P. 1
Makalah Kuliah Agama "KAUM KHAWARIJ"

Makalah Kuliah Agama "KAUM KHAWARIJ"

|Views: 1,614|Likes:
Published by buncit8
Kaum Khawarij terdiri atas pengikut-pengikut ‘Ali Ibn Talib yang meninggalkan barisannya, karena tidak setuju dengan sikap ‘Ali Ibn Talib dalam menerima arbitrase sebagai jalan untuk menyelesaikan persengketaan tetang Khalifah dan Mu’Awiyah Ibn Abi Sufyan. Kaum Khawarij memandang diri mereka sebagai seorang yang meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasul Nya. Mereka pun menyebut diri mereka Syurah, yang berasal dari kata Yasyri (menjual), sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah (207) : “Ada manusia yang menjual dirinya untuk keridlaan Allah”. Nama yang lain juga diberikan kepada meeka yaitu Haruriah, Dari kata Harura, yang merupakan sebuah desa yang terletak di dekat kota Kufah, di Irak.
Kaum Khawarij terdiri atas pengikut-pengikut ‘Ali Ibn Talib yang meninggalkan barisannya, karena tidak setuju dengan sikap ‘Ali Ibn Talib dalam menerima arbitrase sebagai jalan untuk menyelesaikan persengketaan tetang Khalifah dan Mu’Awiyah Ibn Abi Sufyan. Kaum Khawarij memandang diri mereka sebagai seorang yang meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasul Nya. Mereka pun menyebut diri mereka Syurah, yang berasal dari kata Yasyri (menjual), sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah (207) : “Ada manusia yang menjual dirinya untuk keridlaan Allah”. Nama yang lain juga diberikan kepada meeka yaitu Haruriah, Dari kata Harura, yang merupakan sebuah desa yang terletak di dekat kota Kufah, di Irak.

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: buncit8 on Aug 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

KAUM KHAWARIJ

Kaum Khawarij terdiri atas pengikut-pengikut ‘Ali Ibn Talib yang meninggalkan barisannya, karena tidak setuju dengan sikap ‘Ali Ibn Talib dalam menerima arbitrase sebagai jalan untuk menyelesaikan persengketaan tetang Khalifah dan Mu’Awiyah Ibn Abi Sufyan. Kaum Khawarij memandang diri mereka sebagai seorang yang meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasul Nya. Mereka pun menyebut diri mereka Syurah, yang berasal dari kata Yasyri (menjual), sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah (207) : “Ada manusia yang menjual dirinya untuk keridlaan Allah”. Nama yang lain juga diberikan kepada meeka yaitu Haruriah, Dari kata Harura, yang merupakan sebuah desa yang terletak di dekat kota Kufah, di Irak. Nama Khawarij berasal dari kata kharaja yang berarti keluar. Kaum Khawarij umumnya terdiri dari orang-orang Arab. Badawi. Hidup di padang pasir yang serba tandus membuat mereka sederhana dalam hidup dan pemikiran. Perubahan agama yang terjadi tidak membawa mereka kepada perubahan sikap keBadawian mereka. Mereka tetap bersikap bengis, suka kekerasan, dan tak gentar mati. Sebagai orang Badawi mereka tetap jauh dari ilmu pengetahuan. Ajaran-ajaran Islam, sebagaimana terdapat dalam Al Qur’an dan Hadis, mereka artikan menurut lafaznya dan harus dilaksanakan sepenuhnya. Iman dan paham orang Badawi adalah iman dan paham orang yang sederhana dalam pemikiran (pemikirannya sempit) serta terlalu fanatik. Kaum Kahawarij terpecah ke dalam golongan-golongan yang lebih kecil dikarenakan sikap dan kelakuan mereka yang selalu menentang dan mengadakan perlawanan terhadap penguasa-penguasa Islam dan umat Islam yang ada di zaman mereka. Golongan-golongan tersebut ialah : Al Muhakkimah Golongan asli yang terdiri dari pengikiut-pengikut Ali. Mereka menyetujui arbitrase bersalah dan menjadi kafir, dan mereka pun meluaskan pengartiannya sehingga orang yang berbuat dosa besar termasuk golongan orang yang kafir. Menurut mereka berbuat zinah dan membunuh adalah suatu perbuatan dosa besar

