LAPORAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.

S UMUR 28 TAHUN G1IPIA0 UMUR KEHAMILAN 32 MINGGU DENGAN RIWAYAT HIPEREMESIS DI DESA KALITENGAH

Disusun Oleh: VERISKA PRAVITASARI B0800292

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYA GOMBONG 2010

KATA PENGANTAR

Alhamdullilah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ibu Hamil Patologis. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Makalah ini masih banyak memiliki kekurangan dan masih jauh kesempurnaan, meski segenap pengetahuan dan kemampuan telah penulis curahkan. Oleh karenanya, kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima dengan senang dan berbangga hati. Pada kesempatan ini pula, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada : 1. Basirun Al Ummah, M. Kes selaku Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong. 2. Hastin Ika Indriyastuti, S.Si.T selaku Ketua Program Studi DIII Kebidanan. 3. Dyah Puji Astuti, S.Si. T selaku Pembimbing dan Dosen pengampu yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga dapat membantu menyelesaikan proses penyusunan Makalah ini. 4. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan hingga terselesainya Makalah ini. Akhir kata, penulis berharap semoga Makalah ini sepenuhnya dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Gombong, Penulis ( )

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Di negara miskin, sekitar 25-50 % kehamilan wanita usia subur disebabkan berkaitan dengan kehamilan. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin (Saifuddin, 2002). Wiknjosastro (2002) berpendapat dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi diadakan pengawasan wanita hamil secara teratur, makin tua kehamilannya makin cepat pemeriksaan harus diulang. Sedapat mungkin wanita tersebut diberi pengarahan sedikit tentang kehamilan yang sedang di kandungnya. Kualitas pemeriksaan oleh tenaga kesehatan (bidan) yang baik diharapkan setiap ibu hamil dapat melewati masa kehamilan yang normal tanpa komplikasi. Memberi perawatan kepada wanita hamil dan melibatkan orangorang yang dekat dengannya merupakan hal yang menarik sekaligus menantang. Untuk berbagi dan memfasilitasi pertemuan wanita dan pasangannya ketika mereka mulai membuka diri dan mengeksplorasi perasaan mereka adalah kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengalaman kehidupan seseorang yang menakjubkan. Oleh karena itu, memberi perawatan untuk kehamilan dan fokus terkait tentang cara wanita dan pasangannya mengalami kehamilan ini harus disesuaikan dengan dengan keunikan pengalaman mereka (Varney, 2007). Mual dan muntah merupakan gejala yang wajar ditemukan pada kehamilan triwulan pertama. Biasanya mual dan muntah terjadi pada pagi hari sehingga sering dikenal dengan morning sickness. Sementara setengah dari wanita hamil mengalami morning sickness, 1,5 – 2 % mengalami hiperemesis

gravidarum, suatu kondisi yang lebih serius. Hiperemesis gravidarum sendiri adalah mual dan muntah hebat dalam masa kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin di dalam kandungan. Gejala – gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selam kurang lebih 10 minggu (Prawirohardjo, 2006). Mual dan muntah terjadi pada 60 -80 % primigravida dan 40 – 60% multigravida. Satu diantara 1000 kehamilan, gejala – gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisilogik kehamilan ini belum jelas, mungkin karena sistim saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari – hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keluhan gejala ini dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit (Prawirohardjo, 2006). Sehubungan dengan adanya ketonemia, penurunan berat badan dan dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat terjadi di setiap trimester, biasanya diawali pada trimester pertama dan menetap selama kehamilan dengan tingkat keparahan bervariasi. Kondisi ini perlu dibedakan dari penyakit lain, seperti : kolesistitis, pankreatitis, hepatitis dan penyakit gondok. Ptialisme, peningkatan produksi kelenjar ludah yang berlebihan, dapat dihubungkan dengan mual dan muntah berat selama masa hamil. Pada kondisi ini, wanita tidak mampu menelan saliva karena pengaruh hormon dan selama hamil terus menerus mengeluarkan 1 – 2 liter ludah perhari (Varnay, 2007). Terdapat bukti bahwa mual dapat dihubungkan dengan kekurangan vitamin B, terutama B6 (Vutya Vanich, Wongtra-ngan, dan ruangsri,1995). Meskipun tidak ada hubungan antara jumlah piridoksin dan derajat morning sickness, bukti menunjukan bahwa suplementasi vitamin B dapat mengurangi

Tujuan Umum Untuk memberikan gambaran penerapan teori dan keterampilan yang telah dipelajari dalam mempelajari asuhan kebidanan pada ibu hamil patologis di lahan praktek dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan varney yang diberikan kepada ibu hamil TM 3 dengan riwayat hiperemesis gravidarum. e) Mampu menentukan intervensi dengan menyusun rencana asuhan kebidanan secara menyeluruh pada Ny. Tujuan Khusus a) Mampu melakukan pengkajian pada kasus hamil untuk menilai keadaan klien secara menyeluruh khususnya pada Ny. Penyebab dari komplikasi kehamilan pun bermacam-macam. meskipun sebenarnya penderita hiperemesis di lapangan tidak begitu banyak tetapi penulis berusaha untuk melakuakan asuhan sesuai dengan tugas dan asuhan yang sudah di berikan sebelum turun kelapangan. S. 2. c) Mampu mengidentifikasi diagnosa potensial pada Ny. salah satunya adalah ini yaitu tentang hiperemesis gravidarum kasus yang di ambil oleh penulis. 2007). S dengan hiperemesis gravidarum. konsultasi. Tujuan 1. B. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta berdasarkan kondisi pada Ny. S. f) Mampu melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan perencanaan pada Ny. Penulis dalam mengambil kasus ini adalah untuk mengetahui tentang sebenarnya masalah yang ada di lapangan sebenarnya. S. d) Mampu mengidentifikasi tindakan segera. terutama dalam kasus muntah yang berat (Varnay. b) Mampu menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa/ masalah pada ibu hamil khususnya. Di sini penulis memberikan asuhan tentang hiperemesis gravidarum sesuai dengan apa yang sudah di ajari.mual dan muntah pada kehamilan. . S.

dapat mengatasi hiperemesis gravidarum. . S berdasarkan manajemen varnay yang terdiri dari tujuh langkah. Bagi NY. 2.g) Mampu mengevaluasi hasil asuhan yang diberikan. NY. h) Mampu mendokumentasikan asuhan kebidanan pada Ny. C. dan dapat mengetahui arti penting pemerikasaan kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Bagi Mahasiswa Mahasiswa mengerti mengenai penatalaksanan pada hiperemesis gravidarum. S mengetahui tentang hiperemesis gravidarum. dan mahasiswa mampu menganalisa keadaan hiperemesis gravidarum dan mengerti tindakan segera yang harus dilakukan. Manfaat penulisan 1.

Tujuan Asuhan Antenatal Menurut (Prawirohardjo. Periode antepartum dibagi menjadi tiga trimester. 2004). Periode antepartum adalah periode kehamilan yang dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga dimulainya persalinan sejati. .Masa kehamilan dimulai dan konsepsi sampai lahirnya janin. mental. 3) Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. 2007). Definisi Kehamilan Fisiologis Kehamilan adalah dikandungnya janin hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma (Kushartanti. 2000). Tinjauan Teori Medis 1. Pada praktiknya. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terahir (Hanifa. a. Meningkatkan dan mempertahankan fisik. yang masing-masing terdiri dari 13 minggu atau tiga bulan menutrut hitungan kalender. 2006). kebidanan dan pembedahan. dan trimester ketiga pada minggu ke-28 hingga ke-40 (13 minggu) (Varney. trimester kedua pada minggu ke-13 hingga ke-27 (15 minggu). yang menandai awal periode antepartum. tujuan asuhan antenatal yaitu: 1) 2) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. trimester pertama secara umum dipertimbangkan berlangsung pada minggu pertama hingga ke-12 (12 minggu). dan sosial ibu dan bayi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. termasuk riwayat penyakit secara umum.

