P. 1
Latar Belakang Sejarah Berdirinya Hmi

Latar Belakang Sejarah Berdirinya Hmi

|Views: 558|Likes:
Published by gita

More info:

Published by: gita on Aug 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2012

pdf

text

original

Latar Belakang Sejarah Berdirinya HMI

Kalau ditinjau secara umum ada 4 (empat) permasalahan yang menjadi latar belakang sejarah berdirinya HMI. Situasi Dunia Internasional. Berbagai argumen telah diungkapkan sebab-sebab kemunduran ummat Islam. Tetapi hanya satu hal yang mendekati kebenaran, yaitu bahwa kemunduran ummat Islam diawali dengan kemunduran berpikir, bahkan sama sekali menutup kesempatan untuk berpikir. Yang jelas ketika ummat Islam terlena dengan kebesaran dan keagungan masa lalu maka pada saat itu pula kemunduran menghinggapi kita. Akibat dari keterbelakangan ummat Islam , maka munculah gerakan untuk menentang keterbatasan seseorang melaksanakan ajaran Islam secara benar dan utuh. Gerakan ini disebut Gerakan Pembaharuan. Gerakan Pembaharuan ini ingin mengembalikan ajaran Islam kepada ajaran yang totalitas, dimana disadari oleh kelompok ini, bahwa Islam bukan hanya terbatas kepada hal-hal yang sakral saja, melainkan juga merupakan pola kehidupan manusia secara keseluruhan. Untuk itu sasaran Gerakan Pembaharuan atau reformasi adalah ingin mengembalikan ajaran Islam kepada proporsi yang sebenarnya, yang berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadist Rassullulah SAW. Dengan timbulnya ide pembaharuan itu, maka Gerakan Pem-baharuan di dunia Islam bermunculan, seperti di Turki (1720), Mesir (1807). Begitu juga penganjurnya seperti Rifaah Badawi Ath Tahtawi (1801-1873), Muhammad Abduh (1849-1905), Muhammad Ibnu Abdul Wahab (Wahabisme) di Saudi Arabia (1703-1787), Sayyid Ahmad Khan di India (1817-1898), Muhammad Iqbal di Pakistan (1876-1938) dan lainlain.

Situasi NKRI
Tahun 1596 Cornrlis de Houtman mendarat di Banten. Maka sejak itu pulalah Indonesia dijajah Belanda. Imprealisme Barat selama ± 350 tahun membawa paling tidak 3 (tiga) hal : • Penjajahan itu sendiri dengan segala bentuk implikasinya. • Missi dan Zending agama Kristiani. • Peradaban Barat dengan ciri sekulerisme dan liberalisme. Setelah melalui perjuangan secara terus menerus dan atas rahmat Allah SWT maka pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta Sang Dwi Tunggal Proklamasi atas nama bangsa Indonesia mengumandangkan kemerdekaannya. Kondisi Mikrobiologis Ummat Islam di Indonesia Kondisi ummat Islam sebelum berdirinya HMI dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu : Pertama : Sebagian besar yang melakukan ajaran Islam itu hanya sebagai kewajiban yang diadatkan seperti dalam upacara perkawinan, kematian serta kelahiran. Kedua : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang mengenal dan mempraktekkan ajaran Islam sesuai yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

