....3 :.    4:203.7.71#5   . /2.3423.3      .39.7.  8.9::9./:3.3 0.380-. /.3 :7:1 .3..3/2:.:#5   03.3.  :7:1 /.9502-:9..28:7.3 502-::. . 0- /.30../03.1 !     #0107038 && 4 9. 9/.9 502-:9.35.9..  $0:25:.7.  $0.3 2025:3. /:3. 0- /.2 .850303.8.7.25..7:5. %.3:7:10/.3 /.3 3 /:2:2.907.: 80-. .3./.7:5. 10 /03.2.9::9.3 :7:1  /.3   $:7.3 .9 4091 .3. /03.3/.3 202:..3 40 47.    4:203.309749... !!%  9072.-.3 2025:3.3 $:7.. 7.907. .2 -039: ..5...9.3907.09.3 /-:. :.-07:9    4:203.3423.7:5.30.2.  ./.  :7:1  /.:3   /03..9 8:7..3  03/.9:7/.53.2.3   ..3 3.3:39:20:3.3 3.3 !020739.27-:7:5.7 #5    8.3.3/03..789072. 4247  9.39.39039.32025:3.8/03.3 .7.9.3423./..9.42479. 9..3/0/.3503072./03. /03.39./. /2././470033/. .3 .  -  4:203 80-.3 .3.3/:3. .33.9-07. .9::9.9::9.80./4:203.0907. 3423..9 .!03.3.:7:1//.3 -078 503.3808:.9 40 !0..3..3 /909.3 -.3.2 70033 / ./03.9::9..9.3.8:/ /./03.7 #5    /:.3#5   8.9/03.:3 2.71 #5   9.9.2!07..9!07.9 !02-:.35073.3.3 :.3 :39: 9::..  0/.3.49.9 .8:/ /.7-:7:5.93/9.8:/ 802:./03..9.:.30.3 /.2-039: .: /:3.8 .3 802:. 4:20380-.2 ./.7.:3     .9 9.8/. .30. /..7:88:/..2.805079080 574208 /.71.09.73.3 /.3-0781.3 -. 90.3 :..5..3:.9:8 2.7.39::...3 010 /03.0 802:.0907...3#5   /:. 2.7.3!020739.3.-.9.32030-:9.8:7. 3423.:.:3    02.380-.805.907:2..7.8 .9.3 80:7:3.380-.5:3 .9.3/.3#5   8.3  .38007.!:8.907.5. 9.9..7 #5    8..3 9::.7.: 50325. $:7.9:   $:7.39.8.9 99/ 434..7:5.9:7.3. ..32025:3. 0- /.79.9.  / .3   .39.5:3..9 8:7..30..9.8.9.9.8. 3423.9-.7.3 .8.8:8..3:39:/3/.0907.  03.9 8:7.303/.9.2 . 507.9 :2./03.38:7.-.3.33.3 /-:.3/.3.2:./03.32025:3.3-08.9::9.3 2025:3. 0  05.:/5079:3.9507/.:0..0907.25.7:5.9.3423. .9:7.3.9 40 9. . .33. 8.  4:203 80-.3 2025:3.9/:3.907.507-:.9.9 8:7..0-/.7:5.2.