yang menurut paham golongan ini orang yang mengerjakannya menjadi kafir dan keluar dari agama Islam. Al Zariqah Golongan ini adalah golongan yang muncul setelah golongan Al Muhakkimah hancur. Daerah kekuasaannya adalah diperbatasan Irak dan Iran. Nama Al Zariqah diambil dari Nafi ‘Ibn al-Azraq. Pengikutnya menurut al-Baghdadi adalah lebih dari 20 ribu orang. Golongan ini sifatnya lebih radikal dari golongan Al Muhakkimah. Mereka tidak lagi memakai term kafir, tetapi term musyrik atau polyteist, yang dalam Islam merupakan dosa besar, lebih besar dari kufr. Selanjutnya orang yang tidak sepaham dan yang sepaham namun tidak tinggal diwilayah atau dilingkungan golongan Al Zariqah dianggap juga seorang yang musyrik. Siapapa pun orang yang mereka jumpai dan mengaku bahwa orang Islam namun tak sepaham dengan Al Zariqah, mereka bunuh. Barang siapa yang datang dan mengaku bahwa dia adalah seorang pengikut golongan ini, orang itu akan diuji terlebih dahulu, yaitu membunuh seorang tawanan, dan bila tawanan itu tidak dibunuhnya maka kepala ialah yang dipenggal. Al Najdah Najdah Berlainan dengan dua golongan di atas. Menurut mereka orang yang berdosa besar yang menjadi kafir dan kekal dalam neraka adalah orang Islam yang tak sepaham dengan golongannya. Adapun pengikutnya jika berdosa besar, betul akan mendapat siksaan, tetapi tidak dalam neraka, dan kemudian akan masuk surga. Dosa kecil bagi golongan ini akan menjadi dosa besar jika dikerjakan terus menerus dan orang yang mengerjakannya adalah orang yang musyrik. Golongan ini berpendapat bahwa yang diwajibkan bagi tiap-tiap Muslim adalah mengetahui Allah dan Rasul-rasul Nya, mengetahui haram membunuh orang Islam dan percaya pada seluruh apa yang diwahyukan Allah kepada Rasul Nya. Orang yang tak mengetahui ini tak diampuni. Dalam Al KHawarij, golongan inilah yang pertama kali membawa paham taqiah, yaitu merahasiakan dan tidak menyatakan keyakinan untuk keamanan diri seorang. Taqiah menurut pendapat mereka bukan hanya dalam bentuk ucapan tetapi dalam bentuk perbuatan.

Al Ajaridah Mereka adalah pengikut dari ‘Abd Al-Karim Ibn’ Ajrad yang menurut Al Syahrastani merupakan salah satu teman dari Atiah Al-Hanafi. Kaum Al Jaridah bersifat lebih lunak, karena menurut paham mereka berhijrah bukanlah merupakan suatu kewajiban sebagaimana yang diajarkan oleh Nafi Ibn AlAzraq dan Nadjah, tetapi hanya merupakan kebajikan. Seterusnya mereka berpendapat bahwa anak kecil tidak bersalah atau berdosa, tidak musyrik seperti orangtuanya bila orang tuanya musyrik. Selanjutnya kaum Al Jaridah tidak mengakui surat Yusuf sebagai bagian dari Al Quran, karena menurut mereka surat yusuf membawa cerita cinta, dan Al Quran sebagai kitab suci tidak mungkin mengandung cerita cinta. Al Ajaridah terpecah menjadi golongan-golongan kecil, diantaranya; golongan Al Maimunnah dan Al Hamziah yang menganut paham qadariah dan golongan Al Syuaibiah dan Al Hazimiah yang menganut paham “Tuhanlah yang menimbulkan perbuatan-perbuatan manusia dan sebagai manusia tidak dapat menentang kehendak Allah”. Al Sufriah Pemimpin golongan ini adalah Zaid Ibn Al Asfar. Dalam paham mereka tidak jauh berbeda dengan golongan Al Azariqah. Namun, ada pendapat-pendapat mereka yang menjadikan mereka kurang ekstrim yaitu: a. Orang sufriah yang berhijrah tidak dipandang kafir. b. Mereka tidak berpendapat bahwa anak-anak kaum musyrik boleh dibunuh. c. Mereka berpendapat tidak semua orang yang berdosa besar musyrik. d. Daerah golongan Islam yang tak sepaham dengan mereka buka dar harb yaitu daerah yang harus diperangi; yang diperangi hanyalah maaskar atau camp pemerintah, sedang anak-anak dan perempuan tidak boleh ditawan. e. Kufr dibagi dua; kufr bin inkar al nimah yaitu mengingkari rahmat Tuhan dan kufr bin inkar al rububiah, yaitu mengingkari Tuhan. Dengan demikian term kafir tidak selamanya keluar dari Islam. Disamping pendapat tersebut ada pendapat yang spesifik bagi mereka: a. Taqiah. Menurut mereka hanya boleh dalam bentuk perkataan. b. Perempuan boleh menikah dengan laki-laki kafir jika untuk keamanan dirinya (di daerah bukan Islam).

