P. 1
Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat

Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat

|Views: 1,437|Likes:
Published by Kristianto Karim

More info:

Published by: Kristianto Karim on Aug 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT

1. Penjumlahan pada Bilangan Bulat Penjumlahan pada bilangan yang bernilai kecil dapat dilakukan dengan bantuan garis bilangan. Namun, untuk bilangan-bilangan yang bernilai besar, hal itu tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, kita harus dapat menjumlahkan bilangan bulat tanpa alat bantu.

1) Kedua bilangan bertanda sama Jika kedua bilangan bertanda sama (keduanya bilangan positif atau keduanya bilangan negatif), jumlahkan kedua bilangan tersebut. Hasilnya berilah tanda sama dengan tanda kedua bilangan. Contoh: a) 125 + 234 = 359 b) ±58 + (±72) = ±(58 + 72) = ±130

2) Kedua bilangan berlawanan tanda Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan bilangan negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan yang bernilai lebih kecil tanpa memerhatikan tanda. Hasilnya, berilah tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar. Contoh: a) 75 + (±90) = ±(90 ± 75) = ±15 b) (±63) + 125 = 125 ± 63 = 62

2. Sifat-Sifat Penjumlahan Bilangan Bulat a. Sifat tertutup Pada penjumlahan bilangan bulat, selalu menghasilkan bilangan bulat juga. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan bulat a dan b, berlaku a + b = c dengan c juga bilangan bulat.

b. Sifat komutatif Sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Penjumlahan dua bilangan bulat selalu diperoleh hasil yang sama walaupun kedua bilangan tersebut dipertukarkan tempatnya. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan bulat a dan b, selalu berlaku a + b = b + a.

c. Mempunyai unsur identitas Bilangan 0 (nol) merupakan unsur identitas pada penjumlahan. Artinya, untuk sebarang bilangan bulat apabila ditambah 0 (nol), hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk sebarang bilangan bulat a, selalu berlaku a + 0 = 0 + a = a.

d. Sifat asosiatif Sifat asosiatif disebut juga sifat pengelompokan. Sifat ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan bulat a, b, dan c, berlaku (a + b) + c = a + (b + c).

dapat dituliskan sebagai berikut. bahwa operasi pengurangan merupakan penjumlahan dengan lawan bilangan pengurang. mengurangi dengan suatu bilangan sama artinya dengan menambah dengan lawan pengurangnya. Secara umum. maka berlaku a ± b = a + (±b). Untuk setiap bilangan bulat a dan b.3. . untuk menghitung hasil pengurangan dua bilangan bulat dapat digunakan bantuan garis bilangan. Pengurangan pada Bilangan Bulat Seperti pada penjumlahan bilangan bulat. Pada pengurangan bilangan bulat. Namun sebelumnya coba kalian ingat kembali materi di tingkat sekolah dasar.