agak gepeng. 5) 6) Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima pemberian ASI eksklusif. Tanda kemungkinan kehamilan meliputi perubahan-perubahan anatomi dan fisiologi. Tanda dugaan kehamilam mencakup perubahan-perubahan fisiologis yang dialami oleh wanita dan pada sebagian besar kasus mengindikasikan bahwa seorang wanita sedang hamil. kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. b. Pada bulan-bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpukat. yang terdeteksi pada saat pemeriksaan dan didokumuntasi oleh pemeriksa.tanda positif adalah tanda-tanda yang secara langsung berhubungan dengan janin. Perubahan Fisiologis pada Ibu Hamil Pengetahuan tentang kondisi fisiologis pada awal kehamilan penting dimiliki untuk memahami tanpa dugaan (presumptive) dan tanda kemungkinan (probable) kehamilan. selain tanda-tanda dugaan kehamilan. Perubahan yang terdapat pada wanita hamil antara lain: 1). melahirkan dengan selamat. ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. Uterus Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. 2007). di samping itu serabut-serabut kolagen yang adapun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingg uterus dapat mengikuti pertumbuhan janin. .4) Mempersiapkan persalinan cukup bulan. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. sebagaiumana dideteksi dan didokumentasi oleh pemeriksa (Helen Varney. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertrofi otot polos uterus. Pengetahuan ini juga penting untuk mengetahui adanya kelainan pada kehamilan atau kondisi tertentu yang dapat menyebabkan tanda atau gejala khusus.

Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak kira-kira 1 jari di bawah prosessus xipoideus (Sarwono Prawirohardjo. Hal ini dapat . 2). atau hamil ganda. Warna porsio pun tampak livide. Vagina dan vulva Vagina dan vulva akibat hormon estrogen mengalami perubahan pula. Kelnjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. 2007). fundus uteri terletak kirakira di pinggir bawah pusat. Tanda ini disebut chadwick. Pada kehamilan 28 minggu fundus uteri terletak kira-kira 3 jari di atas pusat atau sepertiga jarak antara pusat ke prosessus xipoideus. sedangkan pada kehamilan 24 minggu fundus uteri berada tepat di pinggir atau pusat.Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampaklebih merah. Serviks uteri Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil fisiologik. lonjong seperti telur. Akibat kadar estrogen yang semakin meningkat. atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa. dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak.pembuluhpembuluh darah alat genitalia interna akan membesar.Selanjutnya pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula. 3). Keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik. Pada kehamilan 20 minggu. dan sebagainya. agak kebiruan ( livide). Pada kehamilan 32 minggu fundus uteri terletak diantara setengah jarak pusat dan prosessus xipoideus.

Estrogen menimbulkan hipertrofi sistem saluran. uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula. Payudara Payudara akan membessar dan tegang akibat hormon somatomommamotropin. mammae dipersiapkan untuk laktasi. 6).dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genitalia tersebut meningkat. Dengan demikian. Relaxi ini mempunyai pengaruh menenangkanhingga pertumbuhan janin menjadi baik hingga aterm. estrogen dan progesteron. dan tampak lebih hitam. mammae dan alat lain-lain yang memang ibu dalam berfungsi kehamilan berlebihan bertambah dalam secara kehamilan. kemudian ia mengecil setelah plasenta terbentuk. Pappila mammae akan membesar. Somatomomammotropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus pula dan menimbulkan perubahan dalam sel-sel. Korpus luteum graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm. 5). sedangkan progesteron menambah sel-sel asinus pada mammae. sehingga terjadi pembuatan kasein. seperti seluruh areola mammae karena hiperpigmentasi. terbentuk lemak di sekitar kelompokkelompok alveolus sehingga mammae menjadi lebih besar. lebih tegak. akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Di samping ini. Ovarium Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu. laktalbumin. di bawah pengaruh progesteron dan dan somatomomammotropin. Sirkulasi darah Sirkulasi darah ibu pada kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta.volume . 4). Diperkirakan korpus luteum adalah tempat sintesis dari relaxin pada awal kehamilan. dan laktoglobulin.

sehingga timbul sering kencing. ini pun menjadi patologik. 8). Volume darah akan bertambah banyak. yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. akan tetapi menimbulkan pula obstipasi. Traktus digestivus Pada bulan-bulan pertama kehamila terdapat perasaan enak (nausea). kira-kira 25 %. ibu yang mempunyai penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis. Traktus urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Emesis jika terlampau sering dan terlalu banyak dikeluarkan disebut dengan hiperemesis gravidarum. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila . Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Salivasi adalah pengeluaran air liur berlebihan daripada biasa. Akibat hemodilusi tersebut. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi. Tidak jarang pada bulanbulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). dengan puncak kehamilan 32 minggu. 7). sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. keadaan ini patologik. Bila terlampau banyak. 9). Tonus otot-otot traktus digestivus menurun. Sistem respirasi Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek napas. Makanan lebih lama berada didalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus. diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30 %. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usususus tertekan oleh uterus yang membesar ke arah diafragma kurang leluasa bergerak. yang mulai jelas timbul pada kehamilan 16 minggu.fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia.

5 kg rata-rata 12. besar. alat kandungan. dikenal sebagai linea grisea. Kenaikan berat badan terlalu banyak sering ditemukan pada pre- . kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Poliuria disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan. Maka dari itu. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira di antara 6. Segala sering kencing. keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Hidrat arang : seorang wanita hamil sering haus. Di samping sering kencing tersebut di atas terdapat pula poliuria. somatomommamotropin. sehingga filtrasi di glomerulus juga meningkat sampai 69 %. Metabolisme dalam kehamilan Protein diperlukan sekali dalam kehamilan untuk perkembangan badan. nafsu makannya melitus. 10).5 kg. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi. dan untuk janin.uterus gravidus keluar dari rongga panggul.5-16. Diperkirakan 1 gr protein setiap kg BB dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. bila kepala janin sudah mulai turun ke bawah pintu atas panggul. dikenal dengan chloasma gravidarum. MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kulit Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. pipi dan hidung. peningkatan hormon-hormon adrenal. Pada akhir kehamilan. shingga menyerupai diabetes sesuatu dipengaruhi plasma insulin. mammae. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. Linea alba pada kehamilan menjadi hitam. perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. ini dan kadang-kadang oleh dan memperlihatkan pula glukosuria. 11).

Perut semakin membesar Setelah 28 Minggu. dan likuor amnii . rahim membesar dan melewati rongga panggul. lemak dan protein lebih banyak. 2007). perutnya akan mulai membesar pada kehamilan 16 minggu. Dari ibu sendiri : uterus dan mammaeyang membesar. Dan adanya penurunan berat badan dalam bulan terakhir dianggap sebagai suatu tanda yang baik. Setiap individu akan berbeda-beda tapi pada kebanyakan wanita. sehingga berat badan hanya naik 2 kg tiap 3 bulan sesudah kehamilan 20 minggu. serta keluhan lainnya pada trimester pertama juga akan berkurang atau hilang. Pembesaran rahim akan bertummbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Kenaikan berat badan dalam kehamilan disebabkan oleh : 1). plasenta. lemas. bagian teratas rahim sejajar dengan puser (umbilicus). Sendawa dan Buang Angin . Trimester ketiga dianggap sebagai masa kehamilan yang tidak menyenangkan karena perut semakin membesar yang menyebabkan ibu sesak napas dan pegal di bagian punggung. dan 2). sehingga ibu hamil akan merasa lebih bersemangat saat ini.eklampsia dengan akibat peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. 2). muntah. Perubahan Fisiologis dan Keluhan pada Ibu Hamil Trimester III Pada trimester ketiga ini. dan akhirnya ada retensi air (Sarwono Prawirohardjo. Ibu hamil merasa lebih nyaman saat trimester 2 karena perut belum terlalu besar sehingga masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Sebaiknya wanita tersebut diawasi dan diberi pengertian. dunia luar akan mulai menyadari kalau perut ibu hamil akan lebih kelihatan membesar. Beberapa keluhan dan perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester ketiga antara lain : 1). Rasa mual. Hasil konsepsi : fetus. Pada kehamilan 20 minggu. c. volume darah yang meningkat.