Al Ibadiah Golongan ini adalah golongan yang paling moderat dibandingkan dengan golongan-golongan Khawarij yang lain. Namanya diambil dari Abdullah Ibn Ibad, yang pada ahun 686 M, memisahkan diri dari golongan Al Zariqah. Paham moderat mereka sebagai berikut: a. Orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka bukanlah mukmin dan musyrik, tetapi kafir. b. Daerah oran Islam yang tak sepaham dengan mereka, kecuali camp pemerintah merupakan dar tawhid, daerah orang yang mengesakan Tuhan, tidak boleh diperangi. Yang merupakan dar kufr, yaitu harus diperangi hanyalah ma askar pemerintah. c. Mengerjakan dosa besar tidak membuat orang keluar dari Islam. d. Yang boleh dirampas dalam perang hanyalah kuda dan senjata. Emas dan perak harus dikembalikan kepada yang memiliki. Golongan khawarij Al Ibadiah ini masih ada sampai sekarang, terdapat di Zanzibar, Afrika Utara, Umman dan Arabia Selatan.

QADARIAH dan JABARIAH
Paham Qadariah Kaum Qadariah berpendapat bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan perjalanan hidupnya. Meurut paham Qadariah manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatanperbuatannya. Dengan demikian nama Qadariah berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehenaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk pada qadar Tuhan. Paham Qadariah dibawa oleh orang-orang Islam yang bukan berasal dari Arab padang pasir. Hal itu menyebabkan kegoncangan dalam pemikiran mereka. Paham Qadariah itu mereka anggap bertentangan dengan ajaran Islam. Paham Qqadariah timbul pertama kali oleh seseorang yang bernama Ma bad Al-Juhani. Menurut Ibn Nabatah, Ma bad Al-Juhani dan temannya Ghailan al-Dimasyqi mengambil paham ini dari seorang Kristen yang masuk Islam di Irak, dan menurut Al-Zahabi, Ma bad AlJuhani adalah seorang Tabii yang baik, namun ia memasuki dunia politik dan memihak pada Abd Al-Rahman Ibn Al-Ilyas, Gubernur Sajistan, dalam menentang kekuasaan Banu Umayyah. Dalam pertempuran dengan Al Hajjaj Ma bad mati pada tahun 80 H. Paham ini berpendapat bahwa manusia itu, merdeka dalam tingkah lakunya. Ayat-ayat yang boleh membawa kepada kaum Qadariah adalah sebagai beikut; Al-Kahf (18)-29, Fussilat (41)-40, Al-Imran (3)-164. Paham Jabariah Berbeda dengan kaum Qadariah, kaum Jabariah berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya.Manusia dalam paham ini terikat pada kehendak mutlak Tuhan. Jadi nama Jabariah berasal dari kata jabara yang berarti memaksa. Memang dalam paham ini ada pendapat bahwa manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa. Jadi perbuatan-perbuatan manusia semuanya telah ditentukan oleh Tuhan. Masyarakat Arab sebelum Islam kelihatanya dipengaruhi oleh paham Jabariah ini. Bangsa Arab yang pada waktu itu besifat sederhana dan jauh dari pengetahuan, terpaksa menyesuaikan hidup mereka dengan suasana padang pasir, dengan panasnya yang terik serta tanah dan gunungnya yang gundul.

Aliran ini pertama kali dimunculkan oleh Al Jad Ibn Dirham, tetapi yang menyiarkannya adalah Jahm Ibn safwan dari khurasan. Jahm yang terdapat pada aliran Jabariah ini sama dengan Jahm yang mendirikan golongan Al Jahmiah dalam kalangan Murjiah. Sebagai sekretaris dari syuriah Ibn Al Haris turut dalam gerakan melawan kekuasaan Bani Umayyah. Manusia menurut Jahm tidak mempunyai kekuasaan apa-apa; tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan. Manusia dalam perbuatan-perbuatannya adalah dipaksa dengan tidak ada kekuasaan, kemauan, dan pilihan baginya. Manusia dalam paham ini hanya merupakan wayang yang digerakan oleh dalang dan dalang yang menggerakan manusia adalah Tuhan. Ayat-ayat yang memperbolehkan kita ke paham Qadariah sebagai beikut; AlAn’am (6)-112, Al-Safaat (37)-96, Al-Hadid (57)-22, Al-Anfat (8)-17, Al-Insan (76)30. Jika dilihat paham-paham diatas mempunyai ayat-ayat seperti yang telah tersebut, dan tidak mengherankan jika paham Qadariah dan paham Jabariah masih tetap ada dikalangan umat Islam walupun penganjur-panganjurnya telah meninggal. Dalam sejarah teologi selanjutnya paham Qadariah dianut oleh kaum Mutazilah, sedang paham Jabariah terdapat dalam aliran Al Asy-ariah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->