maka dapat ditarik kesimpulan: Penjual dikatakan untung jika jika harga penjualan lebih besar dibanding dengan harga pembelian.500.kemudian Ruri menjual radio itu dan terjual dengan harga Rp 160.=RP 20.000..000.Jadi pal Umar mendapatkan untung sebesar Rp 1.+ Rp 30.500.Harga penjualan = Rp 160.000.000.000.=Rp 1. 1. Harga jual = harga beli + Untung 2.000.000.. Harga pembelian. dan rugi Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita menjumpai atau melakukan kegiatan jual beli atau perdagangan.Berdasarkan contoh diatas.000.-. Dalam perdagangan sering terjadi dua kemungkinan yaitu pedagan mendapat untung dan rugi.kemudian karena ada suatu leperluan pak Umar menjual kembali sawah tersebut dengan harga Rp 11.000.Ternyata harga jual lebih rendah dari pada harga harga pembelian. Harga jual = harga beli ± Rugi . Selisih harga pembelian dan harga penjualan: =Rp 180. Jika kita ingin memperoleh barang yang kita inginkan maka kita harus melakukan pertukaran untuk mendapatkannya.000.= Rp !80. Rugi Ruri membeli radio bekas dengan harga Rp 150.000. Seorang pedagang membeli barang dari pabrik untuk dijual lagi dipasar.. Harga beli = harga jual ± harga untung Besar kerugian dirumuskan: Rugi = harga beli ± harga jual Maka dapat diturunkan rumus: 1.Berdasarkan uraian diatas penjual dikatakan rugi jika harga penjualan lebih rendah dibanding harga pembelian.500. harga penjualan. jadi Ruri mengalami rugi.000.000. Rugi = harga beli ± harga jual 3. Harga beli = harga jual + Rugi 2. Untung = harga jual ± harga beli 2.Modal (harga pembelian) = Rp 150.± Rp 10.000.000..000. untung. Selisih harga penjualan dengan harga pembelian =Rp 11.ARITMATIKA SOSIAL ARITMATIKA SOSIAL A.. Dalam perdagangan terdapat penjual dan pembeli.000.500. Harga barang dari pabrik disebut modal atau harga pembelian sedangkan harga dari hasil penjualan barang disebut harga penjualan.000.. Untung Untuk memahami pengertian untung perhatikan contoh berikut: Pak Umar membeli sebidang tanah dengan harga Rp 10. Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian. Besar keuntungan dirumuskan: Untung =harga jual ± harga beli Maka dapat diturunkan dua rumus yaitu: 1.radio itu diperbaiki dan menghabiskan biaya Rp 30. Harga pembelian dan harga penjualan Telah dikemukakan bahwa besar keuntungan atau kerugian dapat dihitung jika harga penjualan dan harga pembelian telah diketahui. berarti pak Umar mendapat untung.± Rp 160. Misalnya penjual menyerahkan barang kepada pembeli sebagai gantinya pembeli menyerahkan uang sebagai penganti barang kepada penjual.

tara.Tentukan persentase kerugiannya! Jawab: Harga beli Rp 50. dan neto 1.000.000. dan persentase rugi berarti rugi dibanding harga pembelian.000 Rp 35.000 = Rp 10 % Jadi besar persentase kerugiannya adalah 10 %. Seorang pedagang membeli gula 5 kg dengan harga Rp 35.000 / ekor. Jika pedagang tersebut menghendaki untung 20 % berapa rupiahkah ikan tersebut harus dijual? Jawab: Harga beli Rp 50.000 = 28. kecuali ada keterangan lain.000 ± Rp 45.000 Rp 10. Harga jual Rp 45.000. Rabat(diskon).000.000.000 +Rp 10. Contoh: Sebuah toko memberikan diskon 15 %. Untung = Rp 45. Untung Persentase Untung = X 100 % Harga beli Rugi Persentase Rugi = X 100 % Harga beli Contoh: a). bruto. kemudian dijual dengan harga Rp 45.000.000. karena sudah bosan dengan mobil tersebut maka mobil tersebut dijual dengan harga Rp 45.000.000 Harga jual = harga beli + untung =Rp 50.000.000 =Rp 60.000 Rp 5. Seorang bapak membeli sebuah mobil seharga Rp 50. Rabat Rabat adalah potongan harga atau lebih dikenal dengan diskon.000.000 = Rp 10.. Menentukan harga pembelian atau harga penjualan berdasarkan persentase untung atau rugi Contoh: Seorang pedagang membeli ikan seharga Rp 50.000.000 Rp 50.000 Harga jual Rp 45.000 Persentase untung atau rugi selalu dibandingkan terhadap harga pembelian (modal). Persentase untung dan rugi 1. Persentase Untung = Persentase Rugi = Hb = harga pembelian C.000.B.000. Berapakah besar persentase keuntungan pedagang tersebut? Jawab: Harga beli Rp 35.000 = Rp 5.000.000 Rugi = Rp 50. b).000 ± Rp 35.7 % 2.000.000 Jadi pedagang itu harus menjual dengan harga Rp 60. Menentukan Persentase Untung atau Rugi Pada persentase untung berarti untung dibanding dengan harga pembelian. budi membeli sebuah rice cooker dengan harga Rp .7 % Jadi persentase keuntungan adalah 28.000 Untung 20 % dari harga beli = = Rp 10.

500 Dari contoh tersebut dapat disimpulkan Bunga 1 tahun = persen bunga x modal Bunga n bulan = x persen bunga x modal = x bunga 1 tahun Persen bunga selalu dinyatakan untuk 1 tahun. kecuali jira ada ketersngan lain pada soal.000 ± Rp 63. hal itu terjadi karena kita mendapatkan bunga dari bank. Pegawai tetap maupun swasta negeri dikenakan pajak dari penghasilan kena pajak yang disebut pajak penghasilan (PPh). 2.000 + Rp 4500 = Rp 79.000. 000 Jadi budi harus membayar Rp 375.000. atau toko maka harga barangnya dikenakan pajak yang disebut pajak pertambahan nilai (PPN).08 kg disebut disebut tara Berat pupuk 50 kg disebut berat neto ( berat bersih) Jadi hubungan bruto.000 = Rp 375. maka berat seluruhnya = 50kg + 0.000 dengan penghasilan tidak kena pajak . grosor. Bunga tabungan dan pajak 1.000 dengan bunga 12% per tahun. Contoh: Seorang ibu mendapat gaji sebulan sebesar Rp 1.000 Berdasarkan contoh diatas dapat diperoleh rumus: Harga bersih = harga kotor ± Rabat (diskon) Harga kotor adalah harga sebelum didiskon Harga bersih adalah harga setelah didiskon 2. Berat karung dan pupuk yaitu 50. Hitung jumlah uang rio setelah enam bulan. Jawab: Besar modal (uang tabungan) = Rp 75.08kg=50. dealer. Jenis bunga tabungan yang akan kita pelajari adalah bunga tunggal. Sedangkan barang atau belanjaan dari pabrik. Tara. dan Neto Dalam sebuah karung yang berisi pupuk tertera tulisan berat bersih 50 kg sedangkan berat kotor 0.000 Potongan harga = 15 % x Rp 420. dan neto adalah: Neto = Bruto ± T araZ Jika diketahui persen tara dan bruto maka untuk mencari tara digunakan rumus: Tara = Persaen Tara x BrutoZ Untuk setiap pembelian yang mendapat potongan berat(tara) dapat dirumuskan: HargaZ bersih = neto x harga persatuan berat D.8 kg disebut bruto(berat kotor) Berar karung 0.000 Harga setelah diskon = Rp 420.8kg. Bunga tabungan (Bunga Tunggal) Jika kita menyimpan uang dibank jumlah uang kita akan bertambah. Pajak Pajak adalah statu kewajiban dari masyarakat untuk menterahkan sebagian kekayaannya pada negara menurut peraturan yan di tetapkan oleh negara. berapakah harga yang harus dibayar budi? Jawab: Harga sebelum diskon = Rp 420. Contoh: Rio menabung dibank sebesar Rp 75.08 kg. Bruto.420.000 = Rp 63. sedangkan bunganya tidak akan berbunga lagi. artinya yang mendapat bunga hanya modalnya saja.000 Bunga 1 tahun 12 % = = Bunga 6 bulan = = Rp 4500 Jadi jumlah uang Rio setelah disimpan selama enam bulan menjadi: = Rp 75. Apabila bunganya turut berbunga maka jenis bunga tersebut disebut bunga majemuk. tara.

000 ± Rp 120.000. kemudian telur itu dijual denan harga Rp12.000 maka barang apa saja yang akan Yuda beli? 4. jira besar pajak penghasilan (PPh) adalah 10 % berapakah gaji yang diterima ibu tersebut? Jawab: Diketahui: Pesar penghasilan Rp 1.000 ± Rp 400. Berapakah keuntungan pedagang tersebut? 2.000 = Rp 60. Diketahui: harga beli 10 kg telur Rp 120.000 s/d Rp 150.500 = Rp 125. celana seharga Rp 70.000 = Rp 5.000 Harga jual 1 kg telur Rp 12.500 = Rp 112.000 Pengahasilan kena pajak = Rp 1.000.000 Jadi pedagang itu mendapat keuntungan Rp 5000 2.000 LATIHAN 1.000 Pajak penghasilan 10 % Ditanya: gaji yang diterima ibu tersebut Jawab: Besar pajak penghasilan = 10 % x Rp 600.500 Persentase Rugi = = 6.000 Jadi besar gaji yang diterima ibu tersebut adalah = Rp 1. berapakah kerugian yang diderita Ahmad? Penyelesaian: 1.000 dengan pajaknya 10 %.000 Penghasilan tidak kena pajak Rp 400. Diketahui: Harga beli 10 kg telur Rp 120.25 % Jadi persentase kerugiannya adalah 6.000.500/kg.1 jika dari 10 kg telur pecah 1 kg sehingga tidak dapat dijual. Seorang pedagang membeli telur 10 kg dengan harga Rp 120. setelah beberapa tahun Ahmad menjual mator tersebut dengan harga Rp 11. topi seharga 20. maka berapakah persentase kerugian yang ditanggung pedagang? 3.000 = Rp 600.500 Ditanya: keuntungan pedagang? Jawab: Untung = Harga Jual ± Harga Beli Harga jual = 10 x Rp 12.000 ± Rp 60.000 didiskon 5 %.000 didiskon 10 %. Ahmad membeli sepeda motor dengan harga Rp 15.500. .000 ± Rp 112.500 Rugi = Rp 120.000 = Rp 940.000 Untung = Rp 125.000 Harga jual 1 kg telur Rp 12.000 didiskon 25 %. Dalam sebuah toko terdapat diskonan.000 = x Rp 600.000 didiskon 5 %. tas seharga 35.000.000. dan kaos seharga Rp 55. Jika Yuda ingin berbelanja dengan menghabiskan uang antara Rp 130. Dari soal no.000 didiskon 15 %.500 Telur yang dapat dijual 10 kg ± 1 kg = 9 kg Ditanya: Persentase kerugian yang ditanggung pedagang? Jawab: Persentase Rugi = x 100 % Rugi = harga beli ± harga jual Harga jual = 9 x Rp 12.000. baju dengan harga Rp 40.500 = Rp 7.000.Rp 400.25 %.

500.250 Kaos = Rp 55.000 = Rp 4.000. kaos 4. tas.000 ± 4000 = 36.000.000) = 40.diskon 5 % Harga kaos Rp 55.000 ± Rp 11.3.000 Celana = 70. celana.000 Rugi = Rp 15.000.000.000. kaosš Baju.000 Tas = Rp 35. celana.000 ± (15 % x Rp 55.000 ± (5 % x Rp 20.000.000 Ditanya: kerugian? Jawab: Besar modal ( harga beli + pajak) = Rp 15.000) = Rp 19.000.000) = Rp 41.000. Diketahui: harga beli Rp 15.000 = Rp 500.000 ± ( 5 % x Rp 35.000) = Rp 33.000 s/d Rp 150.500. diskon 5 % Harga tas Rp 35. diskon 15 % Harga topi Rp 20.000.000 ± (15% x Rp 70. tasš š Baju.000 + Rp 500.000.000 Pajak 10 % = 10 % x 15.000 Ditanya: Barang apa saja yang bisa dibeli Yuda? Jawab: Harga setelah didiskon: Baju = 40.500.000 Harga jual Rp 11. diketahui: Harga baju Rp 40.000.diskon 15 % Uang belanja Rp 130. . diskon 10 % Harga celana Rp 70.000 ± (10 % x Rp 40.500.500 Topi = 20.000) = Rp 64.000 Jadi kerugian yang diderita Ahmad adalah Rp 4.000 = Rp 15.250 Jadi barang yang dapat dibeli Yuda adalah Celana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->