3-0.8.3.3..502.:-..3:3.3.3:3./. -..8.89.0:.2 ..9..7: .9:. 20..3:93.9/03./..3.3.3-8.3:3.3 50.9.3203.3:3.8.3.3..3.9.05.88.3.80./../:.-./..3-..350740. !% .-07.73.3.     !#%!%  0.5202507.357-./.3::2..3703/.3-..:-.89.-0./.3:3.39/.:3.7 203:..7502-07..3 .7/.89...37.3..2..3 .3.8/.:..3  !0740.3::2909.9.8.3 5:9:8.2:7././.89.8. :8.3./.3.-.3-07503.-078.3:3.9.3.!0740./.3205:9./..3    .3/02.9.9.3 .35./.3:3.3.3:3.5078074.9.9.9. .3-.30434202.89.3.3!./03.58079.../.3907.3. .75023/.&%$   &'#$%$!&$   '%# #%    .:39:02.9.9.380-08.3.3 4-05.3:3.23.3.503:3:.9 2. -.3./03..8. -.703.34047.20.3 3.3.. 808. -:2 .3 -.9.380-./.703.:.3907-././.:.8%.7-:2 20307.50304.-8.:-./.3.  !0740.3.3207:5.D-OI   9 ½f©ff°%%   !  $ !# %$%&  $ $      !&&  $08:./.7.:-.3-..  &&.3.9.: -.9.9.3/507:3. 2.3/..3:3.9.747.5.3/:3//.:.324/.9 503079.3.750740.3.357-.3-.3!%909./.9.73.3.3-.3 .3..3.4030.3:8.3..37:2..30.320250740.3 /03.3205:9 5023/.3:3.3 !%  !02:3:9.3.3-././.:-..9.7 -08.380./..3 ..3:..8..3:3.8.80..3. 03./.35.:3.2.2.3:3.380.3 -.3:3.39:50740..3:3.8.89.043428/.3443.9.8:8:3 .3.3 -07:5. /...32025:3.9.:3./80-:95.8%.9.305.850740.3502-0/.D9@..-0 9:. $0.89.3.9.: !% .5020.9.9...3:3.9.3.9. /.8.7../..38079..89. 8:/./.3-.2.9../..-.7 5023/.7 -..9..

.9.8.3050393.33.  502-07.-.3.3:3.50740. 30.3.35:9:8.:..3./:.74-0 !.3.39/.3 -./.3.43..7  :.3:3.2.3.50740.3 3.                 ../.8. 3.33.7.7..3.8.3.3 3..3::2../.839073.3:3./9039:.71!.:./.3..3-08.33.  502..350740.5.9.9.75005.3 .33...3/.3..!%.3../.9.:39:503003.50740.3/./.50..38.5.3-..:507.3/542.3507..9.8 507.  3.3 3.  502-07.73.3/..89.././.9.34003907 8079.3.1 .3 /00../..      %%#!%&!%  &39:203039:.3:39:/:3.3..3....3907.3507-:.74-05.7./..3 .74-05.78..078.3.-02.8.278.703.. 3.3.5.7.3.3.3.  503:3:.03./.47..89.3:9.8:.-.3 . ..50740.74-05...34-05..38.../.8.74-05.7:.32..3502-0/. /23.8.3 -..3 3.3.50740..3/. 97.8.7!%.-..3/909.50740.3/03.3%/.74-05.9.72.5.3.5.3203.3-07/..$0/.84.9.5.8.3.3.8.392.:-.2507074.  5028./.89.32025:3.357-.:-.74-05.50740.3::2909.33.3/./.7:.8..3..3/.3..3.3.3.80-. 0:.3.33..  .-.../.. %..8.  .9.75005.38.3.35020739.89.0.340507..70.3..3.97.7.3.-./.3  507.  -.5.33./..3-..9 438:..8  9:.507:-.9..9-07/.9..50740.50740..39:2/.7./.89./.3.3:3.3-.703../.7....50740.7203:.50740.2.5.347.3/5070/./..3::2 .8..89.3.9.3...8.33.5 3.!0740.3.!..../.0..20.!0740.

/.8.3     .9..-0 0.../..2 50308:..9.8/./.50740. !02.9.3 ./ .75.3 !  . !02-07.3 -../ 202-0 80-/.3-.  .3 0:... /.3#5 #5   !0740.32023.3 909. 40 47.3 -0!.3 -0!.8:.97.7 #5   03.89..5.9.8.9.9.!0740.-0 .78 09:7:3.0--08.7.30!078074.9/73./..3!%80-08... /.9 3 /9072.3:3.%7.8  .8 /.:.3 -0!../ .9.3/:3.3.9 0.3.!0740.3.73.!0740..9..3 80-08..3 -0!.4394 5.5  !   %09.9.3 :7:8 8..3  %.#5  .2 5:: :9.2 :-:3.50740./.34-05.3. 7:5.8.#5   .9073.38. 03.3 .././. !   ./03..7#5  .8/. /909.03..3 57-.8:.89..3.3 !028.5 .3 -..8 /.709  $/72.3.82.88--  %. !0740..703:.7:8/808:.9.2.3-.!.380-08.  ! 0- 703/.3..3:3.9/.7-.38..3.3 -0!.-.50740.3 /:3..  !07: 203.9: /07.3-. .3.507803  $0-...-08.3/03.!.%/.!0740..3. !. /909.5.73.  !%! 8073 203..7%:.5.8../..03.4-05.7  2.!0740. .71 !. 3.38.#5  !.3 -0 !.3/03.7#5     !!%%$!# # $%  .34-05.3 9.3 2...!%.  .#5  .7:     . 80/.3:3.3..7.7.7 -.8. 50740.907:9..3 80-08.3%7. %/.!.7/..