dimana saja. . Beliau adalah anak seorang Sutan Pangurabaan Pane –tokoh pergerakan nasional “serba komplit” dari Sipirok. yang mengarah kepada sekulerisme yang “mendangkalkan agama disetiap aspek kehidupan manusia”. dapat diceritakan secara garis besarnya antara lain bahwa Pemuda Lafran Pane lahir di Sipirok-Tapanuli Selatan. Lafran Pane kecil. menyebabkan timbulnya “Krisis Keseimbangan” yang sangat tajam. selaras dengan wujud dan hakekat agama Islam. Tapanuli Selatan-. Keempat : Golongan kecil yang mencoba menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman. dan sekaligus teruji. dan secara kritis mencari kebenaran sejati.Ketiga : Golongan alim ulama dan pengikut-pengikutnya yang terpengaruh oleh mistikisme yang menyebabkan mereka berpendirian bahwa hidup ini adalah untuk kepentingan akhirat saja. Tentang sosok Lafran Pane. Bergabungnya dua faham ini (Sekuler dan Komunis). Mereka berusaha supaya agama Islam itu benar-benar dapat dipraktekkan dalam masyarakat Indonesia. Dari perjalanan hidup Lafran dapat diketahui bahwa struktur fundamental independensi diri Lafran terletak pada kesediaan dan keteguhan Dia untuk terus secara kritis mencari kebenaran sejati dengan tanpa lelah. Kedua : adanya Perserikatan MAHASISWA Yogyakarta (PMY) dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) di Surakarta dimana kedua organisasi ini dibawah pengaruh Komunis. menjual es lilin. pada kehidupan dengan tidur tidak menentu. di lembaga-lembaga pendidikan yang tidak Ia lalui dengan “Normal” dan “lurus” itu (-Walau Pemuda Lafran Pane yang tumbuh dalam lingkungan nasionalismuslim terpelajar pernah juga menganyam pendidikan di Pesantren Ibtidaiyah. Kondisi Perguruan Tinggi dan Dunia Kemahasiswaan Ada dua faktor yang sangat dominan yang mewarnai Perguruan Tinggi (PT) dan dunia kemahasiswaan sebelum HMI berdiri. kini UII (Universitas Islam Indonesia) yang masih duduk ditingkat I yang ketika itu genap berusia 25 tahun. juga pada kehidupan yang Ia jalani dengan menjual karcis bioskop. terutama di kawasan Jalan Kesawan. seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam). kepada saja. pada kaki-kaki lima dan emper pertokoan. pemberontak. dan kapan saja. serta pemenuhan antara kebutuhan dunia dan akhirat. yakni tidak adanya keselarasan antara akal dan kalbu. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN Berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diprakasai oleh Lafran Pane. independensi Lafran terasah. remaja dan menjelang dewasa yang nakal. dan “bukan anak sekolah yang rajin” adalah identitas fundamental Lafran sebagai ciri paling menonjol dari Independensinya. terbentuk. Sebagai figur pencarai sejati. pada hidup berpetualang di sepanjang jalanan kota Medan. dll. Pertama: sisitem yang diterapkan dalam dunia pendidikan umumnya dan PT khususnya adalah sistem pendidikan barat. melanda dunia PT dan Kemahsiswaan. Lafaran Pane adalah sosok yang tidak mengenal lelah dalam proses pencarian jati dirinya. Sumatera Utara. jasmani dan rohani. Wusta dan sekolah Muhammadiyah-) .

Kebutuhan akan pemahaman dan penghayatan Keagamaan 4. yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Ketika itu hari Rabu tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka. termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya. tuntutan Modernisasi dan tantangan masa depan Peristiwa Bersejarah 5 Februari 1947 Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan yang berakhir dengan kegagalan. sebagai berikut : 1. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. dan Umat Islam mengalami kemunduran¬ 2. yaitu dengan mengadakan pertemuan secara mendadak yang mempergunakan jam kuliah Tafsir.Adapun latar belakang pemikirannya dalam pendirian HMI adalah: “Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu. pemahaman.Ordonansi guru . dan pengamalan ajaran islam 3. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar. serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat” Namun demikian. yaitu agama Islam. disalah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati). rakyatnya melarat. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. bertepatan dengan 5 Februari 1947. Kedudukan perguruan tinggi dan dunia kemahasiswaan yang strategis 7. Penjajahan Belanda atas Indonesia dan Tuntutan Perang Kemerdekaan Aspek Politik : Indonesia menjadi objek jajahan Belanda¬ Aspek Pemerintahan : Indonesia berada di bawah pemerintahan kerajaan Belanda¬ Aspek Hukum : Hukum berlaku diskriminatif¬ Aspek pendidikan : Proses pendidikan sangat dikendalikan oleh Belanda. Kemajemukan Bangsa Indonesia 8.Ordonansi sekolah liar Aspek ekonomi : Bangsa Indonesia berada dalam kondisi ekonomi lemah¬ Aspek kebudayaan : masuk dan berkembangnya kebudayaan yang bertentangan dengan kepribadian Bangsa Indonesia¬ Aspek Hubungan keagamaan : Masuk dan berkembagnya Agama Kristen di Indonesia. masuklah mahasiswa Lafran Pane yang dalam prakatanya dalam memimpin rapat antara lain mengatakan “Hari .¬ . secara keseluruhan Latar Belakang Munculnya Pemikiran dan Berdirinya HMI dapat dipaparkan secara garis besar karena faktor. Munculnya polarisasi politik 5. Berkembangnya fajam dan Ajaran komunis 6. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang. Lafran Pane mengadakan rapat tanpa undangan. Adanya Kesenjangan dan kejumudan umat dalam pengetahuan.