e. Rasa panas di perut Rasa panas di perut adalah keluhan paling sering selama kehamilan karena meningkatnya tekanan akibat rahim yang membesar. Tetapi. 5). tidak perlu khawatir dengan rambut yang tumbuh tak semestinya ini. Cara mengatasi : a. atau yang menimbulkan banyak gas. Makan dalam jumlah sedikit tetapi sering. seperti di wajah atau perut. sebelum tidur. . d. 6). karena akan hilang setelah bayi lahir. ibu hamil akan merasakan nyeri di perut bagian bawah seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi. Cara mengatasi : Hindari makanan yang menyebabkan banyak gas. Pertumbuhan rambut dan kuku Perubahan hormonal juga menyebabkan kuku bertumbuh lebih cepat dan rambut tumbuh lebih banyak dan kadang di tempat yang tidak diinginkan. c. 3).Sendawa atau kentut ini sering terjadi karena kembung dan tak nyaman. pedas. Nyeri hanya beberapa menit dan tidak menetap. Hindari makan dalam jumlah besar terutama sesaat Jangan langsung berbaring setelah selesai makan Tinggikan posisi kepala saat tidur malam sehingga asam lambung tidak naik ke arah atas. Hindari makanan yang berlemak. Sakit di perut bagian bawah Pada kehamilan 28-40 minggu. dan juga pengaruh hormonal yang menyebabkan rileksasi otot saluran cerna sehingga mendorong asam lambung ke arah atas. b. Ini karena perenggangan ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar.

Putting dan sekitarnya akan semakin berwarna gelap dan besar. Menjaga kebersihan kulit dan diet makanan seimbang dan sehat. Bintikbintik kecil akan timbul di sekitar putting. dan hampir 40% wanita hamil mengalaminya. Perubahan kulit Perubahan kulit timbul pada trimester 2 dan 3. terutama mempertinggi makanan yang mengandung protein dan vitamin C akan membantu untuk mengatasinya. karena melanosit yang menyebabkan warna kulit lebih gelap. Sedikit pembengkakan Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan. Kulit muka menjadi lebih berminyak sehingga dapat menimbulkan jerawat. dan itu adalah kelenjar kulit. Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng kehamilan. sedapat mungkin jangan menggaruknya. 7). Strech mark tidak dapat dicegah tetapi dapat diobati setelah persalinan. Timbul garis kecoklatan mulai dari pusar ke arah bawah yang disebut linea nigra. biasanya pada perut. 9). Akibat peregangan kulitini dapat menimbulkan rasa gatal. Payudara Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut kolostrum. Tanda ini dapat menjadi petunjuk kurangnya vitamin folat. Hal ini karena perubahan hormon yang menyebabkan tubuh menahan cairan. dan payudara. 8). paha atas. Strech mark terjadi karena peregangan kulit yang berlebih.Cara mengatasi : dengan posisi yang beristirahat duduk atau berbaring nyaman. Pada trimester ketiga akan nampak sedikit pembengkakan paa .

Cara mengatasi : a) Istirahat dan angkat kaki lebih tinggi ketika berbaring. . karena pembengkakan yang berlebih dapat merupakan tanda tekanan darah tinggi atau preeklampsi. Tanda bahaya ini. 2003). 2) Macam-macam tanda bahaya. Pada setiap kunjungan antenatal ibu harus dibeitahu bagaimana cara mengenali tanda-tanda bahay ini. jika tidak dilaporkan atau terdeteksi dapat mengakibatkan kematian ibu. konsultasikan dengan dokter.wajah dan terutama terlihat pada kaki bagian bawah dan pergelangan kaki. Bila bekerja sedapat mungkin mencari waktu untuk mengengkat lebih tinggi saat beristirahat. Normalnya kaki kanan akan terlihat sedikit lebih bengkak daripada kaki kiri. segera hubung dokter. b) Kurangi posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama. d. antara lain : a) Sakit kepala yang hebat Sakit kepala yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat. karena kemiringan rahim menyebabkan tekanan aliran darah pada kaki kanan lebih daripada yang kiri. c) Jika terdapat pembengkakan yang berlebihan disertai atau tidak disertai pusing. Tetapi jika pembengkakan pada satu kaki berlebihan daripada kaki satunya. Tanda-tanda Bahaya Kehamilan 1) Pengertian Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. dan menganjurkan untuk segera ke sarana kesehatan jika mengalami tanda-tanda bahaya tersebut (Pusdiknakes. Pembengkakan akan terlihat lebih jelas pada posisi duduk atau berdiri terlalu lama. karena dapat merupakan tanda bekuan darah di kaki tersebut.

Perdarahan pervaginam Perdarahan dari vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Tinjauan Teori Asuhan Kebidanan Asuhan kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmu. f).gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. perdarahan ringan mungkin pertanda dari serviks yang rapuh (erosi).b). banyak. tetapi tidak selalu disertai nyeri. d). dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi.Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang terfokus pada klien . B. Perdarahan yang tidak normal adalah merah. Pada waktu yang lain kehamilan. Pada masa awal sekali kehamilan. Gerakan janin berkurang Gerakan janin sudah dirasakan oleh ibu pada kehamilan 10 minggu. tidak hilang setelah istirahat. ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spooting disekitar waktu pertama terlambat haid. Nyeri abdomen yang hebat Masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat. dan kadang-kadang. c). ilmiah.menetap dan tidak hilang setelah istirahat. dan ini nirmal terjadi. Bengkak pada muka dan tangan Masalah serius jika pada muncul pada wajah dan tangan. e). Masalah penglihatan Perubahan visual yang mengidentifikasi keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak. penemuan-penemuan.

Pengkajian Merupakan komponen penting bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil. pelaksanaan dan evaluasi (Pusdiknakes. Manajemen kebidanan pada ibu hamil trimester III yaitu : 1. Sebagian besar nyeri pinggang disebabkan karena perubahan sikap badan dan pada kehamilan yang lanjut. karena titik berat badan pindah ke depan disebabkan perut yang membesar. 2001). Dan semua itu fisiologis apabila tidak mengganggu aktivitas (Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD). 5) Riwayat Kesehatan Ibu Riwayat kesehatan termasuk penyakit-penyakit yang Data Subyektif Biodata diderita dahulu dan sekarang yang dapat mempengaruhi kehamilan . Ini diimbangi dengan lordosis yang berlebih dan sikap ini dapat menimbulkan spasmus dari otot-otot pinggang. mual di pagi hari. 1998). a.(Varney. 4) Keluhan utama Keluhan pasien dikaji berdasarkan gejala yang dirasakan pasien dengan hamil patologis. Proses penatalaksanaan kebidanan terdiri dari tujuh langkah yaitu pengkajian. perencanaan. 1) 2) Umur Usia kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun adalah resiko tinggi untuk hamil (Manuaba. interpretasi data. 1997). 3) Pekerjaan Keletihan akibat pekerjaan dapat memperberat gejala. 2003). atau kemungkinan adanya kesengajaan hamil untuk menghilangkan stigma pengangguran dapat terjadi (Farrer. identifikasi. sering buang air kecil. Menyangkut di dalamnya masalahmasalah yang dialami pada ibu hamil tersebut yaitu antara lain pusing. diagnosa/masalah potensial. antisipasi tindakan.

2002). 6) Riwayat Kesehatan Keluarga Hal yang perlu dikaji khususnya penyakit diabetes mellitus. hipertensi dan riwayat kelainan obstetrik yang bermakna mencakup riwayat kehamilan kembar. pengaruh TBC paru terhadap kehamilan sedikit banyak ada. apakah pernikahan ini yang pertama. diabetes menyebabkan makrosomia. malaria menyebabkan anemi pada ibu. 8) Riwayat Haid Dikaji untuk menentukan usia kehamilan dengan tepat serta sebagai dasar untuk perhitungan tanggal persalinan karena dari hari pertama haid terakhir dapat diperkirakan usia kehamilan dengan tepat (Pusdiknakes. 2003). kemungkinan adanya masalah sikap terhadap kehamilan (Farrer. Hal ini perlu dikaji agar dapat mengidentifikasi kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi kehamilan atau bayi baru lahir (Pusdiknakes. PMS atau HIV/AIDS. kardiovaskular dan hipertensi dapat menyebabkan lahir prematur. kelainan kongenital dan herediter baik dalam keluarga ibu maupun ayah (Fairer. . hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim. Dukungan pasangan (suami) yang dianggap sudah 2001). Wanita hamil harus mngetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal Riwayat Obstetri ada (keculi pada kasus-kasus yang meragukan). maka sebagai pegangan dapat dipakai antara lain gerakan-gerakan janin. 7) Riwayat Perkawinan Dikaji status perkawinan jika menikah. 2001). Dapat pula sebagai pegangun dipakai perasaan nause yang biasanya hilang pada kehamilan 12-14 minggu (Wiknjosastro. jantung. 2003). Bila hari pertama haid terakhir tidak diingat lagi.baik dari ibu maupun janin seperti : masalah-masalah.

Jenis makanan yang mengandung lebih banyak zat pembangun dan zat pengatur karena untuk pertumbuhan janin yang pesat dan untuk persiapan persalaman. keluhan-keluhan yang dirasakan selama haid. (Manuaba. 3) Nutrisi Pada kehamilan patologis trimester II janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. lamanya haid. 1998). II. 2003). Gerakan janin akan lebih mudah terasa ketika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik (Pusdiknakes. 2002). 2003). 2) Riwayat Kehamilan Sekarang Perlu dikaji untuk mengetahui masalah atau tanda-tanda bahaya dan keluhan-keluhan yang lazim pada kehamilan untuk dapat memberikan konseling serta dapat mendeteksi adanya komplikasi dengan lebih baik (Pusdiknakes. Dikaji pula seberapa sering gerakan janin yang dirasakn oleh ibu.persalinan (TTP) yang dihitung dengan menggunakan rumus dari Neagle yaitu: TTP = (hari pertama HT +7) dan (bulan HT -3) (Mochtar. III serta masalah-masalah atau keluhankeluhan yang dialami. banyaknya darah haid. Untuk mengetahui gambaran mengenai fungsi alat reproduksi. konseling yang sudah diberikan serta obat-obatan yaitu Fe 90 tablet dan vitamin (Saifuddin. Dikaji mengenai pemeriksaan antenatal yang dilakukan minimal 4 x dari trimester I. janin harus bergerak paling sedikit 3x dalam periode 3 jam. Selain HPHT ditanya pula menarche. Umumnya nafsu makan ibu sangat baik. Pola Eliminasi Pola Kebiasaan Sehari-hari . 1999).

untuk mengatasi sembelit dianjurkan banyak makan makanan yang berserat (sayuran) dan meningkatkan gerak atau aktifitas jasmani (Manuaba. 2003). sakit otot. kongesti hidung. Mandi 2-3 kali sehari membersihkan badan dan mengurangi infeksi. Pakaian sebaiknya yang menyerap keringat. Bangun ditengah malam mengkibatkan ketidaknyamanan karena uterus hamil. dan cemas. stress. 2002). tidur nyenyak meningkat mulai minggu ke-25 berpuncak pada minggu ke-33 sampai ke-36 kemudian menurun ke tingkat sebelum hamil pada saat cukup bulan (aterm). namun persepsi pasangan terhadap hal tersebut perlu dikaji karena pada trimester III sering terjadi penurunan minat pada aktivitas seksual akibat perubahan/ketidaknyamanan fisiologis yang dirasakan ibu hamil.Sering buang air kecil kembali terjadi pada trimester III (Pusdiknkes. Pola Tidur dan Istirahat Pola tidur berubah. 2000). Pengkajian pola tidur normal berkenaan dengan kehamilan sehingga ibu dapat mengidentifikasi kebutuhnnya akan istirahat dan tidur (Pusdiknakes. Pola Kehidupan Seksual Walaupun kehamilan bukan halangan untuk melakukan hubungan seksual. 1999). Personal Hygiene Keringat apocrine bertambah karena aktivitas kelenjar hormonal meningkat akibat perubahan (Pusdiknakes. Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar sehingga buang air besar mengalami obstipasi (sembelit). dyspnoe. Aktivitas Bekerja .

1998). Banyak studi menunjukkan bahwa wanita yang memperoleh dukungan sosial dan psikologis selama kehamilan lebih sedikit mengalami perasaan negatif tentang kehamilan dan persalinan yang akan datang dibanding dengan wanita yang tidak mendapatkannya (Manuaba. Pemakaian obat-obatan dikaji untuk menghilangkan semua bahaya yang mengancam perkembangan janin karena sebagian 4) obat akan melintasi plasenta dan dapat membahayakan janin (Farrer. Perilaku Ibu yang Merugikan Kesehatan Ketiga kebiasaan buruk yaitu merokok. 2001). makan teratur dan pemeriksaan kehamilan teratur (Mochtar.2001). Trimester ini sering disebut juga sebagai periode menungggu dan waspada sebab pada saat ini ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya dan merasa khawatir bila bayinya akan lahir sewaktu-waktu sehingga ibu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda dan gejala persalinan. Data Psikologis Kehamilan berarti mulainya kehidupan berdua dimana ibu mempunyai tugas penting untuk memelihara janinnya saropai cukup bulan dan menghadapi proses persalinan. dan kecanduan narkotika secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin serta menimbulkan kelahiran dengan berat badan rendah bahkan dapat menimbulkan cacat bawaan atau kelainan pertumbuhan dan perkembangan mental (Manuaba.Wanita hamil boleh bekerja seperti biasa. 1999). minum alkohol. cukup istirahat. 1999). Namun demikian perlu dikaji apabila terdapat keluhan letih pada ibu sehingga nantinya akan dapat mendorong ibu dan keluarga untuk menyusun komitmen dalam aktivitas rumah tangga (Deenges. Saat ini juga merupakan saat persiapan aktif untuk .

6) Data Pengetahuan Pada trimester III ini merupakan kelanjutan program belajar atau menggunakan pembelajaran yang diberikan pada trimester I. dan bidan (Pusdiknakes. keluarga. 2003). 5) Sosial Ekonomi Mambantu mengetahui sistem dukungan terhadap ibu dan mengambil keputusan dalam keluarga sehingga dapat membantu ibu merencanakan persalinannya dengan baik (Pusdiknakes. 2002). 2003).kelahiran bayi dan menjadi orang tua. . 1) Data Obyektif Pemeriksaan Umum Kesadaran ibu hamil trimester III patologis adalah composmentis. jumlah keluarga di rumah yang membantu. Beberapa ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yng timbul saat persalinan dan mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya sehingga ibu akan kehilangan perhatian yang diterimanya selama kehamilan. Pada trimester inilah ibu memerlukan dukungan dari suami. 2) Tanda-tanda vital : a) Tekanan darah normal adalah 100/70 mmHg-140/90 mmHg (Syahlan. Dikaji respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan. b. II dan atau memberikan informasi baru terutama menyangkut persiapan pasangan secara fisiologis dan psikologis terhadap persalinan dan masalah perawatan bayi (Doenges. 1996). 2001). pangambilan keputusan dalam keluarga dan kebiasaan dalam keluarga (Saifuddin.

5 cm atau dibagian merah pita LILA. 1996). 1996). Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester III atau dibawah kurva pada KMS ibu hamil dinyatakan kurus. Apabila ukuran LILA kurang dari 23. Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir (Wiknjosastro. c) Suhu normal adalah 36-37 °C (Syahlan.b) Denyut nadi normal adalah 60-100 kali/menit. e) Mengukur tinggi dan berat badan Tinggi badan kurang dari 145 cm ada kemungkinan dapat mempengaruhi proses persalinan CPD (Cephalo Pelvic Disproportion). kemungkinan ibu akan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (Syahlan. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6. Pemeriksaan Fisik . 1996). Batas ambang LILA wanita usia subur dengan risiko kurang energi kronis di Indonesia adalah 23.5 kg rata-rata 12. 3) a) Kepala Dilihat adanya muka yang tampak pucat. Adanya edema pada palpebra mungkin menunjukkan gejala edema atau gejala pre ekiampsia (Syahlan. bengkak ataupun sianosis. 2002). 2002). nilai rataratanya 84 kali/menit (Syahlan. 1996).5-16. d) Pernafasan normal adalah 20-24 kaU/menit (Syahlan.5 kg.5 cm. artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK dan diperkirakan akan melahirkan BBLR (Supariasa. f) Lingkar lengan atas Pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur (WUS) adalah salah satu cara deteksi dini yang mudah untuk dilaksanakan untuk mengetahui kelompok berisiko kekurangan energi kronis (KEK).

c) Dada Jika bentuk dada abnormal atau asimetris kemungkinan ada kelainan paru (Syahlan. 2001). kelenjar limfe dan vena jugularis karena saat kehamilan terjadi hiperfungsi pada kelenjar tersebut (Mochtar. c. bisa dilihat kelopak mata/konjungtiva jika alat pemeriksaan kadar Hb tidak tersedia (Depkes RI. Bila sesak kemungkinan adanya kelainan jantung yang dapat menimbulkan risiko baik bagi ibu maupun bayi (Syahlan. terutama karena cuaca panas atau karena berjalan atau berdiri lama (Depkes. Untuk mendeteksi adanya kemungkinan anemia pada ibu hamil. d) Ekstremitas Memeriksa adanya edema pada tungkai bawah atau tulang kering yang merupakan tanda pre ekiampsia. Diperiksa pula penampakan puting apakah normal. Pemeriksaan Obstetrik a) Mammae Payudara membesar. rata. puting membesar dan lebih gelap. areola menjadi lebih gelap dan dikelilingi kelenjar sebasea yang menonjol. b) Leher Dikaji pembesaran thyroid. 2002). 1996). 2002). dan masuk ke dalam (inversi) atau menonjol keluar (Farrer.1996). 1996). Pembengkakan jari dan pergelangn kaki bersifat fisiologis. b) Abdomen Inspeksi . 1998).

c) Genetalia Diperiksa abnormalitas (Farrer. kelahiran benjolan ganda lainnya . dan tidak bulat (Manuaba. 1998). Abdomen Leopold I Menentukan tinggi fundus uteri.2001). Bila pertumbuhan janin normal maka TFU pada kehamilan 28 minggu sekurang-kurangnya 25 cm. Mengukur TFU pada umur kehamilan akhir bulan ke-7 TFU 2 jari di atas pusat. 2001). Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya yang disebut linsa nigra (Mochtar. 1998). 1998). Pada letak kepala teraba bokong pada fundus tidak keras.Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya selaput elastik di bawah kulit. sehingga tumbuh striae gravidarum. Dengan demikian. adanya dan inflamasi. dan pada kehamilan 40 . Bila terjadi peregangan yang hebat. tua kehamilan ini disesuikan hari pertma haid terakhir (Wiknjosastro. Palpasi Mammae Kolosturum keluar setelah kehamilan 16 minggu (Farrer. akhir bulan ke-9 TFU 3 jari di bawah prosessus xipoideus dan pada akhir bulan ke-10 sama dengan kehamilan 8 bulan tetapi melebar kesamping (Mochtar. 2002). tidak melenting. pada 32 minggu 27 cm. dapat terjadi diastasis rektil bahkan hernia. akhir bulan ke-8 TFU pertengahan antara prosessus xipoideus dan pusat. pada 36 minggu 30 cm. tanda-tanda varises. misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda.

yang teraba rata dengan tulang iga seperti papan cuci (Manuaba. Pada Saifuddin (2002) disebutkan. dan usia kehamilan 36 minggu TFU 36 cm (± 2 cm) atau pada prosessus xipoideus. sedang pada multigravida kepala turun menjelang persalinan (Mochtar. Bila bagian bawah kepala maka akan teraba bagian yang bulat. 2002). 1998). Leopold IV Menentukan bagian terbawah janin. 2002). Menurut Saifuddin (2002) jika kepala masih berada pada pintu atas panggul. Apa dan berapa jauh sudah masuk pintu atas panggul. pada usia kehamilan 28 minggu tinggi fundus 28 cm (± 2 cm) atau pada pertengahan umbillikus dan prosessus xipoideus. Leopold II Menentukan bawah batas samping bokong uterus dengan dan kepala menentukan punggung janin yang membujur dari atas ke menghubungkan (Wiknjosastro. 1998). akan mudah digerakkan dan pada pemeriksaan luar didapatkan . apakah bagian terbawah sudah masuk atau masih bisa digoyang. 1998). Kehamilan 29-35 minggu tinggi fundus sama dengan usia kehamilan (+: 2 cm) dengan menggunakan petunjuk badan TFU sama dengan usia kehamilan 28 minggu. keras.minggu fundus uteri turun kembali dan terletak kira-kira 3 jari di bawah prosessus xipoideus (Wiknjosastro. Pada letak membujur dapat ditetapkan punggung anak. Pada primigravida kepala akan masuk setelah 36 minggu. indenting (Jika belum masuk panggul) dan dapat digoyangkan (Mochtar. Leopold III Menentukan bagian terbawah janin.

maka kepala akan teraba 4/5 bagian di atas sympisis dan pada pemeriksaan dalam kepala berada. TBJ (Taksiran berat Janin) TBJ dikaji untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang sebenarnya bisa terjadi penambahan atau pengurangan. Menurut rumus Johnson-Tausak.11) x 155 gram : Berat Badan Janin : Tinggi Fundus Uteri (Mochtar. Bila bagian terbesar kepala belum masuk panggul dan pada pemeriksaan luar teraba 3/5 bagian diatas sympisis. 1998). 2003). sedangkan bila kepala teraba 2/5 bagian di atas sympisis maka berarti bagian terbesar kepala sudah masuk panggul dan pada pemeriksaan dalam kepala teraba di Hodge III. di Hodge I-II. Apabila kepala sulit digerakkan. dan bagian terbesar kepala belum masuk panggul. maka pada pemeriksaan dalam akan didapatkan kepala teraba di Hodge II-III. Primigravida biasanya tidak mengalami ketidaknyamanan ini sampai trimester akhir. Keterangan : . saat efek perlindungan progesteron pada aktivitas uterus menurun dan kadar oksitosin meningkat (Pusdiknakes.kepala 5/5 bagian di atas sympisis.12) x l55 gram = (TFU . berdasarakan atas ukuran Mc Donald yaitu jarak antara asympisis pubis dan batas antara fundus uteri melalui konveksi abdomen. Rumus yang dipakai adalah : BBJ BBJ BBJ BBJ TFU = (TFU . Kontraksi Braxton Hicks yang meningkat pada trimester III perlu dikaji karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada multigravida pada trimester kedua maupun ketiga.13) x 155 gram = (TFU .

Pemeriksaan protein dalam urine dilakukan pada setiap kali kunjungan bila ditemukan hipertensi pada kehamilan (Depkes. d. Dilakukan secara rutin pada kunjungan pertama. DJJ dihitung dengan cara dihitung 1 menit penuh. Perkusi Pada keadaan ibu hamil pre eklampsia berat terdapat hiperaktivitas (3+ sampai 4+) reflek tendon dalam (Doenges. pemeriksaan laboratorium urine untuk mengetahui kadar protein dan glukosa. perlu dicurigai anemia . golongan darah. diikuti dengan pemeriksaan DJJ sebagi berikut : Punctum maksimum DJJ ditetapkan disekitar scapulla. 2001). Setelah punggung janin ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan anemia (Farrer. Memeriksa kadar Hb semua ibu hamil pada kunjungan pertama dan minggu ke-28. Digunakan stetoskop monoral (steloskop obstetrik) untuk mendengarkan DJJ (Mochtar. di bawah 8 gr% adalah anemia berat (Depkes.5 gr% pada trimester II (Sarwono. 2003). 2000). Anemia dalam kehamilan adalah kondisi dimana kadar Hb di bawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kurang dari 10. 2002). 2001). DJJ normal 120-160 kali/menit. Pemeriksaan Penunjang Digunakan untuk mendeteksi komplikasi-komplikasi kehamilan. terdengar di punctum maksimum di bagian kiri atau kanan (Saifuddin. Keluhan lemah. dan rubella (Pusdiknakes. 2001). pemeriksaan darah untuk mengetahui rhesus.Auskultasi DJJ sudah bisa didengar dengan jelas dan teratur. Hb. pucat mudah pingsan sementara tensi masih dalam batas normal. 1998). 2002). pada kehamilan 32 minggu dan jika diperlukan. Hb di bawah 11 gr% pada kehamilan termasuk anemia.

janin tunggal. Interpretasi data Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa yang akurat atas data-data yang telah dikumpulkan (Pusdiknakes. 2001). abortus. 2002). 1) Diagnosa Kebidanan Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standart nomenklatur diagnosa kebidanan (Pusdiknakes. para. keguguran dan melahirkan. Digunakan Ultrasonografi pula untuk (USG) dilakukan untuk membuktikan kehamilan. Pada akhir trimester ini bagian terendah janin mulai memasuki pintu atas panggul sehingga letak dan presentasi janin biasanya tidak berubah lagi (Wiknjosastro. Gerakan anak yang dirasakan. dan pucat (Sarwono. secara klinik dapat dilihat tubuh yang malnutrisi. usia kehamilan dan ukuran serta lokasi menyingkirkan kemungkinan kehamilan kembar serta beberapa abnormalitas (Farrer. Data Objektif . 2003). Diagnosa yang dapat ditegakkan adalah diagnosa yang berkaitan dengan gravida. Pernyataan klien tentang kepastian HPHT nya. umur kehamilan. hidup. Pernyataan hal-hal tentang keluhan klien di trimester III. intrauterine. Datadasar : Data Subjektif Pernyataan klien tentang umumya b) Pernyataan klien tentang pernah tidaknya mengalami kehamilan. Pemeriksaan plasenta. 2003). pada layar dapat dilihat bagian yang berada di fundus menunjukkan bokong dan bagian terendah kepala (Wiknjosastro. 2002). 2002). a. presentasi. Pada hamil fisiologis.defisiensi.

konstipasi.a) b) c) 2) Masalah a) Dihitung dari HPHT menunjukkan usia kehamilan Adanya pembesaran perut/ukuran uterus sesuai Hasil pemeriksaan palpasi Leopold I-IV. 3) Kebutuhan Kebutuhan diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh klien. Pada kasus ibu hamil fisiologis diagnosa atau masalah potensial tidak muncul. sakit punggung atas dan bawah. b. Diagnosa/Masalah Potensial Pada langkah ini mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. bila memungkinkan dilakukan pencegahan (Pusdiknakes. nyeri ligamentum rotundum (bokong). aatara 29-42 minggu (kehamilan trimester 113). keputihan. keringat bertambah. perasaan takut akan kehidupannya sendiri dan bayinya. striae gravidarum. auskultasi. b) Permasalahan yang berhubungan dengan psikologis klien seperti rasa gelisah bahwa bayi akan lahir setiap saat sementara ia mengawasi dan menunggu tanda dan gejala persalinan. Langkah ini membutuhkan antisipasi. Permasalahan yang berhubungan dengan keluhan- keluhan yang sering terjadi pada masa kehamilan trimester III. c. perkusi dan pemeriksaan penunjang. varises pada kaki dan vulva. kram pada kaki. ataupun ketidaknyamanan fisik yang meningkat sehingga klien merasa canggung dan perlu dukungan. nafas sesak. Antisipasi . yaitu : edema dependen. 2002). umur kehamilan (Saifuddin. 2003). haemoroid.

tanda-tanda persalinan dan penetapan. maka rencana yang diberikan : 1) Rencana tindakan terhadap masalah yang mungkin timbul pada ibu hamil trimester III. 3) Memberikan suplemen zat best.5 cc jika sebelumnya belum mendapatkan. perawata payudara dan persiapan laktasi. e. tanda bahaya haniil trimester III. 4) Memberikan imunisasi TT 0. Implementasi/ Pelaksanaan Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke-5 dilaksanakan secara eflsien dan aman (Pusdiknakes.Dengan tidak munculnya diagnose masalah atau masalah potensial maka antisipasi tindakan segera. d. konsultasi. 5) Menjadwalkan kunjungan ulang berikutnya. dan kolaborasi tidak perlu dilakukan. Memberikan informasi tentang perubahan fisiologis yang biasa terjadi pada trimester III juga . 2003) Yaitu : 1) Tindakan terhadap masalah yang timbul pada hamil trimester III dengan memberikan informasi mengenai penyebab dan cara mengatasinya sehingga klien diharapkan dapat beradaptasi dengan keadaannya. 2) Memberikan KDS rencana persalinan. senam hamil. Mengenai hal-hal yang perlu diketahui oleh wanita hamil trimester III pada khususnya antara lain : makanan. hubungan seksual. Merujuk pada penanganan kehamilan normal menurut Saifuddin (2002) dan nasihat-nasihat yang perlu diberikan pada ibu hamil menurut Mochtar (1998) dan Farrrer (2001). hygiene. Rencana Tindakan Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh menyangkut biopsikososio dan spiritual seperti ditemukan pada langkah-langkah sebelumnya.

konstipasi. haemoroid. hiperventilasi. 2) Memberikan Komunikasi. 2003). Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam (Pusdiknakes. susah tidur. keputihan. kram pada kaki. sakit punggung atas dan bawah. Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan trimester III menurut Pusdiknakes (2003) antara lain : Perdarahan pervaginam. varises pada kaki dan vulva. a) b) c) d) e) f) g) h) i) Makanan ibu hamil Hygiene selama kehamilan Hubungan seksual Aktivitas dan istirahat Senam hamil Perawatan payudara dan persiapan laktasi Tanda dan gejala persalinan Persiapan persalinan Menasehati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ibu mendapati tanda-tanda bahaya (Saifuddin. menetap dan tidak hilang. Sakit kepala yang hebat. striae gravidarum. Masalah yang mungkin muncul pada wanita hamil trimester III antara lain : edema. . pingsan. Nyeri abdomen yang hebat. 2001). (7) Memberikan tablet tambah darah. Informasi dan Edukasi. nyeri ligamantum rotundum. keringat bertambah. nocturia. meningkatnya kontraksi braxton hicks. (6) Bayi kurang bergerak seperti biasa. Pandangan kabur. 2002). Bengkak pada muka dan tangan.dapat meningkatkan pemahaman klien terhadap keadaannya sehingga menurunkan kecemasan dan membantu penyesuaian aktivitas perawatan dirinya (Doenges.

Hiperemesis Gravidarum adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada trimester 1. susu. C. Hiperemesis Gravidarum (vomitus yang merusak dalam kehamilan) adalah nousea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga menjadi efek sistemik. 1999. suplemen kalsium dan telur akan mengurangi penyerapan zat besi apabila diminum/dimakan secara bersamaan. tetapi dapat timbul setiap saat dan di malam hari (Prawirohardjo. Definisi Hiperemesis Gravidarum Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi buruk karena terjadi dehidrasi (Rustam Mochtar. Hal:232). Ibu harus meminum satu tablet tambah darah setiap harinya. 2002).yang terjadi pada minggu ke 6 . Sedangkan ikan dan minuman seperti jus jeruk akan membantu penyerapan zat besi (Jordan. Mual biasanya terjadi pada pagi hari. hal:112). semua ibu hamil harus minum tablet tambah darah paling sedikit 90 tablet selama kehamilan.12 masa kehamilan. kopi. MD. TINJAUAN TEORI KASUS I.Untuk meningkatkan persediaan zat best selama kehamilan. yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16 – 20 masa kehamilan. dehidrasi dan penurunan berat badan (Ben-Zion. 2003). . yayasan Bina Putaka 2007). Hiperemesis Gravidarum diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama kehamilan (Hellen Farrer. Teh. Standart suplemen ini adalah 320 mg FeS04 (60 mg elemental iron) dengan 500 mcg folic acid (Pusdiknakes. 1998).

kehilangan pekerjaan. alergi. Faktor psikologik memegang peranan yang penting pada penyakit ini. dan faktor psikososial. juga disebut sebagai salah satu faktor organik. 1. Masuknya Vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan ini merupakan faktor organik. Perubahan – perubahan anatomik pada otak. takut terhadap tanggungjawab sebagai ibu. Tidak jarang dengan memberikan suasana baru. Etiologi Hiperemesis Gravidarum Penyebab dari hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor predisposis dan faktor lain yang ditemukan oleh beberapa penulis adalah sebagai berikut. rumah tangga yang retak.II. Namun diperkirakan berhubungan dengan kehamilan pertama. jantung. 4. disebabkan oleh kekurangan Vitamin serta zat – zat lain akibat inanisi. mola hidatidosa dan kehamilan ganda. karena pada kedua keadaan tersebut hormon khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan. hati dan susunan saraf. terutama pada kehamilan ganda dan hamil anggur usia di bawah 24 tahun perubahan metabolik dalam kehamilan. Wanita dengan riwayat mual pada kehamilan sebelumnya dan mereka yang . Faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida. 3. Hubungan psikologik dengan hiperemesis gravidarum belum diketahui pasti. Frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa dan kehamilan ganda menimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan. Alergi sebagai salah satu respon dari jaringan ibu terhadap anak. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor toksik dan tidak ditemukan kelainan biokimia. dapat menyebabkan konflik mental yang memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup. takut terhadap kehamilan dan persalinan. 2. sudah dapat membantu mengurangi frekuensi muntah. peningkatan hormonal pada kehamilan.

kelainan lemak ini nampaknya tidak menyebabkan kematian dan dianggap sebagai akibat muntah yang terus menerus. 1. Hormon ini meningkat cepat pada trimester pertama kehamilan dan dapat memicu bagian dari otak yang mengontrol mual dan muntah. Level hormon ß-HCG yang tinggi. yang degenerasi lemak tersebut terletak pada sentrilobuler.mengalami obesitas (kegemukan) juga mengalami peningkatan risiko HG. Hal ini dapat berakibat refluks asam (keluarnya asam dari lambung sehingga menyebabkan mual dan muntah. Perubahan saluran cerna. Patologik Hiperemesis Gravidarum Bedah mayat pada wanita yang meninggal akibat hiperemesis gravidarum menunjukan kelainan-kelainan pada berbagai alat dalam tubuh. Diet tinggi lemak. III. yang dapat menyebabkan luka pada lambung. Faktor risiko terjadinya hiperemesis gravidarum diantaranya adalah : 1. Dapat ditambahkan bahwa separuh penderita . selama kehamilan. penelitian melaporkan bahwa 90% kasus kehamilan dengan HG juga terinfeksi dengan bakteri ini. yang dapat juga ditemukan pada malnutrisi oleh berbagai macam sebab. Peningkatan level estrogen mempengaruhi bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. 6. 5. Faktor psikologis seperti stress dan kecemasan dapat memicu terjadinya morning sickness. Hati : pada hiperemesis gravidarum tanpa komplikasi hanya ditemukan degenerasi lemak tanpa nekrosis. ke tenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan 3. Helicobacter pylori. saluran cerna terdesak karena memberikan ruang untuk perkembangan janin. 2. 4. risiko HG meningkat sebanyak 5 kali untuk setiap penambahan 15 g lemak jenuh setiap harinya.

bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik. Kekurangannya cairan yang diminum dan kehilangan cairan . akan mengalami emesis gravidarum yang lebih berat (Prawirohardjo. Karena oksidasi lemak yang tidak sempurna. oleh karena keluhan ini terjadi pada trimester pertama. Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda. Otak : adakalanya terdapat bercak – bercak perdarahan pada otak dan kelainan seperti pada ensefalopati Wernicke dapat dijumpai (dilatasi kapiler dan perdarahan kecil – kecil didaerah korpora mamailaria ventrikel ketiga dan keempat. Pengaruh fisiologik hormon estrogen ini tidak jelas. Faktor psikologis merupakan faktor utama.yang 2. Hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan cadangan karbihidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah. perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen. Patofisiologis Hiperemesis Gravidarum Ada yang menyatakan bahwa. 4.kadang ditemukan perdarahan sub-endokardial. kadang. ini sejalan dengan lamanya penyakit. 2007). 2007). meskipun demikian mual dan muntah dapat berlangsung berbulan – bulan. Mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau akibat pengurangnya pengosongan lambung. Jantung : jantung menjadi lebih kecil daripada biasa dan beratnya atrofi. Ginjal : ginjal tampak pucat dan degenerasi lemak dapat ditemukan pada tubuli kontorti (Prawirohardjo. IV. Yang jelas wanita yang sebelum kehamilan sudah menderita lambung spastik dengan gejala tidak suka makan dan mual. Penyesuaian terjadi pada kebanyakan wanita hamil. terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton-asetik. disamping pengaruh hormonal. 3. meninggal krena hiperemesis gravidarum menunjukan gambaran mikroskopik hati yang normal.

demikian pula khlorida air kemih. Respon berlebihan terhadap masalah psikososial yang mendasar 8. Ketidak seimbangan elektrolit 7. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen kejaringan mengurang pula dan tertimbunnya zat metabolik yang toksik.karena muntah menyebabkan dehidrasi. Gejala dan Tanda Hiperemesis Gravidarum Batas jelas antara mual yang masih fisiologis dalam kehamilan dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. dengan akibat perdarahan gastrointestinal (Prawirohardjo. Asidosis yang disebabkan kelaparan 10. Selain itu dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi. V. Asupan makan buruk 4. tetapi bila keadaan umum penderita berpengaruh. sehingga aliran darah ke jaringan berkurang (Prawirohardjo. Kekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal. Natrium dan khlorida darah turun. Muntah hebat 2. sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Penurunan berat badan 5. Disamping dehidrasi dan terganggunya keseimbangan elektrolit. sebaiknya ini dianggapi sebagai hiperemesis gravidarum. Dehidrasi 6. Hipokalemia . dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung. Alkalosis akibat hilangnya asam hidrolkorida yang keluar bersama muntahan 11. menambah frekuensi muntah-muntah yang lebih banyak. Nafsu makan byruk 3. 2007). 2007). Berikut ini adalah efek serta tanda dan gejala hiperemesis gravidarum : 1. dapat merusak hati. Muntah yang tak dapat diatasi dengan tindakan untuk mengatasi morning sickness 9.

Riwayat 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Frekuensi episode muntah Hubungan muntah dengan jumlah asupan makanan (jenis dan jumlah) Riwayat pola makan (jenis makanan dan minuman. diare dan konstpasi) Darah dalam muntahan (ulkus lambung atau radang esofagus akibat muntah yang berulang) Demam atau menggigil Pajanan pada infeksi virus Pajanan pada makanan terkontaminasi berikut harus dikaji untuk membedakan antara mual dan muntah akibat kehamilan atau kondisi patologis ini.Ketika seorang wanita datang dengan keluhan mual dan muntah. jumlah. riwayat a. waktu pemberian dan reaksinya) Riwayat pengobatan (termasuk reaksi obat) Eliminasi (frekuensi. b. dan distensi . nyeri tekan. 10) Nyeri abdomen 11) Riwayat gangguan makan 12) Riwayat diabetes 13) Pembedahan abdomen sebelumnya 14) Frekuensi istirahat 15) Dukungan keluarga 16) Kecemasan karena kehamilan. denyut nadi. dan frekuensi pernapasan 3) Turgor kulit 4) Kelembaban membran mukosa 5) Kondisi lidah (bengkak. jumlah. kering dan pecah – pecah) 6) Palpasi abdomen untuk melihat : pembesaran organ. Pemeriksaan fisik 1) Berat badan (hubungannya dengan berat badan sebelunnya) 2) Suhu badan.