.0-. 9072.2.8: 8:.

/./.3.3.503072. .. !020739.3...7:83.3./..03.8 50740.3.9 02-.03.39.3 20250740 9.89.9.89.8907 /03.3.-08.3.843.7 8.3.$/7/7..790203 !02/. /05.3!07:8.-08.7-0.: -07..907:9. 2.7#5  .9.3.3&2:2 !07:2 !02-..9 !02/.8 %09.../.8.9.3:3.850740.:5.7 8973.8 50740. /.8. .3 /-07.9. .3/907-9. .3        .9..3/-07.!0740.-.3.9.3/50740$/7/7.3.3!02/.:5.3 ..7:8/-.3.3.:-.. /..%3. 03.205:9409.3.9.9/.7:83.89. ..3/03.-.3 -0!.2:3.3.9: 09:7:3.9.73.3.!%.8.%2.715.9-:.5::2.7:83../3.8!%.3 .3:3.3 :7:8 .3/03.3. %/.!..3.3  8./.9.9.!%.9..3.9  .5..3!07:23...3.9.3/03.9.  ! ! #5  !..8.%3. #5  #5     !!%!# #!# !  !0740..3 -0!.3.%3.9.39.3  $0/.!..3./.80.7 -.38:7.30-.#5  .3-07.3.50740.!0304.80-08..790203 !02/./.3..:5.3 .3.8/.7.. /.3203072.9./.3.9.8.9.3-.3. /./. /.9.3 -.3:3.3 -.7-0./.5.907:9..9.3:3.33. /..3... ..3-07.3:3.3:7:82.8/3.907:9.3..: 5.8..3-07.305.   $0/.9 02-.:-.!0740.3.9.3-.3 -07.3.380.7  34507803 /.3 05.3#5 #5   .3:3.39./.9.07./..9.....5. !07:23.. ./.: .3.3:3.7 09:7:3..380.3.  ! %! #5   ..3 4005.8 50740. 9  94-07   $/7 /7.3:3.:-.3 -..3.33.73./.3 !07:2.7502-07. 50304.80-08...9.3 -0!.50304.7 -0...8.3.!020739.9.7 9.89.8.....!%...3 80.907:9.39/.!0740.3.507803  .9090703..850740.3  /.71 /:.89.

3  5:9:8.9.3 2.19.3.9.8.3$:7.3203/..3:39:502-0 /9.8.3/9:3:4003907 0:.3. .80.39475079.9.8.3502-07.9907:9.9 2.3.3. !!% .9/-:.7.9907:9.8./.-.3!%./..%.80.89.9907:9.9/907-9.9.  502..7.7..3-07  8.3.7./.3/03././.8..3.3907:9.9..3.-0 2.3 /9.9.3507..9..3.  2.3/9.9.7:.34005.0.!0.4005..3:9.9.3.25078074.3.2.3:3.:349.3 .9/-:.3-.9.9.89.-.95:9:8.9503:3:.8./.9907.8..3203.8...3  !02-07..3507..80./.8.80.3907:9..9907:9.9/-:.3.90.3/50740/.80.7203:.80.32025:3.80.9502-.9.3. 2...8.9./.9. 2.9907  &9.3502-07.3!% .2 2.9/.  -.7 :.3!078058 .-.3.   !.3/..9.8/.9.3..3947!48.75005..0:.3!%.3/9.9.9907:9.3.80-.3.3..:-./.3:3.3.85..80.3.3 /.3.9.3.89.7:8/:3.3.3:93..3.9..././...3909..:9025. 2.3.3/..3!%.7.  5028.3!%.9..50740.9907:9...8.80.3:3..0.3..3.3.3/ 9./23.3.39470.:!0.9/.3 /-0/./.3...8.3.8:7.  502-07..3/9.  0.8:..7 2./.:-.9907:9.3380.9.3!%..3:9.8/.3!%.9/-:..3/.3!%80-02.9.3.:. 9.3/./.3.  .8.38:7./3.80..-:5.80.3.9/.8.9$0947. $%%#&%!% $../.89. 2.9/.9/.3.3 2.3..9/907-9..3!%.30.5  -.3!%.3.:.3::2.9.3!%.9!02-:..3.3/.3 503/.850740.9907:9...9/-:..3947!079.3.33.9/.9907:9. !.9..7:/:.3/./..9.33.905:9:8..9.3/.0.8.9..78 78..9....7:8/:3..9907:9.350  .3::2..9 9. 9:.9/-:./.3/./.990:9.905:9:8  .903.-.75005..3.3-.  9..3  50203..3/9.3.3 !%.3.-.3/.8.33.