Adanya tuntutan perang kemerdekaan bangsa Indonesia 4. 2. 13. Pusat Gerakan Islam c. 15. karena persiapan yang diperlukan sudah beres. 2. 9. Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) 2. Adanya dukungan Presiden STI Prof. Yusdi Ghozali (Juga pendiri PII-Semarang). 4. Pada awal pembentukkannya HMI bertujuan diantaranya antara lain: 1. Posisi dan arti kota Yogyakarta a. Gajah Mada. Ummat Islam Indonesia mayoritas Faktor Penghambat Berdirinya HMI Munculnya reaksi-reaksi dari : 1. Karnoto Zarkasyi (Ambarawa). Pusat Kebudayaan e.A. 8. STT (Sekolah Tinggi Teknik). Hasan Basri (Surakarta). M. tanpa campur tangan pihak luar. Yang mau menerima HMI sajalah yang diajak untuk mendirikan HMI. Toha Mashudi (Malang). Adanya STI (Sekolah Tinggi Islam).Dahlan-Singapura). Yogyakarta sebagai Ibukota NKRI dan Kota Perjuangan b. Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Pelajar Islam Indonesia (PII) . 11. 6. Kebutuhan Penghayatan dan Keagamaan Mahasiswa 3. 6. Anwar (Malang). Terletak di Central of Java 2. toh tanpa mereka organisasi ini bisa berdiri dan berjalan” Lafran Pane mendirikan HMI bersama 14 orang mahasiswa STI lannya. 3.ini adalah pembentukan organisasi Mahasiswa Islam. Abdul Kahar Muzakir 7. dan yang menentang biarlah terus menentang. Marwan (Bengkulu). Mansyur. 7. Gerakan Pemuda Islam (GPII) 3. Soewali (Jember). 10. Kota Universitas/ Kota Pelajar d. Lafran Pane (Yogya). Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia. Dahlan Husein (Palembang). Tayeb Razak (Jakarta). Bidron Hadi (Yogyakarta). 14. Maisaroh Hilal (Cucu KH. Siti Zainah (istri Dahlan Husein-Palembang) 5. Sementara tokoh-tokoh pemula / pendiri HMI antara lain : 1. Faktor Pendukung Berdirinya HMI 1. Zulkarnaen (Bengkulu). BPT (Balai Perguruan Tinggi) 5. 12.

reaksi-reaksi terhadap kelahiran HMI barulah berakhir. Dendam disertai benci itu nampak sangat menonjol pada tahun \’64-\’65. Masa sembilan bulan itu dipergunakan untuk menjawab berbagai reaksi dan tantangan yang datang silih berganti. selama itu pula pembinaan organisasi terabaikan. Ketua PPMI/ Wakil Ketua PB HMI Ahmad Tirtosudiro membentuk Corps Mahasiswa (CM). sebagai staff. ikut membantu Pemerintah menumpas pemberontakkan PKI di Madiun. HMI terjun kegelanggang pertempuran melawan agresi yang dilakukan oleh Belanda. Fase Pertumbuhan dan Perkembangan HMI (1950-1963) Selama para kader HMI banyak yang terjun ke gelanggang pertempuran melawan pihakpihak agresor. karena itu semua untuk merealisir tujuan dari HMI sendiri. terlihat dalam segala aksi-aksinya. Fase Tantangan (1964 – 1965) Dendam sejarah PKI kepada HMI merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi HMI. Fase Konsolidasi Spiritual (1946-1947) Sudah diterangkan diatas 2. PKI dengan puncak aksi pada tanggal 30 September 1965 telah membuatnya sebagai salah satu organisasi terlarang. 3. Disadari bahwa konsolidasi organisasi adalah masalah besar sepanjang masa. 4. memperkuat aparat pemerintah. dsb. dan sejarahpun telah membeberkan dengan jelas siapa yang kontra revolusi. Fase Pengokohan (5 Februari 1947 – 30 November 1947) Selama lebih kurang 9 (sembilan) bulan. penerangan. Maka dengan adanya penyerahan kedaulatan Rakyat tanggal 27 Desember 1949. Namun hal itu dilakukan secara sadar. dengan mengerahkan anggota CM ke gunung-gunung. serta dwi tugasnya yakni tugas Agama dan tugas Bangsa. Mulai dari hasutan. .FASE-FASE PERKEMBANGAN SEJARAH HMI 1. baik langsung memegang senjata bedil dan bambu runcing. Fase Perjuangan Bersenjata (1947 – 1949) Seiring dengan tujuan HMI yang digariskan sejak awal berdirinya. membantu Pemerintah. penghubung. Sejak itulah dendam kesumat PKI terhadap HMI tertanam. Sejak tahun 1950 dilaksankanlah tugas-tugas konsolidasi internal organisasi. maka konsekuensinya dalam masa perang kemerdekaan. disaat-saat menjelang meletusnya G30S/PKI. Usaha-usaha yang gigih dari kaum komunis dalam membubarkan HMI ternyata tidak menjadi kenyataan. yang kesemuanya itu semakin mengokohkan eksistensi HMI sehingga dapat berdiri tegak dan kokoh. Begitu bersemangatnya PKI dan simpatisannya dalam membubarkan HMI. Setelah agitasi-agitasinya berhasil membubarkan Masyumi dan GPII. Bulan Juli 1951 PB HMI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta. PKI menganggap HMI adalah kekuatan ketiga ummat Islam. 5. propaganda hingga aksi-aksi riil berupa penculikan. fitnah. mahasiswa yang berniat untuk melanjutkan kuliahnya bermunculan di Yogyakarta. dengan Komandan Hartono dan wakil Komandan Ahmad Tirtosudiro. Untuk menghadapi pemberontakkan PKI di Madiun 18 September 1948.

Bentuk-bentuk partisipasi HMI baik anggotanya maupun yang telah menjadi alumni meliputi diantaranya : 1) Partisipasi dalam pembentukan suasana. Pancasila dilaksanakan secara murni serta konsekuen (meski hal ini perlu kajian lagi secara mendalam). Fase Pembangunan (1969 – 1970) Setelah Orde Baru mantap. Margono yang gugur di Yogyakarta. Muhammad Syarif al-Kadri di Makasar. Hasannudin di Banjarmasin. Usaha-usaha itu tampak antara lain HMI melalui Wakil Ketua PB Mari\’ie Muhammad memprakasai Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) 25 Oktober 1965 yang bertugas antara lain : 1) Mengamankan Pancasila. situasi dan iklim yang memungkinkan dilaksanakannya pembangunan. karena pada hakikatnya timbulnya pembaharuan karena adanya pemikiran yang bersifat dinamis dari masing-masing individu. tetapi gejagejalanya telah nampak pada tahun 1968.6. 2) Partisipasi dalam pemberian konsep-konsep dalam berbagai aspek pemikiran 3) Partisipasi dalam bentuk pelaksana langsung dari pembangunan. Hal ini misalnya . Fase Pergolakan dan Pembaharuan Pemikiran (1970 – 1998 ) Suatu ciri khas yang dibina oleh HMI. diantaranya adalah kebebasan berpikir dikalangan anggotanya. Akhirnya puncak tututan tersebut berbuah hasil yang diharap-harapkan dengan keluarnya Supersemar sebagai tonggak sejarah berdirinya Orde Baru. Sementara dilain sisi persoalan ekstern muncul menghadang dengan segudang problema. HMI pun sesuai dengan 5 aspek pemikirannya turut pula memberikan sumbangan serta partisipasinya dalam era awal pembagunan. Sebagai konsekuensinya di HMI timbul pergolakan pemikiran dalam berbagai substansi permasalahan yang. Disebutkan bahwa fase pergolakan pemikiran ini muncul pada tahun 1970. 8. Fase Kebangkitan HMI sebagai Pelopor Orde Baru (1966 – 1968) HMI sebagai sumber insani bangsa turut mempelopori tegaknya Orde Baru untuk menghapuskan orde lama yang sarat dengan ketotaliterannya. 7. Tuntutan tersebut ternyata mendapat perlakuan yang represif dari aparat keamanan sehingga tidak sedikit dari pihak mahasiswa menjadi korban. dimana barisan HMI menunjukan superioitasnya dengan massanya yang terbesar. kesemuanya merupakan pahlawanpahlawan ampera yang berjuang tanpa pamrih dan semata-mata demi kemaslahatan ummat serta keselamatan bangsa serta negara. Pada tahun 1970 Nurcholis Madjid menyampaikan ide pembaharuan dengan topic keharusan pembaharuan didalam pemikiran Islam dan masalah integritas umat. Zubaidah di Jakarta. 2) Memperkuat bantuan kepada ABRI dalam penumpasan Gestapu/ PKI sampai ke akar-akarnya. Diantaranya antara lain : Arif rahman Hakim. maka sejak tanggal 1 April 1969 dimulailah Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Puncak aksi KAMI terjadi pada tanggal 10 Januari 1966 yang mengumandangkan tuntutan rakyat dalam bentuk Tritura yang terkenal itu. Aris Munandar. Namun klimaksnya memang terjadi pada tahun 1970 dimana secara relatif masalah-masalah intern organisasi yang rutin telah terselesaikan. Perbedaan pendapat dan penafsiran menjadi dinamika di dalam menginterpretasikan dinamika persoalan kebangsaan dan keumatan. Masa aksi KAMI yang pertama berupa Rapat Umum dilaksanakan tanggal 3 Nopember 1965 di halaman Fakultas Kedokteran UI Salemba Jakarta.

Kritik ini sangat positif karena dengan demikian HMI akam mengetahui kekurangan dan kelebihan organisasi. Yahya Muhaimin dalam konggres HMI ke XX mengemukakan konsep tentang revitalisasi. dukungan terhadap rehabilitasi masyumi. 9. sikap HMI terhadap komunisme. reaktualisasi. kemudian peringatan MILAD HMI Ke 50 Saudara Ketua Umum Taufiq Hidayat menegaskan dan menjawab kritik-kritik yang menyebutkan bahwa HMI terlalu dekat dengan kekuasaan. persoalan Islam Kaffah sampai pada penyesuaian dasar HMI dari Islam menjadi Pancasila sebagai bentuk ijtihad organisasi didalam mempertahankan cita-cita jangka panjang keummatan dan kebangsaan. Anas Urbaningrum menjawabnya dengan pemberian wacana politik etis HMI. konsep Negara Islam. adaptasi rasionalitas pemikiran. Kemudian dalam penyampaian Anas Urbaningrun pada MILAD HMI ke 51 di Graha Insan Cita Depok tanggal 22 Pebruari 1998 dengan judul “Urgensi Reformasi bagi Pembangunan Bangsa Yang Bermartabat”. Untuk pencapaian tujuan HMI perlu dipersiapkan kondisi yang tepat sebagai modal untuk merekayasa masa depan sesuai dengan 5 kualitas insan cita HMI. intelektualisasi. Sehingga kedepan kita mampu memperbaiki dan menentukan sikap dan kebijakan yang sesuai dengan keadaan jaman. penguasaan basis dan modernisasi organisasi. Bagi HMI kekuasaan bukanlah wilayah yang haram. MASA DEPAN HMI TANTANGAN DAN PELUANG Kritik terhadap HMI datang dari dalam dan dari luar HMI. Sesuai dengan kebijakan PB HMI bahwa HMI tidak akan melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional dan konfrontatif.dalam dialektika dan perbincangan seputar Negara dan Islam. Tantangan yang dihadapi HMI dan masa depan bangsa Indonesia sangat komplek. Fase Reformasi Secara histories sejak tahun 1995 HMI mulai melaksanakan gerakan reformasi dengan menyampaikan pandangan. penerimaan azas tunggal Pancasila. tuntutan Negara Islam. beberapa persoalan yang dihadapkan pada HMI tentang kritik independensi HMI. . Dari masa kemasa. Tetapi adalah wilayah pencermatan dan kekritisan terhadap pemerintahan. dan restrukturisasi organisasi. gagasan dan kritik terhadap pemerintahan. Gerakan koreksi pemerintahanpertama disampaikan pada jaman konggres XX HMI di Istana Negara tanggal 21 Januari 1995. Tetapi justeru akan menjadi peluang yang sangat baik untuk memperjuangkan cita-cita HMI sampai mencapai tujuan. Yakni dengan langkah : Peningkatan visi HMI. refungsionalisasi. dan lain-lain yang memberikan penilaian kemunduran terhadap HMI. kedekatan dengan militer.

Huruf alif merupakan angka 1 (satu): simbol kehidupan ber-Tauhid (perasaan ber-Ketuhanan. Ditulis dalam HMI Artikel Arti Lambang HMI Desember 14. Islam. Hal tersebut merupakan tonggak bagi HMI untuk meneruskan perjuangan para pendahulunya pada masa kini dan menuju hari esok yang lebih baik. Bentuk huruf alif: sebagai huruf hidup. Keseimbangan warna hijau dan hitam: lambang keseimbangan. melambangkan fungsi perkaderan HMI. 7. Bentuk perisai: lambang kepeloporan HMI. dan Ikhsan. dan 12. serta wujud keterpaduan antara iman. Lambang hitam: lambang ilmu pengetahuan. 11. Ditulis dalam HMI Artikel . Mempelajari dan menghayati HMI harus dilakukan secara terus menerus tanpa batas kapan dan dimanapun. 9. Dengan cara seperti itulah pemahaman dan penghayatan akan nilai-nilai HMI dapat dilakukan secata utuh dan benar. 5. Mempelajari HMI tidak hanya cukup dengan mengikuti training formal. melambangkan rasa optimisme bagi kelangsungan hidup HMI pada masa depan. Puncak tiga: lambang Iman. dan kepribadian HMI. sebagai dasar / dan semangat HMI. 8. esensi. dan kemakmuran. dan informasi. dan amal. 6. 4. teknologi. Tulisan HMI: singkatan dari Himpunan Mahasiswa Islam. 10. Warna putih: lambang kemurnian dan kesucian perjuangan HMI. Bentuk pena: melambangkan HMI organisasi mahasiswa yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan. Bentuk jantung: sebagai pusat kehidupan manusia. 2007 oleh Admin 1. Yakin usaha sampai bahagia hmi. 2. ilmu.PENUTUP Dengan mengetahui sejarah masa lampau dapat diketahui kebesaran dan semangat juang HMI. keislaman. Gambar bulan bintang: lambang kejayaan umat Islam seluruh dunia. Warna hijau: lambang keimanan. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->