Pada napas dapat tercium bau aseton dan dapat pula ditemukan dalam kencing. Laboratorium 1) 2) 3) 4) 5) Pemeriksaan keton di dalam urine Urinalisis BUN dan elektrolit Tes fungsi ginjal (singkirkan kemungkinan hepatitis. Berat badan turun dan mata menjadi cekung. pengentalan darah. nadi meningkat sampai 100x permenit. tekanan darah turun. tekanan kulit menurun dan mata cekung b) Derajat 2 Penderita tampak lebih lemah dan tidak peduli pada sekitarnya. nyeri ulu hati. menurut berat ringannya gejala di bagi dalam 3 derajat : a) Derajat 1 Muntah terus menerus (muntah > 3-4 kali/hari. tekanan darah sistolik menurun.turgor kulit lebih mengurang.7) Bising usus 8) Bau buah ketika bernapas 9) Pengkajian pertumbuhan janin c. berat badan turun (2-3 kg dalam 1-2 minggu). urin berkurang. dan kolestatis) TSH dan T4 (sinkirkan kemungkinan penyakit gondok). Hiperemesis gravidarum. c) Derajat 3 . tidak ada nafsu makan. lidah kering dan tampak kotor. dan mencegah dari masuknya makanan atau minuman selama 24 jam) yang mempengaruhi keadaan umum penderita. yang menyebabkan ibu menjadi lemah. nadi kecil dan cepat. pankreatitis. dan sulit BAB. suhu kadangkadang naik dan mata sedikit kuning.

nadi kecil dan cepat. 2007). Makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau hangat atau sangat dingin. Jika sampai ditemukan kuning berarti sudah ada gangguan hati (Varnay. sehingga pengobatan perlu segera diberikan (Prawirohardjo. tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biscuit dengan teh hangat. kesadaran menurun sampai koma. tetapi lebih sering. dan tekanan darah turun. muntah berhenti. Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan. Pengelolaan Hiperemesis Gravidarum Pencegahan terhadap hiperemesis graviadarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik.Keadan umum lebih parah. ulkus ventrikuli. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur. hepatitis. Namun demikian harus dipikirkan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis. 2007). VI. penglihatan ganda. sehingga mempengaruhi keadaan umum. Pada jabang bayi dapat terjadi ensefalopati Wernicke dengan gejala: nistagmus. dan tumor selebri yang dapt pula memberikan gelaja muntah. dan perubahan mental. Harus ditemukan adanya kehamilan muda dan muntah yang terus menerus. VII. Hiperemesis gravidarum yang terus menerus dapat menyebabkan kekurangan makanan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin. memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan. Keadaan ini akibat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks. Diagnosis Hiperemesis Gravidarum Diagnosis hiperemesis gravidarum biasanya tidak sukar. menganjurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil. suhu meningkat. .

Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita.Defekasi yang teratur hendaknya dapat dijamin.V itamin yang dianjurkan adalah vitamin Bl dan 86. seperti dramamin. Obat-obatan Apabila dengan cara di atas keluhan dan gejala tidak berkurang maka diperlukan pengobatan. Cairan parenteral atau khlorpromasin. tetapi cerah dan peredaran udara yang baik. 4. 2007). yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Tidak diberikan makanan/minuman selama 24 jam Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan. Terapi psikologik Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. Tetapi perlu diingat untuk tidak memberikan obat yang Teratogen. sampai muntah berhenti dan penderita mau makan. Isolasi Penderita diisolasi dalam kamar yang tenang. Sedativ yang sering diberikan adalah Phenobarbital. Catat cairan yang keluar dan masuk. PenanganaN Hiperemesis gravidarum yang lebih berat perlu dikelola di rumah sakit. hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan. menghindarkan kekurangan karbohidrat merupakan factor yang penting. oleh karenanya dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula (Prawirohardjo. Antihistaminika juga dianjurkan. Cara pengelolaan hiperemesis gravidarum : 1. Pada keadaan lebih berat diberikan antiemetik seperti disiklomi hidrokhloride 2. . kurangi pekerjaan serta menghilangkan Masalah dan konflik. 3. avomin.

Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. aseton. Penghentian kehamilan Pada sebagian kasus keadaan tidak menjadi baih bahkan mundur. Dilakukan pemeriksaan Hematokrit pada permulaan dan seterusnya menurut keperluan. serta elektrolit darah. Suhu dan nadi diperiksa setiap 4 jam dan tekanan darah 3 kali sehari. Dengan penanganand iatas. takikardia. oleh karena disatu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat. karbohidrat dan protein dengan glukosa 5o/o dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3liter sehari. khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein. 5. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin. Bila selama 24 jarn penderita tidak muntah dan keadaan umum bertambah baik dan dapat dicoba untuk memberiikan minuman. Air kencing perlu diperiksa sehari-hari terhadap protein. klorida dan bilirubin. 2007). tetapi dilain pihak tidak boleh menunggu sampai terjadi gejala ireversibel pada organ vital (Prawirohardjo. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatrik bila keadaan memburuk. dapat diberikan pula asam amino secara intravena. pada umumnya gejala-gejala akan berkurang dan keadaan akan betambah baik. dan lambat laun minuman dapat ditambah dengan makanan yang tidak cair. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang diperlukan adalah pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan keton urin (air seni). ikterus. Delirium. kebutaan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil. Tatalaksana . anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organic. Dibuat daftar control cairan yang masuk dan yang dikeluarkan.Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit.

Pasien dapat dirawat karena mual dan muntah yang berlebihan disertai koreksi untuk gangguan elektrolit dan cairan. . dan kalium. Pemberian nutrisi oral (melalui mulut) dapat diberikan pada pasien secara perlahan-lahan. f. c. maka perlu penatalaksanaan sejak dini agar tidak terjadi perburukan. karbohidrat dan protein. vitamin C. vitamin B1 dan B6. Tatalaksana dini dapat berpengaruh baik pada pasien. Ketika menatalaksana ibu dengan HG. Satu kali gejala HG muncul. b. Perawatan di Rumah sakit bila keadaan semakin memburuk Cairan infus yang cukup elektrolit. dan antimuntah d. Menyarankan ibu hamil untuk mengubah pola makan Menganjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dan teh Jika dengan cara diatas tidak ada perbaikan maka ibu hamil menjadi lebih sering dengan porsi kecil hangat dan menghindari makanan berminyak serta berbau lemak tersebut diberi obat penenang. kemudian meningkat menjadi makanan padat dalam porsi kecil yang kaya akan karbohidrat. Terapi psikologis apabila penanganan dengan pemberian obat dan nutrisi yang adekuat tidak memberikan respon (Prawirohardjo.Tatalaksana hiperemesis gravidarum sangat beragam tergantung dari beratnya gejala yang terjadi. Pencegahan Wanita yang mulai mengkonsumsi vitamin sejak kehamilan dini dapat menurunkan risiko hiperemesis gravidarum. e. 2007). Bila perlu ditambahkan vitamin B kompleks. pencegahan serta koreksi kekurangan nutrisi adalah prioritas utama agar ibu dan bayi tetap dalam keadaan sehat. dimulai dengan makanan cair. Saran-saran yang diberikan pada ibu yang mengalami HG adalah: a.

. penyakit ini dapat mengancam jiwa ibu dan bayi (Prawirohardjo. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri.VIII. Prognosis Hiperemesis Gravidarum Dengan penanganan yang baik prognosi hiperemesis gravidarum sangat memuaskan. namun demikian pada tingkatan yang berat. 2007).