9./.3.703..50.30.-5.3:7..8$:.30..3.3 $% $:7. /.3:3.9:0909..90909.9./.9203....30-07.5.2./709:7 03/07.3.2-.3.!..9   .!0740.05.3./.. ! /.8%..9./.7%.3.49. .35023/.3 .!0740.8..9.3:3.3.3.2.3.3:7.5.-.2.:-.:.7:/.3.8.7 $ $:7.5.9    !#  #%  !&# !!% .9.3.3 5:9:8..8%.3.502-07.3.

.9:9: 9/.3 .3/4308.2-.33.3.8%.9: /:.7:8/.9..:. .9.9.3./..9:9:9/.9.9203.9.9.5. 203.3.3$:7.3 202.-0.3.5.3/..3.5.:.90-07...  703!. !03072.:80-.203.30.8.398--.5/.3/:.5.:80-.3703!..3/.  -:.9.3 !/03.!0740.8 0-07.../.9..38:7..2.9.3:2.3.:.: 548907.30-07.9.8%.9:5.3$:7.3:2.703!.5..35.3 05:9:8.398--.:548907.3 2034.3.3.3.9.3/.3 80.9 9.33.3 .3/9072.9703!.3/-07.34050..8.:203:3:.3!  703!..8 -:.:-:950372.3.9.: $ 0.3.3.3.3/.380:7:3.9.3.3 /703!./.9.30-07.5.3.3/8079.  -:./-:9503072.3.8 -:.90-07. 050393..80-07..3/.7 $ $:7.:203.9.380:7:3.3.3 2034..9203.3/.3/4308.!/.80-07..9.2.$.-.90-07.3/9072..3../.9/.3/.!0740.:$.3..88:.-0.8.0-079.3/9072.80-07./.3.3.80-07.3:3..9..9..9: $:7. /:.9.503072.3.7:8202-0705:9:8.3-.390.:.:../. .2./.3 05:9:8.9.33..8.0909.3$:7...8/.9203:3:.3 /....9/503:....3.3:3.3.90-07.3..30.  %.8/. 050393.9.3.9.:203././.3/9:3::39:9:.8.3/:.8.9.9/.3/-07.90909.70:.-5.3703!.320.3.3 5.9:05:9:8.3./9072.:2..8 -:.90-07.3 80..3 0-07.703.05./../.3 !/03.3 .. %.:9.3.30.7 $ $:7..3 /.9.9.73.3.9.-:9503072..9.3907:9.50372.!0740.3:3.2-.9..9 9.90909.2.. .-08.3/.   .-: .8%.7:8202-0705:9:8.202-078:. /03.3$:7.3$:7.9..9. ..3..9:5..3 $  !03.703...3.3907:9..90909..35. 5.5.2-.3/8079.9203./9..5.380./9072.-.9.3.2-.7:8202-0705:9:8.9-07:5..9..-.380..907:9.3:7.$:7.3-.9.:..0.3  $  !03.9.9-07:5..5.320302:.9/503:.3203:7:95079:3.0.9.3 .0.9.5.30. 503072.5.3.3/.7:8/.30.30-07..8..34050.3/.3:3.3.-:.2-.3.398- /..30:. /:..3.:.9.9.3.-.9.9.9.5.:.9.3..$.!0740.3203:7:95079:3.:$%.2-.90-07...3.3.320302:.30.8. .3$:7.:.3/-07.9703 !.8%.-:.90-07.3/9:3::39:9:.8.70:..3    !#  #%  !&# !!% !/.-0.. /03. %.5.90-07.30-.

.3 ..00-.503.3.3-.3/03.2:-:3.3!03008.3 !-07.3802.!.:.5.9: /:..3-08.-:.9:05:9:8.380. 2.. ...9/..9...3    #& 0.202.:..7..3703!.5/.5.3.:-./.3.9.3.3 !% .9072.3 .9.3. %.3:3.8./.907:9.3 5. .71!..3/././.3.80-08./.7 /.7-./.:80:7:3.9.7.9.89.3.80/.-.2.3.85072443./..3.3502-.9:/07.3  0-07.9/...3-.9/.3.9.8503:7.3-:3..8 /-07.202-078:.9.3 /03.3 &39: 203039:. -079::.907.!0740.3:3./.:39:203.3.3/3 .32.380-08...8/.3!%.3!.9.3/9.8. .5.3.3.03.-. .-:.8/:.3203.93/9072.9.3 $0309.3!% !03:7.3.3.7.9.8:8:..3 !%/.9.40 47.73..-0.!%.:.50740.50740.!0750.3:3.3..3  .305.3.3/02-.3.3 -./..90.505:9:8.3:39:0.3./...390..8/.9...75..8%.:./.357-.8/.3848.9/.9. 2../.9/.3.780-:.2.3:7:88.5.3 !03:7.9.907:9. !$!  5.3/3.:2.9.9..850740.9.3  !:.8%.-08.8  -:.0.2-..398-/..3503//.3 %/.:5072443.2-.9/.73.!..30-07. 80-.9.3.30-.9.70:39:3.30:.78 09:7:3..:.7:83.8.3:39:80./.30-07.2.2.3!%/ 507:3.!0740.3/3/9072.

.715..3 /.39.9..9.3-.9.3.89.8/.9  34507803 /.3:3.3.3...8907 /03.9.907:9.3203072.3.7502-07./80.3 ::29079039:/03.8.3 $0/..8 50740.3.3-.. 50304.380-08.89.3.9.: -.:5.850740.80-08.3 /:.9..47..9.7-0./...89..7 /..8.507803          .3..907:9.3.7:83.3:3.3.3  !0740./.3:7:8/..357-.5::2./..3-. -./.7:83.380.3/03./.3..309:7:3.7-0.380.3.3.9.3:3.3.3.9.:5..9.

3 !007.89. :/.    ... 0.3 !079:3.2.8.8. 25..97.8..79.8:8 ::  /8   !0307-9 $.       :/.3/ !.22.79.7 038 $!% !! 7..7!:89.3 !7-.3!7-.3 3/4308.       $9 #082  !075. 8809. !0307-93/ 4.8.         .3 3/4308.07.19..       $:57.7 :39.25..79.3.3!!! 7.3.8.79./ !0307-97.02-.02-.3!! /..3!!  $0:-:3. 4394 !0307-9%.3!..79..      0.9 !0/42.79..-47.3 !7-.2: 4...3/:.79.. .02-.547. .3 ::   !0307-9 $.9 .38 !075.7.0/.9 .       ..../ !0307-9 !% 3/08042547.9.7/  !0703.3 %047 /.    :.9 ..  .3 !.3!7..3...394  .02-.25.2434 $     %0708.8./#:8/ !09:3:!0.3...8.  !0307-9 $.3 $  43. 7.!038.     .2-.3 !0307-9 3/ 4.7 .:4   !075.038$!%9.79.3 0.3 !030947..20/. .79.3!024943.      7 $:.3  8079..3!!  !0307-9$:37.3 7..703825.:3.3..:$8.303.448 .02-.:3..79.3$!% !!!.3 .3   .9  !% $.98038$!%%.39 $  !075./  !0307-9 $...3820 /.     .79. .  ::  /. .3.3 !0.. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful